GCG – TATA KELOLA PERUSAHAAN UNTUK MENJAGA INVESTASI PEMEGANG SAHAM MINORITAS

GCG – TATA KELOLA PERUSAHAAN UNTUK MENJAGA INVESTASI PEMEGANG SAHAM MINORITAS

“Perilaku Saling Percaya Dan Saling Bertanggung Jawab Merupakan Akar Dari Tumbuhnya Kekuatan Transparansi Dan Akuntabilitas Di Dalam Perusahaan. “ ~ Djajendra

Tata kelola perusahaan yang baik haruslah dimulai dari kebijakan dan prosedur, yang mengatur praktik untuk saling percaya dan saling bertanggung jawab. Sikap dan perilaku yang saling percaya dan saling bertanggung jawab, bila menjadi sebuah budaya kerja sehari-hari, maka dia akan membantu perusahaan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dengan konsisten.

Perusahaan publik sahamnya dimiliki oleh banyak individu, organisasi, atau perusahaan lainnya. Dalam hal ini, transparansi dan akuntabilitas merupakan bagian dari tata kelola perusahaan, untuk melindungi kepentingan keuangan dari pemegang saham minoritas yang terlibat dalam perusahaan publik.

Mulai dari pemegang saham mayoritas, dewan komisaris, dewan direksi, para eksekutif level tengah, dan seluruh karyawan perusahaan; haruslah menjadi contoh melalui integritas pribadi masing-masing yang etis, untuk memastikan perusahaan yang dikelola telah menjalankan nilai transparansi dan akuntabilitas secara jujur, adil, dan penuh tanggung jawab. Pengelola perusahaan harus selalu memastikan bahwa uang para investor atau pemegang saham minoritas, telah dikelola secara jujur dalam prinsip kehati-hatian yang penuh  integritas.

Setiap investor kecil atau pemegang saham minoritas selalu menempatkan uangnya dalam perusahaan publik. Dengan harapan uangnya bisa tumbuh sesuai proyeksi dari para pengelola perusahaan. Dan, mereka menjadi sangat bergantung pada tata kelola perusahaan yang baik, untuk memastikan uang mereka terkelola dengan baik, serta dapat menerima keuntungan sesuai harapan.

Orang-orang yang mengelola perusahaan publik tidak hanya harus pintar secara intelektual dan bisnis, tapi juga harus pintar menjadi orang jujur yang berperilaku baik melalui integritas pribadi, yang etis terhadap bisnis dan tata kelola perusahaan.

Tata kelola perusahaan yang berkekuatan integritas pribadi yang tinggi, harus dimulai dari para pemegang saham mayoritas atau pengendali jalannya perusahaan. Di mana,  para pengendali atau pemilik kekuasaan tertinggi atas operasional sehari-hari perusahaan, harus memiliki rasa saling percaya dengan anggota dewan komisaris, dewan direksi, para eksekutif dan karyawan, untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang benar-benar jujur, transparan, adil, bertanggung jawab, profesional, dan etis terhadap semua stakeholder dalam keseimbangan keadilan yang dapat dipertanggungjawabkan setiap saat.

Bila tata kelola perusahaan mampu mengekspresikan integritas tata kelola yang etis, maka tingkat kepercayaan pemegang saham minoritas atau individu, akan menjadi fondasi yang memperkuat keunggulan daya saing perusahaan.

Kemampuan tata kelola perusahaan untuk memastikan masing-masing stakeholder terjaga kepentinganya dengan baik, akan menjadi kekuatan yang memfokuskan semua keunggulan perusahaan pada upaya memaksimalkan keuntungan finansial. Sebab, bila setiap stakeholder merasakan keadilan, keterbukaan, kejujuran, dan pertanggung jawaban yang profesional, maka mereka semua akan menjadi pihak pertama yang selalu bertanggung Jawab untuk membantu keunggulan perusahaan dalam situasi apa pun.

Tata kelola perusahaan dengan kepemimpinan yang cerdas mengkomunikasikan setiap pencapaian perusahaan kepada pemegang saham; cerdas melakukan pengawasan; keputusan bisnis yang tegas, terbuka, dan adil; biaya operasional yang rendah; gaya dewan direksi yang efektif dalam kekuatan integritas pribadi; serta rasa tanggung jawab yang tinggi untuk melindungi setiap investor atau pemegang saham minoritas dengan adil, akan mengubah arah jalur bisnis perusahaan untuk selalu menjadi yang terpercaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com


by

Tags:

Discover more from MOTIVASI DJAJENDRA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading