DALAM HUBUNGAN BAIK ADA BENIH HUBUNGAN TIDAK BAIK

“Jika kesadaran dalam bentuk toleransi dan empati mengisi kualitas suara hatinya, maka kebaikan hati mampu memaafkan semua yang selama ini dirasakan telah menyakiti hatinya.”~Djajendra

Pikiran kita yang terlalu banyak menuntut dan berharap agar orang-orang menjadi sama dengan kita akan membentuk sifat yang sulit memperbaiki hubungan. Hubungan baik terbentuk jika kita menerima semua sifat dari segala sesuatu yang diperlihatkan oleh orang lain. Kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki kata-katanya, sifatnya, niatnya, tindakannya, dan pemikirannya yang mungkin bertolak belakang dengan kita. Dalam setiap hubungan baik ada benih hubungan tidak baik. Pemikiran dan sifat kita yang dinamis dan mudah berubah menyebabkan masalah dalam hubungan. Hubungan baik dan hubungan tidak baik keduanya datang dari hati dan pikiran yang sama. Seseorang yang hari ini sangat baik mungkin di masa depan menjadi orang yang sangat tidak baik. Sebaliknya, seseorang yang bermusuhan pada hari ini mungkin menjadi sahabat sehati di masa depan. Pikiran kita tidak pernah stabil, apa pun bisa terjadi dalam semua hubungan kita dengan siapa pun.

Sifat manusia mudah berubah dan tidak mungkin selalu menjaga janji untuk selamanya. Perubahan dan tuntutan kehidupan memungkinkan seseorang memperoleh hambatan dari orang yang selama ini sudah memberikan banyak kemudahan. Hanya orang yang mau menerima suka dan duka dalam pikiran yang stabil memiliki kemampuan untuk menjaga hubungan jangka panjang. Jika kita betul-betul mau memiliki hubungan baik, maka kita harus ikhlas dan tulus menerima semua sifat dan kepribadian dari segala sesuatu yang muncul dari orang lain. Misalnya, orang yang sangat kita percaya dan yang sangat kita cintai telah mengkhianati kita, jika kita ikhlas menerima pengkhianatan itu, maka hubungan baik masih dapat dipertahankan. Itulah artinya, menerima sifat dari segala sesuatu yang dihasilkan oleh orang lain.

Hubungan baik mudah berakhir dalam kemarahan dan kebencian. Dalam cinta dan kasih sayang yang luar biasa terdapat benih kebencian dan kemarahan. Selama kita tidak memiliki keikhlasan dan toleransi untuk menerima segala sesuatu yang dihasilkan oleh orang lain, maka hubungan baik kita mudah berubah menjadi hubungan tidak baik. Di mana ada cinta dan kepedulian, kebencian dan ketidakpedulian juga lahir. Semua ini ditentukan cara berpikir kita dalam mempertahankan kepentingan kita. Di mana ada kesulitan, kemudahan juga lahir. Jadi, dalam hubungan yang sulit sesungguhnya sudah lahir benih hubungan baik. Oleh karena itu, jika kita cerdas dan bijak dalam menjalani hidup ini, maka kita tidak akan pernah mempunyai musuh yang abadi, semuanya bisa berubah seiring waktu dan kepentingan.

Tidak ada musuh abadi dan tidak ada teman sejati, semuanya bisa berubah sesuai kepentingan dan pemikiran kita yang beradaptasi dengan perubahan. Jika Anda merasa sangat sakit dengan seseorang, mungkin rasa memaafkan Anda mampu memulihkan hubungan baik. Tidak ada yang tidak mungkin dalam membangun hubungan baik. Dalam lubuk hati terdalam setiap orang ada cinta, ada benci, ada marah, ada dendam, ada kasih sayang; dan jika kesadaran dalam bentuk toleransi dan empati mengisi kualitas suara hatinya, maka kebaikan hati mampu memaafkan semua yang selama ini dirasakan telah menyakiti hatinya. Hubungan baik paling mudah dibangun dari rasa empati dan toleransi, baru kemudian diperkuat dengan kepedulian dan perhatian yang pada akhirnya memunculkan cinta dan kasih sayang yang tulus.

Pikiran kita setiap hari hidup dalam konflik. Pikiran kita yang terbiasa dalam konflik kerjanya tidak lebih hanya melawan sifat kita, melawan diri sejati kita. Kita dibuat tak berdaya dan marah dengan realitas yang kita alami. Jika kita secara sadar tidak mengendalikan pikiran, maka pikiran selalu bergerak liar ke hal-hal yang sebenarnya tidak menguntungkan hidup kita. Hubungan baik tidak mungkin dihasilkan dari pikiran yang bergerak liar tanpa kendali. Pikiran yang liar hanya mampu membangun hubungan jika dia merasa seseorang menarik baginya. Karena sifat hubungan ini lahir dari pikiran liar, maka dalam waktu yang singkat pikiran liar juga bisa menciptakan perasaan tidak nyaman dari seseorang yang sebelumnya menarik dia. Intinya, pikiran liar tidak memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan untuk merawat hubungan dalam energi empati dan toleransi, dia selalu melihat setiap hubungan sesuai kepentingannya, bukan untuk kepedulian dan cinta dalam jangka panjang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGENDALIKAN EMOSI ATAU DIKENDALIKAN EMOSI

“Emosi adalah energi yang menggerakkan hidup kita.”~Djajendra

Kita adalah manusia dan emosi adalah bagian dari kita. Kita sangat membutuhkan emosi baik yang mendorong hidup kita untuk mencapai kemajuan. Kita juga harus mampu mengendalikan emosi buruk yang mendorong hidup kita ke dalam stres, marah, dendam, kesal, dan hal-hal yang membawa hidup kita pada kondisi buruk. Perlu dipahami bahwa hidup kita bukan untuk menghilangkan emosi buruk, tetapi mendengarkan dan memahami pesan yang diberikan oleh emosi buruk itu, kemudian melalui kesadaran, kita memanfaatkan emosi tersebut untuk tujuan positif. Hal yang harus kita kendalikan dan tidak boleh dilakukan adalah mengekspresikan emosi buruk itu dalam kehidupan sosial kita. Di dalam diri boleh kita merasakan emosi buruk tersebut, kemudian secepatnya melakukan transformasi menjadi emosi baik untuk mendorong kita ke jalan yang terang dan positif.

Emosi adalah energi yang menggerakkan hidup kita untuk berbagai macam hal dalam kehidupan. Kita membutuhkan emosi yang membara dalam motivasi dan gairah, yang membuat kita merasa optimis dengan hidup kita. Kita membutuhkan emosi yang mendorong kita untuk selalu semangat dan percaya diri. Pikiran dan tubuh kita membutuhkan emosi-emosi baik untuk membuat mereka merasa hebat dalam menjalankan hidup. Intinya, semua emosi harus selalu berada dalam kendali kita untuk dapat kita manfaatkan bagi kemajuan yang kita memperjuangkan. Ketika emosi berada di luar kendali kita, maka kita kehilangan pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa yang kita alami; emosi yang tidak terkendali ini akan menyesatkan jalan hidup kita dan kepribadian kita akan dikendalikan oleh emosi kita, sehingga kita kehilangan arah dan pegangan dalam lautan kehidupan.

Pengendalian emosi harus dalam kesadaran dan cinta, dalam pikiran kita harus ada cinta dan empati terhadap semua hal saat kita melepaskan emosi. Mungkin kita merasakan tidak ada keadilan dan kejujuran, sehingga kemarahan menguasai kita dengan sepenuh hati; maka, inilah saatnya bagi kita untuk sadar dan mengendalikan emosi agar tidak keluar dari diri kita. Kita harus selalu menemukan dan mengendalikan emosi buruk yang berpotensi membahayakan kita dan orang lain. Emosi buruk seperti senjata yang mampu melukai diri sendiri dan orang lain, sehingga kita harus menjaganya agar tidak menciptakan sesuatu yang buruk bagi hidup kita dan orang lain. Kita hidup untuk merasakan keindahan, kebaikan, kesejahteraan, kegembiraan, kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian. Untuk semua ini, kita harus cerdas emosional dan mampu menjaga diri kita agar tidak dikuasai oleh sesuatu yang buruk.

Ketika tanpa sebab kita merasa gelisah dan tidak nyaman dengan proses hidup yang sedang kita alami, maka kita harus menemukan akar penyebab dan mengatasinya dengan sebuah solusi yang baik. Apa pun jenis emosi yang mengganggu kedamaian dan kebahagiaan hidup kita, harus kita memahaminya dan menemukan akar masalah agar dapat segera ditemukan solusi terbaik. Jangan pernah terikat pada emosi buruk jenis apa pun, segera temukan akar masalah agar emosi buruk tersebut diatasi dengan emosi-emosi baik yang menguntungkan hidup kita. Perasaan cinta dan peduli kita pada sesuatu atau seseorang tidak boleh menjadikan kita dikendalikan oleh hal apa pun, kita harus bebas dan merdeka dalam rasa cinta dan peduli, kita tidak boleh mengendalikan atau dikendalikan atau pun merasa memilikinya. Semua emosi baik kita harus mengalir dalam energi tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih.

Ketika kita mampu mengendalikan emosi dalam energi tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih; kita akan menemukan semua emosi kita tumbuh dalam ketenangan, kesabaran, empati, toleransi, cinta, dan peduli. Tidak ada lagi provokasi untuk mengobarkan emosi secara berlebihan. Kita benar-benar terkendali dan mampu mengendalikan semua emosi untuk dimanfaatkan bagi kebaikan dan kemajuan hidup kita. Kemarahan, kecemburuan, iri hati, kebencian, dan dendam dapat kita hapus dari DNA kita, sehingga DNA kita benar-benar terisi oleh emosi-emosi baik yang mengarahkan hidup kita untuk kebaikan, kedamaian, kesejahteraan, dan keindahan di sepanjang hidup. Hidup kita sangat penting. Hidup kita sangat berharga. Hidup kita bukan untuk terbakar dengan emosi kemarahan dan kebencian, tetapi untuk merasakan emosi keindahan dan kebahagiaan sejati. Semua ini ada dalam kesadaran dan kecerdasan emosional kita. Kesadaran dan kecerdasan emosional adalah pengetahuan yang dapat kita pelajari secara berkelanjutan, untuk membuat kita hebat dalam mengendalikan emosi. Setiap manusia, siapa pun dia, pada dasarnya sama. Semua orang memiliki emosi baik dan buruk di dalam dirinya. Yang membedakan kita semua adalah siapa yang diperbudak oleh emosi-emosi tersebut, dan siapa yang cerdas emosional sehingga tidak pernah menjadi budak dari emosi jenis apa pun.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

STRES ITU ADA DI DALAM DIRI KITA

“Hidup harus damai agar kita menjadi lebih berguna bagi hidup yang kita jalani.”~Djajendra

Stres yang berlangsung lama dapat membahayakan kesehatan dan menghilangkan kebahagiaan. Tidak mungkin hidup seseorang itu bebas stres, tetapi sangat mungkin bagi siapa pun untuk segera meninggalkan stres. Seberat apa pun peristiwa hidup yang dihadapi, harus ada batas waktu untuk menerimanya dan mengambil hikmah darinya. Tidak boleh membiarkan peristiwa berat tersebut terus-menerus mempermainkan pikiran dan kecerdasan kita. Kita harus ikhlas dan tidak membiarkan kedamaian hidup kita hilang karena stres yang tidak berkurang.

Stres kita itu ada di dalam diri kita dan bukan di luar diri kita. Ketika panca indera tidak dalam kendali jiwa sejati, maka diri sejati berada dalam cengkeraman stres. Stres selalu bermula dari pikiran dan kecerdasan yang tidak menerima sesuatu; di mana persepsi negatif terhadap sesuatu itu menimbulkan ketakutan, kemarahan, kekhawatiran, kecemasan, kebosanan, dan berbagai jenis emosi negatif yang lain. Semua emosi negatif ini diambil oleh kecerdasan, yang berpikir bahwa diri kita sedang diserang, sehingga pikiran menciptakan emosi dalam bentuk stres.

Karena stres bersumber dari dalam diri sendiri, solusinya adalah memahami diri sendiri dengan baik dan mengelola dari ke kedalam diri untuk mengendalikan stres. Semua ini dapat dimulai dengan melatih diri sendiri untuk memperhatikan pikirannya sendiri. Kesadaran kita harus terlatih untuk melihat dari mana pikiran-pikiran kita itu datang. Kesadaran dan kecerdasan kita harus mampu melihat di mana pikiran-pikiran kita menguasai hidup kita, bagaimana pikiran-pikiran kita itu menghilang dan muncul untuk mempengaruhi emosi dan kecerdasan kita. Intinya, pikiran dan kecerdasan harus selalu dalam kendali kesadaran agar kita mampu menghilangkan atau mengurangi dampak buruk dari stres yang kita alami. Jelas, semua ini membutuhkan disiplin dan latihan yang terus-menerus dalam mengelola pikiran dan kecerdasan kita.

Ketika kesadaran dan kecerdasan berkolaborasi untuk mengendalikan pikiran, maka kita dapat memantau apa yang dilakukan pikiran kita terhadap diri kita. Jadi, ketika pikiran membawa kita ke dalam stres, kita bisa segera memutus energi stres dari diri kita. Kita harus menggiring pikiran untuk tidak merespons hal-hal pemicu stres. Kita harus mampu membentuk pola pikir baru untuk menciptakan kedamaian dan kebahagiaan di dalam diri kita. Akhirnya, kita harus sadar bahwa stres tidak mungkin dihilangkan, tetapi dapat dikendalikan. Semakin terlatih dan terampil diri kita untuk mengendalikan stres, semakin damai dan bahagia hidup kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SENYUM ADALAH TANDA PERSAHABATAN DAN HARMONIS

“Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah.”~Djajendra

Tidak semua orang mampu mempertahankan senyum dalam kehidupan sehari-hari. Senyum adalah bahasa tubuh yang sangat berharga dalam kehidupan, tanda persahabatan dan harmonis. Senyum sangat berharga untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan saling menjaga sopan santun.

Secara sadar, senyum perlu dilatih dan dibiasakan untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Menenangkan diri, memfokuskan perhatian pada pernapasan Anda; kemudian, secara sadar sepenuhnya nikmati pernapasan Anda dan berikan senyum tulus saat mengikuti pernapasan Anda. Lakukan latihan ini terus-menerus, Anda akan terbiasa untuk memberikan senyum.

Tidak perlu senyum lebar, cukup kuncup kecil senyum dari kesadaran dan ketulusan hati. Buktikan Anda mampu senyum. Lihat diri Anda memberikan senyum, mempertahankan senyum Anda setiap saat untuk diri sendiri dan orang lain.

Senyum yang ringan, hanya sedikit senyum dari ketulusan hati mampu mengantarkan kedamaian dalam hidup. Senyum tulus di wajah Anda menghilangkan kelelahan, kekhawatiran, ketakutan, dan menghapus semua energi negatif.

Jadilah seniman yang bekerja untuk menciptakan senyum di bibir Anda. Miliki kepercayaan diri untuk menciptakan senyum ringan dan tulus di wajah Anda. Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah Anda. Oleh karena itu, setiap saat hiduplah dalam kegembiraan dan rasa syukur sehingga Anda mampu memberikan senyum untuk kedamaian hidup.

Dalam hubungan dengan orang lain, senyum kecil Anda yang tulus mampu memberikan rasa tenang. Ini membuat hubungan menjadi cair dan damai. Senyum adalah bahasa perdamaian, bahasa hati yang menyampaikan tentang kebahagiaan.

Ketika suasana hati sedang tidak menyenangkan, jangan membiarkan Anda kehilangan senyum tulus. Ketika merasa lelah dan jengkel dengan realitas Anda, menenangkan diri dan kembali berlatih senyum mengikuti pernapasan Anda. Senyum tulus harus selalu mengalir satu irama dengan pernapasan Anda. Walau pun napas berhenti, senyum jangan sampai berhenti. Senyum tulus Anda mampu memberikan kebahagiaan bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Senyum adalah hadiah terindah yang wajib dibagikan untuk harmonis dan kedamaian hidup.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENJAGA SEMANGAT HIDUP DAN MELIHAT MASA DEPAN DENGAN OPTIMIS

“Semua pemikiran dan keinginan kita itu tidak penting, kebahagiaan dan kedamaian hidup kita yang paling penting.”~Djajendra

Semangat hidup kita tidak boleh pudar dan terganggu oleh kesulitan atau tantangan. Lebih baik kita menghadapi situasi sulit dengan penuh semangat, daripada bersedih atau khawatir karenanya. Kita adalah pemenang. Keberadaan kita dalam kehidupan ini adalah hasil dari kemenangan. Di dalam diri kita sudah ada solusi dan kemenangan, kita hanya membutuhkan ketenangan dan kerja keras yang fokus untuk mendapatkan kemenangan tersebut.

Jangan pernah berduka atas kesulitan. Sesungguhnya; tidak pernah ada kesulitan, tidak pernah ada kekalahan, sehingga tidak perlu menyesali atau pun marah atas hal-hal yang tidak terwujud sesuai keinginan. Semua pemikiran dan keinginan kita itu tidak penting, kebahagiaan dan kedamaian hidup kita yang paling penting. Jadi, tidak boleh ada waktu untuk kehilangan semangat hidup hanya karena situasi sulit; tidak boleh ada waktu yang membuat kita khawatir terhadap masa depan karena masa depan kita sangat indah; tidak boleh ada waktu yang membuat kita marah dengan kenyataan hidup pada hari ini karena hari ini adalah hari yang paling membahagiakan hidup kita.

Menjaga semangat hidup adalah kewajiban kita yang sangat penting. Bahkan dalam kenyataan yang paling melelahkan hidup kita, kita tidak boleh kehilangan semangat hidup, kita harus menjaga semangat hidup dan melihat masa depan kita dengan sangat optimis. Kita harus jujur kepada diri sendiri bahwa kehidupan yang kita jalani penuh dengan kejutan dan ketidakpastian. Tidak seorang pun yang tahu hal apa yang harus dihadapi di masa depan. Tetapi, semangat hidup yang optimis dan gairah yang hebat untuk menyelesaikan tugas-tugas kita dengan kualitas terbaik, mampu memberikan hasil akhir yang menggembirakan hidup kita.

Ketika situasinya tidak dapat diubah, kita harus menemukan solusi yang tepat untuk menghadapinya. Tidak perlu khawatir atau ketakutan dengan rencana yang tidak jalan sesuai keinginan kita. Kehidupan itu sendiri lebih cerdas dari pada pemikiran dan strategi kita. Kehidupan yang jauh lebih cerdas daripada kita itu selalu menuntut keputusan dan tindakan dari diri sejati kita. Kehilangan semangat hidup adalah keadaan yang sangat tidak menguntungkan bagi hidup kita. Juga, menjadikan kemampuan kita tidak efektif dan produktif untuk menangani keadaan, serta untuk menemukan solusi terbaik bagi kesuksesan kita. Oleh karena itu, jangan pernah semangat hidup kita kendur saat menghadapi setiap situasi hidup yang membutuhkan kekuatan dan kerja keras yang lebih hebat.

Hilangnya semangat hidup adalah akibat dari ketidaktahuan kita terhadap kehebatan potensi diri sendiri. Seseorang yang kehilangan semangat hidup hanya karena kerja kerasnya tidak sesuai keinginan, adalah keputusan yang tidak melihat bahwa dirinya mampu melakukan hal-hal yang lebih hebat lagi dari yang sudah dilakukan. Jadi, cara menjalani kehidupan yang benar adalah tidak pernah khawatir apalagi kehilangan semangat hidup hanya karena rencana dan kerja keras belum berhasil.

Diperlukan pemikiran dan rutinitas untuk menjaga semangat hidup selalu dalam kondisi prima. Sekalipun tantangan dan rintangan menciptakan berbagai kesulitan, kita harus tetap terkendali dalam energi positif, kemudian melatih jiwa kita untuk selalu kuat dan sabar menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut. Demikian juga, pikiran dan emosi harus betul-betul positif dan optimis agar fisik kita menjadi semakin kuat untuk bertindak dan menemukan solusi terbaik.

Menjaga semangat hidup dan melihat masa depan dengan optimis. Kita hidup pada hari ini dan sedang mempersiapkan hidup di masa depan. Masa lalu sudah kita lewati dan tidak perlu terikat dengan masa lalu lagi. Semangat hidup kita harus di dalam perubahan untuk kehidupan yang lebih bijaksana dan lebih cerdas daripada masa lalu. Jadi, jangan lagi mendambakan kehidupan seperti di masa lalu. Kita adalah masa depan, kita bukan masa lalu. Oleh karena itu, tingkatkan gairah dan semangat hidup untuk menuju masa depan yang lebih indah dan lebih bahagia. Di mana kehidupan masa depan yang lebih sejahtera, lebih damai, lebih indah, dan lebih semangat lagi. Jadilah semangat bagi kehidupan diri sendiri. Temukan kekuatan dan sumber semangat dari dalam diri yang paling dalam.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PEMENANG SEJATI ADALAH DIA YANG MENERIMA KEKALAHAN DENGAN GEMBIRA

“Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri.”~Djajendra

Menang dan kalah hanya sebuah peristiwa kecil dalam kehidupan yang kita jalani. Penerimaan kita dengan gembira terhadap kekalahan menunjukkan kita sebagai pemenang sejati. Pemenang sejati bukan saja yang mengangkat trofi kemenangan, tetapi juga yang menerima kekalahan dan ikut bergembira saat orang lain mengangkat trofi kemenangan, tanpa merasa dicurangi. Penerimaan adalah satu kualitas yang membuat kita menjadi pemenang walaupun kita kalah dalam kompetisi.

Jika kita mampu menerima keadaan kita dengan ikhlas dan merasa sudah kehendak Tuhan, maka jiwa dan raga kita menghasilkan kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain. Perasaan dicurangi atau dibohongi adalah racun yang menghilangkan kedamaian dan kegembiraan di dalam hidup kita. Perasaan dicurangi atau dibohongi yang terus-menerus dipelihara di dalam hati dan pikiran menciptakan penyakit hati yang kronis. Tinggalkan menang dan kalah, fokuskan seluruh energi untuk menciptakan kedamaian dan keindahan bagi diri sendiri dan orang lain. Manusia-manusia hebat selalu berprinsip memberi dan memberi tanpa berharap penerimaan. Jadilah pemberi yang ikhlas untuk menjaga keindahan dan kedamaian hidup bersama.

Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri. Penerimaan haruslah bersumber dari ke kedalaman hati yang membuat keputusan untuk menerima. Walaupun orang-orang di sekitar mempengaruhi kita dengan berbagai energi negatif, kita harus menjaga energi positif yang kuat dari ke kedalaman diri kita, sehingga cahaya kebaikan dari dalam diri kita mampu menerangi hati dari orang-orang yang menyampaikan hal-hal buruk bagi kedamaian hidup. Kesadaran dan daya tahan mental pemenang kita harus terjaga dalam energi etis, dan tidak boleh dipengaruhi dengan energi negatif dari siapa pun.

Penerimaan dengan ikhlas dan gembira adalah pilihan hidup yang memberi kita banyak kebaikan. Kita sendiri, sejak kita lahir, kita telah diajarkan untuk menerima pemberian Tuhan dengan sukacita. Sebagai contoh: ketika kita lahir, Tuhan sudah memberikan kita orang tua; memberikan kita saudara kandung; memberikan kita jenis kelamin; memberikan kita tempat lahir; memberikan kita rumah; memberikan kita tetangga; memberikan kita pemerintahan; memberikan kita negara; memberikan kita sumber makanan. Dan, semua itu bukan kita yang memilih, Tuhan lah yang memilihkan bagi hidup kita. Jika kita menerimanya dengan gembira, maka hidup kita selalu damai dan bahagia. Jadi, demikianlah, penerimaan memberi keindahan dan kedamaian dalam hidup kita. Penerimaan memberikan kita kekuatan, kepercayaan diri, dan harga diri untuk menyeberangi lautan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.  

Ketika kita menerima, tidak perlu memahami apa pun, terima saja dengan gembira dan ikhlas. Kita harus yakin dan percaya bahwa semua yang harus kita terima adalah pemberian dari Tuhan. Hati yang ikhlas, jiwa besar, pengertian yang mendalam, dan kecerdasan untuk merasionalkan hal-hal tidak rasional menjadikan kita mudah menerima apa pun yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang total itu harus tunduk pada kehendak Tuhan. Kemampuan manusia itu terbatas, pemikiran manusia itu terbatas, penglihatan manusia itu terbatas, persepsi manusia itu terbatas, kecerdasan dan strategi manusia itu terbatas. Seorang pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang luar biasa yang dia lakukan sifatnya terbatas. Pada akhirnya, pemenang sejati wajib tunduk pada kehendak Tuhan. Oleh karena itu, seorang pemenang sejati mampu menerima kekalahan tanpa menuntut pemahaman atau pun menuduh ada kecurangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGURANGI PRODUKSI PIKIRAN NEGATIF DI DALAM DIRI

“Agar terbebas dari pikiran negatif, kita harus membiasakan diri hidup dalam pikiran positif.”~Djajendra

Pikiran negatif sudah ada dalam diri setiap orang. Jika kita tidak berusaha keras untuk menguatkan pikiran positif dalam diri, maka pikiran negatif berpotensi menempati sebagian besar pemikiran kita. Proses berpikir kita berada dalam sistem dualitas, yaitu: proses berpikir positif dan proses berpikir negatif. Keduanya menempati diri kita, dan keduanya memiliki strategi untuk mengatur hidup kita.

Pada umumnya, kita harus berjuang untuk mendapatkan keselamatan dan kebutuhan hidup. Perjuangan kita selalu melewati sistem dualitas. Jika dalam perjuangan, kita kehilangan kepercayaan diri dan terlalu menggantungkan hidup kepada orang lain; maka, produksi pikiran negatif dalam diri akan meningkat dan menciptakan tekanan hidup yang tinggi. Apa lagi jika ada perasaan takut menghadapi masa depan, maka hal ini akan menguatkan beban pikiran negatif, sehingga hidup kita dirugikan oleh energi negatif di dalam diri sendiri.  

Cara mengurangi produksi pikiran negatif adalah dengan menerima dan tidak memusuhinya. Keberadaan pikiran negatif harus kita hormati dan hargai. Tidak boleh kita fokus untuk menghilangkan pikiran negatif. Tidak boleh ada perjuangan dan kerja keras yang hebat untuk menghilangkan pikiran negatif. Jika pikiran negatif dilawan dan ingin disingkirkan untuk selamanya, maka pikiran negatif bangkit lebih kuat lagi dan membentuk kemampuan untuk bertahan hidup dalam diri kita.

Cara menghentikan produksi pikiran negatif di dalam diri adalah dengan membangun kehidupan sukacita. Setiap momen harus ada upaya terus-menerus menumbuhkan suasana hati yang bahagia dan damai; setiap momen harus ada upaya terus-menerus untuk menikmati ketenangan pikiran. Kita harus memiliki ketekunan, kesadaran, dan disiplin yang tinggi untuk menjaga suasana hati dan pikiran dalam momen bahagia. Ini adalah cara yang paling benar untuk menghentikan produksi pikiran negatif di dalam diri. Intinya, agar kita terbebas dari pikiran negatif, kita harus membiasakan diri untuk hidup dalam pikiran positif.

Pikiran positif hanya dimiliki oleh orang-orang terkuat dalam mengarungi lautan kehidupan. Orang-orang terkuat ini jumlahnya sangat sedikit, sehingga tidak mampu mempengaruhi kehidupan sosial yang luas. Realitas kehidupan sosial dikuasai oleh pemikiran negatif. Ketakutan, kekurangan, kemarahan, iri hati, sedih, takut kehilangan, merasa dicurangi, merasa diperlakukan tidak adil, dan berbagai macam energi negatif yang diproduksi oleh pikiran negatif telah menguasai kehidupan sosial. Kondisi ini menciptakan kehidupan di bumi yang rendah rasa syukur dan perilaku yang kurang mampu menikmati indahnya kehidupan ini. Pikiran negatif yang kuat di dalam diri menjadikan hidup kita penuh penderitaan dan kekurangan untuk selamanya. Pikiran negatif mengarah pada pola hidup yang selalu menuntut dan tidak memiliki kemampuan untuk menentukan nasib sendiri.

Ketidakberdayaan kita terhadap pikiran negatif akan mendorong ego memaksa jiwa hidup dalam kegelisahan dan ketakutan. Setiap pikiran negatif menciptakan beban hidup yang membuat hidup kita stres dan kehilangan rasa damai di hati. Ketenangan pikiran muncul ketika kita terlatih untuk fokus pada satu pemikiran positif untuk waktu yang lama. Jika secara tekun dan penuh disiplin kita berlatih untuk hanya melihat hal-hal terindah dari hidup kita, maka produksi pikiran negatif akan terhenti dan produksi pikiran positif meningkat secara terus-menerus untuk menguasai jalan pemikiran kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

BELAJAR DARI KEHIDUPAN

“Kehidupan jauh lebih cerdas dibandingkan dengan pikiran. Pikiran tidak memiliki kecerdasan untuk memahami kehidupan secara utuh dan lengkap.”~Djajendra

Kehidupan lebih cerdas dari pikiran. Jika kita mau belajar dari kehidupan, maka kita mampu menemukan pengetahuan dan pengalaman untuk memperkaya kualitas hidup kita. Sebagai pelajar yang mau belajar dengan rendah hati menjadikan kita menemukan kebijaksanaan dari kehidupan.

Tidak ada kata lulus dari sekolah kehidupan. Setelah selesai satu pelajaran akan diberikan pelajaran berikutnya. Setiap situasi dan keadaan memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk memperkaya hidup kita. Awalnya kita tidak mengetahui banyak hal dari kehidupan, tetapi setelah sadar dan mau menjadikan diri kita sebagai pembelajar terus-menerus, kita akan menemukan berbagai pengalaman yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan untuk kebaikan hidup kita.

Sebagai pelajar kehidupan yang harus belajar untuk seumur hidup; kita tidak akan menemukan segalanya, kita tidak mungkin melakukan segalanya, kita tidak mungkin mengetahui segalanya, kita tidak mungkin mampu mempelajari semuanya, dan kita selalu harus belajar pelajaran baru untuk perubahan.

Ketenangan dan kecerdasan sangat diperlukan untuk menyerap pengetahuan dari kehidupan. Semua perasaan negatif dan pikiran yang kacau menjauhkan kita untuk menerima pelajaran dari kehidupan. Jaga pikiran selalu tenang; jaga kecerdasan untuk menyerap dari kehidupan; jaga hati tetap bersih dan terbuka untuk menerima berbagai macam pengetahuan, tanpa menilai dan menghakimi pengetahuan itu.

Kita berhak atas kehidupan yang indah dan penuh sukacita. Melalui kerendahan hati, jiwa yang ikhlas dan tulus, serta keyakinan bahwa Tuhan sangat mencintai kita; kita mampu mendapatkan segala kebaikan dan keindahan dari kehidupan.

Sebelum menerima kebijaksanaan dan keindahan dari kehidupan, kita wajib mengenal diri sendiri sepenuhnya dengan sangat jelas. Kita harus memahami siapa sesungguhnya diri kita ini saat berhadapan dengan berbagai macam kesulitan maupun kesenangan. Kita harus mengenal bagaimana kita bereaksi terhadap segala sesuatu yang bersumber dari luar diri kita.

Setiap pelajaran dari kehidupan harus mampu kita nikmati dengan sukacita. Tidak boleh berkeluh-kesah saat pelajaran tidak menyenangkan, dan tidak boleh senang berlebihan saat pelajaran yang sangat menyenangkan. Kita harus menemukan diri sejati untuk menghadapi semua hal yang bersumber dari luar diri. Kita harus berdamai dengan stres dan masalah hidup. Kita harus sangat positif saat hal-hal yang sangat negatif berkunjung ke dalam hidup kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PERILAKU TIDAK SOPAN DALAM LINGKUNGAN KERJA MELUKAI BUDAYA ORGANISASI DAN MERUGIKAN BISNIS

“Ketika budaya organisasi terluka oleh ketidaksopanan dan perilaku tidak etis, maka luka itu menjadi luka bagi setiap orang dalam lingkungan tempat kerja.”~Djajendra

Sikap dan perilaku tidak sopan dalam lingkungan kerja dapat memecah belah hubungan baik, serta dapat menghilangkan semangat kerja sama dalam proses kerja. Perilaku tidak sopan seperti senjata yang melukai diri sendiri, dan luka itu telah menyebabkan bekas luka dalam budaya organisasi. Ketika budaya organisasi terluka oleh ketidaksopanan dan perilaku tidak etis, maka luka itu menjadi luka bagi setiap orang di tempat kerja. Menghentikan segera perilaku tidak sopan dan semua perilaku kurang etis mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan kaya kinerja terbaik. Membiarkan setiap orang menjadi diri sendiri seperti apa adanya mereka. Kemudian, memperkuat budaya organisasi dan budaya kerja untuk menyatukan setiap keunikan dari perbedaan masing-masing orang, mampu menciptakan kekuatan inovasi dan kreativitas yang tinggi dalam proses pertumbuhan organisasi. Ingat! Dalam lingkungan kerja, setiap karyawan dan pimpinan tidak terpisah, karyawan dan pimpinan adalah satu. Ketidaksopanan menciptakan luka terhadap realitas yang tak terpisahkan.

Jika ada satu orang saja yang terluka oleh perilaku tidak sopan, maka luka itu menjadi luka bagi organisasi. Luka bagi organisasi berarti luka bagi setiap orang yang hidup dari organisasi tersebut. Perilaku tidak sopan membawa kekurangan ke dalam organisasi dan bisnis. Bisnis yang dijalankan dengan perilaku tidak sopan ditinggalkan oleh pelanggan dan juga stakeholders yang lain. Perilaku tidak sopan dalam lingkungan kerja tidak hanya melukai satu atau dua orang, tetapi melukai semua orang. Ketika sopan santun dan perilaku etis menjadi budaya yang kuat dalam organisasi, maka organisasi dan bisnis mampu berdiri kokoh di depan kompetisi yang ketat; berdiri penuh dengan kekuatan untuk memenangkan, serta mampu memberikan kinerja dan prestasi bagi setiap karyawan. Pada akhirnya, setiap karyawan dalam organisasi mampu memperlihatkan kualitas yang totalitas dan kinerja yang tak tertandingi dalam menghadapi para kompetitor.

Kinerja dan prestasi berdiri di antara kualitas kerja yang tinggi dan budaya sopan santun. Jika kualitas kerja dan budaya sopan santun dirusak oleh orang-orang dengan energi negatif, maka etos kerja dan kinerja dalam organisasi menjadi tak berdaya. Budaya tidak sopan dan tidak etis akan menyakiti orang-orang produktif. Akibatnya, orang-orang produktif terkuras energi dan mentalnya sehingga tidak lagi mampu memperlihatkan prestasi terbaik.  Budaya tidak sopan telah menghancurkan banyak potensi sukses di dalam organisasi. Budaya tidak sopan sangat merugikan bisnis dan organisasi dalam sudut yang luas. Kita harus sadar akan keterkaitan perilaku tidak sopan dan tidak etis kita dengan lingkungan kerja kita. Setiap orang yang kita lukai dengan ketidaksopanan kita adalah bagian dari kita sendiri. Orang yang kita lukai dengan perilaku tidak sopan berpotensi kehilangan gairah untuk bekerja dengan etos terbaik. Hilangnya sopan santun dan hal-hal etis dalam lingkungan kerja akan menciptakan rintangan untuk menghasilkan kinerja.

Dalam lingkungan kerja, kita semua harus memiliki perasaan kesatuan satu sama lain; perasaan kesatuan yang saling memberi kekuatan bagi satu sama lain; perasaan kesatuan dan kekuatan sopan santun yang menciptakan budaya organisasi yang kuat untuk kenyamanan kerja bagi semua orang. Semakin kita menciptakan kesatuan budaya sopan santun dalam keragaman, semakin sedikit kita harus menghadapi konflik dan perasaan tidak senang oleh perbedaan. Sistem dan struktur organisasi tidak bertujuan untuk memisahkan kita. Tetapi bertujuan membuat semuanya terhubung dan saling terhubung dalam budaya sopan santun yang tinggi. Jika satu orang terluka oleh ketidaksopanan, itu mempengaruhi budaya kerja, bahkan jika berlanjut terus budaya tidak sopan, hal itu dapat menyebabkan konflik dan hilangnya gairah kerja. Menghormati dan saling menghargai adalah cara menjalani kehidupan kerja yang baik. Terima semua karakter dan kepribadian orang lain dengan ikhlas, biarkan mereka menjadi seperti mereka, Anda tidak perlu memaksa mereka menjadi seperti yang Anda inginkan atau pikirkan. Terima semua orang dalam budaya sopan santun yang tinggi, mereka semua di tempat kerja adalah orang-orang yang membuatkan hebat dan berprestasi. Semua bakat, karakter, dan kemampuan tergabung dalam satu tujuan. Budaya sopan santun mampu menghilangkan masalah kepribadian dan menyatukan semua perbedaan dalam keharmonisan kerja.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENCARI KESEMPURNAAN BERTEMU DENGAN PENDERITAAN

“Saat kita terus-menerus mencari kesempurnaan, kita tidak akan pernah menemukannya, dan hanya akan bertemu dengan penderitaan.”~Djajendra

Kesempurnaan berarti sesuatu yang diinginkan oleh nafsu dan ego. Sesungguhnya semua yang ada dalam hidup kita ini sudah sempurna. Ketika kita tidak bersyukur dengan kesempurnaan sejati dan mulai mencari kesempurnaan sesuai arahan pikiran, maka kita akan sering bertemu dengan penderitaan. Jika kita mencari kesempurnaan dalam hidup yang kita jalani, maka itu artinya saat ini kita tidak berada dalam sukacita, kita sedang berada dalam kekurangan atau kemiskinan jiwa.

Menerima hidup yang kita rasakan dengan sukacita adalah sebuah kesempurnaan. Mencari kesempurnaan dalam kehidupan yang sudah sangat sempurna ini hanya membuat kita bertemu dengan penderitaan. Kesempurnaan adalah sifat dari jiwa yang melihat keindahan dan kedamaian di semua situasi. Orang-orang bahagia, tidak pernah mencari kesempurnaan, karena mereka sedang merasakan kesempurnaan itu dalam kehidupan sehari-harinya.

Jika kita selalu merasakan ketidaksempurnaan dari orang-orang di sekitar kita, maka kita tidak akan mampu merasakan keindahan dan kebaikan yang ada di dalam diri mereka. Pikiran dan perasaan kita, yang ingin semuanya sesuai dengan maunya persepsi kita, akan menjadikan kita tidak bahagia dengan hidup kita. Kepribadian kita yang terlalu perfeksionis menjadikan kita selalu melihat ketidaksempurnaan di setiap orang dan hal yang berhubungan dengan kita. Jelas, realitas ini akan menarik energi negatif dari ketidaksempurnaan yang kita rasakan, untuk menjadikan hidup kita tidak damai dan tidak bahagia.  

Mencari kesempurnaan adalah upaya ego yang memaksa kita untuk mencari sesuatu yang memuaskan dia. Jika kita tidak sadar dan tidak bijak menyikapi paksaan ego, maka upaya kita akan membawa hidup kita ke dalam penderitaan. Mungkin bagi ego dan nafsu, realitas yang sempurna dirasakan tidak sempurna, padahal semua kesempurnaan kita sudah ada di dalam diri kita.

Kita adalah kesempurnaan. Kesempurnaan kita tersembunyi di dalam diri kita yang paling dalam. Jika kita mau mengenal diri kita sendiri dengan baik, maka kita harus masuk kedalaman jiwa kita. Segala macam kesempurnaan yang sudah ada di dalam diri kita adalah fakta bahwa hidup kita sudah sangat sempurna.

Kendalikan pikiran agar tidak membawa kita untuk melihat hidup ini seolah-olah tidak sempurna. Jika kita menuruti pikiran, maka pikiran akan memaksa kita untuk mempertahankan keyakinan bahwa kita tidak sempurna, dan kesempurnaan itu harus dicari terus-menerus. Saat kita terus-menerus mencari kesempurnaan, kita tidak akan pernah menemukannya, dan hanya akan bertemu dengan penderitaan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KETIKA MARAH JANGAN MENGELUARKAN KATA-KATA

“Tidak perlu menanggapi kemarahan dengan kemarahan. Lebih baik kita berlatih dan menyiapkan diri kita menjadi pemadam kemarahan daripada menyalakan kemarahan.”~Djajendra

Kemarahan adalah salah satu tamu agung yang tidak mampu ditolak oleh siapa pun atas kehadirannya. Orang yang paling sabar, paling ikhlas, paling bijak, paling tenang, paling terkendali emosi dan pikirannya juga berpotensi mengeluarkan energi dalam kemarahan. Kemarahan harus dikendalikan dan dijaga agar tidak mengeluarkan reaksi ke luar diri kita. Ketika kemarahan memuncak di dalam diri, serta mulai menggetarkan emosi untuk dikeluarkan dalam wujud sikap dan kata-kata, segeralah kendalikan kemarahan itu dengan tanpa bersikap dan berkata-kata apa pun. Kendalikan pikiran, emosi, sikap, perilaku, dan fokuskan perhatian ke hal-hal yang menjauhkan diri kita dari kemarahan.

Semua jenis emosi akan bertamu ke dalam diri kita. Pekerjaan kita yang utama adalah tidak memberikan kekuatan dan kepedulian kepada semua jenis emosi negatif, termasuk kepada emosi marah. Setiap saat; berbagai macam situasi, keadaan, hubungan, dan perilaku dapat memicu kemarahan kita. Jika kita tidak terkendali dan hidup kita mudah dipermainkan oleh kemarahan, maka kebahagiaan dan kedamaian hidup kita akan hilang dalam kemarahan. Kita mungkin tidak dapat menerima atau mengabaikan apa yang terjadi, tetapi kita harus terlatih untuk menanggapi situasi secara positif saat diri kita dikuasai kemarahan. Kemarahan boleh bertamu kapan saja ke dalam diri kita, tetapi kita harus menguasai kemarahan itu sehingga tidak melukai siapa pun.

Bunda Teresa mengatakan dirinya lebih suka mengeluarkan energi cinta daripada mengeluarkan energi dalam bentuk kemarahan. Mungkin kebaikan diri kita tidak semurni Bunda Teresa, tetapi kita harus sadar bahwa kemarahan dapat menghasilkan kekerasan. Jelas, kekerasan yang kita ekspresikan akan merugikan hidup kita. Kedamaian dan kebahagiaan adalah inti dari kehidupan yang setiap orang ingin memilikinya. Ketika kita mampu memadamkan api kemarahan di dalam diri kita, maka kedamaian dan kebahagiaan akan mengisi hidup kita. Jadi, tidak perlu menanggapi kemarahan dengan kemarahan. Lebih baik kita berlatih dan menyiapkan diri kita menjadi pemadam kemarahan daripada menyalakan kemarahan.

Menjaga sikap, perilaku, ucapan, dan kata-kata haruslah menjadi bagian dari sopan-santun keberadaan kita dalam hidup ini. Kita mungkin tidak sempurna, mungkin sangat banyak kekurangan di dalam diri kita, tetapi kita secara sadar masih mampu menyiapkan diri kita untuk hidup sepenuhnya dalam energi positif. Tumbuhkan pikiran yang selalu berpikir hal-hal baik dan penuh kasih. Tumbuhkan emosi yang selalu membersihkan dan menyembuhkan hati dari luka apa pun. Jangan membiarkan diri kita mengkontribusikan kemarahan dan kebencian dalam perselisihan atau perbedaan. Tumbuhkan diri sejati dalam energi positif yang membuat hidup kita selalu bahagia, damai, tenang, sejahtera, dan bugar.

Kemarahan yang berlebihan di dalam diri kita akan mengundang berbagai macam jenis penyakit hati dan fisik. Jelas, berbagai macam penyakit itu akan merugikan diri kita sendiri, kita juga akan kehilangan kesehatan dan kedamaian hidup. Kita akan kehilangan energi baik untuk kehidupan yang lebih sejahtera dan indah. Jadi, tidak perlu segala sesuatu kita meresponnya dalam kemarahan. Tidak ada baiknya energi kemarahan bagi hidup kita. Kita membutuhkan sangat banyak energi positif agar hidup kita menjadi lebih indah dan penuh berkah. Di samping itu, energi positif kita mampu membawa kebaikan dan kedamaian pada situasi kehidupan yang sulit. Intinya, berlatihlah setiap saat untuk merubah kemarahan menjadi energi positif yang membawa kedamaian bagi diri kita.

Ketika kita mampu mengendalikan kemarahan dan bertindak dengan sikap baik, maka kita sudah membuka jalan untuk menghadirkan segala kebaikan ke dalam hidup kita. Kita harus yakin bahwa semua peristiwa dalam kehidupan terjadi karena kehendak Tuhan. Oleh karena itu, ketika kita berhadapan dengan situasi yang kita rasakan kurang adil, maka tidak perlu merespon dengan kemarahan, tetapi merespon dengan kesadaran bahwa apa pun yang terjadi pasti karena kehendak Tuhan. Karena kita hanya menggantungkan hidup pada Tuhan, maka kita harus mencari kebaikan dan keindahan dari kehendak Tuhan yang sedang kita hadapi tersebut.

Kita tidak mungkin mampu menolak kemarahan untuk bertamu ke dalam diri kita, tetapi kita pasti mampu untuk tidak memberikan kekuatan dan perhatian pada kemarahan kita tersebut. Kesadaran kita harus memimpin atas emosi dan pikiran kita. Kemarahan yang bertamu ke dalam diri harus kita respon dengan positif. Jangan membiarkan pikiran menyatu dalam emosi kemarahan. Pisahkan pikiran dari kemarahan. Keluarkan pikiran dari kesatuannya dengan emosi kemarahan. Fungsikan pikiran sebatas sebagai pengamat dengan kekuatan energi positif. Pikiran sangat liar dan selalu akan mencoba menggunakan ego dan kecerdasan untuk mempertajam kemarahan tersebut. Kendalikan pikiran jangan sampai ia menggunakan kemarahan untuk membuat diri kita menjadi lebih tidak berdaya menghadapi kemarahan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGIKAT PIKIRAN DALAM KEYAKINAN POSITIF

“Jika kita tidak menjaga pikiran dalam keyakinan positif, maka pikiran yang tercemar oleh keyakinan negatif akan membawa penderitaan ke dalam hidup kita.”~Djajendra

Kita harus selalu membawa kembali pikiran ke dalam kendali keyakinan positif. Kita semua sadar bahwa kita hidup di dunia yang tidak hanya dikuasai oleh keyakinan positif, tetapi keyakinan negatif juga sangat berkuasa. Setiap hari energi kemarahan, ketakutan, keserakahan, kebencian, dendam, kekerasan, dan berbagai macam energi negatif lainnya berkontribusi dari tindakan yang dihasilkan oleh orang-orang dengan keyakinan negatif. Sesungguhnya hidup ini indah dan sangat banyak kebaikan yang Tuhan berikan untuk kedamaian hidup kita. Tetapi, keyakinan negatif yang dikontribusikan oleh pikiran negatif menjadikan hidup ini tidak indah dan tidak damai. Pikiran sangat suka merespon dan mudah terpengaruh oleh energi negatif. Pikiran selalu mencoba menilai, menghakimi, dan menemukan apa yang seharusnya sehingga tanpa sadar terlibat dalam kekuatan keyakinan negatif. Jika kita tidak menjaga pikiran dalam keyakinan positif, maka pikiran yang tercemar oleh keyakinan negatif akan membawa penderitaan ke dalam hidup kita.

Kebahagiaan dan kedamaian hidup adalah inti dari keyakinan positif. Keyakinan positif selalu fokus menuju kehidupan yang lebih indah dalam rasa syukur. Keyakinan positif juga selalu mengkontribusikan energi positif dalam bentuk ketenangan, belas kasih, memaafkan, kebaikan, kepedulian, kegembiraan, kesejahteraan, cinta, kasih sayang, pengampunan, keikhlasan, berbagi, kedamaian, menghormati, empati, toleransi, dan semua hal lain yang mendatangkan kebahagiaan bagi hidup kita. Arti kesuksesan bagi keyakinan positif adalah memiliki kehidupan yang damai, indah, bahagia, sehat, dan sejahtera. Keyakinan positif tidak akan terjebak dalam kehidupan untung dan rugi. Keyakinan positif sangat peduli kepada dirinya yang setiap saat hidup dalam kegembiraan dan menikmati semua kebaikan Tuhan. Keyakinan positif selalu ikhlas dengan masa lalu dan tidak merencanakan apa pun untuk masa depan. Keyakinan positif menjaga hari ini dalam rasa bahagia dan damai, sehingga tidak membiarkan masa lalu dan masa depan merusak keindahan hidup pada hari ini.

Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan hidup kita. Hidup kita adalah hak penuh kita; kita yang sangat bertanggung jawab untuk kebahagiaan, kedamaian, keindahan, kesejahteraan, dan kenikmatan hidup kita. Tidak boleh kita menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan kita. Tidak boleh kita menyalahkan orang lain atas kurangnya kesejahteraan hidup kita. Tidak boleh kita membandingkan hidup kita dengan siapa pun. Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya sendiri yang tidak mungkin kita memahaminya. Jangan mengurusi kehidupan pribadi orang lain. Jika ada orang lain mencoba mengurusi hidupmu, jangan direspon, abaikan saja dengan ikhlas. Gunakan waktu dan energi untuk mengurusi kehidupan diri sendiri yang sehat, bugar, rendah stres, percaya diri, merawat ketenangan pikiran, merawat kebahagiaan, serta meningkatkan kualitas diri untuk mendapatkan kesejahteraan diberbagai bidang kehidupan.

Kehidupan yang damai, indah, bahagia, sejahtera, dan bugar tidak ditentukan oleh siapa pun di luar diri kita. Semua itu sudah ada di dalam diri kita, kita hanya perlu menyadarinya dan melatihnya dengan sungguh-sungguh agar kita memilikinya di sepanjang kehidupan kita. Berhentilah untuk merencanakan terlalu banyak. Berhentilah untuk berpikir terlalu banyak. Berhentilah untuk berandai-andai dalam hidup. Berhentilah untuk mengetahui semua jawaban dari kehidupan. Berhentilah untuk menanggapi semua masalah di dunia. Tidak perlu terlalu reaktif dengan hal-hal di luar diri kita. Hilangkan stres dengan latihan menerima realitas, jangan membiarkan kekhawatiran dan ketakutan menguasai diri, jadilah diri sendiri yang hadir sepenuhnya untuk hidup bahagia dan damai. Terimalah semua pikiran dan perasaan yang bertamu ke dalam hidup kita, tetapi jangan memberikan perhatian dan kekuatan kepada pikiran dan perasaan negatif.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

DIRI KITA YANG MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA

“Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja memberi pengaruh yang besar untuk keberhasilan semua orang. Setiap pribadi yang mampu mengkontribusikan energi positif melalui pikiran positif dan perilaku etis menjadikan kehidupan di tempat kerja selalu bahagia dan berkinerja tinggi. Berhentilah untuk meminta kebahagiaan dari orang lain. Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan kebahagiaan bagi kita di tempat kerja. Sebab, kebahagiaan itu sendiri ada di dalam diri kita masing-masing, ada dalam cara berpikir kita, sehingga sangat keliru jika kita menunggu kebahagiaan dari sikap dan perilaku orang lain.

Kita adalah pekerjaan yang sedang berlangsung. Kita adalah bagian dari proses kerja menuju tujuan dan untuk mencapai target. Dalam proses kerja, kita menjadi bagian dari sistem yang berkontribusi sebatas tugas dan tanggung jawab, tidak sekaligus kita harus mengerjakan semua hal, kita hanya menjadi bagian terkecil dalam visi dan misi besar organisasi. Jadi, tidak perlu menghabiskan energi dan emosi untuk hal-hal di luar tugas dan tanggung jawab. Hadirlah ke tempat kerja dengan hati yang penuh sukacita, dan berikan perhatian penuh untuk menyelesaikan tugas dengan kompetensi terbaik yang dimiliki.

Setiap orang memiliki perilaku, sikap, cara berpikir, dan emosi yang tidak mungkin untuk disamakan. Kita semua berbeda dan tidak perlu memaksakan diri agar orang lain menjadi sama seperti diri kita. Keunikan dan perbedaan adalah kekayaan yang harus kita manfaatkan untuk mencapai hal-hal terbaik. Tidak perlu memperdebatkan atau mempersoalkan hal-hal yang tidak sama dengan diri kita. Jika kita terlalu mengurusi kepribadian orang lain yang bertentangan dengan kepribadian kita, maka kita akan menghabiskan waktu dan energi dalam ketidakbahagiaan.

Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Perbedaan ini jika tidak tunduk pada sistem dan nilai-nilai kerja, maka potensi konflik akan merusak pencapaian kinerja terbaik. Hal ini juga akan menciptakan cara berpikir dan emosi yang menghilangkan rasa damai dan kebahagiaan di tempat kerja. Kepatuhan dan ketaatan pada nilai-nilai kerja, sopan santun, etika, komunikasi positif mampu menciptakan energi positif di lingkungan kerja. Energi positif yang terus-menerus berakumulasi dari kebahagiaan setiap individu akan menciptakan kehidupan kerja yang kooperatif, kompetitif, kreatif, inovatif, dan bahagia.

Kebahagiaan dalam pekerjaan dapat kita rawat jika kita mampu dan penuh semangat untuk merealisasikan potensi diri, serta setiap saat menjaga kepercayaan diri dan ketekunan dengan sepenuh hati. Di samping itu, kita juga harus sadar bahwa diri kita dikuasai dua jenis energi, yaitu: energi positif dan energi negatif. Keduanya abadi di dalam diri kita sampai kapan pun. Kesadaran kita bertugas untuk menguatkan energi positif di setiap momen kehidupan. Kesadaran kita tidak boleh memberikan ruang seinci pun untuk kebangkitan energi negatif di dalam diri kita. Ini mungkin akan menjadi tugas seumur hidup kita untuk menggunakan kesadaran agar energi negatif tidur nyenyak dan tidak mampengaruhi jalan kehidupan kita.

Tantangan dan kesulitan adalah vitamin untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Jangan gelisah, khawatir, takut, dan mengorbankan kebahagiaan saat kesulitan memperburuk keadaan. Jika di masa sulit mampu menjaga diri dengan energi positif yang kuat, kita akan tetap hebat dan tak kehilangan kebahagiaan. Jadi, setiap saat secara sadar tingkatkan kualitas energi positif di dalam diri. Apa pun cobaan dan kesulitan yang berusaha menggagalkan kerja keras kita, jangan dibiarkan dalam energi negatif. Jaga pikiran, emosi, dan suara hati dalam kebahagiaan. Jangan memiliki pikiran yang mudah dipengaruhi oleh kekuatan buruk dari luar diri. Jangan menjadi mangsa orang-orang negatif yang hidup di sekitar kita. Jangan mencoba mencari kesalahan dan kekurangan siapa pun. Kebahagiaan tercipta dari aliran energi positif di dalam diri yang kuat dan selalu positif saat berinteraksi dengan energi negatif.  

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMILIKI PIKIRAN YANG INDAH

“Jika kita kehilangan kesehatan oleh pikiran yang cemas dan takut dengan masalah hidup, maka itu sama saja membiarkan harta terpenting hilang dan menciptakan penderitaan.”~Djajendra

Pikiran sangat mudah terpengaruh dengan realitas hidup yang bermasalah. Ketika perjalanan hidup tidak berjalan dengan baik dan menimbulkan masalah, maka pikiran akan memiliki masalah dan beban yang berat. Pikiran yang bermasalah akan menciptakan stres dan penderitaan. Jika pikiran tidak dikendalikan dalam energi positif, maka kehidupan akan dijalani dalam penderitaan dan kecemasan yang berlebihan. Oleh karena itu, pikiran perlu dijaga dan dirawat dalam kegembiraan hidup. Pikiran yang damai, tenang, dan gembira adalah kekayaan sejati. Pikiran yang damai, tenang, dan gembiran adalah sumber kenikmatan hidup. Jangan membiarkan pikiran dikendalikan oleh masalah dan kesulitan hidup. Latih pikiran untuk selalu bersyukur, ikhlas, gembira, dan menerima apa pun kenyataan hidup.

Memiliki pikiran yang indah dalam menghadapi situasi dan keadaan hidup adalah kunci kebahagiaan. Kemampuan untuk menikmati apa pun situasi hidup adalah hadiah terbesar yang ditawarkan kehidupan bagi kita. Jelas, orang yang mampu menikmati hidup dalam situasi apa pun adalah orang yang sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa dan tidak berdaya untuk mengatasi semua masalah hidup. Keterbatasan dan ketidakmampuan adalah milik setiap manusia, sehingga tidak boleh dibiarkan untuk membebani pikiran. Pikiran harus dilatih untuk melihat hal-hal indah dalam setiap situasi hidup. Pikiran harus dilatih untuk melihat keindahan dalam masalah yang sedang dihadapi.

Hidup setiap orang terikat dengan tanggung jawab dan kewajiban. Setiap hari kita semua memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Jika semuanya lancar, maka tanggung jawab dan kewajiban dengan mudah dapat dilaksanakan. Persoalannya, hidup itu tidak selalu berjalan sesuai rencana kita. Kadang-kadang, semua rencana dan upaya menciptakan masalah, sehingga kita kesulitan untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban. Saat tanggung jawab dan kewajiban tidak mampu kita penuhi, maka saat itu pikiran merasa terancam dan menghilangkan rasa damai dalam diri. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka hal pertama yang dirusak adalah kesehatan kita dan juga hilangnya kebahagiaan hidup. Padahal kesehatan kita adalah harta yang paling penting untuk dijaga dan dirawat. Jika kita kehilangan kesehatan oleh pikiran yang cemas dan takut dengan kenyataan hidup, maka itu sama saja membiarkan harta terpenting hilang dalam penderitaan hidup.

Sesulit apa pun masalah dan persoalan hidup yang sedang dihadapi semua itu hanya bersifat sementara. Hidup kita ini sementara dan sangat singkat, sehingga tidak perlu dibebani dengan penderitaan yang berlebihan. Kita di dunia ini untuk menikmati maha karya Tuhan dengan gembira dan rasa syukur.Tidak ada apa pun yang kita miliki di dunia ini kecuali rasa gembira dan hati yang damai. Kita hadir ke dunia tidak membawa apa-apa dan akan meninggalkan dunia tanpa membawa apa-apa. Harta kita yang sejati itu dalam bentuk kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, ketenangan, kesejahteraan, dan keindahan pikiran atas apa pun yang dihadapi. Jadi, ketika ada masalah dan persoalan hidup yang rumit, maka belajar untuk mengalihkan pikiran dari semua masalah dan persoalan hidup. Ketika kita benar-benar sudah tidak berdaya dan tidak mampu, menyerahlah pada kehendak Tuhan dan membiarkan masalah tersebut terselesaikan sesuai kehendak Tuhan.

Setiap hari fokuskan pikiran hanya untuk melihat hal-hal terindah yang membawa sukacita ke dalam hati. Satu masalah hidup tidak boleh merusak jutaan kebaikan hidup yang Tuhan berikan setiap hari kepada kita. Walaupun tanggung jawab dan kewajiban mendesak dengan ancaman, kendalikan dan alihkan pikiran untuk merasakan kedamaian dan ketenangan hidup. Tidak perlu membawa beban yang berat di sepanjang hidup. Biarkan beban itu berada di luar diri kita. Ketika sudah mampu selesaikan beban berat tersebut. Ketika belum mampu isi energi positif sebanyak-banyaknya ke dalam diri dan nikmati keindahan hidup.

Ketika energi positif menguasai pikiran, kecerdasan, ingatan, ego, tubuh, dan emosi kita; maka, batin kita penuh dengan kedamaian, dan semua masalah atau persoalan akan mudah terselesaikan. Nikmati semua proses hidup dalam segala situasi dengan kesenangan dan kesabaran. Miliki niat dan tekad untuk menjaga kedamaian hati dan pikiran yang tenang saat menghadapi apa pun persoalan hidup. Katakan kepada diri sendiri bahwa hidup ini singkat dan sementara, sehingga tidak boleh dibiarkan dalam penderitaan dan kekacauan. Kuatkan energi positif di dalam diri untuk menenangkan situasi kacau dan tingkatkan kekuatan suara hati yang positif untuk menenangkan pikiran yang bermasalah. Pikiran menjadi bermasalah karena dia pikir bahwa hidup ini akan berjalan sesuai rencana dan keinginannya. Perlu dipahami bahwa hidup tidak akan pernah berjalan sesuai keinginan. Ketidakpastian dan kesulitan akan hadir untuk merubah jalan hidup dari keinginan menuju kenyataan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEBAHAGIAAN ADALAH GAYA HIDUP

“Kebahagiaan kita itu pilihan dari kesadaran hidup kita.”~Djajendra

Kebahagiaan bukanlah tujuan hidup atau pencapaian. Kebahagiaan adalah gaya hidup yang menciptakan kenyamanan emosional dan keadaan pikiran, yang selalu merasa nyaman dengan segala keadaan dan situasi hidup. Intinya, kalau ingin bahagia tidak menunggu sesuatu atau tergantung kepada sesuatu. Kebahagiaan adalah gaya hidup yang mengalir dari dalam diri melalui pikiran dan emosional yang merasa nyaman di sepanjang proses hidup. Pikiran dan emosi tidak akan menanggapi tantangan hidup secara serius, tetapi kesadaran dimunculkan untuk menjaga diri agar selalu bahagia dan damai hidupnya. Untuk bisa membangun kesadaran, kita harus terbiasa berdialog dengan diri sendiri, memiliki waktu satu atau dua jam sehari untuk mengenal diri sendiri secara mendalam. Mengenal diri sendiri dan memelihara kesadaran murni diri adalah realitas yang diperlukan untuk memiliki kebahagiaan sebagai gaya hidup.

Ketika pikiran kita terjebak dalam stres, ketakutan, marah, kesal, atau khawatir; maka kita merasa tidak nyaman. Keadaan emosional yang tidak nyaman ini akan mengambil kebahagiaan kita dan menciptakan penderitaan bagi hidup kita. Kita ketahui bahwa dalam hidup ini kita sebagai manusia tidak mungkin menjalani hidup yang mulus-mulus saja. Kadang situasi sulit harus kita hadapi dan sering sekali kita merasa tidak berdaya. Perasaan tidak berdaya dalam situasi sulit pasti membuat pikiran dan emosional tidak nyaman dan tidak aman. Persoalan-persoalan seperti: krisis keuangan, penghinaan, pengkhianatan, cemburu, penyakit, kemarahan, hubungan yang saling bertentangan, ketidakmampuan, tidak ada pengertian, ancaman, dan berbagai situasi yang membawa energi negatif ke dalam hidup kita pasti akan membuat pikiran dan emosional menjadi tidak nyaman. Jelas, semua situasi negatif ini akan membuat hidup kita tidak bahagia dan penuh penderitaan.

Ketika kita memutuskan bahagia sebagai gaya hidup kita, maka kita harus menjaga diri kita agar tidak dimasuki oleh kekuatan negatif dari sumber mana pun. Kesadaran dan mental yang terlatih untuk menerima berbagai situasi dan persoalan hidup, serta tidak membiarkannya masuk ke dalam pikiran dan emosional menjadi kunci kebahagiaan hidup. Tugas kesadaran kita adalah menjaga kebahagiaan hidup kita, sehingga situasi yang tidak baik dan orang-orang yang membawa energi negatif ke dalam hidup kita harus diblokir. Semua berita, persoalan, tekanan, masalah, dan kemarahan yang bersumber dari luar diri; tidak boleh memasuki pikiran dan emosional kita. Karena kita sudah memilih kebahagiaan sebagai gaya hidup; maka, kita tidak boleh membiarkan emosi kita khawatir, terluka, takut, marah, gelisah, atau stres. Semua perasaan dan realitas di dalam diri kita adalah ciptaan kita, pilihan kita. Jadi, kebahagiaan hidup itu adalah pilihan kita sendiri, bukan bersumber dari luar diri kita.

Dalam keadaan yang paling menantang, dalam situasi yang paling sulit, jangan membiarkan rasa takut menguasai diri. Ingatkan kepada diri sendiri bahwa kita sebagai manusia sesungguhnya tidak memiliki kemampuan apa-apa tanpa bantuan dari Tuhan. Jadi, minta tolonglah sama Tuhan, tidak perlu berharap pertolongan dari siapa pun. Hanya Tuhan yang bisa menolong kita saat kita berada dalam situasi yang sangat sulit. Ketika kita sudah menyerah pada kehendak Tuhan dan menerima apa pun keputusannya, maka pikiran dan emosional kita bisa berdamai dengan realitas hidup. Kebahagiaan tidak bersumber dari harta, uang, hubungan, jabatan, kekuasaan, kesenangan; tetapi, bersumber dari keyakinan kita yang mendalam bahwa Tuhan selalu membantu hidup kita, sehingga kita tidak perlu khawatir atau takut dengan keadaan hidup yang sulit.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

TIDAK PERLU GELISAH TENTANG MASA DEPAN

“Hidup kita adalah perjalanan diri sejati bersama potensinya untuk dipersembahkan kepada kehidupan.”~Djajendra

Sikap tidak sabar dan terburu-buru sering merugikan diri sendiri. Ketika kita tidak sabar semuanya terasa lama. Keinginan untuk mendapatkan sesuatu dengan lebih cepat menjadikan kita kurang berhati-hati, sehingga sebuah kesalahan akan membuat keinginan tersebut lebih lama lagi didapatkan. Sikap tidak sabar dan terburu-buru akan menjadi sumber penderitaan bagi siapa pun. Kita perlu berguru kepada alam semesta yang tidak pernah terburu-buru dan selalu tenang, tetapi mencapai segalanya melalui proses yang dilalui.

Sikap tidak sabar akan diikuti perasaan gelisah dan khawatir tentang hal-hal yang ingin dicapai. Padahal, tidak seorang pun mampu memastikan bahwa dirinya akan mencapai hasil seperti yang diinginkan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak berdaya, tetapi pikiran manusia menganggap dirinya berdaya untuk segala hal bagi hidupnya. Pikiran dan perasaan yang tidak sadar akan selalu gelisah tentang masa depannya. Kegelisahan dan kekhawatiran yang berlebihan akan menguras energi, sehingga kita tidak mampu fokus untuk menyelesaikan hal-hal penting bagi kebaikan kita.

Kecerdasan kehidupan ada di dalam diri kita. Kecerdasan kehidupan ini membutuhkan pikiran dan perasaan yang tenang, damai, dan tidak pernah stres agar bisa menyelesaikan semua hal dengan tepat; termasuk hal-hal di dalam diri kita. Kecerdasan kehidupan di dalam diri kita inilah yang mengatur tubuh, jiwa, dan pikiran agar berkembang untuk memenuhi harapan. Intinya, kita tidak perlu khawatir atau gelisah tentang masa depan kita. Sebab, kecerdasan kehidupan di dalam diri kita mampu menjadikan kita lebih produktif dan berkualitas untuk menangani setiap tantangan dengan solusi terbaik. Semakin tenang, damai, dan bahagia diri kita dengan kehidupan yang kita jalani; maka, semakin mampu kita menemukan cara terbaik untuk masa depan yang gemilang.

Jadilah diri sendiri apa adanya dan tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Mungkin orang-orang di sekitar kita terlihat sangat sukses dalam berbagai bidang kehidupannya. Dalam hal ini, kita harus bahagia tentang orang-orang di sekitar kita tersebut, tetapi kita tidak boleh ingin seperti mereka. Kita harus fokus dengan ketenangan dan kedamaian hati untuk melakukan hal-hal yang sedang menjadi tugas kita dengan berkualitas. Fokus pada potensi diri sendiri. Fokus pada tujuan hidup diri sendiri. Jangan tergoda dengan hal-hal hebat yang terlihat dari orang lain. Kita tidak tahu apa tujuan hidup kita yang dikehendaki Tuhan. Doa, rasa syukur, dan ketenangan pikiran di setiap situasi akan mengantar kita ke jalan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

“Hidup kita adalah perjalanan diri sejati bersama potensinya untuk dipersembahkan kepada kehidupan.”~Djajendra

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KALAU ANDA STRES ARTINYA ANDA BELUM KAYA

“Orang yang paling kaya adalah orang yang hidupnya tenang dan damai.”~Djajendra

Ketenangan hidup adalah kekayaan sejati. Orang yang paling kaya adalah orang yang tidurnya paling nyenyak, tubuhnya paling bugar, jiwanya paling damai. Sangat keliru jika kekayaan diukur dari jumlah uang dan banyaknya fasilitas yang dimiliki. Harta kita yang sesungguhnya adalah yang sedang kita nikmati pada momen ini, yang lainnya adalah titipan Tuhan kepada kita dan belum tentu milik kita. Hidup ini bukan tentang untung dan rugi, tetapi sebuah wisata untuk menikmati maha karya Tuhan dengan penuh sukacita. Jika kita masih stres, maka  itu artinya kita belum mengenal siapa diri kita dan untuk apa kita ada dalam kehidupan ini. Hilangnya rasa syukur, ikhlas, terima kasih, dan sabar dari karakter kita akan menjadi jalan bagi stres untuk merusak kedamaian hati kita.

Stres adalah bukti bahwa jiwa kita masih sangat miskin. Jika kita masih stres oleh berbagai realitas hidup, maka itu artinya jiwa kita masih sangat miskin. Orang stres tidak mampu merasakan ketenangan dan kedamaian hidup. Dunia yang indah dan kehidupan yang warna-warni tidak dapat dinikmati oleh orang-orang stres. Ambisi dan nafsu untuk memiliki segala sesuatu dalam hidup menjadi pemicu stres. Kompetisi dan persaingan membuat kita takut kehilangan apa yang kita miliki atau takut tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita juga menjadi stres karena harus terus-menerus meningkatkan kekayaan materi agar tidak kalah dengan yang lain. Perasaan ingin terlihat lebih hebat dari yang lain adalah sumber stres. Jelas, tanpa mengenal diri sendiri dan sangat berambisi untuk memiliki materi sebanyak mungkin adalah jalan termudah untuk mendapatkan stres.

Memang betul kita semua hidup dalam sistem dan budaya yang mengajarkan bahwa kekayaan itu berarti memiliki banyak uang, rumah mewah, mobil mewah, jet pribadi, pekerjaan berpenghasilan tinggi, jabatan, kekuasaan, dan semua yang bersifat menghebatkan diri diantara yang lain. Sudah menjadi budaya kehidupan untuk mendapatkan pengakuan dari orang-orang di sekitar. Karena ambisi dan keinginan untuk dihargai dan dihormati oleh orang-orang di sekitar, kita pun berlomba-lomba mencari uang dengan segala cara sampai tidak sadar untuk memperhatikan ketenangan diri sendiri. Memiliki banyak kekayaan materi berarti selalu dihormati dan didengarkan oleh orang lain telah menjadi mindset kehidupan kita saat ini.

Budaya kehidupan sangat menggantungkan kita pada barang-barang yang terus-menerus dipromosikan agar kita membelinya. Akibatnya, kita tergoda dan merasa sangat membutuhkan barang-barang tersebut, sehingga waktu dan tenaga kita habiskan hanya untuk mencari uang sebanyak mungkin agar bisa membeli semua yang kita inginkan. Realitas ini menciptakan kompetisi dan tantangan yang tidak mudah, sehingga setiap hari stres hadir ke dalam hidup, dan kita pun tak berdaya menemukan solusi untuk menghilangkan stres. Realitas ini telah menjadi sebuah lingkaran kehidupan yang menyulitkan diri kita untuk merasakan ketenangan dan kedamaian hidup. Padahal sifat jiwa yang sejati adalah tenang, damai, bahagia, dan selalu bergembira dengan hidupnya. Nafsu kita sendiri yang telah membuat hidup kita selalu dalam stres dan kemudian membuat kita menderita di sepanjang hidup. Kita gelisah, takut, khawatir, dan kadang marah karena tidak menjadi diri sendiri, tetapi lebih suka berusaha untuk memenuhi gengsi kita dalam realitas hidup yang kita hadapi.

Hidup ini menjadi perjalanan yang indah ketika kita sadar bahwa diri kita bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, kita ini tidak penting, kita ini tidak pernah sempurna, dan kita ini tempatnya kesalahan. Oleh karena itu, kita berusaha bersama jiwa yang tenang dan damai untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupan tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri. Jelas, hal ini merupakan produk kesadaran diri, bukan produk budaya kehidupan. Ketika kita sadar bahwa diri kita ini dari tidak ada menjadi ada dan kembali menjadi tidak ada, maka itu artinya kita tidak akan menggantungkan hidup pada apa pun selain kepada Tuhan. Semua pemikiran ini baru bisa dilaksanakan jika kesadaran diri memimpin realitas hidup kita. Persoalannya, tidak semua orang bisa mendapatkan kesadaran di dalam hidupnya. Ya, kita harus banyak belajar dari jiwa yang kaya integritas untuk mendapatkan kesadaran.

Menjadi orang yang kaya berarti dimulai dari kesederhanaan dalam hidup. Kekayaan sejati akan kita miliki ketika kita sudah tidak bergantung kepada apa pun dan siapa pun kecuali hanya bergantung kepada Tuhan. Artinya kita sadar bahwa dunia bukanlah untuk kita miliki, tetapi untuk kita nikmati keindahan dan kebaikannya. Apalagi waktu kita di dunia ini sangat singkat, sehingga sangat sayang jika tidak dirasakan dalam sukacita yang mendalam. Stres hanya bisa dikurangi jika kita menemukan kesadaran untuk hidup setiap detik dengan sukacita yang mendalam dan perasaan kaya atas kehidupan yang kita miliki. Sebaliknya, jika kita tidak sadar tentang siapa diri sejati kita, terobsesi untuk mengumpulkan segala hal dari dunia materi, tidak menemukan keseimbangan jiwa dalam sukacita; maka, hal ini akan menjadi kutukan bagi diri kita untuk setiap saat merasakan stres dan penderitaan.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENGELOLA STRES DENGAN KESADARAN HATI

“Stres terjadi karena ego berada di bawah tekanan.”~Djajendra

Setiap orang pernah mengalami stres. Stres terjadi karena ego berada di bawah tekanan. Semakin tinggi ambisi, keinginan, harapan, persaingan, dan upaya untuk mencapai impian; maka, semakin mudah kita berada dalam keadaan stres. Semakin tinggi jabatan, kekuasaan, dan tanggung jawab akan meningkatkan potensi stres. Stres merupakan emosi yang selalu menyertai perjalanan karir dan ambisi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Stres juga muncul dari pikiran yang tidak terkendali dan terlalu banyak berangan-angan. Pengendalian pikiran dan kesadaran untuk meminimalkan stres dengan energi positif adalah pilihan terbaik.

Mungkinkah kita terhindar dari stres? Jawabannya tidak mungkin. Stres pasti muncul ketika tantangan mendorong potensi kita hingga batasnya untuk mencapai tujuan yang kita perlukan bagi hidup kita. Kita hidup untuk tumbuh dan berkembang dalam banyak hal. Kita mungkin sedang berusaha untuk mencapai sesuatu yang tidak mudah dicapai. Biasanya, peristiwa ini akan diiringi oleh energi stres. Dalam hal ini, kita tidak boleh terjebak dalam stres, tetapi menggunakan stres untuk lebih berusaha dalam mencapai tujuan yang sangat kita butuhkan tersebut.

Jika kita lari dari kenyataan hidup, maka stres akan menjadi sahabat abadi kita. Kita adalah bagian dari realitas kehidupan dan realitas kehidupan adalah bagian dari kita. Keyakinan dan pengertian kita yang berbeda dengan kenyataan hidup akan menjadi sumber stres yang merugikan hidup kita. Jika kita ngotot agar kehidupan berjalan sesuai dengan keyakinan dan keinginan kita, maka setiap hari kita akan menerima stres dari realitas hidup. Jika kita ingin mengelola stres, maka kita harus ikhlas dan sabar terhadap realitas hidup yang tidak sesuai dengan keyakinan dan keinginan kita.

Ketika ikhlas dan sabar sudah menjadi karakter diri, maka kita akan menjadi pribadi yang tangguh untuk menerima tantangan di sepanjang perjalanan hidup. Pribadi yang tangguh membangun kebiasaan positif untuk mengatasi stres dan mengelola situasi yang membuat stres. Dalam hal ini, kita mengambil tanggung jawab penuh atas pilihan kehidupan kita tanpa pernah melempar kesalahan kepada siapa pun. Ketika pilihan kita tidak sesuai dengan harapan, kita tidak akan menyalahkan siapa pun, tetapi berusaha memahami apa yang terjadi, kemudian mencoba menemukan hal-hal terbaik agar pilihan tersebut mampu memberikan yang terbaik bagi hidup kita. Intinya, stres harus diatasi dengan kesadaran diri untuk memiliki momen-momen bahagia di setiap peristiwa hidup.

Salah satu upaya untuk mengendalikan stres adalah dengan memperkuat energi spiritual. Caranya adalah membangun keyakinan bahwa diri kita ini sesungguhnya tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa-apa tanpa bantuan Tuhan. Sikap kita sehari-hari fokus pada momen ini untuk menikmati apa pun pemberian Tuhan dengan rasa syukur. Di samping itu, kita juga harus menggantungkan hidup kita hanya kepada Tuhan, bukan kepada pekerjaan atau pun kepada orang tertentu. Intinya, gaya hidup kita betul-betul menyerah kepada kehendak Tuhan, tetapi kita membangun etos dan karakter untuk mengatasi tantangan. Dalam hal ini, kita harus tetap optimis untuk mewujudkan impian dan rencana. Kita harus mampu memberi respons yang cepat dan memiliki kecerdasan adaptasi atas realitas yang kita hadapi. Tidak boleh ada keluh-kesah, semuanya di terima dengan rasa syukur.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN FISIK, EMOSIONAL, DAN MENTAL YANG BERKUALITAS

“Jadilah pribadi yang tumbuh dan menikmati kesejahteraan di semua situasi dan peristiwa hidup.”~Djajendra

Kita harus jujur bahwa kita sangat membutuhkan fisik, emosional, dan mental dalam kondisi terbaik di setiap situasi kehidupan. Ketika kondisi fisik, mental, dan emosional dalam kondisi terbaik; maka kita mampu menggunakan ruang, waktu, dan materi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Jadi, harta terpenting dalam hidup adalah fisik yang terbaik, mental dalam keadaan tenang dan cerdas, serta emosional yang selalu menggetarkan energi cinta dan kebaikan.

Setiap saat kita perlu menjaga suara hati mengeluarkan kata-kata positif yang kuat dengan energi untuk mengoptimalkan potensi kita. Keberadaan kita untuk bahagia. Untuk itu, kita perlu meningkatkan kesadaran agar apa pun yang kita lakukan mampu menciptakan kebahagiaan bagi hidup. Doa-doa kita harus fokus untuk membahagiakan hidup kita. Kata-kata dan ucapan kita haruslah fokus untuk membahagiakan hidup kita. Sikap dan perilaku kita harus fokus untuk membahagiakan kita. Kita secara sadar harus mampu membentuk diri kita untuk menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita dan orang lain.

Setiap hari hidup kita akan menggunakan fisik, mental, dan emosional sebagai alat untuk melakukan apa pun. Semua pikiran, tindakan, dan perasaan harus diarahkan oleh diri kita untuk menguatkan mental, fisik, dan emosional kita. Dalam hal ini, diperlukan kesadaran dan kerendahan hati untuk mengikuti segala sesuatu tanpa mengabaikan realitas fisik, mental, dan emosional kita. Kita harus memiliki kekuatan untuk menerima hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Kita harus memiliki keikhlasan untuk menerima apa pun yang terjadi. Intinya, jangan pernah meninggalkan doa dan kata-kata baik untuk menerima hasil apa pun. Tugas manusia adalah berusaha dengan sebaik mungkin, dan menerima hasil apa pun dengan sikap rendah hati.

Ketika sedang menghadapi kesulitan jangan membebankan pada fisik, emosional, dan mental. Kita semua tahu bahwa saat situasi yang sangat pedih dan sulit menerpa kita, maka tidak mudah untuk menyederhanakannya. Oleh karena itu, kita mengenal kata ikhlas, yang berarti kita mau lebih bersabar dan tabah menghadapi kesulitan tersebut. Jelas, sangat mudah untuk berada dalam perasaan khawatir, takut, marah, dan frustasi. Persoalannya, semua energi negatif tersebut tidak akan pernah memberikan solusi apa pun. Semua energi negatif tersebut hanya akan merusak kekuatan fisik, mental, dan emosional kita. Dan, hal ini akan membuat diri kita semakin lemah dan tak berdaya untuk menghadapi kehidupan yang kita jalani. Oleh karena itu, walaupun situasi tidak menguntungkan kita dan tidak bersahabat dengan kita, maka tumbuhkan sudut pandang untuk melihat hal-hal terbaik yang sedang kita miliki. Tampilkan sikap dan perilaku melalui kerendahan hati untuk melayani kehidupan dengan cinta dan kebaikan. Intinya, dalam situasi pedih dan sulit, jadilah energi positif yang hebat bagi diri sendiri dan orang lain. Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJALANI HIDUP DALAM SUDUT PANDANG POSITIF

“Cintai perbedaan, terima dengan ikhlas semua perbedaan, miliki rasa hormat terhadap perbedaan, hindari pemikiran dan keyakinan yang bertentangan dengan perbedaan.”~Djajendra

Hidup adalah perbedaan dan kita semua berhak untuk memilih sudut pandang. Keindahan akan terlihat saat kita memilih hidup dengan sudut pandang positif. Sudut pandang positif adalah sumber kebahagiaan. Setiap hari kita pasti menghadapi kenyataan hidup yang kadang kita suka dan juga kadang tidak kita sukai. Kebahagiaan hidup kita tergantung dari sudut pandang positif yang kita miliki dengan konsisten. Ketika keinginan, impian, ambisi, ego, keyakinan, dan cita-cita kita tidak mengendalikan sudut pandang kita; maka, kita akan memiliki empati untuk melihat semua peristiwa kehidupan yang kita hadapi dalam sudut pandang positif. Jika kita sadar bahwa tujuan hidup kita untuk menikmati sukacita dan kesejahteraan, maka sudut pandang kita selalu akan positif. Sudut pandang positif membuat kita tumbuh dan berkembang bersama nilai-nilai kehidupan yang positif.

Saat kita melihat semua hal yang bertentangan dalam sudut pandang positif, kita pun mampu menikmati keindahan dari hal-hal yang bertentangan dengan kita. Semua hal yang tidak nyaman akan hilang ketika kita melihatnya dalam sudut pandang positif. Cintai perbedaan, terima dengan ikhlas semua perbedaan, miliki rasa hormat terhadap semua perbedaan, hindari semua pemikiran dan keyakinan yang bertentangan dengan perbedaan. Perbedaan adalah ciptaan Tuhan yang wajib kita terima dan jalani dengan sukacita. Tidak ada gunanya melihat yang bertentangan dengan kita sebagai musuh. Sudut pandang yang banyak musuh akan merugikan diri sendiri. Sudut pandang yang suka melihat kekurangan pihak lain akan membuat hidup kita  tidak bahagia. Memiliki sudut pandang positif berarti telah memilih untuk hidup nyaman, santai, damai, bahagia, sejahtera, dan melihat semua hal begitu indah.

Ketika kita bersahabat dengan semua perbedaan dan setiap saat melihat semua peristiwa hidup dari sudut pandang positif, maka hidup kita akan mengalir dengan baik dan tidak perlu berjuang melawan hal-hal yang tidak sama dengan kita. Hidup kita pun selalu mendapatkan pencerahan dalam rasa santai, nikmat, bahagia, nyaman, dan penuh keindahan di setiap situasi kehidupan. Sudut pandang positif membuat kita selalu memiliki pilihan untuk membahagiakan hidup kita. Kita tidak akan memilih jalan hidup yang membuat kita sengsara. Kita tidak akan memiliki keraguan untuk melihat semua hal sebagai bagian terindah dari kehidupan yang kita jalani. Pikiran, jiwa, dan emosi tidak akan terpecah dalam keraguan. Semuanya terhimpun secara solid dalam satu sudut pandang yang positif. Diri sejati kita mampu memimpin semua indera kita untuk melihat segala sesuatu dari keindahannya.

Semua energi negatif di dalam diri akan hilang ketika sudut pandang positif menguasai jalan hidup kita. Sudut pandang positif adalah sesuatu yang paling ideal untuk membuat hidup kita bahagia. Sudut pandang positif mampu menarik energi positif dari luar diri kita. Dalam hal ini, kesadaran kita selalu menghasilkan realitas yang lebih baik untuk kehidupan sehari-hari kita. Itu bisa memberi kita keindahan dan kebaikan dari apa pun yang kita kerjakan atau berikan perhatian. Jalan hidup kita pun selalu dalam terang dan kejernihan pikiran. Kita tidak pernah merasa menderita, kita selalu ikhlas menerima apa pun yang terjadi dalam hidup kita. Sudut pandang positif mampu membuat kita melihat kebaikan dan keindahan dalam semua peristiwa hidup kita. Kita akan membiarkan diri sejati kita untuk tidak melawan semua yang tidak nyaman bagi hidup kita. Sudut pandang positif yang akan menemukan keindahan dan kebaikan untuk membuat kita nyaman dari hal-hal tidak nyaman.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KITA

“Kecerdasan emosional adalah perasaan yang membuat akal dan mental mampu memahami diri sendiri dan orang lain di dalam berbagai situasi dan peristiwa hidup.”~Djajendra

Kecerdasan emosional itu tidak kelihatan, tetapi melalui kesadaran ia mampu membantu kita untuk menjadi lebih produktif dan memiliki kinerja tinggi. Emosi kita yang cerdas membuat kita fokus pada proses dan konsisten bekerja menuju tujuan. Tidak akan ada keraguan, sebaliknya kita selalu memiliki motivasi untuk bekerja dengan melakukan segala sesuatu secara profesional. Akal dan mental kita terjaga dalam perasaan yang fokus untuk menghasilkan kinerja terbaik. Emosi kita yang cerdas mampu mengabaikan hal-hal yang tidak penting dan fokus pada hal-hal penting. Emosi kita yang cerdas memproduksi perasaan-perasaan positif untuk membantu kita menyelesaikan pekerjaan dengan produktif.

Kecerdasan emosional adalah perasaan yang membuat akal dan mental mampu untuk memahami diri sendiri dan orang lain di dalam berbagai situasi dan peristiwa hidup. Oleh para ahli kecerdasan emosional didefinisikan sebagai sebuah kemampuan pribadi untuk memahami dan mengekspresikan emosi, menyatukan emosi ke dalam pikiran, memahami dan logika berdasarkan emosi, termasuk mengatur emosi dalam diri sendiri dan orang lain. Semua ini pada dasarnya bertujuan agar kita tampil secara kuat dan positif di dalam kehidupan kita sehari-hari. Penampilan kepribadian dengan karakter yang kuat dalam kontrol diri, memiliki kesadaran sosial di semua lingkungan dan budaya tempat kita berada, menghormati etika dan etiket di lingkungan sosial saat kita berada di sana, dan mampu berkomunikasi secara bijak dalam berbagai peristiwa dan situasi.

Setiap hari kita harus memahami bagaimana emosi dan persepsi mampu memotivasi diri kita untuk menjalani pola hidup produktif. Fokus pada tujuan dan membagi tugas dalam porsi kecil sesuai prioritas. Pengendalian diri yang baik dan manajemen yang efektif untuk menuntaskan tugas. Setiap tindakan sesuai dengan tujuan dan tidak tergantung pada barang atau orang. Memiliki niat yang kuat untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Memberikan perhatian penuh pada setiap tindakan dan selalu bersikap teliti dalam menyelesaikan tugas. Bekerja dengan kesadaran dan pola pikir yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Emosi kita yang cerdas membawa diri kita selaras dengan nilai dan tujuan hidup kita. Emosi yang cerdas menguatkan niat untuk mencapai yang terbaik di dalam tujuan. Ketika emosi cerdas kita membuat kita melihat dan merasakan apa yang kita tuju, maka keberanian dan kepercayaan diri kita memiliki motivasi yang hebat untuk melakukan tugas dengan produktif.

Kecerdasan emosional membiasakan kita untuk terkendali dan tenang dalam setiap situasi. Kondisi ini membuat kita mampu memberikan perhatian penuh saat menyelesaikan tugas. Kemampuan dan kebiasaan memberikan perhatian penuh menjadikan kita selalu fokus pada hal-hal yang harus segera kita selesaikan. Emosi yang cerdas membentuk kepribadian dan karakter yang kuat untuk melakukan tindakan sehari-hari dengan fokus pada tujuan. Emosi yang cerdas menyadarkan kita untuk tidak menaruh perhatian pada hal-hal negatif. Kecerdasan emosional selalu menghindarkan kita dari ketakutan, kecemasan, kekhawatiran, keraguan, kemalasan, kebencian, dan semua emosi negatif yang membuat kita lemah atau tak berdaya. Sebaliknya, mendorong kita untuk optimis dan mengembangkan perasaan-perasaan positif, sehingga membuat kita selalu kuat dan memiliki motivasi untuk menghasilkan yang terbaik. Kecerdasan emosional membangun perasaan-perasaan hebat untuk menjaga pikiran selalu optimis dan tubuh selalu bugar. Jadi, kecerdasan emosional sangat berperan untuk membawa kita ke puncak prestasi.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERASAAN TAKUT MENYATAKAN KITA TIDAK BERDAYA

“Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya.”~Djajendra

Perasaan takut adalah tanda bahwa kita tidak berdaya. Dalam kehidupan sejati, tanpa pertolongan Tuhan, manusia tidak berdaya dan tak mampu berbuat apa-apa. Perasaan takut merupakan tanda bahwa kita harus lebih pasrah kepada Tuhan, kita tidak perlu ngotot dengan keinginan kita, tetapi membiarkan Tuhan yang membantu kita untuk menyelesaikan semua tantangan dalam hidup. Tugas kita adalah melayani kehidupan sehari-hari yang kita jalani dengan tanggung jawab dan kualitas terbaik. Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut kita; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya. Yakinkan diri bahwa Tuhan pasti membantu untuk mengatasi semua persoalan hidup. Bentuk kepribadian yang rendah hati dan percaya diri di dalam keyakinan bahwa tanpa bantuan Tuhan saya bukan apa-apa atau siapa-siapa. Kecilkan diri dihadapan Tuhan, jadilah pribadi yang sangat tergantung kepada Tuhan. Rasa takut akan berkurang banyak ketika kita merasa bahwa Tuhan sudah memimpin hidup kita dengan cinta dan kasih sayangnya.

Ketika kita mengabaikan kekuatan rohani untuk melengkapi kehidupan kita, maka perasaan takut akan muncul di segala sesuatu yang kita kerjakan. Sebenarnya, perasaan takut adalah sesuatu yang wajar, yang berfungsi agar kita lebih berhati-hati dan teliti. Ketakutan ini sebenarnya sebuah emosi atau perasaan yang muncul dari dalam diri untuk menghadapi bahaya. Tujuan perasaan takut ini adalah agar kita mampu menemukan cara untuk melindungi diri dari ancaman yang membahayakan hidup kita. Persoalan muncul ketika perasaan takut menjadi berlebihan, sehingga mengganggu mental dan fisik kita. Ketakutan, kecemasan, kekhawatiran; jika ketiganya bersatu dalam sikap dan perilaku, maka membuat kita tidak mampu menemukan solusi, tetapi terperangkap dalam stres yang melumpuhkan hidup kita sehingga kita sulit untuk menemukan solusi.

Perasaan takut tidak mungkin bisa dihilangkan dari diri kita, tetapi dapat dikelola secara holistik untuk membangun kesadaran tentang kehidupan yang kita jalani. Pada umumnya, perasaan takut membuat kita mencari perlindungan. Kita akan mencari sesuatu yang sangat kuat untuk melindungi hidup kita dari perasaan takut. Dalam hal ini, kesadaran kita untuk menguatkan kehidupan rohani dengan cara menyerahkan diri dan menundukkan hati dihadapan Tuhan mampu menghilangkan rasa takut. Tuhan adalah kekuatan yang tiada tandingan untuk melindungi hidup kita. Di jalan Tuhan, kita mampu mengurangi rasa takut, sehingga tidak menjadi berlebihan. Kita mampu mengendalikan diri di dalam perlindungan kekuatan Tuhan. Kita mampu menenangkan diri untuk menemukan solusi terbaik dari semua ancaman rasa takut tersebut.

Jika kita sadar bahwa hidup ini dan semua masalah hanya bersifat sementara, maka kita mampu bersikap ikhlas untuk segala sesuatu yang kita alami. Dalam hidup kita yang sementara ini, kita pasti melalui berbagai peristiwa kehidupan, baik yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai. Semua peristiwa tersebut mengharuskan kita untuk respons dengan bijak agar kita tidak terjebak dalam rasa takut yang berlebihan. Intinya, rasa takut adalah sesuatu yang normal, tetapi jika sudah berlebihan rasa takutnya, maka dibutuhkan tindakan untuk menyelamatkan diri dari bahaya rasa takut itu. Sebab, jika rasa takut yang berlebihan dibiarkan, maka akan memicu proses kemunduran dan melumpuhkan diri sendiri, sehingga tidak mampu lagi bekerja untuk prestasi dan kinerja terbaik.

Temukan sumber rasa takut dan tingkatkan kepercayaan diri untuk menyelesaikannya. Hidup ini bukan pilihan kita, kadang kita harus menghadapi sebuah peristiwa yang tidak pernah kita inginkan dalam hidup kita. Jika kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang memilih semua peristiwa hidup yang harus kita jalani, maka peristiwa yang tidak kita inginkan tidak akan menjadi sumber ketakutan. Kekuatan rohani kita mampu menciptakan keberanian untuk menghadapi semua peristiwa hidup dengan sabar dan tenang. Kita tidak akan menghindari tantangan apa pun, tetapi kita akan menguatkan optimisme dan keberanian untuk memanfaatkan tantangan bagi pertumbuhan hidup kita.

Jangan menyebarkan rasa takut kepada orang lain. Kendalikan diri dan selalu berpikir positif agar tidak menjadi pribadi yang suka menyebarkan rasa takut ke dalam kehidupan sosial. Kita harus sadar bahwa kita tidak berdaya dan kita semua bukan sebuah kekuatan tanpa pertolongan dari Tuhan. Kadang manajemen ketakutan digunakan untuk menguasai orang lain. Perilaku atau ucapan yang menciptakan rasa takut sangat merugikan pertumbuhan dan kemajuan dari sebuah masyarakat. Jika kita ingin membangun masyarakat yang sejahtera dan bahagia, maka jangan pernah menggunakan manajemen ketakutan untuk membuat orang-orang takut pada hal-hal tertentu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang kehilangan keberanian untuk melakukan sesuatu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang produktif menjadi malas dan tidak produktif. Aturan dan kebijakan yang mengancam kehidupan produktif akan menciptakan masyarakat yang rendah kinerja atau minim prestasi.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJADI PRIBADI YANG TERKENDALI

“Pribadi yang tidak terkendali sangat mudah dipermainkan oleh emosiorang lain.”~Djajendra

Kehidupan sosial itu penting, tetapi semua hubungan dengan orang lain harus bersumber dari diri yang terkendali dan cerdas emosi. Ketika terjadi perang emosi dan kata-kata, jadilah terkendali, tunjukkan kedewasaan dan kesabaran. Jika Anda marah dengan sikap orang lain, tenangkan diri, dan untuk sementara jauhi orang tersebut. Tidak perlu mengeluarkan emosi dan kata-kata buruk untuk membalas sikap buruk orang lain. Jangan biarkan Anda terpancing dan mengeluarkan reaksi buruk. Jadilah terkendali, jadilah santai, dan tinggalkan suasana yang tidak aman tersebut.

Dalam situasi yang penuh emosi dan amarah, maka diam itu adalah emas. Jangan biarkan satu pun kata-kata buruk keluar dari mulut Anda. Kendalikan diri dan jadilah pemenang di dalam diam. Jangan pikirkan apa kata orang tentang Anda. Tidak penting memikirkan pendapat orang lain, yang penting Anda tetap tenang dan tidak menyinggung atau melakukan tindakan yang memancing reaksi negatif dari pihak manapun. Mungkin Anda terluka atau kecewa, kuatkan hati dan tetaplah tersenyum sambil meninggalkan suasana yang tidak baik tersebut.

Hidup ini bukan tentang kalah dan menang, tetapi tentang belajar dan pengalaman. Jadi, tidak perlu terlalu terobsesi untuk menang dalam sebuah masalah atau persoalan hidup. Biarkan persoalan itu terselesaikan dengan baik pada waktunya. Mungkin pada saat sekarang tingkat emosi masih tidak stabil, semua pihak menganggap dirinya yang paling benar dan tidak mau mengalah demi kebaikan. Dalam situasi yang sulit menciptakan perdamaian, maka membatasi diri pada reaksi yang ekstrem adalah pilihan terbaik. Tindakan terbaik saat diri dalam marah adalah tidak mengeluarkan reaksi apa pun.

Ketika suara hati mendorong Anda dengan emosi untuk membalas perbuatan tidak baik,  gunakan akal sehat dan kendalikan suara hati tersebut. Bebaskan diri dari semua kepentingan dan tingkatkan kesadaran untuk tetap tenang. Jangan menyebabkan diri Anda menjadi penyebab kerusakan sebuah hubungan. Ketika keburukan dibalas dengan keburukan, maka kerusakan dalam hubungan tersebut akan sulit diperbaiki untuk selamanya. Jika dalam jangka panjang tidak ada yang merasa bersalah, maka hubungan tersebut secara perlahan-lahan akan tergelincir ke dalam konflik abadi. Setiap saat luka lama akan muncul untuk menghambat hubungan baik.

Pengendalian diri bukan berarti Anda takut berhadapan dengan orang lain. Ini adalah tentang kehebatan Anda untuk tetap tenang dan sabar di saat orang lain tidak terkendali. Saat Anda tenang dan sabar, Anda bisa berpikir jernih untuk mengambil keputusan terbaik. Keputusan terbaik adalah mengarahkan pikiran ke tempat-tempat terindah, dan menjauhkan pikiran dari wilayah konflik. Anda pun mampu dengan santai keluar dari pertengkaran dan lawan Anda tidak menemukan Anda untuk diserang dengan kata-kata buruk. Dalam situasi ini, lawan sudah tidak menemukan Anda di wilayah emosi negatif, Anda pun sedang menikmati keindahan di wilayah bahagia. Intinya, tidak perlu terpancing dengan sikap dan perilaku buruk orang lain. Jangan mau dikendalikan hidup Anda dengan karakter dan keputusan orang lain. Anda itu merdeka dan bebas untuk menikmati indahnya kehidupan. Hilangkan dirimu dari perangkap wilayah konflik, tingkatkan kesadaranmu untuk hidup bahagia.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

HARI INI ADALAH HADIAH TERINDAH

“Jika pada momen ini tidak bisa bahagia, janganbermimpi besok bisa bahagia.”~Djajendra

Momen ini adalah hadiah terindah. Sekaranglah waktu terbaik yang kita miliki untuk menikmati hidup. Sekaranglah pengalaman menyenangkan ada bersama kita. Hidup ini indah dan seluruh keindahan itu terjadi pada saat sekarang atau pada momen sekarang. Di setiap momen sangat banyak kebaikan dan karunia yang kita terima dari Tuhan. Semua keadaan adalah hadiah kecil dari Tuhan untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman bagi hidup kita. Apa pun peristiwa yang kita hadapi pada momen ini sambutlah dengan pikiran positif. Sambutlah semua realitas dengan prasangka baik sebagai hadiah terindah dari Tuhan.

Menyenangkan dan tidak menyenangkan hanyalah persepsi yang tidak mampu memahami hidup secara keseluruhan. Jika pada momen ini kita mampu bersyukur dan merasakan kegembiraan, maka momen ini akan menjadi titik yang menyambungkan kita menuju masa depan terbaik. Kita hidup pada momen ini, jangan sia-siakan momen ini dengan kesedihan dari masa lalu maupun ketakutan akan masa depan. Kemampuan kita menguatkan hati dan mental untuk menerima momen ini sebagai hadiah terindah akan menjadi kebiasaan kita di sepanjang hidup. Kita perlu melatih diri untuk membiasakan diri kita bersyukur dan bergembira pada momen ini. Setiap hari adalah keindahan dan keajaiban yang kita terima dari realitas hidup. Bergembiralah dan belajarlah dari hal-hal tak terduga yang penuh kejutan di sepanjang hidup.

Hidup kita mengalir seperti sungai, kita tidak dapat menahan hidup dari aliran realitas. Keinginan kita tidak mampu menahan aliran hidup kita. Mimpi-mimpi kita tidak mampu menahan aliran hidup kita. Aliran hidup kita dikendalikan oleh Tuhan, bukan maunya kita. Jalan hidup kita sudah diatur sama pencipta kita, bukan maunya kita. Jangan sandarkan hidup pada keinginan, tapi sandarkan hidup untuk memahami kehendak Tuhan. Semua keinginan kita jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka tidak akan terjadi. Oleh karena itu, dari pada sibuk memikirkan keinginan, lebih baik melakukan hal-hal berkualitas pada momen ini dengan perasaan gembira. Biarkan titik-titik momen terindah menyambungkan kita menuju masa depan terbaik.

Satu-satunya milik kita yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah kegembiraan. Semua momen yang kita jalani, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, haruslah di dalam kegembiraan. Hanya kegembiraan milik kita yang abadi di sepanjang hidup. Kegembiraan kita adalah kekayaan kita yang sesungguhnya. Masa-masa sulit haruslah disikapi dengan optimis dan mencari solusi dengan perasaan gembira. Setiap masalah adalah pelajaran dan pengalaman untuk ditemukan jalan keluar terbaik. Setiap tantangan bertujuan untuk memicu kreativitas kita agar lebih memaksimalkan potensi kita. Hidup ini indah, kita harus dapat menikmati keindahan ini dengan perasaan gembira.

Pikiran adalah alat yang harus kita gunakan dengan baik. Jika pikiran dibiarkan tanpa kendali, maka pikiran berjalan sesukanya dan akan membawa hidup kita pada kesulitan. Oleh karena itu, tenangkan pikiran dan jaga sepenuhnya agar pikiran tidak bergerak sendiri. Pikiran hanya boleh digunakan melalui kesadaran. Pikiran diarahkan untuk memikirkan hal-hal terindah, sehingga kegembiraan dapat dirasakan. Pikiran harus dibuat menyatu dalam kegembiraan untuk menjalani momen ini, menyerap semua hal baik di dalam momen ini, dan menyatu dengan realitas untuk menemukan hal-hal terbaik bagi hidup kita.

Hidup kita ada pada momen ini. Waktu kita saat ini sangat berharga dan satu-satunya kekayaan yang kita miliki untuk menikmati kebahagiaan. Waktu kita pada momen ini adalah pelajaran dan pengalaman hidup kita. Jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang membuat hidup kita tidak bahagia. Jangan membuang-buang waktu untuk memikirkan masa lalu dan masa depan yang bukan milik kita. Milik kita hanya momen ini. Milik kita hanya detik ini. Momen ini adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk kita, jangan sia-siakan hadiah terindah ini dengan memikirkan yang bukan milik kita. Biarkan momen terindah ini menciptakan langkahnya untuk membawa hidup kita pada momen-momen terindah berikutnya.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJALANI HARI INI DENGAN SEMPURNA

“Hidup adalah sukacita dan kegembiraan harus dihidupkan di dalam diri.”~Djajendra

Masalah adalah bagian dari kehidupan. Kapan saja masalah bisa muncul untuk mengganggu ketenangan hidup. Ketika ketenangan terganggu, maka segala sesuatu sulit untuk dikerjakan dengan baik. Tidak mudah untuk menjalani kehidupan positif di tengah banyak masalah yang menumpuk. Menjalani momen ini dengan sempurna tanpa terganggu dengan masalah sangatlah penting. Pikirkan hal yang benar saat ini, nikmati saja apa yang tersedia pada hari ini. Besok adalah urusan besok, kita hidup hari ini dan pada momen ini, mungkin saja semua perasaan khawatir itu tidak nyata, serta perlu dikendalikan agar kita tidak cemas dan takut dengan masalah di depan.

Mungkin tidak semua masalah dapat dengan mudah diselesaikan, banyak halangan yang bisa membuat Anda sulit menyelesaikan sebuah masalah. Jadi, ketika Anda tidak dapat berbuat apa-apa, maka sadarlah untuk tidak menciptakan kekacauan di pikiran. Terimalah keadaan yang sedang dihadapi, berpikirlah yang positif, dan yakinlah bahwa segala sesuatu pasti bekerja sesuai kehendak Tuhan. Tugas Anda adalah memiliki niat yang tulus untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, dan membiarkan segala sesuatu berproses untuk membantu Anda menyelesaikan masalah. Tidak perlu panik. Tidak perlu takut. Tidak perlu cemas. Terimalah keadaan dengan harapan bisa segera diselesaikan dengan baik.

Ketenangan dan kesabaran menjadi hal yang penting saat menghadapi masalah. Kuatkan energi positif di dalam diri agar dapat melemahkan semua energi negatif. Hidup adalah sukacita dan kegembiraan harus dihidupkan di dalam diri. Jangan membiarkan masalah membuat sukacita dan kegembiraan hilang. Jadilah ikhlas untuk menerima kehendak Tuhan. Semua masalah pasti berlalu pada waktunya. Alam dan kehidupan tidak akan membiarkan hidup Anda di dalam masalah yang terus-menerus. Mulailah dari dalam diri Anda sendiri untuk membangun keyakinan dan kekuatan agar bisa menyelesaikan masalah.

Jangan berpikir bahwa masalah Anda itu berat dan mengerikan. Berpikirlah bahwa Anda tulus dan serius untuk menyelesaikan masalah. Jangan membuat diri Anda mengalami kesengsaraan dan penderitaan oleh masalah. Jadilah bijak dan mulailah langkah-langkah untuk melewati masalah dengan baik. Selalu bertindak positif dan berniat baik atas semua hal yang Anda alami. Masalah ada agar Anda menjalani tes hidup yang menguatkan Anda. Jadi, kadang-kadang masalah yang tak terbayangkan perlu disikapi dengan pikiran positif dan menerimanya untuk diselesaikan dengan benar. Orang bijak mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah memberikan masalah yang berada di luar kemampuan. Jadi, terimalah dan nikmati pengalaman dari masalah tersebut sebagai pelajaran yang menguatkan diri sendiri.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENYINGKIRKAN PIKIRAN DAN UCAPAN NEGATIF

“Semua kata-kata negatif yang kita lemparkan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri.”~Djajendra

Perkataan tidak baik akan kembali kepada diri sendiri. Ketika berucap dan berkata-kata tidak baik kepada orang lain, maka sesungguhnya kita sedang menabung energi tidak baik di dalam diri kita sendiri. Energi tidak baik tersebut akan membuat hidup kita seperti yang kita ucapkan. Semua kata-kata negatif yang kita lemparkan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri. Ucapan dan kata-kata yang tidak baik hanya merusak kedamaian hidup. Perilaku yang suka mencari-cari kekurangan orang lain hanya merugikan diri sendiri.

Kehidupan positif berarti semakin banyak kita mendengar dan berbicara tentang hal-hal positif. Kemampuan kita untuk bebas dari pengaruh negatif akan membuat hidup kita indah dan damai. Walaupun kita tahu bahwa tidak mungkin semua orang di lingkungan kehidupan kita memiliki kata-kata dan ucapan positif, tetapi kesadaran untuk tidak mendengarkan mereka yang negatif akan membuat hidup kita lebih baik. Kita berhak untuk memilih kehidupan positif, dan kita mampu memiliki kehidupan positif di tengah-tengah lingkungan yang penuh dengan ucapan negatif.

Ketika orang-orang negatif berbicara dengan kita, maka kita harus mengubah percakapan tersebut menjadi positif. Jangan pernah membiarkan aliran kata-kata atau berita negatif mempengaruhi pikiran kita. Jangan membiarkan energi konflik dan kekerasan memasuki emosi kita. Kita harus memiliki sikap dan niat untuk menanggapi segala sesuatu dari sudut pandang positif. Jadi, mulai saat ini, jika ada orang-orang mengirimkan berita negatif, maka kita harus siap memberi tanggapan dengan cara yang lebih positif.

Pandangan positif menciptakan semangat, harapan, antusiasme, dan motivasi untuk masa depan yang lebih baik. Jika setiap saat kita memahami hidup dengan pandangan positif, maka apa pun tantangan dan situasi negatif, kita mampu menghadapinya dengan tenang. Pandangan positif akan memberikan pengalaman damai dengan semua keadaan.

Setiap ucapan haruslah memiliki kualitas untuk menyampaikan kedamaian, kebenaran, kebahagiaan, cinta, dan kepedulian. Semua ucapan dan kata-kata positif adalah harta yang semakin memperkaya hidup kita. Kita perlu menyingkirkan semua pikiran buruk dari diri kita. Kita perlu menguatkan pikiran positif saat teman, keluarga, dan lingkungan kerja memberikan banyak energi negatif kepada kita. Jadilah pribadi yang memilih untuk hidup damai apa adanya.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK ADA SOLUSI DI DALAM DIRI YANG PENUH TEKANAN DAN STRES

“Tidak ada solusi yang baik di dalam pikiran yang kacau.”~Djajendra

Ketika kita belum menemukan diri sendiri dan belum menguatkan diri sendiri, kita sangat mudah dibuat stres dengan masalah hidup. Masalah hidup hanya dapat dipecahkan dengan pikiran dan emosi positif. Semakin tenang dan sabar dalam menghadapi masalah, semakin mudah memecahkan masalah. Semakin fokus dan terlibat secara mendalam dengan masalah, semakin sulit untuk menemukan jalan keluar. Tidak ada solusi yang baik di dalam pikiran yang kacau. Tidak ada solusi yang baik di dalam diri yang penuh tekanan dan stres.

Sangatlah manusiawi bila kita tersedot ke dalam pusaran masalah, tetapi hal ini sangat merugikan hidup kita. Sejujurnya, tidaklah mudah untuk melepaskan diri dari masalah yang mengepung hidup kita. Karena tidak mudah untuk melepaskan diri dari masalah, maka kita harus meningkatkan kesadaran agar dapat menghadapi masalah dengan bijak. Salah satu cara terbaik adalah menerima masalah dengan tenang dan membuatnya menjadi lebih kecil, melangkah mundur sedikit dari masalah tersebut, kemudian memperhatikannya dengan jujur tanpa terlibat secara emosional dengan masalah tersebut. Jangan membiarkan diri menjadi stres dengan masalah. Tetaplah tenang dan cerdas untuk menyelesaikan masalah.

Jika terlalu fokus pada masalah, maka pikiran akan dikuasai dan dikendalikan oleh masalah. Oleh karena itu, masalah harus dihadapi dengan pikiran jernih tanpa emosi negatif. Pisahkan masalah dari diri sendiri dan miliki kesabaran saat menghadapinya. Dengarkan suara hati dengan tenang dan jujur, miliki kecerdasan dan kreatifitas untuk menemukan solusi atas masalah yang dihadapi. Hindari perasaan kesal, marah, panik, takut, benci, dan frustasi kepada siapa pun. Tidak perlu fokus untuk menemukan siapa yang salah. Tidak perlu menyalahkan orang lain. Tidak perlu bingung atau merasa tidak berdaya. Gunakan kecerdasan, akal sehat, logika, kesadaran, dan pemikiran positif dengan tenang, jelas dan rasional dalam proses menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

Kehidupan tidak selalu seperti yang kita inginkan, tetapi ketika kita mau menerima kehidupan yang kita miliki, maka kebahagiaan dan kedamaian akan menjadi energi kehidupan kita. Penyebab utama tekanan yang menumpuk di dalam diri karena kita tidak ikhlas menerima kenyataan yang sedang kita alami. Ketika kita marah dan ngotot dengan masalah kita, maka stres akan semakin membawa hidup kita pada titik terendahnya. Menerima hidup dan membiarkan hal-hal di luar kendali kita berjalan di dalam pikiran positif adalah jalan terbaik untuk menghindari hal-hal menjadi lebih buruk.

Sebagian besar masalah menjadi semakin buruk karena hilangnya ketenangan, kesabaran, dan keikhlasan untuk menghadapinya. Tidak perlu terlalu memberikan perhatian terhadap masalahnya, fokuskan untuk menemukan jalan keluar. Bila kita fokus pada masalah, maka secara mental dan emosional kita akan kehabisan tenaga dan waktu. Sulit untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi jika kita terlalu dekat dengan masalah tersebut. Jauhkan diri dari masalah tersebut, kemudian kendalikan diri dan emosi, ciptakan ketenangan dan energi positif di dalam diri, dan mulailah menggunakan strategi yang tepat untuk menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

Menjadi pribadi yang tidak terganggu dengan hal apa pun adalah fondasi yang baik untuk menemukan solusi atas berbagai masalah hidup. Jadi, sebelum masalah menyerang kita, sangatlah diperlukan kesadaran dan latihan untuk tidak terganggu dengan berbagai situasi, peristiwa, perilaku, sikap, dan kenyataan hidup. Mampukan diri untuk menerima setiap keadaan dan praktikkan pola hidup yang fokus pada hal-hal baik di sepanjang hari dan waktu.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com