KUATKAN MENTAL UNTUK MENJALANKAN BISNIS DENGAN DOLLAR DI ATAS Rp 14.000,-

PIKIRAN BERTINDAK“Ketangguhan mental dan aliran energi pemenang di tengah krisis, akan menjadi kekuatan untuk meraih kemenangan bagi bisnis Anda.”~Djajendra

Sebuah titik krisis adalah ujian bagi ketangguan mental pebisnis. Siapa yang tangguh dan kreatif akan muncul sebagai pemenang. Krisis dan kesulitan pasti berlalu, tetapi saat mereka hadir, kepanikan dan kebingungan bisa membuat mental buntu dan tanpa solusi.

Bagi para pemenang, apapun tantangannya, dia selalu kuat, dan berani mengambil sikap untuk bergerak melalui disiplin bagi keberhasilan. Mereka mampu berprestasi di atas hambatan dan rintangan. Mereka selalu bersikap tegas, optimis, kreatif, berani, ikhlas dan fokus pada pencapaian terbaik. Mereka mampu memetakan persoalan dengan kreatif dan cerdas, lalu mengatasi semua hal di titik krisis dengan sempurna.

Bagi mental kalah, mereka begitu mudah terjebak di dalam kesulitan, lalu mengeluh dan putus asa dengan realitas. Mereka sangat pintar melempar kesalahan kepada yang lain, dan sibuk membuang energi untuk mencari alasan pembenaran atas ketidakmampuan mereka.

Ada sebuah cerita yang begitu luar biasa dari seorang pemenang sejati bernama Thomas Alva Edison. Pada tahun 1914 pabrik Thomas Edison terbakar habis, semua penemuan dan prototipe hancur terbakar menjadi abu, dan dia mengalami kerugian sekitar lebih dari 23 juta dollar pada saat itu. Atas kejadian tersebut, Thomas Alva Edison tidak sedih, dia hanya berkata “Bersyukurlah semua kesalahan kami terbakar. Sekarang kami bisa memulai lagi dengan lebih hebat.” Reaksi Thomas Alva Edison menggambarkan jiwa yang tangguh dan penuh optimis. Di saat semua kekayaannya terbakar habis, dia melihat peluang untuk bekerja dengan lebih hebat lagi. Ketika gagal 10.000 kali, Thomas Edison hanya berkata, “ saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan bekerja.” Thomas Alva Edison adalah role model tentang ketangguhan di tengah krisis. Dia tetap meningkatkan pencapaian di titik krisis yang dia hadapi. Dia tetap penuh semangat di titik krisis yang dia hadapi. Dia tidak pernah mengeluh, melemparkan kesalahan, dan lari dari kenyataan.

Landasan ketangguhan mental adalah pikiran positif dan kecerdasan emosional. Ketika emosi dan pikiran Anda dalam wilayah positif, maka Anda menjadi sangat optimis dan produktif. Energi positif dapat meningkatkan semangat untuk tampil lebih fleksible dalam menjalankan usaha.

Jadilah lebih percaya diri. Bila titik krisis sudah terjadi, tugas Anda adalah meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri untuk menemukan peluang baru dari keadaan yang ada. Oleh karena itu, tingkatkan semangat karyawan dan pimpinan perusahaan Anda. Latih mereka menjadi energi optimis dengan mental tangguh. Tingkatkan kemampuan mereka untuk menjadi lebih percaya diri dalam menemukan solusi. Tanamkan keyakinan positif dan optimis atas potensi krisis yang ada, jangan menutupi apapun, bangkitkan semangat kerja keras mereka di tengah ketidakamanan bisnis Anda. Mental karyawan dan pimpinan tangguh selalu bergairah dengan tantangan yang ada, dan sangat cerdas menginspirasi orang lain untuk membantu mereka mencapai kinerja yang diinginkan, walau realitas bisnis sedang di tengah krisis.

Krisis merupakan tanda untuk merangkul perubahan, dan tidak lagi ngotot dengan apa yang sudah direncanakan. Miliki perilaku kerja yang fleksible dan terus-menerus beradaptasi dengan perubahan. Krisis tidak boleh melumpuhkan proses bisnis Anda, tetaplah kreatif dan rendah hati. Kuatkan mental orang-orang di internal perusahaan, yakinkan dan bangkitkan semangat kerja dengan etos yang luar biasa untuk tetap menang di tengah badai krisis.

Jadilah rendah hati dan kreatif di tengah potensi perubahan oleh dampak krisis. Tenangkan pikiran, kuatkan energi positif, lancarkan energi dari otak sampai ke ujung kaki Anda. Bernafaslah dalam-dalam dan yakinlah bahwa Anda sangat terbuka untuk mengenali, memanfaatkan, dan menciptakan peluang di tengah krisis yang terjadi. Perubahan adalah pasti, dan bila Anda bersahabat dengan perubahan, Anda akan selalu menciptakan peluang baru bagi kemajuan bisnis Anda.

Bila bisnis Anda sedang mengalami kesulitan dan kegagalan, maka rangkullah kegagalan tersebut. Jangan marah atau memusuhi kegagalan. Orang-orang bermental tangguh selalu menerima kegagalan, kerugian, kehilangan dan kesulitan dengan tangan terbuka. Lalu, mereka menjadikannya sebagai guru dan belajar dari mereka untuk menuju sukses ke level yang lebih tinggi.

Walau Rupiah sudah di atas Rp 14.000,- per dollar Amerika, dan sebagian pebisnis yang sudah pusing tujuh keliling. Hal ini bukan sebuah akhir, tetapi sebuah awal untuk kemajuan yang lebih tinggi.Oleh karena itu, kuatkan mental dan energi pemenang melalui budaya organisasi Anda agar semua sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan etos kerja dari sumber daya manusia perusahaan Anda mampu menang di tengah krisis; mampu sukses dan mencapai kinerja terbaik di tengah potensi krisis.

Jangan terjebak di tengah krisis, jangan frustasi di tengah badai krisis. Kuatkan mental pemenang dan energi pemenang di tengah lingkungan kerja Anda agar semua insan perusahaan Anda mampu membuka jalan bagi keberhasilan bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERURUSAN DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

“Bagi manipulator, mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara, adalah kebenaran. Kesepakatan yang tidak sesuai tujuan mereka, pasti mereka khianati.”~Djajendra

Sangat pintar memutarbalikan fakta; sangat berkemampuan berbohong dan membenarkan kata-kata bohongnya; sangat pintar memanipulasi keadaan; sangat pintar berargumen tanpa logika, tanpa akal sehat; sangat pintar berputar-putar, menarik ulur, dan menciptakan persepsi seolah-olah dirinya dirugikan. Mereka adalah para manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan.

Seorang manipulator memiliki energi negatif dalam wujud licik, trik negatif, kecurangan, tipu daya, menyelewengkan, menyalahgunakan, dan berlogika tanpa akal sehat. Mereka cerdas menguasai kelemahan lawan. Setelah kelemahan lawan ditemukan, mereka akan menggunakannya untuk menyerang dari setiap sisi dan sudut. Mereka tidak malu dengan persepsi orang banyak; mereka ngotot dan sangat percaya diri, untuk menghalalkan segala cara demi tujuan. Mereka memiliki banyak akal negatif, dan selalu siap melanggar etika demi mencapai tujuan. Mereka terus-menerus akan mengulang rencana tidak baiknya, untuk mengambil keuntungan dari ketidakmampuan lawan. Mereka tidak akan menghentikan sebuah eksploitasi terhadap hal-hal buruk lawannya. Mereka adalah manipulator ulung, yang sangat terlatih untuk memanipulasi realitas.

Bagaimana cara berurusan dengan manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan?

Memang tidak mudah menghadapi orang-orang yang cerdas memanipulasi. Mereka sangat berkemampuan dan sangat ahli, untuk menghalalkan segala cara. Mereka memiliki banyak akal buruk, untuk membuat Anda tidak berdaya. Tetapi, mereka suka lupa bahwa kebenaran selalu menang, walau kemenangannya itu harus melewati sebuah proses panjang, yang dinamis dan tidak pasti.

Biasanya, seorang manipulator berkarakter tinggi hati dan sangat percaya diri. Dan, inilah titik lemah dia. Sikap yang berlebihan dan sombong menjadikan dirinya mudah jatuh dan kalah. Sikap yang berlebihan dan sangat tinggi hati, menjadikan dia sebagai musuh akal sehat, sehingga dia harus berhadapan dengan realitas yang memusuhi keberadaannya.

Para manipulator suka lupa bahwa akal sehat selalu menguatkan dirinya di tengah diamnya orang banyak. Akal sehat tidak pernah mati oleh seorang manipulator hebat. Akal sehat selalu meningkatkan kekuatan, dan mengkonsolidasikan ketangguhannya, untuk mengalahkan manipulator.

Jadi, bagaimana cara Anda menghadapi para manipulator?

Jawabannya sangat mudah. Miliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan, yang kuat memagari Anda dari para manipulator. Jadilah pribadi yang konsisten dengan nilai-nilai kehidupan positif. Apapun hal terburuk yang sedang Anda hadapi, jangan pernah ragu, untuk tetap memegang erat prinsip dan nilai-nilai positif.

Kuatkan integritas diri sendiri. Kuatkan dan kayakan pikiran bawah sadar dengan nilai-nilai positif dan optimis. Latih jiwa, raga, dan pikiran untuk menjadi pejuang kebaikan. Siapkan mindset positif untuk mengawal sikap, perilaku, kebiasaan, dan emosi agar selaras dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan positif.

Orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak akan menyerah oleh persepsi umum yang memusuhi sikap dan perilaku mereka. Mereka dengan licik akan menciptakan manipulasi-manipulasi baru demi mencapai tujuan. Mereka sangat tangguh dan kuat, untuk menciptakan pengaruh pada kelompoknya, dan sangat solid di dalam kebersamaan.

Para manipulator sangat berkeyakinan, untuk mempengaruhi kehidupan sosial. Mereka akan bersikap, seolah-olah mereka adalah dewa penolong, yang bisa menyelamatkan kepentingan orang banyak. Tetapi, cara mereka ini hanya akan sukses; bila kehidupan sosial buta informasi, rendah wawasan, terdoktrin oleh nilai-nilai dari tujuan, yang mereka perjuangkan.

Dalam kehidupan masyarakat yang terbuka dan kaya informasi, para manipulator mudah dikalahkan oleh kecerdasan akal sehat. Mereka sulit mendapatkan hati dari akal sehat orang banyak. Mereka hanya berpotensi menjadi musuh bersama dari akal sehat. Semua upaya dan perjuangan mereka, untuk mencapai tujuan, akan gagal dan sulit diwujudkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TRANSPARANSI ADALAH JALAN UNTUK MENUJU INTEGRITAS DAN AKUNTABILITAS

DJAJENDRA 0988“Ketika Anda memperlihatkan integritas dengan cara menjadikan pekerjaan Anda lebih akuntabel dan transparan, maka publik akan memberikan Anda kredibilitas dan reputasi, karena hebatnya integritas Anda kepada apa yang Anda lakukan.”~Djajendra

Transparansi bertujuan untuk menghindarkan seseorang dari rasa curiga orang lain kepadanya, dari fitnah, dari persepsi negatif, dan juga menjauhkan dirinya dari energi korupsi. Intinya, bila tidak ingin difitnah, dituduh melakukan korupsi atau menyalahgunakan jabatan dan wewenang, maka bekerjalah dengan transparan. Jadilah terbuka dan tunjukkan pola kerja dengan tingkat transparansi yang sempurna.

Transparansi di tempat kerja berarti tidak ada yang disembunyikan dari tanggung jawab dan pekerjaan; tidak ada yang dibuat tidak terlihat agar bisa mendapatkan keuntungan buat diri sendiri; selalu mempertanggung jawabkan dan menjadikan jelas atas tujuan, kegiatan, struktur, informasi, pengambilan keputusan, penggunaan sumber daya, penggunaan kekuasaan dan jabatan.

Kejujuran, keterbukaan, keandalan, dan pertanggung jawaban adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan transparansi dengan baik. Transparansi mampu mencegah semua potensi niat tidak baik, ataupun semua potensi yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi dari yang bukan haknya. Transparansi akan menyelamatkan sumber daya perusahaan dari perilaku korup ataupun mencegah potensi korupsi di tempat kerja.

Bila perusahaan ingin meningkatkan kualitas integritas dan akuntabilitas karyawan di tempat kerja, maka transparansi haruslah menjadi budaya yang berkarakter kuat di dalam kepribadian masing-masing individu di tempat kerja. Tanpa kekuatan transparansi tidaklah mungkin integritas dan akuntabilitas dapat diwujudkan di tempat kerja. Transparansi membuat setiap aspek dan dimensi kerja menjadi lebih jelas dan terang, sehingga semua informasi yang paling jujur tersedia untuk kebutuhan manajemen dan publik.

Menjalankan pekerjaan dengan akurasi, tanggung jawab, dan integritas. Ini berarti, apapun yang dikerjakan atau diberikan tugas dan tanggung jawab, maka mampu secara profesional memberikan laporan yang benar dan jujur. Intinya, transparansi membutuhkan segala sesuatu yang jelas, serta terinci dengan benar dan jujur untuk dapat dipertanggung jawabkan dimanapun dan kapanpun.

Ketika transparansi diabaikan, maka penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan untuk keuntungan pribadi pasti akan dilakukan. Tanpa transparansi akan tercipta ruang gelap atau hutan belantara di dalam sistem kerja. Jelas, di dalam kondisi seperti ini, orang-orang yang lemah integritas pribadinya dan yang terobsesi untuk kaya dengan segala cara berpotensi melakukan korupsi. Biasanya, mereka yang lemah ini akan menyalahgunakan sumber daya perusahaan termasuk sumber daya keuangannya. Jadi, walaupun secara formal sudah menjalankan good governance dengan baik, tetapi mereka akan lebih fokus untuk mencari celah agar dapat menyembunyikan pola dan cara mereka membuat keputusan untuk keuntungan pribadi.

Transparansi adalah cara untuk menghentikan konflik kepentingan. Bila semua proses kerja dilakukan secara terbuka dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi, maka tidak akan ada ruang untuk konflik kepentingan, sehingga semua orang dapat melakukan kegiatan kerja dengan tenang dan sangat profesional. Apalagi bila sistem kerja, prosedur, nilai-nilai budaya kerja, tata kelola yang etis, dan prinsip-prinsip good governance mampu dijalankan di dalam kekuatan transparansi dan akuntabilitas yang konsisten, maka konflik kepentingan secara otomatis akan berhenti.

Transparansi menjadi sangat penting untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi. Transparansi akan membangun kepercayaan dalam diri setiap orang di dalam organisasi, untuk menjadi lebih setia dan melayani organisasi dengan sepenuh hati. Transparansi akan menguatkan perilaku etis dan profesional, sehingga stakeholder menjadi semakin percaya kepada keunggulan perusahaan. Transparansi akan mencegah niat untuk melakukan korupsi, sehingga perusahaan dapat beroperasi secara efektif dan efisien.

Transparansi adalah jalan untuk menuju integritas dan akuntabilitas. Setiap pemimpin di tempat kerja wajib memimpin dengan keteladanan dan memberi contoh integritas dan akuntabilitas yang konsisten. Pemimpin merupakan kunci untuk dapat menjalankan transparansi di tempat kerja. Bila pemimpin secara konsisten berperilaku dan bersikap sesuai nilai-nilai budaya organisasi dan prinsip-prinsip good governace, maka seluruh karyawan akan terpengaruh untuk bekerja dengan lebih transparan termasuk meningkatkan kualitas diri untuk akuntabilitas dan integritas yang lebih baik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MENJALANKAN AKUNTABILITAS DI TEMPAT KERJA

DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL 2014

“Akuntabilitas dihasilkan dari integritas dan transparansi, yang dilakukan secara konsisten dan sepenuh hati oleh pribadi-pribadi yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya.”~Djajendra

Dalam praktik Good Corporate Governance, akuntabilitas adalah sebuah nilai dan juga prinsip yang wajib dijadikan sebagai karakter kerja. Realitasnya, semua orang mengerti dan paham tentang makna akuntabilitas, tetapi mereka tidak mampu menjalankannya.

Akuntabilitas berarti individu bertanggung jawab penuh atas pikiran, perkataan, perbuatan, emosi, cara kerja, keputusan, dan sikap di tempat kerja. Dalam hal ini, individu wajib memiliki integritas dan transparansi di dalam perilaku kerjanya, sehingga dari sanalah akuntabilitas dapat dijadikan karakter kerja untuk memperkuat tugas dan tanggung jawabnya.

Seseorang dengan akuntabilitas yang tinggi tidak akan melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain. Seorang manajer dengan akuntabilitas yang baik pasti merasa bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang dibuat oleh para stafnya. Demikian juga dengan seseorang yang memegang hirarki tertinggi, bila dia memiliki akuntabilitas, maka dia selalu akan bertanggung jawab penuh atas tindakan orang-orang yang dia pimpin.

Karena akuntabilitas ini sesuatu yang tidak sederhana dan mudah, maka diperlukan pengendalian diri, kejujuran dan keikhlasan. Bila tidak mampu menjalankan sebuah tanggung jawab, lebih baik jangan diambil tanggung jawab tersebut. Jangan karena ingin kekuasaan, jabatan, fasilitas, dan uang yang banyak, lalu mengambil sebuah pekerjaan yang tidak mampu Anda pertanggung jawabkan dengan penuh integritas. Jadilah pribadi yang bekerja secara profesional dan bukan oleh nafsu untuk mengejar kepentingan pribadi dengan segala cara.

Pastikan bahwa sebelum membuat komitmen dan kewajiban, sudah dengan sangat jujur menilai kemampuan dan kualitas kompetensi diri sendiri, sehingga diri sudah dapat memetakan batas akuntabilitas yang mampu dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Jagalah kata-kata dan sikap agar tidak berlebihan. Jangan menawarkan hal-hal yang tidak dapat Anda pertanggung jawabkan. Terimalah pekerjaan yang bisa Anda lakukan dengan tulus, penuh kualitas, penuh integritas, dan selalu mampu menindaklanjutinya dengan cara-cara yang lebih kreatif.

Jangan berikan terlalu banyak janji-janji; jangan membuat rencana tanpa memiliki sumber daya untuk eksekusinya; jangan berandai-andai bersama pikiran dan kecerdasan Anda. Ingat! Akuntabilitas mengukur integritas dan kualitas Anda. Jadi, sekali Anda ingkar janji, gagal mewujudkan rencana, dan tidak mampu memahami realitas, maka rusaklah akuntabilitas Anda, dan Anda tidak akan dipercaya lagi, atau mungkin terpaksa harus berurusan dengan hukum.

Memiliki akuntabilitas berarti melakukan yang terbaik dengan sebenar-benarnya, dan tidak mengabaikan atau menyesatkan tanggung jawab. Bila Anda sepenuh hati mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan integritas yang tinggi, maka dari waktu ke waktu reputasi dan kredibilitas Anda pasti meningkat pesat. Kepercayaan adalah atribut yang diperoleh dari akuntabilitas Anda. Jadi, bersikaplah dan bertindaklah dengan konsisten agar Anda menjadi pribadi yang selalu dipercaya dan diandalkan.

Di tempat kerja, setiap karyawan wajib memiliki akuntabilitas atas hubungan, posisi, tugas, pekerjaan, dan hirarki. Sebagai profesional wajib bertanggung jawab kepada pemberi kerja/perusahaan termasuk memiliki akuntabilitas kepada tata kelola, standar perilaku, kinerja, etika, dan tata krama.

Ketika akuntabilitas sudah menjadi karakter kerja, maka karyawan secara pribadi merasa bertanggung jawab penuh atas tindakan, kelalaian, dan keputusan yang dibuat. Oleh karena itu, mereka akan bekerja dengan prinsip kehati-hatian; patuh pada hukum dan etika; bekerja dengan profesional untuk patuh pada prosedur dan sistem; patuh pada standar kerja perusahaan; selalu menggunakan bukti dan mengadministrasikan bukti untuk pertanggung jawaban; bekerja melalui proses kerja yang taat tata kelola dan praktik-praktik terbaik; apapun yang dilakukan atau dikerjakan selalu berdasarkan pengetahuan yang jelas dan tepat; semua tindakan pasti memenuhi syarat untuk menjadi hasil akhir yang dapat dipertanggung jawabkan.

Orang-orang dengan akuntabilitas yang tinggi selalu hidup dalam integritas yang tinggi; sehingga semua sikap dan tindakan mereka menjadi unggul dalam etika, prinsip, nilai-nilai, tata kelola, sistem, dan akal sehat. Dalam hal ini, mereka juga bertindak dengan mengambil inisiatif untuk mewujudkan tanggung jawab mereka dengan penuh integritas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENUNTASKAN MASALAH

“Hiduplah di tengah orang-orang yang suka memecahkan masalah, bukan yang suka mengkonflikkan masalah. Jadilah pribadi yang mendukung orang-orang yang memecahkan masalah, jangan pernah mendukung orang-orang yang hobinya menciptakan masalah. Temukan masalah untuk dipecahkan, jangan menemukan masalah untuk diperdebatkan.” ~ Djajendra

Masalah adalah bagian dari kehidupan yang membutuhkan solusi yang terhitung risikonya. Masalah selalu membawa peluang dan kesempatan. Bila masalah disikapi dengan pikiran kreatif dan emosi yang cerdas, maka masalah akan memberikan sebuah peningkatan dan kemajuan.

Jangan takut dengan masalah. Hadapi masalah dengan sikap optimis, temukan solusi untuk menuntaskan masalah tersebut. Kuatkan keterampilan hidup dengan ilmu pemecahan masalah, dan siapkan mental positif untuk pemecahan masalah yang tepat terhadap setiap masalah.

Bila Anda terlatih dan terbiasa untuk mengatasi masalah dengan tenang, dan dengan taktik yang tepat untuk pemecahan masalah, maka hidup Anda pasti selalu dengan solusi dan terarah pada kemajuan. Biasakan untuk tersenyum pada masalah, biasakan untuk mengalir di tengah-tengah masalah, tanpa khawatir dan takut terhadap masalah tersebut.

Masalah selalu hidup di tengah-tengah perbedaan. Perbedaan cara berpikir, perbedaan cara bersikap, perbedaan persepsi, perbedaan pendekatan, perbedaan keyakinan, dan semua yang sifatnya berbeda, berpotensi menciptakan masalah. Intinya, masalah selalu hidup dan tumbuh di tengah-tengah realitas kehidupan.

Hiduplah di tengah orang-orang yang suka memecahkan masalah, bukan yang suka mengkonflikkan masalah. Jadilah pribadi yang mendukung orang-orang yang memecahkan masalah, jangan pernah mendukung orang-orang yang hobinya menciptakan masalah. Temukan masalah untuk dipecahkan, jangan menemukan masalah untuk diperdebatkan.

Masalah hadir dalam berbagai dimensi dan ukurannya. Ada masalah kecil, masalah besar, masalah yang sangat kompleks, masalah yang penuh dilema, masalah yang menghilangkan akal sehat, atau juga masalah yang sulit untuk pemecahaannya. Tetapi, apapun realitas dari masalah itu, tetaplah temukan solusi, dan hindari konflik.

Konflik adalah tanda bahwa diri belum bersyukur dengan hidupnya, dan belum berterimakasih kepada TUHAN. Biasanya, orang-orang yang belum mampu bersyukur, belum mampu ikhlas, belum mampu berjiwa besar, dan belum mampu hidup di dalam energi positif, akan menjadikan masalah sebagai akar konflik. Dan juga, tidak akan pernah mampu menemukan cara untuk menyelesaikan masalah. Sebab, mereka hidup di dalam egonya yang menutup pikiran baik dan emosi cerdas mereka.

Setiap masalah harus dipahami akar persoalannya. Setelah itu, mendefinisikan masalah tersebut agar dapat dilihat dan diukur dengan tepat. Selanjutnya, mendiskusikannya dengan cara menciptakan berbagai macam alternatif. Pastikan setiap alternatif memiliki konsekuensi yang berisiko minimal. Kemudian, melakukan evaluasi atas alternatif pilihan, mendekati masalah dengan hati yang bersih, tanpa membawa agenda pribadi. Terapkan alternatif yang dipilih dan jadikan solusi yang paling tepat.

Jangan pernah terobsesi untuk menyenangkan hati semua orang dengan solusi Anda. Tidak mungkin Anda bisa menyatukan semua orang di dalam solusi Anda. Anda hanya dapat menerapkannya dengan konsekuensi berisiko minimal, dan mengelola setiap orang agar mereka berkontribusi secara positif untuk mewujudkan solusi Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CERDASKAN EMOSI SEBELUM MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN INSTING

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3“Insting adalah keputusan yang bersumber dari pikiran bawah sadar. Dalam keadaan yang terdesak, saat pikiran sadar kekurangan pengetahuan dan cara, maka pikiran bawah sadar bisa secara otomatis mengeluarkan solusi. Sebaiknya, insting hanya digunakan oleh orang-orang yang sangat berpengalaman secara praktis, dan yang berani bertanggung jawab atas kegagalan instingnya. Sebab, keputusan berdasarkan insting bukanlah keputusan akal sehat, tetapi merupakan keputusan spekulasi untuk mengambil sikap atas sebuah persoalan.”~Djajendra

Pikiran bawah sadar merupakan tempat menyimpan segala sesuatu. Apapun yang pernah masuk ke pikiran bawah sadar, tidak bisa dihapus lagi. Boleh saja pikiran sadar lupa atau tidak mengetahuinya, tetapi pikiran bawah sadar selalu menyimpan segala sesuatu, tanpa sepengetahuan pikiran sadar. Biasanya, pikiran bawah sadar akan membantu pikiran sadar dalam bentuk insting, naluri, intuisi, atau dalam bentuk emosi yang lainnya.

Insting, naluri, dan intuisi adalah bagian dari keberanian untuk spekulasi. Dan, tentu saja, keberanian untuk spekulasi berarti berani menerima risiko. Biasanya, dalam hal ini, risiko tersebut tidak terpetakan dan tidak terkelola, sehingga hasil akhirnya bisa untung atau rugi. Dalam bisnis, sebagian besar pemilik bisnis pasti menggunakan insting, naluri, dan intuisi untuk membuat keputusan. Termasuk, sebagian orang yang suka berspekulasi dibidang apapun, pasti terbiasa menggunakan insting untuk membuat keputusan. Intinya, siapapun yang berani bertanggung jawab atas risiko dan hasil akhirnya, pasti berani mengambil keputusan dengan instingnya.

Insting yang baik adalah yang berlandaskan emosi cerdas. Emosi yang cerdas berpotensi menghilangkan nafsu serakah, berpotensi mengurangi dorongan oleh ego yang merasa paling tahu, atau rasa percaya diri yang merasa paling mampu. Bagaimanapun keputusan berdasarkan insting hanyalah boleh dilakukan untuk persoalan-persoalan yang tidak berdampak luas. Bila sebuah keputusan berdampak luas dan menyangkut kehidupan banyak orang, maka keputusan rasionallah yang paling tepat. Sebab, dalam keputusan rasional, ada hitung-hitungannya yang sangat jelas dan pasti, termasuk sudah ada perhitungan dan pemagaran terhadap potensi risiko.

Dalam urusan negara atau pemerintahan sebaiknya tidaklah boleh menggunakan keputusan berdasarkan insting, naluri, atau intuisi. Sebab, bila keputusan tersebut gagal, dampaknya berpotensi merugikan negara secara luas. Untuk memenuhi asas akuntabilitas, maka setiap keputusan yang dibuat wajib berdasarkan keputusan rasional dengan perhitungan dan skenario yang jelas, dan dapat dipertanggung jawabkan. Intinya, jangan sampai urusan negara dan pemerintahan dipermainkan dalam ruang spekulasi; pastikan semua yang diurus dalam negara memiliki energi akuntabilitas, integritas, transparansi, dan harus dapat dijelaskan dengan akal sehat.

Siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting harus juga berani mengambil tanggung jawab. Insting seseorang adalah urusan emosi dirinya, urusan perasaan pribadinya, urusan pola pikirnya, dan urusan sikap pribadinya. Intinya, bila seseorang sudah berani mengambil keputusan dengan insting, maka dia harus bertanggung jawab penuh, tanpa alasan, tanpa pembelaan, atas keputusannya tersebut.

Dalam teori ekonomi, insting adalah bagian dari spekulasi. Proses pengambilan keputusan secara insting sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman di dunia bisnis, pasar modal, pasar uang, dan dalam berbagai urusan yang ruang risikonya terbatas pada individu atau unit usaha. Dalam urusan pemerintahan atau mengurus negara, tidaklah boleh ada unsur spekulasi, sebab yang diperjudikan adalah seluruh warga negara dan sumber dayanya.

Keputusan yang tepat adalah keputusan yang dibuat secara rasional dengan perhitungan yang terukur risiko dan peluangnya. Jadi, siapapun yang mengambil keputusan secara insting dan mencoba merasionalkannya, maka dia harus membuat perhitungan dan skenario yang jelas agar kebenaran instingnya tersebut dapat dia pertanggung jawabkan setiap saat.

Intuisi haruslah bersumber dari pikiran jernih dan terang. Di dalam ketenangan sikap dan cara berpikir, di dalam emosi yang cerdas, di dalam ketulusan dan keikhlasan hati, maka intusi yang tepat dapat menciptakan solusi.

Cerdaskan emosi sebelum membuat keputusan dengan insting. Sebab, bila keputusan insting tersebut diragukan oleh banyak pihak, maka diri yang membuat keputusan insting tersebut harus berani mempertanggung jawabkannya dengan ikhlas. Persoalannya, keputusan insting sifatnya perasaan pribadi, dan bukan perasaan orang banyak, sehingga sangat mudah menciptakan berbagai penafsiran yang beragam atas insting seseorang. Jadi, siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting, dia harus berani bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas keputusannya tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HARI ANTI KORUPSI SE-DUNIA 9 DESEMBER 2013

DJAJENDRA2013“Korupsi adalah penyakit mental yang sangat mematikan eksistensi sebuah bangsa. Bila di dalam sebuah bangsa terserang penyakit korupsi, dapat dipastikan bangsa itu akan menjadi bangsa yang lemah, yang selalu sakit-sakitan di berbagai bidang kehidupan.” ~ Djajendra

Pada tanggal 31 Oktober 2003 Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melakukan pengesahan Konvensi PBB Melawan Korupsi (United Nation Convention Against Corruption 2003). Dan juga telah menetapkan setiap tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional. PBB sebagai milik bangsa-bangsa se-dunia berperan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan perdamaian di dunia.

Dalam pandangan PBB, korupsi dianggap telah menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat. Korupsi dianggap dapat merusak keberadaan sebuah bangsa melalui pengkeroposan lembaga-lembaga negara, organisasi bisnis, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai keadilan, keamanan, nilai-nilai etika, hukum, aturan, dan pembangunan berkelanjutan. Dan proses pengkeroposan ini dalam jangka panjang akan menjadikan bangsa tersebut gagal untuk menjadi sebuah bangsa yang adil, sejahtera, kuat, dan unggul di dalam barisan bangsa-bangsa dunia. Karena salah satu tujuan pendirian PBB adalah untuk memecahkan masalah internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusian; termasuk juga untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, maka keprihatinan PBB tentang bahaya korupsi terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat haruslah ditanggapi dengan sepenuh hati.  

Korupsi merupakan ancaman yang sangat serius dan bila tidak ditindak dengan tegas akan meruntuhkan sebuah bangsa di masa depan. Korupsi akan menciptakan Raja-Raja kecil dari hasil kejahatan, yang akan mencoba menguasai sebuah bangsa, lalu mengeksploitasi potensi dan kekayaan bangsa itu untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Kesadaran untuk tidak menganggap kecil persoalan korupsi sangatlah penting. Sikap dan perilaku yang menganggap korupsi sebagai urusan pribadi, serta langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan korupsi yang setengah hati atau ragu-ragu akan memiskinkan, melemahkan, dan membuat bangsa tersebut terjajah oleh utang, serta tak berdaya menghadapi masa depan.

Bila ingin menjadi bangsa yang besar, kuat, sejahtera, unggul, merdeka, dan damai; maka, korupsi harus dihentikan. Cara menghentikan korupsi bukanlah dengan cara perang melawan korupsi, tetapi dengan kesadaran yang tinggi untuk menjalankan nilai-nilai integritas dan etika bisnis di semua aspek kehidupan.

Apapun bila diawali dengan kata perang, maka pertempuran akan dimulai, dan bisa saja kekuatan korupsi yang menang. Jadi, yang diperlukan adalah penegakkan hukum yang tegas, adil, pasti, serta menjalankan kebijakan yang membuat semua orang takut untuk korupsi.

Kekuatan hukum yang ketat di dalam integritas dan akuntabilitas akan membuat hukum sebagai obat mujarab untuk menghentikan korupsi. Kekuatan pemerintah dan kekuasaan yang anti korupsi akan mendedikasikan tata kelola negara untuk keunggulan bangsa. Kekuatan masyarakat yang anti korupsi akan menjadikan moral dan etika sebagai pencegah korupsi. Kekuatan kepemimpinan yang anti korupsi akan menjadikan negara unggul dan mampu berdiri sebagai kekuatan yang dihormati.

Korupsi yang sudah sistemik hanya dapat diperbaiki dengan hukum yang bersumber dari kekuatan integritas, ketegasan, dan keadilan. Orang-orang baik yang terjebak di arus korupsi masih bisa disadarkan secara moral. Tetapi, orang-orang tidak baik yang suka korupsi pastilah tidak bisa disadarkan dengan kekuatan moral. Sebab, jiwa mereka sedang dihuni oleh energi negatif, dan hanya hukum yang paling tegas, yang dapat mencegah mereka dari korupsi.

Koruptor adalah predator yang sangat rakus dan memakan segalanya. Sifat sangat rakus ini membuat koruptor tidak peduli kepada masa depan bangsa dan negara, tetapi dia sangat peduli kepada masa depan dirinya dan keluarganya. Koruptor selalu hidup dalam ambisi untuk mengeksploitasi apapun dengan sangat rakus, kalau bisa semua kekayaan dan kesejahteraan hanya menjadi miliknya sendiri.

Mengucapkan Selamat Hari Anti Korupsi Se-Dunia 9 Desember 2013

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMATUHI ATURAN, PERATURAN DAN MENGIKUTI PROSEDUR DENGAN PERILAKU KERJA YANG PROFESIONAL

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.”~ Djajendra     

Dalam sebuah organisasi sangat banyak kepentingan yang terlibat di dalamnya, sehingga semua orang harus disatukan ke dalam budaya kehidupan kerja yang fokus pada visi, misi, dan tujuan bersama.

Bila semua orang sudah merasa bersatupadu di dalam lingkungan kerja yang solid dan harmonis; maka hal ini akan menjadi energi yang meningkatkan moral, kepuasan kerja, kinerja, produktivitas, hubungan, dan semangat kontribusi yang terus-menerus menjadi lebih baik. Semua ini hanya bisa didapatkan dari penegakkan aturan dan peraturan yang lebih tegas, tepat, konsisten, serta jelas dan mudah untuk dipahami.

Organisasi yang unggul pasti dibangun dengan infrastruktur dan sistem yang baik, serta diperkuat dengan aturan dan prosedur yang jelas, tegas, mengikat, dan konsisten. Jadi, aturan, peraturan, dan prosedur dibuat untuk dipatuhi agar kehidupan kerja menjadi lebih konsisten di dalam kepastian dan ketegasan.

Semakin banyak jumlah orang di sebuah organisasi semakin beragam pola pikir, kepentingan, niat, kepercayaan, keyakinan, cara kerja, dan pola kerja mereka. Dan semua ini menjadi sangat penting untuk diatur dalam satu kepastian dan ketegasan, dengan maksud agar semua orang bisa memahami dan menegakkan irama kehidupan kerja di dalam aturan bersama.

Aturan dan peraturan bukanlah tanda ketidakpercayaan, tetapi merupakan tanda kepastian dan ketegasan, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan nilai dan prinsip yang dimiliki organisasi. Jadi, di tempat kerja, tidaklah etis bila membenci aturan-aturan yang mendisiplinkan diri untuk patuh pada berbagai kebijakan dan strategi organisasi. Sebab, aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.

Setiap orang di dalam organisasi wajib untuk mempercayai aturan dan peraturan, serta tidak berpikir bahwa dirinya tidak dipercaya sehingga harus diatur dengan peraturan. Gunakan akal sehat dan pahami konsekuensi bila semua orang menjadi tidak patuh pada aturan dan peraturan.

Pengawasan yang penuh disiplin dalam penegakkan aturan dan peraturan sangatlah diperlukan. Sebab, pada kenyataannya tidak semua orang memiliki tingkat akal sehat yang sama, atau kesadaran akan konsekuensi atas tidak patuhnya pada aturan, peraturan, dan juga pada prosedur organisasi.

Ketidakpatuhan pada aturan, peraturan, dan prosedur sangatlah berisiko untuk menciptakan penggelapan, penyalahgunaan, kesalahan, penyembunyian, dan perbuatan pelanggaran etika, yang pada akhirnya menjadi sesuatu yang merugikan semua pihak.

Penegakkan peraturan dan aturan yang tegas di tempat kerja akan menjadi kekuatan yang sempurna untuk menjalankan budaya integritas, kejujuran, loyalitas, keamanan kerja, kepedulian, tanggung jawab, keterbukaan, serta perjuangan untuk pencapaian kinerja organisasi dan pencapaian kesejahteraan dari para pemangku kepentingan.

Organisasi yang tertata rapi dengan aturan, peraturan, prosedur, sistem, dan nilai-nilai budaya kerja, serta dipatuhi dengan sepenuh hati dan totalitas dari jiwa-jiwa yang penuh integritas, akan menjadi tempat kerja yang menguntungkan dan melindungi semua pemangku kepentingan. Jadi, mematuhi aturan, peraturan, dan prosedur akan membantu diri sendiri untuk mendapatkan lingkungan kerja yang menjanjikan karir dan masa depan yang lebih menyenangkan.

Tempat kerja yang sehat dan produktif haruslah diciptakan dari semangat peningkatan moral kerja; dari ketekunan dan kehadiran; dari  produktivitas yang lebih baik; dan dari perilaku kerja yang patuh pada aturan, peraturan, dan prosedur. Dan jelas, semua cara ini adalah strategi yang paling praktis dan paling murah untuk digunakan dalam menciptakan lingkungan kerja berbudaya kinerja dan integritas.

Mematuhi aturan, peraturan dan mengikuti prosedur dengan profesional adalah langkah praktis untuk menciptakan iklim dan praktik organisasi dengan tata kelola yang baik. Dampak positifnya, setiap individu akan bekerja di dalam kepastian dan ketegasan, serta menjadi energi yang mempromosikan kesehatan organisasi melalui kesehatan mental, fisik, dan moral masing-masing.

Setiap orang yang patuh pada aturan dan peraturan akan menjadi energi positif, yang menciptakan lingkungan kerja menjadi lebih terawat, aman, nyaman, berkualitas, unggul, produktif, efektif, efisien. Dan lebih dari itu, mampu mempertahankan orang-orang terbaik untuk selamanya setia kepada organisasi, juga mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi setiap orang untuk menjadi lebih berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MELINDUNGI ORGANISASI DARI PERILAKU TIDAK JUJUR

DJAJENDRA2013“Orang cerdas bila perilakunya tidak jujur, dia akan menjadi sesuatu yang buruk untuk kehidupan.” ~ Djajendra

Pada awalnya, orang-orang suka kagum pada kecerdasan dan sopan santun seseorang. Pada akhirnya, orang-orang akan menilai seseorang dari perilaku jujur yang penuh integritas. Jadi, seseorang yang sangat terpelajar dan juga yang sangat cerdas, bila memiliki perilaku tidak jujur dan miskin integritas, maka dia akan dianggap sebagai sesuatu yang merusak kehidupan dan kebaikan.

Bila kecerdasan disalahgunakan untuk melayani ketidakjujuran, maka kecerdasan itu akan menjadi musibah untuk kehidupan. Sebab, ketidakjujuran adalah perilaku yang menyakitkan ataupun merugikan orang-orang yang menerima ketidakjujuran itu. Jadi, siapapun yang mempraktikkan perilaku tidak jujur, yang memperkaya diri sendiri, adalah energi negatif yang pasti menjatuhkan kinerja organisasi, dan merugikan para pemangku kepentingan.

Organisasi selalu menginginkan sumber daya manusia yang berpendidikan dengan prestasi tinggi, terampil, cerdas, beretos kerja profesional, kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, serta patuh pada etika dan integritas. Ini semua diharapkan menjadikan organisasi semakin kuat dan unggul dalam melayani tanggung jawab. Tetapi, sumber ketidakjujuran di dalam organisasi  juga selalu dimunculkan oleh orang-orang yang sangat pintar, berpendidikan sangat tinggi, sangat sopan, sangat bermoral tinggi, dan seolah-olah hidup dalam etika dan integritas tanpa celah.

Untuk orang-orang jujur yang sangat patuh pada etika dan integritas, saat terpaksa harus berurusan dengan seseorang yang tidak jujur, dan bila tidak punya pilihan sama sekali, mereka pastilah dirugikan dan sekaligus disakitkan. Mereka yang jujur pasti sulit melindungi diri dari kebohongan dan ketidakjujuran, karena tidak diberikan pilihan untuk bersikap jujur oleh yang tidak jujur. Pada akhirnya, mereka yang jujur tidak bisa melindungi diri dari efek buruk ketidakjujuran tersebut.

Agar kejujuran menjadi perilaku yang dipatuhi oleh semua orang, maka etika dan integritas wajib untuk diinternalisasikan secara rutin ke dalam mindset. Selanjutnya, etika dan integritas harus secara rutin diperiksa faktanya di lapangan, dan juga setiap hari harus direkam sikap dan perilaku orang-orang, untuk melihat apakah kejujuran sudah menjadi budaya yang menguatkan etika dan integritas.

Bila ketidakjujuran masih terlihat dalam rantai struktur organisasi, dan juga dalam rantai kepemimpinan, maka ketidakjujuran pasti menjadi lebih berkuasa dibandingkan kejujuran.

Melindungi organisasi dari perilaku tidak jujur adalah kewajiban. Bila organisasi dibiarkan ditangan orang-orang tidak jujur, mereka pasti menggerogoti seluruh potensi dan kekayaannya. Dan hal ini, akan menjadi penyebab kerugian ataupun penurunan kinerja  organisasi, walau organisasi sudah memiliki aset-aset produktif yang seharusnya tidak mungkin rugi.

Sistem yang hebat dan tata kelola yang luar biasa akan menjadi sia-sia oleh perilaku yang tidak jujur. Orang-orang tidak jujur adalah energi yang akan menggerogoti semua kebaikan dari sistem dan tata kelola tersebut, lalu mereka yang tidak jujur ini akan menularkan budaya tidak jujur. Dan pada akhirnya, organisasi akan kehilangan kekuatan jujurnya di dalam pelayanan dan pertanggungjawabannya.

Ketidakjujuran memiliki dampak yang merusak wibawa, moral, reputasi, dan kredibilitas organisasi. Jelas, kondisi ini akan menjadikan organisasi memiliki risiko yang sangat tinggi untuk kehilangan kinerja secara terus-menerus. Dan juga, pasti akan menyebabkan kerusakan pada pola kerja dan etos kerja, sehingga penurunan dan pelemahan di semua aspek organisasi menjadi berkelanjutan, yang dalam jangka panjang berpotensi mematikan organisasi.  

Perilaku tidak jujur haruslah dihadapi dengan sistem pengawasan yang penuh integritas untuk membangun budaya jujur. Sekuat apapun ketidakjujuran haruslah dihadapi dengan sabar dan penuh strategi. Ketidakjujuran pasti sangat pintar berbohong; pasti sangat pintar mencari cara untuk melindungi ketidakjujurannya; serta pasti sangat cerdas untuk menciptakan situasi dan perilaku yang seolah-olah dirinya adalah korban. Jadi, ketidakjujuran adalah energi dan karakter yang sangat mampu untuk memainkan peran pura-pura jujur, sehingga orang-orang awam akan kehilangan fokus atas perilaku tidak jujurnya.

Menyerah pada ketidakjujuran adalah kekalahan, yang membuat setiap orang akan masuk ke dalam kehidupan budaya organisasi yang tidak jujur. Organisasi dengan budaya tidak jujur hanya akan mampu menghasilkan hal-hal yang merugikan, menyakitkan, dan mengecewakan pemangku kepentingan.

Memotivasi kesadaran untuk berperilaku jujur tidaklah mungkin mempan untuk orang-orang yang mindsetnya sudah tidak jujur. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang penuh disiplin untuk menguatkan sistem, tata kelola, serta pengawasan yang berfondasikan etika dan integritas.

Jadi, menghadapi ketidakjujuran tidaklah mungkin dapat diselesaikan sebatas pencerahan atau mempengaruhi moral dan hati nurani seseorang, tetapi wajib menjadi persoalan hukum yang adil dan tegas. Sebab, kehidupan ini adalah campuran dari orang-orang baik dan tidak baik. Hanya orang-orang baik yang dapat dipengaruhi melalui pencerahan, sedangkan orang-orang tidak baik akan selalu memelihara perilaku tidak jujur untuk keuntungan mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSIAPKAN KUALITAS DIRI SEBELUM DIKALAHKAN ROBOT

DJAJENDRA PROFILE

“Di masa depan, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan mungkin sudah tidak sesama manusia saja, tetapi sudah ditambah dengan robot.”~ Djajendra

Memiliki penghasilan besar adalah idaman dan harapan setiap orang. Jadi, Siapapun pasti menginginkan gaji yang lebih besar, dengan berbagai fasilitas yang membuat hidup sangat berkecukupan. Tetapi, sesungguhnya tidak semua orang akan merasa sudah cukup dengan penghasilan besar, karena tidak semua orang bisa hidup dengan puas, tanpa mengeksplorasi potensi dan kualitas hidupnya dengan lebih maksimal.

Mungkin sudah banyak orang yang paham bahwa uang bukanlah sesuatu yang akan mencukupi semua kebutuhan hidup, hanya rasa syukur dan terima kasihlah yang akan memenuhi semua kebutuhan hidup.

Kompetisi bisnis yang semakin ketat telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan produktif. Hal ini mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan tenaga-tenaga yang sangat profesional dibidangnya, dan juga yang memiliki karakter untuk lebih setia dalam menjaga keberlangsungan perusahaan dengan efektif.

Kondisi iklim kerja yang stabil dan konsisten dalam jangka panjang merupakan syarat mutlak agar perusahaan mampu menang dalam kompetisi yang ketat. Bila para pekerja terlalu sering berdemo dengan berbagai tuntutan yang tanpa kompromi, maka potensi matinya perusahaan akan semakin kuat. Bila perusahaan ditutup oleh alasan demo pekerja yang sifatnya sudah berlebihan, maka para pekerja pasti akan kehilangan pekerjaan, dan juga hal ini akan menutup kesempatan buat calon pekerja baru untuk mendapatkan pekerjaan.

Setiap tahun, jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah orang-orang yang siap bekerja menjadi tidak seimbang. Di mana, jumlah pencari kerja terus-menerus naik, sehingga hal ini pasti akan menciptakan pengangguran yang semakin tinggi jumlahnya. Bila pengangguran sudah sangat tinggi, pastilah keamanan negara akan berkurang, dan para investorpun akan semakin takut untuk menginvestasikan modalnya di negara-negara yang keamanannya kurang. Apalagi di negara-negara yang pekerjanya terlalu sering berdemo, yang disertai ancaman dan berbagai tuntutan yang menakutkan investor, maka dapat dipastikan para investor akan berhitung berkali-kali tentang risiko dari demo pekerja, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan berpotensi meninggalkan kebijakan konvensional, seperti padat karya. Sekarang ini, semua orang tahu bahwa teknologi robot sedang dikembangkan untuk menggantikan berbagai pekerjaan di masa depan. Jadi, kemajuan pesat dalam teknologi robot telah menciptakan potensi ancaman serius bagi banyak pekerjaan, dan robot akan menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dalam sebuah standar kerja.

Mungkin sekarang ini harga sebuah robot pekerja masih sangat mahal, tetapi pengembangan teknologi robot yang semakin maju, berpotensi menjadikan harga robot layak dibeli oleh para investor sebagai alat bantu di pabrik-pabrik mereka. Jelas, robot adalah mesin yang pasti akan stabil dan konsisten dalam melayani pekerjaan, sehingga proses produksi dapat terjamin untuk jangka panjang. Dan juga, robot adalah mesin yang harga belinya dapat disusutkan sebagai biaya bulanan, sehingga akan mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Kehadiran teknologi robot yang murah pastilah ditunggu-tunggu oleh perusahaan-perusahaan yang saat ini masih padat karya. Mereka pasti sangat menginginkan transformasi model usaha dari padat karya menjadi padat teknologi ataupun padat modal. Apalagi melihat ancaman dari demo pekerja yang terlalu sering, yang telah menimbulkan kerugian atas terhentinya proses produksi dan pelayanan, sehingga pastilah dibutuhkan sebuah jalan keluar untuk menyelamatkan investasi-investasi yang telah mereka tanamkan tersebut.

Persiapkan kualitas diri sebelum dikalahkan oleh robot. Setiap pekerja harus sadar untuk meningkatkan kualitas diri dengan perubahan menuju yang lebih baik. Saatnya menumbuhkan semangat kontribusi yang lebih tinggi. Etos kerja yang produktif adalah kekuatan yang wajib dimiliki setiap pekerja. Dan, jangan pernah mau dikalahkan oleh robot.

Miliki kekhawatiran bahwa pekerjaan yang dimiliki saat ini berpotensi diambil oleh robot. Untuk itu, tingkatkan kualitas dan komptensi diri dengan karakter kerja yang luar biasa produktif dan efektif. Pastikan menjadi sahabat yang membangun perusahaan dengan kreativitas dan produktivitas yang tinggi. Jangan pernah menjadikan diri sebagai musuh yang secara terus-menerus melawan semua kebijakan perusahaan.

Lebih baik mempersiapkan diri dengan kualitas yang lebih hebat, daripada menuntut sesuatu yang lebih besar, sedangkan yang dituntut masih menganggap kontribusi yang diberikan tidak layak dibayar dengan tuntutan yang diminta.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DEMO BURUH MENGHENTIKAN PRODUKTIVITAS PABRIK

DJAJENDRA PROFILE“Kualitas buruh adalah energi ekonomi yang meningkatkan daya saing bangsa dan negara, dalam menghadapi kekuatan ekonomi dan perdagangan global.” ~ Djajendra

Buruh adalah bagian terpenting dari proses produksi; bagian terpenting dari proses bisnis; bagian terpenting dari proses penciptaan nilai tambah; dan juga bagian terpenting dari proses penciptaan kualitas terbaik. Buruh yang fokus dan berkualitas akan meningkatkan kinerja pada pekerjaan yang dilakukan.

Demo buruh yang berkelanjutan pasti akan merusak daya saing perusahaan. Sering sekali sebuah perusahaan mengalami kerugian besar akibat demo buruh. Ada perusahaan yang harus kehilangan omset penjualan yang sangat besar akibat demo buruh di pabriknya. Dan, tidaklah mudah dalam satu atau dua tahun untuk mengembalikan omset yang hilang tersebut.

Kenapa omset tersebut bisa hilang? Karena, demo yang berkelanjutan di dalam pabrik akan menghentikan proses produksi dan proses pengiriman. Dampaknya, kontrak penjualan tidak dapat dipenuhi oleh pabrik, dan pembeli pasti akan kehilangan kepercayaan kepada pabrik tersebut. Hal ini, tidak hanya berpotensi menciptakan kerugian besar di dalam pabrik, tetapi juga ada konsekuensi hukum atau etika oleh gagalnya pengiriman barang dengan tepat waktu.

Sebuah pabrik adalah tempat aktivitas ekonomi, khususnya tempat terciptanya nilai tambah dari sebuah proses produksi. Di sini, buruh dan investor sama-sama mencari uang untuk kehidupan ekonomi dari nilai tambah yang mereka ciptakan. Demikian juga dengan negara, negara akan semakin besar mendapatkan penghasilan melalui pajak atas operasional pabrik yang efisien dan berkelanjutan. Intinya, semua pihak akan menikmati keuntungan dari nilai tambah yang dihasilkan oleh  sebuah pabrik. Dan bila proses penciptaan nilai tambah ini terganggu, maka semua pihak akan mengalami kerugian.

Ketika inflasi di bidang ekonomi mengurangi daya beli dan daya ekonomi buruh, maka para buruh pasti akan kehilangan energi, untuk bekerja dengan penuh semangat agar dapat berkontribusi secara produktif dan efektif di tempat kerja.

Peningkatan inflasi di sebuah negara akan meningkatkan harga-harga dan biaya hidup. Bila harga-harga dan biaya hidup naik, maka buruh yang hanya bergantung pada penghasilan tetap minimum pastilah kehilangan fokus dan tenaga untuk melayani pekerjaannya dengan berkualitas. Dampaknya, daya saing negara tersebut akan kalah dalam perdagangan global, dan juga negara akan dibebani oleh tingkat pengangguran yang lebih tinggi.

Persoalan demo buruh tidaklah sebatas persoalan antara buruh dan pemberi kerja. Tetapi, merupakan persoalan tata kelola ekonomi negara yang efektif, produktif, efisien, kreatif dan penuh integritas. Bila pengelolaan ekonomi sebuah negara tidak di dalam integritas yang diperlihatkan dengan transparansi dan akuntabilitas, maka akar persoalan demo buruh sulit ditemukan, dan sulit untuk diselesaikan dengan adil.

Semakin sering demo buruh, semakin lemah daya saing pabrik-pabrik tersebut. Dan hal ini, akan menjadi prospek bagi meningkatnya pengangguran. Tingkat pengangguran yang tinggi pasti akan menakutkan semua pihak. Sebab, hal ini berpotensi menciptakan berbagai kelemahan dan kekurangan di dalam perekonomian dan keamanan negara tersebut.

Para pemimpin ekonomi di sebuah negara yang buruhnya sering demo, haruslah sadar diri, bahwa inflasi yang tidak wajar akan merusak sendi-sendi ekonomi negara tersebut. Oleh karena itu, diperlukan tindakan dan sikap yang dilandasi oleh integritas yang tinggi, untuk mengontrol akar persoalan demo buruh, agar kualitas daya saing dan kondisi positif ekonomi negara, dapat terus tumbuh di dalam kekuatan integritas dan produktivitas yang tinggi.

Melokalisasi persoalan demo buruh sebatas hubungan kerja antara buruh dan investor adalah kesalahan terbesar. Sebab, akar persoalan demo buruh adalah tidak tercukupinya gaji yang diterima untuk membiayai kehidupan yang minimum. Kenaikan biaya hidup oleh berbagai kebijakan dan realitas ekonomi, telah menjadikan gaji yang diterima oleh buruh tidak tercukupi untuk membiayai kebutuhan hidup sebulan.

Demo buruh yang terlalu sering dan berkelanjutan akan mengecilkan kekuatan ekonomi bangsa dan negara. Sebab, hal ini berpotensi menjadikan pabrik-pabrik terpaksa ditutup oleh daya saing yang kalah di dalam realitas perdagangan global.

Hubungan kerja antara buruh dan pemberi kerja wajib di dalam keharmonisan yang produktif. Bila hubungannya selalu meruncing di dalam ketidakpuasan, maka bisnis dan proses produksi pastilah tidak efisien. Dampaknya, aliran likuiditas dari hasil nilai tambah warga negara ke dalam ekonomi dan pasar akan berkurang. Jelas, hal ini akan menjadi awal untuk mengecilkan kekuatan ekonomi negara, dan membuat negara terpaksa harus berhutang untuk membiayai operasionalnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMECAHAN MASALAH ‘PROBLEM SOLVING’

cropped-logo-djajendra-corporate-training.jpg

PEMECAHAN MASALAH ‘PROBLEM SOLVING’

“Pikiran kreatif akan selalu menemukan jalan untuk mengembalikan hal-hal yang Anda butuhkan dari gangguan masalah yang tak Anda inginkan.” ~ Djajendra

Masalah hadir untuk membuat diri menjadi lebih cerdas membuat keputusan buat masa depan. Jangan menakut-nakuti diri sendiri dengan memikirkan skenario terburuk dari masalah yang sedang Anda hadapi. Siapkan diri Anda dengan pengetahuan, keterampilan dan wawasan, untuk menemukan solusi hebat dari masalah yang Anda hadapi. Tempatkan pikiran positif  dalam masalah Anda, lalu bertindaklah dengan kreatif untuk memanfaatkan informasi dan fakta dengan akal sehat.

Ketika membuat kebijakan dan keputusan, diperlukan sebuah metodologi yang andal untuk pemecahan masalah secara kreatif. Sebab, apapun kebijakan dan keputusan yang dibuat, saat dijalankan, pasti akan menghadirkan tantangan dan risiko yang tak terlihat sebelumnya. Tata kelola yang baik adalah yang mampu mengembangkan metodologi untuk menemukan solusi kreatif atas masalah-masalah yang dihadapi.

Pemecahan masalah haruslah dalam bentuk metodologi yang terstruktur di dalam logika, data, fakta, penelitian, pengetahuan, informasi, dan bukan intuisi ataupun ramalan dari imajinasi. Bila semua informasi tentang sebuah masalah terkumpul dengan lengkap, maka proses kreatif dapat dijalankan untuk menemukan solusi terbaik.

Pola pemecahan masalah harus terfokus pada data dan fakta untuk menemukan solusi, serta bukan pada kreativitas spontan dan intuitif individu atau kelompok. Diperlukan analisis di dalam pengetahuan yang tepat, agar semua skenario atau prediksi atas calon solusi dapat mendekati kebenaran dari keputusan yang seharusnya.

Setiap masalah merupakan realitas yang memberitahukan bahwa ada yang salah dengan prinsip-prinsip kerja saat ini. Oleh sebab itu, saat ingin menemukan solusi yang kreatif, pastikan Anda telah mengevaluasi prinsip-prinsip kerja yang sedang Anda gunakan terhadap semua kebijakan dan keputusan. Jadilah lebih kreatif dalam kendali pikiran dan emosi positif untuk mengevaluasi prinsip-prinsip kerja. Dan kalau perlu, lakukan perubahan, agar dapat diselaraskan dengan solusi yang Anda butuhkan untuk masalah yang timbul.

Kejernihan mental dan kebijaksanaan dalam mengekspresikan sikap terhadap masalah yang hadir, akan menjadi modal yang baik untuk memulai sebuah proses kreatif dalam menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Kemampuan untuk melakukan analisis, serta mendapatkan hasil akhir yang ideal, haruslah  dilakukan dengan menganalisis akar penyebab masalah. Termasuk, menemukan zona penyebab timbulnya masalah, dan kemudian melakukan pemodelan, agar zona penyebab timbulnya masalah dapat dinetralkan dan dijauhkan dari benih masalah.

Masalah sering sekali seperti matahari yang kadang-kadang harus melewati awan gelap, sehingga terang menjadi hilang dan digantikan gelap. Dan hal ini terjadi hanya karena matahari masih berada di balik awan gelap. Tapi, semua ini bukanlah permanen sifatnya, hanya sementara saja. Sebab, bumi pasti terus bergerak untuk menemukan terangnya sinar matahari. Demikian juga dengan masalah, setiap muncul masalah, solusi sedang tertutup awan gelap pikiran, dan pikiran kreatif pasti akan menemukan kecerdasannya untuk menemukan solusi yang tertutup awan gelap. Artinya, setiap masalah pasti ada solusinya, dan yang diperlukan adalah menerangkan pikiran gelap, agar solusi terbaik dapat dilihat dari pikiran terang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAINGAN ANTAR PEKERJA DI DALAM PERUSAHAAN

Persaingan antar pekerja di dalam perusahaan

“Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Di tempat kerja, kehadiran setiap orang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dengan kompetensi berkualitas dalam peningkatan kinerja. Berkontribusi dalam semangat kolaborasi adalah sebuah sarana, bukan tujuan. Tujuan akhir tetaplah untuk menghasilkan kinerja terbaik buat keuntungan perusahaan, pemilik saham, pelanggan, karyawan, dan stakeholder lainnya.

Kompetisi yang sehat di dalam perusahaan dipercaya dapat menghasilkan sesuatu yang positif buat perusahaan dan perkembangan karir pekerja. Sejatinya, kompetisi dan persaingan akan menghasilkan kualitas individu yang lebih baik. Tetapi, dibanyak kasus, setelah mulai bersaing dan berkompetisi satu sama lain, ada orang yang kadang-kadang mulai kehilangan akal untuk berkompetisi secara sehat. Pada akhirnya, hal ini menjadi sesuatu yang merugikan perusahaan dalam membangun kolaborasi kerja. Padahal, kolaborasi dalam perusahaan adalah sesuatu yang wajib untuk meningkatkan kualitas dari proses kerja, termasuk untuk meningkatkan kinerja dan prestasi.

Sebelum perusahaan membiarkan semangat kompetisi dan persaingan antar pekerja dalam perusahaan, maka setiap pekerja harus mendapatkan pencerahan untuk memiliki kesadaran dalam berkompetisi. Setiap pekerja harus sadar bahwa keberadaan mereka di perusahaan adalah, untuk berkontribusi menjadikan perusahaan paling kompetitif di semua aspek kerja dan pelayanan. Berkompetisi bukan berarti menonjolkan kehebatan masing-masing diri, dan melupakan prioritas untuk saling bekerja sama dalam budaya kolaborasi yang saling melengkapi.

Bukanlah sebuah rahasia bahwa dalam perusahaan sering muncul kelompok-kelompok yang saling bersaing dalam skala konflik. Semua ini berawal dari kompetisi dan persaingan yang tidak dikelola dengan baik oleh manajemen. Ketika para pekerja yang berkonflik ini secara terus-menerus meningkatkan intensitas konfliknya, maka  perilaku mereka menjadi sesuatu yang menghambat kemajuan perusahaan.

Prestasi sering dihargai di tempat kerja, dan orang-orang dengan tingkat ambisius yang sangat tinggi untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan di perusahaan, akan bersikap dan berpikir bahwa prestasi terbaik didapatkan dengan mengalahkan orang lain. Sebaiknya, prestasi terbaik didapatkan dari kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, agar dapat mencapai pertumbuhan pribadi yang meningkatkan kualitas dan kompetensi diri di tempat kerja. Prestasi yang didapatkan dari mengalahkan orang lain melalui cara-cara yang tidak sehat, biasanya akan menjadi sesuatu yang tidak membawa manfaat positif buat perusahaan. Kepentingan kelompok adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang yang tidak berkualitas mendapatkan prestasi dan promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

Persaingan dan kompetisi yang memperebutkan jabatan atau pekerjaan dengan cara-cara tidak etis, merupakan awal dari kegagalan manajemen untuk menjalankan tata kelola yang sehat, tegas, efektif, produktif, dan bebas dari energi perusak organisasi. Persaingan dan kompetisi tidak sehat selalu menyebabkan tekanan, dan mengundang risiko ke dalam perusahaan. Hal ini berpotensi mengundang risiko yang tidak diinginkan untuk masuk dan melemahkan daya tahan perusahaan.

Setiap orang di dalam perusahaan haruslah disadarkan untuk tidak terjebak dalam situasi persaingan tidak sehat. Sekali persaingan tidak sehat terbentuk dan menjadi budaya kerja, maka setiap orang di dalam perusahaan sedang dibentuk untuk gagal. Persaingan tidak sehat hanya akan melukai satu sama lain, dan hampir mustahil bagi orang-orang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Karena, setiap orang akan sibuk saling menyalahkan dan saling tidak percaya, sehingga semua sumber daya yang tersedia tidak akan mendapatkan cukup perhatian untuk dikelola dengan efektif.

Kompetisi haruslah menjadi tantangan yang tepat untuk orang yang tepat. Dalam lingkungan kerja yang profesional, kompetisi menyoroti potensi dan kemampuan para pekerja terbaik untuk membantu perusahaan, dan meningkatkan kinerja perusahaan melalui budaya kolaborasi yang efektif. Jadi, perusahaan tidak akan membiarkan konflik dan persaingan tidak sehat berkembang di dalam diri siapa pun. Setiap pekerja akan diberikan pencerahan bahwa persaingan bukanlah sesuatu yang akan memajukkan karir individu, tapi kolaborasi yang efektiflah yang akan menjadikan setiap individu terlihat berkinerja bersama kontribusinya.

Kompetisi di tempat kerja bukanlah dimaksudkan untuk menjadi pribadi yang lebih agresif, dan kurang produktif  karena adanya konflik dari kompetisi. Kompetisi di tempat kerja dimaksudkan agar setiap individu dapat berkontribusi dengan maksimal melalui kualitas dan potensi diri untuk menghasilkan kinerja terbaik. Bila persaingan dan kompetisi antar karyawan tidak menghasilkan kinerja yang baik, maka setiap karyawan pasti akan gagal untuk mewujudkan target dan visi bersama.

Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik. Persaingan tidak sehat pastilah reaksi negatif terhadap kesuksesan orang lain. Jadi, tidaklah berguna buat perusahaan dengan membiarkan persaingan tidak sehat menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Bila perusahaan sudah terlanjur diisi dengan orang-orang yang bersaing atau berkompetisi dengan cara-cara tidak sehat, maka tidak ada pilihan, kecuali melakukan perbaikan mental dan emosional secara total dan berkelanjutan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MEMBERIKAN KASIH SAYANG KEPADA PERUSAHAAN DAN STAKEHOLDER

CARA MEMBERIKAN KASIH SAYANG KEPADA PERUSAHAAN DAN STAKEHOLDER

“Ketika Anda Mulai Bekerja Dengan Kasih Sayang Kepada Perusahaan, Bisnis, Dan Semua Stakeholder Anda; Maka Keajaiban Akan Hadir Untuk Membuat Masa Depan Anda Menuju Ke Puncak Sukses Tertinggi.” ~ Djajendra

“Cinta Dan Kasih Sayang Dapat Menyelesaikan Banyak Masalah, Dan Juga Dapat Meningkatkan Kualitas Bahagia Ke Level Yang Lebih Tinggi.” ~ Djajendra

Salah satu cara untuk menciptakan keharmonisan di tempat kerja adalah melalui penginternalisasian nilai-nilai yang mencerdaskan emosional cinta setiap orang di dalam perusahaan terhadap perusahaan, bisnis, dan stakeholder. Setiap karyawan dan pimpinan harus dibiasakan untuk memiliki empati dan kecerdasan mengendalikan situasi, agar dapat menempatkan diri positif ke dalam pikiran dan hati orang lain.

Kasih sayang lahir dari pikiran positif dan perasaan yang mencintai dalam kepedulian untuk memberi lebih dari yang diterima. Oleh sebab itu, setiap karyawan dan pimpinan harus membiasakan diri, untuk menanam benih kasih sayang setiap hari, ke dalam diri masing-masing secara proaktif, atas dasar kesadaran diri sendiri yang penuh integritas pribadi.

Perilaku kerja yang saling membantu untuk memudahkan pencapaian tujuan dan misi perusahaan, dan ketulusan hati untuk selalu memberikan uluran tangan secara proaktif, tidak peduli seberapa besar atau seberapa kecil bantuan tenaga dan pikiran yang harus dikontribusikan, agar semua misi dan tujuan perusahaan dapat tercapai; merupakan hal yang akan membuat budaya perusahaan tumbuh menjadi sangat kuat untuk membuat setiap orang hidup dalam keharmonisan.

Tim manajemen perusahaan harus menyambut setiap karyawan dan stakeholder ke dunia korporasi yang beroperasi secara harmonis dan etis, tanpa merugikan pihak manapun. Integritas dan gaya manajemen yang etis terhadap organisasi, bisnis, dan stakeholder akan menjadikan operasional sehari-hari antara perusahaan dan stakeholder berjalan secara harmonis dan seimbang.

Tim manajemen harus memiliki disiplin dan pengaruh yang kuat untuk menginternalisasikan nilai-nilai perilaku kerja, setiap hari, ke dalam pikiran setiap orang di tempat kerja. Kemampuan tim manajemen untuk menunjukkan integritas pribadi dan perilaku etis kepada setiap orang di tempat kerja, serta empati untuk memahami ketakutan dan kekhawatiran dari para karyawan ataupun pelanggan, akan menjadikan tim manajemen unggul dalam menyebarkan etos kerja yang dapat menyeimbangkan semua aspek kerja perusahaan.

Kasih sayang otentik kepada perusahaan, bisnis, dan stakeholder lahir dari perasaan peduli untuk membantu setiap pihak terkait, agar mendapatkan manfaat positif atas keberadaan perusahaan. Perasaan peduli yang diikuti tindakan penuh tanggung jawab, akan menjadikan perusahaan unggul di sepanjang jalan, dan semua potensi dapat dioptimalkan untuk menciptakan masa depan yang lebih cemerlang buat setiap stakeholder.

Jika semua stakeholder memiliki kasih sayang dan konsisten memberikan kontribusi melalui kebaikan dari dalam diri masing-masing terhadap pekerjaan, tanggung jawab, kepentingan, dan keberlanjutan operasional perusahaan; maka kekuatan ini akan menjadi aset yang luar biasa untuk meningkatkan potensi bisnis dan ekonomi dari para stakeholder.

Cinta dan kasih sayang dapat menyelesaikan banyak masalah, dan juga dapat meningkatkan kualitas bahagia ke level yang lebih tinggi. Kesadaran diri masing-masing untuk memelihara hubungan baik dengan setiap stakeholder perusahaan, serta selalu berkomitmen untuk melakukan tindakan positif setiap hari melalui integritas pribadi, untuk pelayanan berkualitas kepada setiap pihak terkait dengan perusahaan; seperti: manajemen, pelanggan, dan karyawan, akan menjadikan perusahaan terus dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas.

Ketika setiap orang di dalam perusahan dapat menawarkan perilaku baik kepada setiap fungsi dan peran secara etis. Menghargai pekerjaan dari setiap fungsi dan peran dalam perusahaan tanpa berprasangka buruk. Mengambil tanggung jawab secara proaktif, serta menawarkan bantuan secara tulus dan ikhlas. Maka,  secara naluriah setiap orang akan termotivasi untuk berbuat lebih banyak hal-hal baik, agar dapat berkontribusi untuk membuat lingkungan kerja menjadi tempat yang menghasilkan energi bahagia untuk mengharmoniskan kehidupan kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SESEORANG TIDAK MUNGKIN HIDUP TANPA MEMBUAT KESALAHAN DAN TANPA MENGAMBIL RISIKO

Pertanyaan.

Apakah mungkin seseorang hidup tanpa membuat kesalahan dan tanpa mengambil risiko, karena kenyamanan hidup yang diinginkan selalu terganggu oleh risiko dan kesalahan? Mohon pencerahannya!

Djajendra Menjawab

Bila seseorang takut dengan risiko dan kesalahan, maka dia akan membangun pagar yang sangat kuat untuk mengurung dirinya, agar dirinya tidak terdorong  ke arah perjalanan menuju masa depan. Akibatnya, di sepanjang hidup, dia hanya akan terkurung dalam zona nyaman kehidupannya, tanpa pernah bisa mengembangkan bakat dan potensi diri untuk mencapai kecemerlangan.

Hidup tidak boleh berhenti di satu keadaan untuk kemudian merasa cukup dengan keadaan itu. Sebab, perubahan selalu akan datang untuk memaksa setiap orang agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Bila seseorang tetap ngotot dan takut mengambil risiko untuk menjawab keharusan dari perubahan, maka orang tersebut semakin hari akan tertinggal diperadaban lama, yang mungkin suatu hari akan menjadi tempat yang sangat gelap untuk dapat melihat realitas kehidupan.

Risiko dan kesalahan bukanlah sesuatu yang untuk ditakutkan, tapi untuk dikelola secara baik agar dapat melewatinya dengan selamat. Sering sekali seseorang harus berani mengambil risiko, bahkan kadang-kadang harus melewatinya setelah melakukan banyak kesalahan, agar bisa mendapatkan semua harapan dan impian dengan sempurna.

Miliki keyakinan untuk merasa aman dan nyaman dengan semua pilihan hidup, dan lakukan semua pilihan itu melalui rencana yang baik.

Hitung semua potensi risiko dan potensi kesalahan dari tindakan Anda. Setelah semuanya dapat Anda prediksi dan memagarinya untuk meminimalkan kerugian dari risiko dan kesalahan. Lalu, jadilah berani bertindak dengan keputusan yang bersedia mengambil risiko, agar Anda dapat miliki masa depan yang lebih baik.

DJAJENDRA

HITUNGLAH RISIKO SEBELUM BERINVESTASI

“Kegagalan Dalam Menghitung Risiko Investasi Hanya Akan Menghasilkan Ketakutan Dalam Ketidakpastian Hasil Investasi. Semua Investor Sukses Selalu Berhitung Risiko Dengan Perhitungan Yang Sangat Rinci, Agar Hubungan Dirinya Dengan Investasinya Bisa Saling Memahami Dan Melengkapi.” – Djajendra

Warren Buffett, investor terkaya di dunia, menulis dalam sebuah buku bahwa penunggang kuda terbaik di dunia ini tidak akan pernah memenangkan perlombaan dengan kuda yang pincang. Tetapi seorang penunggang kuda yang biasa-biasa pun dapat memenangkan perlombaan dengan menunggangi kuda yang juara. Tulisan ini memperumpamakan perilaku seorang investor. Sebab, sering sekali dengan pengetahuan yang sangat minim, seorang investor sudah berani berinvestasi dan menempatkan sejumlah uangnya di tempat yang kurang dia pahami risikonya. Akibatnya, saat risiko investasi mengambil sebagian dari uangnya, diapun berteriak seolah-olah dia tertipu dengan janji-janji investasi. Padahal, si investor ini telah membuat keputusan untuk berinvestasi di usaha yang tidak dia pahami risikonya. Dia hanya tergoda oleh rayuan dari orang yang menawarkan investasi tersebut, tanpa pernah menghitung risiko atau pun mempelajari tentang isi dari barang yang mau dia investasikan tersebut. Kalau sudah begini, jangan salahkan siapapun, tapi lebih baik menyalahkan diri sendiri, karena diri telah lalai memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk berinvestasi secara cerdas dalam risiko rendah. Artinya, diri telah lalai untuk mempelajari apakah investasinya itu seperti kuda pincang atau seperti kuda juara.

DJAJENDRA

KETIKA REKAN KERJA BERPERILAKU SEPERTI BOS

“Akar Permasalahan Dari Sikap Karyawan Biasa Yang Suka Memboskan Dirinya Sendiri Di Tempat Kerja, Adalah Tidak Berjalannya Etika Kerja Dan Sistem Kerja, Dalam Kepemimpinan Yang Mematuhkan Semua Orang Untuk Taat Struktur Organisasi.” – Djajendra

Kehidupan di tempat kerja selalu unik dengan perilaku kerja individu yang sangat tidak mudah untuk dipahami, dan kadang-kadang menciptakan kisah-kisah yang kurang etis yang terkesan sangat lucu. Sistem dan manajemen yang berkualitas untuk mengontrol dan mengelola orang-orang di tempat kerja, agar selalu patuh kepada etika dan tata kelola perusahaan yang sehat, adalah hal yang wajib dijalankan oleh kepemimpinan di perusahaan.

Beberapa waktu yang lalu saya mendengarkan keluhan dari seorang karyawan, yang merasa rekan kerjanya sudah sangat keterlaluan dengan sikap dan perilaku yang kurang etis. Menurut karyawan yang curhat ini, perilaku kerja dari rekan kerjanya ini melebihi bos, dan suka mengatur-ngatur pekerjaan dari karyawan lain. Padahal, dia tidak memiliki kewenangan untuk itu, tapi perilaku dirinya yang selalu mendominasi teman-teman sesama karyawan membuat dirinya selalu tampil seperti bos.

Akar permasalahan dari sikap karyawan biasa yang suka memboskan dirinya sendiri di tempat kerja, adalah tidak berjalannya etika kerja dan sistem kerja, dalam kepemimpinan yang mematuhkan semua orang untuk taat struktur organisasi. Bila saja perusahaan bersama keunggulan manajemen, kepemimpinan, dan sistem kerja yang profesional dapat menegakkan integritas setiap orang di tempat kerja; untuk menjalankan etika kerja secara adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab; maka semua keluhan dan curhat dari karyawan tersebut tidak akan pernah terjadi.

Bahaya dari sikap karyawan yang suka memboskan dirinya di tempat kerja adalah akan menciptakan konflik batin dan kemarahan di dalam hati karyawan lain, sehingga karyawan-karyawan lain yang merasa tidak suka dengan perilaku dari rekannya yang memboskan diri itu, berpotensi kehilangan kualitas etos kerja dan kinerja. Bila hal ini terjadi, maka perusahaan akan mengalami kerugian atas turunnya motivasi kerja karyawan oleh ketidakharmonisan hubungan kerja.

Kepemimpinan dan sistem kerja di perusahaan harus memiliki kemampuan, untuk mengawasi dan menormalkan kembali perilaku dominan, dari karyawan-karyawan yang suka ngeboskan dirinya terhadap rekan-rekan selevelnya. Bila perilaku-perilaku dominan yang kurang etis dibiarkan ataupun dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat kepemimpinan dan manajemen, maka hasilnya akan menciptakan lingkungan kerja yang penuh konflik batin dalam ketidakcerdasan emosional kerja karyawan.

Perusahaan yang cerdas pasti akan melatih dan mengarahkan semua karyawannya, untuk bekerja dalam kolaborasi dan sinergi yang harmonis, di bawah kepemimpinan yang tegas dan cerdas dalam mengkoordinasikan semua kekuatan dan keunggulan sumber daya perusahaan, buat kesuksesan pencapaian tujuan dan visi perusahaan.

Membiarkan perilaku karyawan yang terlalu dominan untuk mengendalikan pekerjaan dari karyawan lain yang satu level, hanya berpotensi untuk menimbulkan stres tambahan dalam ketegangan hubungan di tempat kerja. Termasuk,  sangat berpotensi untuk menurunkan semangat kerja, mengurangi produktifitas kerja, mengurangi efektifitas kerja, dan meningkatkan keluar-masuk atau perputaran karyawan di tempat kerja.

DJAJENDRA

MANAJEMEN KRISIS

“Alat Yang Paling Penting Untuk Mengatasi Krisis Adalah Kepercayaan Diri Dan Keyakinan Diri Untuk Memulihkan Krisis Dari Kuantitas Krisis Yang Ada.” – Djajendra

Pasti tidak ada perusahaan yang pernah mengharapkan harus berhadapan dengan krisis. Tetapi, krisis adalah peristiwa yang dapat hadir kapan saja untuk membuat kacau semua perencanaan yang ada.

Krisis adalah situasi yang telah mencapai titik yang sangat sulit atau berbahaya. Sehingga, harus ditangani dan dikelola melalui rencana yang tepat, agar krisis tersebut dapat dipulihkan kembali ke situasi normal.

Beberapa waktu yang lalu saya diundang oleh sebuah perusahaan yang sedang mengalami krisis sumber daya manusia. Sebagian besar karyawannya berhenti serentak dan pindah kerja ke tempat pesaing.

Kondisi ini menciptakan kepanikan yang luar biasa di internal perusahaan. Karena, para karyawan yang telah terlatih dan sangat berpengalaman selama puluhan tahun bersama perusahaan, telah membelot untuk bergabung dengan pesaing. Semua upaya dan usaha perusahaan untuk menangani krisis sumber daya manusia ini gagal. Dan hal ini, menyebabkan krisis pelayanan perusahaan kepada pelanggan.

Pimpinan perusahaan berteriak-teriak tentang etika dan loyalitas yang rendah dari para karyawan. Dan dalam hati, saya berpikir, bukankah seharusnya sejak dini perusahaan harus secara terus-menerus melatih loyalitas dan perilaku etis karyawan dalam pengabdiannya kepada perusahaan. Bila perusahaan terlalu berhitung untuk mengembangkan kualitas loyalitas, integritas, etika, dan kecerdasan emosional untuk mencintai perusahaan; maka janganlah heran bila perilaku membelot secara tiba-tiba akan dianggap biasa saja oleh para karyawan.

Akibat keluarnya sebagian besar karyawan dari perusahaan tersebut, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya tak terduga yang sangat besar untuk menangani krisis sumber daya manusia. Apalagi, mencetak karyawan berkualitas tidaklah mudah dan tidaklah bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun. Selain mahal biaya pelatihannya, dan juga perlu waktu untuk membiasakan karyawan baru beradaptasi dengan budaya perusahaan dan perilaku kerja di perusahaan.

Dalam jangka pendek perusahaan harus mengembangkan rencana manajemen krisis yang tepat sasaran, agar dapat mengatasi keadaan darurat di perusahaan. Paling tidak hal-hal seperti menjaga kualitas pelayanan, menjaga minimal kesalahan karyawan dalam operasional, menjaga kewajiban atas kualitas produk, serta menjaga agar tidak muncul kesalahpahaman dalam komunikasi  dengan stakeholder; merupakan hal-hal yang harus diprioritaskan dalam keadaan darurat bersama manajemen krisis yang baik.

Bila krisis telah terjadi, maka seharusnya pimpinan perusahaan tidak perlu panik dan mencari kambing hitam atas keadaan. Tapi, mulai bekerja dengan penuh ketenangan dalam kecerdasan emosional, untuk menemukan fakta-fakta kunci penyebab krisis yang sedang dihadapi. Lalu, membuat perencanaan recovery yang cerdas, serta bereaksi dengan urgensi untuk secepatnya keluar dari badai krisis.

Hal terpenting dalam menyelesaikan krisis adalah tidak membohongi diri sendiri, dengan membenarkan perilaku dan keputusan diri yang keliru. Saat krisis sudah menguras energi perusahaan, maka secepatnya buatlah keputusan cerdas, lalu investasikan waktu dan sumber daya untuk mengembangkan rencana manajemen krisis.

Pimpinan perusahaan bersama manajemen perusahaan harus memiliki keputusan dan jawaban yang tepat untuk mengatasi krisis. Lalu, bersikap jujur, berpegang pada fakta, dan tidak menambah persoalan krisis dengan menebak atau berspekulasi.

DJAJENDRA

MENGELOLA STAKEHOLDER DAN BERKOMUNIKASI DENGAN STAKEHOLDER

“Kemenangan Bisnis Selalu Bersembunyi Dalam Kekuatan Stakeholder. Perusahaan Yang Cerdas Mencari Kemenangan Bisnis Melalui Kekuatan Stakeholder, Akan Menjadi Nomor Satu  Terbaik Di Dalam Bisnisnya.” –  Djajendra

Kualitas pengelolaan stakeholder merupakan kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai kinerja optimal. Kecerdasan perusahaan untuk melibatkan, mengelola, memanfaatkan, dan berkomunikasi dengan setiap stakeholder secara efektif, akan membuat semua tujuan dan rencana perusahaan mencapai keberhasilan sesuai harapan.

Beberapa waktu yang lalu, saya diundang ke sebuah perusahaan trading yang mendistribusikan berbagai kebutuhan pabrik. Perusahaan ini memiliki stakeholder manajemen yang sangat bagus, mereka memiliki informasi yang sangat lengkap tentang kebutuhan dan kinerja dari pabrik-pabrik yang mereka distribusikan, dan juga memiliki informasi yang sangat lengkap tentang pemasok mereka. Mereka mendidik semua karyawan dan pimpinannya untuk cerdas mengelola komunikasi dengan setiap stakeholder melalui informasi, data, dan status terkini.

Perusahaan trading ini, secara berkelanjutan memperkuat kualitas informasi dan status terkini dari stakeholder. Di mana, semua itu dilakukan melalui manajemen stakeholder yang tertata dan terkelola secara profesional.

Perusahaan ini sangat menyadari bahwa bisnis trading sangat tergantung kepada komunikasi, pelayanan, pemahaman terhadap kebutuhan, dan kemampuan untuk memberikan dukungan total kepada setiap stakeholder.

Setiap stakeholder dari berbagai kepentingan dirangkum dalam sebuah log book. Dalam stakeholder log book ini, tercantum nama stakeholder, cara atau pendekatan  komunikasi, perilaku stakeholder, kinerja stakeholder, jenis dukungan, peran dan kontribusi stakeholder kepada kemajuan perusahaan, tindakan dan komunikasi yang wajib dilayani karyawan untuk kebutuhan stakeholder, dan beberapa informasi penting lainnya.

Konsep manajemen stakeholder dari perusahaan trading ini, terfokus untuk mempengaruhi stakeholder, termasuk untuk meminimalkan komplain dan kesalahan dalam memberikan pelayanan berkualitas.

Dengan memiliki informasi dan status terkini dari para stakeholder, yang secara periodik diperbaruhi terus untuk mendapatkan data terkini. Hal ini, membuat perusahaan menjalankan usaha dengan risiko bisnis yang sangat terkalkulasi.

Di luar strukutur organisasi perusahaan, secara independen atau mandiri, manajemen membentuk tim khusus untuk mengelola isu, komplain, reputasi, kualitas, kehandalan, kredibilitas, dan karakter pelayanan. Hal ini diterapkan untuk semua stakeholder. Artinya, tidak hanya terbatas kepada pabrik atau pemasok, tapi juga kepada karyawan, pimpinan, dan stakeholder lainnya.

Melalui stakeholder manajemen, perusahaan mampu mengidentifikasi dan menetapkan stakeholder kunci dalam prioritas pelayanan sempurna. Selanjutnya, perusahaan bertindak secara profesional untuk memberikan dukungan, dan memenangkan dukungan dari para stakeholder untuk keberhasilan bisnis mereka.

Salah satu bagian terpenting dan sangat menarik dari manajemen stakeholder yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, adalah memotivasi para pemangku kepentingan mereka dengan berbagai program menarik. Tujuan utama dari program yang mereka miliki adalah untuk membuat keterikatan batin yang kuat diantara mereka semua, agar kesetiaan dan proses bisnis yang saling tergantung diantara mereka menjadi semakin kolaboratif.

DJAJENDRA

INTEGRITAS PROFESIONAL

“Aku dipecat.”

“Kenapa kau dipecat?”

“Aku sedikit berbohong dan merekayasa laporan pengeluaran.”

“Wah, kenapa kau harus berbohong, bukankah itu artinya kau telah melakukan korupsi?”

“Temanku juga dipecat.”

“Kenapa? Apakah temanmu juga ikut merekayasa sepertimu?”

“Oh tidak, temanku dipecat karena tidak menjaga rahasia perusahaan. Dia menjual data-data pelanggan ke perusahaan lain.”

“Luar biasa buruk ya, manajemen kantormu?”

“Sangat buruk, beberapa hari yang lalu, manajerku juga dipecat sama manajemen.”

“Wah, apa manajermu juga jual data-data perusahaan kepada perusahaan lain?”

“Oh tidak, manajerku dipecat karena suka bergosip di tempat kerja, dan kadang-kadang suka bergosip di kantor tetangga.”

“Wah, etos kerja perusahaanmu sangat luar biasa buruk, ya.”

“Bukan sangat luar biasa buruk lagi, tapi sudah sangat keterlaluan. Manajemen tidak punya empati, sukanya main pecat-pecat saja. Beberapa bulan yang lalu, seorang teman juga dipecat, karena dia tidak mengerjakan yang dia katakan bisa dia kerjakan.”

“Oh, menakjubkan. Apakah gaji kalian kecil, sehingga etos kerja jadi sangat luar biasa buruk?”

“Gaji karyawan di perusahaanku sangat tinggi, sudah jauh di atas UMR.”

“Kalau begitu, kenapa etos kerja di perusahaanmu sangat luar biasa buruk?”

“Bagaimana tidak buruk, kami tidak diberikan pencerahan dan motivasi untuk patuh kepada kode etik perusahaan; untuk menghormati kata-kata kami sendiri; untuk menjadi handal dan sangat jujur terhadap semua kepentingan perusahaan.”

“Oh, iya juga ya. Kalau semua yang kau sebut itu tidak diinternalisasikan secara berulang-ulang ke mindset kalian, maka kesadaran kalian untuk patuh pada integritas menjadi sangat kurang.”

“Sangat betul, kami semua bekerja dipenuhi oleh stres dan kekecewaan.”

“Kenapa bisa begitu?”

“Yah jelas, kami stres dan kecewa. Karena, kami tidak diberikan sosialisasi yang menyadarkan kami, untuk selalu patuh pada integritas perusahaan.”

“Emmm, betul juga kata-katamu. Bukannya diberikan pencerahan, tapi sangat mudah untuk memecat.”

“Bukan itu saja, sekarang kami semua telah kehilangan pekerjaan, dan reputasi kami rusak berat. Sangat sulit mencari pekerjaan baru.”

“Oh, begitu ya.”

“Aku bingung, siapa yang harus dipersalahkan? Karyawannya yang tidak punya integritas atau manajemennya yang kurang cerdas?”   Berbicara kepada dirinya sendiri tanpa mengeluarkan suara

DJAJENDRA

PERLUKAH MENGANTISIPASI ARUS MODAL KELUAR?

“Investor Hanya Suka Melihat Peluang Dan Keuntungan, Investor Tidak Suka Melihat Ketidakpastian Dan Kerugian. Apalagi Bila Sebuah Negara Tidak Memiliki Kepastian Hukum, Maka Investor Hanya Akan Datang Untuk Berspekulasi Bukan Untuk Berinvestasi.” – Djajendra

Krisis ekonomi Amerika Serikat dan sebagian negara di kawasan Eropa akan memasuki babak perbaikan. Recovery ekonomi di negara-negara yang terkena dampak krisis keuangan pasti akan menyedot perhatian para investor, untuk mencari peluang keuntungan dari proses recovery yang sedang dilakukan oleh negara-negera tersebut.

Dampak terbesar dari proses recovery ekonomi negara-negara tersebut adalah akan mengalirnya modal masuk secara besar-besaran ke negara-negara tersebut. Biasanya, negara yang habis terkena krisis keuangan akan menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan untuk para investor yang mau berinvestasi. Sebab, mereka sedang butuh dana segar dalam jumlah sangat banyak untuk pemulihan kekuatan ekonominya.

Jiwa sejati investor yang suka berpetualang untuk mencari peluang dan keuntungan, walaupun harus melalui risiko yang membahayakan, pasti akan tergoda untuk memindahkan sebagian portfolio investasinya ke negara-negara yang sedang melakukan recovery ekonomi. Sebab, mereka pasti sudah mencium wanginya keuntungan yang bakal mereka dapatkan di tempat yang sedang butuh banyak likuiditas untuk pemulihan ekonomi.

Secara fundamental, negara – negara seperti Amerika Serikat dan Eropa selalu memiliki keunggulan dalam hal kepastian hukum, kualitas sumber daya manusia, dan infrastruktur investasi yang luar biasa. Artinya, investor tidak akan terlalu khawatir  dengan berbagai risiko investasi, mereka hanya perlu mendapatkan dukungan dari pemerintahan negara-negara tersebut untuk memetik keuntungan seperti yang mereka inginkan.

Bila pemerintahan di Amerika Serikat dan Eropa mengijinkan investor menikmati keuntungan dengan risiko minimal, maka pastinya arus modal masuk ke negara-negara tersebut akan menjadi sangat besar. Pertanyaannya, dari manakah arus modal itu akan mengalir? Menurut saya, negara-negara yang selama ini mendapatkan arus modal yang sangat besar melalui pasar modal dan pasar uang harus lebih berhati-hati. Kebijakan yang kalah menguntungkan dari negara-negara yang sedang menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan buat investor, akan membuat arus modal keluar.

Arus modal masuk di pasar modal dan pasar uang sifatnya selalu seperti jinak-jinak merpati. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan harus memahami perilaku dari jinak-jinak merpati. Bila tidak, maka merpati-merpati itu akan terbang ke Amerika Serikat dan Eropa untuk menikmati makanan dengan risiko yang minimal. Pembuat kebijakan harus cerdik untuk menahan merpati-merpati itu agar tetap suka tinggal dan menikmati makanan yang disajikan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TERJEBAK DALAM SIKLUS KEHIDUPAN YANG TAK PERNAH BERAKHIR

Tindakan Mental Untuk Melepaskan Ketakutan Terhadap Masalah Hidup Yang Berulang, Harus Dibantu Dengan Nilai-Nilai Kehidupan Baru, Sebagai Navigator Diri Untuk Menghambat Masalah.” – Djajendra

“Terbentur lagi aku dalam masalah yang sama, padahal masalah itu sudah berkali-kali datang, dan sudah aku antisipasi, tapi masih juga terbentur.” Kata Ali sambil memukul jidatnya.

Banyak sekali orang-orang seperti Ali, sudah mencoba mengantisipasi, tapi gagal belajar dari masalah masa lalunya. Sehingga, masalah masa lalu kembali lagi ke masa kini, dan mungkin juga akan kembali ke masa depan.

Keinginan untuk membebaskan diri dari masalah yang tidak diinginkan, tidak hanya cukup dengan memiliki niat dan antisipasi. Tapi, diperlukan kesadaran  diri yang tinggi untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan baru yang mampu menghambat nilai-nilai pembawa masalah.

Diri kita itu seperti lautan yang sangat luas, apa saja bila tidak dirancang dengan mempertimbangkan berat jenis, akan tenggelam di dalamnya. Nilai-nilai kehidupan positif yang diinginkan, bila tidak dirancang sesuai kemampuan diri, untuk menyerap nilai-nilai tersebut, maka nilai-nilai tersebut akan tenggelam ke dalam diri. Oleh karena itu, diperlukan visi untuk meningkatkan kualitas kehidupan melalui rancangan nilai-nilai kehidupan yang bisa berlayar dengan sempurna di dalam diri. Artinya, nilai-nilai itu tidak tenggelam ke dalam diri, tapi mampu berlayar seperti kapal yang berlayar dengan tangguh, sambil menaklukkan ombak-ombak besar dan badai.

Dengan kata lain, bila Anda mampu mengantisipasi masalah masa lalu Anda melalui perubahan, dengan mempertimbangkan jenis nilai-nilai yang mampu Anda serap, maka Anda pasti tidak akan terjebak dalam siklus kehidupan yang tak pernah berakhir. Anda dapat belajar dari masalah Anda, dan dengan sepenuhnya dapat menerima realitas. Lalu, menyiapkan diri Anda untuk perubahan melalui panduan nilai-nilai kehidupan yang mampu menjauhkan Anda dari masalah yang tidak Anda inginkan.

Proses kehidupan selalu akan membawa penumpang gelap yang bernama risiko. Dan, masalah sering sekali  timbul oleh karena kegagalan diri untuk memahami potensi risiko yang tidak terlihat. Risiko yang tidak dipahami akan berulang kali muncul, untuk membuat diri terjebak di dalam siklus kehidupan yang berulang-ulang dengan masalah yang sama. Lihatlah nilai-nilai kehidupan Anda saat ini. Kemudian, lihatlah visi Anda. Jujurlah kepada diri sendiri, agar diri Anda tersadarkan terhadap arah perjalan Anda, serta mampu memproteksi diri sendiri dari ancama risiko pembawa masalah.

Untuk menghindari terulangnya masalah yang sama di setiap waktu kehidupan Anda; Anda harus memulainya melalui sebuah keputusan hidup yang tegas dan jelas, serta siap menangani semua masalah sejak dini, melalui nilai-nilai kehidupan, yang Anda yakini dapat menyelesaikan masalah Anda dengan tuntas. Jadikan nilai-nilai kehidupan Anda sebagai navigator Anda dalam menaklukkan benih-benih masalah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEWASPADAI KRISIS UTANG AMERIKA SERIKAT DAN EROPA

“Harga Emas Yang Terus Meroket Dan Mencetak Rekor Harga Baru Adalah Pertanda Bahwa Nilai Uang Dari Negara Mana Pun Mulai Tidak Dipercaya.” – Djajendra

“Memperkuat Jumlah Aset Likuid Perusahaan Di Masa Krisis Keuangan Akan Menjamin Kelangsungan Bisnis Dan Operasional.” – Djajendra

Krisis utang di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat berpotensi mengganggu kesehatan ekonomi dunia. Apalagi Setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor (S&P) menurunkan rating utang Amerika Serikat  dari AAA menjadi AA+. Penurunan pemeringkatan utang Amerika Serikat oleh Standard & Poor  ini jelas menurunkan kredibilitas Amerika Serikat sebagai negara super power ekonomi dunia.

Penurunan rating ini telah membuat sebagian besar negara yang selama ini menyimpan mata uang Euro dan Dollar Amerika Serikat dalam cadangan devisa, mulai membeli emas untuk memperkuat cadangan devisa. Akibatnya, harga emas terus-menerus memecahkan Rekor harga baru yang belum pernah terjadi di sepanjang sejarah.

Harga emas yang terus meroket dan mencetak rekor harga baru adalah pertanda bahwa nilai uang dari negara mana pun mulai tidak dipercaya. Mata uang Euro dan Dollar Amerika  yang selama ini sangat di percaya oleh dunia, terlihat mulai kehilangan power terhadap emas. Kenaikan harga emas yang luar biasa ini juga bisa menjadi pertanda bahwa ekonomi dunia sudah lama mengalami inflasi yang sangat tinggi.

Krisis utang dan inflasi tinggi pasti akan sangat mempengaruhi tingkat kesehatan bank. Sebab, bisnis bank adalah nilai uang. Bila nilai uang berkurang oleh krisis keuangan, maka dipastikan akan menggerogoti tingkat kesehatan bank. Bila tingkat kesehatan bank terganggu, maka akan berdampak buruk terhadap perekonomian dan distribusi uang ke sektor produktif masyarakat.

Mungkin saja Amerika Serikat akan melakukan penerbitan obligasi pemerintah dan mencetak uang dollar baru untuk menutup utang-utangnya, tapi secara ekonomi hal ini akan menimbulkan inflasi baru yang akan mempengaruhi daya beli masyarakat Amerika Serikat.

Perusahaan-perusahaan yang selama ini bisnisnya sangat mengandalkan ekspor ke negara-negara yang terlanda krisis utang. Sebaiknya, secara proaktif mulai memikirkan manajemen kelangsungan usaha.  Manajemen kelangsungan usaha dapat dilakukan melalui pengelolaan risiko yang terkalkulsi secara bijak tanpa ada unsur spekulasi yang berlebihan. Di sini, prinsip kehati-hatian harus diutamakan. Menganggap remeh terhadap persoalan krisis utang Amerika Serikat dan Eropa adalah sebuah kesalahan bisnis yang sangat besar. Sebab, daya beli dunia tertinggi ada di Amerika Serikat Dan Eropa. Oleh karena itu, setiap kerjadian ekonomi di negara-negara tersebut seharusnya menjadi perhatian dalam mengelola risiko.

Bila pelaku bisnis sejak dini sudah mewaspadai dampak krisis utang Amerika Serikat dan Eropa, maka tidaklah sulit untuk mengelola risiko di perusahaan. Perusahaan juga harus menyiapkan sistem perencanaan pemulihan bisnis, untuk memastikan bisnis tetap terpelihara dengan baik, walau secara operasional mungkin bisnis mengalami kerugian dari ekspor

Memperkuat jumlah aset likuid perusahaan di masa krisis keuangan akan menjamin kelangsungan bisnis dan operasional. Perusahaan harus terus bertindak kreatif dan inovatif untuk menjamin kelangsungan pendapatan perusahaan dari pasar lokal, regional dan nasional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHITUNG RISIKO KETIDAKKOMPAKKAN TIM MANAJEMEN

“Manajemen Yang Kuat Lahir Dari Kerja Sama Yang Solid Untuk Menghitung Semua Potensi Risiko Melalui Integritas Diri Yang Terhormat.” – Djajendra

Salah satu hal yang sangat menentukan daya tahan sebuah perusahaan adalah kecerdasan tim manajemen dalam menghitung risiko. Setiap langkah perusahaan haruslah dimulai dengan menghitung berbagai potensi risiko. Termasuk, menghitung risiko dari potensi ketidakkompakkan tim manajemen dalam kebersamaannya untuk mengelola semua risiko secara profesional dengan mengabaikan kepentingan pribadi dari masing-masing pihak. Tim manajemen harus selalu mendisiplinkan diri untuk bisa mengatur diri mereka melalui kerja sama yang solid, agar dapat meningkatkan kinerja dengan mengatur dan mengelola semua potensi risiko melalui praktik bisnis yang etis.

Praktik menghitung risiko haruslah dijadikan sebagai budaya kerja yang dipahami dan dituruti oleh semua pihak di dalam perusahaan. Untuk itu, setiap pihak di dalam perusahaan melalui pekerjaannya masing-masing harus bertanggung jawab penuh untuk menemukan potensi risiko. Tim manajemen yang kompak pasti akan selalu bekerjasama satu sama lain melalui nilai-nilai etis dari integritas diri pribadi masing-masing, dan tidak akan membiarkan perusahaannya terjatuh ke dalam krisis hanya karena gagal mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan.

Risiko akibat ketidakkompakkan tim manajemen akan membuat tim manajemen menjadi tidak efektif dan efisien dalam menghadapi semua potensi risiko. Bila hal ini terjadi, maka melalui sebuah krisis yang kecil saja kekuatan perusahaan dapat terguncangkan dan menjadi tidak berdaya menjawab situasi buruk. Kekompakkan dan kebersatuan tim manajemen sebagai sebuah tim yang solid dalam kerja sama yang profesional akan menghindarkan perusahaan dari banyak potensi risiko.

Tim manajemen yang profesional akan selalu bekerja atas dasar nilai-nilai budaya perusahaan, dan selalu bersatupadu untuk berjuang bersama dalam kebersamaan yang utuh dan profesional, agar dapat menghindari semua potensi risiko. Tim manajemen yang profesional akan selalu bertindak dengan mengevaluasi potensi risiko dalam setiap keputusan yang diambil. Mereka akan selalu kompak dalam ​​melihat risiko dan bersama menilai  risiko dan menghindari risiko tersebut. Mereka akan memanfaatkan setiap rapat, setiap interaksi, dan setiap brainstorming untuk mengukur apakah ide-ide mereka mengandung risiko atau sudah aman dan terkelola risikonya. Bersama mereka akan  bekerja melalui kebiasaan kerjasama yang  saling menyuarakan gagasan-gagasan etis sambil berharap umpan balik dari satu sama lain.

Menghitung risiko ketidakkompakkan tim manajemen artinya dewan komisaris dan dewan direksi bersama manajer-manajer level puncak lainnya harus selalu bertumbuh bersama kekompakkan dalam kerjasama yang solid dan jujur. Di sini, setiap orang dalam tim manajemen harus selalu berjiwa besar untuk melakukan penghitungan risiko atas keputusan bersama yang dibuat, serta melakukan percobaan untuk menguji apakah keputusan bersama yang dibuat itu sudah bebas risiko. Bila belum bebas risiko; maka secara bersama-sama memfokuskan energi, kecerdasan, dan integritas untuk menemukan risiko. Setelah tim manajemen sudah mampu menemukan risiko; selanjutnya, melakukan identifikasi atas jenis-jenis risiko yang ditemukan; melakukan analisa secara mendalam atas risiko yang ditemukan;  melalui integritas diri yang tinggi, tim manajemen secara bersama-sama dan kompak melihat bahaya dari risiko yang ditemukan; kemudian cerdas mengevaluasi risiko tersebut, dan menghambat risiko tersebut untuk tidak tumbuh dan mengancam perusahaan; serta selalu mampu mendisiplinkan diri secara bersama-sama untuk memonitor dan mengawasi risiko tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INVESTASI DAN RISIKO

“Investasi Dan Risiko Adalah Dua Hal Yang Selalu Hidup Bersama Dan Saling Membutuhkan.” – Djajendra

“Siapa Pun Boleh Menjadi Sangat Pintar Dalam Hal Investasi, Tapi Tidak Ada Seorang Pun Di Dunia Ini Yang Mampu Memperhitungkan Risiko Dengan Tepat.” – Djajendra

Bila ada orang-orang yang mengaku sebagai ahli dibidang investasi dan menjanjikan keuntungan besar dengan investasi tanpa risiko, maka sebaiknya Anda wajib untuk mengambil sikap berhati-hati. Percayalah bahwa tidak ada investasi tanpa risiko, semua investasi memiliki risiko, dan hanya besaran risikonya saja yang berbeda.

Seperti pesan warren buffett, seorang investor terbijak dari Amerika, bahwa risiko datang dari ketidaktahuan akan apa yang Anda lakukan. Oleh karena itu, apa pun investasi yang ingin Anda lakukan, harus Anda pahami secara rinci dan dipelajari secara mendalam, agar Anda bisa memiliki pengetahuan yang benar untuk membuat keputusan yang tepat buat keuntungan Anda.

Sebuah investasi selalu terkait kepada berbagai faktor ekonomi, sosial, dan politik yang mendukung keberadaan investasi tersebut. Artinya, sebelum bertindak dalam investasi yang rumit, Anda sebaiknya memperlengkapi mindset Anda dengan kemampuan yang sesuai dengan tindakan investasi Anda. Jangan pernah menyerahkan kedaulatan berinvestasi Anda ke tangan orang lain. Anda harus menjadi fund manajer atau pun menjadi ahli investasi sebelum melakukan investasi. Bila Anda menyerahkan investasi Anda untuk dikelola oleh orang lain, maka Anda tidak akan lagi memiliki kendali untuk mengatasi risiko-risiko. Hal ini berarti bahwa masa depan investasi Anda tidak berada ditangan Anda, tapi berada pada kemampuan dan niat baik dari orang-orang yang Anda percayakan untuk mengelola investasi Anda.

Ketika Anda memiliki banyak uang, maka orang-orang dengan kompetensi dan pengalaman untuk mengelola uang orang lain, akan hadir ke dalam kehidupan Anda. Biasanya, mereka akan memperlengkapi diri mereka dengan berbagai kepintaran untuk berbicara dan mempengaruhi Anda, agar Anda mempercayai mereka dalam pengelolaan uang Anda yang banyak itu. Mereka juga akan bilang bahwa Anda tinggal duduk manis, dan mereka akan bekerja keras untuk mengalirkan keuntungan ke pundi-pundi Anda. Saran saya, Anda jangan langsung percaya dan berinvestasi, tapi belajarlah semua pengetahuan ekonomi, keuangan, dan investasi yang terkait dengan tawaran mereka. Lalu, pastikan Anda memahami investasi Anda tersebut, termasuk risiko-risikonya dalam kecerahan diri terdalam Anda. Hal terpenting, kendalikan sendiri investasi Anda, jangan pernah menyerahkan kendali kepada siapa pun, apalagi kepada orang-orang yang terlihat sangat pintar dan banyak akal.

Jangan takut kepada risiko, sebab tidak ada investasi yang bebas risiko. Anda harus terjun sendiri dan mengendalikan sendiri semua keputusan dan tindakan atas investasi Anda. Bila ada orang lain datang dan menjanjikan untuk meminimalisir risiko investasi Anda, maka sebaiknya Anda pelajari secara mendalam atas tawaran tersebut. Lalu, buatlah keputusan atas dasar keyakinan dan pengetahuan Anda, bukan atas dasar dan keyakinan orang lain. Orang lain boleh saja menjadi sangat pintar dan luar biasa dalam hal investasi, tapi tidak ada orang di dunia ini dalam bidang apa pun yang mampu memperhitungkan risiko dengan tepat.

Risiko adalah bagian dari diri kita, bagian yang tak terpisahkan dari logika berpikir kita. Seperti kita pahami bahwa setiap orang selalu memiliki logika berpikir dan keyakinannya sendiri atas sebuah tindakan investasi. Pastikan Anda selalu bersikap rasional dan memahami investasi Anda dengan pengetahuan yang mendalam dan tercerahkan. Pahami ide dasar dari sebuah investasi, dan jangan pernah berspekulasi tanpa memiliki kendali atas investasi Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTERNAL KONTROL INTERNAL CONTROL

“Kegagalan Dalam Internal Kontrol Selalu Disebabkan Oleh Perasan Dan Pikiran Yang Menganggap Diri Dan Organisasinya Terlalu Ekselen, Sehingga Mereka Tertidur Di Dalam Kesombongan.” – Djajendra

Internal Kontrol adalah pertahanan dan pengendalian internal organisasi melalui keunggulan sistem, kebijakan, prosedur, panduan etika, etos kerja, dan budaya organisasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan dalam mengendalikan semua risiko manajemen dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Internal Kontrol bertujuan untuk mengendalikan setiap pikiran, perasaan, dan tindakan individu atau kelompok di dalam organisasi untuk selalu mematuhi aturan, prosedur, kebijakan, sistem, etika, hukum, dan prinsip-prinsip kerja atas dasar budaya organisasi yang disepakati. Dalam hal ini, setiap individu harus membekali dirinya dengan integritas yang solid untuk bisa menjadi pribadi yang sangat jujur dan beretika. Lalu, mampu memfokuskan semua energi dirinya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional organisasi termasuk menyediakan dan mendapatkan informasi yang benar dan yang dapat diandalkan oleh manajemen, serta selalu bersikap sangat jujur dan beretika tinggi dalam menjaga dan merawat semua aset berwujud dan tak berwujud yang dimiliki oleh organisasi.

Struktur organisasi harus memiliki budaya internal kontrol melalui kekuatan integritas dan loyalitas dari setiap individu organisasi, untuk bisa memberikan keyakinan dan kebenaran atas semua pekerjaan dan transaksi organisasi kepada stakeholder. Di sini, sistem dan prosedur internal kontrol yang luar biasa ekselen saja masih belum cukup, tapi diperlukan kepribadian-kepribadian individu atau kelompok di dalam organisasi yang luar biasa ekselen untuk menjalankan integritas dirinya terhadap semua peraturan dan ketentuan yang ada.

Setiap individu yang berwenang terhadap transaksi organisasi harus memiliki kesadaran dan kejujuran total untuk mencatat secara benar atas setiap transaksi, menghargai setiap transaksi dari stakeholder dengan integritas dan kejujuran diri, mengklasifikasikan setiap transasksi secara benar dan tepat waktu, serta selalu mematuhi prinsip-prinsip dan etika akuntansi yang benar.

Internal Kontrol berarti organisasi secara formal telah memiliki sebuah filosofi manajemen untuk menjalankan setiap hubungan dan transaksi dengan stakeholder secara terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab, dan melayani stakeholder dengan sepenuh hati sesuai janji-janji. Untuk itu, struktur organisasi harus mampu melakukan pemisahan tugas dan tanggung jawab dari setiap individu atau kelompok di dalam organisasi sesuai fungsi, peran, dan wewenang masing-masing yang saling terkontrol melalui sistem, prosedur, kebijakan, integritas dan etika.

Internal Kontrol berarti setiap individu atau kelompok di dalam organisasi mampu secara proaktif mengidentifikasikan risiko-risiko yang belum dikenal di lingkungan organisasi. Kemajuan teknologi dan pengetahuan selalu berpotensi menghasilkan risiko-risiko baru yang sebelumnya mungkin tidak pernah dikenal. Oleh karena itu, manajemen harus menjadikan setiap karyawan dan pimpinannya sebagai para pembelajar seumur hidup yang tidak pernah merasa pintar untuk memperbaiki kualitas diri dan kualitas sistem organisasi. Biasanya, kegagalan dalam internal kontrol selalu disebabkan oleh perasan dan pikiran yang menganggap diri dan organisasinya terlalu ekselen, sehingga mereka tertidur di dalam kesombongan.

Internal Kontrol tidak sebatas memiliki prosedur yang tepat untuk otorisasi, melakukan pemisahan tugas yang memadai kepentingan organisasi, melakukan dokumentasi dan pencatatan untuk mengamankan kepentingan organisasi, mengawasi dan merawat fisik aset milik organisasi, serta mematuhi kebijakan dan peraturan organisasi; tapi juga harus mengembangkan manusia-manusia organisasi yang berintegritas dan beretika tinggi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab terhadap semua kepentingan organisasi, manajemen, dan stakeholder secara adil dan wajar.

Internal Kontrol atau pengendalian internal adalah sebuah fondasi yang paling dasar untuk menjalankan setiap proses dari mulai kebijakan sampai kepada operasional organisasi dalam melayani setiap kepentingan stakeholder secara jujur, terbuka, adil, wajar, dan penuh tanggung jawab. Internal Kontrol bukanlah alat untuk mencapai semua tujuan organisasi dengan segala cara, tapi merupakan alat untuk melayani semua kepentingan stakeholder dengan segala kejujuran dan kewajaran.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TSUNAMI DAN BANGSA JEPANG

“Bumi Memberi Kehidupan Dan Mengambil Kehidupan Melalui Caranya Sendiri.” – Djajendra

Kata Tsunami berasal dari bahasa Jepang; tsu artinya pelabuhan, nami artinya gelombang, Tsunami berarti ombak besar dari pelabuhan. Kita semua bisa menyaksikan betapa dahsyatnya gelombang air laut menyapu habis sebagian daratan Jepang. Banyak teori ilmu bumi mengatakan bahwa Tsunami disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi di bawah laut, lempengan bumi yang bergerak, atau longsoran gunung yang masuk ke dalam laut. Yang pasti dampak Tsunami sangat luar biasa merusak dan kehadirannya sangat sulit diperkirakan. Realitas memperlihatkan bahwa setiap kali Tsunami datang pasti membawa korban manusia dalam jumlah yang sangat besar.

Sejarah mencatat bahwa generasi masa lalu dari masyarakat  Jepang telah memiliki pengalaman dengan Tsunami. Jepang adalah wilayah yang paling sering mendapatkan goncangan dari dasar bumi dan dari dasar laut. Oleh karena itu, pemerintah Jepang sudah mengantisipasi Tsunami, serta telah mempersiapkan infrastruktur dan mental masyarakatnya untuk menghadapi bencana Tsunami dan gempa bumi. Manajemen risiko telah dijalankan dengan sangat baik, dan Jepang merupakan salah satu negara termaju dalam hal penanganan Tsunami dan gempa bumi. Tapi, kalau saya melihat realitas dari kerusakan akibat Tsunami dan gempa bumi di Jepang, saya berpendapat bahwa secerdas-cerdasnya manusia bumi masih jauh lebih cerdas. Kerusakan yang terlihat ini pasti akan menimbulkan biaya perbaikan yang tak terhitung; yang pasti, setelah bencana, pemerintah Jepang akan melakukan pembangunan besar-besaran untuk menormalkan kembali semua keadaan.

Dunia memberitakan bahwa masyarakat di Jepang selama bencana ini berperilaku saling tolong menolong dan saling membantu diantara mereka; sangat berdisiplin dan patuh pada aturan, termasuk tetap antri untuk mengambil makanan dan minuman dalam ketidakpastian; mereka tetap membungkukkan tubuh sambil mengucapkan arigato gozaimashu atas semua kebaikan yang mereka terima dari keadaan setelah bencana maha dahsyat ini; dan tidak ada penjarahan atau pun pencurian yang dilakukan oleh warga dalam keadaan darurat ini. Semoga saja keadaan baik ini bisa tetap terpelihara, serta dapat memberikan inspirasi dan motivasi positif  bagi kita semua.

Gempa bumi bermagnitud 9,0 plus gelombang besar Tsunami yang terjadi pada Jumat, 11 Maret 2011, telah membuat beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir rusak berat dan diberitakan telah mengeluarkan radiasi nuklir, serta berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Kejadian ini membuktikan bahwa perencanaan pembangunan PLTN ini gagal memperhitungkan risiko Tsunami dan gempa bumi seperti yang terjadi pada Jumat, 11 Maret 2011. Oleh karena itu,  Apa pun alasannya pembangunan semua hal yang terkait kepada nuklir seharusnya direncanakan secara lebih baik melalui manajemen risiko yang teruji secara baik, agar kejadian seperti saat ini tidak terulang lagi di masa depan. Radiasi nuklir dipercaya sangat berbahaya bagi kesehatan dan eksistensi masa depan manusia.

Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di daratan rawan gempa dan Tsunami haruslah sangat berhati-hati, dan harus selalu mempertimbangkan berbagai dampak dan risikonya. Kita semua memahami bahwa pemerintah Jepang sedang bekerja keras menyelamatkan orang-orang dari bahaya radiasi nuklir tersebut. Jelas,  sekarang ini ancaman bahaya radiasi nuklir dari kerusakan PLTN di Jepang itu telah memicu kegelisahan masyarakat global dan juga kegelisahan warga Jepang. Kita semua hanya bisa berdoa dan berharap agar bahaya radiasi nuklir Jepang bisa secepatnya dikendalikan agar tidak menyebar kemana-mana.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com