ADA PEMENANG DI DALAM DIRI

ADA PEMENANG DI DALAM DIRI

“Diri Sejati Kita Sudah Juara Sejak Sebelum Memiliki Tubuh Dan Jangan Sampai Dikalahkan Oleh Ilusi Pikiran Saat Sudah Memiliki Tubuh.”~Djajendra

Aku bukan pikiran. Aku bukan tubuh. Aku adalah kehidupan. Aku adalah jiwa yang abadi. Jiwa yang abadi itu adalah pemenang sejati, pencapai sukses yang abadi. Jika kesadaran sudah dipahami dan dijadikan karakter dalam kehidupan sehari-hari, maka kekuatan dari dalam diri mampu menghilangkan semua hambatan dan tantangan di dalam proses hidup. Semua peristiwa yang menyebabkan naik turunnya kehidupan tidak akan membuat kita terluka. Kita yang sejati selalu tenang dan damai sambil mengawasi permainan ilusi dari pancaindra dan pikiran. Kita yang sejati selalu memperhatikan perubahan tubuh yang terjadi selama hidup dan merawatnya agar dapat digunakan lebih lama lagi.

Pemenang di dalam diri sudah membuktikan sejak proses dia mau menjadi manusia. Jika kita menyadari dan memiliki pengetahuan tentang proses menjadi manusia, maka kita sadar bahwa diri kita adalah seorang pemenang yang mampu mengungguli semua pesaing. Kita hadir ke dunia sebagai juara yang telah memenangkan perlombahan besar. Kelahiran kita adalah hadiah dari semesta atas keberhasilan untuk menjadi juara pertama. Diri sejati kita sudah juara sejak sebelum memiliki tubuh dan jangan sampai dikalahkan oleh ilusi pikiran saat sudah memiliki tubuh. Kita ada di dalam tubuh dan pikiran yang membuktikan keberadaan kita di dalam realitas sehari-hari. Sebagai pemenang kita harus menjaga energi kemenangan di sepanjang hidup. Mungkin saja usia tua datang untuk membuat tubuh dan pikiran tidak sekuat saat muda, tetapi kita yang ada di dalam tubuh dan pikiran tetap muda dan kuat dalam mental juara.

Tubuh dan pikiran dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan pada akhirnya lenyap dari dunia, walau kita adalah jiwa yang tidak pernah mati. Kita yang tidak pernah tua, tidak pernah mati, dan selalu juara satu adalah yang harus ditemukan oleh pancaindera melalui kesadaran. Mungkin sekarang tubuh kita sedang berjalan, pikiran sedang berpikir, pendengaran sedang mendengar, penglihatan sedang melihat, perasaan sedang merasa. Tetapi, kita harus yakin melalui kesadaran bahwa ada seorang juara di dalam semua yang sedang kita alami. Seorang juara di dalam tubuh dan pikiran yang mengalami semua sensasi dari pancaindera tersebut selalu stabil, kuat, tenang, hebat, dan pemenang. Seorang pemenang di dalam diri kita tidak pernah terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa dari luar diri. Apa pun kondisi dari luar diri yang mempengaruhi pikiran, tubuh, dan pancaindera, tidak akan mampu mengguncang ketenangan dan kestabilan dia yang di dalam.

Kita di dalam tubuh adalah ketenangan abadi yang tidak mengenal pujian dan hinaan, tidak mengenal keuntungan dan kerugian, tidak mengenal dualitas kehidupan. Dia adalah ketenangan yang dihasilkan dari kemenangan sebelum memiliki tubuh. Dia tidak pernah tidur dan selalu hidup tenang di dalam kesadaran. Pada saat tubuh dan pikiran hilang dalam tidur, dia yang di dalam tetap tenang dalam posisi terjaga dan siap membangunkan kita untuk melayani kehidupan. Dia yang di dalam tidak lain adalah energi kehidupan yang siap membantu tubuh, pikiran, pancaindera, intuisi, dan perasaan untuk mengalami kesuksesan di setiap apa pun yang dikerjakan dengan sepenuh hati. Pada saat tubuh dan pikiran menderita, dia yang di dalam harus ditemukan melalui kesadaran agar penderitaan itu hilang dengan sendirinya. Dia yang di dalam diri adalah fondasi keberadaan kita di dalam dunia dualitas. Jika kita tidak pernah sadar untuk menemukan dia yang di dalam, maka keberadaan tubuh dan pikiran di dunia dualitas ini akan menderita tanpa bisa memahami penyebab penderitaan itu.

Ada pemenang di dalam diri dan dia adalah jiwa, dia adalah energi kehidupan yang mampu menembus alam semesta secara keseluruhan. Kita dalam wujud jiwa mampu berkomunikasi dengan semua kekuatan semesta. Tidak ada tempat di mana jiwa tidak hadir untuk mengisi kehidupan melalui aktivitas untuk memperkaya kehidupan di alam semesta. Keberadaan semua jiwa di alam semesta ini untuk menciptakan maha karya dan membangun peradaban melalui mental juara. Semua jiwa dihadirkan di alam semesta ini adalah para pemenang dan juara yang dipercaya mampu memberikan prestasi dan energi sukses kepada kehidupan. Seluruh alam semesta bergerak atas dasar jiwa untuk menciptakan kesejahteraan, ketenangan, keindahan, dan kedamaian. Jiwa itu sendiri adalah energi keberhasilan yang membantu tubuh dan pikiran untuk melakukan semua pekerjaan. Jika tubuh dan pikiran tersesat di dalam nafsu keserakahan dan kebodohan, maka itu berarti jiwa mengalami kekalahan di dalam kehidupan ini. Jiwa yang disesatkan oleh tubuh, pikiran, intuisi, pancaindera adalah jiwa yang gagal untuk melayani kehendak semesta. Jiwa yang awalnya hadir sebagai pemenang karena disesatkan oleh nafsu akan pulang sebagai pecundang.

Djajendra, 24082025

djajendra2024@gmail.com

Discover more from MOTIVASI DJAJENDRA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading