MENJALANI KEHIDUPAN SETELAH PENSIUN

“Bila diri kita memancarkan energi positif, maka energi positif kita akan menarik energi positif dari kehidupan di sekitar kita.”~Djajendra

Tubuh tidak selamanya kuat untuk melakukan pekerjaan. Setiap orang memiliki batas usia produktif, tubuh dan pikiran tidak bisa produktif untuk selamanya. Semuanya ada batas, tetapi setelah pensiun dari pekerjaan, misalnya pensiun di usia 58 tahun, maka harus berani menghadapi perubahan kehidupan setelah tidak bekerja di kantor. Pensiun itu perubahan besar yang harus dihadapi dengan ketenangan dan kesadaran yang tinggi.

Mungkin saja, dalam kehidupan kerja, Anda sangat dihormati, sering mendapat pujian, dicintai banyak orang, prestasi dan kinerja Anda cemerlang. Tetapi, semua kehebatan Anda di kantor dalam satu titik usia pensiun akan berakhir. Setelah pensiun Anda menghadapi kehidupan baru yang belum Anda kenal. Anda mungkin sudah tidak dihormati seperti sebelumnya, Anda mungkin sudah tidak dipuji oleh orang-orang di sekitar Anda, Anda bahkan sudah tidak boleh lagi masuk ke ruang kerja yang sangat Anda cintai. Pensiun adalah perubahan besar yang harus dihadapi dengan rendah hati dan sabar.

Uang dan kesehatan adalah fondasi yang sangat penting untuk dapat menjalani kehidupan pensiun dengan baik. Memiliki tabungan adalah prioritas. Jangan menggunakan semua uang pensiun untuk urusan bisnis. Sesungguhnya, dalam memulai sebuah bisnis tidak membutuhkan modal yang besar, yang dibutuhkan hanyalah produk dan pelayanan yang membuat Anda mendapatkan banyak pelanggan. Mulailah bisnis dari rumah dengan modal serendah mungkin, tetapi pelayanan yang menyentuh hati pelanggan. Jangan ambisius, jangan mudah terpengaruh dengan cerita sukses orang lain, jangan mudah tergiur untuk mendapatkan untung besar. Perjalanan bisnis adalah sebuah seni dan kreativitas diri sendiri untuk mengatasi kegagalan dan menyikapi kesuksesan dengan rendah hati. Jadi, siapkan mental yang tangguh untuk menerima proses yang harus Anda lalui ketika memulai bisnis di usia pensiun.

Kesehatan adalah kekayaan yang lebih bernilai dari harta apa pun yang Anda miliki. Kesehatan adalah sumber kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Mulailah memberikan perhatian yang lebih besar kepada diri sendiri. Kenali diri sendiri dan pahami tubuh sendiri. Miliki waktu untuk melakukan manajemen pikiran, fisik, mental, dan emosi. Lakukan aktivitas fisik, seperti olah raga. Pilih sebuah olah raga yang sesuai dengan kepribadian Anda, kemudian miliki disiplin dan tanggung jawab untuk berolahraga secara rutin dengan hati yang penuh kegembiraan.

Membangun pola makan yang lebih sehat. Tinggalkan makanan cepat saji, kurangi makan di luar rumah, mulailah memasak sendiri dengan bahan-bahan alami. Perhatikan nutrisi dari makanan Anda. Kurangi jumlah kalori dengan cara penyajian makanan yang lebih baik. Misalnya, makanan yang digoreng pasti kalorinya bisa 3 sampai 4 kali lebih besar dibandingkan makanan yang dikukus. Intinya, jangan kurangi jumlah porsi makanan, tetapi makanlah makanan rendah kalori sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Tidak seorang pun yang tahu bagaimana kondisi kesehatan ketika usia mulai di atas 70 tahun. Banyak kisah orang pensiun yang harus berhadapan dengan penyakit alzheimer dan demensia. Ketika menjadi lansia, penyakit pikun berpotensi membuat kehilangan memori, sehingga untuk melakukan tugas-tugas sederhana pun menjadi tidak tahu. Oleh karena itu, setelah memasuki pensiun di usia 58 tahun, mulailah lebih memperhatikan diri sendiri dan lebih mendengarkan diri sendiri. Aktifkan pikiran dengan kreativitas yang terus menerus. Latih semua fungsi tubuh agar selamanya bisa difungsikan untuk menjalani kehidupan. Lebih dekatkan diri dengan kekuatan Tuhan dan memahami kekuasaannya yang maha besar. Kurangi ego dan tingkatkan kualitas cinta kepada kehidupan. Masalah mengurangi ego mungkin tidak mudah, sebab ego terkait dengan harga diri, tetapi setelah usia semakin lansia, maka sangatlah bijaksana untuk tidak memikirkan harga diri, tetapi lebih melayani cinta dan kepedulian agar jiwa bisa terhindar dari berbagai macam penyakit yang merusak kehidupan diri sendiri.

Memelihara hubungan baik dengan sikap rendah hati sangatlah penting. Semakin lansia, semakin kita membutuhkan bantuan orang lain. Bila diri kita memancarkan energi positif, maka energi positif kita akan menarik energi positif dari kehidupan di sekitar kita. Mulailah melatih diri sendiri untuk berpikir positif, tidak menilai dan menghakimi orang lain, mulai menerima orang-orang di sekitar apa adanya mereka, serta tidak menciptakan harapan terhadap sikap dan perilaku orang lain. Jadilah diri sendiri yang tidak terganggu dengan sikap dan perilaku orang lain. Jadilah diri sendiri yang bahagia dan antusias dengan apa-apa yang ada di sekitar diri sendiri.

Memasuki usia pensiun membutuhkan keberanian untuk perubahan menuju kualitas hidup yang lebih baik. Tidak sekedar terjebak dalam kebutuhan dan keinginan hidup, tetapi mampu membangun kesadaran untuk menyiapkan kehidupan yang lebih bijaksana dalam menyikapi kenyataan yang harus dihadapi.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com