KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

KUTA BALI-KEMENKES 2014SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

“Sikap ngotot pikiran dan ego diri sendiri, yang mengabaikan fakta dan realitas, membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.”~Djajendra

Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah jalan untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi. Bila energi entrepreneurship hilang dalam kehidupan sebuah bangsa, maka ekonomi bangsa tersebut menjadi stagnan atau kehilangan kekuatannya.

Kewirausahaan mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, mampu menyejahterakan kehidupan ekonomi keluarga, mampu menguatkan ekonomi bangsa, dan mampu menjadikan negara kaya raya.

Semangat kewirausahaan diperlukan untuk menciptakan nilai tambah, dan untuk mengembangkan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan. Kewirausahaan yang andal dan produktif menjauhkan kehidupan dari krisis ekonomi dan keuangan.

Kewirausahaan haruslah dijadikan budaya kehidupan. Bila sebuah bangsa terlatih dan bermental wirausaha, maka perhatian setiap orang akan terfokus pada penciptaan nilai tambah. Kreativitas dan inovasi akan menjadi kompetensi yang menguatkan kewirausahaan tersebut.

Setiap karyawan di dalam perusahaan adalah bagian dari wirausaha. Artinya, karyawan wajib bermental wirausaha agar dapat melayani, dan memberikan kontribusi nilai tambah kepada perusahaan. Oleh karena itu, semangat kewirausahaan di tengah-tengah rutinitas kerja karyawan, harus dikuatkan oleh pemimpin perusahaan. Bila karyawan kehilangan kekuatan wirausaha, maka perusahaan sulit mencapai kinerja terbaik.

Kewirausahaan adalah tentang berkarya dan bekerja yang fokus pada nilai tambah. Jiwa wirausaha tidak asal kerja atau diperbudak oleh kerja, tetapi bekerja dan berkarya untuk nilai tambah. Dan, akumulasi dari nilai tambah menciptakan kekayaan ekonomi.

Peningkatan semangat kewirausahaan harus dalam optimisme. Semakin optimis dan sadar untuk menjadikan wirausaha sebagai jalan menuju kesejahteraan, semakin sejahteralah kehidupan ekonomi sebuah bangsa. Semangat kewirausahaan menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif, sehingga mudah menemukan solusi dan jalan keluar, untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi.

Jiwa wirausaha mudah menciptakan pasar. Pasar adalah tujuan terpenting dari sebuah proses kewirausahaan. Apapun produk atau jasa yang dihasilkan dari sebuah proses kewirausahaan, dia harus menemukan atau menciptakan pasarnya. Pasarlah yang akan menentukan kekuatan wirausaha. Jiwa wirausaha harus memiliki intuisi di dalam pasar, dan menciptakan produk atau jasa sesuai maunya pasar. Kemampuan untuk melayani dan beradaptasi dengan kekuatan pasar, akan menjadikan kewirausahaan semakin kuat dan andal.

Kemampuan untuk menciptakan keunikan dan reputasi, menjadikan kewirausahaan semakin unggul dan andal. Memanfaatkan kekuatan teknologi dan kecerdasan menandai fokus pasar, menjadikan kewirausahaan selalu di jalan yang tepat.

Siklus sebuah produk atau jasa haruslah menjadi bagian dari kecerdasaan kreatif. Pasti ada siklus lembah dan puncak dalam semua bisnis. Oleh karena itu, kewirausahaan haruslah terbiasa dengan perubahan, kreativitas, dan inovasi. Sikap ngotot dengan maunya pikiran dan ego diri sendiri, serta sikap yang suka mengabaikan fakta dan realitas, akan membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah proses kreatif dan inovatif, yang menghubungkan karya dengan kebutuhan. Karya bisa dalam wujud jasa ataupun produk, dan kebutuhan dapat diciptakan melalui proses marketing. Jadi, walaupun sesuatu itu masih baru dan belum dipahami oleh pasar, tetapi bila disampaikan kepada pasar dengan bahasa marketing yang hebat, maka pasar pasti mengerti dan menerimanya.

Kewirausahaan adalah pencipta bisnis, yang cerdas melihat masa depan.  Menciptakan produk atau jasa yang baru, lalu menciptakan iklan yang memotivasi pasar, untuk menggunakan produk atau jasa tersebut, adalah bagian terpenting dari sebuah proses kewirausahaan.

Kualitas kewirausahaan ditentukan dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap kedinamisan pasar, efisiensi proses, inovasi, kinerja tinggi, kepemimpinan, dan keberlanjutan penciptaan nilai tambah ekonomi. Dan juga, kemampuan untuk pemecahan masalah, menggunakan ide-ide secara tepat, dan kemampuan komersial.

Entrepreneurship atau kewirausahaan haruslah mampu menghasilkan ide-ide ekonomi, dan menjadikannya sebagai kekuatan, untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi bagi banyak orang. Kehidupan sosial yang sejahtera dan terjamin pertumbuhan dan pemerataan ekonominya, haruslah menjadi semangat kewirausahaan. Semakin merata kekayaan ekonomi masyarakat, semakin besar pasar yang tercipta untuk kekayaan wirausaha.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KREATIVITAS MENGHASILKAN ENERGI SUKSES, SOLUSI, DAN KEPUTUSAN TERBAIK

“Musuh kreativitas adalah rasa takut dan rasa senang di dalam zona nyaman.”~Djajendra

Dunia bisnis adalah dunia yang sangat dinamis, membutuhkan perubahan secara terus-menerus. Bisnis tanpa perubahan sulit berkompetisi. Bisnis tanpa jiwa kewirausahan sulit memahami kreativitas. Jiwa wirausaha adalah jiwa yang melakukan penciptaan, kreativitas, inovasi, dan memiliki gairah untuk mewujudkan visi.

Kreativitas adalah tentang “bertindak dan melakukan,” dengan pikiran, emosi, persepsi, keyakinan, pengetahuan, wawasan, pengalaman, intuisi, dan didukung oleh hasrat dan gairah tanpa batas dari dalam diri.

Kreativitas merupakan cara terpenting untuk dapat menjalankan bisnis dengan berkualitas. Seseorang yang kreatif selalu mampu melihat masalah dalam beberapa dimensi. Seseorang yang kreatif memiliki kemampuan dan intuisi, untuk memahami masalah yang dihadapi dengan cerdas. Orang-orang kreatif cerdas menyatukan ide-ide yang ada untuk sesuatu yang baru. Orang-orang kreatif sangat cerdas melahirkan ide-ide baru untuk sesuatu yang belum ada. Orang-orang kreatif sangat cerdas mengkontribusikan ide-ide terbaik, untuk solusi dan pembuatan keputusan. Orang-orang kreatif selalu kaya dengan pengetahuan, wawasan, pengalaman, dan intuisi.

Kreativitas dan inovasi diperlukan untuk tetap unggul ditengah kompetisi. Perusahaan yang kreatif selalu fokus untuk menciptakan produk-produk baru, proses bisnis yang terbarui, menemukan pasar yang baru, usaha baru, saluran distribusi yang baru, inisiatif-inisiatif yang penuh gairah dan harapan. Kreativitas menjadikan bisnis tumbuh dan berkembang, untuk meraih berbagai kesempatan dan peluang.

Kewirausahan membutuhkan banyak ide-ide baru. Membutuhkan orang-orang yang bekerja dengan pendekatan kreatif. Menyiapkan orang-orang yang siap bekerja di luar zona nyaman. Membutuhkan keterampilan imajinatif untuk sesuatu yang unik dan baru.

Energi kreatif menciptakan solusi baru untuk masalah sesulit apapun; menciptakan metode baru untuk sebuah proses yang diimpikan; menciptakan alat dan cara baru untuk kontribusi yang lebih produktif; menghasilkan ide-ide baru yang mampu memecahkan masalah. Kreativitas berkembang dari pengetahuan yang berakar di dalam diri; berkembang dari pengalaman dan pemahaman terhadap pekerjaan yang ditekuni; dan juga dihasilkan dari kemampuan interaktif dan empati atas permasalahan yang ada.

Musuh kreativitas adalah rasa takut dan rasa senang di dalam zona nyaman. Rasa takut dan rasa senang di zona nyaman, merupakan jebakan yang menghambat proses kreatif. Zona nyaman menghentikan kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru. Zona nyaman merupakan ekspresi dari ketidakberanian untuk mengambil risiko. Zona nyaman menjadikan orang-orang tidak berani untuk kreatif, sebab mereka takut gagal.

Kreativitas sangat diperlukan untuk mengumpulkan ide-ide terbaru, diperlukan untuk pemecahan masalah dan menemukan solusi dari masalah-masalah berat. Kreativitas menjadikan seseorang penuh semangat, untuk terlibat dan mengeksplorasi masalah agar menemukan jalan keluar terbaik.

Kreativitas memiliki logika kreatif dan mampu memprediksi masa depan dari sebuah bisnis, sehingga mampu menyiapkan produk-produk baru, atau produk-produk inovatif, untuk melayani kebutuhan dan harapan di masa depan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

WIRANIAGA HARUS CERDAS SOSIAL DAN CERDAS MELAYANI KEBUTUHAN KONSUMEN

DSCN1167“Semua orang sesungguhnya memiliki bakat bawaan sebagai seorang wiraniaga. Siapapun bisa menjadi penjual yang andal dan hebat, asal dia bertekad untuk melayani dengan rendah hati, dan selalu cerdas sosial dimanapun dia berada.”~Djajendra

Salesman atau wiraniaga adalah frontliner yang langsung berhadapan dengan konsumen, pembeli, dan pelanggan untuk menjual produknya. Seorang salesman yang andal mampu membawa karakter dan kepribadiannya, yang meyakinkan konsumen untuk membeli darinya.

Peran dan fungsi wiraniaga dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa membutuhkan pendidikan dan keterampilan manajemen yang hebat, ataupun tanpa membutuhkan perusahaan dan kantor yang besar. Seorang pedagang keliling adalah seorang wiraniaga. Seorang pengusaha kecil yang langsung terlibat dalam penjualan produknya, adalah seorang wiraniaga. Wiraniaga atau salesman merupakan orang yang cerdas sosial dan cerdas melayani kebutuhan konsumen dengan penuh perhatian.

Semua orang sesungguhnya memiliki bakat bawaan sebagai seorang wiraniaga. Siapapun bisa menjadi penjual yang andal dan hebat. Pekerjaan salesman bisa dilakukan oleh setiap orang, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki. Syarat untuk menjadi salesman yang andal adalah melayani dengan sikap rendah hati, dan selalu cerdas sosial dimanapun dia berada.

Bila seorang penjual mengabaikan realitas sosial masyarakat, realitas kehidupan ekonomi sebuah masyarakat, dan realitas potensi daya beli sebuah masyarakat, maka dia akan kesulitan untuk terhubung dengan calon pembelinya. Penjual yang cerdas memetakan realitas sosial masyarakat, dan memahaminya dengan kekuatan empati, pasti mudah terhubung dengan masyarakat. Penjual yang cerdas memetakan daya beli dan potensi ekonomi masyarakat, pasti mudah melibatkan masyarakat, untuk menjadi konsumen yang rajin membeli darinya.

Di era media sosial seperti sekarang ini, terjadi perubahan perilaku berbelanja dari sebagian konsumen. Sebagian dari konsumen yang terhubung dan terbiasa dengan media sosial, memiliki potensi untuk terpengaruh pada iklan dan promosi yang disajikan melalui media sosial. Jadi, wiraniaga yang cerdas sosial pasti mudah mengalir dalam perubahan, dan pasti menyesuaikan karakter layanannya dengan realitas media sosial. Dia pasti mampu memanfaatkan peluang bisnis yang muncul dari kekuatan media sosial, lalu menciptakan model bisnis yang tepat untuk melayani konsumen melalui media sosial.

Wiraniaga yang andal memiliki etos dan kepatuhan terhadap seperangkat aturan dan nilai-nilai, untuk menjadikan dirinya mampu menyelesaikan penjualan dengan hebat. Wiraniaga yang andal adalah seorang frontliner yang penuh empati dalam menemukan prospek yang potensial dari calon pelanggan; lalu dengan cerdas memulai percakapan, pemantauan, berinteraksi, serta mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan fakta agar dapat berhubungan secara produktif dan berkualitas dengan pembeli.

Seorang wiraniaga haruslah menguatkan karakter positif yang cerdas sosial. Sebab, seorang wiraniaga adalah pelaku sosial. Artinya, walaupun misi utama seorang wiraniaga adalah menjual dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, tetapi dia adalah pribadi yang mudah mengalir dan berpengaruh secara andal di dalam realitas sosial manapun.

Wiraniaga yang andal sangat paham tentang siklus pembelian, serta mampu menyiapkan energi dan sumber daya, untuk menjual secara maksimal di saat siklus pembelian meningkat. Dia sadar bahwa penjualan tertinggi tidak terjadi setiap hari, ada siklusnya dimana penjualan sangat meningkat, dan juga menurun. Intinya, dia sangat menguasai realitas sosial pembelian oleh masyarakat, sehingga dia selalu menyiapkan fondasi bisnis yang kuat, untuk menjawab berbagai kemungkinan yang tak terduga.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCIPTAKAN KOMPETENSI UNTUK BERADAPTASI

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3MENCIPTAKAN KOMPETENSI UNTUK BERADAPTASI

“Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Setiap detik, apapun bisa terjadi, sehingga diri harus menyiapkan mentalnya untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga atau yang mengejutkan diri.”~Djajendra

Orang-orang kreatif yang pembelajar dan rendah hati, adalah orang-orang yang paling mudah untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan mendadak. Perubahan memerlukan kompetensi untuk bisa beradaptasi. Siapapun yang cepat beradaptasi, dia adalah energi yang dapat bertindak dan mengeksekusi solusi.

Ketika harus membuat keputusan mendadak, untuk menjawab tantangan atau kebutuhan yang muncul tiba-tiba. Maka, saat keputusan dibuat, saat itu muncul kebutuhan untuk bertindak dan mengeksekusi. Di sini, dibutuhkan orang-orang yang siap dengan kualitas dan kompetensi agar mampu bertindak atau mengeksekusi dengan tepat dan benar.

Kebutuhan kompetensi yang unik dan kreatif bisa saja terjadi. Oleh karena itu, diperlukan empati dan kolaborasi di dalam sikap profesionalisme kerja. Sebab, empati mampu merasakan kebutuhan dan mengupayakan solusi dalam bentuk kompetensi yang dilahirkan dari diri yang kreatif.

Dunia bisnis adalah dunia yang paling kreatif, yang sangat membutuhkan solusi untuk menghadapi risiko dan perubahan. Kemampuan untuk mengelola persepsi bersama dalam aliran kolaborasi, juga kesadaran bersama untuk memenuhi kualitas dan kompetensi agar dapat memenuhi kebutuhan, akan memudahkan semua pihak di dalam perusahaan untuk menciptakan kompetensi agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan.

Perusahaan yang unggul selalu membangun sumber daya manusia yang penuh empati pada kebutuhan pasar. Dalam hal ini, tidak saja untuk memberikan pelayanan berkualitas dengan produk atau jasa sesuai impian pasar, tetapi juga karakter dan kepribadian pelayanan yang sesuai dengan impian pasar.

Kesadaran untuk menciptakan keterampilan dan kompetensi dari energi kreatif diri, akan menjadikan diri sebagai pribadi andal, yang selalu dibutuhkan oleh perusahaan. Demikian juga, perusahaan harus dengan konsisten dan berkelanjutan menggembleng setiap insannya dengan niat, untuk menjadikan mereka sebagai aset yang membangun kekuatan dan kekayaan.

Kemampuan para pemimpin untuk terhubung dengan para karyawan, terhubung dengan energi empati, sehingga pemimpin dan karyawan mampu terkoneksi batinnya di dalam kekuatan kolaborasi kerja, akan menjadikan hubungan kerja menjadi lebih produktif dan berkinerja penuh.

Setiap hubungan kerja yang terhubung dalam empati, kreatif, integritas, akuntabilitas, dan inovasi, pastilah akan menghasilkan energi atau kekuatan untuk beradaptasi dengan segala keadaan dan situasi.

Kompetensi untuk beradaptasi haruslah mampu dilahirkan oleh setiap insan perusahaan. Tidak perlu sampai harus menunggu seorang ahli atau pakar untuk menciptakan sebuah kompetensi. Jadilah pribadi kreatif yang mampu menghasilkan kompetensi baru untuk menjawab tantangan yang hadir dari berbagai perubahan. Membiarkan diri tenggelam di dalam zona kenyamanan, dan membiarkan diri pasrah tanpa solusi dan keterampilan baru, sama saja menjadikan diri sebagai sesuatu yang tidak berguna di tempat kerja.

Setiap insan perusahaan harus mengambil tanggung jawab dan mampu memberikan pertanggungan jawabnya dengan berkualitas. Tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas diri, menjadikan diri selalu berguna di tempat kerja, serta membuat diri sebagai energi kreatif yang selalu hadir dengan solusi dan keterampilan baru.

Perubahan di dalam dunia kerja membutuhkan kesadaran dan kemauan untuk menciptakan keterampilan baru, sehingga tidak ada manusia yang digantikan oleh mesin. Bila kreativitas dan empati hilang dari kebutuhan, maka diri juga berpotensi kehilangan kualitas kerja, sehingga akhirnya menjadi beban perusahaan, dan mesin pun pasti diciptakan untuk menggantikan orang-orang yang tidak berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN VISI KERJA KARYAWAN UNTUK MENGHASILKAN MAHAKARYA

DJAJENDRA“Michelangelo, seorang seniman besar di sepanjang sejarah, sudah mampu melihat wujud mahakaryanya dari potongan marmer yang belum dipahat olehnya. Jadi, saat ia menatap sebuah balok marmer, ia sudah melihat hasil akhirnya. Kemudian, ia fokus sepenuh hati pada hasil akhir tersebut, dan bekerja keras untuk mewujudkannya.”~Djajendra

Apakah di kantor Anda semua orang sudah memiliki visi kerja? Tanpa visi kerja yang jelas, orang-orang akan sibuk dalam rutinitas, tetapi tidak memiliki penglihatan untuk menghasilkan mahakarya seperti yang dikehendaki.

Visi kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, disiplin, fisik tubuh yang bugar, mental positif, gairah kerja dalam ketekunan yang luar biasa, dan motivasi yang selalu menyala, akan menjadi kekuatan unggul untuk menciptakan hasil akhir yang mahakarya.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, diperlukan keunggulan dan kemampuan yang lebih luar biasa, untuk dapat memenangkan kompetisi bisnis. Setiap orang di tempat kerja sudah seharusnya bekerja dengan visi kerja yang jelas dan terang; setiap orang harus mampu memfokuskan seluruh perhatian, waktu, energi, dan sumber daya, untuk menghasilkan mahakarya terbaik. Setiap orang di tempat kerja harus mampu memimpin dirinya sendiri, membuat setiap langkah dan tindakannya terfokus dengan visi kerja, untuk menghasilkan mahakarya terbaik.

Perusahaan yang berkualitas selalu mampu menciptakan lingkungan kerja, yang membuat setiap orang di dalamnya memiliki kesadaran untuk memimpin diri sendiri dengan visi kerja yang terang. Dalam hal ini, bila para karyawan sudah mulai bekerja dengan visi kerja yang terang, mereka akan memiliki energi motivasi yang luar biasa mendorong mereka, dengan gairah dan antusiasme untuk menghasilkan mahakarya terbaik. Mereka akan menjadi pribadi yang tidak mengenal kata gagal ataupun menyerah, mereka sangat ulet dan memiliki semangat kerja yang tidak terhentikan oleh hal apapun. Visi kerja mereka akan memberikan kekuatan intuisi, yang menguatkan mental dan kemampuan mereka, dalam semangat mewujudkan hasil akhir dari apa-apa yang sedang dilakukan dengan sempurna.

Ketika karyawan bekerja dengan visi kerja yang terang, mereka dengan mudah mampu menemukan tujuan yang harus dicapai. Jadi, apapun rintangan dan risiko yang harus dihadapi, visi kerja mereka selalu menemukan jalan keluar, sehingga mereka mampu kembali untuk fokus pada apa yang seharusnya dikerjakan. Visi kerja yang terang itu menjadikan mereka mampu melihat hasil akhir yang harus dihasilkan, sehingga tidak ada hal yang membuat mereka kehilangan akal untuk mewujudkannya.

Visi kerja membuat para karyawan mampu berkolaborasi dengan lebih produktif, efektif, kreatif, dan efisien. Dalam hal ini, karyawan mampu beradaptasi dengan berbagai skenario di dalam organisasi, termasuk dengan berbagai perubahan cepat oleh realitas yang sedang dihadapi. Dan juga, para karyawan menjadi sangat terampil untuk terhubung secara lintas fungsional, serta mampu berkoordinasi untuk berkolaborasi dengan semua pihak, tanpa kehilangan fokus pada tanggung jawab inti dari masing-masing pihak.

Visi kerja yang terang adalah alat paling ampuh untuk menciptakan lingkungan kerja yang unggul, dan juga budaya organisasi yang kuat. Saat setiap orang di tempat kerja perhatiannya dikendalikan oleh visi kerja, mereka akan menjadi sangat tekun dan disiplin dengan etos kerja, sehingga mereka mampu menjadi energi positif yang merawat dan memelihara semua nilai-nilai kerja. Mereka juga mampu bersikap dan bertindak di dalam gambaran besar visi perusahaan, dan menjadikan visi kerja mereka sebagai komponen untuk melengkapi visi besar perusahaan.

Visi kerja yang terang harus juga diikuti dengan komitmen untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang lebih, tanpa hitung-hitungan. Dan semua ini, hanya bisa diberikan oleh para karyawan yang memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi fisik, pikiran, dan emosi yang selalu prima. Jadi, para karyawan tidaklah boleh mengabaikan hal-hal, seperti: tidur yang cukup, makan yang teratur, olah raga teratur; termasuk, meningkatkan terus kemampuan untuk menjaga kebugaran tubuh, kejernihan pikiran, dan ketenangan suasana hati. Artinya, bila tubuh tidak bugar atau sehat, pikiran tidak jernih, dan suasana hati tidak baik; maka visi kerja pun akan memudar. Oleh karena itu, bila ingin menciptakan mahakarya, maka sangatlah penting untuk menjaga kondisi jiwa, raga, dan tubuh yang selalu sehat dan kuat.

Perusahaan wajib membiasakan setiap individu untuk bersikap sesuai dengan visi kerja. Sebab, visi kerja itu sendiri adalah alat yang menghasilkan kekuatan positif dan kekuatan unik individu. Bila visi kerja individu dikoordinasi dengan baik, maka dia akan saling melengkapi dari masing-masing fungsi dan peran kerja, sehingga semuanya secara tidak sadar sedang berkolaborasi dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Visi kerja akan memberikan kontribusi untuk kesuksesan pencapaian kinerja organisasi. Dan juga, menjadikan setiap individu di tempat kerja berprestasi, serta menghasilkan kinerja yang sangat produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

cropped-djajendra-corporate-motivator.jpg

KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

 “Kreativitas itu seni. Kreativitas tidak akan mengalir saat Anda ngotot atau memaksakan diri. Kreativitas sangat aktif saat Anda tenang, santai, melamun, dan memainkan ide-ide di dalam imajinasi. Kreativitas tidak patuh pada satu aturan tertentu, dia adalah sesuatu yang bebas, sesuatu yang tanpa aturan.” ~ Djajendra

Ketika seseorang terlibat dalam rutinitas tanpa imajinasi, dia berpotensi kehilangan kreativitas. Kreativitas dihasilkan dari disiplin dan pengulangan oleh imajinasi artistik dan ilmiah, untuk membentuk wujud dari ide-ide yang dimiliki. Dan, kreativitas tidak dihasilkan dari sebuah aturan ataupun prosedur, tetapi dihasilkan dari ketidakteraturan, dari bebasnya imajinasi untuk sesuka hatinya membentuk sesuatu.

Orang-orang kreatif tidak akan terjebak dalam sebuah fokus ataupun gagasan, mereka akan membiarkan wawasan dan cara berpikirnya liar dan merdeka untuk memungkinkan apa-apa yang sebelumnya dirasakan tidak mungkin. Mereka berani melintasi semua batas-batas disiplin, mereka berani menjauh dari sebuah gambaran umum, dan mereka berani mencampur segala sesuatu walau hal-hal itu sebelumnya dianggap tidak wajar.

Kreativitas sangat diperlukan untuk memecahkan masalah, untuk menemukan solusi, dan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik.  Jadi, orang-orang kreatif harus keluar dari kotak nyaman, harus berani bergerak bersama risiko, dan harus cerdas intuisi untuk melihat hal-hal yang tidak mampu dilihat oleh orang-orang biasa. Orang-orang kreatif adalah orang-orang luar biasa.

Orang-orang kreatif harus fokus pada energi kreatif dirinya, dan harus sadar diri bahwa kreatif artinya bebas tanpa batas, dan kebebasan itu sebebas-bebasnya imajinasi diri sendiri.

Orang-orang kreatif bukanlah orang-orang yang ngotot dalam rutinitas pekerjaannya dengan aturan dan prosedur. Tetapi, mereka adalah orang-orang yang setiap harinya menumbuhkan potensi dirinya di dalam energi kreativitas diri sendiri yang inovatif. Biasanya, orang-orang kreatif sangat serius dan fokus untuk menekuni usaha atau hal-hal yang sifatnya artistik. Mereka pasti memiliki hobi dari salah satu bidang kreatif berikut, seperti: melukis, menulis, memahat, memainkan alat musik, menari, bernyanyi, fotografer, menulis puisi, atau aktivitas artistik lainnya. Hobi mereka tersebut akan membantu imajinasi kreatif mereka untuk melewati batas-batas rutinitas sehari-hari.

Orang-orang kreatif harus melatih semua inderanya agar dapat memiliki imajinasi yang intuitif. Latihan yang terus-menerus untuk menyatukan emosi, pikiran, dan jiwa ke dalam hal-hal yang dikerjakan dengan sepenuh hati dan totalitas, akan memudahkan diri menjadi lebih intuitif terhadap hal-hal yang dikerjakan.

Kekuatan intuitif adalah kekuatan untuk merasakan sesuatu secara naluri. Memperkuat intuitif  bisa dilakukan dengan membiasakan jiwa untuk merasakan dan mendengarkan ide-ide yang dihasilkan oleh imajinasi artistik kreatif.

Leonardo da Vinci adalah seorang ilmuwan yang paling kreatif dan sangat membantu terciptanya peradaban seperti abad ke 21 ini. Sebagai ilmuwan paling kreatif, Leonardo da Vinci memiliki beragam kemampuan kreatif  dibanyak bidang. Dia seorang pelukis yang sangat terkenal, salah satu karyanya adalah Mona Lisa; dia juga seorang pematung, arsitek, musisi, ahli matematika, insinyur, penemu berbagai teknologi persenjataan militer, ahli anatomi, ahli geologi, pembuat peta, ahli botani, penulis, dan banyak hal-hal kreatif lainnya yang telah disumbangkan oleh Leonardo da Vinci untuk kemajuan peradaban manusia. Leonardo da Vinci adalah contoh nyata aliran energi kreatif secara artistik dan ilmiah. Dia seorang jenius yang mau tahu semua hal, pikirannya terus-menerus ingin tahu; dan dia sangat cerdas membebaskan emosi, pikiran, dan jiwanya untuk mengembara sebebas-bebasnya di dalam imajinasi kreatif, baik secara artistik maupun ilmiah.

Bukan Leonardo da Vinci saja yang membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah, tetapi Albert Einstein juga membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah. Sebagai ahli fisika, Albert Einstein juga sering melamun bersama musiknya, dia sering memainkan biolanya untuk mendapatkan imajinasi bebas. Dan, demikian juga dengan para ahli diberbagai bidang, yang menghasilkan karya-karya paling kreatif dan inovatif di dunia; mereka selalu mampu meleburkan emosi, pikiran, dan jiwanya ke dalam energi artistik dan energi ilmiah.

Proses kreativitas adalah pertumbuhan dengan menghasilkan beberapa hasil yang bertentangan. Sebagai contoh, seorang pelukis selalu membuat banyak sketsa sebelum memilih satu sebagai ide untuk lukisannya. Jadi, sebelum sebuah lukisan itu dihasilkan, sudah ada banyak ide yang dituangkan dalam bentuk sketsa. Demikian juga dengan penulis, sebelum menulis sesuatu pasti sudah memiliki berbagai ide atau sudut pandang yang akan ditulis, dan diantara sekian banyak sudut pandang, diangkatlah salah satu yang diyakini. Dan semua ini bisa terjadi, karena intuisi mampu melihat potensi dari ide-ide yang dihasilkan tersebut. Lalu, disinilah proses pengambilan keputusan yang tegas dan berani menciptakan sebuah hasil akhir.

Kreativitas selalu bekerja dari wilayah imajinasi bebas, lalu dituangkan ke dalam metode ilmiah, yang selanjutnya bermain di wilayah hipotesa, pengujian, konsep, draft; dan terus-menerus akan bermain di wilayah metode ilmiah sampai hasil akhir diputuskan secara resmi oleh yang berwenang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMINDAHKAN IDE KE DALAM TINDAKAN

DJAJENDRA“Terlalu banyak ide-ide hebat, terlalu banyak wacana atas ide-ide hebat tersebut, kadang membuat orang lupa untuk bertindak lebih cepat. Ide-ide hebat tanpa tindakan adalah sia-sia.”~ Djajendra

Hanya dalam tindakan semua ide-ide hebat itu akan diuji keberhasilannya oleh kompetensi, kualitas, sumber daya, integritas, dan realitas.

Bila semua orang yang terlibat itu mampu memanfaatkan sumber daya, kompetensi, kualitas, integritas, dan kerja keras; maka, ide-ide hebat itu akan berproses untuk mewujudkan hasil akhir yang luar biasa.

Setiap orang boleh bermimpi sangat tinggi bersama ide-ide luar biasanya. Tetapi, ide-ide luar biasa tersebut tetap akan menjadi ide, bila tidak ada tindakan untuk mengeksekusi ide tersebut ke dalam wujud fisik yang nyata.

Tidak semua orang yang punya ide-ide hebat itu, mengetahui cara untuk mengeksekusi ide-ide tersebut menjadi nyata. Sangat sedikit orang-orang yang terlatih untuk memindahkan ide-ide hebat mereka ke dalam tindakan nyata. Dan biasanya, yang sangat sedikit ini meraih sukses yang luar biasa di sepanjang kehidupan mereka.

Diperlukan kualitas dan kompetensi diri yang unggul. Lalu, kemampuan diri untuk menyalakan api semangat ke dalam diri, serta memotivasi diri untuk segera mewujudkan ide-ide hebat tersebut ke dalam realitas.

Ide-ide hebat itu harus dialirkan ke dalam diri yang terfokus pada produktivitas dan kinerja terbaik.  Dan hal ini, akan menjadi titik awal untuk mewujudkan hasil akhir yang gemilang.

Mewujudkan ide-ide hebat terletak pada konsistensi kualitas dan kompetensi, untuk dijadikan sebagai dasar dalam mewujudkan ide-ide tersebut. Termasuk, proses menciptakan sukses atas ide-ide tersebut, haruslah di dalam kesederhanaan pola pikir agar eksekusi menjadi lebih mudah.

Apapun ide-ide yang muncul dari kreativitas dapat diwujudkan menjadi produk atau jasa. Diperlukan keberanian, kemauan yang kuat, kekuatan untuk mewujudkan, dan keyakinan atas keajaiban yang dapat dihasilkan dari ide-ide tersebut.

Semakin yakin Anda untuk mewujudkan ide-ide ke dalam realitas kehidupan, semakin Anda mampu untuk membuat keputusan-keputusan yang membawa ide-ide Anda tersebut ke dalam proses mewujudkan.

Strategi dan taktik yang tepat akan menciptakan cara untuk melakukan tujuan dengan efektif. Bila sudah memasukkan ide-ide ke dalam rencana kerja yang terformulasi dengan strategi dan taktik yang tepat, maka mudah menguasai cara untuk membuat ide-ide tersebut bekerja sesuai tujuan. Dan juga, cara untuk melakukan semua tindakan yang efektif agar ide-ide tersebut mampu membawa tujuan ke arah yang selalu diimpikan.

Semua alasan yang menghambat transformasi ide-ide ke wujud benda dan jasa, akan menjadi kekuatan yang mengecilkan ide-ide tersebut, bahkan akan menjadi sesuatu yang mematikan ide-ide hebat itu, sebelum tumbuh menjadi hal-hal yang luar biasa.

Semua prestasi besar dimulai dengan sebuah langkah kecil. Langkah kecil yang bergulir dalam tindakan dan komitmen yang berani menantang risiko. Jika ada yang mentertawakan langkah-langkah kecil Anda, maka Anda tidak boleh berhenti atau balik mentertawakan yang mentertawakan Anda. Tetapi, Anda harus lebih meningkatkan kualitas dan kompetensi diri agar semua langkah Anda mampu menciptakan prestasi dan kinerja yang membanggakan.

Memiliki ide-ide hebat saja bukanlah jaminan untuk meraih sukses dan prestasi. Ide-ide hebat tersebut akan menjadi sesuatu yang luar biasa, saat diri menginvestasikan potensi dan sumber daya untuk mengelola ide-ide tersebut sesuai tujuan. Jadi, bila sudah mempunyai banyak ide-ide hebat, saatnya untuk memfokuskan semua energi, potensi, waktu, sumber daya, dan kompetensi untuk mewujudkan ide-ide tersebut sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Pastikan bahwa komitmen untuk mewujudkan ide-ide ke dalam tindakan, tidak diikuti dengan keraguan ataupun ketakutan. Sebab, keraguan dan ketakutan akan menarik kembali semua kesempatan yang sudah di depan mata.

Ketidaktahuan dan rendahnya pengetahuan yang dimiliki seseorang mengakibatkan jutaan ide-ide hilang sia-sia. Padahal, bila semua ide-ide yang tak terhitung jumlahnya itu dapat direncanakan dengan baik, maka ide-ide hebat itu akan menghasilkan berbagai kebaikan dan kemudahan untuk kehidupan semua orang.

Janganlah mengecilkan ide-ide yang sedang Anda miliki. Ide-ide baik itu adalah benih-benih yang akan mengantarkan Anda mencapai sukses dan prestasi. Siapkan diri dengan kualitas dan kompetensi, dan biarkan ide-ide tersebut setiap hari mengalir bersama peristiwa dan keputusan agar Anda dapat mewujudkannya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBERHASILAN KEPEMIMPINAN DITENTUKAN OLEH DUKUNGAN DARI KERJA SAMA TIM YANG UNGGUL

DSC_0616“Tanpa kekuatan sumber daya manusia yang bekerja sama, maka kepemimpinan akan sulit mencapai kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Pemimpin dengan visi besar wajib mendapatkan bantuan dan dukungan dari tim kerja yang solid. Untuk itu, pemimpin harus sering-sering berbicara dan mengulang kata-kata yang memotivasi setiap orang agar secara ikhlas, sukarela, maupun terpaksa, membentuk kebiasaan kerja dalam kerja sama. Tanpa kekuatan sumber daya manusia yang bekerja sama, maka kepemimpinan akan sulit mencapai kinerja terbaik.

Kepemimpinan yang cerdas sangat memahami bahwa perilaku, hubungan, dan sikap individu berpotensi untuk tidak konsisten dalam kerja sama; sehingga dibutuhkan nilai-nilai yang tegas dan konsisten untuk mengharuskan semua perilaku, hubungan, dan sikap individu patuh pada nilai-nilai organisasi agar dapat membangun lingkungan kerja sama tim yang produktif.

Nilai-nilai memiliki kekuatan untuk menyatukan kualitas orang-orang agar dapat bekerja sama dalam kolaborasi dan sinergi yang terfokus pada tujuan. Dan, pengaruh dari energi nilai-nilai kerja tersebut, haruslah menyebabkan ratusan bahkan ribuan orang di dalam organisasi, dapat saling melayani dan saling berkontribusi untuk pencapaian tujuan.

Kecerdasan dan kesabaran kepemimpinan untuk membangun tim kerja berlandaskan nilai-nilai dan budaya organisasi yang konsisten dan kuat, akan memudahkan para karyawan untuk menciptakan kolaborasi dan sinergi tingkat tinggi, untuk memudahkan pencapaian tujuan dan visi kepemimpinan.

Kerja sama tim terbaik tercipta dari kompetensi, kualitas, produktivitas, efektivitas, kolaborasi, komunikasi, tanggung jwab, peran yang otentik dari masing-masing individu, pengaturan tata kelola yang sehat, pemahaman bersama atas peta perjalanan menuju tujuan, ekspektasi kinerja, serta cara kepemimpinan memimpin timnya di dalam kekuatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas.

Pemimpin harus kreatif dalam menciptakan peran masing-masing individu di dalam tim. Dan juga, harus terjun ke lapangan untuk membangun kesatuan visi tim, serta memahami dinamika kelompok di dalam tim. Dalam hal ini, pemimpin harus bersikap tegas, jelas, menyelaraskan  dinamika tim ke dalam harapan organisasi, dan memfokuskan setiap perhatian hanya untuk menuju tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan untuk tim.

Kepemimpinan yang bijak selalu akan sadar bahwa kekuatan yang mereka miliki berasal dari para manajer dan karyawan yang terus menerus berkontribusi dan melayani kepemimpinan tersebut. Karena sadar akan hal ini, maka kepemimpinan selalu akan bekerja lebih keras untuk membangun tim yang kuat, bagus, solid, dan efektif.

Organisasi dengan struktur yang efektif dan produktif; hirarki kepemimpinan yang mudah mencair dan mengalir ke semua tingkatan di dalam struktur organisasi; tata kelola organisasi yang menciptakan pemahaman yang jelas atas peran masing-masing; sikap dan perilaku kerja individu di dalam tanggung jawab dan harapan; garis dan arah yang jelas di dalam setiap langkah kerja; komunikasi yang terbuka di dalam kontribusi dan melayani; keputusan kepemimpinan yang jelas dan konsisten; serta kesetaraan dan keharmonisan kerja di dalam budaya organisasi yang dinamis, akan menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan untuk memberdayakan tim menjadi lebih unggul.

Budaya organisasi harus lebih menghormati “Kami” daripada “Aku”. Sebab, dalam budaya kolaborasi dan sinergi “Kami” akan menyatukan semua individu untuk menumbuhkan diri di dalam semangat kerja sama, sedangkan “Aku” berpotensi menjadikan individu saling berkompetisi untuk menonjolkan keunggulan pribadi.

Membangun sebuah tim adalah menemukan sebuah kombinasi yang unggul untuk pencapaian kinerja tertinggi. Dalam hal ini, setiap individu di dalam organisasi harus sadar diri bahwa mereka adalah bagian dari yang lain. Kesuksesan individu adalah kesuksesan yang dihasilkan dari pekerjaan organisasi, tim, dan kepemimpinan. 

Pekerjaan terpenting kepemimpinan adalah mendapatkan sebuah tim kerja dengan kombinasi kompetensi dan kualitas yang beragam. Termasuk, karakter dan kepribadian yang beragam agar dapat menciptakan dinamika kelompok yang lebih hidup di dalam kreativitas. Juga, menjadikan tim yang beragam ini solid dan kolaboratif  dalam setiap proses kerja.

Tim kerja adalah kekuatan dinamis dan kreatif yang dimiliki kepemimpinan. Sebagai salah satu sumber daya kepemimpinan yang paling penting, maka kepemimpinan harus selalu menjaga energi positif tim.

Berbagai dinamika berpotensi menjadikan tim lebih solid ataupun tidak solid, dan tugas kepemimpinanlah untuk memperkuat soliditas tim. Tanpa tim kerja yang solid dan berkolaborasi secara sempurna, maka kepemimpinan menjadi tidak produktif.

Pemimpin harus selalu menjaga keselarasan tim pada tujuan, serta membuat keputusan yang mampu mengubah kecepatan atau memperlambatnya, untuk kebaikan strategi dan taktik kepemimpinan di dalam pencapaian terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA TRUST MENINGKATKAN PERDAGANGAN DAN INVESTASI

DJAJENDRA“Bangsa dan negara yang cerdas menyiapkan dirinya dengan budaya kepercayaan, akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sangat besar dari globalisasi, termasuk akan menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih baik.” ~ Djajendra

Kepercayaan adalah mata uang yang paling tinggi nilainya. Bila Anda menjadi orang yang paling dipercaya, maka permintaan atas jasa atau layanan dari Anda akan sangat tinggi. Demikian juga, bila produk atau jasa dari perusahaan Anda sangat dipercaya oleh pelanggan dan stakeholders lainnya, maka potensi bisnis Anda akan terus meningkat secara berkelanjutan, dan pastinya penjualan akan berada di posisi tertinggi.

Dalam dunia yang semakin kecil oleh globalisasi dan teknologi internet ini, setiap warga negara Indonesia harus sadar akan pentingnya kepercayaan dalam pembangunan ekonomi bangsa dan negara Indonesia. Bila kejujuran, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas dapat diberikan dari integritas dan etika yang tinggi; maka pandangan positif  dari warga atau korporasi negara-negara lain, akan mempengaruhi peningkatan perdagangan dan investasi mereka ke Indonesia. Jadi, trust atau kepercayaan adalah mata uang atau kekayaan abadi yang wajib Anda hadirkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Tanpa trust, perusahaan Anda secara perlahan-lahan akan kehilangan pangsa pasar, dan pada akhirnya sulit mencapai target penjualan yang Anda tetapkan.

Setiap kebijakan bisnis tidaklah boleh mengabaikan faktor kepercayaan. Untuk meningkatkan faktor kepercayaan dalam bisnis diperlukan upaya peningkatan citra positif perusahaan. Citra positif akan meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan, dan hal ini akan memiliki dampak yang sangat besar pada kemampuan untuk menjual produk atau jasa.

Ada sebuah cerita menarik dari sebuah toko digital printing dan fotocopy, yang sangat agresif dalam membangun citra positif  tokonya secara fisik. Di tokonya sangat  banyak banner, brosur, dan berbagai macam tempelen-tempelen kertas warna-warni dengan kata-kata yang sangat indah tentang kualitas produk, harga yang kompetitif, dan pelayanan 24 jam. Setelah berjalan lebih dari tiga tahun, toko yang hebat itupun ditutup. Dari hasil penelitian, ternyata toko tersebut tidak memiliki sumber daya manusia yang tulus dan ikhlas memberikan pelayanan cepat dan tepat waktu. Sikap dan perilaku karyawan yang ketus, tanpa senyum, dan menganggap pelanggan yang membutuhkan mereka, mengakibatkan rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan pada toko tersebut. Walau pemiliki toko tersebut sudah memiliki program-program penjualan yang hebat, tetapi sikap dan perilaku negatif dari para operator toko, telah menghilangkan kepercayaan pelanggan pada toko tersebut. Dari hari ke hari akumulasi rasa kecewa atas pelayanan yang buruk telah membuat para pelanggan meninggalkan toko tersebut untuk selamanya. Kabar buruk yang ditularkan dari mulut ke mulut tentang toko tersebut, pada akhirnya menciptakan akumulasi rasa tidak percaya yang sangat tinggi.   

Kepercayaan yang tinggi hanya dapat dihasilkan dari sikap dan perilaku yang dengan sepenuh hati menjalankan etika, integritas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan dari hati, serta selalu bekerja lebih bersama kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan hal-hal terbaik untuk memuaskan kebutuhan konsumen.

Budaya saling percaya akan menjadikan hubungan bisnis dan investasi antar negara, antar perusahaan, antar pribadi menjadi lebih produktif, serta menjanjikan pangsa pasar yang lebih besar.

Fondasi globalisasi adalah etika bisnis yang kuat dan unggul, hukum yang adil dan bijak, integritas di semua aspek bisnis; serta kinerja sumber daya manusia yang efektif, produktif, efisien, dan kreatif. Jadi, negara dan bangsa manapun pasti akan unggul dalam globalisasi, bila budaya trust menjadi energi yang menggerakan perilaku kehidupan kerja sehari-hari.

Bangsa dan negara yang cerdas menyiapkan dirinya dengan budaya kepercayaan, akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang sangat besar dari globalisasi, termasuk akan menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih baik.  

Bila prasangka buruk mengurangi kepercayaan kepada sebuah bangsa dan negara, maka sudah seharusnya negara dan bangsa tersebut menunjukkan kepada dunia bahwa mereka telah membiasakan perilaku kehidupan dengan penguatan etika, integritas, transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan yang lebih dari hati yang tulus.

Budaya trust adalah kekuatan yang wajib dibangun dan dikembangkan melalui sistem, tata kelola, mindset, dan perilaku kehidupan di dalam kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, kreativitas, inovasi, pelayanan, serta kualitas yang terus-menerus ditingkatkan untuk tetap menang di pasar.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

STRATEGI TERBAIK DIHASILKAN DARI PIKIRAN EFEKTIF

“Jangan pernah membiarkan seorangpun dalam tim manajemen untuk mengaburkan masalah serius dengan berbagai rekayasa untuk menyenangkan hati. Sebab, setiap masalah yang dibiarkan kabur akan tumbuh dalam kegelapan, dan pada saat dilihat secara terang, masalah tersebut sudah menjadi masalah besar yang bisa menghalangi semua langkah strategis yang sudah diambil. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu yang negatif dalam ruang gelap organisasi. Sebab, yang Anda sembunyikan itu akan tumbuh menjadi besar; lalu menjadi penyebab dari berbagai kerusakan, kebocoran, dan ketidakberdayaan organisasi di masa depan.” ~ Djajendra

Startegi dibutuhkan untuk membuka jalan menuju tujuan yang ingin dicapai. Strategi yang baik pastilah menjadi alat yang memecahkan kebuntuan dan risiko, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menemukan solusi terbaik dalam menghadapi setiap rintangan.

Strategi terbaik akan memiliki prinsip-prinsip yang kuat dalam menghadapi praktik-praktik yang berpotensi berubah sesuai dengan kepentingan. Selama praktek dan prinsip dapat diselaraskan sesuai kepentingan, maka sangatlah mudah untuk menyiapkan langkah-langkah strategi yang tepat untuk mewujudkan tujuan.

Strategi yang baik dihasilkan dari pola pikir efektif. Pola pikir efektif dihasilkan dari kemampuan dan kesadaran untuk memahami persoalan secara mendalam; dari keberanian untuk menjadi lebih kreatif dan tidak takut untuk membuat kesalahan; dari mental yang terbiasa bertanya untuk sebab-akibat dari setiap langkah menuju tujuan; dari pola pikir yang terlatih untuk mengikuti ide-ide yang mengalir dari praktik sehari-hari; dari perubahan dan kenyataan yang harus dihadapi; dari kecerdasan emosional untuk memahami persoalan dengan wawasan yang lebih luas.

Strategi terbaik haruslah dipicu oleh imajinasi yang dihasilkan dari wawasan dan pengetahuan yang lebih lengkap. Kemampuan imajinasi untuk memetakan semua hal secara detail, akan menjadikan strategi mendapatkan langkah-langkah yang dapat menghindari kesalahan.

Strategi terbaik pastilah akan menuntaskan persoalan dalam satu atau dua langkah. Jadi, pikiran efektif haruslah menjadi cara untuk menciptakan langkah-langkah agar strategi dapat bergerak dengan cepat menuju sasaran dan meraih target yang ditetapkan.

Strategi adalah bagian dari usaha untuk mencapai tujuan atau hasil tanpa mengalami kerumitan. Strategi berfungsi untuk merumuskan rencana dan mengambil jalan tersingkat dalam mewujudkan rencana tersebut. Di mana, jalan tersingkat itu tetap menguasai tata kelola terbaik dengan menghitung potensi risiko, serta dijalankan dengan efektif dan produktif.

Strategi terbaik tidak tercipta dari keunggulan kompetitif usaha, tetapi dari pola pikir efektif terhadap semua aspek di dalam organisasi. Efektivitas adalah kunci terbaik untuk membuka semua rahasia yang menghambat gerak dan langkah dari strategi. Anda yang menguasai cara dan pola berpikir efektif pasti akan menjadi pemenang dari permainan strategi dalam kompetisi bisnis yang semakin menantang.

Siapkan visi yang terang, lalu lengkapi visi dengan strategi dari cara berpikir efektif.  Miliki prinsip yang jelas dan kuat, lalu hadapi persaingan dengan pola berpikir yang efektif. Buatlah keputusan-keputusan yang sesuai dengan prinsip utama; kemudian berikan motivasi dan keyakinan kepada tim, untuk bergerak dan bertindak dengan efektif, dalam mewujudkan tujuan dan meraih hasil sesuai dengan target.

Visi yang jelas dengan tim manajemen yang cerdas melihat realitas, akan menjadi kekuatan untuk mewujudkan langkah dan tindakan strategis. Jangan pernah membiarkan seorangpun dalam tim manajemen untuk mengaburkan masalah serius dengan berbagai rekayasa untuk menyenangkan hati. Sebab, setiap masalah yang dibiarkan kabur akan tumbuh dalam kegelapan, dan pada saat dilihat secara terang, masalah tersebut sudah menjadi masalah besar yang bisa menghalangi semua langkah strategis yang sudah diambil. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu yang negatif dalam ruang gelap organisasi. Sebab, yang Anda sembunyikan itu akan tumbuh menjadi besar; lalu menjadi penyebab dari berbagai kerusakan, kebocoran, dan ketidakberdayaan organisasi di masa depan.

Visi bukanlah khayalan, tetapi gambaran yang terencana dengan baik dalam strategi yang siap bertindak. Oleh karena itu, pastikan bahwa visi yang Anda miliki sudah terencana dan terhitung risikonya dengan baik; lalu pastikan juga bahwa Anda sudah memiliki sistem, tata kelola, sumber daya, dan orang-orang yang siap berjuang dengan penuh dedikasi dalam totalitas untuk mewujudkan visi tersebut.

Keberhasilan dan kegagalan perencanaan strategis sangatlah tergantung kepada pola eksekusi dan pola bertanggung jawab. Seperti diketahui bahwa pihak yang mengambil keputusan strategis biasanya adalah manajemen puncak (direksi), lalu pihak yang melaksanakan keputusan tersebut adalah manajemen menengah (kepala devisi/manajer senior). Diperlukan pola komunikasi yang efektif, cara berpikir yang efektif, dan cara bertindak yang efektif dalam hubungan antara manajemen puncak dengan manajemen menengah. Kesalahan persepsi terhadap cara berpikir efektif akan merugikan organisasi dalam menjalankan taktik, rencana, prosedur, sistem, dan pengoptimalan potensi sumber daya organisasi untuk mencapai kinerja terbaik.

Setiap pihak di level manajemen menengah haruslah mendapatkan arahan dan gambaran yang sangat jelas dari manajemen puncak. Koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan soliditas terhadap strategi yang digunakan haruslah menjadi alat yang ampuh untuk mencapai tujuan tanpa terhalang oleh hal apapun.

Strategi yang baik haruslah memiliki unsur kejutan, sehingga dalam kompetisi bisnis yang ketat, unsur kejutan dapat menjadi energi untuk memenangkan pasar yang sedang dalam kompetisi ketat. Jadi, selama prinsip dan etika dijaga dengan baik, maka semua unsur kejutan untuk membuat para pesaing bingung atau tidak bisa membaca arah dan langkah Anda adalah berita baik untuk bisnis Anda.

Cara berpikir efektif haruslah menjadi energi dan budaya organisasi, sehingga setiap orang di dalam organisasi terbiasa bekerja dengan pola pikir efektif. Dan hal ini akan membentuk konsensus bersama di dalam organisasi, lalu bertindak dengan efektif untuk meraih kinerja dan mewujudkan tujuan sesuai target.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENDORONG KARYAWAN UNTUK BERPRESTASI

COVER 2013

MENDORONGKARYAWANUNTUKBERPRESTASI

“Menjalankan bisnis dengan baik berarti harus cerdas mengelola semua karyawan untuk berprestasi. Bila setiap staf bekerja dengan totalitas untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik, maka perusahaan akan terdorong untuk mencapai target dan tujuannya dengan berkualitas.” ~ Djajendra

Setiap perusahaan pasti harus berjuang dan bekerja total untuk meningkatkan omset bisnis. Semakin tinggi omset bisnis, semakin perusahaan akan berkinerja tinggi, dan memiliki daya tahan untuk berdiri kuat diantara para pesaing. Omset bisnis yang tinggi didapatkan dari tata kelola bisnis yang unggul dengan dukungan dari orang-orang terbaik. Kemampuan tim manajemen dan kepemimpinan di dalam perusahaan, untuk menciptakan karyawan-karyawan yang penuh energi dan dedikasi terhadap pekerjaan dan perusahaan, pasti memudahkan perusahaan dalam meningkatkan omset dan kinerja bisnis secara berkelanjutan.  

Memperkuat cara kerja karyawan dan menjadikan karyawan sebagai orang-orang terbaik, untuk mendukung pencapaian prestasi dan kinerja perusahaan, adalah sebuah tanggung jawab dari tim manajemen dan kepemimpinan perusahaan. Membangun komitmen untuk merawat dan meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan, dengan perhatian dan kepedulian, pasti menjadikan karyawan sebagai energi positif yang unggul untuk menghasilkan omset bisnis tertinggi.

Karyawan harus benar-benar mengerti untuk menjalankan rencana tindakan perusahaan. Saat semua karyawan sudah memiliki semangat untuk mengeksekusi tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan tata kelola yang berkualitas, maka hasil eksekusi tersebut akan memberikan prestasi dan kinerja terbaik. Karena di dalam perusahaan terlibat sangat banyak orang, diperlukan rencana untuk mengharmoniskan dan menciptakan keseimbangan dalam menjalankan pekerjaan. Saat arah kerja sedang tidak harmonis dan efektif, maka saat itu segera diperlukan rencana kontingensi dan juga rencana pemulihan atas kinerja perusahaan. Kesiapan tim manajemen untuk selalu menjaga dan merawat setiap hal secara detail terhadap cara kerja karyawan, akan menjadikan perusahaan selalu unggul dan berdiri paling depan untuk meraih sukses.

Berikan karyawan tanggung jawab dan semangat untuk mencapai kinerja terbaik. Semakin cerdas dan mampu tim manajemen menunjukkan rasa percaya kepada karyawan, dan memotivasi karyawan untuk mempercayai semua rencana dan tindakan tim manajemen, maka karyawan akan menjadi aset produktif perusahaan. Memberikan dorongan kepada karyawan untuk selalu memperoleh keterampilan baru, dan juga melengkapi karyawan dengan wawasan kerja yang luas dan tercerahkan, akan menjadikan karyawan semakin cemerlang sebagai aset yang membawa keuntungan buat bisnis dan perusahaan.

Menunjukkan rasa hormat kepada karyawan, karena karyawan adalah aset perusahaan yang paling penting dan paling luar biasa. Kemampuan karyawan yang berkualitas dan yang bisa diandalkan, dapat menghasilkan nilai tambah yang tak terhitung besarnya. Oleh sebab itu, tim manajemen harus memiliki hati untuk menghargai karyawan-karyawan terbaik. Miliki tata kelola untuk memberikan penghargaan buat semua karyawan terbaik. Miliki prioritas untuk memperhatikan dan meningkatkan kualitas dari semua karyawan terbaik. Bila tim manajemen lalai atau lupa diri untuk memperhatikan karyawan-karyawan terbaik, maka orang-orang terbaik itu berpotensi pergi meninggalkan perusahaan, untuk menemukan tempat lain yang lebih menghargai dan memperhatikan kehebatan mereka.

Miliki waktu untuk membangun kebersamaan dan kekeluargaan dengan semua karyawan. Ciptakan liburan bersama dan jangan lupa juga untuk menyertakan keluarga dari semua karyawan. Sediakan waktu yang cukup dalam satu atau dua hari, dan satukan semua karayawan dalam liburan keluarga bersama. Sebagai pemimpin atau tim manajemen perusahaan, waktu berlibur bersama ini dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan diri dengan semua keluarga karyawan, dan menganggap setiap orang yang hadir dalam liburan sebagai keluarga besar yang sangat penting buat perusahaan.

Semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang dibangun tim manajemen dari hati yang paling tulus dan ikhlas, akan menjadikan semua karyawan sadar untuk berdedikasi dan berkontribusi dengan optimal. Sikap dan perilaku tim manajemen yang cerdas mendorong karyawan untuk berkinerja tinggi, akan menjadikan karyawan sebagai aset yang terus-menerus berkontribusi buat kemajuan semua pihak di internal perusahaan, dan juga untuk menciptakan rasa puas setiap stakeholders di luar perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

2013 ADALAH TAHUN KREATIVITAS, KELUARKAN ORGANISASI DARI ZONA NYAMAN

MANAJEMEN EKSEKUSI

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

2013 ADALAH TAHUN KREATIVITAS, KELUARKAN ORGANISASI DARI ZONA NYAMAN

“Kreativitas dan inovasi sudah menjadi keharusan kalau tetap mau bertahan dan menang dalam kompetisi bisnis.” ~ Djajendra

Dalam beberapa rapat kerja akhir tahun untuk perusahaan- perusahaan besar yang saya hadiri; tema utama motivasi adalah tentang perubahan, kreativitas, inovasi, dan keluar dari zona nyaman. Para pemimpin perusahaan besar sadar bahwa setiap karyawan dan pimpinan harus keluar dari kotak nyaman. Tantangan bisnis yang menuntut efektivitas dan efisiensi total, mengharuskan setiap orang di dalam perusahaan untuk bekerja lebih produktif dengan cara -cara kreatif yang luar biasa.

Krisis ekonomi yang belum tuntas di wilayah Eropah dan Amerika Serikat, serta persaingan bisnis yang semakin menuntut kreativitas dan inovasi, telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan kekuatan keunggulan dari kekayaan potensi dan sumber daya yang dimiliki saat ini.

Setiap orang di dalam perusahaan diharapkan menjadi sadar akan tantangan yang harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi, secara terus-menerus, tanpa pernah terjebak dalam zona kenyamanan. Memasuki tahun 2013 adalah tahun kreativitas organisasi, tahun transformasi organisasi menuju tata kelola yang berbudaya kreatif dan inovatif.

Kreativitas organisasi berarti setiap usaha dan proses kerja berlandaskan hal-hal kreatif, untuk membuat organisasi semakin kuat dan unggul, serta tidak diam dalam kotak nyaman. Setiap orang di dalam organisasi harus memiliki perilaku dan cara berpikir untuk menunjukkan bagaimana organisasi selalu unggul dalam persaingan dan kesulitan, serta mampu membawa keluar organisasi dari kotak atau perangkap kesulitan.

Semangat kreatif dan inovatif dalam kepribadian setiap karyawan dan pimpinan perusahaan, akan menjadi harta produktif yang paling penting buat kemajuan perusahaan. Zaman sedang berubah dan diperlukan cara kerja yang luar biasa untuk mengeksplorasi potensi dan sumber daya di tempat kerja dengan kreativitas. Tanpa karyawan-karyawan yang kreatif dan inovatif, perusahaan berpotensi kehilangan daya saing, dan kemunduran kinerja akan membuat perusahaan sulit menjawab tantangan bisnis di masa depan.

Setiap karyawan di dalam perusahaan wajib berkontribusi dan berpartisipasi dari semangat kreatif, serta selalu sadar bahwa kengototan untuk bertahan di zona nyaman, hanya akan membuat karyawan kehilangan kemampuan dalam menjalankan fungsi kerja di era perubahan. Setiap karyawan harus membangun fungsi kerjanya dengan energi kreatif, serta menjadi pemasok energi kreatif ke dalam kreativitas organisasi. Hubungan kerja yang saling terhubung dalam satu visi, satu tujuan, dan satu misi bersama; akan membuat kreativitas organisasi menjadi kuat untuk menciptakan kinerja dan kepuasan batin dari setiap individu.

Kreativitas organisasi hanya dapat dikembangkan saat setiap karyawan dan pimpinan berada dalam satu energi kolaboratif; serta cerdas menangkap konsep, prinsip dan pemahaman bersama atas perubahan organisasi yang penuh dinamika. Setiap orang di dalam perusahaan harus bersedia dengan ikhlas dan penuh kesadaran untuk keluar dari kotak perilaku lama, serta menyambungkan pola pikir dan pola kerja sesuai dengan visi baru yang berlandaskan kreativitas dan inovasi.

Motivasi dan disiplin individu dalam menjalankan komitmen perubahan adalah kunci sukses dari upaya untuk keluar dari kotak lama yang tidak kreatif. Setiap individu harus sadar untuk menjadi energi kolektif organisasi dalam mewujudkan kreativitas organisasi. Tidak boleh seorang pun yang diam dalam pola kerja lama. Setiap individu secara proaktif  harus bangkit dan bersama menciptakan energi kolektif kreativitas organisasi.

Kesadaran manajemen untuk merawat semangat kreatif dalam diri setiap karyawan, akan menjadikan organisasi berkembang bersama ide-ide cemerlang, untuk menghasilkan aset-aset baru yang lebih berharga. Setiap individu harus dihargai dan didengarkan. Kepemimpinan perusahaan harus memberikan akses kepada setiap individu untuk membawa ide-ide kreatif dan inovatif  ke dalam dinamika organisasi. Tidak boleh ada pembatasan atau diskriminasi perlakuan terhadap satu ide dengan ide yang lain. Karena, kreativitas adalah sesuatu yang unik, yang tidak mengenal kata salah, tapi sangat tergantung kepada kecerdasan untuk memanfaatkan kreativitas menjadi nilai tambah ekonomi yang produktif buat peningkatan kinerja organisasi.

Mengeluarkan organisasi dari zona nyaman membutuhkan figur pemimpin yang kuat dan visioner. Dibutuhkan pemimpin yang cerdas membangun visi bersama, dan cerdas menginternalisasikan nilai-nilai visi tersebut dengan pengaruh yang kuat, untuk dapat dipatuhi setiap orang dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Kreativitas organisasi dengan pengaruh dan arahan dari pemimpin yang visioner, akan menjadikan organisasi dan setiap individunya bergerak cerdas, bersama keunggulan untuk menang dalam kompetisi bisnis.

“Hidup Anda milik Anda, semua yang harus Anda lakukan adalah misi pribadi Anda. Anda berhak untuk memilih hidup Anda. Tapi, saat Anda menggantungkan hidup kepada pihak lain, maka saat itu Anda memiliki kewajiban yang harus Anda patuhi sesuai aturan dan ketentuan yang Anda sepakati.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HUMAN CAPITAL: MODAL MANUSIA ADALAH ASET PERUSAHAAN

HUMAN CAPITAL: MODAL MANUSIA ADALAH ASET PERUSAHAAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Modal Manusia Seperti Ikan Yang Membutuhkan Air Dengan Lingkungan Yang Kaya Makanan. Air Dan Lingkungan Yang Kaya Makanan Untuk Modal Manusia Adalah Budaya Organisasi, Kepemimpinan, Potensi Bisnis, Serta Keunggulan Keuangan Perusahaan. Bila Budaya Organisasinya Lemah, Maka Modal Manusia Tidak Akan Menjadi Aset Yang Unggul. Bila Kepemimpinannya Tidak Efektif, Maka Modal Manusia Sulit Memahami Visi, Misi, Dan Tujuan Perusahaan. Bila Bisnis Dan Potensi Bisnis Tidak Tereksplorasi Dalam Kreativitas Dan Inovasi, Maka Modal Manusia Menjadi Tidak Berharga. Bila Keuangan Perusahaan Miskin Dan Cash Flow Kering, Maka Modal Manusia Akan Kabur Mencari Kehidupan Di Tempat Lain.” ~ Djajendra

Modal manusia adalah sebuah kekuatan yang sangat penting dalam membangun kekayaan perusahaan. Modal manusia yang unggul berpotensi membantu kepemimpinan untuk menjadi lebih efektif dan unggul; membantu pembentukan organisasi yang berbudaya kuat; membantu peningkatan kinerja keuangan perusahaan; serta membantu menciptakan potensi bisnis baru dari hasil kreativitas dan inovasi. Modal manusia yang unggul akan menjadi solusi luar biasa, untuk meningkatkan daya saing perusahaan di level lokal dan global.

Mengelola modal manusia membutuhkan strategi yang cerdas untuk dapat mengoptimalkan potensi individu. Untuk itu, perusahaan harus memfasilitasi dan membiayai proses pembelajaran karyawan secara berkelanjutan; Memberikan penghargaan dan memperlakukan karyawan sebagai aset yang paling berharga. Dan kemudian, kepemimpinan harus mengkomunikasikan kinerja dan target dengan jelas dan konsisten; manajer harus adil dan terbuka bersama tanggung jawab untuk penilaian, penghargaan, merawat, dan mengarahkan potensi karyawan ke dalam tanggung jawab bisnis yang lebih tinggi, serta menciptakan inovasi dan mendukung perbaikan terus-menerus di setiap aspek kerja dan bisnis.

Modal manusia berarti para karyawan memiliki kemampuan analisis dan komunikasi yang kuat; antusiasme yang tinggi terhadap pekerjaan; memiliki keunggulan moral dan hati nurani; unggul dalam kreativitas dan rasa ingin tahu secara intelektual; memiliki daya tahan mental dan fisik yang unggul; memiliki karakter proaktif untuk tujuan; memiliki ketajaman naluri bisnis yang kuat; memahami orang, proses, teknologi dan operasional dengan integritas pribadi yang tinggi.

Keunggulan kualitas karyawan sebagai modal manusia dalam perusahaan, akan memungkinkan perusahaan menjaga daya saing, agar dapat memenangkan kompetisi bisnis. Sikap proaktif kepemimpinan perusahaan untuk melindungi modal manusia, seperti melindungi aset penting lainnya, akan membuat perusahaan dan kepemimpinan selalu menjadi lebih unggul dalam mengatasi berbagai potensi risiko. Khususnya, risiko yang bersumber dari perilaku dan cara berpikir sumber daya manusia terhadap bisnis, organisasi, dan kepemimpinan.

Walaupun modal manusia selalu dipersepsikan oleh para ahli sebagai modal tak berwujud. Tetapi, sesungguhnya modal manusia selalu berwujud dalam bentuk perilaku dan cara berpikir. Mungkin modal manusia belum dapat dibukukan seperti modal uang dan modal barang. Tapi, realitas selalu memperlihatkan bahwa modal manusia adalah sesuatu yang sangat menentukan keberhasilan pengelolaan terhadap modal uang dan modal barang. Oleh karena itu, modal manusia harus dapat dikendalikan emosi dan hati nuraninya, agar modal manusia mampu menghasilkan kekuatan moral, untuk digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan semua aset perusahaan, serta untuk dapat melindungi modal keuangan dan potensi bisnis perusahaan dari berbagai risiko.

Modal manusia adalah kekuatan yang paling strategis dalam bisnis. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus cerdas, konsisten, akurat, dan tegas; dalam mengambil keputusan strategis tentang tata kelola kekayaan potensi manusia, agar dapat mengelola karyawan perusahaan sebagai aset dan modal perusahaan yang unggul.

Modal manusia adalah aset terbaik yang dapat digunakan untuk melindungi kekayaan perusahaan dari gerusan inflasi dan risiko lainnya. Sumber daya manusia yang terdidik secara moral, etika, hati nurani, karakter, kualitas, dan kompetensi, akan menjadi pelindung terbaik terhadap daya saing perusahaan di sepanjang waktu, dan di setiap situasi.

“Orang Cerdas Akan Menjadikan Dirinya Sebagai Aset Investasi Terbaik. Dan, Dia Akan Menjadi Pembelajar Seumur Hidup, Untuk Menjadikan Dirinya Sebagai Modal Manusia, Yang Mampu Menjadi Aset Produktif Buat Dirinya Dan Orang Lain.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTRAPRENEURSHIP HARUS DIDUKUNG DENGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENDORONG INOVASI DAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN KARYAWAN DI DALAM PERUSAHAAN

INTRAPRENEURSHIP HARUS DIDUKUNG DENGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENDORONG INOVASI DAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN KARYAWAN DI DALAM PERUSAHAAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Intrapreneur Adalah Aset Perusahaan Yang Akan Memiliki Produktivitas, Kreativitas, Daya Saing, Dan Kinerja Pasar Yang Tinggi. Bila Mereka Hidup Dalam Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Dengan Fleksibilitas Kebijakan Dan Prosedur, Yang Dibutuhkan Dalam Mendorong Inovasi Dan Kewirausahaan Perusahaan.” ~ Djajendra

“Praktik Sumber Daya Manusia Yang Jelas Dan Rinci Akan Membuat Semua Potensi Karyawan Dapat Terkelola Untuk Meningkatkan Kinerja Dan Daya Saing Perusahaan.” ~ Djajendra

Kewirausahaan perusahaan atau biasa disebut dengan corporate entrepreneurship melibatkan struktur organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia  yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan komitmen individu untuk memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan. Di sini, perusahaan harus mendesain struktur organisasi untuk bisa memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap fleksibilitas dari kebijakan dan prosedur, khususnya untuk tujuan mendorong inovasi dan semangat kewirausahaan dalam praktik kerja sehari-hari di perusahaan.

Setiap karyawan perusahaan yang mampu memainkan peran intrapreneur adalah aset perusahaan yang wajib dilindungi dan dikembangkan. Sebab, seorang intrapreneur di dalam perusahaan berpotensi menciptakan bisnis baru dan juga berpotensi menciptakan pasar baru dari hasil pemikirannya. Dengan mengembangkan potensi intrapreneur di dalam perusahaan melalui struktur dan praktik manajemen sumber daya manusia, maka perusahaan akan meyiapkan lingkungan kerja yang ramah dan yang memotivasi semangat kewirausahaan karyawan dalam perusahaan.

Perusahaan harus menyiapkan desain pekerjaan yang fleksibel dalam merangsang semangat kewirausahaan karyawan di dalam perusahaan; perusahaan harus secara terus-menerus mendorong karyawan menjadi pembelajar, serta menyiapkan pelatihan-pelatihan untuk tujuan peningkatan kompetensi teknis dan wawasan kewirausahaan karyawan dalam perusahaan; perusahaan harus menyiapkan nilai-nilai perusahaan yang membuat karyawan terbiasa dengan kewirausahaan perusahaan; perusahaan harus menyiapkan tata kelola yang membuat karyawan menjadi mudah berkomunikasi secara terbuka di lintas fungsional dalam struktur organisasi; perusahaan harus menyiapkan penghargaan dan gaji yang tinggi untuk menghormati kinerja karyawan sebagai intrapreneur yang andal; perusahaan harus melakukan penilaian secara terbuka dan adil terhadap umpan balik karyawan, serta menyiapkan kondisi kerja yang fleksible agar potensi kreatif karyawan intrapreneur tetap unggul.

Praktik manajemen sumber daya manusia untuk intrapreneurship haruslah menciptakan tata kelola yang membuat setiap karyawan memiliki inisiatif tinggi dalam kewirausahaan perusahaan; memiliki kemampuan untuk penerimaan tanggung jawab dengan profesional; memiliki mental kolaborasi spontan; memiliki kemampuan untuk berinovasi tanpa batas; memiliki kemampuan untuk cepat belajar; memiliki orientasi target yang terfokus; memiliki perasaan nyaman dengan pekerjaan; dan memiliki empati dengan nilai-nilai bisnis perusahaan. Di mana, semua kemampuan tersebut harus dapat menciptakan karyawan intrapreneur yang produktif, berdaya saing tinggi, kreatif, dan memiliki kinerja pasar yang lebih kuat dari para pesaing mereka. Artinya, para karyawan intrapreneur ini harus mampu menjadi aset produktif perusahaan, yang benar-benar menghasilkan nilai tambah dengan inovasi dan kecerdasan naluri bisnis mereka.

Sumber daya manusia merupakan unsur paling penting untuk menciptakan corporate entrepreneurship. Sebab, setiap individu memiliki kekayaan potensi kreatif unik yang mungkin selaras dengan misi organisasi. Oleh karena itu, manajemen perusahaan yang ingin menjalankan kewirausahaan korporasi haruslah memiliki kebijakan tata kelola sumber daya manusia, yang terfokus pada pemberdayaan keunggulan daya kreatif dan inovatif karyawan. Dan untuk itu, diperlukan penetapan prosedur yang jelas, untuk mengatur tempat kerja dan waktu buat pengembangan kreatifitas karyawan.

Lingkungan kerja dalam kewirausahaan perusahaan tidaklah boleh menjadi terlalu kompleks, tapi harus menjadi lebih dinamis dalam tata kelola yang mengurangi birokrasi yang berbelit-belit. Termasuk, gaya manajemen perusahaan harus menjadi lebih berorientasi kepada kewirausahaan perusahaan, serta meminta atau menargetkan kepada para intrapreneur untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru, dan menghasilkan kinerja unggul secara berkelanjutan.

Sifat dan perilaku inovatif tidak selalu akan memberikan kontribusi untuk kinerja. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk menerima risiko dari hasil inovatif dan proaktif yang tidak produktif. Dan tetap secara sistematis memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan dengan konsisten. Semakin konsisten manajemen perusahaan mendorong kegiatan kewirausahaan perusahaan, maka semakin kuat praktik struktural organisasi dalam menjalankan kewirausahaan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENGEMBANGAN KARAKTER INTRAPRENEUR

PENGEMBANGAN KARAKTER INTRAPRENEUR

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Musuh Utama Dari Seorang Intrapreneur Adalah Menggeser Ide-Idenya Ke Ruang Yang Lebih Sempit, Ke Parameter Yang Terbatas, Dan Yang Membatasi Jalan Untuk Sesuatu Yang Jauh Lebih Besar.” ~ Djajendra

Intrapreneur adalah karyawan yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk mewakili perusahaan dalam menjawab tantangan. Sesuatu yang dikerjakan intrapreneur bisa benar untuk satu orang, tetapi bisa salah bagi orang lain. Dan tidak ada satu orang pun yang boleh menjadi hakim terhadap cara berpikir intrapreneur, karena kebenaran yang dia sampaikan hanya masalah perspektif.

Pekerjaan intrapreneur adalah pekerjaan yang bukan untuk menemukan sesuatu yang normal, tapi untuk menemukan sesuatu yang unik, dan yang dapat menciptakan tren baru dalam kehidupan, bahkan kalau bisa menjadi sebuah awal evolusi atau revolusi dalam tujuan bisnis yang berkelanjutan.

Intrapreneur harus memiliki kemampuan untuk membaca realitas dengan cara yang tidak menghakimi, dengan cara yang tidak eksklusif, dan membuat karakter dirinya tidak membagi segala sesuatu sesuai dengan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai. Dia harus menjadi kreatif dalam keterbukaan ide, dan membiarkan dirinya berbicara dengan banyak ide, tanpa terjebak kepada hal-hal yang sifatnya normatif.

Musuh utama dari seorang intrapreneur adalah menggeser ide-idenya ke ruang yang lebih sempit, ke parameter yang terbatas, dan yang membatasi jalan untuk sesuatu yang jauh lebih besar. Bila intrapreneur sudah tahu apa yang dia tahu, maka di sisi lain akan ada apa yang dia tidak tahu adalah apa yang diketahui oleh orang lain. Dan oleh karenanya,  karakter seorang intrapreneur yang rendah hati dan pembelajar akan jauh lebih menarik dan berkembang. Sebab, dia akan memiliki informasi tak terbatas dari karakter pembelajar, yang akan membuka diri untuk menerima pengetahuan apa pun, walaupun itu hanya sebagian kecil dari apa yang ada untuk tahu, dan dia sadar bahwa ada jumlah tak terbatas yang dia tidak tahu.

Seorang intrapreneur pembelajar akan terus berlatih kebiasaan untuk dapat melakukan proses kreatif, lalu menyelesaikan proses kreatif menjadi inovatif yang bernilai ekonomi, dan tidak pernah malu untuk terus mencoba atas kegagalan yang dialami.

Karakter yang gemar mengumpulkan ide dan menyambungkannya ke visi adalah kebiasaan yang akan menciptakan titik keseimbangan dalam pola kerja kreatif intrapreneur. Kebiasaan untuk berpikir, merenung, berimajinasi, belajar, melakukan percobaan, dan memotivasi diri sendiri dengan kekuatan keyakinan untuk sukses, akan menjadi pola yang membuat fungsi intrapreneur terus mencapai tingkat puncak. Setiap eksekusi dari intrapreneur membutuhkan perencanaan, fokus, semangat, akuntabilitas, integritas pribadi, pragmatisme, fleksibilitas, serta keterbukaan pikiran untuk tidak dikendalikan ego dan nafsu diri sendiri.

Karakter intrapreneur adalah karakter yang harus ambisius untuk menghadirkan prototipe atas semua ide kreatifnya. Dia juga akan belajar memahami realitas pasar, dan dengan ide-ide kreatifnya, dia berani mengeksekusi hasil karyanya untuk sukses di pasar dan disukai konsumen.

Intrapreneur bukanlah karyawan biasa, tapi dia adalah karyawan luar biasa dengan ide-ide cemerlang, yang mampu membawa perusahaannya ke puncak sukses tertinggi. Dia tahu pasar, dan pasar tahu dia. Jadi, ide-ide kreatifnya selalu akan diterima pasar.

Karakter intrapreneur akan semakin berkembang saat budaya organisasi memainkan peran penting, untuk merangkul dan memberikan kebebasan kepada para intrapreneur, untuk mengembangkan potensi mereka dengan maksimal. Ketika budaya organisasi merangkul intrapreneur dan melekatkan potensi dan bakat kuat mereka di seluruh dimensi organisasi, maka para intrapreneur ini akan menjadi mesin waktu yang menopang budaya inovasi. Lalu, secara alami para intrapreneur akan menunjukkan kekuatan dari perspektif alternatif buat kejayaan masa depan perushaan.

Pastikan budaya organisasi telah mengarahkan disiplin intrapreneur ke dalam ruang kreatif perusahaan. Pastikan budaya organisasi telah memotivasi intrapreneur untuk fokus dalam adaptasi realitas pasar dan organisasi. Pastikan budaya organisasi telah memiliki sistem yang mendorong akuntabilitas intrapreneur atas setiap percobaan yang mereka lakukan.

Pengembangan karakter intrapreneur tidak sekedar untuk menjadi kreatif dalam keadaan konstan, tapi juga sangat terlatih untuk menciptakan ide-ide berani saat bisnis sedang goyah. Oleh karena itu, karakter seorang intrapreneur tidaklah boleh tenggelam di tengah-tengah keputusasaan untuk menemukan solusi, tapi karakternya harus kuat dalam menghadapi ketertindasan oleh persaingan bisnis yang tidak adil. Dan mampu menjadi pribadi yang secara fisik, mental, dan emosional, termotivasi untuk membuat perusahaan menang dan unggul dalam semua dimensi usahanya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MUNGKINKAH INTRAPRENEURSHIP BERJALAN DENGAN EFEKTIF DI PERUSAHAAN YANG PENUH BIROKRASI?

MUNGKINKAH INTRAPRENEURSHIP BERJALAN DENGAN EFEKTIF DI PERUSAHAAN YANG PENUH BIROKRASI?

“Intrapreneurship Berarti Para Karyawan Diminta Untuk Menjadi Pengusaha Di Dalam Perusahaan. Mindset Pengusaha Adalah Selalu Mencari Peluang Untuk Menciptakan Kekayaan Atas Sumber Daya Yang Dia Miliki. Dan Bila Karyawan Diminta Untuk Menjadi Pengusaha Berarti Mereka Juga Akan Bekerja Untuk Menciptakan Kekayaan Lebih Dari Sumber Daya Yang Mereka Miliki, Yaitu Kompetensi Dan Kerja Keras. Artinya, Pemilik Saham Harus Mampu Membayar Kompetensi Dan Kerja Keras Para Intrapreneurship Dengan Harga Yang Kompetitif.”~Djajendra

Masa depan korporasi mengisyaratkan untuk menata diri dengan menjadi lebih dinamis melalui keunggulan kreativitas dan inovasi. Kompetisi bisnis membutuhkan jiwa kewirausahaan dari setiap orang di dalam perusahaan. Kemampuan menjadi wirausaha perusahaan akan menjadi faktor kunci dalam menjamin kelangsungan hidup dan keberhasilan peningkatan kinerja perusahaan.

Ketika sebuah perusahaan besar yang mapan dengan birokrasinya mencoba menjalankan gaya manajemen Intrapreneurship atau Corporate Entrepreneurship, maka mereka akan dihadang oleh tantangan besar dari kebiasaan kerja birokrasi yang mapan dan kuat dengan tata kelolanya. Di mana, para karyawan dan pimpinan lebih difungsikan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab melalui birokrasi yang mapan dan kuat, sehingga hal ini menyulitkan tumbuhnya jiwa Intrapreneurship di dalam perusahaan.

Bila membuka kamus maka kata Intrapreneurship didefinisikan sebagai praktek kewirausahaan di sebuah perusahaan mapan. Intrapreneurship menerapkan gaya manajemen yang ditandai dengan fleksibilitas, inovasi, dan pengambilan risiko untuk sebuah perusahaan mapan dan stabil. Tujuannya adalah untuk pengembangan produk melalui jalur cepat dengan menghindari birokrasi, agar dapat mengambil keuntungan dari kesempatan baru atau untuk menilai kelayakan suatu proses baru atau desain. Artinya, Intrapreneurship merupakan sebuah perilaku manajemen di internal perusahaan, untuk berani mengabaikan birokrasi yang panjang dalam mengejar kinerja melalui inovasi dan perubahan cepat. Pertanyaannya, apakah hal ini mudah untuk dilakukan? Bagaimana dengan fungsi transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses dari berjalannya gaya manajemen Intrapreneurship?

Di perusahaan-perusahaan kecil dan menengah milik keluarga biasanya gaya Intrapreneurship dapat berjalan dengan sangat mudah. Sebab, tata kelola perusahaannya sangat fleksible dan cendrung bergantung kepada keputusan dari satu atau dua orang, sehingga setiap proses berlangsung dengan birokrasi yang sederhana yang tidak merusak jiwa kewirausahaan di dalam perusahaan. Kecepatan untuk mencari dan menemukan pasar baru buat peningkatan penjualan, dan kecepatan untuk menciptakan produk baru yang inovatif dalam menjawab kebutuhan pasar selalu terlihat mudah dan fleksible. Hal ini berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang sangat besar dengan sistem birokrasi yang panjang dan rumit. Biasanya, terlihat sangat kaku, tidak mudah, dan kurang fleksible dalam menjawab tantangan pasar yang sekarang ini sangat dinamis dengan perubahan.

Unsur kunci dari Intrapreneurship di perusahaan besar yang mapan adalah kemampuan kepemimpinan yang kuat bersama budaya integritas, untuk mendukung kecepatan dari setiap proses pengambilan keputusan. Termasuk, kesiapan menciptakan jiwa-jiwa kewirausahaan di dalam perusahaan dari setiap karyawan strategis untuk berkembang bersama kebebasan inovasi dan kreatifitas dalam bingkai transparansi, akuntabilitas, integritas, etika, dan pengendalian emosional diri.

Secara tradisional dalam gaya manajemen perusahaan yang dikendalikan oleh sebuah keluarga, penggunakan konsep Intrapreneurship untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas adalah hal yang umum biasa dilakukan. Tapi, mereka tidak mengenal kata Intrapreneurship, dan yang mereka kenal adalah jiwa kewirausahaan dan loyalitas dari para manajer inti yang bekerja bersama mereka di dalam perusahaan, untuk bergerak cepat dan lincah dalam menemukan pasar, dan melayani pelanggan dengan berbagai produk baru yang inovatif.

Kata Intrapreneurship menjadi populer saat majalah TIME pada bulan Februari tahun 1985 memuat artikel tentang Intrapreneur. Dan sejak itu, Intrapreneurship menjadi sangat populer. Apalagi ketika pimpinan dan pemilik Apple Computer, Steve Jobs, dalam sebuah wawancara dalam artikel Newsweek September 1985, mengatakan bahwa, “Tim Macintosh adalah apa yang dikenal sebagai Intrapreneurship.”

Sekarang ini semua perusahaan besar memimpikan untuk memiliki para karyawan atau manajer yang berjiwa Intrapreneurship di dalam perusahaan. Persoalannya, pelaksanaan konsep Intrapreneurship di perusahaan besar milik publik atau pemerintah, memerlukan trust dan kredibilitas dari para manajer, untuk menjalankan budaya integritas dengan tulus dan ikhlas sebelum diberikan kepercayaan untuk menjadi Intrapreneur. Sebab, saat seseorang betul-betul menjalankan perannya sebagai Intrapreneur di tempat dia bekerja, maka dia akan memiliki mindset sebagai seorang pengusaha, bukan lagi sebagai seorang profesional atau karyawan. Mindset sebagai seorang pengusaha di perusahaan yang sahamnya bukan milik dia pribadi berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, yang bila tidak memiliki kekuatan integritas dan etika, maka perusahaan selalu akan dirugikan dari upaya untuk mencari keuntungan buat kepentingan pribadi atau kelompok.

Menjadi Intrapreneur di sebuah perusahaan besar dan mapan dibutuhkan keterampilan kepribadian dan mental di luar kreativitas, termasuk bersedia untuk mengambil risiko di berbagi dan mendorong ide unik, memiliki ketekunan untuk menunggu persetujuan manajemen senior untuk menciptakan dan meluncurkan produk atau jasa, dan sikap proaktif untuk melihat hasil akhir dengan cara kerja yang etis dari integritas pribadi yang tinggi.

Intrapreneur haruslah bermindset pengusaha dalam sikap terbuka dan jujur​​. Hal ini menjadi keharusan, karena para Intrapreneur ini sejatinya adalah karyawan dan bukan pemilik saham. Tapi, mereka diharapkan untuk memainkan peran sebagai pemilik perusahaan yang gigih dan memiliki gairah dalam antusiasme tinggi untuk menghasilkan ide-ide inovatif, agar organisasi dapat tumbuh dan menang dalam kompetisi pasar.

Para pemimpin perusahaan yang menjalankan gaya manajemen Intrapreneurship haruslah menjadi visioner yang cerdas mewujudkan mimpi menjadi realitas. Setiap proses dan birokrasi tetaplah diperlukan untuk kepentingan pengawasan. Tapi, kecepatan dan kelincahan dalam mengikuti kebijakan untuk menjalankan proses persetujuan yang singkat, haruslah menjadi sebuah kebiasaan kerja yang efektif.

Jangan biarkan ide-ide kreatif yang hebat terkurung dalam kotak birokrasi yang lamban. Kedepankan budaya integritas sebagai altar untuk menjalankan kewirausahaan dalam perusahaan. Biarkan setiap orang membawa ide-ide inovatif untuk kemajuan perusahaan. Berikan perhatian dan kompensasi yang sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan karyawan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra