Budaya kerja menghasilkan karakter yang tepat untuk mengeksekusi pekerjaan sesuai strategi. Nilai-nilai sebagai pilar utama budaya kerja menghasilkan sifat dan kebiasaan kerja yang produktif, baik dalam kelompok maupun individu, untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dengan kinerja dan berkualitas. Nilai-nilai organisasi merupakan fondasi untuk mengembangkan perilaku kerja menjadi sesuai dengan strategi organisasi dan membuat proses kerja lebih efektif dan produktif. Dipahami bersama bahwa budaya kerja merupakan bagian dari strategi organisasi untuk menciptakan kesuksesan dengan sumber daya, situasi, dan orang-orang yang tersedia pada saat itu. Dimanapun seseorang bekerja dia membutuhkan budaya kerja untuk mencapai tujuan sesuai visi dan misi organisasi. Keberadaan budaya kerja bertujuan membentuk sikap dan perilaku kerja yang konsisten dalam upaya untuk mencapai tujuan sesuai visi dan misi organisasi. Organisasi yang dengan sadar membentuk dan merawat budaya kerja akan memiliki proses kerja dalam tata kelola yang berkualitas, teratur, rapi, terstruktur, sistematis, terawasi, dan membentuk karakter kerja yang produktif.
Sekarang ini proses kerja berada di era digitalisasi dan pekerja dapat bekerja dari mana saja, teknologi digunakan sebagai pendukung aktivitas kerja, sehingga pekerja tidak perlu hadir ke tempat kerja seperti konsep perusahaan konvensional. Kondisi ini menjadikan pekerja berpotensi mengabaikan budaya kerja organisasi dan menciptakan budaya kerja sendiri sesuka hatinya. Selama ini kita pahami bahwa budaya kerja dikuatkan dengan tujuan melemahkan budaya di luar budaya organisasi (sub culture). Budaya kerja menjadi sangat penting karena menjadi cara kerja atau strategi organisasi untuk mencapai misi, visi, dan tujuan jangka panjang. Para pekerja di dalam organisasi berasal dari berbagai latar belakang dengan beragam budaya, dan budaya kerja dibentuk untuk menyatukan dan menghubungkan mereka dalam proses kerja. Mengingat sub culture yang kuat bisa melemahkan budaya kerja di dalam organisasi, maka diperlukan proses internalisasi budaya kerja secara terus-menerus dan berkelanjutan. Diperlukan disiplin dan konsistensi untuk memaknai dan menjalankan budaya kerja di dalam organisasi sesuai kebutuhan strategi.
Sifat budaya kerja adalah membangun sikap, perilaku, dan karakter kerja yang konsisten untuk mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi dalam jangka panjang. Harus dipahami bahwa budaya kerja membantu perusahaan untuk tetap eksis dalam waktu yang lama, membantu membentuk karakter kerja yang kuat dalam badai kesulitan, membantu memulihkan keadaan sulit dan bangkit dari kegagalan, serta membantu perusahaan untuk melewati semua masa sulit dengan kekuatan manusianya. Budaya kerja membuat semua yang terlibat di dalam proses kerja hidup dengan satu visi, satu misi, satu tujuan, satu komitmen jangka panjang. Budaya kerja berfungsi untuk menyatukan semua pihak dalam komitmen kerja sesuai visi dan misi organisasi. Jadi, walaupun masing-masing pekerja bekerja dari mana saja dan bukan dalam satu gedung, pikiran dan kecerdasan mereka terikat dalam satu visi dan misi yang disediakan oleh perusahaan. Budaya kerja yang berkualitas menciptakan kesatuan hati dan pikiran dalam nilai-nilai kerja yang dipahami dan dapat dikerjakan dengan sepenuh hati. Dalam hal ini, membangun budaya kerja berarti menciptakan realitas kerja dengan core values yang positif bagi kemajuan perusahaan; memberi tugas kepada orang yang tepat; pekerja wajib memiliki etos kerja yang berkualitas; karakter kerja dari pekerja harus saling melengkapi; kolaborasi dan komunikasi yang konsisten. Setiap pihak mampu menjalani proses kerja dengan perasaan puas dan menciptakan kenyataan kerja bagi kebahagiaan bersama.
Setiap orang yang bekerja dalam sebuah institusi, organisasi, perusahaan, atau usaha dalam bentuk yang lain wajib membangun budaya kerja yang kuat dan berkualitas. Sekarang ini terjadi upaya efisiensi dengan mengabaikan budaya kerja, hal ini akan merugikan perusahaan dan pekerja dalam jangka panjang. Dimanapun pekerja berada dan bekerja harus melayani visi, misi, dan tujuan organisasi dengan totalitas. Walaupun sekarang ini dengan kemajuan teknologi pekerjaan dapat dilakukan di luar gedung kantor, seolah-olah masing-masing pihak yang terlibat tidak terikat dengan budaya kerja kantor; harus dipahami bahwa perusahaan bekerja dengan visi, misi, tujuan, rencana, dan target dalam satu komitmen bersama. Satu-satunya kekuatan yang dapat membuat semua pekerja terikat satu sama lain di dalam komitmen bersama adalah budaya kerja. Semua proses kerja wajib terjadi di dalam budaya kerja yang kuat dan konsisten. Budaya kerja yang kuat mampu menghemat energi mental dan emosional pekerja, sehingga tidak membuat pekerja lelah secara mental, sebaliknya membuat pekerja puas dan bahagia. Di samping itu, budaya kerja menciptakan harapan dan masa depan untuk perusahaan dan pekerjaan dalam jangka panjang.
Djajendra 17022024
Menghubungi Djajendra. e-mail: djajendra2024@gmail.com