ORANG TERDEKAT DAN ORANG DEKAT DALAM HUBUNGAN KEPEMIMPINAN

DSCN9113

ORANG TERDEKAT DAN ORANG DEKAT DALAM HUBUNGAN KEPEMIMPINAN

“Pemimpin lahir atau diciptakan untuk mencapai keunggulan dari tujuan yang diperjuangkan. Bila orang-orang terdekat menjadi pintar dalam mempekerjakan orang-orang profesional, untuk menjaga reputasi dan kredibilitas pemimpin, maka pemimpin selalu akan tampil konsisten dengan berbagai keunggulan.” ~ Djajendra

Pemimpin dan pengikut selalu hidup dalam dinamika hubungan yang unik. Seorang pemimpin memiliki pengikut yang sangat dipercaya dan yang kurang dipercaya. Pengikut yang dipercaya mendapatkan perlakukan dan perhatian lebih, sedangkan pengikut yang kurang dipercaya  dianggap sebagai bukan orang-orang terdekat.

Dalam realitas, kebanyakan pemimpin hanya memiliki orang-orang terdekat dalam jumlah satu atau dua orang, dan selebihnya selalu menggambarkan hubungan antara pemimpin-pengikut yang bersifat tidak pribadi, tapi bersifat transaksional. Artinya, di luar satu atau dua orang tersebut, selebihnya merupakan orang-orang yang terhubung dengan pemimpin oleh kepentingan transaksional, ideologi, keyakinan, dan kebutuhan.  

Karena orang-orang terdekat jumlahnya sangat kecil, maka pengikut yang lainnya dapat menjadi orang dekat ataupun orang tidak dekat. Perilaku pemimpin bertujuan untuk mempengaruhi dan membangun kekuatan, agar memiliki kemampuan dalam mencapai target dan keinginan dari hal-hal yang dipimpin.

Pemimpin bekerja dengan dukungan sebuah Tim inti. Dan Tim inti ini biasanya bertugas membangun identitas sosial dengan rincian tugas-tugas yang terbagi dalam berbagai kepentingan ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Di dalam Tim inti ini juga tidak semua orang di dalamnya secara otomatis menjadi orang terdekat, tapi pasti menjadi orang dekat. Tim inti selalu memiliki misi untuk mempengaruhi persepsi pengikut terhadap pemimpin.  Mereka selalu cerdas mengekspos kerangka berpikir dari pemimpin, dan menciptakan persepsi posistif dari kerangka berpikir tersebut.

Tim inti berkemampuan untuk membangun deskripsi positif dari pemimpin yang mereka kelola. Kemampuan untuk menciptakan karakter, dan menjelaskan karakteristik dari pemimpin mereka dengan masuk ke dalam emosional pengikut lainnya, serta menciptakan pengaruh untuk patuh dan terikat di dalam kepemimpinan yang mereka ciptakan tersebut. Tim inti juga dengan cerdas menjauhkan sifat kasar, tirani,  marah, dan yang bisa menciptakan permusuhan dari karakteristik pemimpin mereka di depan publik.

Tim inti akan membangun kepemimpinan yang bertugas untuk mewujudkan tujuan organisasi. Setiap orang akan diberikan kesadaran dan pencerahan, untuk tidak melanggar semua kepentingan sah dari organisasi, dan juga tidak merusak atau menyabotase tujuan organisasi dengan alasan apapun. Bila ada yang merusak atau menyabotase tujuan organisasi, maka dia dipastikan akan disingkirkan dari organisasi.

Pemimpin dengan kekuasaannya sangat berpotensi menggunakan kekuatan mental atau fisik terhadap orang-orang yang berada dalam posisi lemah. Tetapi, terhadap orang-orang yang berada dalam posisi kuat, maka pemimpin bersama timnya akan sangat berhati-hati untuk bertindak kasar.

Orang-orang terdekat pemimpin selalu memainkan peran sebagai perisai pelindung pemimpin, atau tidak jarang siap pasang badan untuk melindungi pemimpin. Mereka mampu bekerja untuk membelah pemimpin dari kritikan, tuntutan, penghinaan,  intimidasi, ataupun ejekan dari kekuatan lain.  Kecerdasan sosial dalam konsistensi yang menjaga pemimpin dari kerusakan abadi, akan membuat kepemimpinan selalu solid di internal, dan keluar dengan solusi yang tepat untuk setiap tantangan.

Pemimpin adalah manusia yang selalu memiliki ketidaksempurnaan di dalam sikap dan perilaku. Tetapi, karena sedang menjadi pemimpin dengan banyak pengikut, maka pemimpin harus diperlihatkan sebagai sosok yang paling sempurna, agar semakin banyak pengikut yang dapat dipengaruhi untuk menjadi pendukung si pemimpin. Dalam hal ini, tim inti biasanya dapat membentuk tim sukses, untuk membangun citra dan persepsi positif tentang pemimpin mereka dihadapan publik yang lebih luas.

Orang terdekat dan orang dekat dalam hubungan kepemimpinan merupakan sebuah realitas yang menjadi kebutuhan di dalam sebuah kepemimpinan. Semakin seorang pemimpin mampu menguasai diri, dan berperilaku untuk mempengaruhi pengikut dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan, maka kepemimpinan akan semakin efektif dalam menjawab semua tantangan dan kebutuhan.

Orang-orang terdekat selalu menjadi energi dari pemimpin. Kesetiaan dan kerja keras orang-orang terdekat dalam menciptakan pemimpin yang kuat, akan mempengaruhi orang-orang lain untuk menjadi pengikut pemimpin. Fleksibilitas untuk beradaptasi dengan ide-ide baru, informasi, atau perubahan, akan menjadikan kepemimpinan selalu mampu melewati tantangan, dan cerdas mengembangkan organisasi dengan kekuatan kontrol diri yang menularkan pengaruh untuk merekrut pengikut-pengikut baru.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com