ETIKA HARUS DIIKUTI DENGAN INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME
“Saat Anda Memiliki Konflik Kepentingan, Anda Berpotensi Menjadi Tidak Etis, Dan Berpotensi Merendahkan Integritas Pribadi Anda, Untuk Kepentingan Keuangan Atau Kepentingan Pribadi Anda Yang Lainnya.” ~ Djajendra
Setiap organisasi yang profesional selalu akan mengeluarkan Kode Etik untuk karyawan. Kode Etik untuk menjalankan Etika Bisnis dan Etika Kerja, baik secara internal maupun untuk pelayanan kepada publik.
Kode Etik akan menjadi pedoman ketika setiap individu berurusan, terutama ketika individu yang bersangkutan berkomunikasi dan berinteraksi mewakili kepentingan perusahaan, khususnya saat harus bersikap dan berperilaku kepada stakeholder.
Menjalankan Kode Etik bertujuan untuk menjaga kepercayaan stakeholder kepada perusahaan. Setiap individu yang patuh pada Kode Etika berarti patuh untuk berperilaku secara etis dengan integritas pribadi yang tinggi, terutama kemampuan integritas pribadi dalam hal menunjukkan rasa hormat, kejujuran, etos kerja, dan tanggung jawab sesuai dengan wewenang.
Integritas dan profesionalisme merupakan sikap yang harus diperlihatkan, dalam setiap tindakan, saat melakukan tugas dan tanggung jawab. Bertindak jujur dan penuh tanggung jawab dimulai dari kecerdasan jujur, untuk mengelola semua kepentingan stakeholder dengan etis dan profesional.
Menjalankan Kode Etik memerlukan rasa hormat terhadap diri sendiri. Di mana, diri yang memiliki rasa hormat dan harga diri, akan memperhatikan martabat dirinya sendiri, agar dirinya selalu berinteraksi dan berkomunikasi secara jujur dengan setiap stakeholder.
Diri yang etis tidak akan menghina dirinya sendiri dengan praktek yang penuh kebohongan, kepalsuan, kecurangan, dan ketidakjujuran. Diri yang etis selalu membuat dirinya dalam akuntabilitas pekerjaan, dan selalu bertanggung jawab sesuai standar kerja, yang mempraktekkan kejujuran dalam perilaku etis yang profesional.
Menjalankan Kode Etik berarti cerdas menjalankan semua persyaratan hukum, kebijakan, prosedur, dan instruksi yang sah dan wajar dari orang-orang dengan kewenangan untuk memberikan instruksi tersebut. Artinya, walaupun seorang yang berwenang atas pekerjaan Anda, tapi instruksinya tidak sah dan tidak wajar, karena berpotensi melanggar hukum, maka Anda harus menolaknya. Bila Anda tidak menolak, maka Anda akan terlibat dalam persekongkolan untuk melanggar Kode Etik dan hukum.
Menjalankan Kode Etika dengan baik berarti melakukan pekerjaan, untuk memenuhi atau melampaui standar kinerja, dan persyaratan organisasi lainnya.
Di perusahaan yang sudah sangat profesional, dengan tata kelola yang berpedomankan good corporate governance yang jujur, pelanggaran terhadap Kode Etik dapat mengakibatkan konsekuensi mulai dari teguran hingga pemutusan hubungan kerja. Oleh karena itu, biasanya, para karyawan dan pimpinan akan fokus dengan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis yang jujur, etis, dan terbuka.
Kode Etik tidak boleh ditafsirkan atau dipersepsikan dengan pandangan pribadi, atau juga dengan nilai-nilai keyakinan pribadi. Kode Etik merupakan standar untuk menjadi profesional dalam integritas pribadi melalui nilai-nilai yang sifatnya universal.
Kode Etik harus menjadi pedoman untuk mengelola konflik kepentingan. Sebab, saat Anda memiliki konflik kepentingan, Anda berpotensi menjadi tidak etis, dan berpotensi merendahkan integritas pribadi Anda, untuk kepentingan keuangan atau kepentingan pribadi Anda yang lainnya.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com