PELATIHAN WHISTLE BLOWING SYSTEM PROGRAM 1 HARI 2018

PENINGKATAN MOTIVASI AUDITOR DALAM PELAKSANAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

Whistleblowing system sebagai alat untuk pencegahan terhadap praktik tata kelola perusahaan yang buruk. Whistleblowing system mampu menguatkan sistem manajemen resiko dan membantu melindungi reputasi perusahaan. Intinya, whistleblowing system sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang terbaik dan pengelolaan resiko yang berkualitas.

Perusahaan yang kuat dan sehat menjadikan whistleblowing system sebagai komponen penting dalam budaya perusahaan. Dalam hal ini, fungsi internal audit diperkuat dengan kualitas dan kompetensi, baik hard skill maupun soft skill, untuk dapat menjadi kekuatan yang andal dan hebat dalam menjalankan whistleblowing system. Internal audit yang berkualitas mampu menunjukkan kemampuan dan kecerdasan dalam mendeteksi, mencegah, juga melakukan penyelidikan atas informasi dan laporan yang di terima dari para whistleblower. Semua kegiatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik; semua kegiatan yang dianggap ilegal, tidak etis, melanggar prosedur, dan berbahaya bagi perusahaan; haruslah ditindaklanjuti dengan tegas dan penuh percaya diri dalam sikap rendah hati oleh setiap insan internal auditor.

Ketika menjalankan peran dalam whistleblowing system, auditor wajib menguasai dan terbiasa dengan soft skills, khususnya untuk mengelola emosi dan pikiran diri sendiri dan kemampuan untuk membaca emosi dan pikiran orang lain. Whistleblowing system membutuhkan karakter kerja auditor yang selalu bersikap rendah hati, optimis, profesional, percaya diri, empati yang tinggi, fleksible, intuisi yang hebat, jujur dan bertanggung jawab, menyenangkan, tenang dan tidak suka marah, tegas dan tidak ragu, selalu bekerja dengan perasaan positif, dan tidak menghakimi atau menilai orang lain.

Program motivasi ini fokus pada penguatan soft skills auditor agar selalu merasa baik dan kuat saat menjalankan fungsi dan perannya di dalam whistleblowing system. Auditor yang berkualitas bekerja melalui prosedur dan audit program yang dirancang secara profesional. Auditor yang berkualitas tidak bekerja untuk menilai dan menghakimi pribadi seseorang, tetapi bekerja untuk menilai dan memastikan setiap proses kerja di dalam organisasi sudah sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang terbaik.

Menjalankan whistleblowing system tidaklah sederhana, diperlukan komitmen dan kekuatan mental yang hebat. Hal ini disebabkan, dalam realitas dunia kerja, selalu ada orang baik dan orang tidak baik, selalu ada yang jujur dan yang tidak jujur. Tidaklah mungkin auditor bisa menghilangkan yang tidak jujur dari tempat kerja. Jadi, hanya melalui sistem dan tata kelola yang penuh integritas, ketidakjujuran dapat diminimalkan. Oleh karena itu, auditor haruslah cerdas emosional dan bermental hebat dalam mengatur diri sendiri, mengelola hubungan dengan orang lain, dan mencapai keberhasilan atas pekerjaan yang ditangani.

Kekuatan auditor ada dalam kertas kerja yang dikerjakan dengan prinsip-prinsip audit yang profesional dan masuk akal. Auditor harus hebat dalam menangani kritik dan penolakan tanpa menyalahkan siapapun dengan alasan apapun. Auditor tidak boleh bereaksi berdasarkan emosional atau persepsi; auditor hanya boleh bekerja sesuai fakta, data, dan kebenaran. Jadi, apapun informasi yang didapatkan oleh auditor dari para whistleblower, auditor tidak boleh langsung menilai dan menyimpulkan sesuatu atas informasi tersebut. Auditor wajib menjadi sangat profesional untuk menemukan data, fakta, dan kebenaran atas informasi yang diterima dari para whistleblower.

Program pelatihan ini bertujuan untuk membangun dan menguatkan karakter kerja, kebiasaan, perilaku, sikap, etos, mental tangguh, dan daya tahan emosi dari para auditor saat melakukan pekerjaannya sesuai prosedur whistleblowing system. Auditor bertanggung jawab untuk memastikan prosedur whistleblowing system berjalan efektif; memastikan dan menjamin kerahasiaan dari orang yang menyampikan informasi; bekerja untuk menghindari konflik kepentingan, dan juga penyalahgunaan whistleblowing system untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan misi whistleblowing system.

KONSEP DASAR

Program motivasi ini dirancang untuk membantu Auditor menjadi lebih termotivasi dan percaya diri, dalam menjalankan whistleblowing system dengan etos kerja yang profesional. Dan juga; membangun intuisi, empati, kepribadian, dan karakter unggul auditor dalam memperkuat fungsi pengawasan di internal perusahaan.

TUJUAN MOTIVASI

  1. Meningkatkan rasa percaya diri, intuisi, mental positif, semangat, tanggung jawab, integritas, dan daya tahan auditor dalam menjalankan whistleblowing system.
  2. Meningkatkan ketegasan sikap dan rasa percaya diri auditor untuk beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  3. Meningkatkan kecerdasan sosial auditor agar mudah membangun hubungan positif dengan semua pihak di internal perusahaan.
  4. Meningkatkan keberanian dan tanggung jawab auditor dalam sikap rendah hati untuk mengelola informasi, data, fakta, dan kebenaran yang ditemukan.

MANFAAT

  1. Auditor mampu melaksanakan whistleblowing system tanpa menciptakan konflik dan gangguan atas proses kerja.
  2. Auditor mampu melaksanakan whistleblowing system dengan perasaan positif, menyenangkan, optimis, percaya diri, fleksible, penuh empati, tegas, dan dengan rendah hati.
  3. Auditor mampu melaksanakan whistleblowing system tanpa penghakiman, menyalahkan, menakut-nakuti, bereaksi dengan tinggi hati, dan mengabaikan situasi.
  4. Auditor mampu menjalankan whistleblowing system dengan memisahkan fakta dan gosip.
  5. Auditor mampu menjalankan whistleblowing system dengan kesadaran untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen resiko yang baik, dan tidak menutup-nutupi kebenaran.

METODOLOGI

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN PENINGKATAN MOTIVASI AUDITOR DALAM PELAKSANAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM

SESI 1: MOTIVASI DAN KEPERCAYAAN DIRI AUDITOR DALAM MELAKSANAKAN WHISTLEBLOWING SYSTEM

Sub Bahasan

  1. Penuh semangat dan langkah-langkah yang tak terhenti dalam menjalankan whistleblowing system.
  2. Meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan rasa takut.
  3. Bertindak rasional dan tahu kapan menggunakan logika dan intuisi.
  4. Menjadi diri sendiri yang bermental hebat, andal, kuat, unik, unggul, dan produktif.
  5. Tidak pernah menyerah dan penuh disiplin dalam menemukan data, fakta, dan kebenaran atas informasi dari whistleblower.
  6. Mengkomunikasikan rencana dan strategi, bermental optimis, dan mempertahankan fokus.

SESI 2: MENGUATKAN PIKIRAN POSITIF DAN MENJADIKAN PEKERJAAN WHISTLE BLOWING LEBIH MENYENANGKAN

Sub Bahasan

  1. Berpikir positif dan bahaya pikiran negatif dalam menjalankan pekerjaan whistle blowing.
  2. Pola pikir skeptis auditor menurunkan rasa percaya diri.
  3. Peristiwa dan kejadian yang memicu auditor menjadi skeptis.
  4. Tanda-tanda energi negatif merusak pikiran positif auditor.
  5. Empati untuk meningkatkan komunikasi.
  6. Teknik mental untuk membantu mengelola pikiran positif.
  7. Pikiran positif mencegah dan menangani potensi konflik.
  8. Cara mengatasi rasa panik dan cara menenangkan diri.
  9. Menguatkan hubungan baik dengan orang lain.

Untuk Training Hubungi: 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN MOTIVASI KEUANGAN PRIBADI KARYAWAN PROGRAM 4 JAM 2018

PELATIHAN MOTIVASI KEUANGAN PRIBADI KARYAWAN PROGRAM 4 JAM 2018

DESKRIPSI

Bila tidak mampu mengelola keuangan pribadi, pasti akan berhadapan dengan tekanan hidup, yang bersumber dari persoalan keuangan.  Masalah keuangan memunculkan banyak persoalan buruk di dalam hidup, dan selalu menjadi penyebab utama dari ketidakbahagiaan dalam hubungan kerja dan hubungan keluarga.

Uang adalah kekuatan yang harus dikelola dengan bijak, tidak boleh sedikitpun diremehkan. Uang yang pengeluarannya dikendalikan dan diatur sesuai kebutuhan haruslah menjadi gaya hidup. Pastikan Anda selalu mengelola uang dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan.  Biasakan pola hidup untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Miliki anggaran keuangan pribadi sebagai alat yang berguna untuk merencanakan pengeluaran dari penghasilan. Jadilah pengelola keuangan pribadi yang andal, untuk melakukan memperkuat keuangan pribadi Anda.

Melalui program motivasi keuangan pribadi selama 4 jam ini, peserta akan belajar tentang prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik. Peserta juga akan belajar, untuk menjadi lebih bertanggung jawab atas keuangan pribadinya, dan mampu membebaskan diri dari persoalan kekurangan uang.

TUJUAN MOTIVASI

Bertujuan untuk membantu karyawan perusahaan agar dapat mengelola keuangan pribadi dengan bijak dan cerdas. Penghasilan dan gaji dikelola dengan rasa syukur, dan menjadikannya bermanfaat untuk peningkatan kualitas hidup.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan aktif, presentasi, interaktif, brainstorming, bermain peran, diskusi, icebreaker.

MANFAAT MOTIVASI

  1. Mengelola keuangan pribadi dari sudut manajemen aset dan Liability
  2. Mengelola budget keuangan pribadi secara efisien
  3. Memahami peran uang dalam kehidupan sosial
  4. Sikap dan perilaku yang cerdas melakukan investasi terhadap uang yang dimiliki
  5. Kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran
  6. Mengelola keuangan pribadi melalui kecerdasan emosional
  7. Mengefisienkan biaya hidup dan meningkatkan tabungan
  8. Nikmatnya pola hidup hemat

MATERI PELATIHAN 4 JAM

TOPIK: MENGELOLA KEUANGAN PRIBADI KARYAWAN DENGAN BIJAK DAN CERDAS

Sub Bahasan

  1. Kesadaran untuk memahami uang & pendapatan, pengeluaran & utang, tabungan & Investasi, manajemen risiko, arus kas, konsep keuangan dalam realitas ekonomi
  2. Pengaruh dan hubungan uang dengan status sosial, peluang, keamanan, pencapaian, stres, dan ketenangan pikiran
  3. Kemandirian keuangan pribadi melalui kecerdasan Asset Liability management
  4. Manajemen keuangan pribadi dan hubungannya dengan asuransi, dana pensiun, inflasi
  5. Prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik
  6. Mengendalikan uang atau dikendalikan uang
  7. Gaya hidup untuk menuju kemandirian keuangan pribadi
  8. Budget sebagai alat terpenting dalam pengelolaan keuangan pribadi

Untuk pelatihan hubungi: 0812 1318 8899

E-mail.training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN KEPRIBADIAN KARYAWAN PROGRAM 2 HARI 2018

PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN KEPRIBADIAN KARYAWAN PROGRAM 2 HARI 2018

DESKRIPSI

Karyawan adalah aset yang harus dirawat dengan bijak di dalam budaya perusahaan yang kuat. Ada dua aspek yang harus dirawat dengan rajin agar karyawan menjadi aset produktif perusahaan, yaitu: aspek kepribadian dan aspek etos kerja. Bila kepribadian dan etos kerja karyawan dilatih dan disempurnakan secara terus-menerus, maka karyawan secara konsisten mampu bekerja dengan lebih profesional.

Program pelatihan selama dua hari ini bertujuan untuk peningkatan kualitas kerja dan kepribadian karyawan. Hal-hal yang dikuatkan melalui pelatihan ini mencakup aspek kepribadian yang terfokus pada penguatan emosi, komunikasi, kepemimpinan diri sendiri, dan rasa percaya diri. Selanjutnya, dari sisi etos kerja meliputi perilaku kerja yang tidak produktif, boros, dan tidak efektif; rendahnya disiplin untuk mematuhi aturan kerja; ketidakmampuan mengatur waktu kerja; serta rendahnya kualitas perilaku untuk kolaborasi dan kerja sama tim.

Program ini ingin meningkatkan keterampilan dan kualitas karyawan, khususnya di bidang self-leadership, kecerdasan emosional, komunikasi, produktivitas dan efisiensi, disiplin dan kepatuhan pada aturan kerja, manajemen waktu, motivasi diri dan peningkatan rasa percaya diri, serta kolaborasi dan kerja sama tim. Materi pelatihan berisi berbagai konten positif yang dapat digunakan untuk menguatkan energi positif di tempat kerja, serta menjadikan karyawan sebagai aset produktif yang unggul dan kuat.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Memaksimalkan kinerja dengan peningkatan kualitas etos kerja dan kepribadian positif.
  2. Meningkatkan kolaborasi kerja dan kerja sama tim.
  3. Menumbuhkan jiwa yang cerdas emosi dan cerdas komunikasi, sehingga mampu saling terhubung untuk melayani perusahaan dengan lebih baik.
  4. Mengoptimalkan kualitas diri untuk lebih produktif, efektif, efisien, serta menghindari pemborosan.
  5. Memperkuat kepercayaan diri dan motivasi kerja.
  6. Patuh pada aturan kerja dan cerdas mengatur waktu kerja.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta mampu memimpin diri sendiri untuk melayani pekerjaan dengan berkualitas.
  2. Peserta mampu meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan kualitas emosi positif di tempat kerja.
  3. Peserta mampu menjadikan potensi dan bakatnya sebagai aset untuk membantu perusahaan.
  4. Peserta mampu berkomunikasi secara efektif dan produktif.
  5. Peserta mampu bekerja dengan tingkat efisiensi yang tinggi, serta menghindari pemborosan.
  6. Peserta mampu memperkuat disiplin diri dan patuh pada aturan kerja.
  7. Peserta mampu mengelola waktu kerja dan memanfaatkannya secara produktif.
  8. Peserta mampu bekerja dengan rasa percaya diri yang tinggi dan selalu termotivasi untuk menghasilkan kualitas terbaik.
  9. Peserta mampu berkolaborasi, berkoordinasi, dan bekerja sama secara efektif dan produktif.
  10. Peserta mampu menjadikan dirinya sebagai energi support untuk memaksimalkan energi sukses perusahaan.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN SELAMA 2 HARI

Day 1/ Hari Pertama

SESI 1: MOTIVASI DIRI DAN PENINGKATAN KUALITAS KEPEMIMPINAN DIRI SENDIRI

Sub Bahasan

  1. Memahami konsep kepemimpinan diri sendiri
  2. Memahami cara dan konsep memotivasi diri sendiri
  3. Memahami apa yang harus diperjuangkan di tempat kerja
  4. Memahami cara menyatukan visi organisasi searah pada karir kerja
  5. Meningkatkan kesadaran untuk memimpin pekerjaan dengan tanggung jawab
  6. Menguasai pekerjaan dan termotivasi untuk mengalirkan kualitas
  7. Memperjelas pengaruh kepemimpinan diri, termasuk nilai-nilai inti dan keyakinan
  8. Mengidentifikasi perilaku kerja untuk menciptakan energi positif di tempat kerja
  9. Memimpin diri sendiri untuk pertumbuhan lanjutan dan pengembangan diri

SESI 2: MENINGKATKAN KUALITAS KECERDASAN EMOSIONAL DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Memahami kerangka emosi baik
  2. Kesadaran diri
  3. Manajemen diri sendiri
  4. Motivasi diri
  5. Kekuatan empati
  6. Kesadaran sosial
  7. Manajemen hubungan baik
  8. Penanganan reaksi
  9. Kecerdasan sosial
  10. Perhatian dan kepedulian
  11. Emosi verbal dan non verbal
  12. Pengaruh positif – pengaruh negatif
  13. Akting untuk kebaikan

SESI 3: KECERDASAN BERKOMUNIKASI DAN BERINTERAKSI DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Gaya komunikasi positif
  2. Berinteraksi dengan bijak
  3. Teknik mempertanyakan sesuatu
  4. Mengatasi salah paham
  5. Komunikasi dengan empati dan toleransi
  6. Komunikasi dengan email, telepon, sms, media sosial
  7. Bahasa tubuh dan para bahasa
  8. Memahami cerita yang didengar
  9. Menganalisa niat seseorang
  10. Menghindari menyalahkan
  11. Menguasai perasaan dan mengendalikan ego
  12. Mengatasi percakapan Sulit
  13. Menguasai permainan psikologis dalam komunikasi

SESI 4: KARAKTER DAN KEPRIBADIAN YANG PRODUKTIF DAN TIDAK BOROS

Sub Bahasan

  1. Efisiensi dimulai dari mindset ke proses kerja dan hasil
  2. Mengoptimalkan semua potensi dengan cara yang efektif
  3. Bekerja efektif untuk kinerja terbaik
  4. Mengalirkan proses kerja yang efektif dalam sistem, prosedur, dan budaya
  5. Memanfaatkan fasilitas dan perlengkapan kerja dengan efisien
  6. Totalitas dan lebih produktif
  7. Melayani dan berkontribusi dengan sepenuh hati dan optimal
  8. Tidak menghambat dan menunda pekerjaan

Day 2/ Hari Kedua

SESI 5: DISIPLIN DAN PATUH PADA ATURAN KERJA

 Sub Bahasan

  1. Memperkuat disiplin diri dan menjalankan tanggung jawab sesuai tata kelola
  2. Disiplin diri untuk fokus pada prioritas pekerjaan yang harus dilakukan
  3. Perilaku yang menyelesaikan dan menghindari penundaan tugas
  4. Disiplin diri untuk meningkatkan kualitas rutinitas pekerjaan
  5. Disiplin untuk mengembangkan kebiasaan efektif, efisien, kreatif, dan produktif di setiap dimensi pekerjaan
  6. Patuh pada aturan, prosedur, etika, dan tata kelola
  7. Membangun kebiasaan pola kerja yang taat aturan, peraturan, norma, dan sopan santun

SESI 6: MANAJEMEN WAKTU DAN CARA MENJADI PRODUKTIF BERSAMA WAKTU KERJA

Sub Bahasan

  1. Sikap dan mental yang menghargai waktu
  2. Waktu yang fokus untuk memaksimalkan produktivitas diri
  3. Pengorganisasian dan mengatur waktu dengan efektif dan produktif
  4. Mengelola hubungan kerja dengan efektif
  5. Menangani gangguan dan hal-hal yang tidak terduga
  6. Menentukan tujuan dan fokus pada penyelesaiannya
  7. Menghilangkan hal-hal yang tidak perlu dalam rutinitas kerja
  8. Merencanakan dan menjalankan rapat dengan efektif
  9. Meningkatkan kebiasaan efektif dan menghilangkan kebiasaan boros waktu
  10. Sistem dan pola kerja yang lebih otomatis
  11. Mengelola email, telepon, sms dengan efektif

SESI 7: MOTIVASI DAN PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI

Sub Bahasan

  1. Membangun mental optimisme
  2. Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri
  3. Mengoptimalkan potensi diri untuk menerima lebih banyak sukses
  4. Hukum tarik menarik, sebab akibat dalam hidup
  5. Cara menguatkan sugesti sukses dan meyakinkan diri
  6. Selalu bersemangat dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi
  7. Cara untuk keluar dari perangkap lingkungan pesimistis
  8. Berpikiran positif saat menghadapi tantangan dan peluang
  9. Membangun nilai-nilai kehidupan positif

SESI 8: KOLABORASI DAN TEAM WORK

Sub Bahasan

  1. Menguatkan kebiasaan kolaborasi, koordinasi, komunikasi, dan saling membantu di tempat kerja
  2. Nilai-nilai dan mental yang dibutuhkan dalam kolaborasi
  3. Bekerja dalam tim yang berfungsi untuk peningkatan kinerja
  4. Siklus kehidupan di dalam kerja sama tim
  5. Menjalankan peran individu untuk menguatkan peran tim
  6. Kerja sama tim yang membagi beban kerja
  7. Saling membimbing dan mengarahkan dalam keharmonisan kerja
  8. Teknik brainstorming dalam kerja sama tim
  9. Strategi untuk mencegah tim dalam tim
  10. Cara memberdayakan tim
  11. Cara mengelola konflik di dalam tim
  12. Cara menengahi salah paham dan potensi tidak efektifnya tim

Untuk Training Hubungi: 0812 131 888 99

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DAN SOPAN SANTUN DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 2018

PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DAN SOPAN SANTUN DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 2018

PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA KESOPANAN DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI (CIVILITY IN THE WORKPLACE)

DESKRIPSI

Rendahnya kualitas kesopanan dan tata krama antara insan perusahaan akan menjadi pengganggu yang serius di tempat kerja. Ketidaksopanan di tempat kerja berdampak buruk dan berpotensi menciptakan organisasi dengan stres tinggi. Perilaku kasar di tempat kerja, komentar  kasar, mempermalukan di depan umum, intimidasi, berteriak pada satu sama lain, fitnah, bullying, diskriminasi, pelecehan, dendam, benci, serta sikap dan perilaku tidak sopan yang lainnya; pasti akan meningkatkan kecemasan, ketakutan, depresi, stres, absensi, dismotivasi, penurunan kualitas kerja, penurunan kepuasan kerja, penurunan omset bisnis, dan hilangnya kemampuan karyawan untuk memenuhi tujuan kerja mereka.

Ketidaksopanan di tempat kerja akan menghambat proses komunikasi dan kolaborasi. Dampaknya, perusahaan tidak akan mendapatkan kualitas kerja yang baik; pelanggan tidak akan mendapatkan kualitas pelayanan yang baik; kepemimpinan sulit mengambil keputusan yang tepat, karena informasi dan data dari karyawan pasti berkualitas rendah; karyawan tidak akan mampu berkontribusi dengan baik, karena stres mencegah mereka untuk berpikir jernih di tempat kerja; dan energi gosip akan menguasai semua dimensi kerja. Selanjutnya, energi negatif akan menciptakan konflik berkepanjangan yang menjauhkan hubungan kerja positif diantara insan perusahaan.

Ketidaksopanan di tempat kerja akan menghilangkan loyalitas insan perusahaan kepada perusahaan; akan menghilangkan kemampuan manajer untuk mengelola unit kerja dan tanggung jawabnya dengan produktif; akan menjadikan semua orang di dalam perusahaan menderita secara batin dan fisik; akan menjadikan orang-orang menguras tenaga dan waktu hanya untuk melayani emosional stres diantara satu sama lain; dan akan menjadikan orang-orang tidak produktif, karena menderita oleh stres yang tinggi.

Program pelatihan selama dua hari ini akan membangun budaya perilaku kesopanan dan tata krama. Peserta akan diberikan panduan untuk meningkatkan kesadaran agar dapat memiliki perilaku positif yang menciptakan kebaikan, kesopanan, dan tata krama di tempat kerja. Peserta akan diberikan panduan dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan kerja dengan sikap yang adil, etis, kasih sayang, peduli, empati, kreatif, produktif, saling menghormati, saling membantu, dan bersaing dengan positif untuk menciptakan keberhasilan organisasi.

KONSEP DASAR

Kesopanan dan tata krama adalah landasan untuk menciptakan hubungan kerja yang unggul di dalam kekuatan komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif perusahaan untuk menciptakan kebijakan, budaya, dan kepemimpinan, yang menghasilkan lingkungan kerja unggul untuk pencapaian kinerja terbaik.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Mengelola hubungan interpersonal di internal perusahaan.
  2. Membangun kesadaran untuk meningkatkan kesopanan di tempat kerja.
  3. Membangun budaya interaksi positif dan menghormati antara karyawan, manajer, pelanggan, dan pemangku kepentingan yang lainnya.
  4. Meningkatkan keterampilan komunikasi dan metode resolusi konflik.
  5. Membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkualitas untuk mendukung pencapaian kinerja terbaik.
  6. Meningkatkan kesadaran untuk mengurangi stres dan mencapai kegembiraan di tempat kerja.
  7. Mengembangkan mindset positif untuk menciptakan hubungan kerja yang saling meningkatkan kualitas kerja.
  8. Bertanggung jawab untuk menciptakan perilaku sopan santun di tempat kerja.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Memberikan panduan praktis untuk menciptakan lingkungan kerja yang sopan dengan tata krama, etis, saling menghormati, dan mencegah perilaku tidak sopan.
  2. Meningkatkan kompetensi pengendalian diri dan perilaku untuk saling respek antara insan perusahaan.
  3. Melengkapi insan perusahaan dengan keterampilan ketahanan diri untuk menghentikan kebocoran energi produktif di tempat kerja.
  4. Membantu insan perusahaan untuk menghindari stres dan perasaan kurang bahagia di tempat kerja.
  5. Membantu merehabilitasi konflik akibat pelecehan dan perilaku negatif.
  6. Membangun budaya dan kebijakan yang membuat tempat kerja lebih harmonis dan produktif.
  7. Membangun kekuatan insan perusahaan di atas kesopanan dan tata krama, serta memperbaiki kelemahan dengan perilaku kerja yang lebih positif.

MATERI PEMBAHASAN

Hari 1/Day 1

SESI 1: KESADARAN UNTUK BERPERILAKU SOPAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Pencerahan dan motivasi tentang tema pelatihan
  2. Memahami tujuan pelatihan
  3. Dampak negatif dari perilaku tidak sopan
  4. Memahami energi sukses dari perilaku sopan dan etis di tempat kerja
  5. Cara menangani kepribadian negatif
  6. Kerugian perusahaan dan pribadi atas perilaku tidak sopan
  7. Keuntungan perusahaan dan pribadi atas perilaku sopan
  8. Studi kasus
  9. Diskusi dan tanya jawab

SESI 2: EFEKTIVITAS ETIKET KERJA DAN MANFAATNYA

Sub Bahasan

  1. Niat baik dan kemauan untuk menjadi energi positif di tempat kerja
  2. Cara mengekspresikan kebaikan dan sopan santun
  3. Menghormati dan menunjukkan respek kepada setiap orang
  4. Keterlibatan di semua proses kerja dengan  ikhlas dan tulus
  5. Menjadi pribadi dengan persepsi dan logika berpikir yang etis
  6. Ketidaksopanan adalah biaya yang tidak terlihat
  7. Kesopanan adalah keuntungan dan kebahagiaan
  8. Berbagai akar penyebab dari ketidaksopanan
  9. Cara mengatasi ketidaksopanan dan cara menjalankan etiket kerja yang berkualitas
  10. Studi kasus
  11. Tanya jawab

SESI 3: RESOLUSI KONFLIK DAN MENEMUKAN AKAR PENYEBABNYA

Sub Bahasan

  1. Resolusi konflik dengan kolaborasi dan saling pengertian
  2. Resolusi konflik dengan persaingan sehat dan positif
  3. Resolusi konflik dengan tidak saling mencurigai dan mengganggu
  4. Resolusi konflik dengan mengisi kekurangan dan saling membantu
  5. Resolusi konflik dengan saling menghindari perilaku tidak sopan
  6. Meneliti penyebab konflik dan perilaku tidak sopan
  7. Mendapatkan akar penyebab konflik
  8. Membangun mindset dan perilaku yang memaafkan dengan tulus
  9. Memantafkan resolusi konflik di tempat kerja dengan kekuatan positif
  10. Studi kasus
  11. Tanya jawab

SESI 4: KOMUNIKASI DAN KECERDASAN INTERPERSONAL

Sub Bahasan

  1. Komunikasi verbal
  2. Komunikasi non verbal
  3. Keterampilan mendengarkan
  4. Keterampilan bertanya
  5. Kecerdasan membangun jembatan hubungan
  6. Membawa orang ke sudut pandang Anda
  7. Berkomunikasi dengan fakta dan emosi cerdas
  8. Berbagi opini dan membangun konsensus bersama
  9. Memanfaatkan sikap baik untuk meningkatkan pengaruh

Hari 2/Day 2

SESI 5: NEGOSIASI DAN SOLUSI ATAS PERILAKU TIDAK SOPAN

Sub Bahasan

  1. Teknik negosiasi untuk ketidaksopanan
  2. Sikap baik dan tata krama untuk bernegosiasi
  3. Kata-kata pembukaan yang tepat dan sopan
  4. Siapkan pengaruh untuk menawar solusi terbaik
  5. Bila hubungan sudah sangat buruk, gunakan jasa pihak ketiga untuk penyelesaian (Mediasi)
  6. Menemukan cara untuk pemecahan masalah
  7. Menemukan solusi terbaik
  8. Menyelesaikan negosiasi dengan kemenangan
  9. Studi kasus
  10. Tanya jawab

SESI 6: MENGINDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN TANTANGAN PERILAKU TIDAK SOPAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Mengidentifikasi nilai-nilai penyebab ketidaksopanan
  2. Melengkapi analisis kebutuhan kesopanan dan tata krama di tempat kerja
  3. Melakukan pengamatan atas perilaku tidak sopan dan dampaknya
  4. Studi kasus
  5. Ulasan dan brainstorming tentang bahaya perilaku tidak sopan di tempat kerja

SESI 7: MENULIS KEBIJAKAN TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN

Sub Bahasan

  1. Cara menulis pedoman kebijakan kesopanan dan tata krama
  2. Menunjuk tim inti untuk memulai penulisan pedoman kesopanan
  3. Menentukan perilaku yang tidak dapat diterima di tempat kerja
  4. Memetakan situasi dan kondisi agar perilaku dapat menghadapi realitas
  5. Mendefinisikan konsekuensi dari perilaku tidak sopan

SESI 8: MENGIMPLEMENTASI DAN MEMBUDAYAKAN KEBIJAKAN TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN DI INTERNAL PERUSAHAAN

Sub Bahasan

  1. Cara menyiapkan langkah-langkah untuk implementasi
  2. Melaksanakan pelatihan yang menyadarkan dan mencerahkan setiap individu
  3. Mendengarkan keluhan dan mengatasinya dengan kebijakan yang jelas
  4. Cara menegakkan aturan tata krama dan ketegasan untuk pelanggar
  5. Membudayakan nilai-nilai dan aturan tata krama secara berkelanjutan
  6. Evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI: 0812 1318 8899
E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN WORK LIFE BALANCE PROGRAM 2 HARI 2018

“Sukses sejati bersumber dari dalam jiwa yang memiliki kedamaian, kebahagiaan, kenyamanan, keamanan, kesehatan, serta bersumber dari kekayaan materi yang selalu tercukupi dalam setiap situasi dan kebutuhan. Dan, semua itu hanya dapat Anda miliki saat Anda sudah cerdas menjalankan kehidupan yang seimbang antara kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, sosial, spiritual, dan ekonomi.” ~ Djajendra

DESKRIPSI

Keseimbangan kehidupan dan pekerjaan atau biasa yang disebut dengan Work Life Balance adalah cara bekerja dengan tidak mengabaikan semua aspek kehidupan kerja, pribadi, keluarga, spiritual, dan sosial.

Keseimbangan kehidupan dan pekerjaan baru dapat dimiliki seseorang, saat dirinya sudah memiliki perasaan cukup waktu dan energi, untuk melayani semua aspek penting di dalam hidupnya. Artinya, dia sudah cerdas untuk melayani dirinya sendiri, pekerjaan, keluarga, Tuhan, dan kehidupan sosialnya. Misalnya, dia merasa sudah memiliki banyak waktu dan energi untuk melakukan olah raga, berdoa, berkumpul dan makan bersama orang-orang yang dicintai, mengunjungi dan berjalan-jalan ke tempat yang dia suka, belajar untuk meningkatkan kualitas kerja, menikmati pekerjaan dengan sukacita, serta merasakan kehidupan dirinya yang sehat, sejahtera, bahagia, berkecukupan, dan berkembang.

Keseimbangan dalam kehidupan dan pekerjaan akan menghasilkan kemampuan di dalam diri, untuk bertanggung jawab penuh atas pekerjaan, keluarga, kehidupan pribadi, kehidupan sosial, serta membuat diri selalu siap dan berdaya tahan penuh, untuk melayani semua tanggung jawab dengan totalitas.

Keseimbangan hidup dan kerja ada dalam rutinitas yang cerdas melayani dan terhubung dengan semua kewajiban dan kepentingan diri, untuk mendapatkan kebahagiaan, kesehatan, kebaikan, kesejahteraan, kesenangan, dan pertumbuhan diri menjadi lebih baik.

Kemampuan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi, dalam mewujudkan komunikasi secara efektif dengan semua kepentingan diri, merupakan sebuah solusi yang cerdas dalam menjalani kehidupan yang seimbang. Perhatian dan kepedulian terhadap pekerjaan, keluarga, dan diri sendiri, akan menjadikan kehidupan selalu unggul bersama keharmonisan yang solid.

Di tempat kerja, bila semua karyawan mampu menciptakan keseimbangan dalam kehidupan dan pekerjaan, maka mereka akan menghabiskan jam-jam kerjanya dengan produktif. Hal ini akan membuat setiap karyawan memiliki kesadaran untuk berkontribusi dan memberikan pelayanan unggul. Mereka juga akan terhindarkan dari budaya mengeluh, yang biasanya menjadi racun yang merusak etos kerja. Kecerdasan untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan kerja akan menciptakan kualitas kerja yang unggul, serta membuat lingkungan kerja sehari-hari lebih menyenangkan dalam disiplin dan gairah kerja yang terarah menuju prestasi puncak.

Etos kerja yang unggul akan muncul saat keseimbangan kehidupan dan pekerjaan karyawan mencapai titik puncak terkuat. Artinya, karyawan yang sudah mampu bekerja dalam keseimbangan hidup akan memiliki kesadaran, manajemen diri, motivasi diri, dan tanggung jawab yang sifatnya holistik, untuk bekerja dengan totalitas dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik.

Work life balance membutuhkan kecerdasan moral dan motivasi, untuk menciptakan diri yang berkualitas dalam integritas kehidupan. Saat moral mampu menghasilkan sikap positif dan optimis, untuk kemajuan diri, maka saat itu diri akan bekerja dengan lebih efektif.

Work life balance juga akan meningkatkan kesehatan diri karyawan, dan hal ini berarti mengurangi absensi, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Biasanya, karyawan-karyawan yang sehat, kuat, rajin, produktif, dan berkualitas, akan menjadi energi positif di lingkungan kerja, dan mampu menurunkan tingkat stres di tempat kerja, termasuk mampu meningkatkan semangat dan kebahagiaan di tempat kerja. Energi positif dari orang-orang yang cerdas menjalani keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang saling melengkapi, untuk kemajuan organisasi dan pribadi masing-masing.

Work life balance menciptakan etos kerja yang unggul secara alami. Hal ini bisa terjadi, karena setiap orang yang sadar dan mampu menjalani kehidupan kerja yang seimbang, akan memiliki disiplin dan motivasi, untuk menjalankan atau mengerjakan semua tanggung jawabnya dengan totalitas dan penuh perhatian.

Keseimbangan hidup dan kerja akan menciptakan tubuh, jiwa, pikiran, dan emosi yang terhubung dengan semua tanggung jawab dalam sukacita kehidupan. Artinya, orang-orang yang seimbang dalam kerja dan kehidupan, akan memiliki perasaan dan pikiran bahwa apa yang sedang dikerjakan itu merupakan permainan yang sangat disukai atau dicintai.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Video, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Mencapai keseimbangan hidup dan pekerjaan dengan produktif, sehat dan bahagia
  2. Memotivasi diri sendiri; mengembangkan keseimbangan hidup dan pekerjaan; mengatasi dan mengelola stres, marah; kesadaran diri untuk keseimbangan hidup, manajemen waktu dan motivasi kerja
  3. Mengidentifikasi peran dan kegiatan yang memerlukan berbagai tingkat perhatian
  4. Mengerahkan kontrol lebih besar atas waktu dan energi
  5. Meningkatkan kualitas manajemen diri untuk hidup dalam multi peran dan fungsi
  6. Meningkatkan kualitas hidup melalui aspek keuangan, kesehatan, keharmonisan, hubungan, spiritual, emosional, intelektual, pekerjaan, dan sosial
  7. Bekerja dengan sikap dan cara holistik yang lebih ikhlas dan tulus
  8. Memiliki sikap positif untuk mengatasi kelelahan mental, jiwa, dan tubu
  9. Menjadi visioner, inovatif, saling menghargai, terbuka dan jujur
  10. Memelihara perasaan bangga kepada organisasi atau perusahaan pemberi kerja

MANFAAT PELATIHAN

  1. Pada akhir pelatihan ini, peserta akan mendapatkan hal-hal berikut:
  2. Memahami proses terjadinya keseimbangan hidup dan kerja di dalam kehidupan pribadi
  3. Memahami apa artinya work life balance dan dampaknya terhadap kualitas kehidupan diri sendiri
  4. Memahami penyebab ketidakseimbangan dalam kehidupan dan pekerjaan
  5. Memahami peran dan tanggung jawab dalam kehidupan dan pekerjaan
  6. Memahami cara mengatasi kesibukan karena pekerjaan yang banyak
  7. Mengatasi tuntutan kompetisi dalam pekerjaan dan mempertahankan konsentrasi
  8. Memahami cara memotivasi diri sendiri dan mengalirkan energi positif ke dalam diri
  9. Memahami cara mengelola emosi dan energi positif di dalam diri
  10. Memahami cara meningkatkan kebahagiaan dan kedamaian hati
  11. Strategi untuk meningkatkan kualitas hidup dan memelihara kesejahteraan
  12. Memahami pentingnya kegiatan yang menstabilkan pikiran, tubuh, dan emosi
  13. Menciptakan tujuan hidup dan bekerja untuk sukses
  14. Memanfaatkan manajemen stres sebagai alat perubahan untuk menjadi lebih produktif
  15. Manajemen pikiran positif untuk membuat diri kuat dan tidak tersentuh stres
  16. Meningkatkan konsentrasi dan mempertahankan fokus pada pekerjaan
  17. Meningkatkan energi dan vitalitas dalam kehidupan kerja dan kehidupan pribadi
  18. Mengurangi kebocoran waktu produktif oleh dampak stres yang berlebihan
  19. Meningkatkan kualitas kesehatan mental dan kepribadian

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN WORK-LIFE BALANCE SELAMA 2 HARI

PEMAHAMAN DASAR WORK LIFE BALANCE  

  1. Apa itu rumah dan apa itu kantor?
  2. Memahami tujuan dan maksud dari work life balance

MANFAAT KESEIMBANGAN HIDUP 

  1. Peningkatan kesehatan mental dan fisik
  2. Peningkatan produktivitas

TANDA-TANDA KETIDAKSEIMBANGAN

  1. Risiko kesehatan, absensi, kelelahan, stres, bosan

MEMBERIKAN PERHATIAN KEPADA KARYAWAN 

  1. Penghargaan, motivasi, saran, bantuan untuk karyawan

MANAJEMEN WAKTU

  1. Fokus pada prioritas
  2. Belajar mengatakan tidak
  3. Tetap fleksibel
  4. Menjadi yang terbaik

MENETAPKAN TUJUAN

  1. Menetapkan tujuan
  2. Visualisasi
  3. Memprioritaskan tujuan

CARA KERJA OPSIONAL

  1. Berbagi kerja
  2. Mendesain kembali kerja
  3. Waktu yang lebih fleksibel

SIKAP DAN PERILAKU DI TEMPAT KERJA 

  1. Meninggalkan stres rumah di rumah
  2. Memecahkan tugas besar dalam tugas-tugas kecil
  3. Cerdas mendelegasikan pekerjaan
  4. Akurat dalam penetapan tujuan

SIKAP DAN PERILAKU DI RUMAH

  1. Meninggalkan stres kantor di kantor
  2. Mematikan telepon untuk interaksi kantor dan sosial
  3. Memfokuskan perhatian pada orang-orang di dalam rumah
  4. Menjaga batas antara urusan rumah dan non rumah

MANAJEMEN STRES

  1. Latihan fisik, emosi, jiwa, moral
  2. Makan yang sehat dan bergizi
  3. Tidur yang cukup
  4. Interospeksi diri
  5. Penilaian diri sendiri
  6. Bersyukur
  7. Berterima kasih

BEKERJA DARI RUMAH

  1. Menyiapkan ruang kerja di rumah
  2. Pengaturan batas ruang keluarga dan ruang kerja
  3. Cara berurusan dengan gangguan
  4. Jadwal kerja yang disiplin dan jelas

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI WORK LIFE BALANCE

  1. Belajar dari kata-kata orang bijak
  2. Memahami pelajaran dari realitas kehidupan
  3. Cerdas menyembatani antara prinsip dan praktik
  4. Bersikap dan bertindak untuk kebahagiaan, kesehatan, kesejahteraan, kedamaian, dan kebaikan bersama

Untuk Training Hubungi: 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN THE BEST HABITS OF EXCELLENCE LEADER PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN THE BEST HABITS OF EXCELLENCE LEADER PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

“Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Maka keunggulan, bukan dari tindakan, tetapi dari kebiasaan.”~Aristoteles

Pemimpin selalu menginginkan untuk disukai dan didukung oleh semua stakeholders dengan konsisten. Pemimpin yang cerdas pasti sadar bahwa pekerjaan dan tanggung jawab besarnya selalu ditonton, dilihat, diawasi, didengarkan, diperhatikan, dikritisi, dan dituntut berkinerja tinggi. Jelas, semua ini membutuhkan kebiasaan sehari-hari yang unggul untuk menjawab harapan stakeholder.

Program pelatihan selama 8 jam ini bertujuan membentuk sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan sehari-hari sebagai kekuatan untuk memimpin. Kebiasaan untuk memberikan keunggulan dalam setiap tindakan yang produktif, termasuk untuk menumbuhkan kinerja yang unggul.

TUJUAN

  1. Membangun kesadaran dan motivasi untuk membekali kepemimpinan dengan kebiasaan-kebiasaan unggul dalam mencapai keberhasilan di tempat kerja.
  2. Mengembangkan kebiasaan-kebiasaan kepemimpinan yang  lebih jujur kepada diri sendiri, lebih percaya diri, lebih mampu menjalankan akuntabilitas, responsibilitas, mental tangguh dan tak pernah menyerah, senang menjadi orang yang diandalkan, mental dan sikap yang bertanggung jawab, mental dan sikap yang kata-katanya bisa dipegang, janji-janjinya dapat dipercaya.

MANFAAT

  1. Merasakan dampak dari kebiasaan-kebiasaan unggul terhadap peningkatan kinerja dan kebahagiaan di tempat kerja.
  2. Meningkatkan hubungan dan komunikasi yang dipercaya.
  3. Menggerakan semua fungsi manajemen menjadi produktif dan terhubung dalam keharmonisan kerja.
  4. Membangun dasar yang kuat untuk membuat keputusan yang lebih mudah dan membangun aliansi yang kuat di internal perusahaan.

METODE

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

Jadwal dan materi pembahasan THE BEST HABITS OF EXCELLENCE LEADERS selama 1 hari 8 jam

SESI 1: KEBIASAAN-KEBIASAAN “EXCELLENCE” PEMIMPIN UNTUK BEKERJA PRODUKTIF DAN HARMONIS DENGAN KARYAWAN

Sub Bahasan

  1. Karyawan adalah kekuatan dan tulang punggung pemimpin.
  2. Kesuksesan pemimpin ditentukan oleh kualitas dan keandalan karyawan.
  3. Membangun kepemimpinan yang kuat dan unggul melalui revolusi mental: integritas, etos kerja, dan gotong royong.
  4. Kebiasaan untuk merawat karyawan sebagai aset perusahaan yang paling penting.
  5. Kepribadian positif yang mudah berinteraksi dengan berbagai karakter karyawan.
  6. Mind set untuk melayani kepribadian karyawan yang berbeda.
  7. Kesadaran untuk memahami apa yang karyawan inginkan.
  8. Memahami cara memuaskan harapan dan kebutuhan karyawan.

SESI 2 : PERILAKU DAN KEBIASAAN PEMIMPIN UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Fokus pada kinerja, tekun dan disiplin pada proses
  2. Mengambil tanggung jawab dan tidak melemparkan kesalahan pada orang lain
  3. Membawa nilai-nilai dan kebiasaan produktif ke lingkungan kerja.
  4. Terus belajar, menerima umpan balik dan mengambil tindakan.
  5. Menyelesaikan konflik, memecahkan masalah, membangun kekuatan, dan menemukan solusi.
  6. Respon yang cepat, peduli, dan mendapatkan kembali pada waktu yang tepat.
  7. Pembangkit energi positif, kuat secara fisik dan mental, serta termotivasi untuk memimpin orang lain menuju esok yang lebih berkinerja.
  8. Menangani kekurangan dengan cepat, tegas, tepat, dan sesuai prosedur.

SESI 3: MEMIMPIN EKSEKUSI PENCAPAIAN KINERJA TERTINGGI DAN MENGAWAL TIM EKSEKUSI MENCAPAI PRESTASI TERBAIK

Sub Bahasan

  1. Perilaku dan kebiasaan eksekusi sesuai dengan nilai-nilai inti organisasi.
  2. Bekerja lebih cepat, lebih produktif, dan tak pernah mengenal lelah.
  3. Disiplin menuju visi dan menjadikan nilai-nilai perusahaan sebagai kendaraan.
  4. Yakin bahwa kecepatan dan kelincahan adalah kunci memenangkan masa depan.
  5.  Memudahkan pelayanan dan mempercepat proses kerja.
  6. Strategi dan eksekusi dalam satu nafas.
  7. Memfokuskan energi sukses setiap orang dalam eksekusi.
  8. Kebiasaan untuk menguatkan budaya perusahaan.
  9. Pemimpin dan karyawan adalah aset untuk meningkatkan kinerja.

SESI 4: KEKUATAN DARI KEBIASAAN INTEGRITAS DAN AKUNTABILITAS

Sub Bahasan

  1. Integritas menjadikan pemimpin jujur pada diri sendiri.
  2. Integritas meningkatkan akuntabilitas dan tanggung jawab.
  3. Integritas meningkatkan kepercayaan pasar pada perusahaan.
  4. Kebiasaan untuk menghormati batas-batas hukum dan konsekuensi.
  5. Menjalankan kebijakan dan prosedur dengan integritas.
  6. Integritas menghasilkan perilaku yang andal dan jujur untuk mewujudkan tujuan.
  7. Integritas membangun hubungan yang dipercaya oleh semua pemangku kepentingan.
  8. Berjalannya etika bisnis, kode etik perilaku, good governance, dan moral individu yang tinggi.

Untuk training hubungi: 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN EXCELLENT FRONTLINE SERVICES PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN EXCELLENT FRONTLINE SERVICES PROGRAM 1 HARI 2018

EXCELLENT FRONTLINE SERVICES – PELAYANAN BERKUALITAS DARI KARYAWAN GARIS DEPAN

DESKRIPSI

Frontliner atau orang-orang di garis depan perusahaan adalah pembawa citra dan pencipta reputasi. Perusahaan hebat selalu menyiapkan orang-orang andal, untuk dapat melayani nasabah atau stakeholders lainnya dengan penuh tanggung jawab dan berkualitas. Profesionalisme, integritas, akuntabilitas dan sikap baik dari para frontliner akan meningkatkan kualitas pelayanan yang sesuai harapan. Setiap insan perusahaan di garis depan wajib memiliki sikap, perilaku, dan perbuatan yang cerdas sosial, serta mampu menjadi energi baik untuk pelayanan berkualitas.

Pelatihan Excellent Frontline Services ini dirancang untuk perusahaan atau organisasi yang berorientasi kepada pelayanan berkualitas dengan kinerja optimal. Pelatihan ini memiliki semangat untuk meningkatkan kepribadian dan kualitas para frontliner agar mereka dapat menjalankan peran dan fungsi customer service secara berkualitas, penuh integritas, akuntabilitas, transparansi dan etika.

Pelatihan selama 8 jam ini mengajak peserta untuk cerdas membawa diri dan menyesuaikan diri saat berhadapan dengan berbagai realitas di garis depan pelayanan perusahaan. Peserta dilatih dan disiapkan untuk memiliki kualitas perilaku, sikap, perbuatan, dan kompetensi yang andal dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada nasabah. Peserta dilatih untuk meningkatkan peran dan fungsi pelayanan sehingga terampil dalam menangani, mempengaruhi, memulihkan, dan memenuhi harapan nasabah. Frontliner yang andal selalu cerdas berkomunikasi dan melayani nasabah dengan hati.

Frontliner yang andal sangat cerdas emosional, sehingga selalu mengalirkan pikiran dan emosi baik dalam pelayanannya. Frontliner yang andal sangat cerdas untuk meningkatkan hubungan yang penuh empati dengan nasabah. Frontliner yang andal sangat cerdas menyediakan layanan nasabah terbaik, sehingga membuat nasabah datang kembali dan selalu setia kepada perusahaan. Frontliner yang andal selalu menggunakan nilai-nilai pelayanan terbaik, mengadopsi sikap dan perilaku yang benar dan etis, serta menangani pelayanan dengan ramah tamah dan memudahkan urusan nasabah.

Fokus pelatihan adalah untuk mengajarkan menangani realitas layanan Frontliner di lapangan, dari berbagai aspek pelayanan yang menyentuh persoalan sehari-hari dalam pelayanan nasabah yang berkualitas. Pelatihan ini sangat interaktif, partisipatif, dan produktif. Ini termasuk diskusi, permainan dan kuis, demonstrasi dan praktek, presentasi, menceritakan cerita pelayanan, permainan peran, contoh-contoh kerumitan pelayanan, dan pemecahan masalah. Peserta akan mengeksplorasi sejumlah metode untuk menangani keluhan, belajar bagaimana mengatakan ‘tidak’, tapi tidak menyakiti perasaan siapapun dalam setiap proses pelayanan, dan menemukan cara untuk mengatasi tantangan yang berbeda secara profesional.

KONSEP DASAR

Frontliner adalah ujung tombak pelayanan perusahaan. Diperlukan kepribadian dan kualitas dalam melayani nasabah yang beragam dan berbeda cara berpikirnya, perilakunya, persepsinya, harapannya, kebutuhannya, dan logika berpikirnya. Setiap tim dan individu di garis depan perusahaan wajib memiliki kecerdasan sosial dan kompetensi pelayanan yang andal, sehingga dapat mengalir bersama energi positif, untuk memberikan pelayanan kepada keragaman dan perbedaan yang dimiliki oleh para nasabah.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Memfasilitasi proses pembentukan karakter pelayanan yang totalitas dan sepenuh hati di frontline perusahaan.
  2. Memfasilitasi pembentukan jiwa profesional, citra diri yang ramah tamah, dan keandalan diri untuk bekerja secara produktif di unit organisasi.
  3. Menetapkan perilaku, sikap, perbuatan, dan kualitas untuk menjamin peningkatan kepuasan dan loyalitas nasabah.
  4. Menanggapi keluhan nasabah dengan cepat dan benar.
  5. Mendengarkan secara aktif untuk kebutuhan nasabah.
  6. Mengenali dan menghilangkan hambatan untuk memuaskan nasabah.
  7. Memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani nasabah yang sulit.
  8. Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah pelayanan nasabah.
  9. Memiliki kecerdasan emosional untuk pelayanan berkualitas.
  10. Karakter positif yang melayani nasabah melalui ucapan positif, senyum, mendengarkan, dan tindakan pelayanan yang baik.
  11. Membuat dan menjaga komitmen untuk melayani nasabah dengan jati diri yang konsisten dan etis.
  12. Membangun kebiasaan dan disiplin layanan nasabah yang terfokus pada kualitas dan integritas.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Menciptakan kesan pertama yang profesional, konsisten, bertanggung jawab, ramah tamah, dan melayani dengan sepenuh hati.
  2. Menggunakan empati untuk meningkatkan hubungan dan pelayanan terbaik.
  3. Menjadi lebih tenang dan profesional dalam merespon tuntutan dan permintaan nasabah.
  4. Memiliki kebiasaan dan disiplin pelayanan yang efektif untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  5. Menangani percakapan secara profesional dari kemampuan empati yang cerdas emosi.
  6. Menerima perbedaan dengan nasabah dan memiliki pola pikir yang kreatif untuk pelayanan terbaik.
  7. Menjawab nasabah secara profesional, menyaring kebutuhan, mengarahkan, mengambil pesan yang lengkap, dan bersikap baik dalam situasi apapun.
  8. Bersikap positif, menggunakan inisiatif baik, menerima tanggung jawab dengan ikhlas, berhadapan dengan nasabah secara sportif dan etis.
  9. Selalu fokus untuk membangun hubungan baik, memenuhi kebutuhan nasabah, dan menindaklanjuti secara pro aktif.
  10. Tata bahasa positif, kata-kata positif, nada suara positif, kecepatan dan aura suara yang sejuk dan damai.
  11. Tetap profesional dan tenang di dalam tekanan. Terampil untuk memprioritaskan, mengendalikan panggilan, penanganan keluhan dan berurusan dengan orang sulit.
  12. Membaca dan menafsirkan sinyal bahasa tubuh dan menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan nasabah.
  13. Meredakan interaksi yang tidak nyamandengan pelanggan dan menanggapi setiap masalah yang muncul secara profesional.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN

SESI 1: EXCELLENT FRONTLINE SERVICES

Sub Bahasan

  1. Frontliner dengan kesan pertama yang profesional.
  2. Tanggung jawab frontliner dalam wujud integritas, kualitas, akuntabilitas, transparansi, penerimaan, pro aktif, ramah tamah, dan beretika.
  3. Meningkatkan keandalan frontliner untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional.
  4. Perilaku kerja frontliner yang hadir, menyelesaikan dan menyerahkan pelayanan dengan tepat waktu dan berkualitas.
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi untuk rutinitas di tempat kerja.
  6. Menjadikan keandalan diri sebagai aset yang dapat meningkatkan pelayanan perusahaan.

SESI 2: MENGELOLA PELAYANAN, NASABAH, DAN ORANG-ORANG DENGAN KUALITAS TERBAIK

Sub Bahasan

  1. Mengelola pelayanan dengan nilai,sistem, dan etos kerja perusahaan.
  2. Mengelola orang-orang di sekitar frontline dengan motivasi dan gairah kerja.
  3. Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik antara nasabah dengan petugas frontline.
  4. Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang atau nasabah yang sulit diatur.
  5. Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab frontline dengan efektif dan produktif.
  6. Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif di garda depan perusahaan.
  7. Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses pelayanan ke nasabah.

SESI 3: MENDENGARKAN DAN MERESPON NASABAH

Sub Bahasan

  1. Faktor penentu kualitas layanan yang dirasakan nasabah.
  2. Manajemen menunggu/antri.
  3. Mengenal karakter nasabah.
  4. Layanan kapan saja, di mana saja.
  5. Keterampilan komunikasi suara tanpa tatap muka.
  6. Berkomunikasi secara efektif dengan bahasa tubuh dan kata-kata positif.
  7. Etiket penampilan pribadi dalam pelayanan.
  8. Merawat pelayanan dengan kualitas dan keunggulan.
  9. Kode etik untuk keunggulan layanan.
  10. Konsep layanan berbasis teknologi dan keamanannya.

SESI 4: KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENGUATKAN SIKAP BAIK DALAM PELAYANAN

Sub Bahasan

  1. Peran dan fungsi kecerdasan emosi dalam pelayanan berkualitas.
  2. Kecerdasan emosi dan keunggulan kesadaran diri dalam pelayanan.
  3. Kecerdasan emosi dan keunggulan manajemen diri dalam pelayanan.
  4. Kecerdasan emosi dan keunggulan motivasi diri dalam pelayanan.
  5. Kecerdasan emosi dan keunggulan empati dalam pelayanan.
  6. Kecerdasan emosi dan keunggulan sosial skill dalam pelayanan.
  7. Kecerdasan emosi dan keunggulan pikiran positif dalam pelayanan.
  8. Membangun hubungan , komunikasi, interaksi melalui kecerdasan emosional dari sisi personal dan interpersonal skill.
  9. Memahami logika di balik harapan pelanggan dari kekuatan kecerdasan emosional.
  10. Memahami peran iklim budaya kerja dalam menjalankan kecerdasan emosi.
  11. Memahami peran leadership dalam mewujudkan pelayanan yang cerdas emosi.

Untuk Training Hubungi : 0812 1318 8899

Email:training@djajendra-motivator.com