SEMUA KEBEBASAN ADA DI DALAM DIRI KITA

“Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.”~Djajendra

Ketika kita mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan kebebasan dari luar diri, kita tidak pernah mendapatkannya.  Tidak ada kebebasan di luar diri kita. Kebebasan dan kemerdekaan hanya dapat ditemukan di dalam diri kita sendiri. Kebanyakan orang merasa kebebasan dapat dicapai dengan menguasai kehidupan di luar diri. Padahal, setelah kita menguasai hal-hal di luar diri, perasaan takut kehilangan akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita. Hidup kita akan diikat dan dikendalikan oleh semua hal yang kita anggap sudah kita miliki.

Setelah kita kuat dan sukses menguasai sumber materi dan orang-orang, yang awalnya kita berjuang agar kita bebas dan merdeka. Pada akhirnya, semua yang kita miliki tersebut akan memunculkan kecemasan dan rasa takut kehilangan. Semua hal yang bersumber dari luar diri, yang kita andalkan sebagai tanda kebebasan kita, justru akan membuat kita kehilangan kebebasan. Kita pun takut dikalahkan oleh orang lain, takut membuat kesalahan, takut tidak dihargai oleh orang-orang, takut dilupakan, takut tergelincir dalam masalah, dan banyak ketakutan-ketakutan dalam berbagai bentuk akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita.

Tidak mungkin merasa bebas dan merdeka jika menggantungkan hidup pada hal-hal di luar diri. Kebebasan dan kemerdekaan baru kita miliki, jika sudah mampu melepaskan semua hal di luar diri dan tidak bergantung kepada hal apa pun di luar diri. Ketika kita melepaskan semua hal di luar diri, barulah kita mampu menemukan diri sendiri di ke kedalaman diri sejati. Untuk melakukan hal ini tidaklah mudah, membutuhkan pengetahuan dan latihan dari kesadaran diri sendiri, untuk hidup bebas dan merdeka. Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua sukacita dan perasaan sukses berumur sangat pendek. Tantangan dan kesulitan akan memukul balik kita dengan cepat. Semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.

Kebebasan dan kemerdekaan dapat kita rasakan jika kita menerima hidup kita dengan sukacita, tanpa menuntut hal apa pun pada dunia di luar diri kita. Mulailah dengan menemukan kembali siapa kita yang sejati, apa yang kita inginkan dalam hidup ini, kita mau hidup seperti apa, dan kita mau menjalankan peran apa selama hidup ini. Setelah mendapatkan jawaban dan kejelasan tentang arah hidup kita dalam kehidupan yang singkat ini, kita harus memulai segalanya dengan menerima kenyataan yang sedang kita hadapi. Kenyataan hidup harus diterima dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Langkah berikutnya adalah menjalani hidup yang produktif dan kreatif tetapi tanpa berharap dihargai, dihormati, diinginkan, dipuji, atau  pun meminta perhatian dari luar diri kita. Semua pekerjaan yang kita lakukan semata-mata untuk kegembiraan dan sukacita kita. Tidak menggantungkan harapan pada orang lain. Kita menjadi diri sejati yang sepenuhnya secara totalitas melakukan kerja keras dan perjuangan hebat untuk kegembiraan dan kebahagiaan diri sejati.

Bagaimana memulai perjalanan untuk menemukan kebebasan dan kemerdekaan di dalam diri? Jawabannya adalah memulainya dari kesadaran dan pengalaman yang sudah dialami selama ini. Kita semua sudah menjalani hidup sekian lama, kita pun sudah memiliki pengalaman atas kehidupan yang kita jalani. Tingkatkan kesadaran dan kecerdasan untuk memahami pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika berharap banyak dari situasi dan orang-orang. Pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika hidup Anda diciptakan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, kehormatan, dan perhatian. Pahami semua peristiwa hidup Anda yang sangat berharap dari luar diri Anda. Jika Anda sudah mampu memahami dan mengerti tentang kepalsuan diri Anda, karena Anda mencoba menjadi seperti yang diharapkan oleh orang-orang di luar diri Anda. Maka, perlahan-lahan, Anda mampu menemukan momen-momen untuk masuk ke kedalaman diri sendiri, selanjutnya jika Anda konsisten dan tidak menyerah untuk menemukan kebebasan dari dalam diri sendiri, maka Anda akan diubah oleh diri sendiri untuk merasakan kebebasan dan kemerdekaan sejati.

Tidak perlu membangun hidup seolah-olah kita harus bermanfaat bagi banyak orang. Tidak perlu menganggap diri kita sangat berharga bagi orang lain. Jalani hidup yang alami dan bahagia sebagai diri sendiri yang apa adanya. Kita tidak perlu mengambil peran hidup dalam bentuk yang seolah-olah tanpa kita kehidupan orang lain tidak berfungsi. Kita bukan siapa-siapa dan tidak penting dalam kehidupan yang luas. Kita ada dan tidak ada kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Kita pun tidak mampu memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada siapa pun. Sebab, kebebasan dan kemerdekaan sudah ada di dalam diri masing-masing orang. Dan, harus ditemukan oleh dirinya sendiri untuk dapat merasakan kemerdekaan dan kebebasan sejati.

Kehidupan dunia luar diri kita membatasi kebebasan dan kemerdekaan kita. Kita tidak berhak mengekspresikan kebebasan menurut pengertian kita kepada orang-orang di luar diri kita. Kita harus sadar dan cerdas bahwa semua kebebasan ada di dalam diri kita masing-masing, menunggu kita temukan untuk kita nikmati dengan sukacita. Jika kita masih berpikir bahwa kemerdekaan dan kebebasan itu ada di luar diri kita, maka kita sedang menindas diri sendiri dan menghilangkan peluang untuk hidup dalam kebebasan sejati. Ingatkan diri sendiri untuk memberikan kebaikan dan keindahan bagi diri sendiri dari sumber ke kedalaman diri sejati. Bebaskan diri dari tugas-tugas untuk membangun identitas diri. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang direncanakan oleh pikiran kita. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang ada dalam imajinasi kita. Dalam kesadaran diri sejati, kita mampu menekuni kehidupan produktif untuk melayani hidup dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Melayani hidup dari kebebasan dan kemerdekaan yang bersumber dari ke kedalaman diri sendiri.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SETIAP MOMEN DARI HIDUP KITA ADALAH PROSES EVOLUSI

“Kita sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan.”~Djajendra

Tidak seorang pun yang sempurna, tidak seorang pun yang permanen, tidak seorang pun yang menguasai semua pengetahuan, tidak seorang pun yang lengkap, dan tidak seorang pun yang tahu tentang masa depan. Sebagai manusia, kita semua sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan. Masa depan masih menjadi misteri bagi kita semua dan momen sekarang ini adalah peluang untuk melakukan hal-hal terbaik dalam meraih prestasi.

Kita adalah makhluk perubahan, setiap momen kita sedang dalam proses evolusi, kita sedang tumbuh melalui pembelajaran setiap hari, dan masing-masing dari kita memiliki jalan hidup sendiri. Kita semua tidak perlu melakukan kompetisi satu sama lain, jalan hidup kita berbeda. Setiap orang dari kita sedang menuju ke tujuan yang sudah dikehendaki Tuhan. Jadi, pikiran kita yang menganggap orang lain sebagai pesaing hanya sebuah fiksi dan bukan sebuah realitas. Realitas hidup masing-masing orang tidak ditentukan oleh rencana dan pikiran, atau pun oleh ramalan dan prediksi, tetapi ditentukan oleh garis hidup yang sudah Tuhan tentukan. Sifat dari garis hidup adalah rahasia Tuhan yang tidak mampu dipahami oleh manusia mana pun.

Sebagai makhluk perubahan yang terus-menerus belajar dari berbagai realitas kehidupan, kita harus mengendalikan diri agar tidak terlalu tinggi hati dan juga tidak terlalu rendah diri. Perasaan tinggi hati dan rendah diri adalah produk dari pikiran, dan bukan realitas diri kita. Menumbuhkan kesadaran bahwa diri kita ini sedang belajar dari realitas kehidupan yang kita jalani. Kerendahan hati dan kepercayaan diri harus menjadi sahabat sejati kita dalam melangkah menuju masa depan. Jadilah optimis dan penuh semangat hidup bersama etos kerja terbaik. Kerjakan hal-hal yang produktif dan berguna bagi kebaikan hidup. Hindari semua perilaku dan tindakan yang melukai atau mengacaukan kedamaian hidup.

Kita tidak perlu berusaha menjadi sempurna di semua bidang yang kita kerjakan. Kita hanya perlu saling bergandeng tangan dengan semua orang agar hasil terbaik dapat kita ciptakan. Kesempurnaan bukan hak manusia, itu hanya dimiliki Tuhan. Jadi, kerendahan hati kita untuk melakukan kolaborasi dengan sepenuh hati mampu menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik. Oleh karena itu, jangan merasa lebih unggul atau lebih pintar dari siapa pun. Kehidupan mencerdaskan kita melalui kesulitan, tantangan, rintangan, atau pun hubungan yang buruk. Ketika bertemu dengan orang-orang atau situasi yang tidak menguntungkan hidup kita, jangan salahkan orang-orang atau situasi itu, tetapi mencerdaskan diri sendiri melalui kreativitas dan inovasi yang hebat.

Tanpa kehadiran kesulitan atau tantangan, kita tidak akan tumbuh menuju kualitas hidup yang lebih tinggi. Kesulitan hidup membuat kita mengenali arti nikmat hidup dan rasa syukur. Kalau kita membaca kisah-kisah orang besar di dunia, semuanya mencapai keberhasilan setelah mampu bersahabat dengan kesulitan dan mampu meningkatkan etos kerja terbaik untuk menghadapi semua tantangan menuju masa depan. Intinya, semua kesuksesan kita dihasilkan oleh kesulitan hidup kita. Kesulitan hidup membangkitkan kita dari rasa malas dan memaksa kita untuk berubah menjadi lebih produktif.

Semakin tinggi kita menuju puncak prestasi, semakin banyak tantangan dan kesulitan tercipta untuk menguji komitmen kita. Prestasi dan kinerja kita akan menciptakan musuh-musuh untuk menguji ketangguhan dan kehebatan diri kita. Oleh karena itu, jangan sombong atau merasa sudah mencapai yang terbaik. Perjalanan masih sangat panjang dan satu menit ke depan kita tidak tahu ada peristiwa apa yang akan menguji hidup kita. Jadilah diri sendiri yang selalu optimis untuk mencapai hal-hal terbaik melalui cara-cara yang etis. Ketika dalam perjalanan hidup menemukan kesulitan, maka kita harus bangkit dengan etos terbaik untuk menemukan solusi. Jangan pernah menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk berkeluh-kesah atau pun menjadi pesimis. Tujuan kesulitan adalah untuk membuat kita lebih kuat, bukan menjadikan kita lebih lemah dan kehilangan arah menuju tujuan sejati.

Karena hidup kita adalah sebuah proses evolusi, maka kita tidak boleh membandingkan hidup kita dengan orang lain. Apalagi membandingkan dengan seseorang yang melakukan hal-hal dengan cara-cara buruk atau tidak etis, tetapi terlihat sukses. Kita harus berhati-hati agar tidak tertular energi negatif dari kecenderungan tidak etis. Tingkatkan kesadaran untuk berada pada proses evolusi melalui integritas pribadi yang tinggi. Sama sekali tidak menguntungkan hidup kita, jika kita tertular energi negatif dari realitas yang rendah integritas. Ketidaksempurnaan pasti bersama kita selamanya, tetapi kesadaran kita mampu membantu jalan hidup kita agar selalu etis dan memiliki integritas yang baik.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

JANGAN MEMBIARKAN PIKIRAN DALAM KEGELAPAN

“Ketika pikiran dalam kegelapan, akal sehat akan mati.”~Djajendra

Pikiran positif hidup dalam cahaya dan tidak membiarkan hidupnya dalam kegelapan. Apa pun yang kita alami dan rasakan dalam hidup, tidak boleh membiarkan pikiran dalam kegelapan. Ketika pikiran dalam kegelapan, dapat menyebabkan penderitaan muncul dari kedalaman gelap, sehingga kita kehilangan kesadaran dan akal untuk berprasangka baik. Pikiran dalam kegelapan menyebabkan emosi buruk menguasai hati, sehingga hal-hal buruk yang tak bisa dijelaskan akan selalu muncul untuk mengganggu kedamaian hidup kita. Oleh karena itu, keadaan pikiran harus selalu dijaga dalam prasangka baik dan terangnya niat baik. Pikiran dalam kegelapan tidak mampu melihat kebenaran, tidak mampu melihat hal-hal positif bagi kedamaian hidup. Ketika pikiran dalam terang; dalam keadaan hening; dalam prasangka baik; dalam cinta dan empati; maka, diri sejati mampu melihat segala sesuatu dengan bijak.

Pikiran dalam kegelapan sangat mudah dipengaruhi oleh persepsi buruk tentang kehidupan. Persepsi buruk ini hanya mampu melihat hal-hal yang kurang menguntungkan diri sendiri, sehingga semua yang baik akan dilihat sebagai tidak baik. Walaupun jiwa kita baik, tetapi pikiran kita yang berada dalam kegelapan menjadikan akal dan perilaku kita tidak baik. Jika pikiran dalam kegelapan tidak diberikan cahaya kebaikan, maka hal-hal buruk yang akan dihasilkan oleh pikiran bagi kehidupan kita. Pikiran dalam kegelapan menghilangkan kedamaian dan keindahan hidup. Pada akhirnya, semua akan terlihat tidak adil dan diri kita merasa sebagai korban ketidakadilan. Sesungguhnya, Tuhan Maha Adil, memberikan kita kehidupan yang adil. Tetapi, jika pikiran kita sedang berada dalam kegelapan, kita tidak mampu merasakan keadilan dan keindahan.

Pikiran dalam kegelapan adalah sumber konflik yang membenturkan perbedaan, persepsi, dan perspektif tentang orang atau situasi. Semua orang menginginkan kedamaian dan kebaikan bagi sesama. Tetapi, jika pikiran dalam kegelapan, kita tidak mampu melihat kebaikan, karena akal baik kita kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, pikiran kita harus selalu diterangi dengan cahaya spiritual dan cahaya dari pengetahuan yang luas. Dalam hal ini, kita harus sadar bahwa kita hidup dalam dua dunia, yaitu dunia dari dalam diri sendiri dan dunia dari luar diri kita. Dunia dari dalam diri adalah dunia subjektif berdasarkan kesadaran dan keunikan diri sendiri. Dalam dunia subjektif, persepsi dan pemahaman kita tentang hidup atau peristiwa belum tentu sama dengan orang lain. Jadi, ini lebih kepada asumsi kita; pengalaman kita; dan realitas pikiran kita yang berada dalam kegelapan atau dalam terang. Sebaliknya, dunia di luar diri kita, atau disebut dunia objektif hanya dapat diakses oleh panca indera kita. Pikiran menggunakan panca indera kita untuk menyampaikan informasi kepada kecerdasan kita. Kemudian, kecerdasan kita akan menjalani hubungan dengan kesadaran kita untuk menafsirkan informasi tersebut. Jika pikiran negatif atau pikiran dari kegelapan menggunakan panca indera, maka semua yang dilihat adalah kekurangan dan keburukan, sehingga kecerdasan dan kesadaran akan menghasilkan hal-hal buruk bagi kehidupan.

Pikiran yang terang dan positif harus selalu terhubung dengan kecerdasan dan kesadaran kita. Kecerdasan kita memiliki kemampuan untuk memilih yang terbaik, berkoordinasi dengan panca indera dan memberi tahu suara hati untuk mengambil keputusan terbaik. Kesadaran kita selalu menciptakan situasi atau adegan yang membuat kita bahagia, damai, dan bersyukur dengan semua hal dalam hidup kita. Semua ini terwujud jika pikiran selalu kita rawat dalam energi positif dan menumbuhkannya dalam terang. Pikiran sangat menentukan jalan hidup kita. Pikiran yang terang dan positif mampu memberikan arah baik saat kita dalam keraguan dan persimpangan. Kita juga harus tekun dan meningkatkan disiplin untuk merawat pikiran sadar dan pikiran alam bawah sadar. Keduanya memiliki kemampuan memanfaatkan panca indera untuk mendapatkan informasi dari luar diri. Pikiran sadar masih mampu kita kendalikan, tetapi pikiran alam bawah sadar tidak mungkin kita kendalikan. Jadi, tantangan terbesar kita ada pada ketidakmampuan kita untuk menguasai alam bawah sadar. Oleh karena itu, secara sadar, setiap hari tanamkan nilai-nilai dan keyakinan positif ke alam bawah sadar, sehingga memori alam bawah sadar kita terisi oleh energi positif.

Membawa pikiran ke dalam terang membutuhkan latihan dan disiplin yang tinggi. Pikiran harus dilatih secara terus-menerus untuk menghasilkan reaksi spontan yang positif terhadap segala sesuatu. Dimulai dengan ketertarikan yang intens terhadap kebaikan, kejujuran, keaslian, keikhlasan, dan integritas. Membuat hati dan pikiran terikat kepada hal-hal bijak dan positif. Tidak mementingkan diri sendiri. Membangun kebiasaan-kebiasaan untuk berkata-kata positif, bersikap dan berperilaku sopan, hanya berbicara tentang hal-hal baik, perbuatan baik yang berulang-ulang secara konsisten, keinginan dan ambisi yang dikendalikan oleh empati dan integritas, serta menjaga pikiran untuk selalu berpikir tentang hal-hal baik. Semua latihan untuk membangun diri yang positif mampu mempengaruhi pikiran untuk keluar dari kegelapan dan memulai hidup dalam terang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PENGABDIAN ADALAH JALAN UNTUK MERASAKAN SUKSES

“Kesuksesan dihasilkan ketika hati dan pikiran berada pada apa yang dikerjakan dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Ketika pekerjaan datang ke dalam hidup kita, maka kita harus sadar bahwa inilah saatnya untuk memberikan pengabdian dan totalitas kepadanya. Pengabdian tidak memiliki ego dan hanya memiliki rasa cinta yang tulus. Hati dan pikiran kita harus betul-betul fokus pada apa yang kita lakukan. Pengabdian dan totalitas kita menghasilkan kualitas untuk meraih kesuksesan.

Pengabdian membutuhkan rasa cinta dan merasa memiliki kemampuan yang hebat untuk melakukan dengan penuh semangat. Ada gairah dan ketertarikan yang tinggi untuk menghasilkan prestasi terbaik. Setiap hari memiliki motivasi dan ketekunan untuk mencapai kesuksesan. Tidak pernah merasa bosan dengan apa yang dikerjakan. Setiap saat merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi yang tinggi dalam upaya mencapai kinerja terbaik.

Pengabdian tidak pernah melakukan upaya setengah hati, selalu totalitas dengan potensi penuh. Selalu ada kesadaran untuk meningkatkan kemampuan dan menambah pengetahuan baru. Sangat disiplin dalam menyiapkan potensi untuk melakukan pekerjaan dengan cara yang benar. Memiliki disiplin yang tinggi untuk memberikan perhatian yang tinggi pada apa yang kita lakukan, pada apa yang ingin kita capai segera. Ketekunan dan upaya yang terus-menerus selalu menjadi pilihan dalam pengabdian.

Pengabdian tidak pernah menyerah dengan kesulitan yang harus dihadapi. Perjalanan menuju sukses tidak terlalu sederhana. Kadang kita mendapatkan apa yang kita inginkan; kadang mungkin kita gagal total; kadang kita mendapatkan kurang dari target. Perjalanan menuju sukses selalu tidak pasti dan tidak pernah ada jaminan untuk sukses. Tetapi, pengabdian memiliki kekuatan yang luar biasa untuk membantu kita mencapai kesuksesan yang kita inginkan.  

Pengabdian tidak pernah tinggi hati ketika menang dan tidak pernah frustrasi ketika gagal. Ketika sukses, pengabdian memiliki kerendahan hati dan selalu memiliki motivasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri. Ketika mengalami kegagalan; pengabdian memiliki ketabahan, kesabaran, ketenangan, keyakinan untuk menang, dan kepercayaan diri untuk melakukan kembali dengan cara yang lebih baik. Pengabdian tidak pernah berhenti untuk mencapai kesuksesan walaupun kegagalan selalu menghalangi perjalanan menuju sukses.

Pengabdian tidak pernah bersaing dengan siapa pun, karena ketika kita mulai bersaing, kita sudah tidak fokus pada tugas, tetapi fokus pada orang. Jelas, hal ini tidak akan memberikan keuntungan kepada pengabdian kita terhadap apa yang kita lakukan. Pengabdian kita sudah menunjukkan bahwa kita lebih unggul dan mampu melakukan dengan lebih baik. Jadi, untuk apa kita harus bersaing. Kita harus yakin dan percaya diri bahwa kita hebat dalam tugas kita sendiri. Kita selalu belajar dan bertindak sesuai bakat. Jika kita mencoba bersaing, kita mungkin kehilangan fokus pada bakat dan kemampuan hebat yang kita miliki.

Ego kita tidak terlalu penting, abaikan ego dan nafsu. Pengabdian tidak mungkin ada jika ego dan nafsu masih menguasai ambisi kita. Ketika pengabdian menjadi jalan hidup, maka kekuatan potensi kita menjadi semakin membesar dan berkualitas. Kinerja dan prestasi kita akan mengalami transformasi yang hebat menuju puncaknya. Pengabdian kita membangun pondasi kehidupan yang membawa karir kita ke puncak kesuksesan tertinggi. Pengabdian adalah kualitas terpenting untuk kesuksesan di bidang apa pun.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGATASI PERILAKU BURUK DI TEMPAT KERJA DENGAN BUDAYA SOPAN SANTUN

“Harus ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.”~Djajendra

Ketika Anda berbicara dengan nada suara yang cendrung tinggi, bersikap kurang sopan, memperlihatkan sikap egois yang sangat tinggi, tidak peduli dengan hubungan kerja antar bagian; maka, Anda telah menciptakan luka dihati banyak orang. Mereka yang terluka oleh sikap buruk Anda tidak mungkin melupakan keburukan Anda. Selain Anda telah melukai banyak orang, Anda juga sudah menciptakan kerugian dalam perusahaan, karena orang-orang yang terluka biasanya menjadi kurang produktif. Mereka yang terluka merasa memiliki banyak hambatan dalam hubungan kerja, sehingga akhirnya masa bodoh dengan kinerja dan prestasi.

Proses kerja membutuhkan sikap sopan santun yang selalu menghormati dan menghargai setiap orang di tempat kerja. Sikap yang sopan santun dengan kualitas dan kompetensi diri yang baik akan memberikan dampak yang luar biasa untuk pencapaian terbaik. Jika Anda menginginkan kinerja dan prestasi terbaik, termasuk mencapai target-target dengan mudah, maka sikap yang saling menghormati dan saling menjaga kebaikan haruslah diutamakan.

Setiap orang yang merasa memiliki kekuatan dan dukungan, atau pun merasa paling senior, haruslah menjadi contoh yang baik untuk mempromosikan budaya sopan santun di tempat kerja. Kekuatan, kekuasaan, dan senioritas Anda sangat dibutuhkan untuk mengkontribusikan hal-hal positif dalam pekerjaan. Anda harus memperlihatkan kepada semua orang tentang budaya kerja yang kompak, disiplin, rendah hati, peduli, saling tolong-menolong, dan selalu proaktif untuk menjaga hubungan kerja antar bagian dalam kinerja terbaik.

Hilangkan energi buruk dari dalam diri dengan cara mulai melihat sisi baik setiap orang; mulai membuka hati untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan; mulai memperlihatkan perilaku etis; mulai melihat hal-hal yang positif di semua aspek kerja; mau terlibat dalam perubahan dan mudah beradaptasi dengan perubahan; menjadi pribadi positif yang sadar akan energi negatif di dalam diri sendiri. Jadi, ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.

Ketika kepribadian positif tumbuh dari dalam diri, maka terbentuk kekuatan yang hebat di dalam diri. Kekuatan hebat ini menjadikan diri sendiri yang asli dengan integritas yang kuat. Dampaknya, Anda benar-benar mampu menampilkan kepribadian yang tenang, sabar, tidak mudah termakan gosip, hoaks, fitnah, atau semua energi buruk dari luar diri sudah tidak mampu merusak kedamaian dan ketenangan hidup Anda. Anda menjadi pribadi yang mudah mengalir dalam hubungan dan komunikasi, serta selalu tampil dengan gembira dan bugar.

Ketika energi positif Anda sudah kuat dari dalam diri, maka Anda mampu mengendalikan emosional dan pikiran-pikiran yang tidak diperlukan dalam sebuah hubungan. Emosional yang baik dengan pikiran yang tenang mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, supplier, dan semua stekaholders yang lainnya. Sikap positif Anda akan meningkatkan reputasi perusahaan di persepsi stekaholders. Pikiran yang tenang dan emosi positif Anda mampu memilih dengan cerdas untuk bereaksi terhadap berbagai karakter orang. Reaksi dan tindakan Anda tidak akan melukai perasaan orang lain. Anda senantiasa mampu menjaga hubungan dan komunikasi dengan sopan santun yang produktif.

Setiap pelayanan dalam perusahaan haruslah ditangani dengan cepat, semuanya harus dilayani dengan sikap baik dan penuh sopan santun. Tidak boleh bersikap semena-mena kepada pelanggan, supplier, dan stakeholders yang lain. Layani pelanggan dengan kualitas terbaik, layani dan bayar tagihan supplier tepat waktu dengan sikap sopan. Jangan pernah berbicara dalam sikap yang ketus dan kata-kata yang membuat supplier sakit hati. Jika Anda kehilangan supplier, maka perusahaan juga akan kewalahan di masa depan. Intinya, semua sikap dan perilaku yang tidak baik akan menciptakan biaya tinggi dalam operasional bisnis.  

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Mungkin Anda berpikir bahwa sesuatu hal yang baru atau perubahan yang sedang diterapkan sebagai sebuah omong kosong, tetapi perubahan pasti terjadi. Jika Anda ikhlas untuk memberikan energi positif dalam proses perubahan, maka kebaikan dan keindahan akan Anda rasakan dari hasil perubahan tersebut. Jika Anda berpikir bahwa budaya sopan santun tidak mungkin diterapkan dalam perusahaan Anda, maka Anda sendiri yang memutuskan untuk menderita dalam kehidupan kerja yang penuh energi negatif. Jika Anda menolak memilih untuk membangun budaya sopan santun, maka Anda akan merasakan semacam emosi negatif yang bersumber dari pikiran Anda yang kacau dan sulit dikendalikan. Tanpa budaya sopan santun; energi negatif dari dalam diri Anda akan menciptakan kemarahan, kesedihan, kebosanan, kepahitan, dan menjadikan Anda kurang produktif di tempat kerja.

Saling menghargai, saling mendengarkan, dan saling membantu haruslah menjadi karakter kerja sehari-hari. Hal ini juga akan menghambat emosi negatif masuk ke dalam hari kerja Anda. Jika emosi negatif masuk ke hari kerja Anda, maka energi negatif akan menciptakan stres, serta menghabiskan waktu dan kecerdasan Anda untuk sesuatu yang kurang produktif dan tidak positif.  Kebahagian dalam pekerjaan datang dari memilih pikiran dan emosi, Anda mungkin harus berhadapan dengan berbagai peristiwa yang kurang menyenangkan hati Anda. Tetapi jika Anda memilih pikiran positif, emosi positif, dan sikap baik untuk menghadapi peristiwa tersebut; maka, kebahagiaan dan kedamaian Anda di tempat kerja tidak akan hilang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PIKIRAN KITA ADALAH BENIH KEHIDUPAN KITA

“Walaupun pikiran-pikiran kita tak terlihat, tetapi mereka akan memperlihatkan wujudnya melalui karakter dan kepribadian kita.”~Djajendra

Pemikiran kita akan menjadi benih-benih yang disimpan dalam potensi kita, kemudian benih-benih tersebut akan tumbuh menjadikan diri kita. Setiap pikiran kita yang kuat, yang terus-menerus terjadi di dalam diri kita akan menjadi karakter kita. Kita adalah pikiran yang terus-menerus muncul di sepanjang kehidupan kita. Kebahagiaan, kedamaian, keindahan, dan kesejahteraan hidup kita sangat ditentukan oleh jenis pikiran yang terus-menerus muncul dalam hidup kita. Jika jenis pikiran positif yang setiap momen muncul, maka kita akan menikmati kehidupan yang indah dan sejahtera. Tetapi, sebaliknya, jika jenis pikiran negatif yang setiap momen muncul, maka kita akan melihat kehidupan yang tidak adil dan tidak baik bagi hidup kita.

Jangan bermain-main dengan pemikiran kita. Jika kita membiarkan pemikiran kita tanpa kendali dan asal berpikir saja, maka semua yang bersumber dari asal berpikir itu akan membentuk karakter kita. Kita akan memiliki karakter yang mungkin kita sendiri tidak menyukainya. Hal ini berdampak kepada kepribadian kita yang palsu dan tidak konsisten di sepanjang hidup. Mungkin kita menjadi seseorang yang membenci diri sendiri, tidak suka dengan realitas diri kita, selalu stres dan mudah meledakan kemarahan. Kita menjadi orang asing di dalam diri kita sendiri, sehingga sulit mengenal dan memahami diri sendiri. Jadi, sangat penting untuk mengenali setiap pemikiran kita. Jika ada pemikiran kita yang berpotensi merugikan hidup kita, maka kita harus menghindarinya. Pengendalian pikiran menjadi sangat penting jika kita ingin menjadi diri sendiri yang otentik.  

Pikiran adalah benih yang akan tumbuh untuk menciptakan sikap, perilaku, karakter, dan tindakan kita. Jika pikiran-pikiran negatif menguasai diri kita; maka semua tindakan kita berpotensi melanggar etika, moralitas, norma dan hukum dalam kehidupan. Pikiran-pikiran positif yang berlandaskan cinta, kepedulian, sopan-santun, empati, toleransi, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras akan menciptakan tindakan yang membawa sukacita dan kedamaian bagi semua orang. Intinya, setiap tindakan kita muncul dari pikiran-pikiran kita yang tersembunyi di alam bawah sadar kita. Setiap tindakan kita tidak mungkin muncul tanpa dari pikiran yang sudah berubah dari benih menjadi tindakan. Jadi, tidak ada hal spontan atau tidak direncanakan. Apa pun tindakan yang kita lakukan adalah benih pikiran yang sudah tumbuh dan mekar di dalam diri kita. Jika benih-benih pikiran baik yang mekar, hasinya sukacita; sebaliknya, jika benih-benih pikiran buruk yang mekar, hasilnya penderitaan. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kesadaran tertinggi kita agar mampu setiap saat memikirkan hal-hal positif di sepanjang kehidupan kita, sehingga pemikiran positif tersebut berakumulasi menjadi kekuatan, yang memberikan kebahagiaan dan kedamaian hidup bagi kita dari dalam diri kita.

Indah dan tidak indahnya hidup kita ditentukan oleh pemikiran-pemikiran kita. Jalan hidup kita ditentukan oleh pemikiran-pemikiran kita. Masa depan kita ditentukan oleh pemikiran kita. Kita adalah apa yang kita pikirkan terus-menerus. Kita tumbuh oleh sebab dan akibat dari pemikiran kita. Tidak mungkin hidup kita menjadi bahagia dan damai jika setiap hari kita memiliki pikiran tentang kebencian, iri hati, berbohong, kemarahan, curiga, khawatir, takut, merendahkan orang lain, dan pikiran-pikiran negatif yang lainnya. Pikiran kita tak tergoyahkan dalam menciptakan karakter dan kepribadian kita. Walaupun pikiran-pikiran kita tak terlihat, tetapi mereka akan memperlihatkan wujudnya melalui karakter dan kepribadian kita. Karakter dan kepribadian yang baik dihasilkan dari kesadaran tertinggi kita, yang setiap momen menanam pikiran-pikiran positif ke dalam diri sendiri. Pikiran-pikiran positif yang dijaga dan dirawat secara terus-menerus dari upaya berkelanjutan di sepanjang hidup kita, akan menciptakan diri kita yang asli dengan kehidupan yang indah dan sejahtera.

Kita menciptakan hidup kita melalui pemikiran kita. Pemikiran buruk kita akan tumbuh dan mekar untuk menghancurkan diri kita dari dalam. Pemikiran baik kita akan tumbuh dan mekar untuk mensejahterakan diri kita dari dalam. Bahagia dan tidak bahagianya hidup kita dihasilkan dari pemikiran kita, bukan oleh orang di luar diri kita. Jadi, setiap pemikiran negatif adalah senjata yang sangat berbahaya bagi masa depan kita. Cara menggunakan pikiran untuk melihat kehidupan haruslah melalui kesadaran tertinggi kita. Jika pikiran tidak digunakan melalui kesadaran tertinggi, maka penyalahgunaan pikiran akan terjadi. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang tidak kita sadari, sehingga kehidupan yang tak kita inginkan tercipta dan menguasai kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

DIRI KITA YANG MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA

“Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja memberi pengaruh yang besar untuk keberhasilan semua orang. Setiap pribadi yang mampu mengkontribusikan energi positif melalui pikiran positif dan perilaku etis menjadikan kehidupan di tempat kerja selalu bahagia dan berkinerja tinggi. Berhentilah untuk meminta kebahagiaan dari orang lain. Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan kebahagiaan bagi kita di tempat kerja. Sebab, kebahagiaan itu sendiri ada di dalam diri kita masing-masing, ada dalam cara berpikir kita, sehingga sangat keliru jika kita menunggu kebahagiaan dari sikap dan perilaku orang lain.

Kita adalah pekerjaan yang sedang berlangsung. Kita adalah bagian dari proses kerja menuju tujuan dan untuk mencapai target. Dalam proses kerja, kita menjadi bagian dari sistem yang berkontribusi sebatas tugas dan tanggung jawab, tidak sekaligus kita harus mengerjakan semua hal, kita hanya menjadi bagian terkecil dalam visi dan misi besar organisasi. Jadi, tidak perlu menghabiskan energi dan emosi untuk hal-hal di luar tugas dan tanggung jawab. Hadirlah ke tempat kerja dengan hati yang penuh sukacita, dan berikan perhatian penuh untuk menyelesaikan tugas dengan kompetensi terbaik yang dimiliki.

Setiap orang memiliki perilaku, sikap, cara berpikir, dan emosi yang tidak mungkin untuk disamakan. Kita semua berbeda dan tidak perlu memaksakan diri agar orang lain menjadi sama seperti diri kita. Keunikan dan perbedaan adalah kekayaan yang harus kita manfaatkan untuk mencapai hal-hal terbaik. Tidak perlu memperdebatkan atau mempersoalkan hal-hal yang tidak sama dengan diri kita. Jika kita terlalu mengurusi kepribadian orang lain yang bertentangan dengan kepribadian kita, maka kita akan menghabiskan waktu dan energi dalam ketidakbahagiaan.

Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Perbedaan ini jika tidak tunduk pada sistem dan nilai-nilai kerja, maka potensi konflik akan merusak pencapaian kinerja terbaik. Hal ini juga akan menciptakan cara berpikir dan emosi yang menghilangkan rasa damai dan kebahagiaan di tempat kerja. Kepatuhan dan ketaatan pada nilai-nilai kerja, sopan santun, etika, komunikasi positif mampu menciptakan energi positif di lingkungan kerja. Energi positif yang terus-menerus berakumulasi dari kebahagiaan setiap individu akan menciptakan kehidupan kerja yang kooperatif, kompetitif, kreatif, inovatif, dan bahagia.

Kebahagiaan dalam pekerjaan dapat kita rawat jika kita mampu dan penuh semangat untuk merealisasikan potensi diri, serta setiap saat menjaga kepercayaan diri dan ketekunan dengan sepenuh hati. Di samping itu, kita juga harus sadar bahwa diri kita dikuasai dua jenis energi, yaitu: energi positif dan energi negatif. Keduanya abadi di dalam diri kita sampai kapan pun. Kesadaran kita bertugas untuk menguatkan energi positif di setiap momen kehidupan. Kesadaran kita tidak boleh memberikan ruang seinci pun untuk kebangkitan energi negatif di dalam diri kita. Ini mungkin akan menjadi tugas seumur hidup kita untuk menggunakan kesadaran agar energi negatif tidur nyenyak dan tidak mampengaruhi jalan kehidupan kita.

Tantangan dan kesulitan adalah vitamin untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Jangan gelisah, khawatir, takut, dan mengorbankan kebahagiaan saat kesulitan memperburuk keadaan. Jika di masa sulit mampu menjaga diri dengan energi positif yang kuat, kita akan tetap hebat dan tak kehilangan kebahagiaan. Jadi, setiap saat secara sadar tingkatkan kualitas energi positif di dalam diri. Apa pun cobaan dan kesulitan yang berusaha menggagalkan kerja keras kita, jangan dibiarkan dalam energi negatif. Jaga pikiran, emosi, dan suara hati dalam kebahagiaan. Jangan memiliki pikiran yang mudah dipengaruhi oleh kekuatan buruk dari luar diri. Jangan menjadi mangsa orang-orang negatif yang hidup di sekitar kita. Jangan mencoba mencari kesalahan dan kekurangan siapa pun. Kebahagiaan tercipta dari aliran energi positif di dalam diri yang kuat dan selalu positif saat berinteraksi dengan energi negatif.  

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

TIDAK SEORANG PUN PERLU MENGANGGUR KARENA PEKERJAAN SANGAT BERLIMPAH

“Segala sesuatu yang kita tekuni dengan sepenuh hati akan memberikan nilai tambah bagi hidup kita.”~Djajendra

Kita masing-masing memiliki banyak pekerjaan di sepanjang hidup. Kehidupan mengharuskan kita bekerja agar dapat memenuhi harapan, kebutuhan, keinginan, dan impian. Jika kita malas, maka kita menjadi orang yang tak berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Secara fisik, mental, dan emosional kita dirancang untuk melakukan pekerjaan. Ciptakan pekerjaan atau pilih pekerjaan, kemudian berikan energi positif dan pelayanan sepenuh hati terhadap pekerjaan tersebut. Pekerjaan kita yang berkualitas akan memberikan nilai tambah bagi kehidupan kita. Nilai tambah ini berakumulasi untuk menciptakan kesejahteraan bagi kita. Mulailah bekerja dengan situasi yang ada saat ini, jangan menunggu apa pun untuk mulai melakukan pekerjaan terbaik.

Kehidupan menjadi indah dan sejahtera jika kita berkontribusi dan melayani dengan kualitas terbaik. Berikan yang terbaik dari potensi dan kompetensi yang dimiliki. Pahami bahwa jenis dan jumlah pekerjaan tak terhitung. Ini artinya, kita sangat kaya dengan pekerjaan. Dalam diri kita semua ada potensi untuk dipersembahkan bagi kehidupan, sehingga apa pun bisa dijadikan pekerjaan untuk menghidupi hidup kita. Kenali diri sendiri, tingkatkan kompetensi dan kualitas diri sendiri, lalu tingkatkan rasa percaya diri untuk memberikan kontribusi terbaik dari kekuatan etos kerja yang hebat.

Setiap orang mempunyai pekerjaan untuk dilakukan. Manfaatkan kecerdasan kreatif untuk menciptakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Pengangguran disebabkan oleh perilaku yang menggantungkan nasib di tangan orang lain; memiliki gengsi tinggi dan memilih-milih pekerjaan; menuntut mempunyai pekerjaan seperti yang diinginkan atau sesuai cita-cita; tidak percaya diri untuk melakukan pekerjaan yang penuh tantangan; serta perilaku malas dan tidak kreatif untuk melakukan pekerjaan yang berlimpah di sekitar kita. Sifat malas dan perasaan tinggi hati adalah penyakit yang membuat kita sulit menikmati kesejahteraan. Oleh karena itu, mulai hari ini, jangan memelihara sifat dan perilaku malas; jangan menyalahkan orang lain kalau belum mempunyai pekerjaan; jangan menunggu orang lain menyediakan pekerjaan; jangan menuntut siapa pun untuk memperhatikan kita dengan sebuah pekerjaan. Jadilah pribadi yang ulet dan penuh energi positif untuk melakukan pekerjaan yang ada di sekitar kita. Jangan menunggu apa pun atau siapa pun, kerjakan segera yang bisa dilakukan pada hari ini.

Kita masing-masing diberikan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang unik dan berkualitas terbaik. Untuk itu, kita harus fokus dalam kerja keras agar bakat dan potensi kita dapat dikembangkan menjadi yang terbaik. Jangan pernah malas dan meragukan kemampuan diri sendiri. Miliki semangat dan motivasi untuk mengoptimalkan kemampuan secara terus-menerus. Kemampuan terbaik terwujud ketika kita memiliki sikap rendah hati dalam rasa percaya diri yang tinggi untuk menghasilkan yang terbaik. Disiplin, kerja keras, dan usaha terus-menerus haruslah menjadi budaya sehari-hari. Potensi dan bakat kita yang hebat itu akan hilang jika kita selalu bersikap malas dan tidak memiliki keyakinan pada diri sendiri. 

Keberadaan kita semoga berguna dan bermanfaat bagi pekerjaan yang kita tekuni. Setiap momen pertajam intuisi dengan pengalaman dan pengetahuan terbaru. Jadilah pribadi yang menambahkan makna pada kehidupan diri sendiri. Bekerjalah dengan sukacita untuk memberikan yang terbaik. Bentuklah karakter yang disiplin, rajin, tekun, jujur, etis, penuh kasih, perhatian, penyayang, berbakti, dan berdedikasi terhadap pekerjaan. Ketika kita menemukan makna dalam pekerjaan kita, maka kita akan bertindak dengan etos terbaik. Etos terbaik memberi kita kemampuan etis, sehingga kita mampu membedakan antara apa yang benar dan apa yang tidak benar di setiap proses kerja kita. Jalan positif berfondasikan integritas diri yang kuat akan memberikan pemahaman kepada kita untuk melakukan hal-hal terbaik di setiap situasi yang penuh tantangan atau dilema.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJALANKAN LOYALITAS DENGAN PERILAKU ETIS

“Kepemimpinan yang baik menuntut ikatan kesetiaan dari kekuatan etis dan integritas, bukan sekedar setia dan mengabaikan kebaikan demi melayani kesetiaan itu.”~Djajendra

Kadang-kadang loyalitas membuat orang tidak mampu melihat apa yang baik dan apa yang tidak baik. Ikatan kesetiaan dan perasaan berutang budi jika tidak tunduk pada perilaku etis, maka realitas ini akan menyebabkan timbulnya berbagai persoalan pelanggaran etika. Loyalitas tanpa tunduk pada nilai-nilai etika akan menciptakan kerusakan pada organisasi. Kepemimpinan yang baik akan menuntut ikatan kesetiaan dari kekuatan etis dan integritas, bukan sekedar setia dan mengabaikan segala kebaikan demi melayani kesetiaan itu. Loyalitas akan menjadi sebuah kebaikan jika loyalitas tersebut tercipta dari budaya yang etis dan kaya integritas. Loyalitas yang etis mampu menjadi energi positif yang hebat untuk mendukung tata kelola organisasi yang kuat dan sehat.

Loyalitas seseorang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan sebuah rencana yang baik maupun sebuah rencana yang tidak baik. Jadi, tidak selamanya loyalitas berada dalam barisan energi positif. Jika niat dan rencana tidak baik, maka loyalitas akan berada dalam barisan energi negatif. Loyalitas itu sendiri adalah pengabdian tanpa syarat, yang sudah tidak mampu membedakan apa pun, kecuali menyerahkan diri secara total untuk melayani ikatan kesetiaan tersebut. Di dalam persepsinya, ikatan kesetiaan tersebut adalah sebuah ikatan suci dan kebaikan yang tidak boleh diperdebatkan di dalam hati. Suara hati, pemikiran, dan perasaan terikat dalam kesetiaan yang buta terhadap kebenaran sejati. Kondisi ini telah menciptakan banyak skandal yang merugikan organisasi dan stakeholders. Ketika loyalitas tidak mampu membedakan apa yang baik dan apa yang tidak baik, maka kerugian dan kerusakan menjadi hasil akhir yang akan disesali kemudian.

Loyalitas yang baik dihasilkan dari kesadaran untuk menjalankan nilai-nilai etis di tempat kerja. Ikatan kesetiaan harus mampu mengabaikan perilaku dan niat buruk. Kesetiaan hanya diberikan kepada nilai-nilai positif dan tata kelola organisasi yang bersih dan sehat. Para pengikut yang setia harus berani mengabaikan pemimpinnya yang tidak jujur. Kesetiaan ditumbuhkan untuk memperkuat integritas, akuntabilitas, perilaku etis, tindakan etis, keputusan etis, dan tidak menoleransi semua perilaku atau tindakan yang berlawanan dengan integritas. Loyalitas di tempat kerja harus berdasarkan prinsip-prinsip yang mencakup integritas, etis, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan sepenuh hati.

Ketika kesetiaan berada dalam kekuasaan energi negatif, maka ia akan menjadi kekuatan yang siap melawan semua aturan dan kebijakan positif. Keserakahan, keegoisan, kepentingan sempit, dan ketidakjujuran akan menjadi bagian dari karakter dan kepribadian. Dalam kondisi ini, ikatan kesetiaan akan membuat konspirasi dan kolaborasi untuk keuntungan diri sendiri dan kelompok. Mereka sudah tidak pernah peduli untuk melayani kepentingan semua stakeholders dengan adil dan jujur. Mental dan perilakunya hanya bekerja untuk menguntungkan kepentingan mereka. Loyalitas seperti ini kadang menjadi sangat solid dan membudaya di dalam organisasi, sehingga sangat sulit untuk mengharapkan perilaku etis dan integritas. Kekuasaan dan manajemen yang baik pun sulit untuk diwujudkan. Ikatan kesetiaan dalam kekuasaan energi negatif membuat individu-individu yang tetap loyal dalam energi positif, akan tersingkir dan menjadi bagian dari orang-orang yang terkoyak dalam organisasi. Kekuatan loyalitas energi negatif kadang menjadi sangat kuat, sehingga tidak ada yang mampu mengungkapkannya. Realitas ini secara perlahan-lahan akan menjadikan organisasi tidak mampu menjalankan fungsi dan tujuan dengan baik. Visi, misi, dan nilai-nilai hanya akan jadi pajangan di sepanjang kehidupan organisasi tersebut. Kekuatan loyalitas energi negatif mampu menjaga kerahasiaan mereka dengan baik, sehingga tidak mudah ditemukan bukti untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERILAKU TIDAK ETIS MERUSAK KEDAMAIAN HIDUP KITA

“Perilaku etis kita yang konsisten di dalam integritas yang kuat akan membuat hidup kita tenang, damai, bahagia, dan menikmati hidup dengan sukacita.”~Djajendra

Perilaku tidak etis adalah energi negatif yang sudah menyusup ke dalam diri kita. Energi negatif ini menjadi ancaman bagi masa depan kita. Ketika kita menikmati perilaku tidak etis dan menjadikannya sebagai cara hidup kita, maka kita sedang memelihara hal-hal tidak baik di dalam hidup kita. Kesadaran untuk melindungi diri dari perilaku tidak etis harus ditingkatkan secara terus-menerus. Jangan pernah membiarkan perilaku tidak etis menyelinap ke dalam diri kita; mereka akan menyebabkan kita menjadi tidak sadar diri, membohongi diri sendiri, egois, serakah, dan selalu bangga dengan perbuatan tidak jujur.

Kuatkan nilai-nilai positif di dalam diri untuk menyingkirkan perilaku tidak etis. Memang tidak mudah dan sering sekali banyak orang gagal dalam menyingkirkan perilaku tidak etis. Integritas dalam tindakan dan pemikiran dapat membantu kita untuk menyingkirkan perilaku tidak etis. Setiap hari afirmasikan nilai-nilai etis agar menjadi energi positif di dalam diri kita. Jika nilai-nilai etis sudah mampu menjadi bagian dari perasaan, pemikiran, dan suara hati kita; maka, kesadaran kita mampu membantu mengusir semua energi tidak baik tersebut dari hidup kita.

Perilaku etis kita yang konsisten di dalam integritas yang kuat akan membuat hidup kita tenang, damai, bahagia, dan menikmati hidup dengan sukacita. Keinginan untuk mengakali orang lain akan digantikan dengan keinginan untuk membantu orang lain. Keinginan untuk korupsi akan digantikan dengan keinginan untuk mensyukuri apa yang sudah dimiliki. Perilaku etis akan menjadikan kita selalu berkontribusi dengan ikhlas dan kerendahan hati. Kita tidak akan lagi mementingkan diri sendiri, tetapi selalu bekerja menghormati kepentingan semua stakeholders secara adil.

Perilaku etis menjadikan kita selalu memancarkan kebaikan dan kejujuran dalam setiap proses kerja. Kita menjadi aset organisasi yang andal dan dibutuhkan. Kita menjadi sahabat dan teman kerja yang dipercaya oleh rekan-rekan kerja kita. Kita menjadi atasan yang didengar dan diteladani oleh semua bawahan kita. Kita menjadi bawahan yang dipercaya dan diandalkan oleh atasan kita. Perilaku etis tidak hanya membuat kita mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian, tetapi juga menjadikan kita selalu beruntung dalam setiap situasi dan peristiwa di tempat kerja.

Kendalikan diri dari energi negatif yang dihasilkan oleh perilaku tidak etis. Setiap saat terangi diri dengan cahaya dari nilai-nilai positif. Rasakan nilai-nilai positif di dalam diri menjadikan kita tenang dan tidak terganggu oleh pikiran atau niat tidak baik dari orang-orang di sekitar. Latih sikap dan perilaku untuk selalu di dalam energi positif. Tingkatkan keyakinan bahwa perilaku etis dapat menemukan keamanan bagi masa depan kita. Yakinkan diri sendiri dan tanamkan kepercayaan di dalam mental bahwa perilaku etis memberi kita kesempatan, untuk memiliki kehidupan yang damai dan menjauhkan kita dari kekhawatiran.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

INTEGRITAS TANPA MORALITAS BERBAHAYA

“Tindakan yang menunjukkan integritas dari keyakinan yang mengabaikan kemanusiaan dan moralitas menjadikan dirinya sebagai pribadi berkarakter buruk.”~Djajendra

Integritas adalah tindakan yang konsisten terhadap keyakinan yang dianggap paling benar. Jika keyakinan yang dianggap paling benar ini bertentangan dengan moralitas dan kemanusiaan, maka tindakannya menjadi sangat berbahaya bagi kehidupan orang lain. Integritas wajib dilengkapi dengan etika, moralitas, dan kemanusiaan. Seseorang yang merasa sudah sangat benar dalam membela keyakinan dan mampu membuktikan kebenaran yang dia yakini, maka integritas mendorong dirinya untuk bertindak dengan sungguh-sungguh. Dia tidak akan pernah merasa bersalah dengan tindakannya, selalu merasa tindakannya itu sesuai dengan tujuan dan perjuangan. Dia merasa tindakannya itu membela apa yang dia yakini. Jadi, sampai kapan pun tidak akan pernah ada penyesalan terhadap tindakannya tersebut, walau hal tersebut bertentangan dengan kemanusiaan dan kebenaran universal.

Integritas memunculkan keberanian dari keyakinan dan digunakan sebagai alat untuk melayani suatu tujuan. Oleh karena itu, semua organisasi sangat mendorong setiap individunya untuk memiliki integritas dalam melayani tujuan. Nilai-nilai dari keyakinan menjadi energi yang menciptakan karakter untuk bertindak. Biasanya, nilai-nilai organisasi menjadi keyakinan bersama untuk mencapai tujuan, di sinilah diperlukan integritas pribadi yang hebat untuk melayani tujuan organisasi. Jika dalam keyakinan organisasi tersebut miskin moralitas, etika, dan kemanusiaan; maka, tindakan dari para individu akan menghasilkan karakter buruk. Intinya, tindakan seseorang bisa saja menunjukkan integritas yang hebat, tetapi keyakinan yang mengabaikan kemanusiaan dan moralitas akan menjadikan dirinya sebagai pribadi berkarakter buruk.

Ketika sebuah organisasi ingin integritas menjadi sarana untuk melayani tujuan; maka harus dipastikan moralitas, kemanusiaan, dan etika sudah menjadi karakter dari masing-masing pribadi. Semua orang harus sudah memahami cara memilih antara benar dan salah. Semua orang harus sudah memahami bahwa kehidupan ini berlangsung dalam keragaman dan perbedaan. Semua orang harus sadar untuk berkompetisi dengan cara-cara positif dan jujur. Ketika integritas sudah dilengkapi dengan kemanusiaan, moralitas, dan etika; maka setiap pribadi mampu memiliki karakter positif untuk melayani tujuan organisasi. Tidak boleh ada perasaan paling benar dan orang lain salah. Integritas tanpa toleransi kepada pihak lain yang berbeda menjadi berbahaya bagi kehidupan sosial. Jika seseorang menganggap keyakinannya yang paling benar dan memiliki integritas untuk bertindak, maka tindakannya tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi yang berbeda dengan dirinya.

Integritas sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Seseorang dengan integritas mampu menjadi diri sendiri dan bertindak dengan jujur untuk mencapai hasil terbaik dari tujuan. Integritas membuat seseorang termotivasi untuk bertindak secara konsisten dalam mencapai visi. Integritas menjadikan seseorang sadar untuk menjadi diri sendiri yang jujur terhadap prinsip dan tindakannya. Apa pun situasinya, integritas menjadikan pribadinya konsisten dalam bertindak sesuai dengan prinsip untuk menuju tujuan. Ucapan, pemikiran, dan tindakan dari seseorang dengan integritas dapat dipercaya. Dia jujur dengan tindakannya. Dia berani bertindak dan menerima resiko dari tindakannya. Dia selalu membuat keputusan sesuai keyakinan dan nilai-nilai hidupnya. Intinya, integritas adalah alat yang sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan atau visi dengan baik. Sebab, setiap orang yang memiliki integritas mampu tampil secara konsisten dengan semua potensi hebatnya, untuk membantu organisasi mencapai tujuan dan mewujudkan visi.

Integritas seperti pisau yang dapat digunakan untuk kebaikan dan juga untuk ketidakbaikan. Oleh karena itu, moralitas dan kemanusiaan haruslah melekat di dalam diri setiap pribadi sebelum integritas menjadi bagian dari pribadi mereka. Integritas juga harus ditumbuhkan dari wawasan dan pengetahuan yang luas, tidak boleh dari sebuah keyakinan atau kebenaran yang sempit. Integritas harus mampu beradaptasi dengan ruang dan waktu yang selalu dalam perubahan. Integritas tidak boleh dari persepsi yang mengutamakan kepentingan buruk, tetapi haruslah berdasarkan kemanusiaan dan keadilan sosial. Integritas tidak boleh dikembangkan dari rasa takut, benci, dendam, marah, dan kecewa; tetapi, harus dikembangkan dari rasa cinta, kepedulian, perhatian, pertumbuhan, dan kemanusiaan. Integritas adalah sebuah alat yang hebat untuk mencapai tujuan, dan jangan sampai alat yang hebat ini disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan kehidupan orang banyak.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

INTEGRITAS MENJADIKAN ANDA BERANI DAN BERKUALITAS

“Integritas menciptakan kekuatan di dalam proses hidup lalu membawakan buah berkualitas untuk dipersembahkan kepada Anda.”~Djajendra

Mempunyai integritas berarti memiliki keberanian untuk bersikap di setiap situasi dan kondisi. Orang-orang dengan integritas bertindak tanpa rasa takut, karena semua tindakan dilakukan dengan mengikuti aturan dan prosedur yang benar. Tidak ada niat untuk melakukan pelanggaran. Tidak ada niat untuk menutupi kebenaran. Integritas menjadikan Anda jujur dan ikhlas untuk menghadapi tantangan. Integritas menjadikan Anda bertanggung jawab dan disiplin di setiap proses yang harus dilalui.

Integritas adalah jalan pembebasan dari perbudakan energi negatif terhadap diri sendiri. Ketika Anda memiliki integritas, maka Anda terbebas dari belenggu tak berdaya. Anda mampu tampil konsisten untuk menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, etis, dan taat dengan aturan main. Anda menjadi sadar oleh nilai integritas, sehingga mampu tampil jujur tanpa pernah dikendalikan oleh sebuah kepentingan. Jujur dan tanggung jawab Anda itu konsisten, tidak pilih-pilih, semua yang tidak benar tetaplah tidak benar. Integritas menjadikan Anda selalu berbicara yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah. Anda tidak memihak, Anda hanya mengikuti aturan dan prosedur yang benar.

Walaupun mengalami kesulitan, Anda tidak takut karena diri Anda sudah jujur dengan hidup yang dijalani, dan keyakinan Anda bahwa integritas mampu menyelamatkan hidup Anda akan benar-benar membantu Anda. Integritas menghilangkan keegoisan dan menguatkan kesadaran, sehingga Anda selalu bekerja dengan prinsip kehati-hatian sesuai aturan tanpa ada rasa takut. Intinya, Integritas adalah kualitas yang menjadikan Anda kuat dan berani bersikap tanpa rasa takut.

Integritas membuat Anda berada dalam masa sekarang untuk melakukan rutinitas secara konsisten. Apa pun kejadian buruk yang Anda alami, Anda tidak akan putus asa, Anda mampu menjaga semangat untuk melewati kejadian buruk tersebut. Anda tidak akan kaku dengan aturan, tetapi selalu terbuka dan bertindak dari kesadaran untuk menjaga kejujuran. Semua ketidaktahuan yang Anda alami bersama tanggung jawab Anda akan diselesaikan dengan pengetahuan yang tepat. Anda yang menjalankan integritas dengan murni akan kembali kepada Anda untuk menjaga dan membantu Anda di saat-saat sulit. Jadi, integritas ini mampu memberikan efek positif untuk diri sendiri, sehingga selalu menjadi kuat untuk menjalani tantangan yang sulit.

Integritas menjadikan seseorang jauh dari perilaku negatif atau perilaku yang mengutamakan kepentingan pribadi. Orang yang berintegritas selalu sadar bahwa nilai-nilai kehidupan positif yang ditanam ke dalam pribadinya akan tumbuh untuk menjaga dirinya. Efek positif dari integritas ini mampu menyebabkan Anda untuk menerima kehidupan yang indah. Integritas selalu memberikan hasil yang baik bagi kebaikan diri sendiri. Integritas juga menciptakan kekuatan di dalam proses hidup lalu membawakan buah berkualitas untuk dipersembahkan kepada Anda.

Tujuan integritas adalah memberikan kebahagiaan kepada Anda. Ketika Anda memberi integritas pada semua tindakan atau aktivitas Anda, maka buah kebaikan akan datang untuk Anda. Semua potensi buruk akan dihilangkan oleh integritas. Semua niat batin yang negatif akan dibersihkan oleh energi integritas. Jadi, integritas akan membersihkan diri Anda dari dalam lalu tindakan eksternal Anda akan bersumber dari diri Anda yang bersih dan jujur.

Integritas mampu memperbaiki sifat dan perilaku untuk melakukan apapun dengan cara-cara baik. Jadi, semua sifat dan perilaku buruk akan dihilangkan oleh integritas. Integritas mampu melakukan pekerjaan untuk membersihkan diri semua potensi negatif dari dalam diri. Pada akhirnya, integritas mampu menjadi kekuatan besar untuk menjaga diri dari pengaruh buruk.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENERIMA KESALAHAN DAN MENGAKUINYA DENGAN RENDAH HATI

“Kehidupan kita akan semakin memburuk ketika kita merasa tinggi hati untuk mengakui kesalahan.”~Djajendra

Tidak ada seorang pun yang tidak membuat kesalahan. Semua orang membuat kesalahan. Kesalahan adalah bagian dari perjalanan hidup setiap orang. Kesalahan menunjukkan bahwa manusia memiliki sifat tidak sempurna, sehingga setiap saat harus sadar diri untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat. Kemampuan untuk mengakui kesalahan akan membuka ruang kreatifitas di dalam diri, sehingga dengan energi kreatif kita bisa menemukan solusi yang tepat untuk memperbaiki kesalahan. Menyembunyikan kesalahan hanya menjadikan diri sendiri tidak jujur kepada dirinya, sehingga hidupnya penuh prasangka di dalam ketidakdamaian jiwa.

Kesempurnaan hanya milik Tuhan, bukan milik manusia. Jadi, sangatlah merugikan diri sendiri bila terlalu ngotot dengan kebenaran diri sendiri. Kemampuan dan kesadaran untuk melihat kesalahan yang kita buat dengan jujur akan membuat hidup kita lebih baik. Kecerdasan dan integritas untuk memperbaiki kesalahan akan membuat kita semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi proses hidup. Jangan takut mengakui kesalahan. Jangan putus asa dan sedih dengan kesalahan yang sudah dibuat. Terimalah kesalahan itu dan perbaiki agar kegembiraan tetap ada di dalam kehidupan. Jangan membiarkan pikiran negatif dan ego menjadi sangat kuat untuk tidak mengakui kesalahan.

Kehidupan akan semakin memburuk ketika kita merasa tinggi hati untuk mengakui kesalahan. Mungkin saja kesalahan yang kita buat luput dari hukuman negara, luput dari hukuman Tuhan, tetapi tidak akan pernah luput dari hukuman diri kita sendiri. Jadi, ketika semua hal tidak memberikan hukuman atas ketidakjujuran kita atas kesalahan yang kita buat, maka diri kita sendirilah yang akan memberikan hukuman terhadap ketidakjujuran kita tersebut. Pada akhirnya, semua kesalahan yang tidak kita akui dan tidak kita perbaiki akan menjadi sumber penderitaan bagi hidup kita. Sumber penderitaan itu akan muncul dari dalam diri sendiri untuk mengganggu keseimbangan pikiran, emosi, fisik, mental, dan jiwa. Jadi, daripada setiap saat mengalami depresi atau stres, lebih baik hidup dengan mengakui kesalahan dan menerima kesalahan untuk kebahagiaan hidup diri sendiri.

Mengakui kesalahan seperti membersihkan diri sendiri dari berbagai kotoran. Niat baik dan sikap yang penuh integritas akan menyelamatkan reputasi diri sendiri. Kepribadian dengan sikap yang selalu fokus untuk memperbaiki kesalahan akan bergerak menuju transformasi kehidupan terbaik. Perilaku yang mengakui kesalahan menjadikan proses hidup tanpa penyesalan dan tidak akan mencoba untuk menutupi kesalahan. Sebab, semua perilaku menutupi kesalahan hanya seperti menyimpan sakit di dalam diri sendiri.

Kita harus menjadi diri sendiri yang jujur terhadap semua niat dan tindakan. Bila sudah ada niat untuk tidak jujur, maka kesalahan pasti dibuat. Hal ini berakibat pada hidup kita yang selalu mengulangi kembali kesalahan demi kesalahan. Jelas, saat kita terus-menerus mengulangi kesalahan melalui niat dan perbuatan, maka kita tidak akan membuat perubahan apa pun untuk meningkatkan kebahagiaan dan kedamaian hidup kita. Dan, bila niat untuk melakukan hal-hal curang sudah menjadi bagian dari karakter diri, maka sampai tua pun kita akan menjadi pelaku curang yang tidak pernah bertransformasi untuk menikmati kedamaian jiwa. Intinya, bila kita selalu memiliki niat untuk berbuat curang, maka hal ini sama saja seperti kita sedang menjalani hidup membohongi diri sendiri dengan membenarkan perbuatan salah kita.

Pada dasarnya, setiap orang adalah orang baik. Namun, niat tidak baik menjadikan diri kita sering berbuat kesalahan, sehingga kita menjadi orang yang tidak baik. Kesalahan adalah jalan hidup yang tidak tepat. Jika kita tetap ngotot berjalan di jalan yang tidak tepat, maka kita akan menjalani hidup yang tidak kita ketahui, sehingga mudah jatuh ke lubang penderitaan. Stres dan berbagai persoalan hidup akan muncul saat kita tetap terbiasa di jalan hidup yang tidak tepat.

Menerima kesalahan dan mengakuinya dengan rendah hati adalah jalan untuk menikmati kehidupan yang damai dan bahagia. Semua kesalahan adalah milik kita sendiri, tidak perlu kita memaksa diri untuk berbagi kesalahan. Sikap kita yang masih menyalahkan orang lain atau mencoba berbagi kesalahan dengan orang lain, hanya akan membuat diri kita selalu mengulangi kesalahan yang sama. Memaafkan dan menerima kesalahan menjadikan kita lebih cerdas, sehingga tidak akan jatuh lagi ke dalam lubang kesalahan yang sama.

Hidup ini indah dan sangat berharga. Jangan disia-siakan di dalam kesalahan dan kecurangan. Niat yang baik dengan sikap rendah hati untuk selalu belajar dari kesalahan dan kekurangan menjadikan kita berguna bagi hidup yang indah ini. Sifat dan perilaku kita yang selalu belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan menjadikan kita tumbuh dan berkembang. Kesalahan yang dilakukan dengan ketidaktahuan adalah pelajaran yang harus segera diperbaiki untuk kebaikan diri sendiri.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERILAKU MALAS MENGHILANGKAN KESEJAHTERAAN DAN KEBERUNTUNGAN

“Kehidupan kita menjadi lebih sejahtera jika kita produktif dan memiliki disiplin untuk menghasilkan prestasi terbaik.”~Djajendra

Kehidupan dihidupi dengan pekerjaan. Setiap makhluk harus bekerja untuk kelangsungan hidupnya. Seekor semut tidak pernah malas untuk bekerja keras mencari makan. Burung tidak pernah berdiam disarang dan menunggu makanan, tetapi dia terbang meninggalkan sarang untuk menemukan makanan. Semua kehidupan bekerja keras untuk menjalani hidup. Siapa pun yang malas akan mengalami kehidupan yang merugikan dirinya. Bekerja keras dengan kreativitas yang tinggi adalah jalan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera.

Pikiran positif yang fokus menekuni sebuah pekerjaan dengan sepenuh hati adalah cara untuk menjalankan kehidupan yang baik. Kita semua harus bekerja, harus menjadi produktif, harus kreatif dan inovatif. Kita semua harus memiliki disiplin dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup. Kehidupan kita menjadi lebih sejahtera jika kita produktif untuk menghasilkan prestasi terbaik. Kehidupan yang baik dihasilkan melalui kerja. Teruslah bekerja, lakukan sesuatu bagi kehidupan, layani hidup ini dengan sepenuh hati, jangan membiarkan rasa malas menguasai hidup dan menghancurkan masa depan.

Setiap hari kita harus menyalurkan energi positif ke dalam kerja yang produktif. Menjadi bijak dan cerdas agar energi positif tidak dirusak dengan energi negatif. Perilaku pesimis, mengeluh, dan menyalahkan orang lain akan menguras energi positif dan akan mengarahkan diri menuju tujuan yang salah. Jadi, berhati-hatilah, jangan sampai energi kita terkonsentrasi menuju tujuan yang tidak kita inginkan.

Bekerja dengan jujur, ikhlas, dan sepenuh hati akan membuat kita berjalan di jalan kebenaran untuk menemukan kesejahteraan sejati yang membahagiakan hidup kita. Berikan cinta dan totalitas terhadap pekerjaan. Tawarkan dan persembahkan kualitas terbaik bagi setiap stakeholders. Jangan pernah bekerja dengan setengah hati. Sikap, etos, perilaku, dan karakter haruslah totalitas untuk membangkitkan energi sukses dari dalam diri. Jadilah ikhlas untuk menerima segala hal yang dihadapi. Terimalah masalah dengan sabar dan ikhlas, kemudian kuatkan energi positif untuk menemukan jalan kesejahteraan yang lebih baik.

Perilaku malas menghilangkan kesejahteraan dan keberuntungan. Oleh karena itu, jangan membiarkan pikiran dimasuki oleh virus-virus malas. Jangan membiarkan mental dan emosional menjadi malas untuk mengerjakan yang harus segera dikerjakan. Kuatkan energi penjaga hati dan pikiran agar selalu mengingatkan kita tentang tanggung jawab atas pekerjaan kita. Miliki niat dan kemauan untuk selalu mengendalikan segalanya dengan pikiran positif. Jadilah arsitek yang cerdas merancang etos kerja terbaik untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan sempurna.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KISAH ERNEST SHACKLETON DALAM MENGALAHKAN KESULITAN

“Kesulitan hanyalah hal yang harus diatasi.”~ Ernest Shackleton

Kesulitan hanya ada di dalam pikiran. Dalam dunia nyata, tidak ada kesulitan, hanya ada perjalanan yang membutuhkan kesabaran untuk bisa mendapatkan kemenangan. Bila Anda selalu optimis, maka kesulitan hanya bersifat sementara, dan kemenangan segera tiba untuk membahagiakan hati Anda.

Ernest Shackleton bersama timnya mengalami situasi hidup atau mati pada ekspedisi ketiganya di lautan es Antartika. Semua kenyataan yang mereka hadapi betul-betul tanpa harapan. Kapal yang mereka gunakan tenggelam di laut Antartika yang sangat tidak bersahabat. Ernest Shackleton bersama timnya yang berjumlah dua puluh tujuh orang terdampar di atas lautan es. Mereka kehilangan arah dan hanyut tanpa tujuan di laut selatan Antartika yang sangat tidak bersahabat, dan pada saat itu belum dikenal secara baik.

Kesulitan demi kesulitan yang mereka hadapi dalam kenyataan yang sangat menyakitkan itu, membuat sebagian anggota timnya mulai putus asa dan kehilangan kendali diri. Situasi yang mereka hadapi tidak memberikan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada masa depan. Visi yang terlihat sangat mengerikan dan menakutkan. Semua kemungkinan menunjukkan bahwa mereka sedang menunggu kematian di atas lautan es yang sangat ganas dan liar. Dalam keadaan tanpa harapan dan menyerah itu, Ernest Shackleton tetap menjaga semangat hidup timnya, setiap saat dia mengatakan kepada anggotanya bahwa ini semua hanyalah sementara.

Selama enam bulan, Ernest Shackleton bersama timnya hidup di atas es mengambang dengan satu kata ajaib, yaitu: “ini semua hanyalah sementara”. Ernest Shackleton berhasil menanam keyakinan optimis di mental anggota timnya. Setiap hari, setiap anggota timnya mulai berteriak mengatakan bahwa ini semua hanyalah sementara, kesulitan segera akan berakhir, kemenangan dan keselamatan sudah sangat dekat. Ya, kata-kata ajaib itu mampu menguatkan mental mereka untuk bisa melewati badai es selama enam bulan di atas es yang mengambang tanpa arah dan tujuan, kemudian mereka sampai di Pulau Gajah dan harus menjalani empat bulan berikutnya dengan satu kata ajaib, “ini semua hanyalah sementara”

Secara akal sehat, dunia menganggap tim ekspedisi Ernest Shackleton ke Antartika ini hilang dan tidak ada kemungkinan untuk menemukan mereka hidup. Pada akhirnya, setelah empat bulan terdampar di Pulau Gajah, tanpa sengaja, ada yang menemukan mereka. Semua orang selamat dan mereka hanya membutuhkan pemulihan mental dan fisik yang sudah terkuras habis dalam kurun waktu yang hampir satu tahun. Mereka telah belajar bahwa kesulitan itu sifatnya hanya sementara, kemenangan pasti datang. Setiap malam berganti pagi, lalu pagi berganti siang ke sore, mereka hidup dengan keyakinan bahwa setiap kesulitan hanya bersifat sementara, kemenangan sudah sangat dekat.

Setelah mereka diselamatkan dan dikembalikan dengan aman ke rumah mereka masing-masing, maka dunia pun terkejut melihat fakta bahwa tidak seorang pun meninggal dari peristiwa hilang dan tenggelamnya kapal ekspedisi Ernest Shackleton ke Antartika, yang hampir satu tahun lamanya hilang tanpa jejak. Dunia belajar dari peristiwa ini bahwa kesulitan manusia hanya bersifat sementara. Setiap kesulitan pasti hilang setelah beberapa saat. Tidak ada kesulitan permanen. Tidak ada kesulitan yang terus berlanjut dan selamanya. Jadi, mental yang optimis adalah modal yang sangat penting untuk bisa melewati kesulitan yang sifatnya hanya sementara. Kesabaran, ketenangan, optimisme, daya tahan fisik, daya tahan mental, dan kerja keras adalah hal-hal yang dibutuhkan saat kesulitan menghampiri hidup kita. Tanamkan keyakinan yang kuat di mental bahwa semua situasi tersulit sifatnya hanya sementara, kemudahan dan kemenangan sudah sangat dekat.

“Kesulitan hanya bersifat sementara.”~Ernest Shackleton

Untuk seminar/training hubungi:0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK ADA KESEJAHTERAAN BAGI ORANG MALAS

“Orang-orang yang paling rajin dan paling disiplin selalu menikmati kesejahteraan hidup.”~Djajendra

Pekerjaan yang Anda lakukan dengan sepenuh hati memberikan kehidupan yang Anda inginkan. Intinya, kita semua mencapai hal-hal terbaik dalam hidup hanya dengan apa yang kita lakukan secara sungguh-sungguh dan totalitas. Keunggulan hanya dapat dimiliki saat kesadaran kita menjadi sangat tinggi, untuk merawat energi diri dan kecerdasan diri di tingkat yang paling optimal. Anda dengan energi diri yang tinggi dan kecerdasan yang optimal selalu mencapai keunggulan di semua aspek kehidupan. Anda dengan tingkat energi yang tinggi selalu tampil sangat rajin, tekun, disiplin, ulet, optimis, dan tidak pernah berhenti untuk mencapai hasil terbaik.

Karena rajin, tekun, disiplin, dan ulet adalah perilaku yang membutuhkan tingkat energi dan kecerdasan yang tinggi, maka kesadaran murni tidak pernah membiarkan pikirannya dikacaukan dan dirampas oleh energi negatif. Semua energi negatif dari luar diri, seperti: penghakiman oleh pikiran negatif dan hasrat buruk terhadap dirinya tidak akan dibiarkan untuk menyentuh energi dan kecerdasan di dalam diri. Kesadaran di dalam diri selalu berjaga-jaga, dan tidak membiarkan energi dan kecerdasannya disusupi oleh kekuatan buruk dari luar diri dan membuatnya menjadi lemah ataupun goyah saat menghadapi tantangan. Pada akhirnya, energi dan kecerdasan yang tinggi mampu menghasilkan kualitas yang hebat untuk pembuatan karakter kerja yang kuat dan produktif.

Semua kemampuan dan kecerdasan menjadi tidak berarti ketika kita tidak memiliki energi atau tenaga untuk mengerjakannya. Tanpa energi yang kuat di dalam diri berarti kita tidak memiliki kapasitas dan ruang untuk pertumbuhan. Energi yang tinggi di dalam diri mampu menggerakan semua potensi dan kemampuan untuk menghasilkan kinerja terbaik. Menjadi orang yang produktif hanyalah bisa bila di dalam diri Anda terdapat energi yang kuat dan siap untuk Anda gunakan sehari-hari bagi pencapaian terbaik Anda. Orang yang energik selalu kuat untuk melewati masa sulit sementara. Energi yang tinggi bila dilengkapi semangat dan optimisme, maka tingkat energinya semakin meningkat dan mendorong diri untuk segera keluar dari masa sulit.

Energi dan kecerdasan yang menyatu menjadi satu kekuatan di dalam diri mampu menciptakan karakter yang selalu dalam keadaan siap untuk menghadapi berbagai persoalan hidup, selalu tangkas dan fokus untuk mencapai hasil terbaik, selalu waspada dan berhati-hati, selalu memiliki kesungguhan dan kerja keras yang hebat untuk mencapai hasil terbaik. Karakter yang selalu siap, sigap, tidak menunda, dan tepat waktu adalah karakter yang mampu menghasilkan hal-hal terbaik bagi dirinya. Ini adalah karakter pelindung yang selalu menjaga dirinya sendiri dengan baik agar dirinya mampu mencapai kemakmuran bagi hidupnya. Perilaku rajin adalah perilaku yang membuat diri selalu bahagia dengan pekerjaannya. Perilaku rajin menjadikan diri banyak melakukan pengabdian dan dedikasi yang tinggi atas seluruh tugas dan tanggung jawab yang dimiliki.

Pekerjaan yang dicintai dan yang dikembangkan secara maksimal dapat memberikan kemakmuran dan kebahagiaan bagi hidup Anda. Pengabdian yang tulus dan dedikasi secara total terhadap pekerjaan adalah jalan untuk menjadikan pekerjaan sebagai sumber kesejahteraan hidup.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MENUMBUHKAN RASA KEPEMILIKAN DAN KESETIAAN KARYAWAN KEPADA PERUSAHAAN

“Hanya jiwa yang tidak memiliki rasa syukur, yang tidak pernah memiliki hati untuk mencintai perusahaan yang memberikan kehidupan ekonomi dan karir.”~Djajendra

Perusahaan dan karyawan memiliki hubungan yang saling terkait, saling melengkapi, dan saling memberi. Ketika karyawan setia dengan rasa memiliki perusahaan yang kuat, maka perusahaan akan mendapatkan dukungan penuh dan total dari karyawan di semua keadaan. Dampaknya, ketika perusahaan mendapatkan rintangan dan masalah, maka kesetiaan dan rasa memiliki ini akan menguat untuk membantu perusahaan agar segera keluar dari masalah yang dihadapi.

Rasa kepemilikan terhadap perusahaan yang tertanam kuat di dalam diri karyawan, adalah energi positif yang mampu membangkitkan motivasi dan gairah kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Jelas, agar rasa kepemilikan dan loyalitas karyawan meningkat, maka kepemimpinan dan manajemen haruslah menunjukkan keteladanan dan empati kepada karyawan. Perhatian, cinta, dan kepedulian adalah nilai-nilai yang harus diberikan oleh manajemen dan kepemimpinan melalui budaya perusahaan yang kuat. Ketika budaya perusahaan kuat, maka semua sikap dan perilaku positif akan tampil konsisten.

Bila setiap karyawan tumbuh di dalam kesadaran tentang keberadaannya di perusahaan, kesadaran tentang kehidupan yang diberikan oleh perusahaan, kesadaran tentang tujuan keberadaan perusahaan, dan kesadaran tentang keberadaan mereka dalam proses kerja di perusahaan; maka, kesadaran mereka akan meningkatkan rasa kepemilikan dan kesetiaan mereka kepada perusahaan. Apalagi, bila karyawan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mencintai perusahaan secara utuh, maka kesetiaan dan rasa kepemilikan tersebut akan memberikan jawaban dalam bentuk etos kerja yang menguatkan proses kerja di dalam perusahaan.

Kejelasan tujuan keberadaan karyawan di dalam perusahaan, dan sikap rendah hati karyawan untuk bersyukur dengan apa yang perusahaan berikan, dapat meningkatkan kepuasaan kerja karyawan di perusahaan. Rasa syukur dan kebahagiaan kerja mampu meningkatkan semangat untuk mencapai tujuan nyata dalam kehidupan kerja, yaitu: kebahagian dan rasa kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan untuk setiap karyawan.

Rasa memiliki atau biasa disebut dengan sense of belonging bukanlah sesuatu yang terlihat, tetapi muncul dalam wujud energi positif untuk menjaga dan merawat perusahaan di setiap situasi dan keadaan. Kesadaran setiap pihak di dalam perusahaan untuk memiliki sikap, perilaku, kualitas, dan tindakan yang menjaga perusahaan dari setiap potensi masalah secara utuh adalah benih untuk munculnya rasa memiliki. Kesetiaan dan rasa memiliki adalah bagian dari pengabdian yang diberikan kepada perusahaan.

Rasa kepemilikan dan kesetiaan kepada perusahaan menciptakan kewajiban dalam suara hati, untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas. Dalam hal ini, karyawan akan tampil dengan sikap rendah hati, kuat dalam karakter kerja, berani jujur ​​untuk menghadapi kenyataan, tegas dan cukup terhormat untuk meningkatkan reputasi perusahaan.

Kesetiaan dan rasa memiliki melibatkan hati, pikiran, dan jiwa untuk melakukan tindakan yang membantu perusahaan dengan sepenuh hati. Ketika perusahaan membutuhkan bantuan, maka setiap orang bangkit dengan penuh semangat untuk membantu perusahaan dan menyelesaikan tantangan yang dihadapi perusahaan.

Rasa kepemilikan dan kesetiaan membangkitkan energi kerja dalam satu visi dan satu budaya kerja. Semua orang mampu menjadi satu untuk semua dan semua untuk satu.

Untuk seminar/training hubungi: 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

PERAN INTEGRITAS SEORANG MANAJER DALAM MENCAPAI PRESTASI

“Integritas adalah kekuatan di luar kemampuan manusia, tetapi komitmen dan nilai-nilai spiritualitas di dalam diri memampukan manusia untuk menjalankan kehidupan kerja dengan integritas.”~Djajendra

Integritas dan komitmen manajer di tempat kerja adalah sebuah anugerah bagi peningkatan kinerja. Manajer yang berkomitmen dan memiliki integritas, tidak akan marah atau memprotes ketika dia harus meninggalkan kenyamanan sebuah jabatan untuk menjalani pekerjaan yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Integritas dan komitmen di dalam diri manajer membuat mereka mau menerima dengan anggun dimanapun mereka ditempatkan, tanpa ragu, tanpa takut, tanpa mengeluh, dan siap untuk menjalani kehidupan kerja yang lebih keras dan lebih penuh tantangan.

Integritas adalah kekuatan di luar kemampuan manusia, tetapi komitmen dan nilai-nilai spiritualitas di dalam diri memampukan manusia untuk menjalankan kehidupan kerja dengan integritas. Kehidupan rohani yang konsisten dalam kesadaran murni mampu menguatkan energi integritas di dalam diri. Dan terutama bagi para manajer yang memiliki tanggung jawab kepemimpinan, integritas menempati urutan pertama dari daftar kualitas yang harus para manajer kembangkan. Manajer tanpa integritas akan sulit menjalankan pekerjaan dengan prinsip moral, etika, tanggung jawab, disiplin, dan nilai-nilai holistik yang tinggi.

Manajer yang lemah integritasnya sulit melawan godaan dari kemudahan yang ditawarkan melalui peristiwa tidak etis dan tidak jujur. Tanpa integritas, pertempuran di dalam pikiran dan hati nurani akan melemahkan energi positif manajer. Akibatnya, manajer menjadi mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak etis dan yang berpotensi menjadi masalah serius bagi keberlangsungan karir manajer tersebut di masa depan.

Ketika manajer dimutasi ke tempat yang tidak diinginkan, biasanya pasti marah dan tidak bersedia. Tetapi, saat integritas menguasai jiwa dan pikiran, maka sikap rendah hati dan jiwa besar manajer mampu dengan ikhlas untuk menerima mutasi tersebut. Hal ini, menjadi sesuatu yang positif bagi pertumbuhan jiwa manajer. Dendam, marah, semua niat dan rencana tidak baik atas ketidaksenangan dari mutasi tersebut, tidak akan menguasai jiwa dan pikiran si manajer. Intinya, manajer mampu mengendalikan dirinya di dalam energi positif dan tidak membiarkan dirinya terjebak dalam jurang energi negatif. Di samping itu, integritas selalu memberikan pengalaman spiritual yang membahagiakan hati dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan.

Integritas membuat manajer berjuang dan bekerja dengan akal sehat, serta selalu bangkit kembali dengan optimis saat tergelincir di dalam ketidakpastian. Tidak pernah membiarkan kesedihan menguasai kehidupan sehari-hari, tidak pernah membiarkan keluh-kesah untuk mengisi perjalanan sulit sehari-hari. Integritas adalah sumber yang hebat untuk menghasilkan energi positif di dalam jiwa, pikiran, emosi, fisik, dan mental.

Integritas adalah sebuah investasi terhebat bagi diri sendiri melalui sifat-sifat dan kebiasaan etis, sehingga diri mampu membentuk karakter untuk menjalani kehidupan bahagia yang penuh percaya diri secara konsisten. Pribadi dengan integritas yang tinggi tidak akan runtuh oleh kesulitan atau godaan apapun. Jiwa yang penuh integritas memiliki sifat dasar yang sangat kuat untuk menjalani ketidakpastian dan berbagai godaan dari energi tidak etis dengan karakter pemenang yang hebat.

Karakter kerja yang hebat hanya sebaik integritas yang membentuk individu-individunya. Manajer dengan integritas yang tinggi mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis. Sifat dan penampilan manajer berintegritas mampu membentuk kekuatan untuk menjaga kelancaran dan keberlangsungan pencapaian kinerja terbaik, walau dirinya ditempatkan diunit kerja yang tidak dia sukai. Integritas menjaga karakter pemenang, sehingga ditempat tersulit atau yang tidak disukaipun, manajer mampu menampilkan diri yang berkualitas untuk mencapai kinerja terbaik.

Nilai dan kualitas terbaik seseorang manajer bergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan integritas yang konsisten dalam segala kondisi. Integritas yang menyatu dalam semua atribut karakter manajer, mampu menampilkan kualitas sejati manajer yang diandalkan untuk semua situasi dan peristiwa. Integritas menghasilkan karakter yang konsisten dan beraturan pada individu manajer. Semua ketidakstabilan di luar diri dapat dikendalikan dari dalam diri melalui kekuatan integritas.

Integritas menjauhkan manajer untuk melakukan korupsi dalam hal apa pun. Kejujuran hati nurani membuat manajer tidak akan melanggar janji, mereka selalu berpikiran terbuka dan menanggapi semua tantangan dengan kejujuran yang konsisten. Mereka tidak memikirkan diri sendiri, tetapi selalu memikirkan dan bekerja untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan. Mereka selalu memaafkan, sangat akomodatif, tidak pernah menjatuhkan orang lain, tidak dendam. Dan semua itu, dilakukan atau disikapi melalui perilaku etis dan etiket yang tinggi. Energi integritas menghasilkan sifat dan perilaku yang sangat etis dengan etiket yang memperlakukan orang lain secara terhormat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

RESOLUSI TAHUN BARU 2018: MEMULAI DARI APA YANG ANDA MILIKI

“Tidak perlu mencari awal yang sempurna untuk memulai sebuah rencana, mulai saja dan kerjakan segera, hadapi kekacauan dan kekurangan dengan rendah hati dan selalu belajar untuk peningkatan.”~Djajendra

Wujudkan resolusi tahun baru dari apa yang Anda miliki sekarang. Yakinkan pada diri sendiri bahwa tidak ada yang tidak mungkin dilakukan. Bila Anda memiliki disiplin dan kemauan yang hebat, maka semua harapan dan impian Anda di tahun 2018 dapat Anda wujudkan.

Ketika Anda menginginkan target dan rencana Anda dikerjakan, maka mulailah melakukannya dari apa yang Anda miliki sekarang, tidak perlu menunggu semuanya lengkap baru dikerjakan, fokuskan energi dan waktu Anda untuk bekerja dalam proses, biarkan hasil yang Anda harapkan terwujud dari kerja keras dan pengorbanan Anda yang hebat.

Setelah Anda menuliskan resolusi tahun baru, maka tidak boleh ada penundaan, Anda harus segera bisa melakukannya dengan realitas Anda pada saat itu. Sesulit apa pun pada saat awal memulai, tingkatkan rasa percaya diri dan keberanian untuk bertindak dengan mengambil langkah. Jangan ragu, jangan takut, keberanian Anda untuk memulai menjadi pendorong bagi keberhasilan Anda. Ingat, saat Anda memulai, tidak boleh ada tempat untuk mundur, tidak boleh ada tempat untuk keraguan dan ketakutan, Anda harus kuat dan yakin untuk mewujudkan resolusi tahun baru Anda.

Semua pencapaian dimulai dari proses yang dilakukan dengan disiplin. Jika terjadi kesulitan dan rintangan, Anda harus sadar bahwa itu merupakan bagian dari proses untuk keberhasilan Anda. Jangan berhenti atau menyerah bila Anda mengalami kekacauan dan frustasi. Jangan khawatir bila hal-hal tidak berjalan sesuai rencana. Anda harus tetap fokus dan memulainya dari situasi yang Anda hadapi.

Ketika Anda berani untuk memulai, maka energi kreatif mulai mengalir untuk membantu Anda mewujudkannya. Energi kreatif mengajarkan kepada Anda bahwa jalan pencapaian tidak seperti rencana yang seharusnya, Anda pasti akan berhadapan dengan rintangan saat menjalankan rencana Anda, dan saat itulah energi kreatif mampu memberikan solusi terbaik untuk menggerakkan Anda dalam mencapai keberhasilan.

Tidak ada jalan yang mudah. Tidak ada cara instan untuk pencapaian terbaik. Anda harus berjuang dan bekerja keras di dalam proses dengan disiplin. Harapan harus selalu dihidupkan. Tekad dan semangat yang hebat tidak boleh pudar. Apa pun yang harus terjadi di dalam proses yang Anda jalani, Anda harus tetap optimis dan yakin untuk berhasil. Ketika Anda yakin dan berani menghadapi rintangan dan ketidakpastian, maka rintangan dan ketidakpastian mulai menghilang dan digantikan peluang untuk mewujudkannya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi.com atau www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS ADALAH KEKUATAN DARI DALAM DIRI UNTUK MENJADIKAN DIRI ANDA UNGGUL DI SETIAP SITUASI DAN KEADAAN

“Memiliki sikap integritas yang kuat seperti memiliki senjata penangkal kehidupan negatif agar tidak masuk ke wilayah kehidupan Anda.”~Djajendra

Integritas menjaga diri sendiri di jalan kebenaran dan mengatakan pada diri sendiri tentang kebenaran yang wajib dijalankan. Sedangkan, kejujuran adalah hasil dari integritas diri yang hebat untuk mengatakan segala sesuatu dengan sebenar-benarnya kepada orang lain. Jadi, kejujuran ada di wilayah sosial, sedangkan integritas ada di wilayah pribadi. Intinya, hebatnya integritas seseorang terlihat dari kejujurannya yang konsisten dan hebat di dalam kehidupan sosial.

Integritas adalah senjata sakti untuk menegakkan kebenaran dan kejujuran dari dalam diri. Orang-orang dengan integritas yang tinggi tidak pernah bersikap munafik, mereka bersikap sangat jujur berdasarkan pengetahuan moral dengan wawasan yang luas. Ucapan, pikiran, dan sikap mereka selalu sama di dalam ketenangan dan keunggulan. Apa pun situasi hidup, integritas menjadikan mereka tetap positif dan jujur menyikapi situasi yang ada. Integritas membuat mereka tidak fokus dan ngotot untuk kepentingan diri sendiri maupun kelompok, tetapi fokus untuk menjalankan kebenaran dan kejujuran di setiap wilayah kehidupan yang mereka lewati. Mereka sadar bahwa integritas pribadi dapat mencegah bahaya atau bencana ke dalam kehidupan keluarga mereka. Mereka sadar bahwa tanpa integritas, maka segala potensi bahaya bisa merusak kehidupan pribadi dan keluarga. Oleh karena itu, integritas selalu dianggap sebagai kekuatan penolak bala yang paling hebat, yang bersumber dari kekuatan diri sendiri.

Memiliki integritas seperti memiliki kebenaran di semua aspek kehidupan. Integritas menjadikan Anda tidak tergoda untuk mencoba-coba semua hal yang tidak benar dan tidak baik, sehingga Anda mampu terhindar dari kekacauan hidup atau wilayah hidup yang berpotensi membuat hidup Anda berantakan. Integritas menjadikan Anda tumbuh untuk menjalani hidup dengan cara yang positif, sehat, kuat, serta hebat secara mental dan spiritual. Integritas menghindarkan Anda untuk menjadi orang yang menghalalkan segala cara lalu tersesat ke jalan hidup yang tidak aman, tidak nyaman, tidak sehat, tidak bugar, serta merusak kesehatan fisik dan mental. Integritas mengarahkan Anda pada kehidupan yang damai, tenang, makmur, sejahtera, bahagia, sehat, bugar, dan positif di sepanjang hidup yang singkat ini.

Memiliki sikap integritas seperti memiliki kekuatan yang sangat tangguh untuk menjalani kehidupan dengan kepatuhan yang sangat tinggi terhadap nilai-nilai moral, etika, etiket, dan nilai-nilai kehidupan kerja secara profesional. Integritas menguatkan gaya hidup seseorang dengan sikap moral yang sesuai dengan nilai-nilai moral agama, moral kerja, moral budaya, dan moral kehidupan sosial. Integritas membangun kebiasaan-kebiasaan positif dan produktif dari dalam diri untuk dijalankan dalam kehidupan sosial secara produktif.

Sikap integritas menjadikan seseorang mampu menjalani realitas hidup berfondasikan kebenaran dan kejujuran secara konsisten dalam disiplin diri yang tinggi. Semua tindakan dan pemikiran berdasarkan nilai-nilai positif, yang pada saat menjalankannya selalu dalam satu kesatuan keutuhan kebenaran dan kejujuran. Jadi, pemikiran dan tindakan sangat disiplin dalam satu arah dengan fondasi integritas yang hebat; serta tidak pernah ditentukan oleh keadaan, keyakinan, maupun kepercayaan. Juga, tidak takut kehilangan reputasi atau kepercayaan dari orang lain atas sikap jujur dan benar yang dijalankannya tersebut.

Sikap integritas yang benar tidak menjadikan seseorang kaku dalam pemikiran dan wawasan sempit, tetapi menjadikan dirinya berpengetahuan tinggi dan berwawasan sangat luas. Dia mampu berkomunikasi dan terhubung dengan semua karakter atau jenis perilaku yang bermacam-macam, tetapi tidak pernah terpengaruh oleh siapapun, dia selalu konsisten dalam disiplin untuk menjalankan kebenaran dan kejujuran secara akurat. Sikap integritas tidak menjadikan dirinya budak keadaan maupun budak dorongan nafsu, dia selalu mampu menjaga dirinya di jalan kebenaran dan kejujuran tanpa kehilangan dirinya sendiri di dalam realitas hidup.

Tantangan untuk hidup dengan integritas diri yang tinggi bukanlah perkara mudah. Ya, jalan menuju integritas tidaklah mudah, butuh kesabaran dan keberanian yang tidak boleh habis. Baik dan buruk adalah realitas kehidupan. Orang jujur dan orang tidak jujur sama-sama mencari panggung kehidupan. Tidak mungkin semua orang menjadi jujur di dalam kehidupan, tetapi hanya kejujuran dari integritas diri yang hebat yang mampu memberikan kebahagiaan dan keindahan hidup. Integritas pribadi adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di semua aspek kehidupan. Pastinya, godaan untuk mengabaikan integritas dan mengikuti jalan mudah yang ditawarkan oleh kekuatan tidak jujur selalu akan hadir untuk menguji kualitas integritas Anda. Bila Anda tergoda oleh kekuatan tidak jujur, maka Anda sedang menyiapkan masa depan yang akan menjebak Anda di dalam kesulitan dan penderitaan batin yang hebat. Jadi, pastikan,  Anda meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa hanya dengan integritas pribadi yang konsisten, Anda dapat memiliki kehidupan masa depan yang hebat.

Mengembangkan integritas pribadi yang berkualitas adalah pekerjaan seumur hidup. Mulailah dengan sikap rendah hati untuk mendengarkan, belajar, tumbuh, berubah, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mengembangkan kejujuran pribadi hanya bisa terjadi kalau Anda sudah benar-benar tunduk di jalan kehendak Tuhan. Biasanya; orang-orang yang sudah tunduk di jalan kehendak Tuhan, tidak pernah lagi menyalahkan orang lain, membuat alasan, menyalahkan situasi, atau berbohong untuk membenarkan keyakinan dan kepercayaan dirinya. Mereka selalu tampil jujur dan bertanggung jawab untuk hidup yang harus mereka jalani dengan rendah hati. Mereka selalu jujur kepada Tuhan dan diri sendiri, sehingga muncul kesadaran bahwa apapun yang terjadi di dalam kehidupan ini adalah karena kehendak Tuhan, tugas kita sebagai manusia adalah tetap konsisten dengan integritas pribadi yang hebat di semua situasi dan keadaan yang harus kita jalani.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi.com  atau www.djajendra-motivator.com

PRINSIP UTAMA DALAM BEKERJA ADALAH MEMILIKI ETIKA

“Manusia berintegritas tinggi bersumber dari etika.”~Djajendra

Etika sangat diperlukan untuk kehidupan kerja yang produktif dan untuk memberikan kepuasan kerja bagi semua orang. Etika berfungsi untuk mengharmoniskan setiap hubungan antara manusia dan menghindarkan titik konflik antara manusia. Etika menjadikan hubungan kerja dalam perilaku jujur, bertanggung jawab, bersikap baik, murah hati, saling menolong, tidak melanggar hukum, produktif, adil, dan penuh kasih sayang. Etika adalah prinsip dasar dalam semua aturan, peraturan, prosedur, kebijakan, dan kepemimpinan di tempat kerja. Batin karyawan yang tersentuh energi etika mampu menjalankan fungsi dan perannya di tempat kerja dengan adil, jujur, tulus, sepenuh hati, setia, dan fokus untuk menciptakan kinerja terbaik.

Manusia dengan integritas yang tinggi bersumber dari etika. Ketika manusia mengabaikan etika, maka dia menjadi energi perusak kesejahteraan dan keharmonisan bagi semua orang. Sebaliknya, ketika manusia patuh dan taat menjalankan etika, maka semua orang menjadi bagian yang menyenangkan kehidupan, sehingga kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dapat dirasakan bersama. Manusia yang etis adalah bagian penting dari etika kerja. Manusia yang etis mampu bekerja dengan etos terbaik dan menjadi kekuatan utama dalam pembentukan budaya kerja yang unggul.

Etika diperlukan dalam bentuk perilaku di setiap aspek kerja. Perilaku etis menciptakan keunggulan dan prestasi yang dapat dipertahankan untuk selamanya, sedangkan perilaku tidak etis menciptakan kerapuhan dan prestasi yang tidak dapat dipertahankan untuk selamanya. Jadi, praktik tidak etis sangatlah tidak menguntungkan bagi siapapun dalam jangka panjang. Mungkin saja, dalam jangka pendek, praktik atau perilaku tidak etis memberikan keuntungan bagi Anda. Tetapi, dalam jangka panjang, perilaku tidak etis tersebut akan menjadi sesuatu yang buruk dan menghancurkan semua yang sudah Anda bangun. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran yang terus-menerus untuk bisa melatih dan membiasakan diri sendiri agar taat dan patuh dengan etika. Jiwa, fisik, pikiran, dan emosi harus bersatupadu dalam satu komitmen yang kuat untuk menjalankan etika dengan sebenar-benarnya.

Semua nilai-nilai kehidupan kerja sebagai dasar pembentukan budaya kerja haruslah bersumber dari manusia etika. Etika haruslah dihasilkan dari kesadaran batin terdalam. Pertumbuhan kepribadian dan karakter kerja yang hebat haruslah bersumber dari etika. Etika harus dirawat dan ditingkatkan secara terus-menerus di tempat kerja. Menanamkan kesadaran kepada setiap insan perusahaan bahwa etika adalah sumber kebahagiaan, sumber kepuasan kerja, sumber keharmonisan, dan sumber pencapaian kinerja terbaik, haruslah menjadi bagian dari tugas utama manajemen.

Ketika etika menjadi budaya dan perilaku kerja yang kuat, maka saat itu karyawan mampu menjalankan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Pekerjaan menjadi ibadah untuk mendapatkan rezeki. Pekerjaan menjadi ibadah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup. Kesadaran bahwa pekerjaan adalah ibadah untuk mendapatkan rezeki menjadi pendorong bagi karyawan untuk bekerja dengan sepenuh hati dan penuh kualitas. Kepemimpinan dan manajemen perusahaan harus sepenuh hati dan totalitas dalam menciptakan budaya etis di tempat kerja. Tidak bisa hanya berharap dari kesadaran karyawan untuk memiliki perilaku etis. Manajemen haruslah mampu membangun sistem, lingkungan kerja, budaya, dan karakter kerja yang berdasarkan dari etika. Memberdayakan setiap insan perusahaan dalam energi etika mampu meningkatkan integritas dan akuntabilitas dalam budaya kerja.

Gaya hidup etis di tempat kerja mampu menurunkan stres dan memberdayakan potensi untuk pencapaian lebih tinggi. Hal ini juga akan mendorong karyawan untuk tidak sekedar mencari nafkah dari pekerjaannya, tetapi menjadikan pekerjaanya sebagai alat untuk kebahagiaan dan pertumbuhan potensi diri. Kita tahu, di semua profesi pasti dibuat kode etik, yang bertujuan untuk memberdayakan potensi terbaik di jalan integritas dan etos terbaik. Jadi, fungsi etika tidak sebatas untuk memahami apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, lebih dari itu, etika berfungsi untuk menciptakan kualitas pribadi yang hebat, untuk bisa menjalankan pekerjaan berkinerja tinggi di jalur integritas.

“Etika menciptakan jalur integritas yang membuat setiap orang termotivasi untuk bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGABAIKAN ETIKA MENYEBABKAN ORANG LAIN TERLUKA DAN MERUGI

“Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi, kode etik, kode moral, dan tata kelola yang terbaik.”~Djajendra

Seseorang yang beretika memiliki perbuatan baik untuk menghasilkan kesejahteraan dalam hidupnya. Etika adalah tuntunan untuk melakukan perbuatan mulia. Etika diwujudkan melalui pemikiran, perbuatan, ucapan, dan tindakan yang membawa kehidupan ke jalan kebenaran. Seseorang yang bertindak tanpa etika merupakan energi untuk perbuatan salah. Di mana, perbuatan salah ini akan berakumulasi untuk menciptakan kesalahan ke berbagai urusan lainnya. Kesadaran bahwa perilaku tidak etis dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain, haruslah menjadi pemahaman bersama di tempat kerja.

Nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas, tidaklah dapat dipisah-pisahkan, semuanya saling terkait erat dan tak terpisahkan. Nilai-nilai organisasi memiliki kekuatan untuk membentuk perilaku kerja sesuai budaya yang diinginkan oleh perusahaan. Etika di tempat kerja bersumber dari kode etik atau prinsip yang menjadi dasar untuk menentukan apa yang benar dan apa yang tidak benar. Etika sendiri bertujuan untuk menjaga kualitas integritas kerja, sehingga saat karyawan menghadapi situasi sulit dan penuh dilema, mereka tetap berperilaku sesuai kode etik yang diberikan perusahaan. Moralitas atau nilai-nilai moral dimaksudkan agar setiap individu karyawan mampu menemukan jati dirinya yang asli, sehingga mengenal diri sendiri secara baik untuk bisa memberikan kontribusi etis bagi perusahaan. Intinya, nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membentuk budaya kerja dan budaya organisasi yang kuat.

Etika membantu karyawan untuk mengikuti kode etik dengan pengabdian yang tulus di semua proses kerja. Ini juga mempersiapkan pola pikir untuk menerima apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang di sepanjang proses kerja hingga mencapai kinerja terbaik. Ini juga mengubah pemikiran, ucapan, perilaku, dan tindakan yang membentuk kebiasaan etis di lingkungan kerja, sehingga menjadi bagian yang penting untuk mengekspresikan budaya organisasi yang kuat. Perilaku etis adalah fondasi dari budaya kerja. Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi. Perilaku etis berarti menyelaraskan pemikiran dan perbuatan sesuai dengan standar etika di perusahaan. Perilaku etis berarti bekerja tanpa syarat untuk mempraktikkan tata kelola perusahaan yang terbaik.

Penampilan dari orang-orang beretika terlihat dari pemikirannya yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, selalu bijaksana, selalu menjaga kebenaran dari tata kelola, mengendalikan emosi, rendah hati, berani, adil, bersyukur, puas dengan perusahaan, menjaga ucapan yang benar, menjaga tindakan yang benar, bekerja keras dengan disiplin dan sangat tekun, mencari penghidupan di tempat kerja di jalan yang benar dan etis. Jadi, orang-orang beretika tidak pernah mau berurusan dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku negatif. Mereka selalu bertindak sesuai adab, sopan santun, kelakuan yang baik, tata krama yang luhur, dan kebenaran yang ditentukan di tempat kerja. Jadi, mereka tidak akan melanggar semua ketentuan dan kebijakan yang sudah disepakati secara bersama di tempat kerja mereka.

Internalisasi nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas mampu menciptakan langkah-langkah yang efektif untuk menuju pertumbuhan pribadi yang hebat dan pembentukan karakter kerja yang diandalkan. Saat semuanya terinternalisasi dengan baik, saat itu terbentuk kesadaran untuk bertanggung jawab atas semua tindakan dan membuang egoisme untuk menumbuhkan kolaborasi agar bisa mencapai kinerja tertinggi. Setiap karyawan wajib hadir untuk memberikan kontribusi bagi penguatan etika di tempat kerja. Setiap karyawan wajib memimpin dirinya sendiri untuk kehidupan kerja yang etis. Kehidupan kerja yang tidak etis menciptakan kesalahan yang menjadi penyebab utama rasa takut di tempat kerja. Orang-orang yang lalai menjalankan etika di sepanjang proses kerjanya, hidupnya selalu ketakutan dan kehilangan ketenangan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS KERJA: MEMULIAKAN DAN MENGHORMATI PEKERJAAN ANDA

“Etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat.”~Djajendra

Bekerja yang baik itu datang dari hati yang luhur untuk mencapai tujuan dan visi. Memuliakan pekerjaan dan menghormati apa yang sedang Anda kerjakan adalah jalan untuk mencapai hasil terbaik. Memandang dan menganggap pekerjaan Anda sebagai hadiah terbaik dari Tuhan, akan membuat Anda bekerja tanpa pamrih dengan sepenuh hati. Rasakan panggilan hati untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan totalitas dan penuh kualitas terbaik. Miliki tanggung jawab, disiplin, rasa cinta, dan kejujuran dalam setiap proses kerja. Jadilah diri sendiri yang totalitas untuk menerima dan melakukan pekerjaan Anda dengan penuh semangat.

Sangatlah tidak etis mengungkapkan ketidakmampuan Anda untuk melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati. Dalam kondisi dan situasi tersulit pun, Anda harus percaya diri dan berani untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan tanpa pamrih. Resiko dan rintangan haruslah menjadi bagian dari tanggung jawab Anda untuk dilewati dengan solusi yang tepat. Integritas dan akuntabilitas haruslah menjadi senjata batin Anda saat pekerjaan mendapatkan tantangan. Fokuskan energi dan perhatian Anda hanya untuk melakukan apa yang diminta dari Anda pada momen itu. Anda tidak boleh bekerja dengan beban dan rasa khawatir dengan tindakan Anda. Kerjakan saja pekerjaan Anda sesuai aturan dan SOP dengan suasana hati yang selalu gembira dan penuh sukacita.

Hak seorang profesional adalah melakukan tugas dan mengambil tanggung jawab penuh atas pekerjaannya, serta tidak menuntut atau berharap pujian atas hasil tindakan. Dalam hal ini, hati yang ikhlas dan tanpa pamrih sangat diperlukan, agar Anda tidak menjadikan pekerjaan hanya untuk memuaskan egoisme Anda. Intinya, Anda tidak boleh terikat dengan ambisi, nafsu, dan egoisme dalam menjalankan pekerjaan Anda. Anda harus menjadi orang bebas yang selalu menggunakan energi kreatif untuk menemukan berbagai solusi terbaik, sehingga semua resiko dan rintangan dapat Anda atasi dengan cara kerja yang profesional.

Proses kerja selalu menghadapi begitu banyak perubahan dan ketidakpastian, disinilah Anda harus memiliki ketenangan dan kepercayaan diri untuk mengatasinya. Jangan pernah memiliki kebiasaan mengeluh atau melihat kekurangan dari situasi yang Anda hadapi. Miliki pola pikir positif dan optimis untuk bisa bekerja dengan sepenuh hati dalam setiap situasi yang penuh ketidakpastian. Miliki tekad dan niat yang kuat, untuk melakukan tugas Anda dengan sungguh-sungguh, dan tidak pernah berhenti sebelum mencapai hasil terbaik. Tidak pernah mengkhawatirkan tentang pilihan cara kerja Anda tersebut. Jangan pernah membiarkan pikiran Anda lari ke sana dan ke sini, tanpa arah yang jelas. Kendalikan pikiran dan disiplinkan pikiran untuk fokus pada momen sekarang, untuk bisa menghasilkan tindakan terbaik di momen sekarang, sehingga Anda bisa menghasilkan pekerjaan yang hebat dan berkualitas tinggi.

Satu-satunya kemampuan mutlak yang ada dalam kuasa Anda di tempat kerja, adalah kesediaan Anda untuk memberikan yang terbaik melalui etos kerja Anda. Jadi, di tempat kerja, jangan terlalu memikirkan tentang sikap dan perilaku orang lain, jangan terlalu banyak memikirkan tentang etos kerja orang lain. Anda hanya mempunyai satu pilihan, yaitu: memberikan yang terbaik dari dalam hati Anda untuk hasil kerja terbaik. Oleh karena itu, miliki pola pikir bahwa kehadiran Anda ke tempat kerja adalah untuk memberikan yang terbaik dari kualitas integritas dan akuntabilitas tertinggi. Anda tidak boleh memiliki pola pikir dan niat untuk meminta ataupun memiliki sesuatu dari pekerjaan Anda. Etos kerja terbaik dihasilkan dari niat dan pola pikir untuk memberi dan melayani tanpa pamrih. Bila Anda pamrih dan berharap sesuatu, dan yang Anda harapkan itu tidak didapatkan, maka Anda akan menjadi marah dan malas. Jelas, orang yang marah dan malas tidak pernah memiliki etos kerja terbaik, mereka hanya menjadi energi perusak di setiap proses kerja.

Orang-orang dengan etos kerja yang hebat tidak pernah bekerja untuk hadiah atau gaji sesuai harapan. Mereka bekerja karena sangat mencintai dan menyukai pekerjaan yang dilakukan. Mereka sangat fokus dan antusias untuk terlibat dengan sepenuh hati di setiap momen proses kerja. Mereka tidak memiliki mind set ‘worth it (worthed) dalam melakukan sesuatu. Artinya, mereka tidak pernah menganggap layak atau patut untuk menerima sesuatu yang lebih besar dari pekerjaan yang mereka lakukan. Jadi, etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat. Kalau mental worth it selalu memiliki syarat dari egoismenya. Intinya, etos kerja terbaik dihasilkan dari diri yang bebas dan mandiri untuk melakukan pekerjaan terbaik di setiap momen. Biasanya, orang-orang dengan etos kerja terbaik percaya pada filosofi tabur-tuai. Hal ini, membuat mereka fokus sepenuhnya untuk memberikan dan melayani dengan cara terbaik. Mereka percaya bahwa apa yang ditabur akan dituai, sehingga tidak pernah khawatir atau takut dengan masa depannya. Kabar baiknya, siapa pun yang memiliki etos kerja terbaik, pasti memiliki kehidupan materi dan spiritual yang sangat kaya.

Anda tidak perlu menunggu perintah dan menunggu motivasi dari orang lain untuk melakukan pekerjaan Anda dengan hebat. Anda tidak perlu membungkuk dan minta dikasihani untuk kesuksesan Anda. Ingat, tidak seorang pun yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda, hanya Anda sendirilah yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda melalui etos Anda yang hebat. Ukuran sukses Anda ada di dalam etos kerja Anda yang hebat, bukan karena pemberian dari orang lain. Orang lain hanya akan memberikan yang terbaik untuk Anda, kalau Anda memiliki etos kerja yang luar biasa. Oleh karena itu, bila Anda ingin karir dan prestasi Anda hebat, maka satu-satunya jalan adalah dengan memiliki etos kerja terbaik. Ketika pekerjaan Anda dihasilkan dari ketulusan dan usaha sepenuh hati, maka pekerjaan Anda akan berbicara sendiri melalui kualitas dan kehebatannya. Anda cukup berlatih terus-menerus untuk rendah hati dan melayani dengan sepenuh hati, pekerjaan Anda pasti mengundang pujian dan kekaguman orang lain.

Sumber etos kerja terbaik berasal dari jiwa spiritual. Kesadaran untuk memberikan yang terbaik dan menyerahkan imbalannya kepada kehendak Tuhan, adalah jalan untuk melakukan pekerjaan dengan tanpa beban dan dengan perasaan merdeka. Keyakinan bahwa rejeki bersumber dari Tuhan adalah fondasi untuk membangun etos kerja terbaik. Jadi, orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak mengikatkan dirinya dalam batas imbalan, mereka bebas dan hanya menikmati pekerjaan dengan melupakan arti materi yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Rasa syukur dan terima kasih kepada kebaikan Tuhan selalu menjadi energi positif untuk bekerja dengan etos terbaik. Dengan doa dan rasa syukur, orang-orang beretos kerja terbaik selalu fokus untuk melakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, dan tidak terlalu peduli atau mengurusi apa yang diterima dari hasil terbaik itu. Niat mereka bekerja adalah melakukan yang terbaik melalui integritas dan akuntabilitas diri yang terpuji.

Orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak menunggu pujian dan sanjungan dari manapun. Mereka bekerja karena panggilan hati dari kesadaran tertinggi untuk melakukan yang terbaik. Sanjungan ketika sukses, cacian ketika gagal, tidaklah menjadi bagian hidup dari orang-orang beretos kerja terbaik. Mereka mengoptimalkan semua potensi terbaik dari diri sendiri dan tidak pernah menampilkan perilaku imitasi. Mereka selalu tampil asli dan terus-menerus belajar untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Mereka memiliki iman yang begitu suci dan tunduk dalam rasa cinta kepada Tuhan, sehingga memiliki perilaku kerja yang konsisten di jalan spiritual. Orang-orang dengan etos kerja terbaik selalu menjaga hati dan kata-kata di dalam energi positif. Ucapan selalu positif, niat selalu baik, pikiran selalu positif, perilaku selalu optimis dan positif, kerja keras selalu mengikuti aturan dan etika, serta selalu menjaga hati agar ikhlas dan tulus dalam melakukan pekerjaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS BERARTI SATU DENGAN HATI YANG MURNI

“Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni.”~Djajendra

Kita semua hidup untuk sementara, tidak seorang manusia pun yang dilahirkan untuk hidup permanen, tidak seorang pun diciptakan untuk sebuah keterikatan dengan dunia material. Kita hidup untuk menemukan diri sejati kita, kemudian menjadikan diri sejati sebagai cahaya untuk menerangi kehidupan yang kita jalani. Dan, diri sejati baru bisa ditemukan bila di dalam diri ada kualitas integritas yang menguat dan tumbuh dengan sempurna. Kualitas integritas inilah yang menjadi akar pembentukan karakter diri yang hebat dan unggul. Tanpa integritas, Anda tidak mungkin bisa memiliki karakter yang hebat untuk mendukung perjalanan hidup Anda.

Integritas adalah fondasi bangunan moral dan spiritual yang menjadikan hidup Anda aman dan damai. Integritas menjadikan hidup Anda stabil dan tidak mungkin kacau saat mendapatkan tekanan dan kesulitan. Integritas menjadikan Anda tidak mungkin bisa hancur dan jatuh dalam kekacauan moral ataupun dalam ketidakpastian hidup. Integritas menjadikan Anda selalu konsisten untuk hidup dengan jati diri Anda yang murni dan jujur. Anda pun tidak bisa disuap atau dirusak moral Anda melalui godaan yang melanggar kode nilai-nilai moral. Integritas yang kuat membuat Anda mampu tampil secara profesional, tidak tercela, ikhlas, jujur, utuh, tulus, sempurna, rendah hati, holistik, tidak menilai, tidak menghakimi, dan kuat dengan prinsip hidup di dalam kejujuran moralitas. Integritas menjadikan Anda tidak lagi melekat atau terikat kepada hasrat yang tak terpuaskan. Dan juga, tidak lagi menjadi korban dari nafsu serakah. Anda mampu bekerja dengan tanggung jawab untuk mewujudkan kualitas yang terpercaya dan penuh kejujuran.

Integritas harus dilengkapi dengan pengetahuan yang menerangi jiwa dan mampu memerangi godaan hidup yang tak terhitung jumlahnya. Kesadaran untuk melayani setiap situasi hidup dengan energi keilahian akan menumbuhkan integritas dari dalam diri sendiri. Jadi, walaupun sudah menjalankan ibadah dengan taat, tetapi bila hati merasa paling benar, maka kesombongan akan menguasai akal pikiran, dan integritas di dalam diri pun akan hilang. Kesombongan menguatkan setiap saraf ego untuk menganggap persepsi dan logika berpikirnya yang paling benar, sehingga keangkuhan diri akan menempati semua keputusan yang diambil. Persepsi dan logika berpikir yang mengutamakan keinginan adalah akar dari melemahnya integritas di dalam diri. Diperlukan sikap rendah hati yang tunduk pada nilai-nilai moral agar kualitas integritas di dalam diri mampu menerapkan kebijaksanaan saat menerima godaan. Dan, inilah yang membuat diri menjadi tak terkalahkan oleh godaan negatif. Kualitas integritas di dalam diri meniadakan konflik batin dan peperangan untuk memilih yang etis dan tidak etis. Ketika di dalam diri tidak ada integritas, maka konflik batin dan konflik kepentingan menjadi tak terelakkan.

Ciri dari orang yang tidak memiliki integritas adalah selalu mencari dukungan sumber daya dari kekuatan di luar dirinya. Mereka tidak pernah sadar bahwa suatu hari diri sendiri akan berakhir. Kekayaan, jabatan, ketenaran, kehebatan, kekuasaan, persepsi, logika berpikir, akan lenyap dan dilupakan orang. Hanya kebaikan dan kebijaksaan hidup yang selalu menjadi inspirasi bagi kehidupan selanjutnya. Keserakahan dan kemenangan dengan merugikan orang lain akan memudar dan diingat sebagai sesuatu yang tercela dan tidak boleh diulang. Mereka tidak tumbuh dari kemurnian jati diri. Mereka tidak yakin bahwa Tuhan sudah memberikan segala kebutuhan dan keinginan di dalam diri masing-masing orang. Mereka terdorong untuk mendapatkan kekuatan dari sumber materi di luar dirinya, bukan sumber spiritual dari dalam dirinya. Sedangkan, ciri orang berintegritas tinggi adalah hidup dari kemurnian jati diri, serta selalu merasa bersyukur dan diberkati oleh sumber dari dalam diri, dan merasa mendapatkan nasihat dari Tuhan yang diyakini sebagai pelindung hidupnya. Orang dengan integritas tinggi merasa penting untuk menjalani hidup berintegritas. Apa pun masalah yang muncul dalam hidup, mereka tetap konsisten memilih jalan hidup dengan integritas yang tinggi. Mereka yakin bahwa hidup tidak terjadi secara kebetulan ataupun melalui ambisi dan nafsu egois. Mereka percaya untuk menjalani hidup harus berfokus pada sumber integritas di dalam diri, sumber integritas yang tak terkalahkan oleh realitas tidak etis di luar diri.

Hidup terjadi dari dalam diri, bukan dari luar diri. Bila pikiran dilatih di jalan integritas, maka apa pun yang terjadi di dunia luar, Anda tetap bisa menjadi diri yang murni dari diri sejati Anda. Kualitas integritas di dalam diri menjadikan pemikiran suara hati Anda bersatu dengan hati yang murni dan suci. Anda mampu menunjukkan perilaku yang menyatu antara pikiran, jiwa, sifat, fisik, emosi. Pikiran Anda tidak akan tersebar atau terpencar oleh keinginan egois, tetapi tunduk kepada Tuhan melalui nilai-nilai moralitas. Anda tidak akan gelisah memikirkan masa depan, tetapi bersyukur dan menjalankan momen sekarang dengan kejujuran dan tanggung jawab.

Jiwa yang kaya integritas hidupnya terfokus pada rasa syukur dan merasa telah menemukan semua kebutuhan dalam pekerjaan yang dilakukan. Rasa syukur menjadi titik kekuatan di balik kerja keras dan tindakan sepenuh hati untuk melayani pekerjaan. Jadi, fisik menjadi satu dengan hati yang murni di dalam rasa syukur dan keberlimpahan. Integritas menunjukkan perilaku kerja dengan kemuliaan hati melalui kemurahan hati untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik, ini diberikan tanpa pamrih terhadap siapapun dan tidak membeda-bedakan orang. Intinya, sifat utama dari orang berintegritas tinggi adalah selalu memberi lebih daripada mengambil lebih, serta menjaga diri dengan rasa syukur atas realitas hidupnya.

Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni. Pekerjaan yang dilakukan dari hati yang murni menciptakan kualitas yang luar biasa ajaib. Integritas mampu mentransformasikan kualitas pekerjaan menjadi realitas penciptaan yang ajaib. Jadi, Anda harus menjaga dan mengalihkan pikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas. Tingkatkan kualitas kecerdasan emosional Anda, kemudian miliki mental yang kuat dan tak pernah menyerah untuk menjaga integritas di dalam kemurniaan hati nurani Anda. Jangan membiarkan pikiran dikendalikan oleh pengaruh dari sumber moralitas rendah. Jangan membiarkan pikiran gelisah dan membuat hidup Anda resah oleh berbagai realitas yang meniadakan integritas.

Realitas hidup terus – menerus bergerak melalui energi negatif dan positif. Anda tidak bisa memaksa atau berharap semua orang terhubung dengan Anda melalui integritas yang tinggi. Pada dasarnya, semua orang tahu bahwa integritas adalah akar untuk membentuk karakter diri yang unggul dan hebat, tetapi orang-orang lebih memilih menjadi budak kehidupan daripada menjadi majikan kehidupan. Jadi, Anda harus memiliki kewaspadaan dan ketabahan saat menghadapi orang-orang dari sumber moralitas yang rendah. Jangan kehilangan pegangan yang kuat dari kemurniaan integritas diri Anda. Pusatkan perhatian pada setiap situasi dan andalkan integritas Anda untuk mematuhi aturan dan nilai-nilai etika yang disepakati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BILA NIAT KITA SAMA DENGAN KEHENDAK TUHAN, MAKA KEAJAIBAN DAPAT DIHASILKAN

“Niat hidup dalam pemikiran dan perasaan batin; niat tidak bersuara, tidak terlihat, dan bisa disembunyikan. Tidak mudah bagi orang lain untuk memahami niat seseorang. Hanya Tuhan yang mengetahui niat seseorang.”~Djajendra

Segala sesuatu berawal dari niat. Niat baik menghasilkan hal-hal baik bagi kehidupan, niat buruk menghasilkan hal-hal buruk bagi kehidupan. Niat bersumber dari karakter asli seseorang. Untuk memahami karakter seseorang, kita bisa mendalaminya dari niat orang tersebut. Bila niatnya selalu baik dan konsisten, maka karakter asli orang tersebut sama seperti niatnya itu. Dan sebaliknya, bila niatnya selalu tidak baik dan konsisten tidak baiknya, maka karakter asli orang tersebut sama seperti niatnya itu. Jadi, niat adalah komponen penting dalam membangun karakter unggul.

Niat adalah kekuatan dari dalam diri untuk menjalankan kehidupan yang diinginkan. Niat tidak bersuara, tidak terlihat, dan bisa disembunyikan. Niat hidup dalam pemikiran dan perasaan batin seseorang, sehingga tidak mudah bagi orang lain untuk memahami niat seseorang, tetapi tidak seorang pun yang bisa lolos dari pengawasan Tuhan. Jadi, walaupun niat buruk dibungkus dalam penampilan yang membohongi semua orang, tetapi niat buruk tersebut pasti mendapatkan hukuman dari Tuhan.

Setiap orang berhak memiliki keinginan yang bersumber dari niat, tetapi jalan hidup ditentukan oleh kehendak Tuhan. Jadi, belum tentu niat dan keinginan kita itu menjadi bagian dari tujuan hidup kita. Tuhanlah yang mengetahui tujuan hidup di depan kita. Oleh karena itu, walaupun kita memiliki niat dan keinginan yang sangat kuat, tetapi apa yang Tuhan berikan kepada kita itulah jalan hidup kita, kita harus tunduk dan menerima semua kehendak Tuhan, lalu melewatinya agar kita bisa mengetahui tujuan hidup kita yang sesungguhnya.

Peliharalah niat baik untuk menyelesaikan setiap momen dari kehidupan yang Anda jalani. Ketika sedang melewati kegelapan, hidupkan obor cahaya dari dalam diri sebagai petunjuk arah untuk keluar dari kegelapan. Ketika sedang melewati terang, hidupkan kesadaran diri untuk tetap rendah hati di dalam niat baik. Sadari dan saksikan semua momen kehidupan tanpa terpengaruh olehnya.

Niat kita mendorong diri kita untuk membuat tindakan pencapaian. Jadi, niat itu adalah energi yang sangat kuat di dalam diri yang terekspresi dalam wujud keinginan. Niat adalah energi dari dalam batin yang mengalir melampaui batas kehidupan. Tetapi, kembali, apapun niat kita, haruslah disesuaikan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak boleh ngotot atau berambisi secara berlebihan dengan niat kita, saat kehendak Tuhan berbicara lain, kita harus terlebih dahulu fokus untuk menyelesaikan kehendak Tuhan.

Ketika niat kita sangat kuat, maka kita termotivasi dan bekerja lebih keras untuk mencapai apa yang kita niatkan tersebut. Wujud niat adalah energi tak terlihat yang mengalir di dalam tindakan. Niat menarik segala yang kita butuhkan untuk mengalami hidup dengan cara baru. Bila niat kita sama dengan kehendak Tuhan, maka keajaiban dapat kita hasilkan. Niat baik kita yang direstui Tuhan menjadi keajaiban yang membawa kelimpahan dan kemakmuran.

Kadang-kadang, niat baik kita juga harus melewati ujian. Jadi, dalam kehidupan, ujian dulu, baru kita belajar dari ujian tersebut. Hal ini, tentu saja berbeda dengan sekolah, di sekolah kita belajar dulu baru ujian. Dalam sekolah kehidupan, kita diuji dulu, barulah kita belajar dari ujian kehidupan yang kita dapatkan. Jadi, walau sebaik apapun niat tersebut dan sejujur apapun diri tersebut, tetaplah harus melewati ujian kehidupan. Biasanya, ujian kehidupan datang dari sebab-akibat dari niat tersebut. Niat baik dari orang-orang jujur, walaupun harus melewati ujian kehidupan, pasti mendapatkan bantuan dan perlindungan dari Tuhan.

Tuhan selalu bersama orang-orang yang hidup dengan niat baik dan perilaku jujur. Hidup setiap orang pasti sesuai rencana penciptaan Tuhan. Jadi, apapun niat kita, tidaklah boleh mengabaikan tanda-tanda dari Tuhan melalui berbagai peristiwa yang hadir di dalam kehidupan kita. Perbanyak doa, perbanyak kerja keras, tingkatkan disiplin, fokuskan perhatian untuk penyelesaian, dan terimalah apapun hasil akhirnya dengan ikhlas.

Niat baik menciptakan moralitas yang tinggi. Niat buruk menciptakan moralitas yang rendah. Niat baik mendorong perilaku baik bagi pencapaian duniawi. Niat buruk mendorong perilaku buruk bagi pencapaian duniawi. Jadi, niat baik itu diperlukan untuk menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Niat tidak baik hanya menghasilkan kerusakan dan kerugian bagi kehidupan sosial.

Tidak ada kedamaian di dalam diri yang penuh dengan niat tidak baik. Jadi, walaupun seseorang berpura-pura baik, tetapi niat di dalam dirinya tidak baik, maka orang tersebut tidak mungkin bisa menemukan kedamaian dan keindahan di dalam hidupnya. Intinya, setiap niat buruk yang ditampilan dalam wujud kebaikan mungkin bisa membohongi banyak orang, tetapi tidak mungkin bisa membohongi diri sendiri. Niat tidak baik di dalam diri adalah energi negatif yang menguras semua kedamaian hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPRAKTIKKAN INTEGRITAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

“Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.”~Djajendra

Suatu hari, untuk melatih integritas muridnya, seorang guru menyerahkan masing-masing satu buah apel kepada empat orang muridnya. Lalu, si guru menyampaikan pesan bahwa mereka hanya boleh makan apel saat tidak ada yang memperhatikannya. Selanjutnya, kita lihat apa yang dilakukan oleh para murid tersebut: murid pertama bersembunyi di balik pohon dan makan apel tersebut. Murid pertama sangat yakin tidak ada yang melihatnya makan apel. Murid kedua mengunci dirinya di kamar mandi dan memakan buah apelnya. Dia yakin tidak ada seorang pun di kamar mandi tersebut kecuali dirinya. Murid ketiga mengunci kamarnya, masuk ke dalam kolong tempat tidur, dan bahkan memejamkan matanya sehingga dia sendiri pun tidak melihat bahwa dia memakan apel tersebut. Murid keempat tidak memakan apelnya. Keesokan harinya, guru bertanya tentang apel itu. Murid pertama, kedua, dan ketiga menceritakan dengan jujur tentang bagaimana cara mereka makan aple tersebut. Murid keempat menjawab bahwa dia tidak bisa makan apel karena Tuhan terus mengawasinya. Guru merasa senang dengan murid keempatnya yang ternyata mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam kehidupan yang penuh godaan ini ternyata integritas masih bisa dipraktikkan.” Kata gurunya kepada semua muridnya.

Integritas hanya dapat dipraktikkan ketika Anda sadar bahwa apa pun yang Anda lakukan, Tuhan pasti melihatnya. Integritas Anda berbicara tentang kebenaran Anda, bahkan ketika Anda tahu bahwa tidak seorang pun melihatnya, tetapi Anda sadar bahwa Tuhan sedang melihatnya. Hidup dengan integritas berarti jujur terhadap apa yang Anda mampu dan apa yang Anda tidak mampu. Perilaku dan sikap Anda harus selaras dengan karakter Anda yang asli, nilai moral, serta komunikasi yang jujur dan jelas terhadap apa yang orang lain inginkan dari Anda. Jadi, Anda tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain, Anda harus menampilkan diri Anda yang asli. Semua keputusan Anda haruslah berdasarkan apa yang Anda yakini, bukan apa yang orang lain percaya. Apa pun situasinya, Anda harus menjadi diri yang asli untuk melakukan semua hal secara benar dan sesuai hati nurani Anda yang tinggi kualitas moralitasnya.

Kualitas integritas menjadi semakin tinggi ketika dipraktikkan dengan sikap rendah hati dan bijaksana. Intinya, tidak perlu menghakimi orang lain atau menilai orang lain. Fokuskan semua energi dan waktu untuk bekerja dengan jujur sesuai karakter diri yang asli. Pahami keterbatasan diri sendiri dan terima realitas di luar diri, tanpa menilai ataupun menghakimi realitas tersebut. Sebagai contoh: cerita murid dengan buah apel, murid keempat sama sekali tidak menilai dan menghakimi murid-murid yang telah makan buah apel dengan caranya masing-masing. Murid keempat hanya fokus pada keyakinannya bahwa Tuhan selalu mengawasi dan melihat dirinya, sehingga dia tidak mungkin melanggar perintah gurunya tersebut. Dalam praktik integritas ada nilai-nilai moral dan spiritual yang begitu kuat, sehingga orang yang bertindak dengan integritas membawa kualitas diri yang tinggi dan unggul.

Kita tidak bisa berharap integritas dari setiap orang. Sebab, tidak semua orang memiliki karakter yang dilengkapi dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang baik. Ada kekuatan nyata dalam kehidupan sosial bahwa integritas yang ada tidak cukup untuk membawa kebaikan bagi kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, haruslah dengan tegas dibangun sistem dengan tata kelola yang memaksa setiap orang untuk patuh terhadap nilai-nilai moral di tempat kerja. Bila integritas di tempat kerja kuat, maka setiap insan perusahaan mampu bekerja dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang konsisten. Bila integritas di tempat kerja rendah, maka gosip dan ketidakdisiplinan akan merusak kepercayaan diri untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Praktik integritas dalam kehidupan sehari-hari menghilangkan rasa takut dan cemas. Setiap orang sudah menjalankan segala hal dengan jujur dan benar melalui dirinya yang asli. Orang-orang dengan integritas yang tinggi tidak tertarik untuk mencari ketenaran. Mereka hidup sukses dengan menjadi diri sendiri dan tanpa mengurusi urusan orang lain. Mereka tidak pernah mau menjanjikan hal-hal yang tidak pernah bisa mereka lakukan. Mereka fokus pada keterampilan dan pengetahuan yang dikuasai dengan benar.

Di tempat kerja, integritas adalah sebuah keharusan agar organisasi bisa bergerak cepat menuju tujuan. Bila integritas kurang, maka bangunan organisasi dan strukturalnya mudah runtuh oleh ketidakpastian ataupun oleh badai perusak. Orang-orang tanpa integritas mudah terombang-ambing dalam keraguan dan ketakutan. Orang-orang tanpa integritas mudah dihancurkan oleh tantangan dan badai kehidupan. Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.

Integritas menguatkan karakter dan menjadikan Anda bertindak sesuai janji, sesuai apa yang Anda pikirkan, sesuai dengan apa yang Anda katakan, dan sesuai dengan visi yang harus dituju. Karakter yang diciptakan dari integritas yang kuat memiliki kepercayaan dan rasa hormat atas apapun yang dikerjakan. Karakter yang tercipta dari integritas merupakan fondasi untuk menghasilkan reputasi yang dapat diandalkan dan dipertanggung jawabkan dalam semua situasi.

Integritas bukanlah tentang berani tampil beda sambil memamerkan kejujuran diri. Integritas adalah moralitas dan spiritualitas diri untuk melakukan segala sesuatu dengan benar. Jelas, dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang hebat untuk mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Pasti akan muncul berbagai tantangan dan halangan ketika Anda mempraktikkan integritas. Tetapi, moralitas dan spiritualitas Anda yang hebat mampu menyatu dalam integritas untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan. Artinya, di tempat kerja, Anda tidak akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang menurunkan moral kerja. Anda pasti fokus untuk melaksanakan tanggung jawab, menghindari gosip yang merusak, membangun kepercayaan diri, menghormati orang lain, dan tidak menyalahgunakan hak istimewa yang diberikan perusahaan kepada Anda.

Integritas menjadi berguna bila hidup dan berkembang dalam praktik. Integritas menjadi tidak berguna bila hanya hidup dan berkembang dalam pikiran ataupun keinginan. Jadi, integritas adalah sesuatu yang dihasilkan oleh perilaku untuk menciptakan proses yang taat tanggung jawab. Integritas diri terwujud dari kualitas diri yang taat dan patuh terhadap moralitas. Integritas diri menjadikan diri setia dan tidak pernah memberikan informasi rahasia perusahaan kepada pihak manapun. Integritas karyawan harus terintegrasi dengan budaya perusahaan, struktur organisasi, kepemimpinan, dan sistem.

Integritas diri bukan tentang orang lain. Ini semua tentang Anda. Kemampuan Anda untuk mendisiplinkan diri di dalam karakter yang moralitasnya tinggi, adalah kekuatan untuk mempraktikkan integritas. Integritas tidak memiliki rasa takut ataupun terlibat dalam politik kantor. Sebab, ketakutan dan politik kantor akan menutupi kemampuan Anda untuk terhubung dengan nilai-nilai integritas dan tujuan dari integritas. Rasa takut juga menghilangkan kemampuan Anda untuk berkarya sesuai karakter asli Anda. Jadi, rasa takut membuat Anda tidak menjadi diri sendiri dan pasti tidak mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Posted on

MENJALANKAN MORALITAS DI TEMPAT KERJA

“Moralitas di tempat kerja menyelamatkan tata kelola perusahaan dari kerusakan yang dibuat oleh perilaku tidak etis insan perusahaan.”~Djajendra

Moralitas dihasilkan dari karakter etis yang memberikan contoh atau perilaku yang baik di depan orang lain. Moralitas adalah bagian penting dari hubungan sosial. Moralitas bersumber dari kualitas diri yang kuat integritasnya, tanggung jawabnya, penghormatannya, dan selalu rendah hati dalam kehidupan sosial.

Di dalam perusahaan, biasanya dibuat standar moral atau kode moral dalam bentuk kode etik atau biasa di sebuat code of conduct. Kode etik ini tertulis secara formal dan terkait dengan berbagai aturan, standar, sistem, termasuk dengan etika bisnis. Kode etik atau kode moral dimaksud untuk menerangi proses kerja agar semua orang di tempat kerja mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Kode moral seperti obor yang menerangi jiwa dan jalan hidup di tempat kerja. Kode moral melindungi setiap karyawan agar tidak terjebak dalam keinginan egois pribadi ataupun kelompok. Kode moral menerangi jalan untuk menuju visi dengan kekuatan integritas yang kuat.

Setiap karyawan membutuhkan kode moral sebagai pengetahuan untuk mengendalikan diri terhadap hal-hal yang dilarang di tempat kerja. Moralitas di tempat kerja berstandar dari kode etik. Tanpa pengabdian dengan integritas, karyawan tidak akan memiliki kekuatan batin untuk menjalankan kode etik dengan ketaatan yang sempurna.

Moralitas individu sangat menentukan implementasi kode etik di perusahaan. Dalam hal ini, walaupun perusahaan sudah menginternalisasikan nilai-nilai moral kepada setiap karyawan, tetapi karakter asli karyawan tersebut menentukan moralitas di tempat kerja. Intinya, kesadaran dan integritas pribadi terhadap moralitas merupakan kunci sukses dalam menjalankan kode etik dan etika bisnis di tempat kerja.

Kode etik atau etika terlihat melalui moralitas. Moralitas itu sendiri berwujud sifat, sikap, dan perilaku. Moralitas seorang karyawan di tempat kerja berasal dari nilai-nilai etika yang sudah dia simpan di alam bawah sadarnya. Jadi, moralitas ini bersifat otomatis yang ditampilkan melalui sifat, sikap, dan perilaku sehari-hari di tempat kerja. Etika seseorang terlihat dari moralitasnya. Karyawan yang etis pasti memperlihatkan moralitas yang tinggi di tempat kerja. Sebaliknya, karyawan yang tidak etis pasti memperlihatkan moralitas yang rendah di tempat kerja.

Moralitas sangat diperlukan dalam hubungan kerja, dan biasanya menjadi bagian dari budaya organisasi. Kualitas moralitas di tempat kerja dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pengetahuan. Diperlukan pelatihan yang berkelanjutan agar moralitas yang kuat terbentuk dan membudaya di tempat kerja. Moralitas, kesadaran diri, disiplin diri, dan manajemen diri sangat diperlukan oleh setiap karyawan saat melayani pekerjaan di tempat kerja.

Moralitas adalah kunci sukses untuk terjadinya kerja sama, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di tempat kerja. Jelas, setiap orang di tempat kerja harus bisa berbagi fungsi dan peran agar pekerjaan besar menjadi lebih ringan. Saat moralitas tinggi, setiap karyawan dapat dengan bahagia dan gembira saling membantu agar tujuan dan pelayanan dapat terwujud sesuai harapan.

Nilai moral yang bersifat pribadi harus menyesuaikan diri dengan nilai moral yang dibuat oleh perusahaan. Jadi, nilai-nilai moral yang diutamakan dalam perusahaan haruslah menjadi sesuatu yang wajar bagi setiap karyawan. Bila karyawan diam-diam lebih mengutamakan nilai-nilai moral dari apa yang mereka yakini di luar keyakinan perusahaan, maka akan terjadi konflik yang berdampak pada hilangnya tujuan moralitas yang diharapkan oleh perusahaan.

Nilai-nilai perusahaan dan kode etik perusahaan bertujuan untuk tidak mengembangkan sudut pandang tentang apa yang benar dan apa yang salah dari persepsi masing-masing orang. Jadi, moralitas di tempat kerja tidak bersumber dari sudut pandang seseorang, tetapi bersumber dari kode etik dan aturan kerja yang dimiliki oleh perusahaan. Walaupun sifat moralitas itu relatif atau tidak mutlak, karena bisa bersumber sesuai keyakinan dan tradisi masing-masing kelompok. Tetapi, di tempat kerja, sumber moralitas haruslah satu, yaitu: dari kode etik tertulis yang ditetapkan oleh manajemen. Dan, ini harus menjadi kesepakatan dari setiap karyawan sejak mereka pertama kali masuk ke dalam perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com