KREATIVITAS DAN INOVASI MENUMBUHKAN MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

“Kreativitas dan inovasi tidak pernah menunggu dukungan dari luar dirinya, tetapi selalu memiliki perhatian dan kesadaran dari dalam diri untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.”~Djajendra

Tanpa kreativitas dan inovasi, tidak ada kemajuan dan tidak ada masa depan yang cemerlang. Kreativitas dan inovasi terjadi ketika kita mampu menikmati pekerjaan kita dengan sukacita di luar zona nyaman. “Kreativitas adalah kecerdasan untuk bersenang-senang.”~ kata Albert Einstein. Jadi, syarat utama untuk menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif adalah menikmati pekerjaan dengan gembira dan suka dengan tantangan.

Pencapaian terbaik tidak akan terjadi kalau kita masih mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama, kalau kita masih berpikir dengan cara yang sama. Keberhasilan terbaik terjadi melalui kreativitas dan inovasi setiap hari. Inovasi dan kreativitas membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketenangan, kerja keras, disiplin, kepercayaan diri, keyakinan pada keajaiban, dan perasaan gembira dengan apa yang dilakukan.  Niat dan tekad yang kuat untuk mencapai yang terbaik akan memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman, dan inilah dasar kreativitas. Miliki rencana yang tepat, kemudian ikuti setiap proses yang dibutuhkan oleh rencana tersebut dengan kreatif. Jangan pernah merasa terjebak oleh situasi dan keadaan, nikmati dan terima semua realitas yang muncul, kemudian tetaplah bergerak maju bersama energi kreatif.

Energi kreatif menyukai keberanian untuk melakukan sesuatu walau hasilnya tidak pasti. Dalam hal ini, ketika tantangan menunjukkan kekuatannya, maka kita harus membangkitkan kekuatan kreativitas untuk menemukan solusi agar tantangan tersebut bisa kita taklukkan. Orang-orang kreatif tidak pernah mengeluh dan menunjukkan kekurangannya, mereka selalu tampil penuh keyakinan pada tindakan yang mereka lakukan. Orang-orang kreatif sangat berjiwa besar untuk menerima hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi tidak pernah pasrah atau diam dengan semua itu, mereka selalu memberikan yang terbaik untuk merubah semua yang tidak diinginkan menjadi diinginkan. Jadi, tidak ada kata kalah atau gagal, mereka menerima kenyataan dan fokus untuk menciptakan apapun yang diinginkan. Mereka sangat percaya pada keajaiban dan keberuntungan.

Kreativitas dan inovasi tidak pernah menunggu dukungan dari luar dirinya, tetapi selalu memiliki perhatian dan kesadaran dari dalam diri untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Motivasi dan kesadaran untuk menghasilkan yang lebih baik mampu menggerakan semua potensi dan sumber daya untuk melakukan yang diinginkan. Intinya, kreativitas dan inovasi selalu hadir sebagai proses yang berkesinambungan, proses yang tidak pernah berhenti, proses yang siap untuk mengantarkan semua potensi agar menghasilkan yang terbaik.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MEMBAGI PEKERJAAN YANG BESAR DALAM DELEGASI YANG EFEKTIF

MOTIVASI 16112017

“Sebesar apa pun sebuah pekerjaan, sesulit apa pun sebuah pekerjaan; bila memiliki visi bersama, tujuan bersama, komitmen bersama, dan kerja keras bersama; maka, pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan sempurna.”~Djajendra

Pekerjaan di dalam perusahaan atau instansi adalah pekerjaan yang dilakukan melalui visi bersama. Semua pegawai dan pimpinan yang berada di dalam struktur organisasi haruslah memiliki visi bersama dan bertindak sebagai anggota tim kerja yang solid. Tidak dibenarkan satu orang pun untuk berpikir di luar visi dan tujuan bersama. Setiap orang pastinya sudah memiliki misi melalui uraian tugas dan peran dalam tanggung jawab yang harus dilakoni. Jadi, masing-masing individu harus mampu menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab dengan profesional dan sepenuh hati. Totalitas individu untuk melakukan pekerjaan secara berkualitas dan tepat waktu adalah kunci untuk menghasilkan hasil akhir terbaik yang diinginkan.

Di dalam perusahaan dan instansi, semua pegawai dan pimpinan adalah satu kesatuan yang saling terkait dan terhubung untuk menjalankan tugas bersama sesuai visi dan tujuan. Sebuah pekerjaan besar tidaklah mungkin bisa diselesaikan oleh satu orang ataupun sekelompok orang, tetapi oleh seluruh insan yang berada di dalam instansi dan perusahaan tersebut. Jadi, setiap orang di dalam perusahaan dan instansi adalah orang-orang yang sangat penting, walau pekerjaan yang dikerjakan itu terlihat tidak penting. Dalam hal ini, hubungan kerja yang saling menghormati dan saling menghargai secara profesional haruslah menjadi bagian dari tata krama kerja. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lainnya, sebab sesungguhnya setiap orang adalah bagian penting yang keberadaannya untuk melengkapi pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain. Intinya, ketika semua orang bekerja dengan saling menghargai dan saling menghormati secara profesional, maka akan terbentuk kekuatan di dalam organisasi untuk menjalani tujuan bersama dan mampu melampaui semua rintangan yang tidak diinginkan.

Mendelegasikan pekerjaan adalah salah satu tugas manajerial yang sangat penting. Manajemen yang sehat dan kuat merupakan kekuatan untuk menyatukan semua orang dan menggerakan semua orang menuju visi bersama. Manajemen harus mampu membagi pekerjaan besar menjadi potongan-potongan kecil untuk diberikan kepada kelompok kerja (unit kerja) agar menyelesaikannya dengan berkualitas. Beban kerja kepada setiap individu ataupun unit kerja haruslah diperhitungkan secara profesional dan manusiawi. Daya tahan kerja yang optimal dari setiap individu harus menjadi perhatian yang serius. Jangan sampai beban kerja yang berlebihan membuat moral kerja menjadi rendah, sehingga kualitas yang diharapkan tidak terwujud.

Semua orang di tempat kerja saling berhubungan dan saling tergantung. Oleh karena itu, manajemen harus mampu membantu setiap insan di tempat kerja untuk bisa berpartisipasi dalam gerakan kerja yang menghasilkan kualitas terbaik. Dan, manajemen sendiri harus mampu menjadikan keberadaannya sebagai kekuatan dari sesuatu yang lebih besar yang ingin dihasilkan. Intinya, manajemen harus berfungsi dengan baik untuk membuat setiap insan di tempat kerja menjadi lebih fokus pada tujuan dan membangun kepercayaan pada bisnis.

Kehebatan manajemen untuk memecah tugas dan tanggung jawab di dalam uraian tugas yang jelas kepada setiap individu dan unit kerja adalah hal yang sangat penting. Mendelegasikan tugas dan tanggung jawab untuk dikerjakan dalam potongan-potongan yang lebih kecil akan membuat pekerjaan cepat tuntas dan kualitasnyapun dapat dikontrol. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang memahami cara mengeksekusi rencana tersebut melalui pendelegasian yang tepat. Manajemen harus mampu merencanakan semua tugas penting, lalu semua tugas penting itu dibagi menjadi beberapa bagian, untuk dapat didelegasikan kepada orang-orang yang berkualitas dengan kompetensi yang tepat.

Memiliki visi bersama dan tujuan bersama di tempat kerja akan meningkatkan perasaan memiliki kekuatan bersama. Ketika semua pegawai dan pimpinan merasa memiliki kekuatan bersama untuk mewujudkan visi bersama, maka semua bagian-bagian terkecil dari pekerjaan yang dikerjakan tersebut dapat dituntaskan dengan sempurna. Perasaan memiliki kekuatan bersama memungkinkan setiap insan di tempat kerja untuk tampil lebih prima, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas dan tepat waktu.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi.com  atau www.djajendra-motivator.com

KINERJA TERBAIK HANYA DIDAPATKAN MELALUI INOVASI TERUS-MENERUS

“Tidak ada mimpi besar yang bisa dicapai tanpa adanya inovasi.”~Djajendra

Keberhasilan sebuah bisnis sangat tergantung kepada kemampuan untuk berinovasi secara terus-menerus. Tidak ada mimpi besar yang bisa dicapai tanpa adanya inovasi. Tidak ada mimpi yang terlalu besar bagi perusahaan yang hidup dalam budaya inovasi. Inovasi adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kesuksesan secara terus-menerus. Inovasi adalah satu-satunya jalan untuk bisa tetap memimpin pasar dan memenangkan persaingan yang ketat.

Inovasi dihasilkan dari kreativitas. Kreativitas itu sendiri merupakan pola pikir yang bekerja di wilayah pikiran, yaitu: yang sedang memikirkan hal-hal baru. Sedangkan inovasi bekerja di wilayah tindakan atau sedang melakukan hal-hal baru. Jadi, kreativitas dan inovasi adalah dua kekuatan yang sangat diperlukan di dalam perubahan atau di dalam proses penciptaan yang baru. Kita sangat sadar bahwa perubahan adalah hukum kehidupan. Tidak ada yang tidak berubah, semua hal pasti berubah. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi haruslah menjadi kebiasaan untuk mendapatkan hal-hal baru ataupun untuk mendapatkan peningkatan kinerja di level yang lebih tinggi.

Inovasi haruslah menjadi bagian dari visi yang kuat untuk peningkatan kinerja di semua aspek organisasi. Inovasi yang terus-menerus memerlukan kontribusi dari setiap individu, kelompok, dan kepemimpinan yang fokus pada pencapaian terbaik. Dalam hal ini, setiap individu harus membiasakan pola pikir kreatifnya untuk digunakan secara produktif. Perusahaan yang kuat selalu memiliki budaya inovasi yang andal. Budaya inovasi melahirkan inisiatif individu dan tindakan kolektif untuk mencapai prestasi terbaik di pasar yang semakin kompleks. Inovasi menciptakan transformasi di semua aspek organisasi, sehingga peningkatan mutu yang terus-menerus menjadi wujud nyata untuk kesuksesan perusahaan.

Tanpa kreativitas dan inovasi kita tidak pernah melihat hal-hal baru. Pertumbuhan dan kemajuan membutuhkan inovasi. Perubahan membutuhkan inovasi. Bisnis selalu berubah oleh inovasi. Setiap insan perusahaan harus menjadi energi positif untuk menguatkan inovasi. Inovasi adalah ladangnya untuk menumbuhkan bibit-bibit unggul agar dapat menghasilkan hasil akhir terbaik.

Setiap perusahaan yang ingin tumbuh dalam kebesaran haruslah sadar untuk hidup dalam proses belajar. Inovasi artinya tumbuh dalam proses belajar setiap saat agar peningkatan dapat diwujudkan dengan sempurna. Jalan menuju sukses adalah melalui inovasi tanpa akhir. Intinya, perusahaan yang ingin tumbuh dan menjadi lebih besar, haruslah bersikap rendah hati dan selalu hidup di dalam proses belajar seumur hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MELAYANI PEKERJAAN DENGAN KUALITAS TERBAIK

“Kemajuan dan pencapaian prestasi terbaik sangat tergantung pada kualitas terbaik dari kompetensi dan kapasitas yang Anda kontribusikan.”~Djajendra

Bekerjalah untuk kualitas terbaik. Organisasi terbaik membutuhkan orang-orang yang bekerja untuk kualitas terbaik. Organisasi terbaik membutuhkan orang-orang yang berkarya dan menghasilkan nilai tambah dengan kualitas terbaik. Datanglah ke tempat kerja bukan sekedar untuk bekerja, tetapi untuk memberikan mutu terbaik. Kemajuan dan pencapaian prestasi terbaik sangat tergantung pada kualitas terbaik dari kompetensi dan kapasitas yang Anda kontribusikan.

Rencana-rencana besar, program kerja yang hebat, tidak akan bermanfaat bila mengabaikan kualitas. Kualitas adalah segalanya. Kualitas terletak pada tindakan dan perilaku, tidak sebatas pada rencana dan program kerja saja. Kualitas sangat tergantung dari kemauan dan keikhlasan diri Anda untuk memberi lebih daripada meminta lebih. Jadi, tingkatkan kualitas dan kapasitas diri Anda agar Anda bisa menjadi energi positif bagi peningkatan mutu di tempat kerja Anda.

Siapkan diri Anda untuk menjadi contoh dan pengaruh bagi peningkatan kualitas di lingkungan kerja Anda. Kesadaran yang tinggi dan proaktif Anda, untuk memberikan peran bagi peningkatan mutu kerja adalah jalan untuk bekerja dengan kualitas terbaik. Jangan pernah berhenti berjuang dan bekerja lebih keras untuk menghasilkan mutu terbaik, karena hanya mutu terbaik yang mampu memberikan prestasi terbaik bagi Anda.

Semua situasi kerja yang mencoba menurunkan mutu harus berani dihadapi dengan tak kenal kata menyerah untuk memberikan mutu terbaik. Itulah kehidupan kerja yang harus Anda jalani setiap hari. Anda juga harus sadar bahwa kualitas terbaik yang Anda berikan melalui pekerjaan, sikap, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan Anda adalah sumber energi positif di tempat kerja. Ketika kualitas terbaik menjadi semangat untuk melayani organisasi Anda, maka energi positif secara otomatis menciptakan tempat kerja yang membuat Anda semua bahagia dan senang dengan suasana kerja.

Bekerja untuk mutu berarti nilai-nilai inti organisasi dan budaya organisasi menjadi lem perekat yang mempersatukan setiap insan organisasi dalam satu kekuatan yang solid. Sebab, mutu terbaik tercipta dari kolaborasi dan koordinasi kerja yang kompak dan solid. Supaya semua orang di tempat kerja bersatupadu dan tak terpisahkan dalam satu visi dan satu budaya kerja yang unggul, maka nilai-nilai inti organisasi harus dapat dihidupkan di tingkat kesadaran tertinggi dari setiap orang di tempat kerja.

Semakin tingkat kesadaran tertinggi Anda mampu menjalani hidup di kedalaman nilai-nilai inti organisasi, semakin Anda mampu menjadi kekuatan organisasi untuk menghasilkan kualitas terbaik. Anda pun dengan mudah mampu melakukan pekerjaan dengan kualitas tertinggi, dan Anda pun mampu bersatupadu dalam kerja sama tim yang solid untuk menghasilkan kinerja organisasi yang terbaik. Intinya, tanpa dipaksa untuk bekerja dengan kualitas tinggi, Anda secara sadar mampu bekerja untuk mutu dan kualitas terbaik.

Misi setiap orang di tempat kerja adalah melakukan pekerjaannya dengan kualitas terbaik. Pastikan Anda sudah memiliki kesadaran untuk menjalankan misi dengan sepenuh hati. Pastikan Anda mampu mengartikulasikan misi yang penuh kualitas untuk kesuksesan organisasi Anda. Andalah kualitas itu. Andalah mutu terbaik itu. Jadi, tampilkan diri Anda yang penuh kualitas terbaik, untuk membuat tempat kerja Anda lebih manusiawi dan lebih berkinerja tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MELAYANI ORANG LAIN DENGAN SUKARELA DAN IKHLAS

DJAJENDRA 2015

“Melayani orang lain harus menjadi kesenangan, menjadi hobi, dan menjadi bagian dari kehidupan yang membahagiakan hati.”~Djajendra

Pelayanan terbaik dihasilkan oleh pribadi yang mampu bekerja sama dengan timnya, yang mampu memimpin semua situasi dan kondisi dengan tenang, yang mampu memecahkan masalah dan menemukan solusi yang tepat, serta yang mampu berbicara di depan banyak orang dengan sikap baik.

Hati yang sukarela dan ikhlas adalah hati yang paling hebat untuk memberikan pelayanan berkualitas. Perusahaan yang berorientasi pada pelayanan berkualitas selalu mengisi hati karyawannya agar dapat lebih sukarela dan ikhlas dalam memberikan pelayanan prima. Hati yang sukarela dan ikhlas mampu membangun jembatan hubungan baik antar insan perusahaan dan juga dengan pelanggan.

Menjadi sukarelawan dalam pelayanan berarti tidak hitung-hitungan; tidak meminta imbalan tertentu untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih; dan menjadi tanpa pamrih dalam pelayanan yang santun dan berkualitas prima.

Sukarela dan ikhlas merupakan dua kekuatan yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan. Kedua kekuatan ini bersumber dari kesadaran hati, bersumber dari niat baik dan komitmen yang sepenuh hati. Jiwa yang sukarela dalam memberikan pelayanan prima, adalah jiwa yang mampu mengekspresikan kepentingan kemanusiaan, sehingga dia mampu memberikan pelayanan dengan empati dan toleransi.

Sukarela dan ikhlas akan memfokuskan pada kekuatan tanpa pamrih. Jika setiap orang di dalam perusahaan memiliki kebiasaan sukarela dan ikhlas, maka mereka mampu menjadi kekuatan yang menyediakan pelayanan terbaik. Dan juga, mampu menyelenggarakan proses pelayanan yang cepat, tepat, menyenangkan, dan berkualitas.

Orang-orang yang sukarela dan ikhlas paling cepat menyatukan dirinya dengan yang lain, sehingga kerja sama tim yang andal dapat diwujudkan dalam pelayanan prima. Mereka juga sangat mampu memimpin situasi, kondisi, suasana hati, dan realitas pelayanan, sehingga dapat memberikan yang terbaik di setiap keadaan yang berbeda. Mereka sangat proaktif dalam memecahkan masalah dan menemukan solusi. Mereka sangat rendah hati dan penuh percaya diri saat berbicara di depan banyak orang.

Jiwa sukarela dan ikhlas mampu memberikan kecepatan dan keunggulan dalam pelayanan prima. Jiwa relawan mudah diakses oleh siapapun, mereka terbuka dan memang ingin memberikan pelayanan terbaik, tanpa pamrih, tanpa hitung-hitungan, hanya ikhlas dan tulus.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA KEKUATAN PRODUK UNGGULAN

“Rawatlah produk unggulan dengan kreatif dan berkualitas, karena produk unggulan sudah pasti akan memberikan kehidupan pada perusahaan Anda.”~Djajendra

Temukan kekuatan di dalam bisnis Anda. Diantara produk-produk yang Anda miliki, mana yang paling kuat dan unggul? Jangan mengabaikan produk yang sudah kuat. Fokuskan kekuatan bisnis pada produk unggulan agar kinerja bisnis bisa lebih meningkat.

Bisnis yang hebat lahir dari kemampuan untuk fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas. Sekecil apapun usaha yang Anda miliki, Anda pasti bisa menjadikannya lebih besar dan selalu sukses. Caranya adalah dengan memberikan perhatian yang lebih kreatif dan fokus terhadap produk unggulan. Siapkan strategi dan taktik yang tepat agar produk unggulan dapat secara terus-menerus menjadi sumber keuntungan usaha.

Produk unggul adalah kekuatan inti yang harus dimanfaatkan secara optimal. Konsentrasikan sumber daya perusahaan pada kekuatan inti, dan layani pasar dengan seoptimal mungkin agar produk unggulan dapat menjadi kekuatan yang menguasai ceruk pasar, serta berkemampuan untuk tumbuh dan menguasai pangsa pasar yang lebih besar.

Dunia bisnis adalah dunia kompetisi. Jadi, perusahaan yang mampu memiliki kredibilitas dan reputasi atas produk unggulannya, dipastikan dapat memenangkan kompetisi dan selalu memimpin pasar dengan sukses.

Dalam realitas bisnis, sering sekali produk yang sudah sukses kurang dirawat. Pebisnis lebih suka berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru, sehingga perhatian pada produk baru menjadi lebih besar, sedangkan pada produk lama yang menjadi kekuatan inti bisnis suka diabaikan. Padahal untuk saat ini produk lama tersebutlah yang sedang memberikan kehidupan pada perusahaan.

Produk yang kuat dan unggul harus dirawat dengan hati-hati. Sebab, produk unggul tersebut sedang menjadi kekuatan inti perusahaan. Produk yang kuat inilah yang sedang memberi makan setiap insan perusahaan. Jadi, fokuskan sumber daya dan energi kolektif bisnis untuk menjadikan kekuatan inti perusahaan lebih maksimal.

Dalam strategi pemasaran, wilayah sukses dan wilayah keahlian adalah kekuatan. Jadi, bila sekarang ini produk unggulan tersebut sudah berada di wilayah sukses, serta sumber daya manusia perusahaan sudah menguasai wilayah keahlian di dalam pasar, maka perusahaan pasti mampu menangani setiap kebutuhan dan tantangan pasar. Miliki visi untuk membangun pasar yang memudahkan produk unggulan menjadi yang terbaik, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menjaga emosi positif dan mengelola harapan dengan bijak. Setelah produk unggulan menguasai wilayah sukses di pasar, perusahaan harus fokus menjaga produk tetap di wilayah sukses, dan pemimpin usaha harus mampu mengendalikan ambisi pribadi yang berlebihan, sehingga tidak menciptakan spekulasi yang merugikan posisi produk di wilayah sukses.

Walaupun produk unggulan tersebut sudah menguasai wilayah sukses di pasar, dan sumber daya manusia sudah memiliki keahlian untuk menjaganya. Tetapi, tetaplah diperlukan perbaikan dan perawatan tanpa henti. Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk kreatif dan fokus menangani perbaikan produk unggulan. Intinya, produk unggulan tidak dianggap sudah terlalu kuat dan hebat, tetap rendah hati untuk menjaga mutu, pelayanan, dan tuntutan pasar.

Sumber daya manusia adalah bagian terpenting yang menentukan keberhasilan produk unggulan dalam jangka yang lebih panjang. Perusahaan secara berkelanjutan dan terus-menerus wajib meningkatkan keahlian, wawasan, pengetahuan, dan keandalan sumber daya manusia agar mereka selalu siap untuk menjaga dan merawat produk unggulan.

Produk unggulan harus cerdas mengungkapkan kekuatan uniknya, sehingga tidak ada pesaing yang mampu menciptakan produk baru untuk mengalahkan produk unggulan Anda.

Bisnis yang hebat ada pada kekuatan produk unggulan, yang bila selalu disempurnakan kualitas dan pelayanannya dengan lebih kreatif, maka produk unggulan tersebut akan menjadikan perusahaan lebih kuat dan lebih kaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG PRODUKTIF ADALAH ASET PENGHASIL NILAI TAMBAH

DJAJENDRA-DSCN0859“Jadikan dirimu sebagai aset yang produktif; jadikan dirimu unggul dan terampil; jadikan dirimu sebagai energi tanggung jawab; jadikan dirimu sebagai pembangkit motivasi di tempat kerja; jadikan dirimu sebagai energi kolaborasi yang saling bergandeng tangan untuk mencapai yang terbaik; jadikan dirimu sebagai potensi yang bekerja untuk standar dan kualitas tertinggi.”~Djajendra

Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk mengalirkan bakat, potensi, kecerdasan, kreativitas, sumber daya, dan kemampuan. Setiap orang yang mampu mengalir dengan keandalannya pasti menjadi orang yang produktif dan berprestasi. Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan sepenuh tanggung jawab.

Setiap orang di tempat kerja harus berjuang untuk mewujudkan potensi menjadi hasil akhir yang produktif. Mendorong pencapaian kinerja dan prestasi tertinggi, mengeksplorasi potensi dan sumber daya secara produktif, saling membantu untuk tumbuh dan berkembang, serta terbiasa bekerja cepat dalam kolaborasi.

Orang-orang produktif biasanya sangat bertanggung jawab dan sangat andal untuk melakukan pekerjaannya dengan sempurna. Mereka cerdas berkolaborasi dalam tim secara kreatif, efektif, dan produktif. Mereka cerdas berbagi kerja, cerdas mendelegasikan kerja, cerdas untuk tidak berebutan pekerjaan, dan cerdas untuk mengalir di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif adalah pencapai kinerja dan prestasi tertinggi. Mereka fokus, berdisiplin, memiliki tujuan, memiliki cara, memiliki dorongan motivasi, memiliki kebutuhan, memiliki keinginan yang kuat untuk berprestasi, dan bekerja untuk mencapai yang terpenting melalui prioritas.

Orang-orang produktif sadar bahwa kebutuhan dan keinginan adalah motivator yang menentukan siapa dirinya. Kebutuhan untuk berprestasi adalah motivator yang mampu membuat dirinya semangat terus. Kebutuhan untuk menjadi pribadi produktif dan pencipta nilai tambah adalah motivator yang mampu membuat dirinya lebih sejahtera. Orang-orang produktif selalu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk menjadikan diri mereka semangat terus di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif tidak akan terlalu berkompetisi, mereka fokus untuk meningkatkan kualitas dan keandalan cara kerjanya. Mereka sadar bahwa terlalu banyak kompetisi dapat menyebabkan stres, penurunan energi, dan membahayakan moral kolaborasi.

Orang-orang produktif juga sangat kreatif. Mereka selalu memahami bahwa tidak ada batas untuk meningkatkan prestasi. Mereka tidak terjebak dalam batas prestasi dan kinerja. Mereka tidak terbatas oleh sebuah target. Mereka selalu meningkatkan kualitas dan potensi untuk mencapai lebih dari yang telah dicapai.

Orang-orang produktif adalah mereka yang bekerja dengan menggunakan manajemen dan hirarki yang efektif.

Orang-orang produktif bekerja di dalam kekuatan dan keunggulan. Mereka meminimalkan kelemahan dan menemukan cara untuk lebih produktif. Intinya, orang-orang produktif fokus untuk mendapatkan prestasi dan kinerja. Mereka selalu membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk berhasil. Mereka tidak bekerja dalam keraguan dan ketidakjelasan. Mereka selalu menemukan keseimbangan kerja dan mencapai kinerja terbaik.

Orang-orang produktif selalu membangun dirinya dengan keahlian baru untuk dapat bekerja di dalam perubahan dan kreativitas. Mereka bekerja dengan menjadikan dirinya sebagai aset yang mampu menciptakan nilai tambah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MERAWAT KARYAWAN ANDAL UNTUK TETAP SETIA BERSAMA PERUSAHAAN

“Karyawan andal adalah harta termahal milik perusahaan, tetapi bila mereka tidak dirawat dan dijaga, mereka berpotensi pergi dari perusahaan.” ~ Djajendra

Mencari karyawan yang andal dan berkualitas bukanlah perkara yang mudah. Sangat banyak jumlah pencari kerja, sangat banyak jumlah pengangguran, tetapi tidak mudah untuk menemukan orang-orang andal dan berkualitas.

Ketika orang-orang andal dan berkualitas bersatupadu dalam kolaborasi kerja, maka prestasi dan kinerja terbaiklah yang dihasilkan. Orang-orang andal dan berkualitas adalah harta produktif yang mampu menjadikan perusahaan selalu untung dan berkembang dengan kreatif.

Orang-orang andal sangatlah bertanggung jawab. Mereka terlatih dan terbiasa untuk bekerja dengan efektif, termasuk mengambil tanggung jawab ekstra agar segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cepat dan berkualitas.

Perusahaan yang hebat pasti mempertahankan karyawan andal dan berkualitas dengan cara-cara profesional. Para karyawan andal lebih percaya diri dalam kemampuan pekerjaan mereka. Mereka memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjadikan dirinya sebagai aset yang berguna di dalam perusahaan. Mereka juga tidak segan-segan pindah kerja, bila bos mereka tidak berkualitas. Mereka setia dan profesional pada pekerjaan mereka, tetapi tidak setia pada bos yang tidak berkualitas.

Mengikat loyalitas karyawan andal dengan tata kelola yang berkualitas. Ketika tata kelola dan sistem kerja perusahaan berada di dalam kekuatan transparansi dan akuntabilitas, maka para karyawan andal akan semakin menikmati pekerjaannya dengan lebih setia. Mereka mampu menjadi kekuatan yang mendistribusikan proses kerja dengan efektif dan produktif.

Karyawan andal adalah orang-orang yang perfeksionis dan detail. Mereka selalu fokus dan memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaan yang ditugaskan. Mereka bekerja dengan prosedur dan sistem yang andal, termasuk mampu mengelola segala sesuatu dengan tepat dan produktif.

Merawat karyawan andal untuk tetap setia bersama perusahaan haruslah menjadi tanggung jawab pemimpin. Biasanya, pemimpin yang hebat pasti merawat karyawan andal, dan menjaga motivasi kerja mereka dengan sungguh-sungguh. Pemimpin yang hebat selalu berkomunikasi dengan karyawan andal dan mencukupi semua kebutuhan mereka. Pemimpin yang hebat tidak akan pernah membiarkan karyawan andalnya bekerja dalam ketidakpastian, mereka selalu diarahkan sesuai visi dan misi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCIPTAKAN KOMPETENSI UNTUK BERADAPTASI

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3MENCIPTAKAN KOMPETENSI UNTUK BERADAPTASI

“Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Setiap detik, apapun bisa terjadi, sehingga diri harus menyiapkan mentalnya untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga atau yang mengejutkan diri.”~Djajendra

Orang-orang kreatif yang pembelajar dan rendah hati, adalah orang-orang yang paling mudah untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan mendadak. Perubahan memerlukan kompetensi untuk bisa beradaptasi. Siapapun yang cepat beradaptasi, dia adalah energi yang dapat bertindak dan mengeksekusi solusi.

Ketika harus membuat keputusan mendadak, untuk menjawab tantangan atau kebutuhan yang muncul tiba-tiba. Maka, saat keputusan dibuat, saat itu muncul kebutuhan untuk bertindak dan mengeksekusi. Di sini, dibutuhkan orang-orang yang siap dengan kualitas dan kompetensi agar mampu bertindak atau mengeksekusi dengan tepat dan benar.

Kebutuhan kompetensi yang unik dan kreatif bisa saja terjadi. Oleh karena itu, diperlukan empati dan kolaborasi di dalam sikap profesionalisme kerja. Sebab, empati mampu merasakan kebutuhan dan mengupayakan solusi dalam bentuk kompetensi yang dilahirkan dari diri yang kreatif.

Dunia bisnis adalah dunia yang paling kreatif, yang sangat membutuhkan solusi untuk menghadapi risiko dan perubahan. Kemampuan untuk mengelola persepsi bersama dalam aliran kolaborasi, juga kesadaran bersama untuk memenuhi kualitas dan kompetensi agar dapat memenuhi kebutuhan, akan memudahkan semua pihak di dalam perusahaan untuk menciptakan kompetensi agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan.

Perusahaan yang unggul selalu membangun sumber daya manusia yang penuh empati pada kebutuhan pasar. Dalam hal ini, tidak saja untuk memberikan pelayanan berkualitas dengan produk atau jasa sesuai impian pasar, tetapi juga karakter dan kepribadian pelayanan yang sesuai dengan impian pasar.

Kesadaran untuk menciptakan keterampilan dan kompetensi dari energi kreatif diri, akan menjadikan diri sebagai pribadi andal, yang selalu dibutuhkan oleh perusahaan. Demikian juga, perusahaan harus dengan konsisten dan berkelanjutan menggembleng setiap insannya dengan niat, untuk menjadikan mereka sebagai aset yang membangun kekuatan dan kekayaan.

Kemampuan para pemimpin untuk terhubung dengan para karyawan, terhubung dengan energi empati, sehingga pemimpin dan karyawan mampu terkoneksi batinnya di dalam kekuatan kolaborasi kerja, akan menjadikan hubungan kerja menjadi lebih produktif dan berkinerja penuh.

Setiap hubungan kerja yang terhubung dalam empati, kreatif, integritas, akuntabilitas, dan inovasi, pastilah akan menghasilkan energi atau kekuatan untuk beradaptasi dengan segala keadaan dan situasi.

Kompetensi untuk beradaptasi haruslah mampu dilahirkan oleh setiap insan perusahaan. Tidak perlu sampai harus menunggu seorang ahli atau pakar untuk menciptakan sebuah kompetensi. Jadilah pribadi kreatif yang mampu menghasilkan kompetensi baru untuk menjawab tantangan yang hadir dari berbagai perubahan. Membiarkan diri tenggelam di dalam zona kenyamanan, dan membiarkan diri pasrah tanpa solusi dan keterampilan baru, sama saja menjadikan diri sebagai sesuatu yang tidak berguna di tempat kerja.

Setiap insan perusahaan harus mengambil tanggung jawab dan mampu memberikan pertanggungan jawabnya dengan berkualitas. Tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas diri, menjadikan diri selalu berguna di tempat kerja, serta membuat diri sebagai energi kreatif yang selalu hadir dengan solusi dan keterampilan baru.

Perubahan di dalam dunia kerja membutuhkan kesadaran dan kemauan untuk menciptakan keterampilan baru, sehingga tidak ada manusia yang digantikan oleh mesin. Bila kreativitas dan empati hilang dari kebutuhan, maka diri juga berpotensi kehilangan kualitas kerja, sehingga akhirnya menjadi beban perusahaan, dan mesin pun pasti diciptakan untuk menggantikan orang-orang yang tidak berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RELIABILITY KARYAWAN UNTUK MENGHASILKAN KINERJA

“Seseorang yang andal pasti dapat dipercaya, pasti tahan uji, pasti kuat mental, pasti dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan berkualitas dan tepat waktu.”~Djajendra

Reliability yang bahasa Indonesianya berarti keandalan. Di tempat kerja, reliability merupakan salah satu nilai yang sangat penting. Setiap insan perusahaan yang memiliki reliability pasti menjadi aset terpenting untuk memajukan perusahaan.

Keandalan sumber daya manusia di tempat kerja merupakan syarat terpenting untuk pencapaian kinerja terbaik. Setiap insan perusahaan yang mampu memperlihatkan kualitas dan kompetensi terbaiknya; berpotensi menjadi orang yang diandalkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan, visi, target, dan kinerja terbaik.

Reliability jauh lebih penting daripada banyaknya gelar pendidikan dan pengalaman kerja. Reliability juga jauh lebih penting daripada kecerdasan dan nilai-nilai akademik seseorang. Reliability menjadi sangat penting di wilayah taktik dan eksekusi. Jadi, orang-orang yang memiliki keandalan di bidang pekerjaannya, biasanya dengan sangat mudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara berkualitas dan tepat waktu.

Reliability menciptakan insan perusahaan yang dapat dipercaya. Seseorang yang memiliki keandalan pasti bekerja secara konsisten, dan selalu bertanggung jawab dengan sepenuh hati. Intinya, mereka tidak akan lari dari tanggung jawab, selalu bekerja dengan lebih produktif dan lebih berkualitas.

Perusahaan-perusahaan unggul selalu menjalankan program keandalan, untuk menghasilkan insan perusahaan, yang siap memenangkan target perusahaan dengan berkualitas dan produktif. Keandalan karyawan akan menguatkan rasa tanggung jawab di internal perusahaan, sehingga setiap orang secara sadar akan berkontribusi secara maksimal dan sepenuh hati.

Energi reliability insan perusahaan akan menjadikan mereka bekerja dengan disiplin dan semangat yang tinggi. Mereka akan fokus pada pekerjaannya, bekerja tanpa berkeluh ataupun menggerutu, serta selalu sadar diri untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi. Termasuk, sangat mudah mengalir di dalam perubahan untuk pencapaian yang lebih baik.

Keandalan karyawan haruslah menjadi perhatian manajemen. Secara rutin program keandalan di semua aspek kerja haruslah dilatih dan dibiasakan. Mulai dari perencanaan sampai pemeliharaan dan peningkatan haruslah disiapkan keandalan agar dapat mencapai kinerja terbaik. Orang-orang yang andal di tempat kerja pasti memberikan perhatian yang fokus pada pekerjaan, dan selalu cerdas mengatasi gangguan.

Keandalan di tempat kerja merupakan kunci sukses untuk pencapaian kinerja terbaik. Orang-orang yang andal, sistem yang andal, proses yang andal, tata kelola yang andal, kepemimpinan yang andal, dan manajemen yang andal, adalah dasar untuk menghasilkan kualitas dan kinerja yang berkelanjutan peningkatannya.

Keandalan perusahaan di semua dimensi dan aspek kerja akan meningkatkan reputasi, dan juga secara konsisten menjadikan sumber daya perusahaan sebagai aset produktif, yang secara terus-menerus menghasilkan keuntungan terbaik.

Keandalan akan meningkatkan rasa percaya stakeholders kepada perusahaan. Hal ini, secara otomatis akan menguatkan fondasi perusahaan, sehingga perusahaan mampu tumbuh menjadi semakin besar.

Keandalan akan meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri di internal perusahaan, sehingga kemampuan di internal perusahaan akan semakin meningkat, untuk menemukan solusi dalam menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KREATIVITAS, PIKIRAN BAIK, EMOSI CERDAS, DAN MENJADI LEBIH PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

DJAJENDRA CORPORATE TRAINING 2014

MENINGKATKAN KREATIVITAS, PIKIRAN BAIK, EMOSI CERDAS, DAN MENJADI LEBIH PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

“Dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif. Siapapun yang mampu menjadikan dirinya bahagia di tempat kerja, maka dia pasti menjadi energi kreatif dan produktif, yang menghasilkan kinerja terbaik secara berkelanjutan.” ~ Djajendra

Pekerjaan membutuhkan energi bahagia supaya rutinitas pekerjaan dan tanggung jawab dapat dikerjakan secara kreatif, efektif dan produktif. Energi bahagia memudahkan orang-orang di tempat kerja, untuk menemukan solusi terbaik dari proses pemecahan masalah yang terpetakan dengan cerdas.

Bila energi bahagia hilang, tanggung jawab dan kreativitas berpotensi hilang, kecemasan dan ketidakpastian akan menjadikan orang-orang di lingkungan kerja kehilangan arah dan semangat kerja.

Pikiran baik dan emosi yang cerdas merupakan sumber untuk menghasilkan kebahagiaan. Bila semua orang di tempat kerja sedang dalam kondisi bahagia, maka mereka dengan sepenuh hati dan totalitas akan mengerjakan tugasnya, termasuk menjalankan tanggung jawabnya dengan senang hati.

Nilai-nilai budaya organisasi merupakan jiwa organisasi yang wajib menyatu ke dalam jiwa insan organisasi. Penyatuan jiwa organisasi dengan jiwa insan organisasi akan menghasilkan hubungan emosional yang satu sama lain saling mencintai. Dalam hal ini, organisasi mencintai insannya dengan sepenuh hati, dan para insan organisasi mencintai organisasinya dengan sepenuh hati juga. Hubungan saling mencintai ini akan menjadikan para insan organisasi bekerja dengan pola pikir positif di tempat kerja, sehingga setiap orang dengan rasa bahagia akan meningkatkan kualitas keterlibatannya di dalam kolaborasi kerja; meningkatkan kualitas kreativitas untuk mendapatkan solusi dan pemecahan masalah yang terbaik; meningkatkan produktivitas untuk mendapatkan kuantitas yang berkualitas; dan juga pencapaian kinerja terbaik di semua hal yang dikerjakan.

Pikiran baik dan emosi yang cerdas secara pasti menjadikan insan organisasi lebih optimis dan positif dalam menjalankan etos kerja yang berkualitas.

Etos kerja yang berkualitas akan mendorong para insan organisasi untuk mencapai target dari visi dan misi dengan sepenuh hati.

Ketika etos kerja sedang dalam kondisi prima, maka hal ini akan membuat para insan organisasi bergerak secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pencapaian target dari waktu ke waktu; tidak menjadikan mereka tinggi hati dengan pencapaian-pencapaian besar yang telah mereka lakukan, sebab mereka sadar bahwa sikap tinggi hati pasti menghentikan pertumbuhan dan peningkatan. Dan, mereka tidak mau keberhasilan yang dicapai cepat berlalu. Oleh karena itu, mereka selalu sadar untuk bersikap rendah hati, dan terus-menerus belajar agar dapat meningkatkan pencapaian target yang lebih baik.

Orang-orang yang berpikiran baik dan beremosi cerdas selalu mampu tampil dengan lebih berkualitas dalam menghadapi tantangan. Mereka tampil lebih tenang, lebih percaya diri, serta lebih mampu mengamati semuanya dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat. Energi bahagia di jiwa mereka membuat cara kerja mereka sangat kreatif dan fokus untuk menemukan yang terbaik.

Orang-orang yang berpikiran baik dan yang beremosi cerdas selalu terhindarkan dari kesalahpahaman. Sebab, pikiran baik dan emosi cerdas mampu berinteraksi dengan menggunakan empati, sehingga mampu memahami dan mengerti tentang pola pikir orang yang sedang dihadapi.

Produktivitas harus mengalir setiap hari, dan setiap detik di tempat kerja. Prestasi, kinerja, dan kesuksesan hanya dapat dihasilkan dari produktivitas yang meningkat kualitasnya setiap hari.

Kemampuan untuk bekerja dengan disiplin, dan mengalirkan potensi diri secara konsiten untuk menghasilkan kinerja yang paling produktif, akan menjadikan diri Anda mudah untuk menemukan cara kerja terbaik yang lebih kreatif.

Yakinkan diri untuk bekerja dengan pikiran baik dan emosi cerdas. Semakin kuat keyakinan Anda untuk bekerja dengan pikiran baik dan emosi cerdas, semakin bahagia Anda di tempat kerja. Dan juga, semakin mampu untuk tidak terjebak dalam ruang pesimis, yang berpotensi membuang-buang waktu dan energi Anda melalui pola pikir yang tidak fokus pada tanggung jawab.

Bekerjalah dengan sepenuh hati, kuatkan integritas pribadi untuk dapat melayani pekerjaan Anda dengan totalitas dan sepenuh hati, serta gunakan delapan jam kerja setiap hari dengan produktif dan efektif. Miliki kebiasaan kerja dengan hati yang bahagia dan antusias terhadap tugas dan tanggung jawab. Bersikaplah dengan ikhlas dan tulus untuk melayani organisasi dan stakeholders. Jadilah andal dan berharga di tempat kerja, termasuk memiliki perilaku kerja yang berbudaya untuk melayani budaya organisasi di tempat kerja Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELAYANAN LUAR BIASA MERUPAKAN BAGIAN DARI STRATEGI PERUSAHAAN

PELAYANAN LUAR BIASA MERUPAKAN BAGIAN DARI STRATEGI PERUSAHAAN

“Pelayanan pelanggan yang hebat merupakan hasil dari implementasi strategi perusahaan. Bila perusahaan tidak menjadikan pelayanan sebagai bagian terpenting dari strategi perusahaan, maka tidaklah mungkin bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan pelanggan yang berkualitas.” ~ Djajendra

Pelayanan berkualitas tidaklah dihasilkan dari proses spontanitas, ataupun dari hasil motivasi yang hebat.Tetapi, harus dimulai dari visi pelayanan yang jelas, lalu dirancang secara cerdas ke dalam strategi perusahaan. Kemudian, membekali setiap insan perusahaan, untuk menyatukan etos kerjanya dengan pedoman layanan pelanggan perusahaan.

Strategi pelayanan pelanggan yang terencana dengan baik di dalam taktik yang tepat, akan menjadikan pelayanan terarah pada target yang tepat. Perusahaan harus menganggap pelayanan berkualitas sebagai target utama, dan bukan sekedar sebatas alat pemanis untuk meraih penjualan yang lebih tinggi. Niat dan tekad yang sepenuh hati dan totalitas untuk memberikan pelayanan berkualitas, akan menjadikan perusahaan lebih profesional dalam memberikan pelayanan.

Pelayanan yang hebat dihasilkan dari program layanan yang hebat. Perusahaan harus memusatkan semua energi positif dan sumber dayanya untuk menyatu di dalam tujuan bisnis, serta menyatu di dalam sistem dan proses layanan yang dirancang dengan profesional. Soliditas di internal perusahaan dan semangat saling mendukung untuk mencapai kinerja terbaik dari program layanan perusahaan, akan memudahkan perusahaan untuk meraih suksesnya.

Melayani dengan sangat detail. Setelah menguasai tujuan, strategi dan taktik layanan, perusahaan harus membuka wawasan insan perusahaan untuk melayani pelanggan dengan detail. Setiap orang harus mau memperhatikan hal-hal kecil di dalam pelayanan. Kemampuan karakter layanan untuk memperlakukan pelanggan dengan sikap baik, serta menempatkan pelanggan sebagai orang yang harus dilayani dengan berkualitas, akan menjadikan pelayanan perusahaan unggul.

Keikhlasan hati untuk mendengarkan pelanggan, dan kesiapan kompetensi untuk memberikan solusi pelayanan terbaik, akan menjadikan pelanggan selalu lebih setia kepada bisnis perusahaan.

Suara pelanggan merupakan suara bisnis. Kecerdasan untuk mendengarkan suara pelanggan, dan kecepatan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, adalah cara terbaik untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Strategi pelayanan yang baik akan menciptakan konsistensi kualitas pelayanan. Strategi yang baik selalu mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan. Strategi yang baik mampu melayani pelanggan yang berubah, mampu melayani karyawan yang berubah, dan mampu melayani produk atau jasa yang berubah. Strategi terbaik selalu mampu berkomunikasi dengan semua aspek layanan, sehingga apapun realitasnya, perusahaan tetap menang untuk melayani kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Pelayanan yang luar biasa merupakan bagian dari strategi perusahaan. Perusahaan tanpa strategi pelayanan, akan sulit melayani pelanggan dengan berkualitas dan totalitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MELIBATKAN FUNGSI SATPAM PERUSAHAAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN

djajendraMELIBATKAN FUNGSI SATPAM PERUSAHAAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN

“Seorang satpam, walaupun sudah menunjukkan batas wilayahnya dengan seragam dan atribut yang dipakai. Tetapi, dia haruslah melebur dalam aliran budaya perusahaan, juga menjiwai nilai-nilai budaya dan nilai-nilai perilaku utama insan perusahaan tempat dia mengabdi sebagai satpam.” ~ Djajendra

Satpam atau satuan pengamanan di perusahaan, perannya sekarang telah berkembang menjadi frontliner yang membantu pelayanan sempurna perusahaan. Seperti diketahui bahwa fungsi satpam yang aslinya adalah untuk menjaga keamanan wilayah dalam dan luar dari sebuah perusahaan. Sekarang ini, sedang terjadi perubahan, satpam tidak hanya diperlukan untuk melaksanakan pengamanan yang sifatnya fisik, tetapi juga telah berkembang perannya untuk melengkapi wilayah pelayanan perusahaan dengan sikap yang lebih ramah dan banyak senyum.

Satpam selalu menjadi orang pertama yang ditemui pelanggan saat berinteraksi dengan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada pelayanan sempurna, sangat berharap pada penampilan satpam yang lebih profesional, lebih berbahasa tubuh positif, lebih tersenyum, lebih memberikan kesan yang membantu kenyamanan dan keamanan pelanggan. Intinya, satpam harus tampil dengan sikap dan perilaku yang lebih melayani harapan dan kebutuhan pelanggan, tanpa kehilangan identitas sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja.

Kesan pertama yang ramah dan membantu pelanggan akan menjadi awal yang baik untuk pelayanan berkualitas. Jadi, seorang satpam, walaupun sudah menunjukkan batas wilayahnya dengan seragam dan atribut yang dipakai. Tetapi, dia haruslah melebur dalam aliran budaya perusahaan, juga menjiwai nilai-nilai budaya dan nilai-nilai perilaku utama insan perusahaan, tempat dia mengabdi sebagai satpam.

Kemampuan satpam perusahaan untuk menciptakan kesan pertama yang positif kepada setiap pelanggan atau pemangku kepentingan lainnya, akan membuat target pelayanan perusahaan semakin mudah untuk dicapai. Di samping itu, satpam juga harus bersikap proaktif untuk membantu tugas-tugas customer services supaya pelayanan yang lebih berkualitas dapat diwujudkan dengan baik.

Wilayah garda depan merupakan wilayah wajah perusahaan, dan selalu menjadi andalan perusahaan untuk memperlihatkan karakter budaya perusahaan yang diimpikan, dan di sinilah wilayah kerja satpam. Kemampuan manajemen perusahaan untuk menciptakan kepribadian frontliner yang sesuai dengan nilai-nilai inti budaya perusahaan, akan menjadikan garda depan perusahaan selalu berperilaku sesuai dengan budaya perusahaan.  

Karakter atau penampilan seorang satpam haruslah ramah, tenang, bersih, rapih, berwibawa, supel, bersahabat, proaktif, membantu, terhubung, dan melayani. Dan semua ini, hanya dapat diwujudkan bila satpam terlatih untuk cerdas emosi dan berpikir lebih positif terhadap wilayah kerjanya.

Sejak mulai membukakan pintu gerbang perusahaan atau kantor perusahaan, satpam harus tampil dengan senyum dan memberikan salam penuh persahabatan. Satpam harus menampilkan karakter yang sangat profesional dan melayani, sehingga siapapun yang sedang masuk ke dalam wilayah perusahaan, bisa langsung merasakan reputasi dan kredibilitas perusahaan yang andal. Satpam juga harus tampil cerdas untuk memberikan informasi singkat tentang perusahaan, dan mampu mengarahkan tujuan pelanggan agar pelanggan bisa dengan mudah dan cepat terhubung ke customer services.

Jangan pernah menganggap kecil peran satpam. Siapapun yang tidak melibatkan fungsi satpam perusahaan untuk peningkatan kualitas pelayanan, maka dia akan gagal untuk memberikan pelayanan sempurna kepada pelanggan. Sebab, satpam dengan pasti menguasai wilayah garda depan perusahaan, dan siapapun yang ingin terhubung ke wilayah perusahaan atau kantor wajib melewati satpam. Jadi, bila perusahaan gagal memberikan kesan positif di wilayah garda depan ini atau di wilayah satpam ini, maka suasana hati yang tidak nyaman akan menjauhkan rasa cinta dan loyalitas pelanggan kepada perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LAYANAN PELANGGAN TERBAIK ADALAH STRATEGI BISNIS TERBAIK

djajendra

“Jika Anda tidak memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan yang ada, maka mereka berpotensi meninggalkan Anda dengan rasa kecewa. Dampaknya, Anda membutuhkan upaya dan biaya yang lebih mahal, untuk mendapatkan pelanggan baru sebagai pengganti pelanggan yang sudah pergi.” ~ Djajendra

Pencapaian kinerja bisnis terbaik sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang sudah dan sedang diberikan pada pelanggan. Bisnis yang hebat selalu dihasilkan dari kemampuan sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan yang melampaui harapan pelanggan. Kebutuhan dan harapan pelanggan selalu berkembang bersama tren kehidupan, sehingga perusahaan harus terus-menerus menguatkan kualitas sumber daya manusia untuk menjawab perubahan perilaku pelanggan. Bila menginginkan perusahaan sebagai unit bisnis penghasil uang, maka siapkan dan berikan pelayanan berkualitas terbaik kepada pelanggan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan merupakan salah satu strategi pelayanan pelanggan terbaik. Perusahaan harus rajin menyelaraskan produk dan layanan dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Semakin kreatif perusahaan terhubung dengan persepsi pelanggan, semakin mampu untuk mencapai keuntungan dan tujuan jangka panjangnya.

Layanan pelanggan terbaik adalah strategi bisnis yang sangat menguntungkan. Setiap penjualan yang hebat dihasilkan dari layanan pelanggan yang hebat. Bila sudah merencanakan penjualan dengan omset yang sangat tinggi, jangan lupa untuk menyiapkan cara menjual yang paling berkinerja. Tidak mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghasilkan omset penjualan terbaik, adalah sebuah kesalahan dalam strategi bisnis.

Perhatian yang lebih baik kepada pelanggan berpotensi menghasilkan penjualan yang trennya selalu naik. Dalam hal ini, pelanggan pasti lebih suka melakukan bisnis atau pembelian dengan penjual yang lebih peduli dan lebih memperhatikan kebutuhan mereka. Dan juga, pelanggan selalu ikhlas untuk membayar lebih kepada pelayanan terbaik yang mereka terima. Semakin baik dan berkualitas pelayanan yang Anda berikan, semakin ikhlas orang-orang menghabiskan uangnya untuk membeli produk dan jasa yang Anda jual.

Dalam realitas bisnis, sering sekali ditemukan bahwa perusahaan-perusahaan menyiapkan uang dan sumber daya yang lebih banyak untuk mendapatkan pelanggan baru. Tetapi, selalu tidak menyiapkan kualitas, energi, dan sumber daya untuk merawat pelanggan lama dengan lebih baik. Oleh karena itu, sebelum berharap loyalitas dari pelanggan, sebaiknya tunjukkan dulu loyalitas perusahaan kepada pelanggan. Siapkan sistem dan infrastruktur untuk merawat dan memikat pelanggan agar mereka selalu setia bersama produk dan jasa yang Anda jual. Jangan sibukkan perusahaan untuk melayani kompetisi pasar, tapi fokuskan semua energi perusahaan untuk merawat dan memikat para pelanggan yang sudah setia dengan Anda.

Pastikan orang-orang selalu memiliki alasan yang paling tepat untuk terus-menerus melakukan bisnis dengan perusahaan Anda. Ingat! Mendapatkan pelanggan dihasilkan dari sebuah proses dan usaha yang cukup mahal. Jika Anda tidak memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan yang ada, mereka berpotensi meninggalkan Anda dengan rasa kecewa. Dampaknya, Anda membutuhkan upaya dan biaya yang lebih mahal, untuk mendapatkan pelanggan baru sebagai pengganti pelanggan yang sudah pergi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELAYANAN PUBLIK SESUAI JANJI DAN KOMITMEN ORGANISASI

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman akan menyampaikan kisah-kisah sukses dari perubahan tersebut, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.” ~ Djajendra

Kualitas pelayanan publik haruslah menjawab semua iklan, promosi, pariwara, dan kampanye yang organisasi lakukan. Jadi, apapun yang ditampilkan di dalam program sosialisasi dan pemasaran haruslah dipertanggungjawabkan di dalam wujud pelayanan publik yang profesional dan penuh integritas.

Kepercayaan publik dimulai saat mereka terpesona atau meyakini semua isi program pariwara yang secara proaktif dikampanyekan oleh organisasi. Dan kepercayaan publik ini akan diuji kebenarannya, yaitu saat mereka langsung terhubung dengan organisasi untuk menerima pelayanan publik. Bila ternyata para petugas di bagian pelayanan publik tidak melayani seperti yang dijanjikan di dalam pariwara organisasi, maka semua kampanye hubungan masyarakat yang dilakukan oleh organisasi akan sia-sia, dan berpotensi menjadi awal yang lebih merusak reputasi organisasi.

Dalam realitas, sering sekali terlihat upaya keras organisasi untuk membangun reputasi dengan kampanye hubungan masyarakat (public relations) yang sangat proaktif.  Dan hal ini dapat kita lihat, saat organisasi memanfaatkan media, seperti: TV, majalah, radio, koran, website, dan media sosial dengan sedemikian rupa, yang menawarkan janji dan komitmen pelayanan publiknya untuk tujuan membangun reputasi positif organisasi.

Jelas, membangun reputasi dengan pariwara yang meyakinkan publik adalah sebuah upaya yang harus dibuktikan kebenarannya di lapangan. Jadi, upaya membangun reputasi tersebut baru akan efektif, bila di lapangan para petugas pelayanan memiliki integritas dan tanggung jawab sepenuh hati, untuk melestarikan reputasi organisasi seperti yang sudah dibangun melalui kampanye proaktif  hubungan masyarakat.

Pelayanan publik yang profesional adalah yang terhubung dengan masyarakat secara sepenuh hati. Dalam hal ini, hubungan masyarakat di dalam pelayanan publik bukanlah pilihan, tetapi merupakan kewajiban organisasi. Oleh karena itu, setiap orang di dalam organisasi harus memiliki kesadaran dan niat baik, untuk memiliki hubungan baik dengan publik yang sedang dilayani. Dan hal ini, wajib diwujudkan secara proaktif melalui perilaku, sikap, dan sifat yang penuh kualitas dan integritas. Jadi, setiap individu organisasi wajib menampilkan diri dengan sepenuh hati dan penuh empati di dalam memberikan pelayanan sesuai janji dan komitmen organisasi.

Mindset yang diperlukan di dalam pelayanan publik adalah mindset yang tidak menonjolkan ego pribadi, tetapi mindset yang menempatkan kerendahanhati dan integritas sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Menciptakan atau meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi membutuhkan waktu minimal dua sampai lima tahun. Dan upaya peningkatan ini wajib dirawat setiap hari, termasuk diperbarui, dan juga dimodifikasi dengan inovasi pelayanan, yang lebih memudahkan publik untuk mendapatkan pelayanan berkualitas dari organisasi.

Reputasi dan kredibilitas itu seperti kaca yang mudah pecah. Jadi, dalam hal apapun, setiap insan organisasi wajib disadarkan dan dijaga moralnya agar tidak membuat kelalaian yang berakibat pada hilangnya kepercayaan publik pada pelayanan organisasi.

Setiap insan organisasi harus bekerja dengan terencana dan juga terfokus pada upaya untuk mencapai hasil yang memuaskan. Komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan energi positif haruslah menjadi fondasi yang membuat setiap orang saling bertanggung jawab, untuk memberikan pelayanan publik yang penuh integritas dan berkualitas.

Kepemimpinan organisasi harus selalu mawas diri dengan cara buka mata, buka telinga, buka akal sehat, dan buka hati agar mampu menyiapkan sumber daya manusianya untuk menjawab isu-isu negatif tentang pelayanan organisasinya.  Dan juga, harus menjadi pemimpin yang cerdas agar orang-orang di sekitar tidak memainkan sisi lemah kepemimpinan, yaitu rasa senang oleh pujian.

Salah satu penyebab kegagalan dalam pelayanan publik adalah kemampuan yang luar biasa dari orang-orang yang cinta zona nyaman. Orang-orang yang cinta zona nyaman ini mampu memainkan titik-titik lemah manajemen dan kepemimpinan. Pada umumnya, kegagalan perubahan di dalam organisasi selalu disebabkan oleh orang-orang kuat yang sudah nyaman dengan rutinitas dan kebiasaan yang ada.

Jadi, saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman ini akan berdiri dibarisan paling depan untuk membantu pariwara dan sosialisasi. Saat implementasi, mereka juga yang paling aktif akan menyampaikan kisah-kisah sukses kepada kepemimpinan, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.

Para pemimpin harus memahami bahwa rasa senang oleh pujian adalah salah satu titik lemah yang akan menghilangkan sikap kritis kepemimpinan. Jadi, para pemimpin sebagai orang-orang yang bertanggung jawab penuh atas program perubahan dan program peningkatan kualitas pelayanan publik, haruslah selalu menggunakan akal sehat, dan juga bersikap rasional, termasuk memiliki empati yang kuat untuk mendengarkan keluhan publik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Disorganisasi Menghilangkan Daya Saing Bisnis

DJAJENDRA PROFILE 2013

Disorganisasi Menghilangkan Daya Saing Bisnis

 “Ketika disiplin diabaikan, keadaan tanpa aturan akan merusak produktivitas dan ketertiban.”~Djajendra

Perilaku kerja yang asal-asalan; perilaku kerja yang tidak patuh pada peraturan; perilaku kerja yang tidak rapi dan bersih; perilaku kerja yang suka menciptakan keadaan tanpa aturan; adalah sumber disorganisasi di lingkungan kerja.

Disorganisasi merupakan keadaan yang akan melemahkan perusahaan, dan lama kelamaan perusahaan juga akan kehilangan daya saing, sehingga berpotensi mengalami kerugian.

Disorganisasi juga muncul dari rendahnya disiplin dan kepatuhan warga negara, khususnya di jalan raya dan fasilitas umum. Misalnya, perilaku warga negara yang terbiasa melanggar aturan, peraturan, etika, dan hukum di jalan raya. Dalam hal ini, warga negara yang suka berdagang di pinggir jalan; warga negara yang suka memparkir kendaraan bermotornya di pinggir jalan; warga negara yang suka menyerobot jalur pejalan kaki, untuk kepentingan berdagang, parkir motor, ataupun dijadikan jalur motor; warga negara yang suka berdagang di tengah jalan tol; dan berbagai perilaku warga negara yang pada intinya menciptakan disorganisasi di jalan raya.

Disorganisasi yang diciptakan oleh sebagian kecil warga negara tersebut berdampak sangat serius terhadap produktivitas dan efektivitas ekonomi negara. Sebab, setiap hambatan di jalan raya akan membuat gerak ekonomi menjadi lambat dan tidak efisien, dan tentu saja akan mengurangi produktivitas.

Rendahnya tanggung jawab, disiplin dan kepatuhan terhadap penggunaan jalan raya, akan menjadi sumber disorganisasi di semua aspek kehidupan sosial dan ekonomi. Hal ini, akan menjadi akar dari rendahnya daya saing ekonomi bangsa terhadap bangsa-bangsa lain yang lebih terorganisir.  

Untuk perusahaan dan instansi pemerintah, disorganisasi di jalan raya akan menguras energi dan mengurangi suasana hati karyawan untuk bekerja dengan penuh semangat. Biasanya, ketidakteraturan di jalan raya akan memperlambat kehadiran karyawan ke kantor, kemudian karyawan juga akan menghabiskan beberapa menit untuk menenangkan pikiran yang sudah kacau oleh macet berjam-jam. Dan di kantor, tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan membutuhkan tenaga yang penuh agar dapat dikerjakan dengan sepenuh hati dan produktif.

Pengorganisasian yang efektif sangatlah penting. Disiplin dalam berbangsa dan bernegara untuk pengorganisasian yang patuh peraturan, aturan, hukum, dan etika adalah sesuatu yang tidak boleh diperdebatkan. Setiap realitas disorganisasi di jalan raya akan menjadi penyebab disorganisasi di dalam perusahaan ataupun instansi, sehingga akan menciptakan pemborosan keuangan yang merugikan hal-hal produktif.

Setiap perusahaan dan instansi pemerintah pasti telah memiliki sistem dan tata kelola yang terorganisir di dalam kekuatan etika dan integritas, sehingga setiap individu karyawan atau pegawai dapat bekerja dengan sepenuh hati agar tercipta hasil akhir yang lebih produktif dan efisien. Hal ini, akan membuat mereka mampu berkontribusi dan melayani segala sesuatu dengan lebih cepat dan tepat waktu. Tetapi, bila tenaga mereka sudah dikuras oleh realitas disorganisasi di jalan raya, maka pastilah mereka tidak mampu melayani apapun dengan cepat dan tepat waktu.

Disorganisasi merupakan sumber pemborosan diberbagai aspek kehidupan. Yang pasti, pemborosan di dalam aspek ekonomi. Akibat disorganisasi, para karyawan harus bekerja lembur, karena pekerjaan yang seharusnya diselesaikan dalam delapan jam, tidak dapat dikerjakan tepat waktu, dan membutuhkan tambahan waktu. Hal ini, mengharuskan perusahaan tetap menghidupkan lampu, ac, komputer, dan juga mengeluarkan biaya untuk lembur karyawan. Bukan itu saja, para karyawan berpotensi mendapatkan tekanan, stres, dan juga gangguan kesehatan oleh realitas yang ditimbulkan disorganisasi.

Disorganisasi akan membuat karyawan kehilangan setidaknya dua sampai tiga jam produktivitas setiap hari. Dan hal ini, akan meningkatkan biaya produktivitas; membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya untuk menemukan solusi bisnis; termasuk penjualan yang hilang, karena kurang cepatnya perusahaan memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSIAPKAN KUALITAS DIRI SEBELUM DIKALAHKAN ROBOT

DJAJENDRA PROFILE

“Di masa depan, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan mungkin sudah tidak sesama manusia saja, tetapi sudah ditambah dengan robot.”~ Djajendra

Memiliki penghasilan besar adalah idaman dan harapan setiap orang. Jadi, Siapapun pasti menginginkan gaji yang lebih besar, dengan berbagai fasilitas yang membuat hidup sangat berkecukupan. Tetapi, sesungguhnya tidak semua orang akan merasa sudah cukup dengan penghasilan besar, karena tidak semua orang bisa hidup dengan puas, tanpa mengeksplorasi potensi dan kualitas hidupnya dengan lebih maksimal.

Mungkin sudah banyak orang yang paham bahwa uang bukanlah sesuatu yang akan mencukupi semua kebutuhan hidup, hanya rasa syukur dan terima kasihlah yang akan memenuhi semua kebutuhan hidup.

Kompetisi bisnis yang semakin ketat telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan produktif. Hal ini mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan tenaga-tenaga yang sangat profesional dibidangnya, dan juga yang memiliki karakter untuk lebih setia dalam menjaga keberlangsungan perusahaan dengan efektif.

Kondisi iklim kerja yang stabil dan konsisten dalam jangka panjang merupakan syarat mutlak agar perusahaan mampu menang dalam kompetisi yang ketat. Bila para pekerja terlalu sering berdemo dengan berbagai tuntutan yang tanpa kompromi, maka potensi matinya perusahaan akan semakin kuat. Bila perusahaan ditutup oleh alasan demo pekerja yang sifatnya sudah berlebihan, maka para pekerja pasti akan kehilangan pekerjaan, dan juga hal ini akan menutup kesempatan buat calon pekerja baru untuk mendapatkan pekerjaan.

Setiap tahun, jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah orang-orang yang siap bekerja menjadi tidak seimbang. Di mana, jumlah pencari kerja terus-menerus naik, sehingga hal ini pasti akan menciptakan pengangguran yang semakin tinggi jumlahnya. Bila pengangguran sudah sangat tinggi, pastilah keamanan negara akan berkurang, dan para investorpun akan semakin takut untuk menginvestasikan modalnya di negara-negara yang keamanannya kurang. Apalagi di negara-negara yang pekerjanya terlalu sering berdemo, yang disertai ancaman dan berbagai tuntutan yang menakutkan investor, maka dapat dipastikan para investor akan berhitung berkali-kali tentang risiko dari demo pekerja, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan berpotensi meninggalkan kebijakan konvensional, seperti padat karya. Sekarang ini, semua orang tahu bahwa teknologi robot sedang dikembangkan untuk menggantikan berbagai pekerjaan di masa depan. Jadi, kemajuan pesat dalam teknologi robot telah menciptakan potensi ancaman serius bagi banyak pekerjaan, dan robot akan menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dalam sebuah standar kerja.

Mungkin sekarang ini harga sebuah robot pekerja masih sangat mahal, tetapi pengembangan teknologi robot yang semakin maju, berpotensi menjadikan harga robot layak dibeli oleh para investor sebagai alat bantu di pabrik-pabrik mereka. Jelas, robot adalah mesin yang pasti akan stabil dan konsisten dalam melayani pekerjaan, sehingga proses produksi dapat terjamin untuk jangka panjang. Dan juga, robot adalah mesin yang harga belinya dapat disusutkan sebagai biaya bulanan, sehingga akan mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.

Kehadiran teknologi robot yang murah pastilah ditunggu-tunggu oleh perusahaan-perusahaan yang saat ini masih padat karya. Mereka pasti sangat menginginkan transformasi model usaha dari padat karya menjadi padat teknologi ataupun padat modal. Apalagi melihat ancaman dari demo pekerja yang terlalu sering, yang telah menimbulkan kerugian atas terhentinya proses produksi dan pelayanan, sehingga pastilah dibutuhkan sebuah jalan keluar untuk menyelamatkan investasi-investasi yang telah mereka tanamkan tersebut.

Persiapkan kualitas diri sebelum dikalahkan oleh robot. Setiap pekerja harus sadar untuk meningkatkan kualitas diri dengan perubahan menuju yang lebih baik. Saatnya menumbuhkan semangat kontribusi yang lebih tinggi. Etos kerja yang produktif adalah kekuatan yang wajib dimiliki setiap pekerja. Dan, jangan pernah mau dikalahkan oleh robot.

Miliki kekhawatiran bahwa pekerjaan yang dimiliki saat ini berpotensi diambil oleh robot. Untuk itu, tingkatkan kualitas dan komptensi diri dengan karakter kerja yang luar biasa produktif dan efektif. Pastikan menjadi sahabat yang membangun perusahaan dengan kreativitas dan produktivitas yang tinggi. Jangan pernah menjadikan diri sebagai musuh yang secara terus-menerus melawan semua kebijakan perusahaan.

Lebih baik mempersiapkan diri dengan kualitas yang lebih hebat, daripada menuntut sesuatu yang lebih besar, sedangkan yang dituntut masih menganggap kontribusi yang diberikan tidak layak dibayar dengan tuntutan yang diminta.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS KERJA YANG KUAT AKAN MEMBAHAGIAKAN LINGKUNGAN KERJA

DJAJENDRA“Bekerja dengan sepenuh hati adalah kunci sukses untuk membangun dan menjalankan etos kerja yang produktif dan efektif. Dan, bila masih ada yang bekerja dengan setengah hati, maka etos kerja akan selalu dibawah standar dan kualitas.”~ Djajendra

Etos kerja merupakan perilaku kerja yang sangat ahli bersama nilai-nilai perusahaan. Biasanya, perusahaan dilengkapi dengan core values (nilai-nilai inti), dan nilai-nilai inti inilah yang akan menyatukan pola pikir dan pola perilaku setiap orang untuk menjadi senyawa yang solid dalam kolaborasi kerja.

Dalam praktik, etos kerja selalu disandingkan dengan etika kerja. Walau banyak pendapat mengatakan bahwa etika berasal dari etos. Tetapi, tetaplah sesuatu yang harus dipisahkan dengan jelas agar orang-orang di tempat kerja bisa memahaminya secara sendiri-sendiri.

Etika kerja mudah dipahami oleh semua orang di tempat kerja, karena merupakan alat penting dalam menjalankan tata kelola yang baik (good corporate governance). Etika kerja sudah memiliki petunjuk yang sangat jelas dan detail di dalam panduan etika bisnis dan kode etik (kode untuk perilaku kerja yang etis), sehingga semua orang dapat menjalankan etika kerja dengan jelas dan pasti. Termasuk, setiap orang dengan sangat mudah dapat diawasi oleh fungsi pengawasan, atas ketaatan dan kepatuhan kepada panduan etika bisnis dan code of conduct yang diterapkan di dalam perusahaan.

Mudahnya mengukur dan mengawasi etika kerja, tetapi tidak demikian dengan etos kerja. Etos kerja ukurannya adalah interpretasi atas nilai-nilai perusahaan, yang selalu bisa salah tafsir dalam dinamika praktik kerja sehari-hari. Etos kerja yang abadi ada di dalam semangat kerja yang sepenuh hati, dan pasti akan hilang saat semangat kerja itu hanya setengah hati. Jadi, ukuran etos kerja selalu menjadi sesuatu yang sangat pribadi, dan diperlukan pendekatan dari hati ke hati untuk membangkitkan potensi kerja dari sumber daya manusia perusahaan.

Ethos kerja merupakan fondasi dari karakter kerja perusahaan, dan jati diri perusahaan akan terwujud dari karakter kerja perusahaan tersebut. Hanya dengan semangat budaya organisasi yang kuat dan unggul dapat diwujudkan etos kerja yang unggul. Artinya, budaya organisasi dengan kepercayaan, keyakinan, kebiasaan, praktik, adat istiadat kantor, dan mantra-mantra motivasi yang menguatkan kebersamaan dalam kolaborasi kerja yang solid, akan menjadikan etos kerja menciptakan perilaku kerja yang menguntungkan semua pihak.

Kepemimpinan haruslah menjadi wajah publik perusahaan. Kepemimpinan yang memberikan keteladanan dan contoh atas etos kerja yang berkualitas, akan menciptakan budaya perusahaan yang cerdas melayani stakeholders dengan kualitas dan kreativitas. Jadi, kepemimpinan wajib menguasai etos kerja yang otentik dari nilai-nilai dan budaya perusahaan yang unik dan solid.

Etos kerja tidak akan berkembang dalam budaya keserakahan dan tinggi hati. Etos kerja akan tumbuh menjadi luar biasa dalam budaya integritas dan rendah hati. Kepatuhan pada etika dan tata kelola yang sehat, serta perilaku kepemimpinan dan organisasi yang selalu belajar dengan rendah hati, akan menjadikan etos kerja kuat dan unggul untuk selamanya.

Etos kerja yang kuat membutuhkan manusia-manusia dengan kepribadian yang rendah hati, pembelajar, penuh disiplin, berintegritas tinggi, profesional, dan bekerja dengan sepenuh hati. Jadi, penguatan etos kerja perusahaan haruslah dipikirkan sejak rekrutmen karyawan atau pimpinan baru. Bila perusahaan salah rekrutmen, dan hanya terpesona pada penampilan dan kualitas kompetensi seseorang, tanpa menjadikan kepribadian sebagai sesuatu yang sangat penting, maka orang yang baru direkrut tersebut berpotensi menjadi energi yang melemahkan etos kerja yang sudah ada.

Kepemimpinan di perusahaan harus memastikan bahwa orang-orang di dalam perusahaan, tidak ada di persimpangan keterampilan, atau kepribadian yang setengah hati bersama perusahaan. Setiap orang wajib menguasai keterampilan dan kualitas, dan juga siap bekerja dengan sepenuh hati dalam totalitas kontribusi dan pelayanan.

Kepribadian yang setengah hati adalah sumber dari rusaknya etos kerja perusahaan. Apalagi bila seorang pemimpin perusahaan atau karyawan masih menjalankan usaha-usaha pribadi di luar perusahaan, maka sudah pasti ia tidak mungkin akan berkontribusi dengan sepenuh hati, dan jelas hal ini tidak akan membantu penciptaan etos kerja yang baik.

Bila perusahaan berniat untuk menciptakan etos kerja yang hebat dan unggul, maka wajiblah untuk membangun komitmen di atas fakta integritas agar orang-orang yang bekerja bersama perusahaan, mampu fokus pada pekerjaannya di perusahaan dengan sepenuh hati dan totalitas, serta tidak ada rangkap jabatan di perusahaan atau organisasi yang lain. Sepenuh hati adalah kunci sukses untuk membangun dan menjalankan etos kerja yang produktif dan efektif.

Etos kerja yang kuat akan membahagiakan lingkungan kerja.  Nilai-nilai perusahaan yang terinternalisasi dengan baik akan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan dan membahagiakan setiap orang. Dan di sini, setiap orang mampu menciptakan pekerjaan yang bermakna untuk dirinya dan perusahaan, termasuk mampu mengeksplorasi dan mengekspresikan jati diri perusahaan melalui karakter pribadinya.

Etos kerja yang unggul dan kuat akan menciptakan perusahaan yang otentik dan unik. Dan juga, akan membantu memfasilitasi suasana kerja yang penuh dengan semangat berbagi, berkontribusi, melayani, membantu, dan menemukan kebahagiaan dari kolaborasi yang sempurna. Pada akhirnya, semua yang baik dari etos kerja akan membantu menjaga kesehatan perusahaan secara berkelanjutan, untuk kepentingan jangka panjang, termasuk untuk kepentingan peningkatan profitabilitas melalui kekuatan etos kerja individu.

Peningkatan berkesinambungan untuk lebih memahamkan etos kerja kepada setiap orang di tempat kerja haruslah menjadi hal yang rutin. Semakin sadar kepemimpinan perusahaan memfasilitasi pertumbuhan individu dengan kualitas etos kerja yang unggul, semakin perusahaan akan memiliki kekuatan sumber daya manusia sebagai aset, yang menentukan kemajuan atau keberhasilan dari aset-aset produktif yang lainnya.

Budaya kerja yang etis hanyalah kombinasi dari apa yang akan dihargai dan dihukum. Tetapi, etos kerja berbicara tentang kepribadian yang bekerja dengan sepenuh hati yang menunjukkan perhatian, disiplin, ketekunan, kerja keras, inovasi, kinerja, prestasi, serta berani mengambil risiko untuk kemajuan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HIDUP ADALAH PERUBAHAN! BELAJARLAH HAL-HAL BARU UNTUK MENDAPATKAN YANG TERBAIK DI MASA DEPAN

DJAJENDRA 2013“Masa depan adalah milik para pembelajar. Para pembelajar adalah orang-orang yang setiap hari memprogram dirinya, untuk menguasai keterampilan baru agar dapat mereka gunakan dalam meraih masa depan yang lebih sukses. Sebaliknya, orang-orang yang malas belajar atau yang sudah menganggap dirinya sangat pintar. Biasanya, baru akan mulai belajar saat dirinya terdesak oleh realitas perubahan. Jadi, mereka baru memiliki gagasan atau pikiran untuk menguasai keterampilan baru, ketika pola kerja mereka sudah kontraproduktif dengan realitas.” ~ Djajendra

Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru, sebab Anda memang harus menjadi lebih kreatif dan membiasakan diri dengan hal-hal baru.

Setiap prospek Anda ada di depan, Anda harus mendapatkannya dengan terobosan –terobosan terbaru. Jadi, bersahabatlah dengan perubahan, dan pergilah melakukan sesuatu yang baru untuk mendapatkan yang terbaik di masa depan.

Kuatkan disiplin diri untuk melakukan sesuatu yang baru. Kuatkan ketekunan agar kualitas diri terus berkembang menjadi lebih baik. Kuasai keterampilan baru agar dapat meningkatkan cara kerja yang lebih optimal. Hiduplah dalam pertumbuhan, dan biasakan diri untuk berlatih dengan disiplin, lalu miliki motivasi untuk selalu mengalami perbaikan terbaik dalam waktu yang sangat singkat atas kompetensi dan kualitas diri.

Jangan mencari-cari waktu luang untuk belajar keterampilan baru, sebab Anda pasti akan frustrasi oleh terbatasnya waktu Anda. Ciptakan waktu, lalu program diri Anda untuk secara otomatis belajar sesuatu yang baru setiap hari, dalam semangat untuk perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Jadi, belajar keterampilan baru adalah rutinitas kehidupan yang harus menjadi bagian keseharian yang sifatnya otomatis.

Fokuskan perhatian pada inti pembelajaran, lalu  program inti pembelajaran tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar Anda mudah mempelajari dan mempraktikkannya. Kemudian,  bekerjalah pada satu keterampilan baru, pada satu waktu, sampai keterampilan baru tersebut bekerja dan membantu rutinitas Anda. Selanjutnya, lakukan perbaikan dan penyesuaian di sepanjang jalan.

Masa depan adalah milik para pembelajar. Para pembelajar adalah orang-orang yang setiap hari memprogram dirinya, untuk menguasai keterampilan baru agar dapat mereka gunakan dalam meraih masa depan yang lebih sukses. Sebaliknya, orang-orang yang malas belajar atau yang sudah menganggap dirinya sangat pintar. Biasanya, baru akan mulai belajar saat dirinya terdesak oleh realitas perubahan. Jadi, mereka baru memiliki gagasan atau pikiran untuk menguasai keterampilan baru, ketika pola kerja mereka sudah kontraproduktif dengan realitas.

Kinerja adalah ukuran dari orang-orang sukses. Oleh karena itu, sebagian besar waktu akan mereka gunakan untuk pencapaian kinerja. Setiap hari mereka akan berpikir dan bertindak untuk menghasilkan kinerja yang berarti bagi prestasi hidup mereka. Hidupnya difokuskan dengan sangat tajam dan terarah pada pencapaian kinerja terbaik. Mereka juga sangat menikmati proses, serta selalu bersenang-senang dengan setiap langkah dan strategi menuju pencapaian kinerja terbaik.

Belajarlah segala sesuatu agar keterampilan baru Anda memiliki karakter yang lebih unik dibandingkan yang lain. Pembelajaran banyak hal atau beragam topik pengetahuan bertujuan untuk pembentukan karakter. Jangan hanya fokus pada satu topik pengetahuan ataupun satu buku saja, jadilah pembelajar yang mau tahu banyak hal, yang mau tahu beragam keterampilan. Walaupun semua itu belum tentu Anda gunakan dalam praktik kerja sehari-hari, tetapi semua itu akan memperkaya kualitas keterampilan Anda, khususnya saat Anda harus bersikap atau membuat keputusan.

Ketika pembelajaran Anda meningkat dengan sangat cepat, Anda tidak boleh berpuas diri. Bila Anda berpuas diri, akan terjadi penurunan kualitas atas apa yang telah Anda kuasai. Pembelajaran itu sifatnya setiap hari di dalam kerendahan hati, dan tidak boleh sekalipun berpikir bahwa Anda sudah sangat pintar. Pikiran dan perasaan sangat pintar oleh diri sendiri adalah energi yang akan memperlambat kemajuan diri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA TRUST MENINGKATKAN PERDAGANGAN DAN INVESTASI

DJAJENDRA“Bangsa dan negara yang cerdas menyiapkan dirinya dengan budaya kepercayaan, akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sangat besar dari globalisasi, termasuk akan menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih baik.” ~ Djajendra

Kepercayaan adalah mata uang yang paling tinggi nilainya. Bila Anda menjadi orang yang paling dipercaya, maka permintaan atas jasa atau layanan dari Anda akan sangat tinggi. Demikian juga, bila produk atau jasa dari perusahaan Anda sangat dipercaya oleh pelanggan dan stakeholders lainnya, maka potensi bisnis Anda akan terus meningkat secara berkelanjutan, dan pastinya penjualan akan berada di posisi tertinggi.

Dalam dunia yang semakin kecil oleh globalisasi dan teknologi internet ini, setiap warga negara Indonesia harus sadar akan pentingnya kepercayaan dalam pembangunan ekonomi bangsa dan negara Indonesia. Bila kejujuran, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas dapat diberikan dari integritas dan etika yang tinggi; maka pandangan positif  dari warga atau korporasi negara-negara lain, akan mempengaruhi peningkatan perdagangan dan investasi mereka ke Indonesia. Jadi, trust atau kepercayaan adalah mata uang atau kekayaan abadi yang wajib Anda hadirkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Tanpa trust, perusahaan Anda secara perlahan-lahan akan kehilangan pangsa pasar, dan pada akhirnya sulit mencapai target penjualan yang Anda tetapkan.

Setiap kebijakan bisnis tidaklah boleh mengabaikan faktor kepercayaan. Untuk meningkatkan faktor kepercayaan dalam bisnis diperlukan upaya peningkatan citra positif perusahaan. Citra positif akan meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan, dan hal ini akan memiliki dampak yang sangat besar pada kemampuan untuk menjual produk atau jasa.

Ada sebuah cerita menarik dari sebuah toko digital printing dan fotocopy, yang sangat agresif dalam membangun citra positif  tokonya secara fisik. Di tokonya sangat  banyak banner, brosur, dan berbagai macam tempelen-tempelen kertas warna-warni dengan kata-kata yang sangat indah tentang kualitas produk, harga yang kompetitif, dan pelayanan 24 jam. Setelah berjalan lebih dari tiga tahun, toko yang hebat itupun ditutup. Dari hasil penelitian, ternyata toko tersebut tidak memiliki sumber daya manusia yang tulus dan ikhlas memberikan pelayanan cepat dan tepat waktu. Sikap dan perilaku karyawan yang ketus, tanpa senyum, dan menganggap pelanggan yang membutuhkan mereka, mengakibatkan rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan pada toko tersebut. Walau pemiliki toko tersebut sudah memiliki program-program penjualan yang hebat, tetapi sikap dan perilaku negatif dari para operator toko, telah menghilangkan kepercayaan pelanggan pada toko tersebut. Dari hari ke hari akumulasi rasa kecewa atas pelayanan yang buruk telah membuat para pelanggan meninggalkan toko tersebut untuk selamanya. Kabar buruk yang ditularkan dari mulut ke mulut tentang toko tersebut, pada akhirnya menciptakan akumulasi rasa tidak percaya yang sangat tinggi.   

Kepercayaan yang tinggi hanya dapat dihasilkan dari sikap dan perilaku yang dengan sepenuh hati menjalankan etika, integritas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan dari hati, serta selalu bekerja lebih bersama kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan hal-hal terbaik untuk memuaskan kebutuhan konsumen.

Budaya saling percaya akan menjadikan hubungan bisnis dan investasi antar negara, antar perusahaan, antar pribadi menjadi lebih produktif, serta menjanjikan pangsa pasar yang lebih besar.

Fondasi globalisasi adalah etika bisnis yang kuat dan unggul, hukum yang adil dan bijak, integritas di semua aspek bisnis; serta kinerja sumber daya manusia yang efektif, produktif, efisien, dan kreatif. Jadi, negara dan bangsa manapun pasti akan unggul dalam globalisasi, bila budaya trust menjadi energi yang menggerakan perilaku kehidupan kerja sehari-hari.

Bangsa dan negara yang cerdas menyiapkan dirinya dengan budaya kepercayaan, akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sangat besar dari globalisasi, termasuk akan menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih baik.  

Bila prasangka buruk mengurangi kepercayaan kepada sebuah bangsa dan negara, maka sudah seharusnya negara dan bangsa tersebut menunjukkan kepada dunia bahwa mereka telah membiasakan perilaku kehidupan dengan penguatan etika, integritas, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang lebih dari hati yang tulus.

Budaya trust adalah kekuatan yang wajib dibangun dan dikembangkan melalui sistem, tata kelola, mindset, dan perilaku kehidupan di dalam kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, kreativitas, inovasi, pelayanan, serta kualitas yang terus-menerus ditingkatkan untuk tetap menang di pasar.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LINGKUNGAN KERJA YANG POSITIF MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA

PEMDA KABUPATEN BELITUNG 2013

“Setiap orang suka dengan pujian, dan tidak suka dengan kritikan. Saat Anda harus memberikan tanggapan kepada seseorang, pastikan Anda merespon dengan positif. Bila ingin mengkritik, gunakan kata-kata positif dan jangan merendahkan dirinya.” ~ Djajendra

Lingkungan kerja yang positif akan membangun hubungan yang kuat dengan rekan kerja, bawahan, pimpinan, pelanggan, serta dengan semua pemangku kepentingan yang lainnya.

Perilaku kerja dengan tata kelola yang konsisten berdasarkan nilai-nilai organisasi yang kuat, akan memiliki dampak positif, untuk meningkatkan disiplin dan motivasi kerja setiap orang di dalam organisasi. Keberhasilan atau kegagalan di tempat kerja sangat ditentukan oleh soliditas di lingkungan kerja. Semakin antusias dan disiplin orang-orang melayani pekerjaan masing-masing, semakin kuat hubungan kerja yang akan terjalin di lingkungan kerja tersebut.

Setiap fungsi dan peran di tempat kerja tidaklah boleh saling menjauh, tetapi harus saling mengisi dengan berkomunikasi secara aktif, untuk mengumpulkan masukan sebelum mengambil keputusan. Perilaku kerja dalam kebebasan kreatif; dalam kemampuan untuk menahan diri; serta dalam kecerdasan untuk menghadapi tantangan dan risiko, akan menjadi modal yang kuat untuk menjaga lingkungan kerja selalu solid dan positif.

Setiap orang di tempat kerja harus mempersiapkan sebuah kebiasaan kerja yang fokus pada hal-hal penting dan prioritas. Sikap fokus pada prioritas ini akan membantu orang-orang untuk berkontribusi dan melayani tujuan dengan tepat sasaran. Membiasakan pola kerja dengan sebuah checklist, akan memudahkan dan membantu dalam menyelesaikan prioritas pekerjaan. Pimpinan harus selalu memperjelas harapan dan memastikan bahwa disiplin dan motivasi kerja yang tinggi selalu bersama perilaku kerja, dan tidak pernah bergeser ke arah negatif oleh alasan apapun.

Budaya kerja yang memberikan tanggapan positif  dengan toleransi untuk kemajuan bersama. Setiap orang di tempat kerja, apakah itu manajer, direksi, staf, dan semua pemangku kepentingan lainnya wajib untuk saling memberikan tanggapan positif.  Kesadaran masing-masing pihak untuk menyadiri kesalahan atau kegagalan yang disebabkan oleh dirinya atau unit kerjanya, akan membuat organisasi tumbuh sehat dan kuat.

Sikap saling salah menyalahkan hanya akan memperburuk hubungan kerja, dan pada akhirnya akan membahayakan keutuhan organisasi. Karena, konflik dari hubungan buruk tersebut dapat membuat setiap orang gagal merespon risiko dengan pengetahuan dan akal sehat.

Hubungan kerja yang saling memberikan informasi yang berguna, serta saling menjalankan manajemen risiko mulai dari pekerjaan masing-masing, akan menjadikan hubungan kerja tersebut lebih bertanggung jawab. Sikap rendah hati dalam kecerdasan emosional akan menempatkan setiap orang selalu bekerja dalam suasana hati yang bahagia. Sehingga, setiap kesalahan atau kelalaian akan dengan cepat dapat diperbaiki.

Lingkungan kerja yang positif dihasilkan dari energi kolaboratif  dan disiplin. Bila semua karyawan dan pimpinan dapat membangun hubungan yang harmonis, dan dapat bekerja dengan dukungan energi kolaboratif  tanpa pamrih, termasuk mendapatkan rasa hormat atas semua energi positif  yang mereka kontribusikan kepada organisasi; maka, lingkungan kerja tersebut akan menjadi sangat produktif, efektif, kreatif, efisien, dan penuh energi bahagia.

Pemimpin yang berkualitas pasti akan membantu setiap orang di tempat kerja untuk mendapatkan pola pikir yang benar. Mulai dengan bahasa komunikasi yang sopan dengan tatakrama yang etis, serta melakukan pengembangan kepribadian karyawan dengan konsisten dan berkelanjutan. Termasuk, mempersiapkan karyawan dengan pola berpikir yang dilengkapi kecerdasan emosional, untuk dapat mengatasi semua potensi konflik, akibat dari perbedaan persepsi yang ditimbulkan oleh perbedaan dari fungsi dan peran kerja masing-masing pihak.

Orang-orang yang bekerja dengan perasaan senang dan bahagia selalu berkontribusi lebih. Karyawan dan pimpinan yang bahagia dengan lingkungan kerja pasti bekerja lebih kreatif, menghasilkan hasil yang lebih berkualitas dan juga menjadi lebih produktif. Perasaan bahagia akan membuat hati ikhlas untuk bekerja ekstra, dan ikhlas untuk berbagi pengetahuan dengan yang lain.

Sikap positif dalam motivasi dan disiplin kerja yang tinggi akan menular; untuk menciptakan suatu lingkungan kerja yang kuat, unggul, terarah, dan melibatkan semua pihak dalam kolaborasi dan soliditas kerja yang produktif. Pimpinan dan tim manajemen harus mampu menjadi teladan yang memfokuskan semua energi organisasi ke arah positif. Lalu, mampu menjadi kekuatan yang membuat setiap individu di dalam organisasi bekerja menuju kebahagiaan, kesenangan, keterlibatan, dan masing-masing dapat memaknai pekerjaan dengan optimis.

Lingkungan kerja yang positif pasti membuat setiap orang menikmati hubungan kerja dan lingkungan tempat mereka bekerja. Setiap orang pasti mampu tertawa, bahagia, sehat, damai, dan merasakan energi positif di sekitar kehidupan kerja mereka. Dan hal ini, pasti akan memotivasi jiwa dan sikap ikhlas dari masing-masing hati, untuk mengisi peran kerja, yang sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing dengan antusias dan penuh optimistis.

Lingkungan kerja yang positif selalu dibangun dan dikembangkan dengan pengaruh positif dari kepemimpinan, budaya organisasi, dan manajemen. Sifat manusia tidak suka dipaksa atau didorong dengan ambisi, tetapi lebih suka dipengaruhi dan diyakinkan tentang manfaat dari terciptanya lingkungan kerja yang positif dan kuat. Jadi, ketika Anda memutuskan untuk membangun lingkungan kerja yang positif dan kuat, pastikan Anda sebagai pemimpin mampu menularkan pengaruh yang kuat, untuk mengajak setiap orang berkontribusi  dalam penguatan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

Setiap penularan atau pengaruh akan merangsang terciptanya perubahan. Dalam perubahan orang-orang membutuhkan panduan dan bimbingan untuk mengubah perilaku, serta bimbingan untuk dapat beradaptasi dengan hal-hal baru dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif.

Pemimpin yang berkualitas selalu akan mendengarkan semua kebutuhan yang diperlukan selama masa adaptasi. Jadi, dia tidak akan sekedar berpidato berapi-api, lalu menyerahkan perubahan itu kepada masing-masing individu atau kelompok. Tetapi, dia akan terlibat di setiap momen untuk memahami, membantu, mendengarkan, belajar, menahan diri, dan menawarkan perbaikan-perbaikan yang cepat dan tepat sasaran. Dan, dia akan bekerja dengan totalitas untuk mewujudkan lingkungan kerja yang positif, serta selalu mengawal setiap kondisi dan situasi, agar para karyawannya mampu bekerja dengan disiplin dan motivasi yang tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENGEMBANGAN KUALITAS KERJA UNTUK MUTU DAN PELAYANAN YANG BERKUALITAS

DJ456“Kualitas itu tercipta dari cinta, gairah, disiplin, kompetensi, serta kemampuan untuk melayani dengan totalitas dan sepenuh hati. Ingatlah bahwa semakin organisasi berkembang dengan prinsip-prinsip cinta dalam totalitas pelayanan dengan sepenuh hati, maka kualitas kerja akan muncul secara otomatis, dan menjadikan tempat kerja indah dalam keberuntungan.” ~ Djajendra

Sudahkah Anda Berkualitas Kerja?

Aliran pengetahuan dan informasi telah membuat kehidupan masyarakat semakin cerdas dan sadar untuk memiliki sesuatu yang berkualitas. Apapun yang dibeli atau yang ingin dimiliki, pastilah diinginkan yang paling berkualitas dan yang paling terlihat indah. Masyarakat sudah sangat cerdas dan mengerti tentang produk atau jasa mana yang berkualitas dan yang tidak berkualitas. Selama seseorang memiliki daya beli, maka pilihan pertamanya pastilah untuk hal-hal yang paling berkualitas.

Kualitas atas produk dan jasa sangat ditentukan dengan teknologi, sistem, cara kerja, dan integritas pribadi untuk mengkontribusikan kualitas kerja terbaik. Dalam pengamatan penulis, walaupun dalam sebuah organisasi teknologinya sudah yang terbaik, sistemnya terbaik, dan cara kerja organisasi yang fokus pada mutu. Tetapi, bila integritas pribadi pekerja tidak terfokus pada kualitas kerja terbaik, maka hasil akhirnya selalu menjadi tidak seperti yang diharapkan. Kualitas integritas pribadi untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik haruslah menjadi perhatian yang penting.

Memiliki sumber daya manusia dengan integritas pribadi yang fokus pada kualitas kerja, akan menjadikan organisasi dan sistem kerja manajemen lebih efektif. Hal ini, tidak hanya akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas organisasi, tapi juga dapat meningkatkan reputasi organisasi dipersepsi masyarakat yang luas. Dan secara internal, karyawan-karyawan dengan kualitas dan integritas pribadi, mampu menjadikan cara kerja mereka untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan soliditas kerja.

Pekerjaan berkualitas memerlukan arahan dan koordinasi yang jelas dari kepemimpinan. Diperlukan kecerdasan kepemimpinan untuk memaksimalkan potensi organisasi dengan meningkatkan pengetahuan dari sumber daya manusia, agar sumber daya manusia mampu melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Termasuk, menyediakan database yang lengkap atas pekerjaan yang dikerjakan. Semakin lengkap informasi, pengetahuan, data, dan cara kerja yang terfokus pada mutu; maka, semakin berkualitaslah orang-orang di internal organisasi dalam memberikan kompetensi dan kualitas kerja.

Setiap tindakan, rencana, aksi dan reaksi dari sebuah proses kerja, haruslah mendapatkan perhatian penuh dari para manajer senior. Setiap manajer wajib menjadi orang-orang terdepan yang membantu, untuk meyakinkan dan memotivasi setiap pribadi karyawan, agar dapat menciptakan kualitas kerja dari keunggulan integritas pribadi.

Setiap pemimpin di masing-masing posisi haruslah cerdas menangani semua kebutuhan individu yang dipimpin. Kualitas bukan saja dihasilkan dari hal-hal yang terlihat, tapi juga dari hal-hal yang tidak terlihat, seperti suasana hati pekerja. Bila suasana hati pekerja sedang tidak baik, maka kualitas yang diharapkan pastilah tidak mampu dipenuhi. Menjaga dan merawat suasana hati pekerja, agar selalu senang dan percaya diri, akan membantu para pemimpin untuk mendapatkan kualitas kerja terbaik.

Apa Itu Kualitas Kerja?

Kualitas kerja memerlukandukungan dari data yang benar, informasi yang benar, pengetahuan, cara kerja, teknologi terbaru, suasana hati yang bahagia, sistem kerja yang efektif, integritas pribadi, dan kepemimpinan yang berpengaruh untuk penciptaan kualitas.

Data yang benar akan menjadi database untuk menghasilkan informasi yang benar. Jadi, organisasi harus benar-benar  menyiapkan infrastruktur untuk dapat menemukan, menghasilkan, dan menyimpan data-data dasar yang paling benar, untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam menghasilkan informasi yang berkualitas.

Semakin berkualitas dan benar informasi yang dimiliki organisasi atas semua pekerjaan yang dilakukan, maka semakin pekerjaan itu akan mendapatkan kontribusi untuk menghasilkan kualitas terbaik.

Pengetahuan sumber daya manusia yang terus menerus ditingkatkan dengan pelatihan dan pembelajaran secara berkelanjutan, akan menjadikan wawasan dan cara berpikir mereka lebih luas dan lebih terbuka.

Kualitas adalah sesuatu yang akan terus tumbuh dan berkembang bersama perubahan. Kualitas terbaik pasti hanya mampu dihasilkan dari aliran wawasan, pengetahuan, teknologi, cara kerja, dan kepribadian yang kreatif bersama realitas kerja.

Kualitas kerja akan didapatkan melalui persiapan yang lengkap terhadap semua komponen yang terkait dalam menghasilkan kualitas. Jadi, kesadaran manajemen untuk melengkapi sumber daya manusia dengan pengetahuan, data, informasi, cara kerja, teknologi, integritas, dan kepedulian kepada suasana hati mereka, akan menjadi kekuatan yang membuat kualitas kerja menjadi lebih unggul.

Manfaat Kualitas Kerja

Kualitas kerja dari setiap individu akan memberikan manfaat untuk menjaga daya saing organisasi, juga untuk menjaga keberlanjutan usaha dengan berkualitas. Artinya, kualitas merupakan jaminan untuk tetap eksis selama-lamanya di dalam pasar yang penuh dinamika, perubahan, dan kreativitas. Selama setiap orang fokus dan terbiasa bekerja dengan kualitas, maka organisasi selalu akan berada pada posisi terdepan sebagai yang terbaik.

Kualitas kerja dari setiap individu akan memberikan manfaat akumulasi dalam soliditas kualitas organisasi. Apalagi, bila setiap individu mampu membuang jauh-jauh ego pribadi, dan mampu bekerja dalam kolaborasi, untuk menciptakan soliditas dalam setiap proses kerja; maka, organisasi akan tumbuh dan berkembang dengan kecepatan dan kekuatan yang selalu mengungguli para pesaing.

Cara Menerapkan Kualitas Kerja

Penerapan kualitas kerja diawali dari tata kelola organisasi yang terbuka, adil, bertanggung jawab, bertatakrama, beretika, berintegritas, memiliki kepastian, ketegasan, disiplin, dan perhatian terhadap semua aspek organisasi dengan rinci.

Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, merupakan hal yang sangat mendasar dalam penerapan kualitas kerja. Misalnya, siapa mengerjakan apa? Siapa berhubungan dengan siapa atau apa? Siapa mengawasi apa dan siapa? Siapa yang bertanggung jawab atas apa dan siapa? Siapa yang memiliki otoritas dan wewenang atas apa dan siapa?  Jadi, semua hal-hal di atas ini harus jelas, tegas, pasti, terbuka, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Organisasi harus dirancang untuk bekerja berbasis kualitas. Penyiapan alat-alat pendukung, seperti teknologi, sistem kerja, panduan kerja, data, informasi, pengetahuan, dan kepemimpinan haruslah dapat diakses dan dioperasionalkan oleh setiap orang dengan mudah.

Setiap fungsi dan peran kerja harus dilengkapi dengan budaya kerja, yang menyatukan fokus untuk menghasilkan kualitas kerja. Manajemen organisasi harus berfungsi untuk menjadi energi, yang berbagi pengetahuan dan membantu setiap fungsi dan peran kerja, untuk terhubung satu sama lain dalam soliditas kerja.

Perhatian dan kepedulian kepada suasana hati karyawan haruslah menjadi prioritas. Setiap metode kerja yang diimplementasikan organisasi harus memperhatikan sisi kemanusiaan dari para pekerja. Semakin manusiawi metode dan sistem kerja, semakin suasana hati karyawan menjadi bahagia, untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik.

Manusia tetaplah manusia yang punya hati dan pikiran untuk kehidupan yang lebih baik. Setiap orang di tempat kerja pastilah menginginkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Kesadaran dan keterbukaan manajemen untuk memperhatikan harapan dari pekerja, akan menjadi awal yang baik dalam penerapan kualitas kerja, ataupun dalam membudayakan organisasi dengan cara kerja yang berkualitas.

Tips untuk Menerapkan Kualitas Kerja

·         Siapkan organisasi dengan tata kelola yang terbuka, adil, bertanggung jawab, beretika, tegas, pasti, jelas, melayani, memberikan harapan dan masa depan buat pekerja.

·         Siapkan infrastruktur organisasi dengan teknologi terbaik, dan kuatkan proses kerja dengan budaya organisasi yang kuat.

·         Kembangkan sumber daya manusia untuk mendapatkan ide-ide mereka yang terbaik, dan alirkan ide-ide terbaik mereka ke dalam kreativitas dan inovasi organisasi.

·         Kembangkan budaya kerja yang menjadikan setiap orang sebagai pembelajar.

·         Biasakan setiap orang untuk saling membantu dalam soliditas bersama, serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas kerja.

·         Jadikan kepemimpinan sebagai fungsi yang melayani kualitas, dan kuatkan rasa percaya diri kepemimpinan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses mengoptimalkan potensi dan bakat karyawan.

·         Jaga suasana hati orang-orang di tempat kerja dalam energi senang, damai, antusias, bahagia, dan penuh gairah.

·         Miliki program pemulihan karyawan dari kejenuhan. Karena, kejenuhan akan selalu datang untuk membuat orang-orang bosan dengan rutinitas pekerjaannya. Bila orang-orang jenuh dan bosan, maka kualitas kerja bisa tidak optimal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LAYANAN PELANGGAN YANG EFEKTIF

PELATIHAN SERVING WITH HEART 1 HARI 8 JAM DJAJENDRA

LAYANAN PELANGGAN YANG EFEKTIF

“Tata kelola perusahaan yang baik pasti menetapkan standar pelayanan, dan menegaskan kepada setiap individu tentang cara melayani pelanggan dengan berkualitas.” ~ Djajendra

Pelayanan yang berkualitas berarti menyediakan layanan pelanggan yang konsisten. Layanan yang konsisten sangat tergantung kepada alat dukung manajemen pelayanan dengan kinerja terbaik. Semakin berkualitas semua peralatan dan sumber daya pelayanan, semakin efektif pelayanan yang berkualitas dapat disampaikan kepada pelanggan.

Pelayanan yang efektif ditentukan dengan proses kerja di internal organisasi yang lebih efisien dan produktif. Merampingkan alur kerja dan menguatkan komunikasi untuk meningkatkan kualitas interaksi, akan menjadikan layanan semakin efektif dan unggul. Peningkatan kualitas emosi baik, pikiran positif, dan moral layanan yang mengutamakan pelayanan unggul; akan menjadikan pelayanan semakin berkemampuan tinggi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pelayanan yang dihasilkan dari cara kerja yang efektif di internal organisasi berpotensi menciptakan layanan pelanggan yang lebih baik. Termasuk akan mengurangi keluhan dan rasa tidak puas pelanggan kepada perusahaan. Apalagi bila setiap pelayanan dilakukan dengan perasaan senang dari setiap individu di dalam organisasi, maka pelayanan yang dihasilkan pasti akan menciptakan rasa senang kepada pelanggan.

Dalam manajemen pelayanan yang efektif, setiap individu di dalam organisasi wajib memainkan peran sebagai seorang pelayan yang sopan dan ramah. Bila ada individu yang bersikap tidak sopan dan ramah, maka kesalahan ada pada tata kelola perusahaan. Tata kelola perusahaan yang baik pasti menetapkan standar pelayanan, dan menegaskan kepada setiap individu tentang cara melayani pelanggan dengan berkualitas.

Keberadaan sebuah perusahan adalah untuk menjalankan bisnis dengan menguntungkan. Mendapatkan keuntungan bisnis secara terus-menerus dan berkelanjutan selalu menjadi tujuan utama perusahaan. Bisnis yang terus-menerus mendatangkan keuntungan adalah bisnis yang mendapatkan kepercayaan dari pembeli atau pelanggan. Semakin hebat dan berkualitas pelayanan pelanggan, akan semakin meningkatkan rasa percaya pelanggan pada pelayanan hebat itu. Jadi, jika Anda ingin produk dan jasa Anda terjual dengan mudah dan menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan, maka miliki semua perlengkapan dan sumber daya, untuk melakukan pekerjaan pelayanan yang akrab dengan pelanggan.

Pelayanan pelanggan yang efektif memerlukan standar pelayanan jelas dan mudah untuk digunakan dalam realitas pelayanan sehari-hari. Standar pelayanan tersebut harus menjelaskan semua rincian layanan untuk diberikan kepada pelanggan. Seperti, cara menyapa dengan senyum, cara menangani layanan, cara mengekspresikan kepribadian positif, cara mengakhiri layanan, dana cara mengucapkan terima kasih saat pelanggan meninggalkan perusahaan.

Pelayanan yang efektif membutuhkan pengetahuan tentang produk dan jasa yang dipasarkan dengan baik. Perusahaan harus secara terus-menerus memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang produk dan jasa yang dijual kepada setiap tim penjual dan tim pelayanan. Dengan memiliki pengetahuan pelayanan yang sempurna, maka setiap penjual dan bagian pelayanan perusahaan dapat memberikan informasi dan kebutuhan pelanggan dengan jelas dan pasti.

Pelayanan yang efektif harus terfokus kepada budaya kerja, untuk mengelola sukses pelayanan secara berkelanjutan. Setiap staf di bagian pelayanan harus diberikan motivasi dan kepercayaan diri, untuk menjadi wakil perusahaan di garis paling depan organisasi. Kesiapan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan tegas tata kelolanya, akan meningkatkan kualitas moral positif di internal perusahaan. Setiap karyawan dengan kualitas moral yang baik pasti menjadi pribadi positif, yang memahami harapan perusahaan kepada dirinya, sehingga dengan kesadaran yang tinggi karyawan dapat berkontribusi dengan maksimal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMELIHARAAN FASILITAS PUBLIK

Logo DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

PEMELIHARAAN FASILITAS PUBLIK

“Membangun sesuatu adalah keberhasilan, dan merawat yang dibangun dengan penuh disiplin dari integritas pribadi adalah tanggung jawab.”~ Djajendra

Setiap pembangunan dan keberhasilan bukanlah akhir dari sebuah tujuan. Ketika sebuah mimpi diwujudkan dan sukses dihadirkan, maka saat itu pekerjaan belumlah selesai. Diperlukan pekerjaan tahap berikut untuk mempertahankan yang dibangun, atau yang diwujudkan, dengan pemeliharaan yang teratur dan berkualitas. Membangun itu memerlukan perencanaan dan tindakan yang berkualitas. Setelahnya, diperlukan komitmen dan integritas untuk mempertahankan yang telah dibangun dengan disiplin dan kebiasaan, dalam perilaku sehari-hari yang merawat dan memelihara dengan sepenuh hati.

Membangun sesuatu hanyalah langkah pertama. Langkah berikutnya adalah mengelola dan memelihara apa yang telah dibangun dengan penuh kebanggaan. Harta atau prestasi yang terkandung di dalam yang dibangun harus dapat memberikan manfaat, kebanggaan, kebergunaan kepada stakeholders, serta terjaga secara berkualitas sebagai harta yang produktif.

Tidak jarang ditemukan fasilitas publik yang dibangun dengan mengeluarkan biaya sangat besar, ternyata kurang dirawat atau dijaga dengan berkualitas. Manajemen pemeliharaan seharusnya menjadi perhatian penuh, untuk dimulai setelah sebuah fasilitas publik selesai dibangun. Membiarkan fasilitas publik terbengkalai tanpa perawatan, adalah sebuah kegagalan untuk mewujudkan tujuan dari pembangunan itu.

Manajemen pemeliharaan wajib dijalankan untuk mengimplementasi fungsi perawatan dan pemanfaatan atas fasilitas publik. Perawatan fasilitas publik, seperti: toilet umum, jalan, gedung, halte, jembatan, waduk, sungai, taman, pagar, atau apapun itu, merupakan pekerjaan di lapangan yang wajib diawasi dengan tata kelola yang tegas dan penuh disiplin. Tim manajemen yang bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum, haruslah selalu memantau ke lapangan, dan memahami perilaku atau cara kerja petugas di lapangan, termasuk memahami perilaku publik yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Bila perilaku publik berpotensi merusak fasilitas publik tersebut, maka diperlukan sosialisasi dan internalisasi tentang budaya memelihara dan merawat, agar kesadaran publik sebagai stakeholders dapat membantu proses pemeliharaan dan perawatan.

Proses pemeliharaan harus dilengkapi dengan proses pengawasan yang melekat kepada setiap stekeholders. Tanggung jawab merawat dan memelihara tidak hanya ada pada petugas pemeliharaan, tapi juga harus ada pada masyarakat pemakainya. Tanggung jawab dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan atas pemakaian fasilitas publik, haruslah menjadi sesuatu yang wajib dan mengikat secara hukum.

Pemeliharaan dan perawatan fasilitas publik adalah tanggung jawab semua stakeholders.  Diperlukan sikap dan kepemimpinan yang tegas dan terbuka, untuk menjalankan aturan dan etika pemakaian fasilitas publik. Setiap stakeholders yang memakai fasilitas publik harus menjadi orang pertama yang mencegah kerusakan dari fasilitas publik, termasuk menjadi orang pertama yang menjamin kebersihan fasilitas publik yang digunakan. Bila publik pengguna fasilitas publik tidak memiliki budaya memelihara dan merawat, maka sikap dan perilaku tersebut akan menjadi budaya yang menggagalkan setiap upaya dari manajemen pemeliharaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SENYUM DALAM PELAYANAN PELANGGAN

Logo DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

SENYUM DALAM PELAYANAN PELANGGAN

“Senyum tulus yang membudaya dalam internal organisasi akan menjadi keunggulan yang menguntungkan perusahaan.” ~ Djajendra

Senyum adalah bahasa komunikasi yang paling efektif dan menyentuh hati. Setiap pelayanan pelanggan yang dimulai dengan senyum tulus, pasti akan menghasilkan pelayanan yang menyenangkan hati. Senyum akan menghilangkan kekakuan dalam komunikasi dan mengisinya dengan suasana yang menyenangkan hati.

Keberadaan customer service adalah untuk memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada pelanggan. Semua yang terbaik dan berkualitas itu hanya dapat dimulai dari kepribadian yang sopan, ramah, rendah hati, berempati, dalam senyum tulus yang penuh persahabatan. Sikap pelayanan yang memperlakukan pelanggan dengan hormat dan senyum tulus, akan menciptakan interaksi yang memperkuat hubungan pelanggan dengan perusahaan ke dalam loyalitas.

Senyum tulus customer service dalam pelayanan pelanggan akan mengekspresikan pesan ramah-tamah perusahaan kepada para pelanggannya. Senyum adalah komponen terpenting dalam memberikan pelayanan berkualitas, dan senyum itu sendiri sangat tergantung kepada kualitas kepribadian customer service. Semakin mulia dan baik hati seorang customer service, semakin berkualitas dirinya dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan. Senyum adalah komponen pelayanan yang berbiaya murah, dan sangat tergantung kepada ketulusan hati dari para pelayan perusahaan.

Senyum tulus adalah bahasa hati nurani yang dapat mempengaruhi hati nurani orang lain, untuk terhubung dalam energi baik. Ketika customer service mampu terhubung dalam energi baik dengan pelanggan, maka pelanggan akan selalu memprioritaskan pembeliannya kepada perusahaan yang ramah kepadanya. Hal ini akan membuat perusahaan selalu unggul dengan kinerja terbaik. Sebab, semua pelanggannya menjadi setia dan selalu bertransaksi dengan perusahaan yang ramah dan yang memberikan kemudahan dalam pelayanan.

Ketika perusahaan membangun budaya senyum dari kekuatan pelayanan di internal organisasi. Lalu, mengekspresikannya dalam kebiasaan dan rutinitas pelayanan ke eksternal organisasi, maka budaya senyum itu akan menjadi kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Senyum tulus yang membudaya dalam organisasi, pastilah menjadi keunggulan yang selalu menguntungkan perusahaan.

Senyum tulus hanya dapat dimunculkan dari jiwa yang cerdas emosi, dari jiwa yang selalu rendah hati bersama empati dan toleransi, untuk memberikan kontribusi terbaik dari dalam dirinya kepada setiap stakeholders. Semakin positif kepribadian dan karakter seseorang, maka semakin mampu dirinya untuk memberikan senyum tulus. Senyum tulus yang dilengkapi dengan pelayanan yang peduli dengan harapan dan kebutuhan pelanggan, akan menjadi keunggulan pribadi yang membuat diri selalu tumbuh bersama karir yang luar biasa.

Senyum tulus selalu menjadi hal terbaik untuk membuat diri lebih berkualitas. Seseorang yang tanpa senyum akan dianggap sombong dan tidak menyenangkan. Sikap dan perilaku hidup yang terbiasa dengan mudah senyum dalam pergaulan sosial, akan menjadi hal yang positif untuk membuat diri terbiasa senyum dari hati yang paling tulus.

Senyum tulus dalam pelayanan pelanggan akan membantu perusahaan untuk berkomunikasi dari hati ke hati dengan pelanggan. Dan hal ini merupakan sebuah potensi kekayaan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah, untuk mencapai kinerja dan prestasi yang lebih tinggi. Ketika perusahaan memiliki budaya tatakrama dalam ruang percakapan yang menggembirakan hati pelanggan, maka pelanggan pasti setia selamanya kepada perusahaan, dan selalu mengingat pengalaman bahagianya saat terhubung dengan perusahaan.

Senyum tulus adalah bahasa hati nurani yang terekspresikan dari kekuatan emosi baik. Semakin cerdas Anda mengekspresikan senyum tulus dari kekuatan baik jiwa dan pikiran Anda, maka semakin bahagialah hidup Anda bersama hari-hari terindah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

REFORMASI SIKAP DAN PERILAKU PEGAWAI

cropped-logo-djajendra-corporate-training.jpg

REFORMASI SIKAP DAN PERILAKU PEGAWAI

“Walaupun seorang pilot sangat berpengalaman dan cerdas pengetahuan tentang menerbangkan pesawat, dia tetap perlu pertolongan dari petugas menara kontrol bandara, agar pesawat tidak salah jalur atau terjebak dalam keadaan cuaca yang tak diinginkan. Dengan bimbingan dan dukungan dari menara kontrol bandara, pesawat dapat berada pada jalur yang aman dan jauh dari risiko yang tidak diinginkan. Demikian juga dengan diri, setiap pribadi membutuhkan pertolongan dari kesadaran diri, agar setiap tindakan dapat terkendali dalam emosi dan pikiran positif, sehingga diri tidak salah arah. Diri yang hidup dengan menara kontrol dari kesadaran dirinya sendiri akan selalu membawa dirinya melalui jalur kehidupan yang terbuka, damai, tenang, optimis, seimbang, serta berpengetahuan dengan wawasan yang luas.”~ Djajendra

Semangat reformasi dimulai pada tahun 1998. Setelah pemerintahan Presiden Soeharto berakhir, reformasi menjadi sebuah slogan yang sering digunakan semua pihak untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Dan telah banyak kebijakan dan keputusan yang dibuat agar reformasi dapat berjalan dengan baik.

Sampai hari ini semangat reformasi masih terus hidup; organisasi dan instansi pemerintah, serta perusahaan-perusahaan swasta terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk menjalankan tata kelola yang sesuai dengan semangat reformasi. Good governance sebagai pilihan dalam implementasi tata kelola di zaman reformasi, terus-menerus mengalami perbaikan dan penyesuaian ke arah yang lebih baik.

Pelayanan publik dari pemerintah dari hari ke hari terus meningkat kualitasnya. Semangat reformasi terhadap tata kelola menjadi sesuatu yang diperjuangkan oleh semua pihak di setiap instansi pemerintah pusat maupun daerah. Dan hasilnya terus mengalami perbaikan.

Sebelum reformasi, mengurus surat-surat atau dokumen-dokumen, seperti: kartu tanda penduduk, sim, paspor, dan lain sebagainya terlihat berbeli-belit; tapi sekarang ini menjadi sangat mudah dan dilayani dengan sopan. Reformasi sedang bekerja dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang lebih baik.

Reformasi terhadap tata kelola yang efektif dan efisien harus terus dijaga dengan melakukan reformasi terhadap mental, perilaku, emosi, sikap, dan cara kerja dari orang-orang yang ditugaskan untuk melayani publik. Setiap pegawai yang bertugas dalam pelayanan publik, wajib menguasai cara kerja yang efektif dengan tata kelola berprinsip good governance. Setiap pegawai dan pimpinan mampu bekerja secara kolaboratif untuk menjadi energi yang cerdas memahami semangat reformasi.

Reformasi harus diikuti dengan perubahan terhadap sikap dan perilaku untuk disesuaikan dengan semangat reformasi. Bila tidak, maka sikap dan perilaku lama yang sudah menjadi kebiasaan akan menjadi penghalang reformasi. Diperlukan pemahaman bahwa reformasi tidak sebatas konsep dan kebijakan, tapi sesuatu yang dibuat untuk dikerjakan dengan perilaku baru dalam totalitas yang sepenuh hati.

Setiap organisasi dan instansi wajib melakukan reformasi terhadap mental, perilaku, emosi, dan sikap dari semua pegawainya. Disiplin dan komitmen haruslah menjadi motivasi dalam setiap perbaikan menuju semangat reformasi. Melibatkan semua pegawai untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, wawasan, pencerahan, dan menjadikan mereka sebagai energi positif dalam membangun manajemen kerja yang efektif dan produktif, akan membuat budaya kerja lama secara perlahan-lahan hilang dan digantikan budaya kerja baru yang sesuai dengan semangat reformasi. Mental dan perilaku untuk melayani dengan tata kelola yang terbuka, adil, berkualitas, bertatakrama, beretika dan penuh tanggung jawab, akan mengurangi rasa tidak puas dan komplain dari stakeholders.

Perkembangan zaman terus bergulir dengan sangat cepat, semua pihak secara global telah menyadari bahwa perubahan yang cepat telah membuat harapan dan kebutuhan masyarakat juga berubah dengan sangat cepat. Diperlukan kesadaran dari setiap instansi, organisasi, dan perusahaan untuk melakukan perubahan mental dan perilaku dari semua pegawai dan pimpinan dalam memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

Kunci keberhasilan reformasi tidak hanya terletak pada kecerdasan membuat konsep dan kebijakan tentang tata kelola yang baik, tapi sangat ditentukan oleh kesadaran setiap pimpinan dan pegawai untuk melakukan perubahan terhadap dirinya masing-masing; agar sikap, perilaku, emosi, mental, dan cara kerja dapat membawa reformasi ke arah tujuan.

Sikap, perilaku, pikiran, dan emosi yang fokus pada konsep dan kebijakan reformasi akan mengalirkan energi kerja untuk menghasilkan kinerja dan prestasi sesuai semangat reformasi. Pelayanan yang terbuka dalam tanggung jawab dan akuntabilitas untuk menciptakan pengalaman menyenangkan buat stakeholders, akan menjadi prestasi yang membawa organisasi dan instansi menjadi kebanggaan masyarakat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com