KEPEMIMPINAN YANG MENDENGARKAN

“Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.”~Djajendra

Salah satu keterampilan dasar kepemimpinan adalah mendengarkan. Pada intinya, ini adalah keterampilan untuk membantu pemimpin lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bermacam karakter dan kepribadian. Ini dapat mempermudah pemimpin untuk mobilisasi dan memanfaatkan semua potensi terbaik dari orang-orang yang membantu pemimpin. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang disampaikan oleh orang lain memungkinkan pemimpin untuk melakukan tugas sehari-hari dengan efektif.

Empati adalah dasar untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk menunjukkan empati haruslah benar-benar berkualitas dan bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Kepemimpinan yang mendengarkan harus mampu mengendalikan amarah dan ego yang suka menerima pujian. Harus benar-benar tenang dalam pengendalian diri untuk dapat mendengarkan apa pun dengan jernih dan sabar. Empati yang kuat dengan kecerdasan untuk menyerap semua makna dari apa yang disampaikan, menjadikan kepemimpinan selalu kuat dan unggul.

Menjadi pendengar yang baik tentu sangat menguntungkan bagi kepemimpinan. Sebab, dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh karyawan, mitra, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan untuk menangkap semua emosi, potensi, dan harapan orang lain haruslah menjadi inti dari kepemimpinan. Ketika kepemimpinan mampu menggunakan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan gairah setiap orang secara efektif, maka mereka semua dapat memberi hasil terbaik untuk tujuan yang diperjuangkan. Intinya, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi, Anda harus menjadi pendengar yang bersumber dari empati dan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami bagaimana orang lain memandang tindakannya. Jadi, mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar. Ketika pemimpin tahu tentang bagaimana orang lain melihat dirinya, maka pemimpin dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Jadi, tidak ada lagi asumsi dan narasi pribadi yang ditonjolkan, tetapi realitas yang langsung didengarkan dari orang-orang yang memandang tindakan pemimpin itu seperti apa. Mendengarkan membantu pemimpin memahami persepsi dan keyakinan dari orang-orang yang terlibat membantu kepemimpinan-nya. Jika nantinya, ada orang-orang yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan, maka dengan mudah pemimpin dapat melakukan pergantian, dan secepat mungkin menemukan orang-orang yang paling siap untuk menjalankan visi kepemimpinan.

Mendengarkan berarti menerima dengan tenang semua narasi, emosi, persepsi, dan situasi; tanpa mengesampingkan proses berpikir khas yang bersumber dari diri sejati pemimpin. Mendengarkan berarti tidak memberi respons melawan atau menolak, hanya mendengarkan dan tidak memberikan reaksi yang menghentikan proses mendengarkan. Setelah selesai mendengar, pemimpin perlu menilai semua yang didengar dengan situasi nyata. Keputusan akhir bukan dari apa yang didengar, tetapi apa yang diyakini dan dirasakan benar oleh pemimpin. Intinya, mendengarkan itu hanya untuk memahami orang lain, merasakan keyakinan dan persepsi mereka, serta melibatkan mereka untuk kepemimpinan yang efektif. Pada akhirnya, semua keputusan ditentukan oleh intuisi dan pengetahuan pemimpin.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KEPEMIMPINAN DARI DIRI SENDIRI

“Kepemimpinan adalah tentang keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan.”~Djajendra

Kepemimpinan adalah milik setiap orang. Siapa pun Anda, di mana pun posisi Anda, apa pun peran Anda dalam hidup, punya jabatan atau pun tidak punya jabatan, punya kekuasaan atau pun tidak punya kekuasaan, Anda harus dapat memimpin hidup Anda. Kepemimpinan adalah keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan. Pemimpin adalah orang-orang yang terlatih untuk memiliki visi dan kontrol atas diri sendiri, serta mudah mempengaruhi diri sendiri dan orang lain untuk mencapai segala sesuatu. Intinya, untuk menjalankan fungsi kepemimpinan, Anda tidak perlu menjadi siapa-siapa, cukup menjadi diri sendiri yang mampu menguasai diri agar dapat menguasai kepemimpinan terhadap kehidupan yang Anda alami.

Setiap orang harus menguasai kepemimpinan sebagai modal untuk menjalani kehidupan secara efektif dan profesional. Hidup yang Anda alami membutuhkan perhatian penuh dan kontrol atas segala sesuatu dengan bijaksana. Kepemimpinan dari energi positif Anda diperlukan untuk memulai, berhenti, berubah, berinovasi, berprestasi dan mengontrol diri. Kepemimpinan Anda diperlukan untuk menghadapi tantangan baru dengan perilaku dan cara baru. Jadi, ketika penguasaan diri Anda hebat dan kepemimpinan Anda bijaksana, maka tidak ada hal apa pun yang mampu menghentikan langkah Anda untuk mencapai prestasi terbaik.

Kepemimpinan adalah tentang memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk mencapai sesuatu. Penguasaan terhadap diri sendiri, khususnya terhadap: potensi, pikiran, emosi, karakter, kepribadian, fisik, mental, akal, kecerdasan, persepsi, dan keyakinan positif; haruslah menjadi bagian yang memberdayakan diri sendiri, untuk diberikan kepada orang lain dalam wujud kepemimpinan yang andal dan berkualitas. Membangun kepemimpinan yang hebat dari dalam diri sendiri menjadikan Anda percaya diri dan memiliki kecerdasan emosional di setiap tindakan dan pemikiran. Kepemimpinan dengan kecerdasan emosional yang baik mampu menguasai diri sendiri dan orang lain, mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang dikerjakan, mampu memiliki ketenangan pikiran yang luar biasa di situasi yang sangat mengacaukan, serta mampu bertindak dengan sangat efektif dan produktif di setiap langkah menuju masa depan.

Keterampilan dasar kepemimpinan adalah mengelola dan menggunakan emosi diri sendiri dan emosi orang lain secara tepat waktu untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan harus terlatih dan memiliki kualitas untuk memanfaatkan segala macam emosi bagi pencapaian. Berbagai macam emosi yang diperlukan kepemimpinan sudah tersedia di dalam diri orang-orang di sekitar, sehingga pemimpin harus tampil dengan keyakinan penuh untuk mencapai yang terbaik. Mampu menggunakan emosi untuk melancarkan komunikasi, memberi inspirasi dan motivasi, membuat setiap orang terhubung secara kuat dan solid untuk mencapai tujuan, serta memberi pengaruh dan keyakinan untuk bersama-sama mencapai tujuan.

Kepemimpinan dimulai dari kesadaran untuk berjuang dan berupaya secara total. Dari titik kesadaran diri ini, kepemimpinan harus sadar diri untuk menampilkan kekuatan kepemimpinan dari dalam diri sendiri yang terampil dalam banyak kualitas. Pikiran, emosi, akal, memori, dan realitas yang sedang dihadapi harus dalam penguasaan kesadaran diri. Kepemimpinan adalah energi yang hadir dengan apa yang terjadi di sekitar dan di dalam diri. Tidak pernah terganggu secara mental dan emosi oleh kesulitan dan tantangan. Selalu terkendali dalam kesadaran diri yang kuat untuk berjuang total dalam tujuan yang terang. Perhatian penuh pada tujuan melalui kesadaran diri dan manajemen diri yang kaya integritas, menjadikan kepemimpinan berkualitas dan selalu akurat dalam langkah dan perjuangan menuju kemenangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

AUTHENTIC LEADERSHIP

“Ego dan kesombongan pemimpin akan menjebak pemimpin dalam ruang yang sangat sepi.”~Djajendra

Pemimpin autentik tidak suka meniru orang lain, selalu berpikir inovatif untuk menggunakan semua sumber daya, dan memahami kemampuan dirinya dalam mencapai tujuan dengan kinerja terbaik. Karakter kepemimpinan autentik adalah sangat jujur, bertanggung jawab, tulus, sepenuh hati, disiplin, dan betul-betul berjuang dalam kerja keras yang hebat pada apa yang mereka yakini sebagai hal terbaik. Mereka fokus dan sangat teliti dalam setiap tugas, juga konsisten dengan nilai-nilai kerja yang mereka yakini mampu memberikan manfaat terbaik bagi semua orang.

Pemimpin autentik bekerja untuk visi yang jelas, sehingga selalu sadar dan memiliki disiplin dalam membangun hubungan jangka panjang yang produktif. Mereka bekerja untuk hasil yang luar biasa dan memiliki keberanian yang hebat untuk mengambil risiko. Mereka tidak khawatir atau takut terhadap hal apa pun, sebab keyakinan dan kemampuan mereka membuat mereka lincah dan gesit dalam setiap tantangan.

Pemimpin autentik bekerja dengan kekuatan integritas dan akuntabilitas yang hebat, mereka tidak mencari citra diri, mereka sangat rendah hati dalam sikap yang optimis untuk melakukan pekerjaan sesuai visi yang jelas. Mereka sangat kuat dalam mempengaruhi orang-orang dan orang-orang pun merasa mendapatkan pemimpin yang mampu melakukan pekerjaan dengan benar, tanpa menghancurkan hubungan kerja dan nilai-nilai kerja yang dihormati bersama.

Pemimpin autentik memiliki daya tahan diri yang sangat kuat untuk menerima pukulan dan tekanan dari sumber mana pun. Mereka sangat setia pada apa yang mereka percaya, yakini, dan lakukan. Mereka secara konsisten menjaga suara hati yang optimis, arah yang konsisten, dan pikiran tenang, untuk menghadapi tekanan dan pukulan yang muncul baik dari dalam maupun dari luar organisasi.  Mereka tidak pernah goyah, tidak pernah menyerah, tidak pernah berhenti, tidak pernah lari dari realitas yang harus dihadapi. Mereka betul-betul asli dalam sikap, tindakan, pemikiran, dan tetap setia dengan nilai-nilai yang mereka yakini.

Pemimpin autentik lahir dari pengalaman, lahir dari kesulitan dan tantangan yang luar biasa, lahir dari kisah hidup mereka yang menjadikan mereka sebagai pemimpin hebat. Jadi, sekolah untuk menjadi pemimpin autentik adalah pengalaman dan kisah hidupnya sendiri, tidak ada sekolah formal yang mampu menjadikan seseorang sebagai pemimpin autentik. Ini adalah tentang kesadaran seseorang setelah mengalami hal-hal tidak mudah dan sangat pahit dalam hidup yang dia jalani. Seorang pemimpin autentik lahir dari keprihatinan, kehilangan, kegagalan, dan kesulitan-kesulitan yang luar biasa yang mampu ditaklukkan dengan kerja keras.

Pemimpin autentik selalu membentuk tim kerja yang hebat dan mendelegasikan pekerjaan pada orang-orang terpercaya. Mereka mampu membentuk tim kerja yang ikhlas bekerja dalam tingkat kepercayaan dan integritas yang konsisten. Semua kebutuhan dan fasilitas bagi tim kerja betul-betul diperhatikan dan menjadi prioritas. Tidak ada diskriminasi dalam budaya kerja. Semua orang dihargai dan dihormati. Semua kerja keras dan pengorbanan mendapatkan perhatian dan empati dari pemimpin autentik. Pemimpin autentik membawa hubungan kerja yang harmonis, profesional, dan produktif. Mereka memberikan energi kepemimpinan untuk membangun lingkungan kerja yang saling percaya, saling membangun, saling membantu, dan bekerja dalam semangat untuk menciptakan prestasi sesuai visi.

Pemimpin autentik membentuk orang-orang untuk menjadi unik dan asli dalam melakukan pekerjaan. Setiap orang dibangkitkan untuk memimpin pekerjaan dengan nilai-nilai positif. Dia hanya menanamkan kepercayaan, kejujuran, integritas, kerja keras, disiplin, tanggung jawab, empati, budaya membantu dan budaya sopan-santun dalam mempersatukan kekuatan di dalam lingkungan kerja. Setiap orang didorong memimpin diri sendiri dan pekerjaan yang mereka tekuni. Setiap orang dibangkitkan untuk hidup dalam misi, tujuan, visi, dan cerdas mengatur konteks, sehingga memahami cara memberdayakan potensi diri terhadap kebutuhan organisasi. Setiap orang dibangkitkan untuk tidak hidup dalam birokrasi zona nyaman, tetapi mampu beradaptasi dengan segala situasi dan mampu bekerja dengan pola pikir inovatif.

Pemimpin autentik adalah seorang pemberi dan melayani dengan hati. Mereka konsisten untuk melayani dan memberikan yang terbaik bagi setiap pemangku kepentingan. Tidak ada kesombongan dan perasaan lebih tinggi, mereka selalu rendah hati dan percaya diri untuk memberikan yang terbaik bagi pemangku kepentingan. Mereka meningkatkan kualitas autentik dari realitas sehari-hari, mereka belajar terus-menerus dari berbagai kenyataan yang dihadapi di lapangan. Mereka terus-menerus berlatih dan menciptakan pemimpin autentik yang lebih berkualitas di dalam dirinya. Mereka selalu sadar bahwa jika hebat dalam memimpin diri sendiri, maka sangat mudah memimpin orang lain. Motivasi kerja mereka bukanlah uang, tetapi pelayanan terbaik dan tanpa pamrih.

Pemimpin autentik sangat mengenal diri sendiri dan kemampuannya. Mereka sangat memahami kekuatan dan kelemahan dirinya, sehingga selalu fokus pada kekuatan yang mereka miliki. Mereka sadar bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna, kekurangan adalah bagian nyata yang dimiliki oleh siapa pun. Oleh karena itu, mereka hebat dalam mendapatkan umpan balik dari tim kerja. Mereka menggunakan motivasi dan kemampuan terbaik untuk menghasilkan karya. Mereka sadar bahwa ego dan kesombongan pemimpin akan menjebak pemimpin dalam ruang yang sangat sepi. Oleh karena itu, mereka sangat membumi dan menjalani kepemimpinan dalam kebersamaan dan kesatuan dengan tim kerja.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGHADAPI ZONA TRANSISI DALAM PERUBAHAN

“Zona transisi adalah bagian dari proses perubahan, dan peran kita yang membantu perubahan adalah bagian dari solusi dalam proses perubahan.”~Djajendra

Sekarang ini, kita hidup di zaman perubahan. Segala sesuatu di luar diri kita berubah dengan sangat cepat. Perubahan yang cepat ini jika tidak kita menyikapi dengan benar, maka kita akan selalu tertinggal. Kemajuan membutuhkan perubahan. Untuk berubah, kita harus segera meninggalkan zona nyaman kita, dan menyiapkan mental yang hebat untuk melalui zona transisi. Zona transisi adalah zona yang penuh ketidakpastian dan kita juga belum benar-benar beradaptasi dengan perubahan. Jadi, tidak mudah bagi siapa pun saat berada dalam zona transisi. Jika mental kita tidak kuat dalam zona transisi, maka kita berpotensi menghadapi stres dan terdorong untuk kembali ke cara yang lama.

Berada dalam proses perubahan berarti memahami bahwa sumber masalah dan sumber tantangan ada di dalam diri kita. Kita adalah solusi dalam perubahan. Jika kita merasa berada dalam ketidakpastian, maka itu artinya kita belum menjadi solusi dalam perubahan. Karena itu; kuatkan pikiran positif, kepercayaan, keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan untuk mewujudkan perubahan. Walaupun zona transisi berpotensi membuat pikiran kita berubah-ubah, tetapi komitmen dan kesadaran kita untuk berubah harus dijaga kemurniannya. Ketika zona transisi membuat kita seolah-olah berada dalam kekosongan dan kekacauan, atau seolah-olah kehilangan jati diri kita dan menciptakan rasa tidak berdasar pada perubahan yang dilakukan, maka kita harus sadar bahwa diri kita sedang tidak membantu perubahan, tetapi sedang merongrong perubahan.

Berbagai prasangka dapat dihasilkan saat berada dalam zona transisi. Karena belum terbiasa dan tidak memiliki pengalaman untuk hidup dalam perubahan, mungkin kita merasa salah jalan, tidak ke mana-mana, semua proses dan prosedur dalam perubahan dianggap tidak cocok untuk kita, sehingga kita harus kembali ke cara-cara lama yang paling murni. Situasi pemikiran seperti ini sangat membahayakan perubahan. Jika setelah kita berada dalam zona transisi terjadi penolakan terhadap perubahan dan ada keinginan besar untuk kembali ke sistem yang lama, maka kita mungkin tergelincir ke belakang, atau mungkin benar-benar mundur terlalu jauh, sehingga nantinya untuk mendapatkan awal pun akan menjadi sulit.

Mengetahui, mengerti, memahami, dan memiliki kesadaran bahwa zona transisi adalah bagian dari proses perubahan akan membantu kita menguatkan keyakinan, kepercayaan diri, keberanian, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan hal-hal tidak nyaman dan ketidakpastian yang biasanya terjadi dalam masa transisi. Kita harus berani dan menggunakan pengetahuan untuk melewati masa-masa kritis saat berada dalam zona transisi. Seburuk apa pun realitas yang kita rasakan di zona transisi, tidaklah boleh mendorong kita untuk kembali ke kebiasaan lama. Perubahan itu wajib dilakukan jika kita ingin maju dan menjadi lebih hebat di masa depan. Jika masa transisi membuat kita berada dalam perasaan hampa, tanpa kepastian arah, merasa tidak nyaman dan teringat rasa nyaman masa lalu, sangat menginginkan untuk kembali ke kebiasaan lama; ini adalah situasi yang sangat berbahaya bagi perubahan. Karena itu, dalam perubahan, setiap pihak harus keluar dari zona nyaman dan masuk ke zona transisi, kemudian fokus pada tujuan perubahan. Selanjutnya, dari hati yang paling dalam, setiap pihak harus merasa memiliki komitmen untuk mewujudkan perubahan. Untuk itu, tujuan setiap pihak adalah bertahan dengan penuh gairah dan semangat di zona transisi sampai perubahan selesai dan diterima sebagai sesuatu yang nyaman bagi setiap kepentingan.  

Perubahan membutuhkan pola pikir yang inovatif dan tindakan pelepasan dari apa yang sangat kita kuasai, ketahui, dan lakukan; untuk mengizinkan sesuatu yang baru menjadi kebiasaan dalam etos dan kepribadian kita. Artinya, memiliki kemampuan dan kualitas untuk meninggalkan sebuah kebiasaan lama yang sangat dipahami, dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang belum benar-benar dikuasai. Perubahan adalah tempat kita diuji untuk mempercayai diri sendiri dan kekuatan potensi hebat dari ke kedalaman jiwa kita sendiri untuk mengungkap realitas baru bagi kemajuan hidup kita.

Setiap perubahan menuju ke tingkat kemajuan yang lebih tinggi membutuhkan kesiapan diri kita dengan energi positif yang lebih kuat, kualitas, pengetahuan, etos, kemampuan, dan kesadaran yang lebih tinggi. Semua ini diperlukan karena kita akan melibatkan diri kita yang penuh kualitas itu dalam ritual proses perubahan. Setiap kali kita naik ke anak tangga perubahan yang lebih tinggi, kita harus melalui periode transisi, hal-hal tidak nyaman, membangun pengertian, internalisasi, dan menerima setiap hal-hal tidak biasa untuk dipelajari sebagai kebiasaan baru.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENJADI KEPRIBADIAN YANG MENIKMATI PERUBAHAN

“Perubahan organisasi yang benar adalah tidak ada jalan atau cara yang mudah untuk kembali ke cara yang lama.”~Djajendra

Setiap orang memiliki tujuan, impian, dan cita-cita mereka sendiri. Sedangkan dalam perubahan organisasi diperlukan kesadaran untuk memiliki tujuan yang sama. Sumber resistensi yang paling umum dalam perubahan organisasi adalah kepentingan individu. Budaya perusahaan tidak dapat mendorong tindakan bersama dalam perubahan jika perubahan itu bertentangan dengan tujuan individu. Aspek yang sangat penting dalam perubahan organisasi adalah menghapus atau menghilangkan kepentingan pribadi. Setiap individu perlu memastikan bahwa dirinya bekerja untuk perubahan dan tidak menyebabkan hambatan dalam proses perubahan organisasi. Dalam perubahan, setiap individu harus fokus pada kualitas diri dan pada kolaborasi. Selalu merasa bahagia dan damai dalam lautan perubahan menjadi sesuatu yang membantu proses perubahan. Ketika para individu menciptakan pikiran positif di setiap momen perubahan dan menyiraminya dengan kerja keras sepanjang hari, maka mereka akan menemukan dirinya menjadi semakin kuat dalam membantu program perubahan.

Kita harus menyadari bahwa syarat utama terjadinya perubahan dalam organisasi adalah menghilangkan kepentingan pribadi, kemudian menyatukan semua potensi diri dalam kolaborasi untuk menjalankan perubahan. Biasanya, tantangan yang paling sulit dalam perubahan organisasi adalah menghilangkan atau menghapus kepentingan pribadi di setiap titik proses perubahan. Menghadapi tantangan ini, peran kepemimpinan harus dijalankan sebaik mungkin untuk memberi tahu setiap individu bahwa mereka adalah tulang punggung perubahan. Kepemimpinan juga harus pintar menghargai, memotivasi, memberikan insentif, membuka kesadaran, meminta umpan balik, dan mengelola secara khusus individu-individu yang sensitive atau terlalu resistensi terhadap perubahan. Kepemimpinan harus cerdas menciptakan gagasan yang mampu mengurangi jarak antara tujuan pribadi anggota tim dengan tujuan perubahan. Juga, harus mengetahui tujuan masing-masing anggota tim secara intim, sehingga mampu memahami mereka dan mempengaruhi mereka, untuk melakukan penyesuaian secara sadar agar menghindari sikap penolakan dalam perubahan.

Perubahan dalam organisasi memerlukan transformasi diri dari setiap anggota. Pola pikir dan upaya pada tingkat ucapan dan tindakan harus dapat menggerakkan perubahan. Pola pikir dan kesadaran yang menuntun setiap anggota untuk menjadi pribadi yang berkualitas dalam menuai kesuksesan perubahan. Selanjutnya, kepemimpinan harus membuat individu untuk menyadari bahwa ada kelemahan tertentu di dalam organisasi sehingga diperlukan perubahan. Kelemahan tertentu di dalam organisasi berarti kelemahan di dalam diri kita. Jika individu menyadari dan melakukan upaya untuk meningkatkan kekuatan dalam proses perubahan, maka perubahan menjadi sesuatu yang mudah dan nyata. Kesadaran dan pengertian tentang pentingnya perubahan menghilangkan kepentingan pribadi dan membangkitkan kepentingan bersama dalam kebahagiaan kerja.

Perubahan membutuhkan partisipasi dari setiap individu, tetapi sifat partisipasi ini adalah menjalankan rencana perubahan dengan sepenuh hati. Biasanya, partisipasi setiap orang ini membuka ruang untuk menerima ide semua orang. Tantangan atau kesulitan akan muncul ketika orang-orang terlalu ambisius agar ide dan pemikirannya menjadi solusi. Kadang-kadang, beberapa orang menjadi terlalu bersemangat memperjuangkan ide-ide dan pemikiran mereka untuk dimasukkan dalam proses perubahan. Dalam situasi seperti ini, peran kepemimpinan harus tegas dan cerdas. Tugas kepemimpinan adalah mendengarkan setiap orang dengan tenang dan tegas. Tidak mungkin setiap ide dan pemikiran dijadikan bagian dari proses perubahan. Jika kepemimpinan menerima dan menjalankan semua ide dan pemikiran, maka proses perubahan akan menjadi kacau dan kehilangan fokus. Karena itu, saat pendapat dan ide disuarakan dalam forum terbuka oleh individu atau kelompok, tugas kepemimpinan adalah mendengarkan dan tidak perlu berpendapat apalagi berdebat. Mendengarkan saja semua ide dan pemikiran, baik dari yang setuju atau yang tidak setuju dengan program kerja perubahan. Kepemimpinan harus berbicara secara pribadi dengan orang-orang yang terlalu ambisius menyuarakan pendapat dan ide-ide. Berbicara dengan tenang, bijak, menyentuh hati, dan membuka kesadaran mereka agar perlawanan mereka dapat dikurangi. Perubahan perlu didengarkan, tugas utama kepemimpinan adalah mendengarkan setiap pihak dengan tenang dan cerdas, tanpa terpengaruh pada hal-hal di luar perubahan.

Membangun kekuatan agar orang-orang yang melakukan pekerjaan selalu memiliki gairah dan tidak melawan terhadap proses perubahan. Perubahan membutuhkan dukungan yang kuat dan solid dari bawah. Karena itu, sejak hari pertama program perubahan, kepemimpinan sudah bekerja untuk mendapatkan dukungan penuh dan ikhlas dari bawah sampai ke atas dengan semua pihak. Dukungan kepemimpinan itu penting, jika komitmen kepemimpinan terhadap perubahan tidak mendapatkan kerja sepenuh hati dari bawah, maka perubahan tidak akan pernah sukses. Individu yang mulai mengeluh dan merasa tidak nyaman dengan program perubahan harus segera ditangani. Membiarkan keluhan berpotensi menjadi energi negatif yang menghambat proses perubahan. Kepemimpinan harus selalu tersedia dan juga bertanggung jawab atas keberhasilan program perubahan, sehingga semua energi negatif mampu diatasi dengan baik.

Perubahan bekerja pada tingkat kesadaran individu. Kesadaran membentuk pemikiran untuk membantu proses perubahan. Ketika pemikiran dan kesadaran menyatu mendorong perubahan; maka, perilaku, sikap, perasaan, tindakan, gairah, visi, kata-kata, etos kerja juga bergerak ke arah yang membuat perubahan lebih sempurna. Kepentingan pribadi dan kepentingan perubahan mampu terhubung dalam kesadaran tertinggi, sehingga keduanya tidak akan menciptakan konflik di dalam diri. Koneksi ini menyebabkan energi perubahan dalam bentuknya yang paling murni diserap dari tujuan perubahan. Mengalir dari etos seseorang dan mengubah cara lama ke cara baru. Energi perubahan yang terus bekerja dalam kesadaran dan pemikiran akan menciptakan upaya, tindakan, kata-kata, perilaku, dan motivasi untuk hasil terbaik.

Perubahan hanya bekerja dengan komitmen dan keyakinan untuk melakukan perubahan. Diperlukan pikiran positif yang sangat yakin tentang kebaikan-kebaikan yang dihasilkan oleh perubahan. Semakin konsentrasi pikiran dan keyakinan dalam tindakan, hal ini akan menambah energi yang lebih besar untuk mewujudkan perubahan. Mengubah pikiran akan mengubah Anda selamanya. Perubahan organisasi yang benar adalah tidak ada jalan atau cara yang mudah untuk kembali ke cara yang lama. Lakukan perubahan satu per satu dengan urutan prioritas yang paling penting. Jangan sekaligus menerapkan perubahan pada semua hal pada waktu bersamaan. Perubahan yang tidak fokus dan terlalu luas hanya menjadikan Anda gagal dalam perubahan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

TUGAS UTAMA MANAJER PADA HARI INI

“Kepribadian manajer yang kaya integritas, indah, dipercaya harus tetap kuat dan tegar saat berada dalam situasi yang paling tidak jujur.”~Djajendra

Tugas utama manajer pada hari ini adalah menciptakan suasana tempat kerja yang bahagia dan produktif. Manajer harus cerdas menjalankan manajemen untuk menciptakan situasi yang diinginkan; manajer tidak boleh membiarkan situasi menciptakan realitas, tetapi menciptakan realitas melalui etos dan kecerdasan yang terus-menerus di tingkatkan dalam lingkungan kerja. Karyawan yang merasa bahagia di lingkungan kerja mampu memberikan yang terbaik. Jika suasana tempat kerja membuat karyawan tidak bahagia, mereka tidak akan memberikan kinerja terbaik. Karena itu, tugas utama manajer haruslah selalu menjaga energi positif di lingkungan kerja agar setiap karyawan mampu merasakan kebahagiaan.

Jika kebiasaan-kebiasaan buruk menciptakan suasana di lingkungan kerja, maka manajer tidak boleh menyebut dirinya sebagai manajer. Manajer boleh menyebut dirinya sebagai manajer jika mampu menciptakan suasana tempat kerja sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja. Menjadi manajer berarti mampu menciptakan apa pun yang dilihat sebagai hal terbaik, yang dapat dikerjakan saat ini untuk mendapatkan hasil terbaik. Manajer yang baik mampu menciptakan kebiasaan-kebiasaan positif untuk ditularkan kepada setiap karyawan di lingkungan kerja. Jadi, jika ada hal-hal yang kurang disukai manajer di lingkungan kerja, itu berarti bukannya ada yang salah dengan karyawan atau lingkungan tempat bekerja. Semua hal-hal yang tidak disukai itu terjadi karena manajer belum cukup memperhatikan kebahagiaan hati di lingkungan tempat kerja.

Ketika manajer tidak mampu membangun suasana bahagia di lingkungan kerja, maka energi negatif akan mulai merusak semua harapan dan impian karyawan. Mungkin pada awalnya karyawan melamar kerja dengan harapan mendapatkan tempat kerja yang paling baik. Tetapi, setelah beberapa tahun bekerja, rutinitas yang sama dalam kebiasaan-kebiasaan buruk akan menciptakan perasaan dan pikiran yang negatif terhadap tempat kerja. Kondisi ini akan memicu tumbuhnya budaya kerja yang buruk dan rendah kinerja. Di samping itu, setiap karyawan yang berpikir negatif dan menciptakan perasaan buruk terhadap lingkungan kerja akan mulai memproduksi hal-hal buruk, seperti: malas, suka gosip, kurang disiplin, rendah integritas, dan berbagai kebiasaan-kebiasaan buruk yang menghasilkan tanggung jawab yang rendah terhadap apa yang dikerjakan.

Manajer perlu menjadikan dirinya mampu dalam membangun kebahagiaan yang harmonis di tempat kerja. Artinya, seorang manajer tidak hanya hebat dalam hal manajemen, pengetahuan, etos, dan keterampilan penting lainnya. Tetapi, sebagai manajer mampu menampilkan diri positif untuk memperkuat kemanusiaan melalui energi cinta dan kepedulian. Kesabaran, integritas, ketenangan, kepedulian, dan cinta harus menjadi inti dari kepribadian manajer dalam menghadapi situasi yang tidak tersentuh. Kepribadian manajer yang kaya integritas, indah, dipercaya harus tetap kuat dan tegar saat berada dalam situasi yang paling tidak jujur. Manajer harus tetap tampil dengan pemikiran yang kaya integritas, sopan, dan berkualitas saat menghadapi situasi dimana kejujuran dan tanggung jawab tersentuh oleh energi negatif. Manajer harus melatih dirinya secara terus-menerus agar mampu melalui proses kerja tanpa tersentuh energi negatif. Kalau manajer tidak mampu dan kalah oleh energi negatif, maka energi negatif tersebut akan menguasai jalan hidup manajer di tempat kerja.

Tugas manajer pada hari ini adalah memotivasi dan membangunkan kesadaran setiap orang di tempat kerja untuk bekerja dengan cinta dan kualitas yang tinggi. Jika orang-orang di sekitar manajer mencintai pekerjaan dan menghormati manajer dengan sepenuh hati, maka mereka selalu ingin melakukan yang terbaik melalui etos terbaik mereka untuk kesuksesan manajer, dan manajer pun tidak akan mendapatkan kesulitan yang luar biasa untuk menjalankan manajemen yang berkualitas. Intinya, ketika kesadaran dan motivasi dari setiap karyawan di sekitar manajer benar-benar ingin melakukan yang terbaik melalui pekerjaan untuk manajer, maka saat itu manajer dapat menjalankan manajemen dengan luar biasa. Ketika manajer menjadikan semua orang di sekitarnya sebagai bagian dari impian kesejahteraan dan kebahagiaan, maka kinerja dan prestasi terbaik dapat dihasilkan secara terus-menerus oleh manajer.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PEMENANG SEJATI ADALAH DIA YANG MENERIMA KEKALAHAN DENGAN GEMBIRA

“Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri.”~Djajendra

Menang dan kalah hanya sebuah peristiwa kecil dalam kehidupan yang kita jalani. Penerimaan kita dengan gembira terhadap kekalahan menunjukkan kita sebagai pemenang sejati. Pemenang sejati bukan saja yang mengangkat trofi kemenangan, tetapi juga yang menerima kekalahan dan ikut bergembira saat orang lain mengangkat trofi kemenangan, tanpa merasa dicurangi. Penerimaan adalah satu kualitas yang membuat kita menjadi pemenang walaupun kita kalah dalam kompetisi.

Jika kita mampu menerima keadaan kita dengan ikhlas dan merasa sudah kehendak Tuhan, maka jiwa dan raga kita menghasilkan kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain. Perasaan dicurangi atau dibohongi adalah racun yang menghilangkan kedamaian dan kegembiraan di dalam hidup kita. Perasaan dicurangi atau dibohongi yang terus-menerus dipelihara di dalam hati dan pikiran menciptakan penyakit hati yang kronis. Tinggalkan menang dan kalah, fokuskan seluruh energi untuk menciptakan kedamaian dan keindahan bagi diri sendiri dan orang lain. Manusia-manusia hebat selalu berprinsip memberi dan memberi tanpa berharap penerimaan. Jadilah pemberi yang ikhlas untuk menjaga keindahan dan kedamaian hidup bersama.

Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri. Penerimaan haruslah bersumber dari ke kedalaman hati yang membuat keputusan untuk menerima. Walaupun orang-orang di sekitar mempengaruhi kita dengan berbagai energi negatif, kita harus menjaga energi positif yang kuat dari ke kedalaman diri kita, sehingga cahaya kebaikan dari dalam diri kita mampu menerangi hati dari orang-orang yang menyampaikan hal-hal buruk bagi kedamaian hidup. Kesadaran dan daya tahan mental pemenang kita harus terjaga dalam energi etis, dan tidak boleh dipengaruhi dengan energi negatif dari siapa pun.

Penerimaan dengan ikhlas dan gembira adalah pilihan hidup yang memberi kita banyak kebaikan. Kita sendiri, sejak kita lahir, kita telah diajarkan untuk menerima pemberian Tuhan dengan sukacita. Sebagai contoh: ketika kita lahir, Tuhan sudah memberikan kita orang tua; memberikan kita saudara kandung; memberikan kita jenis kelamin; memberikan kita tempat lahir; memberikan kita rumah; memberikan kita tetangga; memberikan kita pemerintahan; memberikan kita negara; memberikan kita sumber makanan. Dan, semua itu bukan kita yang memilih, Tuhan lah yang memilihkan bagi hidup kita. Jika kita menerimanya dengan gembira, maka hidup kita selalu damai dan bahagia. Jadi, demikianlah, penerimaan memberi keindahan dan kedamaian dalam hidup kita. Penerimaan memberikan kita kekuatan, kepercayaan diri, dan harga diri untuk menyeberangi lautan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.  

Ketika kita menerima, tidak perlu memahami apa pun, terima saja dengan gembira dan ikhlas. Kita harus yakin dan percaya bahwa semua yang harus kita terima adalah pemberian dari Tuhan. Hati yang ikhlas, jiwa besar, pengertian yang mendalam, dan kecerdasan untuk merasionalkan hal-hal tidak rasional menjadikan kita mudah menerima apa pun yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang total itu harus tunduk pada kehendak Tuhan. Kemampuan manusia itu terbatas, pemikiran manusia itu terbatas, penglihatan manusia itu terbatas, persepsi manusia itu terbatas, kecerdasan dan strategi manusia itu terbatas. Seorang pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang luar biasa yang dia lakukan sifatnya terbatas. Pada akhirnya, pemenang sejati wajib tunduk pada kehendak Tuhan. Oleh karena itu, seorang pemenang sejati mampu menerima kekalahan tanpa menuntut pemahaman atau pun menuduh ada kecurangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

TIDAK SEORANG PUN PERLU MENGANGGUR KARENA PEKERJAAN SANGAT BERLIMPAH

“Segala sesuatu yang kita tekuni dengan sepenuh hati akan memberikan nilai tambah bagi hidup kita.”~Djajendra

Kita masing-masing memiliki banyak pekerjaan di sepanjang hidup. Kehidupan mengharuskan kita bekerja agar dapat memenuhi harapan, kebutuhan, keinginan, dan impian. Jika kita malas, maka kita menjadi orang yang tak berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Secara fisik, mental, dan emosional kita dirancang untuk melakukan pekerjaan. Ciptakan pekerjaan atau pilih pekerjaan, kemudian berikan energi positif dan pelayanan sepenuh hati terhadap pekerjaan tersebut. Pekerjaan kita yang berkualitas akan memberikan nilai tambah bagi kehidupan kita. Nilai tambah ini berakumulasi untuk menciptakan kesejahteraan bagi kita. Mulailah bekerja dengan situasi yang ada saat ini, jangan menunggu apa pun untuk mulai melakukan pekerjaan terbaik.

Kehidupan menjadi indah dan sejahtera jika kita berkontribusi dan melayani dengan kualitas terbaik. Berikan yang terbaik dari potensi dan kompetensi yang dimiliki. Pahami bahwa jenis dan jumlah pekerjaan tak terhitung. Ini artinya, kita sangat kaya dengan pekerjaan. Dalam diri kita semua ada potensi untuk dipersembahkan bagi kehidupan, sehingga apa pun bisa dijadikan pekerjaan untuk menghidupi hidup kita. Kenali diri sendiri, tingkatkan kompetensi dan kualitas diri sendiri, lalu tingkatkan rasa percaya diri untuk memberikan kontribusi terbaik dari kekuatan etos kerja yang hebat.

Setiap orang mempunyai pekerjaan untuk dilakukan. Manfaatkan kecerdasan kreatif untuk menciptakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Pengangguran disebabkan oleh perilaku yang menggantungkan nasib di tangan orang lain; memiliki gengsi tinggi dan memilih-milih pekerjaan; menuntut mempunyai pekerjaan seperti yang diinginkan atau sesuai cita-cita; tidak percaya diri untuk melakukan pekerjaan yang penuh tantangan; serta perilaku malas dan tidak kreatif untuk melakukan pekerjaan yang berlimpah di sekitar kita. Sifat malas dan perasaan tinggi hati adalah penyakit yang membuat kita sulit menikmati kesejahteraan. Oleh karena itu, mulai hari ini, jangan memelihara sifat dan perilaku malas; jangan menyalahkan orang lain kalau belum mempunyai pekerjaan; jangan menunggu orang lain menyediakan pekerjaan; jangan menuntut siapa pun untuk memperhatikan kita dengan sebuah pekerjaan. Jadilah pribadi yang ulet dan penuh energi positif untuk melakukan pekerjaan yang ada di sekitar kita. Jangan menunggu apa pun atau siapa pun, kerjakan segera yang bisa dilakukan pada hari ini.

Kita masing-masing diberikan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang unik dan berkualitas terbaik. Untuk itu, kita harus fokus dalam kerja keras agar bakat dan potensi kita dapat dikembangkan menjadi yang terbaik. Jangan pernah malas dan meragukan kemampuan diri sendiri. Miliki semangat dan motivasi untuk mengoptimalkan kemampuan secara terus-menerus. Kemampuan terbaik terwujud ketika kita memiliki sikap rendah hati dalam rasa percaya diri yang tinggi untuk menghasilkan yang terbaik. Disiplin, kerja keras, dan usaha terus-menerus haruslah menjadi budaya sehari-hari. Potensi dan bakat kita yang hebat itu akan hilang jika kita selalu bersikap malas dan tidak memiliki keyakinan pada diri sendiri. 

Keberadaan kita semoga berguna dan bermanfaat bagi pekerjaan yang kita tekuni. Setiap momen pertajam intuisi dengan pengalaman dan pengetahuan terbaru. Jadilah pribadi yang menambahkan makna pada kehidupan diri sendiri. Bekerjalah dengan sukacita untuk memberikan yang terbaik. Bentuklah karakter yang disiplin, rajin, tekun, jujur, etis, penuh kasih, perhatian, penyayang, berbakti, dan berdedikasi terhadap pekerjaan. Ketika kita menemukan makna dalam pekerjaan kita, maka kita akan bertindak dengan etos terbaik. Etos terbaik memberi kita kemampuan etis, sehingga kita mampu membedakan antara apa yang benar dan apa yang tidak benar di setiap proses kerja kita. Jalan positif berfondasikan integritas diri yang kuat akan memberikan pemahaman kepada kita untuk melakukan hal-hal terbaik di setiap situasi yang penuh tantangan atau dilema.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

LAYANAN PELANGGAN ADALAH PEKERJAAN SETIAP ORANG

“Keberadaan setiap karyawan di tempat kerja adalah untuk membantu pelanggan dengan solusi, bukan mempersulit dengan prosedur dan kebijakan.”~Djajendra

Layanan pelanggan lebih dari sekedar menjalankan prosedur, aturan, dan kebijakan. Layanan pelanggan adalah tentang cinta dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Hanya orang-orang yang mencintai pekerjaan dan peduli untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan, mampu memberikan layanan terbaik. Jadi, sangat jelas di sini bahwa menjalankan bisnis itu tidaklah mudah. Tidak cukup proses bisnis bergerak atas dasar prosedur, aturan, dan kebijakan. Bisnis yang baik membutuhkan kepemimpinan yang melayani dengan cinta dan kepedulian untuk membahagiakan pelanggan. Tujuan dari layanan pelanggan yang berkualitas adalah untuk memudahkan dan melancarkan setiap urusan bisnis. Mulai dari urusan pemasaran, penjualan, pertumbuhan, pencapaian target, dan pendapatan menjadi lancar untuk mencapai yang terbaik. Layanan pelanggan dengan sikap baik dan profesionalisme menguatkan setiap aspek dari bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus benar-benar terlatih dan menjadi profesional untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik.

Pekerjaan memberikan layanan terbaik bukan hanya urusan departemen customer service, tetapi merupakan pekerjaan setiap orang di perusahaan. Mulai dari pimpinan tertinggi sampai dengan setiap karyawan, apa pun bagian atau departemennya, haruslah menjadi pelayan yang hebat untuk memberikan layanan pelanggan terbaik. Dalam hal ini, pemimpin yang cerdas biasanya berdiri di garda paling depan untuk menjadi teladan dalam memberikan pelayanan terbaik. Pemimpin selalu berada di garda paling depan dengan motivasi dan antusiasme untuk memuaskan harapan pelanggan. Setiap karyawan di setiap departemen bekerja dengan pikiran dan emosi untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Peran setiap karyawan menjadi strategi dalam layanan pelanggan. Intinya, setiap karyawan harus terbiasa menjalankan peran terbaik untuk memberikan pengalaman yang indah bagi pelanggan. Dalam hal ini, membutuhkan disiplin dan tanggung jawab yang bersumber dari hati masing-masing karyawan. Tidak boleh ada niat yang lain selain niat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

Setiap pengambilan keputusan dengan pelanggan sebaiknya dilakukan atas dasar cinta dan kepedulian. Pelayanan yang diberikan harus mampu menghilangkan segala hambatan dan prasangka. Niat baik dan sikap baik merupakan kekuatan yang harus menggerakan pelayanan dari hati nurani setiap orang. Setiap respon pelanggan harus dilayani dengan niat baik dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Jangan pernah sekalipun urusan dengan pelanggan terjebak dalam konflik dan tidak bergerak untuk menemukan solusi terbaik. Setiap urusan pelanggan haruslah dengan pikiran positif yang memberikan solusi terbaik bagi kebahagiaan pelanggan. Tidak boleh ada kata-kata yang mengecewakan pelanggan. Keberadaan setiap karyawan di tempat kerja adalah untuk membantu pelanggan dengan solusi, bukan mempersulit dengan prosedur dan kebijakan.

Perusahaan yang kuat selalu berdiri di atas fondasi pelayanan pelanggan yang kokoh. Semua ini dimulai dari kepemimpinan yang antusias untuk menguatkan budaya pelayanan berkualitas. Kepemimpinan yang tidak pernah puas untuk terus-menerus meningkatkan kualitas pelayanan di setiap aspek organisasi. Kepemimpinan yang mengembangkan karyawan dengan kualitas dan sikap terbaik untuk memberikan pelayanan pelanggan. Kepemimpinan yang selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas prosedur, aturan, dan kebijakan terbaik sebagai dasar yang unggul untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik. Kepemimpinan yang sangat memperhatikan disiplin dan tanggung jawab karyawan dalam mempraktikkan sikap baik di setiap situasi pelayanan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PEMIMPIN BERTINDAK DEMI ORANG LAIN DAN BUKAN UNTUK DIRI SENDIRI

“Pemimpin adalah orang yang menunjukkan ketenangan dan kemenangan dalam segala situasi.”~Djajendra

Pemimpin tidak menciptakan dirinya untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi dia adalah seorang pelayan yang setia dan sepenuh hati ada untuk kebutuhan orang lain. Pemimpin bukan pribadi yang banyak pidato untuk menyampaikan janji-janji, pemimpin adalah pribadi yang menunjukkan kerja dan pelayanan tanpa berharap orang-orang memilihnya menjadi pemimpin formal. Ketika pemimpin dipilih oleh masyarakat umum untuk menjadi pemimpin formal; maka, pemimpin tersebut adalah pribadi yang tidak ada untuk dirinya sendiri, tidak ada untuk kepentingan keluarga dan kelompoknya, dia ada untuk melayani masyarakat umum dengan cinta dan kepedulian.

Kualitas hidup pemimpin adalah fokus dan bertindak tanpa mementingkan diri sendiri, pemimpin tidak mengiklankan dirinya untuk dijadikan pemimpin, pemimpin setiap hari bertindak demi orang lain dan bukan untuk diri sendiri. Pemimpin ada untuk membangun dan menggerakan semua potensi dan kekuatan untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Pemimpin selalu meningkatkan integritas dirinya, meningkatkan jati dirinya, meningkatkan kualitas pribadinya untuk bisa menyentuh hati dan pikiran masyarakat umum.

Ketika masyarakat tidak mengerti cara bergerak maju menuju kesejahteraan dan kebahagiaan, maka pemimpin berdiri paling dengan dengan visi yang terang. Pemimpin adalah kekuatan yang membangkitkan orang-orang dari kegagalan dan keputusasaan. Pemimpin adalah energi yang menciptakan optimisme dan  menghidupkan harapan di setiap kesulitan hidup. Pemimpin adalah kebijaksanaan hidup yang menginspirasi setiap masyarakat untuk selalu kuat dan hebat dalam menghadapi pertempuran kehidupan sehari-hari.

Pemimpin adalah pribadi yang rendah hati, tenang, santai, kuat, cerdas, berpikir positif, dan berdiri paling depan untuk menguatkan setiap masyarakat. Pemimpin harus mengendalikan emosinya, mengendalikan indranya untuk tidak terjebak dalam keserakahan. Kecerdasan emosional pemimpin sangat dibutuhkan untuk menenangkan masyarakat saat kehidupan tidak berjalan sesuai harapan. Pemimpin harus selalu menjaga semangat setiap warga untuk tampil produktif dan bermental kuat di setiap situasi. Pemimpin tidak boleh membuat masyarakat putus asa dan pesimis dengan kenyataan hidup yang dihadapi. Pemimpin sebagai pribadi yang terpilih untuk memberikan kebaikan bagi orang lain haruslah selalu ada untuk kebaikan.

Pemimpin bukanlah pribadi yang hidup dalam ketidakpuasan, ketidaktegasan, keluh-kesah, kesedihan, menyalahkan orang lain, dan duduk terisolasi dari masyarakatnya. Pemimpin adalah orang yang menunjukkan ketenangan dan kemenangan dalam segala situasi. Pemimpin tidak tergiur oleh pujian, tidak tertekan menerima kritikan. Pemimpin selalu fokus untuk melakukan hal-hal secara benar, baik, dan etis. Semua komentar negatif tidak akan mengurangi ketenangan pikiran dan emosi pemimpin.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG MENGOPTIMALKAN POTENSI KARYAWAN

“Kepemimpinan terbaik tidak pernah minta dilayani, tetapi selalu rendah hati untuk melayani.”~Djajendra

Kepemimpinan bukanlah sebatas jabatan atau posisi, termasuk bukan sekedar tentang kekuasaan dan superioritas. Kepemimpinan adalah tentang melayani orang lain dengan sepenuh hati, sehingga orang-orang senang dan mau bekerja keras untuk membantu pemimpin dalam mencapai tujuan. Kepemimpinan yang masih minta dilayani hanya akan menciptakan jarak, sehingga sulit mewujudkan komunikasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan yang hebat mampu mengoptimalkan potensi orang lain dan menggunakannya untuk keberhasilan pencapaian tujuan.

Pemimpin yang baik cerdas memfasilitasi pencapaian kinerja karyawan. Mereka selalu menunjukkan keteladanan dengan cara memberikan contoh tentang cara melakukan. Prinsipnya adalah lakukan apa yang aku lakukan, bukan lakukan apa yang aku katakan. Mereka memiliki pengaruh dan karisma yang mudah diterima oleh semua orang. Sikap rendah hati dan konsistensi karakter yang mengekspresikan nilai-nilai positif di dalam rutinitas dan kebiasaan pemimpin, yang akan membuat semua karyawan terpesona dan mengikuti apa kata pemimpin. Jadi, kepercayaan yang diberikan oleh semua karyawan akan menjadi fondasi kepemimpinan untuk menciptakan prestasi dan kinerja hebat.

Pemimpin yang hebat memperlakukan karyawan dengan sikap baik. Kasih sayang dan kepedulian adalah tanda kebesaran seorang pemimpin. Mereka menghormati diri sendiri, menghormati orang lain, menghormati perbedaan, merasa bertanggung jawab atas perilaku karyawan, dan selalu menjalani tugas dalam doa kepada Tuhan. Kasih sayang dan kepedulian kepemimpinan biasanya dipraktekkan melalui sikap optimis, ketegasan, sikap rendah hati, tekad, disiplin, keutuhan pribadi, dedikasi, pelayanan, kehadiran di setiap momen, menerima kehendak Tuhan, serta fokus pada tujuan dengan segala kekuatan dan kemampuan.

Pemimpin yang hebat selalu sadar bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik; setiap orang memiliki kemampuan untuk melakukan tujuan dengan baik; setiap orang secara alami sudah didesain sama Tuhan untuk memenuhi tujuan hidupnya. Jadi, setiap orang yang hadir ke tempat kerja pastinya sudah memiliki potensi untuk memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan. Oleh karena itu, pemimpin yang hebat selalu fokus untuk mengoptimalkan potensi karyawan. Sebab, mereka yakin bahwa setiap orang itu unik dan hebat, sehingga hanya diperlukan sentuhan ke hati nurani dan sentuhan ke dalam potensi untuk membangkitkan kehebatan dari masing-masing individu.

Pemimpin yang berkualitas selalu memiliki rencana dan tujuan yang jelas untuk dicapai karyawan. Kemudian, pemimpin menyediakan landasan dan infrastruktur bagi karyawan agar karyawan mampu bergerak di dalam proses untuk pencapaian. Dan, setiap karyawan yang bekerja haruslah dimotivasi oleh tujuannya, sehingga mereka mampu mengoptimalkan potensi dan kapasitasnya untuk mencapai keberhasilan. Pemimpin yang hebat selalu sadar bahwa kepemimpinan adalah kapasitas untuk memberdayakan orang dan tidak mempekerjakan orang. Pemimpin mendorong karyawan untuk menjadi siapa mereka sebenarnya di dalam kualitas integritas karyawan.

Karyawan tidak sekedar seorang pengikut, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk memimpin agar dirinya terkendali dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Setiap pekerjaan yang ditugaskan kepada karyawan, maka itu adalah kedaulatannya dan harus memiliki kualitas untuk menjalankannya dengan baik. Intinya, setiap orang harus percaya bahwa dirinya adalah pemimpin dan harus rendah hati untuk menjalankan kepemimpinannya melalui tujuan dan penugasan yang diberikan kepadanya.

Sejatinya, kepemimpinan adalah melayani diri sendiri untuk bisa berkontribusi dengan kinerja terbaik bagi perusahaan. Di samping itu, kepemimpinan juga bukanlah ambisi minta dilayani, tapi sebaliknya sifat kepemimpinan itu sendiri adalah melayani sebanyak mungkin kepentingan dan orang dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, bakat dan kemampuan haruslah ditingkatkan untuk bisa menjalankan tugas dan komitmen dengan baik.

Untuk seminar/training hubungi:0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

 

PERAN INTEGRITAS SEORANG MANAJER DALAM MENCAPAI PRESTASI

“Integritas adalah kekuatan di luar kemampuan manusia, tetapi komitmen dan nilai-nilai spiritualitas di dalam diri memampukan manusia untuk menjalankan kehidupan kerja dengan integritas.”~Djajendra

Integritas dan komitmen manajer di tempat kerja adalah sebuah anugerah bagi peningkatan kinerja. Manajer yang berkomitmen dan memiliki integritas, tidak akan marah atau memprotes ketika dia harus meninggalkan kenyamanan sebuah jabatan untuk menjalani pekerjaan yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Integritas dan komitmen di dalam diri manajer membuat mereka mau menerima dengan anggun dimanapun mereka ditempatkan, tanpa ragu, tanpa takut, tanpa mengeluh, dan siap untuk menjalani kehidupan kerja yang lebih keras dan lebih penuh tantangan.

Integritas adalah kekuatan di luar kemampuan manusia, tetapi komitmen dan nilai-nilai spiritualitas di dalam diri memampukan manusia untuk menjalankan kehidupan kerja dengan integritas. Kehidupan rohani yang konsisten dalam kesadaran murni mampu menguatkan energi integritas di dalam diri. Dan terutama bagi para manajer yang memiliki tanggung jawab kepemimpinan, integritas menempati urutan pertama dari daftar kualitas yang harus para manajer kembangkan. Manajer tanpa integritas akan sulit menjalankan pekerjaan dengan prinsip moral, etika, tanggung jawab, disiplin, dan nilai-nilai holistik yang tinggi.

Manajer yang lemah integritasnya sulit melawan godaan dari kemudahan yang ditawarkan melalui peristiwa tidak etis dan tidak jujur. Tanpa integritas, pertempuran di dalam pikiran dan hati nurani akan melemahkan energi positif manajer. Akibatnya, manajer menjadi mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak etis dan yang berpotensi menjadi masalah serius bagi keberlangsungan karir manajer tersebut di masa depan.

Ketika manajer dimutasi ke tempat yang tidak diinginkan, biasanya pasti marah dan tidak bersedia. Tetapi, saat integritas menguasai jiwa dan pikiran, maka sikap rendah hati dan jiwa besar manajer mampu dengan ikhlas untuk menerima mutasi tersebut. Hal ini, menjadi sesuatu yang positif bagi pertumbuhan jiwa manajer. Dendam, marah, semua niat dan rencana tidak baik atas ketidaksenangan dari mutasi tersebut, tidak akan menguasai jiwa dan pikiran si manajer. Intinya, manajer mampu mengendalikan dirinya di dalam energi positif dan tidak membiarkan dirinya terjebak dalam jurang energi negatif. Di samping itu, integritas selalu memberikan pengalaman spiritual yang membahagiakan hati dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan.

Integritas membuat manajer berjuang dan bekerja dengan akal sehat, serta selalu bangkit kembali dengan optimis saat tergelincir di dalam ketidakpastian. Tidak pernah membiarkan kesedihan menguasai kehidupan sehari-hari, tidak pernah membiarkan keluh-kesah untuk mengisi perjalanan sulit sehari-hari. Integritas adalah sumber yang hebat untuk menghasilkan energi positif di dalam jiwa, pikiran, emosi, fisik, dan mental.

Integritas adalah sebuah investasi terhebat bagi diri sendiri melalui sifat-sifat dan kebiasaan etis, sehingga diri mampu membentuk karakter untuk menjalani kehidupan bahagia yang penuh percaya diri secara konsisten. Pribadi dengan integritas yang tinggi tidak akan runtuh oleh kesulitan atau godaan apapun. Jiwa yang penuh integritas memiliki sifat dasar yang sangat kuat untuk menjalani ketidakpastian dan berbagai godaan dari energi tidak etis dengan karakter pemenang yang hebat.

Karakter kerja yang hebat hanya sebaik integritas yang membentuk individu-individunya. Manajer dengan integritas yang tinggi mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis. Sifat dan penampilan manajer berintegritas mampu membentuk kekuatan untuk menjaga kelancaran dan keberlangsungan pencapaian kinerja terbaik, walau dirinya ditempatkan diunit kerja yang tidak dia sukai. Integritas menjaga karakter pemenang, sehingga ditempat tersulit atau yang tidak disukaipun, manajer mampu menampilkan diri yang berkualitas untuk mencapai kinerja terbaik.

Nilai dan kualitas terbaik seseorang manajer bergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan integritas yang konsisten dalam segala kondisi. Integritas yang menyatu dalam semua atribut karakter manajer, mampu menampilkan kualitas sejati manajer yang diandalkan untuk semua situasi dan peristiwa. Integritas menghasilkan karakter yang konsisten dan beraturan pada individu manajer. Semua ketidakstabilan di luar diri dapat dikendalikan dari dalam diri melalui kekuatan integritas.

Integritas menjauhkan manajer untuk melakukan korupsi dalam hal apa pun. Kejujuran hati nurani membuat manajer tidak akan melanggar janji, mereka selalu berpikiran terbuka dan menanggapi semua tantangan dengan kejujuran yang konsisten. Mereka tidak memikirkan diri sendiri, tetapi selalu memikirkan dan bekerja untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan. Mereka selalu memaafkan, sangat akomodatif, tidak pernah menjatuhkan orang lain, tidak dendam. Dan semua itu, dilakukan atau disikapi melalui perilaku etis dan etiket yang tinggi. Energi integritas menghasilkan sifat dan perilaku yang sangat etis dengan etiket yang memperlakukan orang lain secara terhormat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN TIM SUKSES YANG TIDAK MUDAH TERPROVOKASI OLEH ISU NEGATIF

MEMBANGUN TIM SUKSES YANG TIDAK MUDAH TERPROVOKASI OLEH ISU NEGATIF

“Bersatu berarti bekerja untuk menang dan terbelah dalam konflik hanya sedang bekerja untuk kalah.”~Djajendra

Tim sukses adalah kumpulan individu-individu terbaik yang berkomitmen mengatasi rintangan dan mewujudkan kemenangan. Konflik dan pertengkaran di dalam proses kerja tim selalu diminimalisir melalui kesadaran dan kedewasaan sikap dari masing-masing individu. Setiap anggota tim sukses memiliki jiwa yang tenang dan sabar untuk tidak melibatkan diri mereka dalam konflik dan pertengkaran. Mereka fokus untuk mencapai kemenangan, serta tidak pernah membuang-buang waktu dan energi untuk urusan saling memecah-belah atau pun saling menjatuhkan. Mereka sadar bahwa bersatu berarti bekerja untuk menang dan terbelah dalam konflik hanya sedang bekerja untuk kalah.

Apa pun isu negatif yang mencoba menjatuhkan tim sukses, maka dengan kesadaran dan kepercayaan diri, setiap individu semakin memperkuat persatuan dan kesatuan diantara mereka untuk fokus pada tujuan. Setiap individu sadar bahwa yang bisa mengalahkan mereka hanya diri mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka memiliki disiplin dan kerja keras yang hebat untuk membangun energi positif di dalam diri mereka. Mereka menyadari bahwa setiap tujuan memiliki kompleksitas dan memerlukan kreatifitas untuk menyederhanakannya. Mereka juga sadar bahwa tidak semua individu memiliki semua keterampilan yang dibutuhkan untuk menuntaskan kompleksitas tujuan. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki keunikan dan keterampilan yang berbeda, sehingga kerja tim sukses menjadi saling tergantung satu sama lain, dan jelas ego pribadi tidak mungkin bisa menyelesaikan tugas-tugas yang memiliki kompleksitas. Kesatuan dan persatuan yang kuat dalam tim sukses adalah modal awal untuk meraih kemenangan.

Fondasi pembentukan tim sukses memerlukan kesadaran, niat tulus, keikhlasan hati untuk saling membantu, komunikasi dan interaksi yang dari pikiran positif, motivasi dan gairah untuk berhasil, tujuan yang disepakati bersama, perilaku kreatif untuk menemukan solusi terbaik, memahami kekuatan dan keunikan individu, serta bermental pemenang dan tidak pernah menyerah saat menghadapi situasi atau peristiwa tersulit.

Tim sukses adalah kumpulan para pejuang yang selalu sadar untuk menggunakan keahlian setiap orang dalam mencapai kemenangan. Setiap individu sadar bahwa mereka hanya bisa melakukan sedikit saja, sehingga diperlukan bantuan dan pertolongan dari banyak orang untuk bisa memenangkan tujuan. Setiap individu di dalam tim sukses selalu belajar untuk saling mengenal satu sama lain. Semua yang dimulai sebagai kesepakatan ekonomi atau bisnis, sekarang di dalam tim sukses berubah menjadi pengabdian yang taat dari hati yang tulus dan penuh tanggung jawab. Di setiap tahap, tim sukses fokus untuk membawa setiap individu bersamanya. Setiap individu memberikan pelayanan sepenuh hati dan kualitas kerja yang produktif dengan kinerja terbaik.

Tim sukses yang baik memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjalin hubungan kerja yang profesional dengan setiap anggota tim. Ketika sebuah tim terjalin dengan baik dan profesional, maka setiap hambatan bisa diatasi atau dikelola dengan cepat. Sebaliknya, tim yang terus-menerus bertengkar di dalam konflik, hanya sedang menjatuhkan diri mereka masing-masing sambil merusak produktivitas dan kinerja. Dalam sebuah tim sukses yang hebat tidak ada perilaku yang saling meremehkan, tetapi hanya ada perilaku yang saling menguatkan. Bila perilaku saling meremehkan mendominasi energi tim sukses, maka para lawan atau pesaing akan tertawa gembira karena kemenangan mereka sudah semakin nyata.

Isu negatif adalah hasil dari pemikiran negatif yang muncul di dalam tim sukses. Tim sukses tidak boleh terprovokasi oleh isu negatif. Isu negatif akan memulai pertengkaran yang memanas dan saling merendahkan. Perilaku yang fokus pada kelemahan dan kekurangan diantara anggota tim sukses akan memancing reaksi negatif dan sikap bermusuhan satu sama lain. Bila energi negatif menguasai hati dan pikiran anggota tim, maka pemikiran balas dendam akan mendominasi sehingga permusuhan di dalam selimut tidak dapat dihindari. Jadi, ketika isu negatif muncul di dalam tim, segeralah imbangi isu tersebut dengan sikap dan cara berpikir positif. Tumbuhkan prinsip dan nilai-nilai positif untuk menangkal setiap isu negatif di dalam tim. Hadapi isu negatif dengan tenang, sabar, serta selalu menjaga ucapan dan kata-kata positif. Jangan menanggapi isu negatif dengan serius atau berkhayal tentang hal-hal negatif. Anda tidak perlu berimajinasi atau membangun perasaan-perasaan negatif untuk menghadapi isu negatif. Jangan pernah terprovokasi, tetaplah tenang dan sabar, lalu fokus untuk menyelesaikan semua rintangan dan tantangan dengan sikap baik yang rendah hati.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MEMIMPIN UNTUK MENANG DI SEGALA SITUASI DAN PERISTIWA

“Pemimpin yang baik tidak pernah terlalu banyak berbicara, tetapi selalu menghadirkan optimisme di batin setiap orang.”~Djajendra

Memimpin berarti membawa diri sendiri dan orang lain untuk mencapai harapan dan memenuhi target yang sudah direncanakan. Kehadiran pemimpin harus bisa dirasakan oleh semua orang di tempat kerja. Energi positif pemimpin harus dapat ditularkan kepada setiap orang di tempat kerja, sehingga semua orang di tempat kerja memiliki semangat dan motivasi yang lebih tinggi untuk bekerja mencapai kemenangan di setiap tantangan yang ditargetkan oleh perusahaan. Pemimpin yang baik selalu menghadirkan optimisme di batin setiap orang, dan membangkitkan energi sukses dari potensi setiap orang.

Pemimpin harus kreatif dalam memfasilitasi pertumbuhan pribadi setiap orang dan mengembangkan pola komunikasi yang menyatukan semua pihak di tempat kerja untuk meraih kemenangan. Pemimpin tidak boleh mendominasi karyawan atau pun menciptakan gangguan yang mengakibatkan karyawan ragu atau kehilangan keberanian untuk bertindak. Walaupun pemimpin memiliki kekuasaan, tetapi kekuasaan itu bukan untuk memaksakan kepentingan diri sendiri pada orang lain. Kekuasaan pemimpin di perusahaan digunakan untuk kebutuhan mencapai visi dan target yang sudah direncanakan secara bersama. Jadi, setiap orang yang bekerja dari anak tangga terendah di struktur organisasi haruslah ditumbuhkan pribadinya dan kualitas kompetensinya agar mereka bisa menjadi energi kemenangan bagi perusahaan.

Setiap situasi dan peristiwa di perusahaan adalah tanggung jawab kepemimpinan. Tidak boleh seorang pemimpin membuang kesalahan atau kekurangan kepada karyawan. Pemimpin yang efektif tidak pernah melempar kesalahan kepada pihak manapun di tempat kerja, tetapi selalu fokus untuk memperbaiki keadaan dan mewujudkan kemenangan. Pemimpin yang efektif tidak akan mengasingkan siapapun di tempat kerja, sebab dia mengerti bahwa dengan mengasingkan atau melemahkan keberadaan seseorang di tempat kerja, itu berarti sama saja dengan melemahkan diri sendiri.

Kualitas kepemimpinan yang menggunakan kekuasaannya untuk memfasilitasi semua potensi dan kekuatan dari orang-orang yang dipimpin, akan menjadi pemimpin yang mampu memenangkan semua situasi dan peristiwa yang harus dilalui. Dia juga mampu memfungsikan setiap orang untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan profesional. Pemimpin bermental pemenang selalu sadar untuk menggunakan kekuatan dan kekuasaannya di perusahaan dengan adil dan benar, sehingga dia mampu memberdayakan dan menguatkan setiap orang di tempat kerja, untuk mencapai kemenangan di semua situasi dan peristiwa yang dialami perusahaan.

Ketika semua orang di tempat kerja melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan optimis dan penuh percaya diri, maka pemimpin mudah mengarahkan mereka untuk mewujudkan visi yang diimpikan. Energi optimisme dan kreatif dari sumber daya manusia di perusahaan mampu menjaga tingkat kesehatan perusahaan, serta mampu mewujudkan perusahaan yang kuat dan sehat. Energi positif di tempat kerja mampu memperkuat kepemimpinan yang solid dan harmonis di semua jenjang organisasi. Energi positif di tempat kerja mampu membangun kekuatan setiap karyawan dengan kompetensi dan kualitas, sehingga mudah untuk menjawab dan melayani setiap perubahan atau pun ketidakpastian.

Kepemimpinan yang hebat bersumber dari kreatifitas para pemimpin untuk membangun lingkungan sosial yang mendukung bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Kemampuan untuk memahami realitas pasar dan perilaku pembeli, serta kemampuan untuk memahami calon pelanggan atau potensi pasar secara benar sangatlah menentukan kesuksesan bisnis yang dijalankan. Kepemimpinan tidak boleh ngotot dengan maunya para pemimpin di perusahaan, tetapi selalu berinovasi dan bekerja dengan teknologi yang sesuai dengan tuntutan zaman, serta memiliki informasi yang benar untuk bisa menghadapi berbagai macam situasi dan peristiwa bisnis.

Sumber daya manusia yang terlatih secara pribadi dan profesional merupakan aset perusahaan. Jadi, ketika kesadaran karyawan ditumbuhkan melalui perkembangan pribadi dan budaya kerja untuk menciptakan efisiensi melalui pola kerja yang efektif, maka di dalam proses kerja mampu menciptakan efisiensi dan penghematan secara menyeluruh di dalam organisasi. Sumber daya manusia yang terlatih secara pribadi dan profesional mampu memiliki etiket dan etika yang hebat, untuk membangun komunikasi internal-eksternal perusahaan yang tangguh.

Pemimpin yang hebat mampu menyiapkan dirinya untuk memimpin dan menjadi penunjuk arah bagi setiap orang di tempat kerja. Sikap positif dan penuh percaya diri pemimpin saat menghadapi tantangan akan menjadi kekuatan bagi semua orang di tempat kerja. Intinya, pemimpin harus tampil optimis dan selalu percaya diri untuk menghadapi situasi atau peristiwa sesulit apa pun. Pemimpin tidak boleh terlihat lemah dan tak berdaya, pemimpin harus tampil dengan rencana dan strategi yang membuat setiap orang di tempat kerja selalu penuh semangat menghadapi tantangan.

Pemimpin harus optimis dan mau bekerja keras untuk membangun kekuatan internal organisasi. Dalam hal ini, pemimpin harus fokus untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkarakter sesuai kebutuhan perusahaan. Membangun sumber daya manusia dengan budaya kerja yang memiliki kepribadian positif, kualitas kerja yang produktif, semangat kerja yang optimis; serta karyawan yang selalu siap bekerja dengan nilai-nilai perusahaan, prinsip-prinsip perusahaan, dan kesiapan mental untuk bekerja di luar zona nyaman secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Pemimpin yang baik selalu menjadi pendengar yang bijak dan mampu menunjukkan sikap tenang saat menghadapi ketidakpastian. Kesadaran pemimpin sebagai energi positif haruslah ditampilkan secara baik dihadapan semua karyawan. Hal ini menjadi sangat penting untuk dapat mengangkat moral, perilaku, dan semangat dari semua potensi kekuatan sumber daya manusia saat menghadapi masa sulit ataupun masa-masa yang penuh ketidakpastian. Intinya, pemimpin yang baik mampu menjadi energi positif bagi setiap karyawan untuk memotivasi mereka agar bekerja dengan optimis dan melewati semua masa sulit dengan kemenangan.

Untuk seminar/training hubungi: 0812 1318 8899 / Email: training@djajendra-motivator.com

PERUBAHAN TERJADI KARENA PIKIRAN DILATIH UNTUK MENERIMA PERUBAHAN

“Perubahan harus jujur mentransfer informasi tentang hal-hal yang sifatnya warisan dari budaya lama. Menyembunyikan warisan dan karakter lama hanya menjadikan perubahan sulit terjadi.”~Djajendra

Perubahan memerlukan mental dan pola pikir yang siap dengan segala rintangan dan tantangan di sepanjang proses perubahan. Oleh karena itu, sebelum perubahan itu dimulai, bentuklah pola pikir Anda yang siap untuk berubah. Pola pikir baru terbentuk melalui latihan terus-menerus. Anda dapat melatih pikiran untuk berubah melalui latihan dan afirmasi secara terus-menerus. Intinya, orang-orang yang sulit berubah bisa dilatih pikirannya untuk bersikap positif saat terjadi perubahan.

Sulit untuk belajar sesuatu yang baru dari perubahan tanpa latihan. Apa pun yang dialami di dalam proses perubahan haruslah dijadikan pelajaran untuk pengembangan diri. Dalam hal ini, pikiran dilatih untuk menerima dan menjalankan hal-hal baru dengan sepenuh hati. Harus diingat bahwa pikiran positif dan kesadaran tertinggi adalah dua kekuatan yang sangat diperlukan di sepanjang proses perubahan.

Melalui pola pikir positif dan kesadaran yang tinggi, Anda dapat memperbaiki rutinitas dan kebiasaan untuk disesuaikan dengan organisasi baru. Bila setiap hari dengan disiplin dan ketekunan yang hebat Anda mampu mengisi nilai-nilai baru, maka secara otomatis perubahan yang ingin Anda lihat akan terjadi. Jadi, organisasi baru yang sehat dan kuat terwujud saat Anda memperbaiki rutinitas dan kebiasaan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab sampai perubahan yang diinginkan terjadi.

Organisasi beberapa tahun yang lalu pasti sudah tidak sama lagi dengan organisasi yang dibutuhkan oleh masa depan. Semuanya berubah dan menciptakan yang baru secara otomatis. Jadi, secara alami perubahan itu terjadi tanpa disadari. Tantangan terbesar dalam perubahan ada di dalam diri manusia. Sifat, kebiasaan, keyakinan, dan nilai-nilai yang diserap sejak lama bukanlah sesuatu yang dengan mudah bisa diubah. Diperlukan sebuah upaya keras yang penuh disiplin untuk merubah pola pikir manusia agar mau berubah.

Malas melakukan perubahan hanya menghasilkan ketertinggalan dan keterbelakangan. Malas melakukan perubahan hanya menghasilkan kekalahan dan ketidakmampuan. Jadi, sekarang inilah waktu yang paling tepat untuk memulai perubahan. Sadarkan diri Anda dan bangunlah dari tidur nyenyak di zona nyaman. Pahami bahwa perubahan terjadi terus-menerus di dalam diam secara tidak sadar. Oleh karena itu, sadarlah bahwa perubahan itu adalah kebenaran sejati di semua aspek kehidupan yang Anda jalani. Bila Anda mengabaikan perubahan atau malas berurusan dengan perubahan, maka Anda membuat hidup Anda tidak maksimal dalam memanfaatkan bakat dan potensi hebat Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERUBAHAN BUKAN UNTUK DITAKUTI, TAPI UNTUK DILALUI DENGAN BERANI DAN PERCAYA DIRI

“Semuanya pasti berlalu, tidak ada yang bertahan dalam wujud yang sama, semuanya pasti berubah.”~Djajendra

Ketika Anda marah pada perubahan, maka kekuatan perubahan akan mengucilkan hidup Anda. Perubahan itu abadi dan pasti sedangkan manusia itu tidak abadi dan selalu berganti generasi. Tidak ada seorang pun yang bisa menang melawan perubahan. Perubahan itulah kemenangan. Perubahan itulah kebenaran sejati. Perubahan itulah sesuatu yang pasti dan nyata.

Apa pun yang Anda miliki atau rasakan saat ini akan berlalu. Tidak ada yang tidak akan berlalu dalam hidup ini, semuanya pasti berlalu, semuanya pasti tergantikan dengan yang baru. Perilaku bertahan dalam zona nyaman adalah perilaku yang hanya menjadikan Anda tidak tumbuh lagi. Zona nyaman adalah nyona pembonsaian, atau zona yang menjadikan Anda tumbuh kerdil di ruang kehidupan yang sangat sempit. Artinya, Anda yang hidup di zona nyaman sama seperti tanaman bonsai di pot kecil, kelihatan indah tapi dia dikerdilkan dan tumbuh secara terbatas.

Perubahan membutuhkan kebebasan dari rasa takut. Perubahan membutuhkan perilaku yang tekun, rajin, disiplin, ulet, belajar, dan memiliki kekuatan kemauan untuk berubah. Perubahan membutuhkan ketegaran hati, kesabaran tinggi, penguasaan diri sendiri, mental tidak pernah menyerah atau berhenti, serta kemauan yang sangat kuat untuk berproses di dalam perubahan.

Perubahan dimulai dari sebuah visi besar dan gambar yang utuh tentang apa yang mau dicapai. Kemudian, proses perubahan itu dimulai dari langkah-langkah kecil, setahap demi setahap, seinci demi seinci. Seperti sebuah peribahasa Cina yang mengatakan: “Orang yang memindahkan gunung itu memulainya dengan memindahkan batu-batu kecil.” Jadi, perubahan itu tidak boleh membuat Anda gentar dan takut dengan apa yang mau dicapai. Sebesar apa pun raksasa yang harus dicapai, jangan gentar, tingkatkan optimisme dan kepercayaan diri Anda, lalu dengan berani dan rendah hati hadapi semua hambatan di depan dengan solusi yang tepat. Mulailah dari yang terkecil dan termudah, sederhanakan semua hal sehingga Anda dapat melihatnya dengan jelas untuk dituntaskan secara sempurna.

Perubahan pasti mendapatkan ancaman dari para pemberontak, dari orang-orang yang tidak memiliki keberanian untuk menghadapi resiko di depan. Di sinilah dibutuhkan peran dari kepemimpinan yang kuat dan penuh optimisme. Seorang pemimpin perubahan selalu sadar bahwa setiap saat para pemberontak dapat melakukan sabotase terhadap perubahan yang sedang dilakukan. Oleh karena itu, kepemimpinan yang kuat tidak pernah gentar menghadapi situasi yang tidak mendukungnya. Pemimpin yang kuat dan cerdas selalu bergerak terus dan tidak pernah membiarkan para pemberontak untuk menghentikan perubahan yang sedang dilakukan. Pemimpin perubahan terbaik hanya fokus dan bertekad untuk mengejar tujuan perubahan setiap hari. Dia tidak akan memberikan energinya untuk para pemberontak. Dia secara perlahan-lahan akan melemahkan kekuatan para pemberontak dan membuang keluar mereka dari organisasi yang sedang berubah.

Perubahan membutuhkan kebenaran. Saat perubahan berlangsung semua orang harus menghormati akal sehat, tetapi juga mendukung inovasi dan kreativitas yang kadang tidak masuk logika. Jangan sampai akal sehat membatasi kreativitas. Jadi, biarkan orang-orang mengatakan pendapatnya dengan percaya diri, yang penting fungsi koordinasi dari kepemimpinan dijalankan dengan tegas dan pasti.

Perubahan membutuhkan jiwa besar yang telah memiliki mental untuk tidak takut, serta selalu memiliki kemauan untuk mengatasi rasa takut dengan segala cara. Perubahan pasti menghadapi permusuhan dari kaum anti perubahan. Selalu saja perubahan harus menghadapi antagonisme dan kebencian dari orang-orang yang takut kehilangan sesuatu akibat perubahan. Jelas, sebuah kepemimpinan yang tidak kuat pasti akan dihabisi oleh musuh-musuh perubahan. Oleh karena itu, kepemimpinan perubahan tidaklah boleh terprovokasi kemurkaan orang-orang anti perubahan. Kepemimpinan perubahan harus selalu tenang, santai, memperkuat diri dengan diam, dan percaya bahwa Tuhan selalu membantu dirinya untuk berdiri dengan kebenaran dari perubahan yang dilakukan dengan sepenuh hati.

Perubahan bukan untuk ditakuti, tapi untuk dilalui dengan berani dan percaya diri. Jangan membiarkan pikiran menjadi sumber pencipta rasa takut. Ketika di dalam diri sudah ada kekuatan keberanian yang luar biasa, maka semua kekuatan yang menakutkan dari luar diri akan kabur dan tidak berani mengganggu Anda. Tegaskan tekad Anda untuk melakukan perubahan, mulailah menjadikan program perubahan sebagai bagian dari cara hidup yang baru. Ubahlah pikiran dan perasaan Anda untuk menyukai perubahan. Kuatkan batin dan positifkan suara hati untuk memenangkan perubahan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN DALAM GANGGUAN DAN KETIDAKPASTIAN

“Ketidakpastian tidaklah menjadikan pemimpin hebat ketakutan, melainkan meningkatkan kualitas kepemimpinannya untuk menyalurkan energi kemenangan dengan penuh percaya diri.”~Djajendra

Ketidakpastian dan gangguan adalah sesuatu yang wajar dalam sebuah kepemimpinan. Sumber gangguan bisa berasal dari realitas sosial, ekonomi, budaya, teknologi, dan lain sebagainya. Semua gangguan harus dihadapi dengan integritas dan strategi yang tepat. Pemimpin hebat tidak pernah mundur untuk memenangkan program kerjanya dari berbagai gangguan dan ketidakpastian.

Pemimpin terbaik selalu menunjukkan kehebatan semangatnya untuk menemukan solusi terbaik. Dia tidak takut resiko dan tidak takut menghadapi jalan panjang penuh ketidakpastian. Dia tetap memimpin dengan iman yang penuh integritas; memimpin dengan pengetahuan yang benar dan tepat; memimpin dengan perilaku etis dan terpuji; serta memimpin dengan tindakan yang berani dan bertanggung jawab.

Dalam situasi tidak pasti dan banyak gangguan, pemimpin yang hebat selalu mempromosikan keharmonisan dan perdamaian untuk memperkuat kepemimpinannya. Kemudian, walaupun ada yang menjadi pemicu gangguan, maka sumber pemicu gangguan ini diperbaiki dan dikembalikan ke jalur yang benar melalui aturan dan hukum yang tepat. Jadi, pemimpin hebat tidak akan menghabiskan waktunya untuk balas dendam, tetapi digunakan untuk merangkul semua pihak melalui aturan dan hukum yang tepat, sehingga semua orang bisa diikat dan digunakan untuk menemukan solusi terbaik dari ketidakpastian yang muncul. Pemimpin hebat selalu percaya diri dan yakin bahwa perilaku tidak baik dapat ditransformasikan menjadi perilaku baik bagi pencapaian tujuan hidup yang lebih tinggi.

Pemimpin yang hebat sadar untuk membangun kualitas dari dalam diri. Dirinya selalu otentik dan asli, yang ditunjukkan melalui integritas yang hebat. Dia selalu bergerak dan mewujudkan segala sesuatu melalui nilai-nilai positif. Dia sangat disiplin dan fokus untuk mencapai visi walau ketidakpastian dan gangguan merusak segala hal. Dia tulus melayani pekerjaannya dan memotivasi semua orang untuk menciptakan sinergi melalui kepemimpinan diri sendiri dari masing-masing orang. Dia selalu bekerja dengan kreativitas tinggi, sangat percaya diri, menggunakan intuisi yang tajam, dan semua sikapnya asli dari integritasnya. Pemimpin hebat selalu menunjukkan kepada semua orang di luar dirinya tentang integritas dan kemampuannya untuk menyelesaikan gangguan.

Pemimpin hebat menyadari bahwa semua gangguan disebabkan oleh perubahan yang tidak disadari ataupun yang tidak diperkirakan sebelumnya. Dan berkeyakinan bahwa setiap gangguan harus ditangani secara cepat dan tuntas. Dia juga tidak pernah membiarkan gangguan terlalu lama, yang bisa mengakibatkan semakin melemahnya kepemimpinan tersebut. Pemimpin terbaik tidak hanya mengantisipasi perubahan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi untuk mendapatkan kemajuan dari perubahan tersebut. Jadi, kondisi tidak pasti, tidak stabil, kompleks, ambigu, dan gangguan, tidaklah menjadi realitas yang memundurkan kemajuan kepemimpinan tersebut. Sebaliknya, mampu bangkit dan mengatasi semua itu dengan tegas dan pasti.

Pemimpin hebat selalu mengajak semua orang ke luar dari zona nyaman dan mau bekerja dengan sepenuh hati di luar zona nyaman. Dia menantang status quo dan mendorong semua orang untuk bekerja dalam perubahan, serta tidak konformis dan tak kenal takut di wilayah perubahan. Selalu bergerak maju dan menantang perubahan dengan pikiran positif.  Semua kekuatan dimobilisasi dan semua keragaman disatukan untuk bersama-sama menuju visi dan cita-cita. Pemimpin hebat selalu tangkas dan berorientasi pada tindakan dan kerja keras. Tidak ada kata mundur atau menyerah di sepanjang proses untuk mencapai kemakmuran bersama.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LAKUKAN EKSEKUSI TUJUAN ANDA DENGAN PERCAYA DIRI

“Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi.”~Djajendra

Ketika Anda memiliki tujuan, Anda harus bertindak untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tujuan tanpa tindakan adalah lamunan, tindakan tanpa tujuan adalah kekacauan. Sebuah perencanaan haruslah diikuti dengan eksekusi yang terencana dalam SOP yang baik. Tidak boleh asal eksekusi. Eksekusi yang profesional haruslah dilakukan oleh orang-orang dengan kompetensi dan kepribadian yang sesuai dari tujuan eksekusi tersebut. Eksekusi yang baik haruslah taat kode etik dan aturan yang disepakati. Eksekusi tanpa aturan, tanpa etika, tanpa SOP, hanya akan menciptakan kekacauan.

Sehebat apapun sebuah perencanaan, bila tidak dieksekusi dengan profesional, maka tidak akan mendapatkan hasil apapun. Hasil hanya didapatkan melalui eksekusi. Wacana, rencana, dan pemikiran yang tidak pernah dikerjakan di wilayah eksekusi, hanya akan menjadi mimpi yang tidak pernah terwujud. Diperlukan keberanian untuk bertindak dan mengeksekusi. Jangan biarkan rencana hanya berputar-putar di dalam pikiran, karena tidak akan menghasilkan yang Anda inginkan. Rencana harus dilakukan dalam tindakan eksekusi yang profesional.

Eksekusi muncul ketika Anda bersedia mengambil resiko atas apa-apa yang Anda lakukan. Miliki etos, doa, intuisi, energi, dan waktu untuk membuat rencana Anda sempurna di wilayah eksekusi. Bertindaklah dengan percaya diri dan keyakinan penuh. Layani eksekusi dengan sepenuh hati dan berikan perhatian penuh. Setiap jam, setiap hari, fokuskan perhatian pada semua rincian atas eksekusi tersebut. Jangan mengabaikan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil bisa membuat eksekusi Anda terlambat atau tidak sesuai jadwal.

Keberhasilan hanya ada di dalam tindakan, bukan di dalam rencana ataupun keinginan. Untuk mencapai tujuan besar, Anda harus menetapkan sasaran-sasaran kecil sebagai jembatan untuk mencapai tujuan besar. Jadi, tetapkan tujuan besar atau mimpi besar, lalu capailah kondisi-kondisi tertentu sebagai sukses-sukses kecil sebelum mencapai sukses dalam tujuan besar Anda.

Bermimpilah setinggi langit dan miliki cita-cita yang sangat tinggi, lalu dengan rendah hati, kerjakan selangkah demi selangkah untuk mencapai sukses-sukses kecil melalui proses jatuh-bangun sebelum mencapai sukses besar. Michelangelo, seniman dan sang legenda itu pernah berkata: “Bahaya yang lebih besar bagi kebanyakan kita bukanlah bahwa tujuan kita terlalu tinggi dan kita merindukannya, tapi terlalu rendah dan kita mencapainya.” Intinya, Anda harus memiliki rencana dan impian yang sangat besar untuk mencapai apapun. Kemudian, semua impian dan rencana tersebut mampu Anda kerjakan di wilayah eksekusi untuk mewujudkannya menjadi nyata. Di wilayah eksekusi, bukan lagi sebatas pikiran Anda, tetapi sudah berakumulasi dengan pikiran banyak orang. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda harus betul-betul cerdas sosial dan mampu berkomunikasi dengan setiap kepentingan agar satu arah dengan tujuan Anda.

Tuliskan dan gambarkan rencana Anda dengan baik, lalu gunakan akal sehat dan percayalah pada keajaiban, yang memungkinkan Anda untuk mencapai sesuatu yang dirasakan oleh orang lain tidak mungkin. Yakinlah bahwa Anda mampu mewujudkan mimpi dan tujuan Anda. Miliki kepercayaan diri dan miliki kepercayaan bahwa Tuhan selalu membantu Anda untuk mencapai keberhasilan di setiap tujuan Anda.

Setelah Anda menetapkan tujuan, Anda harus memiliki komitmen untuk bekerja lebih tekun dalam disiplin yang tinggi. Tetapkan sasaran dari mulai yang paling kecil, lalu bekerja keraslah dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sukses atas sasaran tersebut. Setiap hari, kerjakan tujuan Anda dengan sepenuh hati. Kalau gagal atau salah jalan, jangan putus asa, segera perbaiki dan kembalilah ke jalan yang benar.

Setiap hari, pelajari kembali tujuan Anda. Mungkin ada hal-hal yang belum disempurnakan ke dalam tujuan Anda. Jadi, gunakan akal sehat dan integritas Anda untuk menilai dan mengevaluasi tujuan Anda. Rencana harian haruslah dieksekusi setiap hari, lalu dievaluasi hasilnya, dan dimotivasi agar mampu bergerak lebih cepat dan lebih lincah untuk mencapai hasil terbaik.

Perjalanan hidup adalah perubahan, jadi Anda tidak perlu ragu untuk memperbaiki ataupun melakukan perubahan terhadap strategi tindakan Anda. Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi. Oleh karena itu, lakukan revisi atas semua rencana tindakan atau eksekusi dalam mencapai tujuan. Anda tidak perlu ngotot dengan satu cara, Anda harus menjadi kreatif untuk menemukan cara yang paling efektif.

Setiap rencana eksekusi harus terinci dan spesifik. Hal-hal terkecil dalam rencana eksekusi harus diperhatikan melalui strategi yang tepat. Sebuah eksekusi harus rinci, tertulis, terorganisir, spesifik, berkualitas, ada kompetensi, ada motivasi, ada integritas, ada tanggung jawab, dan didukung oleh orang-orang yang siap bekerja keras untuk berhasil. Intinya, eksekusi harus terlihat dalam tindakan sehari-hari dan dapat diukur hasil akhirnya. Eksekusi ada dalam sifat rencana jangka pendek yang merupakan rencana dalam operasional sehari-hari. Sedangkan visi, tujuan, harapan, impian, prestasi, kinerja, ada dalam sifat rencana jangka panjang.

Rencana haruslah realistis dan optimis. Setiap rencana yang Anda buat harus ada keyakinan untuk mencapainya. Jadi, jangan terobsesi untuk sesuatu yang tidak realistis. Bila tujuan Anda tidak masuk akal karena tidak didukung dengan sumber daya, maka Anda harus berani untuk memperbaikinya agar masuk akal. Menetapkan tujuan yang sangat tinggi harus didasarkan kemampuan dan kesiapan mental untuk mewujudkannya. Bila tujuan tidak masuk akal, lalu Anda gagal dalam eksekusi, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan diri. Jadi, pastikan rencana Anda sangat realistis dan mampu Anda mencapainya dengan sempurna.

Kesabaran dan kemampuan untuk menahan ambisi. Motivasi dan ambisi yang tinggi sangat bagus, tetapi ketika eksekusi Anda terhalang oleh hal-hal yang tidak Anda perhitungkan, maka Anda harus bisa menahan diri dan bersikap sabar. Tenangkan diri, berdoalah kepada Tuhan untuk minta visi yang jelas,  bertanggung jawablah, lalu temukan solusi dari kejernihan dan ketenangan pikiran Anda.

Setiap hari, fokuskan perhatian untuk mengerjakan secara rinci setiap komitmen Anda di wilayah eksekusi. Kuatkan mental sukses Anda di sepanjang waktu kerja. Lakukan olah raga rutin dan jaga daya tahan tubuh Anda agar tetap bugar di wilayah eksekusi. Bila mental dan tubuh Anda lemah dan tak kuat menghadapi realitas di wilayah eksekusi, maka Anda mudah stres dan sulit mencapai kinerja terbaik. Jadi, miliki komitmen dan disiplin diri yang tinggi untuk menjaga mental dan tubuh agar selalu siap menghadapi berbagai ketidakpastian di wilayah eksekusi.

Gunakan afirmasi untuk menguatkan keyakinan dan kepercayaan diri Anda dalam mencapai sukses. Bekerjalah di tengah orang-orang yang termotivasi untuk mencapai sukses. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mampu menginspirasi, memotivasi, mendorong, membantu, mendukung, dan memberikan kekuatan kepada Anda agar keinginan dan tujuan Anda tercapai. Anda harus benar-benar hidup di tengah orang-orang yang berpikiran sama dengan Anda. Orang-orang itu tidak harus ada secara fisik, tetapi cukup ada secara pikiran. Jangan biarkan Anda ada diantara orang-orang pesimis yang tidak yakin bahwa Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan.

Kegagalan hanya terjadi kalau Anda berhenti. Jadi, jangan berhenti walau rintangan dan kesulitan membuat Anda kehilangan arah. Ketika badai merusak rencana besar Anda, maka Anda membutuhkan Tuhan sebagai penolong. Dekatkan diri kepada Tuhan, tingkatkan kepercayaan diri, tingkatkan disiplin, tingkatkan ketekunan, tingkatkan keyakinan, dan bertindaklah dari hal-hal terkecil untuk bisa kembali ke arah yang benar. Ingat selalu bahwa kesulitan dan ketidakberhasilan adalah ujian dari sekolah kehidupan untuk naik kelas. Sebagian besar keberhasilan eksekusi tercapai setelah berhasil mengalahkan potensi kegagalan. Oleh karena itu, jangan menyerah saat semua yang Anda lakukan tidak menghasilkan apapun. Jangan menyerah saat semua yang Anda kerjakan dengan penuh semangat mengalami kegagalan dan kehilangan arah. Jangan menyerah saat tujuan dan kerja keras Anda dihadang oleh pengkhianatan yang tidak terduga. Jadi, tetaplah menjadi kuat dan yakin dengan tujuan Anda. Fokuskan perhatian dan tingkatkan tekad dengan kesabaran yang luar biasa untuk mencapai sukses. Kesuksesan di wilayah ekseksui adalah milik orang-orang yang tidak pernah berhenti walau berkali-kali dihentikan oleh kegagalan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERHATIKAN SIFAT-SIFAT KARYAWAN YANG MEMBUAT BUDAYA PERUSAHAAN KUAT

“Sifat-sifat karyawan yang tidak diinginkan menciptakan budaya perusahaan yang tidak diinginkan. Jangan membiarkan budaya terjadi secara liar dari sifat-sifat yang tidak baik. Latihlah sifat-sifat karyawan yang mampu menguatkan budaya perusahaan yang diinginkan.”~Djajendra

Setiap karyawan harus membawa sifat-sifat yang dibutuhkan perusahaan untuk meraih kinerja terbaik. Sifat-sifat karyawan yang dibutuhkan perusahaan haruslah dirancang dan dikelola dengan baik oleh manajemen. Sifat-sifat karyawan yang dibutuhkan tersebut merupakan fondasi budaya yang diinginkan oleh perusahaan.

Manajemen yang kuat tidak akan membiarkan budaya terjadi oleh sifat-sifat karyawan yang tidak sesuai dengan strategi perusahaan. Sifat-sifat apa saja yang dibutuhkan untuk strategi pastilah dirancang dengan nilai-nilai yang diberikan narasi yang jelas, lalu dikelola secara sistematis untuk menjadi energi positif bagi budaya organisasi yang kuat.

Sifat-sifat karyawan yang membuat mereka terlibat secara total di setiap aspek bisnis dan aspek kerja, serta sifat-sifat karyawan yang menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan di tempat kerja, adalah inti dari pembentukan budaya kerja yang kuat. Kegembiraan, kebahagiaan, ketenangan, keharmonisan, rasa syukur, kerja keras, antusiasme, tekun, rendah hati, optimisme, tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, disiplin, dan fokus, adalah nilai-nilai yang mampu meningkatkan sifat-sifat positif untuk produktivitas kerja yang tinggi.

Budaya perusahaan yang kuat bekerja melalui sifat-sifat karyawan yang sesuai dengan misi, visi, nilai-nilai, dan strategi perusahaan. Jadi, pertama, top manajemen perusahaan harus memilih dan memutuskan siapa-siapa saja yang cocok untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Cocok artinya karyawan-karyawan tersebut sudah memiliki sifat-sifat untuk menggerakan misi, visi, nilai-nilai, dan strategi perusahaan. Bila karyawan belum memiliki sifat-sifat untuk menciptakan kinerja hebat di perusahaan, maka sudah menjadi tugas manajemen untuk mendidik dan melatih semua karyawan secara berkelanjutan agar sifat-sifat yang diinginkan tersebut dapat diberikan oleh karyawan. Jelas, hal ini, harus diawali dengan pembentukan nilai-nilai perilaku kerja yang diinginkan dan juga sistem yang sudah disesuaikan dengan nilai-nilai perilaku kerja.

Ketika perusahaan ingin mempekerjakan orang, pertama, harus selalu dimulai dengan sifat-sifat yang cocok dengan budaya yang diinginkan. Budaya selalu dimulai dari visi pemilik dan strategi pemimpin. Dalam setiap perekrutan, bukan kepintaran yang harus dijadikan pertimbangan utama, tetapi sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan. Kepintaran dan kompetensi bisa dilatih dan ditingkatkan dengan mudah, tetapi melatih dan meningkatkan sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan tidaklah mudah. Diperlukan kesadaran dan komitmen individu di dalam integritas yang tinggi untuk bisa menciptakan sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan.

Sifat-sifat positif karyawan menciptakan energi besar pertumbuhan pada budaya perusahaan yang kuat. Budaya yang kuat menciptakan tempat kerja yang manusiawi untuk mendorong karyawan berkarya dan berkinerja tinggi. Sifat-sifat positif juga menciptakan sistem kerja yang dipercaya bersama, sehingga semua orang dengan gembira mampu berbagi sistem yang baik untuk mencapai kinerja tertinggi.

Setiap merekrut karyawan baru, maka harus dijaga jangan sampai mereka menyalahkan budaya yang diinginkan, lalu membanggakan budaya dari tempat kerjanya yang lama. Oleh karena itu, orientasi budaya merupakan sesuatu yang sangat penting. Setiap karyawan baru wajib menentukan sikap yang tepat dan benar sesuai budaya kuat yang perusahaan inginkan. Jadi, setiap karyawan baru wajib hadir dengan sifat-sifat untuk menguatkan budaya perusahaan yang diinginkan.

Selama proses wawancara, budaya haruslah menjadi hal terpenting. Pastikan calon karyawan memiliki sifat-sifat untuk memperkuat budaya yang diinginkan. Jadi, walaupun seorang kandidat memiliki kecerdasan, pengalaman, dan kompetensi yang hebat. Tetapi, bila sifat-sifat dia tidak sesuai dengan budaya kuat yang diinginkan oleh perusahaan, maka lebih baik tidak direkrut. Terimalah kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan yang Anda inginkan, dan latih mereka untuk berkinerja hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENYELESAIKAN SETIAP PROYEK DAN TIDAK MEMBUATNYA MANGKRAK

“Rahasia sukses adalah menyelesaikan yang dimulai.”~Djajendra

Bila sebuah proyek sudah dimulai, jangan berhenti di tengah jalan hanya karena sebuah rintangan dan kesulitan. Fokuskan kekuatan dan taklukkan kesulitan agar Anda bisa segera menyelesaikan proyek tersebut. Jangan membuatnya mangkrak di tengah jalan. Bekerjalah dengan konsistensi pada tujuan dan miliki tanggung jawab untuk menghasilkan karya terbaik. Keberhasilan tidak terletak saat Anda memulainya atau saat Anda merencanakannya dengan ide-ide hebat Anda. Keberhasilan terletak saat Anda menyelesaikan semua rencana dan ide hebat itu menjadi maha karya yang mengagumkan.

Kualitas kepemimpinan yang hebat terlihat dari kemampuan untuk menyelesaikan dan menghasilkan maha karya. Kalau hanya masalah ide, wacana, rencana, dan memikirkan, semua orang bisa. Pemimpin terbaik bukan masalah ide ataupun kata-kata hebat, pemimpin sejati itu adalah yang mampu menyelesaikan dan bekerja untuk menghasilkan maha karya. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan semua proyek dengan sebaik mungkin. Jangan pernah memiliki kebiasaan untuk meninggalkan proyek di tengah jalan, sehingga proyek tersebut mangkrak dalam kerugian yang besar. Rintangan, kesulitan, kegagalan, dan kejatuhan, adalah hal biasa dalam sebuah perjalanan untuk menyelesaikan maha karya. Jadi, ketika semua monster ketakutan menghilangkan keberanian Anda untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan, Anda harus menguatkan energi sukses ke dalam diri Anda, lalu menciptakan kebiasaan baru agar semua kesulitan dan ketakutan dapat diatasi, serta segera menyelesaikan yang sulit diselesaikan.

Miliki komitmen, miliki kepercayaan diri, miliki keyakinan, miliki ketegasan, miliki tindakan, miliki semangat untuk menyelesaikan yang Anda mulai. Jangan membiarkan hal apapun untuk mensabotase mental sukses Anda. Tingkatkan kualitas ketenangan, tingkatkan kualitas kesabaran, tingkatkan kualitas optimisme, tingkatkan ketelitian, tingkatkan disiplin, dan gerakkan kekuatan terbaik untuk menyelesaikan proyek-proyek agar tuntas tepat waktu. Jangan membiarkan alasan apapun untuk mengentikan proses penyelesaian proyek yang sudah Anda mulai. Tunjukkan kualitas kepemimpinan Anda yang hebat dan penuh kualitas untuk menyelesaikan sebuah maha karya terbaik. Tunjukkan kepada orang-orang pesimis bahwa Anda sangat berkualitas, untuk menyelesaikan semua yang diragukan atau dirasakan tidak mungkin oleh orang pesimis. Tunjukkan kepada semua orang yang Anda pimpin bahwa Anda berada di tengah-tengah mereka untuk solusi dan kisah sukses, bukan untuk alasan dan kisah gagal. Pemimpin terbaik tidak pernah berhenti di tengah jalan untuk menyelesaikan proyek-proyek besarnya.

Kecepatan dan ketelitian haruslah disatupadukan untuk menyelesaikan proyek. Penundaan dan kekurang telitian adalah sumber pemborosan. Jadi, fokuskan semua waktu, energi, dan sumber daya untuk menyelesaikan apapun yang belum selesai. Jangan berdiam dengan berbagai alasan. Kembangkan strategi dan berbagai kemungkinan untuk menghilangkan semua alasan yang membuat proyek tidak selesai-selesai. Tidak boleh ada yang setengah selesai, semuanya harus diselesaikan dengan sempurna untuk menjadi maha karya terbaik.

Ciptakan kebiasaan-kebiasaan baru yang bisa menjadikan Anda energi sukses di setiap proyek yang Anda kerjakan. Bila masih memiliki kebiasaan menunda atau kebiasaan yang menghambat kemajuan sebuah proses, maka segera ubah kebiasaan tersebut untuk menjadikan Anda bertindak proaktif dalam menyelesaikan semua yang sulit. Miliki disiplin untuk bekerja dengan teliti dan rinci di setiap proses. Kadang-kadang, hal-hal kecil yang tidak diawasi secara teliti dan rinci di sepanjang proses bisa memberikan dampak yang merugikan kemajuan proyek tersebut. Jadi, miliki tata kelola yang terstruktur dan rinci dengan cek poin di sepanjang proses kerja. Fokuskan pada kekuatan dan kemajuan. Jangan berlebihan memberi perhatian pada kepada kekurangan, tetapi berikan solusi-solusi penguatan untuk menghilangkan kekurangan.

Ketika rencana mulai dieksekusi, maka sejak itu konsistensi untuk menjaga momentum sukses di setiap titik proses penyelesaian haruslah menjadi prioritas. Dalam hal ini, pemimpin harus menciptakan sistem dan karakter kerja yang membuat energi sukses terfokus dan bergerak ke arah maha karya. Energi sukses di dalam diri setiap orang harus terjaga dalam motivasi dan antusiasme yang tinggi. Jadi, tidak boleh dibiarkan kehilangan peluang sukses seincipun. Semua orang harus tampil produktif dan penuh percaya diri agar berhasil mendapatkan yang terbaik.

Kecepatan kerja yang konsisten dan penuh percaya diri mampu melewati setiap proses yang penuh tantangan untuk menyelesaikan proyek. Intinya, sesulit apapun, bila konsisten dan fokus untuk mendorong pekerjaan bergerak maju, maka pada akhirnya pekerjaan pasti selesai juga. Jadi, setiap hari yang diperlukan adalah disiplin, ketelitian, energi positif dalam rutinitas, dan ketekunan untuk menyelesaikan setiap bagian dari proyek tersebut dengan penuh kegembiraan.

Jangan terlalu memikirkan hasilnya, fokuskan energi untuk menyelesaikan satu per satu dari bagian-bagian terkecil proyek tersebut dengan teliti dan rinci. Dalam proses kerja, melakukan sesuatu lebih penting daripada memikirkan sesuatu. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda hadir untuk melakukan, bukan untuk memikirkan.

Ketika proyek Anda mangkrak atau tak mampu bergerak karena kekuarangan dana, maka jangan sibuk dengan alasan. Kalau Anda sibuk dengan berbagai alasan dan ketidakmampuan, Anda hanya sedang melumpuhkan semua kekuatan Anda.  Jangan biarkan monster kegagalan menakuti tugas besar Anda untuk menyelesaikan proyek tersebut. Segera keluarlah dari jebakan monster kegagalan, temukan kekuatan dari mental pemenang Anda. Katakan berulang-ulang kepada diri sendiri bahwa Anda adalah kekuatan sukses, dan tidak ada yang bisa menghentikan Anda untuk mencapai sukses. Yakinkan kepada diri sendiri bahwa Anda dengan mudah bisa menemukan semua yang Anda perlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Pastikan Anda menjaga energi kemenangan di setiap diri orang-orang yang Anda pimpin. Jadilah pemimpin yang memberikan dorongan mental kemenangan, untuk membuat setiap orang penuh percaya diri dan terus bergerak menyelesaikan proyek Anda.

Pemimpin hebat tidak hidup dalam kata-kata dan pemikiran, tetapi menghidupkan kata-kata dan pemikiran dalam wujud maha karya. Jadi, ide dan konsep haruslah terwujud dalam maha karya yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Pastikan Anda mampu menerapkan sistem yang cepat dan berhasil menciptakan sukses, bukan sistem yang membuat orang-orang ragu dan terjebak dalam energi kegagalan. Selesaikan semua ide dan konsep proyek menjadi maha karya yang hebat, bukan karya-karya mangkrak yang merugikan dan tidak bermanfaat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Posted

MEMBANGUN PEMIMPIN TERBAIK DARI DALAM DIRI ANDA

“Visi adalah magnet yang menarik pemimpin untuk melakukan segala sesuatu dengan strategi yang tepat.”~Djajendra

Semua kehebatan kepemimpinan bersumber dari dalam diri. Bila Anda ingin menjadi pemimpin yang dihormati dan dihargai oleh semua orang, maka Anda harus memulainya dari dalam diri Anda. Anda harus menata cara berpikir, cara bersikap, cara mengendalikan diri, cara berurusan dengan orang-orang, dan cara menjadi diri sendiri dengan kekuatan integritas. Semua cara tersebut haruslah bersumber dari pengetahuan, kesadaran, kepercayaan diri, dan keyakinan Anda. Dan, semua hal tersebut merupakan dasar untuk mengoptimalkan bakat besar kepemimpinan dari dalam diri Anda.

Siapa pun Anda dapat menciptakan kepemimpinan yang kuat dan hebat dari dalam diri Anda. Tuhan sudah memberikan benih-benih pemimpin di dalam diri masing-masing orang. Bagaimana pun, setiap orang haruslah memimpin hidupnya dengan baik agar dirinya beruntung dan kuat dalam menjalani realitas hidup. Bila Anda tidak mampu memimpin diri sendiri untuk menghadapi kehidupan yang penuh perubahan dan ketidakpastian, maka Anda pasti menjadi lemah dan tak berdaya menghadapi realitas hidup. Jadi, sangatlah penting bagi Anda untuk terus-menerus memperbaiki dan meningkatkan kualitas kepemimpinan dari dalam diri Anda. Ketika Anda sudah kuat dan hebat dalam memimpin diri sendiri, maka dengan sangat mudah Anda dapat memimpin orang-orang dan berbagai hal yang berada di luar diri Anda.

Berbagai aspek kepribadian yang positif terikat untuk membantu kepemimpinan dalam menghadapi realitas sehari-hari. Aspek kepribadian, seperti: ketenangan, keberanian, kejujuran, kecepatan, kepercayaan diri, rendah hati, suka belajar, tekun, disiplin, kegembiraan, keyakinan, kasih sayang, kebugaran fisik, tanggung jawab, sukarela, pikiran optimis dan positif, pengabdian yang tulus dan ikhlas, dan mental pemenang, adalah fondasi yang sangat penting agar Anda dapat memimpin pekerjaan dan kehidupan Anda dengan hebat.

Tugas terpenting dari pemimpin adalah mewujudkan visi menjadi nyata. Hal ini berarti, pemimpin memiliki tugas besar untuk diselesaikan dengan hasil akhir terbaik. Jelas, sebelum bisa sampai pada visi, pastilah harus melalui proses yang sangat dinamis dan tidak pasti. Proses yang sangat dinamis dan tidak pasti ini membuat pemimpin harus mengatur strategi dan taktik yang tepat agar dirinya bisa mewujudkan visi tersebut. Dalam hal ini, pemimpin harus mampu memimpin orang-orang untuk selalu konsisten dengan mental pemenangnya, dan konsisten dengan disiplin di setiap aspek yang dikerjakan.

Tidak ada jalan sukses yang mudah diprediksi bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin menjadi hebat karena dia berani melewati jalan yang tidak pernah dilewati oleh siapa pun. Pemimpin hidup untuk menang melawan kelemahan di sekitarnya. Pemimpin tidak boleh sekali pun kehilangan ketenangan, kesabaran, tanggung jawab, keberanian, dan optimisme. Seberapa berat pun tekanan dan kesulitan yang harus dilalui, pemimpin sejati selalu tenang dan santai menghadapinya. Pemimpin terbaik tidak pernah berkeluh-kesah, tidak pernah takut, tidak pernah berhenti, dan tidak pernah kehilangan arah untuk mencapai visi suksesnya.

Selalu mendengar siapa pun dengan empati, kasih sayang, dan toleransi. Pemimpin terbaik selalu mendengar dengan sabar kepada siapa pun yang ingin berbicara dengannya. Dia mendengarkan yang masuk akal dan yang tidak masuk akal dengan tenang dan sabar. Dia membuka hati dan pikirannya untuk memahami apa maunya orang-orang yang berbicara dengan dirinya. Tetapi, dia tetap konsisten melakukan segala sesuatu menurut keyakinan dan apa yang dia rasakan benar. Dia tidak akan terpengaruh oleh siapa pun. Dia sangat kuat dan hebat untuk menggunakan intuisi dalam setiap tindakannya. Dia sangat hebat dan cerdas untuk menggunakan pengetahuan yang tepat dalam setiap tindakannya. Dia tidak kaku dan mudah beradaptasi dengan berbagai perubahan untuk mendapatkan kemenangan atas tindakannya.

Pemimpin terbaik seperti jembatan yang dapat diakses oleh semua orang. Pintunya selalu terbuka untuk siapa pun dan siap mendengarkan apa pun. Dia tidak membedakan antara satu orang dengan orang lain. Dia sangat rendah hati dan penuh kasih sayang untuk berbicara dengan siapa pun. Baginya, setiap orang, siapa pun itu, tanpa melihat jabatan atau kekayaan, adalah orang-orang penting yang mau dia dengarkan dengan tenang dan sabar.

Tugas dan tanggung jawab adalah kekuatan pemimpin terbaik. Pemimpin terbaik itu selalu sadar bahwa keberadaannya di dalam sebuah organisasi adalah untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebenar-benarnya. Jadi, bagi pemimpin terbaik, tugas dan tanggung jawab adalah kebenaran yang harus dia kerjakan setiap hari dari hatinya yang penuh kegembiraan dan ketulusan. Apa pun realitas yang harus dihadapi di tempat kerja, dia tetap fokus untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Pemimpin terbaik tidak pernah mengabaikan tugas dan tanggung jawab, sebab keberadaannya dalam organisasi adalah untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati dan tanpa pakai banyak alasan.

Visi adalah magnet yang menarik pemimpin untuk melakukan segala sesuatu dengan strategi yang tepat. Dibantu dengan nilai-nilai budaya, pemimpin membentuk perilaku dan cara kerja yang sesuai dengan strateginya. Dia selalu bekerja melalui rencana dan setiap saat melakukan evaluasi atas rencana tersebut. Di setiap titik proses diberikan energi positif dan optimis agar mendapakan kinerja terbaik. Setiap langkah, taktik, gerakan, dan fokus diperhatikan secara detail untuk memberikan kinerja terbaik.

Transparansi, integritas, dan akuntabilitas merupakan kekuatan pemimpin untuk melawan cara kerja dan perilaku tidak bersih. Jelas, pemimpin terbaik pasti memiliki strategi untuk memenangkan setiap tindakan dengan kinerja terbaik. Nah, karena itulah, pemimpin terbaik selalu membiasakan tata kelola yang terbaik dan perilaku kerja bersih di semua bidang kehidupan kerja, sehingga tidak seorang pun dibiarkan untuk menjalankan praktik yang tidak bersih. Jadi, nilai-nilai budaya diperkuat ke dalam kepribadian pegawai dan sistem organisasi, sehingga manusianya memiliki perilaku kerja yang berbudaya dan sistem kerja pun sudah memiliki kekuatan dari nilai-nilai budaya.

Pemimpin terbaik selalu berada di tengah-tengah karyawan dan mendukung mereka untuk mencapai kinerja terbaik. Dia konsisten memperhatikan kebutuhan karyawan dan mendengarkan harapan mereka. Dia sangat lembut dan pada saat yang sama sangat tegas dalam menjalankan tata kelola yang bersih. Tidak ada kompromi bagi orang-orang yang mencoba menjalankan cara kerja tidak bersih. Dia mampu menempatkan dirinya pada berbagai situasi yang berbeda. Dia selalu terhubung dan menyatu bersama para karyawan.

Menyiapkan intuisi dan mendengarkan naluri. Suara hati, naluri, insting, intuisi, adalah hal-hal yang sangat penting untuk dilatih dan disiapkan pemimpin agar dapat mengambil keputusan dengan benar. Dalam keadaan tidak ada pilihan, intuisi dapat diaktifkan untuk mendapatkan pilihan. Jadi, pemimpin terbaik tidak pernah berkubang dalam masalah yang tidak tuntas. Pemimpin terbaik selalu belajar dari pengalaman dirinya dan pengalaman orang lain. Kesadaran dan ketekunan untuk memperbaiki dirinya membuatnya mampu mempertajam intuisi dan naluri. Dia tidak pernah terlalu larut dalam berbagai rintangan dan hambatan di tempat kerja. Dia selalu memiliki solusi dan mampu segera melihat jalan keluar terbaik melalui intuisinya.

Pemimpin terbaik memimpin dengan memberikan contoh dan keteladanan. Dia mampu memberikan pengaruh kepada setiap karyawan untuk menjadikan tujuan jangka panjang sebagai magnet dan menjadikan tujuan jangka pendek sebagai fokus dalam mencapai kinerja terbaik. Jadi, setiap tujuan jangka pendek dan setiap rutinitas dijadikan sebagai langkah yang penuh prestasi dan kinerja untuk mensukseskan tujuan jangka panjang.

Pemimpin terbaik selalu rendah hati dan memperbaiki kualitas kepemimpinannya dari dalam diri. Dia tidak pernah tertarik untuk menampilkan dirinya yang penuh polesan dan pencitraan. Dia tidak menampilkan dirinya sebagai pusat perhatian. Dia selalu hidup di dalam kesadaran tertinggi dan melakukan pekerjaannya melalui integritas dirinya yang asli. Dia tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk merugikan ataupun mengalahkan orang lain. Dia menggunakan bakat dan kemampuan kepribadiannya yang terbaik, untuk membangun dan memberikan kinerja terbaik bagi siapa pun.

Pemimpin terbaik adalah seorang pejuang sejati yang sangat kuat menghadapi berbagai kesulitan. Dia mampu bertahan dan bergerak menuju sukses melalui kesulitan. Tidak ada kata menyerah atau pun berhenti. Baginya, tugas dan tanggung jawab yang dia pikul adalah kebenaran yang harus diwujudkan ke dalam dunia nyata. Dia tidak akan pernah membiarkan seorang pun untuk menghalangi perjuangan dan kerja kerasnya. Dia selalu optimis dan positif saat harus melalui masa-masa yang sangat sulit. Dia hidup dan bekerja untuk mencapai kinerja terbaik.

Pemimpin terbaik sangat disiplin dan patuh pada komitmen yang dia miliki. Dia tahu bahwa tujuan hidupnya di tempat kerja adalah untuk menghasilkan kinerja terbaik bagi stakeholders. Oleh karena itu, dia tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas di segala bidang agar kinerja terbaik tersebut bisa selalu dihasilkan oleh seluruh karyawan. Untuk itu, dia selalu memotivasi karyawannya dan memperjuangkan yang terbaik bagi mereka. Dia juga selalu meningkatkan pengetahuan dan kualitas kerja karyawan melalui berbagai pelatihan yang dilaksanakan dengan konsisten. Bagi dia, karyawan adalah aset produktif yang harus dirawat dan dijaga kualitasnya untuk menghadapi berbagai situasi yang berbeda.

Kecepatan adalah sesuatu yang diinginkan oleh pemimpin terbaik. Pemimpin terbaik sadar bahwa tanpa kecepatan, mereka bisa dikalahkan oleh kompetitornya. Oleh karena itu, pemimpin terbaik mampu membuat sebuah pekerjaan diselesaikan dalam waktu yang singkat karena kekuatan kualitas dan motivasi karyawannya hebat. Dia mampu membangkitkan mental pemenang setiap karyawan, sehingga mereka dengan sukarela mau bekerja keras dan ikhlas berkorban untuk mencapai target sesuai waktu.

Pemimpin terbaik tidak pernah ragu dan takut untuk menjalankan keputusan yang sudah diambil. Apapun resiko dan tantangannya pasti dihadapi. Hubungan kerja yang harmonis antara karyawan dengan pimpinan tetap dalam ketegasan kepemimpinan dan ketegasan tata kelola yang terbaik. Persahabatan di tempat kerja tidak akan mengurangi profesionalisme dan ketegasan untuk menjalankan tata kelola yang terbaik. Semua orang saling terhubung di tempat kerja untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Pemimpin terbaik adalah jembatan yang menghubungkan misi menuju visi. Dengan kekuatan koordinasi, pemimpin terbaik mampu memberikan perintah dan membuat semua orang mendengarkan arahan dari dia dengan sebaik-baiknya. Lalu, dia memiliki pengaruh dan kekuatan kata-kata yang mampu menggerakan setiap orang melalui misi untuk mewujudkan visi besar organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BEKERJA DALAM SATU BUDAYA YANG SAMA UNTUK MENCEGAH KESALAHPAHAMAN DI TEMPAT KERJA

“Budaya perusahaan itu satu, tetapi orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan suka membawa budaya pribadinya masing-masing ke dalam rutinitas kerja, sehingga budaya perusahaan menjadi tidak satu.”~Djajendra

Bekerja dalam satu budaya haruslah menjadi komitmen dan kewajiban dari setiap insan perusahaan. Bila setiap insan perusahaan memiliki cara berpikir yang tidak sejalan dengan misi perusahaan; nilai-nilai pribadi dan keyakinan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan; kepemimpinan diri sendiri yang tidak sesuai dengan kepemimpinan perusahaan; maka, konflik batin muncul dari akibat benturan antara budaya pribadi dengan budaya perusahaan. Dampaknya, budaya perusahaan tidak pernah kuat dan setiap saat dikecilkan oleh ego dari budaya pribadi masing-masing insan perusahaan.

Sudah menjadi kodrat dalam kehidupan bahwa setiap orang berbeda satu sama lain. Setiap orang yang datang ke kantor atau pabrik berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan latar belakang budaya ini harus menyatu di dalam budaya perusahaan yang kuat. Bila budaya perusahaan tidak kuat dan tidak menjadi dominan di dalam rutinitas kerja, maka kondisi ini menciptakan kesalahpahaman dalam hubungan kerja. Akibatnya, kolaborasi dan koordinasi menjadi lemah, serta produktivitas tidak bisa menjadi optimal. Sebab, insan perusahaan hidup dalam lingkungan kerja yang saling tersinggung dan sulit memahami satu sama lain.

Manajemen dan kepemimpinan yang kuat selalu bekerja dalam satu budaya yang sama dan mencegah kesalahpahaman di tempat kerja. Dalam hal ini, nilai-nilai dan keyakinan perusahaan dikuatkan dan diinternalisasi ke dalam diri setiap insan perusahaan agar mereka menyatu dalam satu budaya kerja yang kuat. Setiap perbedaan dikelola dan diambil keunggulan untuk memperkuat organisasi dan bisnis perusahaan. Setiap insan perusahaan dilengkapi dengan kompetensi yang profesional dan dikelola menjadi lebih berguna bagi daya saing perusahaan. Kepemimpinan dan manajemen yang kuat bekerja menggunakan budaya organisasi yang kuat, sehingga mampu mencegah semua potensi resiko yang bersumber dari budaya negatif yang terbawa oleh karyawan.

Ketika manajemen dan kepemimpinan perusahaan sudah mampu mengelola dan bekerja berdasarkan budaya organisasi yang kuat, maka operasional budaya kerja tidak akan terpengaruh oleh perbedaan budaya perusahaan. Semua budaya pribadi karyawan tidak akan mampu mempengaruhi kekuatan budaya perusahaan yang formal. Setiap orang di dalam perusahaan mampu berkomunikasi dan berinteraksi berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Nilai-nilai dan keyakinan pribadi karyawan disatukan oleh nilai-nilai dan keyakinan perusahaan, sehingga keharmonisan kerja terwujud dengan baik. Setiap orang yang berbeda budaya dan latar belakang mampu disatukan oleh budaya perusahaan yang kuat, sehingga mereka bisa menjadi tim yang solid di dalam rutinitas kerja.

Budaya perusahaan yang kuat terbentuk dari nilai-nilai dan keyakinan yang kuat, aturan dan kebijakan yang tegas, etika dan kepatuhan pada hukum, perilaku kerja yang adil dan menghormati karir setiap orang, kepemimpinan yang berani dan tegas, kompetensi dan kualitas karyawan yang tinggi, bisnis yang tumbuh terus-menerus, serta terpenuhinya kebutuhan ekonomi dan spiritual karyawan.

Dalam budaya yang kuat manajemen perusahaan membangun hubungan kerja berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan dengan tegas. Dalam hal ini, tidak ada kompromi terhadap nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Setiap orang, suka tidak suka, wajib untuk mematuhi dan mengikuti nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Tidak boleh menduakan hati terhadap nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Semua ini tidak berhenti sebatas keyakinan dan nilai-nilai secara normatif, tetapi harus ditunjukkan melalui tindakan yang tegas dan nyata di lapangan. Jadi, manajemen wajib memberikan prosedur dan instruksi yang jelas dan pasti agar nilai-nilai dan keyakinan perusahaan bisa digunakan oleh setiap insan perusahaan di dalam proses kerja.

Budaya yang kuat memberi ruang bagi kreativitas dalam menghadapi bisnis yang dinamis. Karena situasi dan kebutuhan bisa berubah setiap waktu, maka budaya harus terbuka dan menjadi lebih fleksibel untuk mengalir dalam perubahan. Dalam hal ini, budaya harus mampu memahami dan melayani kebutuhan setiap insan perusahaan dalam menghadapi kedinamisan organisasi dan bisnis.

Dalam budaya organisasi yang kuat setiap individu adalah aset perusahaan. Oleh karena itu, setiap insan perusahaan wajib dirawat dan diperhatikan dengan empati. Memberikan penghargaan yang tepat untuk kinerja masing-masing individu. Memberikan kompetensi agar setiap individu terbiasa bekerja dengan menggunakan inisiatif yang tepat. Membangunkan jiwa spiritual, mental pemenang, dan daya tahan fisik yang kuat agar mereka menjadi kekuatan nyata di dalam organisasi. Memberikan rasa percaya diri untuk menjadi kreatif, inovatif, dan membiasakan diri selalu rendah hati untuk bisa belajar dari kesalahan dan kekurangan yang ada.

Membiasakan individu bekerja dalam kelompok dan menjadi kekuatan kerja sama di dalam tim. Semua insan perusahaan bekerja untuk satu visi, satu budaya, dan satu tujuan perusahaan. Jadi, semua orang adalah satu untuk perusahaan. Loyalitas dalam kolaborasi dan kerja sama di dalam proses kerja menjadi sangat penting. Kehebatan dan keunggulan individu hanya bermanfaat bagi kemajuan perusahaan bila mampu membantu orang lain di dalam perusahaan. Intinya, kehidupan di tempat kerja adalah kehidupan yang menyatu dan melebur dengan orang lain untuk mencapai misi, visi, dan tujuan perusahaan.

Berpikir positif dan mengelola emosi positif adalah cara untuk memperkuat budaya organisasi. Insan perusahaan yang cerdas emosional mampu menjaga suasana hati yang baik di setiap situasi dan keadaan di tempat kerja. Jadi, apapun realitas di tempat kerja, setiap insan perusahaan mampu mengendalikan emosi dan pikiran dengan bijak. Tidak akan ada unjuk emosi negatif, semua orang akan bekerja dalam kesadaran untuk memperkuat komunikasi dan interaksi. Intinya, budaya perusahaan yang kuat terbentuk dari kedewasaan emosi, sikap, pikiran, dan jiwa yang bijak dari setiap insan perusahaan.

Bekerja dalam satu budaya yang sama membutuhkan perilaku kerja yang saling hormat dan tidak menantang keputusan dari otoritas yang lebih tinggi. Otoritas tertinggi berada pada kepemimpinan tertinggi. Dalam hal ini, kepemimpinan tertinggi harus bekerja dengan integritas  agar dipercaya atas keputusan yang diambil, serta menjadi kekuatan untuk mencegah kesalahpahaman.

Setiap individu di tempat kerja berkaitan dengan individu yang lain, setiap divisi di tempat kerja berkaitan dengan divisi yang lain, setiap departemen di tempat kerja berkaitan dengan departemen yang lain, setiap insan perusahaan berkaitan dengan lingkungan kerja. Jadi, tidak boleh ada ego individu, ego kelompok, ego fungsi, ego peran, dan ego kepentingan. Setiap orang harus menjadi sel yang memperkuat budaya organisasi, bukan sel yang merusak atau merongrong kekuatan budaya organisasi. Setiap insan perusahaan harus mampu mengendalikan ego dan nafsu yang berpotensi merusak lingkungan kerja yang positif. Setiap insan perusahaan harus mampu menjadi budaya perusahaan yang kuat dan mengatur semangat kerja untuk mencapai kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIDAK ADA KEMENANGAN MELAWAN PERUBAHAN

“Kita semua hidup dalam dunia yang terbatas dengan pikiran yang tidak terbatas.”~Djajendra

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Setiap perlawanan terhadap perubahan menghasilkan kemunduran. Perubahan adalah cara Tuhan menjadikan kehidupan Anda lebih baik.

Setiap orang harus berani dan harus mampu untuk membuat perubahan di dalam kehidupannya. Lakukan perubahan untuk menambahkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kehidupan diri sendiri.

Perubahan membutuhkan wawasan yang lebih luas agar mampu melihat dunia dengan pandangan yang lebih lebar; agar mampu berpikir dengan lebih kreatif; dan agar tidak terhenti dalam pandangan sempit.

Kita semua hidup dalam dunia yang terbatas dengan pikiran yang tidak terbatas. Pikiran yang tidak terbatas inilah yang menciptakan inovasi dan kreativitas untuk menghasilkan kehidupan yang tak terbatas. Kehidupan yang tak terbatas ini bila diisi dengan karya yang produktif, maka kesejahteraan hidup dapat tercipta bagi siapapun.

Perubahan adalah perlawanan terhadap zona nyaman kehidupan. Dalam hal ini, diperlukan pengorbanan untuk meninggalkan zona nyaman, dan keberanian untuk hidup di luar zona nyaman. Jelas, hal ini bukan persoalan mudah dan sederhana. Diperlukan pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru untuk beradaptasi dalam kehidupan di luar zona nyaman.

Perlawanan terhadap zona nyaman bukan berarti memerangi atau memusuhi zona nyaman. Tetapi, membangun disiplin dan daya tahan diri untuk berkarya secara lebih produktif di wilayah luar zona nyaman. Artinya, fokus dan perhatian diberikan seratus persen untuk kehidupan di luar zona nyaman.

Perubahan harus diikuti kemampuan untuk pengembangan diri. Anda membutuhkan kualitas diri yang baru untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan di dalam perubahan. Pastinya Anda belum mengetahui seperti apa realitas kehidupan di luar zona nyaman Anda. Oleh karena itu, Anda harus siap mental dan fisik untuk melakukan proses pengembangan diri agar dapat memiliki sikap, sifat, pola pikir, karakter, perilaku, dan kebiasaan untuk kehidupan di luar zona nyaman Anda.

Perubahan tidak datang dengan mudah, diperlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Sangat banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Sangat banyak ketidakpastian yang harus ditaklukkan. Perubahan tidak suka ditahan atau dikendalikan, perubahan lebih suka mengalir dalam disiplin untuk perilaku yang sangat produktif. Perubahan selalu menciptakan realitas kehidupan searah peradaban baru, dan tidak seorang pun yang bisa menang melawan perubahan.

Perubahan memerlukan kerja keras, dan diperlukan mental yang mau bekerja tanpa menyerah. Mental yang siap membayar apapun agar perubahan itu terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, tidak semua orang mampu bekerja untuk perubahan, sebab bekerja dalam perubahan bukanlah persoalan mudah. Hanya orang-orang pilihan bermental hebat yang mampu memimpin perubahan, bukan semua orang ditakdirkan untuk memimpin perubahan. Intinya, jika perubahan itu mudah, maka semua orang pasti bisa melakukannya dengan mudah. Faktanya, tidak semua orang mampu melakukan perubahan. Itu artinya, perubahan bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana.

Perubahan pasti menghadirkan ketidakpastian, dan ketidakpastian tersebut tidak boleh ditakuti atau dihindari. Harus ada keberanian dan mental pemenang untuk merangkul dan hidup bersama ketidakpastian. Bila ketidakpastian ditakuti dan dihindari, maka perubahan tidak akan pernah terjadi, dan kemunduranlah akan terus-menerus menjadikan kehidupan Anda terkebelakang.

Tidak seorang pun bisa menang melawan perubahan. Orang-orang yang menghindari perubahan menjadikan dirinya dan hidupnya tidak tumbuh. Hanya perubahan yang membuat kemajuan, tanpa perubahan tidak ada kemajuan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBIASAAN-KEBIASAAN TERBAIK PEMIMPIN MENJADI CONTOH DAN TELADAN BAGI KARYAWAN

 

motivasi-18102016

“Bila semua cara kerja yang luar biasa sudah menjadi kebiasaan kerja Anda, maka Anda tidak perlu lagi menjadi pribadi luar biasa untuk menghasilkan kinerja luar biasa. Anda cukup menjadi pribadi biasa untuk menghasilkan kinerja luar biasa. Kebiasaan menjadikan Anda unggul dan lebih hebat.”~Djajendra

Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin menjadikannya bergerak lincah dan produktif di dalam organisasi. Dia mampu menunjukkan arah terbaik, membawa orang-orang menuju harapan dan visi yang sudah direncanakan, dan menguasai cara terbaik untuk mencapai keberhasilan. Sikap dan perilaku kerjanya menjadi contoh dan terlihat oleh semua orang, sehingga memicu motivasi dari para staf untuk meniru cara kerja dan semangat kerja pemimpinnya.

Semua nilai-nilai kehidupan terbaik bila sudah menjadi kebiasaan; maka, semuanya terlihat di dalam sikap, perilaku, kepribadian, kemampuan, kualitas, dan karakter terbaik. Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin selalu menjadi inspirasi yang mengajarkan dan memberdayakan semua orang yang dipimpin untuk tumbuh bersama potensi hebat masing-masing.

Pemimpin yang hebat sadar bahwa keberadaan dirinya untuk memaksimalkan kinerja, dan juga untuk memaksimalkan potensi dari orang-orang yang bekerja dengan dirinya. Hal ini, membuat pemimpin hebat tidak hanya berfokus pada proses kerja, tetapi juga fokus untuk mengoptimalkan dan memberdayakan semua potensi dan bakat hebat dari para karyawan. Dia sadar bahwa keberhasilan kepemimpinannya ditentukan oleh bakat-bakat hebat dan potensi hebat dari para karyawannya.

Nilai-nilai kehidupan kerja terbaik bila dijadikan kebiasaan atau gaya hidup sehari-hari, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi energi yang sangat kuat untuk menciptakan keberhasilan terbaik. Hal ini selaras dengan ucapan Aristoteles bahwa “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Maka keunggulan bukan tindakan, tetapi kebiasaan.”  Intinya, keunggulan, kehebatan, dan semua yang luar biasa itu adalah produk dari kebiasaan. Jadi, mulai hari ini, Anda bisa berlatih dan membiasakan cara kerja Anda dengan nilai-nilai terbaik.

Siapapun bisa bekerja di atas rata-rata, dan menjadi pribadi luar biasa yang bekerja dengan kualitas tinggi. Jadi, bila hari ini Anda merasa belum sukses, maka perbaiki kebiasaan kerja dan kebiasaan hidup Anda. Inginkan dan niatkan di dalam hati untuk merubah semua kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Setiap hari, ingatkan kepada diri sendiri bahwa perubahan adalah abadi, dan hanya melalui perubahan Anda bisa menyiapkan kebiasaan-kebiasaan terbaik untuk mencapai keunggulan dan kemenangan di dalam hidup Anda.

Miliki kebiasaan terbaik untuk mengelola dan memanfaatkan waktu dengan disiplin; miliki kebiasaan untuk melayani dan berkontribusi dengan lebih produktif; miliki kebiasaan untuk bekerja dengan prioritas utama dan mengerjakannya sampai berhasil; miliki kebiasaan untuk mengkontrol dan menghilangkan stres dan pikiran negatif; miliki kebiasaan untuk berempati, bertoleransi, dan fleksible; miliki kebiasaan untuk berkolaborasi, berkoordinasi, dan berkembang dalam kerja bersama; miliki kebiasaan untuk mematuhi prosedur, sistem, etika, dan etos kerja yang paling produktif; miliki kebiasaan berpikir positif, berprasangka baik, dan melayani perbedaan dengan ikhlas; dan miliki kebiasaan untuk mengembangkan etos kerja yang kuat berlandaskan nilai-nilai inti organisasi.

Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin menjadi contoh dan teladan bagi karyawan. Jika pemimpin sudah bisa menjadikan dirinya contoh dan teladan di tempat kerja, maka semua orang di tempat kerja mampu mengembangkan kredibilitas dan reputasinya masing-masing untuk menghasilkan budaya kerja yang hebat dan andal. Jadi, karyawan tidak perlu lagi didorong-dorong untuk memiliki kebiasaan hebat, mereka akan sadar sendiri setelah melihat pemimpinnya yang hebat dan unggul di dalam rutinitas kerja.

Kebiasaan menjadikan segalanya otomatis, tidak perlu berpikir, tidak ada kesulitan, semuanya mudah dan dapat dilakukan dengan sebaik mungkin. Sebaliknya, bila Anda belum terbiasa, pasti Anda mengalami kesulitan dan tidak mudah untuk dilakukan. Intinya, apapun bisa Anda kerjakan dan lakukan dengan sempurna bila Anda sudah terbiasa dan terlatih secara profesional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG BERTINDAK DAN TIDAK SEKEDAR BERKATA-KATA

motivasi-17102016

“Integritas dan akuntabilitas pemimpin memenangkan dirinya dari semua tantangan dan rintangan berat. Zaman sekarang, zaman kerja, pemimpin yang bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan.”~Djajendra

Ucapan dan tindakan seorang pemimpin dilihat dan diikuti oleh orang-orang disekitarnya. Bila ucapan dan tindakan tidak sama, maka pemimpin tersebut akan tidak dipercaya. Tanpa kepercayaan tidak ada kepemimpinan. Pemimpin ada karena dipercaya dan diikuti.

Tindakan pemimpin dihasilkan dari kebiasaan pemimpin. Pemimpin yang berkualitas terbiasa membangun rasa percaya diri di lingkungan kerja; membangun sikap optimisme semua orang; membangun kejujuran dan tanggung jawab; membangkitkan semangat dan gairah untuk berprestasi; menciptakan rutinitas dengan budaya yang kuat; menghilangkan semua yang tidak penting; fokus pada satu tujuan dengan semua potensi dan kekuatan; mengembangkan pemikiran positif dan energi positif di tempat kerja; serta menguatkan empati dan toleransi dalam memperkuat hubungan sosial di tempat kerja.

Di zaman banjir informasi dan kekuatan media sosial ini, sebagian masyarakat sudah mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar, sehingga ketika pemimpin berkata-kata sesuatu yang tidak benar atau berjanji sesuatu yang tidak mungkin, maka pemimpin tersebut tidak akan dipercaya.

Bukti kerja dan hasil yang terlihat merupakan kekuatan pemimpin untuk menambah kepercayaan dari banyak pihak. Pemimpin di zaman sekarang mengerti bahwa stakeholder yang cerdas tidak suka dengan janji-janji, mereka lebih suka dengan fakta dan kerja daripada janji-janji. Oleh karena itu, tidak cukup hanya berkomitmen, tetapi juga harus mampu menampilkan karya dan prestasi untuk meyakinkan stakeholder.

Transparansi pemimpin membuktikan keberanian untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah dan akan dilakukan. Transparansi pemimpin membangun kepercayaan dan menghancurkan keraguan terhadap pemimpin. Dalam hal ini, pemimpin dipercaya adalah yang jujur, terbuka, bertanggung jawab, tegas, berani, dan sangat produktif untuk menuntaskan tugas. Intinya, sekarang ini, stakeholder lebih memilih pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab walau cara berkomunikasi pemimpin tersebut tidak bersahabat. Stakeholder mau menerima keterbatasan dan kesalahan pemimpin dalam berkomunikasi, tetapi dengan syarat: pemimpin tidak boleh mengabaikan integritas dan akuntabilitas.

Integritas dan akuntabilitas pemimpin pasti mengalahkan semua pencitraan pemimpin. Zaman sekarang, zaman kerja, bukan zaman pencitraan. Pemimpin yang bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan untuk kehidupan zaman sekarang. Stakeholders tidak lagi terpesona dengan penampilan fisik dan tutur kata menjanjikan, tetapi terpesona dengan pemimpin yang bertindak dan melakukan pekerjaan dengan tegas. Oleh karena itu, tanda kelemahan dari seorang pemimpin pada zaman ini adalah tidak mampu bekerja dengan tegas dan produktif. Selama pemimpin tersebut bisa bekerja dengan tegas, produktif, dan berani; maka, pemimpin tersebut dianggap sukses.

Tidak ada seorang pemimpin pun yang sempurna, semua memiliki keterbatasan. Tetapi, integritas, akuntabilitas, keberanian, ketegasan, dan kemampuan mengeksekusi rencana dengan cepat mampu menghilangkan ketidaksempurnaan tersebut. Oleh karena itu, pemimpin zaman sekarang harus berani dan cerdas di lapangan, mampu membuat keputusan yang cepat dan mampu mengeksekusi keputusan tersebut dengan lebih cepat lagi. Stakeholder tidak suka dengan pemimpin yang suka ragu dan tidak berani mengeksekusi. Keberanian, ketegasan, dan kecepatan eksekusi pemimpin menjadikan dirinya dihormati dan dicintai oleh kebanyakan stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

 

KEPEMIMPINAN DENGAN STANDAR ETIKA YANG TINGGI

“Pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.”~Djajendra

Kepemimpinan perusahaan adalah kekuasaan dan tanggung jawab di tempat kerja. Agar kekuasaan dan tanggung jawab ini dapat dijalankan dengan cara-cara yang benar dan baik, serta kemampuan untuk menghindari cara-cara tidak benar dan tidak baik; maka, para pemimpin di perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya kerja yang etis. Membangun standar etika yang tinggi, model perilaku yang tepat, integritas dan akuntabilitas yang konsisten.

Dalam proses bisnis, sangat banyak peristiwa yang memungkinkan terjadinya pengabaian etika. Sering sekali, kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok bisa memicu perbuatan yang mengabaikan etika. Sebagai contoh: seorang staf dari bagian pembelian menerima komisi dari penjual, dan komisi tersebut masuk ke kantong pribadi. Contoh yang lain, seorang staf dari bagian pembayaran meminta komisi agar pembayaran bisa dipercepat. Dan, sangat banyak wilayah dalam proses bisnis yang berpotensi mengabaikan etika.

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi kalau etika bisnis selalu diabaikan? Jawabannya jelas, pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.

Proses bisnis yang efektif dan efisien membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan berani menjalankan etika bisnis dengan standar yang tinggi. Tanpa implementasi etika bisnis dan kode etik perilaku di tempat kerja, maka tata kelola perusahaan yang terbaik sulit diwujudkan. Tanpa internalisasi etika bisnis dan kode etik perilaku ke dalam mental dan perilaku pegawai, maka proses bisnis berpotensi berbiaya tinggi. Kepemimpinan yang etis berani mengambil tindakan dan menunjukkan kepada semua stakeholder bahwa organisasinya mematuhi isu-isu etis. Keberanian dan kepastian pemimpin untuk menjalankan nilai-nilai etika, akan meningkatkan kualitas budaya organisasi etis di tempat kerja.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi tidak hanya membuat tata kelola bisnis yang terbaik, panduan etika bisnis, panduan kode etik perilaku, prosedur kerja yang profesional, aturan, peraturan, dan kebijakan yang mempromosikan etika sebagai fondasi budaya perusahaan. Mereka juga merupakan kepemimpinan yang membentuk perilaku dan karakter kerja dengan nilai-nilai inti perusahaan. Nilai-nilai inti (core values) perusahaan merupakan jati diri dan identitas unik dari perusahaan. Oleh karena itu, kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi merasa bertanggung jawab untuk mengatur perilaku karyawan agar selalu selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan. Bila ada karyawan yang perilaku kerjanya tidak selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan, maka dia akan menjadi kekuatan negatif yang merusak implementasi dan internalisasi etika bisnis.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi wajib menjadi contoh dan memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku etis. Intinya, kepemimpinan etis memberitahu kepada semua stakeholder tentang cara menjalankan etika bisnis dan kode etik perilaku melalui kepribadian dan karakter kerjanya.

Nilai-nilai inti pribadi dan nilai-nilai inti perusahaan harus menyatu. Misalnya, nilai-nilai inti pribadi tidak mempercayai transparansi, sedangkan nilai-nilai inti perusahaan mempercayai transparansi. Kondisi ini akan membuat nilai-nilai inti pribadi bertentangan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Akibatnya, karyawan tidak mungkin bisa bekerja dengan sepenuh hati bersama perusahaan. Padahal, setiap orang di tempat kerja harus mampu menjadi kekuatan dari budaya organisasi yang unik dan sesuai dengan napas perusahaan.

Untuk mendapatkan nilai-nilai inti pribadi karyawan yang selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan dimulai dari perekrutan dan pelatihan. Dalam proses perekrutan jangan terjebak dengan tingginya nilai akademik calon karyawan, tetapi berikan perhatian pada nilai-nilai inti pribadi calon karyawan. Tingginya nilai akademik calon karyawan tidak menjamin bahwa dia akan menjadi kekuatan positif bagi budaya kerja yang etis. Jadi, begitu seseorang diterima sebagai pegawai, sudah tidak ada lagi urusannya dengan nilai-nilai akademik, urusannya sekarang adalah kemampuannya untuk bekerja bersama budaya etis di perusahaan.

Penguatan budaya etis di setiap aspek di dalam organisasi menjadikan perusahaan kuat dan mampu beradaptasi di setiap situasi yang tidak pasti. Benar dan salah bukanlah dihasilkan dari persepsi, tetapi dari standar etika dan sistem yang dapat dipercaya.

Pemimpin etis harus memiliki mental yang etis agar dapat melakukan tindakan yang benar, pada waktu yang tepat, untuk alasan yang tepat. Etika harus menjadi dasar pemikiran dan tindakan dalam melakukan apa saja di tempat kerja. Pemimpin dan karyawan harus hidup dalam satu jiwa dan satu napas bersama prinsip-prinsip kerja yang jujur, bertanggung jawab, adil, melayani, menepati janji, menghormati orang lain, mematuhi aturan-aturan, dan berkepastian hukum.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi mampu mengenali dan mengelola dilema etika secara profesional. Dilema etika berarti dihadapkan dengan pilihan sulit untuk menjalankan etika secara benar. Seperti dipahami oleh banyak pemimpin perusahaan bahwa di tempat kerja sangat banyak kepentingan, apalagi bila kepentingan itu datang dari orang-orang yang lebih tinggi kekuasaannya dari para pemimpin di perusahaan. Dalam hal ini, dilema etika sudah tidak dapat lagi disembunyikan dengan cara apapun. Di sinilah diperlukan untuk mendengarkan suara hati yang sudah terbentuk sejak lama dari integritas pribadi yang tinggi. Artinya, saat dilema etika begitu sulit, dengarkan suara hati nurani Anda, lalu berpikirlah secara rasional dengan akal sehat sebelum mengambil keputusan atas dilema etika yang Anda hadapi. Itulah cara menjalankan standar etika kepemimpinan walau Anda sedang menghadapi dilema etika yang sulit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA EKSEKUSI, STRATEGI DAN RENCANA YANG HEBAT TERTIDUR PULAS

“Bila tidak ada eksekusi, maka semua rencana dan strategi tertidur selamanya.”~Djajendra

Tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah rencana adalah keberanian untuk eksekusi. Pada umumnya, orang suka membuat rencana, mengatur strategi, berharap mencapai keberhasilan, tetapi tidak memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengeksekusi atau bertindak.

Harus memiliki keberanian dan pengetahuan yang luas di lapangan agar eksekusi dapat dilakukan secara benar dan tepat. Pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan intuisi haruslah menyatu di dalam kompetensi eksekusi. Dengan kata lain, untuk melakukan eksekusi atau tindakan yang tepat dan hebat, haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk memastikan eksekusi tersebut sukses.

Di wilayah eksekusi, efektivitas dan efisiensi di semua aspek kerja harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bila sebuah tindakan atau eksekusi mengabaikan efektivitas dan efisiensi, maka sukses atau hasil yang diinginkan sulit tercapai. Jadi, jangan pernah melupakan efektivitas dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja terbaik dari tindakan yang dilakukan.

Bekerja di wilayah eksekusi membutuhkan semangat yang tinggi, etos kerja yang hebat, disiplin, rasa percaya diri, dan kebiasaan kerja dengan mental pemenang. Memang tidak semua orang berbakat di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah yang keras, dan beragam latar belakang orang yang eksis di sana. Jadi, Anda harus memiliki ketegasan, keberanian, kepastian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai macam potensi resiko.

Setelah Anda memiliki rencana dan strategi yang hebat, Anda harus mempersiapkan mental yang hebat untuk bisa menjalankan kemampuan eksekusi Anda. Tidak boleh ada keraguan, tidak boleh ada penundaan, tidak boleh khawatir, Anda harus berani melakukannya. Ingat selalu bahwa tanpa eksekusi yang hebat, semua rencana dan strategi terhebat pun menjadi tidak berguna.

Hasil akhir terbaik dari sebuah eksekusi ditentukan oleh kualitas eksekusi. Tanpa keberanian untuk eksekusi, maka semua rencana dan strategi hanya hidup di dalam imajinasi, dan mungkin tidak pernah terwujud dalam dunia nyata.

Setiap prestasi besar dihasilkan dari kemampuan eksekusi yang cerdas. Tindakan-tindakan yang produktif dan terukur kualitasnya akan memberikan kinerja dan prestasi terbaik.

Di wilayah eksekusi, daya tahan mental dan totalitas di lapangan menentukan keberhasilan. Sekali melangkah memasuki wilayah eksekusi tidaklah boleh mundur atau menyerah oleh alasan apapun. Keberhasilan hanya bisa didapatkan di wilayah eksekusi. Wilayah strategi dan rencana adalah wilayah imajinasi atau angan-angan. Jadi, kalau mau sukses, ya bertindaklah, lakukan dengan berani untuk mencapai hasil sesuai rencana.

Tidak ada lagi teori di wilayah eksekusi. Jadi, apapun realitasnya di lapangan, Anda harus fokus dengan tindakan untuk menghasilkan kinerja. Pastinya, semua hal yang mau dieksekusi sudah ada di dalam rencana. Tetapi, mungkin saja dilapangan rencana dan realitas tidak nyambung. Di sinilah, tugas seorang pemimpin yang tegas dan berani diperlukan, untuk menyambung antara rencana dan realitas di lapangan.

Bila kepemimpinan kurang tegas, banyak teori, dan tidak mampu mengeksekusi; maka, semua rencana dan strategi yang hebat selamanya tertidur pulas. Hanya pemimpin yang tegas, berani, seorang eksekutor yang andal, yang dapat membangunkan rencana dan strategi yang tertidur pulas tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com