Penyakit Dimulai dari Pikiran

“Sifat pikiran adalah menguasai hidup dan diri kita sepenuhnya.”~Djajendra

Pemikiran tidak terlihat hanya dapat dirasakan akibatnya melalui perasaan-perasaan yang dialami. Tidak mudah untuk menyadari apa yang ada di dalam pemikiran. Jika dibiarkan pikiran terus-menerus menanggapi segala sesuatu dan tidak mau diam, maka itu bisa menimbulkan stres. Pikiran yang sama sekali tidak mau beristirahat dalam keheningan dan menjadi diam adalah sumber penyakit. Kualitas pemikiran yang buruk akan meningkatkan kecemasan, ketakutan, stres, depresi, dan menimbulkan dampak buruk bagi fisik dan mental dalam bentuk penyakit. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan apa yang sering kita pikirkan agar kita dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit di dalam diri kita.

Kemampuan untuk menjadi keheningan dan ketenangan adalah salah satu cara bijak dalam mengelola pikiran. Kita harus sadar bahwa tidak mudah menjinakan pikiran yang aktif dan tidak mau diam. Diperlukan kesadaran dan kecerdasan untuk memeriksa apa yang kita pikirkan. Sifat pikiran adalah menguasai hidup dan diri kita sepenuhnya. Menjaga pikiran bukan persoalan mudah, diperlukan disiplin dan integritas diri yang konsisten. Dibutuhkan fokus dan konsentrasi penuh agar pikiran tidak membohongi kita. Dibutuhkan perhatian, kepedulian, dan kewaspadaan agar pikiran tidak bermain-main diwilayah yang membuat hidup kita menjadi tidak sehat. Kebiasaan untuk menjaga kualitas pikiran yang membuat hidup kita sehat dan damai haruslah menjadi tujuan kita. Kita harus memahami bahaya dari menyimpan pikiran-pikiran buruk di dalam diri kita. Pikiran-pikiran buruk itu secara perlahan-lahan menggrogoti tubuh dan mental, sehingga akhirnya penyakit menguasai hidup kita.

Pemikiran kita harus dijaga dan dikendalikan dijalan yang benar. Membiarkan pemikiran kita bebas sesuka hatinya adalah sebuah kesalahan besar. Kita tidak boleh membiarkan pikiran memikirkan masalah hidup tanpa henti. Kita tidak boleh membiarkan pikiran memikirkan rasa bersalah atau penyesalan dalam hidup terus-menerus. Kita tidak boleh membiarkan pikiran kita membawa banyak kecemasan, ketakutan, kekawatiran ke dalam hidup kita. Kita tidak boleh membiarkan pikiran membawa perasaan dan suasana hati yang menjadikan kita tidak bahagia, tidak damai, dan tidak aman. Pemikiran kita menentukan kualitas hidup dan kesehatan kita. Ketika pikiran terlalu banyak memberi makan untuk emosi seperti kesal, marah, khawatir, takut, gelisah, sakit hati, iri hati, dan dendam; maka, kualitas hidup kita akan berada dititik paling rendah. Semua emosi level rendah tersebut selalu ada di dalam diri kita masing-masing. Kita tidak mungkin bisa menghilangkannya. Satu-satunya cara untuk membuatnya tidak menguasai hidup kita adalah dengan merawat pikiran agar tidak memberi makan kepada emosi level rendah.

Kehidupan adalah perjalanan dan proses untuk menjadi damai dan merasakan sukacita dalam segala aspek kehidupan. Jika kita sudah memahami maksud dari kehidupan yang kita alami, maka kita dapat dengan bijaksana menggunakan pikiran kita sebagai alat bantu untuk mencapai kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedamaian sejati. Kesulitan dan penderitaan bukanlah sesuatu yang buruk, tetapi sesuatu yang menyuruh kita untuk berubah dan menjadi lebih berkualitas dalam hidup. Jadi, walaupun sedang mengalami penderitaan, coba terima penderitaan itu dengan ikhlas agar penderitaan itu lenyap. Penderitaan dan kesulitan akan semakin membesar kalau kita menolaknya, menghindarinya, dan membencinya. Coba diterima saja dan rasakan kedamaian dari dalam penderitaan itu. Selanjunya, hadirkan ke dalam diri pikiran yang membuat kita gembira, tenang, damai, optimis, welas kasih, peduli, dan penuh cinta. Emosi berkualitas tinggi ini kalau sudah dominan di dalam diri, maka kita mampu mengalami kedamaian dan sukacita.

Kedamaian dan sukacita adalah pencegah penyakit yang tidak diharapkan. Kita harus mampu menghentikan aliran pemikiran buruk yang menciptakan gangguan dan penderitaan dalam proses hidup. Semua pemikiran buruk tersebut sesungguhnya menakuti diri kita sendiri dan membuat kita terpuruk. Pemikiran buruk menghasilkan emosi level rendah mengurangi kekuatan mental untuk berjuang menghadapi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk mengelola pikiran agar selalu menghasilkan emosi level tinggi. Pikiran yang berkualitas mampu menjaga diri sendiri dengan menguatkan emosi level tinggi. Pikiran yang berkualitas mengerti bawah emosi level rendah akan merusak daya tahan fisik dan mental kita, sehingga kita kehilangan kemampuan menjaga fisik dan mental untuk selalu sehat dan kuat.

Kita tidak mungkin bertahan hidup dengan memikirkan hal-hal buruk di sepanjang hidup kita. Semua pemikiran yang menghilangkan kedamaian dan sukacita adalah racun yang mematikan secara perlahan-lahan. Kita harus secara sadar mengelola mana pikiran yang berguna dan mana pikiran yang tidak berguna untuk hidup kita. Tidak perlu menyimpan sampah pikiran di dalam diri, setiap bangun pagi bersihkan sampah pikiran yang mungkin masih tersimpan di alam bawah sadar kita. Kita harus realistis bahwa dengan menumpuk sampah pikiran di dalam diri kita, kita tidak mungkin merasakan kedamaian dan sukacita. Selain membersihkan sampah pikiran secara rutin setiap hari, kita juga harus mempunyai kesadaran bahwa kita tidak mungkin dapat mengontrol orang dan situasi. Kita hanya mampu mengontrol diri sendiri agar tetap dalam kuasa pikiran baik. Fokus kita harus pada mengendalikan pemikiran sendiri sebelum menerima informasi dari luar. Pikiran baik mampu menyaring dan menafsirkan semua informasi secara positif, sehingga menjadi berita bagus untuk hidup kita. Semua berita bagus yang masuk ke dalam diri kita akan menjadi sumber pengetahuan untuk kesehatan, kedamaian, dan sukacita hidup kita.

DJAJENDRA 13032024

Discover more from MOTIVASI DJAJENDRA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading