Menyikapi Emosi Orang Lain

“Kata-kata buruk dapat mengakibatkan hubungan baik menjadi hubungan yang sangat buruk.”~Djajendra

Setiap orang memiliki emosi yang dapat mempengaruhi hidup kita. Emosi baik dan emosi buruk ada dimana-mana, bagi kita, tidak mudah untuk menghindari emosi yang dihadirkan oleh orang lain. Semua orang mempunyai emosi marah, bosan, senang, gembira, sedih. Kita hidup di tengah bermacam emosi yang dapat diproduksi oleh siapa pun. Jika kita mudah terpengaruh dengan emosi orang lain, maka hidup kita akan dikendalikan oleh orang-orang di luar diri kita.

Diri kita adalah bagian dari kehidupan yang luas. Oleh karena itu, tidak mungkin kita mampu mengendalikan emosi orang lain, tetapi kita mampu menggeser diri kita dari pengaruh emosi buruk orang lain. Caranya, kita mengambil sikap untuk menerima dan memahami emosi orang lain, tanpa menghakimi atau pun menilainya. Kita harus bisa keluar dari medan energi negatif emosi orang lain. Kita tidak boleh menyediakan diri kita sebagai tempat pembuangan emosi buruk orang lain. Ketika emosi buruk orang lain menyerang kita, maka kita hanya menjadi saksi yang tidak merasakan emosi buruk tersebut.

Menjadi pribadi yang selalu tenang, sabar, bersikap dan berpikir positif. Jika orang-orang pembawa emosi buruk itu lebih kuat dari batas toleransi, maka jauhi orang-orang itu. Jika tidak mungkin menjauhi mereka, kendalikan diri agar tidak terpancing untuk marah. Jaga ketenangan, tidak perlu menyinggung atau menasihati orang tersebut. Lebih baik diam, tenang, sabar, dan jangan pernah mengeluarkan kata-kata atau reaksi untuk melayani emosi buruk tersebut.

Tumbuhkan diri dalam kesadaran untuk tidak terluka oleh emosi buruk orang lain. Kenali diri sendiri dengan baik. Kembangkan karakter, perilaku, kebiasaan-kebiasaan, dan ciptakan sifat baik atas semua emosi buruk yang diproduksi oleh orang di luar diri kita. Jangan membiarkan hati, mulut, dan pikiran kita untuk memproduksi emosi buruk akibat dari emosi buruk orang lain.

Secara lengkap, kita harus menyiapkan karakter diri yang mampu membatasi diri pada reaksi emosi buruk. Setiap saat, kita harus merasa terlatih untuk memiliki mental yang hebat, sehingga tidak mudah diterobos oleh emosi buruk dari sumber manapun. Kita harus bisa merasakan bahwa diri kita adalah sebuah kekuatan yang sangat mandiri, dan mampu menetralisir semua yang buruk.

DJAJENDRA 07022024

Discover more from MOTIVASI DJAJENDRA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading