NILAI-NILAI BUDAYA KERJA TIDAK HANYA DITULISKAN, TETAPI HARUS DIHIDUPKAN MENJADI PERILAKU

MOTIVASI BUDAYA KERJA 05032016

“Bila nilai-nilai budaya kerja tidak menjadi mindset ataupun perilaku sehari-hari, maka mereka hanya akan menjadi kata-kata kosong yang tidak bermakna dalam proses kerja.”~Djajendra

Walaupun keberadaan Enron telah berakhir, tetapi Enron meninggalkan sejarah pengetahuan yang sangat penting tentang implementasi dan internalisasi nilai-nilai inti perusahaan. Core values Enron terdiri dari Integrity, Communication, Respect, dan Excellence. Semua nilai-nilai Enron ini dipajang dan sangat dibanggakan. Tetapi, ketika Enron jatuh bangrut karena skandal rekayasa keuangan dan kebohongan terhadap semua pemangku kepentingan, maka pertanyaan muncul tentang makna dari core values Enron. Jelas, dari skandal yang terjadi, kita dapat melihat bahwa nilai-nilai inti Enron tidak membentuk perilaku kerja sehari-hari. Nilai-nilai inti tersebut hanya menjadi pajangan dan penghias budaya organisasi.

Dari peristiwa Enron, kita belajar bahwa dalam praktik ada nilai-nilai lain yang lebih dominan daripada nilai-nilai inti yang dipajang tersebut. Budaya nyata Enron bertentangan dengan budaya yang mereka nyantumkan atau sampaikan kepada publik. Jadi, semua nilai-nilai inti Enron menjadi kata-kata kosong tanpa makna dalam proses kerja mereka.

Sesungguhnya, bukan hanya Enron yang berperilaku dengan budaya ganda.Sangat banyak perusahaan dan organisasi yang lain juga demikian, hanya saja tidak terekspos dan tidak digali secara mendalam seperti orang menggali tentang Enron. Dari pembelajaran penulis, sangat banyak juga perusahaan-perusahaan yang berperilaku lebih buruk dari Enron, tetapi tidak tergali dan terekspos ke ruang publik.

Pelajaran terbesar dari peristiwa kejatuhan Enron adalah bahwa ketika nilai-nilai inti perusahaan dikalahkan oleh budaya kepentingan sesaat yang mengabaikan integritas, maka terciptalah perilaku yang tidak etis. Peristiwa kejatuhan Enron membuat para stakeholders penting menjadi korban dan mereka sangat terluka. Peristiwa Enron merupakan kegagalan moralitas kerja, artinya kegagalan dalam mengimplementasikan dan menginternalisasikan nilai integritas.

Nilai-nilai budaya kerja merupakan pendorong utama dalam pembentukan perilaku kerja karyawan dan pimpinan. Juga, merupakan cara untuk membentuk budaya organisasi yang kuat dari sisi perilaku dan kebiasaan kerja. Jadi, sangatlah penting memiliki keseriusan dan niat baik untuk menjadikan nilai-nilai inti perusahaan sebagai perilaku yang dominan di tempat kerja. Bila tidak ada upaya yang keras untuk mentransformasikan nilai-nilai budaya kerja menjadi budaya organisasi dan perilaku kerja yang dominan, maka nilai-nilai lain di luar nilai-nilai inti organisasi akan mendominasi kehidupan budaya kerja Anda.

Setiap nilai memiliki tujuan, terlepas dari apakah bertujuan baik ataupun tidak baik. Disinilah harus ditimbulkan kesadaran untuk selalu mengevaluasi fakta-fakta di lapangan, dan juga kejadian-kejadian dalam proses kerja yang bertentangan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Budaya kerja terlihat melalui peristiwa sehari-hari di tempat kerja. Bila pimpinan dan karyawan selalu berbuat salah. Itu artinya, ada yang tidak beres dengan budaya kerja, dan harus segera diambil tindakan untuk membereskannya. Membereskan berarti bukan sekedar memecat atau mengganti orang yang berbuat salah, tetapi mengevaluasi kembali atas budaya kerja. Melihat kembali budaya apa yang dominan, nilai-nilai apa yang membuat budaya dominan itu eksis dan kuat. Bila nilai-nilai yang tidak dikehendaki menguasai budaya organisasi, maka nilai-nilai tersebutlah yang harus dihilangkan dari perilaku kerja sehari-hari.

Tidak pernah ada sebuah perusahaan yang sempurna budayanya. Manusia selalu bisa membawa sikap dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya dan pembelajaran yang terus-menerus agar budaya perusahaan yang diinginkan dapat dijaga dan dirawat dengan baik. Harus selalu diberikan pencerahan dan motivasi kepada karyawan dan pimpinan agar mereka menghargai dan menghormati nilai-nilai inti perusahaan. Dan juga, agar mereka menjadi energi positif untuk mewujudkan lingkungan kerja yang berbudaya positif dan kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com