MENDUKUNG SATU SAMA LAIN UNTUK KERJA TIM YANG LEBIH BAIK

“Kekuatan kolektif di dalam tim tidak terkalahkan dan selalu mewujudkan kemenangan bagi tim.”~Djajendra

Dalam sebuah tim; ada banyak karakter orang, ada banyak tantangan, ada banyak perbedaan, dan kadang ada banyak pertengkaran. Biasanya, sebuah tim yang hebat selalu sadar akan dinamika dan perbedaan. Oleh karena itu, mereka fokus untuk mempersatukan keseluruhan menjadi satu kekuatan. Perbedaan, pertengkaran, marah, dan tantangan, tidak akan menjadikan tim yang hebat itu lemah dan tak berdaya. Sebaliknya, semua itu merupakan kekuatan untuk mempersatukan diri di dalam interaksi dan komunikasi yang lebih efektif dan positif.

Kesadaran dan komitmen yang utuh di dalam tim menjadikan setiap individu mampu meninggalkan ego pribadi untuk memperkuat kebutuhan tim. Setiap anggota tim mampu bekerja di lingkungan kolektif dengan tenang dan fokus untuk mencapai kinerja terbaik. Kepercayaan, kerendahan hati, empati, toleransi, dukungan, bantuan, dan pertolongan adalah kata-kata yang menjadi perilaku sehari-hari dari tim yang hebat.

Semua anggota tim memiliki mental positif dan kecerdasan untuk berkomunikasi secara positif. Mereka membimbing dan memotivasi satu sama lain menuju pencapaian terbaik. Semua orang sadar bahwa secara individu mereka unik dan memiliki potensi hebat, tetapi untuk mencapai yang terbaik mereka harus menjadi satu yang utuh agar semua keunikan dan potensi terbaik itu bisa terakumulasi menuju prestasi. Mereka sadar untuk saling percaya dan saling peduli di sepanjang proses kerja. Kepercayaan menyatukan setiap jiwa untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati.Kepercayaan diantara anggota tim mampu meningkatkan kekuatan untuk mengatasi rintangan dan tantangan, sehingga mereka mampu mengalirkan proses kerja tanpa benturan kepentingan yang berpotensi merusak kinerja.

Setiap anggota tim mendukung satu sama lain untuk kerja tim yang lebih baik. Mereka sadar bahwa kekuatan kolektif tidak terkalahkan dan selalu mewujudkan kemenangan bagi tim. Kesadaran kolektif menjadikan setiap anggota tim bersikap positif, rendah hati, bersikap jelas mengenai standar kerja, bersikap optimis, bersikap adil, dan selalu saling percaya satu sama lain. Mereka juga tidak pernah berhenti atau pun menyerah saat rintangan tersulit menghadang perjalanan sukses mereka. Setiap anggota hadir dengan energi positif untuk bekerja dengan sukacita, penuh percaya diri, gembira, berani, serta melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati.

Persatuan dan kesatuan diantara anggota tim adalah kekuatan yang muncul dari kesadaran hati nurani. Setiap anggota tim sadar untuk terlibat sepenuhnya dalam tujuan bersama menuju kemenangan. Mereka hadir untuk saling mendukung dan memberikan kontribusi terbaik. Setiap proses menuju tujuan menjadi wilayah perjuangan dan kerja keras bagi anggota tim. Menjadi semakin kuat dengan kekuatan bersama adalah tujuan keberadaan anggota tim.

Menjadi bagian dari tim yang hebat berarti menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Pekerjaan bersama menghasilkan karya yang tidak mungkin dihasilkan oleh satu orang. Jadi, kerja tim adalah kerja kolektif yang menghargai kerja setiap individu. Kerja tim adalah kerja yang menghormati dan menerima pembagian kerja dengan sepenuh hati. Kerja tim adalah kerja bersama untuk menghasilkan prestasi bagi kemenangan bersama.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email:training@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN TIM SUKSES YANG TIDAK MUDAH TERPROVOKASI OLEH ISU NEGATIF

MEMBANGUN TIM SUKSES YANG TIDAK MUDAH TERPROVOKASI OLEH ISU NEGATIF

“Bersatu berarti bekerja untuk menang dan terbelah dalam konflik hanya sedang bekerja untuk kalah.”~Djajendra

Tim sukses adalah kumpulan individu-individu terbaik yang berkomitmen mengatasi rintangan dan mewujudkan kemenangan. Konflik dan pertengkaran di dalam proses kerja tim selalu diminimalisir melalui kesadaran dan kedewasaan sikap dari masing-masing individu. Setiap anggota tim sukses memiliki jiwa yang tenang dan sabar untuk tidak melibatkan diri mereka dalam konflik dan pertengkaran. Mereka fokus untuk mencapai kemenangan, serta tidak pernah membuang-buang waktu dan energi untuk urusan saling memecah-belah atau pun saling menjatuhkan. Mereka sadar bahwa bersatu berarti bekerja untuk menang dan terbelah dalam konflik hanya sedang bekerja untuk kalah.

Apa pun isu negatif yang mencoba menjatuhkan tim sukses, maka dengan kesadaran dan kepercayaan diri, setiap individu semakin memperkuat persatuan dan kesatuan diantara mereka untuk fokus pada tujuan. Setiap individu sadar bahwa yang bisa mengalahkan mereka hanya diri mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka memiliki disiplin dan kerja keras yang hebat untuk membangun energi positif di dalam diri mereka. Mereka menyadari bahwa setiap tujuan memiliki kompleksitas dan memerlukan kreatifitas untuk menyederhanakannya. Mereka juga sadar bahwa tidak semua individu memiliki semua keterampilan yang dibutuhkan untuk menuntaskan kompleksitas tujuan. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki keunikan dan keterampilan yang berbeda, sehingga kerja tim sukses menjadi saling tergantung satu sama lain, dan jelas ego pribadi tidak mungkin bisa menyelesaikan tugas-tugas yang memiliki kompleksitas. Kesatuan dan persatuan yang kuat dalam tim sukses adalah modal awal untuk meraih kemenangan.

Fondasi pembentukan tim sukses memerlukan kesadaran, niat tulus, keikhlasan hati untuk saling membantu, komunikasi dan interaksi yang dari pikiran positif, motivasi dan gairah untuk berhasil, tujuan yang disepakati bersama, perilaku kreatif untuk menemukan solusi terbaik, memahami kekuatan dan keunikan individu, serta bermental pemenang dan tidak pernah menyerah saat menghadapi situasi atau peristiwa tersulit.

Tim sukses adalah kumpulan para pejuang yang selalu sadar untuk menggunakan keahlian setiap orang dalam mencapai kemenangan. Setiap individu sadar bahwa mereka hanya bisa melakukan sedikit saja, sehingga diperlukan bantuan dan pertolongan dari banyak orang untuk bisa memenangkan tujuan. Setiap individu di dalam tim sukses selalu belajar untuk saling mengenal satu sama lain. Semua yang dimulai sebagai kesepakatan ekonomi atau bisnis, sekarang di dalam tim sukses berubah menjadi pengabdian yang taat dari hati yang tulus dan penuh tanggung jawab. Di setiap tahap, tim sukses fokus untuk membawa setiap individu bersamanya. Setiap individu memberikan pelayanan sepenuh hati dan kualitas kerja yang produktif dengan kinerja terbaik.

Tim sukses yang baik memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjalin hubungan kerja yang profesional dengan setiap anggota tim. Ketika sebuah tim terjalin dengan baik dan profesional, maka setiap hambatan bisa diatasi atau dikelola dengan cepat. Sebaliknya, tim yang terus-menerus bertengkar di dalam konflik, hanya sedang menjatuhkan diri mereka masing-masing sambil merusak produktivitas dan kinerja. Dalam sebuah tim sukses yang hebat tidak ada perilaku yang saling meremehkan, tetapi hanya ada perilaku yang saling menguatkan. Bila perilaku saling meremehkan mendominasi energi tim sukses, maka para lawan atau pesaing akan tertawa gembira karena kemenangan mereka sudah semakin nyata.

Isu negatif adalah hasil dari pemikiran negatif yang muncul di dalam tim sukses. Tim sukses tidak boleh terprovokasi oleh isu negatif. Isu negatif akan memulai pertengkaran yang memanas dan saling merendahkan. Perilaku yang fokus pada kelemahan dan kekurangan diantara anggota tim sukses akan memancing reaksi negatif dan sikap bermusuhan satu sama lain. Bila energi negatif menguasai hati dan pikiran anggota tim, maka pemikiran balas dendam akan mendominasi sehingga permusuhan di dalam selimut tidak dapat dihindari. Jadi, ketika isu negatif muncul di dalam tim, segeralah imbangi isu tersebut dengan sikap dan cara berpikir positif. Tumbuhkan prinsip dan nilai-nilai positif untuk menangkal setiap isu negatif di dalam tim. Hadapi isu negatif dengan tenang, sabar, serta selalu menjaga ucapan dan kata-kata positif. Jangan menanggapi isu negatif dengan serius atau berkhayal tentang hal-hal negatif. Anda tidak perlu berimajinasi atau membangun perasaan-perasaan negatif untuk menghadapi isu negatif. Jangan pernah terprovokasi, tetaplah tenang dan sabar, lalu fokus untuk menyelesaikan semua rintangan dan tantangan dengan sikap baik yang rendah hati.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

BEKERJASAMA DENGAN VISI DAN NILAI BERSAMA

“Setiap orang dalam tim merupakan bagian yang memberikan energi positif untuk menciptakan budaya kerja sama yang kuat.”~Djajendra

Merasa bersatu dan selalu satu persepsi adalah kekuatan yang paling penting dalam membangun kerja sama tim yang unggul. Setiap individu menjadi berharga ketika mampu membangun hubungan yang kuat dengan satu sama lain, dan bekerja untuk misi organisasi. Bekerja dengan visi dan nilai bersama merupakan fondasi untuk keberhasilan tim.

Bekerja dalam perusahaan berarti bekerja secara tim. Semua fungsi kerja dan individu harus mampu menggabungkan kompetensinya untuk menyatu dalam kerja sama. Tidak mungkin dalam kehidupan kerja dan bisnis semuanya dikerjakan oleh satu orang, diperlukan tim kerja yang andal dan berkualitas, agar bisa mencapai tujuan dan mengatasi semua hambatan tersulit. Prinsipnya, kerja bersama-sama lebih memudahkan pencapaian terbaik daripada kerja sendirian.

Hubungan kerja sama haruslah bersifat rasional dan diterima oleh akal sehat. Dalam hal ini, pimpinan harus mampu meningkatkan keterlibatan setiap individu secara rasional; mendorong motivasi individu untuk meningkatkan produktivitas; membangun hubungan antar pribadi yang solid dengan visi, nilai-nilai, dan persepsi yang sama; serta membangun jembatan untuk membuat setiap individu terhubung satu sama lain.

Diperlukan kesadaran individu untuk terhubung dan terikat dengan visi organisasi; terhubung secara produktif dan benar-benar bekerja keras untuk menciptakan kinerja tinggi; terhubung secara ikhlas dan sukarela untuk menjadi bagian dari keberhasilan tim. Dan semua ini merupakan tugas pemimpin untuk membangun kesadaran individu, lalu menyatukan mereka semua di dalam kekuatan tim yang solid dan unggul.

Keberhasilan organisasi bukan ditentukan oleh kehebatan individu, tetapi oleh kehebatan individu untuk bekerja dalam perasaan bersatu dan terhubung menjadi satu jiwa yang solid. Kekuatan persatuan dan merasa terhubung dalam satu hati di dalam tim, akan menjadikan kerja sama tim lebih kuat. Bersatu dan terhubung menjadi satu jiwa yang solid di dalam tim membutuhkan kemampuan untuk berpikir positif, mengelola ego, mengembangkan kerendahan hati, mengembangkan energi kolaborasi, berkomunikasi dan berkoordinasi secara produktif, berkomitmen menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan konflik dengan bijak.

Setiap orang dalam tim merupakan bagian yang memberikan energi positif untuk menciptakan budaya kerja sama yang kuat. Menciptakan dan mengalirkan pola kerja sama dengan cara berbagi kompetensi, bersatu bersama nilai, berkomunikasi berdasarkan visi, dan selalu terhubung secara solid dalam situasi apapun.

Persahabatan dan perasaan senasib di sepanjang proses kerja akan menyatukan tim menjadi lebih solid. Tim yang menyatu selalu berhubungan erat dan memiliki empati dalam mencapai kinerja terbaik. Dalam hal ini, setiap individu akan menjadi kekuatan yang menyebabkan peningkatan kinerja dan produktivitas organisasi.

Kerja sama tim tidak selalu mudah, setiap hubungan berpotensi untuk saling bertentangan, dan berpotensi melalui pasang surut perjalanan bersama. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu menciptakan suasana kerja yang optimis, penuh harapan, penuh kehangatan, dan memfasilitasi setiap individu untuk bersatu dan menyatu dalam visi organisasi. Di samping itu, pemimpin juga harus membangun budaya organisasi dan budaya kerja tim yang menciptakan kebahagiaan bersama.

Meningkatkan visi bersama tim dan meningkatkan budaya terhubung haruslah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Membangun ikatan kerja sama tim yang unggul dan menciptakan hubungan antar pribadi yang mau bekerja dalam keunggulan kompetitif, menjadi tugas penting dari pemimpin. Kebersamaan dalam kerja sama tim yang solid akan mengembangkan budaya kerja sama organisasi yang kuat. Pemimpin harus selalu hadir dan ada di dalam tim, serta membantu tim bergerak dengan produktif untuk mencapai misi organisasi.

Pemimpin harus mendengarkan pendapat setiap individu dan menyatukan mereka untuk mencapai tujuan besar organisasi. Nilai-nilai organisasi dikembangkan dan ditransformasikan menjadi energi etos kerja, dan memotivasi individu untuk beraktivitas sehari-hari di dalam tim yang berfondasikan nilai-nilai organisasi.

Visi dan nilai-nilai bersama haruslah menjadi energi untuk menyatukan dan menggerakan anggota tim. Setiap orang di dalam tim harus saling peduli satu sama lain. Pemimpin harus berkonsentrasi dengan sepenuh hati, untuk dapat merawat orang-orang agar selalu bersikap dan berperilaku sesuai nilai-nilai organisasi. Intinya, tim harus dijaga dan dirawat agar selalu menghasilkan keuntungan bagi organisasi.

Pemimpin bersama-sama setiap anggota tim harus jujur menilai diri sendiri dan berkomitmen penuh untuk menghasilkan kinerja terbaik. Dalam hal ini, integritas dan akuntabilitas harus dipromosikan dan dibuktikan oleh setiap orang melalui etos kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KERJA SAMA YANG BAIK MEMUDAHKAN EKSEKUSI

“Tujuan tim kerja adalah menciptakan proses kerja yang terus berkembang, berinovasi, berubah, dan menciptakan kinerja terbaik.”~Djajendra

Struktur organisasi yang unggul dihasilkan dari kerja tim yang berkolaborasi dengan sempurna. Setiap fungsi dan peran benar-benar tersambung dari hati nurani masing-masing individu; tersambung dengan semua fungsi kerja; tersambung dengan proses kerja; dan tersambung dengan dunia di sekitar lingkungan kerja. Ini membantu setiap orang di tempat kerja untuk menyatu dan menjadi lebih kuat dalam mengeksekusi untuk hasil akhir terbaik.

Praktek kerja sama tim haruslah memberdayakan setiap individu untuk mengalami dirinya menjadi kita dan dunia di sekitarnya menjadi kita. Jadi, di tempat kerja, setiap individu tidak perlu menonjolkan aku, tetapi menyatu dengan rendah hati menjadi kita. Bila semua individu sudah bekerja dalam semangat kita, maka hati setiap individu lebih terhubung dan mendorong semuanya untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih berkinerja untuk semua orang.

Dalam perusahaan atau sebuah organisasi, semua orang adalah satu yang utuh dan terhubung, terikat satu sama lain untuk mencapai kinerja terbaik. Jadi, harus ada kesadaran individu untuk memberdayakan diri sendiri dan tim, serta melayani satu sama lain dengan etos kerja yang berkualitas. Dalam hal ini, setiap orang harus membantu dan membangun kekuatan kolaborasi melalui struktur organisasi, mencegah masalah pekerjaan dan hubungan antar pribadi, meningkatkan kualitas kinerja, meningkatkan aliran proses kerja, meningkatkan kontribusi pribadi dengan etos dan kompetensi terbaik, dan membantu meningkatkan kekuatan daya saing perusahaan.

Ketika setiap orang di tempat kerja memahami siapa dirinya dan siapa dirinya satu sama lain, mereka menjadi lebih mampu untuk mendukung semua rencana dan target. Mereka mampu berkontribusi dengan cara memberdayakan diri sendiri secara maksimal, sehingga memiliki kualitas yang andal untuk berkolaborasi dengan sempurna. Di samping itu, mampu membantu untuk membangun hubungan kerja yang lebih memuaskan, lebih hadir di setiap tugas dan tanggung jawab, menjadi lebih sadar dan sadar diri untuk selalu memberikan pelayanan terbaik di setiap proses kerja.

Kerja di kantor adalah kerja tim, tidak seorang pun mampu menyelesaikan pekerjaan di kantor sendirian, semua pekerjaan diselesaikan melalui kerja sama yang produktif dan berkualitas. Setiap individu bertanggung jawab untuk menunjukkan kerja sama yang produktif, dengan cara menjalankan tugas masing-masing sesuai fungsi dan perannya.

Setiap karyawan harus memiliki kualitas proaktif dan bergerak sesuai proses kerja yang telah diatur melalui sistem dan prosedur. Semua orang harus hadir dalam kerja sama tim dengan antusias dan penuh semangat, tidak boleh ada yang kesal atau frustasi dengan realitas yang dihadapi, hubungan antar manusia harus dijalankan dengan energi positif, setiap tindakan dilaksanakan dengan tenang dan terkendali.

Selalu fokus pada apa yang harus dilakukan dan bergerak maju untuk menuntaskan semua tanggung jawab. Jaga pikiran dan emosi agar tetap cair dan mudah mengalir secara alami ke dalam pikiran dan emosi satu sama lain. Jangan terjebak ke dalam isu-isu tidak penting atau konflik yang merusak hubungan kerja. Temukan irama kerja yang saling tolong menolong dan membantu pelaksanaan rencana. Bekerjalah dengan semangat kebersamaan dan saling melayani dengan pikiran positif. Jangan izinkan siapapun untuk mengganggu proses kerja. Kuatkan mental dan miliki daya tahan untuk mengatasi kesulitan di sepanjang proses kerja.

Bertanggung jawab dengan sepenuh hati dan mempertanggung jawabkan pekerjan dengan profesional. Kerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati dan berikan peran Anda dengan karakter yang andal. Kerja sama tim terbaik dihasilkan dari perilaku bertanggung jawab untuk diri sendiri dan satu sama lain. Setiap karyawan harus memahami peran dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, dan melayani tanggung jawabnya dengan sejujur-jujurnya. Di sini, integritas pribadi menjadi kekuatan atau fondasi untuk bertanggung jawab kepada tujuan tim dan kemajuan dari pelaksanaan kerja.

Kerja tim menjadi solid dan kuat saat kepercayaan satu sama lain dibangun dari integritas dan akuntabilitas pribadi yang kuat. Kepercayaan adalah kekuatan dalam pembentukan tim kerja yang unggul, setiap individu wajib saling menghargai dan saling berkontribusi untuk kemajuan bersama. Ikatan kerja sama dari kekuatan integritas dan akuntabilitas tidak mungkin dirusak atau dipecahkan oleh kekuatan apapun. Integritas dan akuntabilitas yang tinggi menjadikan setiap karyawan bermental tangguh untuk membangun soliditas tim kerja yang unggul.

Kerja sama yang baik menghasilkan tim pemenang yang mudah melakukan eksekusi terbaik. Tim pemenang selalu tumbuh di dalam sikap rendah hati, dan mampu meningkatkan kualitas kerja sama dengan lebih baik. Tim pemenang selalu siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih produktif, efektif, efisien, terbuka, konsisten, dan bertanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KERJASAMA ANTAR DIVISI DI TEMPAT KERJA

“Ketika hati para pemimpin divisi dikuasai energi kegelapan, maka tidak ada terang yang bisa mengharmoniskan hubungan kerja. Nyalakan cahaya agar terang menemani kerja sama antar divisi untuk kinerja terbaik.”~Djajendra

Semua divisi dalam struktur organisasi bertanggung jawab untuk bergerak ke satu arah, yaitu ke arah visi yang sama. Walaupun fungsi dari masing-masing divisi berbeda, mereka tidak diciptakan untuk menjadi berbeda. Semua divisi diciptakan untuk bersatupadu melalui kolaborasi agar dapat menghasilkan kinerja terbaik. Intinya, tidak boleh ada penghalang untuk kolaborasi di tempat kerja. Setiap devisi harus memiliki kesadaran untuk beradaptasi dengan cara kerja masing-masing fungsi yang berbeda. Perbedaan masing-masing divisi sesungguhnya untuk memperkuat keamanan dan memperkecil resiko organisasi, bukan untuk menonjolkan ego sektoral atau ego fungsinya.

Sebuah kenyataan bahwa semua divisi dibentuk untuk menjadi kekuatan eksekusi dalam mencapai kinerja terbaik. Ini adalah kenyataan yang harus bekerja di dalam organisasi, bukan setiap divisi saling menonjolkan ego dan melemahkan proses pencapaian kinerja. Produktivitas dan kinerja adalah dua hal yang harus dimiliki dan diperjuangkan secara bersama-sama oleh setiap divisi. Kesadaran para pemimpin divisi untuk bersatupadu di dalam kolaborasi yang solid dan kompak, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas.

Manajemen difokuskan untuk menyatukan semua kekuatan divisi dalam mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Saling mendukung, saling tolong menolong, proaktif, dan saling membantu menyelesaikan semua prioritas kerja, haruslah menjadi etos dari semua divisi. Kurangnya kerja sama dan empati antara divisi berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja. Semua pimpinan divisi harus meninggalkan ego masing-masing, serta mampu mengalir di dalam kolaborasi dan koordinasi yang produktif bagi pencapaian terbaik.

Koordinasi dan kolaborasi adalah kekuatan yang tidak boleh diabaikan. Bila diabaikan, maka perusahaan berpotensi kehilangan produktivitas kerja. Akibatnya, proses kerja menjadi tidak efektif dan produktif; masalah akan menumpuk tanpa mendapatkan solusi yang tepat. Di samping itu, moralitas dan disiplin kerja akan turun, dan semua orang bekerja seadanya tanpa memiliki fokus dan gairah untuk mencapai target.

Mengembangkan sikap positif dan menciptakan budaya kerja yang fokus pada pencapaian terbaik. Untuk itu, setiap divisi harus dibukakan hati dan pikirannya agar mereka sadar tentang keberadaan mereka di tempat kerja. Semangat untuk selalu bekerja sama, melayani, berkontribusi, dan menyumbangkan ide-ide atau solusi yang tepat, haruslah menjadi perilaku kerja sehari-hari. Kebersamaan di dalam perbedaan fungsi kerja harus dijaga demi menciptakan budaya kerja yang unggul. Kesadaran untuk mengembangkan sikap rendah hati dan ikhlas melayani yang lain menjadi sesuatu yang penting.

Salah satu penyebab perusahaan menjadi tidak sehat karena rasa tinggi hati dari masing-masing pimpinan divisi terhadap pemimpin divisi yang lain. Saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat istimewa di hati dewan direksi menjadikan kerja divisi kurang berkolaborasi. Bila hal ini terus-menerus berlangsung, maka perusahaan berpotensi menderita kerugian dan kehilangan peluang untuk mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, peran direksi untuk mengkoordinasi semua divisi secara adil dan profesional, serta memotivasi semua pimpinan divisi untuk selalu bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik, akan meningkatkan kinerja divisi.

Para pimpinan divisi harus saling percaya satu sama lain, dan menyatukan staf-stafnya di dalam hubungan kerja yang saling melengkapi. Semua pimpinan divisi harus bersama-sama bergerak secara efektif dan produktif untuk mencapai tujuan perusahaan. Hindari konflik sejauh mungkin, sebab konflik dari pimpinan divisi bisa mempengaruhi dan menarik karyawan dan manajemen ke dalam konflik. Dan harus diingat bahwa konflik hanya memperbesar masalah dan menyulitkan penyelesaian pekerjaan. Dampaknya, produktivitas akan turun dan etos kerja menghilang.

Hubungan kerja yang produktif tidak pernah dibangun dari hubungan antagonis; hubungan yang penuh cinta dan peduli di dalam perusahaan akan meningkatkan produktivitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIM WORK YANG HEBAT DIHASILKAN DARI BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT

BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT 2015“Budaya yang kuat membuat semua orang patuh pada aturan dan bertanggung jawab untuk menjalankan sistem dengan penuh integritas.”~Djajendra

Perusahaan yang andal selalu dihasilkan oleh sebuah tim yang andal, dan tim yang andal dihasilkan dari budaya kerja ataupun budaya organisasi yang kuat. Tidak mungkin dapat dihasilkan sebuah tim yang tangguh dan unggul di dalam sebuah perusahaan, bila budaya perusahaan itu lemah dan tak berdaya. Budaya perusahaan yang kuat dan tangguh adalah syarat dasar agar mudah membangun sebuah tim kerja yang andal.

Para pemimpin kadang-kadang begitu terfokus membangun tim yang kuat untuk melayani kebutuhan organisasi dan bisnis. Mereka suka lupa membangun budaya organisasi yang tangguh. Dampaknya, tim yang dibangun akan berada di fondasi yang rapuh, sehingga mudah menemukan ketidakcocokan dan pada akhirnya berkinerja rendah.

Budaya yang kuat menyatukan perilaku, sikap, persepsi, karakter, kompetensi, kebiasaan dan etos kerja. Dalam budaya organisasi yang kuat semua individu dengan mudah berkolaborasi, bekerja sama, melayani, menolong satu sama lain, peduli, cinta pada pekerjaan, hubungan yang positif, bertanggung jawab, terbuka, dan saling menguatkan di dalam soliditas kerja. Intinya, budaya organisasi yang kuat secara otomatis membangun tim work yang andal dan tangguh. Oleh karena itu, para pemimpin organisasi harus selalu fokus untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas budaya organisasinya agar bisa memiliki tim kerja yang andal dan hebat.

Pemimpin memulai kepemimpinannya dengan ambisi dan visi. Ambisi dan visi membutuhkan sebuah budaya yang kuat agar dapat mewujudkannya. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu mendefinisikan sebuah budaya organisasi yang bisa melancarkan gerak dari ambisi dan visi menuju proses mewujudkan. Setiap organisasi itu harus unik dan spesial. Unik dan spesial itu haruslah bersumber dari budaya organisasi. Pilihan nilai-nilai, atribut, simbol, karakter kerja, dan semua pendukung penguat budaya yang lainnya haruslah selaras dengan ambisi dan visi kepemimpinan.

Kerja organisasi adalah kerja tim. Oleh karena itu, untuk membuat organisasi menjadi produktif dan efektif, maka pemimpin harus betul-betul mendapatkan orang-orang yang bermental sebagai tim. Kekuatan individu haruslah menjadi kekuatan tim yang selalu berkolaborasi dan bekerja sama dengan solid.

Membangun tim yang kuat bukan hanya sebatas memaksa menyatukan orang-orang yang berbeda, bukan hanya sebatas kata-kata untuk menginspirasi mereka agar mau bekerja sama dalam tim, bukan hanya sebatas memberikan pelatihan-pelatihan untuk mempersatukan mereka. Tetapi, lebih dari itu, pemimpin harus membangun dulu sebuah lingkungan kerja dengan budaya kuat, sehingga nantinya budaya yang kuat inilah yang berfungsi untuk menyatukan setiap individu di dalam soliditas kerja yang kuat.

Budaya yang kuat akan memberdayakan individu dan kelompok dalam sebuah etos kerja yang produktif. Para individu akan disatukan oleh budaya dan menjadikan mereka lebih berkinerja dengan ikhlas. Budaya akan membuat semua orang patuh pada aturan dan bertanggung jawab untuk menjalankan sistem dengan penuh integritas. Budaya yang kuat akan menciptakan lingkungan kerja yang tenang, bahagia, damai, fokus, dan penuh gairah.

Walaupun setiap orang berasal dari berbagai sub budaya dan latar belakang, tetapi di dalam budaya perusahaan yang kuat, mereka mampu menyatu dan berkarya bersama-sama. Mereka akan menjadi relawan yang solid untuk membantu perusahaan dalam mencapai kinerja terbaik. Mereka menjadi relawan yang ikhlas di dalam kerja sama tim. Mereka akan saling menjaga satu sama lain sambil tetap menjalankan fungsi kerja masing-masing secara profesional.

Tentu saja, dalam budaya yang kuat, setiap individu meyakini bahwa kolaborasi dan kerja sama tim yang solid adalah bagian terpenting di setiap proses kerja. Mereka dengan penuh bahagia akan memimpin dirinya sendiri untuk bisa menyatu di dalam tim kerja dan berkontribusi secara profesional. Mereka akan patuh dan menghormati kepemimpinan yang ada di dalam budaya kuat, karena budaya organisasi yang kuat akan menciptakan kepemimpinan yang andal dan tangguh.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BELAJAR PERUBAHAN DARI KOMANDAN HERNAN CORTES

“Saat Hernan Cortes melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, dia segera membakar satu-satunya harapan tersebut. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.”~Djajendra

Perubahan memerlukan keberanian. Anda semua mungkin sudah pernah mendengar kisah Komandan Hernan Cortes yang menyuruh pasukannya untuk membakar kapal yang mereka tumpangi.

Sekitar tahun 1519 seorang komandan dari Kerajaan Spanyol bernama Hernan Cortes memimpin pasukannya menuju wilayah Meksiko. Tujuan mereka ke sana untuk mencari emas dan kekayaan alam lainnya. Mereka percaya di Meksiko tersimpan harta karun dan kekayaan yang luar biasa.

Setelah mereka tiba di sebuah pantai di wilayah Meksiko, Komandan Hernan Cortes melihat keraguan sikap dan perilaku dari sebagian pasukannya. Mereka takut masuk lebih dalam ke daratan, mereka lebih suka berdiam di wilayah pantai. Mereka takut kehilangan kapalnya. Di samping itu, sebagian yang serakah, pikirannya hanya terfokus pada harta karun. Benih kepentingan individu mulai muncul, benih tim mulai runtuh. Persaingan kata-kata diantara pasukannya sudah membahayakan kesatuan dan soliditas tim. Perang dingin di internal pasukannya sudah sangat membahayakan misi perjalanan mereka ke Meksiko.

Melihat bahaya di depan mata, Komandan Hernan Cortes menginstruksikan anak buahnya untuk membakar kapal mereka. Semua anak buahnya kaget dan bingung dengan keputusan gila dari sang komandan. Banyak yang beradu argumen, tetapi Hernan Cortes tidak ragu sama sekali dengan instruksinya untuk segera membakar kapal mereka.

Kapal sudah dibakar, sekarang sudah tidak ada pilihan, semuanya harus menjaga kebersamaan agar dapat masuk lebih dalam lagi ke wilayah daratan Meksiko. Pasukan Hernan Cortes pun mulai membuka hutan agar dapat membuat jalan untuk masuk lebih dalam lagi ke jantung Meksiko. Keberanian harus ditingkatkan, rintangan harus dihadapi, rasa takut harus dihilangkan. Mereka pun terus maju untuk melawan setiap rintangan dan bahaya, kebersamaan dan soliditas telah menjadikan pasukan Hernan Cortes mampu mencapai wilayah daratan Meksiko.

Itulah sedikit dari kisah hebat Hernan Cortes. Keberaniannya untuk membakar satu-satunya harta, yaitu kapal dengan semua logistiknya. Dan, keberaniannya untuk memulai sebuah perjalanan dengan modal keyakinan dan kepercayaan diri telah menjadikan Hernan Cortes sebagai inspirasi dunia. Hernan Cortes berani meninggalkan kapalnya dan membakar kapalnya agar dia tidak kembali lagi ke kapalnya.

Hernan Cortes mengajarkan bagaimana sebuah perubahan harus dimulai. Dia mengajarkan kepada dunia bahwa perubahan memerlukan keberanian, keyakinan, dan kepercayaan diri untuk terus maju dan melupakan yang lama. Dia menciptakan ketidakpastian dan memaksa anak buahnya untuk bersahabat dengan bahaya. Dia sadar bahwa di sepanjang perjalanan menuju wilayah pedalaman berbagai rintangan, risiko, ancaman dan bahaya pasti akan dihadapi. Hutan yang lebat dengan binatang buas dan peradaban yang berbeda tidaklah membuat takut Hernan Cortes. Dia terus memimpin pasukannya untuk menemukan kehidupan yang baru di wilayah Meksiko.

Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan. Tidak ada kata mundur dalam kamus perubahan. Di sepanjang proses perubahan, setiap orang harus menciptakan sumber daya yang tak terbatas, paling tidak sumber daya yang tak terbatas dari dalam diri masing-masing.

Perubahan bertujuan untuk terus-menerus bertransformasi dan tidak terjebak oleh apapun. Perubahan yang sempurna tidak pernah menciptakan zona kenyamanan baru, selalu kreatif dan inovatif untuk menciptakan hal-hal baru. Bahaya terbesar bagi perubahan adalah zona nyaman, dan zona nyaman merupakan zona berisiko bagi perubahan.

Komandan Hernan Cortes sudah memberikan contoh untuk penyesuaian terhadap realitas. Saat dia melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, maka dia segera membakar harapan tersebut. Kapal dia bakar dan memberikan kepercayaan diri kepada pasukannya untuk terus berjalan maju. Dia memotivasi pasukannya agar membangun momen-momen yang penuh energi keberanian, untuk menuju tujuan kehidupan yang lebih baik.

Perubahan berarti bekerja pada kemajuan dari momen ke momen. Setiap realitas yang tidak menyenangkan harus dituntaskan dengan solusi yang tepat. Setiap kesalahan harus dituntaskan dengan kebenaran yang tepat. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.

“Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERMENTAL TIM DAN MENGALIR DALAM KOLABORASI KERJA

“Bersama-sama di dalam kolaborasi kerja sempurna menghasilkan kinerja yang berlimpah.”~Djajendra

“Bersama-sama kita kuat, terpisah kita runtuh” adalah sebuah kalimat yang wajib diingat oleh setiap karyawan dan pimpinan. “Kita bekerja bersama-sama, kita harus setia di dalam kebersamaan kerja” adalah kalimat ampuh untuk membangun mental kerja sama yang kuat di internal organisasi.

Kita tahu di tempat kerja setiap orang berada di ruang terpisah, di kursi dan meja terpisah, di kamar terpisah, di gedung yang terpisah, kadang di kota atau negara yang terpisah. Tetapi, semuanya sedang bekerja pada tugas yang sama untuk memenuhi tujuan, misi dan visi organisasi.

Secara psikologis semua orang harus berada dalam frekuensi yang sama agar mudah berkomunikasi satu sama lain. Bersama-sama fokus pada tujuan, misi dan visi. Untuk itu, diperlukan perasaan dan mental sebagai sebuah tim yang siap berinteraksi melalui kolaborasi sempurna. Walaupun secara teknis tidak sedang berada dalam sebuah tim atau kerja sama, tetapi secara fungsi setiap orang dan setiap unit kerja sedang berada di dalam kolaborasi kerja.

Semua fungsi dan peran organisasi terikat di dalam keterkaitan. Tempat kerja penuh dengan keterkaitannya. Sangat kompleks dan rumit hubungan keterkaitannya, sehingga diperlukan kesadaran penuh agar hubungan kerja yang kaya kolaborasi dapat menjadi sumber keberlimpahan kinerja organisasi.

Semua jiwa di dalam organisasi merupakan sumber koneksi dan saling memiliki di tempat kerja. Penyatuan hati melalui empati meningkatkan kerja sama di internal organisasi. Kesadaran untuk merajut kebersamaan hati menjadikan setiap orang mampu dan berani melakukan pekerjaan apapun di tempat kerja.

Kebahagiaan kerja didapatkan saat semua orang di tempat kerja satu sama lain terhubung dan ingin bekerja sama. Sikap rendah hati dan ikhlas melayani dengan hati, adalah cara terbaik untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna. Secara naluriah manusia adalah spesies yang hidupnya berkelompok dan saling melayani, dan ini merupakan modal untuk memastikan kolaborasi sempurna terjadi di dalam organisasi.

Pikiran dan perasaan haruslah termotivasi untuk bekerja sama. Pemimpin yang cerdas selalu mampu membangkitkan perasaan bekerja sama di dalam jiwa setiap orang. Motivasi dari dalam diri untuk terlibat dan menikmati kerja sama, akan menghasilkan kinerja yang berlimpah.

Kerja sama yang baik meningkatkan kepercayaan, hubungan baik, dan perasaan senang saat melakukan sesuatu secara bersama-sama. Kesadaran bahwa keberadaan setiap orang di dalam organisasi memiliki keterkaitan untuk pencapaian kinerja terbaik, akan meningkatkan hubungan kerja yang solid dan produktif.

Struktur organisasi membagi semua fungsi dan peran kerja ke dalam kelompok-kelompok kecil, biasanya berwujud sebagai unit kerja atau divisi. Pemisahan ini bermaksud agar pekerjaan yang besar dapat dibagi ke dalam porsi-porsi kecil, untuk dikerjakan dengan fokus dan tanggung jawab. Walaupun pekerjaan dibagi-bagi, tetapi semangat bekerja bersama-sama tidaklah boleh dilupakan. Setiap fungsi dan peran dipisahkan untuk tujuan fokus, bukan untuk berbeda dan menciptakan ego sektoral. Oleh karena itu, walaupun terpisah, semangat bersama-sama haruslah menjadi mindset dan perilaku sehari-hari.

Keberadaan organisasi bukanlah untuk bekerja sendirian, tetapi saling merajut hati dan menyatukannya di dalam kolaborasi sempurna. Bersama-sama dapat membuat yang tidak mungkin dibuat bila sendirian. Semua proses kerja mengalir oleh energi kerja sama dan kolaborasi. Bersama-sama mampu menghilangkan perbedaan yang merugikan. Bersama-sama mampu menciptakan visi ke dalam kenyataan yang diinginkan.

Kolaborasi dan kerja sama yang baik di internal organisasi hanya terwujud, bila setiap orang terhubung hatinya oleh mindset dan perilaku kerja. Keyakinan dan kepercayaan untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna, akan mengantar setiap orang menuju tujuan bersama.

Kolaborasi sempurna memerlukan komunikasi, koordinasi dan motivasi untuk selalu menyatukan energi kerja di dalam frekuensi yang sama. Bersama-sama memberikan energi positif di dalam proses kerja; bersama-sama menyatukan hati dan pikiran untuk saling membantu di tempat kerja; bersama-sama tergerak hatinya untuk melakukan yang terbaik. Kerja sama untuk kolaborasi sempurna mampu menghasilkan kinerja terbaik di dalam keberlimpahan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

“Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik.”~Djajendra

Kolaborasi adalah dasar untuk mengeksekusi sebuah proyek dengan tepat. Kolaborasi berarti semua orang bersatupadu di dalam kerja sama yang terikat untuk mencapai tujuan. Tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, kolaborasi mampu mengatasi konflik, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok, serta mampu mengatasi ego individu dan ego sektoral. Kolaborasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian dan mengurangi potensi kegagalan.

Organisasi bisnis memiliki berbagai fungsi dan peran yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi. Walaupun setiap fungsi dan peran memiliki perbedaan orientasi pekerjaan, tetapi harus menyatu melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan inti bisnis. Setiap perbedaan harus menyatu dan mengalir dengan sempurna di dalam aliran kolaborasi.

Kolaborasi meningkatkan kecepatan, mengoptimalkan kapasitas dan memperbanyak peluang. Ketika orang-orang sudah mengalir sempurna di dalam kolaborasi, mereka menjadi pabrik penghasil ide-ide terbaik yang dapat diimplementasikan dengan sempurna. Tidak akan muncul kesulitan saat semua orang bersatupadu secara ikhlas di dalam aliran kolaborasi yang produktif.

Dalam aliran kolaborasi; semua bakat, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan energi positif menyatu untuk menghasilkan kinerja. Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik. Semua masalah dan tantangan selalu dapat dituntaskan di tempat munculnya masalah tersebut, sehingga semua rintangan dan tantangan dapat dimatikan sejak dia masih kecil.

Kolaborasi membuat organisasi bergerak dengan cepat, efektif, lincah, produktif, kreatif dan selalu berbagi di dalam kerjasama yang solid. Kolaborasi menjadikan setiap individu dan tim sebagai mitra berharga yang saling membantu dengan ikhlas untuk mencapai tujuan.

Karena kolaborasi menyatukan semua energi organisasi untuk fokus pada tujuan dan kepentingan organisasi, maka semua orang harus mendapatkan kejelasan dan kepastian. Tidak boleh ada kebingungan di dalam kolaborasi, semua orang harus tahu dan sadar tentang pentingnya hubungan kerja dengan etos yang menjadikan semua orang cepat dan produktif.

Kolaborasi harus diikuti dengan tanggung jawab penuh. Setiap bantuan, kontribusi, informasi, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan aliran kerja harus di dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mengurangi konflik, dan juga mengurangi ketergantungan.

Bisnis membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Bisnis membutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk meraih keuntungan. Bisnis membutuhkan momen yang paling tepat untuk mengeksekusi strategi. Bisnis yang hebat selalu memiliki tindakan yang membuat pesaing tidak berkutik. Oleh karena itu, kolaborasi harus menjadi kekuatan yang memastikan keberhasilan dari semua ketidakpastian di dalam organisasi. Setiap kolaborator harus cerdas mengidentifikasi semua potensi risiko dan menyiapkan energi bersama untuk mengambil langkah-langkah tepat bagi pencapaian terbaik.

Kolaborasi berarti secara struktural dan interpersonal harus berada dalam frekuensi yang sama, sehingga jarak organisasi dan jarak relasional sangat dekat, serta menyatu di dalam soliditas bersama yang produktif.

Para kolaborataor yang cerdas selalu siap berkeringat untuk sukses yang lebih baik daripada menangis selama kegagalan. Menyatukan dan mengalirkan proses bisnis dengan sempurna, serta mengatasi hambatan dan perbedaan untuk sebuah hasil akhir terbaik.

Tujuan utama kolaborasi adalah menguatkan keyakinan dan meminimalkan keraguan. Kolaborator terbaik selalu sadar untuk menyatukan jiwanya di dalam misi organisasi. Mereka menyiapkan dirinya untuk bisa hidup bahagia di dalam satu visi dan satu budaya. Mereka membangun strategi bersama untuk mencapai hasil akhir dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatu ke dalam kelompok berenergi positif dan mengalir dengan produktif di setiap batas wilayah proses kerja. Mereka menjadi kekuatan yang mempercepat aliran bisnis dan membersihkan semua penyumbat dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR -TIM KERJA BERGERAK CEPAT DAN PRODUKTIF

“Bekerja dengan sepenuh hati dengan memfokuskan energi dan waktu pada momen sekarang.” ~Djajendra

Sekarang ini jaman serba cepat, setiap pekerjaan tidak boleh ditunda-tunda, harus segera dieksekusi dan dikoordinasikan dengan produktif. Setiap orang harus bekerja sekarang dengan sepenuh hati, memfokuskan energi dan waktu pada momen sekarang, lalu memberikan perhatian penuh dan detail terhadap apapun yang dikerjakan. Bukan lagi jamannya untuk menunda atau terlalu banyak wacana dan diskusi. Bertindak segera dan tunjukkan hasilnya dengan segera, itulah yang harus ditunjukkan pada jaman ini bila ingin mendapatkan sukses.

Pemimpin yang cerdas adalah seorang koordinator yang andal atas kolaborasi kerja. Pemimpin harus membuat semua orang di dalam organisasi berorientasi tim, membangun budaya tim dan melekatkan akuntabilitas dimental setiap individu. Pemimpin harus mengembangkan budaya kerja tim, yang membuat setiap individu terhubung secara alami satu sama lain, serta menyatukan setiap individu di dalam tim kerja yang penuh gairah dan empati.

Budaya organisasi yang berorientasi tim merupakan syarat agar setiap individu bergerak secara alami di dalam kolaborasi kerja. Setiap orang di dalam organisasi harus bermitra satu sama lain dan menjadi kolaborator yang andal. Kecepatan kerja dan kontribusi yang tepat merupakan sesuatu yang  penting di dalam kolaborasi. Setiap orang harus memiliki energi, waktu, daya tahan dan fleksibilitas dalam menyelesaikan pekerjaan dengan produktif.

Ketika realitas bisnis tidak begitu stabil. Maka, pemimpin harus membangun budaya organisasi yang kuat agar setiap karyawan dan pimpinan bisa menciptakan stabilitas di dalam organisasi, sehingga semua realitas yang tidak stabil tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kreatif dan tenang, oleh orang-orang berenergi stabil dan penuh percaya diri.

Bila mental dan semangat kerja menjadi stabil, maka segala kerumitan yang dihasilkan dari luar organisasi dapat diatasi dengan produktif. Stabilitas di internal organisasi dapat meningkatkan fokus untuk menyelesaikan segala sesuatu secara tepat waktu. Di samping itu, stabilitas menciptakan ketenangan dan rasa percaya diri yang tinggi, sehingga tim kerja dapat bergerak cepat untuk menangani isu-isu yang bergerak cepat di dalam ketidakstabilan bisnis atau realitas praktis.

Dalam kolaborasi, setiap orang harus disiapkan atau dilatih untuk meningkatkan rasa keingintahuan untuk memahami kebutuhan orang lain di dalam organisasi. Semua orang harus dilatih agar mampu menambahkan sesuatu yang kurang dari orang lain. Setiap orang harus dilatih agar menciptakan energi positifnya sendiri untuk meningkatkan semangat, gairah, motivasi, antusiasme, daya tahan, usaha dan energi untuk mewujudkan dengan penuh kualitas.

Budaya organisasi yang kuat menciptakan model perilaku tim yang terhubung secara alami. Mereka tidak dibatasi oleh hirarki ataupun batas kekuasaan, mereka berakar di dalam satu visi dan satu budaya, sehingga mampu menjadi satu tubuh yang kuat dan andal. Tim di dalam budaya organisasi yang kuat mampu bergerak efektif dan menampilkan antusiasme yang mendalam untuk hubungan kerja yang baik. Saling mengajukan pertanyaan, saling mendengarkan, saling membantu, saling menanggapi, saling peduli, adalah perilaku yang terlihat sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA TIM: MENYATUKAN SIFAT, KEBIASAAN, DAN PERSEPSI ANGGOTA TIM

“Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses.”~Djajendra

Setiap individu hadir dengan sifat dan kebiasaan hidup yang beragam. Ketika para individu ini disatukan ke dalam sebuah tim, maka perlu diperhatikan tentang sifat dan kebiasaan dari masing-masing orang. Sifat dan kebiasaan hidup beragam yang dibiarkan berpotensi merusak kebersamaan dalam tim. Penyatuan persepsi di dalam tim sifatnya mutlak. Selama persepsi belum menyatu, selama itu, dari waktu ke waktu, berpotensi menciptakan kebingungan dan konflik di dalam tim. Tim yang profesional dan kuat selalu cair di dalam proses kerja, selalu solid dan fokus pada tujuan tim.

Pengelolaan tim harus fokus untuk menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan potensi sukses, memelihara kebersamaan dan soliditas, dan melibatkan semua individu untuk menguatkan tim dalam menghadapi berbagai kemungkinan di depan.

Pengelolaan tim tidak hanya bertugas mengawasi sifat, kebiasaan, dan menyatukan persepsi, tetapi juga perlu mengelola realitas dengan cerdas. Realitas adalah kebenaran yang sedang dihadapi. Anggota tim tidak boleh membiarkan pikirannya dan realitas tumpang tindih. Mereka harus mampu memisahkan mana realitas, mana impian, mana harapan, mana imajinasi. Kemampuan memetakan realitas akan memudahkan tim, untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang tepat.

Strategi yang tepat dan rinci dapat mengarahkan tim. Fungsi dan peran masing-masing individu harus dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan tim. Tim dikelola agar para individu tidak terjebak dalam niat yang sangat berbeda. Semuanya harus disadarkan bahwa kerja tim adalah kerja di dalam kebersamaan. Ego individu harus dihilangkan, soliditas dan kebersamaan persepsi harus dikuatkan.

Bersama-sama dalam satu arah, dalam satu fokus, dalam satu kekuatan sikap, dan dalam satu eksekusi untuk sukses. Soliditas dan jiwa korsa tim menentukan kualitas eksekusi tim. Mengelola merupakan tugas pemimpin tim. Pemimpin tim yang baik pasti mampu menyatukan semua perbedaan individu untuk penguatan soliditas kerja.

Manajemen tim harus selalu fokus pada kekuatan intinya, yaitu: hubungan, soliditas, kolaborasi, komunikasi, sinergi, jiwa korsa, toleransi, empati, dan menjadi satu jiwa. Pengelolaan tim tidak hanya bertujuan untuk mencapai target dan tujuan organisasi. Ini adalah proses menciptakan satu jiwa dari banyak jiwa. Ini adalah mengubah individu menjadi tim yang kuat dan unggul. Ini adalah proses pembentukan kekuatan besar dari akumulasi kekuatan-kekuatan kecil. Ini adalah tentang menarik energi dan potensi sukses individu ke dalam energi dan potensi sukses kelompok besar. Ini adalah tentang penyatuan kekuatan agar organisasi bisa menjangkau ke wilayah kerja, yang tak mungkin bisa diselesaikan oleh seorang diri.

Anggota tim harus mampu mengkonversi sifat dan kebiasaan kerja sesuai budaya organisasi. Hal ini akan menyempurnakan hubungan kerja berbasis budaya kerja yang kuat. Budaya yang kuat dan profesional akan membiasakan individu untuk memiliki sifat, sikap, perilaku, dan karakter kerja sesuai dengan nilai-nilai inti budaya kerja.

Tim yang kuat selalu memiliki motif kerja yang jelas dan terang. Tidak ada seorang pun yang memiliki motif atau sifat-sifat tersembunyi. Semuanya bekerja secara terbuka, penuh tanggung jawab, jujur, dan saling memberikan atau mendapatkan umpan balik dari proses kerja bersama.

Nilai-nilai inti budaya kerja berfungsi untuk mengikat semua individu di dalam jiwa korsa dan soliditas kerja. Ketika nilai-nilai kerja menjadi pengawal dan pengawas sifat dan kebiasaan individu, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi alat untuk mengukur hasil akhir dari karakter kerja individu.

Nilai-nilai budaya yang dipatuhi dengan integritas dan tanggung jawab, akan menjadi penunjuk arah kerja terbaik. Membuat anggota tim tidak ragu, mampu mengelola kebersamaan, dan secara bersama-sama mampu mengambil tindakan yang tegas dan terarah menuju tujuan.

Mengelola tim untuk meningkatkan kualitas kebersamaan di dalam soliditas kerja.  Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses. Interaksi tim yang penuh tanggung jawab, serta kemampuan kepemimpinan tim untuk mengelola sebuah komunitas kerja yang solid dan kompak sebagai tim, adalah keunggulan yang menjadikan organisasi mencapai tujuan dengan sukses.

Pengelolaan tim yang baik dapat memotivasi dan meningkatkan integritas individu untuk lebih produktif. Semakin produktif dan berkinerja para anggota tim, semakin mampu mereka bekerja untuk meningkatkan reputasi organisasi. Pengelolaan tim tidak hanya fokus untuk hasil akhir terbaik, tetapi juga untuk membangun reputasi dan kredibilitas organisasi yang andal di persepsi stakeholders. Tim yang hebat adalah harta terbaik yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN EGO SEKTORAL DENGAN KECERDASAN SOSIAL

DJAJENDRA 09 2014“Fungsi dan divisi di tempat kerja adalah alat untuk mencapai tujuan. Bila alat ini dijaga dengan ego dan kepentingan yang sempit, maka alat ini sulit berfungsi untuk mencapai tujuan.”~Djajendra

Tidak mungkin sebuah visi dikerjakan sendiri; diperlukan kerja sama dan koordinasi yang cerdas melintasi perbedaan, keragaman, fungsi dan sektor. Jadi, diperlukan orang-orang yang cerdas sosial, supaya sebuah visi dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat.

Orang-orang yang cerdas sosial sangat mudah berkomunikasi dan berinteraksi secara proaktif. Bila kecerdasan sosial sumber daya manusia rendah, mereka akan bekerja sendiri-sendiri, tidak mampu bersatupadu di dalam soliditas bersama. Sebaliknya, bila sumber daya manusia cerdas sosial, maka soliditas dan kolaborasi kerja akan menjadi budaya kerja, yang merangkul lintas sektoral dan lintas divisi di dalam satu visi.

Sepintar apapun seseorang; sehebat apapun seseorang; setinggi apapun pendidikan seseorang; sejenius apapun konsep dan pemikiran seseorang. Tetapi, bila dia tidak cerdas sosial, dia akan menjadi energi perusak soliditas organisasi.

Orang-orang yang tidak cerdas sosial hanya mampu bekerja sendiri. Walaupun mereka sangat cerdas dan sangat berbakat, mereka tetap sulit menyatu di dalam proses kerja. Dampaknya, mereka berpotensi membawa nilai dan benih konflik ke dalam proses kerja, sehingga kinerja terbaik akan sulit untuk diwujudkan.

Dunia kerja adalah dunia kerja sama. Manajemen berfungsi untuk mengelola semua sektoral, agar saling berkolaborasi dan berkoordinasi secara efektif dan produktif. Tidak ada kerja sendiri di dalam dunia kerja. Semua orang yang bekerja merupakan bagian dari pekerjaan yang lain. Dunia kerja adalah dunia yang saling menguatkan satu sama lain, yang saling mengkontribusikan kompetensi dan kemampuan, untuk sebuah pencapaian sesuai target.

Di dalam organisasi, tidak ada sebuah tujuan yang bisa dikerjakan sendiri. Bakat, profesionalisme, kecerdasan, dan potensi yang hebat; akan sia-sia bila tidak mampu bekerja sama.

Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan koordinasi. Sangat banyak fungsi dan divisi di dalam sebuah organisasi. Semua fungsi dan divisi tidaklah boleh berdiri di atas ego dan kepentingan masing-masing. Semuanya harus tunduk kepada visi, harus berkolaborasi dan berkoordinasi di dalam misi.

Seseorang yang cerdas sosial sangat mudah terlibat dalam tugas-tugas rutin yang membutuhkan kebersamaan. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan ide-ide baru, dan mudah menerima solusi dari siapapun atau manapun. Mereka menguasai seni percakapan dan seni mendengarkan, dan sangat mudah mengintegrasikan dirinya dengan kelompok kerja.

Seseorang yang cerdas sosial tidak akan menjaga jarak, ataupun menjadi penyebab konflik. Dia adalah pribadi yang penuh empati dan kaya toleransi. Dia selalu membangun jembatan komunikasi yang positif, serta selalu merobohkan tembok penghalang di dalam organisasi dan proses kerja. Dia adalah orang yang selalu menghubungkan hati, emosi, pikiran, dan etos; dari setiap insan organisasi untuk bersatupadu di dalam soliditas bersama.

Seseorang yang tidak cerdas sosial biasanya sulit mempercayai kemampuan orang lain; menganggap dirinya yang paling pintar dan suka meremehkan orang lain; sangat sensitif, miskin toleransi, miskin jiwa besar, dan miskin empati; dia merupakan komunikator yang buruk, sehingga pilihan kata-kata dan ucapannya selalu menjauhkan hubungan baik; walaupun dia berbakat, berpendidikan tinggi, cerdas, kreatif, dan berpotensi, tetapi sulit menjadi andal di tempat kerja; dia selalu terjebak di dalam egonya, dan sulit memahami pentingnya sebuah kebersamaan di tempat kerja.

Orang-orang cerdas sosial biasanya cerdas emosional. Mereka mudah menyatu dan berkontribusi secara lintas sektoral. Emosi yang cerdas mampu menghilangkan ego dan kepentingan sempit. Mereka selalu bersinar dan menjadi aset yang diandalkan oleh organisasi. Mereka merupakan energi positif yang mampu menggerakan sebuah pekerjaan secara kreatif dan kolaboratif. Mereka mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan. Mereka tidak terbatas oleh waktu dan ruang, mereka mampu terhubung dan berkoordinasi di segala kondisi untuk sebuah pencapaian terbaik.

Orang-orang cerdas sosial selalu mendorong komunikasi dan menyatukan semua kepentingan untuk fokus pada visi. Mereka selalu mengupdate kemajuan dan menghadiri semua rapat atau pertemuan lintas sektoral. Mereka selalu menyatu di dalam tujuan dan membuka pikiran untuk bisa saling mengerti.

Orang-orang cerdas sosial selalu mengikuti kejadian-kejadian; memiliki rasa ingin tahu yang besar; dan menjadwalkan pertemuan rutin untuk sebuah solusi terbaik. Mereka sangat rajin membuat pertemuan informal, untuk menguatkan hubungan kebatinan, dan penuntasan persoalan-persoalan kerja yang sulit secara formal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPUTUSAN YANG HEBAT SUDAH MEMETAKAN RISIKO DAN PELUANG

DJAJENDRAKEPUTUSAN YANG HEBAT SUDAH MEMETAKAN RISIKO DAN PELUANG

“Keraguan dan suara-suara pesimis adalah musuh utama untuk pencapaian terbaik. Dan juga, musuh utama untuk membuat keputusan yang hebat.”~Djajendra

Sebuah keputusan tidaklah boleh dibuat sesuka hati, haruslah dipertimbangkan dari berbagai sudut dan perspektif.

Awasi dan kendalikan sikap dan perilaku. Sikap dan perilaku dengan prinsip kehati-hatian dan penuh ketenangan, akan memiliki energi yang unggul, untuk menghasilkan keputusan yang hebat.

Hidup dan pekerjaan membutuhkan keputusan-keputusan yang hebat dan benar. Keputusan yang baik memudahkan untuk pencapaian yang lebih baik. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mempertimbangkan berbagai faktor, risiko dan peluang, akan menjadikan keputusan lebih berkualitas.

Serumit apapun sebuah persoalan, keputusan yang baik akan memberikan solusi yang hebat. Kemampuan untuk melihat hasil akhir yang hebat; kemampuan untuk bekerja di dalam proses yang hebat; kemampuan untuk memetakan peluang dan risiko dengan penuh kualitas; kemampuan kreatif untuk menemukan banyak alternatif, jalan keluar, solusi, dan perbaikan; kemampuan untuk berkaca dan berinterospeksi pada pengalaman; kemampuan untuk menghitung dan menganalisis dengan akurat dan tepat; kemampuan untuk menyatukan energi dengan etika dan profesionalisme; kemampuan untuk menyatukan orang-orang di dalam satu persepsi dan nilai; akan menghasilkan keputusan yang kuat dan unggul.

Keputusan yang buruk dihasilkan dari perilaku yang tergesa-gesa dan penuh emosional. Tanpa ketenangan, tidak akan ada keputusan yang hebat.

Kecerdasan emosi dan pikiran positif menghasilkan niat baik, hal ini menjadi awal untuk menghasilkan keputusan yang hebat dan unggul.

Sebuah keputusan tidak hanya dihasilkan dari reaksi atas sebuah situasi dan keadaan. Tetapi, dari semangat untuk mengamankan rencana jangka panjang, dan juga menghindarkan berbagai risiko dan potensi negatif.

Keputusan yang baik dihasilkan dari pengetahuan yang baik.

Keputusan yang sudah diambil haruslah diperjuangkan dengan penuh percaya diri, untuk mendapatkan hasil terbaik. Keraguan dan ketakutan akan menjadi energi negatif, yang pada akhirnya menjadikan keputusan tidak menghasilkan seperti yang diinginkan.

Keputusan yang sudah diambil tidak boleh diperdebatkan lagi, tetapi harus difokuskan semua energi dan sumber daya agar keputusan tersebut menghasilkan yang terbaik.

Ketidaktenangan dan emosi yang tidak stabil membuat keputusan yang diambil, akan kehilangan sesuatu yang sangat penting. Jadi, hindari emosi negatif dan niat tidak baik saat membuat keputusan. Emosi tidak baik, pikiran tidak baik, niat tidak baik, akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik, dan berpotensi merugikan reputasi dan kredibilitas Anda.

Dalam proses pengambilan keputusan, bila setiap orang hadir dengan niat baik dan emosi cerdas. Maka, proses tersebut akan menjauhkan semua orang dari konflik dan perdebatan tidak cerdas.

Semua orang boleh dan berhak untuk menyuarakan pendapat di dalam proses pembuatan keputusan. Semua orang boleh dan berhak berbeda pandangan dan sikap di dalam proses pembuatan keputusan. Tetapi, ketika keputusan sudah diambil, maka semua orang harus bersatupadu, dan saling berkontribusi untuk hasil terbaik.

Sikap tegas dan optimis menjadikan keputusan menghasilkan pencapaian terbaik.

Pengalaman dijadikan guru dan tempat mengambil hikmah, lalu mengambil waktu untuk belajar dan merenungkannya dari niat baik dan pikiran baik.

Keputusan yang benar sudah menghitung risiko dan peluang. Bila risiko dan peluang sudah dipahami dan mampu dijalani dengan baik, maka mulailah menjelajahi  semua proses dengan mempertimbangkan konsekuensi. Lalu, fokuskan energi dan sumber daya dengan penuh optimis, siapkan perilaku terbaik untuk mencapai hasil terbaik dari keputusan yang diambil.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BRIEFING ADALAH KOMUNIKASI TATAP MUKA YANG MENYATUKAN PIMPINAN DENGAN STAFNYA

KUTA BALI-KEMENKES 2014BRIEFING ADALAH KOMUNIKASI TATAP MUKA YANG MENYATUKAN PIMPINAN DENGAN STAFNYA

“Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.”~Djajendra

Briefing adalah komunikasi tatap muka yang paling efektif dan cepat untuk menjalankan tugas sehari-hari. Para leader selalu menggunakan komunikasi briefing, untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan informasi kepada para karyawan. Sifat komunikasi briefing adalah singkat, jelas, ringkas, terukur, langsung, tata muka, dialog, umpan balik langsung, dan interaksi langsung. Komunikasi briefing menjadikan leader dan karyawan saling berinteraksi secara langsung, untuk menuntaskan prioritas dan tanggung jawab harian.

Komunikasi briefing menjadikan leader dan tim selalu berhubungan; dan memastikan bahwa tujuan dan target masih dalam satu visi, satu misi, dan satu bahasa kerja. Komunikasi briefing menyediakan ruang untuk saling mengklarifikasi dan menguatkan etos kerja.

Pemimpin yang profesional memiliki etos komunikasi yang cepat, tepat, efisien, efektif, dan memiliki daya dorong untuk pencapaian terbaik. Briefing adalah sebuah etos komunikasi yang biasanya dipraktikkan, untuk menyatukan persepsi dan arah kerja tim. Briefing menjadikan hubungan kerja sangat dekat dan saling melengkapi. Briefing yang berkualitas menyatukan semua orang di dalam soliditas bersama, serta mendorong semua orang untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Komunikasi briefing mampu memberikan penjelasan dan informasi dengan sangat rinci, akurat, tepat, relevan, dan sesuai realitas. Dialog tata muka antara leader dengan staf mampu menguatkan komitmen, kepercayaan, keyakinan, dan tanggung jawab bersama. Komunikasi briefing menjelaskan dan menerangkan segala sesuatu, serta menghilangkan kesalahpahaman dan ketidaktahuan.

Kesibukan di dalam rutinitas kerja dapat mengakibatkan staf lupa atau lalai, untuk fokus pada prioritas dan target. Di sinilah peran leader menjadi sangat penting untuk melakukan komunikasi briefing.  Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.

Briefing menjadikan informasi selalu terbarukan, realitas staf dan proses pencapaian target terkontrol dengan baik.  Briefing mendekatkan leader dan staf, menjadikan mereka saling mengklarifikasi, dan saling memberi umpan balik untuk sebuah pencapaian yang lebih baik.

Komunikasi langsung dan efektif sangatlah penting agar semua hal di dalam organisasi terkendali dan terjaga. Kegagalan komunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, gosip,  dan keraguan pada realitas yang ada. Briefing sebagai salah satu cara berkomunikasi yang cepat dan efisien, mampu menyederhanakan hal-hal kompleks, untuk dapat memberikan informasi yang jelas dan ringkas. Jadi, seorang leader yang profesional pasti memanfaatkan kehebatan briefing untuk berkomunikasi secara murah, cepat, tepat sasaran, akurat, produktif, dan ringkas.

Briefing setiap hari dengan durasi pertemuan 30 sampai dengan 60 menit, mampu mengingatkan semua orang untuk fokus dan produktif. Di dalam briefing, pemimpin dapat memberikan informasi terbaru, memotivasi staf agar lebih hebat di dalam menuntaskan tugas dan tanggung jawab.

Briefing adalah komunikasi yang paling efektif untuk saling menguatkan peran kerja, menguatkan komitmen bersama, dan meningkatkan etos untuk pencapaian kinerja terbaik.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

TIM TANGGUH TERCIPTA DARI SIKAP RENDAH HATI ANGGOTA TIM

“Sikap rendah hati menjadikan anggota tim mampu belajar dan bangkit kembali, saat rintangan menghentikan kegiatan untuk mencapai sukses tim.”~Djajendra

Memiliki tim kerja yang tangguh dan andal pastilah merupakan impian setiap organisasi. Setiap pemimpin pasti memiliki impian untuk membentuk dan membangun tim yang andal dan berkinerja hebat. Dan juga, pasti berencana menjadikan timnya tumbuh dan berkembang, supaya bisa menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Hal yang pasti, dalam membangun tim yang andal dan tangguh membutuhkan karakter, kompetensi, dan kualitas. Karakter yang cerdas dalam berkolaborasi dan berkoordinasi, adalah syarat terpenting untuk mewujudkan tim yang andal. Sedangkan kompetensi dan kualitas merupakan komponen yang sangat menentukan untuk mencapai kinerja terbaik.

Karakter yang rendah hati mampu dikelola dan dioperasionalkan di segala situasi dan kondisi bisnis. Sebab, orang-orang yang rendah hati dan sederhana selalu mau belajar, dan mengikuti perubahan yang ada dengan sepenuh hati. Karakter yang rendah hati mudah dimotivasi dan diajak untuk meningkatkan produktivitas. Mereka selalu rendah hati dan mudah mengalir di dalam proses kerja, untuk mewujudkan target.

Orang-orang rendah hati sangat mudah berbagi visi, menerima kritik, menerima pengetahuan baru, dan selalu bersemangat untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Mereka tidak pernah merasa sudah pintar, sehingga mudah dipimpin untuk mengembangkan kualitas tim yang lebih kuat. Mereka selalu mau dengan rendah hati, untuk disiapkan dan dilatih agar dapat mengatasi rintangan dan tantangan.

Karakter rendah hati mudah terhubung dalam sistem kerja tim, langsung bekerja secara kohesif dan kolaboratif, untuk mencapai kinerja tim yang tinggi. Mereka sangat sadar untuk bekerja dalam aliran tim yang tangguh, bekerja menuju tujuan bersama, berbicara bahasa yang sama, dan saling mendukung untuk hasil akhir sesuai target. Mereka memahami motivasi, keinginan, harapan, dan etos kerja dari setiap individu di dalam tim kerja.

Orang-orang rendah hati mudah mengalir di dalam misi kerja sehari-hari. Mereka tekun dan penuh disiplin di dalam rutinitas misi sehari-hari. Mereka sadar untuk memimpin diri sendiri, serta selalu bersikap lebih profesional dalam memberikan pelayanan dan kontribusi.

Pekerjaan tim bukanlah siapa yang melakukan dengan lebih pintar dan hebat, tetapi siapa yang paling rendah hati melayani pekerjaan, dan siapa yang paling mudah terhubung untuk mencapai kinerja terbaik. Sikap rendah hati menjadikan anggota tim mau saling mendengarkan pikiran dan ide-ide, dan mau memperluas wawasan dan membangun kemampuan tim yang lebih efektif.

Sikap rendah hati untuk mematuhi nilai-nilai perusahaan; untuk mematuhi etika bisnis perusahaan; untuk menjalankan perilaku etis berdasarkan kode etik perilaku kerja; akan menjadikan tim tumbuh dan berkembang menuju sukses besar.

Sebuah tim yang solid haruslah tahu dan sadar tentang kesuksesan yang harus dicapai. Lalu, mempersiapkan tim untuk fokus pada misi, dan memperjelas visi dalam mencapai tujuan di sepanjang perjalanan sukses tim.

Tim yang kuat selalu melakukan pekerjaan dengan terencana sesuai visi, taktik, dan strategi bisnis. Setiap anggota tim menjadi energi yang selalu siap memainkan strategi dan taktik bisnis, supaya dapat mencapai kinerja terbaik. Mereka selalu mengembangkan rencana yang ada, dan sangat kreatif untuk menemukan solusi di setiap keadaan yang menghentikan perjalanan sukses tim.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAHABATAN KERJA DAN HUBUNGAN KERJA YANG MENYENANGKAN DAN PRODUKTIF

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3“Jadilah energi positif dengan sikap dan perilaku yang produktif dan melayani, lalu berinteraksilah dengan sepenuh hati dan totalitas di tempat kerja.”~Djajendra

Hubungan kerja yang sehat dan berkualitas menyebabkan rasa senang, kenikmatan kerja, produktivitas, dan kinerja yang hebat. Temukan sahabat-sahabat terbaik di tempat kerja, lalu berkolaborasilah dengan ikhlas agar menjadi energi produktif. Memiliki sahabat-sahabat kerja terbaik di tempat kerja pasti membuat Anda bahagia dan berkinerja.

Hubungan positif memperkuat etos kerja menjadi lebih produktif. Ketika energi baik terhubung dan saling mempengaruhi, maka lingkungan kerja akan menghasilkan budaya kerja yang membuat semua orang puas dan bahagia. Budaya kerja yang terkolaborasi dengan ikhlas dapat menghasilkan etos kerja yang andal.

Manusia hidup dalam interaksi sosial yang alami. Setiap orang pasti berharap dan menginginkan hubungan persahabatan yang baik. Semakin baik dan positif sebuah hubungan persahabatan, semakin bahagia dan berkualitas persahabatan tersebut. Demikian juga, semakin ikhlas hubungan persahabatan kerja, semakin produktif dan bahagia orang-orang di lingkungan kerja. Jadilah energi positif dengan sikap dan perilaku yang produktif dan melayani, lalu berinteraksilah dengan sepenuh hati dan totalitas di tempat kerja.

Hubungan kerja yang baik menjadikan lingkungan kerja penuh dengan harapan dan optimisme. Orang-orang yang terhubung dengan energi baik mampu menjaga kebersamaan, sehingga soliditas di antara orang-orang di tempat kerja menjadi semakin unggul. Energi baik mampu menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi, pembuatan keputusan, dan penyelesaian masalah.

Hubungan kerja dengan energi positif memberikan kemerdekaan dan kebebasan untuk hati nurani. Jadi, setiap kali pikiran liar mencoba mengganggu hubungan kerja yang baik dengan emosi dan perasaan tidak nyaman, maka hati nurani yang penuh energi positif mampu menghadirkan kebaikan untuk menghentikan pikiran liar dan perasaan tidak baik.

Persahabatan dan hubungan kerja yang baik meningkatkan kepercayaan. Bila orang-orang sudah saling mempercayai dan saling mengandalkan di tempat kerja, maka masing-masing fungsi dan peran kerja mampu menguatkan orang-orang untuk fokus pada pekerjaannya masing-masing. Hal ini akan menjadi kekuatan kolaborasi yang mengkontribusikan energi baik untuk menemukan peluang.

Persahabatan dan hubungan kerja yang baik pasti membentuk karakter kerja yang saling percaya, yang saling menghormati, yang sepenuh hati dan totalitas, yang melayani dengan hati, yang memiliki empati dan toleransi untuk keragaman dan perbedaan, yang terhubung secara etis, dan yang selalu berkomunikasi secara terbuka.

Energi baik menghindarkan perilaku gosip, gunjingan yang saling merendahkan, dan politik kantor yang buruk. Energi positif menjadi roh dari persahabatan kerja, sehingga setiap orang mampu saling mendengarkan dan saling meningkatkan pelayanan dengan sepenuh hati.

Persahabatan kerja dan hubungan kerja yang baik membangun fondasi budaya kerja yang unggul. Budaya kerja yang unggul adalah budaya kuat, yang membuat semua orang lebih terlibat dengan ikhlas dan antusias di setiap proses kerja. Budaya kerja yang kuat memotivasi setiap orang, untuk mengabdikan kualitas terbaiknya buat pencapaian kinerja yang lebih tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIM YANG KUAT TIDAK MENYEMBUNYIKAN KELEMAHANNYA

DJAJENDRA PROFILE“Ketika seorang anggota tim tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan sebuah kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.”~Djajendra

Perilaku sebuah tim adalah berkolaborasi, bekerja sama, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Setiap orang di dalam tim memiliki maksud untuk bersama-sama memenuhi target atau tujuan. Intinya, diperlukan perilaku dan karakter kerja yang selalu bersama-sama untuk menyelesaikan semua tanggung jawab dan pekerjaan.

Niat seorang anggota tim haruslah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dengan anggota tim yang lainnya. Ada keharusan untuk selalu bersama-sama, dan harus mampu menundukkan niat yang ingin menyelesaikan pekerjaan seorang diri, tanpa bantuan yang lain.

Kerja tim memiliki waktu dan tempat untuk secara bersama-sama mengelola sumber daya dengan efektif. Dalam hal ini, setiap anggota tim wajib berkomunikasi dan memprioritaskan apa yang harus segera dilakukan, tanpa menciptakan benih konflik, termasuk selalu memiliki niat untuk melakukan apapun dengan kerja sama, serta menyiapkan perilaku dan karakter diri yang sesuai dengan misi dan visi tim.

Memahami kepribadian dan kebiasaan rekan satu tim. Bila Anda tidak memahami gaya komunikasi, karakter, kepribadian, dan pola pikir dari anggota tim; maka hal ini berpotensi menguatkan konflik dan menciptakan kerumitan di dalam interaksi kerja tim. Mengetahui rekan satu tim dengan baik adalah modal yang sangat penting untuk menciptakan kerja sama yang hebat dan unggul. Terhubunglah dengan baik agar setiap individu mampu memperlihatkan fungsinya dengan baik, sehingga tim menjadi sangat kuat dan berfungsi sesuai tujuan.

Tim yang kuat selalu menguatkan kepercayaan di dalam kerja sama tim. Sering sekali anggota tim suka menyembunyikan kelemahan dan kesalahan dari satu sama lain. Kadang-kadang ragu untuk meminta bantuan atau memberikan umpan balik yang konstruktif. Ragu untuk menawarkan bantuan, dan suka menciptakan kesimpulan tentang perilaku kerja yang lain. Takut rekan se-tim lebih menonjol, makanya dibiarkan temannya itu bingung sendiri agar gagal menyelesaikan pekerjaan secara benar. Ada juga rekan se-tim yang dendam atau iri hati, lalu membiarkan temannya masuk ke dalam kesalahan, kemudian membesar-besarkannya agar rekan se-tim nya ini dianggap gagal. Intinya, ketika kepercayaan di dalam tim tidak ikhlas dan tidak jujur, maka hal ini sama saja dengan menyembunyikan kelemahan tim, sehingga tim pasti menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Meningkatkan kepercayaan diantara anggota tim, sangatlah meningkatkan fungsi dan kualitas tim untuk mencapai kinerja terbaik. Secara berkelanjutan perusahaan wajib membangun keandalan timnya. Dari waktu ke waktu sangatlah diperlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diantara anggota tim. Membangun kepribadian dan karakter individu yang ikhlas dan penuh kesadaran, untuk memfokuskan waktu dan energi pada kebersamaan di tempat kerja. Dan juga, memiliki mindset untuk selalu bersama-sama meningkatkan kredibilitas dan reputasi kerja sama diantara mereka.

Konflik tidak selalu buruk. Kadang-kadang dibutuhkan konflik kecil untuk menemukan solusi atau keputusan yang lebih kreatif. Tim yang hebat pastinya tidak takut pada konflik. Haruslah ada keberanian untuk berbeda pendapat agar pengetahuan baru dari sikap kritis dan kreativitas dapat meningkatkan kualitas tim. Jangan jadikan setiap pertemuan tim membosankan, karena takut menyakiti perasaan sesama rekan se-tim. Jangan takut untuk mengkritik atau mempertanyakan secara sangat kritis kepada rekan se-tim, yang penting semuanya terfokus pada persoalan kerja, dan bukan pada persoalan pribadi. Jadilah pribadi-pribadi yang cerdas berdebat untuk menemukan solusi-solusi yang hebat. Jangan takut dengan ide-ide kontroversial yang mungkin bisa meningkatkan keberhasilan tim berlipat kali. Jangan takut untuk berbeda pendapat dan pandangan dengan anggoto tim. Yakinlah bahwa menyembunyikan potensi konflik demi menjaga keharmonisan tim, hanya akan menciptakan bom waktu yang merusak tim secara permanen. Jadi, jangan takut untuk berkonflik demi kemajuan bersama, dan yang penting miliki nilai-nilai kehidupan, seperti: ikhlas, jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan penuh kasih kepada rekan se-tim, sehingga konflik yang munculpun akan segera hilang di dalam kuatnya soliditas tim.

Tidak boleh ada keraguan di dalam tim. Setiap anggota tim haruslah yakin dengan arah dan prioritas kerja. Jangan ragu atau menunda pekerjaan karena hati masih belum yakin 100% dengan apa yang akan dilakukan. Jangan terjebak dalam analisis yang berlebihan, sehingga takut bertindak atau kelamaan untuk bertindaknya. Keraguan yang berlebihan hanya menciptakan penundaan yang berkepanjangan. Ingatlah selalu bahwa keraguan merupakan potensi yang merugikan kemajuan tim. Pastikan setiap anggota tim selalu mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri agar keraguan dapat dihindarkan dari setiap proses kerja tim.

Akuntabilitas adalah perilaku yang harus hidup di dalam tim. Bila seorang anggota tim menghindari akuntabilitas, maka dia telah menciptakan titik kelemahan tim. Tanpa akuntabilitas, sebuah tim pasti tidak mampu berfungsi. Akuntabilitas haruslah menjadi kebiasaan dan mengalir lancar di dalam karakter kerja dan proses kerja. Setiap anggota tim harus tampil penuh disiplin untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan sikap profesional. Akuntabilitas adalah kunci sukses sebuah tim. Jadi, bila seorang saja tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.

Keberadaan sebuah tim adalah untuk hasil akhir yang hebat. Jadi, setiap anggota tim wajib memfokuskan seluruh waktu, energi, sumber daya, dan etos kerjanya dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik. Perilaku kerja yang fokus pada pertumbuhan, serta berorientasi pada prestasi akan meningkatkan gairah kerja tim. Anggota tim harus terlatih dan dibiasakan untuk tidak mudah terganggu, dan hal ini bisa saat mereka memiliki daya tahan mental yang baik.

Diperlukan mental positif dan perilaku produktif agar tidak melalaikan tanggung jawab dan memperhatikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Taat pada komitmen dan patuh pada tujuan adalah jalan terbaik untuk menjalankan setiap fungsi dan peran masing-masing. Keberadaan setiap anggota tim adalah untuk kesuksesan tim, dan bukan untuk menggagalkan pencapaian terbaik tim. Jadi, persiapkan diri masing-masing dengan kepribadian dan karakter kerja yang hebat agar mampu menjadi aset yang andal di dalam tim.

Jadilah pribadi tim yang selalu membawa keluar yang terbaik dari dalam diri. Jangan sekali-kali membawa keluar dari dalam diri hal-hal yang bisa memperburuk kualitas tim. Jadilah energi positif yang membangun kerja sama tim dengan berkualitas, serta memampukan diri sebagai salah satu fungsi terpenting di dalam tim yang hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETERLIBATAN KARYAWAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM KOLABORASI MENUJU SATU VISI YANG SAMA

KETERLIBATAN KARYAWAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM KOLABORASI MENUJU SATU VISI YANG SAMA

“Pemimpin dan yang dipimpin harus memiliki satu komitmen yang sama, dan menjalankan komitmen tersebut dengan sepenuh hati. Keduanya harus berada dalam satu barisan yang sama, barisan yang menuju satu visi dengan optimis.” ~ Djajendra

Pencapaian target dan kinerja di tempat kerja, sangat ditentukan oleh keterlibatan karyawan dan kepemimpinan di dalam kolaborasi, yang terfokus pada hasil akhir terbaik. Tanpa pelayanan dan kontribusi yang proaktif dari karyawan dan kepemimpinan untuk pencapaian target, maka target dan kinerja terbaik akan sulit didapat. Setiap orang, setiap fungsi, setiap peran, dan setiap kekuatan di dalam organisasi, harus menjadi energi yang menguatkan keterlibatannya agar memudahkan proses pencapaian terbaik.

Setiap orang yang hadir ke tempat kerja wajib terlibat di setiap proses dan interaksi untuk menuju pencapaian. Jadi, tidak boleh ada seorangpun yang merasa bukan pekerjaannya, sehingga boleh untuk tidak memperhatikan yang bukan wewenangnya. Sebagai contoh, seorang customer ingin berhenti berlangganan internet dari sebuah provider ternama. Customer mengikuti prosedur dan mengirimkan email ke customer service untuk melakukan pemutusan berlangganan. Tetapi, oleh customer service, karena dianggap proses pemutusan berlangganan bukan wewenangnya, maka customer service hanya berdiam dan tidak bersikap apapun. Dampaknya, customer merasa tidak direspon dengan baik, sehingga customer menjadi kesal dan tidak mempercayai provider tersebut. Jelas, sikap tidak terlibatnya customer service untuk disampaikan ke bagian pemutusan berlangganan, mengakibatkan customer mendapatkan pengalaman yang buruk, sehingga si customer pasti akan menjadi marketing dari mulut ke mulut yang menceritakan kekurangan provider tersebut. Akibatnya, provider tersebut diragukan kredibilitasnya oleh calon pelanggan.

Walaupun bukan tugas dan tanggung jawabnya, walaupun bukan pekerjaannya, keterlibatan setiap karyawan adalah panggung kolaborasi. Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan komunikasi, setiap orang dan setiap unit kerja harus saling membantu, dan terlibat untuk memudahkan proses pencapaian hasil terbaik. Komitmen untuk terlibat di semua aspek agar dapat membantu organisasi untuk mencapai hasil bisnis yang lebih baik, serta menjaga agar stekeholders mendapatkan kepuasaan dan kepastian dari pelayanan yang dilakukan oleh organisasi, adalah tanggung jawab yang harus dipelihara dan dirawat oleh setiap individu di tempat kerja.

Perusahaan wajib menguatkan nilai-nilai bersama, kepercayaan bersama, misi bersama, tujuan bersama, keyakinan bersama, dan etos kerja bersama yang memotivasi setiap orang untuk terlibat membangun kinerja dan reputasi perusahaan. Intinya, setiap individu wajib terlibat dengan menyiapkan waktu, energi, potensi, bakat, keterampilan, pikiran baik, emosi baik, dan pengetahuan, untuk menjadikan dirinya lebih produktif, serta lebih berguna dan bermanfaat buat kemajuan organisasi.

Keterlibatan menciptakan kepercayaan, menimbulkan loyalitas, dan membangun jembatan komunikasi yang menghubungkan setiap orang, untuk bekerja dalam kolaborasi yang terarah pada tujuan jelas. Keterlibatan adalah sebuah perjalanan atau proses, bukan tujuan. Keterlibatan adalah melakukan pekerjaan dengan totalitas dan sepenuh hati. Intinya, setiap karyawan dan kepemimpinan harus memulai hari kerjanya dengan tekad, untuk menjadi lebih terlibat, dan lebih berkontribusi, termasuk lebih melayani dengan berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN MENTAL TIM PEMENANG

002 dj

“Menjaga mentalitas tim pemenang bukanlah persoalan yang sederhana. Kemenangan selalu memberikan kegembiraan yang lebih. Kemenangan selalu berpotensi membuat seseorang terlalu puas, sehingga lalai untuk menjadi lebih disiplin dan kreatif.” ~ Djajendra

Setelah menang jangan terlalu lama larut dalam kemenangan, siapkan kembali kekuatan dan kecerdasan untuk meningkatkan kemenangan berikutnya.

Perusahaan-perusahaan pemenang selalu menjaga tim pemenangnya supaya cerdas meningkatkan kemenangan. Mereka tidak bekerja untuk mempertahankan kemenangan, tetapi menyiapkan diri dengan lebih baik untuk kemenangan berikutnya.

Menjaga sikap rendah hati dan meningkatkan energi kreativitas, adalah sebagian dari karakter “The Winning Team”. Tim pemenang merupakan akumulasi dari kekuatan tanggung jawab pribadi. Tim pemenang isinya adalah orang-orang yang bekerja untuk prestasi dan kinerja. Mereka tidak pernah memiliki niat untuk sekedar mempertahankan sebuah kemenangan, tetapi selalu menjadi lebih kreatif, untuk meningkatkan kemenangan timnya dengan rekor yang lebih tinggi.  

Mental tim pemenang adalah aliran energi kreatif yang tidak pernah berhenti. Mereka selalu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk menghasilkan pencapaian terbaru. Mereka selalu hidup dalam ruang kerja yang sangat kreatif dan kolaboratif. Mereka selalu tumbuh dan berkembang di dalam mindset, yang menempatkan masa depan sebagai tempat yang lebih baik. Tim pemenang berkarya untuk menang, bekerja untuk menang, dan bernafas untuk menang.

Dari pengalaman, saya memahami bahwa perusahaan-perusahaan yang selalu unggul dalam bisnisnya, adalah perusahaan-perusahaan yang paling peduli untuk meningkatkan kualitas tim pemenangnya. Dalam ini, manajemen perusahaan tersebut selalu mengingatkan para pemenang untuk bersikap rendah hati, dan selalu belajar dengan lebih kreatif. Manajemen perusahaan sangat mengakui bahwa timnya adalah tim juara, yang sudah sangat luar biasa kinerjanya, baik secara nasional maupun secara internasional. Tetapi, mereka juga sangat sadar bahwa para pesaingnya sedang menyiapkan diri dengan lebih hebat untuk menjadi pemenang dalam kompetisi berikutnya.

Menjaga mentalitas tim pemenang bukanlah persoalan yang sederhana. Kemenangan selalu memberikan kegembiraan yang lebih. Kemenangan selalu berpotensi membuat seseorang terlalu puas, sehingga lalai untuk menjadi lebih disiplin dan kreatif.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan rasa khawatir dari seorang pemimpin terhadap timnya yang sudah menjadi yang terbaik secara global. Pemimpin yang khawatir tersebut adalah seorang general manager dari sebuah perusahaan multinasional yang menguasai pasar terbesar. Rasa khawatirnya adalah, dia takut timnya terlalu senang dan merasa paling hebat. Dia mengakui bahwa timnya itu sudah luar biasa dalam hal pencapaian prestasi dan kinerja. Tetapi, dia sadar bahwa perasaan terlalu senang dan merasa paling hebat, adalah kelemahan yang berpotensi merugikan perusahaan di masa depan. Perasaan paling hebat akan menggiring seseorang ke wilayah wawasan sempit, sehingga orang tersebut akan kehilangan akal dan kreativitas untuk  bisa lebih berprestasi.

Budaya kerja yang baik adalah yang menanamkan sikap rendah hati, untuk dapat meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan. Jadi, walaupun para anggota tim sudah memberikan yang terbaik di setiap momen kerja mereka, tetaplah harus patuh dan disiplin untuk mengikuti pembinaan yang meningkatkan kualitas. Jangan sampai perasaan bangga dan menang menghilangkan kesadaran untuk meningkatkan rasa tanggung jawab yang lebih kepada stakeholders.  Jangan sampai semua yang dirasakan berlebihan menjadikan diri tinggi hati dan lepas kontrol.

Dunia bisnis adalah dunia inovasi dan kinerja. Setiap bisnis yang kehilangan inovasi dan kinerja, akan kehilangan daya saing untuk mengikuti kompetisi bisnis yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap orang yang bekerja untuk bisnis, haruslah menjadi pembelajar seumur hidup, haruslah dari waktu ke waktu meningkatkan kualitas dan kapasitas untuk menjadi lebih berhasil.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORGANISASI TIM LEBIH TANGKAS DIBANDINGKAN ORGANISASI HIERARKIS

DJAI

“Tim penghasil kinerja terbaik merupakan kekuatan kolektif dari energi positif individu. Dalam hal ini, tim memiliki jati diri yang otentik untuk membangun dan merawat kepercayaan antar satu sama lain, sehingga semua orang di dalam tim bekerja untuk kinerja dan keunggulan.”~ Djajendra

Perusahaan-perusahaan terbaik selalu memperkuat pondasinya dengan pola kerja tim. Semangat untuk peningkatan kinerja kerja tim, peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan pada etika, serta menumbuhkan jiwa wirausaha pada perilaku kerja karyawan telah menjadi sebuah tren.

Sekarang ini, pola kerja hierarkis yang kuat dengan birokrasi mulai diratakan dengan pola kerja tim. Kesadaran untuk membalikkan piramida organisasi, sehingga semua kekuatan di akar rumput organisasi dikuatkan di dalam budaya kerja tim yang solid.

Tim penghasil kinerja terbaik merupakan kekuatan kolektif dari energi positif individu. Tim yang unggul memiliki jati diri yang otentik, untuk membangun dan merawat kepercayaan antar satu sama lain, sehingga perhatian semua orang di dalam tim, bekerja untuk kinerja dan keunggulan.  

Konsep kerja tim tidak terbatas di internal perusahaan, juga meluas ke wilayah pemangku kepentingan. Biasanya, pemimpin yang sukses memiliki struktur untuk merangkul semua kekuatan di dalam dan di luar organisasi sebagai sebuah tim kerja pendukung yang bergerak cepat, lincah, dan penuh disiplin.  Dalam hal ini, seluruh pihak dari wilayah stakeholders, seperti: karyawan, pemilik, pemasok, pelanggan, bank, agen, distributor, konsultan, dan semua stakeholders yang lainnya, dimasukkan ke dalam tim pendukung. Selanjutnya, tim pendukung ini dibuatkan sistem agar dapat terhubung secara efektif dan produktif.  Jadi, bila potensi internal dan eksternal dapat terhubung dengan berkualitas dan produktif, maka perusahaan pasti menghasilkan kinerja terbaik, dan selalu unggul dalam kompetisi pasar.

Pola kerja tim pastinya akan menggusur pola kerja birokrasi hierarkis tradisional. Seperti kita ketahui, dalam pola kerja birokrasi tradisional, semua karyawan wajib menunggu perintah dari atasan untuk bisa bertindak, dan semua pihak harus patuh pada  hierarki perusahaan. Jelas, hal ini akan memperlambat gerak organisasi untuk bersaing di pasar, dan juga perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan dari kekayaan potensi kreatif sumber daya manusianya. Dalam struktur kerja birokrasi tradisional, karyawan hanya akan bekerja untuk menyenangkan bosnya. Di sini, mindset karyawan terfokus pada upaya untuk melayani dan menyenangkan bos. Sebab, dipikiran mereka, bila bos senang, maka pekerjaan mereka sukses, dan kinerja mereka sudah hebat. Intinya, dalam manajemen hierarki, karyawan akan berjuang untuk menyenangkan bosnya, dan tidak terlalu peduli dengan pelanggan, rekan kerja, bawahan, ataupun pemangku kepentingan lain yang tidak mempengaruhi kinerjanya.

Dunia bisnis sedang berubah. Sejak abad ke tujuh belas gaya manajemen hierarki merupakan sesuatu yang dianggap paling benar. Struktur organisasi yang terkendali ketat dari puncak organisasi sudah menjadi kebiasaan kerja ratusan tahun, sehingga bila hierarki dihilangkan semua orang akan merasa seperti kehilangan tempat berlindung.  Sampai hari ini, masih sangat banyak perusahaan yang menjalankan manajemennya dengan birokrasi hierarkis tradisional, hanya perusahaan-perusahaan multinasional yang sudah bergerak lincah dan gesit bersama tim kerja yang kreatif dan kaya visi.

Perusahaan-perusahaan multinasional yang progresif dan inovatif  sangat tegas dan jelas mengoperasionalkan konsep kerja tim. Mereka sangat berkomitmen untuk membangun dan memelihara tim kerja yang kaya visi, kreatif, berkualitas, dinamis, penuh disiplin, dan selalu terdorong untuk menjadi yang terbaik di kompetisi bisnis.  Mereka mampu mendatarkan hierarki perusahaan, sehingga walaupun struktur formal masih terlihat seperti struktur tradisional, tetapi dalam pola kerja, mereka sudah sangat kolaboratif dan terkoordinasi di dalam keharmonisan tim.

Perusahaan-perusahaan dengan manajemen modern menempatkan karyawan sebagai aset terpenting. Supaya aset ini bisa tumbuh dan berkembang, dibuatlah sebuah zona nilai dalam organisasi. Karyawan dan nilai-nilai perusahaan dileburkan menjadi energi penggerak sistem, proses, prosedur, dan rutinitas organisasi.  Walaupun manusia sulit untuk selalu konsisten, tetapi nilai pastilah selalu konsisten. Jadi, peleburan karyawan dan nilai-nilai menjadi sebuah energi, bertujuan untuk menghasilkan sikap dan perilaku kerja yang konsisten, dan juga bertujuan memberikan warna unik pada karakter kerja perusahaan.

Organisasi tim lebih tangkas dibandingkan organisasi hierarkis. Organisasi tim hidup dalam zona nilai; dalam wilayah budaya organisasi yang kuat;  dalam tim kerja puncak yang selalu solid bersama nilai-nilai, prinsip, dan perilaku yang tegas untuk koordinasi tim.

Dalam zona nilai, setiap anggota tim; secara rutin membahas dan mendiskusikan tentang cara mengoperasionalkan nilai-nilai, prinsip, norma, dan karakter kerja untuk menghasilkan kinerja terbaik mereka. Dalam hal ini, mereka sebagai tim yang solid sangat sadar untuk menjadikan nilai-nilai sebagai pondasi kerja tim. Semua orang membahas dan menyepakati untuk bekerja berdasarkan nilai-nilai, seperti: integritas, kualitas, etika, akuntabilitas, keterbukaan, tepat waktu, profesionalisme, disiplin, kepatuhan, kolaborasi, koordinasi, menyelesaikan tugas, dan nilai-nilai yang lainnya.

Dalam kehidupan bisnis yang sangat inovatif  diperlukan manajemen kerja tim. Semua orang di dalam perusahaan harus bergerak sebagai sebuah tim kerja yang solid. Semua orang harus menjadi aset perusahaan untuk menghasilkan inovasi produk dan layanan agar dapat memenangkan pasar yang sangat kompetitif.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEHILANGAN KEPERCAYAAN BERARTI KEHILANGAN PELUANG DAN MASA DEPAN

DJAJENDRA 2013“Bisnis adalah kepercayaan, kurangnya kepercayaan akan menimbulkan krisis kredibilitas, termasuk penurunan reputasi.”~ Djajendra

Hal yang paling ditakutkan dari kata kepercayaan (trust) adalah menjadikannya sebagai pajangan, tetapi tidak pernah dilatih dan diinternalisasikan agar digunakan setiap orang di sepanjang waktu kerja mereka di kantor.

Kepercayaan adalah kemampuan setiap orang untuk mengalirkan potensi dan kompetensi dengan kekuatan etika dan integritas. Dan juga, kemampuan setiap orang untuk berkolaborasi; saling bergantung pada sistem dan prosedur kerja; berkontribusi untuk menghasilkan organisasi yang efektif dan produktif; serta menghasilkan jasa, produk, dan hasil akhir yang berkualitas terpercaya.

Perusahaan dengan kepercayaan yang tinggi dan solid di internal akan memiliki keharmonisan kerja, peningkatan kinerja yang terus-menerus, produktivitas yang tinggi, konflik yang rendah, serta kadar tekanan dan stres yang lebih rendah. Sebab, kepercayaan akan menyatukan setiap hati di dalam kolaborasi empati dan toleransi, sehingga tanggung jawab bersama di dalam energi kolaborasi akan menjadikan perusahaan sebagai tempat yang nyaman dan aman.

Kehilangan kepercayaan adalah kerugian besar. Bila perusahaan tidak mampu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemangku kepentingan; maka perusahaan akan kehilangan peluang, reputasi, kredibilitas, penjualan, dan masa depan.

Banyak sekali perusahaan-perusahaan jatuh oleh kepercayaan yang hilang. Kepercayaan adalah harta yang sangat penting. Menjaga dan merawat kepercayaan dengan integritas, transparansi, akuntabilitas, dan perilaku etis, akan menjadikan perusahaan lebih dipercaya.

Arthur Anderson, kantor akuntan publik, yang masuk ke dalam lima besar terbaik dunia, harus kehilangan kepercayaan, dan pada akhirnya hilang untuk selamanya. Kelalaian kantor akuntan Arthur Anderson untuk menjaga etika dan integritas dalam menjalankan audit terhadap Enron Corporation, berakibat pada izin kantor akuntan publiknya dicabut oleh pengadilan di Amerika Serikat.

Reputasi dan kredibilitas yang sudah cukup lama dibangun oleh kantor akuntan publik Arthur Anderson, ternyata terhapus oleh peristiwa Enron, yang membuat mereka kehilangan kepercayaan untuk selamanya.

Bisnis adalah kepercayaan, kurangnya kepercayaan akan menimbulkan krisis kredibilitas, termasuk penurunan reputasi. Selama bisnis dijalankan dengan integritas dan perilaku yang etis, maka kepercayaan stakeholders kepada bisnis tersebut akan terus meningkat.

Sering sekali sebuah perusahaan tumbang oleh hilangnya kepercayaan dari pelanggan. Apalagi pada perusahaan-perusahaan yang penjualannya bergantung pada kontrak dari pelanggan, maka saat pelanggan kehilangan kepercayaan, saat itu juga perusahaan tersebut bisa langsung tidak mampu beroperasional.

Sekali kepercayaan hilang, maka membangun kembali kepercayaan bukanlah persoalan mudah, membutuhkan pembuktiaan integritas dan perilaku etis yang konsisten di sepanjang waktu. Dan juga, membutuhkan biaya yang sangat besar agar kepercayaan dapat dipulihkan kembali.

Kepemimpinan perusahaan harus mengambil tanggung jawab, untuk meningkatkan gairah setiap orang di dalam perusahaan agar ikhlas menjalankan kode etik dan etika bisnis perusahaan, dengan sepenuh hati dari integritas pribadi yang konsisten.

Jadi, bila pemimpin aktif memberikan pencerahan dan memperkaya setiap orang untuk hidup dalam kebenaran etika dan integritas, maka reputasi dan kredibilitas perusahaan akan semakin memperkuat kepercayaan stakeholders kepada perusahaan.

Kepercayaan haruslah dibangun dari internal perusahaan, yaitu dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang menjauhkan orang-orang di dalam perusahaan terhadap hal-hal negatif, seperti: malas, frustrasi, kecewa, bingung, stres, apatis, marah, bosan, dan kehilangan harapan. Jadi, semua perilaku negatif tersebut adalah musuh utama dari kepercayaan. Dan, kepemimpinan perusahaan harus rajin menghapus semua perilaku negatif tersebut dari lingkungan perusahaannya.

Membangun kepercayaan adalah tugas utama kepemimpinan perusahaan. Setiap pemimpin wajib menciptakan harapan, lalu menjaga harapan tersebut dengan tata kelola yang etis dan penuh integritas.

Pemimpin harus membuat semua orang di dalam perusahaan merasa kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Selanjutnya, secara rutin menguatkan orang-orang di dalam perusahaan agar saling percaya, serta melayani stakeholders dengan kekuatan etika dan integritas, sehingga rasa percaya stakeholders kepada perusahaan menjadi semakin meningkat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBERHASILAN KEPEMIMPINAN DITENTUKAN OLEH DUKUNGAN DARI KERJA SAMA TIM YANG UNGGUL

DSC_0616“Tanpa kekuatan sumber daya manusia yang bekerja sama, maka kepemimpinan akan sulit mencapai kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Pemimpin dengan visi besar wajib mendapatkan bantuan dan dukungan dari tim kerja yang solid. Untuk itu, pemimpin harus sering-sering berbicara dan mengulang kata-kata yang memotivasi setiap orang agar secara ikhlas, sukarela, maupun terpaksa, membentuk kebiasaan kerja dalam kerja sama. Tanpa kekuatan sumber daya manusia yang bekerja sama, maka kepemimpinan akan sulit mencapai kinerja terbaik.

Kepemimpinan yang cerdas sangat memahami bahwa perilaku, hubungan, dan sikap individu berpotensi untuk tidak konsisten dalam kerja sama; sehingga dibutuhkan nilai-nilai yang tegas dan konsisten untuk mengharuskan semua perilaku, hubungan, dan sikap individu patuh pada nilai-nilai organisasi agar dapat membangun lingkungan kerja sama tim yang produktif.

Nilai-nilai memiliki kekuatan untuk menyatukan kualitas orang-orang agar dapat bekerja sama dalam kolaborasi dan sinergi yang terfokus pada tujuan. Dan, pengaruh dari energi nilai-nilai kerja tersebut, haruslah menyebabkan ratusan bahkan ribuan orang di dalam organisasi, dapat saling melayani dan saling berkontribusi untuk pencapaian tujuan.

Kecerdasan dan kesabaran kepemimpinan untuk membangun tim kerja berlandaskan nilai-nilai dan budaya organisasi yang konsisten dan kuat, akan memudahkan para karyawan untuk menciptakan kolaborasi dan sinergi tingkat tinggi, untuk memudahkan pencapaian tujuan dan visi kepemimpinan.

Kerja sama tim terbaik tercipta dari kompetensi, kualitas, produktivitas, efektivitas, kolaborasi, komunikasi, tanggung jwab, peran yang otentik dari masing-masing individu, pengaturan tata kelola yang sehat, pemahaman bersama atas peta perjalanan menuju tujuan, ekspektasi kinerja, serta cara kepemimpinan memimpin timnya di dalam kekuatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas.

Pemimpin harus kreatif dalam menciptakan peran masing-masing individu di dalam tim. Dan juga, harus terjun ke lapangan untuk membangun kesatuan visi tim, serta memahami dinamika kelompok di dalam tim. Dalam hal ini, pemimpin harus bersikap tegas, jelas, menyelaraskan  dinamika tim ke dalam harapan organisasi, dan memfokuskan setiap perhatian hanya untuk menuju tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan untuk tim.

Kepemimpinan yang bijak selalu akan sadar bahwa kekuatan yang mereka miliki berasal dari para manajer dan karyawan yang terus menerus berkontribusi dan melayani kepemimpinan tersebut. Karena sadar akan hal ini, maka kepemimpinan selalu akan bekerja lebih keras untuk membangun tim yang kuat, bagus, solid, dan efektif.

Organisasi dengan struktur yang efektif dan produktif; hirarki kepemimpinan yang mudah mencair dan mengalir ke semua tingkatan di dalam struktur organisasi; tata kelola organisasi yang menciptakan pemahaman yang jelas atas peran masing-masing; sikap dan perilaku kerja individu di dalam tanggung jawab dan harapan; garis dan arah yang jelas di dalam setiap langkah kerja; komunikasi yang terbuka di dalam kontribusi dan melayani; keputusan kepemimpinan yang jelas dan konsisten; serta kesetaraan dan keharmonisan kerja di dalam budaya organisasi yang dinamis, akan menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan untuk memberdayakan tim menjadi lebih unggul.

Budaya organisasi harus lebih menghormati “Kami” daripada “Aku”. Sebab, dalam budaya kolaborasi dan sinergi “Kami” akan menyatukan semua individu untuk menumbuhkan diri di dalam semangat kerja sama, sedangkan “Aku” berpotensi menjadikan individu saling berkompetisi untuk menonjolkan keunggulan pribadi.

Membangun sebuah tim adalah menemukan sebuah kombinasi yang unggul untuk pencapaian kinerja tertinggi. Dalam hal ini, setiap individu di dalam organisasi harus sadar diri bahwa mereka adalah bagian dari yang lain. Kesuksesan individu adalah kesuksesan yang dihasilkan dari pekerjaan organisasi, tim, dan kepemimpinan. 

Pekerjaan terpenting kepemimpinan adalah mendapatkan sebuah tim kerja dengan kombinasi kompetensi dan kualitas yang beragam. Termasuk, karakter dan kepribadian yang beragam agar dapat menciptakan dinamika kelompok yang lebih hidup di dalam kreativitas. Juga, menjadikan tim yang beragam ini solid dan kolaboratif  dalam setiap proses kerja.

Tim kerja adalah kekuatan dinamis dan kreatif yang dimiliki kepemimpinan. Sebagai salah satu sumber daya kepemimpinan yang paling penting, maka kepemimpinan harus selalu menjaga energi positif tim.

Berbagai dinamika berpotensi menjadikan tim lebih solid ataupun tidak solid, dan tugas kepemimpinanlah untuk memperkuat soliditas tim. Tanpa tim kerja yang solid dan berkolaborasi secara sempurna, maka kepemimpinan menjadi tidak produktif.

Pemimpin harus selalu menjaga keselarasan tim pada tujuan, serta membuat keputusan yang mampu mengubah kecepatan atau memperlambatnya, untuk kebaikan strategi dan taktik kepemimpinan di dalam pencapaian terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ENERGI KOORDINASI KEPEMIMPINAN UNTUK MENYATUKAN SEMUA KEPENTINGAN KE DALAM VISI ORGANISASI

DJAJENDRA PROFILE“Bila sudah memiliki visi bersama, tetapi pola pikir dan suasana hati tidak konsisten pada visi bersama, maka diperlukan energi koordinasi untuk menyatukan dan menyemangati semua pihak agar fokus pada visi bersama.” ~ Djajendra

Koordinasi berfungsi untuk menyatukan dan mempertemukan semua kegiatan organisasi ke dalam visi. Setelahnya, mengarahkan setiap fungsi untuk berkolaborasi dalam konsistensi budaya kerja yang kuat.

Koordinasi kepemimpinan yang kuat bersumber dari budaya organisasi yang kuat, yang mampu menyebabkan kesatuan tindakan dan bergerak ke arah yang tepat.

Kepemimpinan haruslah menjadi energi yang menciptakan kehidupan organisasi, yang terkoordinasi dalam tata kelola yang etis, serta mendapatkan respon positif dari integritas pribadi setiap individu.

Setiap hubungan kerja haruslah terkoordinasi secara kuat di bawah kendali sistem dan tata kelola. Lalu, kepemimpinan menjadi energi, untuk melakukan interaksi dan komunikasi dengan sesering mungkin, tepat waktu, akurat, dengan data yang benar, dengan pemecahan masalah, dan tidak hadir untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menemukan solusi yang tepat buat kemajuan organisasi.

Setiap fungsi dan peran di dalam organisasi sifatnya saling tergantung. Demikian juga dengan pekerjaannya, yang saling tergantung, kadang agak tak terlihat, dan selalu berubah oleh suasana hati individu.  Disinilah koordinasi itu berfungsi untuk menjaga konsistensi pola kerja agar selalu menyatu dalam sifat saling tergantung.

Organisasi tanpa koordinasi akan kacau dan tidak terkendali, serta berpotensi menjadikan organisasi kehilangan moral kerja. Pemimpin yang memiliki hak penuh untuk menguasai dan menjalankan setiap sumber daya organisasi, haruslah membangun kekuatan kepemimpinan yang konsisten dengan memfungsikan koordinasi di semua level organisasi.

Koordinasi kepemimpinan haruslah menjadi energi pendorong untuk terciptanya budaya kolaborasi yang kuat di tempat kerja. Pemimpin harus sadar bahwa kepentingan individu, kelompok, departemen atau divisi oleh dorongan ego, dapat menciptakan konflik permanen yang menurunkan kinerja dan moral kerja.

Sebagai pemimpin yang memiliki kekuasaan dan wewenang penuh atas organisasi, sudah merupakan tanggung jawabnya untuk menjaga soliditas kerja, dengan cara mempertemukan dan memberdayakan setiap fungsi dan potensi organisasi agar dapat mencapai tujuan dengan kinerja terbaik.

Koordinasi merupakan bagian dari kegiatan kelompok, tim, ataupun kolaborasi dari cara kerja struktur organisasi. Jadi, untuk pekerjaan yang sifatnya individu, yang tidak terhubung dengan kegiatan pihak lain, maka koordinasi tidak diperlukan. Sekali lagi, koordinasi hanya diperlukan untuk memfasilitasi semua fungsi manajemen agar berkolaborasi dan berkomunikasi untuk pencapaian kinerja.

Pemimpin wajib untuk menciptakan energi koordinasi agar dapat menyatukan semua kepentingan ke dalam visi organisasi. Walau koordinasi merupakan prinsip dan fungsi manajemen, tetapi pemimpin haruslah menghadirkannya untuk memperkuat semua fungsi manajemen dalam kolaborasi dan soliditas kerja sama.

Semua fungsi manajemen wajib terkendali dalam koordinasi. Tanpa koordinasi, organisasi akan kehilangan arah, dan kepemimpinan akan kehilangan kehormatan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN TEMPAT KERJA YANG DAPAT DIPERCAYA OLEH KARYAWAN

“Salah satu fungsi manajemen bukanlah untuk melanggar janji dan komitmen kepada karyawan, tetapi untuk membangun nilai-nilai kerja yang membuat karyawan ikhlas untuk mengabdi kepada perusahaan.” ~ Djajendra

Karyawan merupakan salah satu aset utama dari bisnis dan organisasi. Bila manajemen gagal membangun rasa percaya karyawan kepada perusahaan, maka karyawan akan menjadi beban yang menghambat kemajuan bisnis.

Manajemen yang baik selalu tahu bahwa loyalitas dan kepercayaan karyawan kepada perusahaan, akan memudahkan pencapaian kinerja dan misi perusahaan.

Lingkungan kerja dengan energi transparansi, akuntabilitas, dan keaslian, akan membangun hubungan kerja yang saling percaya. Di mana, komitmen, motivasi, kreativitas, integritas, dan loyalitas akan menjadi energi yang mendorong pencapaian kinerja dan prestasi.

Bila manajemen memperlakukan karyawan dengan sepenuh hati sebagai mitra kerja yang dihormati, maka karyawan juga akan memperlakukan perusahaan dan pelanggan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Nilai-nilai apa yang perusahaan tanamkan ke dalam mindset karyawan, nilai-nilai itulah yang akan dikontribusikan oleh karyawan dalam perilaku kerja sehari-hari.

Pimpinan yang jujur, serta tim manajemen yang peduli kepada karir dan masa depan karyawan, akan menjadikan karyawan semakin mencintai perusahaannya.

Loyalitas tidaklah dapat dibeli, tetapi didapatkan dari rasa hormat.

Perusahaan akan mendapatkan loyalitas dari karyawannya, bila perusahaan cerdas mengaliri mindset karyawan dengan ide-ide yang bersumber dari energi transparansi, akuntabilitas, integritas, dan keaslian karakter manajemen.

Setelah perusahaan menjadi tempat yang paling dipercaya oleh karyawan, maka ide-ide brilian yang kreatif akan mengalir untuk memperkuat perusahaan.

Karyawan akan menjadi aset perusahaan yang sesungguhnya, saat rasa percaya karyawan kepada perusahaan dan tim manajemen mencapai puncaknya.

Tempat kerja atau lingkungan kerja yang profesional didasarkan pada sikap yang saling menghormati antara manajemen dan karyawan, sikap yang saling menjaga kepercayaan dan niat baik, sikap dan perilaku kerja yang patuh pada etika, serta sikap dan perilaku kerja yang cerdas berkomunikasi secara  jelas dan konsisten.

Lingkungan kerja yang sehat adalah yang menghormati umpan balik, dan memiliki perilaku kerja yang proaktif, untuk mengambil tindakan yang tepat agar dapat menjaga perusahaan pada arah visi yang benar.

Energi transparansi akan meniadakan semua agenda tersembunyi, dan menjadikan perusahaan sebagai ruang kerja yang terang menderang. Energi akuntabilitas akan membangun rasa tanggung jawab dan juga sikap untuk mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah dilakukan. Energi keaslian jati diri akan membangun perusahaan dengan integritas dan kesetiaan yang tinggi. Aliran ketiga energi tersebut di lingkungan kerja akan menjadikan tempat kerja dipercaya setiap karyawan dan pimpinan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCIPTAKAN STRUKTUR ORGANISASI YANG BEKERJA EFEKTIF

DJAJENDRA PROFILE“Struktur organisasi adalah mesin yang menggerakan organisasi dan manajemen. Dan, mesin tersebut harus selalu berada dalam kondisi prima agar dapat membawa organisasi dan manajemen dengan kecepatan tinggi.” ~ Djajendra

Sekarang ini, setiap organisasi bisnis berada dalam zaman yang perubahannya sangat cepat. Hanya organisasi-organisasi pembelajarlah yang akan sukses bersama realitas zaman. Kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, ide-ide baru, dan penataan perjalanan menuju masa depan yang terencana, akan menjadikan organisasi unggul dan kuat.  

Manajemen wajib menyediakan alat-alat organisasi yang diperlukan agar organisasi tetap unggul dalam menghadapi inovasi yang cepat dari para pesaing. Kecepatan dan ketangkasan tim manajemen harus dalam soliditas yang memberikan energi positif untuk struktur organisasi. Walau struktur organisasi dirancang dengan berbagai fungsi dan peran yang saling membatasi wewenang, tetapi energi kolaborasi harus selalu diaktifkan dari kesadaran setiap pihak.

Setiap unit kerja di dalam struktur organisasi harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan konsisten dan stabil. Etos kerja yang diperkuat transparansi dan akuntabilitas haruslah mencair dan mengalir di dalam struktur organisasi. Kemampuan setiap fungsi dan peran untuk  berkoordinasi, berkontribusi, dan bekerjasama dalam tim kerja yang dinamis, dan bukan statis, akan menjadikan struktur organisasi bergerak dengan efektif.

Iklim ekonomi saat ini membutuhkan cara kerja yang solid dalam kolaborasi. Setiap individu harus bekerja dan berkembang bersama perubahan yang cepat. Cara kerja sama di dalam struktur organisasi membutuhkan pergerakan yang efektif dan produktif. Dan, konflik kepentingan haruslah dihindari agar gerak cepat organisasi tidak macet oleh konflik internal.

Setiap unit kerja harus fokus pada proses interpersonal dan dinamika kolaborasi. Kesadaran dan kemampuan untuk bekerja sama agar pekerjaan tidak tertunda dan bisa lebih produktif, akan menjadikan organisasi semakin unggul.

Solid dan kompak  merupakan kebutuhan dalam meningkatkan kecepatan organisasi. Setiap individu bukan saja menjadi bagian dari visi organisasi, tetapi juga harus menjadi energi yang membuat kemajuan atas cetak biru organisasi. Jadi, setiap individu di dalam struktur organisasi wajib membangun tim berkinerja tinggi untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab. Kemampuan untuk menjadi bagian dari struktur organisasi yang dinamis, serta kemampuan untuk menjadi bagian yang aktif dalam setiap eksekusi organisasi, akan menjadikan setiap individu sebagai bagian dari mesin organisasi yang unggul.

Setiap individu haruslah menjadi bagian dari strategi dan solusi organisasi, termasuk menjadi energi untuk menciptakan struktur organisasi yang bekerja efektif dan produktif. Jadi, setiap individu harus memiliki etos kerja yang mengerti visi besar organisasi, serta memahami aturan main untuk memecahkan setiap permasalahan besar di dalam organisasi agar dapat melayani struktur organisasi dengan efektif.

Efektivitas struktur organisasi sangat ditentukan oleh dinamika interpersonal yang menciptakan soliditas dalam kolaborasi. Semakin tulus dan ikhlas energi kolaborasi untuk melayani kepentingan organisasi, semakin unggul proses pekerjaan dalam semangat tim.  

Gerak lincah struktur organisasi diawali dari proses bekerja sama yang mengakui kontribusi setiap individu, serta ketulusan hati untuk bekerja dalam kekuatan saling ketergantungan dari peran dan fungsi masing-masing. Pengakuan dari hati yang tulus, dan kecerdasan untuk berkomunikasi secara konsisten, akan menciptakan budaya kerja yang saling terhubung, serta tidak terpisahkan oleh hal apapun.

Peran tim manajemen di dalam struktur organisasi, selain sebagai kepemimpinan yang mengarahkan setiap unit kerja, juga menjadi energi pendorong yang memiliki gaya kerja untuk membuat setiap orang termotivasi menghasilkan kinerja dan prestasi. Untuk itu, tim manajemen wajib menciptakan dan mengawasi gambaran besar organisasi melalui budaya kerja yang mampu mengeksplorasi semua bakat, keterampilan, potensi, pengetahuan, dan energi kerja positif.

Setiap hierarki di dalam struktur organisasi wajib memegang kuat prinsip-prinsip organisasi. Lalu, mampu menghadapi praktik-praktik organisasi yang terjadi secara mendadak oleh situasi, kondisi, perilaku subyektif, ataupun keyakinan yang mengambil solusi atas realitas. 

Peran tim manajemen sangat menentukan kualitas struktur organisasi. Bila tim manajemen menjadi bagian dari masalah yang tanpa menyadarinya, maka kekuasaan yang dimiliki tim manajemen akan menjadi energi perusak struktur organisasi. Oleh karena itu, setiap pimpinan yang berada dalam posisi kekuasaan haruslah secara sadar memperkuat organisasi, dan tidak boleh larut dalam konflik kepentingan.  

Struktur organisasi dibuat untuk mencapai kinerja lebih, dan bukan untuk gagal ataupun membuat kesalahan. Tetapi, realitas organisasi selalu akan berada dalam dunia yang dinamis, tidak terduga, penuh spekulasi, serta potensi risiko yang bisa menciptakan kegagalan di setiap waktu. Oleh karena itu, kesadaran untuk tetap bekerja dengan rendah hati, dan menjauhkan perilaku yang penuh spekulasi dalam tinggi hati, akan menciptakan disiplin untuk menjaga produktivitas dan efektivitas organisasi.

Menciptakan struktur organisasi yang bekerja efektif akan menjadikan setiap individu berkontribusi untuk kinerja dan prestasi. Setiap harapan dan target organisasi dapat dicapai dengan kinerja penuh, bila keberanian dan disiplin dari setiap individu mampu mengalahkan risiko dan ketidakpastian yang muncul dari pekerjaan yang mereka lakukan. 

Setiap individu di dalam struktur organisasi wajib mengatur iklim kerja, di mana akuntabilitas dan transparansi dijadikan sebagai etos dan perilaku kerja sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORASI MERINGANKAN BEBAN BESAR

“Kolaborator tidak mengenal musuh dan teman, mereka hanya mengenal kepentingannya. Dan akan bekerja sama dengan pihak manapun, dengan siapapun agar mendapatkan kekuatan yang lebih besar, untuk memenangkan tujuan kelompoknya, yang bila dikerjakan sendiri tidak mungkin bisa berhasil.” ~ Djajendra

Kolaborasi adalah perbuatan kerja sama dengan siapapun yang didasarkan oleh kepentingan bersama. Kolaborasi dapat terjadi dengan musuh, dengan orang-orang yang berbeda ideologi, dan dengan siapa saja selama kepentingannya itu sama.

Kolaborasi bisa berada di dalam kekuatan baik ataupun kekuatan tidak baik. Ketika kekuatan tidak baik berkolaborasi dalam wujud berkomplot, bersekutu, berangkulan, bermitra, dan saling bekerja sama untuk niat tidak baik mereka; maka, kekuatan tidak baik tersebut akan menjadi solid untuk memenangkan niat dan tujuan mereka.

Demikian juga dengan kekuatan baik. Bila kekuatan baik berkolaborasi untuk mewujudkan niat dan tujuan baik mereka, maka kekuatan baik ini akan menjadi solid untuk memenangkan niat dan tujuan mereka.

Karena dasar kolaborasi adalah kepentingan dan bukan bersumber dari keyakinan, ideologi, maupun visi yang berkelanjutan; maka, kolaborasi sering sekali sifatnya jangka pendek, dan saat kepentingannya tercapai, semua kolaborator akan kembali ke sifat aslinya, yaitu hidup demi kepentingannya sendiri dan bukan kepentingan kolektif dari semua kolaborator.

Ketika para kolaborator mencapai kepentingannya, maka setiap kolaborator akan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan sendiri tanpa memperhatikan situasi kolaborasi keseluruhan. Dan biasanya, tidak akan ada pencapaian pada visi yang digambarkan, karena saat kemenangan didapatkan, mulai saat itu sifat asli dari para kolaborator akan muncul, untuk memaksimalkan keuntungan dan kepentingan kelompok masing-masing.

Kolaborator sering sekali terjebak dalam perangkap oligarki. Dalam bisnis dan politik hal ini sudah biasa terjadi. Beberapa perusahaan yang berkolaborasi untuk menguasai sebuah bisnis, akan membatasi ataupun mematikan kemunculan pebisnis baru dibidang yang mereka kuasai. Intinya, para kolaborator itu ingin menguasai dan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak atas semua kepentingan mereka.

Demikian juga dalam politik, beberapa partai politik akan berkolaborasi untuk memenangkan pemilu, lalu menjalankan kekuasaan ataupun pemerintahan secara bersama-sama. Dalam praktik kolaborasi yang oligarki, biasanya hanya akan menguntungkan para kolaborator. Dan juga, para kolaborator itupun masing-masing akan berkonflik di internal mereka, karena sifat asli mereka hanyalah untuk memperjuangkan kepentingannya masing-masing.

Kolaborasi bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan di internal organisasi. Sebab, sebuah organisasi terbentuk oleh fungsi, peran, struktur, sistem, prosedur, budaya, tata kelola, dan kepemimpinan yang sifatnya permanen. Sedangkan kolaborasi sifatnya mencapai sebuah kepentingan atau sasaran dalam jangka waktu tertentu. Jadi, kolaborasi hanyalah sesuai untuk diterapkan terhadap tim yang ditugaskan untuk mencapai sebuah target atau goal dalam jangka waktu tertentu.

Penerapan kolaborasi di dalam tim kerja membutuhkan fondasi kepercayaan dan pengaruh. Kepercayaan dan pengaruh haruslah ditanamkan oleh pimpinan tim kepada setiap anggotanya agar mereka mau menjadi kolaborator yang efektif, untuk mencapai sebuah target atau goal yang dipercayakan kepada tim mereka. Dan harus diingat bahwa kolaborasi di tim kerja bukanlah murni kolaborasi. Sebab, setiap anggota tim sebagai kolaborator masih bisa dikendalikan oleh perusahaan melalui visi, misi, dan nilai-nilai kerja yang mengikat mereka dalam loyalitas. Karyawan atau anggota tim yang menjalankan peran kolaborator masih tergantung kepada gaji, perintah, kebijakan, budaya, tata kelola, dan prosedur perusahaan. Jadi, mereka tidak mungkin berperilaku seperti para kolaborator dalam kolaborasi murni.

Kolaborasi murni pada umumnya terjadi antar negara oleh sebuah kepentingan bersama, antar partai politik juga oleh kepentingan bersama, dan antar perusahaan untuk mengamankan kepentingan bisnis mereka secara keseluruhan. Dalam hal ini, kesetiaan peserta kolaborator tidaklah dapat dijamin. Potensi pengkhianatan terhadap kolaborasi tetaplah besar. Sebab, mereka berkolaborasi bukan untuk mewujudkan visi atau mimpi bersama, tetapi untuk memenangkan kepentingan masing-masing dengan memanfaatkan energi besar dari kekuatan kolaborasi tersebut.

Kolaborasi bertujuan untuk meringankan beban besar. Tetapi, karena energi kolaborasi ada di dalam kepentingan, maka energi ini pada akhirnya hanya akan memanfaatkan kekuatan besar, untuk mewujudkan kepentingan kelompok, tanpa peduli kepada kepentingan yang lebih luas.

Kolaborator selalu akan berhadapan dengan situasi yang lebih kompleks setelah mencapai kemenangan atas perjuangan mereka. Setelah mereka sukses meraih kemenangan dari kolaborasi mereka, selanjutnya mereka akan masuk ke dalam dunia nyata sehari-hari. Di sini, mereka akan berhadapan dengan realitas bahwa mereka bersumber dari perbedaan-perbedaan yang sangat tajam. Perbedaan-perbedaan itu bisa saja dari ideologi yang sangat jauh, pola pikir, ataupun karena sebelumnya sudah menjadi musuh klasik. Jadi, setelah menang, para kolaborator bisa lebih dramatis lagi perjuangannya untuk mewujudkan kepentingan masing-masing.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN BERTINDAK SEPERTI SEORANG PELATIH SEPAK BOLA

PEMIMPIN BERTINDAK SEPERTI SEORANG PELATIH SEPAK BOLA

“Jika Anda bekerja di sebuah tim lintas fungsional, Anda harus selalu berkontribusi melalui sikap rendah hati untuk kesuksesan bersama, tanpa berpikir bahwa fungsi pekerjaan Anda lebih istimewa dari yang lain.” – Djajendra

Organisasi masa depan akan menuntut setiap karyawan dan pimpinan untuk dapat bekerja sama atau pun berkolaborasi secara lintas fungsional. Keunggulan masing-masing unit kerja atau individu harus menjadi satu peran dalam multi fungsi pekerjaan.

Bekerja efektif dengan fungsi lain akan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dapat dijawab oleh setiap orang untuk membuat organisasi menjadi lebih fleksible. Hal ini, sama seperti praktik tim sepak bola yang mewajibkan semua pemain untuk siap dimainkan di posisi mana pun. Seorang pemain belakang harus mampu menjadi penyerang, seorang penyerang juga harus siap dimainkan di posisi sesuai strategi pelatih. Artinya, setiap orang di dalam tim harus bisa memainkan fungsi dan peran apa saja sesuai kebutuhan strategi tim untuk mencapai kemenangan.

Mungkin Anda sudah sering terlibat dalam sebuah tim lintas fungsional di tempat kerja Anda. Biasanya, tim lintas fungsional terdiri dari orang-orang dari berbagai fungsi atau departemen dalam suatu organisasi, yang dibentuk untuk tujuan menyelesaikan sebuah proyek atau pun untuk menyelesaikan sebuah masalah. Dalam tim lintas fungsional, setiap orang harus memiliki keahlian untuk memecahkan masalah, atau untuk mengeksplorasi solusi potensial buat berkontribusi terhadap proyek atau misi yang ditetapkan.

Di masa depan, cara kerja tim lintas fungsional akan menjadi sebuah keharusan dalam rutinitas kerja seharian. Pemimpin akan memainkan peran pelatih seperti di dalam tim sepak bola saat ini. Di mana, semua sumber daya manusia harus dapat digunakan sesuai kebutuhan strategi organisasi dan strategi bisnis. Oleh karena itu, setiap individu di dalam organisasi wajib memiliki multi keterampilan dan wawasan yang luas tentang pekerjaan di tempat kerja. Termasuk, memiliki keterampilan negosiasi yang baik, serta memiliki kecerdasan emosional yang berkualitas untuk berkomunikasi secara efektif dengan para stakeholder kunci.

Kepemimpinan dan karyawan dengan keahlian yang berbeda harus duduk bersama-sama untuk menciptakan karya besar sesuai misi organisasi. Kemampuan untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi terbaik harus menjadi perilaku kerja bersama. Efisiensi, efektivitas, dan produktivitas harus menjadi hal yang diutamakan dalam semua perilaku kerja lintas fungsional.

Bekerja dalam tim lintas fungsional tidak hanya membutuhkan keahlian teknis dari setiap orang, tapi juga keahlian untuk membangun integritas pribadi, agar dapat mengendalikan kepribadian diri, serta mampu melebur dan menyatu dalam satu kekuatan besar untuk satu tujuan bersama yang utuh dan solid.

Setiap orang dalam cara kerja tim lintas fungsional harus dapat menjadi lebih bertoleransi terhadap fungsi kerja lain. Tidak boleh dipelihara pikiran dan perasaan yang meremahkan fungsi pekerjan orang lain. Bila sudah menjadi satu tim, maka semua jenis fungsi pekerjaan harus berada dalam satu kesatuan bersama, tidak boleh ada yang menganggap fungsi pekerjaannya lebih tinggi dari yang lain. Bila ada pihak yang menganggap fungsi pekerjaannya lebih bergengsi dan lebih penting, maka kerja sama dalam tim lintas fungsional akan menjadi tidak efektif.

Kerja sama secara lintas fungsional adalah cara kerja yang sedang berkembang saat ini. Kekuatan kolaborasi mulai dari pengetahuan, keterampilan, pelayanan, dan kepribadian, akan menjadi hal yang sangat menentukan keberhasilan dari kerja sama tersebut. Setiap individu harus menyiapkan kepribadian yang penuh integritas untuk memberikan energi positif terhadap jaringan kerja sama tersebut. Tidak boleh ada konflik ataupun persaingan untuk kemenangan ego pribadi atau kelompok, yang ada hanyalah sikap untuk saling menjaga hubungan kerja dengan antusias, serta semua orang bertindak dengan efektif terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Peran pemimpin menjadi sangat menentukan dalam merekatkan hubungan kerja antar fungsi. Di sini, pemimpin bertindak seperti seorang pelatih, yang setiap hari dengan antusias memberikan motivasi kepada setiap individu untuk menghasilkan ide-ide terbaik, sumber daya, kualitas, dan hasil akhir yang berkinerja tinggi.

Setiap individu harus mematuhi instruksi dan perintah pimpinan, dan mampu membawa diri sepenuhnya kepada setiap interaksi. Termasuk, cerdas memberikan sinyal ketertarikan dalam setiap kolaborasi untuk terlibat dan menanggapi setiap aliran ide-ide.

Pemimpin wajib melakukan apa yang dikatakan, dan menjaga integritas diri, agar sebagai panutan dalam kolaborasi tetap dihormati dan dipercaya oleh setiap individu. Sebagai pemimpin yang dipercaya, maka setiap masukan dari anggota tim, harus diterima dengan terbuka, lalu disampaikan secara terbuka kepada semua orang dalam tim. Peran pemimpin adalah membangun keyakinan dan kepercayaan diri setiap orang, untuk menghasilkan ide dan sumber daya buat membantu peningkatan kinerja organisasi.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com