SEMUA ORANG UNTUK PELAYANAN

“Pelayanan itu seperti butiran pasir dalam jutaan meter kubik pasir untuk membangun gedung tertinggi yang kuat.”~Djajendra

Bisnis adalah pelayanan. Bisnis adalah memberi yang terbaik kepada stakeholders. Bisnis adalah layanan dari semua orang untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhan. Bisnis adalah merangkul keseluruhan dengan kasih sayang dan empati.

Setiap bagian dari sukses mengandung pelayanan sepenuh hati. Satu-satunya jalan menuju sukses adalah dengan memberikan pelayanan terbaik. Siapapun yang ingin sukses hanya bisa didapatkan dengan memberikan layanan sepenuh hati. Pelayanan itu seperti butiran pasir dalam jutaan meter kubik pasir untuk membangun gedung tertinggi yang kuat.

Seseorang tidak dapat digerakan tanpa layanan dari yang lain. Sebuah bisnis yang besar muncul karena akumulasi layanan dari kolaborasi semua orang. Semua orang harus tersedia untuk satu layanan bisnis yang hebat agar bisnis itu tumbuh dan sukses. Semua orang harus tersedia untuk melayani visi bisnis yang besar. Semua orang harus tersedia untuk melayani misi besar dalam meraih sukses. Semua orang harus tersedia untuk melayani nilai-nilai dan sistem organisasi agar budaya yang kuat menyatukan semuanya di dalam gerak mencapai sukses.

Bisnis itu adalah gerakan layanan memuaskan yang dibuat dari internal perusahaan untuk menarik energi kekayaan dari jaringan stakeholders dalam jumlah tak terbatas. Oleh karena itu, setiap individu dalam perusahaan diwajibkan menjadi energi positif untuk bisa memberikan pelayanan dari hati yang penuh kasih sayang dan empati. Jadi, di dalam perusahaan, setiap orang harus terlatih dan terbiasa untuk memberikan pelayanan yang tak terbatas yang mengoptimalkan sukses bisnis.

Siapapun yang bekerja dengan energi negatif tidak akan pernah bisa memberikan layanan yang memuaskan. Setiap kontribusi energi negatif hanya mendapatkan energi negatif dari orang lain. Bisnis dengan energi negatif hanya mendapatkan hasil kegagalan dan ketidakpercayaan stakeholders. Hanya cinta yang memiliki kekuatan untuk memberikan keuntungan dan kesuksesan dalam bisnis. Ketika setiap individu di dalam perusahaan mampu merubah energi negatif menjadi energi cinta, maka pelayanan dan bisnis mampu menciptakan kisah sukses yang luar biasa.

Pelayanan berkualitas yang Anda lakukan sebenarnya dilakukan untuk diri Anda sendiri dan semua orang. Motif terbesar dari layanan adalah menghubungkan kepribadian Anda kepada orang lain. Bila kepribadian Anda itu penuh cinta, kasih sayang, toleransi, empati, dan pengetahuan tak terbatas; maka, Anda pun akan berkembang dari kekuatan cinta banyak orang. Artinya, cinta dari semua orang akan menjadi energi positif untuk mengantar Anda menuju puncak sukses. Intinya, cinta dan kasih sayang Anda di dalam pelayanan adalah energi yang memproduksi sukses tak terbatas untuk Anda dan bisnis.

Tampilkan diri Anda sebagai sukarelawan yang sangat ikhlas untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada setiap stakeholders. Ingatkan diri Anda untuk memberikan kontribusi terbaik bagi apapun dan siapapun. Pastikan kesadaran tertinggi Anda sudah mendorong energi positif Anda yang bergerak dengan ikhlas melalui pelayanan penuh kasih. Tidak ada lagi hambatan apapun yang bisa menghentikan energi positif di dalam diri Anda. Anda betul-betul sudah menyiapkan diri Anda untuk memberikan pelayanan terbaik dari cinta dan empati terdalam Anda.

Ketika kesadaran tertinggi untuk pelayanan berkualitas sudah di dalam diri Anda, maka Anda menjadi energi positif perusahaan yang siap terhubung ke keseluruhan jaringan bisnis, yang saling terhubung untuk sebuah sukses besar. Jadi, energi positif untuk pelayanan berkualitas harus ada dan tersedia dulu di dalam diri Anda sebelum Anda fokus untuk melayani orang lain. Setelah energi positif pelayanan sudah betul-betul kuat di dalam kesadaran diri Anda, maka Anda pun secara otomatis menjadi magnet yang menarik bisnis dan kesuksesan dari semua orang. Energi positif pelayanan berkualitas di dalam diri Anda merupakan kekuatan yang menggerakan seluruh orang dalam proses bisnis yang luar biasa.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Posted

PENTINGNYA INTUISI DAN EMPATI DALAM PELAYANAN PELANGGAN

motivasi-06032017

“Pelayanan pelanggan yang kurang profesional dari Anda adalah bisnis tambahan bagi pesaing Anda.”~Djajendra

Intuisi dan empati Anda harus mampu memberikan layanan pelanggan yang jauh lebih baik daripada para pesaing Anda. Anda harus sadar bahwa pelayanan yang kurang dari Anda adalah bisnis tambahan bagi pesaing Anda. Jadi, dedikasikan intuisi dan empati Anda untuk menciptakan sikap dan perilaku yang tepat saat memberikan pelayanan kepada pelanggan Anda.

Intuisi itu sendiri adalah sebuah kecerdasan tertinggi yang didapatkan dari pengalaman dan pembelajaran melalui hati. Dalam hal ini, pengalaman dan pengetahuan itu tidak hanya dipahami secara logika, melainkan juga dipahami dengan hati nurani. Sedangkan empati adalah kemampuan Anda untuk merasakan apa yang dirasakan oleh pelanggan Anda. Jadi, intuisi dan empati akan membentuk sikap pelayanan yang memahami isi hati dan harapan pelanggan dengan sangat baik.

Tujuan utama dari pelayanan berkualitas adalah untuk menyambut pelanggan dengan sikap baik dan memberikan mereka pengalaman yang indah. Dalam hal ini, Anda harus memiliki sikap yang penuh perhatian dan membantu pelanggan dengan proses kerja yang cepat. Dan semua ini, harus dimunculkan dari intuisi dan empati Anda untuk memahami isi hati dan harapan pelanggan. Pelanggan adalah segalanya dalam bisnis, dan adalah sebuah kesalahan besar dalam bisnis bila Anda mengabaikan isi hati dan harapan pelanggan.

Proses pelayanan yang baik selalu berkonsentrasi untuk menciptakan kinerja tertinggi. Untuk itu, seluruh sifat dan perilaku terbaik harus mampu berkolaborasi dan berkoordinasi secara profesional agar dapat memuaskan pelanggan. Intuisi dan empati harus dijadikan sebagai kekuatan dalam memberikan layanan dengan akurasi dan kecepatan terbaik. Intuisi dan empati dimanfaatkan untuk mengantisipasi kebutuhan, mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pelanggan, melakukan interaksi dan komunikasi terbaik, serta untuk memberikan layanan dengan kualitas prima.

Kemampuan Anda untuk menyatukan kekuatan intuitif dan empati ke dalam kekuatan rasional dapat menciptakan karakter layanan yang unggul. Kekuatan rasional haruslah digunakan agar standar dan sistem pelayanan dapat berjalan secara profesional. Sedangkan, kekuatan intuisi dan empati sangat diperlukan agar Anda bisa menciptakan sikap, sifat, perilaku, dan karakter pelayanan yang memudahkan Anda untuk terhubung dengan pelanggan Anda. Jadi, Anda mampu tampil fleksibel dengan mengandalkan insting pelayanan Anda.

Intuisi dan empati adalah kecerdasan lebih yang harus dimiliki setiap orang yang berprofesi sebagai pelayan pelanggan atau pelayan publik. Sebab, pelanggan dan publik itu hadir ke Anda dengan berbagai pola pikir, berbagai perasaan, berbagai keyakinan, berbagai cara pandang, berbagai kebutuhan, berbagai harapan, berbagai emosi, dan berbagai latar belakang. Tanpa insting dan empati yang baik, Anda pasti menghadapi stres saat berhadapan dengan beragam perilaku dari pelanggan Anda. Jadi, kalau intuisi dan empati Anda sudah hebat, maka kecerdasan Anda selalu siap untuk melayani asumsi-asumsi dan perbedaan-perbedaan yang ditimbulkan dari persepsi pelanggan.

Intuisi dan empati Anda yang baik mampu berinteraksi dan berkomunikasi kepada pelanggan dengan sikap terbaik. Jelas, hal ini menjadikan Anda mampu bekerja dan memberikan layanan dengan tepat, cepat, akurat, berkualitas, benar, dan etis. Dan, Anda juga mampu melakukan yang terbaik, mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, mampu memberikan layanan sesuai harapan, mampu memiliki sikap dan perilaku sesuai harapan, dan mampu tampil sepenuh hati untuk memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan Anda.

Dengan memiliki intuisi dan empati yang baik, Anda menjadi pribadi yang mengerti untuk memberikan layanan terbaik tanpa harus menggunakan buku petunjuk. Insting Anda dan perasaan Anda mampu memahami harapan dan kebutuhan pelanggan, sehingga mampu bergerak cepat untuk memberikan layanan berkualitas sesuai harapan pelanggan.

Intuisi dan empati Anda mampu menghasilkan perhatian dan kepedulian, sehingga walaupun menghadapi kesulitan dalam pelayanan, Anda dengan kesabaran dan ketenangan mampu memberikan layanan terbaik sampai bisa membantu pelanggan dengan solusi terbaik. Anda pasti menerima pelanggan walau belum ada solusi untuk mereka. Anda tidak akan membiarkan pelanggan pergi tanpa layanan dan bantuan. Anda selalu tampil optimis dan berbicara positif kepada pelanggan Anda, serta mampu menawarkan saran yang bermanfaat. Anda sabar dan tenang menerima keluhan atau ketidakpuasan pelanggan untuk tujuan perbaikan.

Intuisi dan empati Anda menjadikan layanan Anda penuh disiplin untuk memberikan pelayanan terbaik. Anda sadar untuk melakukan yang terbaik dengan kerja keras Anda. Anda sadar untuk menghormati pelanggan dan tidak mau berargumen demi kemenangan opini Anda. Anda selalu rendah hati dan fokus untuk memberikan pengalaman yang indah kepada pelanggan melalui layanan terbaik Anda. Anda selalu ingat dan sadar bahwa pelanggan adalah hadiah terbaik untuk kesuksesan bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJALANKAN USAHA DENGAN INTEGRITAS

“Integritas memiliki makna yang sangat holistik untuk membuat sikap dan perilaku seseorang menjadi terpercaya.”~Djajendra

Ketika raksasa bisnis Enron jatuh, banyak orang mengatakan bahwa kejatuhan Enron disebabkan mereka tidak memiliki integritas. Perilaku kerja yang tidak taat aturan dan etika menjadikan Enron sebagai korban.

Apa itu integritas? Menjalankan usaha yang baik memerlukan ketaatan dan kepatuhan pada aturan, etika, SOP, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Kejujuran sikap, kejujuran hati, kejujuran perilaku, kejujuran pikiran, kejujuran niat, kejujuran emosi, dan kejujuran tindakan merupakan satu kesatuan yang harus melebur dalam etos kerja setiap individu. Ucapan, perbuatan, dan pikiran haruslah sama walau dilihat atau tidak dilihat oleh siapapun. Jadi, integritas adalah sebuah kata atau nilai yang mendeskripsikan sebuah realitas perilaku yang bersumber dari kejujuran, tanggung jawab, kemampuan, kualitas, dan niat suci. Intinya, integritas itu memiliki makna yang sangat holistik untuk membuat sikap dan perilaku seseorang menjadi terpercaya.

Untuk menjalankan usaha berlandaskan integritas memerlukan kesadaran dan niat yang suci. Biasanya, perusahaan melengkapi tata kelola terbaiknya dengan berbagai pedoman dan aturan untuk mengikat dan mengawasi perilaku kerja setiap orang. Selanjutnya, dibangun sistem pengawasan dan sistem untuk peningkatan kualitas kepribadian secara terus-menerus. Intinya, setiap karyawan dan pimpinan wajib memahami garis terang yang membedakan perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima oleh integritas.

Perusahaan yang menjalankan bisnis dengan budaya integritas memperoleh banyak manfaat untuk menjaga pertumbuhan dan pencapaian kinerja terbaik. Di samping itu, perusahaan mampu meningkatkan reputasi dan kredibilitas di persepsi stakeholders, sehingga menjadi sangat dipercaya dan diandalkan oleh stakeholders. Kondisi ini memudahkan perusahaan untuk mendapatkan sumber daya terbaik dalam menumbuhkan dan mengembangkan usaha.

Budaya integritas dalam bisnis secara otomatis memperkuat manajemen resiko dan integrasi etos kerja terbaik ke dalam perilaku kerja karyawan. Hal ini akan mendorong setiap insan perusahaan untuk membangun bisnis dengan integritas, dan berkomitmen untuk melihat visi perusahaan melalui integritas. Intinya, setiap insan perusahaan akan bekerja dengan niat dan fokus untuk menjaga pertumbuhan dengan perilaku kerja berlandaskan integritas.

Integritas dalam bisnis menjadi kekuatan untuk memperkuat modal usaha; memperkuat tim kerja yang efektif dan produktif; meningkatkan keuntungan usaha; meningkatkan pertumbuhan; meningkatkan fokus sesuai keahlian masing-masing fungsi dan peran; menguatkan daya tahan dalam menghadapi tantangan; mendorong masa depan dengan pertumbuhan dan kinerja; serta membangun kepercayaan diri setiap orang untuk melihat visi dengan optimis.

Ketika integritas sudah menjadi perilaku kerja, maka setiap orang di tempat kerja sudah mampu menyempitkan fokus mereka ke daerah-daerah kunci di mana mereka bekerja dengan unik untuk bisa memberikan nilai tertinggi kepada perusahaan dan pelanggan.

Perilaku integritas secara langsung memperkuat implementasi etika dan etiket di tempat kerja. Hal ini, akan menciptakan budaya kerja yang secara fundamental mempromosikan prinsip-prinsip untuk secara terus-menerus memperbaiki dan meningkatkan semua aspek di lingkungan tempat kerja. Kejujuran dan tanggung jawab menjadi fondasi untuk memotivasi orang-orang berbakat dengan landasan etika.

Budaya integritas di tempat kerja menyatukan semua fungsi dan peran melalui kemampuan komunikasi positif. Intinya, setiap orang memiliki kesadaran dan niat suci untuk kolaboratif dan melayani satu sama lain. Semua orang merasa bertanggung jawab dan bekerja dari diri sejati yang paling jujur, untuk memenuhi harapan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Inovasi yang terus-menerus akan menjadi budaya untuk menjawab tantangan bisnis di masa depan. Setiap orang secara sadar dengan intuisi yang tajam mampu menjaga komitmen untuk praktik bisnis yang etis.

Budaya integritas memunculkan mindset bahwa perusahaan adalah manusia, dan bisnis adalah manusia. Kesadaran bahwa perilaku dan sikap manusialah yang menentukan kemajuan dari usaha tersebut. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja wajib membangun standar kerja yang lebih tinggi, kolaborasi yang lebih solid di internal organisasi, dan komunikasi yang lebih menyatukan perbedaan. Intinya, perilaku integritas membuat semua orang bangkit dan sadar untuk mengambil tanggung jawab dari hati yang paling tulus dan ikhlas agar dapat bekerja untuk pertumbuhan, bekerja membangun kinerja, menguatkan kekompakan dan sinergi lintas fungsi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS KARYAWAN DAN PIMPINAN MENINGKATKAN KUALITAS BISNIS

“Perusahaan yang melakukan bisnis setelah pimpinan dan karyawan terbiasa bekerja berlandaskan integritas, akan menjadi kekuatan unggul untuk dipercaya dan dicintai stakeholders.”~Djajendra

Bisnis tanpa integritas memiliki resiko kehilangan kepercayaan dari stakeholders. Bila perusahaan sudah tidak dipercaya, maka kinerja pun akan jatuh dan menyulitkan manajemen untuk menjalankan usaha dengan baik.

Integritas memastikan semua proses kerja dan perilaku kerja berjalan dengan sepenuh hati, totalitas, jujur, dan bertanggung jawab. Integritas di tempat kerja dimulai dari dalam diri setiap karyawan, serta mampu melayani proses kerja dengan keyakinan internal yang dapat menyebabkan peningkatan kinerja. Fokus setiap karyawan pada diri sendiri untuk mengeluarkan sikap, perilaku, dan tindakan yang sesuai dengan komitmen dan tanggung jawab. Dalam hal ini, kesadaran untuk menjaga bisnis dan proses kerja dengan integritas haruslah menjadi prioritas utama. Di samping itu, setiap hari ada semangat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kerja.

Ketika karyawan dan pimpinan perusahaan bekerja berlandaskan integritas, maka semua klien atau pelanggan menjadi semakin percaya dengan produk dan layanan yang diberikan perusahaan. Jelas, hal ini akan meningkatkan pertumbuhan bisnis dan juga meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Kita semua tahu bahwa kepercayaan dalam dunia bisnis adalah harta yang paling bernilai dan penting. Kepercayaan hanya dapat ditumbuhkan dari perilaku yang konsisten mempraktekkan integritas. Perilaku yang penuh integritas memiliki tanggung jawab untuk membangun reputasi dan kredibilitas bisnis dengan cara-cara yang etis.

Karyawan dan pimpinan yang bekerja berlandaskan integritas mampu meningkatkan kepercayaan stakeholders, sehingga bagi stakeholders pelayanan perusahaan menjadi tak ternilai harganya. Dalam hal ini, bisnis dan layanan perusahaan mampu memposisikan diri di atas harapan stakeholders. Sikap dan perilaku terpuji yang betul-betul bekerja dengan jujur, sepenuh hati, bertanggung jawab, cepat, tepat, akurat, teliti, dan benar; mampu meningkatkan daya saing bisnis untuk tetap memimpin di pasar yang kompetitif.

Integritas dalam bisnis adalah dasar untuk bisa memberikan produk terbaik, pelayanan terbaik, dan hubungan terbaik. Perusahaan yang melakukan bisnis setelah pimpinan dan karyawan terbiasa bekerja berlandaskan integritas, akan menjadi kekuatan unggul untuk dipercaya dan dicintai pelanggan. Jadi, sangatlah penting untuk membangun bisnis dengan integritas di semua aspek kerja. Setelah integritas menjadi sebuah kebiasaan dalam wujud perilaku kerja, maka perusahaan akan menjadi mesin uang untuk menghasilkan keuntungan dan berbagai keberhasilan dalam mencapai kemajuan yang lebih besar.

Mengabaikan kualitas integritas dalam menjalankan bisnis sama saja seperti menjalankan bisnis tidak dengan sepenuh hati dan totalitas. Kualitas integritas yang baik menjadikan perusahaan dan sumber daya manusianya menjalankan semua urusan bisnis dengan profesional dan kesungguhan hati, untuk menuju peningkatan dan keberhasilan yang lebih besar. Di samping itu, integritas yang konsisten mampu meningkatkan daya tahan perusahaan dari energi perusak. Kejujuran sikap dan perilaku yang disesuaikan dengan kejujuran dalam setiap tindakan menjadikan perusahaan selalu unggul dan kuat.

Dalam bisnis; hubungan, pelayanan, dan reputasi adalah kunci sukses. Bila Anda mengabaikannya dan tidak memeliharanya dengan sepenuh hati, maka Anda akan kesulitan untuk menjalankan bisnis dengan kinerja terbaik. Orang-orang tidak akan mau berbisnis dengan Anda yang tidak bisa dipercaya dan diandalkan. Orang-orang hanya mau berbisnis dengan Anda yang jujur dalam hubungan, jujur dalam pelayanan, dan jujur dalam membangun reputasi bisnis Anda.

Cara menjalankan integritas yang benar sangatlah mudah, yaitu: menjadi jujur dan merasa bertanggung jawab untuk menjalankan pekerjaan. Di samping itu, Anda juga memiliki kepedulian yang besar untuk mempercepat dan memperlancar proses kerja. Intinya, praktek integritas itu terjadi saat tupoksi Anda dikerjakan dengan jujur, etis, bertanggung jawab, cepat, tepat, teliti, akurat, benar, produktif, dan efektif. Dalam hal ini, Anda mampu mengawasi diri Anda sendiri, sehingga tidak lagi diperlukan CCTV ataupun struktur dan sistem untuk mengawasi perilaku kerja Anda. Jadi, dengan memiliki integritas, Anda sudah menjadi orang yang dipercaya dan diandalkan walau tanpa pengawasan terhadap Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 28082016

Semakin banyak kemudahan yang diberikan Negara kepada warga negaranya untuk berbisnis, semakin makmur dan sejahtera bangsa itu. Sebab, hanya bisnis yang bisa menghasilkan nilai tambah kehidupan ekonomi.~Djajendra

Bisnis yang sehat dan kuat dihasilkan dari sedikitnya peraturan dan rendahnya biaya.~Djajendra

Ketika kehidupan sosial menjadi sumber biaya tinggi bagi bisnis, maka bisnis itu selamanya akan lemah dan sulit menjadi kuat.~Djajendra

Berdagang berarti tiap hari menjual, tidak ada hari tanpa penjualan.~Djajendra

Bisnis yang sukses bersumber dari pelayanan yang memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.~Djajendra

Kerjakanlah satu usaha dengan tekun dan penuh disiplin. Bila yang satu ini sudah kuat dan suskes, barulah rencanakan untuk membuka usaha yang lain.~Djajendra

Pengusaha yang kreatif berani mengambil jalan baru atau cara baru, yang belum pernah dilakukan oleh orang lain.~Djajendra

Menyentuh hati pelanggan dan membuat mereka selalu setia untuk membeli produk Anda, adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan penjualan.~Djajendra

Penolakan dalam bisnis adalah motivasi untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih diterima pelanggan.~Djajendra

Seorang pebisnis sejati selalu fokus untuk memberikan sesuatu yang baik bagi pelanggan, dan tidak pernah menyerah untuk memberikan yang lebih baik buat pelanggan.~Djajendra

Seorang wirausaha yang hebat selalu mampu mencium bau pasar tempat produknya di jual.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DALAM BISNIS, TIDAK ADA KEGAGALAN, HANYA ADA PELAJARAN

“Kemampuan untuk beradaptasi dan menemukan kemenangan di setiap ketidakpastian adalah kunci sukses dalam bisnis.”~Djajendra

Pengusaha yang rendah hati dan optimis tidak akan pernah gagal. Mereka selalu belajar untuk menjadi lebih baik saat berada di titik krisis; mereka menyiapkan mental pemenang untuk memenangkan setiap realitas tersulit; mereka mampu menguasai pasar dan menjadikan bisnis mereka unggul.

Menjadi pengusaha adalah pilihan hidup untuk bermain-main bersama resiko dan peluang. Tidak ada jaminan keberhasilan dalam menjalankan kewirausahaan. Kegagalan dan kesuksesan selalu ada di setiap perjalanan kewirausahan. Tidak ada rumus yang pasti dalam kewirausahaan. Strategi dan taktik yang kreatif dapat menciptakan jalan menuju kemenangan. Kemampuan untuk beradaptasi dan menemukan kemenangan di setiap ketidakpastian adalah kunci sukses dalam kewirausahaan.

Hanya ada satu aturan abadi dalam dunia kewirausahaan, yaitu: tidak boleh berhenti menjalankan bisnis walau sudah gagal berkali-kali. Anda harus memiliki mental optimis dan tidak mudah menyerah oleh ketidakberhasilan. Ketidakberhasilan di momen ini hanyalah sebuah jalan untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar di masa depan. Siapkan diri dengan mental dan sikap rendah hati yang hebat agar Anda mampu mencapai kesuksesan di bisnis Anda.

Dalam dunia bisnis, kegagalan adalah peluang untuk belajar lebih banyak tentang bisnis tersebut. Kalau hari ini, Anda sedang gagal atau rugi besar, janganlah putus asa, tetaplah optimis untuk bangkit kembali dengan sisa kekuatan yang Anda miliki. Jangan pernah menyerah walau semua modal sudah habis. Ingat, Anda masih memiliki modal yang tidak bisa diambil siapapun, yaitu: etos dan pengetahuan Anda tentang bisnis yang Anda jalani.

Berbisnislah dibidang yang Anda kuasai dan pahami agar Anda dapat mengelola resiko dan peluangnya dengan baik. Berhati-hati saat Anda memulai sebuah usaha yang tidak Anda pahami atau tidak Anda kuasai. Jangan terlalu mempercayai atau bergantung kepada orang lain dalam menjalankan bisnis. Pengalaman dan pengetahuan yang mendalam terhadap bisnis yang Anda jalani, sangat menentukan kesuksesan Anda.

Dalam bisnis, tidak ada kegagalan, hanya ada pelajaran. Dimanapun Anda berada di jalan kewirausahaan, Anda harus siap dengan mental pemenang dan sikap rendah hati. Mental pemenang menjadikan Anda tangguh dan andal untuk tetap bangkit, walau berkali-kali gagal. Sikap rendah hati menjadikan Anda belajar, rajin, tekun, disiplin, percaya diri, dan bekerja lebih keras di setiap realitas tersulit, tanpa merasa gagal.

Kesuksesan dalam kewirausahaan bisa saja terjadi dalam waktu singkat, tetapi proses dan perjalanannya selalu membutuhkan waktu yang panjang. Anda harus selalu menyiapkan bisnis Anda agar saat menerima peluang, Anda dapat melayani peluang tersebut dengan penuh kualitas.

Tidak ada sekolah bisnis yang lebih hebat daripada pengalaman dan perjalanan Anda bersama bisnis Anda. Jangan pernah berpikir seorang wirausaha yang hebat bisa dihasilkan dari sekolah formal maupun sekolah informal. Kewirausahaan adalah hasil dari proses perjalanan bisnis melalui jalan sukses dan jalan kegagalan. Belajarlah dari setiap situasi yang Anda hadapi; belajarlah dari pengalaman Anda; belajarlah dari kebodohan Anda; belajarlah dari ketidakadilan yang Anda terima; belajarlah dari kerugian dan kebohongan yang Anda terima; belajarlah dari pengkhianatan yang Anda terima; belajarlah dari peluang yang gagal Anda dapatkan. Sangat banyak pengalaman yang akan Anda hadapi di sepanjang perjalanan Anda bersama bisnis Anda, dan semua pengalaman itulah yang menjadikan Anda ahli dan andal dalam menjalankan kewirausahaan.

Tidak ada kesalahan dan kegagalan dalam dunia kewirausahaan. Semua peristiwa hanyalah jalan untuk pertumbuhan melalui proses menjadi lebih hebat. Belajarlah dan pelajari semua realitas untuk mendapatkan keyakinan dalam mencapai sukses. Ingat, bisnis bukanlah satu tambah satu sama dengan dua; bisnis bukanlah hitam dan putih; bisnis bukanlah sesuatu yang mudah dipahami; bisnis bukanlah sesuatu yang membuat Anda tidak stres. Bisnis sangat dinamis dan tidak pasti. Oleh karena itu, Anda sangat berpotensi terjebak dalam rasa takut dan khawatir. Anda sangat berpotensi ragu dan tidak berani bergerak di atas resiko. Ingat selalu, menjalankan bisnis membutuhkan sikap kehati-hatian dan sekaligus berani menantang resiko. Bila Anda mampu mengkombinasikan kedua hal tersebut, Anda akan menjadi orang yang sangat berharga bagi kemajuan bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA PRODUKTIF

“Orang-orang produktif selalu berkinerja tinggi, dan menikmati kemakmuran yang melimpah ruah di sepanjang hidup.”~Djajendra

Perusahaan yang kuat dan sehat dihasilkan dari orang-orang yang sangat produktif. Bila karyawan tidak produktif, maka mereka adalah biaya tersembunyi yang membuat produk perusahaan tidak kompetitif.

Di masa depan, setiap perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitas akan menjadi pemenang. Kualitas yang baik dan harga yang murah adalah harapan dari pelanggan. Kemampuan manajemen untuk menjaga produktivitas di lingkungan kerjanya akan membawa keberuntungan bagi stakeholders. Kehilangan produktivitas berarti berpotensi kehilangan bisnis karena kalah bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Produktivitas yang tinggi ditentukan oleh etos dan kondisi kepribadian karyawan. Bila karyawan bekerja dalam kondisi stres, tertekan, dan tidak bahagia; maka, dapat dipastikan produktivitas mereka menjadi sangat rendah. Diperlukan suasana hati yang penuh rasa syukur, perilaku yang fokus pada pekerjaan, pikiran positif, hubungan kolaborasi kerja yang kuat antara karyawan, dan etos kerja yang profesional, untuk menghasilkan perusahaan yang produktif.

Pimpinan dan manajemen perusahaan haruslah membangun budaya kerja yang mampu meningkatkan produktivitas secara terus-menerus. Budaya kerja yang rajin, berani, optimis, gembira, mencintai pekerjaan, disiplin, dan keterlibatan setiap orang dari hati yang tulus, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Di samping itu, pimpinan dan manajemen harus selalu hadir dan membangun hubungan positif dengan semua karyawan. Menjaga harga diri karyawan, menjaga perasaan aman karyawan, memberikan dukungan penuh kepada karyawan, menghormati kemampuan dan keandalan karyawan, memenuhi kebutuhan dan harapan karyawan, dan menciptakan budaya bahagia di lingkungan kerja, adalah cara untuk merangkul karyawan dan menjadikan mereka sebagai energi produktif bagi bisnis perusahaan.

Membangun etos kerja yang profesional dan melatih karyawan untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan produktif dalam pekerjaan sehari-hari. Manusia yang produktif tercipta dari kesadaran untuk menumbuhkan kinerja secara terus-menerus. Karyawan yang sadar dan hati nuraninya termotivasi untuk terlibat dalam kerja keras yang produktif, adalah awal bagi peningkatan kinerja bisnis. Etos kerja yang hadir dan tidak pernah absen; etos kerja yang selalu berhati-hati dan menghindari dari kecelakaan kerja; etos yang belajar dari kesalahan dan kekurangan, tanpa mengeluh ataupun merasa ada yang kurang; etos yang suka berkolaborasi dan berkoordinasi; etos yang bekerja untuk pertumbuhan dan prestasi; etos yang bersikap positif dan optimis; etos untuk menikmati proses kerja dengan hati yang senang, adalah kekuatan yang menjadikan setiap karyawan produktif di tempat kerja.

Peningkatan produktivitas membutuhkan loyalitas yang tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan bekerja sepenuh hati, dan tanpa hitung-hitungan. Loyalitas dapat menekan biaya operasional perusahaan. Loyalitas dapat menekan stres di tempat kerja. Loyalitas membuat karyawan bekerja sukarela dalam kolaborasi dan proses kerja. Loyalitas menjadikan karyawan mengabdi dengan tulus dan ikhlas untuk kemajuan perusahaan. Loyalitas menghilangkan produktivitas rendah dan mendorong antusiasme karyawan untuk berkinerja tinggi.

Tubuh yang bugar dan sehat, serta pikiran positif adalah fondasi untuk produktivitas tinggi. Pimpinan dan manajemen tidak boleh lalai dalam menciptakan program-program kebugaran di tempat kerja. Bila karyawan sakit-sakitan, maka mereka pasti sering absen, dan hal ini akan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, membangun budaya kerja dengan aktivitas olah raga dan pola makan sehat adalah sangat penting. Dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang hebat untuk bekerja secara produktif. Intinya, walaupun seseorang sangat cerdas dan pintar luar biasa, tetapi bila tubuhnya tidak sehat dan bugar, maka dia akan sering absen dan produktivitasnya rendah. Artinya, dia akan menjadi biaya tersembunyi yang menggrogoti kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang positif akan membangun kesejahteraan dalam semua dimensi kehidupan karyawan. Budaya kerja yang positif dimulai dari dukungan sumber daya manusia yang sehat fisik dan jiwa; didukung oleh sumber daya manusia yang bahagia berkolaborasi di dalam sistem dan proses kerja; didukung oleh sumber daya manusia yang suka berjuang dan tak pernah meneyrah untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu rendah hati dan melayani satu sama lain dengan tulus dan ikhlas; didukung oleh sumber daya manusia bermental optimis dan belajar dari kesalahan, tanpa menyalahkan orang lain; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu termotivasi untuk membantu rekan kerja, bawahan, dan atasan dengan sepenuh hati; didukung oleh sumber daya manusia yang bekerja dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi; didukung oleh sumber daya manusia yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat, rasa terima kasih, kepercayaan, integritas, dan cinta.

Budaya kerja yang produktif dibangun dari hubungan sosial di tempat kerja yang kompak dan solid. Setiap karyawan harus hadir sebagai energi positif, sebagai sumber kebaikan bagi kemajuan organisasi. Pikiran negatif, hati yang tidak bersih, emosi negatif, fisik yang tidak bugar dan tidak tenang, adalah pemicu stres di tempat kerja. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan kerja dengan prasangka buruk, dan hubungan sosial di tempat kerja akan semakin memburuk. Jelas, semua kondisi negatif yang dihasilkan dari pribadi karyawan selalu memberikan dampak buruk dalam mencapai kinerja terbaik. Hal ini juga, akan membuat kehidupan kerja yang tidak bahagia dan pasti juga tidak produktif.

Budaya kerja produktif membutuhkan daya tahan kolektif yang unggul. Masalah, persoalan, kesulitan, tantangan, resiko, dan cobaan berat, adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus menyiapkan mental pemenang yang tangguh dan siap menghadapi segala ketidakpastian di tempat kerja. Mindset haruslah menghindari pikiran dan emosi negatif saat situasi sulit hadir dan mengacaukan lingkungan kerja. Mental tangguh harus ditunjukkan oleh setiap karyawan agar perusahaan selalu terjaga dan terawat untuk peningkatan. Semua perjalanan yang sulit dan tidak pasti jangan melemahkan semangat, tetapi harus menjadi titik awal untuk kebangkitan dalam mencapai keberhasilan.

Setiap karyawan harus memiliki komitmen dan ikhlas mengorbankan diri demi kemajuan perusahaan. Kepentingan perusahaan haruslah diutamakan daripada kepentingan pribadi. Jangan bekerja dengan pikiran sempit yang hanya terfokus pada kepentingan kebutuhan dan harapan diri sendiri. Keberadaan sebuah perusahaan adalah untuk melayani banyak orang, miliki komitmen dan kesetiaan untuk melayani semua pelayanan yang sudah dijanjikan perusahaan kepada stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBIASAAN DAN PERILAKU ADALAH KEKUATAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN

“Bekerja yang baik adalah menyatukan perilaku dan kebiasaan di dalam etos yang profesional, untuk mencapai kinerja tertinggi.”~Djajendra

Kekuatan nyata muncul dari kebiasaan dan perilaku yang terlatih secara profesional. Setiap tujuan bergerak dari kebiasaan dan merupakan bagian dari perilaku. Ketika memiliki tujuan sebaiknya tidak fokus pada tujuan, tetapi fokus untuk menciptakan kebiasaan dan perilaku yang tepat agar bisa mewujudkan tujuan. Tujuan membutuhkan sikap, perilaku, kebiasaan, pengetahuan, keterampilan, dan cara untuk mencapainya.

Tujuan berada di masa depan, Anda harus bertindak dengan perilaku dan pengetahuan yang tepat dalam menemukan tujuan. Anda harus menghargai langkah-langkah yang Anda ambil untuk sampai di tujuan. Anda harus fokus hari ke hari dengan menciptakan kebiasaan positif, dan bergerak dengan perilaku penuh disiplin untuk sampai ke tujuan.

Ketika Anda fokus pada tujuan tanpa membentuk perilaku dan kebiasaan untuk mencapai tujuan, Anda akan kelelahan dan kehilangan mental untuk sampai di tujuan. Perilaku dan kebiasaan adalah kekuatan untuk mewujudkan apapun yang diinginkan. Jadi, saat memiliki keinginan, tidak perlu terlalu terobsesi dengan keinginan tersebut, Anda hanya perlu menyiapkan perilaku dan kebiasaan yang tepat untuk mewujudkan keinginan tersebut. Intinya, jangan fokus pada keinginan, tujuan, harapan, ambisi, target; fokuslah pada caranya, dengan menyiapkan perilaku dan kebiasaan untuk menjalankan cara tersebut.

Jadilah efektif dengan fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan atau kontrol, jangan habiskan waktu dengan memfokuskan pada sesuatu di luar kendali Anda. Tidak semua hal bisa Anda kerjakan sendiri. Anda harus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak lain untuk hal-hal di luar kendali Anda. Anda harus berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan untuk hal-hal yang di luar kendali Anda ataupun di luar kendali orang lain.

Sering sekali orang-orang terjebak dalam target atau tujuan. Mereka tidak sadar untuk melatih perilaku dan kebiasaan yang diperlukan oleh target tersebut. Akhirnya, mereka frustasi dan menganggap target tersebut berada di luar kendali mereka.

Di tempat kerja, banyak hal di luar kontrol Anda. Biasanya, yang menentukan target adalah pimpinan, bukan Anda. Ada bagian yang membuat rencana, dan rencana itu akan dieksekusi oleh orang-orang yang tidak ikut dalam pembuatan rencana. Jadi, keberhasilan dalam mencapai target berada pada kemampuan untuk beradaptasi dengan rencana tersebut. Bila tidak mampu beradaptasi dengan rencana tersebut, Anda akan menganggap target yang diberikan berada di luar kemampuan Anda.

Ketika rencana diberikan untuk dieksekusi, Anda harus fokus pada perilaku dan kebiasaan yang paling efektif dan produktif untuk mencapainya. Sekali lagi, jangan pernah fokus atau terjebak dalam target. Jika Anda terlalu fokus pada target, maka Anda akan stres dan bingung untuk mencapainya.  Satu-satunya yang berada di bawah kendali Anda adalah perilaku dan kebiasaan kerja Anda. Jadi, miliki disiplin dan etos yang hebat untuk mengarahkan perilaku dan kebiasaan Anda menuju pencapaian terbaik.

Bila ingin mencapai target terbaik, maka jangan ingat targetnya, fokuslah pada kebiasaan dan perilaku kerja yang membuat Anda penuh semangat dalam mencapai target. Target hanyalah ujung dari proses pencapaian, diperlukan proses yang berkualitas untuk mencapai ujung pencapaian. Jadi, Anda tidak pernah bekerja untuk target, Anda hanya bekerja untuk proses agar Anda sampai pada ujung pencapaian target.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SENYUM UNTUK PELAYANAN YANG LEBIH BAIK

MOTIVASI 12042016

“Senyum dalam pelayanan harus bersumber dari hati yang tulus untuk memberikan pelayanan sepenuh hati.”~Djajendra

Sebuah pelayanan tanpa senyum menjadikan pelayanan itu kehilangan makna. Senyum adalah bahasa universal; senyum adalah alat komunikasi yang paling menyatukan hati; senyum adalah kekuatan yang sangat menentukan keberhasilan sebuah pelayanan.

Senyum yang berkualitas dihasilkan dari hati yang ikhlas dan tulus melayani. Apalagi, layanan pelanggan yang berkualitas wajib dilengkapi dengan senyum yang konsisten di sepanjang pelayanan. Senyum tentu saja merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sikap baik. Senyum dan sikap baik merupakan kualitas dari kepribadian yang baik.

Jangan tertawa terbahak-bahak dalam pelayanan pelanggan, Anda cukup menggunakan ekspresi bibir Anda untuk menunjukkan senyum tulus Anda. Sorot mata dan ekspresi bibir yang santun dan melayani adalah kekuatan untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan.

Pelanggan selalu ingin diperlakukan dan dilayani dengan cara yang mereka sukai. Jadi, Anda harus memiliki empati agar bisa masuk ke hati pelanggan dan memahami cara yang mereka sukai. Tanpa empati dan senyum Anda sulit memahami pelanggan.

Berbicaralah dengan cerita, penuh senyum, sorot mata dan ekspresi wajah yang bersahabat; mendengarkan pelanggan dengan tenang dalam sikap melayani mereka. Dan semua ini adalah bagian terpenting dalam pelayanan pelanggan yang baik. Di samping itu, senyum dan sikap baik dengan kata-kata bijak menjadikan pelayanan Anda semakin berkualitas. Kepribadian Anda harus menyatu di dalam energi positif, dan tidak boleh dipisahkan dari harapan dan kebutuhan pelanggan Anda.

Ucapan selamat datang dengan senyum yang tulus adalah awal yang baik dalam pelayanan. Jangan pernah melayani dengan senyum yang dibuat-buat. Senyum dalam pelayanan harus bersumber dari hati yang tulus untuk memberikan pelayanan sepenuh hati. Senyum palsu mudah dikenali dan membuat hati sulit terhubung untuk sebuah pelayanan yang memuaskan.

Senyum adalah bagian dari budaya tata krama, sopan santun, dan peradaban yang memperlakukan setiap pelanggan seperti tamu terhormat. Intinya, sebaik apapun Anda merancang sistem layanan pelanggan, standar layanan pelanggan, dan teknologi terbaik. Tidak dapat dibantah bahwa semua yang baik itu akan kehilangan baiknya bila tidak dilayani dengan senyum, sikap baik, dan etos pelayanan terbaik.

Layanan pelanggan adalah sebuah pertunjukan seni peran yang bertujuan memuaskan hati pelanggan. Jadi, sebelum memulai pelayanan, Anda harus menyiapkan karakter yang kuat untuk bisa selalu memberikan senyum tulus dan sikap baik di dalam peran pelayanan Anda.

Anda harus tampil dengan totalitas di panggung pelayanan, dan melibatkan semua kemampuan untuk menjawab kerumitan pertunjukan pelayanan. Diri Anda adalah aktor yang memerankan pelayanan pelanggan dalam panggung teater yang sangat situasional. Tidak ada skenario yang pasti dan jelas. Anda harus bisa menciptakan panggung pelayanan Anda dengan kecerdasan untuk akting yang dibutuhkan dalam pelayanan. Jadi, lakukan improvisasi untuk menjawab segala kerumitan dan tantangan pelayanan pelanggan.

Jadilah aktor pelayanan yang selalu memberikan senyum untuk pelayanan yang lebih baik. Senyum tulus Anda, respon pelayanan yang cepat dan produktif, dialog yang santun dan melayani, sikap baik yang melayani, adalah bagian inti untuk mencapai kinerja layanan pelanggan terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA PELANGGAN, ANDA TIDAK MEMPUNYAI BISNIS

MOTIVASI 11042016

“Tidak selalu harga murah yang menarik minat orang untuk membeli. Tindakan untuk melayani dengan sikap baik mampu mengalahkan harga murah.”~Djajendra

Bisnis yang sukses dihasilkan dari pelayanan pelanggan yang baik. Tanpa pelanggan, Anda tidak memiliki bisnis. Kehilangan pelanggan, Anda kehilangan bisnis. Dasar dari pelayanan pelanggan yang baik adalah sikap baik, senyum tulus, kejujuran, membantu harapan dan kebutuhan pelanggan, serta kualitas produk atau jasa yang sesuai janji. Dibutuhkan sikap dan perilaku yang memahami pelanggan dalam setiap berinteraksi dengan pelanggan. Kita semua tahu bahwa sangat beragam karakter, sikap, perilaku, dan mental dari para pelanggan. Mungkin ada perilaku pelanggan yang tidak Anda sukai, tetapi Anda harus ingat bahwa tanpa pelanggan Anda tidak mempunyai bisnis.

Walau pelanggan bersikap tidak baik, bukan berarti Anda juga boleh bersikap tidak baik. Diperlukan kesabaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi perilaku tidak baik dari pelanggan. Tetaplah fokus pada pencapaian bisnis, Anda tidak perlu fokus pada perilaku buruk pelanggan. Temukan cara terbaik untuk mengalahkan sikap buruk pelanggan dengan sikap baik. Berikan yang terbaik dengan kesabaran dan ketenangan. Jangan malas melayani pelanggan yang tidak Anda sukai. Dalam bisnis, fokus haruslah pada cara menjual terbanyak dan cara mendapatkan keuntungan terbesar.

Berikan perhatian sepenuh hati kepada pelanggan karena mereka adalah bisnis Anda. Dengarkan suara pelanggan, berikan pelayanan sesuai harapan mereka, dan sediakan layanan terbaik agar mereka setia berbisnis dengan Anda.

Terimalah umpan balik dari pelanggan dengan senang hati, lalu memberikan perhatian dan melayani mereka dengan lebih baik. Setiap umpan balik dari pelanggan adalah bahan dasar untuk peningkatan kualitas layanan Anda.

Komunikasi dengan pelanggan haruslah menjadi jembatan yang menghubungkan secara empati. Tingkatkan kualitas keterampilan komunikasi tim pelayanan Anda. Ucapkan yang perlu dan jangan ucapkan yang tidak perlu. Miliki kemampuan komunikasi untuk menerjemahkan pelayanan ke pelanggan, serta selalu menjaga suasana hati terbaik agar pelanggan merasa nyaman dengan pelayanan Anda. Anda tidak boleh memiliki keraguan untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan, dan menyampaikan yang terbaik dengan sejelas mungkin kepada pelanggan.

Inti pelayanan pelanggan bersumber dari produk dan jasa yang dijual. Jadi, setiap pelanggan pasti ingin mengetahui tentang produk dan jasa yang dijual secara jelas dan sederhana. Dalam hal ini, tim pelayanan harus mampu menguasai pengetahuan atas produk dan jasa yang dijual dengan sebaik mungkin, lalu harus mampu menyampaikannya kepada pelanggan dalam bahasa yang paling sederhana dan mudah dimengerti.

Pilihlah kata-kata yang baik untuk disampaikan kepada pelanggan, ucapkan dari pikiran positif dan emosi yang baik. Jangan pernah berbicara omong kosong dan berlebihan; jangan pernah berjanji berlebihan; selalu katakan yang benar dan layani dengan senang hati.

Pelayanan berarti Anda harus memiliki keterampilan bertindak yang andal dan hebat. Keterampilan bertindak haruslah membuat pelanggan bahagia dan merasa beruntung berbisnis dengan Anda. Apapun situasinya Anda harus mampu mengendalikan tindakan Anda. Sekali tindakan Anda tidak menyenangkan hati pelanggan, maka pelanggan Anda akan mencari tempat lain untuk kebutuhan mereka. Tidak selalu harga murah yang menarik minat orang untuk membeli dari Anda. Tindakan Anda untuk melayani dengan sikap baik mampu mengalahkan harga murah.

Pelayanan yang cepat dan berkualitas haruslah menjadi budaya pelayanan. Miliki keterampilan manajemen waktu yang baik agar setiap pelayanan dapat dieksekusi dengan efektif, produktif, dan berkualitas. Jangan membiarkan pelanggan menunggu dan menunggu terlalu lama untuk sebuah pelayanan. Semakin cepat Anda mampu memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi, semakin pelayanan Anda dipercaya oleh pelanggan, dan hal ini secara otomatis akan meningkatkan bisnis Anda di masa depan.

Hal yang paling tabu dalam pelayanan adalah membuang-buang waktu pelanggan, sehingga pelanggan marah dan kecewa dengan pelayanan Anda.

Komunikasi tidak hanya bahasa kata-kata dan bahasa tulisan, ada juga bahasa tubuh dan bahasa hati. Oleh karena itu, tim pelayanan pelanggan wajib menguasai bahasa tubuh dan bahasa hati agar dapat mendengarkan realitas pelanggan secara total. Hal ini sangat penting saat pelanggan tatap muka dengan pelayanan Anda. Di mana, Anda harus dapat membaca realitas pelanggan ataupun keadaan emosional mereka. Mengetahui realitas pelanggan membuat Anda mampu menciptakan pelayanan sesuai kepribadian pelanggan, dan ini juga akan menjadi pengalaman pribadi yang memperkaya wawasan ataupun pengetahuan pelayanan Anda.

Orang bisnis selalu sadar untuk hadir dan ada bagi pelanggannya. Demikian juga dalam pelayanan pelanggan, Anda harus ada dan hadir bagi pelanggan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Jangan ngotot ataupun bersikap keras kepala dengan pelanggan Anda. Apapun realitas pelanggan Anda, Anda harus mampu memberikan yang terbaik bagi mereka.

Fokus pelayanan pelanggan adalah peningkatan bisnis. Jadi, semua upaya pelayanan terbaik dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja bisnis. Pelayanan yang buruk mengakibatkan hilangnya bisnis. Oleh karena itu, perusahaan harus secara rutin dan terus-menerus mendidik dan melatih karyawan agar mampu bekerja dengan orientasi pelayanan berkualitas tinggi.

Tim pelayanan harus terlatih dan memiliki kemampuan yang andal dalam menangani hal-hal tak terduga. Pelayanan selalu memiliki resiko dalam wujud masalah. Apapun masalah dapat muncul saat pelayanan. Di sinilah diperlukan sebuah mental positif untuk bisa memberikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas. Perusahaan perlu mengatur hal-hal tak terduga dengan SOP ataupun pedoman yang membuat tim pelayanan dan pelanggan memiliki kepastian dalam pelayanan. Intinya, apapun masalahnya harus ada solusi yang membuat pelanggan bahagia.

Sikap baik dan senyum merupakan modal dalam pelayanan pelanggan. Apapun situasinya jangan pernah kehilangan senyum dan sikap baik. Miliki mental dan perilaku pelayanan yang persuasi. Anda harus pintar membujuk dan meyakinkan pelanggan dengan solusi terbaik. Anda harus mampu memberikan alasan yang tepat dan membuat pelanggan percaya pada pelayanan Anda. Jadi, pelayanan pelanggan bukanlah untuk mencari alasan, tetapi untuk meyakinkan pelanggan bahwa Anda sedang melayani mereka dengan sebaik-baiknya.

Miliki semangat, gairah, integritas, dan ketetapan hati dalam pelayanan pelanggan. Anda harus tampil mengesankan dan energik dalam memberikan pelayanan pelanggan; Anda harus mampu melakukan yang terbaik bagi pelanggan Anda; Anda harus memiliki niat dan komitmen yang tulus untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan Anda.

Tanpa pelanggan, Anda tidak mempunyai bisnis. Oleh karena itu, setiap masalah pelanggan wajib Anda temukan solusinya. Pelanggan adalah bisnis. Bila Anda tidak mampu menemukan solusi berarti Anda tidak memiliki solusi atas bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BISNIS MEMBUTUHKAN AKUNTABILITAS DAN HATI NURANI YANG JUJUR

ETIKA BISNIS 14 JAN 2016“Etika bisnis dalam prakteknya membutuhkan akuntabilitas dan hati nurani yang jujur.”~Djajendra

Etika bisnis mengatur proses bisnis agar tidak melanggar aturan, moral, dan kejujuran untuk bisa mendapatkan keuntungan. Intinya, siapapun boleh mencari keuntungan asal keuntungan didapatkan melalui kejujuran dan tanggung jawab. Bisnis yang etis lebih dipercaya oleh pemangku kepentingan, sehingga berpotensi tumbuh dengan kinerja terbaik. Praktik bisnis membutuhkan hati nurani yang bersih dan tanggung jawab agar perilaku bisnis yang etis dapat terwujud.

Bila moralitas dan etika hilang dari bisnis, hal-hal buruk pasti muncul untuk menghilangkan kejujuran dan tanggung jawab. Apalagi saat integritas berada di jalan buntu dan tujuan bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, maka di saat inilah kekuatan moral harus muncul secara kuat untuk menjaga Anda agar tidak tergelincir dalam perilaku tidak etis. Bisnis yang sehat membutuhkan manajemen risiko yang diperhitungkan secara baik untuk dapat menciptakan bisnis yang etis.

Meskipun diakui bahwa etika bisnis adalah bagian terpenting dari tata kelola perusahaan yang baik, tetapi etika bisnis selalu dalam dilema, sehingga menjadi perilaku sehari-hari tidaklah mudah. Tidak jarang dilema etika suka mengganggu integritas, sehingga kepentingan bisa mengalahkan integritas.

Etika bisnis dalam prakteknya membutuhkan akuntabilitas dan hati nurani. Akuntabilitas bersumber dari integritas. Akuntabilitas bermuara dari tanggung jawab yang ikhlas dan tulus. Ketika perusahaan dikendalikan dan dikelola oleh orang-orang yang bertanggung jawab, maka perusahaan dengan mudah dapat memenuhi etika bisnis yang telah disepakati. Sebaliknya, ketika perusahaan dikendalikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mereka selalu mencoba mengakali etika bisnis untuk mendapatkan jalan pintas dalam setiap proses bisnis.

Praktek etika bisnis yang baik selalu berani mengambil tanggung jawab dan memiliki respon yang cepat untuk menemukan solusi atas setiap dilema. Tidak pernah menyalahkan orang lain atau membuat alasan atas sesuatu yang salah. Bersikap profesional dan menerima konsekuensi atas kejadian dari pilihan dan tindakan yang dibuat.

Hanya orang-orang yang terbiasa menjadi akuntabel yang bisa menjalankan etika bisnis. Dalam hal ini, peran dan tanggung jawab harus digunakan secara tepat dan benar. Jangan terjebak dalam wilayah kerja orang lain. Jadilah jujur dengan diri sendiri dan orang lain; jadilah jujur untuk menjalankan tata kelola yang baik; jadilah jujur ketika Anda salah, lalu mau memperbaiki dan membiasakan perilaku etis di setiap proses bisnis.

Kompetensi dan integritas harus bersatupadu dalam tanggung jawab dan hati nurani yang bersih. Anda tidak hanya cukup membuktikan kualitas kompetensi di tempat kerja, tetapi juga harus membuktikan kualitas integritas yang tinggi. Dengan integritas yang tinggi Anda terhindar dari ketidakjujuran, sehingga terhindar risiko jeratan hukum akibat perilaku tidak etis. Kuatkan etika dan nilai-nilai perusahaan ke dalam perilaku kerja, lalu yakinlah bahwa reputasi profesional Anda akan terus meningkat untuk menjamin arah positif dari karir Anda.

Ketika Anda ingin secara jujur menjalankan etika bisnis, Anda harus jujur dengan karakter Anda. Dalam hal ini, karakter Anda harus dibentuk kembali dengan cara menganalisa isi pikiran inti Anda, niat dan perilaku Anda. Pastikan hal-hal tidak baik, seperti: keserakahan, iri hati, dan emosi negatif lainnya mampu terhapus dari karakter Anda.

Ingat, potensi ketidakjujuran tidak hanya bersumber dari dalam diri, tetapi juga dari luar diri Anda. Saat Anda sudah mampu melatih diri sendiri untuk berperilaku etis, Anda juga harus sadar bahwa setiap hari orang-orang dengan perilaku tidak etis berpotensi di sekitar Anda. Jadi, miliki ketenangan dan kesabaran dalam setiap interaksi, hadapi setiap situasi dengan sikap profesional. Hal terpenting, jangan pernah melanggar aturan, dan setiap tindakan harus sesuai dengan aturan yang benar.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI ETOS BISNIS

MOTIVASI 11012016 DJAJENDRAIMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI ETOS BISNIS

“Ketika Anda memberikan bukti transparansi dan akuntabilitas di setiap proses kerja, Anda sedang mempraktikkan tata kelola perusahaan yang baik.”~Djajendra

Good corporate governance menjadi kebutuhan bisnis. Ada cerita dari klien saya bahwa mereka mendapatkan pembeli besar (buyer) dari luar negeri, pembeli tersebut meminta bukti bahwa perusahaan sudah menjalankan praktik good corporate governance. Good corporate governance adalah wujud dari trust (kepercayaan). Perusahaan yang menjalankan good corporate governance (tata kelola yang baik) dianggap bisa dipercaya dan memiliki reputasi baik.

Bisnis tumbuh dan berkembang dari kepercayaan. Globalisasi bisnis dan kecepatan perkembangan teknologi internet telah membuat setiap perusahaan mampu terhubung dari mana saja untuk melakukan bisnis. Karena siapapun bisa berbisnis secara global dan bisa menjual atau membeli produk dari manapun, maka diperlukan sebuah sistem kerja yang dipercaya. Salah satu sistem kerja yang bisa dipercaya adalah yang menggunakan prinsip-prinsip good corpoarte governance. Menjalankan good corpoare governance dengan jujur dan penuh tanggung jawab, seperti sedang menguatkan dan menyehatkan organisasi dan proses bisnis untuk pencapaian terbaik.

Prinsip-prinsip good corporate governance layak dianut menjadi bagian dari etos bisnis. Akuntabilitas, keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, dan kemandirian selayaknya dirangkum di dalam integritas bisnis yang tinggi agar kepercayaan dan reputasi dapat dimiliki perusahaan. Etos bisnis dan etos organisasi berdasarkan good corporate governance menghasilkan praktik manajemen yang baik.

Menjalankan bisnis dengan sukses bukan hanya tentang penguasaan pasar, produk unggulan, nilai pemegang saham, kreativitas dan inovasi. Juga, sistem dan proses kerja atau mekanisme kerja yang baik menjadi sangat penting untuk bisa menjalankan bisnis dengan suskes. Struktur organisasi yang efektif dalam kolaborasi kerja mampu menghasilkan proses bisnis dan proses kerja yang profesional.

Berbisnis di jaman sekarang ini harus memperhitungkan kekuatan global. Secara pasti dunia sudah terhubung melalui bisnis. Bisnis global tidak hanya oleh perusahaan dengan perusahaan, negara dengan negara, tetapi juga sudah di level individu dengan individu. Perkembangan teknologi internet dan jasa pengiriman barang telah membuat hubungan bisnis global menjadi semakin mudah dan murah.

Tantangan ke depan dalam persaingan bisnis global adalah menjadi yang dipercaya. Bila bisnis Anda dipercaya oleh para pebisnis global, maka dengan mudah Anda bisa menjual lebih banyak dan mengembangkan bisnis. Untuk bisa dipercaya, Anda harus mengelola bisnis dengan tata kelola yang baik. Gunakan praktik bisnis terbaik. Gunakan prinsip-prinsip good corporate governance sebagai fondasi untuk pengembangan budaya perusahaan. Semakin sempurna tata kelola perusahaan yang baik, semakin sempurna reputasi perusahaan di persepsi stakeholders.

Tata kelola yang baik memberikan tanggung jawab dan peran yang jelas kepada pemilik perusahaan, dewan direksi, dewan komisaris, dan karyawan. Masing-masing pihak memainkan perannya dari integritas yang tinggi. Semua proses kerja dan proses pengambilan keputusan berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Akuntabilitas dan transparansi untuk semua pemangku kepentingan diberlakukan secara adil. Semua ini bertujuan untuk mengharmonisasikan hubungan kerja di internal organisasi, sehingga kolaborasi kerja dapat menjadi energi yang memperlancar semua proses bisnis dan proses kerja.

Implementasi good corporate governance sebagai etos bisnis diawali dengan penguatan moral dalam menjalankan bisnis. Diperlukan pengembangan standar tata kelola berbasis moralitas bisnis dalam seluruh aktivitas dan operasional bisnis. Budaya kerja dengan moralitas yang tinggi memudahkan terciptanya perilaku kerja yang berintegritas tinggi.

Internalisasi dan sosialisasi etika bisnis dan kode etik perilaku dilakukan secara terus-menerus. Perlu dipahami bahwa etika terwujud dari kesadaran dan moralitas yang tinggi. Setiap insan perusahaan harus terbiasa dan terlatih untuk menjalankan bisnis perusahaan secara etis. Dalam hal ini, diperlukan pelatihan dan pencerahan yang sifatnya berkelanjutan, tidak boleh terhenti atau merasa cukup. Sebab, dilema etika dapat muncul kapan saja dalam berbagai wujud yang berpotensi menciptakan keraguan terhadap implementasi etika di perusahaan.

Tujuan bisnis diselaraskan dengan praktik-praktik bisnis yang baik, sehingga tujuan dicapai secara tepat, dan setiap pengambilan keputusan tidak merugikan stakeholders. Disamping itu, proses strategi juga menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, dan memasukkan nilai stakeholder untuk memudahkan hubungan bisnis. Struktur organisasi menjalankan peran dan fungsinya berlandaskan prinsip-prinsip good corpoarte governance. Di dalam struktur, setiap insan perusahaan harus bertindak dengan tujuan yang jelas dan yang dapat dicapai; memiliki strategi dan taktik yang layak untuk mencapai tujuan; menciptakan etos kerja yang sesuai untuk memberikan kinerja yang produktif; serta memiliki administrasi dan pelaporan untuk memandu atau memonitor kemajuan kerja.

Ketika Anda memberikan bukti transparansi dan akuntabilitas di setiap proses kerja, Anda sedang mempraktikkan tata kelola perusahaan yang baik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGEKSEKUSI PENJUALAN DENGAN SUKSES

SALES MOTIVATION 2015“Fokuslah pada wilayah penjualan yang berada dalam kendali Anda. Jangan fokus berlebihan di wilayah yang dikendalikan oleh orang lain.”~Djajendra

Jika Anda ingin menjadi penjual yang sukses, Anda harus fokus seratus persen di wilayah penjualan yang dapat Anda kontrol. Anda tidak mungkin bisa mengendalikan semua wilayah penjualan sendirian, Anda tetap bergantung pada orang lain. Jadi, sehebat apapun Anda dalam menjual, Anda dibatasi oleh wewenang orang lain.

Sebagai penjual, Anda harus sadar bahwa ada dua sisi transaksi dalam sebuah proses penjualan. Sisi pembeli dan sisi penjual. Penjualan terjadi karena ada penjual dan pembeli. Di sini ada dua kepentingan, ada dua wewenang, ada dua keputusan. Penjual tidak dapat menentukan sendiri eksekusi penjualan, harus ada kesepakatan dengan pembeli sebelum mengeksekusi penjualan. Intinya, kesuksesan penjual ditentukan oleh keputusan pembeli untuk membeli dan kesiapan penjual untuk menjual.

Pembeli membeli tidak karena penjual melakukan penjualan dengan hebat, mereka membeli karena keinginan dan kebutuhan. Oleh karena itu, Anda sebagai penjual, harus memiliki etos menjual yang mampu mempengaruhi keinginan dan kebutuhan pembeli. Kembangkan perilaku dan etos yang tidak pernah menyerah untuk menemukan pembeli yang berpotensi membeli sebanyak mungkin. Pembelilah yang menghidupi penjual. Pembelilah yang menjadi jantung dari kehidupan bisnis. Tanpa partisipasi dan kontribusi dari pembeli, penjualan tidak akan terjadi. Pencapaian target penjualan hanya dapat dicapai ketika penjual mampu mendapatkan sebanyak mungkin pembeli, yang membutuhkan dan menginginkan produk atau jasa yang penjual pasarkan.

Pembeli dan target penjualan berada di luar kendali penjual. Anda harus ingat bahwa perilaku pembeli dan target pencapaian penjualan tidak di dalam kendali Anda. Jadi, Anda tidak perlu terlalu banyak fokus pada pembeli ataupun target. Bila semua waktu, energi, pikiran, dan upaya Anda difokuskan pada pembeli dan target penjualan, maka Anda sulit mencapai penjualan terbaik. Anda harus fokus untuk mengembangkan perilaku dan etos menjual yang bisa mempengaruhi pembeli untuk membeli dari Anda. Sebab, perilaku Anda yang disukai oleh pembeli dapat menjadi kekuatan yang meyakinkan mereka untuk membeli sebanyak mungkin dari Anda. Dan, bila semakin banyak pembeli yang suka dengan perilaku ataupun cara Anda menjual, maka Anda pasti mampu menjual lebih banyak lagi, dan tentu saja memenuhi target penjualan Anda dengan sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KARAKTER SEORANG PENJUAL UNTUK MERAIH SUKSES

KARAKTER PENJUAL 2015“Penjual yang andal selalu tegas dan banyak ide agar bisnis tidak terhenti dalam kerumitan proses.”~Djajendra

Tidak ada sebuah alasan apapun yang dapat menghentikan kerja keras dari seorang penjual. Pekerjaan penjualan adalah kerja keras yang penuh disiplin dalam tanggung jawab. Sifat seorang penjual selalu konsisten untuk menjual, serta menjadi lebih kreatif dengan solusi dan cara menjual. Lebih banyak waktu dihabiskan oleh seorang penjual untuk berhubungan dengan pembeli. Lebih banyak waktu dihabiskan oleh seorang penjual untuk berkoordinasi di internal perusahaan. Seorang penjual yang sukses tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kinerja menjualnya. Ia selalu berada di posisi paling depan dengan ambisi dan keyakinan untuk menjual lebih banyak lagi. Ia selalu sadar untuk melayani realitas yang dihadapi dengan sebaik mungkin.

Seorang penjual yang andal selalu bekerja sangat keras dengan diam. Ia tidak banyak bercerita kepada siapapun, ia tidak memamerkan kehebatannya dalam menjual. Ia tidak memiliki pesaing, musuh, kompetitor, atau lawan dari luar dirinya; ia hanya memiliki kawan dan sahabat dari luar dirinya. Lawannya adalah dirinya sendiri; musuhnya adalah dirinya sendiri; pesaingnya adalah dirinya sendiri; kompetitornya adalah dirinya sendiri. Ia selalu mendorong dan memaksa dirinya agar bisa menjual lebih banyak lagi, sehingga pencapaiannya dapat melampaui target. Ia hanya fokus untuk menundukkan dirinya agar bisa menjadi penjual yang lebih banyak menjual.

Penjual yang andal fokus untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan para pembeli. Hubungan yang diperkaya dengan pelayanan dari hati. Hubungan yang melibatkan pembeli untuk membuat keputusan terbaik dalam membeli. Penjual yang andal adalah sahabat yang paling bisa dipercaya oleh pelanggan. Sebab, ia sangat bertanggung jawab dengan semua informasi yang ia sampaikan kepada pelanggan, dan memiliki kejujuran yang dapat dipercaya oleh pelanggan.

Mindset seorang penjual adalah transaksional yang dengan cara apapun harus bisa mendapatkan keuntungan. Ia selalu menjaga keseimbangan yang tepat agar hubungan baik yang dibangun bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar, dan juga menghasilkan tingkat penjualan yang lebih tinggi.

Seorang penjual yang andal adalah penguasa di wilayahnya. Ia mampu memimpin dan mendesain wilayah penjualannya. Ia mampu menindaklanjuti semua potensi guna membantu peningkatan kinerja penjualannya. Ia memiliki visi dan intuisi yang sangat terlatih untuk bisa mempredikasi pencapaian target penjualan. Keyakinan, keimanan, rasa percaya diri, dan keberaniannya  selalu bersatupadu dalam tindakan dan eksekusi.

Setiap kompleksitas dalam proses penjualan mampu disederhanakan untuk bisa dieksekusi dengan cepat. Penjual yang andal tidak mau terjebak dalam kerumitan proses, ia selalu tegas dan banyak ide agar bisnis tidak terhenti dalam kerumitan proses. Ia selalu meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan keahlian menjualnya. Ia tidak pernah menganggap dirinya sebagai penjual nomor satu, walau dalam faktanya ia selalu menang dalam setiap proses penjualannya. Sikap rendah hati menjadikannya sebagai pembelajar yang selalu mampu memetakan risiko, bertindak dengan pengetahuan dan percaya diri, serta mewujudkan penjualan terbaik.

“Penjual terbaik selalu menyamakan hati dan persepsi dengan pembeli.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BISNIS MENCIPTAKAN PERILAKU BISNIS YANG JUJUR, BERTANGGUNG JAWAB DAN BERINTEGRITAS TINGGI

ETIKA BISNIS - MOTIVATOR DJAJENDRA 2015

“Etika bisnis baru bisa diwujudkan bila sudah menjadi perilaku, kebiasaan, sikap, dan etos. Selama sebatas dokumen, etika bisnis belum eksis.”~Djajendra

Tanpa etika bisnis para stakeholders berpotensi menciptakan kecurangan dan merugikan pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis tersebut. Etika bisnis membantu perusahaan untuk mengembangkan nilai-nilai positif dari budaya etis. Budaya etis menciptakan tempat kerja yang aman, profesional, berisiko kecil, dipercaya, dan memiliki reputasi yang baik. Budaya etis melatih dan menyiapkan karyawan dan pimpinan untuk memecahkan semua dilema etika dengan sukacita.

Biasanya, ketika sebuah kejadian tidak etis menimpa perusahaan barulah orang-orang mulai berbicara tentang pentingnya etika bisnis. Secara mental, pada umumnya, dokumen tertulis etika bisnis dianggap sebagai bukti bahwa perusahaan sudah mengimplementasikan etika bisnis. Dan, dianggap sudah ada fungsi pengawasan untuk mengawasi kepatuhan insan perusahaan terhadap etika bisnis. Perlu dipahami bahwa etika bisnis tidaklah sesederhana itu, etika bisnis tidak cukup diwujudkan melalui sistem dan tata kelola. Etika bisnis baru bisa diwujudkan bila sudah menjadi perilaku, kebiasaan, sikap, dan etos.

Ketika etika bisnis dari dokumen tidak dijadikan hidup dalam perilaku, kebiasaan, sikap, dan etos; maka, budaya etis tidak bisa diwujudkan oleh perusahaan. Tanpa budaya etis, perusahaan akan mengalami hal-hal negatif, seperti: penipuan, penyalahgunaan wewenang, pemborosan, dilema etika tanpa solusi, kehilangan pelanggan atau klien, kehilangan karyawan terbaik, kehilangan reputasi, serta perusahaan sulit memecahkan persoalan-persolanan bisnis yang terkait dengan profesionalisme dan etika.

Dalam budaya etis orang-orang saling menghormati, saling berkontribusi, saling meningkatkan reputasi perusahaan. Budaya etis adalah kekuatan yang menciptakan perusahaan yang kuat dan tangguh oleh para insan perusahaan yang mampu menciptakan dirinya sendiri untuk berperilaku etis. Sebaliknya, dalam budaya tidak etis orang-orang akan saling melecehkan; menonton rekan kerjanya yang kesulitan; menonton ketidakberdayaan perusahaan dalam menghadapi dilema etika; membiarkan perusahaan dalam kesulitan keuangan; tidak memiliki empati dan toleransi untuk membangun kekuatan saat perusahaan sedang susah payah; membiarkan reputasi perusahaan hancur dan mati. Budaya tidak etis adalah bom waktu yang bisa menghancurkan perusahaan dari berbagai aspek organisasi dan bisnis.

Budaya etis selalu dalam tantangan dan cobaan. Sebab, Setiap orang memiliki subculture atau budaya selain budaya perusahaan, misalnya: budaya yang bersumber dari rumah, keluarga, tradisi, agama, lingkungan, kepercayaan, pengetahuan, sekolah, dan orientasi hidup seseorang. Bila subculture tidak selaras atau tidak senafas dengan budaya etis perusahaan, maka pelanggaran etika berpotensi melemahkan budaya etis perusahaan. Kesalahan etis harus selalu diawasi dan dimonitor sejak dini, lebih baik mencegah daripada membiarkannya tumbuh dan merusak.

Sifat bisnis adalah global dan universal. Oleh karena itu, nilai-nilai dan keyakinan dalam etika bisnis haruslah bersifat global dan universal. Tidak boleh ada pemahaman etika bisnis yang sifatnya eksklusif, mengkhususkan, ataupun dibuat terpisah dari yang lainnya dengan alasan perbedaan keyakinan. Keyakinan bisnis hanya satu yaitu mencari keuntungan melalui jalan integritas dan akuntabilitas. Jadi, dokumen etika bisnis yang dibuat oleh perusahaan harus berstandar global dan berpraktis secara universal, sehingga semua orang dari belahan dunia manapun dapat menerima dan memahaminya.

Dokumen etika bisnis harus dijelaskan dan diuraikan secara rinci untuk tujuan membentuk perilaku etis. Intinya, penjelasan dan uraian yang rinci ini haruslah menjelaskan tentang bagaimana cara para insan perusahaan memainkan peran dan fungsinya dalam budaya etis; bagaimana cara mereka membentuk sikap dan perilaku etis; bagaimana cara manajemen, dewan direksi, dewan komisaris, dan pemegang saham memperlihatkan kemampuan untuk menjalankan budaya etis; bagaimana cara membentuk karakter dan kepribadian yang kuat untuk penguatan budaya etis; bagaimana cara menghadapi dilema etika yang pasti selalu muncul dari para stakeholders di luar perusahaan.

Para stakeholders dari luar perusahaan adalah orang-orang yang tidak ada dalam perusahaan, tetapi membawa kepentingannya dan kepentingan organisasinya. Mereka-mereka inilah sumber dilema etika yang paling rumit dan sulit. Tidak mungkin bagi perusahaan untuk mengendalikan mereka, apalagi bila mereka memiliki kekuasaan dan kewenangan dalam menentukan keberlangsungan operasional perusahaan. Di sinilah diperlukan kecerdasan untuk menghadapi oknum-oknum yang hadir atas nama institusi atau lembaga, tetapi beretika rendah. Lembaga atau institusi yang mereka wakili mungkin sangat etis dan berbudaya etis, tetapi oknum bisa saja terkontaminasi oleh subculture yang buruk, sehingga mereka berperilaku tidak etis. Oleh karena itu, perusahaan harus menghadapi oknum-oknum beretika rendah ini dengan bijak, sambil memperhatikan konsekuensi dari setiap pilihan dan keputusan, yang pasti harus selalu sadar bahwa akan ada konsekuensi atas tindakan dan pilihan yang dibuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

AKUNTABILITAS MERUPAKAN PERILAKU TERPENTING DALAM KARAKTER KERJA

AKUNTABILITAS MERUPAKAN PERILAKU TERPENTING DALAM KARAKTER KERJA

“Ketika akuntabilitas tidak terdapat dalam karakter kerja karyawan, maka perusahaan berpotensi mengalami kejatuhan dan kehancuran.”~Djajendra

Hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab, adalah ikatan yang menyatukan orang-orang untuk melaksanakan pekerjaan. Responsibilitas berarti tanggung jawab yang harus ditindaklanjuti secara profesional bersama kemampuan, keandalan, kompetensi, kualitas, dan kecerdasan.

Di tempat kerja, setiap karyawan menerima responsibilitas dari manajemen perusahaan. Di mana, responsibilitas atau tanggung jawab yang diberikan manajemen ini sekaligus berfungsi sebagai pembagian kekuasaan dan kewajiban. Dalam hal ini, manajemen memberikan sebagian kekuasaan dari organisasi (sesuai job diskripsi) kepada karyawan agar karyawan dapat melakukan pekerjaan dan mempertanggung jawabkannya (akuntabilitas) kembali kepada pemberi tanggung jawab/kerja. Setelah karyawan menerima kekuasaan yang diberikan oleh manajemen kepada mereka; maka, karyawan terikat dalam tanggung jawab diberbagi aspek kehidupan organisasi, seperti: tanggung jawab (responsibilitas) atas kewajiban, moral, tugas, pekerjaan, budaya, etika, etiket, prosedur, sistem, peran, fungsi, dan konsekuensi.

Responsibilitas yang diterima karyawan harus dibayar dengan akuntabilitas yang penuh integritas kepada manajemen. Pihak manajemen perusahaan berkewajiban memberikan peran yang jelas kepada karyawan, tanggung jawab dan jalur kewenangan yang jelas. Di mana, semua ini bersifat personal, artinya, tanggung jawab didedikasikan untuk satu orang, dan harus sangat jelas garis tanggung jawab, sehingga karyawan dapat mempertanggung jawabkannya (akuntabilitas) dengan sebaik mungkin. Responsibilitas (tanggung jawab) karyawan wajib dipertanggung jawabkan kembali (akuntabilitas) melalui laporan, hasil, dan kinerja sesuai target.

Karyawan yang akuntabel tidak pernah menyalahkan siapapun atas kesalahan maupun kegagalan yang dia dapatkan. Dia fokus seratus persen untuk mencapai keberhasilan. Dia selalu bertanggung jawab penuh atas wewenang yang telah ditentukan dengan sangat jelas. Dia selalu proaktif untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan dari manajemen. Dia selalu bahagia dan senang saat tanggung jawab dan wewenangnya dimonitor dan dinilai kinerjanya oleh manajemen. Dia memiliki etos kerja dengan perilaku positif untuk semua tindakannya. Dia selalu mengambil tanggung jawab pribadi untuk kinerjanya. Dia selalu rendah hati untuk melakukan apa yang diharapkan oleh manajemen kepadanya. Selama jam kerja, dia bekerja dengan sepenuh hati dan totalitas, dia tidak akan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak produktif. Dia selalu mampu membangun hubungan kerja yang mengarahkan semua orang untuk saling bertanggung jawab atas pekerjaan masing-masing. Karyawan yang akuntabel memiliki integritas yang teruji kejujuran dan kemampuannya.

Tanggung jawab karyawan yang utuh ada dalam wujud akuntabilitas. Akuntabilitas merupakan bagian terpenting dari karakter kerja yang andal. Akuntabilitas merupakan karakter kerja yang mampu memperlihatkan kualitas, tanggung jawab penuh, kesetiaan pada nilai-nilai dan budaya kerja, kompetensi, pengetahuan, wawasan, etos positif, dan mampu menjawab semua tantangan dengan solusi yang tepat.

Karyawan dengan akuntabilitas mampu memenuhi harapan dan kebutuhan organisasi secara profesional. Dia mampu memikul tanggung jawab seberat apapun dan kreatif dalam bertindak, serta cerdas menjelaskan tindakannya dengan penuh tanggung jawab. Akuntabilitas menjadikan karyawan mampu memberikan penjelasan tidak hanya pada apa yang terjadi, tetapi mengapa hal itu terjadi dan bagaimana proses terjadinya. Intinya, karyawan menguasai pekerjaannya dengan sempurna dan mampu mempertanggung jawabkannya dengan sempurna.

Ketika akuntabilitas tidak terdapat dalam karakter kerja karyawan, maka perusahaan berpotensi mengalami kejatuhan dan kehancuran. Banyak sekali kegagalan bisnis disebabkan oleh tidak adanya akuntabilitas dalam karakter kerja. Banyak sekali pemimpin tidak sadar-sadar bahwa akuntabilitas adalah karakter terpenting untuk mencapai kesuksesan. Bila sebuah perusahaan mengabaikan karakter akuntabilitas, maka perusahaan itu sedang menghambur-hamburkan semua uang dan aset-asetnya untuk kegagalan.

Karakter kerja yang akuntabel selalu bertanggung jawab penuh dengan integritas pribadi yang teruji jujurnya. Sukses dan kegagalan disikapi dengan penuh tanggung jawab pribadi. Tidak ada kata menyalahkan orang lain dalam kamus karakter akuntabilitas. Karakter akuntabel sangat percaya diri dan sangat rendah hati untuk mengakui hasil akhir. Apapun hasil akhirnya, mereka tetap bermental baja dan berjiwa kesatria. Mereka tidak pernah meninggalkan kejujuran, jiwa besar dan jiwa pengabdian total.

Kehidupan itu tidak pasti dan sangat dinamis, berhasil dan gagal hanyalah persepsi. Ketika Anda memiliki karakter akuntabilitas dalam integritas yang jujur, maka mental baja dan jiwa kesatria Anda akan tampil penuh semangat untuk mewujudkan semua tanggung jawab dengan sempurna. Anda akan tumbuh hebat, setiap tindakan Anda akan memperlihatkan keandalan dan kualitas luar biasa. Akuntabilitas adalah karakter yang hanya dipunyai oleh para pemenang, oleh orang-orang andal yang dapat melakukan kewajibannya dengan sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BISNIS MENUNTUT PERILAKU JUJUR DAN PENUH TANGGUNG JAWAB

“Bisnis seperti air dimanapun dia mampu menyusup dan menciptakan kolamnya.”~Djajendra

Apa yang baik dan tidak baik sudah diatur dalam etika. Sekarang, diperlukan perilaku jujur dan penuh tanggung jawab agar etika dapat dijadikan budaya kerja.

Kehidupan profesional yang baik dilandasi dengan etika. Kemampuan untuk menjalankan etika dan nilai-nilai positif dengan sempurna, menguatkan integritas pribadi untuk menangani berbagai situasi dan realitas yang kurang integritas.

Bisnis seperti air, dimanapun dia mampu menyusup dan menciptakan kolamnya. Bisnis pasti hadir di semua bidang kehidupan. Tidak ada bidang kehidupan yang tidak dikuasai energi bisnis. Oleh karena itu, semua pihak atau stakeholder harus mampu berlatih untuk memecahkan berbagai dilema etika di dalam kehidupan nyatanya.

Tidak membiarkan etika menciptakan ruang hitam-putihnya adalah sebuah kecerdasan. Kejujuran dan tanggung jawab haruslah bergerak di ruang kecerdasan dan hati nurani. Bila perusahaan membiarkan etika bisnis di ruang hitam-putih; maka, perusahaan berpotensi kehilangan klien, karyawan dan kinerja bisnisnya.

Etika bisnis diperlukan agar keputusan dan sikap bisnis berorientasi pada keadilan. Selain itu, etika bisnis merupakan alat yang dapat menciptakan efisiensi bisnis. Tantangan etika bisnis selalu muncul dari sudut persepsi. Biasanya, stakeholder memahami etika bisnis, tetapi mereka juga memiliki persepsi tentang harga dari kontribusi yang mereka berikan, sehingga disinilah biasanya mereka berharap kepentingannya diperhatikan dan dilayani dengan baik.

Setiap pilihan selalu membawa konsekuensi. Pebisnis yang cerdas mampu memilih yang terbaik untuk memecahkan masalahnya. Dia tetap ingin bisnisnya sukses, dia tetap ingin stakeholder percaya kepadanya, dia tetap ingin menjalankan etika bisnis dengan penuh tanggung jawab. Pebisnis yang andal tidak akan mengkhawatirkan dilema etika, dia mampu menemukan solusi untuk melancarkan bisnis dan hubungan baik dengan kliennya.

Bisnis menghidupi banyak kehidupan. Jangan sampai dilema etika membuat bisnis mati oleh aturan baik-buruk. Kehidupan bisnis harus selalu diperkuat agar dia bisa menghidupi kemanusiaan dan kebutuhan hidup. Bisnis yang baik mampu menjadi alat yang efektif untuk menumbuhkan kehidupan ekonomi masyarakat luas. Bisnis yang sehat mampu meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan daya beli masyarakat. Kehidupan bisnis tidak boleh dibebani dengan biaya tinggi, sebab bisnis akan melemah dan kesejahteraan masyarakat akan turun. Disinilah, peran etika bisnis menjadi penting.

Etika bisnis menuntut perilaku jujur dan penuh tanggung jawab. Perilaku yang bijak dan cerdas dalam implementasi etika bisnis menjadi syarat penting. Perilaku etis membantu perusahaan untuk menciptakan bisnis yang sehat dan adil. Perilaku etis meningkatkan kualitas lingkungan bisnis dengan moral dan kebaikan. Perilaku bisnis yang etis memberikan kejujuran, tanggung jawab, kebaikan, dan keadilan bagi semua stakeholdernya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

“Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik.”~Djajendra

Kolaborasi adalah dasar untuk mengeksekusi sebuah proyek dengan tepat. Kolaborasi berarti semua orang bersatupadu di dalam kerja sama yang terikat untuk mencapai tujuan. Tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, kolaborasi mampu mengatasi konflik, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok, serta mampu mengatasi ego individu dan ego sektoral. Kolaborasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian dan mengurangi potensi kegagalan.

Organisasi bisnis memiliki berbagai fungsi dan peran yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi. Walaupun setiap fungsi dan peran memiliki perbedaan orientasi pekerjaan, tetapi harus menyatu melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan inti bisnis. Setiap perbedaan harus menyatu dan mengalir dengan sempurna di dalam aliran kolaborasi.

Kolaborasi meningkatkan kecepatan, mengoptimalkan kapasitas dan memperbanyak peluang. Ketika orang-orang sudah mengalir sempurna di dalam kolaborasi, mereka menjadi pabrik penghasil ide-ide terbaik yang dapat diimplementasikan dengan sempurna. Tidak akan muncul kesulitan saat semua orang bersatupadu secara ikhlas di dalam aliran kolaborasi yang produktif.

Dalam aliran kolaborasi; semua bakat, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan energi positif menyatu untuk menghasilkan kinerja. Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik. Semua masalah dan tantangan selalu dapat dituntaskan di tempat munculnya masalah tersebut, sehingga semua rintangan dan tantangan dapat dimatikan sejak dia masih kecil.

Kolaborasi membuat organisasi bergerak dengan cepat, efektif, lincah, produktif, kreatif dan selalu berbagi di dalam kerjasama yang solid. Kolaborasi menjadikan setiap individu dan tim sebagai mitra berharga yang saling membantu dengan ikhlas untuk mencapai tujuan.

Karena kolaborasi menyatukan semua energi organisasi untuk fokus pada tujuan dan kepentingan organisasi, maka semua orang harus mendapatkan kejelasan dan kepastian. Tidak boleh ada kebingungan di dalam kolaborasi, semua orang harus tahu dan sadar tentang pentingnya hubungan kerja dengan etos yang menjadikan semua orang cepat dan produktif.

Kolaborasi harus diikuti dengan tanggung jawab penuh. Setiap bantuan, kontribusi, informasi, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan aliran kerja harus di dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mengurangi konflik, dan juga mengurangi ketergantungan.

Bisnis membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Bisnis membutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk meraih keuntungan. Bisnis membutuhkan momen yang paling tepat untuk mengeksekusi strategi. Bisnis yang hebat selalu memiliki tindakan yang membuat pesaing tidak berkutik. Oleh karena itu, kolaborasi harus menjadi kekuatan yang memastikan keberhasilan dari semua ketidakpastian di dalam organisasi. Setiap kolaborator harus cerdas mengidentifikasi semua potensi risiko dan menyiapkan energi bersama untuk mengambil langkah-langkah tepat bagi pencapaian terbaik.

Kolaborasi berarti secara struktural dan interpersonal harus berada dalam frekuensi yang sama, sehingga jarak organisasi dan jarak relasional sangat dekat, serta menyatu di dalam soliditas bersama yang produktif.

Para kolaborataor yang cerdas selalu siap berkeringat untuk sukses yang lebih baik daripada menangis selama kegagalan. Menyatukan dan mengalirkan proses bisnis dengan sempurna, serta mengatasi hambatan dan perbedaan untuk sebuah hasil akhir terbaik.

Tujuan utama kolaborasi adalah menguatkan keyakinan dan meminimalkan keraguan. Kolaborator terbaik selalu sadar untuk menyatukan jiwanya di dalam misi organisasi. Mereka menyiapkan dirinya untuk bisa hidup bahagia di dalam satu visi dan satu budaya. Mereka membangun strategi bersama untuk mencapai hasil akhir dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatu ke dalam kelompok berenergi positif dan mengalir dengan produktif di setiap batas wilayah proses kerja. Mereka menjadi kekuatan yang mempercepat aliran bisnis dan membersihkan semua penyumbat dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KUATKAN MENTAL UNTUK MENJALANKAN BISNIS DENGAN DOLLAR DI ATAS Rp 14.000,-

PIKIRAN BERTINDAK“Ketangguhan mental dan aliran energi pemenang di tengah krisis, akan menjadi kekuatan untuk meraih kemenangan bagi bisnis Anda.”~Djajendra

Sebuah titik krisis adalah ujian bagi ketangguan mental pebisnis. Siapa yang tangguh dan kreatif akan muncul sebagai pemenang. Krisis dan kesulitan pasti berlalu, tetapi saat mereka hadir, kepanikan dan kebingungan bisa membuat mental buntu dan tanpa solusi.

Bagi para pemenang, apapun tantangannya, dia selalu kuat, dan berani mengambil sikap untuk bergerak melalui disiplin bagi keberhasilan. Mereka mampu berprestasi di atas hambatan dan rintangan. Mereka selalu bersikap tegas, optimis, kreatif, berani, ikhlas dan fokus pada pencapaian terbaik. Mereka mampu memetakan persoalan dengan kreatif dan cerdas, lalu mengatasi semua hal di titik krisis dengan sempurna.

Bagi mental kalah, mereka begitu mudah terjebak di dalam kesulitan, lalu mengeluh dan putus asa dengan realitas. Mereka sangat pintar melempar kesalahan kepada yang lain, dan sibuk membuang energi untuk mencari alasan pembenaran atas ketidakmampuan mereka.

Ada sebuah cerita yang begitu luar biasa dari seorang pemenang sejati bernama Thomas Alva Edison. Pada tahun 1914 pabrik Thomas Edison terbakar habis, semua penemuan dan prototipe hancur terbakar menjadi abu, dan dia mengalami kerugian sekitar lebih dari 23 juta dollar pada saat itu. Atas kejadian tersebut, Thomas Alva Edison tidak sedih, dia hanya berkata “Bersyukurlah semua kesalahan kami terbakar. Sekarang kami bisa memulai lagi dengan lebih hebat.” Reaksi Thomas Alva Edison menggambarkan jiwa yang tangguh dan penuh optimis. Di saat semua kekayaannya terbakar habis, dia melihat peluang untuk bekerja dengan lebih hebat lagi. Ketika gagal 10.000 kali, Thomas Edison hanya berkata, “ saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan bekerja.” Thomas Alva Edison adalah role model tentang ketangguhan di tengah krisis. Dia tetap meningkatkan pencapaian di titik krisis yang dia hadapi. Dia tetap penuh semangat di titik krisis yang dia hadapi. Dia tidak pernah mengeluh, melemparkan kesalahan, dan lari dari kenyataan.

Landasan ketangguhan mental adalah pikiran positif dan kecerdasan emosional. Ketika emosi dan pikiran Anda dalam wilayah positif, maka Anda menjadi sangat optimis dan produktif. Energi positif dapat meningkatkan semangat untuk tampil lebih fleksible dalam menjalankan usaha.

Jadilah lebih percaya diri. Bila titik krisis sudah terjadi, tugas Anda adalah meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri untuk menemukan peluang baru dari keadaan yang ada. Oleh karena itu, tingkatkan semangat karyawan dan pimpinan perusahaan Anda. Latih mereka menjadi energi optimis dengan mental tangguh. Tingkatkan kemampuan mereka untuk menjadi lebih percaya diri dalam menemukan solusi. Tanamkan keyakinan positif dan optimis atas potensi krisis yang ada, jangan menutupi apapun, bangkitkan semangat kerja keras mereka di tengah ketidakamanan bisnis Anda. Mental karyawan dan pimpinan tangguh selalu bergairah dengan tantangan yang ada, dan sangat cerdas menginspirasi orang lain untuk membantu mereka mencapai kinerja yang diinginkan, walau realitas bisnis sedang di tengah krisis.

Krisis merupakan tanda untuk merangkul perubahan, dan tidak lagi ngotot dengan apa yang sudah direncanakan. Miliki perilaku kerja yang fleksible dan terus-menerus beradaptasi dengan perubahan. Krisis tidak boleh melumpuhkan proses bisnis Anda, tetaplah kreatif dan rendah hati. Kuatkan mental orang-orang di internal perusahaan, yakinkan dan bangkitkan semangat kerja dengan etos yang luar biasa untuk tetap menang di tengah badai krisis.

Jadilah rendah hati dan kreatif di tengah potensi perubahan oleh dampak krisis. Tenangkan pikiran, kuatkan energi positif, lancarkan energi dari otak sampai ke ujung kaki Anda. Bernafaslah dalam-dalam dan yakinlah bahwa Anda sangat terbuka untuk mengenali, memanfaatkan, dan menciptakan peluang di tengah krisis yang terjadi. Perubahan adalah pasti, dan bila Anda bersahabat dengan perubahan, Anda akan selalu menciptakan peluang baru bagi kemajuan bisnis Anda.

Bila bisnis Anda sedang mengalami kesulitan dan kegagalan, maka rangkullah kegagalan tersebut. Jangan marah atau memusuhi kegagalan. Orang-orang bermental tangguh selalu menerima kegagalan, kerugian, kehilangan dan kesulitan dengan tangan terbuka. Lalu, mereka menjadikannya sebagai guru dan belajar dari mereka untuk menuju sukses ke level yang lebih tinggi.

Walau Rupiah sudah di atas Rp 14.000,- per dollar Amerika, dan sebagian pebisnis yang sudah pusing tujuh keliling. Hal ini bukan sebuah akhir, tetapi sebuah awal untuk kemajuan yang lebih tinggi.Oleh karena itu, kuatkan mental dan energi pemenang melalui budaya organisasi Anda agar semua sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan etos kerja dari sumber daya manusia perusahaan Anda mampu menang di tengah krisis; mampu sukses dan mencapai kinerja terbaik di tengah potensi krisis.

Jangan terjebak di tengah krisis, jangan frustasi di tengah badai krisis. Kuatkan mental pemenang dan energi pemenang di tengah lingkungan kerja Anda agar semua insan perusahaan Anda mampu membuka jalan bagi keberhasilan bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERCEPAT EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN

MOTIVASI“Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata.”~Djajendra

Eksekusi bisnis berada di wilayah nyata, di wilayah tindakan. Di sini, diperlukan etos dan strategi yang tepat. Sering sekali para pemimpin begitu cerdas dalam menyusun strategi, tetapi pusing tujuh keliling saat berada di wilayah eksekusi atau tindakan. Strategi itu sendiri masih berada di wilayah pikiran, jadi belum menjadi sebuah gerak atau tindakan yang melibatkan banyak orang.

Siapkan fondasi yang kuat sebelum terjun ketindakan atau eksekusi. Fondasi atau dasar yang kuat dapat dihasilkan dari budaya organisasi yang kuat. Saat budaya organisasi kuat, setiap orang akan memiliki orientasi yang sama terhadap visi dan misi perusahaan. Orientasi yang sama adalah kekuatan yang mengarahkan dan menggerakan semua energi manusia untuk mewujudkan strategi menjadi nyata.

Harapan yang tinggi hanya dapat terwujud saat orientasi yang sama menjadi solid dan bergerak di dalam tindakan. Sebuah eksekusi bisnis harus melalui proses, biasanya dibutuhkan kekuatan dan waktu untuk menempu perjalanan proses. Bila fondasi budaya organisasi kuat, maka setiap orang di dalam perusahaan akan memiliki kekuatan untuk menempuh perjalanan penuh risiko dalam mewujudkan strategi menjadi eksekusi yang berkinerja tinggi.

Mempercepat eksekusi bisnis berarti di sini berbicara tentang hubungan antar manusia, hubungan yang diharapkan mengalir sempurna dalam kolaborasi kerja. Persoalannya, secara alami hubungan antar manusia itu tidak bisa absolut atau pasti, sangat banyak variable yang dapat menciptakan perbedaan persepsi, sehingga hubungan kolaborasi kerja bisa terganggu. Bila hubungan kolaborasi kerja terganggu akan berdampak pada melambatnya eksekusi. Perlu dipahami bahwa dalam hubungan antar manusia, orang melakukan apa yang mereka mau lakukan, bukan apa yang diharapkan mereka lakukan.

Mengelola hubungan antar manusia adalah persoalan realitas bukan konsep atau strategi. Sehebat apapun konsep dan strategi untuk menciptakan hubungan antar manusia yang andal dan hebat, itu semua masih di wilayah ilusi bukan wilayah nyata. Jadi, hubungan antar manusia harus diurus setiap detik, setiap menit dan setiap hari. Tidak bisa sebuah hubungan baik bersifat selamanya atau absolut. Hubungan manusia tidak abadi, sangat pragmatis dan ditentukan oleh berbagai kepentingan yang bersumber dari semua bidang kehidupan yang luas.

Ketika ilusi atau strategi Anda gagal untuk mengeksekusi sesuai harapan, maka itu berarti Anda melihat realitas. Berterima kasihlah dan belajarlah dari realitas tersebut. Jangan menyalahkan siapapun atau apapun. Menghukum orang lain tidak akan membuat Anda lebih cerdas dan kreatif. Menerima realitas akan membuat Anda mampu melakukan transformasi untuk hasil yang lebih baik.

Kreativitas dan inovasi adalah kecerdasan yang muncul karena ilusi kita gagal. Oleh karena itu, bila eksekusi bisnis Anda tidak menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan seperti yang Anda harapkan, maka lihatlah peluang yang tersembunyi di dalamnya. Jangan berikan energi dan waktu untuk hal-hal yang menambah stres dan rasa kecewa, fokuskan semua energi dan waktu untuk menguatkan kreativitas dan inovasi agar Anda segera menemukan jalan atau cara yang tepat, untuk melakukan eksekusi yang menguntungkan.

Ingat! Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, dan belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata. Mempercepat hasil bisnis berarti setiap individu harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas ke level yang optimal. Semua orang harus bekerja dengan sadar di dunia nyata dengan membangun proses kerja yang efisien dan produktif.

Tidak boleh ada kesenjangan antara strategi dan eksekusi. Walau keduanya berbeda dunia, tetapi memiliki ikatan batin yang kuat. Oleh karena itu, strategi harus mengarah pada tindakan yang meningkatkan pertumbuhan, efisiensi, produktivitas, dan keuntungan. Eksekusi harus selalu berupaya menjadikan strategi sebagai kekuatan yang membantu mewujudkan hasil akhir terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI UNTUK CALON KARYAWAN

“Dunia bisnis tidak pernah menyiapkan zona nyaman untuk siapapun. Bila ada yang sengaja menciptakan zona nyaman di tempat kerjanya, maka dia hanya menunggu waktu untuk disingkirkan oleh dunia kerja.”~Djajendra

Kehidupan kerja adalah kehidupan yang diatur dengan sistem, perintah, kebijakan, aturan, struktur, hirarki, target, kinerja, dan budaya organisasi. Calon karyawan yang masuk ke dunia kerja harus siap menjalani kehidupan kerja, yang pastinya sangat berbeda dengan kehidupan pribadi di rumah.

Kehidupan kerja wajib menjalankan etika. Sebagian terbesar dunia kerja adalah dunia bisnis. Siapapun yang bekerja dalam dunia bisnis harus tahu bahwa etika bisnis dan etika kerja adalah sesuatu yang sangat penting. Tanpa etika bisnis dan etika kerja, maka berbagai jenis risiko dapat merusak potensi bisnis yang ada.

Dunia kerja membutuhkan etos kerja dari setiap individu. Etos kerja seperti bahan bakar, untuk menggerakan kompetensi dan kualitas diri agar berkontribusi sesuai rencana. Sikap, watak, kepribadian, motivasi, karakter, keyakinan, semangat, dan komitmen untuk menjalankan proses kerja sesuai budaya kerja perusahaan, disebut sebagai etos kerja. Etos kerja ini hanya dapat dilihat di dalam tindakan, tidak akan terlihat di dalam rencana. Etos kerja adalah bahasa perbuatan atau tindakan, bukan bahasa konsep. Intinya, etos kerja itu seperti semangat suci untuk melayani pekerjaan, memberi, membantu, serta melakukan tugas dengan sepenuh hati dan totalitas.

Etos kerja memiliki prinsip dan nilai-nilai luhur yang harus diafirmasi setiap hari. Kemampuan untuk mengabdikan hidup dengan ikhlas dan totalitas di tempat kerja, akan menjadikan etos kerja individu lebih cemerlang. Dunia kerja adalah dunia ide yang sangat kreatif. Jangan pernah memimpikan kepastian. Kedinamisan dan ketidakpastian merupakan DNA bisnis. Oleh karena itu, siapkan mental untuk menghadapi kompleksitas di tempat kerja. Siapkan mental untuk terbiasa bekerja di luar zona nyaman. Dunia bisnis tidak pernah menyiapkan zona nyaman untuk siapapun. Bila ada yang sengaja menciptakan zona nyaman di tempat kerjanya, maka dia hanya menunggu waktu untuk disingkirkan oleh dunia kerja.

Ketika calon karyawan mulai menjalankan rutinitas kantor atau pabrik, maka dunia kerja mengharuskan dia untuk hidup bersama budaya kantornya. Pola kehidupan rumah otomatis berganti pola kehidupan kantor. Tempat kerja menghendaki karyawan untuk berjuang dan bekerja sesuai budaya dan tata kelolanya.

Setiap calon karyawan secara alami membawa sifat, sikap, perilaku, dan karakter dari kehidupan rumahnya ke dalam kantor. Harus diingat bahwa sifat, sikap, perilaku, dan karakter merupakan bagian terpenting dari budaya. Jadi, setelah menjadi karyawan tetap, maka budaya organisasi mengharuskan calon karyawan untuk memiliki sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai budaya perusahaan. Bila karyawan gagal menyatukan sikap dan perilaku kerjanya sesuai nilai-nilai perusahaan, maka budaya organisasi akan menjadi lemah, dan perusahaan akan kehilangan energi suksesnya untuk mencapai kinerja terbaik.

Karyawan bukanlah mesin atau alat, tetapi merupakan medan energi yang membentuk budaya kerja dan etos kerja untuk pencapaian terbaik.  Akumulasi energi karyawan merupakan kekuatan untuk mewujudkan visi, dan menjaga kinerja harian dengan etos kerja.

Tempat kerja adalah tempat berkumpulnya berbagai kepribadian, kualitas, kompetensi, sikap, perilaku, dan karakter. Struktur organisasi yang kuat dan teratur mampu menyatukan semua perbedaan menjadi sebuah kekuatan dalam wujud budaya perusahaan. Selama semua kekuatan di internal organisasi mengalir di dalam budaya kuat, tidak akan ada kekuatan negatif yang merusak potensi sukses.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA YANG INOVATIF

“Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.”~Djajendra

Dunia bisnis selalu dinamis. Diperlukan budaya kerja yang siap berubah dan beradaptasi dengan segala kemungkinan. Sumber daya manusia yang berbudaya kerja inovatif mampu bergerak mengikuti kedinamisan bisnis dan organisasi. Budaya kerja yang inovatif mendorong karyawan untuk memiliki solusi, memperkenalkan sesuatu yang baru dan unggul, berkreasi dan melakukan pembaruan, serta memecahkan masalah dengan solusi yang tepat.

Perubahan itu pasti dan nyata. Dunia bisnis tidak boleh ragu menghadapi perubahan. Dunia bisnis tidak boleh diam menghadapi kedinamisan. Sikap diam menghadapi perubahan berarti menyerah dan menggiring perusahaan menuju keusangan. Budaya kerja inovatif tidak akan membuat karyawan diam dan bingung saat kehidupan bisnis memanggil untuk pembaruan.  Budaya kerja inovatif di perusahaan membuat karyawan dan pimpinan mampu proaktif terhadap kedinamisan.

Budaya inovatif mengharuskan karyawan dan pimpinan menjadi pembelajar yang rendah hati. Tanpa ilmu, pengalaman, pemahaman, wawasan, dan keterampilan baru, sulit untuk benar-benar menjalankan budaya inovatif. Budaya inovatif membutuhkan kecerdasan kreatif yang luar biasa. Ide-ide baru yang hebat harus dapat dilahirkan, harus dapat diwujudkan menjadi karya dan produk sesuai harapan pasar.

Budaya kerja inovatif tidak boleh dibiarkan dalam ruang skeptisisme, tetapi harus selalu di ruang optimisme. Sikap optimis dan keyakinan untuk menang, adalah kekuatan dari budaya inovatif. Semangat inovatif harus selalu dimotivasi agar karyawan bahagia menghabiskan jam kerjanya untuk inovatif.

Budaya inovatif hanya tumbuh di ruang yang penuh perbedaan, beragam persepsi, dan kaya dengan skenario. Setiap orang harus berani berbeda dan tidak harus satu pemikiran. Tetapi, ketika keputusan akhir sudah diambil dan ditentukan, maka semua orang harus bersatupadu dalam soliditas dan kolaborasi untuk mewujudkan keputusan tersebut.

Tidak ada ruang nyaman dan jangan biasakan bersembunyi di dalam zona nyaman. Budaya kerja inovatif tidak menyiapkan ruang nyaman untuk siapapun. Semua orang harus terlatih dan terbiasa hidup dalam kreativitas dan bergerak dinamis menuju ke depan. Gerak dan langkah yang tak terhenti merupakan kekuatan, yang membantu terciptanya budaya kerja yang inovatif.

Semua orang harus terbiasa untuk melakukan sesuatu yang baru. Berani mencoba hal-hal baru. Tidak membiasakan diri untuk mencari kenyamanan, tetapi menjadikan diri kreatif dalam menghadapi perubahan dan kedinamisan.

Dalam budaya kerja inovatif, tidak ada yang permanen dan bersifat tetap. Semuanya bisa berubah, semuanya bisa melakukan pembaruan, semuanya bisa beradaptasi terhadap dunia nyata. Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

KUTA BALI-KEMENKES 2014SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

“Sikap ngotot pikiran dan ego diri sendiri, yang mengabaikan fakta dan realitas, membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.”~Djajendra

Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah jalan untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi. Bila energi entrepreneurship hilang dalam kehidupan sebuah bangsa, maka ekonomi bangsa tersebut menjadi stagnan atau kehilangan kekuatannya.

Kewirausahaan mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, mampu menyejahterakan kehidupan ekonomi keluarga, mampu menguatkan ekonomi bangsa, dan mampu menjadikan negara kaya raya.

Semangat kewirausahaan diperlukan untuk menciptakan nilai tambah, dan untuk mengembangkan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan. Kewirausahaan yang andal dan produktif menjauhkan kehidupan dari krisis ekonomi dan keuangan.

Kewirausahaan haruslah dijadikan budaya kehidupan. Bila sebuah bangsa terlatih dan bermental wirausaha, maka perhatian setiap orang akan terfokus pada penciptaan nilai tambah. Kreativitas dan inovasi akan menjadi kompetensi yang menguatkan kewirausahaan tersebut.

Setiap karyawan di dalam perusahaan adalah bagian dari wirausaha. Artinya, karyawan wajib bermental wirausaha agar dapat melayani, dan memberikan kontribusi nilai tambah kepada perusahaan. Oleh karena itu, semangat kewirausahaan di tengah-tengah rutinitas kerja karyawan, harus dikuatkan oleh pemimpin perusahaan. Bila karyawan kehilangan kekuatan wirausaha, maka perusahaan sulit mencapai kinerja terbaik.

Kewirausahaan adalah tentang berkarya dan bekerja yang fokus pada nilai tambah. Jiwa wirausaha tidak asal kerja atau diperbudak oleh kerja, tetapi bekerja dan berkarya untuk nilai tambah. Dan, akumulasi dari nilai tambah menciptakan kekayaan ekonomi.

Peningkatan semangat kewirausahaan harus dalam optimisme. Semakin optimis dan sadar untuk menjadikan wirausaha sebagai jalan menuju kesejahteraan, semakin sejahteralah kehidupan ekonomi sebuah bangsa. Semangat kewirausahaan menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif, sehingga mudah menemukan solusi dan jalan keluar, untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi.

Jiwa wirausaha mudah menciptakan pasar. Pasar adalah tujuan terpenting dari sebuah proses kewirausahaan. Apapun produk atau jasa yang dihasilkan dari sebuah proses kewirausahaan, dia harus menemukan atau menciptakan pasarnya. Pasarlah yang akan menentukan kekuatan wirausaha. Jiwa wirausaha harus memiliki intuisi di dalam pasar, dan menciptakan produk atau jasa sesuai maunya pasar. Kemampuan untuk melayani dan beradaptasi dengan kekuatan pasar, akan menjadikan kewirausahaan semakin kuat dan andal.

Kemampuan untuk menciptakan keunikan dan reputasi, menjadikan kewirausahaan semakin unggul dan andal. Memanfaatkan kekuatan teknologi dan kecerdasan menandai fokus pasar, menjadikan kewirausahaan selalu di jalan yang tepat.

Siklus sebuah produk atau jasa haruslah menjadi bagian dari kecerdasaan kreatif. Pasti ada siklus lembah dan puncak dalam semua bisnis. Oleh karena itu, kewirausahaan haruslah terbiasa dengan perubahan, kreativitas, dan inovasi. Sikap ngotot dengan maunya pikiran dan ego diri sendiri, serta sikap yang suka mengabaikan fakta dan realitas, akan membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah proses kreatif dan inovatif, yang menghubungkan karya dengan kebutuhan. Karya bisa dalam wujud jasa ataupun produk, dan kebutuhan dapat diciptakan melalui proses marketing. Jadi, walaupun sesuatu itu masih baru dan belum dipahami oleh pasar, tetapi bila disampaikan kepada pasar dengan bahasa marketing yang hebat, maka pasar pasti mengerti dan menerimanya.

Kewirausahaan adalah pencipta bisnis, yang cerdas melihat masa depan.  Menciptakan produk atau jasa yang baru, lalu menciptakan iklan yang memotivasi pasar, untuk menggunakan produk atau jasa tersebut, adalah bagian terpenting dari sebuah proses kewirausahaan.

Kualitas kewirausahaan ditentukan dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap kedinamisan pasar, efisiensi proses, inovasi, kinerja tinggi, kepemimpinan, dan keberlanjutan penciptaan nilai tambah ekonomi. Dan juga, kemampuan untuk pemecahan masalah, menggunakan ide-ide secara tepat, dan kemampuan komersial.

Entrepreneurship atau kewirausahaan haruslah mampu menghasilkan ide-ide ekonomi, dan menjadikannya sebagai kekuatan, untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi bagi banyak orang. Kehidupan sosial yang sejahtera dan terjamin pertumbuhan dan pemerataan ekonominya, haruslah menjadi semangat kewirausahaan. Semakin merata kekayaan ekonomi masyarakat, semakin besar pasar yang tercipta untuk kekayaan wirausaha.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KREATIVITAS MENGHASILKAN ENERGI SUKSES, SOLUSI, DAN KEPUTUSAN TERBAIK

“Musuh kreativitas adalah rasa takut dan rasa senang di dalam zona nyaman.”~Djajendra

Dunia bisnis adalah dunia yang sangat dinamis, membutuhkan perubahan secara terus-menerus. Bisnis tanpa perubahan sulit berkompetisi. Bisnis tanpa jiwa kewirausahan sulit memahami kreativitas. Jiwa wirausaha adalah jiwa yang melakukan penciptaan, kreativitas, inovasi, dan memiliki gairah untuk mewujudkan visi.

Kreativitas adalah tentang “bertindak dan melakukan,” dengan pikiran, emosi, persepsi, keyakinan, pengetahuan, wawasan, pengalaman, intuisi, dan didukung oleh hasrat dan gairah tanpa batas dari dalam diri.

Kreativitas merupakan cara terpenting untuk dapat menjalankan bisnis dengan berkualitas. Seseorang yang kreatif selalu mampu melihat masalah dalam beberapa dimensi. Seseorang yang kreatif memiliki kemampuan dan intuisi, untuk memahami masalah yang dihadapi dengan cerdas. Orang-orang kreatif cerdas menyatukan ide-ide yang ada untuk sesuatu yang baru. Orang-orang kreatif sangat cerdas melahirkan ide-ide baru untuk sesuatu yang belum ada. Orang-orang kreatif sangat cerdas mengkontribusikan ide-ide terbaik, untuk solusi dan pembuatan keputusan. Orang-orang kreatif selalu kaya dengan pengetahuan, wawasan, pengalaman, dan intuisi.

Kreativitas dan inovasi diperlukan untuk tetap unggul ditengah kompetisi. Perusahaan yang kreatif selalu fokus untuk menciptakan produk-produk baru, proses bisnis yang terbarui, menemukan pasar yang baru, usaha baru, saluran distribusi yang baru, inisiatif-inisiatif yang penuh gairah dan harapan. Kreativitas menjadikan bisnis tumbuh dan berkembang, untuk meraih berbagai kesempatan dan peluang.

Kewirausahan membutuhkan banyak ide-ide baru. Membutuhkan orang-orang yang bekerja dengan pendekatan kreatif. Menyiapkan orang-orang yang siap bekerja di luar zona nyaman. Membutuhkan keterampilan imajinatif untuk sesuatu yang unik dan baru.

Energi kreatif menciptakan solusi baru untuk masalah sesulit apapun; menciptakan metode baru untuk sebuah proses yang diimpikan; menciptakan alat dan cara baru untuk kontribusi yang lebih produktif; menghasilkan ide-ide baru yang mampu memecahkan masalah. Kreativitas berkembang dari pengetahuan yang berakar di dalam diri; berkembang dari pengalaman dan pemahaman terhadap pekerjaan yang ditekuni; dan juga dihasilkan dari kemampuan interaktif dan empati atas permasalahan yang ada.

Musuh kreativitas adalah rasa takut dan rasa senang di dalam zona nyaman. Rasa takut dan rasa senang di zona nyaman, merupakan jebakan yang menghambat proses kreatif. Zona nyaman menghentikan kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru. Zona nyaman merupakan ekspresi dari ketidakberanian untuk mengambil risiko. Zona nyaman menjadikan orang-orang tidak berani untuk kreatif, sebab mereka takut gagal.

Kreativitas sangat diperlukan untuk mengumpulkan ide-ide terbaru, diperlukan untuk pemecahan masalah dan menemukan solusi dari masalah-masalah berat. Kreativitas menjadikan seseorang penuh semangat, untuk terlibat dan mengeksplorasi masalah agar menemukan jalan keluar terbaik.

Kreativitas memiliki logika kreatif dan mampu memprediksi masa depan dari sebuah bisnis, sehingga mampu menyiapkan produk-produk baru, atau produk-produk inovatif, untuk melayani kebutuhan dan harapan di masa depan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LAYANAN YANG HEBAT MENGHASILKAN PENJUALAN YANG HEBAT

DJAJENDRALAYANAN YANG HEBAT MENGHASILKAN PENJUALAN YANG HEBAT

“Bisnis yang hebat selalu beradaptasi dengan selera dan persepsi konsumen. Bisnis yang hebat selalu sadar bahwa perilaku konsumen sangat dinamis dan tak terduga.”~Djajendra

Seorang penjual yang andal pasti cerdas memahami pembeli. Dia tidak hanya harus hebat tentang produk dan jasa yang dijualnya, tetapi dia harus sangat hebat dan penuh empati, untuk berkomunikasi dan menjual apa yang dibutuhkan oleh pembeli.

Keberhasilan seorang penjual berasal dari menjadikan pelayanan sebagai bagian terpenting dari kehidupan sehari-hari. Membiasakan dan mendisiplinkan proses penjualan untuk fokus pada pelayanan yang diinginkan pelanggan, akan menjadikan penjualan sukses.

Produk yang hebat memiliki pelayanan sepenuh hati. Setiap produk dan jasa yang dibuat di dalamnya harus ada semangat pelayanan sepenuh hati. Pelayanan yang baik menentukan keberhasilan penjualan dan keuntungan.

Di era kompetis ini, sangat banyak perusahaan yang membuat produk dan jasa sejenis, yang membedakan hanyalah karakter pelayanan. Semakin mampu memahami pembeli, semakin mampu memberikan kebaikan dan kualitas kepada pembeli, semakin sukses penjualan.

Bila sikap baik dan perilaku santun hilang di dalam sebuah pelayanan, maka pelayanan itu akan ditinggalkan. Pelayanan sepenuh hati membantu produk dan perusahaan mendapatkan reputasi dan kepercayaan.

Sudah bukan zamannya lagi penjual mengatur pembeli. Zaman telah berubah, kompetisi sangat ketat, persaingan hanya dapat dimenangkan dengan kualitas dan pelayanan terbaik.

Peningkatan loyalitas pelanggan hanya dapat dilakukan dengan pelayanan, kualitas, dan profesionalisme. Loyalitas pelanggan akan meningkatkan kepercayaan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang melebihi sebelumnya.

Perusahaan yang mampu memberikan layanan yang luar biasa, yang melebihi harapan pelanggan, akan memanen keuntungan. Sedangkan perusahaan yang mengabaikan pelayanan dan terlalu fokus pada produk, akan mengalami penurunan penjualan. Zaman sekarang adalah zaman pelayanan dan zaman kualitas. Jadi, siapapun yang mampu menguasai pelayanan dan kualitas pastilah menjadi pemenangnya.

Pembeli selalu ingin mendapatkan informasi yang rinci, dan selalu ingin tahu banyak tentang produk dan jasa yang mereka sukai. Oleh karena itu, penjual yang baik pasti menjadi pelayan yang andal, untuk memenuhi rasa ingin tahu pembeli.

Seorang penjual yang baik pasti membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dan menjaga integritas agar hubungan saling percaya dapat meningkatkan target dan kinerja.

Perilaku yang positif dan baik; tindakan yang sepenuh hati dan profesional; cara pelayanan yang terfokus, untuk memberikan yang terbaik dari hati yang paling tulus dan melayani; akan menjadikan penjual selalu unggul dan berkinerja hebat.

Penjual dan perusahaan harus menciptakan trust, dan membangun hubungan interpersonal yang mampu meningkatkan kualitas komersial produk dan jasa.

Seorang penjual wajib memiliki orientasi atau pandangan hidup yang melayani kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Seorang penjual wajib menyiapkan dirinya dengan pengetahuan, wawasan, keahlian menjual, keandalan untuk melayani, dan kualitas yang membuat pelanggan bahagia.

Seorang penjual wajib memiliki energi positif yang disenangi oleh pelanggan; wajib memiliki aura tubuh yang memancarkan energi baik, untuk mengakrabkan hubungan dengan pelanggan.

Seorang penjual wajib fokus pada pelayanan, dan tidak terjebak dalam orientasi menjual, tetapi selalu fokus pada orientasi melayani.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA KEKUATAN PRODUK UNGGULAN

“Rawatlah produk unggulan dengan kreatif dan berkualitas, karena produk unggulan sudah pasti akan memberikan kehidupan pada perusahaan Anda.”~Djajendra

Temukan kekuatan di dalam bisnis Anda. Diantara produk-produk yang Anda miliki, mana yang paling kuat dan unggul? Jangan mengabaikan produk yang sudah kuat. Fokuskan kekuatan bisnis pada produk unggulan agar kinerja bisnis bisa lebih meningkat.

Bisnis yang hebat lahir dari kemampuan untuk fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas. Sekecil apapun usaha yang Anda miliki, Anda pasti bisa menjadikannya lebih besar dan selalu sukses. Caranya adalah dengan memberikan perhatian yang lebih kreatif dan fokus terhadap produk unggulan. Siapkan strategi dan taktik yang tepat agar produk unggulan dapat secara terus-menerus menjadi sumber keuntungan usaha.

Produk unggul adalah kekuatan inti yang harus dimanfaatkan secara optimal. Konsentrasikan sumber daya perusahaan pada kekuatan inti, dan layani pasar dengan seoptimal mungkin agar produk unggulan dapat menjadi kekuatan yang menguasai ceruk pasar, serta berkemampuan untuk tumbuh dan menguasai pangsa pasar yang lebih besar.

Dunia bisnis adalah dunia kompetisi. Jadi, perusahaan yang mampu memiliki kredibilitas dan reputasi atas produk unggulannya, dipastikan dapat memenangkan kompetisi dan selalu memimpin pasar dengan sukses.

Dalam realitas bisnis, sering sekali produk yang sudah sukses kurang dirawat. Pebisnis lebih suka berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru, sehingga perhatian pada produk baru menjadi lebih besar, sedangkan pada produk lama yang menjadi kekuatan inti bisnis suka diabaikan. Padahal untuk saat ini produk lama tersebutlah yang sedang memberikan kehidupan pada perusahaan.

Produk yang kuat dan unggul harus dirawat dengan hati-hati. Sebab, produk unggul tersebut sedang menjadi kekuatan inti perusahaan. Produk yang kuat inilah yang sedang memberi makan setiap insan perusahaan. Jadi, fokuskan sumber daya dan energi kolektif bisnis untuk menjadikan kekuatan inti perusahaan lebih maksimal.

Dalam strategi pemasaran, wilayah sukses dan wilayah keahlian adalah kekuatan. Jadi, bila sekarang ini produk unggulan tersebut sudah berada di wilayah sukses, serta sumber daya manusia perusahaan sudah menguasai wilayah keahlian di dalam pasar, maka perusahaan pasti mampu menangani setiap kebutuhan dan tantangan pasar. Miliki visi untuk membangun pasar yang memudahkan produk unggulan menjadi yang terbaik, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menjaga emosi positif dan mengelola harapan dengan bijak. Setelah produk unggulan menguasai wilayah sukses di pasar, perusahaan harus fokus menjaga produk tetap di wilayah sukses, dan pemimpin usaha harus mampu mengendalikan ambisi pribadi yang berlebihan, sehingga tidak menciptakan spekulasi yang merugikan posisi produk di wilayah sukses.

Walaupun produk unggulan tersebut sudah menguasai wilayah sukses di pasar, dan sumber daya manusia sudah memiliki keahlian untuk menjaganya. Tetapi, tetaplah diperlukan perbaikan dan perawatan tanpa henti. Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk kreatif dan fokus menangani perbaikan produk unggulan. Intinya, produk unggulan tidak dianggap sudah terlalu kuat dan hebat, tetap rendah hati untuk menjaga mutu, pelayanan, dan tuntutan pasar.

Sumber daya manusia adalah bagian terpenting yang menentukan keberhasilan produk unggulan dalam jangka yang lebih panjang. Perusahaan secara berkelanjutan dan terus-menerus wajib meningkatkan keahlian, wawasan, pengetahuan, dan keandalan sumber daya manusia agar mereka selalu siap untuk menjaga dan merawat produk unggulan.

Produk unggulan harus cerdas mengungkapkan kekuatan uniknya, sehingga tidak ada pesaing yang mampu menciptakan produk baru untuk mengalahkan produk unggulan Anda.

Bisnis yang hebat ada pada kekuatan produk unggulan, yang bila selalu disempurnakan kualitas dan pelayanannya dengan lebih kreatif, maka produk unggulan tersebut akan menjadikan perusahaan lebih kuat dan lebih kaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com