MENJALANI HARI INI DENGAN SEMPURNA

“Hidup adalah sukacita dan kegembiraan harus dihidupkan di dalam diri.”~Djajendra

Masalah adalah bagian dari kehidupan. Kapan saja masalah bisa muncul untuk mengganggu ketenangan hidup. Ketika ketenangan terganggu, maka segala sesuatu sulit untuk dikerjakan dengan baik. Tidak mudah untuk menjalani kehidupan positif di tengah banyak masalah yang menumpuk. Menjalani momen ini dengan sempurna tanpa terganggu dengan masalah sangatlah penting. Pikirkan hal yang benar saat ini, nikmati saja apa yang tersedia pada hari ini. Besok adalah urusan besok, kita hidup hari ini dan pada momen ini, mungkin saja semua perasaan khawatir itu tidak nyata, serta perlu dikendalikan agar kita tidak cemas dan takut dengan masalah di depan.

Mungkin tidak semua masalah dapat dengan mudah diselesaikan, banyak halangan yang bisa membuat Anda sulit menyelesaikan sebuah masalah. Jadi, ketika Anda tidak dapat berbuat apa-apa, maka sadarlah untuk tidak menciptakan kekacauan di pikiran. Terimalah keadaan yang sedang dihadapi, berpikirlah yang positif, dan yakinlah bahwa segala sesuatu pasti bekerja sesuai kehendak Tuhan. Tugas Anda adalah memiliki niat yang tulus untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, dan membiarkan segala sesuatu berproses untuk membantu Anda menyelesaikan masalah. Tidak perlu panik. Tidak perlu takut. Tidak perlu cemas. Terimalah keadaan dengan harapan bisa segera diselesaikan dengan baik.

Ketenangan dan kesabaran menjadi hal yang penting saat menghadapi masalah. Kuatkan energi positif di dalam diri agar dapat melemahkan semua energi negatif. Hidup adalah sukacita dan kegembiraan harus dihidupkan di dalam diri. Jangan membiarkan masalah membuat sukacita dan kegembiraan hilang. Jadilah ikhlas untuk menerima kehendak Tuhan. Semua masalah pasti berlalu pada waktunya. Alam dan kehidupan tidak akan membiarkan hidup Anda di dalam masalah yang terus-menerus. Mulailah dari dalam diri Anda sendiri untuk membangun keyakinan dan kekuatan agar bisa menyelesaikan masalah.

Jangan berpikir bahwa masalah Anda itu berat dan mengerikan. Berpikirlah bahwa Anda tulus dan serius untuk menyelesaikan masalah. Jangan membuat diri Anda mengalami kesengsaraan dan penderitaan oleh masalah. Jadilah bijak dan mulailah langkah-langkah untuk melewati masalah dengan baik. Selalu bertindak positif dan berniat baik atas semua hal yang Anda alami. Masalah ada agar Anda menjalani tes hidup yang menguatkan Anda. Jadi, kadang-kadang masalah yang tak terbayangkan perlu disikapi dengan pikiran positif dan menerimanya untuk diselesaikan dengan benar. Orang bijak mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah memberikan masalah yang berada di luar kemampuan. Jadi, terimalah dan nikmati pengalaman dari masalah tersebut sebagai pelajaran yang menguatkan diri sendiri.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENERIMA KRITIK DENGAN PIKIRAN POSITIF

“Kritik adalah kekaguman yang diungkapkan dengan bahasa dan kata-kata yang tidak enak untuk didengar.”~Djajendra

Berbahagialah saat Anda menerima kritikan, karena Anda diperhatikan. Ketika seseorang mengkritik Anda itu artinya orang tersebut sangat memperhatikan Anda, dan juga mungkin sangat mengagumi Anda. Semakin Anda positif dan tenang menerima kritikan, semakin kuat Anda untuk mendapatkan keberhasilan. Bila Anda marah dan terlalu memikirkan kritikan orang lain, maka Anda akan masuk ke dalam jebakan atau permainan dari pengkritik Anda. Jadi, terimalah kritikan dari manapun dengan sikap positif. Kata orang bijak bahwa kritikan adalah kekaguman yang tersembunyi. Mungkin pengkritik Anda sangat kagum dan peduli kepada Anda, sehingga dia mau menghabikan waktu dan energinya hanya untuk memperhatikan Anda.

Pengkritik adalah orang yang sedang memberitahu Anda tentang kelemahan dan kekurangan Anda. Bila Anda percaya diri dan mau memperbaiki diri, maka kritikan tersebut dapat Anda ambil sebagai dorongan untuk menjadikan Anda lebih hebat lagi. Persepsi dan pikiran Anda yang positif mampu menerima kritikan, mampu memahami kritikan, dan mampu menggunakan kritikan tersebut untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri Anda. Selama pikiran Anda terkendali, emosi Anda tidak rapuh, maka Anda mampu menampilkan kualitas diri yang hebat dalam menyikapi kritikan. Tidak perlu menanggapi kritikan dengan emosi negatif, tapi pahami kritikan tersebut untuk keuntungan Anda. Anda juga tidak perlu mengeluarkan kata-kata apapun untuk menaggapi kritikan tersebut, cukup menjawabnya melalui tindakan yang tepat, sehingga pengkritik akan lebih berhati-hati lagi untuk mengkritik Anda.

Kritikan dengan niat baik sangat membantu kemajuan Anda. Sebaliknya, kritikan dengan niat buruk dan mungkin sifatnya memfitnah haruslah disikapi dengan tegas agar tidak merusak reputasi Anda. Cerdaskan emosi dan kuatkan mental, sehingga semua kritikan tidak menyakitkan Anda. Anda yang cerdas emosi dan bermental hebat mampu mengambil manfaat dari semua kritikan yang dilemparkan kepada Anda.

Kritik yang Anda terima dapat membangkitkan Anda untuk keluar dari zona nyaman. Dalam hal ini, Anda tidak akan berpuas diri dengan apa yang sudah Anda capai. Anda pasti menjadi lebih kreatif dan inovatif. Anda pun selalu tampil lebih hati-hati dan lebih waspada, sebab kesadaran Anda selalu akan mengingatkan Anda tentang tukang kritik yang siang dan malam penuh perhatian kepada Anda. Oleh karena itu, terimalah kritikan dan ucapkan terima kasih di dalam hati kepada pengkritik Anda. Jangan terganggu oleh kritikan. Bila Anda merasa terganggu dengan kritikan, maka itu artinya Anda masih lemah dan belum memiliki kepercayaan diri yang hebat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

BELAJAR PERUBAHAN DARI KOMANDAN HERNAN CORTES

“Saat Hernan Cortes melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, dia segera membakar satu-satunya harapan tersebut. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.”~Djajendra

Perubahan memerlukan keberanian. Anda semua mungkin sudah pernah mendengar kisah Komandan Hernan Cortes yang menyuruh pasukannya untuk membakar kapal yang mereka tumpangi.

Sekitar tahun 1519 seorang komandan dari Kerajaan Spanyol bernama Hernan Cortes memimpin pasukannya menuju wilayah Meksiko. Tujuan mereka ke sana untuk mencari emas dan kekayaan alam lainnya. Mereka percaya di Meksiko tersimpan harta karun dan kekayaan yang luar biasa.

Setelah mereka tiba di sebuah pantai di wilayah Meksiko, Komandan Hernan Cortes melihat keraguan sikap dan perilaku dari sebagian pasukannya. Mereka takut masuk lebih dalam ke daratan, mereka lebih suka berdiam di wilayah pantai. Mereka takut kehilangan kapalnya. Di samping itu, sebagian yang serakah, pikirannya hanya terfokus pada harta karun. Benih kepentingan individu mulai muncul, benih tim mulai runtuh. Persaingan kata-kata diantara pasukannya sudah membahayakan kesatuan dan soliditas tim. Perang dingin di internal pasukannya sudah sangat membahayakan misi perjalanan mereka ke Meksiko.

Melihat bahaya di depan mata, Komandan Hernan Cortes menginstruksikan anak buahnya untuk membakar kapal mereka. Semua anak buahnya kaget dan bingung dengan keputusan gila dari sang komandan. Banyak yang beradu argumen, tetapi Hernan Cortes tidak ragu sama sekali dengan instruksinya untuk segera membakar kapal mereka.

Kapal sudah dibakar, sekarang sudah tidak ada pilihan, semuanya harus menjaga kebersamaan agar dapat masuk lebih dalam lagi ke wilayah daratan Meksiko. Pasukan Hernan Cortes pun mulai membuka hutan agar dapat membuat jalan untuk masuk lebih dalam lagi ke jantung Meksiko. Keberanian harus ditingkatkan, rintangan harus dihadapi, rasa takut harus dihilangkan. Mereka pun terus maju untuk melawan setiap rintangan dan bahaya, kebersamaan dan soliditas telah menjadikan pasukan Hernan Cortes mampu mencapai wilayah daratan Meksiko.

Itulah sedikit dari kisah hebat Hernan Cortes. Keberaniannya untuk membakar satu-satunya harta, yaitu kapal dengan semua logistiknya. Dan, keberaniannya untuk memulai sebuah perjalanan dengan modal keyakinan dan kepercayaan diri telah menjadikan Hernan Cortes sebagai inspirasi dunia. Hernan Cortes berani meninggalkan kapalnya dan membakar kapalnya agar dia tidak kembali lagi ke kapalnya.

Hernan Cortes mengajarkan bagaimana sebuah perubahan harus dimulai. Dia mengajarkan kepada dunia bahwa perubahan memerlukan keberanian, keyakinan, dan kepercayaan diri untuk terus maju dan melupakan yang lama. Dia menciptakan ketidakpastian dan memaksa anak buahnya untuk bersahabat dengan bahaya. Dia sadar bahwa di sepanjang perjalanan menuju wilayah pedalaman berbagai rintangan, risiko, ancaman dan bahaya pasti akan dihadapi. Hutan yang lebat dengan binatang buas dan peradaban yang berbeda tidaklah membuat takut Hernan Cortes. Dia terus memimpin pasukannya untuk menemukan kehidupan yang baru di wilayah Meksiko.

Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan. Tidak ada kata mundur dalam kamus perubahan. Di sepanjang proses perubahan, setiap orang harus menciptakan sumber daya yang tak terbatas, paling tidak sumber daya yang tak terbatas dari dalam diri masing-masing.

Perubahan bertujuan untuk terus-menerus bertransformasi dan tidak terjebak oleh apapun. Perubahan yang sempurna tidak pernah menciptakan zona kenyamanan baru, selalu kreatif dan inovatif untuk menciptakan hal-hal baru. Bahaya terbesar bagi perubahan adalah zona nyaman, dan zona nyaman merupakan zona berisiko bagi perubahan.

Komandan Hernan Cortes sudah memberikan contoh untuk penyesuaian terhadap realitas. Saat dia melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, maka dia segera membakar harapan tersebut. Kapal dia bakar dan memberikan kepercayaan diri kepada pasukannya untuk terus berjalan maju. Dia memotivasi pasukannya agar membangun momen-momen yang penuh energi keberanian, untuk menuju tujuan kehidupan yang lebih baik.

Perubahan berarti bekerja pada kemajuan dari momen ke momen. Setiap realitas yang tidak menyenangkan harus dituntaskan dengan solusi yang tepat. Setiap kesalahan harus dituntaskan dengan kebenaran yang tepat. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.

“Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEGAGALAN ADALAH BIAYA KECIL UNTUK MEMBAYAR SUKSES BESAR

MOTIVATOR DJAJENDRA 2015“Kegagalan hanyalah sebuah biaya kecil untuk mendapakan keuntungan dari sukses yang lebih besar.”~Djajendra

Kegagalan adalah sebuah peristiwa yang tidak disukai oleh siapapun. Bila kesadaran diri belum terwujud dengan baik, maka orang-orang tumbuh dalam emosi takut gagal. Mereka akan merasa cemas, khawatir dan tertekan oleh proses hidup.

Orang-orang bijak yang hidup dalam kesadaran tertingginya selalu tersenyum menerima kegagalan. Bagi mereka, kegagalan adalah pelajaran baru yang harus ditekuni dengan sepenuh hati. Mereka merancang hidupnya untuk selalu di luar zona nyaman. Mereka merasa bodoh jika harus bersembunyi di tempat aman. Mereka selalu meningkatkan energi positif dirinya agar kuat dan andal dalam menghadapi peristiwa kegagalan. Mereka percaya bahwa takut gagal adalah tanda kelemahan diri. Oleh karena itu, mereka selalu merasa kegagalan sebagai hadiah untuk mempersiapkan diri menjadi lebih berkualitas dan lebih mampu.

Bagi orang-orang dengan kesadaran diri yang rendah, mereka mudah terguncang hidupnya hanya oleh sebuah kegagalan kecil. Mereka tidak bisa menjaga diri, mereka selalu mencoba melarikan diri ataupun menolak kegagalan dengan sekuat tenaga. Dan biasanya, kegagalan tetap mengikuti mereka, lalu menjadi lebih kuat saat mereka menolaknya dengan kuat. Di samping itu, pikiran dan emosi yang takut gagal semakin melemahkan daya tahan hidup mereka.

Berbeda dengan orang-orang dengan kesadaran diri yang rendah, orang-orang dengan kesadaran diri yang tinggi selalu merangkul kegagalan dan memperkuat keyakinan untuk menemukan peluang. Mereka suka bermain-main dengan risiko, dan selalu menjadi diri sendiri yang kuat untuk dapat bersahabat dengan risiko. Mereka mampu melepaskan kegagalan, lalu fokus untuk menemukan keuntungan dan potensi sukses.

Kegagalan hanyalah sebuah biaya kecil untuk mendapakan keuntungan dari sukses yang lebih besar. Saat kegagalan merusak rencana dan impian Anda, saat itu segeralah siapkan mental untuk tumbuh dan berkembang. Jangan biarkan apa kata ego Anda, fokuskan energi Anda pada jiwa asli Anda. Jangan pernah berpikir perjalanan hidup Anda terhambat dan menjadi sulit oleh peristiwa gagal. Jadilah rendah hati dan mengalirlah dengan penuh percaya diri dari posisi yang Anda tempati setelah peristiwa kegagalan. Bangun kembali hubungan dan jembatan agar Anda bisa bergerak perlahan-lahan, untuk memulai langkah-langkah baru menuju pencapaian.

Jadilah diri yang asli dan ikhlas, buang topeng sosial Anda. Tampillah dengan jati diri yang rendah hati, lalu tumbuhkan integritas pribadi melalui pikiran positif. Ingatkan selalu pada diri sendiri bahwa peristiwa kegagalan adalah hadiah yang tak ternilai yang diberikan kehidupan kepada Anda. Mulailah berlatih dan menyiapkan diri untuk mengalir di dalam proses kehidupan yang nyata. Tinggalkan dunia ilusi. Tinggalkan dunia mimpi dan jadilah sepenuh hati di dalam dunia nyata Anda.

Tingkatkan disiplin dan kepercayaan diri, lalu ciptakan ritual harian untuk mengembangkan ataupun mengoptimalkan potensi diri yang masih tidur. Setiap hari afirmasikan kata-kata yang membuat energi positif Anda meningkat. Kuatkan niat dan upaya, tingkatkan kualitas di setiap proses, dan biarkan hasil akhir tercipta dari realitas optimal Anda.

Latih intuisi dan latih logika dengan baik. Tuan logika adalah pikiran, dan Tuan intuisi adalah hati nurani. Keduanya diperlukan. Anda tidak boleh menggantungkan perjalanan sukses pada salah satu, keduanya harus dikuatkan dan digunakan pada kebutuhan yang tepat.

Temukan nilai-nilai yang memiliki kekuatan untuk menghapus kelemahan hidup Anda, lalu jadikan nilai-nilai tersebut sebagai energi untuk memperkuat perjalanan Anda dari titik kegagalan menuju puncak sukses. Sejak langkah pertama, Anda harus bersahabat dan menghormati nilai-nilai yang sudah Anda pilih. Jadikan nilai-nilai pilihan Anda sebagai standar untuk memperlakukan hidup Anda. Jangan pernah mengabaikan nilai-nilai Anda, sebab saat Anda mengabaikan, nilai-nilai yang berlawanan dengan mereka akan muncul untuk menghambat kemajuan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KUATKAN MENTAL UNTUK MENJALANKAN BISNIS DENGAN DOLLAR DI ATAS Rp 14.000,-

PIKIRAN BERTINDAK“Ketangguhan mental dan aliran energi pemenang di tengah krisis, akan menjadi kekuatan untuk meraih kemenangan bagi bisnis Anda.”~Djajendra

Sebuah titik krisis adalah ujian bagi ketangguan mental pebisnis. Siapa yang tangguh dan kreatif akan muncul sebagai pemenang. Krisis dan kesulitan pasti berlalu, tetapi saat mereka hadir, kepanikan dan kebingungan bisa membuat mental buntu dan tanpa solusi.

Bagi para pemenang, apapun tantangannya, dia selalu kuat, dan berani mengambil sikap untuk bergerak melalui disiplin bagi keberhasilan. Mereka mampu berprestasi di atas hambatan dan rintangan. Mereka selalu bersikap tegas, optimis, kreatif, berani, ikhlas dan fokus pada pencapaian terbaik. Mereka mampu memetakan persoalan dengan kreatif dan cerdas, lalu mengatasi semua hal di titik krisis dengan sempurna.

Bagi mental kalah, mereka begitu mudah terjebak di dalam kesulitan, lalu mengeluh dan putus asa dengan realitas. Mereka sangat pintar melempar kesalahan kepada yang lain, dan sibuk membuang energi untuk mencari alasan pembenaran atas ketidakmampuan mereka.

Ada sebuah cerita yang begitu luar biasa dari seorang pemenang sejati bernama Thomas Alva Edison. Pada tahun 1914 pabrik Thomas Edison terbakar habis, semua penemuan dan prototipe hancur terbakar menjadi abu, dan dia mengalami kerugian sekitar lebih dari 23 juta dollar pada saat itu. Atas kejadian tersebut, Thomas Alva Edison tidak sedih, dia hanya berkata “Bersyukurlah semua kesalahan kami terbakar. Sekarang kami bisa memulai lagi dengan lebih hebat.” Reaksi Thomas Alva Edison menggambarkan jiwa yang tangguh dan penuh optimis. Di saat semua kekayaannya terbakar habis, dia melihat peluang untuk bekerja dengan lebih hebat lagi. Ketika gagal 10.000 kali, Thomas Edison hanya berkata, “ saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan bekerja.” Thomas Alva Edison adalah role model tentang ketangguhan di tengah krisis. Dia tetap meningkatkan pencapaian di titik krisis yang dia hadapi. Dia tetap penuh semangat di titik krisis yang dia hadapi. Dia tidak pernah mengeluh, melemparkan kesalahan, dan lari dari kenyataan.

Landasan ketangguhan mental adalah pikiran positif dan kecerdasan emosional. Ketika emosi dan pikiran Anda dalam wilayah positif, maka Anda menjadi sangat optimis dan produktif. Energi positif dapat meningkatkan semangat untuk tampil lebih fleksible dalam menjalankan usaha.

Jadilah lebih percaya diri. Bila titik krisis sudah terjadi, tugas Anda adalah meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri untuk menemukan peluang baru dari keadaan yang ada. Oleh karena itu, tingkatkan semangat karyawan dan pimpinan perusahaan Anda. Latih mereka menjadi energi optimis dengan mental tangguh. Tingkatkan kemampuan mereka untuk menjadi lebih percaya diri dalam menemukan solusi. Tanamkan keyakinan positif dan optimis atas potensi krisis yang ada, jangan menutupi apapun, bangkitkan semangat kerja keras mereka di tengah ketidakamanan bisnis Anda. Mental karyawan dan pimpinan tangguh selalu bergairah dengan tantangan yang ada, dan sangat cerdas menginspirasi orang lain untuk membantu mereka mencapai kinerja yang diinginkan, walau realitas bisnis sedang di tengah krisis.

Krisis merupakan tanda untuk merangkul perubahan, dan tidak lagi ngotot dengan apa yang sudah direncanakan. Miliki perilaku kerja yang fleksible dan terus-menerus beradaptasi dengan perubahan. Krisis tidak boleh melumpuhkan proses bisnis Anda, tetaplah kreatif dan rendah hati. Kuatkan mental orang-orang di internal perusahaan, yakinkan dan bangkitkan semangat kerja dengan etos yang luar biasa untuk tetap menang di tengah badai krisis.

Jadilah rendah hati dan kreatif di tengah potensi perubahan oleh dampak krisis. Tenangkan pikiran, kuatkan energi positif, lancarkan energi dari otak sampai ke ujung kaki Anda. Bernafaslah dalam-dalam dan yakinlah bahwa Anda sangat terbuka untuk mengenali, memanfaatkan, dan menciptakan peluang di tengah krisis yang terjadi. Perubahan adalah pasti, dan bila Anda bersahabat dengan perubahan, Anda akan selalu menciptakan peluang baru bagi kemajuan bisnis Anda.

Bila bisnis Anda sedang mengalami kesulitan dan kegagalan, maka rangkullah kegagalan tersebut. Jangan marah atau memusuhi kegagalan. Orang-orang bermental tangguh selalu menerima kegagalan, kerugian, kehilangan dan kesulitan dengan tangan terbuka. Lalu, mereka menjadikannya sebagai guru dan belajar dari mereka untuk menuju sukses ke level yang lebih tinggi.

Walau Rupiah sudah di atas Rp 14.000,- per dollar Amerika, dan sebagian pebisnis yang sudah pusing tujuh keliling. Hal ini bukan sebuah akhir, tetapi sebuah awal untuk kemajuan yang lebih tinggi.Oleh karena itu, kuatkan mental dan energi pemenang melalui budaya organisasi Anda agar semua sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan etos kerja dari sumber daya manusia perusahaan Anda mampu menang di tengah krisis; mampu sukses dan mencapai kinerja terbaik di tengah potensi krisis.

Jangan terjebak di tengah krisis, jangan frustasi di tengah badai krisis. Kuatkan mental pemenang dan energi pemenang di tengah lingkungan kerja Anda agar semua insan perusahaan Anda mampu membuka jalan bagi keberhasilan bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERURUSAN DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

“Bagi manipulator, mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara, adalah kebenaran. Kesepakatan yang tidak sesuai tujuan mereka, pasti mereka khianati.”~Djajendra

Sangat pintar memutarbalikan fakta; sangat berkemampuan berbohong dan membenarkan kata-kata bohongnya; sangat pintar memanipulasi keadaan; sangat pintar berargumen tanpa logika, tanpa akal sehat; sangat pintar berputar-putar, menarik ulur, dan menciptakan persepsi seolah-olah dirinya dirugikan. Mereka adalah para manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan.

Seorang manipulator memiliki energi negatif dalam wujud licik, trik negatif, kecurangan, tipu daya, menyelewengkan, menyalahgunakan, dan berlogika tanpa akal sehat. Mereka cerdas menguasai kelemahan lawan. Setelah kelemahan lawan ditemukan, mereka akan menggunakannya untuk menyerang dari setiap sisi dan sudut. Mereka tidak malu dengan persepsi orang banyak; mereka ngotot dan sangat percaya diri, untuk menghalalkan segala cara demi tujuan. Mereka memiliki banyak akal negatif, dan selalu siap melanggar etika demi mencapai tujuan. Mereka terus-menerus akan mengulang rencana tidak baiknya, untuk mengambil keuntungan dari ketidakmampuan lawan. Mereka tidak akan menghentikan sebuah eksploitasi terhadap hal-hal buruk lawannya. Mereka adalah manipulator ulung, yang sangat terlatih untuk memanipulasi realitas.

Bagaimana cara berurusan dengan manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan?

Memang tidak mudah menghadapi orang-orang yang cerdas memanipulasi. Mereka sangat berkemampuan dan sangat ahli, untuk menghalalkan segala cara. Mereka memiliki banyak akal buruk, untuk membuat Anda tidak berdaya. Tetapi, mereka suka lupa bahwa kebenaran selalu menang, walau kemenangannya itu harus melewati sebuah proses panjang, yang dinamis dan tidak pasti.

Biasanya, seorang manipulator berkarakter tinggi hati dan sangat percaya diri. Dan, inilah titik lemah dia. Sikap yang berlebihan dan sombong menjadikan dirinya mudah jatuh dan kalah. Sikap yang berlebihan dan sangat tinggi hati, menjadikan dia sebagai musuh akal sehat, sehingga dia harus berhadapan dengan realitas yang memusuhi keberadaannya.

Para manipulator suka lupa bahwa akal sehat selalu menguatkan dirinya di tengah diamnya orang banyak. Akal sehat tidak pernah mati oleh seorang manipulator hebat. Akal sehat selalu meningkatkan kekuatan, dan mengkonsolidasikan ketangguhannya, untuk mengalahkan manipulator.

Jadi, bagaimana cara Anda menghadapi para manipulator?

Jawabannya sangat mudah. Miliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan, yang kuat memagari Anda dari para manipulator. Jadilah pribadi yang konsisten dengan nilai-nilai kehidupan positif. Apapun hal terburuk yang sedang Anda hadapi, jangan pernah ragu, untuk tetap memegang erat prinsip dan nilai-nilai positif.

Kuatkan integritas diri sendiri. Kuatkan dan kayakan pikiran bawah sadar dengan nilai-nilai positif dan optimis. Latih jiwa, raga, dan pikiran untuk menjadi pejuang kebaikan. Siapkan mindset positif untuk mengawal sikap, perilaku, kebiasaan, dan emosi agar selaras dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan positif.

Orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak akan menyerah oleh persepsi umum yang memusuhi sikap dan perilaku mereka. Mereka dengan licik akan menciptakan manipulasi-manipulasi baru demi mencapai tujuan. Mereka sangat tangguh dan kuat, untuk menciptakan pengaruh pada kelompoknya, dan sangat solid di dalam kebersamaan.

Para manipulator sangat berkeyakinan, untuk mempengaruhi kehidupan sosial. Mereka akan bersikap, seolah-olah mereka adalah dewa penolong, yang bisa menyelamatkan kepentingan orang banyak. Tetapi, cara mereka ini hanya akan sukses; bila kehidupan sosial buta informasi, rendah wawasan, terdoktrin oleh nilai-nilai dari tujuan, yang mereka perjuangkan.

Dalam kehidupan masyarakat yang terbuka dan kaya informasi, para manipulator mudah dikalahkan oleh kecerdasan akal sehat. Mereka sulit mendapatkan hati dari akal sehat orang banyak. Mereka hanya berpotensi menjadi musuh bersama dari akal sehat. Semua upaya dan perjuangan mereka, untuk mencapai tujuan, akan gagal dan sulit diwujudkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSIAPKAN KUALITAS DIRI SEBELUM DIKALAHKAN ROBOT

DJAJENDRA PROFILE

“Di masa depan, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan mungkin sudah tidak sesama manusia saja, tetapi sudah ditambah dengan robot.”~ Djajendra

Memiliki penghasilan besar adalah idaman dan harapan setiap orang. Jadi, Siapapun pasti menginginkan gaji yang lebih besar, dengan berbagai fasilitas yang membuat hidup sangat berkecukupan. Tetapi, sesungguhnya tidak semua orang akan merasa sudah cukup dengan penghasilan besar, karena tidak semua orang bisa hidup dengan puas, tanpa mengeksplorasi potensi dan kualitas hidupnya dengan lebih maksimal.

Mungkin sudah banyak orang yang paham bahwa uang bukanlah sesuatu yang akan mencukupi semua kebutuhan hidup, hanya rasa syukur dan terima kasihlah yang akan memenuhi semua kebutuhan hidup.

Kompetisi bisnis yang semakin ketat telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan produktif. Hal ini mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan tenaga-tenaga yang sangat profesional dibidangnya, dan juga yang memiliki karakter untuk lebih setia dalam menjaga keberlangsungan perusahaan dengan efektif.

Kondisi iklim kerja yang stabil dan konsisten dalam jangka panjang merupakan syarat mutlak agar perusahaan mampu menang dalam kompetisi yang ketat. Bila para pekerja terlalu sering berdemo dengan berbagai tuntutan yang tanpa kompromi, maka potensi matinya perusahaan akan semakin kuat. Bila perusahaan ditutup oleh alasan demo pekerja yang sifatnya sudah berlebihan, maka para pekerja pasti akan kehilangan pekerjaan, dan juga hal ini akan menutup kesempatan buat calon pekerja baru untuk mendapatkan pekerjaan.

Setiap tahun, jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah orang-orang yang siap bekerja menjadi tidak seimbang. Di mana, jumlah pencari kerja terus-menerus naik, sehingga hal ini pasti akan menciptakan pengangguran yang semakin tinggi jumlahnya. Bila pengangguran sudah sangat tinggi, pastilah keamanan negara akan berkurang, dan para investorpun akan semakin takut untuk menginvestasikan modalnya di negara-negara yang keamanannya kurang. Apalagi di negara-negara yang pekerjanya terlalu sering berdemo, yang disertai ancaman dan berbagai tuntutan yang menakutkan investor, maka dapat dipastikan para investor akan berhitung berkali-kali tentang risiko dari demo pekerja, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan berpotensi meninggalkan kebijakan konvensional, seperti padat karya. Sekarang ini, semua orang tahu bahwa teknologi robot sedang dikembangkan untuk menggantikan berbagai pekerjaan di masa depan. Jadi, kemajuan pesat dalam teknologi robot telah menciptakan potensi ancaman serius bagi banyak pekerjaan, dan robot akan menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dalam sebuah standar kerja.

Mungkin sekarang ini harga sebuah robot pekerja masih sangat mahal, tetapi pengembangan teknologi robot yang semakin maju, berpotensi menjadikan harga robot layak dibeli oleh para investor sebagai alat bantu di pabrik-pabrik mereka. Jelas, robot adalah mesin yang pasti akan stabil dan konsisten dalam melayani pekerjaan, sehingga proses produksi dapat terjamin untuk jangka panjang. Dan juga, robot adalah mesin yang harga belinya dapat disusutkan sebagai biaya bulanan, sehingga akan mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Kehadiran teknologi robot yang murah pastilah ditunggu-tunggu oleh perusahaan-perusahaan yang saat ini masih padat karya. Mereka pasti sangat menginginkan transformasi model usaha dari padat karya menjadi padat teknologi ataupun padat modal. Apalagi melihat ancaman dari demo pekerja yang terlalu sering, yang telah menimbulkan kerugian atas terhentinya proses produksi dan pelayanan, sehingga pastilah dibutuhkan sebuah jalan keluar untuk menyelamatkan investasi-investasi yang telah mereka tanamkan tersebut.

Persiapkan kualitas diri sebelum dikalahkan oleh robot. Setiap pekerja harus sadar untuk meningkatkan kualitas diri dengan perubahan menuju yang lebih baik. Saatnya menumbuhkan semangat kontribusi yang lebih tinggi. Etos kerja yang produktif adalah kekuatan yang wajib dimiliki setiap pekerja. Dan, jangan pernah mau dikalahkan oleh robot.

Miliki kekhawatiran bahwa pekerjaan yang dimiliki saat ini berpotensi diambil oleh robot. Untuk itu, tingkatkan kualitas dan komptensi diri dengan karakter kerja yang luar biasa produktif dan efektif. Pastikan menjadi sahabat yang membangun perusahaan dengan kreativitas dan produktivitas yang tinggi. Jangan pernah menjadikan diri sebagai musuh yang secara terus-menerus melawan semua kebijakan perusahaan.

Lebih baik mempersiapkan diri dengan kualitas yang lebih hebat, daripada menuntut sesuatu yang lebih besar, sedangkan yang dituntut masih menganggap kontribusi yang diberikan tidak layak dibayar dengan tuntutan yang diminta.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEHILANGAN KEPERCAYAAN BERARTI KEHILANGAN PELUANG DAN MASA DEPAN

DJAJENDRA 2013“Bisnis adalah kepercayaan, kurangnya kepercayaan akan menimbulkan krisis kredibilitas, termasuk penurunan reputasi.”~ Djajendra

Hal yang paling ditakutkan dari kata kepercayaan (trust) adalah menjadikannya sebagai pajangan, tetapi tidak pernah dilatih dan diinternalisasikan agar digunakan setiap orang di sepanjang waktu kerja mereka di kantor.

Kepercayaan adalah kemampuan setiap orang untuk mengalirkan potensi dan kompetensi dengan kekuatan etika dan integritas. Dan juga, kemampuan setiap orang untuk berkolaborasi; saling bergantung pada sistem dan prosedur kerja; berkontribusi untuk menghasilkan organisasi yang efektif dan produktif; serta menghasilkan jasa, produk, dan hasil akhir yang berkualitas terpercaya.

Perusahaan dengan kepercayaan yang tinggi dan solid di internal akan memiliki keharmonisan kerja, peningkatan kinerja yang terus-menerus, produktivitas yang tinggi, konflik yang rendah, serta kadar tekanan dan stres yang lebih rendah. Sebab, kepercayaan akan menyatukan setiap hati di dalam kolaborasi empati dan toleransi, sehingga tanggung jawab bersama di dalam energi kolaborasi akan menjadikan perusahaan sebagai tempat yang nyaman dan aman.

Kehilangan kepercayaan adalah kerugian besar. Bila perusahaan tidak mampu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemangku kepentingan; maka perusahaan akan kehilangan peluang, reputasi, kredibilitas, penjualan, dan masa depan.

Banyak sekali perusahaan-perusahaan jatuh oleh kepercayaan yang hilang. Kepercayaan adalah harta yang sangat penting. Menjaga dan merawat kepercayaan dengan integritas, transparansi, akuntabilitas, dan perilaku etis, akan menjadikan perusahaan lebih dipercaya.

Arthur Anderson, kantor akuntan publik, yang masuk ke dalam lima besar terbaik dunia, harus kehilangan kepercayaan, dan pada akhirnya hilang untuk selamanya. Kelalaian kantor akuntan Arthur Anderson untuk menjaga etika dan integritas dalam menjalankan audit terhadap Enron Corporation, berakibat pada izin kantor akuntan publiknya dicabut oleh pengadilan di Amerika Serikat.

Reputasi dan kredibilitas yang sudah cukup lama dibangun oleh kantor akuntan publik Arthur Anderson, ternyata terhapus oleh peristiwa Enron, yang membuat mereka kehilangan kepercayaan untuk selamanya.

Bisnis adalah kepercayaan, kurangnya kepercayaan akan menimbulkan krisis kredibilitas, termasuk penurunan reputasi. Selama bisnis dijalankan dengan integritas dan perilaku yang etis, maka kepercayaan stakeholders kepada bisnis tersebut akan terus meningkat.

Sering sekali sebuah perusahaan tumbang oleh hilangnya kepercayaan dari pelanggan. Apalagi pada perusahaan-perusahaan yang penjualannya bergantung pada kontrak dari pelanggan, maka saat pelanggan kehilangan kepercayaan, saat itu juga perusahaan tersebut bisa langsung tidak mampu beroperasional.

Sekali kepercayaan hilang, maka membangun kembali kepercayaan bukanlah persoalan mudah, membutuhkan pembuktiaan integritas dan perilaku etis yang konsisten di sepanjang waktu. Dan juga, membutuhkan biaya yang sangat besar agar kepercayaan dapat dipulihkan kembali.

Kepemimpinan perusahaan harus mengambil tanggung jawab, untuk meningkatkan gairah setiap orang di dalam perusahaan agar ikhlas menjalankan kode etik dan etika bisnis perusahaan, dengan sepenuh hati dari integritas pribadi yang konsisten.

Jadi, bila pemimpin aktif memberikan pencerahan dan memperkaya setiap orang untuk hidup dalam kebenaran etika dan integritas, maka reputasi dan kredibilitas perusahaan akan semakin memperkuat kepercayaan stakeholders kepada perusahaan.

Kepercayaan haruslah dibangun dari internal perusahaan, yaitu dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang menjauhkan orang-orang di dalam perusahaan terhadap hal-hal negatif, seperti: malas, frustrasi, kecewa, bingung, stres, apatis, marah, bosan, dan kehilangan harapan. Jadi, semua perilaku negatif tersebut adalah musuh utama dari kepercayaan. Dan, kepemimpinan perusahaan harus rajin menghapus semua perilaku negatif tersebut dari lingkungan perusahaannya.

Membangun kepercayaan adalah tugas utama kepemimpinan perusahaan. Setiap pemimpin wajib menciptakan harapan, lalu menjaga harapan tersebut dengan tata kelola yang etis dan penuh integritas.

Pemimpin harus membuat semua orang di dalam perusahaan merasa kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Selanjutnya, secara rutin menguatkan orang-orang di dalam perusahaan agar saling percaya, serta melayani stakeholders dengan kekuatan etika dan integritas, sehingga rasa percaya stakeholders kepada perusahaan menjadi semakin meningkat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DEMO BURUH MENGHENTIKAN PRODUKTIVITAS PABRIK

DJAJENDRA PROFILE“Kualitas buruh adalah energi ekonomi yang meningkatkan daya saing bangsa dan negara, dalam menghadapi kekuatan ekonomi dan perdagangan global.” ~ Djajendra

Buruh adalah bagian terpenting dari proses produksi; bagian terpenting dari proses bisnis; bagian terpenting dari proses penciptaan nilai tambah; dan juga bagian terpenting dari proses penciptaan kualitas terbaik. Buruh yang fokus dan berkualitas akan meningkatkan kinerja pada pekerjaan yang dilakukan.

Demo buruh yang berkelanjutan pasti akan merusak daya saing perusahaan. Sering sekali sebuah perusahaan mengalami kerugian besar akibat demo buruh. Ada perusahaan yang harus kehilangan omset penjualan yang sangat besar akibat demo buruh di pabriknya. Dan, tidaklah mudah dalam satu atau dua tahun untuk mengembalikan omset yang hilang tersebut.

Kenapa omset tersebut bisa hilang? Karena, demo yang berkelanjutan di dalam pabrik akan menghentikan proses produksi dan proses pengiriman. Dampaknya, kontrak penjualan tidak dapat dipenuhi oleh pabrik, dan pembeli pasti akan kehilangan kepercayaan kepada pabrik tersebut. Hal ini, tidak hanya berpotensi menciptakan kerugian besar di dalam pabrik, tetapi juga ada konsekuensi hukum atau etika oleh gagalnya pengiriman barang dengan tepat waktu.

Sebuah pabrik adalah tempat aktivitas ekonomi, khususnya tempat terciptanya nilai tambah dari sebuah proses produksi. Di sini, buruh dan investor sama-sama mencari uang untuk kehidupan ekonomi dari nilai tambah yang mereka ciptakan. Demikian juga dengan negara, negara akan semakin besar mendapatkan penghasilan melalui pajak atas operasional pabrik yang efisien dan berkelanjutan. Intinya, semua pihak akan menikmati keuntungan dari nilai tambah yang dihasilkan oleh  sebuah pabrik. Dan bila proses penciptaan nilai tambah ini terganggu, maka semua pihak akan mengalami kerugian.

Ketika inflasi di bidang ekonomi mengurangi daya beli dan daya ekonomi buruh, maka para buruh pasti akan kehilangan energi, untuk bekerja dengan penuh semangat agar dapat berkontribusi secara produktif dan efektif di tempat kerja.

Peningkatan inflasi di sebuah negara akan meningkatkan harga-harga dan biaya hidup. Bila harga-harga dan biaya hidup naik, maka buruh yang hanya bergantung pada penghasilan tetap minimum pastilah kehilangan fokus dan tenaga untuk melayani pekerjaannya dengan berkualitas. Dampaknya, daya saing negara tersebut akan kalah dalam perdagangan global, dan juga negara akan dibebani oleh tingkat pengangguran yang lebih tinggi.

Persoalan demo buruh tidaklah sebatas persoalan antara buruh dan pemberi kerja. Tetapi, merupakan persoalan tata kelola ekonomi negara yang efektif, produktif, efisien, kreatif dan penuh integritas. Bila pengelolaan ekonomi sebuah negara tidak di dalam integritas yang diperlihatkan dengan transparansi dan akuntabilitas, maka akar persoalan demo buruh sulit ditemukan, dan sulit untuk diselesaikan dengan adil.

Semakin sering demo buruh, semakin lemah daya saing pabrik-pabrik tersebut. Dan hal ini, akan menjadi prospek bagi meningkatnya pengangguran. Tingkat pengangguran yang tinggi pasti akan menakutkan semua pihak. Sebab, hal ini berpotensi menciptakan berbagai kelemahan dan kekurangan di dalam perekonomian dan keamanan negara tersebut.

Para pemimpin ekonomi di sebuah negara yang buruhnya sering demo, haruslah sadar diri, bahwa inflasi yang tidak wajar akan merusak sendi-sendi ekonomi negara tersebut. Oleh karena itu, diperlukan tindakan dan sikap yang dilandasi oleh integritas yang tinggi, untuk mengontrol akar persoalan demo buruh, agar kualitas daya saing dan kondisi positif ekonomi negara, dapat terus tumbuh di dalam kekuatan integritas dan produktivitas yang tinggi.

Melokalisasi persoalan demo buruh sebatas hubungan kerja antara buruh dan investor adalah kesalahan terbesar. Sebab, akar persoalan demo buruh adalah tidak tercukupinya gaji yang diterima untuk membiayai kehidupan yang minimum. Kenaikan biaya hidup oleh berbagai kebijakan dan realitas ekonomi, telah menjadikan gaji yang diterima oleh buruh tidak tercukupi untuk membiayai kebutuhan hidup sebulan.

Demo buruh yang terlalu sering dan berkelanjutan akan mengecilkan kekuatan ekonomi bangsa dan negara. Sebab, hal ini berpotensi menjadikan pabrik-pabrik terpaksa ditutup oleh daya saing yang kalah di dalam realitas perdagangan global.

Hubungan kerja antara buruh dan pemberi kerja wajib di dalam keharmonisan yang produktif. Bila hubungannya selalu meruncing di dalam ketidakpuasan, maka bisnis dan proses produksi pastilah tidak efisien. Dampaknya, aliran likuiditas dari hasil nilai tambah warga negara ke dalam ekonomi dan pasar akan berkurang. Jelas, hal ini akan menjadi awal untuk mengecilkan kekuatan ekonomi negara, dan membuat negara terpaksa harus berhutang untuk membiayai operasionalnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DEMORALISASI LINGKUNGAN KERJA DAN MENGUATNYA BUDAYA KONFLIK

“Kepemimpinanlah yang paling bertanggung jawab atas efek demoralisasi di tempat kerja. Ketidakdewasaan pola pikir kepemimpinan, rendahnya kecerdasan emosional, serta lemahnya pengetahuan moral dan etika, akan menjadikan kepemimpinan sebagai sumber penyebab demoralisasi karyawan di tempat kerja, termasuk sebagai akar masalah dari penurunan kualitas kerja dan budaya kerja.”~ Djajendra

Lingkungan kerja yang penuh dengan perang dingin sangatlah tidak sehat. Nama besar dan kantor yang mewah bukanlah sebuah jaminan, akan adanya kehidupan kerja yang bahagia dan harmonis. Selama pikiran negatif, emosi buruk, perilaku tidak etis, serta perasaan paling benar dan paling pintar menguasai batin individu di dalam perusahaan; maka selama itu mereka akan menyebarkan virus yang melemahkan budaya kerja, serta menjadi penyebab konflik berkelanjutan di internal perusahaan.

Di dalam perusahaan yang tidak saling menghormati, serta terbiasa dengan perilaku paling tahu dan paling berhak, maka penurunan harga diri dan moral kerja berpotensi menjadikan proses kerja tidak efektif. Selanjutnya, hal ini akan terus memburuk di dalam konflik perang dingin, yang pada akhirnya akan menghilangkan potensi dan peluang luar biasa dari keunggulan sumber daya manusia.

Semua sikap, sifat, perilaku, dan kebiasaan negatif di tempat kerja adalah penyebab rendahnya produktivitas, dan tingginya perasaan tidak bahagia di tempat kerja. Energi negatif yang dikeluarkan oleh setiap individu di tempat kerja, akan menyebar seperti virus untuk memperlemah daya tahan budaya kerja. Apalagi bila energi negatif ini dikeluarkan oleh para manajer yang berada di dalam struktur organisasi, maka dampak kerusakan budaya kerja akan sangat luar biasa.

Lingkungan kerja adalah ruang dan waktu yang mempertemukan orang-orang, yang wajib berurusan satu sama lain, setiap hari. Jadi, bila di dalam hubungan setiap hari ini, energi negatif menjadi bagian yang paling berkuasa, maka pastilah lingkungan kerja tersebut akan menjadi beracun, dan merusak suasana hati orang-orang didalamnya untuk berkontribusi dengan sepenuh hati.

Kesadaran untuk mengenali lingkungan kerja sangatlah penting. Bila setiap orang hanya mengikuti kemauan ego dirinya sendiri, serta mengabaikan hal-hal positif pembentuk keharmonisan dan soliditas kerja, maka tidaklah mungkin lingkungan kerja akan memberikan kedamaian dan kebahagiaan. Jadi, realitas lingkungan kerja saat ini adalah sebuah cerminan yang memperlihatkan wajah asli dari kualitas moral sumber daya manusia perusahaan.

Kepemimpinan di dalam perusahaan, mulai dari tingkatan manajemen atas, tengah, dan bawah, sangatlah menentukan proses penguatan lingkungan kerja yang positif, yang kadar konfliknya rendah. Dalam hal ini, kepemimpinan dari semua tingkatan di struktur organisasi harus tampil proaktif dengan perilaku etis dan sikap baik.  Bila kepemimpinan di dalam perusahaan ikut-ikutan berkontribusi di dalam konflik yang saling merobek budaya kerja, maka perang dingin bisa meningkat menjadi perang terbuka. Yang hasilnya, setiap hari diisi dengan pertengkaran oleh kerusakan etika dan integritas.

Lingkungan kerja berbudaya konflik biasanya terlihat dari disiplin kerja yang rendah; dari tingginya aliran gosip kantor yang merusak moral kerja; politik kerja oleh komplotan yang saling bergerombol untuk memenangkan kepentingannya; kepemimpinan yang ragu dan tidak tegas untuk menjalankan kode etik kerja; serta moral kerja manajemen yang rendah, yang menyebarkan perilaku tidak sopan, dan tidak etis diantara karyawan di dalam lingkungan kerja.

Perilaku dan penampilan seorang manajer yang sombong dan tidak mengerti tata krama komunikasi, bahkan penampilan seorang supervisor yang ketus dan pedas, akan menjadi energi negatif yang secara perlahan-lahan merusak dan memperlemah budaya kerja.  

Kepemimpinanlah yang paling bertanggung jawab atas efek demoralisasi di tempat kerja. Ketidakdewasaan pola pikir kepemimpinan perusahaan, rendahnya kecerdasan emosional, serta lemahnya pengetahuan moral dan etika, akan menjadikan kepemimpinan sebagai sumber penyebab demoralisasi karyawan di tempat kerja, termasuk sebagai akar masalah dari penurunan kualitas kerja dan budaya kerja.

Ditingkatan pelaksana kerja, karyawan hanya memiliki kemampuan untuk mengontrol tindakan dan reaksi dirinya sendiri. Mereka tidak memiliki kuasa untuk mengontrol reaksi, tindakan, dan apa yang orang lain katakan dan lakukan. Sebab, mereka hanyalah karyawan pelaksana yang tidak memiliki kekuasaan atau otoritas. Mereka hanyalah fungsi proses kerja, yang menjalankan rutinitas pekerjaan untuk diakumulasikan ke dalam hasil akhir. Jadi, peran karyawan pelaksana hanyalah sebatas tukang yang menjalankan perintah dari pekerjaan dan kepemimpinan. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus menjadi contoh dan teladan yang memperlihatkan perilaku etis dan tata krama di dalam menciptakan budaya kerja yang harmonis dan unggul. Sebab, hanya para pemimpinlah yang memiliki kekuasaan dan otoritas untuk mengatur setiap perilaku, sikap, sifat, tindakan, dari siapapun di dalam organisasi. Menjadi pemimpin yang kuat dengan integritas, etika, dan profesionalisme kerja; akan menjadikan pemimpin tersebut sebagai energi positif yang memperkuat budaya kerja, serta memperkuat lingkungan kerja menjadi lebih produktif dan harmonis.

Kepemimpinan dan manajemen yang cerdas, pasti tidak akan menginginkan lingkungan kerja, yang bermoral rendah dan penuh konflik. Semakin cerdas kepemimpinan dan manajemen melengkapi lingkungan kerja perusahaan dengan sikap, perilaku, sifat, dan tata krama yang etis; semakin kuat dan berkualitas lingkungan kerja tersebut. Setiap langkah yang terlambat untuk memperbaiki lingkungan kerja, akan menjadikan semakin rusak budaya kerja oleh efek demoralisasi, yang dampaknya pasti merugikan kepemimpinan dan manajemen.

Tidaklah boleh seorangpun yang membenarkan perilaku buruk, apalagi perilaku yang menyakiti atau merugikan orang lain di tempat kerja. Setiap ketidakjujuran dan ketidakaslian jati diri hanya akan menjadi energi negatif, yang mengkontribusikan hal-hal buruk ke dalam sistem kerja. Oleh karena itu, penguatan integritas dan etika yang terus-menerus haruslah menjadi pekerjaan yang tidak boleh dilupakan oleh manajemen perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENGATASI TRAUMA

DJAJENDRA PROFILE“Ketika jiwa terluka, maka pengalaman terluka itu bisa menjadi trauma yang menyakitkan. Ketika fisik terluka, maka pengalaman terluka itu, walau secara medis sudah sembuh, tetapi secara kejiwaan masih trauma, artinya masih belum sembuh. Ketika kemanusiaan seseorang  tertindas oleh ketidakbaikan, maka pengalaman itu bisa menjadi trauma yang dirasakan seumur hidup. Trauma adalah pengalaman masa lalu yang sampai hari ini masih hidup di dalam jiwa, pikiran, dan emosi. Trauma adalah persoalan kejiwaan yang hanya bisa diobati dengan cinta, kasih sayang, dan kepedulian. “~ Djajendra

Trauma adalah sebuah peristiwa yang menyakitkan secara fisik, mental, emosional, dan kejiwaan yang membuat seseorang sulit melupakannnya, dan peristiwa yang menyakitkan itu terus-menerus dirasakan sampai hari ini.

Seorang olahragawan yang pernah mengalami cedera lutut, bila secara mental dan emosional ia tidak merasa sembuh, walau secara fisik sudah sembuh, maka dia sedang dalam kondisi trauma. Trauma adalah persoalan mental, kejiwaan dan emosional. Jadi, trauma hanya bisa diobati dengan meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri bahwa kejadiaan yang menyakitkan itu sudah berlalu. Dan sekarang, dirinya sudah menjadi lebih kuat lagi sehingga dirinya boleh kembali hidup tanpa rasa takut dengan peristiwa yang sudah berlalu.

Mengobati trauma memerlukan kecerdasan emosional dan kekuatan akal sehat. Emosional yang cerdas dengan akal sehat akan menjadi jalan tercepat untuk pemulihan trauma. Sebab, ketika emosional seseorang cerdas, dia akan memiliki kesadaran untuk mengelola diri sendiri agar dirinya segera terlepas dari peristiwa masa lalu yang menyakitkan. Kesadaran yang diperkuat dengan motivasi untuk lebih bersyukur dan berterima kasih dengan keadaan hari ini, akan menjadi awal yang baik untuk proses pemulihan trauma.

Kesadaran diri yang baik akan dengan cerdas memetakan dirinya, dan menjadikan konsep diri sebagai prinsip untuk memulai langkah-langkah yang praktis dalam pemulihan trauma. Jadi, orang yang sadar diri pastilah dengan mudah dapat memberikan pencerahan kepada dirinya sendiri, sehingga ia dengan mudah dapat mengatasi semua trauma, dan dengan penuh percaya diri melangkah menuju masa depan tanpa dibayangi trauma.

Kesadaran diri akan merubah trauma menjadi pengalaman berharga untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan di masa depan. Jadi, selama diri sadar untuk bersikap dan berpikir positif pada semua peristiwa terburuk, juga mampu menjadi lebih ikhlas dan memaafkan kejadian yang menyakitkan, maka diri akan lebih mudah untuk melupakan peristiwa masa lalu yang menyakitkan itu.

Trauma tidak saja dihasilkan dari pengalaman pribadi seseorang dengan berbagai interaksi dan kejadian yang sifatnya masih di ruang pribadi. Tetapi, trauma juga sering sekali dihasilkan dari ruang publik. Sebagai contoh, trauma yang disebabkan oleh kehidupan sosial yang tidak cerdas sosial. Di dalam kehidupan sosial yang miskin empati, toleransi, kasih sayang, peduli, cinta, dan kemanusiaan; akan menghasilkan kekerasaan, pelecehan, diskriminasi, dan perilaku-perilaku buas yang tidak manusiawi. Di mana, semua realitas tersebut akan menjadi energi yang menciptakan trauma sehingga akan meninggalkan luka fisik, luka jiwa dan luka emosi yang sulit untuk dilupakan. Hal ini akan menjadi energi negatif yang merusak masa depan dan kedamaian hidup seseorang.

Sikap dan perilaku yang merasa paling benar dalam sebuah kelompok sosial, serta sikap dan perilaku yang menganggap kelompok lain lebih rendah dari kelompoknya, juga dapat menjadi pemicu peristiwa-peristiwa negatif yang menghasilkan trauma. Trauma juga bisa bersumber dari sikap superior atas kelompok lain. Bila sebuah kelompok merasa superior, maka kelompok superior ini pasti menganggap rendah kelompok-kelompok yang berbeda dengannya. Mindset yang menganggap kelompoknya yang paling benar dan paling berhak dari yang lainnya, berpotensi menghasilkan energi kehidupan sosial dalam bentuk diskriminasi, rasisme, kekerasan, dan perilaku-perilaku anti sosial lainnya.

Trauma sangatlah tidak menguntungkan siapapun. Sebab, trauma akan menghasilkan pribadi-pribadi atau kelompok-kelompok yang hidupnya tertekan dalam rasa takut yang berlebihan, sehingga mereka tidak bisa fokus secara total untuk menjadi energi produktif dan kreatif. Bila dalam sebuah komunitas masyarakat terlalu banyak orang-orang yang memiliki trauma, maka dapat dipastikan komunitas tersebut tidak akan pernah bisa tumbuh dan berkembang menuju masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, trauma haruslah menjadi tanggung jawab bersama untuk pemulihannya. Diperlukan penguatan rasa percaya diri, keyakinan, dan kecerdasan emosional untuk melakukan pemulihan atas trauma seseorang. Dan juga, hanya dengan cinta dan kepedulian dari hati yang ikhlas dan tulus, trauma dapat dipulihkan secara total.

Setiap keluarga, sekolah, dan lingkungan kehidupan sosial haruslah menjadi pihak-pihak yang cerdas meningkatkan rasa percaya diri anak-anak untuk meyakini bahwa kehidupan dengan cinta, kasih sayang, kepedulian, toleransi, empati, dan berpikir positif terhadap semua peristiwa, akan menjadi kekuatan untuk meningkatkan daya tahan mental dan emosional dalam menghindari trauma. Bila sejak anak-anak seseorang terbiasa hidup dalam pikiran positif, toleransi, cinta, empati, dan kepedulian, maka kalau sudah besar dia akan menjadi pribadi tangguh yang tidak mudah diserang oleh trauma atas peristiwa atau pengalaman menyakitkan apapun. Sebab, mentalnya yang selalu berpikir positif akan dengan cerdas melakukan perubahan untuk perbaikan atas semua kejadian yang berpotensi menimbulkan trauma.

Trauma bersumber dari semua hal-hal negatif.  Sikap, perilaku, kebiasaan, pola hidup yang negatif dan penuh emosional dapat menjadi jalan untuk menghasilkan trauma. Diperlukan kepribadian dan karakter yang unggul bersama integritas pribadi, serta kepribadian yang unggul dalam kecerdasan emosional agar dapat terhindar dari trauma. Trauma yang kronis dapat menghasilkan sakit mental, sakit emosional, dan sakit fisik yang dipicu oleh emosional negatif.

Trauma adalah sesuatu yang sangat berbahaya buat kemajuan dan pencapaian yang lebih tinggi. Masyarakat yang trauma pasti pola kehidupan sehari-harinya penuh dengan stres kronis dan tidak memiliki kesehatan emosional yang baik. Akibatnya, sebagian besar hidup dihabiskan untuk menghadapi kecemasan dan ketakutan, sehingga tidak memiliki waktu untuk menjadi lebih produktif dan kreatif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAINGAN ANTAR PEKERJA DI DALAM PERUSAHAAN

Persaingan antar pekerja di dalam perusahaan

“Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Di tempat kerja, kehadiran setiap orang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dengan kompetensi berkualitas dalam peningkatan kinerja. Berkontribusi dalam semangat kolaborasi adalah sebuah sarana, bukan tujuan. Tujuan akhir tetaplah untuk menghasilkan kinerja terbaik buat keuntungan perusahaan, pemilik saham, pelanggan, karyawan, dan stakeholder lainnya.

Kompetisi yang sehat di dalam perusahaan dipercaya dapat menghasilkan sesuatu yang positif buat perusahaan dan perkembangan karir pekerja. Sejatinya, kompetisi dan persaingan akan menghasilkan kualitas individu yang lebih baik. Tetapi, dibanyak kasus, setelah mulai bersaing dan berkompetisi satu sama lain, ada orang yang kadang-kadang mulai kehilangan akal untuk berkompetisi secara sehat. Pada akhirnya, hal ini menjadi sesuatu yang merugikan perusahaan dalam membangun kolaborasi kerja. Padahal, kolaborasi dalam perusahaan adalah sesuatu yang wajib untuk meningkatkan kualitas dari proses kerja, termasuk untuk meningkatkan kinerja dan prestasi.

Sebelum perusahaan membiarkan semangat kompetisi dan persaingan antar pekerja dalam perusahaan, maka setiap pekerja harus mendapatkan pencerahan untuk memiliki kesadaran dalam berkompetisi. Setiap pekerja harus sadar bahwa keberadaan mereka di perusahaan adalah, untuk berkontribusi menjadikan perusahaan paling kompetitif di semua aspek kerja dan pelayanan. Berkompetisi bukan berarti menonjolkan kehebatan masing-masing diri, dan melupakan prioritas untuk saling bekerja sama dalam budaya kolaborasi yang saling melengkapi.

Bukanlah sebuah rahasia bahwa dalam perusahaan sering muncul kelompok-kelompok yang saling bersaing dalam skala konflik. Semua ini berawal dari kompetisi dan persaingan yang tidak dikelola dengan baik oleh manajemen. Ketika para pekerja yang berkonflik ini secara terus-menerus meningkatkan intensitas konfliknya, maka  perilaku mereka menjadi sesuatu yang menghambat kemajuan perusahaan.

Prestasi sering dihargai di tempat kerja, dan orang-orang dengan tingkat ambisius yang sangat tinggi untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan di perusahaan, akan bersikap dan berpikir bahwa prestasi terbaik didapatkan dengan mengalahkan orang lain. Sebaiknya, prestasi terbaik didapatkan dari kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, agar dapat mencapai pertumbuhan pribadi yang meningkatkan kualitas dan kompetensi diri di tempat kerja. Prestasi yang didapatkan dari mengalahkan orang lain melalui cara-cara yang tidak sehat, biasanya akan menjadi sesuatu yang tidak membawa manfaat positif buat perusahaan. Kepentingan kelompok adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang yang tidak berkualitas mendapatkan prestasi dan promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

Persaingan dan kompetisi yang memperebutkan jabatan atau pekerjaan dengan cara-cara tidak etis, merupakan awal dari kegagalan manajemen untuk menjalankan tata kelola yang sehat, tegas, efektif, produktif, dan bebas dari energi perusak organisasi. Persaingan dan kompetisi tidak sehat selalu menyebabkan tekanan, dan mengundang risiko ke dalam perusahaan. Hal ini berpotensi mengundang risiko yang tidak diinginkan untuk masuk dan melemahkan daya tahan perusahaan.

Setiap orang di dalam perusahaan haruslah disadarkan untuk tidak terjebak dalam situasi persaingan tidak sehat. Sekali persaingan tidak sehat terbentuk dan menjadi budaya kerja, maka setiap orang di dalam perusahaan sedang dibentuk untuk gagal. Persaingan tidak sehat hanya akan melukai satu sama lain, dan hampir mustahil bagi orang-orang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Karena, setiap orang akan sibuk saling menyalahkan dan saling tidak percaya, sehingga semua sumber daya yang tersedia tidak akan mendapatkan cukup perhatian untuk dikelola dengan efektif.

Kompetisi haruslah menjadi tantangan yang tepat untuk orang yang tepat. Dalam lingkungan kerja yang profesional, kompetisi menyoroti potensi dan kemampuan para pekerja terbaik untuk membantu perusahaan, dan meningkatkan kinerja perusahaan melalui budaya kolaborasi yang efektif. Jadi, perusahaan tidak akan membiarkan konflik dan persaingan tidak sehat berkembang di dalam diri siapa pun. Setiap pekerja akan diberikan pencerahan bahwa persaingan bukanlah sesuatu yang akan memajukkan karir individu, tapi kolaborasi yang efektiflah yang akan menjadikan setiap individu terlihat berkinerja bersama kontribusinya.

Kompetisi di tempat kerja bukanlah dimaksudkan untuk menjadi pribadi yang lebih agresif, dan kurang produktif  karena adanya konflik dari kompetisi. Kompetisi di tempat kerja dimaksudkan agar setiap individu dapat berkontribusi dengan maksimal melalui kualitas dan potensi diri untuk menghasilkan kinerja terbaik. Bila persaingan dan kompetisi antar karyawan tidak menghasilkan kinerja yang baik, maka setiap karyawan pasti akan gagal untuk mewujudkan target dan visi bersama.

Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik. Persaingan tidak sehat pastilah reaksi negatif terhadap kesuksesan orang lain. Jadi, tidaklah berguna buat perusahaan dengan membiarkan persaingan tidak sehat menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Bila perusahaan sudah terlanjur diisi dengan orang-orang yang bersaing atau berkompetisi dengan cara-cara tidak sehat, maka tidak ada pilihan, kecuali melakukan perbaikan mental dan emosional secara total dan berkelanjutan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSI KARYAWAN MEMPENGARUHI SUKSES PERUSAHAAN

EMOSI KARYAWAN MEMPENGARUHI SUKSES PERUSAHAAN

“Emosi Negatif Pekerja Hanya Akan Menghilangkan Komitmen Penuh Mereka Untuk Menghasilkan Pekerjaan Buat Keberhasilan Perusahaan.” ~ Djajendra

Bila karyawan bekerja dengan emosi negatif, maka dapat dipastikan hasil pekerjaan mereka akan menjadi tidak maksimal. Emosi negatif karyawan pasti akan mempengaruhi produktifitas, profitabilitas, kerja sama, kinerja, daya tahan, semangat kerja, dan pada akhirnya akan mengurangi keberhasilan perusahaan untuk mencapai target.

Realitas dunia bisnis dan kerja memperlihatkan tekanan yang sangat besar terhadap emosi pekerja. Tekanan dimulai dari gaji yang tidak mencukupi; dari beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas karyawan; dari perasaan khawatir tentang perilaku kepemimpinan yang bergaya hidup tinggi; dari kecemasan tentang pekerjaan dan keamanan keuangan; dari kurangnya pekerjaan yang menantang, kebosanan, dan frustrasi; dari kurangnya pengakuan terhadap kontribusi karyawan; dari jalan raya yang selalu macet dan menguras energi; dari sikap kepemimpinan yang selalu tidak dewasa menyikapi realitas; dari kompetisi untuk menemukan pekerjaan ideal; dari hubungan kerja yang kurang harmonis; dari kurangnya empati manajemen kepada tantangan dan risiko kehidupan pekerja; dari kurangnya waktu untuk mengelola fisik, spiritual dan mental; serta dari biaya hidup yang terus meningkat. Dampaknya, pekerja akan menjadi sangat mudah marah dan stres, serta hati nuraninya akan kehilangan komitmen penuh untuk keberhasilan pekerjaan mereka.

Emosi negatif akan mempengaruhi kolaborasi organisasi. Di mana, sebagian terbesar karyawan akan melepaskan energi negatif yang dapat merugikan rekan kerja mereka dengan sikap negatif mereka. Dan hasilnya, kolaborasi organisasi akan menjadi politik kantor yang saling merugikan secara etika dan integritas kerja.

Karena emosi negatif sangat tidak menguntungkan perusahaan, maka setiap manajer harus dapat menjadi energi yang mengubah sikap negatif karyawan ke sikap positif. Caranya adalah dengan mengelola karyawan melalui empati yang memperhatikan realitas karyawan. Lalu, meningkatkan keberhasilan organisasi dengan memotivasi kecerdasan emosional karyawan dalam menghadapi realitas kerja dan realitas kehidupan mereka.

Emosi negatif  karyawan yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber masalah untuk mencapai nilai pemegang saham yang optimal. Artinya, emosi negatif karyawan dapat mengurangi upaya dan kerja keras, untuk menghasilkan nilai tambah perusahaan dari sisi angka keuntungan, reputasi, kredibilitas, dan daya saing perusahaan dalam mempertahankan keunggulan dari para pesaing.

Para manajer dan tim manajemen harus selalu menjadi alat yang mampu berkomunikasi secara baik dan penuh empati, untuk dapat mengelola emosi karyawan, dan sekaligus mencerdaskan emosi karyawan dalam menghadapi berbagai realitas kerja dan kehidupan pribadi, yang mungkin dirasakan tidak adil oleh karyawan. Pencerahan secara terus-menerus, dan membangkitkan rasa percaya diri dalam harapan yang terlihat melalui visi yang terang, akan menjadi cara yang efektif untuk membangkitkan emosi positif karyawan.

Membiarkan frustrasi karyawan dalam emosi negatif hanya akan menjadi hal yang tidak menguntungkan dalam upaya mencapai kinerja perusahaan. Manajer harus memiliki emosi positif yang memadai untuk dapat memotivasi emosi positif karyawan, agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif untuk berkontribusi dan melakukan pekerjaan sesuai harapan perusahaan.

Para manajer harus menetapkan harapan dan memotivasi setiap karyawan dengan harapan besar. Lalu, secara rutin memberikan pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosional, agar para karyawan selalu dapat termotivasi kembali atau tercerahkan kembali saat mereka ragu dan terperangkap dalam emosi negatif. Membiasakan karyawan untuk cerdas secara emosional akan membuat karyawan selalu dapat menjaga suasana hati positif dalam setiap situasi dan keadaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJEMEN KRISIS

“Alat Yang Paling Penting Untuk Mengatasi Krisis Adalah Kepercayaan Diri Dan Keyakinan Diri Untuk Memulihkan Krisis Dari Kuantitas Krisis Yang Ada.” – Djajendra

Pasti tidak ada perusahaan yang pernah mengharapkan harus berhadapan dengan krisis. Tetapi, krisis adalah peristiwa yang dapat hadir kapan saja untuk membuat kacau semua perencanaan yang ada.

Krisis adalah situasi yang telah mencapai titik yang sangat sulit atau berbahaya. Sehingga, harus ditangani dan dikelola melalui rencana yang tepat, agar krisis tersebut dapat dipulihkan kembali ke situasi normal.

Beberapa waktu yang lalu saya diundang oleh sebuah perusahaan yang sedang mengalami krisis sumber daya manusia. Sebagian besar karyawannya berhenti serentak dan pindah kerja ke tempat pesaing.

Kondisi ini menciptakan kepanikan yang luar biasa di internal perusahaan. Karena, para karyawan yang telah terlatih dan sangat berpengalaman selama puluhan tahun bersama perusahaan, telah membelot untuk bergabung dengan pesaing. Semua upaya dan usaha perusahaan untuk menangani krisis sumber daya manusia ini gagal. Dan hal ini, menyebabkan krisis pelayanan perusahaan kepada pelanggan.

Pimpinan perusahaan berteriak-teriak tentang etika dan loyalitas yang rendah dari para karyawan. Dan dalam hati, saya berpikir, bukankah seharusnya sejak dini perusahaan harus secara terus-menerus melatih loyalitas dan perilaku etis karyawan dalam pengabdiannya kepada perusahaan. Bila perusahaan terlalu berhitung untuk mengembangkan kualitas loyalitas, integritas, etika, dan kecerdasan emosional untuk mencintai perusahaan; maka janganlah heran bila perilaku membelot secara tiba-tiba akan dianggap biasa saja oleh para karyawan.

Akibat keluarnya sebagian besar karyawan dari perusahaan tersebut, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya tak terduga yang sangat besar untuk menangani krisis sumber daya manusia. Apalagi, mencetak karyawan berkualitas tidaklah mudah dan tidaklah bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun. Selain mahal biaya pelatihannya, dan juga perlu waktu untuk membiasakan karyawan baru beradaptasi dengan budaya perusahaan dan perilaku kerja di perusahaan.

Dalam jangka pendek perusahaan harus mengembangkan rencana manajemen krisis yang tepat sasaran, agar dapat mengatasi keadaan darurat di perusahaan. Paling tidak hal-hal seperti menjaga kualitas pelayanan, menjaga minimal kesalahan karyawan dalam operasional, menjaga kewajiban atas kualitas produk, serta menjaga agar tidak muncul kesalahpahaman dalam komunikasi  dengan stakeholder; merupakan hal-hal yang harus diprioritaskan dalam keadaan darurat bersama manajemen krisis yang baik.

Bila krisis telah terjadi, maka seharusnya pimpinan perusahaan tidak perlu panik dan mencari kambing hitam atas keadaan. Tapi, mulai bekerja dengan penuh ketenangan dalam kecerdasan emosional, untuk menemukan fakta-fakta kunci penyebab krisis yang sedang dihadapi. Lalu, membuat perencanaan recovery yang cerdas, serta bereaksi dengan urgensi untuk secepatnya keluar dari badai krisis.

Hal terpenting dalam menyelesaikan krisis adalah tidak membohongi diri sendiri, dengan membenarkan perilaku dan keputusan diri yang keliru. Saat krisis sudah menguras energi perusahaan, maka secepatnya buatlah keputusan cerdas, lalu investasikan waktu dan sumber daya untuk mengembangkan rencana manajemen krisis.

Pimpinan perusahaan bersama manajemen perusahaan harus memiliki keputusan dan jawaban yang tepat untuk mengatasi krisis. Lalu, bersikap jujur, berpegang pada fakta, dan tidak menambah persoalan krisis dengan menebak atau berspekulasi.

DJAJENDRA