MEMBAGI PEKERJAAN YANG BESAR DALAM DELEGASI YANG EFEKTIF

MOTIVASI 16112017

“Sebesar apa pun sebuah pekerjaan, sesulit apa pun sebuah pekerjaan; bila memiliki visi bersama, tujuan bersama, komitmen bersama, dan kerja keras bersama; maka, pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan sempurna.”~Djajendra

Pekerjaan di dalam perusahaan atau instansi adalah pekerjaan yang dilakukan melalui visi bersama. Semua pegawai dan pimpinan yang berada di dalam struktur organisasi haruslah memiliki visi bersama dan bertindak sebagai anggota tim kerja yang solid. Tidak dibenarkan satu orang pun untuk berpikir di luar visi dan tujuan bersama. Setiap orang pastinya sudah memiliki misi melalui uraian tugas dan peran dalam tanggung jawab yang harus dilakoni. Jadi, masing-masing individu harus mampu menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab dengan profesional dan sepenuh hati. Totalitas individu untuk melakukan pekerjaan secara berkualitas dan tepat waktu adalah kunci untuk menghasilkan hasil akhir terbaik yang diinginkan.

Di dalam perusahaan dan instansi, semua pegawai dan pimpinan adalah satu kesatuan yang saling terkait dan terhubung untuk menjalankan tugas bersama sesuai visi dan tujuan. Sebuah pekerjaan besar tidaklah mungkin bisa diselesaikan oleh satu orang ataupun sekelompok orang, tetapi oleh seluruh insan yang berada di dalam instansi dan perusahaan tersebut. Jadi, setiap orang di dalam perusahaan dan instansi adalah orang-orang yang sangat penting, walau pekerjaan yang dikerjakan itu terlihat tidak penting. Dalam hal ini, hubungan kerja yang saling menghormati dan saling menghargai secara profesional haruslah menjadi bagian dari tata krama kerja. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lainnya, sebab sesungguhnya setiap orang adalah bagian penting yang keberadaannya untuk melengkapi pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain. Intinya, ketika semua orang bekerja dengan saling menghargai dan saling menghormati secara profesional, maka akan terbentuk kekuatan di dalam organisasi untuk menjalani tujuan bersama dan mampu melampaui semua rintangan yang tidak diinginkan.

Mendelegasikan pekerjaan adalah salah satu tugas manajerial yang sangat penting. Manajemen yang sehat dan kuat merupakan kekuatan untuk menyatukan semua orang dan menggerakan semua orang menuju visi bersama. Manajemen harus mampu membagi pekerjaan besar menjadi potongan-potongan kecil untuk diberikan kepada kelompok kerja (unit kerja) agar menyelesaikannya dengan berkualitas. Beban kerja kepada setiap individu ataupun unit kerja haruslah diperhitungkan secara profesional dan manusiawi. Daya tahan kerja yang optimal dari setiap individu harus menjadi perhatian yang serius. Jangan sampai beban kerja yang berlebihan membuat moral kerja menjadi rendah, sehingga kualitas yang diharapkan tidak terwujud.

Semua orang di tempat kerja saling berhubungan dan saling tergantung. Oleh karena itu, manajemen harus mampu membantu setiap insan di tempat kerja untuk bisa berpartisipasi dalam gerakan kerja yang menghasilkan kualitas terbaik. Dan, manajemen sendiri harus mampu menjadikan keberadaannya sebagai kekuatan dari sesuatu yang lebih besar yang ingin dihasilkan. Intinya, manajemen harus berfungsi dengan baik untuk membuat setiap insan di tempat kerja menjadi lebih fokus pada tujuan dan membangun kepercayaan pada bisnis.

Kehebatan manajemen untuk memecah tugas dan tanggung jawab di dalam uraian tugas yang jelas kepada setiap individu dan unit kerja adalah hal yang sangat penting. Mendelegasikan tugas dan tanggung jawab untuk dikerjakan dalam potongan-potongan yang lebih kecil akan membuat pekerjaan cepat tuntas dan kualitasnyapun dapat dikontrol. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang memahami cara mengeksekusi rencana tersebut melalui pendelegasian yang tepat. Manajemen harus mampu merencanakan semua tugas penting, lalu semua tugas penting itu dibagi menjadi beberapa bagian, untuk dapat didelegasikan kepada orang-orang yang berkualitas dengan kompetensi yang tepat.

Memiliki visi bersama dan tujuan bersama di tempat kerja akan meningkatkan perasaan memiliki kekuatan bersama. Ketika semua pegawai dan pimpinan merasa memiliki kekuatan bersama untuk mewujudkan visi bersama, maka semua bagian-bagian terkecil dari pekerjaan yang dikerjakan tersebut dapat dituntaskan dengan sempurna. Perasaan memiliki kekuatan bersama memungkinkan setiap insan di tempat kerja untuk tampil lebih prima, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas dan tepat waktu.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi.com  atau www.djajendra-motivator.com

LAKUKAN EKSEKUSI TUJUAN ANDA DENGAN PERCAYA DIRI

“Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi.”~Djajendra

Ketika Anda memiliki tujuan, Anda harus bertindak untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tujuan tanpa tindakan adalah lamunan, tindakan tanpa tujuan adalah kekacauan. Sebuah perencanaan haruslah diikuti dengan eksekusi yang terencana dalam SOP yang baik. Tidak boleh asal eksekusi. Eksekusi yang profesional haruslah dilakukan oleh orang-orang dengan kompetensi dan kepribadian yang sesuai dari tujuan eksekusi tersebut. Eksekusi yang baik haruslah taat kode etik dan aturan yang disepakati. Eksekusi tanpa aturan, tanpa etika, tanpa SOP, hanya akan menciptakan kekacauan.

Sehebat apapun sebuah perencanaan, bila tidak dieksekusi dengan profesional, maka tidak akan mendapatkan hasil apapun. Hasil hanya didapatkan melalui eksekusi. Wacana, rencana, dan pemikiran yang tidak pernah dikerjakan di wilayah eksekusi, hanya akan menjadi mimpi yang tidak pernah terwujud. Diperlukan keberanian untuk bertindak dan mengeksekusi. Jangan biarkan rencana hanya berputar-putar di dalam pikiran, karena tidak akan menghasilkan yang Anda inginkan. Rencana harus dilakukan dalam tindakan eksekusi yang profesional.

Eksekusi muncul ketika Anda bersedia mengambil resiko atas apa-apa yang Anda lakukan. Miliki etos, doa, intuisi, energi, dan waktu untuk membuat rencana Anda sempurna di wilayah eksekusi. Bertindaklah dengan percaya diri dan keyakinan penuh. Layani eksekusi dengan sepenuh hati dan berikan perhatian penuh. Setiap jam, setiap hari, fokuskan perhatian pada semua rincian atas eksekusi tersebut. Jangan mengabaikan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil bisa membuat eksekusi Anda terlambat atau tidak sesuai jadwal.

Keberhasilan hanya ada di dalam tindakan, bukan di dalam rencana ataupun keinginan. Untuk mencapai tujuan besar, Anda harus menetapkan sasaran-sasaran kecil sebagai jembatan untuk mencapai tujuan besar. Jadi, tetapkan tujuan besar atau mimpi besar, lalu capailah kondisi-kondisi tertentu sebagai sukses-sukses kecil sebelum mencapai sukses dalam tujuan besar Anda.

Bermimpilah setinggi langit dan miliki cita-cita yang sangat tinggi, lalu dengan rendah hati, kerjakan selangkah demi selangkah untuk mencapai sukses-sukses kecil melalui proses jatuh-bangun sebelum mencapai sukses besar. Michelangelo, seniman dan sang legenda itu pernah berkata: “Bahaya yang lebih besar bagi kebanyakan kita bukanlah bahwa tujuan kita terlalu tinggi dan kita merindukannya, tapi terlalu rendah dan kita mencapainya.” Intinya, Anda harus memiliki rencana dan impian yang sangat besar untuk mencapai apapun. Kemudian, semua impian dan rencana tersebut mampu Anda kerjakan di wilayah eksekusi untuk mewujudkannya menjadi nyata. Di wilayah eksekusi, bukan lagi sebatas pikiran Anda, tetapi sudah berakumulasi dengan pikiran banyak orang. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda harus betul-betul cerdas sosial dan mampu berkomunikasi dengan setiap kepentingan agar satu arah dengan tujuan Anda.

Tuliskan dan gambarkan rencana Anda dengan baik, lalu gunakan akal sehat dan percayalah pada keajaiban, yang memungkinkan Anda untuk mencapai sesuatu yang dirasakan oleh orang lain tidak mungkin. Yakinlah bahwa Anda mampu mewujudkan mimpi dan tujuan Anda. Miliki kepercayaan diri dan miliki kepercayaan bahwa Tuhan selalu membantu Anda untuk mencapai keberhasilan di setiap tujuan Anda.

Setelah Anda menetapkan tujuan, Anda harus memiliki komitmen untuk bekerja lebih tekun dalam disiplin yang tinggi. Tetapkan sasaran dari mulai yang paling kecil, lalu bekerja keraslah dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sukses atas sasaran tersebut. Setiap hari, kerjakan tujuan Anda dengan sepenuh hati. Kalau gagal atau salah jalan, jangan putus asa, segera perbaiki dan kembalilah ke jalan yang benar.

Setiap hari, pelajari kembali tujuan Anda. Mungkin ada hal-hal yang belum disempurnakan ke dalam tujuan Anda. Jadi, gunakan akal sehat dan integritas Anda untuk menilai dan mengevaluasi tujuan Anda. Rencana harian haruslah dieksekusi setiap hari, lalu dievaluasi hasilnya, dan dimotivasi agar mampu bergerak lebih cepat dan lebih lincah untuk mencapai hasil terbaik.

Perjalanan hidup adalah perubahan, jadi Anda tidak perlu ragu untuk memperbaiki ataupun melakukan perubahan terhadap strategi tindakan Anda. Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi. Oleh karena itu, lakukan revisi atas semua rencana tindakan atau eksekusi dalam mencapai tujuan. Anda tidak perlu ngotot dengan satu cara, Anda harus menjadi kreatif untuk menemukan cara yang paling efektif.

Setiap rencana eksekusi harus terinci dan spesifik. Hal-hal terkecil dalam rencana eksekusi harus diperhatikan melalui strategi yang tepat. Sebuah eksekusi harus rinci, tertulis, terorganisir, spesifik, berkualitas, ada kompetensi, ada motivasi, ada integritas, ada tanggung jawab, dan didukung oleh orang-orang yang siap bekerja keras untuk berhasil. Intinya, eksekusi harus terlihat dalam tindakan sehari-hari dan dapat diukur hasil akhirnya. Eksekusi ada dalam sifat rencana jangka pendek yang merupakan rencana dalam operasional sehari-hari. Sedangkan visi, tujuan, harapan, impian, prestasi, kinerja, ada dalam sifat rencana jangka panjang.

Rencana haruslah realistis dan optimis. Setiap rencana yang Anda buat harus ada keyakinan untuk mencapainya. Jadi, jangan terobsesi untuk sesuatu yang tidak realistis. Bila tujuan Anda tidak masuk akal karena tidak didukung dengan sumber daya, maka Anda harus berani untuk memperbaikinya agar masuk akal. Menetapkan tujuan yang sangat tinggi harus didasarkan kemampuan dan kesiapan mental untuk mewujudkannya. Bila tujuan tidak masuk akal, lalu Anda gagal dalam eksekusi, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan diri. Jadi, pastikan rencana Anda sangat realistis dan mampu Anda mencapainya dengan sempurna.

Kesabaran dan kemampuan untuk menahan ambisi. Motivasi dan ambisi yang tinggi sangat bagus, tetapi ketika eksekusi Anda terhalang oleh hal-hal yang tidak Anda perhitungkan, maka Anda harus bisa menahan diri dan bersikap sabar. Tenangkan diri, berdoalah kepada Tuhan untuk minta visi yang jelas,  bertanggung jawablah, lalu temukan solusi dari kejernihan dan ketenangan pikiran Anda.

Setiap hari, fokuskan perhatian untuk mengerjakan secara rinci setiap komitmen Anda di wilayah eksekusi. Kuatkan mental sukses Anda di sepanjang waktu kerja. Lakukan olah raga rutin dan jaga daya tahan tubuh Anda agar tetap bugar di wilayah eksekusi. Bila mental dan tubuh Anda lemah dan tak kuat menghadapi realitas di wilayah eksekusi, maka Anda mudah stres dan sulit mencapai kinerja terbaik. Jadi, miliki komitmen dan disiplin diri yang tinggi untuk menjaga mental dan tubuh agar selalu siap menghadapi berbagai ketidakpastian di wilayah eksekusi.

Gunakan afirmasi untuk menguatkan keyakinan dan kepercayaan diri Anda dalam mencapai sukses. Bekerjalah di tengah orang-orang yang termotivasi untuk mencapai sukses. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mampu menginspirasi, memotivasi, mendorong, membantu, mendukung, dan memberikan kekuatan kepada Anda agar keinginan dan tujuan Anda tercapai. Anda harus benar-benar hidup di tengah orang-orang yang berpikiran sama dengan Anda. Orang-orang itu tidak harus ada secara fisik, tetapi cukup ada secara pikiran. Jangan biarkan Anda ada diantara orang-orang pesimis yang tidak yakin bahwa Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan.

Kegagalan hanya terjadi kalau Anda berhenti. Jadi, jangan berhenti walau rintangan dan kesulitan membuat Anda kehilangan arah. Ketika badai merusak rencana besar Anda, maka Anda membutuhkan Tuhan sebagai penolong. Dekatkan diri kepada Tuhan, tingkatkan kepercayaan diri, tingkatkan disiplin, tingkatkan ketekunan, tingkatkan keyakinan, dan bertindaklah dari hal-hal terkecil untuk bisa kembali ke arah yang benar. Ingat selalu bahwa kesulitan dan ketidakberhasilan adalah ujian dari sekolah kehidupan untuk naik kelas. Sebagian besar keberhasilan eksekusi tercapai setelah berhasil mengalahkan potensi kegagalan. Oleh karena itu, jangan menyerah saat semua yang Anda lakukan tidak menghasilkan apapun. Jangan menyerah saat semua yang Anda kerjakan dengan penuh semangat mengalami kegagalan dan kehilangan arah. Jangan menyerah saat tujuan dan kerja keras Anda dihadang oleh pengkhianatan yang tidak terduga. Jadi, tetaplah menjadi kuat dan yakin dengan tujuan Anda. Fokuskan perhatian dan tingkatkan tekad dengan kesabaran yang luar biasa untuk mencapai sukses. Kesuksesan di wilayah ekseksui adalah milik orang-orang yang tidak pernah berhenti walau berkali-kali dihentikan oleh kegagalan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA EKSEKUSI, STRATEGI DAN RENCANA YANG HEBAT TERTIDUR PULAS

“Bila tidak ada eksekusi, maka semua rencana dan strategi tertidur selamanya.”~Djajendra

Tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah rencana adalah keberanian untuk eksekusi. Pada umumnya, orang suka membuat rencana, mengatur strategi, berharap mencapai keberhasilan, tetapi tidak memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengeksekusi atau bertindak.

Harus memiliki keberanian dan pengetahuan yang luas di lapangan agar eksekusi dapat dilakukan secara benar dan tepat. Pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan intuisi haruslah menyatu di dalam kompetensi eksekusi. Dengan kata lain, untuk melakukan eksekusi atau tindakan yang tepat dan hebat, haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk memastikan eksekusi tersebut sukses.

Di wilayah eksekusi, efektivitas dan efisiensi di semua aspek kerja harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bila sebuah tindakan atau eksekusi mengabaikan efektivitas dan efisiensi, maka sukses atau hasil yang diinginkan sulit tercapai. Jadi, jangan pernah melupakan efektivitas dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja terbaik dari tindakan yang dilakukan.

Bekerja di wilayah eksekusi membutuhkan semangat yang tinggi, etos kerja yang hebat, disiplin, rasa percaya diri, dan kebiasaan kerja dengan mental pemenang. Memang tidak semua orang berbakat di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah yang keras, dan beragam latar belakang orang yang eksis di sana. Jadi, Anda harus memiliki ketegasan, keberanian, kepastian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai macam potensi resiko.

Setelah Anda memiliki rencana dan strategi yang hebat, Anda harus mempersiapkan mental yang hebat untuk bisa menjalankan kemampuan eksekusi Anda. Tidak boleh ada keraguan, tidak boleh ada penundaan, tidak boleh khawatir, Anda harus berani melakukannya. Ingat selalu bahwa tanpa eksekusi yang hebat, semua rencana dan strategi terhebat pun menjadi tidak berguna.

Hasil akhir terbaik dari sebuah eksekusi ditentukan oleh kualitas eksekusi. Tanpa keberanian untuk eksekusi, maka semua rencana dan strategi hanya hidup di dalam imajinasi, dan mungkin tidak pernah terwujud dalam dunia nyata.

Setiap prestasi besar dihasilkan dari kemampuan eksekusi yang cerdas. Tindakan-tindakan yang produktif dan terukur kualitasnya akan memberikan kinerja dan prestasi terbaik.

Di wilayah eksekusi, daya tahan mental dan totalitas di lapangan menentukan keberhasilan. Sekali melangkah memasuki wilayah eksekusi tidaklah boleh mundur atau menyerah oleh alasan apapun. Keberhasilan hanya bisa didapatkan di wilayah eksekusi. Wilayah strategi dan rencana adalah wilayah imajinasi atau angan-angan. Jadi, kalau mau sukses, ya bertindaklah, lakukan dengan berani untuk mencapai hasil sesuai rencana.

Tidak ada lagi teori di wilayah eksekusi. Jadi, apapun realitasnya di lapangan, Anda harus fokus dengan tindakan untuk menghasilkan kinerja. Pastinya, semua hal yang mau dieksekusi sudah ada di dalam rencana. Tetapi, mungkin saja dilapangan rencana dan realitas tidak nyambung. Di sinilah, tugas seorang pemimpin yang tegas dan berani diperlukan, untuk menyambung antara rencana dan realitas di lapangan.

Bila kepemimpinan kurang tegas, banyak teori, dan tidak mampu mengeksekusi; maka, semua rencana dan strategi yang hebat selamanya tertidur pulas. Hanya pemimpin yang tegas, berani, seorang eksekutor yang andal, yang dapat membangunkan rencana dan strategi yang tertidur pulas tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJEMEN YANG EFEKTIF DIHASILKAN DARI KOMPETENSI DAN KUALITAS KERJA TERBAIK

“Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.”~Djajendra

Setiap perusahaan selalu merencanakan untuk mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusianya. Hal ini, baru bisa terjadi, bila manajemen bekerja dengan efektif dan produktif. Untuk membuat manajemen bekerja dengan efektif dan produktif, diperlukan kualitas kerja dan kompetensi terbaik dari para karyawan. Tanpa memiliki karyawan-karyawan yang ahli di pekerjaannya masing-masing, tidaklah mungkin bisa menghasilkan manajemen yang efektif dan produktif. Oleh karena itu, para pimpinan harus memiliki kesadaran dan tindakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya di semua dimensi atau aspek kerja. Mengabaikan kualitas, keahlian, kompetensi, dan etos kerja karyawan sama saja dengan membiarkan perusahaan menjadi tidak efektif dan produktif.

Pengetahuan, wawasan, etos, kekuatan fisik, kekuatan pikiran positif, dan kekuatan hati nurani menjadi dasar untuk membangun kekuatan keahlian di pekerjaan masing-masing. Setiap individu karyawan harus dilatih untuk memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang unggul. Mereka juga harus dibangun dan dikembangkan secara terus-menerus untuk memiliki daya tahan dan daya beradaptasi di setiap titik perubahan dan titik tantangan. Kesadaran perusahaan untuk secara terus-menerus meningkatkan keahlian dan etos terbaik karyawan, menjadikan karyawan sebagai harta yang paling produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Setiap karyawan harus memiliki kesadaran bahwa bila ingin memiliki keamanan kerja dan ingin dihargai di tempat kerja, maka dirinya harus disiplin untuk mengembangkan keahlian dan etos kerja yang luar biasa produktif. Membiasakan diri untuk selalu tekun dan disiplin, serta fokus untuk menumbuhkan kualitas diri dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, akan meningkatkan keandalan karyawan. Sebagai karyawan yang profesional, jadilah pembelajar yang selalu rendah hati untuk menguji kualitas keahlian yang dimiliki saat ini; pahami dan identifikasi kekurangan yang dimiliki; teruslah belajar untuk menumbuhkan kompetensi agar diri Anda bisa tampil lebih andal dan lebih ahli di tempat kerja. Investasikan waktu, energi, uang, dan semangat Anda untuk menjadikan Anda lebih andal di tempat kerja.

Kepemimpinan dan karyawan harus bersatupadu untuk membangun keahlian di tempat kerja. Bersama-sama memperluas keterampilan, wawasan, pengetahuan, keahlian, dan integritas. Bersama-sama mempromosikan energi positif sebagai fondasi untuk mengembangkan citra perusahaan yang terpercaya, meningkatkan kredibilitas, bersikap profesional di setiap situasi, serta menjadikan karyawan dan kepemimpinan memiliki kepercayaan diri untuk mengatasi krisis atau situasi yang tidak menguntungkan.

Menjadikan perusahaan sebagai organisasi yang belajar terus.

Informasi harus ditanggapi dengan pengetahuan dan akal sehat. Sekarang ini, informasi begitu banyak, setiap orang bisa memproduksi informasi dan menyebarluaskannya melalui situs-situs di internet. Jadi, dunia internet membuat setiap orang bisa terus-menerus belajar sendiri dari informasi-informasi yang tersebar. Tetapi, perlu diingat, semua informasi tersebut belum tentu benar atau tepat, dan belum tentu membawa kebaikan untuk perusahaan, maupun untuk kebaikan peningkatan karir Anda. Janganlah terlalu mudah mempercayai semua informasi yang Anda dapatkan dari media sosial, selalu kuatkan kualitas diri dengan pengetahuan dan akal sehat agar Anda bisa mendapatkan informasi yang benar untuk kemajuan karir.

Membangun dan meningkatkan keahlian bukanlah pekerjaan yang sifatnya instan, diperlukan proses dan waktu untuk menjadikan seorang karyawan ahli dan andal di tempat kerja. Ini merupakan tugas penting yang membutuhkan kepemimpinan, integritas, waktu, dan proses panjang. Menjadikan karyawan ahli dan unggul adalah dengan berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan seumur hidup. Jadi, perusahaan harus memiliki kebijakan dan program-program yang konsisten untuk membangun keahlian karyawan di semua sektor di tempat kerja.

Keahlian haruslah ditampilkan melalui etos kerja yang hebat. Keahlian harus bisa meningkatkan kredibilitas perusahaan untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada stakeholders. Keahlian harus bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam sikap rendah hati. Keahlian harus bisa mendorong perkembangan dan peningkatan kinerja. Keahlian karyawan harus bisa menumbuhkan keunggulan di setiap tindakan.

Manajemen yang efektif dihasilkan dari keahlian, kompetensi, dan kualitas kerja terbaik karyawan dan pimpinan. Artinya, pimpinan dan karyawan harus memiliki disiplin dan integritas untuk belajar dan menjaga sikap rendah hati. Bila arogansi muncul dan kebijaksanaan untuk rendah hati hilang, maka energi negatif akan merusak semua keahlian yang dimiliki. Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN DAN BUDAYA KERJA KERAS

MOTIVASI 29042016

“Pemimpin adalah teladan untuk budaya kerja keras. Bila pemimpinnya banyak alasan, tidak berani mengambil resiko, dan malas bekerja keras; maka, dia adalah pemimpin yang sedang melemahkan budaya kerja keras.”~Djajendra

Dalam budaya kerja keras, kualitas pemimpin menentukan apakah budaya kerja keras itu tumbuh atau tidak berkembang. Bila pemimpin sadar bahwa seorang pemimpin ditakdirkan untuk bekerja lebih keras seumur hidup; lebih mencurahkan perhatian dan perilaku produktif; lebih berani menerobos resiko dan memenangkan situasi; lebih siap untuk menderita; dan lebih siap untuk menaklukkan setiap rintangan dan hambatan dengan integritas yang tinggi. Maka, pemimpin tersebut menjadi energi untuk menumbuhkan budaya kerja keras.

Ketika pemimpin bekerja keras, dia akan melakukannya bersamaan dengan pemberdayaan individu dalam kerja keras. Energi dan semangat kerja keras pemimpin ditularkan kepada setiap individu yang bekerja dibawah koordinasinya. Sebagai pemimpin, dia menghormati kehebatan individu, sehingga setiap karyawan dimotivasi dan dikuatkan kompetensinya agar siap berkontribusi dalam kerja keras.

Budaya kerja keras adalah budaya yang berkoordinasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi secara profesional. Ide dan pendapat harus mengalir dan terkoordinasi secara baik, hal ini diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Setiap karyawan dan pemimpin adalah satu kekuatan yang tak terpisahkan. Setiap orang di dalam struktur organisasi adalah satu tubuh dengan satu visi yang jelas, untuk mengeksekusi rencana dan target. Dengan kata lain, semua orang di dalam organisasi bersikap dan bertindak di dalam koordinasi yang dipimpin dengan semangat gotong royong dalam menghasilkan yang terbaik.

Setiap individu di tempat kerja adalah kekuatan yang bisa mengungguli apapun yang ditargetkan. Prinsip-prinsip budaya kerja keras harus ditanamkan ke dalam mind set, dan dimotivasi agar menjadi perilaku kerja yang andal. Karyawan dan pemimpin harus bersama-sama dalam satu persepsi, keyakinan, visi, misi, nilai-nilai, dan budaya kerja keras. Tidak boleh ada yang melemahkan budaya kerja keras, semua orang harus berkomitmen dalam menjaga budaya kerja keras yang efektif dan produktif.

Dalam budaya kerja keras dibutuhkan kontribusi intelektual dan perilaku produktif dari individu. Selanjutnya, dari keunggulan individu dibangun sebuah budaya kerja keras yang kolektif; budaya kerja keras yang kolektif harus terlihat dalam kolaborasi kerja. Pendekatan individu sangat penting agar setiap orang merasakan sentuhan pemimpin dan merasa diperhatikan oleh manajemen. Jadi, walau di tempat kerja harus digunakan pendekatan kolektif atau team work, tetapi pendekatan individu akan menguatkan budaya kerja keras. Artinya, kombinasi yang baik dari pendekatan individu dan pendekatan kolektif dapat meningkatkan kinerja setiap orang.

Etos kerja yang tak kenal lelah; etos kerja yang tak pernah menyerah; etos kerja yang ikhlas berkorban untuk mendorong kinerja; etos kerja yang kaya integritas; etos kerja yang penuh disiplin dan semangat; etos kerja yang mengejar prestasi dan kinerja; etos kerja yang kreatif dan inovatif; etos kerja yang berjuang untuk menjaga prestasi terbaik; etos kerja yang rendah hati dan terus-menerus meningkatkan kompetensi; etos kerja yang memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan, adalah bagian dari budaya kerja keras. Intinya, budaya kerja keras harus dilengkapi etos kerja yang membuat budaya kerja keras tersebut unggul dan bersaing di pasar dunia yang bebas.

Dalam budaya kerja keras, setiap karyawan harus unggul dengan kompetensi inti. Ini adalah dasar untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik. Setelah kompetensi inti sudah berkualitas tinggi, selanjutnya setiap individu secara berkelanjutan dimotivasi untuk pengembangan kualitas soft skill diberbagai aspek dan dimensi individu. Nantinya, soft skill inilah yang menjadi inti dari budaya kerja keras tersebut.

Soft skill sangat menentukan budaya kerja keras. Sebab, budaya kerja keras tidak akan ada bila soft skill karyawan dan pimpinan lemah atau kurang. Jadi, untuk menciptakan budaya kerja keras dalam harmoni, loyalitas, integritas, dan akuntabilitas. Maka, perusahaan harus menyiapkan anggaran untuk penguatan soft skill karyawan secara berkelanjutan dan terus-menerus di sepanjang zaman. Siapapun yang meremehkan tentang pentingnya soft skill diberbagai dimensi individu akan kecewa dengan kinerja individunya.

Pemimpin harus mengkoordinasikan budaya kerja keras. Pemimpin harus menjadi teladan yang menghormati setiap potensi individu, untuk dimaksimalkan menjadi energi kolektif organisasi. Pemimpin harus menetapkan kebijakan yang menginternalisasikan nilai-nilai untuk mendukung budaya kerja keras. Pemimpin tidak boleh hanya menuntut, berharap, dan menunggu karyawan untuk bekerja keras. Tetapi, membangun budaya kerja keras dan menciptakan gaya manajemen yang berorientasi pada budaya kerja keras.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EKSEKUSI ADALAH PROSES MEWUJUDKAN

SIFAT BAIK & BURUK“Eksekusi itu seperti permainan, bermainlah untuk menang.”~Djajendra

Ada waktunya kita harus fokus pada pikiran untuk menghasilkan ide, konsep dan strategi yang hebat. Tetapi, ada saatnya seluruh energi, waktu, sumber daya, perhatian dan fokus harus dicurahkan untuk eksekusi. Untuk mewujudkan rencana dan strategi hanya bisa di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah proses mewujudkan, bukan wilayah hasil.

Tidak semua orang memiliki bakat dan energi untuk bertarung di wilayah eksekusi. Dalam realitas, sangat banyak orang pintar yang berani membuat rencana dan strategi, tetapi tidak berdaya saat di wilayah eksekusi. Juga, sangat banyak orang pintar yang berani dan tegas mengambil keputusan, tetapi tak mampu berbuat apa-apa di wilayah eksekusi.

Wilayah eksekusi adalah wilayah dunia nyata, bukan wilayah dunia pikiran ataupun perasaan. Di sini, kita harus memiliki intuisi yang tajam terhadap realitas yang ada, dan juga harus cerdas sosial dalam memahami sikap dan perilaku dari orang-orang yang terlibat di dalam proses mewujudkan tersebut.

Salah satu penyebab kegagalan eksekusi adalah budaya organisasi yang suka berputar-putar walau prioritas sudah mendesak. Dari pengalaman, kami melihat sebuah keputusan yang sudah diambil masih suka diputar sampai berbulan-bulan, dan hal ini berdampak pada terlambatnya eksekusi. Komunikasi yang buruk, kepercayaan yang rendah, takut mengambil risiko, takut bertanggung jawab, adalah sebagian dari penyakit kronis yang menghambat sebuah eksekusi.

Eksekusi yang baik dihasilkan dari pimpinan, karyawan dan anggota tim yang merasa bertanggung jawab kepada satu sama lain. Mereka bergerak bersama hati dan pikiran positif untuk berkinerja tinggi. Mereka bergerak menyiapkan kualitas, kompetensi dan karakter kerja untuk bisa menjadi profesional yang penting bagi siapapun. Mereka menjadikan eksekusi sebagai permainan yang dimainkan untuk menang. Mereka menciptakan energi, semangat untuk menang, dan selalu berkolaborasi dengan sangat fleksible agar tidak ada yang macet oleh hirarki ataupun struktur.

Eksekusi adalah proses mewujudkan. Untuk itu, diperlukan fokus, perhatian penuh, keterlibatan, kolaborasi, komunikasi, akuntabilitas, energi positif yang besar, kemampuan untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Di samping itu, karyawan dan pimpinan harus berada dalam soliditas bersama; dalam satu visi, satu jiwa, dan satu budaya. Dan, ini semua adalah kekuatan penting untuk eksekusi yang berkinerja tinggi.

Kekuatan eksekusi ada pada perilaku dan sikap yang mudah beradaptasi dengan realitas. Dunia ilusi(strategi/rencana) akan bertemu dengan dunia realitas ( eksekusi). Begitu terjun ke dalam wilayah eksekusi: pikiran akan diisi oleh data, fakta, dan informasi dari dunia realitas. Bagi yang senang tantangan pasti akan menikmatinya, bagi yang takut tantangan pasti mengalami stres. Eksekusi bisnis yang hebat membutuhkan cara-cara luar biasa dari orang-orang biasa.

Perusahaan yang kuat selalu berusaha untuk lebih memperkuat profitabilitas, juga terus memperkuat fondasi keuangan secara keseluruhan. Perusahaan yang kuat selalu memiliki kecepatan eksekusi mulai dari yang memiliki hak keputusan untuk eksekusi; kecepatan dari orang yang berhak memberi dan menyebarluaskan informasi yang tepat dan benar; kecepatan dari orang-orang yang berperan sebagai motivator di dalam eksekusi; dan kecepatan dari struktural organisasi, sehingga walaupun semua orang sudah dibatasi dalam kotak-kotak struktur organisasi, mereka bisa bersatupadu melalui kolaborasi untuk memberikan kecepatan dan pelayanan berkualitas agar eksekusi dapat menghasilkan yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERCEPAT EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN

MOTIVASI“Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata.”~Djajendra

Eksekusi bisnis berada di wilayah nyata, di wilayah tindakan. Di sini, diperlukan etos dan strategi yang tepat. Sering sekali para pemimpin begitu cerdas dalam menyusun strategi, tetapi pusing tujuh keliling saat berada di wilayah eksekusi atau tindakan. Strategi itu sendiri masih berada di wilayah pikiran, jadi belum menjadi sebuah gerak atau tindakan yang melibatkan banyak orang.

Siapkan fondasi yang kuat sebelum terjun ketindakan atau eksekusi. Fondasi atau dasar yang kuat dapat dihasilkan dari budaya organisasi yang kuat. Saat budaya organisasi kuat, setiap orang akan memiliki orientasi yang sama terhadap visi dan misi perusahaan. Orientasi yang sama adalah kekuatan yang mengarahkan dan menggerakan semua energi manusia untuk mewujudkan strategi menjadi nyata.

Harapan yang tinggi hanya dapat terwujud saat orientasi yang sama menjadi solid dan bergerak di dalam tindakan. Sebuah eksekusi bisnis harus melalui proses, biasanya dibutuhkan kekuatan dan waktu untuk menempu perjalanan proses. Bila fondasi budaya organisasi kuat, maka setiap orang di dalam perusahaan akan memiliki kekuatan untuk menempuh perjalanan penuh risiko dalam mewujudkan strategi menjadi eksekusi yang berkinerja tinggi.

Mempercepat eksekusi bisnis berarti di sini berbicara tentang hubungan antar manusia, hubungan yang diharapkan mengalir sempurna dalam kolaborasi kerja. Persoalannya, secara alami hubungan antar manusia itu tidak bisa absolut atau pasti, sangat banyak variable yang dapat menciptakan perbedaan persepsi, sehingga hubungan kolaborasi kerja bisa terganggu. Bila hubungan kolaborasi kerja terganggu akan berdampak pada melambatnya eksekusi. Perlu dipahami bahwa dalam hubungan antar manusia, orang melakukan apa yang mereka mau lakukan, bukan apa yang diharapkan mereka lakukan.

Mengelola hubungan antar manusia adalah persoalan realitas bukan konsep atau strategi. Sehebat apapun konsep dan strategi untuk menciptakan hubungan antar manusia yang andal dan hebat, itu semua masih di wilayah ilusi bukan wilayah nyata. Jadi, hubungan antar manusia harus diurus setiap detik, setiap menit dan setiap hari. Tidak bisa sebuah hubungan baik bersifat selamanya atau absolut. Hubungan manusia tidak abadi, sangat pragmatis dan ditentukan oleh berbagai kepentingan yang bersumber dari semua bidang kehidupan yang luas.

Ketika ilusi atau strategi Anda gagal untuk mengeksekusi sesuai harapan, maka itu berarti Anda melihat realitas. Berterima kasihlah dan belajarlah dari realitas tersebut. Jangan menyalahkan siapapun atau apapun. Menghukum orang lain tidak akan membuat Anda lebih cerdas dan kreatif. Menerima realitas akan membuat Anda mampu melakukan transformasi untuk hasil yang lebih baik.

Kreativitas dan inovasi adalah kecerdasan yang muncul karena ilusi kita gagal. Oleh karena itu, bila eksekusi bisnis Anda tidak menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan seperti yang Anda harapkan, maka lihatlah peluang yang tersembunyi di dalamnya. Jangan berikan energi dan waktu untuk hal-hal yang menambah stres dan rasa kecewa, fokuskan semua energi dan waktu untuk menguatkan kreativitas dan inovasi agar Anda segera menemukan jalan atau cara yang tepat, untuk melakukan eksekusi yang menguntungkan.

Ingat! Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, dan belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata. Mempercepat hasil bisnis berarti setiap individu harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas ke level yang optimal. Semua orang harus bekerja dengan sadar di dunia nyata dengan membangun proses kerja yang efisien dan produktif.

Tidak boleh ada kesenjangan antara strategi dan eksekusi. Walau keduanya berbeda dunia, tetapi memiliki ikatan batin yang kuat. Oleh karena itu, strategi harus mengarah pada tindakan yang meningkatkan pertumbuhan, efisiensi, produktivitas, dan keuntungan. Eksekusi harus selalu berupaya menjadikan strategi sebagai kekuatan yang membantu mewujudkan hasil akhir terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TUGAS MANAJER ADALAH MENERJEMAHKAN VISI PEMIMPIN

 

TUGAS MANAJER ADALAH MENERJEMAHKAN VISI PEMIMPIN

“Visi membutuhkan logika untuk membuat pekerja berpikir secara benar, dan membutuhkan emosi positif untuk mendorong mereka bertindak menciptakan kinerja.”~Djajendra

Visi ditetapkan oleh pemimpin dan manajer yang menerjemahkan visi kepada pekerjanya. Manajer harus menemukan strategi yang tepat agar pekerja dapat bekerja secara optimal. Manajer harus menjaga motivasi pekerja dan mengkomunikasikan visi perusahaan secara jelas dan benar. Manajer tidak boleh menetapkan visi, sebab visi adalah urusan pemimpin. Tugas manajer hanyalah menerjemahkan visi dan mengarahkan pekerja supaya dapat bekerja sesuai visi, nilai-nilai, tujuan dan misi perusahaan.

Pemimpin fokus pada hal-hal besar dan umum, manajer fokus pada hal-hal kecil dan detail. Manajer harus cerdas mengkomunikasikan visi dilevel pekerja, dan memotivasi pekerja agar menjadi lebih produktif bersama visi yang dikerjakan. Nilai-nilai di dalam visi harus dirinci dan dijadikan etos kerja. Intinya, jangan pernah mengabaikan nilai-nilai dan energi yang terdapat di dalam visi. Manajer harus betul-betul memahami dengan hati tentang energi dan nilai yang terdapat di dalam visi.

Walau visi perusahaan itu satu, setiap fungsi dan peran di dalam perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Manajer yang andal biasanya mampu mengkomunikasikan visi perusahaan sesuai kebutuhan dan perbedaan yang ada. Tugas pemimpin menerjemahkan visi dalam satu bahasa yang sama, tetapi manajer bertanggung jawab untuk menerjemahkan visi yang sama itu ke dalam pesan yang berbeda sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran yang dikelola. Dan juga, visi harus dikomunikasikan dengan penalaran logis yang tepat agar dapat melayani realitas dengan sebaik-baiknya.

Setiap mengkomunikasikan visi perusahaan; maka, para manajer harus mampu memetakan sudut pandang, kepentingan, kebutuhan, tindakan seperti apa dan manfaatnya, termasuk mampu mendengarkan realitas di lapangan dengan sepenuh hati. Realitas bisa memicu perubahan sikap dari waktu ke waktu. Bisnis itu sangat dinamis, perilaku orang-orang di dalam bisnis itu sangat dinamis sehingga apapun bisa terjadi. Oleh karena itu, menjadi pendengar yang baik akan memberikan lebih banyak informasi kepada manajer. Dengarkan kebutuhan pekerja, dengarkan kebutuhan pelanggan, dengarkan kebutuhan setiap pemangku kepentingan dengan keterbukaan sikap. Dan, cerdaskan logika agar mampu mengkomunikasikan visi untuk setiap kebutuhan tindakan individu dan tim.

Sudut pandang yang tepat dan selaras dengan visi akan mengubah visi ke dalam tindakan yang produktif. Setiap tindakan tidak harus langsung mengarah ke tujuan akhir, tetapi memiliki tolak ukur dan tenggat waktu yang tepat. Langkah-langkah tindakan harus fisik, waktunya jelas, dan terukur untuk pencapaian kinerja. Manajer harus mampu bekerja di tingkat individu, dan menghubungkan satu individu dengan individu yang lain di titik produktif. Visi harus digambarkan sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran. Fokus individu harus melibatkan emosi positif dan bergerak untuk bertindak sesuai rencana. Manajer harus memotivasi individu agar mencerdaskan logika untuk membuat mereka berpikir secara cerdas, serta mendorong emosi positif untuk bertindak secara produktif dan berkinerja.

Setiap individu dengan kompetensi yang andal adalah kekuatan yang mampu mengkontribusikan nilai tambah. Manajer yang andal mampu membantu individu untuk merasa bangga dan bahagia dengan pekerjaannya. Manajer yang andal mampu menerjemahkan visi pemimpin kepada setiap individu dan tim. Dan, mampu membuat mereka menjadi lebih profesional di dalam setiap tindakan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA YANG INOVATIF

“Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.”~Djajendra

Dunia bisnis selalu dinamis. Diperlukan budaya kerja yang siap berubah dan beradaptasi dengan segala kemungkinan. Sumber daya manusia yang berbudaya kerja inovatif mampu bergerak mengikuti kedinamisan bisnis dan organisasi. Budaya kerja yang inovatif mendorong karyawan untuk memiliki solusi, memperkenalkan sesuatu yang baru dan unggul, berkreasi dan melakukan pembaruan, serta memecahkan masalah dengan solusi yang tepat.

Perubahan itu pasti dan nyata. Dunia bisnis tidak boleh ragu menghadapi perubahan. Dunia bisnis tidak boleh diam menghadapi kedinamisan. Sikap diam menghadapi perubahan berarti menyerah dan menggiring perusahaan menuju keusangan. Budaya kerja inovatif tidak akan membuat karyawan diam dan bingung saat kehidupan bisnis memanggil untuk pembaruan.  Budaya kerja inovatif di perusahaan membuat karyawan dan pimpinan mampu proaktif terhadap kedinamisan.

Budaya inovatif mengharuskan karyawan dan pimpinan menjadi pembelajar yang rendah hati. Tanpa ilmu, pengalaman, pemahaman, wawasan, dan keterampilan baru, sulit untuk benar-benar menjalankan budaya inovatif. Budaya inovatif membutuhkan kecerdasan kreatif yang luar biasa. Ide-ide baru yang hebat harus dapat dilahirkan, harus dapat diwujudkan menjadi karya dan produk sesuai harapan pasar.

Budaya kerja inovatif tidak boleh dibiarkan dalam ruang skeptisisme, tetapi harus selalu di ruang optimisme. Sikap optimis dan keyakinan untuk menang, adalah kekuatan dari budaya inovatif. Semangat inovatif harus selalu dimotivasi agar karyawan bahagia menghabiskan jam kerjanya untuk inovatif.

Budaya inovatif hanya tumbuh di ruang yang penuh perbedaan, beragam persepsi, dan kaya dengan skenario. Setiap orang harus berani berbeda dan tidak harus satu pemikiran. Tetapi, ketika keputusan akhir sudah diambil dan ditentukan, maka semua orang harus bersatupadu dalam soliditas dan kolaborasi untuk mewujudkan keputusan tersebut.

Tidak ada ruang nyaman dan jangan biasakan bersembunyi di dalam zona nyaman. Budaya kerja inovatif tidak menyiapkan ruang nyaman untuk siapapun. Semua orang harus terlatih dan terbiasa hidup dalam kreativitas dan bergerak dinamis menuju ke depan. Gerak dan langkah yang tak terhenti merupakan kekuatan, yang membantu terciptanya budaya kerja yang inovatif.

Semua orang harus terbiasa untuk melakukan sesuatu yang baru. Berani mencoba hal-hal baru. Tidak membiasakan diri untuk mencari kenyamanan, tetapi menjadikan diri kreatif dalam menghadapi perubahan dan kedinamisan.

Dalam budaya kerja inovatif, tidak ada yang permanen dan bersifat tetap. Semuanya bisa berubah, semuanya bisa melakukan pembaruan, semuanya bisa beradaptasi terhadap dunia nyata. Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN PERILAKU KERJA YANG AKUNTABLE

MEMBANGUN PERILAKU KERJA YANG AKUNTABLE

“Integritas adalah ibu yang melahirkan akuntabilitas. Komitmen adalah sahabat untuk menjalankan akuntabilitas dengan tepat.”~Djajendra

Kualitas sebuah pribadi ditentukan dari akuntabilitas. Perilaku yang akuntable merupakan modal, untuk menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dari jiwa yang kaya integritas. Akuntabilitas adalah sesuatu yang muncul dari kesadaran integritas, dan kesadaran untuk selalu mempertanggung jawabkan apapun yang telah dibuat.

Sebuah pekerjaan bukanlah sebuah garis lurus yang mudah untuk dituntaskan sesuai sistem dan prosedur yang disepakati. Kadang-kadang, ada kepentingan yang suka mengintervensi sistem dan prosedur. Apalagi, bila kepentingan itu kuat dan menentukan karir si pekerja, maka semakin tidak mudah untuk menjalankan pekerjaan sesuai sistem dan prosedur yang ada. Intinya, sehebat apapun tata kelola normatif dari sebuah organisasi, dia akan dipaksa untuk tunduk kepada kekuatan kepentingan stakeholdersnya.

Dunia kerja adalah dunia kepentingan. Tidak terbantahkan bahwa kekuatan kepentingan menentukan karir seseorang. Pekerja yang mengabaikan atau meremehkan kekuatan kepentingan pasti tersingkir, dan karirnya pun berpotensi redup. Jadi, bagaimana seseorang mampu menjalankan akuntabilitas, bila dia juga harus melayani kekuatan kepentingan?

Semakin termotivasi untuk meraih karir tertinggi, semakin harus cerdas memahami kekuatan kepentingan stakeholders. Pastinya harus bertanggung jawab, serta mampu mempertanggung jawabkan semua keputusan dan tindakan. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang selalu berhati-hati, dan memiliki loyalitas yang tinggi kepada kepentingan yang melindungi karir Anda. Akuntabilitas merupakan sesuatu yang sangat mahal, sangat langka, dan suka meminta pengorbanan.

Kekuatan kepentingan dari orang-orang di sekitar pekerja merupakan sebuah fakta yang tidak dapat diabaikan. Seorang pekerja tidak mungkin berkarir hebat dengan menutup mata terhadap kepentingan yang ada. Seorang pekerja direkrut dan dipekerjakan untuk melayani kepentingan, dan risikonya harus mau mempertanggung jawabkan pekerjaan dengan total.

Dunia kerja adalah kombinasi dari profesionalisme dan kepentingan. Pekerja dituntut dan dilatih untuk memiliki perilaku akuntable, profesional, beretika, berintegritas, loyal, dan melayani dengan sepenuh hati. Tetapi, pekerja juga diminta punya empati dan toleransi, untuk melayani kebutuhan khusus dari kekuatan kepentingan stakeholders.

Akuntabilitas adalah bagian terkuat dari profesionalisme. Ketika seorang pekerja bekerja dan berkarya di jalur akuntabilitas, maka dia harus melengkapi kualitas dirinya dengan mental yang hebat. Tanpa mental yang hebat dan daya tahan fisik yang tangguh, maka dia berpotensi menghadapi stres di sepanjang proses kerja. Apalagi, bila dia harus berhadapan dengan kekuatan kepentingan yang besar. Masalah dari kekuatan kepentingan akan selalu datang dan juga pergi. Jiwa yang cerdas, pikiran yang terbuka, dan hati yang ikhlas, akan memudahkan untuk memecahkan masalah dengan solusi yang tepat. Intinya, kecerdasan dan kekuatan batin digunakan untuk melayani kepentingan, tanpa menghilangkan energi akuntabilitas.

Akuntabilitas merupakan ekspresi dari peran yang mau bertanggung jawab, mempertanggung jawabkan, dan mengakui semua proses secara terbuka dan jelas. Dalam hal ini, perilaku kerja yang akuntable tidak akan pernah menciptakan kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang melakukannya. Perilaku kerja akuntable selalu mampu menjelaskan dan memaparkan sedetil-detilnya tentang langkah, proses, maksud, risiko, dan keharusan untuk mengambil sebuah keputusan atau tindakan dengan cara-cara yang digunakan.

Walaupun harus melayani kekuatan kepentingan dari stakeholders. Perilaku akuntable tidak akan asal bertindak atau membuat keputusan sesuai maunya stakeholders. Mereka akan meningkatkan proses mencari dan mengumpulkan informasi dari berbagai dimensi. Mereka akan memberi dan menerima umpan balik, dan menunjukkan peta risiko dari sebuah keputusan atau tindakan. Mereka pasti akan memenuhi harapan dan keinginan dari kepentingan stakeholders, tetapi semua itu melalui sebuah pemetaan persoalan yang matang, dan dapat dipertanggung jawabkan secara profesional.

Akuntabilitas merupakan kunci untuk menavigasi proses, yang terkontrol dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Apapun kebebasan dan kepentingan yang ada di sepanjang proses, rasa tanggung jawab haruslah menjadi sesuatu yang menjaga nilai-nilai profesionalisme. Rasa tanggung jawab harus selalu membatin saat membuat keputusan dan tindakan. Rasa tanggung jawab harus meningkatkan semangat, untuk menemukan solusi yang tepat, yang bebas risiko.

Akuntabilitas adalah tentang batin yang tidak ingin melanggar etika, kebaikan, hukum, moral, sistem, prosedur, dan selalu memiliki solusi untuk tetap bekerja dengan nilai-nilai positif. Dan juga, selalu merasa bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan atas kelemahan, dan melakukan perawatan agar semuanya bisa terus berkelanjutan di dalam kualitas yang tinggi. Akuntabilitas tidak akan menjadi penyebab atas kerusakan, tetapi menjadi alat untuk menjaga dan merawat semuanya dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

“Prioritas yang fokus pada kualitas dan pencapaian segera, akan memudahkan setiap orang yang berkompetensi tinggi, untuk menghasilkan kecemerlangan dalam apa yang dikerjakan dan dilakukan.”~Djajendra

Seseorang yang fokus dan cerdas mengelola prioritas mampu mewujudkan pekerjaannya dengan sempurna. Setiap orang berhak memiliki keinginan dan mimpi yang sangat besar. Apapun kebaikan boleh diinginkan dan diimpikan. Apapun kebaikan boleh dibuat tujuan dan rencananya. Semakin banyak yang ingin dikerjakan, semakin harus sadar untuk mengelola prioritas dengan profesional. Catatlah semua yang ingin dikerjakan atau yang harus dikerjakan. Buatlah jadwal dan prioritas untuk masing-masing item yang harus dikerjakan. Siapkan waktu, energi, semangat, motivasi, daya tahan fisik, mental, kejernihan pikiran, serta kemampuan untuk mengalir dan menerima realitas di sepanjang proses.

Sebuah proyek yang sedang dikerjakan wajib memiliki prioritas. Jika tidak ada prioritasnya, maka para pekerja mudah panik dan menjadi tidak fokus. Akibatnya, produktivitas dan kinerja proyek tersebut menjadi rendah. Apalagi, proses sebuah pekerjaan berlangsung sedikit demi sedikit, bertahap, dan di setiap titik proses berpotensi muncul tantangan, risiko, atau hal-hal di luar rencana. Oleh karena itu, sejak awal, sebuah proyek besar harus dibagi dalam potongan-potongan kecil, dengan fokus yang sangat tajam, untuk menuntaskan setiap potongan kecil proyek tersebut dengan berkualitas.

Potongan-potongan kecil yang terfokus lebih mudah untuk dituntaskan. Sesuatu yang terprioritas dengan jelas menciptakan rasa gembira dan memotivasi untuk segera diselesaikan. Tujuan sebesar apapun dapat dituntaskan melalui kesempurnaan dari penuntasan bagian-bagian kecil dari tujuan tersebut. Sebuah pencapaian besar dihasilkan dari kesempurnaan pencapaian yang terkecil.

Hasil akhir yang berkualitas dihasilkan dari sebuah sistem yang baik. Sistem yang baik memudahkan orang untuk fokus pada yang paling penting. Sistem yang baik memudahkan orang-orang untuk mengatur strategi, taktik, dan kekuatan dalam mencapai kinerja terbaik. Sistem yang baik memudahkan pekerja untuk mengalir dalam proses kerja, dan mudah menetapkan prioritas terpenting dalam semua dimensi, yang direncanakan untuk segera dituntaskan.

Visi besar harus dijadikan kenyataan. Kekuatan kerja harus memahami dan mengetahui apa yang diinginkan, dan apa yang harus diprioritaskan. Kekuatan kerja harus memiliki kompetensi, alat bantu, kualitas, semangat, dan siap beradaptasi dengan perubahan dan realitas apapun. Kekuatan kerja harus memiliki fokus yang sangat tajam, sangat detail, mampu menyatukan keinginan di dalam kompetensi untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbesar. Intinya, semua pekerjaan besar dapat dituntaskan dengan penuh kualitas dan kinerja terbaik, tidak ada yang tidak mungkin bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan rendah hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGEJAR TUJUAN TANPA HENTI DAN MENUNTASKANNYA DENGAN KINERJA HEBAT

“Tujuan-tujuan yang tanpa masalah dan tanpa risiko pastilah pekerjaan kecil yang dapat dikerjakan oleh siapapun. Tujuan dengan masalah dan risiko besar adalah pekerjaan yang hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang hebat, yang jumlahnya pasti tidak banyak. Anda berada di mana?”~Djajendra

Ketika Anda bekerja dengan masalah dan risiko yang besar, maka fokuskan sumber daya dan energi Anda, jangan pernah menyerah untuk mencapainya. Sadarilah bahwa bila apa yang Anda kerjakan itu tanpa masalah dan tanpa risiko, maka semua orang juga pasti bisa mengerjakannya dengan mudah. Jadi, bila segala sesuatunya itu sangat mudah, maka Anda sesungguhnya sedang mengerjakan hal-hal yang tidak pernah membuat Anda menjadi hebat dan luar biasa. Tidak semua orang mampu bekerja dengan masalah dan risiko yang besar. Dan bila Anda bisa, maka bersyukurlah, Anda pasti menjadi orang hebat yang melebihi kehidupan orang-orang yang terbiasa bekerja di dalam zona kenyamanan.

Siapkan kompetensi dan kualitas, buatlah tujuan menjadi jelas dan rinci, lalu doronglah diri untuk mencapai tujuan dengan kinerja yang hebat. Tujuan yang jelas dapat memotivasi diri untuk bergerak dengan penuh semangat dalam mencapai kinerja terbaik. Tujuan yang jelas dapat membawa Anda sesuai langkah-langkah terbaik untuk bisa sampai pada tujuan. Jadi, apapun realitas yang dihadapi tetaplah menjadi kuat untuk mengejar tujuan, jangan pernah berhenti mengejar tujuan, jangan pernah menyerah seincipun. Sebab, tujuan yang dipahami dengan baik mampu membawa Anda untuk sampai di sana.

Jadilah pemimpin yang hebat untuk diri sendiri dan orang lain. Anda yang hebat memimpin diri sendiri pasti sangat hebat dalam memimpin orang lain. Anda yang hebat mengelola potensi diri sendiri pasti sangat hebat mengelola potensi ribuan orang. Anda yang penuh disiplin dengan mentalitas seorang atlet juara, adalah Anda yang dapat menciptakan ribuan orang bermental juara, layaknya seperti atlet unggul yang selalu membawa kemenangan. Jadi, siapkan diri Anda menjadi bintang yang selalu menang agar Anda dapat menciptakan bintang-bintang yang siap memenangkan semua tujuan terbaik.

Seorang bermental juara selalu penuh semangat dan motivasi untuk mengejar tujuan tanpa henti. Dia sadar bahwa untuk menjadi sukses, untuk menjadi pemenang, maka dia harus mengejar dan bekerja keras mewujudkan tujuan dengan prestasi dan kinerja yang hebat. Intinya, dia selalu berpikir optimis dan besar, selalu mengelola risiko, dan cerdas menemukan solusi untuk menjadi pemenang.

Orang-orang hebat tidak pernah memikirkan hambatan dan ketidakkemungkinan. Hanya orang-orang kecil bermental pesimis yang selalu memikirkan hambatan dan menjadikan hambatan sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Orang-orang hebat selalu optimis, yakin, memiliki solusi, dan seribu kemungkinan untuk mewujudkan hal-hal tidak mungkin. Intinya, orang-orang hebat selalu memiliki solusi dan jalan keluar untuk semua hal, sehingga mereka bersahabat dengan risiko, berani menantang bahaya, dan cerdas mengambil keputusan tegas untuk mewujudkan hal-hal besar.

Jadikan tujuan seperti perjalanan yang mengikuti proses dengan penuh disiplin. Nikmati setiap momen menuju tujuan dengan sukacita dan penuh energi positif. Hormati dan harga setiap hal-hal secara rinci di sepanjang perjalanan Anda. Jadilah pembelajar yang tekun mempelajari hal-hal baru di sepanjang perjalanan menuju tujuan. Jadikan setiap pengalaman baru sebagai guru, dan tetap fokus untuk mencapai tujuan dengan berkualitas.

Apapun realitasnya tetaplah optimis dan termotivasi untuk mencapainya dengan lebih baik. Jangan pernah membiarkan keraguan hadir untuk mengecilkan kemampuan Anda. Jangan pernah rasa takut menghentikan langkah-langkah Anda untuk mewujudkan tujuan. Berkaryalah di dalam tujuan dengan sepenuh hati. Layani semua hal dengan berkualitas agar Anda bisa bergerak menuju tujuan. Berikan kontribusi tanpa hitung-hitungan agar Anda bisa sampai pada tujuan. Gunakan imajinasi kreatif untuk memahami hal-hal yang belum Anda lalui. Kuatkan diri untuk memiliki kepercayaan diri yang konsisten dan yang terus-menerus menguat. Keyakinan yang optimis dan positif tak pernah terkalahkan oleh hal apapun. Apalagi bila Anda menjadikan diri Anda energi positif, lalu menjadikan hidup Anda seturut kehendak Tuhan, dan meyakini semuanya sudah diatur oleh Tuhan, sehingga Anda dengan kekuatan integritas hanya berkarya dan melayani kehidupan dengan sepenuh hati, maka segala keajaiban dan kemungkinan pasti membuat Anda mudah mengalir menuju sukses.

Jangan pernah takut menghadapi tujuan. Ingatkan selalu diri Anda bahwa Anda sangatlah hebat untuk menuntaskan tujuan. Lakukan sesuatu untuk memulai langkah Anda menuju tujuan, walaupun itu hanya sebuah langkah yang paling kecil. Anda wajib bergerak dan melakukan sesuatu. Tidak boleh berdiam. Berdiam berarti mundur, bergerak berarti menang. Jika Anda sangat yakin melakukan sesuatu untuk menuju tujuan, dan mampu menyiapkan kualitas untuk mencapai tujuan, maka Anda pasti sukses bersama tujuan Anda.

Tujuan membutuhkan fokus dan konsistensi di sepanjang perjalanan dan proses. Mulailah perjalanan dengan pengetahuan dan keterampilan yang komplit. Lalu, belajarlah dari setiap momen yang pasti memberikan pengetahuan baru. Dalam hal ini, Anda harus menjadi sangat kreatif, sehingga mampu bersikap tegas dengan keputusan-keputusan yang hebat. Selanjutnya, miliki etos kerja yang hebat, yang mampu membuat Anda bergerak penuh disiplin dan tak tergoyahkan, untuk menuntaskan setiap pekerjaan dengan berkualitas di sepanjang perjalanan menuju tujuan. Siapkan mental dan solusi untuk mengatasi berbagai potensi gangguan di sepanjang perjalanan menuju tujuan. Pastikan Anda mampu menjauh dari semua potensi pengganggu. Jadilah jujur dengan realitas, sehingga Anda mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, dan selalu kreatif untuk mencapai tujuan.

Masalah dan risiko adalah hal yang biasa. Jangan gentar dan kehilangan mental positif saat menghadapi masalah. Setiap tujuan yang hebat dan besar pasti memiliki berbagai masalah dan risiko. Janganlah pernah takut untuk menghadapi masalah dan risiko. Jadilah pemberani yang selalu memiliki banyak solusi dan banyak akal untuk menjadikan masalah sebagai peluang, dan menjadikan risiko sebagai energi untuk mencapai kemenangan. Orang-orang tanpa masalah dan risiko biasanya hanya berjalan di tempat, dan asyik hidup di zona kenyamanannya. Berbahagialah saat masalah dan risiko menantang Anda. Sebab, masalah dan risiko di tangan orang-orang hebat akan menjadi peluang untuk menciptakan hal-hal luar biasa.

Miliki cara-cara hebat untuk melakukan pekerjaan Anda. Bila Anda mengikuti cara-cara dari kebanyakan orang, maka Anda tidak akan mampu menciptakan karya-karya besar. Karya dan prestasi besar hanya dapat dihasilkan dari inovasi dan kreativitas yang unik dan luar biasa. Pastikan Anda menjadi pembelajar yang rendah hati, yang selalu kreatif untuk melakukan pekerjaan dengan lebih cerdas dan lebih berkualitas.

Mengejar tujuan tanpa henti dan menuntaskannya dengan kinerja hebat. Untuk orang-orang optimis, tujuan selalu menjadi alat yang memberikan berbagai alasan dan motivasi, sehingga mereka ikhlas bekerja sangat keras untuk mencapai hasil yang hebat.

Orang-orang optimis selalu sadar untuk meningkatkan kualitas dirinya, sehingga mereka selalu berinvestasi untuk membuat diri mereka lebih berkualitas. Di samping itu, mereka juga sangat cerdas sosial dan mudah terhubung dengan siapapun. Mereka selalu sadar bahwa untuk mencapai puncak prestasi, mereka membutuhkan bantuan, membutuhkan arahan, kepastian, sumber daya, energi positif, serta orang-orang berkualitas untuk menerangi dan membantu perjalanan mereka dalam mencapai tujuan. Mereka juga selalu cerdas mengelilingi diri mereka dengan orang-orang hebat yang percaya pada visi mereka. Dan, mereka juga sangat senang terhubung dan hidup di tengah-tengah orang-orang positif yang bermental juara, sehingga energi baik dari orang-orang hebat di sekeliling mereka dapat menyebabkan mereka menjadi juara di sepanjang hidup mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA KEKUATAN PRODUK UNGGULAN

“Rawatlah produk unggulan dengan kreatif dan berkualitas, karena produk unggulan sudah pasti akan memberikan kehidupan pada perusahaan Anda.”~Djajendra

Temukan kekuatan di dalam bisnis Anda. Diantara produk-produk yang Anda miliki, mana yang paling kuat dan unggul? Jangan mengabaikan produk yang sudah kuat. Fokuskan kekuatan bisnis pada produk unggulan agar kinerja bisnis bisa lebih meningkat.

Bisnis yang hebat lahir dari kemampuan untuk fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas. Sekecil apapun usaha yang Anda miliki, Anda pasti bisa menjadikannya lebih besar dan selalu sukses. Caranya adalah dengan memberikan perhatian yang lebih kreatif dan fokus terhadap produk unggulan. Siapkan strategi dan taktik yang tepat agar produk unggulan dapat secara terus-menerus menjadi sumber keuntungan usaha.

Produk unggul adalah kekuatan inti yang harus dimanfaatkan secara optimal. Konsentrasikan sumber daya perusahaan pada kekuatan inti, dan layani pasar dengan seoptimal mungkin agar produk unggulan dapat menjadi kekuatan yang menguasai ceruk pasar, serta berkemampuan untuk tumbuh dan menguasai pangsa pasar yang lebih besar.

Dunia bisnis adalah dunia kompetisi. Jadi, perusahaan yang mampu memiliki kredibilitas dan reputasi atas produk unggulannya, dipastikan dapat memenangkan kompetisi dan selalu memimpin pasar dengan sukses.

Dalam realitas bisnis, sering sekali produk yang sudah sukses kurang dirawat. Pebisnis lebih suka berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru, sehingga perhatian pada produk baru menjadi lebih besar, sedangkan pada produk lama yang menjadi kekuatan inti bisnis suka diabaikan. Padahal untuk saat ini produk lama tersebutlah yang sedang memberikan kehidupan pada perusahaan.

Produk yang kuat dan unggul harus dirawat dengan hati-hati. Sebab, produk unggul tersebut sedang menjadi kekuatan inti perusahaan. Produk yang kuat inilah yang sedang memberi makan setiap insan perusahaan. Jadi, fokuskan sumber daya dan energi kolektif bisnis untuk menjadikan kekuatan inti perusahaan lebih maksimal.

Dalam strategi pemasaran, wilayah sukses dan wilayah keahlian adalah kekuatan. Jadi, bila sekarang ini produk unggulan tersebut sudah berada di wilayah sukses, serta sumber daya manusia perusahaan sudah menguasai wilayah keahlian di dalam pasar, maka perusahaan pasti mampu menangani setiap kebutuhan dan tantangan pasar. Miliki visi untuk membangun pasar yang memudahkan produk unggulan menjadi yang terbaik, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menjaga emosi positif dan mengelola harapan dengan bijak. Setelah produk unggulan menguasai wilayah sukses di pasar, perusahaan harus fokus menjaga produk tetap di wilayah sukses, dan pemimpin usaha harus mampu mengendalikan ambisi pribadi yang berlebihan, sehingga tidak menciptakan spekulasi yang merugikan posisi produk di wilayah sukses.

Walaupun produk unggulan tersebut sudah menguasai wilayah sukses di pasar, dan sumber daya manusia sudah memiliki keahlian untuk menjaganya. Tetapi, tetaplah diperlukan perbaikan dan perawatan tanpa henti. Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk kreatif dan fokus menangani perbaikan produk unggulan. Intinya, produk unggulan tidak dianggap sudah terlalu kuat dan hebat, tetap rendah hati untuk menjaga mutu, pelayanan, dan tuntutan pasar.

Sumber daya manusia adalah bagian terpenting yang menentukan keberhasilan produk unggulan dalam jangka yang lebih panjang. Perusahaan secara berkelanjutan dan terus-menerus wajib meningkatkan keahlian, wawasan, pengetahuan, dan keandalan sumber daya manusia agar mereka selalu siap untuk menjaga dan merawat produk unggulan.

Produk unggulan harus cerdas mengungkapkan kekuatan uniknya, sehingga tidak ada pesaing yang mampu menciptakan produk baru untuk mengalahkan produk unggulan Anda.

Bisnis yang hebat ada pada kekuatan produk unggulan, yang bila selalu disempurnakan kualitas dan pelayanannya dengan lebih kreatif, maka produk unggulan tersebut akan menjadikan perusahaan lebih kuat dan lebih kaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

REPUTASI ADALAH MAGNET YANG MENARIK RASA PERCAYA PELANGGAN

DJAJENDRA 26 FEB 2014

“Reputasi adalah modal yang paling murah untuk membangun bisnis yang paling menguntungkan.”~Djajendra

Reputasi bisnis yang baik pasti menjadi daya tarik pelanggan. Bila reputasi perusahaan memperlihatkan keandalan dan kehebatan di persepsi pelanggan, maka loyalitas pelanggan akan didapatkan dengan harga yang sangat murah.

Dalam dunia bisnis yang kompleks dan penuh persaingan ini, diperlukan kesadaran untuk mengembangkan strategi penguatan dan peningkatan reputasi perusahaan. Merek bisnis yang kuat dengan reputasi, dengan mudah dan murah pasti menguasai hati pelanggan. Kecerdasan manajemen perusahaan untuk menggunakan reputasi dalam memperkuat loyalitas pelanggan, dan juga untuk meningkatkan penjualan, akan menjadikan perusahaan selalu unggul dan menguat.

Sekarang ini, perusahaan-perusahaan yang menggunakan strategi reputasi untuk menguatkan daya saingnya, sedang mencapai suksesnya. Reputasi yang bersumber dari merek, nama perusahaan, ataupun nama pemilik perusahaan, telah menjadi daya tarik yang membuat konsumen percaya.

Reputasi dihasilkan dari persepsi stakeholders perusahaan. Ketika para stakeholders, seperti: karyawan, pelanggan, pemasok, investor, regulator, media, dan yang lainnya; memiliki persepsi positif atas bisnis yang dijalankan oleh perusahaan, maka rasa percaya akan menguat, dan reputasi secara otomatis akan meningkat.

Reputasi yang kuat secara otomatis membangun kepercayaan dan dukungan stakeholders untuk kemajuan perusahaan. Intinya, reputasi adalah modal yang bisa didapatkan secara gratis dari kekuatan persepsi positif stakeholders. Jadi, reputasi sebagai modal yang murah dapat dijadikan sebagai energi, untuk mengembangkan strategi bisnis dalam upaya peningkatan penjualan dan pendapatan perusahaan.

Saat reputasi perusahaan menguat, saat itu adalah waktu yang tepat untuk menghasilkan berbagai produk atau jasa yang lebih kreatif. Apapun bentuk dari hasil kreatifitas perusahaan, bila pelanggan melihatnya dari sudut reputasi perusahaan, maka produk baru tersebut pasti diminati oleh pelanggan.

Reputasi mampu berkomunikasi secara otomatis kepada pelanggan. Persepsi positif pelanggan kepada perusahaan dan produk-produknya, akan menjadikan perusahaan mudah untuk mengembangkan berbagai produk yang ingin dipasarkan. Reputasi adalah energi positif yang menciptakan persepsi di lingkungan bisnis yang sangat cepat perubahannya.

Dunia bisnis yang bergerak dengan sangat cepat membutuhkan strategi untuk penguatan reputasi. Sekarang ini, reputasi perusahaan dan merek-merek produknya dipertaruhkan dalam 24 jam setiap hari. Tidak ada hari libur untuk reputasi, setiap detik dari kehidupan selalu menguji kekuatan reputasi perusahaan. Hal ini disebabkan oleh dunia media yang beroperasional setiap detik, setiap hari. Intinya, konsumen atau pelanggan dapat melihat realitas dari reputasi perusahaan dan merek-mereknya, setiap detik, setiap hari, dan dimanapun. Teknologi internet dan komunikasi telah menjadikan aliran informasi muncul dalam hitungan detik, dan siapapun, dimanapun, pasti dapat memantau atau melihat apa yang sedang terjadi pada sebuah merek usaha.

Kecerdasan manajemen perusahaan untuk menguatkan fondasi bisnisnya dengan meningkatkan reputasi, berpotensi menjadikan perusahaan selalu unggul dan memimpin pasar. Reputasi yang kuat pastinya dihasilkan dari integritas, akuntabilitas, kreativitas, dan kemampuan untuk menyatukan persepsi bisnis ke persepsi pelanggan. Bila persepsi bisnis dan persepsi pelanggan terhubung dan saling mengikat, maka dengan sangat mudah perusahaan pasti dapat membangun reputasi yang kuat dengan pelanggan.

Reputasi akan menghemat uang dan mendapatkan hasil akhir yang lebih menguntungkan. Semakin kuat reputasi sebuah merek, semakin kuatlah potensi bisnis untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang lebih besar. Intinya, siapapun yang mampu bersikap jujur, profesional, berkualitas, dan melayani dengan hati, maka dia dengan mudah mampu membangun reputasi.

Reputasi adalah modal yang paling murah untuk membangun bisnis yang paling menguntungkan. Jiwa yang jujur, cerdas, tulus, ikhlas, sepenuh hati, melayani, berkualitas, berwawasan, berpengetahuan, kreatif, akuntabilitas, dan yang termotivasi untuk bergerak bersama perubahan, adalah jiwa yang sangat cocok dalam membangun reputasi yang hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELAYANAN LUAR BIASA MERUPAKAN BAGIAN DARI STRATEGI PERUSAHAAN

PELAYANAN LUAR BIASA MERUPAKAN BAGIAN DARI STRATEGI PERUSAHAAN

“Pelayanan pelanggan yang hebat merupakan hasil dari implementasi strategi perusahaan. Bila perusahaan tidak menjadikan pelayanan sebagai bagian terpenting dari strategi perusahaan, maka tidaklah mungkin bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan pelanggan yang berkualitas.” ~ Djajendra

Pelayanan berkualitas tidaklah dihasilkan dari proses spontanitas, ataupun dari hasil motivasi yang hebat.Tetapi, harus dimulai dari visi pelayanan yang jelas, lalu dirancang secara cerdas ke dalam strategi perusahaan. Kemudian, membekali setiap insan perusahaan, untuk menyatukan etos kerjanya dengan pedoman layanan pelanggan perusahaan.

Strategi pelayanan pelanggan yang terencana dengan baik di dalam taktik yang tepat, akan menjadikan pelayanan terarah pada target yang tepat. Perusahaan harus menganggap pelayanan berkualitas sebagai target utama, dan bukan sekedar sebatas alat pemanis untuk meraih penjualan yang lebih tinggi. Niat dan tekad yang sepenuh hati dan totalitas untuk memberikan pelayanan berkualitas, akan menjadikan perusahaan lebih profesional dalam memberikan pelayanan.

Pelayanan yang hebat dihasilkan dari program layanan yang hebat. Perusahaan harus memusatkan semua energi positif dan sumber dayanya untuk menyatu di dalam tujuan bisnis, serta menyatu di dalam sistem dan proses layanan yang dirancang dengan profesional. Soliditas di internal perusahaan dan semangat saling mendukung untuk mencapai kinerja terbaik dari program layanan perusahaan, akan memudahkan perusahaan untuk meraih suksesnya.

Melayani dengan sangat detail. Setelah menguasai tujuan, strategi dan taktik layanan, perusahaan harus membuka wawasan insan perusahaan untuk melayani pelanggan dengan detail. Setiap orang harus mau memperhatikan hal-hal kecil di dalam pelayanan. Kemampuan karakter layanan untuk memperlakukan pelanggan dengan sikap baik, serta menempatkan pelanggan sebagai orang yang harus dilayani dengan berkualitas, akan menjadikan pelayanan perusahaan unggul.

Keikhlasan hati untuk mendengarkan pelanggan, dan kesiapan kompetensi untuk memberikan solusi pelayanan terbaik, akan menjadikan pelanggan selalu lebih setia kepada bisnis perusahaan.

Suara pelanggan merupakan suara bisnis. Kecerdasan untuk mendengarkan suara pelanggan, dan kecepatan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, adalah cara terbaik untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Strategi pelayanan yang baik akan menciptakan konsistensi kualitas pelayanan. Strategi yang baik selalu mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan. Strategi yang baik mampu melayani pelanggan yang berubah, mampu melayani karyawan yang berubah, dan mampu melayani produk atau jasa yang berubah. Strategi terbaik selalu mampu berkomunikasi dengan semua aspek layanan, sehingga apapun realitasnya, perusahaan tetap menang untuk melayani kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Pelayanan yang luar biasa merupakan bagian dari strategi perusahaan. Perusahaan tanpa strategi pelayanan, akan sulit melayani pelanggan dengan berkualitas dan totalitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LAYANAN PELANGGAN TERBAIK ADALAH STRATEGI BISNIS TERBAIK

djajendra

“Jika Anda tidak memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan yang ada, maka mereka berpotensi meninggalkan Anda dengan rasa kecewa. Dampaknya, Anda membutuhkan upaya dan biaya yang lebih mahal, untuk mendapatkan pelanggan baru sebagai pengganti pelanggan yang sudah pergi.” ~ Djajendra

Pencapaian kinerja bisnis terbaik sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang sudah dan sedang diberikan pada pelanggan. Bisnis yang hebat selalu dihasilkan dari kemampuan sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan yang melampaui harapan pelanggan. Kebutuhan dan harapan pelanggan selalu berkembang bersama tren kehidupan, sehingga perusahaan harus terus-menerus menguatkan kualitas sumber daya manusia untuk menjawab perubahan perilaku pelanggan. Bila menginginkan perusahaan sebagai unit bisnis penghasil uang, maka siapkan dan berikan pelayanan berkualitas terbaik kepada pelanggan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan merupakan salah satu strategi pelayanan pelanggan terbaik. Perusahaan harus rajin menyelaraskan produk dan layanan dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Semakin kreatif perusahaan terhubung dengan persepsi pelanggan, semakin mampu untuk mencapai keuntungan dan tujuan jangka panjangnya.

Layanan pelanggan terbaik adalah strategi bisnis yang sangat menguntungkan. Setiap penjualan yang hebat dihasilkan dari layanan pelanggan yang hebat. Bila sudah merencanakan penjualan dengan omset yang sangat tinggi, jangan lupa untuk menyiapkan cara menjual yang paling berkinerja. Tidak mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghasilkan omset penjualan terbaik, adalah sebuah kesalahan dalam strategi bisnis.

Perhatian yang lebih baik kepada pelanggan berpotensi menghasilkan penjualan yang trennya selalu naik. Dalam hal ini, pelanggan pasti lebih suka melakukan bisnis atau pembelian dengan penjual yang lebih peduli dan lebih memperhatikan kebutuhan mereka. Dan juga, pelanggan selalu ikhlas untuk membayar lebih kepada pelayanan terbaik yang mereka terima. Semakin baik dan berkualitas pelayanan yang Anda berikan, semakin ikhlas orang-orang menghabiskan uangnya untuk membeli produk dan jasa yang Anda jual.

Dalam realitas bisnis, sering sekali ditemukan bahwa perusahaan-perusahaan menyiapkan uang dan sumber daya yang lebih banyak untuk mendapatkan pelanggan baru. Tetapi, selalu tidak menyiapkan kualitas, energi, dan sumber daya untuk merawat pelanggan lama dengan lebih baik. Oleh karena itu, sebelum berharap loyalitas dari pelanggan, sebaiknya tunjukkan dulu loyalitas perusahaan kepada pelanggan. Siapkan sistem dan infrastruktur untuk merawat dan memikat pelanggan agar mereka selalu setia bersama produk dan jasa yang Anda jual. Jangan sibukkan perusahaan untuk melayani kompetisi pasar, tapi fokuskan semua energi perusahaan untuk merawat dan memikat para pelanggan yang sudah setia dengan Anda.

Pastikan orang-orang selalu memiliki alasan yang paling tepat untuk terus-menerus melakukan bisnis dengan perusahaan Anda. Ingat! Mendapatkan pelanggan dihasilkan dari sebuah proses dan usaha yang cukup mahal. Jika Anda tidak memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan yang ada, mereka berpotensi meninggalkan Anda dengan rasa kecewa. Dampaknya, Anda membutuhkan upaya dan biaya yang lebih mahal, untuk mendapatkan pelanggan baru sebagai pengganti pelanggan yang sudah pergi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KEMENANGAN DENGAN PELAYANAN BISNIS TERBAIK

djajendraMENINGKATKAN KEMENANGAN DENGAN PELAYANAN BISNIS TERBAIK

“Bisnis yang hebat berasal dari semangat kerja yang penuh strategi untuk tumbuh setiap hari.”~ Djajendra

Kemenangan dihasilkan dari kemampuan untuk tumbuh dan menjadi lebih berkualitas.

Organisasi bisnis yang berbudaya menang selalu didukung oleh partisipasi karyawan yang totalitas dan sepenuh hati.

Para pemenang suka belajar cara-cara baru untuk meningkatkan kemenangan. Mereka tidak bisa dihentikan oleh rasa puas dari hasil hebat yang sudah diraih. Mereka adalah orang-orang kreatif yang selalu haus dengan kemenangan dan prestasi yang lebih hebat.

Perusahaan yang ingin selalu menang bersama bisnisnya, wajib untuk memiliki strategi berkelanjutan, wajib untuk melaksanakan tata kelola dan praktik-praktik kerja yang lebih berkelanjutan, supaya dapat mencapai keberhasilan yang meningkat secara terus-menerus.

Menguatkan rutinitas kerja dengan nilai-nilai positif; mengalirkan pekerjaan berkualitas di jalur sistem dan proses yang unggul dan konsisten; membentuk dan melaksanakan strategi bisnis yang berkelanjutan; meningkatkan keterlibatan semua orang di dalam kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang saling melengkapi; merupakan  jaminan untuk keberhasilan perusahaan di setiap jangka waktu; baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Budaya menang haruslah didefinisikan dengan jelas, kemudian dikuatkan dengan nilai-nilai kerja yang menjamin hal-hal yang terdefinisi tersebut dikerjakan dengan totalitas dan sepenuh hati.  

Perusahaan yang kuat dengan budaya dan yang unggul dengan strategi bisnisnya  selalu menjadi tempat terbaik untuk menumbuhkan kualitas unggul karyawan. Biasanya, para profesional mampu mengekspresikan perilaku kerja yang penuh integritas dan akuntabilitas, sehingga bakat dan potensi mereka dapat dioptimalkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kemenangan bisnis secara berkelanjutan. Keterlibatan karyawan-karyawan unggul yang kreatif dan inovatif, merupakan kekuatan yang semakin mendorong keberhasilan pencapaian perusahaan.

Bisnis yang menang dihasilkan dari strategi bisnis yang berkelanjutan, dan yang terfokus untuk melayani pelanggan atau masyarakat dengan lebih baik. Seperti diketahui bahwa pelanggan merupakan inti dari keberhasilan sebuah bisnis. Jadi, semakin sadar perusahaan untuk  menguasai pengetahuan tentang realitas sosial masyarakat, daya beli masyarakat, persepsi masyarakat, dan cara berpikir masyarakat; maka semakin mudah untuk mengidentifikasi risiko bisnis, juga semakin mudah untuk melakukan eksekusi bisnis dengan strategi yang merangkul masyarakat, untuk membeli produk atau jasa yang dijual perusahaan.

Meningkatkan kemenangan membutuhkan kesiapan untuk melewati perubahan. Bila ingin meningkatkan diperlukan cara-cara baru yang lebih hebat dari sebelumnya. Dalam hal ini, diperlukan kepribadian dan karakter kerja yang suka atau nyaman di luar zona kenyamanan kerja.  Bila karyawan sudah terlatih untuk merasa nyaman di luar zona kenyamanan kerja mereka, maka mereka dengan mudah dapat beradaptasi dengan perubahan, dan selalu merasa senang dengan berbagai ketidakpastian yang dihasilkan dari proses perubahan tersebut.

Kemenangan membutuhkan model peran yang kuat untuk menjalankan model bisnis yang unggul. Apapun model bisnis yang dipraktikkan oleh manajemen, hal terpenting adalah cara menciptakan model peran untuk menjalankan model bisnis tersebut. Bila model peran dan model bisnis mampu saling melengkapi dan saling memberikan energi sukses, maka proses untuk pencapaian keberhasilan secara berkelanjutan akan menjadi lebih mudah.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERPRESTASI DALAM RUTINITAS KERJA DAN MERAIH KINERJA TERBAIK SETIAP HARI

DJAJENDRA2013“Orang-orang sukses selalu menyadari bahwa kualitas rutinitas kerja sangatlah menentukan keberhasilan di setiap wilayah waktu; baik itu di waktu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Rutinitas kerja dengan disiplin dan ketekunan yang luar biasa akan menghasilkan keunggulan dan kehebatan. Rutinitas kerja yang berkualitas pastinya harus hidup di wilayah tujuan, sistem, dan proses.” ~ Djajendra

Pada umumnya, penilaian kinerja terfokus pada dua aspek besar, yaitu: aspek angka atau akuntansi dan aspek non angka. Menilai aspek angka sangatlah mudah, sebab faktanya dapat dilihat dengan hitungan yang jelas dan sederhana; sedangkan aspek non angka, biasanya berada di wilayah kompleksitas, berpotensi sangat subyektif oleh persepsi, sehingga diperlukan kebijaksanaan untuk bisa menilai aspek non angka. Artinya, salah menilai di aspek non angka, berpotensi kinerja di tahun yang akan datang turun oleh rasa frustasi dari yang tidak puas dengan hasil penilaian.

Perusahaan yang berbudaya kuat selalu sadar akan bahaya dari rasa frustasi atau rasa tidak percaya karyawan pada hasil penilaian kinerja. Bila karyawan merasa tidak puas dengan proses evaluasi kinerja mereka, maka dapat dipastikan mereka akan bekerja dengan setengah hati, dan tidak mungkin mau mengoptimalkan keterampilannya untuk mencapai kinerja yang diinginkan perusahaan.

Sekarang ini, sudah banyak perusahaan yang tidak memaksakan tujuan kepada karyawannya. Perusahaan-perusahaan berbudaya kuat mulai mengalirkan energi dan potensi karyawan ke dalam sistem dan proses. Karyawan dibuat bahagia dan senang di wilayah proses dan sistem, sehingga mereka berfokus dengan sepenuh hati pada sistem dan proses untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas. Di sini, tidak ada benchmark yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan. Budaya perusahaan yang kuat telah dirancang untuk menciptakan lingkungan kerja, yang membuat setiap orang menikmati rutinitas, sehingga totalitas mereka di dalam rasa senang menghasilkan kinerja terbaik.

Dalam budaya perusahaan yang kuat, sistem kerja telah dirancang dengan baik untuk selalu menang dan untuk selalu berkinerja terbaik. Budaya kerja yang berfokus pada sistem yang unggul, akan menguatkan komitmen setiap orang untuk proaktif dan totalitas di dalam proses kerja.

Seperti kita ketahui, tujuan selalu memberikan arah dan pandangan untuk mencapai sesuatu. Sistem dan proses yang unggul akan memberikan ruang yang terang untuk bertindak dengan sepenuh hati.  Jadi, perusahaan tidak perlu memaksa karyawan untuk fokus pada tujuan. Perusahaan cukup memotivasi dan merawat kualitas rutinitas kerja karyawan di dalam sistem dan proses kerja, untuk bisa menghasilkan kinerja terbaik setiap hari. Dan hal ini, karyawan secara otomatis akan mencapai tujuan perusahaan melalui kinerja rutinitas yang dihasilkan dari sistem dan proses yang unggul.

Sistem yang kuat tidak akan mengkotak-kotakan karyawan oleh ego peran dan fungsi masing-masing. Jadi, walaupun dalam realitas struktur organisasi karyawan merupakan bagian-bagian unit kerja yang berkolaborasi untuk mewujudkan visi organisasi. Tetapi, tanpa sistem dan budaya yang unggul, kerja sama yang baik sulit terwujud.

Bila sistem dan proses bergerak berpondasikan indikator kinerja yang transparan dan adil, maka sangatlah mudah untuk memotivasi dan menginspirasi karyawan supaya mereka menjadi pekerja keras, yang berdedikasi untuk menghasilkan kinerja terbaik organisasi. Perusahaan harus menguatkan transparansi atas Key Performance Indicator (KPI). Setiap karyawan wajib diberikan edukasi tentang arti KPI atau indikator utama dalam penilaian kinerja. Setiap poin-poin yang ada di dalam KPI, yang akan digunakan untuk mengukur dan menilai kinerja individu wajib diinternalisasikan, sehingga mereka tahu apa yang membuat mereka terlihat hebat, berhasil, unggul, menang, dan mencapai kebesaran karir.

Berprestasi dalam rutinitas kerja dan meraih kinerja terbaik setiap hari. Setiap karyawan yang ingin mendapatkan karir hebat haruslah bekerja dengan motivasi 100 persen dan kemampuan menghasilkan kinerja yang 100 persen. Jadi, bila sudah berada dalam lingkungan budaya organisasi yang kuat dan unggul, maka hanya diperlukan kesadaran untuk mendisiplinkan diri, memampukan diri, dan memotivasi diri sendiri secara terus-menerus agar mampu menjadi pribadi hebat yang selalu konsisten memberikan kinerja kerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG MEMAKSIMALKAN KEKAYAAN INTANGIBLE PERUSAHAAN

DJAJENDRA PROFILE 2013

GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG MEMAKSIMALKAN KEKAYAAN INTANGIBLE PERUSAHAAN

“Berbagi jujur​​ dan melibatkan diri dalam tata kelola bisnis yang profesional, akan mengurangi risiko dan meningkatkan kinerja masa depan.” ~ Djajendra

Good Corporate Governance atau biasa disebut tata kelola perusahaan yang baik merupakan dokumen yang mengatur tentang kerangka bisnis, organisasi, manajemen, sumber daya manusia, nilai-nilai, hak pemegang saham, hak pemangku kepentingan, peran dewan direksi, peran dewan komisaris, aturan, prosedur, proses dan praktik-praktik yang memastikan perusahaan dijalankan dengan kekuatan transparansi, akuntabilitas, keadilan, integritas, etika, konsistensi, dan dalam visi yang terkendali di dalam manajemen risiko agar mendapatkan hasil akhir dengan kinerja terbaik.

Kepatuhan semua pihak di internal perusahaan; mulai dari direksi, komisaris, karyawan, pemilik perusahaan, dan semua pemangku kepentingan lainnya kepada isi dokumen good corporate governance, akan menempatkan perusahaan diposisi yang kuat dan tangguh. Ketangguhan ini harus diwujudkan dalam perilaku kerja yang memiliki energi keuletan, kekukuhan, ketahanan mental, ketabahan, keandalan, disiplin dan tak terkalahkan oleh hal apapun di dalam menjalankan good corporate governance secara konsisten dan penuh integritas.

Good corporate governance sangat berfungsi untuk memaksimalkan kekayaan intangible perusahaan. Kepatuhan dan kebiasaan untuk berindak, bersikap, dan mengorganisasikan segala sesuatu dengan prinsip-prinsip good governance akan memaksimalkan nilai masa depan perusahaan, serta mencegah risiko yang memperburuk kondisi perusahaan. Jadi, kepatuhan pada GCG akan menjadikan semua potensi kekayaan perusahaan yang sifatnya tidak terlihat (intangible), akan menguat dan terekspresikan di dalam peningkatan kinerja tangible.

Mengukur aset-aset produktif yang terlihat (tangible) sangatlah mudah. Tetapi, mengukur aset-aset yang tak terlihat (intangible) tidaklah mudah. Semua kekayaan perusahaan yang terlihat (tangible) dapat dicantumkan dengan jelas dalam laporan keuangan perusahaan. Sedangkan aset-aset tak terlihat (intangible) tidaklah dapat dicantumkan dengan jelas dalam laporan keuangan perusahaan. Padahal, pengaruh dari peningkatan kualitas aset-aset dan nilai-nilai yang tak terlihat ini (intangible) sangatlah menentukan daya kuat dan daya tangguh perusahaan dalam menghadapi berbagai krisis, seperti: krisis keuangan, krisis ekonomi, krisis pemasaran, krisis kepercayaan, krisis sumber daya, dan krisis-krisis lainnya.

Sebagai salah satu contoh, kekuatan nilai-nilai intangible dapat dilihat dari harga saham perusahaan di bursa efek. Harga-harga saham di bursa efek nilainya selalu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga saham yang dinilai sebatas informasi dari laporan keuangan perusahaan. Padahal, semua orang tahu bahwa laporan keuangan perusahaan menjelaskan tentang isi perut perusahaan, sehingga seharusnya para investor membeli saham dengan harga yang tidak terlalu jauh dari harga berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Tetapi, para investor atau spekulator selalu tidak peduli dengan isi perut perusahaan, mereka lebih mudah terpengaruh dengan janji-janji manfaat ekonomi perusahaan di masa depan; dengan informasi-informasi yang disampaikan manajemen perusahaan; dengan semua informasi dan nilai-nilai intangible perusahaan; dengan ramalan atau prediksi yang sifatnya spekulasi.  Jadi, hal-hal atau nilai-nilai yang sifatnya intangible mampu mempengaruhi para pelaku pasar modal, untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam berinvestasi terhadap saham-saham dari perusahaan pilihan mereka.

Kalau melihat perilaku mayoritas investor di pasar modal, mereka tidak fokus pada dimensi fundamental perusahaan ataupun bisnis. Tetapi, mereka lebih terpengaruh untuk fokus pada dimensi intangible, yang wilayahnya penuh spekulasi atau prediksi yang belum tentu pasti. Melihat kondisi ini, dapatlah dipastikan bahwa karakter perusahaan yang rendah integritasnya, akan memanfaatkan kelemahan mindset investor untuk keuntungan segelintir orang di dalam pasar ataupun di dalam perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan good corporate governance yang penuh integritas dan akuntabilitas, menjadi pelindung para investor di pasar, termasuk menjadi pelindung untuk semua pemangku kepentingan perusahaan.

Kekayaan intangible perusahaan selalu berada di dalam potensi kualitas sumber daya manusia, arsitektur organisasi, budaya organisasi, visi dan strategi bisnis perusahaan. Bila semua kekayaan intangible perusahaan tersebut terbentuk di dalam pertumbuhan berkelanjutan, maka  perusahaan akan selalu kuat dan unggul di jalur bisnisnya.

Good corporate governance haruslah dilengkapi dengan visi, strategi, misi, dan taktik yang unggul. Visi yang unggul akan menarik perusahaan menuju masa depan yang unggul; strategi yang unggul akan memuluskan rencana kerja perusahaan untuk mencapai visi terbaik; soliditas visi dan strategi perusahaan yang unggul akan memandu manajemen untuk mengalokasikan sumber daya dengan efektif, serta memiliki kekuatan dan kejelasan dalam pengambilan keputusan; taktik yang unggul akan menjadikan perusahaan memiliki kemampuan, untuk memahami cara melakukan segala sesuatu dalam upaya mencapai hasil akhir yang unggul; dan selanjutnya, kualitas sumber daya manusia yang profesional akan menjadikan perusahaan memiliki energi sukses yang cerdas memahami visi perusahaan, juga cerdas untuk bersikap konsisten terhadap nilai-nilai dan tata kelola perusahaan.

Good corporate governance haruslah dilengkapi dengan arsitektur organisasi yang efektif dan produktif.  Bila arsitektur organisasi sudah jelas dan tegas; maka perusahaan dengan mudah dapat meningkatkan kualitas, bakat, keterampilan, dan pengalaman dari sumber daya manusianya agar mereka mampu menjadi kunci sukses atas pekerjaan yang dilakukan.  Arsitektur organisasi juga harus menciptakan sistem dan struktur untuk memotivasi dan mendorong sumber daya manusia dalam mencapai kinerja yang diinginkan. Dalam hal ini, peran, tanggung jawab, hak dan kewajiban, serta semua aturan dan peraturan harus dibuat sejelas dan sesederhana mungkin agar komitmen dan kepatuhan dapat dimintai pertanggung jawabannya. Setiap individu perusahaan harus menjadi energi positif yang mendukung pelaksanaan dari strategi dan taktik perusahaan. Dan juga, struktur organisasi harus memiliki kemampuan kolaborasi yang solid, serta semua divisi membangun dan memperkuat kerja sama yang memampukan mereka dalam mencapai kinerja terbaik.

Good corporate governance haruslah menjadi energi budaya organisasi. Jadi, semua nilai-nilai, filosofi kerja, praktik, kompensasi, perilaku, fokus, lingkungan kerja, motif  kerja, tata ruang tempat kerja, emosi organisasi, kepemimpinan, dan rencana bisnis; haruslah berada dalam kekuatan unggul good corporate governance, sehingga budaya perusahaan dapat menjadi energi yang mengoptimalkan  kekayaan intangible perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSIAPKAN KUALITAS DIRI SEBELUM DIKALAHKAN ROBOT

DJAJENDRA PROFILE

“Di masa depan, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan mungkin sudah tidak sesama manusia saja, tetapi sudah ditambah dengan robot.”~ Djajendra

Memiliki penghasilan besar adalah idaman dan harapan setiap orang. Jadi, Siapapun pasti menginginkan gaji yang lebih besar, dengan berbagai fasilitas yang membuat hidup sangat berkecukupan. Tetapi, sesungguhnya tidak semua orang akan merasa sudah cukup dengan penghasilan besar, karena tidak semua orang bisa hidup dengan puas, tanpa mengeksplorasi potensi dan kualitas hidupnya dengan lebih maksimal.

Mungkin sudah banyak orang yang paham bahwa uang bukanlah sesuatu yang akan mencukupi semua kebutuhan hidup, hanya rasa syukur dan terima kasihlah yang akan memenuhi semua kebutuhan hidup.

Kompetisi bisnis yang semakin ketat telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan produktif. Hal ini mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan tenaga-tenaga yang sangat profesional dibidangnya, dan juga yang memiliki karakter untuk lebih setia dalam menjaga keberlangsungan perusahaan dengan efektif.

Kondisi iklim kerja yang stabil dan konsisten dalam jangka panjang merupakan syarat mutlak agar perusahaan mampu menang dalam kompetisi yang ketat. Bila para pekerja terlalu sering berdemo dengan berbagai tuntutan yang tanpa kompromi, maka potensi matinya perusahaan akan semakin kuat. Bila perusahaan ditutup oleh alasan demo pekerja yang sifatnya sudah berlebihan, maka para pekerja pasti akan kehilangan pekerjaan, dan juga hal ini akan menutup kesempatan buat calon pekerja baru untuk mendapatkan pekerjaan.

Setiap tahun, jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah orang-orang yang siap bekerja menjadi tidak seimbang. Di mana, jumlah pencari kerja terus-menerus naik, sehingga hal ini pasti akan menciptakan pengangguran yang semakin tinggi jumlahnya. Bila pengangguran sudah sangat tinggi, pastilah keamanan negara akan berkurang, dan para investorpun akan semakin takut untuk menginvestasikan modalnya di negara-negara yang keamanannya kurang. Apalagi di negara-negara yang pekerjanya terlalu sering berdemo, yang disertai ancaman dan berbagai tuntutan yang menakutkan investor, maka dapat dipastikan para investor akan berhitung berkali-kali tentang risiko dari demo pekerja, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan berpotensi meninggalkan kebijakan konvensional, seperti padat karya. Sekarang ini, semua orang tahu bahwa teknologi robot sedang dikembangkan untuk menggantikan berbagai pekerjaan di masa depan. Jadi, kemajuan pesat dalam teknologi robot telah menciptakan potensi ancaman serius bagi banyak pekerjaan, dan robot akan menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dalam sebuah standar kerja.

Mungkin sekarang ini harga sebuah robot pekerja masih sangat mahal, tetapi pengembangan teknologi robot yang semakin maju, berpotensi menjadikan harga robot layak dibeli oleh para investor sebagai alat bantu di pabrik-pabrik mereka. Jelas, robot adalah mesin yang pasti akan stabil dan konsisten dalam melayani pekerjaan, sehingga proses produksi dapat terjamin untuk jangka panjang. Dan juga, robot adalah mesin yang harga belinya dapat disusutkan sebagai biaya bulanan, sehingga akan mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Kehadiran teknologi robot yang murah pastilah ditunggu-tunggu oleh perusahaan-perusahaan yang saat ini masih padat karya. Mereka pasti sangat menginginkan transformasi model usaha dari padat karya menjadi padat teknologi ataupun padat modal. Apalagi melihat ancaman dari demo pekerja yang terlalu sering, yang telah menimbulkan kerugian atas terhentinya proses produksi dan pelayanan, sehingga pastilah dibutuhkan sebuah jalan keluar untuk menyelamatkan investasi-investasi yang telah mereka tanamkan tersebut.

Persiapkan kualitas diri sebelum dikalahkan oleh robot. Setiap pekerja harus sadar untuk meningkatkan kualitas diri dengan perubahan menuju yang lebih baik. Saatnya menumbuhkan semangat kontribusi yang lebih tinggi. Etos kerja yang produktif adalah kekuatan yang wajib dimiliki setiap pekerja. Dan, jangan pernah mau dikalahkan oleh robot.

Miliki kekhawatiran bahwa pekerjaan yang dimiliki saat ini berpotensi diambil oleh robot. Untuk itu, tingkatkan kualitas dan komptensi diri dengan karakter kerja yang luar biasa produktif dan efektif. Pastikan menjadi sahabat yang membangun perusahaan dengan kreativitas dan produktivitas yang tinggi. Jangan pernah menjadikan diri sebagai musuh yang secara terus-menerus melawan semua kebijakan perusahaan.

Lebih baik mempersiapkan diri dengan kualitas yang lebih hebat, daripada menuntut sesuatu yang lebih besar, sedangkan yang dituntut masih menganggap kontribusi yang diberikan tidak layak dibayar dengan tuntutan yang diminta.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA TRUST MENINGKATKAN PERDAGANGAN DAN INVESTASI

DJAJENDRA“Bangsa dan negara yang cerdas menyiapkan dirinya dengan budaya kepercayaan, akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sangat besar dari globalisasi, termasuk akan menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih baik.” ~ Djajendra

Kepercayaan adalah mata uang yang paling tinggi nilainya. Bila Anda menjadi orang yang paling dipercaya, maka permintaan atas jasa atau layanan dari Anda akan sangat tinggi. Demikian juga, bila produk atau jasa dari perusahaan Anda sangat dipercaya oleh pelanggan dan stakeholders lainnya, maka potensi bisnis Anda akan terus meningkat secara berkelanjutan, dan pastinya penjualan akan berada di posisi tertinggi.

Dalam dunia yang semakin kecil oleh globalisasi dan teknologi internet ini, setiap warga negara Indonesia harus sadar akan pentingnya kepercayaan dalam pembangunan ekonomi bangsa dan negara Indonesia. Bila kejujuran, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas dapat diberikan dari integritas dan etika yang tinggi; maka pandangan positif  dari warga atau korporasi negara-negara lain, akan mempengaruhi peningkatan perdagangan dan investasi mereka ke Indonesia. Jadi, trust atau kepercayaan adalah mata uang atau kekayaan abadi yang wajib Anda hadirkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Tanpa trust, perusahaan Anda secara perlahan-lahan akan kehilangan pangsa pasar, dan pada akhirnya sulit mencapai target penjualan yang Anda tetapkan.

Setiap kebijakan bisnis tidaklah boleh mengabaikan faktor kepercayaan. Untuk meningkatkan faktor kepercayaan dalam bisnis diperlukan upaya peningkatan citra positif perusahaan. Citra positif akan meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan, dan hal ini akan memiliki dampak yang sangat besar pada kemampuan untuk menjual produk atau jasa.

Ada sebuah cerita menarik dari sebuah toko digital printing dan fotocopy, yang sangat agresif dalam membangun citra positif  tokonya secara fisik. Di tokonya sangat  banyak banner, brosur, dan berbagai macam tempelen-tempelen kertas warna-warni dengan kata-kata yang sangat indah tentang kualitas produk, harga yang kompetitif, dan pelayanan 24 jam. Setelah berjalan lebih dari tiga tahun, toko yang hebat itupun ditutup. Dari hasil penelitian, ternyata toko tersebut tidak memiliki sumber daya manusia yang tulus dan ikhlas memberikan pelayanan cepat dan tepat waktu. Sikap dan perilaku karyawan yang ketus, tanpa senyum, dan menganggap pelanggan yang membutuhkan mereka, mengakibatkan rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan pada toko tersebut. Walau pemiliki toko tersebut sudah memiliki program-program penjualan yang hebat, tetapi sikap dan perilaku negatif dari para operator toko, telah menghilangkan kepercayaan pelanggan pada toko tersebut. Dari hari ke hari akumulasi rasa kecewa atas pelayanan yang buruk telah membuat para pelanggan meninggalkan toko tersebut untuk selamanya. Kabar buruk yang ditularkan dari mulut ke mulut tentang toko tersebut, pada akhirnya menciptakan akumulasi rasa tidak percaya yang sangat tinggi.   

Kepercayaan yang tinggi hanya dapat dihasilkan dari sikap dan perilaku yang dengan sepenuh hati menjalankan etika, integritas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan dari hati, serta selalu bekerja lebih bersama kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan hal-hal terbaik untuk memuaskan kebutuhan konsumen.

Budaya saling percaya akan menjadikan hubungan bisnis dan investasi antar negara, antar perusahaan, antar pribadi menjadi lebih produktif, serta menjanjikan pangsa pasar yang lebih besar.

Fondasi globalisasi adalah etika bisnis yang kuat dan unggul, hukum yang adil dan bijak, integritas di semua aspek bisnis; serta kinerja sumber daya manusia yang efektif, produktif, efisien, dan kreatif. Jadi, negara dan bangsa manapun pasti akan unggul dalam globalisasi, bila budaya trust menjadi energi yang menggerakan perilaku kehidupan kerja sehari-hari.

Bangsa dan negara yang cerdas menyiapkan dirinya dengan budaya kepercayaan, akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sangat besar dari globalisasi, termasuk akan menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih baik.  

Bila prasangka buruk mengurangi kepercayaan kepada sebuah bangsa dan negara, maka sudah seharusnya negara dan bangsa tersebut menunjukkan kepada dunia bahwa mereka telah membiasakan perilaku kehidupan dengan penguatan etika, integritas, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang lebih dari hati yang tulus.

Budaya trust adalah kekuatan yang wajib dibangun dan dikembangkan melalui sistem, tata kelola, mindset, dan perilaku kehidupan di dalam kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, kreativitas, inovasi, pelayanan, serta kualitas yang terus-menerus ditingkatkan untuk tetap menang di pasar.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCIPTAKAN STRUKTUR ORGANISASI YANG BEKERJA EFEKTIF

DJAJENDRA PROFILE“Struktur organisasi adalah mesin yang menggerakan organisasi dan manajemen. Dan, mesin tersebut harus selalu berada dalam kondisi prima agar dapat membawa organisasi dan manajemen dengan kecepatan tinggi.” ~ Djajendra

Sekarang ini, setiap organisasi bisnis berada dalam zaman yang perubahannya sangat cepat. Hanya organisasi-organisasi pembelajarlah yang akan sukses bersama realitas zaman. Kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, ide-ide baru, dan penataan perjalanan menuju masa depan yang terencana, akan menjadikan organisasi unggul dan kuat.  

Manajemen wajib menyediakan alat-alat organisasi yang diperlukan agar organisasi tetap unggul dalam menghadapi inovasi yang cepat dari para pesaing. Kecepatan dan ketangkasan tim manajemen harus dalam soliditas yang memberikan energi positif untuk struktur organisasi. Walau struktur organisasi dirancang dengan berbagai fungsi dan peran yang saling membatasi wewenang, tetapi energi kolaborasi harus selalu diaktifkan dari kesadaran setiap pihak.

Setiap unit kerja di dalam struktur organisasi harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan konsisten dan stabil. Etos kerja yang diperkuat transparansi dan akuntabilitas haruslah mencair dan mengalir di dalam struktur organisasi. Kemampuan setiap fungsi dan peran untuk  berkoordinasi, berkontribusi, dan bekerjasama dalam tim kerja yang dinamis, dan bukan statis, akan menjadikan struktur organisasi bergerak dengan efektif.

Iklim ekonomi saat ini membutuhkan cara kerja yang solid dalam kolaborasi. Setiap individu harus bekerja dan berkembang bersama perubahan yang cepat. Cara kerja sama di dalam struktur organisasi membutuhkan pergerakan yang efektif dan produktif. Dan, konflik kepentingan haruslah dihindari agar gerak cepat organisasi tidak macet oleh konflik internal.

Setiap unit kerja harus fokus pada proses interpersonal dan dinamika kolaborasi. Kesadaran dan kemampuan untuk bekerja sama agar pekerjaan tidak tertunda dan bisa lebih produktif, akan menjadikan organisasi semakin unggul.

Solid dan kompak  merupakan kebutuhan dalam meningkatkan kecepatan organisasi. Setiap individu bukan saja menjadi bagian dari visi organisasi, tetapi juga harus menjadi energi yang membuat kemajuan atas cetak biru organisasi. Jadi, setiap individu di dalam struktur organisasi wajib membangun tim berkinerja tinggi untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab. Kemampuan untuk menjadi bagian dari struktur organisasi yang dinamis, serta kemampuan untuk menjadi bagian yang aktif dalam setiap eksekusi organisasi, akan menjadikan setiap individu sebagai bagian dari mesin organisasi yang unggul.

Setiap individu haruslah menjadi bagian dari strategi dan solusi organisasi, termasuk menjadi energi untuk menciptakan struktur organisasi yang bekerja efektif dan produktif. Jadi, setiap individu harus memiliki etos kerja yang mengerti visi besar organisasi, serta memahami aturan main untuk memecahkan setiap permasalahan besar di dalam organisasi agar dapat melayani struktur organisasi dengan efektif.

Efektivitas struktur organisasi sangat ditentukan oleh dinamika interpersonal yang menciptakan soliditas dalam kolaborasi. Semakin tulus dan ikhlas energi kolaborasi untuk melayani kepentingan organisasi, semakin unggul proses pekerjaan dalam semangat tim.  

Gerak lincah struktur organisasi diawali dari proses bekerja sama yang mengakui kontribusi setiap individu, serta ketulusan hati untuk bekerja dalam kekuatan saling ketergantungan dari peran dan fungsi masing-masing. Pengakuan dari hati yang tulus, dan kecerdasan untuk berkomunikasi secara konsisten, akan menciptakan budaya kerja yang saling terhubung, serta tidak terpisahkan oleh hal apapun.

Peran tim manajemen di dalam struktur organisasi, selain sebagai kepemimpinan yang mengarahkan setiap unit kerja, juga menjadi energi pendorong yang memiliki gaya kerja untuk membuat setiap orang termotivasi menghasilkan kinerja dan prestasi. Untuk itu, tim manajemen wajib menciptakan dan mengawasi gambaran besar organisasi melalui budaya kerja yang mampu mengeksplorasi semua bakat, keterampilan, potensi, pengetahuan, dan energi kerja positif.

Setiap hierarki di dalam struktur organisasi wajib memegang kuat prinsip-prinsip organisasi. Lalu, mampu menghadapi praktik-praktik organisasi yang terjadi secara mendadak oleh situasi, kondisi, perilaku subyektif, ataupun keyakinan yang mengambil solusi atas realitas. 

Peran tim manajemen sangat menentukan kualitas struktur organisasi. Bila tim manajemen menjadi bagian dari masalah yang tanpa menyadarinya, maka kekuasaan yang dimiliki tim manajemen akan menjadi energi perusak struktur organisasi. Oleh karena itu, setiap pimpinan yang berada dalam posisi kekuasaan haruslah secara sadar memperkuat organisasi, dan tidak boleh larut dalam konflik kepentingan.  

Struktur organisasi dibuat untuk mencapai kinerja lebih, dan bukan untuk gagal ataupun membuat kesalahan. Tetapi, realitas organisasi selalu akan berada dalam dunia yang dinamis, tidak terduga, penuh spekulasi, serta potensi risiko yang bisa menciptakan kegagalan di setiap waktu. Oleh karena itu, kesadaran untuk tetap bekerja dengan rendah hati, dan menjauhkan perilaku yang penuh spekulasi dalam tinggi hati, akan menciptakan disiplin untuk menjaga produktivitas dan efektivitas organisasi.

Menciptakan struktur organisasi yang bekerja efektif akan menjadikan setiap individu berkontribusi untuk kinerja dan prestasi. Setiap harapan dan target organisasi dapat dicapai dengan kinerja penuh, bila keberanian dan disiplin dari setiap individu mampu mengalahkan risiko dan ketidakpastian yang muncul dari pekerjaan yang mereka lakukan. 

Setiap individu di dalam struktur organisasi wajib mengatur iklim kerja, di mana akuntabilitas dan transparansi dijadikan sebagai etos dan perilaku kerja sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

STRATEGI TERBAIK DIHASILKAN DARI PIKIRAN EFEKTIF

“Jangan pernah membiarkan seorangpun dalam tim manajemen untuk mengaburkan masalah serius dengan berbagai rekayasa untuk menyenangkan hati. Sebab, setiap masalah yang dibiarkan kabur akan tumbuh dalam kegelapan, dan pada saat dilihat secara terang, masalah tersebut sudah menjadi masalah besar yang bisa menghalangi semua langkah strategis yang sudah diambil. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu yang negatif dalam ruang gelap organisasi. Sebab, yang Anda sembunyikan itu akan tumbuh menjadi besar; lalu menjadi penyebab dari berbagai kerusakan, kebocoran, dan ketidakberdayaan organisasi di masa depan.” ~ Djajendra

Startegi dibutuhkan untuk membuka jalan menuju tujuan yang ingin dicapai. Strategi yang baik pastilah menjadi alat yang memecahkan kebuntuan dan risiko, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menemukan solusi terbaik dalam menghadapi setiap rintangan.

Strategi terbaik akan memiliki prinsip-prinsip yang kuat dalam menghadapi praktik-praktik yang berpotensi berubah sesuai dengan kepentingan. Selama praktek dan prinsip dapat diselaraskan sesuai kepentingan, maka sangatlah mudah untuk menyiapkan langkah-langkah strategi yang tepat untuk mewujudkan tujuan.

Strategi yang baik dihasilkan dari pola pikir efektif. Pola pikir efektif dihasilkan dari kemampuan dan kesadaran untuk memahami persoalan secara mendalam; dari keberanian untuk menjadi lebih kreatif dan tidak takut untuk membuat kesalahan; dari mental yang terbiasa bertanya untuk sebab-akibat dari setiap langkah menuju tujuan; dari pola pikir yang terlatih untuk mengikuti ide-ide yang mengalir dari praktik sehari-hari; dari perubahan dan kenyataan yang harus dihadapi; dari kecerdasan emosional untuk memahami persoalan dengan wawasan yang lebih luas.

Strategi terbaik haruslah dipicu oleh imajinasi yang dihasilkan dari wawasan dan pengetahuan yang lebih lengkap. Kemampuan imajinasi untuk memetakan semua hal secara detail, akan menjadikan strategi mendapatkan langkah-langkah yang dapat menghindari kesalahan.

Strategi terbaik pastilah akan menuntaskan persoalan dalam satu atau dua langkah. Jadi, pikiran efektif haruslah menjadi cara untuk menciptakan langkah-langkah agar strategi dapat bergerak dengan cepat menuju sasaran dan meraih target yang ditetapkan.

Strategi adalah bagian dari usaha untuk mencapai tujuan atau hasil tanpa mengalami kerumitan. Strategi berfungsi untuk merumuskan rencana dan mengambil jalan tersingkat dalam mewujudkan rencana tersebut. Di mana, jalan tersingkat itu tetap menguasai tata kelola terbaik dengan menghitung potensi risiko, serta dijalankan dengan efektif dan produktif.

Strategi terbaik tidak tercipta dari keunggulan kompetitif usaha, tetapi dari pola pikir efektif terhadap semua aspek di dalam organisasi. Efektivitas adalah kunci terbaik untuk membuka semua rahasia yang menghambat gerak dan langkah dari strategi. Anda yang menguasai cara dan pola berpikir efektif pasti akan menjadi pemenang dari permainan strategi dalam kompetisi bisnis yang semakin menantang.

Siapkan visi yang terang, lalu lengkapi visi dengan strategi dari cara berpikir efektif.  Miliki prinsip yang jelas dan kuat, lalu hadapi persaingan dengan pola berpikir yang efektif. Buatlah keputusan-keputusan yang sesuai dengan prinsip utama; kemudian berikan motivasi dan keyakinan kepada tim, untuk bergerak dan bertindak dengan efektif, dalam mewujudkan tujuan dan meraih hasil sesuai dengan target.

Visi yang jelas dengan tim manajemen yang cerdas melihat realitas, akan menjadi kekuatan untuk mewujudkan langkah dan tindakan strategis. Jangan pernah membiarkan seorangpun dalam tim manajemen untuk mengaburkan masalah serius dengan berbagai rekayasa untuk menyenangkan hati. Sebab, setiap masalah yang dibiarkan kabur akan tumbuh dalam kegelapan, dan pada saat dilihat secara terang, masalah tersebut sudah menjadi masalah besar yang bisa menghalangi semua langkah strategis yang sudah diambil. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu yang negatif dalam ruang gelap organisasi. Sebab, yang Anda sembunyikan itu akan tumbuh menjadi besar; lalu menjadi penyebab dari berbagai kerusakan, kebocoran, dan ketidakberdayaan organisasi di masa depan.

Visi bukanlah khayalan, tetapi gambaran yang terencana dengan baik dalam strategi yang siap bertindak. Oleh karena itu, pastikan bahwa visi yang Anda miliki sudah terencana dan terhitung risikonya dengan baik; lalu pastikan juga bahwa Anda sudah memiliki sistem, tata kelola, sumber daya, dan orang-orang yang siap berjuang dengan penuh dedikasi dalam totalitas untuk mewujudkan visi tersebut.

Keberhasilan dan kegagalan perencanaan strategis sangatlah tergantung kepada pola eksekusi dan pola bertanggung jawab. Seperti diketahui bahwa pihak yang mengambil keputusan strategis biasanya adalah manajemen puncak (direksi), lalu pihak yang melaksanakan keputusan tersebut adalah manajemen menengah (kepala devisi/manajer senior). Diperlukan pola komunikasi yang efektif, cara berpikir yang efektif, dan cara bertindak yang efektif dalam hubungan antara manajemen puncak dengan manajemen menengah. Kesalahan persepsi terhadap cara berpikir efektif akan merugikan organisasi dalam menjalankan taktik, rencana, prosedur, sistem, dan pengoptimalan potensi sumber daya organisasi untuk mencapai kinerja terbaik.

Setiap pihak di level manajemen menengah haruslah mendapatkan arahan dan gambaran yang sangat jelas dari manajemen puncak. Koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan soliditas terhadap strategi yang digunakan haruslah menjadi alat yang ampuh untuk mencapai tujuan tanpa terhalang oleh hal apapun.

Strategi yang baik haruslah memiliki unsur kejutan, sehingga dalam kompetisi bisnis yang ketat, unsur kejutan dapat menjadi energi untuk memenangkan pasar yang sedang dalam kompetisi ketat. Jadi, selama prinsip dan etika dijaga dengan baik, maka semua unsur kejutan untuk membuat para pesaing bingung atau tidak bisa membaca arah dan langkah Anda adalah berita baik untuk bisnis Anda.

Cara berpikir efektif haruslah menjadi energi dan budaya organisasi, sehingga setiap orang di dalam organisasi terbiasa bekerja dengan pola pikir efektif. Dan hal ini akan membentuk konsensus bersama di dalam organisasi, lalu bertindak dengan efektif untuk meraih kinerja dan mewujudkan tujuan sesuai target.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MUTU TERBAIK MENINGKATKAN DAYA SAING BISNIS

CUSTOMER SERVICE TRAINING

MUTU TERBAIK MENINGKATKAN DAYA SAING BISNIS
1.Apa Itu Manajemen Mutu (ISO 9000)?

Manajemen mutu ISO 9000 adalah komitmen perusahaan untuk menjalankan tata kelola usaha yang terstandarisasi secara internasional melalui sertifikasi dalam bentuk sistem dan prosedur, untuk melindungi setiap proses penciptaan kualitas produk dan jasa, agar dapat memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan secara konsisten untuk target pasar di dalam negeri maupun di luar negeri.

2.Pentingkah Manajemen Mutu Itu?

Manajemen mutu sangat penting. Karena, manajemen mutu yang konsisten akan memberikan keunggulan kompetitif di pasar lokal dan pasar global. Apalagi sudah ratusan negara di dunia yang mengadopsi standar mutu berdasarkan ISO. Sehingga, bila sebuah perusahaan atau organisasi menjalankan manajemen mutu berstandarkan ISO secara baik, maka perusahaan tersebut berpotensi menghasilkan produk dan jasa dengan kualitas internasional, untuk dapat berkompetisi dan memenuhi harapan pelanggan di pasar lokal dan global.

3.Manajemen Mutu Di Indonesia?

Manajemen mutu sudah sangat berkembang di Indonesia. Banyak perusahaan di Indonesia sudah mulai memanfaatkan manajemen mutu sebagai cetak biru untuk meningkatkan sistem mutu organisasinya. Sekarang ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat terobsesi untuk secepatnya mendapatkan standar ISO, untuk bisa meningkatkan kepercayaan dirinya dalam membangun hubungan bisnis dengan stakeholder di dalam negeri maupun di luar negeri.

4.Pengetahuan Masyarakat Indonesia Soal Manajemen Mutu?

Masyarakat Indonesia secara umum masih banyak yang belum menyadari tentang pentingnya manajemen mutu sebagai alat dalam memenangkan persaingan bisnis di era perdagangan bebas. Sebagian besar perusahaan kecil dan menengah masih melakukan proses bisnis secara sangat tradisional, dan terkesan belum memiliki dukungan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menjalankan manajemen mutu yang baik. Hal ini berpotensi menciptakan kualitas produk dan jasa yang tidak berdaya saing secara internasional. Kesadaran untuk melaksanakan manajemen mutu saat ini hanya ada pada korporasi menengah besar dan besar.

5.Bidang Usaha Yang Sadar Manajemen Mutu?

Secara umum, semua bidang usaha di Indonesia untuk skala menengah besar dan besar, telah memiliki kesadaran untuk menjalankan manajemen mutu secara baik. Dari pengamatan saya, yang paling banyak menerapkan manajemen mutu adalah sektor manufacturing, perdagangan skala besar, perbankan, asuransi, pertambangan, perkebunan, dan perusahaan-perusahaan atau organisasi lainnya, yang memiliki kepentingan untuk menjaga reputasi dan harga dirinya terhadap stakeholder mereka.

6.Penerapan Manajemen Mutu?

Penerapan manajemen mutu di dunia usaha saat ini masih terkendala kepada kurang profesionalnya perilaku kerja dari sumber daya manusia. Walaupun secara sistem, manajemen, dan kebijakan telah mengadopsi standar mutu ISO; tapi secara kepemimpinan dan manajemen masih perlu lebih disempurnakan. Khususnya, dalam pengembangan psikologis karyawan dan kepemimpinan untuk memiliki etika, integritas, dan etos kerja sesuai budaya organisasinya yang berorientasi mutu dan daya saing.

7.Penerapan Standar Internasional Di Perusahaan?

Penerapan standar internasional merupakan hal yang sifatnya wajib buat korporasi-korporasi yang berada dalam pusat aktivitas bisnis internasional. Karena, aliran jasa dan produk secara internasional dalam kegiatan perdagangan tingkat global, telah mensyaratkan standar mutu yang harus dipatuhi oleh setiap korporasi, bila ingin tetap eksis berbisnis di pasar global. Yang saya pahami, mindset dari sebagian besar korporasi, masih berpikir bahwa penerapan standar internasional adalah sebatas untuk dapat memasuki pasar di luar negeri, termasuk juga untuk mendapatkan permodalan dan kemudahan berbisnis dengan pihak di luar negeri. Masih sangat jarang perusahaan atau korporasi yang menjadi lebih responsif melalui manajemen mutu untuk melindungi kekuatan pasar lokalnya. Jadi, semua perhatian masih terfokus untuk melayani pasar luar negeri, dan belum menganggap manajemen mutu itu sangat penting untuk menjaga daya saing dan daya tahan korporasi Indonesia dari ancaman para pesaing global yang coba menguasai pasar lokal Indonesia.

8.Implementasi Mutu Standar Internasional?

Kadang-kadang, saya melihat bahwa implementasi standar internasional masih sebatas formalitas untuk menghadapi kepentingan yang sifatnya sangat situasional, sehingga terkesan seolah-olah penerapan standar internasional hanya untuk menarik minat stakeholder terhadap reputasi dan kredibilitas perusahaan. Tetapi, banyak juga perusahaan yang sudah sangat sadar bahwa standar internasional diperlukan untuk dapat bersaing dalam bisnis global.

9.Korporasi Dengan Standar Internasional?

Sebuah korporasi bisa dikatakan telah berstandar internasional, saat korporasi itu sudah mampu bersaing secara kualitas dengan produk-produk dari perusahaan-perusahaan multinasional dari mancanegara; serta sangat berdisiplin untuk menjalankan prinsip-prinsip good corporate governanace, manajemen mutu, manajemen risiko, dan kepemimpinan yang cerdas berpartisipasi dalam bisnis internasional, untuk membantu meningkatkan skala ekonomi perusahaan yang tidak dapat dicapai sebatas pasar domestik.

10.Produk Lokal Yang Memenuhi Manajemen Mutu?

Sebagian besar manufacturing menengah ke atas di Indonesia sudah menerapkan manajemen mutu untuk produk lokal. Tetapi, saya melihat ada perhatian lebih untuk menjaga kualitas produk lokal yang akan diekspor daripada produk lokal yang akan dijual di pasar lokal di Indonesia. Diskriminasi mutu masih sangat mendominasi mindset pelaku usaha. Dan hal ini, berpotensi menjadi penghambat dalam menguasai pasar domestik dari potensi digeser oleh produk-produk luar negeri.

11.Layanan Jasa Lokal Memenuhi Manajemen Mutu?

Sebagian kecil layanan jasa lokal kita telah memenuhi dan menerapkan manajemen mutu. Tetapi, sebagian besarnya mungkin masih terkendala soal sumber daya manusia, teknologi, dan permodalan. Sehingga, belum tersentuh oleh manajemen mutu.

12.Cara Meningkatkan Mutu?

Para pelaku usaha dapat meningkatkan mutu, dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai manajemen mutu, ke dalam perilaku kerja sumber daya manusia untuk berbudaya mutu tinggi. Perusahaan harus memahami bahwa manusia adalah energi yang dapat menggerakan manajemen mutu secara baik. Tantangannya, manusia juga adalah makhluk praktis yang sulit konsisten, sedangkan standar manajemen mutu merupakan sistem dan prosedur yang tertulis secara formal untuk dipatuhi secara konsisten. Oleh karena itu, proses penyadaran, pencerahan, motivasi, dan penginternalisasian nilai-nilai dari perilaku kerja berbasis manajemen mutu harus dilakukan secara berkelanjutan tanpa boleh terhenti.

13.Maksud Dari Layanan Prima Berkualitas?

Layanan prima artinya perusahaan sudah memiliki sumber daya manusia berorientasi pelayanan prima, teknologi yang memudahkan pelanggan untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan perusahaan, standar mutu layanan yang menjaga kualitas dan kinerja dari produk atau jasa yang dijual; serta kepemimpinan dan manajemen yang peduli kepada harapan, kebutuhan, dan keinginan pelanggan secara berkelanjutan.

14.Memperlakukan Konsumen Sesuai Standar Mutu?

Klien/pelanggan/konsumen selalu membeli karena janji-janji perusahaan melalui iklan dan promosi untuk memenuhi kebutuhan, harapan, dan keinginan mereka secara berkualitas dan sempurna. Jadi, pelanggan tidak begitu peduli dengan semua proses penciptaan kualitas melalui standar mutu. Standar mutu adalah urusan di internal perusahaan untuk dapat menciptakan produk dan jasa bersama layanan kepada pelanggan sesuai janji-janji. Pelanggan hanya selalu ingin diperlakukan secara jujur, adil, etis, bersama sikap baik dalam integritas perusahaan untuk memberikan produk dan jasa yang berkualitas sesuai yang diiklankan.

15.Apakah Pembeli Adalah Raja?

Pelanggan bukanlah raja, tapi pelanggan adalah stakeholder yang membuat perusahaan dapat menciptakan nilai tambah dan keuntungan, sehingga perusahaan dapat terus eksis secara berkelanjutan bersama bisnis dan layanannya.

16.Harapan Untuk Manajemen Mutu Di Indonesia?

Manajemen mutu adalah kunci kemenangan dalam perdagangan bebas secara global. Perusahaan-perusahaan Indonesia sudah harus segera menyesuaikan perilaku kerjanya untuk dapat bersaing dan menjadi pemenang dalam globalisasi ekonomi dan perdagangan. Khususnya, mempersipakan sumber daya perusahaan dengan manajemen mutu yang unggul, agar tetap dapat menjadi pemenang di dalam pasar domestik dari serbuan produk-produk berkualitas yang berharga murah oleh perusahaan-perusahaan dari luar negeri.

Djajendra

BERIKAN ENERGI POSITIF UNTUK ORGANISASI ANDA

BERIKAN ENERGI POSITIF UNTUK ORGANISASI ANDA

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Bila perasaan sibuk dengan pekerjaan selalu menjadi alasan untuk tidak memiliki waktu buat istirahat, maka jadwalkan pekerjaan Anda dengan lebih efektif, dan siapkan waktu untuk istirahat. Sebab, istirahat adalah sesuatu yang sangat penting untuk membuat tubuh, pikiran, dan emosi selalu bugar dalam menghasilkan energi positif buat kemajuan organisasi Anda.” ~ Djajendra

Organisasi dibentuk untuk menghasilkan karya dan kinerja terbaik. Pikiran, emosi, energi, keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan setiap individu; dalam kolaborasi yang terfokus pada tujuan organisasi, akan menjadikan organisasi bergerak sesuai arah. Dan, saat setiap karyawan dan pimpinan di dalam organisasi bertindak efektif dengan energi positif, untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan arahan; maka saat itu, energi positif setiap orang akan berkolaborasi dan berkontribusi untuk menghasilkan karya dan kinerja terbaik.

Energi positif dari setiap orang di dalam organisasi harus dialirkan melalui integritas pribadi, serta diwujudkan saat mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan efektif, sesuai dengan prioritas. Artinya, setiap pimpinan dan karyawan memiliki kemampuan untuk fokus pada apa yang harus dilakukan. Kemudian, memiliki disiplin dan motivasi untuk mengelola pekerjaan dengan prioritas mulai dari yang paling penting hingga yang boleh ditunda. Memiliki daftar tugas dan hal-hal yang harus dikerjakan sesuai tenggang waktu, dan perilaku efektif untuk menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab, akan menjadi penyelamat yang selalu membantu Anda untuk berkontribusi dengan energi positif.

Miliki manajemen pekerjaan dengan mengkategorikan item-item pekerjaan sesuai dengan prioritas yang masuk akal. Lalu, atur setiap pekerjaan untuk diselesaikan dengan cara yang paling efektif. Dan bila jumlah item pekerjaan membutuhkan waktu penyelesaian yang melebihi waktu kerja, maka Anda harus segera mendelegasikannya kepada orang lain. Bila Anda tidak mendelegasikannya, maka perasaan sibuk yang terus-menerus akan menjadi beban hidup Anda. Dan akhirnya, Anda tidak dapat mengalirkan energi positif  ke dalam jaringan kerja organisasi Anda. Sebab, perasaan sibuk dan beban kerja yang berlebihan akan membuat Anda lelah dan sering tidak fokus untuk menghasilkan kinerja seperti yang diinginkan.

Siapkan daftar kerja dengan prioritas yang jelas, lalu setiap dua kali dalam seminggu lakukan revisi, dan buat daftar baru, transfer tugas lama yang belum selesai ke dalam daftar baru. Lakukan ini dalam kebiasaan kerja Anda. Dan pastikan setiap tugas dan tanggung jawab Anda selalu terorganisir dalam urutan prioritas yang sesuai target.

Kemampuan untuk memberikan energi positif  ke dalam jaringan kerja organisasi sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi individu. Semakin tinggi kualitas pikiran positif, kualitas emosional yang cerdas, kualitas daya tahan fisik tubuh, dan kualitas kompetensi pekerjaan; maka Anda dapat mempertahankan kualitas kompetensi Anda untuk berkontribusi dengan efektif dalam konsistensi pelayanan Anda kepada organisasi dan stakeholders.

Setiap interaksi Anda di dalam setiap proses kerja akan melibatkan pikiran, emosi, energi, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk berhubungan baik. Saat Anda terlatih dengan kualitas integritas diri yang berpandangan positif, maka diri Anda akan menjadi energi positif, yang dengan sendirinya mengirimkan sinyal positif di setiap titik proses kerja. Hal ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang dipercaya oleh kolega, atasan, dan bawahan. Dan, Anda akan menjadi sumber daya yang menarik hal-hal positif untuk menciptakan karya dan kinerja buat kemajuan organisasi Anda.

Jadilah yang jelas tentang apa yang Anda inginkan dan butuhkan dari satu sama lain dalam hal rutinitas dan cara kerja sehari-hari. Sebab, di dalam organisasi ada sangat banyak orang, ada sangat banyak struktur, peran, dan fungsi yang harus Anda layani dalam kolaborasi. Diperlukan kesadaran dan disiplin terhadap waktu. Setiap orang dalam kolaborasi kerja harus memahami bahwa bila mereka ingin menjadi energi positif buat organisasinya, maka harus ada kesadaran dan disiplin untuk mengukir waktu bersama, agar setiap kegiatan dalam kolaborasi dapat menciptakan hasil akhir dari efektivitas kerja yang tinggi.

Cara kerja yang didorong oleh energi positif, akan berkontribusi pada ketenangan dan pemenuhan rasa puas diri terhadap proses dan hasil akhir. Lebih penting lagi, setiap orang yang berkolaborasi dan berkontribusi melalui energi positif, akan menghabiskan rutinitas kehidupan di kantor dengan perasaan positif, dan selalu termotivasi untuk berkontribusi secara total buat organisasi dan stakeholders.

Saat Anda memberikan energi positif  untuk organisasi Anda, maka saat itu waktu-waktu produktif Anda bersama organisasi akan diisi dengan cinta dan sukacita. Artinya, Anda akan bekerja dengan perasaan bahagia dan dengan sadar akan mencintai setiap orang di tempat kerja dari hati nurani Anda yang paling tulus.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG EFEKTIF SELALU MENDENGARKAN DENGAN PERHATIAN PENUH

ORANG-ORANG EFEKTIF SELALU MENDENGARKAN DENGAN PERHATIAN PENUH

“Efektivitas adalah gaya dan kebiasaan untuk menghasilkan sesuatu yang langsung fokus pada target, tanpa ragu dan berputar-putar di luar zona target.” ~ Djajendra

Cara kerja yang efektif dihasilkan dari perilaku dan cara berpikir efektif. Seseorang yang terbiasa dengan pola hidup yang terkelola secara efektif, pasti akan mengetahui cara untuk melakukan pekerjaan dengan efektif. Efektivitas adalah kebiasaan atau gaya hidup yang dapat ditularkan untuk menghasilkan sesuatu dengan efektif. Efektivitas adalah keluarga terdekat dari efisiensi dan produktivitas, sehingga sesuatu yang efektif pastilah menjadi efisien dan produktif.

Efektif berarti melakukan sesuatu tepat pada targetnya, serta tidak membuang-buang waktu dan energi untuk berputar-putar di luar zona target.  Setiap pekerja yang efektif,  perhatiannya akan langsung terkonsentrasi dalam fokus yang tinggi terhadap apa yang harus dikerjakan. Jadi, dia tidak akan memperumit sebuah tujuan, tapi membuatnya menjadi sangat sederhana, agar dapat dikerjakan dengan waktu, energi, dan sumber daya yang seminimal mungkin.

Seseorang yang efektif adalah pribadi yang berpikir sederhana terhadap kompleksitas, sehingga dia bisa menguraikan sebuah tujuan melalui keterampilan teknis, manajemen, pikiran, dan emosional.

Efektif berarti cerdas mengelola sumber daya dan orang-orang untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas dengan biaya murah. Diperlukan kecerdaskan pikiran dan emosi positif untuk mendelegasikan, memotivasi, berkomunikasi, dan memahami dinamika kerja dari orang-orang yang dilibatkan. Diperlukan kesederhanaan pola pikir dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, agar dapat menghasilkan pekerjaan yang terukur dalam kualitas dan kuantitas.  Kesabaran, ketenangan, ketegasan, perasaan mampu yang kuat dalam keseimbangan emosi dan pikiran positif, akan menjadi energi yang tepat untuk membantu menjadi pribadi yang efektif dalam tindakan.

Efektivitas adalah sesuatu yang harus dikerjakan melalui tata kelola, dengan bantuan dari berbagai keterampilan yang saling melengkapi. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi adalah energi pengikat dari masing-masing keterampilan untuk melengkapi setiap proses kerja yang efektif. Karakter kerja yang menghormati semua keterampilan dan kepribadian orang lain dengan empati dan toleransi, akan mengembangkan dan memelihara semua keterampilan dan kepribadian, untuk berkontribusi dalam menghasilkan sesuatu yang efektif, efisien, dan produktif.

Efektivitas harus dimulai dari visi yang tergambar secara jelas, lalu dituangkan ke dalam perencanaan yang mudah untuk dikerjakan. Kemudian, mengelola motivasi, komunikasi, disiplin, dan mampu berurusan dengan konflik, serta memiliki solusi dan keputusan yang tepat untuk setiap konflik dan perbedaan. Perencanaan yang dibuat haruslah memiliki ruang untuk menciptakan keputusan baru, pemecahaan masalah, dan perbaikan terhadap hal-hal yang gagal berfungsi. Dan salah satu hal penting adalah menghindari kesalahan administratif dari perencanaan dan tindakan.

Orang-orang efektif selalu mendengarkan dengan perhatian penuh. Mereka sadar bahwa setiap orang hadir untuk memberikan kontribusi. Jadi, mereka selalu menjadi pendengar yang tidak suka interupsi hanya untuk hal-hal tidak penting, apalagi berdebat di luar zona target. Mereka tidak pernah mengabaikan semua orang yang ada dalam tim kerja. Mereka selalu sadar bahwa setiap potensi, keterampilan, pengetahuan, energi, dan sumber daya harus dalam kolaborasi yang kuat, untuk bisa menghasilkan sesuatu yang efektif dari tujuan yang sedang dikerjakan.

Ketika staf berbicara menyampaikan proses pekerjaannya, maka pimpinan yang mendengar dengan mudah dapat memahami dan mengevaluasi kinerja stafnya. Jadi, pemimpin yang efektif selalu senang mendengarkan laporan dari para stafnya, tanpa berdebat dan menghabiskan waktu dalam rapat yang tidak terarah. Dalam ketenangan dan kesabaran mendengar dia mendapatkan pengetahuan yang jelas dari stafnya, sehingga  dia bisa mengukur kualitas kerja stafnya berdasarkan umpan balik yang dia dapatkan dari para stafnya tersebut.

Efektivitas merupakan produk dari keputusan yang tepat terhadap tujuan dari gambaran visi. Setiap kesalahan adalah kelalaian dalam menjalankan komitmen untuk tindakan yang efektif. Setiap orang yang ingin menjadikan dirinya efektif dalam melakukan tugas dan tanggung jawab, maka dirinya harus berkomitmen total untuk menjalankan tujuan dengan pikiran, emosi, sikap, karakter, dan kompetensi yang terfokus untuk efektif.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HUMAN CAPITAL: MODAL MANUSIA ADALAH ASET PERUSAHAAN

HUMAN CAPITAL: MODAL MANUSIA ADALAH ASET PERUSAHAAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Modal Manusia Seperti Ikan Yang Membutuhkan Air Dengan Lingkungan Yang Kaya Makanan. Air Dan Lingkungan Yang Kaya Makanan Untuk Modal Manusia Adalah Budaya Organisasi, Kepemimpinan, Potensi Bisnis, Serta Keunggulan Keuangan Perusahaan. Bila Budaya Organisasinya Lemah, Maka Modal Manusia Tidak Akan Menjadi Aset Yang Unggul. Bila Kepemimpinannya Tidak Efektif, Maka Modal Manusia Sulit Memahami Visi, Misi, Dan Tujuan Perusahaan. Bila Bisnis Dan Potensi Bisnis Tidak Tereksplorasi Dalam Kreativitas Dan Inovasi, Maka Modal Manusia Menjadi Tidak Berharga. Bila Keuangan Perusahaan Miskin Dan Cash Flow Kering, Maka Modal Manusia Akan Kabur Mencari Kehidupan Di Tempat Lain.” ~ Djajendra

Modal manusia adalah sebuah kekuatan yang sangat penting dalam membangun kekayaan perusahaan. Modal manusia yang unggul berpotensi membantu kepemimpinan untuk menjadi lebih efektif dan unggul; membantu pembentukan organisasi yang berbudaya kuat; membantu peningkatan kinerja keuangan perusahaan; serta membantu menciptakan potensi bisnis baru dari hasil kreativitas dan inovasi. Modal manusia yang unggul akan menjadi solusi luar biasa, untuk meningkatkan daya saing perusahaan di level lokal dan global.

Mengelola modal manusia membutuhkan strategi yang cerdas untuk dapat mengoptimalkan potensi individu. Untuk itu, perusahaan harus memfasilitasi dan membiayai proses pembelajaran karyawan secara berkelanjutan; Memberikan penghargaan dan memperlakukan karyawan sebagai aset yang paling berharga. Dan kemudian, kepemimpinan harus mengkomunikasikan kinerja dan target dengan jelas dan konsisten; manajer harus adil dan terbuka bersama tanggung jawab untuk penilaian, penghargaan, merawat, dan mengarahkan potensi karyawan ke dalam tanggung jawab bisnis yang lebih tinggi, serta menciptakan inovasi dan mendukung perbaikan terus-menerus di setiap aspek kerja dan bisnis.

Modal manusia berarti para karyawan memiliki kemampuan analisis dan komunikasi yang kuat; antusiasme yang tinggi terhadap pekerjaan; memiliki keunggulan moral dan hati nurani; unggul dalam kreativitas dan rasa ingin tahu secara intelektual; memiliki daya tahan mental dan fisik yang unggul; memiliki karakter proaktif untuk tujuan; memiliki ketajaman naluri bisnis yang kuat; memahami orang, proses, teknologi dan operasional dengan integritas pribadi yang tinggi.

Keunggulan kualitas karyawan sebagai modal manusia dalam perusahaan, akan memungkinkan perusahaan menjaga daya saing, agar dapat memenangkan kompetisi bisnis. Sikap proaktif kepemimpinan perusahaan untuk melindungi modal manusia, seperti melindungi aset penting lainnya, akan membuat perusahaan dan kepemimpinan selalu menjadi lebih unggul dalam mengatasi berbagai potensi risiko. Khususnya, risiko yang bersumber dari perilaku dan cara berpikir sumber daya manusia terhadap bisnis, organisasi, dan kepemimpinan.

Walaupun modal manusia selalu dipersepsikan oleh para ahli sebagai modal tak berwujud. Tetapi, sesungguhnya modal manusia selalu berwujud dalam bentuk perilaku dan cara berpikir. Mungkin modal manusia belum dapat dibukukan seperti modal uang dan modal barang. Tapi, realitas selalu memperlihatkan bahwa modal manusia adalah sesuatu yang sangat menentukan keberhasilan pengelolaan terhadap modal uang dan modal barang. Oleh karena itu, modal manusia harus dapat dikendalikan emosi dan hati nuraninya, agar modal manusia mampu menghasilkan kekuatan moral, untuk digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan semua aset perusahaan, serta untuk dapat melindungi modal keuangan dan potensi bisnis perusahaan dari berbagai risiko.

Modal manusia adalah kekuatan yang paling strategis dalam bisnis. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus cerdas, konsisten, akurat, dan tegas; dalam mengambil keputusan strategis tentang tata kelola kekayaan potensi manusia, agar dapat mengelola karyawan perusahaan sebagai aset dan modal perusahaan yang unggul.

Modal manusia adalah aset terbaik yang dapat digunakan untuk melindungi kekayaan perusahaan dari gerusan inflasi dan risiko lainnya. Sumber daya manusia yang terdidik secara moral, etika, hati nurani, karakter, kualitas, dan kompetensi, akan menjadi pelindung terbaik terhadap daya saing perusahaan di sepanjang waktu, dan di setiap situasi.

“Orang Cerdas Akan Menjadikan Dirinya Sebagai Aset Investasi Terbaik. Dan, Dia Akan Menjadi Pembelajar Seumur Hidup, Untuk Menjadikan Dirinya Sebagai Modal Manusia, Yang Mampu Menjadi Aset Produktif Buat Dirinya Dan Orang Lain.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com