KREATIVITAS DAN INOVASI MENUMBUHKAN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

“Kreativitas dan inovasi tidak pernah menunggu dukungan dari luar dirinya, tetapi selalu memiliki perhatian dan kesadaran dari dalam diri untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.”~Djajendra

Tanpa kreativitas dan inovasi, tidak ada kemajuan dan tidak ada masa depan yang cemerlang. Kreativitas dan inovasi terjadi ketika kita mampu menikmati pekerjaan kita dengan sukacita di luar zona nyaman. “Kreativitas adalah kecerdasan untuk bersenang-senang.”~ kata Albert Einstein. Jadi, syarat utama untuk menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif adalah menikmati pekerjaan dengan gembira dan suka dengan tantangan.

Pencapaian terbaik tidak akan terjadi kalau kita masih mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama, kalau kita masih berpikir dengan cara yang sama. Keberhasilan terbaik terjadi melalui kreativitas dan inovasi setiap hari. Inovasi dan kreativitas membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketenangan, kerja keras, disiplin, kepercayaan diri, keyakinan pada keajaiban, dan perasaan gembira dengan apa yang dilakukan.  Niat dan tekad yang kuat untuk mencapai yang terbaik akan memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman, dan inilah dasar kreativitas. Miliki rencana yang tepat, kemudian ikuti setiap proses yang dibutuhkan oleh rencana tersebut dengan kreatif. Jangan pernah merasa terjebak oleh situasi dan keadaan, nikmati dan terima semua realitas yang muncul, kemudian tetaplah bergerak maju bersama energi kreatif.

Energi kreatif menyukai keberanian untuk melakukan sesuatu walau hasilnya tidak pasti. Dalam hal ini, ketika tantangan menunjukkan kekuatannya, maka kita harus membangkitkan kekuatan kreativitas untuk menemukan solusi agar tantangan tersebut bisa kita taklukkan. Orang-orang kreatif tidak pernah mengeluh dan menunjukkan kekurangannya, mereka selalu tampil penuh keyakinan pada tindakan yang mereka lakukan. Orang-orang kreatif sangat berjiwa besar untuk menerima hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi tidak pernah pasrah atau diam dengan semua itu, mereka selalu memberikan yang terbaik untuk merubah semua yang tidak diinginkan menjadi diinginkan. Jadi, tidak ada kata kalah atau gagal, mereka menerima kenyataan dan fokus untuk menciptakan apapun yang diinginkan. Mereka sangat percaya pada keajaiban dan keberuntungan.

Kreativitas dan inovasi tidak pernah menunggu dukungan dari luar dirinya, tetapi selalu memiliki perhatian dan kesadaran dari dalam diri untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Motivasi dan kesadaran untuk menghasilkan yang lebih baik mampu menggerakan semua potensi dan sumber daya untuk melakukan yang diinginkan. Intinya, kreativitas dan inovasi selalu hadir sebagai proses yang berkesinambungan, proses yang tidak pernah berhenti, proses yang siap untuk mengantarkan semua potensi agar menghasilkan yang terbaik.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MEMFOKUSKAN PIKIRAN DAN PERHATIAN UNTUK MENUJU TUJUAN HIDUP

“Ketika Anda fokus, maka tidak seorang pun yang mampu mengalihkan perhatian Anda atau mengganggu tujuan hidup Anda.”~Djajendra

Anda mau menjadi apa dalam kehidupan yang singkat ini ?

Setiap orang mempunyai kepentingan dan perhatian pada tujuan hidupnya masing-masing. Demikian juga dengan Anda, Anda pasti memiliki impian dan harapan untuk mewujudkan sesuatu. Bila Anda sudah memiliki impian, maka fokuskan pikiran Anda untuk menciptakan realitas dari impian Anda. Bila Anda mengikuti kepentingan dan perhatian orang lain, maka Anda akan kehilangan fokus untuk mencapai tujuan hidup Anda. Akhirnya, di sepanjang perjalanan hidup Anda, Anda tidak pernah bisa hidup untuk mewujudkan impian Anda, Anda hanya menjadi pengikut dari pola pikir orang lain.

Hidup bukanlah untuk terlibat dalam diskusi panjang tentang pro dan kontra. Hidup adalah sebuah pilihan untuk ditekuni dengan disiplin dan tanggung jawab. Miliki sebuah tujuan hidup dan berkaryalah bersama tujuan hidup Anda. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tidak membawa kebaikan bagi hidup Anda.

Pikiran Anda membawa Anda untuk menciptakan realitas, sehingga apapun yang setiap hari Anda pikirkan akan menciptakan realitasnya. Bila setiap hari Anda memikirkan dan membayangkan tentang hal-hal positif bagi kebahagiaan dan kesejahteraan hidup Anda, maka pikiran Anda akan mengantar Anda untuk hidup bahagia dan sejahtera. Sebaliknya, bila setiap hari Anda memikirkan dan membayangkan hal-hal tentang kekurangan, ketidakpuasan, dan protes pada realitas hidup; maka, pikiran Anda membawa Anda pada realitas hidup seperti yang Anda rasakan itu. Jadi, jangan fokuskan pikiran pada hal-hal yang tidak Anda inginkan, fokuskan pikiran Anda untuk hal-hal yang Anda inginkan.

Hiduplah dengan visi dan setiap hari fokuskan pikiran untuk mengerjakan hal-hal sekecil apapun untuk bisa mencapai visi. Mungkin Anda harus bersaing dan berjuang dengan sangat keras; berjuang dengan langkah-langkah yang sangat cepat, tetapi dengan pencapaian yang tidak besar. Untuk itu, ingatkan diri sendiri agar selalu fokus, walau langkah-langkah Anda sangat sulit dan tidak mudah. Anda harus menguatkan mental untuk bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa misi hidup Anda tidak sulit dan bisa Anda kerjakan setiap hari.

Pikiran yang fokus pada tujuan hidup menciptakan kapasitas diri Anda untuk mencapai tujuan hidup Anda. Semakin fokus dan tekun Anda mengerjakan tujuan hidup Anda, semakin produktif Anda menjalani rutinitas hidup Anda. Fokus dan konsentrasi yang tinggi menjadikan Anda tidak kehilangan waktu dan peluang untuk mencapai apa yang Anda inginkan.

Anda yang fokus untuk mengerjakan visi hidup Anda dapat mengoptimalkan semua potensi hebat yang tersembunyi di dalam diri Anda. Tingkatkan kesadaran dan manajemen diri untuk mendapatkan potensi-potensi hebat dari dalam diri Anda.

Bangunlah setiap pagi dengan pikiran optimis dan rasa syukur. Yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu melakukan sesuatu yang terbaik pada hari ini, dan fokuskan pikiran optimis Anda untuk mengerjakan sesuatu yang terbaik dengan penuh semangat. Setiap hari mulailah kerjakan pekerjaan Anda dengan gairah dan motivasi yang optimis untuk mencapai yang terbaik.

Pikiran yang fokus untuk mengerjakan tujuan dengan rinci dan detail membutuhkan kesabaran dan mental optimis. Dalam proses menuju tujuan, kesalahan dan kekurangan adalah sesuatu yang wajar. Bila kesalahan dan kegagalan terjadi, maka jangan takut dan terjebak dalam perasaan gagal. Hilangkan rasa takut dan kuatkan keberanian untuk mencapai yang terbaik. Fokuskan semua energi dan waktu untuk mencapai yang terbaik, setiap hari kerjakan saja segala sesuatu dengan prestasi dan kinerja yang terbaik.

Pikiran dan perhatian yang fokus pada tujuan hidup haruslah menjadi kebiasaan sehari-hari. Menjadi fokus berarti tidak terpengaruh oleh dunia luar, Anda mampu menciptakan dunia Anda sendiri untuk tidak terganggu dengan apa pun dan siapa pun. Anda mampu mengerjakan segala sesuatu untuk kebutuhan dan keinginan hidup Anda dengan konsentrasi penuh. Menjadi fokus berarti Anda sangat teliti dan tidak melewatkan satu inci pun perhatian Anda di setiap proses perjalanan menuju tujuan. Dan, tidak seorang pun yang mampu mengalihkan perhatian Anda atau mengganggu tujuan hidup Anda.

Fokus membutuhkan kebugaran tubuh dan mental. Bila tubuh tidak bugar, maka hal tersebut akan mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi penuh. Demikian juga, bila mental masih lemah dan mudah tergoncang oleh hal-hal yang tidak diinginkan, maka Anda kehilangan tenaga untuk fokus. Dalam tubuh yang sehat dan bugar, dalam mental yang sehat dan bugar, terdapat kekuatan untuk fokus dengan lebih tajam.

Fokus membutuhkan jiwa yang tenang dan pikiran yang terkendali di dalam energi baik. Fokus dapat menguatkan kualitas perhatian dalam upaya untuk menjaga arah pencapaian. Miliki kesadaran untuk meningkatkan energi positif setiap hari agar hidup Anda penuh semangat dan tidak pernah kelelahan. Semakin tinggi energi positif di dalam mental dan tubuh Anda, semakin tinggi kemampuan Anda untuk fokus menuju tujuan hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBIASAAN-KEBIASAAN PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

“Karyawan produktif cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak.”~Djajendra

Karyawan yang produktif datang ke tempat kerja untuk melakukan pekerjaan dengan sangat efektif, sangat efisien, dan sangat produktif. Waktu, energi, kompetensi, dan kualitas selalu dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi yang lebih bagi perusahaan. Karyawan yang produktif tidak memiliki rasa malas, mereka sangat rajin dan disiplin untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka sangat energik, penuh semangat, tekun, bekerja detail dan rinci, memiliki kesadaran yang tinggi untuk berprestasi, dan bermental pemenang.

Karyawan produktif sadar bahwa kinerja dan prestasi terbaik hanya dapat dihasilkan dari perilaku kerja yang sangat produktif. Menjadi produktif berarti memulai hari dengan niat, doa, dan semangat untuk menyelesaikan semua prioritas tanpa menunda dengan alasan apapun. Bangun setiap pagi, pikiran dan kesadaran sudah mengetahui apa-apa yang harus segera dilakukan hari ini. Kesadaran dan rasa optimis menggerakkan etos kerja untuk bekerja dengan kecepatan tinggi. Rasa percaya diri dan keyakinan untuk bekerja mencapai kinerja terbaik selalu menjadi motivasi bagi karyawan produktif.

Tidak akan ada tumpukan dokumen; tidak akan ada pelayanan yang diperlambat; tidak akan ada keluh-kesah dan perilaku pesimis. Karyawan yang produktif adalah energi sukses yang terus-menerus bertindak dengan kekuatan penuh untuk menghasilkan yang terbaik.

Karyawan produktif percaya bahwa semua urusan selalu ada solusinya, sehingga tidak perlu panik dan merasa kacau dengan tantangan. Mereka fokus pada solusi dan tidak pernah fokus pada masalah. Mereka bekerja dengan sangat terorganisir dan transparan di semua aspek kerja. Tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang ditakuti, semuanya dikerjakan dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka tidak percaya pada kegagalan, mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan yang fokus dan disiplin pada apa yang dikerjakan, sehingga selalu bekerja di wilayah sukses.

Karyawan produktif sadar untuk menjaga fisik yang selalu bugar dan pikiran yang selalu positif. Bila fisik bugar, pikiran positif, maka semua urusan dapat dikerjakan dengan senang hati. Fisik yang bugar dan pikiran positif menghasilkan energi yang begitu kuat untuk melancarkan semua proses kerja. Dalam hal ini, apapun yang mereka rencanakan dan jadwalkan dapat diselesaikan tepat waktu.

Orang-orang produktif sangat disiplin dan patuh dengan ritual hidup yang sudah terjadwal dengan baik. Mereka sangat ahli untuk menjalankan work life balance, sehingga semua urusan dan tanggung jawab di dalam kehidupannya dapat dilayani dengan baik. Mereka cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak. Mereka sangat cerdas memanfaatkan waktu untuk melayani segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab di dalam kehidupan mereka.

Karyawan produktif hadir ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mereka tidak pernah diam dan menunda, mereka selalu proaktif dan menindaklanjuti segala sesuatu dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak pernah memberi beban kepada orang lain atas apa yang mereka kerjakan. Mereka sangat cerdas untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab dengan seoptimal mungkin. Mereka bergerak dengan lincah dan cepat, dan selalu bekerja dengan prinsip kehati-hatian. Mindset orang-orang produktif anti menunda-nunda yang bisa diselesaikan hari ini. Kebiasaan-kebiasaan yang positif dan efektif menciptakan perilaku kerja yang sangat produktif.

Karyawan produktif setiap hari mempersiapkan fisik, emosi, pikiran, dan suara hati untuk berprestasi. Mereka suka melakukan afirmasi dan sangat taat berdoa kepada Tuhan. Mereka sadar kekuatan Tuhan di dalam diri sangat penting untuk mengalahkan rasa takut. Ketidakpastian, kedinamisan, dan perubahan adalah realitas yang bisa datang kapan pun untuk mengganggu proses kerja yang produktif. Oleh karena itu, karyawan produktif selalu sadar untuk bersikap rendah hati dan mempersiapkan diri setiap hari, termasuk belajar setiap hari untuk memperbaiki kekurangan diri.

Komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi adalah bagian terpenting di sepanjang proses kerja. Jadi, karyawan produktif sangat sadar untuk meningkatkan soft skills mereka agar mereka bisa menjadi kekuatan yang andal di setiap komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi. Mereka juga selalu memiliki disiplin yang tinggi di dalam menggunakan waktu. Kebiasaan-kebiasaan produktif terus-menerus di sempurnakan agar dapat berkontribusi dan melayani pekerjaan dengan kinerja tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA PRODUKTIF

“Orang-orang produktif selalu berkinerja tinggi, dan menikmati kemakmuran yang melimpah ruah di sepanjang hidup.”~Djajendra

Perusahaan yang kuat dan sehat dihasilkan dari orang-orang yang sangat produktif. Bila karyawan tidak produktif, maka mereka adalah biaya tersembunyi yang membuat produk perusahaan tidak kompetitif.

Di masa depan, setiap perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitas akan menjadi pemenang. Kualitas yang baik dan harga yang murah adalah harapan dari pelanggan. Kemampuan manajemen untuk menjaga produktivitas di lingkungan kerjanya akan membawa keberuntungan bagi stakeholders. Kehilangan produktivitas berarti berpotensi kehilangan bisnis karena kalah bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Produktivitas yang tinggi ditentukan oleh etos dan kondisi kepribadian karyawan. Bila karyawan bekerja dalam kondisi stres, tertekan, dan tidak bahagia; maka, dapat dipastikan produktivitas mereka menjadi sangat rendah. Diperlukan suasana hati yang penuh rasa syukur, perilaku yang fokus pada pekerjaan, pikiran positif, hubungan kolaborasi kerja yang kuat antara karyawan, dan etos kerja yang profesional, untuk menghasilkan perusahaan yang produktif.

Pimpinan dan manajemen perusahaan haruslah membangun budaya kerja yang mampu meningkatkan produktivitas secara terus-menerus. Budaya kerja yang rajin, berani, optimis, gembira, mencintai pekerjaan, disiplin, dan keterlibatan setiap orang dari hati yang tulus, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Di samping itu, pimpinan dan manajemen harus selalu hadir dan membangun hubungan positif dengan semua karyawan. Menjaga harga diri karyawan, menjaga perasaan aman karyawan, memberikan dukungan penuh kepada karyawan, menghormati kemampuan dan keandalan karyawan, memenuhi kebutuhan dan harapan karyawan, dan menciptakan budaya bahagia di lingkungan kerja, adalah cara untuk merangkul karyawan dan menjadikan mereka sebagai energi produktif bagi bisnis perusahaan.

Membangun etos kerja yang profesional dan melatih karyawan untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan produktif dalam pekerjaan sehari-hari. Manusia yang produktif tercipta dari kesadaran untuk menumbuhkan kinerja secara terus-menerus. Karyawan yang sadar dan hati nuraninya termotivasi untuk terlibat dalam kerja keras yang produktif, adalah awal bagi peningkatan kinerja bisnis. Etos kerja yang hadir dan tidak pernah absen; etos kerja yang selalu berhati-hati dan menghindari dari kecelakaan kerja; etos yang belajar dari kesalahan dan kekurangan, tanpa mengeluh ataupun merasa ada yang kurang; etos yang suka berkolaborasi dan berkoordinasi; etos yang bekerja untuk pertumbuhan dan prestasi; etos yang bersikap positif dan optimis; etos untuk menikmati proses kerja dengan hati yang senang, adalah kekuatan yang menjadikan setiap karyawan produktif di tempat kerja.

Peningkatan produktivitas membutuhkan loyalitas yang tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan bekerja sepenuh hati, dan tanpa hitung-hitungan. Loyalitas dapat menekan biaya operasional perusahaan. Loyalitas dapat menekan stres di tempat kerja. Loyalitas membuat karyawan bekerja sukarela dalam kolaborasi dan proses kerja. Loyalitas menjadikan karyawan mengabdi dengan tulus dan ikhlas untuk kemajuan perusahaan. Loyalitas menghilangkan produktivitas rendah dan mendorong antusiasme karyawan untuk berkinerja tinggi.

Tubuh yang bugar dan sehat, serta pikiran positif adalah fondasi untuk produktivitas tinggi. Pimpinan dan manajemen tidak boleh lalai dalam menciptakan program-program kebugaran di tempat kerja. Bila karyawan sakit-sakitan, maka mereka pasti sering absen, dan hal ini akan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, membangun budaya kerja dengan aktivitas olah raga dan pola makan sehat adalah sangat penting. Dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang hebat untuk bekerja secara produktif. Intinya, walaupun seseorang sangat cerdas dan pintar luar biasa, tetapi bila tubuhnya tidak sehat dan bugar, maka dia akan sering absen dan produktivitasnya rendah. Artinya, dia akan menjadi biaya tersembunyi yang menggrogoti kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang positif akan membangun kesejahteraan dalam semua dimensi kehidupan karyawan. Budaya kerja yang positif dimulai dari dukungan sumber daya manusia yang sehat fisik dan jiwa; didukung oleh sumber daya manusia yang bahagia berkolaborasi di dalam sistem dan proses kerja; didukung oleh sumber daya manusia yang suka berjuang dan tak pernah meneyrah untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu rendah hati dan melayani satu sama lain dengan tulus dan ikhlas; didukung oleh sumber daya manusia bermental optimis dan belajar dari kesalahan, tanpa menyalahkan orang lain; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu termotivasi untuk membantu rekan kerja, bawahan, dan atasan dengan sepenuh hati; didukung oleh sumber daya manusia yang bekerja dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi; didukung oleh sumber daya manusia yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat, rasa terima kasih, kepercayaan, integritas, dan cinta.

Budaya kerja yang produktif dibangun dari hubungan sosial di tempat kerja yang kompak dan solid. Setiap karyawan harus hadir sebagai energi positif, sebagai sumber kebaikan bagi kemajuan organisasi. Pikiran negatif, hati yang tidak bersih, emosi negatif, fisik yang tidak bugar dan tidak tenang, adalah pemicu stres di tempat kerja. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan kerja dengan prasangka buruk, dan hubungan sosial di tempat kerja akan semakin memburuk. Jelas, semua kondisi negatif yang dihasilkan dari pribadi karyawan selalu memberikan dampak buruk dalam mencapai kinerja terbaik. Hal ini juga, akan membuat kehidupan kerja yang tidak bahagia dan pasti juga tidak produktif.

Budaya kerja produktif membutuhkan daya tahan kolektif yang unggul. Masalah, persoalan, kesulitan, tantangan, resiko, dan cobaan berat, adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus menyiapkan mental pemenang yang tangguh dan siap menghadapi segala ketidakpastian di tempat kerja. Mindset haruslah menghindari pikiran dan emosi negatif saat situasi sulit hadir dan mengacaukan lingkungan kerja. Mental tangguh harus ditunjukkan oleh setiap karyawan agar perusahaan selalu terjaga dan terawat untuk peningkatan. Semua perjalanan yang sulit dan tidak pasti jangan melemahkan semangat, tetapi harus menjadi titik awal untuk kebangkitan dalam mencapai keberhasilan.

Setiap karyawan harus memiliki komitmen dan ikhlas mengorbankan diri demi kemajuan perusahaan. Kepentingan perusahaan haruslah diutamakan daripada kepentingan pribadi. Jangan bekerja dengan pikiran sempit yang hanya terfokus pada kepentingan kebutuhan dan harapan diri sendiri. Keberadaan sebuah perusahaan adalah untuk melayani banyak orang, miliki komitmen dan kesetiaan untuk melayani semua pelayanan yang sudah dijanjikan perusahaan kepada stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

“Prioritas yang fokus pada kualitas dan pencapaian segera, akan memudahkan setiap orang yang berkompetensi tinggi, untuk menghasilkan kecemerlangan dalam apa yang dikerjakan dan dilakukan.”~Djajendra

Seseorang yang fokus dan cerdas mengelola prioritas mampu mewujudkan pekerjaannya dengan sempurna. Setiap orang berhak memiliki keinginan dan mimpi yang sangat besar. Apapun kebaikan boleh diinginkan dan diimpikan. Apapun kebaikan boleh dibuat tujuan dan rencananya. Semakin banyak yang ingin dikerjakan, semakin harus sadar untuk mengelola prioritas dengan profesional. Catatlah semua yang ingin dikerjakan atau yang harus dikerjakan. Buatlah jadwal dan prioritas untuk masing-masing item yang harus dikerjakan. Siapkan waktu, energi, semangat, motivasi, daya tahan fisik, mental, kejernihan pikiran, serta kemampuan untuk mengalir dan menerima realitas di sepanjang proses.

Sebuah proyek yang sedang dikerjakan wajib memiliki prioritas. Jika tidak ada prioritasnya, maka para pekerja mudah panik dan menjadi tidak fokus. Akibatnya, produktivitas dan kinerja proyek tersebut menjadi rendah. Apalagi, proses sebuah pekerjaan berlangsung sedikit demi sedikit, bertahap, dan di setiap titik proses berpotensi muncul tantangan, risiko, atau hal-hal di luar rencana. Oleh karena itu, sejak awal, sebuah proyek besar harus dibagi dalam potongan-potongan kecil, dengan fokus yang sangat tajam, untuk menuntaskan setiap potongan kecil proyek tersebut dengan berkualitas.

Potongan-potongan kecil yang terfokus lebih mudah untuk dituntaskan. Sesuatu yang terprioritas dengan jelas menciptakan rasa gembira dan memotivasi untuk segera diselesaikan. Tujuan sebesar apapun dapat dituntaskan melalui kesempurnaan dari penuntasan bagian-bagian kecil dari tujuan tersebut. Sebuah pencapaian besar dihasilkan dari kesempurnaan pencapaian yang terkecil.

Hasil akhir yang berkualitas dihasilkan dari sebuah sistem yang baik. Sistem yang baik memudahkan orang untuk fokus pada yang paling penting. Sistem yang baik memudahkan orang-orang untuk mengatur strategi, taktik, dan kekuatan dalam mencapai kinerja terbaik. Sistem yang baik memudahkan pekerja untuk mengalir dalam proses kerja, dan mudah menetapkan prioritas terpenting dalam semua dimensi, yang direncanakan untuk segera dituntaskan.

Visi besar harus dijadikan kenyataan. Kekuatan kerja harus memahami dan mengetahui apa yang diinginkan, dan apa yang harus diprioritaskan. Kekuatan kerja harus memiliki kompetensi, alat bantu, kualitas, semangat, dan siap beradaptasi dengan perubahan dan realitas apapun. Kekuatan kerja harus memiliki fokus yang sangat tajam, sangat detail, mampu menyatukan keinginan di dalam kompetensi untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbesar. Intinya, semua pekerjaan besar dapat dituntaskan dengan penuh kualitas dan kinerja terbaik, tidak ada yang tidak mungkin bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan rendah hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBIASAKAN YANG BAIK DI TEMPAT KERJA

“Di luar zona nyaman banyak peluang, banyak keajaiban. Di luar zona nyaman; Anda pasti merasa tidak nyaman, gelisah, takut, cemas. Tetapi, itu semua akan memaksa Anda untuk lebih kreatif, lebih cerdas, lebih disiplin, lebih tekun, lebih percaya diri, lebih fokus mencapai prestasi dan kinerja.”~Djajendra

Menjadi lebih produktif. Menjadi lebih terhubung. Menjadi lebih berkinerja. Kehidupan kerja membutuhkan orang-orang dengan kebiasaan kerja yang kaya kinerja.

Tidak peduli sepintar apa Anda, setinggi apa nilai-nilai akademis Anda. Anda hanya dianggap hebat, saat Anda menjadi produktif, terhubung, bertindak, berkinerja, dan menuntaskan pekerjaan sesuai waktu dan komitmen.

Setiap orang di tempat kerja merupakan bagian dari salah satu yang lain. Setiap orang di tempat kerja tidak boleh bekerja dengan maunya diri sendiri, tetapi bekerja sesuai budaya organisasi yang berorientasi soliditas dan kolaborasi. Setiap orang di tempat kerja harus mampu mengembangkan kebiasaan positif, untuk bisa memberikan kontribusi dan pelayanan bagi keberhasilan organisasi.

Kebiasaan yang baik dimulai dengan sifat, sikap, perilaku, karakter, dan kepribadian yang rendah hati, menerima budaya organisasi, mengalir bersama budaya organisasi, dan menjadi produktif bersama budaya kerja.

Perilaku kerja yang baik memprioritaskan apa-apa yang harus diselesaikan dalam delapan jam kerja. Intinya, jam kerja betul-betul difokuskan, untuk mencapai hal-hal yang paling penting, sehingga tidak ada pemborosan yang menjadikan Anda tidak produktif.

Musuh kolaborasi adalah keegoisan. Membiarkan sikap egois di tempat kerja, sama saja dengan membiarkan kolaborasi tidak berfungsi. Padahal, tanpa kolaborasi yang efektif, tidak mungkin semua orang bersatupadu dalam soliditas kerja. Dalam realitas, orang-orang pintar dikalahkan oleh keegoisan diri mereka sendiri, sehingga mereka menjadi tidak berharga di tempat kerja.

Kebiasaan-kebiasaan baik harus dengan rajin dikembangkan. Perilaku-perilaku kerja yang hebat harus terus-menerus diberdayakan. Organisasi yang hebat tercipta dari kebiasaan dan perilaku yang hebat. Tanpa kebiasaan dan perilaku yang hebat, organisasi tidak akan tumbuh menjadi yang berharga bagi stakeholdernya.

Kegagalan kerja selalu disebabkan oleh perilaku yang mengabaikan sistem, aturan, etika, dan hubungan baik. Sikap kerja yang kurang profesional, dan perilaku kerja yang saling menjatuhkan, akan menjadikan orang-orang marah, dan tidak berkinerja. Lingkungan kerja yang penuh marah, hanya akan menghadirkan energi negatif, untuk merusak produktivitas dan kinerja.

Ikhlas untuk menjadi terorganisir. Kehidupan kerja adalah kehidupan yang terorganisir. Apapun sifat, sikap, perilaku, karakter, keyakinan, dan kepribadian Anda; Anda harus ikhlas terorganisir di tempat kerja. Kehidupan kerja adalah kehidupan tim, kehidupan kerja sama, kehidupan kolaborasi. Di sini, tidak ada kata ‘saya’, tapi ‘kami’. Kehidupan kerja adalah ‘kami’, bukan ‘saya’ atau ‘kita’. Jadi, setiap orang harus terbiasa, atau membiasakan dirinya terorganisir, dan menjadi bagian dari yang lain.

Sikap rendah hati dan rasa ingin belajar, adalah cara untuk tumbuh. Jangan pernah merasa tahu semua, atau tahu banyak hal. Tetaplah rendah hati, dan dengarkan orang lain dengan penuh perhatian. Semakin tinggi kemampuan Anda untuk mendengarkan pendapat orang lain, semakin cepat Anda tumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih profesional.

Zona nyaman itu membahayakan kemajuan. Semakin Anda terobsesi untuk mendapatkan realitas kerja yang nyaman, semakin Anda akan terjebak dalam proses kemunduran, dan sulit menemukan jalan untuk kemajuan. Jadilah pribadi yang selalu memaksakan diri untuk bekerja di luar zona kenyamanan. Anda yang terbiasa di luar zona nyaman, sangat mudah untuk menciptakan rekor-rekor pencapaian kinerja terbaik. Anda yang di luar zona kenyamanan berpotensi memaksimalkan potensi Anda. Anda yang bekerja di luar zona nyaman berpotensi mendapatkan keajaiban, dan hasil-hasil yang luar biasa. Jadi, biarlah hati sedikit tidak nyaman, sedikit gelisah, sedikit takut, sedikit cemas. Tetapi, itu semua membuat Anda lebih kreatif, lebih fokus untuk mencapai prestasi dan kinerja.

Membiasakan yang baik di tempat kerja. Semua kebiasaan-kebiasaan yang baik, akan menciptakan keindahan, menciptakan kebahagiaan. Temukan nilai-nilai terbaik untuk menjadi sahabat kerja Anda. Jaga dan rawat kebiasaan baik yang menjadikan Anda produktif, berkinerja, berprestasi, dan penuh persahabatan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERILAKU KERJA YANG BURUK ADALAH MUSUH TERBURUK PERUSAHAAN

djajendra“Sebuah kapal yang terikat dengan aman di pelabuhan, tidak akan mengantar Anda mencapai tujuan. Hanya kapal yang berlayar di tengah lautlah, yang dapat mengantar Anda menembus samudera untuk mencapai tujuan. Demikian juga, sebuah jabatan dan kekuasaan yang terikat dengan aman di tangan Anda, tidak akan mengantar Anda mencapai tujuan. Hanya kerja keras dan kemampuan Anda, termasuk untuk melewati rintangan dan tantangan, yang dapat mengantar Anda mencapai tujuan.”~Djajendra

Sehebat apapun sebuah perusahaan mengiklankan dirinya, untuk membangun citra hebatnya. Tetapi, bila perilaku sumber daya manusianya tidak positif, maka perusahaan akan kehilangan kepercayaan, reputasi dan kredibilitas.

Terjebak dalam pencitraan, tanpa perilaku yang berintegritas pada etika dan nilai-nilai budaya kerja, menjadikan pencitraan itu sia-sia, dan tidak akan memberikan kebaikan kepada perusahaan.

Perilaku yang tidak berbudaya adalah musuh terburuk yang merusak etos kerja. Perilaku buruk pasti menghambat pencapaian kinerja. Perilaku buruk pasti menjadi energi destruktif atau perusak kemajuan.

Ketika manajemen lupa menata perilaku kerja, dan terlalu fokus membangun pencitraan dengan iklan dan promosi yang hebat, maka perusahaan akan mengecewakan pelanggan. Perilaku berbudaya kerja positif akan menyelesaikan harapan dan kebutuhan pelanggan.

Iklan dan promosi bertujuan membangun pencitraan. Ketika pelanggan sudah tergoda dan percaya kepada iklan perusahaan atau pada citra perusahaan, mereka akan berinteraksi langsung dengan perusahaan. Saat mereka berinteraksi langsung, mereka membutuhkan perasaan seperti yang mereka rasakan saat menonton atau membaca iklan. Bila iklan dan promosi yang hebat itu tidak diikuti dengan perilaku pelayanan yang baik dan berbudaya, maka iklan dan promosi tersebut menjadi sesuatu yang mengecewakan pelanggan.

Perilaku positif haruslah menjadi kekuatan di dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kesibukan kerja tanpa aktivitas dengan energi positif berpotensi merusak etos kerja. Bila pencitraan hebat dijawab dengan perilaku kerja yang buruk, akan menimbulkan kebingungan dan rasa marah. Bila stakeholder bingung dan marah dengan realitas perusahaan, maka semua pencitraan akan hilang dan menjadi tak berguna.

Perusahaan yang andal pasti membangun budaya kerja yang kuat dan unggul. Budaya kerja yang kuat menciptakan perilaku kerja positif yang andal. Setelah memiliki perilaku kerja positif di dalam budaya kerja yang konsisten. Maka, semua iklan, promosi, dan pencitraan perusahaan dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Budaya perusahaan yang kuat selalu fokus untuk mencari kesempurnaan, dan tidak akan pernah puas dengan realitas. Mengejar kesempurnaan merupakan sifat dari budaya kuat. Perbaikan secara terus-menerus dan upaya memuliakan reputasi perusahaan, adalah cara untuk menghargai niat dan visi perusahaan.

Perilaku kerja positif tidak akan membuang-buang waktu dan menjadikan pekerjaan tidak produktif. Perilaku kerja positif adalah kemampuan untuk sepenuhnya hadir dan bekerja dengan totalitas. Perilaku kerja positif tidak mengukur kualitas diri dengan persepsi sendiri. Tetapi, mengukur kemampuan diri, untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja perusahaan secara profesional dan penuh integritas. Perilaku kerja positif tidak akan pernah menjadi limbah perusahaan, tetapi menjadi aset yang sangat produktif.

Perilaku kerja positif selalu memiliki keberanian untuk melupakan zona nyaman, dan mengejar pencapaian terbaik dengan memperhitungkan risiko. Perilaku positif akan memberikan keberanian kepada insan perusahaan, untuk bergerak maju dan mengejar kinerja terbaik. Perilaku positif menguatkan kemampuan karyawan, untuk membantu mereka mencapai target dan tujuan dengan kinerja terbaik.

Perilaku kerja positif tidak akan membiarkan rasa takut menghentikan pencapaian. Tidak ada hal yang menyebabkan stagnasi. Tidak ada hal yang menciptakan kemacetan. Pikiran positif di dalam perilaku kerja positif menjadi pendorong untuk terus maju dan tumbuh di dalam karya dan kerja.

Perilaku kerja positif berbudaya perencanaan dan tidak berbudaya aksi-reaksi. Tidak satu hal pun yang dikerjakan tanpa melalui perencanaan yang baik. Semua perencanaan diawasi dengan sistem dan manajemen yang andal. Semua perencanaan selalu diperbaiki kelemahannya, dan secara terus-menerus ditingkatkan kekuatannya. Semua perencanaan difokuskan untuk memaksimalkan kekuatan, lalu memperbaiki kelemahan dengan rendah hati dan kreatif.

Kolaborasi dan koordinasi adalah bahasa kerja orang-orang positif. Walaupun dirinya sangat hebat dan pintar, dia tidak akan melakukannya sendiri. Dia selalu tahu dan sadar bahwa kekuatan bersama adalah sebuah soliditas, yang selalu lebih unggul daripada kekuatan tunggal. Dia tahu bahwa tanpa kolaborasi dan koordinasi, dirinya akan kelelahan dan tak mampu melakukan sesuatu dengan maksimal. Dia tahu bahwa kekuatan terletak pada kebersamaan dan kecerdasan, dan tidak terletak pada kesendirian dan keegoisan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS SAJA PADA PROSES, TIDAK PERLU MENGKHAWATIRKAN HASIL

FODJAJENDRA 09 2014KUS SAJA PADA PROSES, TIDAK PERLU MENGKHAWATIRKAN HASIL

“Ketika Anda sudah mempersiapkan diri dengan baik; merencanakan dengan profesional; mempersiapkan segala sesuatu dengan optimis dan rendah hati; maka tidaklah perlu mengkhawatirkan hasil akhirnya. Biarlah rencana dan kerja keras Anda berjalan sesuai kehendaknya.”~Djajendra

Kehidupan dan pekerjaan haruslah hidup di dalam proses. Tugas setiap orang hanyalah fokus dan bekerja sepenuh hati menyusuri setiap inci proses dengan bahagia. Sedikit saja rasa khawatir akan menjadi energi negatif yang berpotensi merusak kesempurnaan dari sebuah proses. Hanya fokus dan sepenuh hati yang dapat menghadirkan hasil terbaik, sedangkan rasa khawatir tidak bisa mengubah apa pun, hanya menambah beban ketidakbaikan di sepanjang perjalanan proses.

Kemenangan dan pencapaian kinerja terbaik sangat ditentukan oleh niat dan kerja sepenuh hati. Merencanakan dengan profesional dan menetapkan tujuan yang jelas, akan memudahkan Anda untuk bersikap totalitas dan sepenuh hati di sepanjang proses. Bila sudah yakin dan mempersiapkan diri untuk meraih kinerja terbaik, tidaklah perlu memikirkan kegagalan, pikirkan saja suksesnya. Intinya, kalau sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan bijak, janganlah merusaknya dengan pikiran negatif, ataupun membuat jiwa ragu untuk mencapai keberhasilan.

Khawatir adalah energi negatif, yang bersumber dari pikiran negatif. Sebaik apapun realitas, peluang, fakta, dan potensi hasil akhir; bila Anda sikapi dengan rasa khawatir Anda, maka pikiran negatif Anda akan semakin menguat untuk menggagalkan kemenangan yang sudah hampir Anda raih.

Ikuti proses dengan prinsip kehati-hatian; ikuti setiap ritual budaya kerja dengan bahagia; lakukan pekerjaan dengan teliti dan akurat; fokuskan energi, sumber daya, waktu, dan potensi dengan penuh semangat dan gairah untuk berhasil.

Gunakan panduan kerja sebagai alat pembimbing untuk tetap berada di jalan prosedur, sistem, dan tata kelola yang dikehendaki oleh organisasi Anda.Bergeraklah di dalam proses kerja yang dikuatkan dengan tata kelola organisasi yang unggul.  Laksanakan semua yang direncanakan dengan memfokuskan diri untuk mencapai target secara sempurna. Pastikan Anda setiap hari optimis dan rendah hati untuk mencapai hasil terbaik.

Energi khawatir akan memperburuk keadaan. Bila Anda sikapi masalah dengan rasa khawatir, maka semakin buruk realitas dari masalah tersebut. Khawatir membuat pikiran kacau, hati ragu, emosi penuh prasangka, dan tubuh berpotensi mendapatkan masalah kesehatan. Intinya, khawatir adalah sesuatu yang tidak baik, dan merugikan kesehatan dan kebahagiaan diri.

Gunakan imajinasi atau kekuatan visual untuk mengalahkan rasa khawatir. Berimajinasilah seolah-olah Anda sedang menikmati hasil akhir terbaik Anda, dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan kinerja terbaik.

Lepaskan hasil akhir sesuai kehendak Tuhan, dan fokuskan diri untuk sepenuh hati bekerja mengikuti proses yang terencana dengan baik. Ingat selalu bahwa khawatir adalah faktor yang berpotensi menghadirkan kegagalan atau kekalahan. Sebab, khawatir merupakan bagian dari energi negatif; bagian dari kekuatan pikiran dan perasaan negatif; bagian dari kekuatan pesimis. Jiwa yang dikuasai energi negatif, berpotensi mendapatkan hasil akhir yang tidak sesuai dengan target dan rencana.

Apapun yang Anda suka pikirkan berpotensi hadir menjadi realitas kehidupan Anda. Bila Anda bahagia dan menikmati proses; membayangkan masa depan yang indah dan damai; maka, setiap hari Anda akan mendapatkan kehidupan yang penuh inspirasi dan motivasi untuk meraih yang terbaik; termasuk, Anda akan hidup dengan harapan yang masuk akal; harapan yang dapat Anda raih dengan mudah.

Miliki prinsip hidup yang mengalir bersama proses, menyesuaikan diri dengan realitas, serta tidak ngotot dengan sebuah keyakinan.  Bila Anda ngotot dengan keyakinan, tetapi keyakinan Anda sudah tidak sesuai dengan fakta dan arah yang diinginkan masa depan, maka Anda sulit menghasilkan kinerja dan prestasi. Sebab, semua fokus dan kerja keras Anda, akan berada di dalam batasan keyakinan Anda, dan tidak mungkin bisa mengalir di dalam luasnya energi kreatif. Akibatnya, Anda akan ketinggalan oleh kurangnya wawasan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan arah masa depan.

Orang-orang sukses yang penuh prestasi dan kinerja hebat, selalu memiliki harapan yang dapat mereka bayangkan atau visualisasikan. Mereka suka membayangkan semua yang baik dan indah, lalu memfokuskan energi dan sumber daya, supaya dapat mewujudkan harapan yang sudah hidup di dalam realitas pikiran mereka.

Ketika diri hidup di dalam energi baik dan optimis, maka semua yang baik dari dalam diri akan dikeluarkan, untuk mengoptimalkan apa yang sedang dikerjakan atau direncanakan untuk dicapai.

Setiap orang dilahirkan untuk memenangkan hidupnya dan meraih yang terbaik. Oleh karena itu, jauhkan rasa khawatir dari kehidupan Anda, fokuskan saja untuk meraih keberhasilan. Percayalah bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengubah kehendak Tuhan. Jadi, daripada menguatkan rasa khawatir, lebih baik berproses di jalan kebaikan yang penuh harapan dan optimisme. Nikmati saja hari-hari Anda dengan bahagia dan penuh sukacita; bekerjalah dengan sangat profesional, penuh disiplin, penuh integritas, penuh tanggung jawab, penuh kreatif; kemudian, lepaskan hasil akhir sesuai kehendak Tuhan. Biarlah rencana dan kehendak Tuhan yang hidup di dalam kebahagiaan dan sukacita kehidupan Anda, dan jadilah lebih ikhlas untuk rencana Anda. Sebab, rencana dan kehendak Tuhan pasti lebih baik dari rencana atau kehendak kita.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCAPAI TUJUAN DENGAN PENUH KEYAKINAN DAN PERCAYA DIRI

“Bila dirimu sudah dengan segala cara untuk mencapai tujuan, lalu dirimu menjadi apa dengan mencapai tujuanmu itu. Jadilah bijak dalam mencapai tujuan. Bila tidak, dirimu berpotensi masuk ke dalam ruang kehidupan yang mungkin tidak sebaik sebelumnya.”~Djajendra

Tujuan dibuat lalu kerja keras dijadikan alat untuk mencapai tujuan tersebut. Orang-orang yang terobsesi pada sebuah tujuan akan berusaha keras atau bekerja lebih keras untuk mencapainya. Tujuan memberitahu seseorang untuk bertindak dan mendapatkannya. Tujuan menjadikan seseorang berkonsentrasi pada pencapaian, dan termotivasi untuk mencapainya dengan segera atau secepat mungkin. Tujuan adalah dorongan untuk segera bergerak dan mendapatkannya.

Tujuan adalah alat untuk mencapai keberhasilan dari yang diperjuangkan. Sangatlah mudah untuk mencapai tujuan bila sudah memiliki prinsip-prinsip yang menegaskan proses pencapaian tujuan. Setiap orang yang ingin mencapai tujuan pastinya harus melibatkan diri sepenuhnya untuk mencapai tujuan tersebut. Kadang-kadang, proses pencapaian tujuan memiliki kompleksitas dan tantangan yang tidak mudah. Tetapi, selama mampu memfokuskan energi, sumber daya, dan waktu, maka pencapaian tujuan hanyalah masalah waktu.

Hal terpenting yang harus dipahami adalah Anda menjadi apa setelah sampai di tujuan. Bagaimana Anda dapat menerapkan kehidupan seperti yang Anda inginkan di dalam di tujuan Anda. Pastikan tujuan Anda sudah menghidupkan rutintas Anda di dalam visualisasi. Yakinkan diri Anda dengan sungguh-sungguh bahwa tujuan Anda adalah tempat yang paling membahagiakan hidup Anda.

Tetapkan tujuan yang jelas dan rinci. Yakinkan diri Anda bahwa Anda membutuhkan tujuan tersebut untuk mencapai segala sesuatu yang Anda inginkan. Kuatkan mental untuk mengambil inisiatif menuju proses kehidupan yang Anda butuhkan agar bisa sampai pada tujuan Anda. Siapkan kualitas diri untuk mencapai tujuan dengan baik.

Tujuan dari hati pasti memicu minat dan disiplin diri yang luar biasa, sehingga diri akan bekerja dengan totalitas dan sepenuh hati agar bisa sampai tepat waktu di tujuan. Tujuan yang dicintai akan membuat diri memiliki kegigihan untuk bekerja keras dan kuat melalui segala macam masalah. Saat diri mencapai tujuan dengan sepenuh hati, saat itu proses akan menghadiahi diri sebuah kinerja atau pencapaian yang membahagiakan. Walaupun diri penuh obsesi pastikan selalu bersikap realistis, dan jagalah keseimbangan terbaik di setiap proses menuju pencapaian tujuan.

Miliki komitmen yang kuat untuk ikhlas bekerja keras menuju tujuan. Jangan pernah lupa untuk menggunakan teknik visualisasi agar Anda dapat membayangkan bagaimana kehidupan Anda saat sampai di tujuan. Siapkan peta perjalanan menuju tujuan dan pastikan Anda merasakan setiap momen di perjalanan dengan penuh empati.

Dapatkan umpan balik dan belajarlah dari umpan balik tersebut di sepanjang perjalanan Anda. Umpan balik dapat digunakan untuk memperbaiki dan mempersiapkan langkah-langkah berikut yang lebih hebat. Jadilah jujur, obyektif, berpikir positif, dan memanfaatkan umpan balik untuk menjadikan perjalanan Anda lebih berguna dan lebih produktif.

Setiap Anda menghadapi realitas dengan kompleksitas tinggi, janganlah menyerah atau takut kehilangan sesuatu. Teruslah kuatkan daya tahan diri dan sederhanakan hal-hal yang sangat kompleks, lalu kerjakan bagian-bagian terkecil dari kompleksitas tersebut, sehingga Anda dapat mencapainya secara utuh. Jangan pernah merasa kewalahan atau tidak sanggup oleh berbagai kerumitan yang dimunculkan dari proses menuju tujuan. Anda harus selalu merasa lebih termotivasi saat berhadapan dengan tantangan yang sulit.

Masuki rasa takut dan Anda pasti akan dikuatkan oleh rasa takut untuk menjadi yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJER YANG HEBAT ADALAH TEMPAT MENEMUKAN SOLUSI DAN JALAN KELUAR UNTUK KINERJA TERHEBAT

002 dj“Manajer yang hebat selalu berkarya, melayani, berkontribusi, mengkoordinasi, dan memuliakan orang-orang yang ia pimpin.”~Djajendra

Manajer adalah pemimpin yang dipercaya oleh manajemen untuk mengurusi pekerjaannya melalui karyawan. Kualitas seorang manajer dalam memotivasi dan memberdayakan potensi karyawan sangatlah menentukan keberhasilan manajemen. Semakin mampu seorang manajer untuk merasakan dan memanfaatkan energi positif karyawan, semakin sukseslah dia sebagai manajer yang berkinerja tinggi.

Kinerja seorang manajer bersumber dari akumulasi kinerja para stafnya. Bila manajer tidak mampu memaksimalkan kinerja para stafnya, maka secara otomatis kinerja manajer menjadi tidak maksimal. Jadi, seorang manajer yang cerdas pasti memfokuskan pekerjaan para stafnya secara detail, dan mengoptimalkan semua potensi stafnya secara detail agar dirinya bisa mendapatkan akumulasi kinerja terbaik. Intinya, sukses seorang manajer sangat ditentukan oleh gairah kerja dan kontribusi berkualitas dari para stafnya. Juga, sukses seorang manajer adalah hasil kerja keras dan tanggung jawab penuh dari setiap stafnya, yang ikhlas untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Manajer yang ambisius dan sangat percaya diri untuk memanfaatkan orang-orang buat kehebatan dirinya sendiri, pastilah mengalami kegagalan. Sebaliknya, manajer yang rendah hati dan sangat memotivasi para stafnya untuk meningkatkan kinerja individu dan tim, pastilah menikmati sukses. Sukses seorang manajer tercipta saat dirinya cerdas membangun tim kerja yang hebat dan yang berkontribusi untuk menang.

Manajer menjalankan fungsi koordinasi dari seluruh proses kerja. Dalam hal ini, diperlukan energi positif manajer untuk melibatkan dan memaksimalkan energi positif setiap individu karyawan di dalam seluruh proses kerja. Untuk dapat melakukan hal ini, manajer harus menjadikan dirinya sebagai sebuah pintu terbuka yang siap untuk mendengarkan suara hati dari setiap karyawannya. Bila manajer sudah bisa merasakan suara hati karyawan dengan empati, maka dengan mudah dia mampu memperbaiki kekurangan yang ada, serta benar-benar menyiapkan potensi stafnya untuk berkinerja lebih baik.

Manajer yang memisahkan dirinya dari karyawan pastilah mengalami kesulitan yang luar biasa untuk meraih kinerja. Sebab, karyawan pasti tidak mengerti apa maunya manajer, dan karyawan pasti tidak mau melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, sehingga manajer pasti tidak mampu mengoptimalkan potensi dan kemampuan karyawan.

Manajer yang hebat adalah tempat menemukan solusi dan jalan keluar. Seorang manajer yang hebat selalu memiliki jiwa yang terbuka lebar untuk menerima realitas apapun. Dia selalu membuka hati dan pikirannya untuk setiap karyawan yang ia pimpin. Dia seorang pendengar yang santun, yang selalu mendengar dengan empati, sehingga dengan mudah dapat menemukan jalan keluar terbaik.

Seorang manajer yang hebat adalah dia yang peduli dan ingin tahu tentang segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam organisasinya. Dia akan turun ke level paling dasar untuk memahami akar masalah, lalu menghubungkannya ke level yang lebih tinggi, sehingga dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk kebaikan dan kemajuan organisasinya.

Akuntabilitas adalah sebuah nilai dan perilaku bersama yang wajib dimiliki setiap individu. Tugas seorang manajer adalah memotivasi dan memberikan pencerahan kepada setiap individu karyawan untuk bertanggung jawab; untuk mempertanggung jawabkan kepada manajer dan organisasi tentang apapun yang dilakukan ataupun yang tidak dilakukan. Intinya, organisasi yang hebat adalah organisasi yang energi akuntabilitasnya kuat dan unggul. Dan, manajer yang hebat adalah manajer yang meningkatkan kualitas akuntabilitas secara terus-menerus. Jadi, integritas dan loyalitas setiap orang di dalam organisasi ditentukan oleh kualitas akuntabilitas pribadi. Semakin tinggi kualitas akuntabilitas seseorang, semakin jujur dan setia dirinya untuk meningkatkan kinerja organisasi. Akuntabilitas bukanlah sebatas kata-kata, tetapi sebuah perilaku dan sikap yang harus melancarkan seluruh proses kerja organisasi.

Manajer yang hebat haruslah memiliki kreativitas yang tinggi agar cerdas memecahkan masalah. Organisasi pasti selalu harus menghadapi tantangan dan juga kesulitan. Oleh karena itu, diperlukan manajer-manajer yang cerdas menjalankan organisasi dengan keputusan-keputusan yang hebat. Kualitas kompetensi untuk memecahkan masalah sangatlah menentukan kredibilitas dan reputasi organisasi. Semakin cepat, tepat, dan melayani sebuah keputusan manajer; maka semakin kecil potensi kerusakan atau hilangnya kredibilitas organisasi. Manajer yang hebat adalah tiang dan pondasi yang menguatkan reputasi organisasi.

Energi tenang manajer sangatlah dibutuhkan oleh para karyawan. Manajer tidak boleh terjebak dalam kesibukan yang luar biasa, sehingga tidak memiliki waktu untuk mengamati realitas karyawannya dengan kekuatan energi tenangnya. Manajer harus menjadi pengamat yang adil dan jujur dengan penuh empati dan cinta, sehingga mampu merasakan suasana batin para karyawan. Kemampuan manajer untuk selalu berada di sekitar orang-orang yang dipimpinnya dengan penuh empati, akan menjadikan dirinya sebagai energi yang meningkatkan kinerja timnya.

Manajer yang hebat tidak pernah mengeluh tentang stafnya, tetapi selalu merasakan potensi dan kontribusi hebat dari staf-stafnya dengan rasa syukur dan terima kasih. Bila menemukan manajer atau eksekutif puncak yang mengeluhkan kekurangan dan kelemahan para stafnya, maka mereka sesungguhnya tidak pantas menjadi pemimpin, dan seharusnya merasa malu dengan posisinya tersebut. Sebab, bukankah jabatan dan kekuasaan yang diberikan kepada mereka untuk memimpin dan memberdayakan para stafnya. Jadi, mengapa harus mengeluh, bukankah sebaiknya bekerja daripada mengeluh?

Sikap manajer dan eksekutif puncak yang suka mengeluh menunjukkan mereka malas untuk mengelola, melatih, dan menggunakan hati untuk menjadikan karyawan mereka seperti yang mereka inginkan. Kualitas karyawan dihasilkan dari kualitas kepemimpinan. Bila kepemimpinan yang memimpin karyawan berkualitas rendah, maka karyawan-karyawan hebatpun akan berkualitas rendah dan berkinerja apa adanya.

Manajer yang hebat adalah dia yang bertanggung jawab penuh dan membuat seluruh stafnya bahagia bersama pekerjaannya. Tidak akan ada sikap mengeluh di dalam organisasi bila manajer cerdas memotivasi stafnya, untuk melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati dan mampu berkinerja dengan hati yang bahagia.

Manajer yang hebat selalu memulai pekerjaannya dengan menemukan orang-orang yang tepat dan hebat; sehingga dia mampu melatih, memberdayakan, memotivasi, dan meningkatkan kualitas kerja mereka untuk menghadapi segala kemungkinan di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA KEKUATAN PRODUK UNGGULAN

“Rawatlah produk unggulan dengan kreatif dan berkualitas, karena produk unggulan sudah pasti akan memberikan kehidupan pada perusahaan Anda.”~Djajendra

Temukan kekuatan di dalam bisnis Anda. Diantara produk-produk yang Anda miliki, mana yang paling kuat dan unggul? Jangan mengabaikan produk yang sudah kuat. Fokuskan kekuatan bisnis pada produk unggulan agar kinerja bisnis bisa lebih meningkat.

Bisnis yang hebat lahir dari kemampuan untuk fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas. Sekecil apapun usaha yang Anda miliki, Anda pasti bisa menjadikannya lebih besar dan selalu sukses. Caranya adalah dengan memberikan perhatian yang lebih kreatif dan fokus terhadap produk unggulan. Siapkan strategi dan taktik yang tepat agar produk unggulan dapat secara terus-menerus menjadi sumber keuntungan usaha.

Produk unggul adalah kekuatan inti yang harus dimanfaatkan secara optimal. Konsentrasikan sumber daya perusahaan pada kekuatan inti, dan layani pasar dengan seoptimal mungkin agar produk unggulan dapat menjadi kekuatan yang menguasai ceruk pasar, serta berkemampuan untuk tumbuh dan menguasai pangsa pasar yang lebih besar.

Dunia bisnis adalah dunia kompetisi. Jadi, perusahaan yang mampu memiliki kredibilitas dan reputasi atas produk unggulannya, dipastikan dapat memenangkan kompetisi dan selalu memimpin pasar dengan sukses.

Dalam realitas bisnis, sering sekali produk yang sudah sukses kurang dirawat. Pebisnis lebih suka berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru, sehingga perhatian pada produk baru menjadi lebih besar, sedangkan pada produk lama yang menjadi kekuatan inti bisnis suka diabaikan. Padahal untuk saat ini produk lama tersebutlah yang sedang memberikan kehidupan pada perusahaan.

Produk yang kuat dan unggul harus dirawat dengan hati-hati. Sebab, produk unggul tersebut sedang menjadi kekuatan inti perusahaan. Produk yang kuat inilah yang sedang memberi makan setiap insan perusahaan. Jadi, fokuskan sumber daya dan energi kolektif bisnis untuk menjadikan kekuatan inti perusahaan lebih maksimal.

Dalam strategi pemasaran, wilayah sukses dan wilayah keahlian adalah kekuatan. Jadi, bila sekarang ini produk unggulan tersebut sudah berada di wilayah sukses, serta sumber daya manusia perusahaan sudah menguasai wilayah keahlian di dalam pasar, maka perusahaan pasti mampu menangani setiap kebutuhan dan tantangan pasar. Miliki visi untuk membangun pasar yang memudahkan produk unggulan menjadi yang terbaik, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menjaga emosi positif dan mengelola harapan dengan bijak. Setelah produk unggulan menguasai wilayah sukses di pasar, perusahaan harus fokus menjaga produk tetap di wilayah sukses, dan pemimpin usaha harus mampu mengendalikan ambisi pribadi yang berlebihan, sehingga tidak menciptakan spekulasi yang merugikan posisi produk di wilayah sukses.

Walaupun produk unggulan tersebut sudah menguasai wilayah sukses di pasar, dan sumber daya manusia sudah memiliki keahlian untuk menjaganya. Tetapi, tetaplah diperlukan perbaikan dan perawatan tanpa henti. Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk kreatif dan fokus menangani perbaikan produk unggulan. Intinya, produk unggulan tidak dianggap sudah terlalu kuat dan hebat, tetap rendah hati untuk menjaga mutu, pelayanan, dan tuntutan pasar.

Sumber daya manusia adalah bagian terpenting yang menentukan keberhasilan produk unggulan dalam jangka yang lebih panjang. Perusahaan secara berkelanjutan dan terus-menerus wajib meningkatkan keahlian, wawasan, pengetahuan, dan keandalan sumber daya manusia agar mereka selalu siap untuk menjaga dan merawat produk unggulan.

Produk unggulan harus cerdas mengungkapkan kekuatan uniknya, sehingga tidak ada pesaing yang mampu menciptakan produk baru untuk mengalahkan produk unggulan Anda.

Bisnis yang hebat ada pada kekuatan produk unggulan, yang bila selalu disempurnakan kualitas dan pelayanannya dengan lebih kreatif, maka produk unggulan tersebut akan menjadikan perusahaan lebih kuat dan lebih kaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG PRODUKTIF ADALAH ASET PENGHASIL NILAI TAMBAH

DJAJENDRA-DSCN0859“Jadikan dirimu sebagai aset yang produktif; jadikan dirimu unggul dan terampil; jadikan dirimu sebagai energi tanggung jawab; jadikan dirimu sebagai pembangkit motivasi di tempat kerja; jadikan dirimu sebagai energi kolaborasi yang saling bergandeng tangan untuk mencapai yang terbaik; jadikan dirimu sebagai potensi yang bekerja untuk standar dan kualitas tertinggi.”~Djajendra

Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk mengalirkan bakat, potensi, kecerdasan, kreativitas, sumber daya, dan kemampuan. Setiap orang yang mampu mengalir dengan keandalannya pasti menjadi orang yang produktif dan berprestasi. Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan sepenuh tanggung jawab.

Setiap orang di tempat kerja harus berjuang untuk mewujudkan potensi menjadi hasil akhir yang produktif. Mendorong pencapaian kinerja dan prestasi tertinggi, mengeksplorasi potensi dan sumber daya secara produktif, saling membantu untuk tumbuh dan berkembang, serta terbiasa bekerja cepat dalam kolaborasi.

Orang-orang produktif biasanya sangat bertanggung jawab dan sangat andal untuk melakukan pekerjaannya dengan sempurna. Mereka cerdas berkolaborasi dalam tim secara kreatif, efektif, dan produktif. Mereka cerdas berbagi kerja, cerdas mendelegasikan kerja, cerdas untuk tidak berebutan pekerjaan, dan cerdas untuk mengalir di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif adalah pencapai kinerja dan prestasi tertinggi. Mereka fokus, berdisiplin, memiliki tujuan, memiliki cara, memiliki dorongan motivasi, memiliki kebutuhan, memiliki keinginan yang kuat untuk berprestasi, dan bekerja untuk mencapai yang terpenting melalui prioritas.

Orang-orang produktif sadar bahwa kebutuhan dan keinginan adalah motivator yang menentukan siapa dirinya. Kebutuhan untuk berprestasi adalah motivator yang mampu membuat dirinya semangat terus. Kebutuhan untuk menjadi pribadi produktif dan pencipta nilai tambah adalah motivator yang mampu membuat dirinya lebih sejahtera. Orang-orang produktif selalu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk menjadikan diri mereka semangat terus di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif tidak akan terlalu berkompetisi, mereka fokus untuk meningkatkan kualitas dan keandalan cara kerjanya. Mereka sadar bahwa terlalu banyak kompetisi dapat menyebabkan stres, penurunan energi, dan membahayakan moral kolaborasi.

Orang-orang produktif juga sangat kreatif. Mereka selalu memahami bahwa tidak ada batas untuk meningkatkan prestasi. Mereka tidak terjebak dalam batas prestasi dan kinerja. Mereka tidak terbatas oleh sebuah target. Mereka selalu meningkatkan kualitas dan potensi untuk mencapai lebih dari yang telah dicapai.

Orang-orang produktif adalah mereka yang bekerja dengan menggunakan manajemen dan hirarki yang efektif.

Orang-orang produktif bekerja di dalam kekuatan dan keunggulan. Mereka meminimalkan kelemahan dan menemukan cara untuk lebih produktif. Intinya, orang-orang produktif fokus untuk mendapatkan prestasi dan kinerja. Mereka selalu membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk berhasil. Mereka tidak bekerja dalam keraguan dan ketidakjelasan. Mereka selalu menemukan keseimbangan kerja dan mencapai kinerja terbaik.

Orang-orang produktif selalu membangun dirinya dengan keahlian baru untuk dapat bekerja di dalam perubahan dan kreativitas. Mereka bekerja dengan menjadikan dirinya sebagai aset yang mampu menciptakan nilai tambah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MERAWAT KARYAWAN ANDAL UNTUK TETAP SETIA BERSAMA PERUSAHAAN

“Karyawan andal adalah harta termahal milik perusahaan, tetapi bila mereka tidak dirawat dan dijaga, mereka berpotensi pergi dari perusahaan.” ~ Djajendra

Mencari karyawan yang andal dan berkualitas bukanlah perkara yang mudah. Sangat banyak jumlah pencari kerja, sangat banyak jumlah pengangguran, tetapi tidak mudah untuk menemukan orang-orang andal dan berkualitas.

Ketika orang-orang andal dan berkualitas bersatupadu dalam kolaborasi kerja, maka prestasi dan kinerja terbaiklah yang dihasilkan. Orang-orang andal dan berkualitas adalah harta produktif yang mampu menjadikan perusahaan selalu untung dan berkembang dengan kreatif.

Orang-orang andal sangatlah bertanggung jawab. Mereka terlatih dan terbiasa untuk bekerja dengan efektif, termasuk mengambil tanggung jawab ekstra agar segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cepat dan berkualitas.

Perusahaan yang hebat pasti mempertahankan karyawan andal dan berkualitas dengan cara-cara profesional. Para karyawan andal lebih percaya diri dalam kemampuan pekerjaan mereka. Mereka memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjadikan dirinya sebagai aset yang berguna di dalam perusahaan. Mereka juga tidak segan-segan pindah kerja, bila bos mereka tidak berkualitas. Mereka setia dan profesional pada pekerjaan mereka, tetapi tidak setia pada bos yang tidak berkualitas.

Mengikat loyalitas karyawan andal dengan tata kelola yang berkualitas. Ketika tata kelola dan sistem kerja perusahaan berada di dalam kekuatan transparansi dan akuntabilitas, maka para karyawan andal akan semakin menikmati pekerjaannya dengan lebih setia. Mereka mampu menjadi kekuatan yang mendistribusikan proses kerja dengan efektif dan produktif.

Karyawan andal adalah orang-orang yang perfeksionis dan detail. Mereka selalu fokus dan memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaan yang ditugaskan. Mereka bekerja dengan prosedur dan sistem yang andal, termasuk mampu mengelola segala sesuatu dengan tepat dan produktif.

Merawat karyawan andal untuk tetap setia bersama perusahaan haruslah menjadi tanggung jawab pemimpin. Biasanya, pemimpin yang hebat pasti merawat karyawan andal, dan menjaga motivasi kerja mereka dengan sungguh-sungguh. Pemimpin yang hebat selalu berkomunikasi dengan karyawan andal dan mencukupi semua kebutuhan mereka. Pemimpin yang hebat tidak akan pernah membiarkan karyawan andalnya bekerja dalam ketidakpastian, mereka selalu diarahkan sesuai visi dan misi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RELIABILITY KARYAWAN UNTUK MENGHASILKAN KINERJA

“Seseorang yang andal pasti dapat dipercaya, pasti tahan uji, pasti kuat mental, pasti dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan berkualitas dan tepat waktu.”~Djajendra

Reliability yang bahasa Indonesianya berarti keandalan. Di tempat kerja, reliability merupakan salah satu nilai yang sangat penting. Setiap insan perusahaan yang memiliki reliability pasti menjadi aset terpenting untuk memajukan perusahaan.

Keandalan sumber daya manusia di tempat kerja merupakan syarat terpenting untuk pencapaian kinerja terbaik. Setiap insan perusahaan yang mampu memperlihatkan kualitas dan kompetensi terbaiknya; berpotensi menjadi orang yang diandalkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan, visi, target, dan kinerja terbaik.

Reliability jauh lebih penting daripada banyaknya gelar pendidikan dan pengalaman kerja. Reliability juga jauh lebih penting daripada kecerdasan dan nilai-nilai akademik seseorang. Reliability menjadi sangat penting di wilayah taktik dan eksekusi. Jadi, orang-orang yang memiliki keandalan di bidang pekerjaannya, biasanya dengan sangat mudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara berkualitas dan tepat waktu.

Reliability menciptakan insan perusahaan yang dapat dipercaya. Seseorang yang memiliki keandalan pasti bekerja secara konsisten, dan selalu bertanggung jawab dengan sepenuh hati. Intinya, mereka tidak akan lari dari tanggung jawab, selalu bekerja dengan lebih produktif dan lebih berkualitas.

Perusahaan-perusahaan unggul selalu menjalankan program keandalan, untuk menghasilkan insan perusahaan, yang siap memenangkan target perusahaan dengan berkualitas dan produktif. Keandalan karyawan akan menguatkan rasa tanggung jawab di internal perusahaan, sehingga setiap orang secara sadar akan berkontribusi secara maksimal dan sepenuh hati.

Energi reliability insan perusahaan akan menjadikan mereka bekerja dengan disiplin dan semangat yang tinggi. Mereka akan fokus pada pekerjaannya, bekerja tanpa berkeluh ataupun menggerutu, serta selalu sadar diri untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi. Termasuk, sangat mudah mengalir di dalam perubahan untuk pencapaian yang lebih baik.

Keandalan karyawan haruslah menjadi perhatian manajemen. Secara rutin program keandalan di semua aspek kerja haruslah dilatih dan dibiasakan. Mulai dari perencanaan sampai pemeliharaan dan peningkatan haruslah disiapkan keandalan agar dapat mencapai kinerja terbaik. Orang-orang yang andal di tempat kerja pasti memberikan perhatian yang fokus pada pekerjaan, dan selalu cerdas mengatasi gangguan.

Keandalan di tempat kerja merupakan kunci sukses untuk pencapaian kinerja terbaik. Orang-orang yang andal, sistem yang andal, proses yang andal, tata kelola yang andal, kepemimpinan yang andal, dan manajemen yang andal, adalah dasar untuk menghasilkan kualitas dan kinerja yang berkelanjutan peningkatannya.

Keandalan perusahaan di semua dimensi dan aspek kerja akan meningkatkan reputasi, dan juga secara konsisten menjadikan sumber daya perusahaan sebagai aset produktif, yang secara terus-menerus menghasilkan keuntungan terbaik.

Keandalan akan meningkatkan rasa percaya stakeholders kepada perusahaan. Hal ini, secara otomatis akan menguatkan fondasi perusahaan, sehingga perusahaan mampu tumbuh menjadi semakin besar.

Keandalan akan meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri di internal perusahaan, sehingga kemampuan di internal perusahaan akan semakin meningkat, untuk menemukan solusi dalam menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG PRODUKTIF SELALU TERORGANISIR DAN TERKOORDINASI UNTUK PRODUKTIF

DJAJENDRA-DSCN0859ORANG-ORANG PRODUKTIF SELALU TERORGANISIR DAN TERKOORDINASI UNTUK PRODUKTIF

“Menjadi produktif tidak sebatas ukuran kualitas dan kuantitas. Di sini, terdapat berbagai ukuran yang dihasilkan dari dalam jiwa, seperti: emosi yang cerdas, energi positif, pikiran optimis, kemampuan untuk mengalir dalam kolaborasi, kemampuan untuk bersikap dalam prioritas, kemampuan untuk hidup dengan terorganisir dan terkoordinasi. Dan semua ini, memerlukan jiwa yang ikhlas dan tulus, untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas.”~ Djajendra

Orang-orang produktif pola kerjanya terorganisir dan bekerja untuk menghasilkan nilai tambah. Perilakunya sangat disiplin dan fokus pada tujuan yang harus dicapai. Dan juga,  selalu menggunakan waktu, energi, sumber daya dengan efektif dan efisien.

Etos kerja yang produktif dihasilkan dari kesadaran dan kemampuan untuk bekerja berdasarkan visi, misi, nilai-nilai, tujuan, strategi, taktik, dan rencana kerja. Dan biasanya sangat mengalir di dalam sistem dan proses kerja, termasuk sangat patuh pada standar kerja yang ada.

Orang-orang produktif biasanya mau mendengarkan, cerdas mengalir dalam kolaborasi kerja, mampu menanggapi dengan proaktif dan positif, dan selalu terorganisir dalam koordinasi yang baik.

Karakter kerja orang-orang produktif selalu tenang, senang, fokus, menguasai keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja yang produktif.

Menjadi produktif berarti mampu menjaga keseimbangan antara kolaborasi dan fokus. Semakin mengalir dalam sistem dan proses dengan energi kolaborasi, semakin mampu menciptakan tempat kerja yang produktif dan efektif. Fokus dan kolaborasi sangat penting bagi keberhasilan setiap organisasi dalam pencapaian kinerja terbaik.

Orang-orang produktif biasanya memiliki tingkat kepuasaan kerja yang tinggi. Mereka sangat suka dan mencintai pekerjaannya dengan sepenuh hati, sehingga pola kerjanya menjadi lebih totalitas untuk menghasilkan kinerja yang lebih produktif.

Orang-orang produktif selalu membantu peningkatan produktivitas dan kinerja organisasi. Keterlibatan yang proaktif dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif, akan menjadikan mereka sebagai aset produktif yang terus-menerus menghasilkan nilai tambah.

Karakter kerja orang-orang produktif sangat efektif. Mereka tidak akan terjebak dalam pekerjaan tidak penting yang membuang-buang waktu. Mereka selalu fokus pada tugas-tugas prioritas, dan menggunakan waktu dengan efektif untuk menuntaskan pekerjaan yang paling penting. Termasuk, mereka selalu mendedikasikan kualitas dan potensinya untuk melayani pekerjaannya sesuai jumlah jam kerja, misal sehari delapan jam kerja, maka delapan jam kerja tersebut digunakan dengan efektif dan produktif untuk memberikan hasil yang paling berharga buat perusahaan.

Orang-orang produktif sangat terorganisir di dalam budaya kerja yang penuh disiplin. Mereka memiliki keyakinan dan kebiasaan untuk memberikan atau melayani perusahaannya melebihi harapan yang dimiliki perusahaan kepada mereka. Mereka mampu memimpin diri sendiri dan menciptakan perilaku kerja yang membantu etos kerja perusahaan.

Orang-orang produktif mampu menyederhanakan kompleksitas kerja. Mereka sangat cerdas emosi, dan selalu menyatukan perasaan positifnya ke dalam aliran kerja.  Mereka juga sangat fleksibel untuk bergerak di ruang formal dan tidak formal, sehingga mampu terhubung dengan realitas di lapangan, dan mampu menemukan solusi yang kreatif untuk tetap produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DIBAYAR UNTUK MELAYANI PEKERJAAN DENGAN LEBIH PRODUKTIF

“Berani menerima gaji, pasti berani menjadi lebih ikhlas dan tulus untuk melayani pekerjaan dengan produktif.” ~ Djajendra

Dunia kerja adalah dunia produktif. Siapapun yang sudah menerima gaji bulanan, haruslah memiliki hati yang ikhlas dan tulus, untuk melayani pekerjaannya dengan produktif. Sikap profesional karyawan wajib diperlihatkan dengan etos kerja yang lebih produktif, efektif, kreatif, dan berkualitas.

Para profesional selalu merasa bahwa mereka sudah dibayar oleh perusahaan untuk melayani dengan lebih produktif. Oleh karena itu, mereka sudah menyiapkan kualitas dirinya sejak bangun di pagi hari. Tidak ada beban kehidupan yang boleh dibawa ke ruang kantor. Sikap profesional adalah sikap yang fokus secara detail pada pekerjaan dan tanggung jawab, dan juga sikap yang sangat kolaboratif di sepanjang jam kerja.

Kualitas diri untuk menyatu di dalam budaya perusahaan, dan kualitas diri untuk mengalir bersama proses kerja yang sudah terstandarisasi di dalam tata kelola yang baik, adalah kesadaran yang harus dirawat di setiap momen kerja. Para profesional merupakan orang-orang yang memberikan kualitas dan pelayanan prima atas upah yang sudah diterima. Mereka yang berani menerima bayaran, pasti berani memberikan kualitas dan pelayanan yang lebih produktif.

Para profesional sejati tidak menunggu dirinya diberdayakan oleh perusahaan. Tetapi, mereka memiliki kesadaran dan etika kerja, untuk memberikan performa terbaik dengan cara menjadi lebih produktif dan kreatif. Mereka selalu mampu mengimbangi nilai-nilai budaya kerja, sehingga pola kerja mereka unggul dan konsisten seperti maunya nilai-nilai budaya tersebut. Mereka mampu berkontribusi untuk kualitas dan cerdas menanggapi ketidakpastian, hal-hal tak terduga, perubahan, hal-hal yang sifatnya sangat individual, termasuk keinginan-keinginan yang tercipta secara situasional.

Para profesional selalu bekerja dalam satu visi, satu rasa, satu tujuan, dan satu budaya perusahaan yang jelas dan tegas. Mereka sangat tekun berlatih dan mempersiapkan potensi dirinya untuk melayani perusahaan dengan lebih baik. Mereka selalu patuh pada standar pelayanan dan menjadikannya sebagai pedoman untuk menjaga perilaku profesionalisme di tempat kerja. Mereka juga dengan mudah mampu menyatukan kualitas dirinya dengan kemajuan teknologi; termasuk selalu memperluas pengetahuan dan wawasan pekerjaan, untuk dapat menjangkau wilayah di luar zona nyaman.

Para profesional sejati selalu sadar bahwa mereka dibayar perusahaan untuk dapat melayani pekerjaannya dengan lebih produktif dan kreatif. Oleh sebab itu, sejak bangun pagi, mereka sudah mencurahkan perhatiannya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih berkualitas dan produktif. Intinya, setiap pagi, sebelum ke kantor, mereka sudah mempersiapkan dirinya untuk memberikan yang terbaik dengan penuh tanggung jawab kepada perusahaan yang mereka cintai dan miliki dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KREATIVITAS, PIKIRAN BAIK, EMOSI CERDAS, DAN MENJADI LEBIH PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

DJAJENDRA CORPORATE TRAINING 2014

MENINGKATKAN KREATIVITAS, PIKIRAN BAIK, EMOSI CERDAS, DAN MENJADI LEBIH PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

“Dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif. Siapapun yang mampu menjadikan dirinya bahagia di tempat kerja, maka dia pasti menjadi energi kreatif dan produktif, yang menghasilkan kinerja terbaik secara berkelanjutan.” ~ Djajendra

Pekerjaan membutuhkan energi bahagia supaya rutinitas pekerjaan dan tanggung jawab dapat dikerjakan secara kreatif, efektif dan produktif. Energi bahagia memudahkan orang-orang di tempat kerja, untuk menemukan solusi terbaik dari proses pemecahan masalah yang terpetakan dengan cerdas.

Bila energi bahagia hilang, tanggung jawab dan kreativitas berpotensi hilang, kecemasan dan ketidakpastian akan menjadikan orang-orang di lingkungan kerja kehilangan arah dan semangat kerja.

Pikiran baik dan emosi yang cerdas merupakan sumber untuk menghasilkan kebahagiaan. Bila semua orang di tempat kerja sedang dalam kondisi bahagia, maka mereka dengan sepenuh hati dan totalitas akan mengerjakan tugasnya, termasuk menjalankan tanggung jawabnya dengan senang hati.

Nilai-nilai budaya organisasi merupakan jiwa organisasi yang wajib menyatu ke dalam jiwa insan organisasi. Penyatuan jiwa organisasi dengan jiwa insan organisasi akan menghasilkan hubungan emosional yang satu sama lain saling mencintai. Dalam hal ini, organisasi mencintai insannya dengan sepenuh hati, dan para insan organisasi mencintai organisasinya dengan sepenuh hati juga. Hubungan saling mencintai ini akan menjadikan para insan organisasi bekerja dengan pola pikir positif di tempat kerja, sehingga setiap orang dengan rasa bahagia akan meningkatkan kualitas keterlibatannya di dalam kolaborasi kerja; meningkatkan kualitas kreativitas untuk mendapatkan solusi dan pemecahan masalah yang terbaik; meningkatkan produktivitas untuk mendapatkan kuantitas yang berkualitas; dan juga pencapaian kinerja terbaik di semua hal yang dikerjakan.

Pikiran baik dan emosi yang cerdas secara pasti menjadikan insan organisasi lebih optimis dan positif dalam menjalankan etos kerja yang berkualitas.

Etos kerja yang berkualitas akan mendorong para insan organisasi untuk mencapai target dari visi dan misi dengan sepenuh hati.

Ketika etos kerja sedang dalam kondisi prima, maka hal ini akan membuat para insan organisasi bergerak secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pencapaian target dari waktu ke waktu; tidak menjadikan mereka tinggi hati dengan pencapaian-pencapaian besar yang telah mereka lakukan, sebab mereka sadar bahwa sikap tinggi hati pasti menghentikan pertumbuhan dan peningkatan. Dan, mereka tidak mau keberhasilan yang dicapai cepat berlalu. Oleh karena itu, mereka selalu sadar untuk bersikap rendah hati, dan terus-menerus belajar agar dapat meningkatkan pencapaian target yang lebih baik.

Orang-orang yang berpikiran baik dan beremosi cerdas selalu mampu tampil dengan lebih berkualitas dalam menghadapi tantangan. Mereka tampil lebih tenang, lebih percaya diri, serta lebih mampu mengamati semuanya dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat. Energi bahagia di jiwa mereka membuat cara kerja mereka sangat kreatif dan fokus untuk menemukan yang terbaik.

Orang-orang yang berpikiran baik dan yang beremosi cerdas selalu terhindarkan dari kesalahpahaman. Sebab, pikiran baik dan emosi cerdas mampu berinteraksi dengan menggunakan empati, sehingga mampu memahami dan mengerti tentang pola pikir orang yang sedang dihadapi.

Produktivitas harus mengalir setiap hari, dan setiap detik di tempat kerja. Prestasi, kinerja, dan kesuksesan hanya dapat dihasilkan dari produktivitas yang meningkat kualitasnya setiap hari.

Kemampuan untuk bekerja dengan disiplin, dan mengalirkan potensi diri secara konsiten untuk menghasilkan kinerja yang paling produktif, akan menjadikan diri Anda mudah untuk menemukan cara kerja terbaik yang lebih kreatif.

Yakinkan diri untuk bekerja dengan pikiran baik dan emosi cerdas. Semakin kuat keyakinan Anda untuk bekerja dengan pikiran baik dan emosi cerdas, semakin bahagia Anda di tempat kerja. Dan juga, semakin mampu untuk tidak terjebak dalam ruang pesimis, yang berpotensi membuang-buang waktu dan energi Anda melalui pola pikir yang tidak fokus pada tanggung jawab.

Bekerjalah dengan sepenuh hati, kuatkan integritas pribadi untuk dapat melayani pekerjaan Anda dengan totalitas dan sepenuh hati, serta gunakan delapan jam kerja setiap hari dengan produktif dan efektif. Miliki kebiasaan kerja dengan hati yang bahagia dan antusias terhadap tugas dan tanggung jawab. Bersikaplah dengan ikhlas dan tulus untuk melayani organisasi dan stakeholders. Jadilah andal dan berharga di tempat kerja, termasuk memiliki perilaku kerja yang berbudaya untuk melayani budaya organisasi di tempat kerja Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSIAPKAN KUALITAS DIRI SEBELUM DIKALAHKAN ROBOT

DJAJENDRA PROFILE

“Di masa depan, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan mungkin sudah tidak sesama manusia saja, tetapi sudah ditambah dengan robot.”~ Djajendra

Memiliki penghasilan besar adalah idaman dan harapan setiap orang. Jadi, Siapapun pasti menginginkan gaji yang lebih besar, dengan berbagai fasilitas yang membuat hidup sangat berkecukupan. Tetapi, sesungguhnya tidak semua orang akan merasa sudah cukup dengan penghasilan besar, karena tidak semua orang bisa hidup dengan puas, tanpa mengeksplorasi potensi dan kualitas hidupnya dengan lebih maksimal.

Mungkin sudah banyak orang yang paham bahwa uang bukanlah sesuatu yang akan mencukupi semua kebutuhan hidup, hanya rasa syukur dan terima kasihlah yang akan memenuhi semua kebutuhan hidup.

Kompetisi bisnis yang semakin ketat telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan produktif. Hal ini mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan tenaga-tenaga yang sangat profesional dibidangnya, dan juga yang memiliki karakter untuk lebih setia dalam menjaga keberlangsungan perusahaan dengan efektif.

Kondisi iklim kerja yang stabil dan konsisten dalam jangka panjang merupakan syarat mutlak agar perusahaan mampu menang dalam kompetisi yang ketat. Bila para pekerja terlalu sering berdemo dengan berbagai tuntutan yang tanpa kompromi, maka potensi matinya perusahaan akan semakin kuat. Bila perusahaan ditutup oleh alasan demo pekerja yang sifatnya sudah berlebihan, maka para pekerja pasti akan kehilangan pekerjaan, dan juga hal ini akan menutup kesempatan buat calon pekerja baru untuk mendapatkan pekerjaan.

Setiap tahun, jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah orang-orang yang siap bekerja menjadi tidak seimbang. Di mana, jumlah pencari kerja terus-menerus naik, sehingga hal ini pasti akan menciptakan pengangguran yang semakin tinggi jumlahnya. Bila pengangguran sudah sangat tinggi, pastilah keamanan negara akan berkurang, dan para investorpun akan semakin takut untuk menginvestasikan modalnya di negara-negara yang keamanannya kurang. Apalagi di negara-negara yang pekerjanya terlalu sering berdemo, yang disertai ancaman dan berbagai tuntutan yang menakutkan investor, maka dapat dipastikan para investor akan berhitung berkali-kali tentang risiko dari demo pekerja, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan berpotensi meninggalkan kebijakan konvensional, seperti padat karya. Sekarang ini, semua orang tahu bahwa teknologi robot sedang dikembangkan untuk menggantikan berbagai pekerjaan di masa depan. Jadi, kemajuan pesat dalam teknologi robot telah menciptakan potensi ancaman serius bagi banyak pekerjaan, dan robot akan menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dalam sebuah standar kerja.

Mungkin sekarang ini harga sebuah robot pekerja masih sangat mahal, tetapi pengembangan teknologi robot yang semakin maju, berpotensi menjadikan harga robot layak dibeli oleh para investor sebagai alat bantu di pabrik-pabrik mereka. Jelas, robot adalah mesin yang pasti akan stabil dan konsisten dalam melayani pekerjaan, sehingga proses produksi dapat terjamin untuk jangka panjang. Dan juga, robot adalah mesin yang harga belinya dapat disusutkan sebagai biaya bulanan, sehingga akan mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Kehadiran teknologi robot yang murah pastilah ditunggu-tunggu oleh perusahaan-perusahaan yang saat ini masih padat karya. Mereka pasti sangat menginginkan transformasi model usaha dari padat karya menjadi padat teknologi ataupun padat modal. Apalagi melihat ancaman dari demo pekerja yang terlalu sering, yang telah menimbulkan kerugian atas terhentinya proses produksi dan pelayanan, sehingga pastilah dibutuhkan sebuah jalan keluar untuk menyelamatkan investasi-investasi yang telah mereka tanamkan tersebut.

Persiapkan kualitas diri sebelum dikalahkan oleh robot. Setiap pekerja harus sadar untuk meningkatkan kualitas diri dengan perubahan menuju yang lebih baik. Saatnya menumbuhkan semangat kontribusi yang lebih tinggi. Etos kerja yang produktif adalah kekuatan yang wajib dimiliki setiap pekerja. Dan, jangan pernah mau dikalahkan oleh robot.

Miliki kekhawatiran bahwa pekerjaan yang dimiliki saat ini berpotensi diambil oleh robot. Untuk itu, tingkatkan kualitas dan komptensi diri dengan karakter kerja yang luar biasa produktif dan efektif. Pastikan menjadi sahabat yang membangun perusahaan dengan kreativitas dan produktivitas yang tinggi. Jangan pernah menjadikan diri sebagai musuh yang secara terus-menerus melawan semua kebijakan perusahaan.

Lebih baik mempersiapkan diri dengan kualitas yang lebih hebat, daripada menuntut sesuatu yang lebih besar, sedangkan yang dituntut masih menganggap kontribusi yang diberikan tidak layak dibayar dengan tuntutan yang diminta.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HITUNGLAH KINERJA DENGAN JUJUR

DJAJENDRA

“Kinerja karyawan haruslah menggambarkan kombinasi dari karakter kerja, kualitas kerja, kekuatan, kecepatan, kelincahan, kompetensi, kontribusi, layanan,  kreatif, produktif, efektif, dan juga kemampuan untuk menularkan energi positif ke dalam lingkungan kerja, dengan tujuan untuk membangun tim berkinerja tinggi yang siap menjadikan perusahaan selalu unggul.” ~ Djajendra

Salah satu ritual tahunan di perusahaan adalah menilai kinerja karyawan. Semua orang yang punya staf pastilah akan menilai kinerja stafnya, dan secara berjenjang kinerja setiap orang akan dinilai oleh masing-masing pemimpinnya.

Menilai kinerja seseorang merupakan hak dan wewenang penuh dari yang memimpin. Biasanya, sebelum melakukan penilaian atas kinerja karyawan, para pemimpin akan menginspirasi dan memotivasi karyawan-karyawan yang dipimpin, supaya mereka dapat memiliki keterampilan dan perilaku yang menjadikan mereka berkembang bersama kinerja terbaik.

Menghitung kinerja haruslah dengan kriteria yang terkonsep dengan jelas, serta sifatnya harus transparan dan akuntabilitas. Setiap penilai tidak boleh mematahkan semangat dan menutup harapan individu. Walaupun penilaian berpotensi menjadi subjektif, tetapi para penilai harus dapat mengendalikan diri, untuk tidak menjatuhkan harapan dan semangat kerja orang-orang yang dinilai.

Agar orang-orang yang dinilai tidak kecewa, sebaiknya para penilai memberikan formulir pra penilaian kinerja, untuk diisi dan dinilai oleh masing-masing orang. Bila masing-masing karyawan sejak dini disadarkan tentang hal-hal atau kriteria yang akan dinilai, mereka mungkin akan berinisiatif untuk pemeriksaan diri sendiri, dan lebih memiliki kesadaran untuk fokus pada pencapaian kinerja terbaik.

Pemimpin harus sering-sering berkumpul bersama-sama para karyawan, untuk mencari tahu kendala dan rintangan yang dihadapi oleh mereka dalam mewujudkan kinerja terbaik.  Pendekatan untuk menginspirasi dan mengarahkan karyawan agar fokus pada tujuan, adalah hal yang akan memperjelas pola kerja dan perilaku kerja mereka.

Penilaian kinerja yang baik dapat dihasilkan bila pemimpin secara periodik memberikan gambaran yang jelas tentang masa depan perusahaan; menciptakan hubungan positif di internal perusahaan, dengan menghubungkan orang-orang secara emosional, untuk soliditas dan kolaborasi yang sempurna; menampilkan sasaran yang jelas, di mana sasaran yang pengejarannya sudah difokuskan dalam bentuk angka-angka, yang sudah dilengkapi dengan tenggat waktu, serta siapa yang bertanggung jawab atas kinerja pribadi dan kelompok; menyiapkan prinsip-prinsip kerja yang jelas, serta menjadikan kepemimpinan sebagai model peran yang penuh inspirasi dan motivasi dalam meraih kinerja terbaik; menciptakan harapan, gairah, antusias, dan energi positif dari struktur organisasi untuk memudahkan interaksi dan komunikasi setiap orang di dalam kekuatan kolaborasi, sinergi, koordinasi, dan saling membantu dengan sepenuh hati; secara periodik kepemimpinan harus memberikan arahan teknis dan juga motivasi pengembangan kepribadian, supaya karyawan dapat memiliki keahlian yang lebih mendalam untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan kinerja terbaik.

Setiap karyawan harus memiliki kesadaran untuk menghasilkan prestasi kerja yang berkualitas tinggi; termasuk, semangat untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, mengurangi biaya, menghemat waktu, dan menemukan pola kerja yang menghasilkan produktivitas tertinggi. Dan juga, harus sadar bahwa pemimpin atau manajer mereka akan melacak dan menilai tentang apa-apa yang telah mereka lakukan di sepanjang tahun.

Karyawan yang selalu mendapatkan kinerja terbaik, biasanya memiliki ciri-ciri sebagai pekerja yang rajin dan tekun, selalu sopan dan hormat terhadap kepemimpinan, selalu rendah hati dan melayani organisasi dengan sepenuh hati, serta selalu cerdas untuk melakukan hal-hal dengan benar. Biasanya, ciri karyawan seperti ini pasti mendapatkan perhatian khusus dari bosnya, dan pasti akan mendapatkan penilaian kinerja terbaik.

Pemimpin yang berkualitas selalu mampu membangun sebuah kekuatan sumber daya manusia dengan kinerja tinggi. Dia akan mengelola organisasinya dengan sistem, prosedur, kebijakan, budaya, dan kepemimpinan yang memudahkan semua orang untuk mencurahkan potensi dan energi secara efektif untuk meraih produktivitas terbaik.

Membangun sistem berpikir dalam kolaborasi yang saling melayani dengan sepenuh hati; membiasakan pola berpikir kreatif; membangun perilaku kerja yang fleksibilitas, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan segala perubahan; ketulusan dan totalitas dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan; hubungan antar pribadi yang efektif dan produktif; kesadaran untuk mengembangkan potensi dan keunggulan diri; serta kesadaran untuk meningkatkan kualitas dan keahlian teknis masing-masing individu, akan menjadi modal yang kuat untuk pencapaian kinerja terbaik.

Hitunglah kinerja dengan jujur. Jujur oleh kepemimpinan, dan juga jujur oleh diri sendiri. Untuk menghadirkan kejujuran ini, banyak juga perusahaan yang melakukan penilaian kinerja dengan metode yang memungkinkan bawahan, rekan kerja, ataupun pihak-pihak terkait yang bersumber dari struktur organisasi diberikan hak untuk menilai kinerja seseorang. Akibatnya, kinerja seseorang tidak hanya dinilai oleh atasan langsung, tetapi juga oleh berbagai orang, dari berbagai tingkatan, melakukan penilaian agar hasil akhirnya sesuai dengan realitas pola kerja dan pola perilaku orang tersebut.

Kinerja seseorang haruslah menggambarkan kombinasi dari karakter kerja, kualitas kerja, kekuatan, kecepatan, kelincahan, kompetensi, kontribusi, layanan,  kreatif, produktif, efektif, dan juga kemampuan untuk menularkan energi positif ke dalam lingkungan kerja, dengan tujuan untuk membangun tim berkinerja tinggi yang siap menjadikan perusahaan selalu unggul.

Dalam rangka membangun perusahaan berkinerja tinggi, kepemimpinan harus dapat dengan cepat dan efektif untuk mengidentifikasi isu-isu yang dapat mendorong karyawan untuk mencari solusi pencapaian kinerja terbaik. Bila tidak, seiring waktu dalam rutinitas yang monoton, para karyawan berpotensi terjebak dalam zona kenyamanan. Dan biasanya, bila sudah keenakan di zona kenyamanan, tidaklah mudah memotivasi ataupun memaksa karyawan untuk meninggalkan zona nyaman tersebut.

Kinerja individu haruslah bisa melintasi lintas fungsional, serta berkontribusi dengan maksimal agar struktur organisasi benar-benar menjadi bagan organisasi, yang memudahkan perusahaan dalam pencapaian kinerja terbaik.

Setiap karyawan haruslah menjadi atlet organisasi yang cerdas memainkan fungsi dan perannya ke dalam kolaborasi kerja yang efektif. Termasuk, cerdas menampilkan bakat terbaik dirinya, mampu menjadikan kualitas dirinya sebagai kekuatan untuk memecahkan berbagai masalah besar, serta menjadikan dirinya sebagai energi produktif yang paling efektif dan kreatif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMINDAHKAN IDE KE DALAM TINDAKAN

DJAJENDRA“Terlalu banyak ide-ide hebat, terlalu banyak wacana atas ide-ide hebat tersebut, kadang membuat orang lupa untuk bertindak lebih cepat. Ide-ide hebat tanpa tindakan adalah sia-sia.”~ Djajendra

Hanya dalam tindakan semua ide-ide hebat itu akan diuji keberhasilannya oleh kompetensi, kualitas, sumber daya, integritas, dan realitas.

Bila semua orang yang terlibat itu mampu memanfaatkan sumber daya, kompetensi, kualitas, integritas, dan kerja keras; maka, ide-ide hebat itu akan berproses untuk mewujudkan hasil akhir yang luar biasa.

Setiap orang boleh bermimpi sangat tinggi bersama ide-ide luar biasanya. Tetapi, ide-ide luar biasa tersebut tetap akan menjadi ide, bila tidak ada tindakan untuk mengeksekusi ide tersebut ke dalam wujud fisik yang nyata.

Tidak semua orang yang punya ide-ide hebat itu, mengetahui cara untuk mengeksekusi ide-ide tersebut menjadi nyata. Sangat sedikit orang-orang yang terlatih untuk memindahkan ide-ide hebat mereka ke dalam tindakan nyata. Dan biasanya, yang sangat sedikit ini meraih sukses yang luar biasa di sepanjang kehidupan mereka.

Diperlukan kualitas dan kompetensi diri yang unggul. Lalu, kemampuan diri untuk menyalakan api semangat ke dalam diri, serta memotivasi diri untuk segera mewujudkan ide-ide hebat tersebut ke dalam realitas.

Ide-ide hebat itu harus dialirkan ke dalam diri yang terfokus pada produktivitas dan kinerja terbaik.  Dan hal ini, akan menjadi titik awal untuk mewujudkan hasil akhir yang gemilang.

Mewujudkan ide-ide hebat terletak pada konsistensi kualitas dan kompetensi, untuk dijadikan sebagai dasar dalam mewujudkan ide-ide tersebut. Termasuk, proses menciptakan sukses atas ide-ide tersebut, haruslah di dalam kesederhanaan pola pikir agar eksekusi menjadi lebih mudah.

Apapun ide-ide yang muncul dari kreativitas dapat diwujudkan menjadi produk atau jasa. Diperlukan keberanian, kemauan yang kuat, kekuatan untuk mewujudkan, dan keyakinan atas keajaiban yang dapat dihasilkan dari ide-ide tersebut.

Semakin yakin Anda untuk mewujudkan ide-ide ke dalam realitas kehidupan, semakin Anda mampu untuk membuat keputusan-keputusan yang membawa ide-ide Anda tersebut ke dalam proses mewujudkan.

Strategi dan taktik yang tepat akan menciptakan cara untuk melakukan tujuan dengan efektif. Bila sudah memasukkan ide-ide ke dalam rencana kerja yang terformulasi dengan strategi dan taktik yang tepat, maka mudah menguasai cara untuk membuat ide-ide tersebut bekerja sesuai tujuan. Dan juga, cara untuk melakukan semua tindakan yang efektif agar ide-ide tersebut mampu membawa tujuan ke arah yang selalu diimpikan.

Semua alasan yang menghambat transformasi ide-ide ke wujud benda dan jasa, akan menjadi kekuatan yang mengecilkan ide-ide tersebut, bahkan akan menjadi sesuatu yang mematikan ide-ide hebat itu, sebelum tumbuh menjadi hal-hal yang luar biasa.

Semua prestasi besar dimulai dengan sebuah langkah kecil. Langkah kecil yang bergulir dalam tindakan dan komitmen yang berani menantang risiko. Jika ada yang mentertawakan langkah-langkah kecil Anda, maka Anda tidak boleh berhenti atau balik mentertawakan yang mentertawakan Anda. Tetapi, Anda harus lebih meningkatkan kualitas dan kompetensi diri agar semua langkah Anda mampu menciptakan prestasi dan kinerja yang membanggakan.

Memiliki ide-ide hebat saja bukanlah jaminan untuk meraih sukses dan prestasi. Ide-ide hebat tersebut akan menjadi sesuatu yang luar biasa, saat diri menginvestasikan potensi dan sumber daya untuk mengelola ide-ide tersebut sesuai tujuan. Jadi, bila sudah mempunyai banyak ide-ide hebat, saatnya untuk memfokuskan semua energi, potensi, waktu, sumber daya, dan kompetensi untuk mewujudkan ide-ide tersebut sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Pastikan bahwa komitmen untuk mewujudkan ide-ide ke dalam tindakan, tidak diikuti dengan keraguan ataupun ketakutan. Sebab, keraguan dan ketakutan akan menarik kembali semua kesempatan yang sudah di depan mata.

Ketidaktahuan dan rendahnya pengetahuan yang dimiliki seseorang mengakibatkan jutaan ide-ide hilang sia-sia. Padahal, bila semua ide-ide yang tak terhitung jumlahnya itu dapat direncanakan dengan baik, maka ide-ide hebat itu akan menghasilkan berbagai kebaikan dan kemudahan untuk kehidupan semua orang.

Janganlah mengecilkan ide-ide yang sedang Anda miliki. Ide-ide baik itu adalah benih-benih yang akan mengantarkan Anda mencapai sukses dan prestasi. Siapkan diri dengan kualitas dan kompetensi, dan biarkan ide-ide tersebut setiap hari mengalir bersama peristiwa dan keputusan agar Anda dapat mewujudkannya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAINGAN ANTAR PEKERJA DI DALAM PERUSAHAAN

Persaingan antar pekerja di dalam perusahaan

“Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Di tempat kerja, kehadiran setiap orang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dengan kompetensi berkualitas dalam peningkatan kinerja. Berkontribusi dalam semangat kolaborasi adalah sebuah sarana, bukan tujuan. Tujuan akhir tetaplah untuk menghasilkan kinerja terbaik buat keuntungan perusahaan, pemilik saham, pelanggan, karyawan, dan stakeholder lainnya.

Kompetisi yang sehat di dalam perusahaan dipercaya dapat menghasilkan sesuatu yang positif buat perusahaan dan perkembangan karir pekerja. Sejatinya, kompetisi dan persaingan akan menghasilkan kualitas individu yang lebih baik. Tetapi, dibanyak kasus, setelah mulai bersaing dan berkompetisi satu sama lain, ada orang yang kadang-kadang mulai kehilangan akal untuk berkompetisi secara sehat. Pada akhirnya, hal ini menjadi sesuatu yang merugikan perusahaan dalam membangun kolaborasi kerja. Padahal, kolaborasi dalam perusahaan adalah sesuatu yang wajib untuk meningkatkan kualitas dari proses kerja, termasuk untuk meningkatkan kinerja dan prestasi.

Sebelum perusahaan membiarkan semangat kompetisi dan persaingan antar pekerja dalam perusahaan, maka setiap pekerja harus mendapatkan pencerahan untuk memiliki kesadaran dalam berkompetisi. Setiap pekerja harus sadar bahwa keberadaan mereka di perusahaan adalah, untuk berkontribusi menjadikan perusahaan paling kompetitif di semua aspek kerja dan pelayanan. Berkompetisi bukan berarti menonjolkan kehebatan masing-masing diri, dan melupakan prioritas untuk saling bekerja sama dalam budaya kolaborasi yang saling melengkapi.

Bukanlah sebuah rahasia bahwa dalam perusahaan sering muncul kelompok-kelompok yang saling bersaing dalam skala konflik. Semua ini berawal dari kompetisi dan persaingan yang tidak dikelola dengan baik oleh manajemen. Ketika para pekerja yang berkonflik ini secara terus-menerus meningkatkan intensitas konfliknya, maka  perilaku mereka menjadi sesuatu yang menghambat kemajuan perusahaan.

Prestasi sering dihargai di tempat kerja, dan orang-orang dengan tingkat ambisius yang sangat tinggi untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan di perusahaan, akan bersikap dan berpikir bahwa prestasi terbaik didapatkan dengan mengalahkan orang lain. Sebaiknya, prestasi terbaik didapatkan dari kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, agar dapat mencapai pertumbuhan pribadi yang meningkatkan kualitas dan kompetensi diri di tempat kerja. Prestasi yang didapatkan dari mengalahkan orang lain melalui cara-cara yang tidak sehat, biasanya akan menjadi sesuatu yang tidak membawa manfaat positif buat perusahaan. Kepentingan kelompok adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang yang tidak berkualitas mendapatkan prestasi dan promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

Persaingan dan kompetisi yang memperebutkan jabatan atau pekerjaan dengan cara-cara tidak etis, merupakan awal dari kegagalan manajemen untuk menjalankan tata kelola yang sehat, tegas, efektif, produktif, dan bebas dari energi perusak organisasi. Persaingan dan kompetisi tidak sehat selalu menyebabkan tekanan, dan mengundang risiko ke dalam perusahaan. Hal ini berpotensi mengundang risiko yang tidak diinginkan untuk masuk dan melemahkan daya tahan perusahaan.

Setiap orang di dalam perusahaan haruslah disadarkan untuk tidak terjebak dalam situasi persaingan tidak sehat. Sekali persaingan tidak sehat terbentuk dan menjadi budaya kerja, maka setiap orang di dalam perusahaan sedang dibentuk untuk gagal. Persaingan tidak sehat hanya akan melukai satu sama lain, dan hampir mustahil bagi orang-orang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Karena, setiap orang akan sibuk saling menyalahkan dan saling tidak percaya, sehingga semua sumber daya yang tersedia tidak akan mendapatkan cukup perhatian untuk dikelola dengan efektif.

Kompetisi haruslah menjadi tantangan yang tepat untuk orang yang tepat. Dalam lingkungan kerja yang profesional, kompetisi menyoroti potensi dan kemampuan para pekerja terbaik untuk membantu perusahaan, dan meningkatkan kinerja perusahaan melalui budaya kolaborasi yang efektif. Jadi, perusahaan tidak akan membiarkan konflik dan persaingan tidak sehat berkembang di dalam diri siapa pun. Setiap pekerja akan diberikan pencerahan bahwa persaingan bukanlah sesuatu yang akan memajukkan karir individu, tapi kolaborasi yang efektiflah yang akan menjadikan setiap individu terlihat berkinerja bersama kontribusinya.

Kompetisi di tempat kerja bukanlah dimaksudkan untuk menjadi pribadi yang lebih agresif, dan kurang produktif  karena adanya konflik dari kompetisi. Kompetisi di tempat kerja dimaksudkan agar setiap individu dapat berkontribusi dengan maksimal melalui kualitas dan potensi diri untuk menghasilkan kinerja terbaik. Bila persaingan dan kompetisi antar karyawan tidak menghasilkan kinerja yang baik, maka setiap karyawan pasti akan gagal untuk mewujudkan target dan visi bersama.

Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik. Persaingan tidak sehat pastilah reaksi negatif terhadap kesuksesan orang lain. Jadi, tidaklah berguna buat perusahaan dengan membiarkan persaingan tidak sehat menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Bila perusahaan sudah terlanjur diisi dengan orang-orang yang bersaing atau berkompetisi dengan cara-cara tidak sehat, maka tidak ada pilihan, kecuali melakukan perbaikan mental dan emosional secara total dan berkelanjutan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menjadi Produktif Dalam Keseimbangan Hidup

“Produktifitas Yang Tinggi Hanya Dapat Dihasilkan Oleh Kepribadian Yang Optimis Dalam Sebuah Etos Kerja Yang Berkualitas.” – Djajendra

Ketika pikiran dan perasaan bersatupadu untuk menjadi lebih produktif dalam keseimbangan hidup yang lebih damai dan harmonis, maka segalanya akan terlihat mudah untuk dikomunikasikan dengan semua pihak, pekerjaan juga akan menjadi lebih efektif sesuai dalam sasaran dan target yang jelas.

Menjadi pribadi yang lebih produktif dalam keseimbangan hidup yang lebih baik, pastinya merupakan impian dari setiap orang. Persoalannya, sering sekali orang-orang pada lupa bahwa untuk menjadi lebih produktif dalam keseimbangan hidup yang harmonis diperlukan tekad, komitmen, disiplin, antusias, dan semangat yang tinggi untuk menjadi pribadi terproduktif.

Produktifitas berarti memanfaatkan waktu yang dimiliki secara optimal, untuk menghasilkan out put yang sebanyak mungkin dengan kualitas setinggi mungkin. Produktifitas berarti tidak pernah menunda-nunda pekerjaan, serta mampu untuk berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak untuk menghasilkan out put yang semaksimal mungkin. Produktifitas berarti bekerja secara efektif, kreatif, strategis, dan tepat guna terhadap setiap tindakkan untuk menghasilkan out put terbaik.

Produktifitas yang tinggi hanya dapat dihasilkan oleh kepribadian yang optimis dalam sebuah etos kerja yang berkualitas. Perusahaan yang profesional pasti akan menyiapkan sistem informasi, rencana, sumber daya, strategi, dan visi yang jelas, untuk membantu para karyawan menjadi lebih produktif dalam melakukan pekerjaannya sesuai rencana dan visi perusahaan.

Jika perusahaan tidak menjelaskan atau menggambarkan semua rencana, tujuan, strategi, dan visinya secara jelas dan terang, maka karyawan akan sering bingung untuk mengambil tindakan. Akibatnya akan sering-sering terjadi penundaan kerja, dan karyawan merasa tidak memiliki informasi yang jelas untuk menyelesaikan tugas sesuai waktu.

Perusahaan harus mendelegasikan semua target dan sasaran kerja dengan jelas dalam bahasa yang sederhana, agar para karyawan tidak berkeluh- kesah terhadap sasaran dan target kerja yang mengambang di dalam ketidakpastian. Berikan informasinya yang sangat jelas dan komunikasikan semua hal secara jelas dan sederhana.

Kembangkan sistem kerja yang mampu membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif, untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan cepat dan tepat waktu.

Perusahaan harus menciptakan sebuah iklim kerja dalam bentuk budaya kerja, yang menciptakan keseimbangan hidup yang lebih harmonis di antara semua pihak di perusahaan. Perusahaan juga harus mengembangkan teknologi tepat guna untuk menyederhanakan dan mempermudah para karyawan dalam meningkatkan semua aspek penunjang produktifitas kerja.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mengukur Pekerjaan

”Jangan Mengabaikan Untuk Mengukur Dan Mengelola Kualitas Pekerjaan Yang Anda Kerjakan Sendiri. Miliki Integritas Untuk Mengatur Diri Anda Bersama Tanggung Jawab Pekerjaan Anda.” – Djajendra

“ Pastikan Anda Selalu Berhasil Mengelola Orang Lain Dengan Sempurna Dan Mengelola Diri Anda Sendiri Dengan Lebih Sempurna.” – Djajendra

Apakah benar seorang pekerja itu produktif? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan mutu barang atau jasa yang berkualitas tinggi? Apakah benar seorang pekerja itu berkinerja optimal? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang tinggi buat perusahaan?

Apakah benar seorang pekerja itu memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan? Apakah benar seorang pekerja itu bekerja berdasarkan etika bisnis yang mulia? Apakah benar seorang pekerja itu bahagia bersama perusahaan dan pekerjaannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tersebut biasanya diperlukan untuk memastikan bahwa sebuah pekerjaan dilakukan secara terukur dan benar.

Di zaman yang penuh persaingan ketat ini,  perusahaan sudah tidak lagi sekedar berpendapat tentang kualitas karyawannya, tapi wajib mengukur setiap pekerjaan karyawannya melalui data-data yang benar dan akurat, lalu mengembangkan kualitas para karyawannya untuk bekerja secara optimal sesuai sasaran tertinggi perusahaan.

Jika para manajer di setiap level dan di setiap unit kerja tidak bisa mengukur sebuah hasil pekerjaan, maka para manajer tersebut pasti tidak bisa mengelola pekerjaannya dengan baik. Hasilnya, mungkin perusahaan akan sulit bertahan dan bersaing di pasar bisnis yang ketat.

Sekarang ini zamannya di mana setiap manajer wajib bekerja dengan menggunakan data-data pekerjaan yang benar dan terukur, buat mengambil keputusan-keputusan penting dalam memaksimalkan sasaran dan target.

Setiap target, sasaran, dan upaya kerja harus didukung dengan informasi bisnis dan kemampuan perusahaan yang sesungguhnya. Bukan sekedar imajinasi yang bersifat spekulatif atau coba-coba.

Perusahaan harus membangun kekuatan kerjanya untuk tidak hanya sekedar bertahan melawan ketatnya kompetisi, tapi mengukur setiap pekerjaan diperusahaan dengan cara-cara yang benar, lalu memfokuskan perusahaan untuk berkembang sesuai visi dan misi.

Perusahaan wajib membangun sebuah standar pengukuran pekerjaan yang bersifat konsisten untuk setiap aspek kerja secara total. Ukuran-ukuran kerja itu bisa dalam wujud  persentase, uang, jumlah, jam, kepuasan kerja, perasaan bahagia, dan ukuran kinerja yang lainnya.

Setiap manajer tidak hanya harus pintar untuk mengukur kinerja para bawahannya, tapi juga harus pintar untuk mengukur dan mengelola kinerja dirinya sendiri secara profesional dan jujur.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Setiap Orang Harus Meningkatkan Produktivitas

“Orang-Orang Yang Produktif Mampu Meningkatkan Kinerja Dan Menghemat Biaya.”-Djajendra

Perusahaan harus selalu fokus untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam hal produktivitas dan kinerja. Sebab, produktivitas yang tinggi berpotensi menghasilkan efisiensi dan efektivitas di semua aspek kerja perusahaan.

Buatlah perencanaan yang tegas untuk penghargaan kepada setiap karyawan dan pimpinan; lakukan pengembangan kualitas terhadap karyawan dan pimpinan; dan lakukan perawatan budaya kerja dari level kepemimpinan, karyawan, dan kelompok kerja secara konsisten dan berkelanjutan.

Budaya kerja yang berkualitas dihasilkan dari budaya perusahaan yang berkualitas. Budaya kerja dan budaya perusahaan yang berkualitas berpotensi mendorong motivasi para karyawan dan pimpinan untuk menjadi lebih produktif di tempat kerja.

Perusahaan harus memiliki budaya kerja yang secara otomatis dapat mengatur pencapaian target setiap pekerjaan secara cepat dan produktif.

Sistem kerja harus memiliki cara terbaik untuk mendapatkan semua energi, kecerdasan, dan integritas dari setiap orang secara cepat dan produktif.

Cara kerja di perusahaan harus mendorong setiap orang untuk bekerja dengan kecepatan tinggi dalam mendapatkan hasil berkualitas terbaik dengan biaya yang seefisien mungkin dalam jumlah yang sebanyak mungkin.

Manajemen perusahaan harus memiliki niat, kecerdasan, energi, keterampilan, dan integritas dalam memahami, memanfaatkan, dan memberdayakan semua potensi sukses dari setiap individu dan kelompok di perusahaan.

Tugas para pemimpin di semua level organisasi adalah memahami dasar kerja perusahaan, dan mendistribusikan nilai-nilai dari dasar kerja perusahaan kepada setiap bawahan dengan sempurna.

Dasar kerja perusahaan bisa dimulai dari job diskripsi, sop, kontrak kerja, perencanaan kerja, target kerja, dan misi kerja yang tepat sasaran untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dengan kualitas terbaik.

Para pemimpin harus secara tegas menggambarkan cara perusahaan dalam menghadapi tantangan kerja, serta melibatkan setiap orang dalam memahami gambaran besar dari tugas dan tanggung jawab.

Sistem kerja harus memberi wewenang dan tanggung jawab kepada setiap orang untuk melakukan pekerjaan masing-masing dengan cara-cara yang sesuai sop dan kebijakan organisasi.

Produktivitas yang tinggi akan menghemat uang yang banyak dan berpotensi menjadikan perusahaan selalu menang dalam setiap kompetisi bisnis.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Perusahaan Efektif Dan Karyawan Produktif!

”Produktivitas Tinggi Hanya Dapat Dihasilkan Oleh Organisasi Yang Efektif Dengan Dukungan Karyawan Yang Optimis Dan Profesional.” – Djajendra

Produktivitas adalah sebuah keharusan dalam bisnis. Jika para pekerja bisnis mampu menjadi lebih efektif sesuai dengan sasaran dan target kerja, maka kemungkinan besar mereka akan menjadi pekerja yang produktif di semua aspek kerja perusahaan. Dan hal ini bisa terwujud jika perusahaan menjalankan setiap fungsi dan peran organisasi dengan efektif.

Membuat karyawan menjadi produktif tidak hanya cukup melalui kepemimpinan yang efektif. Tetapi, diperlukan mind set secara keseluruhan di perusahaan untuk menjadi lebih produktif. Hal ini hanya bisa terwujud bila perusahaan menciptakan lingkungan kerja dalam keseimbangan yang harmonis yang diperkuat dengan nilai-nilai kerja dalam wujud tekad, komitmen, disiplin, antusias, etika, dan semangat yang tinggi untuk menjadi yang terbaik.

Produktivitas berarti memanfaatkan waktu yang dimiliki secara optimal untuk menghasilkan out put yang sebanyak mungkin dengan kualitas setinggi mungkin. Produktivitas berarti tidak pernah menunda-nunda pekerjaan dan cerdas berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak untuk menghasilkan out put  berkualitas yang optimal. Produktivitas berarti bekerja secara efektif, kreatif, strategis, inovatif, dan tepat guna terhadap setiap tindakan untuk menghasilkan out put berkualitas terbaik.

Perusahaan yang efektif pasti akan menyiapkan sistem informasi, rencana, sumber daya, strategi, dan visi yang jelas untuk membantu para karyawan menjadi lebih produktif dalam melakukan pekerjaan sesuai target.

Jika perusahaan tidak menjelaskan atau menggambarkan semua rencana, tujuan, strategi, dan visi secara jelas dan terang; maka karyawan akan sering bingung untuk mengambil tindakan. Akibatnya, akan sering-sering terjadi penundaan kerja dan karyawan merasa tidak memiliki informasi yang jelas untuk menyelesaikan tugas sesuai waktu.

Perusahaan harus mendelegasikan semua target dan sasaran kerja dengan jelas dalam bahasa yang sederhana, lalu menciptakan kepastian dalam setiap rencana, dan memberikan informasi yang benar kepada karyawan.

Kembangkan sistem kerja yang mampu membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif, untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan cepat dan tepat waktu. Untuk itu, perusahaan harus membangun etos kerja yang diperkuat dengan panduan etika bisnis, code of conduct, sop, dan kebijakan lain yang sederhana dan mudah untuk dikerjakan. Termasuk, mengembangkan teknologi dan peralatan kerja yang bersifat tepat guna, yang mampu menyederhanakan dan mempermudah cara pencapaian target. Selain itu, perusahaan harus selalu memotivasi para karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka agar menjadi lebih berkualitas.

www.djajendra-motivator.com

Bekerja Untuk Kuantitas Dan Kualitas Kerja Terbaik

“Jalan Untuk Sukses Selalu Ada Bagi Karyawan Yang Menginginkannya. Salah Satu Jalan Terbaik Menuju Kesuksesan Yang Saya Temukan Ada Pada Mind Set Untuk Bekerja Buat Kuantitas Dan Kualitas Kerja Terbaik.” – Djajendra

Produktifitas merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan perusahaan yang sehat dan kuat. Bila para karyawan mampu bekerja untuk kuantitas yang maksimal dan kualitas yang prima, maka perusahaan akan menjadi semakin efektif dalam operasionalnya.

Perilaku kerja yang mampu mendorong produktifitas adalah perilaku kerja yang cerdas untuk berkolaborasi, berkomunikasi, bersinergi, berkoordinasi, dan fokus pada prestasi.

Berkolaborasi artinya selalu siap bekerja sama dengan siapa pun tanpa memiliki perasaan suka atau tidak suka terhadap pihak-pihak terkait.

Berkomunikasi artinya mampu mencair bersama irama kerja sama yang saling memahami dalam satu bahasa persepsi. Bersinergi artinya selalu siap melakukan kegiatan bersama atau kerja gabungan untuk mencapai sasaran dan target. Berkoordinasi artinya selalu menyatukan persepsi terhadap setiap aturan, peraturan, kebijakan agar setiap tindakan dapat berjalan sempurna dan tidak saling bertentangan atau simpang siur.

Perilaku kerja di atas tersebut haruslah menjadi karakter kerja yang membatin dalam diri. Sebab, tanpa kerja sama yang baik, tanpa saling pengertian, dan tanpa saling membantu, maka setiap upaya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas kerja terbaik akan mengalami kegagalan.

Kuantitas kerja berarti karyawan harus berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencapai hasil kerja yang sesuai dengan target. Artinya, karyawan harus selalu menyiapkan kondisi tubuh yang kuat dan sehat; kondisi perasaan dan emosi yang penuh semangat; kondisi pikiran yang jernih, tenang, dan kreatif.

Kualitas kerja berarti karyawan harus memiliki mind set, keterampilan, pengetahuan, dan niat baik untuk bekerja dengan berkualitas, rapi, bersih, teliti, dan indah.

Keberhasilan mengoptimalkan kualitas kerja dan kuantitas kerja sangat tergantung kepada niat dan kemauan karyawan untuk berprestasi. Bila karyawan memiliki motivasi yang kuat untuk menjadikan diri sendiri sebagai pribadi yang produktif, maka mereka pasti memfokuskan diri untuk kuantitas dan kualitas kerja yang prima.

Setiap orang dilahirkan untuk mencapai apa yang diinginkan. Setiap orang diberi kesempatan oleh kehidupan untuk mencapai semua harapan dan keinginan. Setiap orang memiliki hak untuk menjadi sukses dan menghasilkan keberhasilan dalam hidupnya. Setiap orang hanya bisa sukses bila dia bekerja untuk kuantitas dan kualitas terbaik. Jadi, sekaranglah waktunya untuk mulai bekerja secara cerdas buat kuantitas dan kualitas terbaik.

www.djajendra-motivator.com

Mengelola Energi Positif Karyawan Untuk Lebih Kreatif Dan Produktif

“Sesungguhnya Bukan Kekuatan Uang Dan Modal Saja Yang Akan Membuat Bisnis Itu Cemerlang. Tetapi Kekuatan Visi, Komitmen, Sikap Optimis, Ketekunan, Dan Kekuatan Intelektual Karyawan Merupakan Harta Tak Ternilai Yang Harus Dirawat Dan Dikembangkan Oleh Pemimpin.” – Djajendra

Pemimpin bisnis adalah seorang pribadi yang harus pintar mengelola energi positif karyawan, untuk menjadi lebih kreatif dan produktif. Dalam sebuah proses bisnis, kreatif dan produktif merupakan dua kata kunci yang memiliki kekuatan yang sangat fundamental buat menghasilkan kinerja terbaik. Sedangkan kemampuan mengelola energi positif berarti kemampuan pikiran, perasaan, intelektualitas, ego, dan tubuh untuk selalu bertransformasi menghasilkan hal-hal terhebat buat kesuksesan stakeholder.

Pemimpin harus selalu tegas dan disiplin untuk menjaga energi positif karyawan, agar semua nilai-nilai positif bisa terfokus kepada upaya kreatif dan produktif, bahkan dalam kondisi ekonomi dan bisnis yang penuh ketidakpastian. Pemimpin harus bertanggungjawab total terhadap semua kemungkinan melalui kekuatan energi positif karyawan.

Pemimpin harus memahami, mempelajari, dan memulai proses untuk mengakui setiap kondisi dengan jawaban yang terfokus kepada kekuatan kreatif dan produktif karyawan. Sebab, sesungguhnya bukan kekuatan uang dan modal saja yang akan membuat bisnis itu cemerlang. Tetapi kekuatan visi, komitmen, sikap optimis, ketekunan, dan kekuatan intelektual karyawan merupakan harta tak ternilai yang harus dirawat dan dikembangkan oleh pemimpin.

Pemimpin harus bersikap bijak dan profesional untuk menentukan arah perusahaan kepada sasaran yang jelas dan terfokus.

Pemimpin juga harus mampu membangkitkan semangat karyawan untuk bergerak bersama arah perusahaan yang strategis dalam menghasilkan sukses.

Kekuatan energi positif haruslah dapat digunakan secara baik melalui sistem pemetaan yang inovatif dan kreatif. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu mengidentifikasi semua tujuan-tujuan kunci perusahaan; pemimpin harus mampu mengelola semua aspek kerja perusahaan dari mulai departemen, tim, dan setiap tingkat yang ada di dalam struktur organisasi perusahaan; pemimpin harus mampu menggunakan setiap potensi dan bakat karyawan secara efektif; pemimpin dan karyawan harus bersatupadu untuk mengelola kekuatan energi positif dan memberikan kontribusi kepada seluruh tujuan dari perusahaan; dan pemimpin bersama karyawan harus menghasilkan struktur organisasi yang kuat dan solid, organisasi yang dapat bergerak dengan cepat, serta berani dan berhasil melalui kekacauan keuangan di saat apa pun untuk membuat perusahaan tetap kokoh berada di barisan terdepan.