JANGAN MENYERAH DAN JANGAN MUSUHI HIDUPMU

DJAJENDRA“Apapun realitas hidupmu hari ini peluklah dan bersahabatlah dengannya. Jangan marah pada hidupmu, jangan musuhi hidupmu. Hidupmu yang sekarang adalah kenyataan, dan anggaplah seolah-olah engkau memilihnya sebagai cara, untuk belajar hikmat dan mendapatkan pengetahuan baru. Situasi dan kondisi hidup seperti apapun, akan menjadi indah, bila engkau menerimanya dengan ikhlas dan bahagia.”~Djajendra

Manusia terlahir dengan akal untuk bertahan hidup dan belajar memperbaiki diri di masa sulit, serta meningkatkan kualitas hidup di masa jaya. Manusia memiliki mekanisme untuk bertahan hidup di situasi dan keadaan paling tersulit.

Sejak zaman prasejarah, manusia sudah mampu bertahan hidup dan memenangkan hidup dari kehidupan buas di sekitarnya. Di zaman prasejarah, manusia masih tinggal berdampingan dengan hewan-hewan buas, dan juga dengan yang jauh lebih besar dan kuat dari manusia. Faktanya, sekarang ini, manusia mampu memenangkan dirinya, dan menjadikan dirinya sebagai penghuni yang paling berhasil di bumi ini.

Respon untuk tidak mudah menyerah, respon untuk tetap bertahan hidup dan berkembang, telah menjadikan manusia selalu menang dari gempuran alam dan kehidupan lainnya. Manusia memiliki naluri untuk menang dari ketidakpastian, untuk menang dari kedinamisan hidup yang selalu berkembang.

Mental pantang menyerah dan mencintai hidup akan menjadikan dirimu kuat. Pribadi bermental tidak menyerah akan menjauhkan dirinya dari kecemasan, ketakutan, kegelisahan, dan takut berbuat salah. Ketika sudah memiliki harapan yang sangat tinggi dengan tingkat toleransi yang rendah untuk kesalahan dan kegagalan, maka kegagalan akan menjadi sesuatu yang buruk. Oleh karena itu, orang-orang bermental pantang menyerah selalu memberikan ruang dan toleransi untuk berbuat salah, atau untuk menjalani kegagalan. Mereka tersenyum menghadapi gagal dan salah, mereka tidak pernah cemas dan takut pada kegagalan ataupun kesalahan.

Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sudah ada di dalam potensi setiap orang. Sekarang, siapa yang melatih dirinya menjadi semakin tangguh dan andal, dan siapa yang membiarkan dirinya menjadi lemah dan tak berdaya oleh berbagai ketidakberuntungan di sepanjang hidupnya. Diri yang Andal selalu semangat, selalu fokus untuk mencapai tujuan hidupnya walau jalan yang harus dilalui sangat berliku-liku, sangat terjal, sangat curam, sangat licin, sangat gelap, dan sangat melelahkan. Tetapi, jiwa yang pantang menyerah selalu penuh semangat, selalu antusias, selalu bahagia, dan tidak pernah merasa terbebani oleh semua kesulitan hidup.

Pribadi bermental pantang menyerah tidak akan mau hidupnya dipimpin oleh ego. Tetapi, dia akan menyatukan hati dan pikiran positif, untuk menghadapi berbagai situasi kehidupan. Dia tidak akan melawan hidupnya. Tetapi, dia akan memberikan respon, untuk tidak menyerah dan melayani maunya hidup dengan keyakinan dan percaya diri.

Pribadi bermental pantang menyerah tidak akan merasa terjebak atau mencoba melarikan diri dari situasi sulit. Dia terbiasa menjadi murid yang belajar di semua situasi dan peristiwa kehidupan, sehingga apapun realitasnya, dia tetap penuh semangat untuk menguatkan potensi hebat dirinya, dia tetap bertindak dan bersikap positif untuk dapat memenangkan hidupnya.

Jangan menyerah dan jangan musuhi hidupmu. Lepaskan perlawananmu pada kehidupan. Dirimu lebih kuat daripada kehidupan. Jadi, untuk apa engkau melawan kehidupan yang sesungguhnya bukan lawan atau musuhmu. Lawanmu yang sejati dan yang paling tangguh adalah dirimu sendiri. Taklukkan dirimu, khususnya yang paling sombong, yaitu egomu. Dan, jadilah seperti sungai, yang selalu kreatif mencari jalan agar tetap mengalir untuk bisa sampai ke lautan luas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com