MEMBAGI PEKERJAAN YANG BESAR DALAM DELEGASI YANG EFEKTIF

MOTIVASI 16112017

“Sebesar apa pun sebuah pekerjaan, sesulit apa pun sebuah pekerjaan; bila memiliki visi bersama, tujuan bersama, komitmen bersama, dan kerja keras bersama; maka, pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan sempurna.”~Djajendra

Pekerjaan di dalam perusahaan atau instansi adalah pekerjaan yang dilakukan melalui visi bersama. Semua pegawai dan pimpinan yang berada di dalam struktur organisasi haruslah memiliki visi bersama dan bertindak sebagai anggota tim kerja yang solid. Tidak dibenarkan satu orang pun untuk berpikir di luar visi dan tujuan bersama. Setiap orang pastinya sudah memiliki misi melalui uraian tugas dan peran dalam tanggung jawab yang harus dilakoni. Jadi, masing-masing individu harus mampu menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab dengan profesional dan sepenuh hati. Totalitas individu untuk melakukan pekerjaan secara berkualitas dan tepat waktu adalah kunci untuk menghasilkan hasil akhir terbaik yang diinginkan.

Di dalam perusahaan dan instansi, semua pegawai dan pimpinan adalah satu kesatuan yang saling terkait dan terhubung untuk menjalankan tugas bersama sesuai visi dan tujuan. Sebuah pekerjaan besar tidaklah mungkin bisa diselesaikan oleh satu orang ataupun sekelompok orang, tetapi oleh seluruh insan yang berada di dalam instansi dan perusahaan tersebut. Jadi, setiap orang di dalam perusahaan dan instansi adalah orang-orang yang sangat penting, walau pekerjaan yang dikerjakan itu terlihat tidak penting. Dalam hal ini, hubungan kerja yang saling menghormati dan saling menghargai secara profesional haruslah menjadi bagian dari tata krama kerja. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lainnya, sebab sesungguhnya setiap orang adalah bagian penting yang keberadaannya untuk melengkapi pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain. Intinya, ketika semua orang bekerja dengan saling menghargai dan saling menghormati secara profesional, maka akan terbentuk kekuatan di dalam organisasi untuk menjalani tujuan bersama dan mampu melampaui semua rintangan yang tidak diinginkan.

Mendelegasikan pekerjaan adalah salah satu tugas manajerial yang sangat penting. Manajemen yang sehat dan kuat merupakan kekuatan untuk menyatukan semua orang dan menggerakan semua orang menuju visi bersama. Manajemen harus mampu membagi pekerjaan besar menjadi potongan-potongan kecil untuk diberikan kepada kelompok kerja (unit kerja) agar menyelesaikannya dengan berkualitas. Beban kerja kepada setiap individu ataupun unit kerja haruslah diperhitungkan secara profesional dan manusiawi. Daya tahan kerja yang optimal dari setiap individu harus menjadi perhatian yang serius. Jangan sampai beban kerja yang berlebihan membuat moral kerja menjadi rendah, sehingga kualitas yang diharapkan tidak terwujud.

Semua orang di tempat kerja saling berhubungan dan saling tergantung. Oleh karena itu, manajemen harus mampu membantu setiap insan di tempat kerja untuk bisa berpartisipasi dalam gerakan kerja yang menghasilkan kualitas terbaik. Dan, manajemen sendiri harus mampu menjadikan keberadaannya sebagai kekuatan dari sesuatu yang lebih besar yang ingin dihasilkan. Intinya, manajemen harus berfungsi dengan baik untuk membuat setiap insan di tempat kerja menjadi lebih fokus pada tujuan dan membangun kepercayaan pada bisnis.

Kehebatan manajemen untuk memecah tugas dan tanggung jawab di dalam uraian tugas yang jelas kepada setiap individu dan unit kerja adalah hal yang sangat penting. Mendelegasikan tugas dan tanggung jawab untuk dikerjakan dalam potongan-potongan yang lebih kecil akan membuat pekerjaan cepat tuntas dan kualitasnyapun dapat dikontrol. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang memahami cara mengeksekusi rencana tersebut melalui pendelegasian yang tepat. Manajemen harus mampu merencanakan semua tugas penting, lalu semua tugas penting itu dibagi menjadi beberapa bagian, untuk dapat didelegasikan kepada orang-orang yang berkualitas dengan kompetensi yang tepat.

Memiliki visi bersama dan tujuan bersama di tempat kerja akan meningkatkan perasaan memiliki kekuatan bersama. Ketika semua pegawai dan pimpinan merasa memiliki kekuatan bersama untuk mewujudkan visi bersama, maka semua bagian-bagian terkecil dari pekerjaan yang dikerjakan tersebut dapat dituntaskan dengan sempurna. Perasaan memiliki kekuatan bersama memungkinkan setiap insan di tempat kerja untuk tampil lebih prima, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas dan tepat waktu.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi.com  atau www.djajendra-motivator.com

LAKUKAN EKSEKUSI TUJUAN ANDA DENGAN PERCAYA DIRI

“Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi.”~Djajendra

Ketika Anda memiliki tujuan, Anda harus bertindak untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tujuan tanpa tindakan adalah lamunan, tindakan tanpa tujuan adalah kekacauan. Sebuah perencanaan haruslah diikuti dengan eksekusi yang terencana dalam SOP yang baik. Tidak boleh asal eksekusi. Eksekusi yang profesional haruslah dilakukan oleh orang-orang dengan kompetensi dan kepribadian yang sesuai dari tujuan eksekusi tersebut. Eksekusi yang baik haruslah taat kode etik dan aturan yang disepakati. Eksekusi tanpa aturan, tanpa etika, tanpa SOP, hanya akan menciptakan kekacauan.

Sehebat apapun sebuah perencanaan, bila tidak dieksekusi dengan profesional, maka tidak akan mendapatkan hasil apapun. Hasil hanya didapatkan melalui eksekusi. Wacana, rencana, dan pemikiran yang tidak pernah dikerjakan di wilayah eksekusi, hanya akan menjadi mimpi yang tidak pernah terwujud. Diperlukan keberanian untuk bertindak dan mengeksekusi. Jangan biarkan rencana hanya berputar-putar di dalam pikiran, karena tidak akan menghasilkan yang Anda inginkan. Rencana harus dilakukan dalam tindakan eksekusi yang profesional.

Eksekusi muncul ketika Anda bersedia mengambil resiko atas apa-apa yang Anda lakukan. Miliki etos, doa, intuisi, energi, dan waktu untuk membuat rencana Anda sempurna di wilayah eksekusi. Bertindaklah dengan percaya diri dan keyakinan penuh. Layani eksekusi dengan sepenuh hati dan berikan perhatian penuh. Setiap jam, setiap hari, fokuskan perhatian pada semua rincian atas eksekusi tersebut. Jangan mengabaikan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil bisa membuat eksekusi Anda terlambat atau tidak sesuai jadwal.

Keberhasilan hanya ada di dalam tindakan, bukan di dalam rencana ataupun keinginan. Untuk mencapai tujuan besar, Anda harus menetapkan sasaran-sasaran kecil sebagai jembatan untuk mencapai tujuan besar. Jadi, tetapkan tujuan besar atau mimpi besar, lalu capailah kondisi-kondisi tertentu sebagai sukses-sukses kecil sebelum mencapai sukses dalam tujuan besar Anda.

Bermimpilah setinggi langit dan miliki cita-cita yang sangat tinggi, lalu dengan rendah hati, kerjakan selangkah demi selangkah untuk mencapai sukses-sukses kecil melalui proses jatuh-bangun sebelum mencapai sukses besar. Michelangelo, seniman dan sang legenda itu pernah berkata: “Bahaya yang lebih besar bagi kebanyakan kita bukanlah bahwa tujuan kita terlalu tinggi dan kita merindukannya, tapi terlalu rendah dan kita mencapainya.” Intinya, Anda harus memiliki rencana dan impian yang sangat besar untuk mencapai apapun. Kemudian, semua impian dan rencana tersebut mampu Anda kerjakan di wilayah eksekusi untuk mewujudkannya menjadi nyata. Di wilayah eksekusi, bukan lagi sebatas pikiran Anda, tetapi sudah berakumulasi dengan pikiran banyak orang. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda harus betul-betul cerdas sosial dan mampu berkomunikasi dengan setiap kepentingan agar satu arah dengan tujuan Anda.

Tuliskan dan gambarkan rencana Anda dengan baik, lalu gunakan akal sehat dan percayalah pada keajaiban, yang memungkinkan Anda untuk mencapai sesuatu yang dirasakan oleh orang lain tidak mungkin. Yakinlah bahwa Anda mampu mewujudkan mimpi dan tujuan Anda. Miliki kepercayaan diri dan miliki kepercayaan bahwa Tuhan selalu membantu Anda untuk mencapai keberhasilan di setiap tujuan Anda.

Setelah Anda menetapkan tujuan, Anda harus memiliki komitmen untuk bekerja lebih tekun dalam disiplin yang tinggi. Tetapkan sasaran dari mulai yang paling kecil, lalu bekerja keraslah dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sukses atas sasaran tersebut. Setiap hari, kerjakan tujuan Anda dengan sepenuh hati. Kalau gagal atau salah jalan, jangan putus asa, segera perbaiki dan kembalilah ke jalan yang benar.

Setiap hari, pelajari kembali tujuan Anda. Mungkin ada hal-hal yang belum disempurnakan ke dalam tujuan Anda. Jadi, gunakan akal sehat dan integritas Anda untuk menilai dan mengevaluasi tujuan Anda. Rencana harian haruslah dieksekusi setiap hari, lalu dievaluasi hasilnya, dan dimotivasi agar mampu bergerak lebih cepat dan lebih lincah untuk mencapai hasil terbaik.

Perjalanan hidup adalah perubahan, jadi Anda tidak perlu ragu untuk memperbaiki ataupun melakukan perubahan terhadap strategi tindakan Anda. Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi. Oleh karena itu, lakukan revisi atas semua rencana tindakan atau eksekusi dalam mencapai tujuan. Anda tidak perlu ngotot dengan satu cara, Anda harus menjadi kreatif untuk menemukan cara yang paling efektif.

Setiap rencana eksekusi harus terinci dan spesifik. Hal-hal terkecil dalam rencana eksekusi harus diperhatikan melalui strategi yang tepat. Sebuah eksekusi harus rinci, tertulis, terorganisir, spesifik, berkualitas, ada kompetensi, ada motivasi, ada integritas, ada tanggung jawab, dan didukung oleh orang-orang yang siap bekerja keras untuk berhasil. Intinya, eksekusi harus terlihat dalam tindakan sehari-hari dan dapat diukur hasil akhirnya. Eksekusi ada dalam sifat rencana jangka pendek yang merupakan rencana dalam operasional sehari-hari. Sedangkan visi, tujuan, harapan, impian, prestasi, kinerja, ada dalam sifat rencana jangka panjang.

Rencana haruslah realistis dan optimis. Setiap rencana yang Anda buat harus ada keyakinan untuk mencapainya. Jadi, jangan terobsesi untuk sesuatu yang tidak realistis. Bila tujuan Anda tidak masuk akal karena tidak didukung dengan sumber daya, maka Anda harus berani untuk memperbaikinya agar masuk akal. Menetapkan tujuan yang sangat tinggi harus didasarkan kemampuan dan kesiapan mental untuk mewujudkannya. Bila tujuan tidak masuk akal, lalu Anda gagal dalam eksekusi, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan diri. Jadi, pastikan rencana Anda sangat realistis dan mampu Anda mencapainya dengan sempurna.

Kesabaran dan kemampuan untuk menahan ambisi. Motivasi dan ambisi yang tinggi sangat bagus, tetapi ketika eksekusi Anda terhalang oleh hal-hal yang tidak Anda perhitungkan, maka Anda harus bisa menahan diri dan bersikap sabar. Tenangkan diri, berdoalah kepada Tuhan untuk minta visi yang jelas,  bertanggung jawablah, lalu temukan solusi dari kejernihan dan ketenangan pikiran Anda.

Setiap hari, fokuskan perhatian untuk mengerjakan secara rinci setiap komitmen Anda di wilayah eksekusi. Kuatkan mental sukses Anda di sepanjang waktu kerja. Lakukan olah raga rutin dan jaga daya tahan tubuh Anda agar tetap bugar di wilayah eksekusi. Bila mental dan tubuh Anda lemah dan tak kuat menghadapi realitas di wilayah eksekusi, maka Anda mudah stres dan sulit mencapai kinerja terbaik. Jadi, miliki komitmen dan disiplin diri yang tinggi untuk menjaga mental dan tubuh agar selalu siap menghadapi berbagai ketidakpastian di wilayah eksekusi.

Gunakan afirmasi untuk menguatkan keyakinan dan kepercayaan diri Anda dalam mencapai sukses. Bekerjalah di tengah orang-orang yang termotivasi untuk mencapai sukses. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mampu menginspirasi, memotivasi, mendorong, membantu, mendukung, dan memberikan kekuatan kepada Anda agar keinginan dan tujuan Anda tercapai. Anda harus benar-benar hidup di tengah orang-orang yang berpikiran sama dengan Anda. Orang-orang itu tidak harus ada secara fisik, tetapi cukup ada secara pikiran. Jangan biarkan Anda ada diantara orang-orang pesimis yang tidak yakin bahwa Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan.

Kegagalan hanya terjadi kalau Anda berhenti. Jadi, jangan berhenti walau rintangan dan kesulitan membuat Anda kehilangan arah. Ketika badai merusak rencana besar Anda, maka Anda membutuhkan Tuhan sebagai penolong. Dekatkan diri kepada Tuhan, tingkatkan kepercayaan diri, tingkatkan disiplin, tingkatkan ketekunan, tingkatkan keyakinan, dan bertindaklah dari hal-hal terkecil untuk bisa kembali ke arah yang benar. Ingat selalu bahwa kesulitan dan ketidakberhasilan adalah ujian dari sekolah kehidupan untuk naik kelas. Sebagian besar keberhasilan eksekusi tercapai setelah berhasil mengalahkan potensi kegagalan. Oleh karena itu, jangan menyerah saat semua yang Anda lakukan tidak menghasilkan apapun. Jangan menyerah saat semua yang Anda kerjakan dengan penuh semangat mengalami kegagalan dan kehilangan arah. Jangan menyerah saat tujuan dan kerja keras Anda dihadang oleh pengkhianatan yang tidak terduga. Jadi, tetaplah menjadi kuat dan yakin dengan tujuan Anda. Fokuskan perhatian dan tingkatkan tekad dengan kesabaran yang luar biasa untuk mencapai sukses. Kesuksesan di wilayah ekseksui adalah milik orang-orang yang tidak pernah berhenti walau berkali-kali dihentikan oleh kegagalan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENYELESAIKAN SETIAP PROYEK DAN TIDAK MEMBUATNYA MANGKRAK

“Rahasia sukses adalah menyelesaikan yang dimulai.”~Djajendra

Bila sebuah proyek sudah dimulai, jangan berhenti di tengah jalan hanya karena sebuah rintangan dan kesulitan. Fokuskan kekuatan dan taklukkan kesulitan agar Anda bisa segera menyelesaikan proyek tersebut. Jangan membuatnya mangkrak di tengah jalan. Bekerjalah dengan konsistensi pada tujuan dan miliki tanggung jawab untuk menghasilkan karya terbaik. Keberhasilan tidak terletak saat Anda memulainya atau saat Anda merencanakannya dengan ide-ide hebat Anda. Keberhasilan terletak saat Anda menyelesaikan semua rencana dan ide hebat itu menjadi maha karya yang mengagumkan.

Kualitas kepemimpinan yang hebat terlihat dari kemampuan untuk menyelesaikan dan menghasilkan maha karya. Kalau hanya masalah ide, wacana, rencana, dan memikirkan, semua orang bisa. Pemimpin terbaik bukan masalah ide ataupun kata-kata hebat, pemimpin sejati itu adalah yang mampu menyelesaikan dan bekerja untuk menghasilkan maha karya. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan semua proyek dengan sebaik mungkin. Jangan pernah memiliki kebiasaan untuk meninggalkan proyek di tengah jalan, sehingga proyek tersebut mangkrak dalam kerugian yang besar. Rintangan, kesulitan, kegagalan, dan kejatuhan, adalah hal biasa dalam sebuah perjalanan untuk menyelesaikan maha karya. Jadi, ketika semua monster ketakutan menghilangkan keberanian Anda untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan, Anda harus menguatkan energi sukses ke dalam diri Anda, lalu menciptakan kebiasaan baru agar semua kesulitan dan ketakutan dapat diatasi, serta segera menyelesaikan yang sulit diselesaikan.

Miliki komitmen, miliki kepercayaan diri, miliki keyakinan, miliki ketegasan, miliki tindakan, miliki semangat untuk menyelesaikan yang Anda mulai. Jangan membiarkan hal apapun untuk mensabotase mental sukses Anda. Tingkatkan kualitas ketenangan, tingkatkan kualitas kesabaran, tingkatkan kualitas optimisme, tingkatkan ketelitian, tingkatkan disiplin, dan gerakkan kekuatan terbaik untuk menyelesaikan proyek-proyek agar tuntas tepat waktu. Jangan membiarkan alasan apapun untuk mengentikan proses penyelesaian proyek yang sudah Anda mulai. Tunjukkan kualitas kepemimpinan Anda yang hebat dan penuh kualitas untuk menyelesaikan sebuah maha karya terbaik. Tunjukkan kepada orang-orang pesimis bahwa Anda sangat berkualitas, untuk menyelesaikan semua yang diragukan atau dirasakan tidak mungkin oleh orang pesimis. Tunjukkan kepada semua orang yang Anda pimpin bahwa Anda berada di tengah-tengah mereka untuk solusi dan kisah sukses, bukan untuk alasan dan kisah gagal. Pemimpin terbaik tidak pernah berhenti di tengah jalan untuk menyelesaikan proyek-proyek besarnya.

Kecepatan dan ketelitian haruslah disatupadukan untuk menyelesaikan proyek. Penundaan dan kekurang telitian adalah sumber pemborosan. Jadi, fokuskan semua waktu, energi, dan sumber daya untuk menyelesaikan apapun yang belum selesai. Jangan berdiam dengan berbagai alasan. Kembangkan strategi dan berbagai kemungkinan untuk menghilangkan semua alasan yang membuat proyek tidak selesai-selesai. Tidak boleh ada yang setengah selesai, semuanya harus diselesaikan dengan sempurna untuk menjadi maha karya terbaik.

Ciptakan kebiasaan-kebiasaan baru yang bisa menjadikan Anda energi sukses di setiap proyek yang Anda kerjakan. Bila masih memiliki kebiasaan menunda atau kebiasaan yang menghambat kemajuan sebuah proses, maka segera ubah kebiasaan tersebut untuk menjadikan Anda bertindak proaktif dalam menyelesaikan semua yang sulit. Miliki disiplin untuk bekerja dengan teliti dan rinci di setiap proses. Kadang-kadang, hal-hal kecil yang tidak diawasi secara teliti dan rinci di sepanjang proses bisa memberikan dampak yang merugikan kemajuan proyek tersebut. Jadi, miliki tata kelola yang terstruktur dan rinci dengan cek poin di sepanjang proses kerja. Fokuskan pada kekuatan dan kemajuan. Jangan berlebihan memberi perhatian pada kepada kekurangan, tetapi berikan solusi-solusi penguatan untuk menghilangkan kekurangan.

Ketika rencana mulai dieksekusi, maka sejak itu konsistensi untuk menjaga momentum sukses di setiap titik proses penyelesaian haruslah menjadi prioritas. Dalam hal ini, pemimpin harus menciptakan sistem dan karakter kerja yang membuat energi sukses terfokus dan bergerak ke arah maha karya. Energi sukses di dalam diri setiap orang harus terjaga dalam motivasi dan antusiasme yang tinggi. Jadi, tidak boleh dibiarkan kehilangan peluang sukses seincipun. Semua orang harus tampil produktif dan penuh percaya diri agar berhasil mendapatkan yang terbaik.

Kecepatan kerja yang konsisten dan penuh percaya diri mampu melewati setiap proses yang penuh tantangan untuk menyelesaikan proyek. Intinya, sesulit apapun, bila konsisten dan fokus untuk mendorong pekerjaan bergerak maju, maka pada akhirnya pekerjaan pasti selesai juga. Jadi, setiap hari yang diperlukan adalah disiplin, ketelitian, energi positif dalam rutinitas, dan ketekunan untuk menyelesaikan setiap bagian dari proyek tersebut dengan penuh kegembiraan.

Jangan terlalu memikirkan hasilnya, fokuskan energi untuk menyelesaikan satu per satu dari bagian-bagian terkecil proyek tersebut dengan teliti dan rinci. Dalam proses kerja, melakukan sesuatu lebih penting daripada memikirkan sesuatu. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda hadir untuk melakukan, bukan untuk memikirkan.

Ketika proyek Anda mangkrak atau tak mampu bergerak karena kekuarangan dana, maka jangan sibuk dengan alasan. Kalau Anda sibuk dengan berbagai alasan dan ketidakmampuan, Anda hanya sedang melumpuhkan semua kekuatan Anda.  Jangan biarkan monster kegagalan menakuti tugas besar Anda untuk menyelesaikan proyek tersebut. Segera keluarlah dari jebakan monster kegagalan, temukan kekuatan dari mental pemenang Anda. Katakan berulang-ulang kepada diri sendiri bahwa Anda adalah kekuatan sukses, dan tidak ada yang bisa menghentikan Anda untuk mencapai sukses. Yakinkan kepada diri sendiri bahwa Anda dengan mudah bisa menemukan semua yang Anda perlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Pastikan Anda menjaga energi kemenangan di setiap diri orang-orang yang Anda pimpin. Jadilah pemimpin yang memberikan dorongan mental kemenangan, untuk membuat setiap orang penuh percaya diri dan terus bergerak menyelesaikan proyek Anda.

Pemimpin hebat tidak hidup dalam kata-kata dan pemikiran, tetapi menghidupkan kata-kata dan pemikiran dalam wujud maha karya. Jadi, ide dan konsep haruslah terwujud dalam maha karya yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Pastikan Anda mampu menerapkan sistem yang cepat dan berhasil menciptakan sukses, bukan sistem yang membuat orang-orang ragu dan terjebak dalam energi kegagalan. Selesaikan semua ide dan konsep proyek menjadi maha karya yang hebat, bukan karya-karya mangkrak yang merugikan dan tidak bermanfaat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Posted

TANPA EKSEKUSI, STRATEGI DAN RENCANA YANG HEBAT TERTIDUR PULAS

“Bila tidak ada eksekusi, maka semua rencana dan strategi tertidur selamanya.”~Djajendra

Tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah rencana adalah keberanian untuk eksekusi. Pada umumnya, orang suka membuat rencana, mengatur strategi, berharap mencapai keberhasilan, tetapi tidak memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengeksekusi atau bertindak.

Harus memiliki keberanian dan pengetahuan yang luas di lapangan agar eksekusi dapat dilakukan secara benar dan tepat. Pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan intuisi haruslah menyatu di dalam kompetensi eksekusi. Dengan kata lain, untuk melakukan eksekusi atau tindakan yang tepat dan hebat, haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk memastikan eksekusi tersebut sukses.

Di wilayah eksekusi, efektivitas dan efisiensi di semua aspek kerja harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bila sebuah tindakan atau eksekusi mengabaikan efektivitas dan efisiensi, maka sukses atau hasil yang diinginkan sulit tercapai. Jadi, jangan pernah melupakan efektivitas dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja terbaik dari tindakan yang dilakukan.

Bekerja di wilayah eksekusi membutuhkan semangat yang tinggi, etos kerja yang hebat, disiplin, rasa percaya diri, dan kebiasaan kerja dengan mental pemenang. Memang tidak semua orang berbakat di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah yang keras, dan beragam latar belakang orang yang eksis di sana. Jadi, Anda harus memiliki ketegasan, keberanian, kepastian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai macam potensi resiko.

Setelah Anda memiliki rencana dan strategi yang hebat, Anda harus mempersiapkan mental yang hebat untuk bisa menjalankan kemampuan eksekusi Anda. Tidak boleh ada keraguan, tidak boleh ada penundaan, tidak boleh khawatir, Anda harus berani melakukannya. Ingat selalu bahwa tanpa eksekusi yang hebat, semua rencana dan strategi terhebat pun menjadi tidak berguna.

Hasil akhir terbaik dari sebuah eksekusi ditentukan oleh kualitas eksekusi. Tanpa keberanian untuk eksekusi, maka semua rencana dan strategi hanya hidup di dalam imajinasi, dan mungkin tidak pernah terwujud dalam dunia nyata.

Setiap prestasi besar dihasilkan dari kemampuan eksekusi yang cerdas. Tindakan-tindakan yang produktif dan terukur kualitasnya akan memberikan kinerja dan prestasi terbaik.

Di wilayah eksekusi, daya tahan mental dan totalitas di lapangan menentukan keberhasilan. Sekali melangkah memasuki wilayah eksekusi tidaklah boleh mundur atau menyerah oleh alasan apapun. Keberhasilan hanya bisa didapatkan di wilayah eksekusi. Wilayah strategi dan rencana adalah wilayah imajinasi atau angan-angan. Jadi, kalau mau sukses, ya bertindaklah, lakukan dengan berani untuk mencapai hasil sesuai rencana.

Tidak ada lagi teori di wilayah eksekusi. Jadi, apapun realitasnya di lapangan, Anda harus fokus dengan tindakan untuk menghasilkan kinerja. Pastinya, semua hal yang mau dieksekusi sudah ada di dalam rencana. Tetapi, mungkin saja dilapangan rencana dan realitas tidak nyambung. Di sinilah, tugas seorang pemimpin yang tegas dan berani diperlukan, untuk menyambung antara rencana dan realitas di lapangan.

Bila kepemimpinan kurang tegas, banyak teori, dan tidak mampu mengeksekusi; maka, semua rencana dan strategi yang hebat selamanya tertidur pulas. Hanya pemimpin yang tegas, berani, seorang eksekutor yang andal, yang dapat membangunkan rencana dan strategi yang tertidur pulas tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGKOORDINASI DAN TERKONEKSI SECARA SOLID UNTUK BISA MENGEKSEKUSI RENCANA MENJADI TINDAKAN YANG TEPAT

VISI 29022016“Visi adalah harapan. Visi adalah masa depan. Tanpa visi yang jelas sulit melangkah menuju masa depan.”~Djajendra

Dengan mengkomunikasikan visi, pemimpin menempatkan dirinya untuk bekerja sesuai arah, serta mampu menghubungkan karyawan dengan tujuan perusahaan yang lebih besar. Pemimpin menyediakan nilai-nilai yang tepat bagi karyawan untuk menjadi perilaku kerja yang menguatkan budaya kerja. Pemimpin menyediakan misi yang jelas agar setiap karyawan mampu bertindak dan membantu rutinitas yang ditargetkan. Nilai-nilai budaya kerja yang tepat mampu menciptakan perilaku kerja yang menggeser fokus dari ketakutan akan kegagalan menjadi fokus pada keyakinan untuk mencapai kemenangan. Pada saat nilai-nilai budaya kerja menyatu dengan suara hati, maka setiap karyawan mampu saling bekerja bersama dalam misi mereka. Mereka dengan mudah saling terkoneksi, dan pemimpin dapat melakukan koordinasi secara tepat.

Cara menggunakan visi, nilai-nilai, dan misi hanya efektif pada saat koordinasi dan koneksi dijalankan secara tepat dan produktif. Hal inilah yang bisa menciptakan budaya eksekusi yang kuat dan produktif. Hubungan antar manusia dalam ikatan nilai-nilai budaya kerja menciptakan keunggulan kompetitif dalam proses. Proses kerja yang berkualitas dihasilkan dari budaya koneksi yang meningkatkan kolaborasi bersama, serta semua bagian kerja harus mampu memperlihatkan keunggulan melalui fungsi dan perannya masing-masing.

Pemimpin bekerja dengan menciptakan budaya yang menghubungkan satu sama lain di dalam visi bersama. Visi bersama dikomunikasikan, serta dimotivasi kepada semua karyawan agar mereka terinspirasi untuk bekerja sepenuh hati dalam mencapai tujuan. Setiap karyawan dalam budaya koneksi dan koordinasi mampu bekerja dengan lebih produktif karena mereka bisa terhubung satu sama lain dengan mudah. Tidak ada penghalang. Tidak ada penghambat. Dalam hal ini, seluruh kepemimpinan di dalam perusahaan, di semua level kepemimpinan, harus tegas dan peduli untuk berkoordinasi dan terkoneksi dari hati ke hati agar tindakan yang tepat dapat segera dilakukan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Koordinasi dan koneksi dari hati ke hati mempererat hubungan kerja, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja masing-masing individu. Hubungan kerja antar pribadi yang positif meningkatkan kualitas empati dan toleransi. Semua orang dalam hubungan kerja yang sehat merasakan bahagia, tenang, sehat, dan bisa fokus pada pencapaian prestasi terbaik. Persatuan dan koordinasi yang tepat adalah kunci untuk mencapai kesuksesan di dalam organisasi.

Visi membutuhkan persatuan dan koordinasi yang solid dan tepat, hanya dengan persahabatan kerja yang solid dapat mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, seseorang sebelum bergabung dengan perusahaan, dia harus bisa meyakinkan dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang tunduk dan bekerja sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja. Hubungan antar pribadi yang positif adalah salah satu bagian terpenting dalam membangun budaya organisasi yang kuat. Hubungan yang terkoneksi dengan sempurna dapat meningkatkan keterlibatan karyawan, meningkatkan suasana kerja yang harmonis dan penuh semangat, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan inovasi, serta meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan setiap individu.

Koordinasi kepemimpinan tidak hanya menyatukan orang secara fisik, tetapi juga mampu mengartikulasikan visi yang jelas berdasarkan fondasi nilai-nilai inti organisasi, sehingga karyawan dapat menggunakan nilai-nilai inti perusahaan sebagai fondasi perilaku dan karakter kerja sehari-hari. Di samping itu, pernyataan misi juga harus sederhana dan jelas sehingga mudah dipahami dan dapat ditindaklanjutkan dengan aksi yang tepat.

Visi adalah harapan. Visi adalah masa depan. Tanpa visi yang jelas sulit melangkah menuju masa depan. Tugas pemimpin adalah menjelaskan visi dan memotivasi karyawan agar tidak mengabaikan misi, serta mengajari karyawan untuk menjadikan nilai-nilai budaya kerja sebagai perilaku sejati di tempat kerja. Dan, untuk semua ini, membutuhkan koordinasi dan koneksi yang solid dan utuh dari hati ke hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

NILAI-NILAI PERUSAHAAN MENGGAMBARKAN BUDAYA YANG DIINGINKAN

CORPORATE CULTURE 12022016

“Nilai-nilai yang terinternalisasi memberikan perilaku yang keluar dari hati nurani, untuk menciptakan budaya kerja sesuai perintah nilai-nilai.”~Djajendra

Nilai-nilai perusahaan membentuk jiwa dan karakter untuk diberdayakan dan dikembangkan dalam budaya yang kuat. Menanam nilai dimulai dari diri sendiri, lalu ditransformasikan dalam organisasi untuk membentuk budaya. Saat nilai-nilai berubah menjadi budaya kerja, akan tumbuh kesadaran untuk bekerja dengan sepenuh hati dan berkontribusi lebih besar. Pilihan nilai-nilai perusahaan harus bersumber dari keyakinan, filosofi, moralitas, dan etika.  Nilai-nilai yang sudah terpilih menjadi core values  difungsikan untuk menguatkan strategi bisnis. Ketika nilai-nilai sudah berfungsi dalam menggerakkan karyawan untuk mencapai strategi yang ditetapkan, maka budaya perusahaan yang kuat terbentuk.

Masalah utama yang dihadapi banyak perusahaan adalah tidak terpikirkan untuk menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan ke dalam jiwa dan karakter karyawannya. Bila nilai-nilai perusahaan sebatas slogan dan pengisi profile perusahaan, tanpa pernah diinternalisasikan, maka nilai-nilai tersebut tidak akan berfungsi dan bermakna apa-apa. Nilai-nilai akan menjadi budaya kalau sudah diinternalisasikan dan menjadi nyata dalam organisasi.

Keberadaan nilai-nilai inti perusahaan mendorong karyawan dan pimpinan untuk menjalankan perusahaan dan bisnis secara profesional. Intinya, nilai-nilai mendorong orang-orang untuk berbisnis dan bekerja sesuai nilai-nilai, bukan mendorong bisnis. Jadi, internalisasi nilai-nilai harus menghasilkan sikap dan perilaku kerja seperti yang dimaksudkan oleh nilai-nilai tersebut.

Nilai sebagai budaya yang diinginkan dimulai dari rasa tanggung jawab pemilik perusahaan, manajemen, dan karyawan untuk bekerja dalam budaya kuat. Rasa tanggung jawab untuk membangun budaya perusahaan yang kuat dan positif haruslah diperlihatkan dengan sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan kerja. Diperlukan kekuatan moralitas, integritas, dan etika dalam memaknai nilai-nilai perusahaan. Jadi, apapun nilai yang dipilih perusahaan sebagai nilai-nilai intinya, maka seluruh nilai pilihan tersebut wajib mengandung makna moralitas, integritas, dan etika sehingga dapat diuraikan tentang apa yang boleh oleh nilai tersebut, dan apa yang tidak boleh. Disamping itu, nilai-nilai harus bisa menggambarkan tentang pembentukan masa depan yang lebih baik. Setiap individu di perusahaan harus mampu meningkatkan semangat kolaborasi, membangun kehidupan nyata bersama nilai-nilai tersebut, menjadi bertanggung jawab dan selalu berkomitmen untuk berperilaku seperti yang dikehendaki oleh nilai-nilai inti perusahaan.

Nilai-nilai perusahaan layaknya sebuah kendaraan yang siap mengantar setiap orang menuju tujuan. Nilai-nilai harus mampu mengkomunikasikan visi, sehingga setiap orang di dalam perusahaan dengan mudah bergerak menuju visi. Nilai-nilai harus mampu memproyeksikan ke masa depan, dan menggambarkan bagaimana setiap orang dapat bergerak menuju masa depan dengan kreatif dan produktif.

Nilai-nilai memberikan perilaku yang keluar dari hati nurani untuk menciptakan budaya kerja sesuai perintah nilai-nilai tersebut. Selain perilaku, nilai-nilai juga memberikan panduan untuk menciptakan etos kerja.

Budaya organisasi yang kuat menghasilkan tata kelola terbaik yang sederhana, efisien, efektif, murah, bebas stres, bahagia, dan berkembang. Nilai-nilai yang sudah terinternalisasi akan membentuk budaya yang kuat, lalu memberdayakan setiap individu di tempat kerja untuk bergerak selangkah demi selangkah menuju masa depan yang kaya kinerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTERNALISASI NILAI-NILAI ORGANISASI DAN MAKNA BEKERJA

CORE VALUES 07022016“Jangan biarkan nilai-nilai organisasi tidur dan diam, bangunkan mereka dan transformasikan menjadi etos kerja.”~Djajendra

Membangun budaya kerja yang kuat harus melalui fondasi pedoman nilai-nilai budaya organisasi yang selaras dengan strategi organisasi. Nilai-nilai organisasi memberi arti dan kesadaran yang tinggi terhadap pekerjaan dan tanggung jawab. Nilai-nilai organisasi menjadi bagian dari jiwa dan pikiran kreatif yang menciptakan pola kerja produktif. Nilai-nilai organisasi dirancang untuk menjadi perilaku, sikap, karakter, kebiasaan, dan cara bertindak di tempat kerja. Nilai-nilai organisasi merupakan alat untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas di semua aspek pekerjaan. Nilai-nilai organisasi harus selalu dibicarakan dan dikaji secara ilmiah untuk menghasilkan perilaku kerja sesuai kebutuhan strategi organisasi.

Budaya kerja yang kuat menghasilkan sikap dan perilaku yang tepat untuk mengeksekusi pekerjaan sesuai strategi. Nilai-nilai sebagai pilar utama budaya kerja menghasilkan sifat dan kebiasaan produktif, baik dalam kelompok maupun individu, untuk menuntaskan pekerjaan sehari-hari dengan kinerja tinggi. Nilai-nilai organisasi merupakan fondasi untuk mengembangkan sumber daya manusia menjadi andal, proses kerja yang efektif dan produktif, dan pencapaian hasil kerja yang lebih baik.

Nilai-nilai organisasi sangat berfungsi untuk melemahkan budaya di luar budaya organisasi (sub culture) dan menguatkan budaya organisasi. Sumber daya manusia organisasi selalu berasal dari berbagai latar belakang atau beragam budaya, hanya nilai-nilai organisasi yang dapat menyatukan dan menghubungkan mereka di tempat kerja. Mengingat sub culture yang kuat bisa melemahkan budaya organisasi, maka diperlukan proses internalisasi nilai-nilai organisasi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Diperlukan disiplin dan tanggung jawab untuk memaknai dan menjalankan nilai-nilai organisasi secara benar dan tepat.

Nilai-nilai organisasi membangun kesadaran bersama untuk memiliki sifat, perilaku, peran, pelayanan, komunikasi, dan kontribusi kepada organisasi dan stakeholder dalam satu persepsi dan satu keyakinan. Organisasi yang memiliki budaya kerja kuat akan mencapai kinerja terbaik. Hal ini dikarenakan, para insan organisasi memiliki etos kerja yang tepat dan memahami pekerjaan mereka dari hati. Mereka juga secara otomatis memiliki tanggung jawab moral atas apa yang harus dikerjakan di tempat kerja, serta bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan dengan berkualitas dan rendah risiko.

Nilai-nilai dipilih untuk tujuan menciptakan karakter kerja dan perilaku kerja yang tepat dalam mencapai visi organisasi. Dalam proses internalisasi, nilai-nilai organisasi ditanam ke dalam mindset melalui pembentukan keyakinan, sehingga setiap orang di tempat kerja dapat meyakini kebenaran dari nilai-nilai organisasi, yang dijadikan perilaku sehari-hari di tempat kerja.

Internalisasi nilai-nilai organisasi menciptakan makna bekerja. Kalau setiap pekerja sudah memahami apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan di setiap proses kerja, maka mereka akan menjadi energi positif untuk penguatan budaya organisasi.

Proses internalisasi harus menempatkan nilai-nilai organisasi sebagai pedoman perilaku di tempat kerja. Pedoman perilaku ini harus dapat menggerakan hati nurani setiap individu di tempat kerja untuk hadir ke kantor secara jiwa, fisik, dan pikiran. Lalu, menjadi pribadi yang memberi makna bekerja sesuai nilai-nilai organisasi di setiap proses kerja. Nilai-nilai organisasi harus dijadikan kekuatan untuk memfokuskan energi, potensi, kemampuan, dan keandalan dalam mencapai kinerja tertinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE MEMBUTUHKAN KEPEMIMPINAN YANG KUAT, TEGAS, DAN DIAKUI

GOOD CORPORATE GOVERNANCE 2016IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE MEMBUTUHKAN KEPEMIMPINAN YANG KUAT, TEGAS, DAN DIAKUI

“Hubungan kerja antara para direksi dengan tim manajemen tidak hanya di sekitar meja rapat, tetapi harus dari hati ke hati dan saling melengkapi.”~Djajendra

Praktik good corporate governance akan berjalan sempurna bila kepemimpinannya fokus dan peduli untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang terbaik. Tata kelola perusahaan yang terbaik secara formal mudah diwujudkan. Tetapi, di dalam praktik dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, tegas, dan diakui. Bila kepemimpinan perusahaan lemah, maka sangat sulit untuk mencegah pelanggaran atas tata kelola. Pemimpin yang kuat dan produktif mampu membangun hubungan kerja yang sehat dan produktif dengan tim manajemennya ataupun dengan CEO nya. Pemimpin yang kuat memiliki keberanian dan pengetahuan untuk mengkoordinasikan tim manajemen secara efektif dan produktif, lalu memiliki intuisi dan keberanian untuk proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Good corporate governance tidak hanya tentang kepatuhan dan kesesuaian perilaku dengan tata kelola yang terbaik, tetapi juga tentang hubungan dan komunikasi yang baik antara para direksi dengan tim manajemennya. Dewan direksi perusahaan harus memiliki kekuasaan dan kewenangan penuh untuk menciptakan arah pencapaian. Para direktur harus mampu memberdayakan tim manajemen untuk menjalankan kekuasaan, membuat keputusan, mengawasi perusahaan, dan bertanggung jawab penuh atas setiap peristiwa. Garis tanggung jawab antara para direktur dengan tim manajemen perusahaan harus jelas dan profesional. Tidak boleh ada benturan kepentingan. Setiap pihak harus memperkuat kompetensi perilaku untuk mendorong terciptanya hubungan kerja yang produktif dan kreatif.

Tata kelola yang terbaik dimulai dari kepercayaan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberikan tanggung jawab kepada dewan direksi. Setelah menerima tanggung jawab dari RUPS, para direktur harus menentukan tim manajemen yang tangguh, untuk menjalankan arah strategis perusahaan dan mencapai tujuan. Selain kemampuan teknis, hubungan direksi dengan tim manajemen sangatlah penting agar tata kelola yang terbaik dapat berfungsi dengan optimal.

Kesesuaian perilaku dengan undang-undang, peraturan, kode etik, dan praktik bisnis yang terbaik menjadi fondasi dalam menciptakan tata kelola yang terbaik. Perilaku kerja yang baik selalu beradaptasi dengan proses kerja yang nyata. Apapun realitas di lapangan, perilaku baik mampu berfungsi untuk menjalankan tata kelola yang terbaik. Setiap orang mengetahui siapa dirinya, apa tugasnya, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, bagaimana menjaga hubungan kerja yang produktif, dan bagaimana menjadi energi positif di dalam proses manajemen.

Tujuan implementasi good corporate governance adalah untuk memaksimalkan kinerja perusahaan dengan cara-cara etis. Karena yang berproses dalam tata kelola adalah fungsi-fungsi manajemen dan peran yang diberikan perusahaan kepada setiap individu karyawan, maka para direksi harus memiliki kepemimpinan yang kuat, untuk memastikan bahwa bisnis dan operasional perusahaan dijalankan dengan mematuhi aturan dan hukum yang berlaku. Peran monitoring para direksi harus dijalankan dengan konsisten agar tata kelola yang terbaik dapat diimplementasikan sesuai harapan. Para direksi harus terus-menerus memantau melalui laporan dan juga fakta di lapangan untuk memastikan bahwa semua prinsip-prinsip good corporate governance dijalankan dengan baik.

Karena RUPS memberikan tanggung jawab perusahaan kepada para direksi, maka seluruh risiko menjadi tanggung jawab penuh dewan direksi. Agar risiko dapat dikelola secara baik, maka fungsi pengawasan internal harus diperkuat dan menjadi lebih mandiri. Pengawasan internal harus mampu memberikan laporan dan informasi yang tepat kepada para direksi, agar para direksi secepatnya dapat mengambil keputusan yang benar dan tepat.

Dalam tata kelola yang baik, informasi haruslah yang benar sesuai fakta, tidak boleh sebuah informasi menciptakan asumsi. Sebab, asumsi tidak bersumber dari fakta, dia hanya bersumber dari persepsi dan keyakinan. Sedangkan tata kelola yang baik menganut prinsip kepatuhan, ketaatan, dan kesesuaian. Jadi, sebuah informasi yang bersifat asumsi berpotensi merusak tata kelola yang baik.

Kepemimpinan yang kuat dan berani adalah kunci sukses implementasi good corporate governance. Para direksi bertanggung jawab untuk semua tindakan dan keputusan perusahaan. Para direksi tidak boleh melempar kesalahan kepada pihak manapun. Sebab, mereka secara sah telah menerima tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan dari para pemegang saham. Oleh karena itu, dewan direksi harus mengembangkan budaya perusahaan yang kuat untuk memandu perilaku organisasi yang sehat dan andal. Proses organisasi yang baik tumbuh dan berkembang melalui sistem dan prosedur yang tepat. Bila sistem dan prosedur tidak berkualitas, maka proses organisasi juga menjadi tidak berkualitas. Hal ini akan menghasilkan tata kelola yang buruk.

Kepemimpinan dewan direksi yang kuat dihasilkan dari perilaku dan sikap yang tepat. Para direksi harus mampu menjadi bijak dan mewakili keseimbangan yang tepat dengan tim manajemen. Pengalaman dan pengetahuan para direksi harus bisa mempengaruhi peningkatan kinerja tim manajemen. Hubungan kerja antara para direksi dengan tim manajemen tidak hanya di sekitar meja rapat, tetapi harus dari hati ke hati dan saling melengkapi.

Kepemimpinan yang kuat selalu memahami kelemahan yang ada di dalam diri mereka ataupun yang ada di sekitar mereka. Oleh karena itu, mereka selalu sadar dan memiliki persepsi positif untuk pengembangan diri sendiri. Mereka selalu rendah hati untuk belajar dan memperbaiki yang kurang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

COMPLIANCE OFFICER MENJAGA MANAJEMEN TIDAK BERBUAT KESALAHAN

COMPLIANCE OFFICER DJAJENDRACOMPLIANCE OFFICER MENJAGA MANAJEMEN TIDAK BERBUAT KESALAHAN

“Compliance Officer bekerja untuk memulihkan kesalahan dan tidak boleh menuduh kesalahan kepada pihak manapun.”~Djajendra

Compliance Officer diprogram untuk menjaga keberlangsungan tata kelola yang baik. Dia tidak boleh berpersepsi ataupun berasumsi. Dia harus fokus bekerja untuk menjaga kepatuhan, ketaatan, dan kepatutan dalam pemenuhan keinginan aturan.

Tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dibangun dari kepatuhan terhadap etika, aturan, undang-undang, kebijakan, dan sistem. Semua ini dimulai dari komitmen top manajemen untuk mematuhi dan mentaati etika, dan semua aturan yang wajib dijalankan dengan sepenuh hati. Untuk bisa menjalankan komitmen top manajemen diperlukan sebuah unit kerja yang membantu top manajemen dalam menjalankan fungsi compliance secara profesional. Fungsi compliance dijalankan oleh para pegawai yang disebut sebagai Compliance Officer, yaitu petugas  yang memastikan bahwa semua orang di dalam perusahaan sudah taat dan patuh dalam menjalankan tata kelola yang baik. Compliance Officer bertugas memenuhi keinginan top manajemen agar tata kelola yang baik terimplementasi dengan sempurna. Mengingat sangat beragam karakter dan perilaku dari orang-orang yang bekerja di sebuah perusahaan, maka independesi dan fairnes dari seorang Compliance Officer menjadi penting. Compliance Officer tidak boleh memberikan respon atas persepsi atau asumsinya; dia hanya boleh memberikan respon atas dasar aturan, etika, dan undang-undang. Sifat dari keberadaan Compliance Officer adalah mandiri dan profesional, tidak boleh berdiri di atas kepentingan pihak manapun, hanya berdiri di atas kepentingan tata kelola yang baik sesuai kebijakan perusahaan.

Compliance Officer harus berani memutuskan dengan tegas demi menjaga etika dan aturan yang benar. Tidak boleh ragu. Tidak boleh setengah hati. Berperilaku rendah hati dan menjaga komunikasi dengan semua pihak di internal perusahaan. Berpenampilan dengan gaya kerja yang sopan, tenang, sabar, menjaga emosi, berpikir positif, berjiwa besar, dan bekerja sesuai aturan. Dia juga harus terlatih untuk mendengarkan suara hati baiknya, serta mampu menolak suara hati yang takut untuk menegakkan kepatuhan dan ketaatan. Harus berani mengambil risiko dan bertanggung jawab atas pekerjaan compliance, serta memahami semua konsekuensi sebagai pelaksana compliance di perusahaan.

Compliance Officer bekerja untuk memulihkan kesalahan dan tidak boleh menuduh kesalahan kepada pihak manapun. Pada dasarnya orang tidak suka mengakui kesalahan ataupun tidak suka menerima penilaian tentang kekurangan dan kesalahannya. Di sinilah Compliance Officer harus dapat memahami tentang orang lain. Pengetahuan tentang orang lain menjadi sangat penting bagi pekerjaan compliance. Bila Compliance Officer tidak mampu memahami orang lain dengan empati yang tinggi, maka keberadaannya berpotensi tidak disukai oleh banyak orang di perusahaan. Sebaliknya, bila dia memiliki empati untuk membantu memulihkan dan menyadarkan orang ke arah tata kelola yang baik, maka keberadaannya berpotensi mendapatkan dukungan.

Pekerjaan compliance tidak boleh menyebabkan kepanikan, semua tindakan dan perilaku dilakukan dengan tertib sesuai prosedur. Pekerjaan compliance adalah memastikan kepatuhan dan perbaikan atas hal-hal yang keliru. Fokusnya adalah hari ini patuh dan taat, serta mempengaruhi peningkatan kinerja jangka panjang perusahaan. Untuk itu semua, petugas compliance harus menguatkan kredibilitas dan reputasinya dengan integritas yang tinggi, sehingga dia dipercaya dan didengarkan oleh semua orang di dalam perusahaan.

Seburuk apapun realitas kepatuhan manajemen atas tata kelola yang baik, Compliance Officer harus bersikap tenang dan tidak menyebarkan rasa tidak puasnya. Lebih baik mengambil langkah mundur, jangan menyerang dengan argumentasi. Pahami konsekuensi dari ketidakpatuhan tersebut, dan berikan kesadaran melalui kalkulasi manajemen risiko. Berkomunikasilah untuk mengambil hati manajemen, dan yakinkan manajemen tentang kerugian yang bakal dihadapi mereka saat keadaan memburuk.

Tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) membutuhkan orang-orang berjiwa besar yang mau mengakui kesalahan dan sadar untuk memperbaikinya. Tidak malu meminta bantuan orang lain untuk memandu memperbaikinya. Sikap yang menunjukkan integritas dan kekuatan untuk memperbaiki akan mempercepat pemulihan.

MOTIVASI 17 JAN 2016

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EKSEKUSI ADALAH PROSES MEWUJUDKAN

SIFAT BAIK & BURUK“Eksekusi itu seperti permainan, bermainlah untuk menang.”~Djajendra

Ada waktunya kita harus fokus pada pikiran untuk menghasilkan ide, konsep dan strategi yang hebat. Tetapi, ada saatnya seluruh energi, waktu, sumber daya, perhatian dan fokus harus dicurahkan untuk eksekusi. Untuk mewujudkan rencana dan strategi hanya bisa di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah proses mewujudkan, bukan wilayah hasil.

Tidak semua orang memiliki bakat dan energi untuk bertarung di wilayah eksekusi. Dalam realitas, sangat banyak orang pintar yang berani membuat rencana dan strategi, tetapi tidak berdaya saat di wilayah eksekusi. Juga, sangat banyak orang pintar yang berani dan tegas mengambil keputusan, tetapi tak mampu berbuat apa-apa di wilayah eksekusi.

Wilayah eksekusi adalah wilayah dunia nyata, bukan wilayah dunia pikiran ataupun perasaan. Di sini, kita harus memiliki intuisi yang tajam terhadap realitas yang ada, dan juga harus cerdas sosial dalam memahami sikap dan perilaku dari orang-orang yang terlibat di dalam proses mewujudkan tersebut.

Salah satu penyebab kegagalan eksekusi adalah budaya organisasi yang suka berputar-putar walau prioritas sudah mendesak. Dari pengalaman, kami melihat sebuah keputusan yang sudah diambil masih suka diputar sampai berbulan-bulan, dan hal ini berdampak pada terlambatnya eksekusi. Komunikasi yang buruk, kepercayaan yang rendah, takut mengambil risiko, takut bertanggung jawab, adalah sebagian dari penyakit kronis yang menghambat sebuah eksekusi.

Eksekusi yang baik dihasilkan dari pimpinan, karyawan dan anggota tim yang merasa bertanggung jawab kepada satu sama lain. Mereka bergerak bersama hati dan pikiran positif untuk berkinerja tinggi. Mereka bergerak menyiapkan kualitas, kompetensi dan karakter kerja untuk bisa menjadi profesional yang penting bagi siapapun. Mereka menjadikan eksekusi sebagai permainan yang dimainkan untuk menang. Mereka menciptakan energi, semangat untuk menang, dan selalu berkolaborasi dengan sangat fleksible agar tidak ada yang macet oleh hirarki ataupun struktur.

Eksekusi adalah proses mewujudkan. Untuk itu, diperlukan fokus, perhatian penuh, keterlibatan, kolaborasi, komunikasi, akuntabilitas, energi positif yang besar, kemampuan untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Di samping itu, karyawan dan pimpinan harus berada dalam soliditas bersama; dalam satu visi, satu jiwa, dan satu budaya. Dan, ini semua adalah kekuatan penting untuk eksekusi yang berkinerja tinggi.

Kekuatan eksekusi ada pada perilaku dan sikap yang mudah beradaptasi dengan realitas. Dunia ilusi(strategi/rencana) akan bertemu dengan dunia realitas ( eksekusi). Begitu terjun ke dalam wilayah eksekusi: pikiran akan diisi oleh data, fakta, dan informasi dari dunia realitas. Bagi yang senang tantangan pasti akan menikmatinya, bagi yang takut tantangan pasti mengalami stres. Eksekusi bisnis yang hebat membutuhkan cara-cara luar biasa dari orang-orang biasa.

Perusahaan yang kuat selalu berusaha untuk lebih memperkuat profitabilitas, juga terus memperkuat fondasi keuangan secara keseluruhan. Perusahaan yang kuat selalu memiliki kecepatan eksekusi mulai dari yang memiliki hak keputusan untuk eksekusi; kecepatan dari orang yang berhak memberi dan menyebarluaskan informasi yang tepat dan benar; kecepatan dari orang-orang yang berperan sebagai motivator di dalam eksekusi; dan kecepatan dari struktural organisasi, sehingga walaupun semua orang sudah dibatasi dalam kotak-kotak struktur organisasi, mereka bisa bersatupadu melalui kolaborasi untuk memberikan kecepatan dan pelayanan berkualitas agar eksekusi dapat menghasilkan yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERCEPAT EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN

MOTIVASI“Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata.”~Djajendra

Eksekusi bisnis berada di wilayah nyata, di wilayah tindakan. Di sini, diperlukan etos dan strategi yang tepat. Sering sekali para pemimpin begitu cerdas dalam menyusun strategi, tetapi pusing tujuh keliling saat berada di wilayah eksekusi atau tindakan. Strategi itu sendiri masih berada di wilayah pikiran, jadi belum menjadi sebuah gerak atau tindakan yang melibatkan banyak orang.

Siapkan fondasi yang kuat sebelum terjun ketindakan atau eksekusi. Fondasi atau dasar yang kuat dapat dihasilkan dari budaya organisasi yang kuat. Saat budaya organisasi kuat, setiap orang akan memiliki orientasi yang sama terhadap visi dan misi perusahaan. Orientasi yang sama adalah kekuatan yang mengarahkan dan menggerakan semua energi manusia untuk mewujudkan strategi menjadi nyata.

Harapan yang tinggi hanya dapat terwujud saat orientasi yang sama menjadi solid dan bergerak di dalam tindakan. Sebuah eksekusi bisnis harus melalui proses, biasanya dibutuhkan kekuatan dan waktu untuk menempu perjalanan proses. Bila fondasi budaya organisasi kuat, maka setiap orang di dalam perusahaan akan memiliki kekuatan untuk menempuh perjalanan penuh risiko dalam mewujudkan strategi menjadi eksekusi yang berkinerja tinggi.

Mempercepat eksekusi bisnis berarti di sini berbicara tentang hubungan antar manusia, hubungan yang diharapkan mengalir sempurna dalam kolaborasi kerja. Persoalannya, secara alami hubungan antar manusia itu tidak bisa absolut atau pasti, sangat banyak variable yang dapat menciptakan perbedaan persepsi, sehingga hubungan kolaborasi kerja bisa terganggu. Bila hubungan kolaborasi kerja terganggu akan berdampak pada melambatnya eksekusi. Perlu dipahami bahwa dalam hubungan antar manusia, orang melakukan apa yang mereka mau lakukan, bukan apa yang diharapkan mereka lakukan.

Mengelola hubungan antar manusia adalah persoalan realitas bukan konsep atau strategi. Sehebat apapun konsep dan strategi untuk menciptakan hubungan antar manusia yang andal dan hebat, itu semua masih di wilayah ilusi bukan wilayah nyata. Jadi, hubungan antar manusia harus diurus setiap detik, setiap menit dan setiap hari. Tidak bisa sebuah hubungan baik bersifat selamanya atau absolut. Hubungan manusia tidak abadi, sangat pragmatis dan ditentukan oleh berbagai kepentingan yang bersumber dari semua bidang kehidupan yang luas.

Ketika ilusi atau strategi Anda gagal untuk mengeksekusi sesuai harapan, maka itu berarti Anda melihat realitas. Berterima kasihlah dan belajarlah dari realitas tersebut. Jangan menyalahkan siapapun atau apapun. Menghukum orang lain tidak akan membuat Anda lebih cerdas dan kreatif. Menerima realitas akan membuat Anda mampu melakukan transformasi untuk hasil yang lebih baik.

Kreativitas dan inovasi adalah kecerdasan yang muncul karena ilusi kita gagal. Oleh karena itu, bila eksekusi bisnis Anda tidak menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan seperti yang Anda harapkan, maka lihatlah peluang yang tersembunyi di dalamnya. Jangan berikan energi dan waktu untuk hal-hal yang menambah stres dan rasa kecewa, fokuskan semua energi dan waktu untuk menguatkan kreativitas dan inovasi agar Anda segera menemukan jalan atau cara yang tepat, untuk melakukan eksekusi yang menguntungkan.

Ingat! Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, dan belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata. Mempercepat hasil bisnis berarti setiap individu harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas ke level yang optimal. Semua orang harus bekerja dengan sadar di dunia nyata dengan membangun proses kerja yang efisien dan produktif.

Tidak boleh ada kesenjangan antara strategi dan eksekusi. Walau keduanya berbeda dunia, tetapi memiliki ikatan batin yang kuat. Oleh karena itu, strategi harus mengarah pada tindakan yang meningkatkan pertumbuhan, efisiensi, produktivitas, dan keuntungan. Eksekusi harus selalu berupaya menjadikan strategi sebagai kekuatan yang membantu mewujudkan hasil akhir terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

“Prioritas yang fokus pada kualitas dan pencapaian segera, akan memudahkan setiap orang yang berkompetensi tinggi, untuk menghasilkan kecemerlangan dalam apa yang dikerjakan dan dilakukan.”~Djajendra

Seseorang yang fokus dan cerdas mengelola prioritas mampu mewujudkan pekerjaannya dengan sempurna. Setiap orang berhak memiliki keinginan dan mimpi yang sangat besar. Apapun kebaikan boleh diinginkan dan diimpikan. Apapun kebaikan boleh dibuat tujuan dan rencananya. Semakin banyak yang ingin dikerjakan, semakin harus sadar untuk mengelola prioritas dengan profesional. Catatlah semua yang ingin dikerjakan atau yang harus dikerjakan. Buatlah jadwal dan prioritas untuk masing-masing item yang harus dikerjakan. Siapkan waktu, energi, semangat, motivasi, daya tahan fisik, mental, kejernihan pikiran, serta kemampuan untuk mengalir dan menerima realitas di sepanjang proses.

Sebuah proyek yang sedang dikerjakan wajib memiliki prioritas. Jika tidak ada prioritasnya, maka para pekerja mudah panik dan menjadi tidak fokus. Akibatnya, produktivitas dan kinerja proyek tersebut menjadi rendah. Apalagi, proses sebuah pekerjaan berlangsung sedikit demi sedikit, bertahap, dan di setiap titik proses berpotensi muncul tantangan, risiko, atau hal-hal di luar rencana. Oleh karena itu, sejak awal, sebuah proyek besar harus dibagi dalam potongan-potongan kecil, dengan fokus yang sangat tajam, untuk menuntaskan setiap potongan kecil proyek tersebut dengan berkualitas.

Potongan-potongan kecil yang terfokus lebih mudah untuk dituntaskan. Sesuatu yang terprioritas dengan jelas menciptakan rasa gembira dan memotivasi untuk segera diselesaikan. Tujuan sebesar apapun dapat dituntaskan melalui kesempurnaan dari penuntasan bagian-bagian kecil dari tujuan tersebut. Sebuah pencapaian besar dihasilkan dari kesempurnaan pencapaian yang terkecil.

Hasil akhir yang berkualitas dihasilkan dari sebuah sistem yang baik. Sistem yang baik memudahkan orang untuk fokus pada yang paling penting. Sistem yang baik memudahkan orang-orang untuk mengatur strategi, taktik, dan kekuatan dalam mencapai kinerja terbaik. Sistem yang baik memudahkan pekerja untuk mengalir dalam proses kerja, dan mudah menetapkan prioritas terpenting dalam semua dimensi, yang direncanakan untuk segera dituntaskan.

Visi besar harus dijadikan kenyataan. Kekuatan kerja harus memahami dan mengetahui apa yang diinginkan, dan apa yang harus diprioritaskan. Kekuatan kerja harus memiliki kompetensi, alat bantu, kualitas, semangat, dan siap beradaptasi dengan perubahan dan realitas apapun. Kekuatan kerja harus memiliki fokus yang sangat tajam, sangat detail, mampu menyatukan keinginan di dalam kompetensi untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbesar. Intinya, semua pekerjaan besar dapat dituntaskan dengan penuh kualitas dan kinerja terbaik, tidak ada yang tidak mungkin bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan rendah hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERUBAHAN MEMERLUKAN PEMIMPIN, MANAJER, KOLABORASI, DAN PRAKTEK MANAJEMEN YANG MENGUATKAN PERUBAHAN

PERUBAHAN MEMERLUKAN PEMIMPIN, MANAJER, KOLABORASI, DAN PRAKTEK MANAJEMEN YANG MENGUATKAN PERUBAHAN

“Dalam perubahan pasti ada pihak-pihak yang sudah nyaman atau sedang menikmati keuntungan dari cara-cara lama, mereka ini pasti marah atau tidak senang dengan perubahan. Orang-orang yang tidak senang dengan perubahan, biasanya tidak akan tinggal diam, mereka akan mencari seribu satu cara untuk menggagalkan perubahan.”~Djajendra

Perubahan bukanlah persoalan sederhana, sangat banyak kebiasaan dan perilaku yang harus dirubah, sehingga orang-orang selalu menjadi tidak siap dengan perubahan yang mulai dijalankan. Padahal perubahan dibutuhkan untuk dapat menjawab tantangan, sekaligus bergerak ke arah yang lebih kreatif dan produktif. Perubahan yang hebat pasti dipimpin oleh orang-orang hebat dan berani mengambil risiko. Biasanya, mereka yang hebat ini tidak akan ragu atau takut, untuk memotivasi setiap orang agar selalu siap dengan perubahan.

Perubahan yang hebat didasarkan pada perilaku dan sikap yang antusias untuk hal-hal baru, kesiapan untuk berkolaborasi di dalam praktek manajemen yang memberdayakan setiap potensi organisasi, serta kemampuan setiap orang untuk memimpin diri sendiri dengan kekuatan moral dan etika.

Perubahan tidak hanya harus kuat secara konsep dan kata-kata yang menginspirasi. Perubahan harus bertindak dengan melibatkan setiap orang, untuk secara bersama-sama menjadi agen perubahan yang dikehendaki; perubahan harus mengalir dengan sempurna di dalam sistem kerja, proses kerja, unit kerja, dan di setiap sub bagian kerja organisasi; perubahan harus mengalir di dalam etos kerja, sehingga orang-orang dapat merasakan perubahan, saat sedang melakukan tugas dan pekerjaan; perubahan harus dapat dirasakan dalam hubungan satu sama lain di dalam proses dan sistem kerja; perubahan harus dapat menyatukan dan menjadikan hierarki organisasi cerdas berkolaborasi dan bertransformasi sesuai arah perubahan; perubahan harus membiasakan semua orang untuk merasakan bahagia dengan hal-hal baru; perubahan harus mengekspresikan perjalanan menuju masa depan, dengan menuntaskan misi di dalam proses dan etos yang hebat.

Perubahan sulit dilakukan bila orang-orang takut dengan sesuatu yang belum dikenal; perubahan sulit dilakukan bila belum apa-apa sudah merasakan tidak nyaman dengan sesuatu yang belum diketahui; perubahan sulit dilakukan bila konflik kepentingan menjadi sangat kuat, dan tidak menginginkan perubahan itu terjadi; perubahan sulit dilakukan bila orang-orang tidak ikhlas dan tulus dalam mempersiapkan kualitas dan kompetensinya untuk sebuah perubahan; perubahan sulit dilakukan bila kekuatan anti perubahan berkolaborasi untuk mencegah perubahan yang dikehendaki; perubahan dapat dilakukan bila kekuatan perubahan lebih kuat dan unggul daripada kekuatan anti perubahan.

Kepemimpinan yang kuat dan dipercaya dapat memberikan respon untuk melawan kekuatan anti perubahan. Seperti diketahui, dalam setiap perubahan pasti ada pihak-pihak yang sudah nyaman atau sedang menikmati keuntungan dari cara-cara lama, dan mereka ini pasti marah atau tidak senang dengan perubahan. Orang-orang yang tidak senang dengan perubahan, biasanya tidak akan tinggal diam, mereka akan mencari seribu satu cara untuk menggagalkan perubahan. Di sinilah dibutuhkan seorang pemimpin bermental hebat dan yang siap melawan pasukan anti perubahan; pemimpin yang rendah hati dan selalu terlibat untuk berada di garis paling depan perubahan; pemimpin yang memberdayakan setiap orang untuk siap dan membantu perubahan yang diinginkan; pemimpin yang banyak akal untuk mencegah niat tidak baik dari pasukan anti perubahan.

Perubahan membutuhkan peran dan kekuatan dari manajemen, manajer, dan kepemimpinan yang konsisten berjuang untuk perubahan. Setiap kekuatan di dalam organisasi haruslah bersatupadu, dan saling menyeimbangkan peran masing-masing untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Setiap peran dan kekuatan organisasi harus dapat bertindak dengan efektif, produktif, efisien, adil, terbuka, etis, dan mencapai yang terbaik dari sumber daya yang dimiliki organisasi.

Kepemimpinan haruslah menjadi pusat dari proses yang mempengaruhi perubahan. Setiap individu harus dilibatkan untuk aktif melakukan perubahan, dan semuanya diawasi dengan manajemen pengawasan yang andal. Pemimpin tidak boleh membiarkan kekuatan anti perubahan, apalagi memberinya ruang untuk tumbuh dan berkembang. Intinya, kekuatan anti perubahan merupakan musuh yang harus dilawan dan dijadikan sebagai kekuatan untuk perubahan organisasi.

Perubahan membutuhkan kepemimpinan yang andal, yang cerdas menginspirasi dan memberikan pencerahan; yang bersikap aktif dan memahami realitas di lapangan; yang mampu membangkitkan semangat, menciptakan kegembiraan, menguatkan komitmen, mengembangkan pilihan dan solusi; yang mampu menyatukan orang-orang dengan empati dan toleransi, untuk bersatupadu di dalam perubahan; yang mampu menyemangati orang-orang, untuk selalu berdaya tahan, dan siap mengindentifikasi semua tantangan yang mencoba menghambat perubahan tersebut; yang mampu memimpin dengan mempengaruhi setiap orang, membimbing semua orang menuju arah perubahan, dan mengajak setiap orang untuk bertindak dan berperilaku sesuai semangat perubahan.

Manajer harus menjadi energi positif yang membantu kepemimpinan untuk mewujudkan perubahan. Manajer adalah orang-orang yang memimpin ditingkat pelaksana; ditingkat pengelolaan; ditingkat pengawasan; ditingkat pengorganisasian; ditingkat perencanaan. Intinya, manajer harus gesit dan lincah bergerak di dalam kolaborasi organisasi, dan cepat membantu kebutuhan pemimpin, untuk memberikan daya dan energi positif bagi perubahan.

Manajer dan pemimpin harus saling menguatkan dan menjadikan kekuatan bersama sebagai realitas yang mempercepat perubahan. Soliditas dan kolaborasi antara manajer dan kepemimpinan dapat merangsang semangat staf, untuk mendukung perubahan dengan sepenuh hati. Pemimpin dan manajer harus secara bersama-sama menyiapkan gaya dan perilaku yang dibutuhkan di dalam perubahan yang diinginkan, sehingga perubahan dapat menyesuaikan realitasnya dengan perilaku dan gaya yang tersedia. Manajer harus cerdas memberdayakan staf mereka masing-masing melalui tindakan yang terfokus pada perubahan.

Perubahan membutuhkan hal-hal yang memberdayakan kekuatan perubahan, dan melemahkan kekuatan yang anti perubahan. Setiap pihak yang takut perubahan harus disadarkan menjadi lebih siap untuk berubah. Perubahan membutuhkan pengorbanan di hari ini demi masa depan yang lebih baik.

Perubahan membutuhkan kesiapan dan fokus yang tinggi. Setiap pemimpin, manajer, dan staf harus merasa di dalam perubahan dan menikmati perubahan dengan bahagia. Setiap orang dengan rendah hati mau diberdayakan; mau mendengarkan; mau belajar; mau menerima kritik; mau berkontribusi dengan efektif; mau berhubungan dengan masalah, lalu dengan penuh semangat mencari solusi yang tepat; mau memahami realitas sosial, serta menyesuaikan perubahan agar tidak bertentangan dengan persepsi sosial.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMINDAHKAN IDE KE DALAM TINDAKAN

DJAJENDRA“Terlalu banyak ide-ide hebat, terlalu banyak wacana atas ide-ide hebat tersebut, kadang membuat orang lupa untuk bertindak lebih cepat. Ide-ide hebat tanpa tindakan adalah sia-sia.”~ Djajendra

Hanya dalam tindakan semua ide-ide hebat itu akan diuji keberhasilannya oleh kompetensi, kualitas, sumber daya, integritas, dan realitas.

Bila semua orang yang terlibat itu mampu memanfaatkan sumber daya, kompetensi, kualitas, integritas, dan kerja keras; maka, ide-ide hebat itu akan berproses untuk mewujudkan hasil akhir yang luar biasa.

Setiap orang boleh bermimpi sangat tinggi bersama ide-ide luar biasanya. Tetapi, ide-ide luar biasa tersebut tetap akan menjadi ide, bila tidak ada tindakan untuk mengeksekusi ide tersebut ke dalam wujud fisik yang nyata.

Tidak semua orang yang punya ide-ide hebat itu, mengetahui cara untuk mengeksekusi ide-ide tersebut menjadi nyata. Sangat sedikit orang-orang yang terlatih untuk memindahkan ide-ide hebat mereka ke dalam tindakan nyata. Dan biasanya, yang sangat sedikit ini meraih sukses yang luar biasa di sepanjang kehidupan mereka.

Diperlukan kualitas dan kompetensi diri yang unggul. Lalu, kemampuan diri untuk menyalakan api semangat ke dalam diri, serta memotivasi diri untuk segera mewujudkan ide-ide hebat tersebut ke dalam realitas.

Ide-ide hebat itu harus dialirkan ke dalam diri yang terfokus pada produktivitas dan kinerja terbaik.  Dan hal ini, akan menjadi titik awal untuk mewujudkan hasil akhir yang gemilang.

Mewujudkan ide-ide hebat terletak pada konsistensi kualitas dan kompetensi, untuk dijadikan sebagai dasar dalam mewujudkan ide-ide tersebut. Termasuk, proses menciptakan sukses atas ide-ide tersebut, haruslah di dalam kesederhanaan pola pikir agar eksekusi menjadi lebih mudah.

Apapun ide-ide yang muncul dari kreativitas dapat diwujudkan menjadi produk atau jasa. Diperlukan keberanian, kemauan yang kuat, kekuatan untuk mewujudkan, dan keyakinan atas keajaiban yang dapat dihasilkan dari ide-ide tersebut.

Semakin yakin Anda untuk mewujudkan ide-ide ke dalam realitas kehidupan, semakin Anda mampu untuk membuat keputusan-keputusan yang membawa ide-ide Anda tersebut ke dalam proses mewujudkan.

Strategi dan taktik yang tepat akan menciptakan cara untuk melakukan tujuan dengan efektif. Bila sudah memasukkan ide-ide ke dalam rencana kerja yang terformulasi dengan strategi dan taktik yang tepat, maka mudah menguasai cara untuk membuat ide-ide tersebut bekerja sesuai tujuan. Dan juga, cara untuk melakukan semua tindakan yang efektif agar ide-ide tersebut mampu membawa tujuan ke arah yang selalu diimpikan.

Semua alasan yang menghambat transformasi ide-ide ke wujud benda dan jasa, akan menjadi kekuatan yang mengecilkan ide-ide tersebut, bahkan akan menjadi sesuatu yang mematikan ide-ide hebat itu, sebelum tumbuh menjadi hal-hal yang luar biasa.

Semua prestasi besar dimulai dengan sebuah langkah kecil. Langkah kecil yang bergulir dalam tindakan dan komitmen yang berani menantang risiko. Jika ada yang mentertawakan langkah-langkah kecil Anda, maka Anda tidak boleh berhenti atau balik mentertawakan yang mentertawakan Anda. Tetapi, Anda harus lebih meningkatkan kualitas dan kompetensi diri agar semua langkah Anda mampu menciptakan prestasi dan kinerja yang membanggakan.

Memiliki ide-ide hebat saja bukanlah jaminan untuk meraih sukses dan prestasi. Ide-ide hebat tersebut akan menjadi sesuatu yang luar biasa, saat diri menginvestasikan potensi dan sumber daya untuk mengelola ide-ide tersebut sesuai tujuan. Jadi, bila sudah mempunyai banyak ide-ide hebat, saatnya untuk memfokuskan semua energi, potensi, waktu, sumber daya, dan kompetensi untuk mewujudkan ide-ide tersebut sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Pastikan bahwa komitmen untuk mewujudkan ide-ide ke dalam tindakan, tidak diikuti dengan keraguan ataupun ketakutan. Sebab, keraguan dan ketakutan akan menarik kembali semua kesempatan yang sudah di depan mata.

Ketidaktahuan dan rendahnya pengetahuan yang dimiliki seseorang mengakibatkan jutaan ide-ide hilang sia-sia. Padahal, bila semua ide-ide yang tak terhitung jumlahnya itu dapat direncanakan dengan baik, maka ide-ide hebat itu akan menghasilkan berbagai kebaikan dan kemudahan untuk kehidupan semua orang.

Janganlah mengecilkan ide-ide yang sedang Anda miliki. Ide-ide baik itu adalah benih-benih yang akan mengantarkan Anda mencapai sukses dan prestasi. Siapkan diri dengan kualitas dan kompetensi, dan biarkan ide-ide tersebut setiap hari mengalir bersama peristiwa dan keputusan agar Anda dapat mewujudkannya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CORPORATE CORE VALUES SERING KALI MENJADI KATA-KATA MANIS YANG TIDAK DIJALANKAN DENGAN BENAR

2013-04-221

CORPORATE CORE VALUES SERING KALI MENJADI KATA-KATA MANIS YANG TIDAK DIJALANKAN DENGAN BENAR

“Nilai-nilai inti perusahaan yang dijalankan dengan sungguh-sungguh, akan menciptakan perilaku kerja dan moral kerja yang sesuai dengan misi dari nilai-nilai tersebut.”~ Djajendra

Setiap perusahaan dan organisasi selalu memiliki nilai-nilai (values) untuk dijadikan sebagai prinsip dalam berperilaku kerja. Biasanya, nilai-nilai inti perusahaan tersebut ditempatkan diberbagai sudut ruang kantor, lobi, pabrik, di depan lift, bahkan dijadikan buku saku untuk dimiliki setiap karyawan.

Kata-kata seperti integritas, kerja sama, pelayanan, komunikasi, profesional, dan lain sebagainya selalu terukir indah untuk mengekspresikan komitmen terhadap cara menjalankan perusahaan atau organisasi dengan baik.

Dari pengamatan penulis, sejak tahun 1990 an sampai dengan sekarang, sudah sangat banyak perusahaan besar yang pernah memiliki nilai-nilai inti perusahaan yang luar biasa kuat, ternyata jejak perusahaannya pun sekarang sudah tidak ada.

Khusus di Indonesia, sebagian dari perusahaan-perusahaan raksasa yang pernah berjaya dengan nilai-nilai inti perusahaan yang indah dan kuat, harus gagal oleh badai krisis pada tahun 1998. Jadi, walaupun mereka telah memiliki nilai-nilai dan tata kelola yang profesional, tetapi gagal oleh berbagai penyebab yang bersumber dari ketidakmampuan mereka untuk menemukan solusi atas krisis.

Semua orang dalam dunia bisnis pasti tidak akan pernah lupa tentang kegagalan raksasa bisnis berskala dunia, yaitu Enron Corporation. Apa yang kurang dari Enron? Semua hal-hal yang sempurna telah dimiliki Enron. Mulai dari tata kelola dengan konsep good corporate governance, nilai-nilai inti perusahaan yang terukir indah di atas marmer kantornya, sumber daya manusia pilihan dari berbagai universitas terbaik, dan reputasi yang membuat dunia hormat kepada Enron.

Semua kesempurnaan Enron Corporation harus berakhir oleh skandal bisnis dan tata kelola pada tahun 2001. Dampaknya, lebih dari dua puluh ribuan karyawan harus kehilangan pekerjaan, karena Enron bangkrut.

Kisah Enron menceritakan bahwa kata-kata indah yang dipancarkan oleh nilai-nilai inti perusahaan (corporeta core values), ternyata bukanlah sesuatu yang dijalankan dengan sepenuh hati dan totalitas melalui perilaku sehari-hari. Padahal, nilai-nilai inti perusahaan dibuat bukan sebagai alat pajangan, tetapi sebagai alat untuk pembentukan mindset sesuai dengan nilai-nilai tersebut, termasuk internalisasi nilai-nilai agar perilaku dan budaya kerja selaras dengan makna yang terkandung di dalam masing-masing nilai tersebut.

Integritas, komunikasi, respect, excellence adalah nilai-nilai inti Enron yang pernah terukir diberbagai sudut kantor Enron. Tetapi, setelah Enron terlibat dalam skandal pelanggaran etika, maka semua orang dapat belajar bahwa nilai-nilai inti Enron tidak lebih sebagai alat propaganda, untuk menunjukkan tentang tata kelola usaha yang profesional dan terukur risikonya.

Artinya, semua ekspresi dari core values nya Enron, tidak lebih sebagai kata-kata pemanis yang sama sekali tidak tercermin di dalam perilaku kerja sehari-hari. Dan jelas, apa yang pernah dipraktikkan di dalam Enron, sampai sekarang sesunggunya masih dipraktikkan oleh banyak perusahaan maupun organisasi.

Integritas selalu dicantumkan oleh semua perusahaan dan organisasi sebagai nilai terpenting dari nilai-nilai perusahaan yang lain. Tetapi, sangat sedikit yang mampu mempraktikkan integritas di dalam perilaku kerja dan perilaku bisnis sehari-hari. Padahal, bila menjalankan integritas dengan sepenuh hati, maka peristiwa yang pernah melanda Enron pasti dapat dihindari.         

Corporate core values haruslah menjadi fondasi karakter kerja, serta wajib diselaraskan ke dalam perilaku kerja setiap individu di dalam perusahaan. Menjadikan corporate core values sebatas pajangan indah di perusahaan, akan menjadi sumber penyebab kegagalan perusahaan.    

Kepemimpinan harus selalu tampil paling depan, untuk setiap proses internalisasi nilai-nilai inti perusahaan terhadap sumber daya manusia. Jadi, setiap nilai-nilai tersebut haruslah membantu setiap orang untuk memahami cara berperilaku dan bekerja di lapangan. Hal ini akan memberikan kepercayaan diri dan keberanian kepada karyawan, untuk berkontribusi dan melayani pekerjaannya tanpa takut akan risiko.

Bila nilai-nilai inti perusahaan masih sebatas kata-kata manis yang tidak dijalankan dengan benar, maka hal ini sama saja seperti perusahaan sedang menjalankan usahanya di atas risiko, yang siap memangsa semua kekayaan perusahaan.

Nilai-nilai inti perusahaan adalah penjaga batas wilayah. Baik batas wilayah pribadi, wilayah kerja, maupun wilayah bisnis yang sedang dijalankan. Oleh karena itu, bila setiap karyawan dan pimpinan bekerja sesuai batas wilayah masing-masing, maka setiap orang bisa lebih fokus untuk memberikan kinerja terbaik, serta dapat menghindarkan diri dari ruang risiko.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMELIHARAAN FASILITAS PUBLIK

Logo DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

PEMELIHARAAN FASILITAS PUBLIK

“Membangun sesuatu adalah keberhasilan, dan merawat yang dibangun dengan penuh disiplin dari integritas pribadi adalah tanggung jawab.”~ Djajendra

Setiap pembangunan dan keberhasilan bukanlah akhir dari sebuah tujuan. Ketika sebuah mimpi diwujudkan dan sukses dihadirkan, maka saat itu pekerjaan belumlah selesai. Diperlukan pekerjaan tahap berikut untuk mempertahankan yang dibangun, atau yang diwujudkan, dengan pemeliharaan yang teratur dan berkualitas. Membangun itu memerlukan perencanaan dan tindakan yang berkualitas. Setelahnya, diperlukan komitmen dan integritas untuk mempertahankan yang telah dibangun dengan disiplin dan kebiasaan, dalam perilaku sehari-hari yang merawat dan memelihara dengan sepenuh hati.

Membangun sesuatu hanyalah langkah pertama. Langkah berikutnya adalah mengelola dan memelihara apa yang telah dibangun dengan penuh kebanggaan. Harta atau prestasi yang terkandung di dalam yang dibangun harus dapat memberikan manfaat, kebanggaan, kebergunaan kepada stakeholders, serta terjaga secara berkualitas sebagai harta yang produktif.

Tidak jarang ditemukan fasilitas publik yang dibangun dengan mengeluarkan biaya sangat besar, ternyata kurang dirawat atau dijaga dengan berkualitas. Manajemen pemeliharaan seharusnya menjadi perhatian penuh, untuk dimulai setelah sebuah fasilitas publik selesai dibangun. Membiarkan fasilitas publik terbengkalai tanpa perawatan, adalah sebuah kegagalan untuk mewujudkan tujuan dari pembangunan itu.

Manajemen pemeliharaan wajib dijalankan untuk mengimplementasi fungsi perawatan dan pemanfaatan atas fasilitas publik. Perawatan fasilitas publik, seperti: toilet umum, jalan, gedung, halte, jembatan, waduk, sungai, taman, pagar, atau apapun itu, merupakan pekerjaan di lapangan yang wajib diawasi dengan tata kelola yang tegas dan penuh disiplin. Tim manajemen yang bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum, haruslah selalu memantau ke lapangan, dan memahami perilaku atau cara kerja petugas di lapangan, termasuk memahami perilaku publik yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Bila perilaku publik berpotensi merusak fasilitas publik tersebut, maka diperlukan sosialisasi dan internalisasi tentang budaya memelihara dan merawat, agar kesadaran publik sebagai stakeholders dapat membantu proses pemeliharaan dan perawatan.

Proses pemeliharaan harus dilengkapi dengan proses pengawasan yang melekat kepada setiap stekeholders. Tanggung jawab merawat dan memelihara tidak hanya ada pada petugas pemeliharaan, tapi juga harus ada pada masyarakat pemakainya. Tanggung jawab dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan atas pemakaian fasilitas publik, haruslah menjadi sesuatu yang wajib dan mengikat secara hukum.

Pemeliharaan dan perawatan fasilitas publik adalah tanggung jawab semua stakeholders.  Diperlukan sikap dan kepemimpinan yang tegas dan terbuka, untuk menjalankan aturan dan etika pemakaian fasilitas publik. Setiap stakeholders yang memakai fasilitas publik harus menjadi orang pertama yang mencegah kerusakan dari fasilitas publik, termasuk menjadi orang pertama yang menjamin kebersihan fasilitas publik yang digunakan. Bila publik pengguna fasilitas publik tidak memiliki budaya memelihara dan merawat, maka sikap dan perilaku tersebut akan menjadi budaya yang menggagalkan setiap upaya dari manajemen pemeliharaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMECAHAN MASALAH ‘PROBLEM SOLVING’

cropped-logo-djajendra-corporate-training.jpg

PEMECAHAN MASALAH ‘PROBLEM SOLVING’

“Pikiran kreatif akan selalu menemukan jalan untuk mengembalikan hal-hal yang Anda butuhkan dari gangguan masalah yang tak Anda inginkan.” ~ Djajendra

Masalah hadir untuk membuat diri menjadi lebih cerdas membuat keputusan buat masa depan. Jangan menakut-nakuti diri sendiri dengan memikirkan skenario terburuk dari masalah yang sedang Anda hadapi. Siapkan diri Anda dengan pengetahuan, keterampilan dan wawasan, untuk menemukan solusi hebat dari masalah yang Anda hadapi. Tempatkan pikiran positif  dalam masalah Anda, lalu bertindaklah dengan kreatif untuk memanfaatkan informasi dan fakta dengan akal sehat.

Ketika membuat kebijakan dan keputusan, diperlukan sebuah metodologi yang andal untuk pemecahan masalah secara kreatif. Sebab, apapun kebijakan dan keputusan yang dibuat, saat dijalankan, pasti akan menghadirkan tantangan dan risiko yang tak terlihat sebelumnya. Tata kelola yang baik adalah yang mampu mengembangkan metodologi untuk menemukan solusi kreatif atas masalah-masalah yang dihadapi.

Pemecahan masalah haruslah dalam bentuk metodologi yang terstruktur di dalam logika, data, fakta, penelitian, pengetahuan, informasi, dan bukan intuisi ataupun ramalan dari imajinasi. Bila semua informasi tentang sebuah masalah terkumpul dengan lengkap, maka proses kreatif dapat dijalankan untuk menemukan solusi terbaik.

Pola pemecahan masalah harus terfokus pada data dan fakta untuk menemukan solusi, serta bukan pada kreativitas spontan dan intuitif individu atau kelompok. Diperlukan analisis di dalam pengetahuan yang tepat, agar semua skenario atau prediksi atas calon solusi dapat mendekati kebenaran dari keputusan yang seharusnya.

Setiap masalah merupakan realitas yang memberitahukan bahwa ada yang salah dengan prinsip-prinsip kerja saat ini. Oleh sebab itu, saat ingin menemukan solusi yang kreatif, pastikan Anda telah mengevaluasi prinsip-prinsip kerja yang sedang Anda gunakan terhadap semua kebijakan dan keputusan. Jadilah lebih kreatif dalam kendali pikiran dan emosi positif untuk mengevaluasi prinsip-prinsip kerja. Dan kalau perlu, lakukan perubahan, agar dapat diselaraskan dengan solusi yang Anda butuhkan untuk masalah yang timbul.

Kejernihan mental dan kebijaksanaan dalam mengekspresikan sikap terhadap masalah yang hadir, akan menjadi modal yang baik untuk memulai sebuah proses kreatif dalam menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Kemampuan untuk melakukan analisis, serta mendapatkan hasil akhir yang ideal, haruslah  dilakukan dengan menganalisis akar penyebab masalah. Termasuk, menemukan zona penyebab timbulnya masalah, dan kemudian melakukan pemodelan, agar zona penyebab timbulnya masalah dapat dinetralkan dan dijauhkan dari benih masalah.

Masalah sering sekali seperti matahari yang kadang-kadang harus melewati awan gelap, sehingga terang menjadi hilang dan digantikan gelap. Dan hal ini terjadi hanya karena matahari masih berada di balik awan gelap. Tapi, semua ini bukanlah permanen sifatnya, hanya sementara saja. Sebab, bumi pasti terus bergerak untuk menemukan terangnya sinar matahari. Demikian juga dengan masalah, setiap muncul masalah, solusi sedang tertutup awan gelap pikiran, dan pikiran kreatif pasti akan menemukan kecerdasannya untuk menemukan solusi yang tertutup awan gelap. Artinya, setiap masalah pasti ada solusinya, dan yang diperlukan adalah menerangkan pikiran gelap, agar solusi terbaik dapat dilihat dari pikiran terang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG EFEKTIF SELALU MENDENGARKAN DENGAN PERHATIAN PENUH

ORANG-ORANG EFEKTIF SELALU MENDENGARKAN DENGAN PERHATIAN PENUH

“Efektivitas adalah gaya dan kebiasaan untuk menghasilkan sesuatu yang langsung fokus pada target, tanpa ragu dan berputar-putar di luar zona target.” ~ Djajendra

Cara kerja yang efektif dihasilkan dari perilaku dan cara berpikir efektif. Seseorang yang terbiasa dengan pola hidup yang terkelola secara efektif, pasti akan mengetahui cara untuk melakukan pekerjaan dengan efektif. Efektivitas adalah kebiasaan atau gaya hidup yang dapat ditularkan untuk menghasilkan sesuatu dengan efektif. Efektivitas adalah keluarga terdekat dari efisiensi dan produktivitas, sehingga sesuatu yang efektif pastilah menjadi efisien dan produktif.

Efektif berarti melakukan sesuatu tepat pada targetnya, serta tidak membuang-buang waktu dan energi untuk berputar-putar di luar zona target.  Setiap pekerja yang efektif,  perhatiannya akan langsung terkonsentrasi dalam fokus yang tinggi terhadap apa yang harus dikerjakan. Jadi, dia tidak akan memperumit sebuah tujuan, tapi membuatnya menjadi sangat sederhana, agar dapat dikerjakan dengan waktu, energi, dan sumber daya yang seminimal mungkin.

Seseorang yang efektif adalah pribadi yang berpikir sederhana terhadap kompleksitas, sehingga dia bisa menguraikan sebuah tujuan melalui keterampilan teknis, manajemen, pikiran, dan emosional.

Efektif berarti cerdas mengelola sumber daya dan orang-orang untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas dengan biaya murah. Diperlukan kecerdaskan pikiran dan emosi positif untuk mendelegasikan, memotivasi, berkomunikasi, dan memahami dinamika kerja dari orang-orang yang dilibatkan. Diperlukan kesederhanaan pola pikir dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, agar dapat menghasilkan pekerjaan yang terukur dalam kualitas dan kuantitas.  Kesabaran, ketenangan, ketegasan, perasaan mampu yang kuat dalam keseimbangan emosi dan pikiran positif, akan menjadi energi yang tepat untuk membantu menjadi pribadi yang efektif dalam tindakan.

Efektivitas adalah sesuatu yang harus dikerjakan melalui tata kelola, dengan bantuan dari berbagai keterampilan yang saling melengkapi. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi adalah energi pengikat dari masing-masing keterampilan untuk melengkapi setiap proses kerja yang efektif. Karakter kerja yang menghormati semua keterampilan dan kepribadian orang lain dengan empati dan toleransi, akan mengembangkan dan memelihara semua keterampilan dan kepribadian, untuk berkontribusi dalam menghasilkan sesuatu yang efektif, efisien, dan produktif.

Efektivitas harus dimulai dari visi yang tergambar secara jelas, lalu dituangkan ke dalam perencanaan yang mudah untuk dikerjakan. Kemudian, mengelola motivasi, komunikasi, disiplin, dan mampu berurusan dengan konflik, serta memiliki solusi dan keputusan yang tepat untuk setiap konflik dan perbedaan. Perencanaan yang dibuat haruslah memiliki ruang untuk menciptakan keputusan baru, pemecahaan masalah, dan perbaikan terhadap hal-hal yang gagal berfungsi. Dan salah satu hal penting adalah menghindari kesalahan administratif dari perencanaan dan tindakan.

Orang-orang efektif selalu mendengarkan dengan perhatian penuh. Mereka sadar bahwa setiap orang hadir untuk memberikan kontribusi. Jadi, mereka selalu menjadi pendengar yang tidak suka interupsi hanya untuk hal-hal tidak penting, apalagi berdebat di luar zona target. Mereka tidak pernah mengabaikan semua orang yang ada dalam tim kerja. Mereka selalu sadar bahwa setiap potensi, keterampilan, pengetahuan, energi, dan sumber daya harus dalam kolaborasi yang kuat, untuk bisa menghasilkan sesuatu yang efektif dari tujuan yang sedang dikerjakan.

Ketika staf berbicara menyampaikan proses pekerjaannya, maka pimpinan yang mendengar dengan mudah dapat memahami dan mengevaluasi kinerja stafnya. Jadi, pemimpin yang efektif selalu senang mendengarkan laporan dari para stafnya, tanpa berdebat dan menghabiskan waktu dalam rapat yang tidak terarah. Dalam ketenangan dan kesabaran mendengar dia mendapatkan pengetahuan yang jelas dari stafnya, sehingga  dia bisa mengukur kualitas kerja stafnya berdasarkan umpan balik yang dia dapatkan dari para stafnya tersebut.

Efektivitas merupakan produk dari keputusan yang tepat terhadap tujuan dari gambaran visi. Setiap kesalahan adalah kelalaian dalam menjalankan komitmen untuk tindakan yang efektif. Setiap orang yang ingin menjadikan dirinya efektif dalam melakukan tugas dan tanggung jawab, maka dirinya harus berkomitmen total untuk menjalankan tujuan dengan pikiran, emosi, sikap, karakter, dan kompetensi yang terfokus untuk efektif.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SEMPURNAKAN LANGKAH-LANGKAH KECIL SEBELUM SAMPAI PADA MIMPI BESAR

 “Jangan pernah menganggap remeh pekerjaan kecil yang rutin, karena melalui pekerjaan kecil yang rutin itulah, pekerjaan besar akan terselesaikan dengan sempurna. “ – Djajendra

Sering sekali orang-orang terjebak dalam rencana jangka panjang, tanpa pernah bisa fokus untuk mengerjakan rencana jangka pendek dengan baik. Mimpi besar dan keyakinan diri yang luar biasa untuk secara instan mewujudkan mimpi besar, akan membuat diri mengabaikan langkah-langkah kecil yang sangat diperlukan dalam rutinitas seharian, untuk mendukung penyelesaian rencana jangka panjang dengan sempurna.

Rencana jangka panjang yang dibuat berdasarkan gambaran besar yang utuh melalui visi yang jelas adalah hal baik, tapi berfokus dan bertindak atas dasar rencana jangka panjang dapat menimbulkan rasa frustasi. Cara terbaik untuk mewujudkan rencana jangka panjang adalah melalui rencana jangka pendek, dengan langkah-langkah kecil yang menghubungkan bakat, potensi, dan sumber daya ke dalam gairah dan keyakinan, untuk menyelesaikan setiap rencana jangka pendek dengan sempurna.

Bila Anda memiliki disiplin dan integritas untuk fokus kepada keberhasilan kecil di setiap langkah kecil menuju mimpi besar Anda, maka Anda tidak perlu khawatir gagal. Sebab, setiap hari energi Anda akan terfokus untuk membangun jembatan dengan fondasi terkuat agar Anda bisa sampai dengan sukses pada misi jangka panjang Anda. Oleh karena itu, jangan pernah menganggap remeh terhadap pekerjaan kecil yang Anda lakukan setiap hari, karena melalui pekerjaan kecil itulah pekerjaan besar Anda akan terselesaikan dengan sempurna.

Kesadaran tidak datang dengan mudah. Hal terpenting dalam mengerjakan rencana jangka pendek adalah dengan memiliki kesadaran tentang apa yang Anda inginkan dan yang tidak Anda inginkan. Sejak dini, Anda harus menyatukan pikiran, hati, dan jiwa untuk memahami apa yang sedang Anda kerjakan dalam rutinitas seharian Anda. Sebab, setiap tindakan dan pikiran harian Anda akan menjadi rangsangan untuk kesuksesan misi jangka panjang Anda. Anda harus memahami panggilan hati Anda untuk pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Bila jiwa dan raga Anda mampu mengetahui apa yang Anda inginkan dan sedang Anda lakukan, maka seberapa keras dan menguras energi perjalanan Anda menuju misi rencana jangka panjang, akan terlihat indah dan penuh gairah.

Jangan gentar dengan risiko. Setiap rencana pasti di dalamnya hidup risiko yang bisa membuat Anda sukses atau pun membuat Anda gagal. Bila risiko tidak diawasi, maka risiko dapat membuat teror dalam setiap langkah kecil Anda menuju misi jangka panjang Anda. Miliki kesadaran diri yang utuh untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju misi jangka panjang Anda, dengan keterampilan dan kecerdasan untuk mencegah risiko dari awal. Jangan pernah membiarkan risiko tumbuh menjadi besar dan kuat, nanti dia akan menjadi ancaman dan bencana buat perjalanan menuju misi jangka panjang Anda.

Miliki informasi dan data yang sempurna untuk merancang tujuan jangka pendek agar tersambung pada misi jangka panjang. Pastikan Anda bekerja melalui rencana jangka pendek yang efektif dan selalu melakukan evaluasi secara mingguan. Berikan respon perubahan dengan cepat dan efisien untuk memperbaiki hal-hal yang tidak selaras dengan misi jangka panjang. Perkuat integritas, disiplin, dan tindakan melalui nilai-nilai yang dapat menciptakan motivasi pada semua sumber daya yang mendukung misi Anda. Anda harus selalu jelas bersama mimpi dan rencana Anda, agar mimpi dan rencana Anda dapat mengantar Anda pada misi yang Anda rencanakan.

Rencana yang sempurna, tanpa melalui kesadaran diri yang kuat, akan membuat rencana tersebut kehilangan kekuatan untuk mengeksekusinya. Metode yang sempurna, dan ide-ide yang brilian, tanpa kesadaran diri yang kuat, hanya akan menjadi ilusi yang membawa diri menjauh dari mimpi dan harapan. Pastikan Anda selalu memulai perjalanan menuju misi Anda dengan kesadaran diri yang sempurna, dan setiap saat mampu memahami makna dari ide-ide Anda, serta mau menjadi pembelajar sejati yang berdisiplin dengan tujuan, dan ikhlas menyesuaikan tujuan sesuai keadaan.

Djajendra

MANAJEMEN IMPLEMENTASI

MANAJEMEN IMPLEMENTASI

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Implementasi Adalah Proses Yang Berawal Dari Sebuah Studi Kelayakan, Lalu Melakukan Eksekusi Sesuai Perintah Dan Rencana, Berkemampuan Untuk Menjamin Ketaatan, Kepatuhan, Dan Beretika Dalam Setiap Tindakan. Termasuk, Berkemampuan Untuk Mempertemukan Cita-Cita, Harapan, Kemudahan, Kualitas, Gaya Hidup, Dan Standar Yang Lebih Baik.” ~ Djajendra

Implementasi adalah proses mewujudkan rencana. Manajemen implementasi adalah tata kelola dan kepemimpinan yang bertindak dengan ide, rencana, metode, desain, prinsip, etika, dan motivasi untuk melakukan dalam upaya mewujudkan tujuan. Oleh karena itu, implementasi adalah sebuah proses tindakan yang harus konsisten dan patuh pada rencana awal yang sudah sangat terkalkulasi risiko dan manfaatnya. Jadi, manajemen implementasi mencakup semua proses keterlibatan dan keterhubungan pihak-pihak terkait, teknologi, pengetahuan, keterampilan, sistem, prosedur, tata kelola, kepemimpinan, etika dan integritas pribadi, dari awal hingga akhir untuk mendapatkan sebuah harapan baru sesuai tujuan dalam lingkungannya, termasuk keberanian untuk membuat perubahan yang diperlukan sesuai risiko dan tantangan.

Manajemen implementasi merupakan kelanjutan dari manajemen perubahan. Sebelum bertindak ke manajemen implementasi, ada baiknya mental dan pengetahuan orang-orang dipersiapkan dengan sempurna, agar setiap proses perubahan dapat diterapkan dalam antusiasme yang tinggi, tertib, terkontrol, sistematis, penuh disiplin, dan saling bertanggung jawab untuk melakukan perubahan yang diinginkan. Termasuk, perlu disiapkan strategi implementasi, agar dapat mengelola sumber daya manusia dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses implementasi tersebut. Dan juga, kepemimpinan yang fokus pada efisiensi dan efektifitas, terutama dalam operasional dari setiap titik proses implementasi yang detail. Proses implementasi membutuhkan motivasi, koordinasi, dan kolaborasi yang sangat kuat dan solid. Oleh karena itu, keterampilan kepemimpinan yang unggul akan menjadi penentu dari kualitas akhir implementasi.

Proses implementasi akan menciptakan masa transisi atau perubahan dari yang lama ke yang baru. Di sini, diperlukan sebuah kemampuan adaptif dan persiapan untuk menggunakan cara atau sistem baru. Periode migrasi dari sistem yang ada ke sistem yang baru sangat berpotensi menghadapi resistensi terhadap perubahan. Sebab, kebiasaan lama biasanya sudah menguasai pikiran alam bawah sadar. Oleh karena itu, potensi sabotase terhadap perubahan mungkin terjadi tanpa disengaja atau tanpa sadar, dan hal ini sangat menentukan keberhasilan sebuah proses implementasi.

Konsistensi proses implementasi sangat tergantung dari proyeksi yang direncanakan. Kepemimpinan dalam proses implementasi ini harus patuh pada proyeksi awal, dan harus siap dengan mental pejuang untuk menghadapi kesulitan dan tantangan saat menggunakan proyeksi tersebut. Penguatan interaksi dengan sistem, data, laporan dan pertanyaan tidak boleh diabaikan, dan sebaiknya dipersiapkan sebuah buku manual untuk digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan implementasi dengan berkualitas.

Sebelum memulai pelaksanaan proses implementasi diperlukan kekuatan pendorong, dan Anda harus berpikir kreatif untuk menentukan kekuatan pendorong, termasuk kekuatan untuk mengatasi hambatan yang muncul dari realitas di setiap titik implementasi. Pastikan Anda merumuskan strategi untuk mengatasi berbagai risiko dan hambatan di sepanjang proses implementasi. Jangan terburu-buru langsung terjun ke dalam implementasi tanpa analisis dan pengetahuan yang tepat. Sebab, hal ini berpotensi membuat Anda mengalami terlalu banyak kesulitan dan hambatan, akibatnya Anda akan kehilangan rasa percaya diri dan bisa frustasi, lalu kehilangan arah dan tidak tahu cara untuk mengimplementasi dengan efektif.

Pastikan dalam situasi apa pun, Anda dapat mengendalikan kekuatan pendorong dan kekuatan menahan yang mempengaruhi implementasi. Kemudian, siapkan orang-orang yang ahli dibidangnya masing-masing, lalu jadikan mereka pasukan unggul dengan kekuatan-kekuatan yang memfasilitasi pelaksanaan implementasi. Jangan biarkan ada pihak yang menahan atau menghambat proses implementasi. Bila ada kepentingan yang mencoba menghambat atau menahan proses implementasi, maka segeralah bersikap dengan tegas dan berani, kemudian ciptakan keyakinan dan ubah kekuatan menahan menjadi kekuatan penggerak.

Setiap tindakan dalam implementasi haruslah mencapai keberhasilan sesuai target, waktu, anggaran, kualitas, dan harapan. Artinya, implementasi harus memberi keberhasilan dan manfaat seperti yang disampaikan atau dijelaskan dalam studi kelayakan. Jadi, pengembangan praktek kerja harus bertujuan untuk memenuhi apa saja yang ditargetkan oleh studi kelayakan.

Implementasi adalah fase antara keputusan dan realisasinya. Oleh karena itu, implementasi harus dapat ditempatkan dalam sebuah rangkaian, di mana interaksi secara terus-menerus harus terjadi, antara pemilik ide, pembuat konsep, para ahli untuk realisasi ide, dan orang-orang yang bertindak di setiap titik proses implementasi. Jadi, pihak yang mencari tujuan akhir harus mendapatkan hak mereka dengan sebuah akhir implementasi yang sempurna dan berkualitas.

Pelaksanaan implementasi yang efektif  haruslah mengatasi kesenjangan antara niat dan janji, prestasi dan kinerja, aspirasi, resep dan realitas. Implementasi terdiri dari kemampuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara yang dipilih. Implementasi harus menjadi proses yang interaktif dan dinamis, serta dibangun dari fondasi hubungan yang solid dalam rantai hubungan yang saling menghubungkan dengan maksud dan tujuan, dengan impian dan harapan, dengan cita-cita dan perjuangan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com