MENYATU DALAM PROSES DAN TIDAK TERLALU TERHUBUNG KE HASIL AKHIR

“Jika Anda hidup dalam hasil, Anda akan kehilangan segalanya. Jika Anda hidup dalam proses, Anda akan mendapatkan segalanya.”~Djajendra

Proses yang baik mengantar Anda menuju pencapaian terbaik. Ketika Anda sedang bermimpi besar, maka Anda harus menyiapkan mental dan emosi untuk menghadapi proses panjang sebelum pencapaian. Bila Anda mengabaikan proses dan hanya fokus pada hasil, maka Anda bisa menyerah terlalu cepat. Proses adalah jalan untuk mencapai yang Anda inginkan.

Anda yang mengabaikan proses seperti sedang menciptakan kebiasaan sabotase diri sendiri. Sebab, ketika Anda mengabaikan proses dan muncul tantangan yang mempersulit pencapaian akhir, maka Anda kehilangan keberanian dan terjebak dalam situasi panik. Kalau Anda membiarkan semuanya mengalir dalam proses, serta berani melalui semua rasa takut dan tidak pasti, maka Anda mampu tampil secara kreatif untuk menemukan solusi yang tepat.

Proses menjadikan Anda lebih sabar menuju ke hasil akhir. Tidak ada rasa takut gagal di sepanjang perjalanan proses menuju hasil. Apalagi kalau Anda mampu menikmati rutinitas dari proses yang Anda jalani, maka perjalanan Anda menuju ke hasil akan terlihat indah dan nikmat.

Dalam proses, Anda melewati situasi-situasi kecil, peristiwa-peristiwa kecil, dan semua ini membutuhkan sikap Anda yang positif dan optimis. Kemampuan Anda untuk memberikan respon yang optimis terhadap berbagai situasi dan peristiwa, serta disiplin Anda untuk terus-menerus bergerak menuju ke masa depan terbaik, menjadikan Anda selalu mencapai kinerja terbaik.

Dalam menghadapi berbagai situasi dan peristiwa di sepanjang proses, Anda harus tampil lebih kreatif agar dapat memiliki pilihan dan kontrol yang tepat untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Intinya, kuatkan mental pemenang Anda dan perilaku yang memotivasi diri sendiri untuk bergerak maju dalam setiap kesulitan dan tantangan yang harus Anda hadapi.

Masalah adalah bagian dari solusi. Oleh karena itu, kalau terjadi masalah, jangan panik dan takut. Masalah hadir untuk mengatakan kepada Anda bahwa proses yang Anda jalani perlu solusi yang lebih tepat. Sikapilah masalah dengan optimis dan positif. Jangan menyalahkan orang lain, fokuskan waktu dan energi Anda untuk menemukan solusi. Tingkatkan kesadaran dan emosi positif Anda untuk mengendalikan pikiran yang mungkin suka mencari penyebab dari timbulnya masalah. Memang Anda perlu tahu akar masalah, tetapi jangan fokus untuk menyalahkan akar masalah. Fokuslah untuk menemukan solusi, bukan untuk menyalahkan.

Ketika Anda sudah berjuang dan bekerja keras dalam proses, tetapi Anda mendapatkan hasil yang berbeda dari rencana, maka Anda tidak perlu kecewa dan marah. Kendalikan diri dan tingkatkan kesadaran untuk mengevaluasi terhadap semua proses yang sudah Anda lakukan. Tenangkan diri, hilangkan ambisi yang berlebihan, dan ambil tanggung jawab untuk tindakan yang lebih tepat agar Anda mendapatkan hasil sesuai rencana.

Ketika pikiran Anda sulit dikendalikan oleh kesadaran Anda, maka pindahkan fokus Anda untuk penguatan kesadaran. Pikiran suka sekali berfokus pada hambatan dan hanya kesadaran yang berfokus pada peluang. Tanpa penguatan kesadaran Anda, pikiran Anda akan mengacaukan hidup Anda. Ingatlah selalu untuk tidak mempercayai pikiran Anda dan jangan pernah memberikan kekuatan yang berlebihan pada pikiran Anda. Kekuatan hanya boleh diberikan kepada kesadaran, sehingga Anda mampu tampil lebih hebat untuk mensukseskan proses Anda.

Tidak ada seorang pun yang bisa melakukan semuanya, manusia adalah tempatnya kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, Anda tidak perlu takut atau khawatir tentang kekurangan dan keterbatasan Anda. Anda fokuskan saja pada apa yang bisa Anda lakukan, dan tidak perlu khawatir atau takut terhadap hal-hal yang tidak bisa Anda kerjakan. Dalam hal ini, Anda harus terbiasa rendah hati dan mau belajar terus-menerus untuk perbaikan secara berkelanjutan.

Ketika Anda dihempaskan dalam perjalanan proses hidup, jangan takut dan putus asa, fokuslah pada peluang yang ada dari peristiwa kehidupan yang Anda hadapi. Dan, tingkatkan kesadaran untuk mendapatkan kejelasan dari peristiwa yang Anda hadapi.

Anda tidak harus selalu menang dengan situasi yang Anda hadapi. Kadang, perlu mengalahkan diri agar diri sadar untuk menyiapkan kualitas diri yang lebih baik. Ketika Anda kehilangan pandangan untuk menuju hasil, Anda harus berhenti sejenak, istirahat sejenak sambil menguatkan kesadaran Anda.

Kesadaran sangat diperlukan agar Anda bisa mengatasi kekuatan negatif yang bersumber dari alam bawah sadar Anda. Sebab, sering sekali, ketika Anda mengalami kesulitan dalam proses, alam bawah sadar suka melindungi kekurangan Anda dan pikiran mulai mencari-cari alasan untuk kegagalan Anda.

Tidaklah seorang pun yang sempurna dalam mengendalikan pikirannya. Sebab, pikiran sangat cerdas dan terlalu kreatif untuk mengambil kembali kendali kekuasaan dari kesadaran Anda. Pikiran selalu memperkuat dirinya sendiri agar bisa menguasai hidup Anda. Pikiran juga mengendalikan berbagai emosi untuk Anda rasakan. Jadi, Anda tidak mungkin bisa melawan pikiran Anda, Anda hanya bisa menempatkan pikiran Anda untuk fokus pada pilihan hidup Anda. Memang tidak mudah mengatur pikiran, tetapi melalui langkah-langkah yang tepat dan sabar, Anda pasti bisa mengatur pikiran Anda untuk kebaikan hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENCAPAIAN TERBAIK TIDAK BOLEH MENGHENTIKAN KERJA KERAS UNTUK PENINGKATAN

“Kesuksesan bukanlah hasil kerja keras satu kali, tetapi hasil kerja keras setiap hari.”~Djajendra

Jika hari ini Anda sedang berprestasi dan berkinerja hebat, jangan merasa paling sukses dan paling hebat. Masih ada tantangan di hari esok, siapkan diri Anda untuk menghadapi tantangan-tantangan yang harus Anda taklukkan di masa depan.

Anda tidak boleh berhenti berusaha untuk menjadi yang terbaik. Walaupun semua yang Anda lakukan selalu mencapai keberhasilan dan kemenangan, janganlah menjadi tinggi hati dan memiliki perasaan bahwa Anda lebih baik dari orang lain. Sekali sifat tinggi hati menguasai pikiran dan emosi Anda, maka itu akan menjadi jalan penurunan bagi keberhasilan Anda selanjutnya. Keberhasilan dan kegagalan haruslah dihadapi dengan semangat dan kerja keras untuk menjadi yang lebih baik.

Sebagai seorang pekerja yang profesional, Anda tidak boleh berhenti mengasah dan mempertajam kompetensi diberbagai aspek kehidupan kerja. Teruslah belajar untuk menambah keterampilan baru, wawasan baru, pengetahuan baru, kesadaran baru, serta tidak pernah berhenti mencari cara kerja terbaik untuk dapat meningkatkan pelayanan Anda kepada perusahaan.

Mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik berarti Anda harus latihan, latihan, dan latihan terus-menerus. Keberhasilan dan kemenangan membutuhkan latihan dan evaluasi yang terus-menerus. Keberhasilan dan kemenangan membutuhkan perjuangan setiap hari, bukan perjuangan satu kali, tetapi perjuangan setiap kali dan setiap hari. Walaupun di tempat kerja sudah ada sistem kerja yang efektif, tetapi sistem kerja yang efektif tersebut hanya menjadi berkualitas, bila Anda mampu memberikan pelayanan dan kontribusi untuk kemenangan.

Kehidupan kerja sangat dinamis, demikian juga sifat bisnis sangat dinamis. Tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin hari ini Anda sedang tidak berprestasi, tetapi bila Anda tetap rajin dan disiplin terhadap apa yang Anda kerjakan, maka hari esok bisa memberikan Anda prestasi dan kinerja terbaik. Oleh karena itu, apapun realitas yang sedang Anda hadapi sekarang, Anda harus memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil. Untuk itu, setiap hari di tempat kerja, Anda wajib memiliki perilaku kerja yang bekerja terus-menerus dengan kualitas yang lebih tinggi, serta perilaku kerja yang fokus untuk dapat meraih kemenangan dan prestasi terbaik.

Tumbuhkan dalam diri Anda mental yang berjuang untuk menjadi yang terbaik, bahkan saat Anda sudah menjadi yang terbaik. Anda tidak boleh berhenti belajar dan bekerja, untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda di semua bagian dari kehidupan Anda. Jadi, walaupun Anda sudah mencapai kinerja dan prestasi terbaik di tempat kerja, Anda harus meningkatkannya menjadi lebih baik lagi, dan Anda tidak boleh berhenti untuk bekerja lebih hebat lagi bagi pencapaian terbaik yang berikut.

Membangun mindset kerja yang terbiasa bekerja melalui budaya akuntabilitas dari pribadi Anda yang kaya integritas. Intinya, bila akuntabilitas sudah dapat dihasilkan dari integritas pribadi Anda, maka Anda selalu mampu memimpin pekerjaan Anda untuk mengatasi tantangan, dan tidak takut atau khawatir ketika harus berhadapan dengan keadaan yang sangat sulit di tempat kerja.

Fokuskan pikiran dan energi positif Anda untuk memfungsikan bakat dan potensi Anda bagi kekuatan pekerjaan yang Anda lakukan. Jangan biarkan bakat dan potensi Anda membuat Anda kemana-mana, dan tidak fokus untuk membangun fondasi kekuatan diri sendiri. Anda perlu ingat, keberhasilan membutuhkan ketekunan dan disiplin yang tinggi untuk mengerjakan segala sesuatu dengan pengetahuan yang tepat.

Pencapaian terbaik tidak boleh menghentikan kerja keras Anda untuk peningkatan. Intinya, kesuksesan bukanlah hasil kerja keras satu kali, tetapi hasil kerja keras setiap hari. Jadi, setiap hari Anda harus memiliki kebiasaan kerja yang tekun dan rajin. Hal ini diperlukan, karena tidak mungkin semua hal di dalam proses kerja berjalan dengan sempurna sesuai sistem. Selalu akan ada gangguan dan ketidakpastian walaupun Anda sudah memiliki sistem kerja yang andal. Oleh karena itu, jika Anda tekun dan disiplin, maka Anda mampu secepatnya memulihkan pekerjaan Anda dari tantangan yang Anda dapatkan.

Bekerja dalam organisasi bisnis membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan hal-hal yang tak terduga. Apa saja bisa muncul dan bisa pergi, tidak ada peristiwa yang sama secara terus-menerus di tempat kerja. Selalu ada perubahan dan kedinamisan yang harus Anda hadapi dengan kecerdasan untuk beradaptasi. Jadi, Anda harus sadar dan ingat terus bahwa selalu akan muncul situasi yang tidak sesuai dengan cara Anda. Dan, inilah namanya tantangan atau rintangan, tugas Anda adalah menerimanya dan menghadapinya dengan cerdas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMFOKUSKAN PIKIRAN DAN PERHATIAN UNTUK MENUJU TUJUAN HIDUP

“Ketika Anda fokus, maka tidak seorang pun yang mampu mengalihkan perhatian Anda atau mengganggu tujuan hidup Anda.”~Djajendra

Anda mau menjadi apa dalam kehidupan yang singkat ini ?

Setiap orang mempunyai kepentingan dan perhatian pada tujuan hidupnya masing-masing. Demikian juga dengan Anda, Anda pasti memiliki impian dan harapan untuk mewujudkan sesuatu. Bila Anda sudah memiliki impian, maka fokuskan pikiran Anda untuk menciptakan realitas dari impian Anda. Bila Anda mengikuti kepentingan dan perhatian orang lain, maka Anda akan kehilangan fokus untuk mencapai tujuan hidup Anda. Akhirnya, di sepanjang perjalanan hidup Anda, Anda tidak pernah bisa hidup untuk mewujudkan impian Anda, Anda hanya menjadi pengikut dari pola pikir orang lain.

Hidup bukanlah untuk terlibat dalam diskusi panjang tentang pro dan kontra. Hidup adalah sebuah pilihan untuk ditekuni dengan disiplin dan tanggung jawab. Miliki sebuah tujuan hidup dan berkaryalah bersama tujuan hidup Anda. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tidak membawa kebaikan bagi hidup Anda.

Pikiran Anda membawa Anda untuk menciptakan realitas, sehingga apapun yang setiap hari Anda pikirkan akan menciptakan realitasnya. Bila setiap hari Anda memikirkan dan membayangkan tentang hal-hal positif bagi kebahagiaan dan kesejahteraan hidup Anda, maka pikiran Anda akan mengantar Anda untuk hidup bahagia dan sejahtera. Sebaliknya, bila setiap hari Anda memikirkan dan membayangkan hal-hal tentang kekurangan, ketidakpuasan, dan protes pada realitas hidup; maka, pikiran Anda membawa Anda pada realitas hidup seperti yang Anda rasakan itu. Jadi, jangan fokuskan pikiran pada hal-hal yang tidak Anda inginkan, fokuskan pikiran Anda untuk hal-hal yang Anda inginkan.

Hiduplah dengan visi dan setiap hari fokuskan pikiran untuk mengerjakan hal-hal sekecil apapun untuk bisa mencapai visi. Mungkin Anda harus bersaing dan berjuang dengan sangat keras; berjuang dengan langkah-langkah yang sangat cepat, tetapi dengan pencapaian yang tidak besar. Untuk itu, ingatkan diri sendiri agar selalu fokus, walau langkah-langkah Anda sangat sulit dan tidak mudah. Anda harus menguatkan mental untuk bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa misi hidup Anda tidak sulit dan bisa Anda kerjakan setiap hari.

Pikiran yang fokus pada tujuan hidup menciptakan kapasitas diri Anda untuk mencapai tujuan hidup Anda. Semakin fokus dan tekun Anda mengerjakan tujuan hidup Anda, semakin produktif Anda menjalani rutinitas hidup Anda. Fokus dan konsentrasi yang tinggi menjadikan Anda tidak kehilangan waktu dan peluang untuk mencapai apa yang Anda inginkan.

Anda yang fokus untuk mengerjakan visi hidup Anda dapat mengoptimalkan semua potensi hebat yang tersembunyi di dalam diri Anda. Tingkatkan kesadaran dan manajemen diri untuk mendapatkan potensi-potensi hebat dari dalam diri Anda.

Bangunlah setiap pagi dengan pikiran optimis dan rasa syukur. Yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu melakukan sesuatu yang terbaik pada hari ini, dan fokuskan pikiran optimis Anda untuk mengerjakan sesuatu yang terbaik dengan penuh semangat. Setiap hari mulailah kerjakan pekerjaan Anda dengan gairah dan motivasi yang optimis untuk mencapai yang terbaik.

Pikiran yang fokus untuk mengerjakan tujuan dengan rinci dan detail membutuhkan kesabaran dan mental optimis. Dalam proses menuju tujuan, kesalahan dan kekurangan adalah sesuatu yang wajar. Bila kesalahan dan kegagalan terjadi, maka jangan takut dan terjebak dalam perasaan gagal. Hilangkan rasa takut dan kuatkan keberanian untuk mencapai yang terbaik. Fokuskan semua energi dan waktu untuk mencapai yang terbaik, setiap hari kerjakan saja segala sesuatu dengan prestasi dan kinerja yang terbaik.

Pikiran dan perhatian yang fokus pada tujuan hidup haruslah menjadi kebiasaan sehari-hari. Menjadi fokus berarti tidak terpengaruh oleh dunia luar, Anda mampu menciptakan dunia Anda sendiri untuk tidak terganggu dengan apa pun dan siapa pun. Anda mampu mengerjakan segala sesuatu untuk kebutuhan dan keinginan hidup Anda dengan konsentrasi penuh. Menjadi fokus berarti Anda sangat teliti dan tidak melewatkan satu inci pun perhatian Anda di setiap proses perjalanan menuju tujuan. Dan, tidak seorang pun yang mampu mengalihkan perhatian Anda atau mengganggu tujuan hidup Anda.

Fokus membutuhkan kebugaran tubuh dan mental. Bila tubuh tidak bugar, maka hal tersebut akan mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi penuh. Demikian juga, bila mental masih lemah dan mudah tergoncang oleh hal-hal yang tidak diinginkan, maka Anda kehilangan tenaga untuk fokus. Dalam tubuh yang sehat dan bugar, dalam mental yang sehat dan bugar, terdapat kekuatan untuk fokus dengan lebih tajam.

Fokus membutuhkan jiwa yang tenang dan pikiran yang terkendali di dalam energi baik. Fokus dapat menguatkan kualitas perhatian dalam upaya untuk menjaga arah pencapaian. Miliki kesadaran untuk meningkatkan energi positif setiap hari agar hidup Anda penuh semangat dan tidak pernah kelelahan. Semakin tinggi energi positif di dalam mental dan tubuh Anda, semakin tinggi kemampuan Anda untuk fokus menuju tujuan hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MASALAH HANYA BAGIAN DARI PEKERJAAN, HADAPI DENGAN OPTIMIS

motivasi-28112016

“Di tempat kerja, Anda hadir untuk solusi, bukan untuk menciptakan masalah.”~Djajendra

Pekerjaan dan bisnis sangatlah dinamis, sehingga wajar bila berbagai macam masalah muncul di tempat kerja. Ketidakpastian dalam bisnis dan pekerjaan bukanlah sesuatu yang harus menjadi alasan untuk panik dan bingung. Masalah hadir untuk ditemukan solusi yang tepat agar pekerjaan dan bisnis berjalan sesuai arah dan tujuan.

Sifat masalah sangat beragam dan bervariasi, masalah menimbulkan kerumitan bila Anda tidak tenang, masalah menjadi semakin tidak sederhana bila Anda panik. Menangani masalah memerlukan mental dan emosi yang yakin untuk menemukan solusi terbaik.

Ketika Anda berurusan dengan masalah, jangan panik dan takut. Hadapi dengan memahami kompleksitas yang muncul dari masalah tersebut. Jangan campur adukan praduga-praduga dengan emosi dalam menghadapi masalah. Tenangkan diri dan temukan pengetahuan yang tepat untuk menyederhanakan masalah. Pisahkan fakta dari ego dan emosi. Hadapi dengan bijak dan temukan solusi terbaik untuk kebaikan jangka panjang. Jadi, kalau ada masalah, jangan sekedar ingin menyelesaikannya untuk jangka pendek, pastikan Anda mendapatkan solusi yang tepat untuk jangka panjang.

Masalah hanya bagian dari pekerjaan. Ada masalah-masalah kecil yang mudah ditemukan solusinya, kadang ada juga masalah-masalah yang sangat rumit dan tidak mudah untuk menemukan solusinya. Anda harus tegas dan fokus saat menghadapi masalah. Hadapi masalah dengan mental pemenang dan emosi yang lebih cerdas. Hadapi masalah dengan kreatif dan produktif. Jangan membiasakan diri untuk mengeluh terhadap masalah yang timbul. Saat masalah muncul, fokuskan energi dan waktu untuk menemukan solusi.

Pahami penyebab masalah, pertajam intuisi Anda, dan dalami resiko yang ditimbulkan oleh masalah tersebut dengan pengetahuan yang tepat. Ingat, bisnis itu sangat dinamis, dan cara kerja harus selalu disesuaikan dengan realitas bisnis. Jadi, saat cara kerja tidak sesuai dengan tuntutan bisnis, maka masalah pasti muncul. Oleh karena itu, biasakan bekerja di luar zona nyaman, dan biasakan untuk mudah beradaptasi dengan perubahan yang dihasilkan dari ketidakpastian. Semakin mudah Anda beradaptasi dengan perubahan, semakin mudah Anda mendapatkan solusi untuk masalah yang Anda hadapi, termasuk semakin berani dan optimis untuk melakukan perbaikan atas kerusakan yang ditimbulkan oleh masalah.

Karena masalah adalah bagian dari pekerjaan, maka tentu saja, setiap karyawan dan pimpinan harus bertanggung jawab untuk menemukan solusi. Intinya, masalah yang timbul di tempat kerja adalah bagian dari pekerjaan yang dilakukan oleh setiap individu karyawan dan pimpinan. Oleh karena itu, saat sebuah masalah muncul, maka hal itu menjadi tugas setiap orang di tempat kerja untuk menemukan solusi yang tepat. Yang perlu menjadi perhatian adalah penuntasan masalah haruslah bersifat jangka panjang, dan tidak boleh hanya untuk jangka pendek.

Bila Anda kreatif dan terbiasa bekerja di luar zona nyaman, maka apapun masalahnya pasti ada solusi terbaik. Biasanya, orang-orang yang suka panik dan takut dengan masalah karena mereka tidak kreatif dan takut bekerja di luar zona nyaman. Biasakan untuk selalu bertukar ide dengan rekan kerja dalam menemukan solusi, serta biasakan dan budayakan di tempat kerja untuk mengelola masalah dari keyakinan optimis dan pikiran positif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBERHASILAN DIKARENAKAN TIDAK PERNAH BERHENTI BEKERJA KERAS, DISIPLIN, TEKUN, DAN OPTIMIS

“Kalau hari ini Anda gagal, masih ada hari esok untuk berhasil.”~Djajendra

Tidak selalu harus menang, kalah pun adalah kemenangan bagi mental pemenang. Kekalahan bagi mental pemenang adalah kemenangan untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik agar dapat meraih kemenangan yang lebih hebat.

Kalau hari ini Anda gagal, masih ada hari esok untuk berhasil. Mungkin kesempatan hari ini hilang, tapi Anda masih bisa menyiapkan segalanya untuk tampil di kesempatan yang lebih tinggi. Selama Anda bekerja dan hidup dengan semangat tinggi, Anda selalu mampu menciptakan banyak kesuksesan di sepanjang perjalanan hidup Anda.

Membangun karir kerja tidak terlepas dari keberhasilan dan kegagalan. Karir kerja berjalan dalam proses belajar, dan Anda harus terus-menerus belajar untuk beradaptasi dengan hal-hal tak terduga. Mungkin saja Anda merasa dianggap oleh pimpinan tidak berprestasi di tempat kerja, tetapi bila Anda ingin berhasil, Anda tidak boleh berhenti berusaha untuk menjadi yang terbaik. Tetaplah tampil penuh semangat walau Anda dipandang kurang berkinerja di tempat kerja. Jangan biarkan peristiwa yang paling suram di tempat kerja menjadikan Anda kalah dan tak berdaya selamanya. Fokuskan perhatian pada hal-hal positif, dan belajarlah dari pengalaman untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan Anda.

Pribadi pemenang tidak peduli dengan keadaan sulit, dia mampu bersikap menang di atas kesulitannya. Dia sadar bahwa keberhasilan dan kegagalan hanyalah warna dari perjalanan hidup. Dia sadar bahwa kegagalan pada hari ini bukan akhir, tetapi awal untuk kesuksesan di waktu yang lain. Bagi pribadi pemenang, kehidupan adalah perjalanan yang optimis di segala situasi dan kondisi. Dia selalu menyiapkan diri dengan disiplin yang tinggi untuk mengatasi tantangan melalui tanggung jawab dan integritas.

Jangan pernah berhenti untuk bekerja dengan cara yang lebih baik. Jangan pernah berhenti untuk mengasah keterampilan dan kemampuan Anda. Belajar dengan lebih rajin dan tambahkan keterampilan baru untuk meningkatkan kualitas Anda. Jadilah energi positif untuk menciptakan budaya kerja yang unggul. Miliki kemauan untuk berprestasi dan berkinerja tinggi. Miliki intuisi dan keterampilan dalam menerjemahkan segala situasi dan kondisi untuk menemukan sukses. Keberhasilan dan kegagalan adalah sesuatu yang biasa saja, dan Anda tidak perlu berlebihan menanggapi keduanya. Fokuskan semua energi dan waktu untuk menjadikan diri Anda lebih baik dan lebih produktif di sepanjang hidup.

Kunci keberhasilan adalah tidak pernah berhenti bekerja keras, tekun, disiplin, rajin, optimis, yakin, dan bermental pemenang. Keberhasilan ada di pikiran Anda. Keberhasilan ada dalam keyakinan Anda. Keberhasilan ada dalam tindakan Anda yang tidak pernah berhenti dan menyerah untuk mewujudkan sukses.

Mental pemenang melahirkan perilaku kerja yang selalu berjuang untuk menjadi yang terbaik. Walaupun sudah menjadi yang terbaik pada saat ini, mental pemenang tidak akan berhenti untuk menjadikan dirinya lebih baik lagi. Kebiasaan hidupnya tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Setiap hari belajar dengan rendah hati dan menyerap pengetahuan dari semua dimensi kehidupan kerja.

Keberhasilan tidaklah gratis, ada banyak hal yang harus diberikan untuk mendapatkan keberhasilan. Anda harus memberikan kerja keras, ketekunan, kerajinan, disiplin, dan juga mau belajar dengan ikhlas dari pelajaran yang diberikan oleh kegagalan. Anda juga harus sadar bahwa berjuang dan bekerja keras untuk sukses bukanlah cukup satu kali, tetapi Anda harus siap mental untuk berjuang dan bekerja keras berkali-kali, tanpa pernah berhenti dan menyerah di sepanjang hidup Anda.

Saat Anda memulai karir di tempat kerja, tidak mungkin semua hal berjalan dengan sempurna. Banyak hal-hal yang tak terduga dan yang tidak Anda inginkan dapat terjadi. Bila Anda bermental pemenang, maka Anda tidak pernah berkeluh-kesah untuk hal-hal yang merugikan Anda, juga tidak terlalu gembira untuk hal-hal yang menguntungkan Anda. Mental pemenang selalu tenang dan menerima segala sesuatu dengan rendah hati. Setiap kegagalan disikapi dengan tenang, lalu mencari solusi agar cepat pulih dari kegagalan, dan segera bangkit dengan optimis untuk mencoba lagi.

Keberhasilan membutuhkan sistem yang kuat untuk menjaga konsistensi tindakan di dalam proses yang tidak pasti. Sistem diperlukan karena dalam proses kadang ada situasi yang tidak bekerja dengan cara Anda. Mungkin Anda sudah berpikir dan menyusun rencana yang hebat, tetapi tantangan datang di luar dugaan Anda, dan kadang bisa juga tantangan itu di luar kendali Anda. Dalam hal ini, sistem akan menjaga standar dan proses yang normal, dan Anda tinggal menjadi lebih kreatif untuk mengatasi tantangan yang di luar dugaan itu dengan solusi terbaik. Menghadapi hal-hal tak terduga dan di luar kemampuan membutuhkan sikap tenang dan penuh percaya diri. Hal yang pasti, Anda harus mampu mengeksekusi dengan sistem Anda yang hebat itu, lalu dengan kreatif mampu menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENYIMPANGAN DALAM ETIKA KERJA MELEMAHKAN BUDAYA ORGANISASI

“Budaya organisasi yang kuat tercipta dari perilaku etis karyawan dan pimpinan yang konsisten.”~Djajendra

Untuk menjaga konsistensi perilaku etis di tempat kerja memerlukan implementasi dan internalisasi kode etik, etika bisnis, nilai-nilai organisasi, dan berbagai kebijakan untuk peningkatan kualitas integritas, serta kemampuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang holistik dan membahagiakan setiap orang.

Penyimpangan dalam etika kerja akan membuat suasana kerja terganggu. Perusahaan tanpa etika merusak perilaku kerja dan menciptakan suasana kerja yang buruk.

Etika kerja diperlukan untuk menjaga rutinitas dan aktivitas sehari-hari di tempat kerja berjalan dengan perilaku positif. Karyawan dengan perilaku etis memiliki kepribadian dengan standar moral yang tinggi, sehingga mereka dapat menjaga diri untuk tidak melakukan penyimpangan di tempat kerja.

Penyimpangan dalam etika kerja menguatkan konflik kepentingan dan penyalahgunaan aset perusahaan.Dan, perlu disadari bahwa moralitas pekerja yang rendah menyulitkan perusahaan untuk menjaga tidak terjadinya penyimpangan. Jadi, bila di tempat kerja masih terjadi penyimpangan dalam etika kerja dan etika bisnis, maka ini artinya internalisasi nilai-nilai moral yang baik dan penegakkan aturan haruslah ditingkatkan.

Etika tidak hanya untuk diucapkan dan ditulis dalam bentuk kode etik. Lebih dari itu, etika merupakan perilaku wajib untuk dapat memiliki budaya perusahaan yang kuat dan unggul. Bila karyawan tidak memiliki perilaku etis, maka mereka tanpa merasa bersalah atau berdosa akan melanggar semua aturan, dan penyimpangan dianggap benar oleh mereka.

Perilaku tanpa etika: mudah berbohong, sering absen dengan berbagai alasan, selalu mencari keuntungan dari hubungan kerja, membuat keputusan tanpa memetakan resiko, tidak menganggap kode etik dan etika bisnis, serta berperilaku sesuka hati tanpa memikirkan aturan dan kebijakan.

Bekerja tanpa etika menjadikan mental buruk dan etos kerja tidak produktif. Hal ini merugikan perusahaan. Selain itu, lingkungan kerja menjadi tidak bahagia karena perilaku yang tidak adil, tingginya diskriminasi, saling bermusuhan, bergosip, perilaku menghakimi, menilai, dan menyudutkan rekan kerja. Semua kondisi ini menciptakan lingkungan kerja sehari-hari yang tidak produktif dan tidak mendatangkan rasa memiliki perusahaan oleh karyawan.

Sekecil apapun penyimpangan dalam etika kerja dan etika bisnis pasti melemahkan budaya organisasi. Dalam budaya yang lemah karyawan tidak mampu bekerja optimal, sebagian energi terkuras untuk melayani hal-hal negatif yang diakibatkan oleh penyimpangan etika.

Penyimpangan etika di tempat kerja mengurangi kualitas kerja untuk semua karyawan. Jelas, hal ini mengakibatkan turunnya kualitas pelayanan, dan memburuknya hubungan pelanggan dengan perusahaan. Kondisi ini pasti menurunkan kinerja bisnis dan berdampak serius pada penurunan citra perusahaan.

Menguasai etika tidaklah bisa secara otomatis. Sering sekali, atau pada umumnya, perusahaan membuat kode etik dan panduan etika bisnis, lalu disosialisasikan dalam waktu singkat, dan memaksa karyawan untuk mematuhinya. Dalam realitas, cara ini selalu gagal. Perlu diingat bahwa implementasi etika bertujuan untuk mengubah perilaku karyawan. Mengubah perilaku membutuhkan disiplin yang tinggi untuk berlatih perilaku etis, yang sesuai dengan kode etik dan panduan etika bisnis. Dalam hal ini, perusahaan harus sadar untuk melatih semua karyawan secara rutin, dan melatihnya berulang-ulang agar perilaku etis terbiasa bagi karyawan.

Tidak ada cara instan dalam menciptakan perilaku etis, dan tidak bisa menyerahkan perilaku etis kepada kesadaran karyawan. Perusahaan wajib membuat kebijakan dan aturan untuk menyadarkan karyawan agar berperilaku etis di tempat kerja. Lalu, menegakkan aturan dan menghukum yang tidak etis.

Budaya organisasi yang kuat dikembangkan melalui perilaku etis karyawan. Semua ini bisa dimulai dari lingkungan kerja. Misalnya, karyawan bertanggung jawab menjaga kebersihan ruang kerja, menjaga kebersihan toilet dan tersedianya kertas toilet, menjaga dapur dan kantin kantor yang bersih dan piring-piringnya tersusun dengan baik. Walaupun mungkin sudah ada petugas khusus yang mengerjakan pekerjaan kebersihan lingkungan kantor, tetapi perilaku etis karyawan haruslah peduli, serta memiliki tanggung jawab untuk berbudaya bersih dan sehat di tempat kerja.

Perilaku tidak etis, seperti: mengaku sakit, tapi sebenarnya pergi jalan-jalan;  jatuh cinta dengan rekan kerja, padahal sudah punya isteri atau suami; berperilaku buruk di acara atau kegiatan kekeluargaan dengan rekan kerja dan atasan; ikut campur dalam urusan pekerjaan orang lain; meminta komisi atau keuntungan kepada pihak ketiga dari pelayanan yang diberikan; tidak bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat perlengkapan kantor; menghabiskan sebagian jam kerja untuk berselancar di sosial media; berperilaku boros dan tidak bertanggung jawab saat menggunakan fasilitas kantor; meja kerja tidak bersih dan banyak makanan ringan; senang mendengarkan gosip dan mengulanginya untuk rekan kerja yang lain; tidak peduli dengan komplain pelanggan; tidak memiliki empati terhadap rekan kerja, bawahan, atasan, dan pelanggan; tidak peduli dengan standar kerja; mengabaikan kualitas di setiap proses kerja; tidak disiplin; dan malas berkontribusi untuk kemajuan perusahaan. Semua perilaku tidak etis ini pasti melemahkan budaya organisasi. Jadi, kalau mau memiliki budaya organisasi yang kuat, maka tingkatkan kualitas perilaku etis di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BERGAUL DI TEMPAT KERJA

motivasi-26092016

“Tempat kerja adalah tempat bergaul bagi perilaku produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.”~Djajendra

Ketika karyawan sudah terbiasa menjalankan etika bergaul di tempat kerja secara profesional; maka, hubungan kerja yang sehat, kuat, etis, produktif, dan menyenangkan, akan tercipta untuk membahagiakan semua stakeholders.

Hubungan kerja tidaklah selalu mudah. Pikiran dan kepentingan yang berbeda bisa menjadi rintangan dalam merawat hubungan kerja yang positif dan profesional. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja harus memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk menegakkan etika di semua aspek kerja. Dalam hal ini, sangat diperlukan hubungan kerja yang etis untuk mendorong pergaulan yang etis di tempat kerja. Ketika etika bergaul terimplementasi dengan baik di tempat kerja, maka setiap karyawan akan sadar untuk memiliki tanggung jawab dalam membentuk tempat kerja yang etis bagi semua pemangku kepentingan.

Etika bergaul di tempat kerja bersumber dari kemampuan karyawan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dalam hal ini, karyawan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk berperilaku sesuai kode etik dan etika bisnis perusahaan. Walaupun kode etik dan etika bisnis sifatnya normatif dan teori, tetapi bila karyawan sadar untuk menjadikannya sebagai perilaku, maka mereka akan terus-menerus berlatih dan membiasakan semua yang normatif tersebut menjadi perilaku nyata di tempat kerja.

Pergaulan etis membutuhkan dasar komunikasi yang bersumber dari pikiran dan emosi positif. Intinya, walaupun karyawan sudah menguasai cara berkomunikasi yang baik, tetapi tanpa kekuatan etika dan moralitas di dalam kepribadian dan karakter kerjanya, maka komunikasi yang baik tersebut tidak akan mampu menyentuh hati dan logika orang lain.

Berkomunikasi di tempat kerja berarti karyawan memahami kebutuhan proses kerja, serta mampu mengekspresikan etos kerja untuk melayani kebutuhan proses kerja dengan profesional. Komunikasi kerja yang etis dengan perilaku etis dapat melancarkan proses kerja di dalam integritas dan akuntabilitas yang tinggi.

Etika bergaul di tempat kerja dapat terimplementasi dan terinternalisasi dengan baik, bila pimpinan dan manajemen perusahaan mampu mengembangkan sistem dan budaya organisasi, untuk mengelola hubungan antar karyawan dengan perilaku yang etis. Jelas, dalam hal ini, perusahaan harus mengeksplorasi nilai-nilai terbaik yang diinginkan di dalam budaya organisasi. Nilai-nilai terbaik inilah yang nantinya akan menjadi perilaku, sikap, etos, dan karakter kerja karyawan. Di awali dari nilai-nilai pilihan, lalu nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai standar perilaku kerja yang secara otomatis membangun perilaku organisasi dalam wujud budaya.

Etika pergaulan di tempat kerja haruslah menjadi budaya pergaulan di tempat kerja. Jadi, setiap karyawan harus sadar bahwa keberadaan mereka di tempat kerja adalah untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang etis dan produktif. Mereka berada di tempat kerja untuk bekerja dengan segala kemampuan bagi terciptanya kinerja terbaik. Oleh karena itu, tidak boleh ada perilaku yang merintangi atau menghalangi terciptanya kinerja yang produktif di tempat kerja.

Etika bergaul yang etis dengan integritas dan akuntabilitas dapat menciptakan energi positif di lingkungan perusahaan. Hal ini, menjadi kekuatan untuk memperbaiki masalah hubungan tidak harmonis antara karyawan. Bila perilaku etis sudah benar-benar terinternalisasi di dalam perilaku kerja karyawan, maka sangat mudah bagi manajemen untuk memperbaiki perilaku yang tidak pantas, serta mempromosikan tempat kerja yang terstruktur dalam budaya kuat dan produktif.

Pergaulan yang etis di tempat kerja menawarkan kenyamanan, kesenangan, kebahagiaan, kesehatan mental, dan kondisi kerja yang positif bagi setiap karyawan.

Etika pergaulan mendorong terciptanya perilaku berdasarkan nilai-nilai moralitas positif. Kondisi ini menjadikan tempat kerja berbudaya adil, terbuka, bertanggung jawab, tidak ada permusuhan, tidak ada diskriminasi, tidak ada pilih kasih, tidak ada pelecehan, tidak ada konflik kepentingan, tidak ada kebohongan, tidak ada perilaku dan tindakan yang merugikan stakeholders. Jadi, semua karyawan selalu merasa bahagia di tempat kerja sehingga benar-benar bisa fokus bekerja untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA PRODUKTIF

“Orang-orang produktif selalu berkinerja tinggi, dan menikmati kemakmuran yang melimpah ruah di sepanjang hidup.”~Djajendra

Perusahaan yang kuat dan sehat dihasilkan dari orang-orang yang sangat produktif. Bila karyawan tidak produktif, maka mereka adalah biaya tersembunyi yang membuat produk perusahaan tidak kompetitif.

Di masa depan, setiap perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitas akan menjadi pemenang. Kualitas yang baik dan harga yang murah adalah harapan dari pelanggan. Kemampuan manajemen untuk menjaga produktivitas di lingkungan kerjanya akan membawa keberuntungan bagi stakeholders. Kehilangan produktivitas berarti berpotensi kehilangan bisnis karena kalah bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Produktivitas yang tinggi ditentukan oleh etos dan kondisi kepribadian karyawan. Bila karyawan bekerja dalam kondisi stres, tertekan, dan tidak bahagia; maka, dapat dipastikan produktivitas mereka menjadi sangat rendah. Diperlukan suasana hati yang penuh rasa syukur, perilaku yang fokus pada pekerjaan, pikiran positif, hubungan kolaborasi kerja yang kuat antara karyawan, dan etos kerja yang profesional, untuk menghasilkan perusahaan yang produktif.

Pimpinan dan manajemen perusahaan haruslah membangun budaya kerja yang mampu meningkatkan produktivitas secara terus-menerus. Budaya kerja yang rajin, berani, optimis, gembira, mencintai pekerjaan, disiplin, dan keterlibatan setiap orang dari hati yang tulus, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Di samping itu, pimpinan dan manajemen harus selalu hadir dan membangun hubungan positif dengan semua karyawan. Menjaga harga diri karyawan, menjaga perasaan aman karyawan, memberikan dukungan penuh kepada karyawan, menghormati kemampuan dan keandalan karyawan, memenuhi kebutuhan dan harapan karyawan, dan menciptakan budaya bahagia di lingkungan kerja, adalah cara untuk merangkul karyawan dan menjadikan mereka sebagai energi produktif bagi bisnis perusahaan.

Membangun etos kerja yang profesional dan melatih karyawan untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan produktif dalam pekerjaan sehari-hari. Manusia yang produktif tercipta dari kesadaran untuk menumbuhkan kinerja secara terus-menerus. Karyawan yang sadar dan hati nuraninya termotivasi untuk terlibat dalam kerja keras yang produktif, adalah awal bagi peningkatan kinerja bisnis. Etos kerja yang hadir dan tidak pernah absen; etos kerja yang selalu berhati-hati dan menghindari dari kecelakaan kerja; etos yang belajar dari kesalahan dan kekurangan, tanpa mengeluh ataupun merasa ada yang kurang; etos yang suka berkolaborasi dan berkoordinasi; etos yang bekerja untuk pertumbuhan dan prestasi; etos yang bersikap positif dan optimis; etos untuk menikmati proses kerja dengan hati yang senang, adalah kekuatan yang menjadikan setiap karyawan produktif di tempat kerja.

Peningkatan produktivitas membutuhkan loyalitas yang tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan bekerja sepenuh hati, dan tanpa hitung-hitungan. Loyalitas dapat menekan biaya operasional perusahaan. Loyalitas dapat menekan stres di tempat kerja. Loyalitas membuat karyawan bekerja sukarela dalam kolaborasi dan proses kerja. Loyalitas menjadikan karyawan mengabdi dengan tulus dan ikhlas untuk kemajuan perusahaan. Loyalitas menghilangkan produktivitas rendah dan mendorong antusiasme karyawan untuk berkinerja tinggi.

Tubuh yang bugar dan sehat, serta pikiran positif adalah fondasi untuk produktivitas tinggi. Pimpinan dan manajemen tidak boleh lalai dalam menciptakan program-program kebugaran di tempat kerja. Bila karyawan sakit-sakitan, maka mereka pasti sering absen, dan hal ini akan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, membangun budaya kerja dengan aktivitas olah raga dan pola makan sehat adalah sangat penting. Dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang hebat untuk bekerja secara produktif. Intinya, walaupun seseorang sangat cerdas dan pintar luar biasa, tetapi bila tubuhnya tidak sehat dan bugar, maka dia akan sering absen dan produktivitasnya rendah. Artinya, dia akan menjadi biaya tersembunyi yang menggrogoti kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang positif akan membangun kesejahteraan dalam semua dimensi kehidupan karyawan. Budaya kerja yang positif dimulai dari dukungan sumber daya manusia yang sehat fisik dan jiwa; didukung oleh sumber daya manusia yang bahagia berkolaborasi di dalam sistem dan proses kerja; didukung oleh sumber daya manusia yang suka berjuang dan tak pernah meneyrah untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu rendah hati dan melayani satu sama lain dengan tulus dan ikhlas; didukung oleh sumber daya manusia bermental optimis dan belajar dari kesalahan, tanpa menyalahkan orang lain; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu termotivasi untuk membantu rekan kerja, bawahan, dan atasan dengan sepenuh hati; didukung oleh sumber daya manusia yang bekerja dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi; didukung oleh sumber daya manusia yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat, rasa terima kasih, kepercayaan, integritas, dan cinta.

Budaya kerja yang produktif dibangun dari hubungan sosial di tempat kerja yang kompak dan solid. Setiap karyawan harus hadir sebagai energi positif, sebagai sumber kebaikan bagi kemajuan organisasi. Pikiran negatif, hati yang tidak bersih, emosi negatif, fisik yang tidak bugar dan tidak tenang, adalah pemicu stres di tempat kerja. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan kerja dengan prasangka buruk, dan hubungan sosial di tempat kerja akan semakin memburuk. Jelas, semua kondisi negatif yang dihasilkan dari pribadi karyawan selalu memberikan dampak buruk dalam mencapai kinerja terbaik. Hal ini juga, akan membuat kehidupan kerja yang tidak bahagia dan pasti juga tidak produktif.

Budaya kerja produktif membutuhkan daya tahan kolektif yang unggul. Masalah, persoalan, kesulitan, tantangan, resiko, dan cobaan berat, adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus menyiapkan mental pemenang yang tangguh dan siap menghadapi segala ketidakpastian di tempat kerja. Mindset haruslah menghindari pikiran dan emosi negatif saat situasi sulit hadir dan mengacaukan lingkungan kerja. Mental tangguh harus ditunjukkan oleh setiap karyawan agar perusahaan selalu terjaga dan terawat untuk peningkatan. Semua perjalanan yang sulit dan tidak pasti jangan melemahkan semangat, tetapi harus menjadi titik awal untuk kebangkitan dalam mencapai keberhasilan.

Setiap karyawan harus memiliki komitmen dan ikhlas mengorbankan diri demi kemajuan perusahaan. Kepentingan perusahaan haruslah diutamakan daripada kepentingan pribadi. Jangan bekerja dengan pikiran sempit yang hanya terfokus pada kepentingan kebutuhan dan harapan diri sendiri. Keberadaan sebuah perusahaan adalah untuk melayani banyak orang, miliki komitmen dan kesetiaan untuk melayani semua pelayanan yang sudah dijanjikan perusahaan kepada stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA DAN ETOS SALING TERKAIT, TIDAK TERPISAHKAN

MOTIVASI 09072016

“Etos tanpa etika menjadikan karyawan tidak punya integritas.”~Djajendra

Etika membuat karyawan patuh pada hukum dan aspek moralitas; etos membuat karyawan patuh pada nilai-nilai perusahaan, aturan perusahaan, budaya perusahaan, etika, dan praktik kerja dari hati yang ikhlas untuk melayani.

Etos kerja adalah tentang daya tarik dari karakter pekerja. Dalam pekerjaan apapun, etos menjadi perilaku yang terlihat dan dinilai secara kasatmata. Orang yang rajin, tekun, ulet, disiplin, kerja keras, berkemauan tinggi, tepat waktu, produktif, kreatif, bekerja dengan hati, melayani dengan hati, dan mengalir dalam kolaborasi, adalah contoh dari etos yang kuat.

Etos berbeda dengan etika, walau keduanya saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Etos yang baik dilandasi oleh etika yang baik, keduanya membentuk karakter kerja yang terpercaya dan andal. Kalau etos adalah tentang daya tarik dari karakter pekerja, seperti: cara kerja, penampilan, atau gaya kerja; sebaliknya, etika adalah tentang moralitas kerja, disini yang dilihat adalah kemampuan untuk menjalankan kebaikan dan menghindari semua yang tidak baik, menjalankan kebenaran dan menghindari semua yang tidak benar, tujuannya untuk membentuk integritas.

Menguasai etos yang baik berarti menguasai etika yang sempurna. Etos tanpa etika menjadikan karyawan tidak punya integritas. Perilaku kerja yang cerdas, rajin, disiplin, pintar, cepat, produktif haruslah disertai etika yang hebat agar perilaku kerja tersebut mampu bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan semua yang dilakukan dengan sempurna.

Etos yang baik mampu menjadi tradisi kerja yang mulia dan membanggakan. Etos mengekspresikan tanggung jawab pribadi dan kelompok melalui karakter kerja yang membanggakan organisasi. Etos yang baik fokus pada pelayanan, keamanan, dan kepuasaan pelanggan. Etos yang baik menjadi energi positif yang melayani perusahaan dan pelanggan dengan rendah hati. Etos yang baik tidak akan menghambat kebutuhan pelanggan, tetapi berfungsi sempurna untuk melayani pelanggan dan stakeholder lainnya. Etos yang baik mempercepat pengambilan keputusan. Semua isu, satu per satu, dituntaskan dengan baik, lalu dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Penyatuan karakter kerja oleh etos dan etika akan menciptakan akuntabilitas yang tinggi, serta menciptakan sumber daya manusia yang dapat diandalkan dalam memenangkan kompetisi pasar yang ketat. Jadi, etika dan etos saling terkait, tidak terpisahkan. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus mampu memimpin etos dan etika, lalu diberdayakan untuk menguatkan budaya kerja. Etos dan etika yang kuat menjauhkan perusahaan dari masalah, krisis, penundaan, atau menyelamatkan semua peluang terbaik yang dimiliki perusahaan.

Etos dan etika diperlukan untuk meningkatkan reputasi dan melaksanakan solusi yang dipilih. Etos dan etika yang dijalankan dengan baik mampu mendobrak hambatan dan membangun kepercayaan di internal perusahaan.

“Bila Anda optimis dan bekerja lebih keras di masa sulit, maka masa sulit itu akan menjadi fondasi untuk keberhasilan Anda yang melebih sebelumnya.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KESADARAN UNTUK BEKERJA LEBIH KERAS DAN LEBIH TERORGANISIR

MOTIVASI 29062016

“Pekerja keras adalah orang-orang produktif dan berkinerja tinggi yang selalu berdiri di puncak prestasi. Orang-orang malas adalah beban yang merugikan usaha dan moral kerja.”~Djajendra

Kesadaran adalah kualitas yang dapat dikelola untuk membangun karir yang lebih profesional. Kesadaran menjadikan Anda mudah membangun sukses karir, serta mampu berkarya tanpa terganggu oleh berbagai situasi dan ketidakpastian. Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir dapat menjadikan Anda andal, hebat, bertanggung jawab, profesional, dan dibutuhkan oleh banyak orang. Miliki etos untuk meningkatkan reputasi Anda di tempat kerja. Miliki cinta dan ketertarikan yang besar terhadap pekerjaan yang Anda lakukan. Bekerjalah lebih teliti dan lebih fokus agar Anda dapat menghasilkan yang terbaik.

Miliki rencana dan tetapkan tujuan dengan tegas, lalu miliki semangat dan kegigihan untuk mewujudkan rencana tersebut. Bekerjalah dengan rajin, ketelitian, kualitas, dan kecepatan untuk meningkatkan reputasi Anda. Bekerjalah tanpa penundaan dan fokuskan perhatian pada prioritas yang harus segera Anda tuntaskan. Hindari sikap malas, karena malas adalah energi negatif yang menjadikan Anda gagal meraih sukses. Tingkatkan disiplin diri, kontrol diri, tekad, kerja keras, mental pejuang, dan perilaku yang tak pernah menyerah untuk menghasilkan yang terbaik.

Ketika Anda ingin meraih karir yang kaya prestasi dan kinerja, maka Anda harus memiliki kesadaran untuk menjadi lebih rajin dan lebih menunjukkan etos yang produktif. Anda harus termotivasi untuk lebih disiplin, lebih berkualitas, lebih menunjukkan kemampuan dan keahlian, serta selalu rendah hati agar bisa terus-menerus menambah pengetahuan yang menjadikan Anda unggul.

Bekerjalah dengan terorganisir di dalam kolaborasi yang produktif. Tampilkan diri Anda sebagai pribadi yang optimis, rajin, teratur, bertujuan, dan fokus untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Jadilah pribadi yang melakukan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik, serta menampilkan etos kerja yang diandalkan oleh perusahaan. Bekerjalah dengan akal sehat, lebih teliti, lebih mempertimbangkan semua potensi resiko.

Bekerjalah sesuai prioritas, tangani satu per satu pekerjaan Anda dengan fokus yang tajam dan produktif. Jangan membiasakan diri membuang-buang waktu dan energi untuk rasa khawatir atau gangguan lainnya.

Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir akan menjadikan Anda sebagai kekuatan tim dan kekuatan struktur organisasi. Anda menjadi pribadi andal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anda juga harus mampu menampilkan perilaku yang tertib dan teliti, taat pada aturan dan etika, taat pada kepemimpinan, taat pada visi dan misi perusahaan, taat pada nilai-nilai perusahaan, menjadi lebih rajin dan lebih disiplin, lebih terorganisir di dalam hubungan kerja, lebih bertanggung jawab, tepat waktu, mampu berkomunikasi dengan positif, selalu bertindak dengan rencana terbaik, peduli untuk menuntaskan pekerjaan dengan tepat waktu dan berkualitas.

Biasakan untuk bekerja dengan tenang dan santai, tidak perlu berteriak-teriak dan terlihat sangat sibuk. Santai saja, tenang saja, nikmati proses kerja, dan tampil lebih produktif untuk memastikan tidak ada yang mustahil di dalam target Anda.

Saat menghadapi tantangan, fokuskan perhatian hanya pada satu tantangan pada satu waktu. Jangan pikirkan sekaligus semua tantangan tersebut, buat prioritas dan tuntaskan satu persatu dengan baik. Intinya, bila Anda tidak panik dan takut menghadapi tantangan, serta mampu menuntaskannya dengan prioritas. Maka, Anda terlihat lebih dewasa, lebih menguasai, lebih bijaksana, lebih produktif, serta cara kerja Anda akan dihormati oleh lawan dan kawan Anda.

Setiap saat miliki kesadaran untuk membangun perilaku yang menguntungkan masa depan Anda. Karir yang baik tidak hanya terjadi karena Anda pintar, tetapi juga oleh perilaku dan kebiasaan Anda yang disukai oleh orang lain. Oleh karena itu, biasakan untuk berperilaku positif secara teratur dan berulang-ulang, sehingga perilaku positif menjadi karakter Anda. Miliki empati untuk memahami kebutuhan orang lain dan mampukan diri Anda untuk berkomunikasi dengan siapapun. Sikap dan perilaku positif Anda adalah aset yang akan meningkatkan reputasi Anda.

Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir harus diikuti dengan rasa cinta pada pekerjaan. Bila Anda mencintai pekerjaan Anda, maka Anda bisa bekerja sesuai kemauan Anda. Anda akan termotivasi untuk menjadi lebih teliti, lebih berjuang, lebih tekun, dan selalu optimis untuk hasil terbaik.

“Penundaan dan kemalasan adalah perilaku yang mensabotase langkah Anda menuju sukses.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN DAN BUDAYA KERJA KERAS

MOTIVASI 29042016

“Pemimpin adalah teladan untuk budaya kerja keras. Bila pemimpinnya banyak alasan, tidak berani mengambil resiko, dan malas bekerja keras; maka, dia adalah pemimpin yang sedang melemahkan budaya kerja keras.”~Djajendra

Dalam budaya kerja keras, kualitas pemimpin menentukan apakah budaya kerja keras itu tumbuh atau tidak berkembang. Bila pemimpin sadar bahwa seorang pemimpin ditakdirkan untuk bekerja lebih keras seumur hidup; lebih mencurahkan perhatian dan perilaku produktif; lebih berani menerobos resiko dan memenangkan situasi; lebih siap untuk menderita; dan lebih siap untuk menaklukkan setiap rintangan dan hambatan dengan integritas yang tinggi. Maka, pemimpin tersebut menjadi energi untuk menumbuhkan budaya kerja keras.

Ketika pemimpin bekerja keras, dia akan melakukannya bersamaan dengan pemberdayaan individu dalam kerja keras. Energi dan semangat kerja keras pemimpin ditularkan kepada setiap individu yang bekerja dibawah koordinasinya. Sebagai pemimpin, dia menghormati kehebatan individu, sehingga setiap karyawan dimotivasi dan dikuatkan kompetensinya agar siap berkontribusi dalam kerja keras.

Budaya kerja keras adalah budaya yang berkoordinasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi secara profesional. Ide dan pendapat harus mengalir dan terkoordinasi secara baik, hal ini diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Setiap karyawan dan pemimpin adalah satu kekuatan yang tak terpisahkan. Setiap orang di dalam struktur organisasi adalah satu tubuh dengan satu visi yang jelas, untuk mengeksekusi rencana dan target. Dengan kata lain, semua orang di dalam organisasi bersikap dan bertindak di dalam koordinasi yang dipimpin dengan semangat gotong royong dalam menghasilkan yang terbaik.

Setiap individu di tempat kerja adalah kekuatan yang bisa mengungguli apapun yang ditargetkan. Prinsip-prinsip budaya kerja keras harus ditanamkan ke dalam mind set, dan dimotivasi agar menjadi perilaku kerja yang andal. Karyawan dan pemimpin harus bersama-sama dalam satu persepsi, keyakinan, visi, misi, nilai-nilai, dan budaya kerja keras. Tidak boleh ada yang melemahkan budaya kerja keras, semua orang harus berkomitmen dalam menjaga budaya kerja keras yang efektif dan produktif.

Dalam budaya kerja keras dibutuhkan kontribusi intelektual dan perilaku produktif dari individu. Selanjutnya, dari keunggulan individu dibangun sebuah budaya kerja keras yang kolektif; budaya kerja keras yang kolektif harus terlihat dalam kolaborasi kerja. Pendekatan individu sangat penting agar setiap orang merasakan sentuhan pemimpin dan merasa diperhatikan oleh manajemen. Jadi, walau di tempat kerja harus digunakan pendekatan kolektif atau team work, tetapi pendekatan individu akan menguatkan budaya kerja keras. Artinya, kombinasi yang baik dari pendekatan individu dan pendekatan kolektif dapat meningkatkan kinerja setiap orang.

Etos kerja yang tak kenal lelah; etos kerja yang tak pernah menyerah; etos kerja yang ikhlas berkorban untuk mendorong kinerja; etos kerja yang kaya integritas; etos kerja yang penuh disiplin dan semangat; etos kerja yang mengejar prestasi dan kinerja; etos kerja yang kreatif dan inovatif; etos kerja yang berjuang untuk menjaga prestasi terbaik; etos kerja yang rendah hati dan terus-menerus meningkatkan kompetensi; etos kerja yang memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan, adalah bagian dari budaya kerja keras. Intinya, budaya kerja keras harus dilengkapi etos kerja yang membuat budaya kerja keras tersebut unggul dan bersaing di pasar dunia yang bebas.

Dalam budaya kerja keras, setiap karyawan harus unggul dengan kompetensi inti. Ini adalah dasar untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik. Setelah kompetensi inti sudah berkualitas tinggi, selanjutnya setiap individu secara berkelanjutan dimotivasi untuk pengembangan kualitas soft skill diberbagai aspek dan dimensi individu. Nantinya, soft skill inilah yang menjadi inti dari budaya kerja keras tersebut.

Soft skill sangat menentukan budaya kerja keras. Sebab, budaya kerja keras tidak akan ada bila soft skill karyawan dan pimpinan lemah atau kurang. Jadi, untuk menciptakan budaya kerja keras dalam harmoni, loyalitas, integritas, dan akuntabilitas. Maka, perusahaan harus menyiapkan anggaran untuk penguatan soft skill karyawan secara berkelanjutan dan terus-menerus di sepanjang zaman. Siapapun yang meremehkan tentang pentingnya soft skill diberbagai dimensi individu akan kecewa dengan kinerja individunya.

Pemimpin harus mengkoordinasikan budaya kerja keras. Pemimpin harus menjadi teladan yang menghormati setiap potensi individu, untuk dimaksimalkan menjadi energi kolektif organisasi. Pemimpin harus menetapkan kebijakan yang menginternalisasikan nilai-nilai untuk mendukung budaya kerja keras. Pemimpin tidak boleh hanya menuntut, berharap, dan menunggu karyawan untuk bekerja keras. Tetapi, membangun budaya kerja keras dan menciptakan gaya manajemen yang berorientasi pada budaya kerja keras.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBIASAAN DAN PERILAKU ADALAH KEKUATAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN

“Bekerja yang baik adalah menyatukan perilaku dan kebiasaan di dalam etos yang profesional, untuk mencapai kinerja tertinggi.”~Djajendra

Kekuatan nyata muncul dari kebiasaan dan perilaku yang terlatih secara profesional. Setiap tujuan bergerak dari kebiasaan dan merupakan bagian dari perilaku. Ketika memiliki tujuan sebaiknya tidak fokus pada tujuan, tetapi fokus untuk menciptakan kebiasaan dan perilaku yang tepat agar bisa mewujudkan tujuan. Tujuan membutuhkan sikap, perilaku, kebiasaan, pengetahuan, keterampilan, dan cara untuk mencapainya.

Tujuan berada di masa depan, Anda harus bertindak dengan perilaku dan pengetahuan yang tepat dalam menemukan tujuan. Anda harus menghargai langkah-langkah yang Anda ambil untuk sampai di tujuan. Anda harus fokus hari ke hari dengan menciptakan kebiasaan positif, dan bergerak dengan perilaku penuh disiplin untuk sampai ke tujuan.

Ketika Anda fokus pada tujuan tanpa membentuk perilaku dan kebiasaan untuk mencapai tujuan, Anda akan kelelahan dan kehilangan mental untuk sampai di tujuan. Perilaku dan kebiasaan adalah kekuatan untuk mewujudkan apapun yang diinginkan. Jadi, saat memiliki keinginan, tidak perlu terlalu terobsesi dengan keinginan tersebut, Anda hanya perlu menyiapkan perilaku dan kebiasaan yang tepat untuk mewujudkan keinginan tersebut. Intinya, jangan fokus pada keinginan, tujuan, harapan, ambisi, target; fokuslah pada caranya, dengan menyiapkan perilaku dan kebiasaan untuk menjalankan cara tersebut.

Jadilah efektif dengan fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan atau kontrol, jangan habiskan waktu dengan memfokuskan pada sesuatu di luar kendali Anda. Tidak semua hal bisa Anda kerjakan sendiri. Anda harus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak lain untuk hal-hal di luar kendali Anda. Anda harus berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan untuk hal-hal yang di luar kendali Anda ataupun di luar kendali orang lain.

Sering sekali orang-orang terjebak dalam target atau tujuan. Mereka tidak sadar untuk melatih perilaku dan kebiasaan yang diperlukan oleh target tersebut. Akhirnya, mereka frustasi dan menganggap target tersebut berada di luar kendali mereka.

Di tempat kerja, banyak hal di luar kontrol Anda. Biasanya, yang menentukan target adalah pimpinan, bukan Anda. Ada bagian yang membuat rencana, dan rencana itu akan dieksekusi oleh orang-orang yang tidak ikut dalam pembuatan rencana. Jadi, keberhasilan dalam mencapai target berada pada kemampuan untuk beradaptasi dengan rencana tersebut. Bila tidak mampu beradaptasi dengan rencana tersebut, Anda akan menganggap target yang diberikan berada di luar kemampuan Anda.

Ketika rencana diberikan untuk dieksekusi, Anda harus fokus pada perilaku dan kebiasaan yang paling efektif dan produktif untuk mencapainya. Sekali lagi, jangan pernah fokus atau terjebak dalam target. Jika Anda terlalu fokus pada target, maka Anda akan stres dan bingung untuk mencapainya.  Satu-satunya yang berada di bawah kendali Anda adalah perilaku dan kebiasaan kerja Anda. Jadi, miliki disiplin dan etos yang hebat untuk mengarahkan perilaku dan kebiasaan Anda menuju pencapaian terbaik.

Bila ingin mencapai target terbaik, maka jangan ingat targetnya, fokuslah pada kebiasaan dan perilaku kerja yang membuat Anda penuh semangat dalam mencapai target. Target hanyalah ujung dari proses pencapaian, diperlukan proses yang berkualitas untuk mencapai ujung pencapaian. Jadi, Anda tidak pernah bekerja untuk target, Anda hanya bekerja untuk proses agar Anda sampai pada ujung pencapaian target.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CODE OF CONDUCT

code of conduct 30032016

“Di tempat kerja, ada dua hal yang harus dihormati oleh setiap karyawan.Pertama: kepatuhan, dan yang kedua: komitmen. Kepatuhan berarti tunduk pada sistem, prosedur, kebijakan, aturan, dan struktur organisasi. Komitmen berarti melakukan janji dan menepati semua ucapan dengan integritas yang tinggi.”~Djajendra

Kode etik perilaku atau biasa yang disebut dengan code of conduct  adalah payung etika di tempat kerja. Code of conduct mengatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh setiap orang di tempat kerja. Tujuannya sederhana, yaitu agar sistem dan struktur bergerak dengan perilaku kerja yang etis dan tepat. Tanpa code of conduct akan terjadi kebingungan untuk memastikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, apa yang benar dan apa yang tidak benar, sehingga proses kerja berpotensi di dalam konflik dan ketidakpastian.

Pertempuran antara baik dan tidak baik selalu ada. Kehadiran code of conduct dimaksudkan untuk membangun kehidupan kerja yang etis dan saling bertanggung jawab atas perilakunya masing-masing. Ini juga dimaksudkan untuk membangun kehidupan yang melancarkan proses kerja dengan etos yang baik. Code of conduct secara tegas membela yang baik dan menguatkan yang baik agar selalu menang melawan yang tidak baik. Code of conduct membuat karyawan dan pimpinan  percaya bahwa dengan kekuatan etis, tanggung jawab dapat dipertanggung jawabkan secara terhormat.

Moral adalah bagian terpenting dari code of conduct. Secara alami setiap orang memiliki karunia moral untuk memiliki perilaku etis, dan mereka punya hati nurani untuk membedakan apa yang baik dan apa yang tidak baik. Dengan memberikan code of conduct kepada setiap orang di tempat kerja, maka kehidupan kerja akan menghasilkan perilaku yang terhormat dan etis. Perilaku etis bekerja dan melayani untuk kejujuran, kebenaran, keadilan, kesetaraan, kebahagiaan, dan tanggung jawab.

Code of conduct harus diimbangi dengan internalisasi nilai-nilai inti (core values) perusahaan. Core values bertujuan membentuk fondasi etos kerja untuk mendukung tujuan dan strategi perusahaan. Sedangkan, code of conduct memberikan kekuatan untuk menangkis perilaku-perilaku tidak baik atau tidak etis. Bila core values dan code of conduct dapat dijalankan menjadi perilaku kerja setiap individu di tempat kerja, maka proses kerja akan bergerak tanpa resiko, dan hal ini menguntungkan semua pihak di tempat kerja.

Ketika code of conduct dan core values menjadi fondasi budaya organisasi, maka ini menjadi landasan untuk menjalankan kepatuhan organisasi. Tingkat kepatuhan dan ketaatan terhadap tata kelola dan etika akan menguat. Dalam hal ini, kepatuhan dan komitmen dapat berjalan harmonis, sehingga setiap individu dapat memberikan kinerja yang produktif dan yang terbaik. Kepatuhan berarti melakukan perintah organisasi dengan penuh tanggung jawab; komitmen berarti memenuhi janji dan melakukan yang dikatakan dengan benar. Jadi, di tempat kerja, ada dua hal yang harus dihormati oleh setiap karyawan dan pimpinan. Pertama: kepatuhan, dan yang kedua: komitmen. Kepatuhan berarti tunduk pada sistem, prosedur, kebijakan, aturan, dan struktur organisasi. Komitmen berarti melakukan janji dan menepati semua ucapan dengan integritas yang tinggi.

Code of conduct tidak hanya sebatas menjadi kepatuhan, tetapi juga menjadi komitmen yang bersumber dari kesadaran moralitas. Intinya, menjalankan code of conduct harus dari komitmen yang tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata. Kode perilaku merupakan dasar untuk menjadikan karyawan dan pimpinan sebagai aset berharga organisasi. Oleh karena itu, code of conduct tidak dibuat sebagai dokumen untuk memenuhi persyaratan good governance, tetapi harus menjadi investasi perusahaan untuk membangun sumber daya manusia yang berharga dan bernilai tinggi. Pada saat code of conduct betul-betul terimplementasi menjadi perilaku kerja, hal ini menunjukkan tingginya kualitas dan komitmen di tempat kerja untuk bekerja dengan cara-cara etis dalam mencapai kinerja terbaik.

Dalam dunia nyata di tempat kerja, perilaku negatif yang sulit berubah(hardcore) atau ekstrem adalah sebuah tantangan. Sesungguhnya, semua orang diberkahi dengan pikiran baik dan etis agar mereka mampu menghadapi tantangan dari perilaku negatif yang sulit berubah. Nyatanya, perilaku ekstrem yang melihat semua aturan etis sebagai sesuatu yang merugikan dirinya juga muncul di tempat kerja. Jadi, tidak semua orang bisa berhubungan dengan code of conduct, ada juga yang secara mental sulit beradaptasi dan cendrung menjadi energi perusak.

Code of conduct mengarahkan perilaku kerja menjadi terukur dan etis, sehingga resiko dapat dihindari. Dalam hal ini, orang-orang yang patuh pada code of conduct mampu menghindari masalah, serta mampu bekerja sesuai tujuan dan aturan yang ada.

Keberadaan code of conduct untuk menghasilkan perilaku etis, sehingga perilaku etis dapat secara otomatis mengubah yang tidak baik menjadi baik. Kondisi ini mengubah kehidupan kerja melalui hubungan antar pribadi yang saling menjaga etika dan kehormatan masing-masing. Setiap orang menjadi kuat di dalam integritas, dan berani menghadapi tanggung jawab dengan penuh semangat. Jadi, pemimpin dan karyawan mengubah kehidupan kerja melalui hubungan antar pribadi yang saling menjaga etika. Mereka menjadi kuat secara fisik dan mental, dan berani menghadapi ketakutan atas berbagai dilema etika yang membuat mereka berada pada posisi sulit. Perilaku etis bekerja dengan contoh yang baik, dan memiliki mentalitas di dalam kekuatan integritas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SEBUAH KETIDAKJUJURAN AKAN MENCIPTAKAN KETIDAKJUJURAN BERIKUTNYA

NILAI INTEGRITAS 14032016

“Integritas adalah tentang menegakkan kebenaran dan kejujuran, bukan tentang keadilan ataupun rasa kasihan”.~Djajendra

Tanpa integritas kejujuran tidak mungkin ada; tanpa integritas ketidakjujuran demi ketidakjujuran akan merusak kehidupan. Memiliki integritas berarti mengetahui cara yang benar, tepat, etis, dan jujur dalam bersikap dan bertindak. Intinya, dengan integritas Anda dapat menjalankan pekerjaan dan kehidupan yang produktif untuk mencapai kinerja terbaik

Integritas merupakan sebuah nilai yang menjamin dan memastikan semua nilai-nilai yang lain dijalankan dengan niat baik dan pikiran positif. Jadi, apapun situasi dan realitas yang dihadapi, pikiran positif tetap memimpin dengan tingkat kejujuran yang sempurna dan benar. Oleh karena itu, tidak mungkin ketidakjujuran berani hadir dalam nilai integritas. Sebab, nilai integritas berfungsi untuk meniadakan semua yang tidak baik, dan mendatangkan semua yang baik.

Pribadi dengan integritas selalu berperilaku etis dan hanya mengatakan kebenaran walau kebenaran yang dia katakan itu merugikan dirinya sendiri. Dia berprinsip lebih baik jujur daripada membohongi orang lain. Bagi pribadi dengan integritas tidak ada kata kompromi pada situasi yang mengabaikan integritas. Dia tetap menjaga pikiran positifnya untuk jujur dan menjalankan apa yang benar. Apapun konsekuensi yang harus dihadapi demi sebuah kebenaran, dia tetap menjalankan kebenaran dengan sepenuh hati dan ikhlas pada hasil akhirnya.

Integritas merupakan sebuah nilai yang menciptakan perilaku untuk dipercaya.  Integritas adalah nilai yang membuat seseorang tetap jujur dan berani dalam setiap situasi dan kondisi. Ini adalah tentang karakter yang menjalankan moralitas secara sempurna. Ini adalah karakter yang tidak mau berkompromi dalam menjalankan kejujuran dan kebenaran. Integritas membuat seseorang konsisten dengan kejujurannya. Dia tidak akan membangun apapun di atas kebohongan dan kecurangan, dia hanya melakukan hal-hal benar dengan cara yang paling benar.

Seseorang yang berintegritas tidak akan mengobral janji, dia sangat berhati-hati memberikan janji, dan tidak mau memberikan janji yang tidak dapat dia penuhi. Komitmennya untuk menjadi orang yang benar dan jujur di semua bagian kehidupannya, adalah realitas tentang kebenaran dirinya. Dia hidup jujur dan benar di dalam realitas, dan selalu menjaga pikiran untuk tetap jujur dalam menghadapi realitas apapun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI ETOS BISNIS

MOTIVASI 11012016 DJAJENDRAIMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI ETOS BISNIS

“Ketika Anda memberikan bukti transparansi dan akuntabilitas di setiap proses kerja, Anda sedang mempraktikkan tata kelola perusahaan yang baik.”~Djajendra

Good corporate governance menjadi kebutuhan bisnis. Ada cerita dari klien saya bahwa mereka mendapatkan pembeli besar (buyer) dari luar negeri, pembeli tersebut meminta bukti bahwa perusahaan sudah menjalankan praktik good corporate governance. Good corporate governance adalah wujud dari trust (kepercayaan). Perusahaan yang menjalankan good corporate governance (tata kelola yang baik) dianggap bisa dipercaya dan memiliki reputasi baik.

Bisnis tumbuh dan berkembang dari kepercayaan. Globalisasi bisnis dan kecepatan perkembangan teknologi internet telah membuat setiap perusahaan mampu terhubung dari mana saja untuk melakukan bisnis. Karena siapapun bisa berbisnis secara global dan bisa menjual atau membeli produk dari manapun, maka diperlukan sebuah sistem kerja yang dipercaya. Salah satu sistem kerja yang bisa dipercaya adalah yang menggunakan prinsip-prinsip good corpoarte governance. Menjalankan good corpoare governance dengan jujur dan penuh tanggung jawab, seperti sedang menguatkan dan menyehatkan organisasi dan proses bisnis untuk pencapaian terbaik.

Prinsip-prinsip good corporate governance layak dianut menjadi bagian dari etos bisnis. Akuntabilitas, keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, dan kemandirian selayaknya dirangkum di dalam integritas bisnis yang tinggi agar kepercayaan dan reputasi dapat dimiliki perusahaan. Etos bisnis dan etos organisasi berdasarkan good corporate governance menghasilkan praktik manajemen yang baik.

Menjalankan bisnis dengan sukses bukan hanya tentang penguasaan pasar, produk unggulan, nilai pemegang saham, kreativitas dan inovasi. Juga, sistem dan proses kerja atau mekanisme kerja yang baik menjadi sangat penting untuk bisa menjalankan bisnis dengan suskes. Struktur organisasi yang efektif dalam kolaborasi kerja mampu menghasilkan proses bisnis dan proses kerja yang profesional.

Berbisnis di jaman sekarang ini harus memperhitungkan kekuatan global. Secara pasti dunia sudah terhubung melalui bisnis. Bisnis global tidak hanya oleh perusahaan dengan perusahaan, negara dengan negara, tetapi juga sudah di level individu dengan individu. Perkembangan teknologi internet dan jasa pengiriman barang telah membuat hubungan bisnis global menjadi semakin mudah dan murah.

Tantangan ke depan dalam persaingan bisnis global adalah menjadi yang dipercaya. Bila bisnis Anda dipercaya oleh para pebisnis global, maka dengan mudah Anda bisa menjual lebih banyak dan mengembangkan bisnis. Untuk bisa dipercaya, Anda harus mengelola bisnis dengan tata kelola yang baik. Gunakan praktik bisnis terbaik. Gunakan prinsip-prinsip good corporate governance sebagai fondasi untuk pengembangan budaya perusahaan. Semakin sempurna tata kelola perusahaan yang baik, semakin sempurna reputasi perusahaan di persepsi stakeholders.

Tata kelola yang baik memberikan tanggung jawab dan peran yang jelas kepada pemilik perusahaan, dewan direksi, dewan komisaris, dan karyawan. Masing-masing pihak memainkan perannya dari integritas yang tinggi. Semua proses kerja dan proses pengambilan keputusan berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Akuntabilitas dan transparansi untuk semua pemangku kepentingan diberlakukan secara adil. Semua ini bertujuan untuk mengharmonisasikan hubungan kerja di internal organisasi, sehingga kolaborasi kerja dapat menjadi energi yang memperlancar semua proses bisnis dan proses kerja.

Implementasi good corporate governance sebagai etos bisnis diawali dengan penguatan moral dalam menjalankan bisnis. Diperlukan pengembangan standar tata kelola berbasis moralitas bisnis dalam seluruh aktivitas dan operasional bisnis. Budaya kerja dengan moralitas yang tinggi memudahkan terciptanya perilaku kerja yang berintegritas tinggi.

Internalisasi dan sosialisasi etika bisnis dan kode etik perilaku dilakukan secara terus-menerus. Perlu dipahami bahwa etika terwujud dari kesadaran dan moralitas yang tinggi. Setiap insan perusahaan harus terbiasa dan terlatih untuk menjalankan bisnis perusahaan secara etis. Dalam hal ini, diperlukan pelatihan dan pencerahan yang sifatnya berkelanjutan, tidak boleh terhenti atau merasa cukup. Sebab, dilema etika dapat muncul kapan saja dalam berbagai wujud yang berpotensi menciptakan keraguan terhadap implementasi etika di perusahaan.

Tujuan bisnis diselaraskan dengan praktik-praktik bisnis yang baik, sehingga tujuan dicapai secara tepat, dan setiap pengambilan keputusan tidak merugikan stakeholders. Disamping itu, proses strategi juga menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, dan memasukkan nilai stakeholder untuk memudahkan hubungan bisnis. Struktur organisasi menjalankan peran dan fungsinya berlandaskan prinsip-prinsip good corpoarte governance. Di dalam struktur, setiap insan perusahaan harus bertindak dengan tujuan yang jelas dan yang dapat dicapai; memiliki strategi dan taktik yang layak untuk mencapai tujuan; menciptakan etos kerja yang sesuai untuk memberikan kinerja yang produktif; serta memiliki administrasi dan pelaporan untuk memandu atau memonitor kemajuan kerja.

Ketika Anda memberikan bukti transparansi dan akuntabilitas di setiap proses kerja, Anda sedang mempraktikkan tata kelola perusahaan yang baik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS ANDA ADALAH KARAKTER KERJA ANDA

ETOS KERJA 08 JAN 2016ETOS ANDA ADALAH KARAKTER KERJA ANDA

“Yang menentukan kualitas etos kerja Anda adalah perasaan dan persepsi stakeholders. Bukan oleh diri Anda sendiri.”~Djajendra

Bagaimana karakter Anda bekerja? Apakah karakter Anda bisa memenuhi seluruh standar, sistem, etika, target, dan tata kelola perusahaan Anda? Apakah karakter Anda bisa menyesuaikan diri dengan budaya organisasi dan semua aturan di tempat kerja Anda? Apakah karakter Anda mudah berkomunikasi dan berkolaborasi dengan setiap orang di tempat kerja? Apakah karakter Anda mampu menjadi aset yang menciptakan nilai tambah bagi kemajuan perusahaan Anda? Apakah karakter Anda selalu mencapai target dan memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan Anda? Apakah karakter Anda merasa bahagia dan penuh gairah dengan pekerjaan Anda? Apakah karakter Anda selalu bersyukur dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan Anda? Bila jawaban Anda “Ya”, artinya Anda sudah memiliki etos kerja yang hebat dan andal.

Setiap orang di tempat kerja adalah bagian dari dirinya sendiri; bagian dari keluarganya di rumah; bagian dari orang lain di kehidupan sosial; bagian dari budaya tempat dia bekerja; bagian dari perubahan yang diharapkan oleh kehidupan darinya. Bila mampu memainkan peran yang tepat di semua bagian tersebut dan menjadi pribadi yang profesional di tempat kerja, maka etos yang andal akan menguatkan fungsi dan peran setiap orang di tempat kerja.

Etos yang baik menjadikan Anda sebagai pekerja yang profesional, etis, dipercaya, mampu, andal, produktif, dan berkualitas tinggi. Semua ini hanya dapat dihasilkan kalau Anda memiliki karakter kerja yang sesuai dengan sistem, budaya, dan tata kelola. Intinya, Anda yang beretos kerja terbaik selalu menjadi pribadi yang menunjukkan keandalan, kemampuan, kompetensi, kualitas, kinerja, serta menghormati ide-ide dan nilai-nilai orang lain dengan bijak.

Etos kerja yang baik dan profesional mendorong insan perusahaan untuk tidak tertidur di belakang meja. Rasa tanggung jawab dari hati nurani dibangkitkan, untuk berdiri paling depan dalam fungsi dan peran yang dijalani di tempat kerja. Etos kerja yang baik tidak menciptakan kemacetan di tempat kerja. Semua saluran kerja bergerak secara otomatis. Sistem berfungsi untuk melancarkan proses kerja dan proses bisnis. Setiap individu bekerja dengan kompetitif dan terus-menerus meningkatkan kemampuan untuk pelayanan yang lebih baik.

Karakter kerja Anda yang terbaik (etos) tidak akan menempatkan Anda dalam zona nyaman, Anda dengan sengaja menempatkan diri sendiri dalam situasi yang tidak nyaman. Dan semua ini bertujuan agar Anda menjadi lebih kreatif, serta selalu mampu memecahkan hambatan dan rintangan dengan solusi kreatif.

Kekuatan dari orang-orang beretos kerja terbaik adalah kemampuannya untuk tidak membuat atau menambah masalah di tempat kerja. Mereka selalu membangun dan memiliki hubungan kerja yang hebat dengan siapapun di tempat kerja. Mereka selalu mampu mengatasi dan menemukan solusi untuk konflik di tempat kerja. Mereka tidak terbiasa atau tidak memiliki perilaku yang suka mengeluh di belakang punggung orang lain. Mereka selalu tampil dengan percaya diri dan tidak pernah mengkhawatirkan tentang dirinya. Mereka adalah pencipta lingkungan kerja menjadi harmonis dan produktif.

Etos adalah semangat yang muncul dari hati nurani untuk menciptakan karakter kerja yang selaras dengan budaya organisasi, lingkungan kerja, sifat bisnis, perubahan sesuai era atau jaman, realitas masyarakat, kebutuhan lembaga, kepemimpinan, dan sistem. Pada akhirnya, etos itu sendiri terlihat di dalam proses kerja melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Dalam hal ini, kebiasaan dan keyakinan didasarkan oleh nilai-nilai inti perusahaan.

Etos kerja yang baik adalah karakter kerja yang diinginkan oleh perusahaan. Intinya, saat karakter kerja sudah sesuai dengan harapan dan keinginan perusahaan, maka karakter kerja tersebut dipercaya dan dapat diandalkan oleh perusahaan untuk mencapai visi. Etos menghasilkan perilaku yang etis dan menjadikan karyawan sebagai pribadi yang kredible, dapat diandalkan, dapat dipercaya, jujur, tekun, rajin, berkualitas, berintegritas tinggi, dan mudah beradaptasi dengan perubahan.

Etos kerja terbaik berarti andal hard skillnya dan andal soft skillnya. Jadi, etos (karakter kerja) itu dihasilkan dari keandalan atau kehebatan hard dan soft skill seseorang. Contoh etos: seorang karyawan sudah bekerja sepuluh tahun di bidang keuangan, dia sangat ahli dan berpengalaman dalam membuat anggaran perusahan. Sampai disini karyawan tersebut hard skillnya sudah andal. Selanjutnya, karyawan yang hard skillnya sudah andal tersebut memiliki perilaku yang rajin, berempati, berjiwa besar, mudah berkomunikasi, mudah berkolaborasi, percaya diri, tekun, disiplin, memiliki orientasi diri yang konsisten, mudah beradaptasi, kreatif, andal, berkualitas, sabar, tidak pernah menyerah, rendah hati, belajar, menghormati orang lain, dan lain sebagainya. Sampai disini karyawan tersebut hard skill dan soft skillnya sudah andal dan dapat dipercaya oleh perusahaan.

Etos adalah karakter yang mampu menjalankan etika dengan integritas pribadi yang tinggi, sehingga karakter tersebut memiliki kredibilitas dan reputasi terpuji. Pengalaman, keahlian, kepercayaan diri, dan keyakinan Anda saja masih belum cukup untuk dikatakan bahwa Anda sudah memiliki etos yang hebat. Stakeholders Anda lah yang menentukan bahwa etos kerja Anda hebat. Perasaan dan persepsi stakeholders Anda lah yang menentukan bahwa etos atau karakter kerja Anda itu luar biasa.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS KERJA DALAM BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT

“Etos adalah kemampuan seseorang dengan keahliannya yang memiliki kredibilitas dan reputasi andal, sehingga dia mendapatkan kepercayaan penuh dari banyak orang.”~Djajendra

Etos (Ethos) merupakan sebuah kata yang dikenalkan oleh seorang filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles. Kata Etos bermakna kepada penampilan karakter diri yang selaras dengan etika, kredibilitas, kepercayaan, keunikan, kewenangan, pengalaman, wawasan, pengetahuan, kemampuan, keandalan, integritas, akuntabilitas,  serta sikap dan perilaku yang dipercaya sepenuhnya oleh orang lain. Intinya, seseorang yang memiliki etos dianggap terpercaya dan mampu melakukan pekerjaannya dengan andal dan berkualitas.

Biasanya, di tempat kerja, etos menggambarkan kemampuan seseorang bersama profesi, pekerjaan, dan keahliannya. Sebagai contoh: seorang customer service dipercaya mampu melayani dan membantu pelanggan dengan penuh kualitas. Dalam hal ini, customer service dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, kemampuan, dan kepribadian yang dapat dipercaya dan diyakini untuk melayani beragam karakter dan kebutuhan orang lain dengan sempurna.

Etos tidak tergantung kepada tingginya pendidikan seseorang, atau banyaknya gelar akademis yang dimiliki seseorang. Etos adalah tentang kemampuan bertindak, mengeksekusi, melakukan, menghasilkan yang terbaik, dan kerja lapangan yang penuh kualitas. Etos adalah tentang karakter diri yang hebat, andal, berkualitas, produktif, berkinerja, dan selalu bergembira dengan pekerjaannya di wilayah tindakan.

Dalam budaya organisasi yang kuat; etos dihasilkan dari konsep budaya yang dilembagakan oleh perusahaan melalui nilai-nilai, keyakinan, tata kelola, moral, sistem, prosedur, aturan, kepemimpinan, visi, misi, kemampuan, pengalaman, standar, pengetahuan, dan perilaku kerja. Hasil akhirnya, etos muncul sebagai gaya kerja, kebiasaan kerja, pola kerja, karakter kerja, motivasi kerja. Di mana, etos menjadi seperti sebuah kepribadian kerja perusahaan yang diwakili oleh setiap insan perusahaan dengan sepenuh hati. Jadi, etos menghasilkan gambaran ataupun model karyawan yang diimpikan oleh perusahaan untuk membantu rutinitas dan mewujudkan visi.

Karyawan dengan etos kerja profesional berarti sedang menyajikan dirinya sendiri kepada stakeholders sebagai pribadi kredibel, dapat dipercaya, jujur, bertanggung jawab, andal, etis, produktif, berkinerja dan berkualitas. Perlu diingat bahwa seseorang yang memiliki etos kerja profesional berarti dia adalah sumber yang dapat dipercaya. Etos adalah kesempurnaan kredibilitas yang dirasakan oleh stakeholders. Etos adalah tentang kesempurnaan kredibilitas dalam menjalankan etika bisnis dan kode etik kerja perusahaan.

Mengutip kata-kata Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti dari sebuah koran nasional,”Cari pekerjaan yang Anda suka, berkarier dengan gembira. Kalau Anda gembira, tenaga Anda besar. Kalau tenaga dan energi Anda besar, niat mengubah juga besar. Kegembiraan adalah energi. Energi adalah keberhasilan.” Kata-kata dari Ibu menteri asal Pangandaraan, Jawa Barat ini, merupakan sebuah ekspresi tentang cara membangun etos pribadi yang andal dan profesional. Intinya, kalau Anda gembira dengan pekerjaan Anda, dan Anda ahli dibidang Anda, maka Anda memiliki energi yang luar biasa untuk menghasilkan kinerja melampaui target.

Etos kerja dalam budaya perusahaan yang kuat menciptakan roh kerja untuk mengasilkan kinerja yang luar biasa. Dari pengalaman dan pengamatan penulis, dalam budaya perusahaan yang kuat, setiap insan perusahaan memiliki derajat komitmen kerja yang sangat tinggi. Mereka membangun rasa saling percaya yang sangat tinggi, meningkatkan kualitas moral kerja, serta jiwa yang ikhlas berkorban demi pencapaian visi dan tujuan perusahaan.

Faktor-faktor yang memperkuat etos karyawan dalam budaya perusahaan yang kuat adalah moral, komitmen tanpa pamrih, setia tanpa pamrih, keberanian, keikhlasan, disiplin, integritas, kepemimpinan diri sendiri yang unggul, menghormati orang lain, bertanggung jawab penuh, menjaga kualitas kerja dengan mematuhi standar operasional kerja, belajar dari pengalaman, rendah hati, mengembangkan kualitas diri dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan, hormat dan mematuhi nilai dan standar kerja dari perusahaan, patuh pada struktur dan rantai komandonya, berjiwa kesatria, bermental baja, dan selalu bekerja dalam kesadaran tertinggi.

Etos kerja tidaklah dapat dibangun dalam semalam, tetapi merupakan pekerjaan bersama seumur hidup. Kesadaran dan kecerdasan bersama di internal perusahaan memudahkan pembentukan etos kerja yang andal, dan sekaligus budaya perusahaan yang kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

AKUNTABILITAS MERUPAKAN PERILAKU TERPENTING DALAM KARAKTER KERJA

AKUNTABILITAS MERUPAKAN PERILAKU TERPENTING DALAM KARAKTER KERJA

“Ketika akuntabilitas tidak terdapat dalam karakter kerja karyawan, maka perusahaan berpotensi mengalami kejatuhan dan kehancuran.”~Djajendra

Hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab, adalah ikatan yang menyatukan orang-orang untuk melaksanakan pekerjaan. Responsibilitas berarti tanggung jawab yang harus ditindaklanjuti secara profesional bersama kemampuan, keandalan, kompetensi, kualitas, dan kecerdasan.

Di tempat kerja, setiap karyawan menerima responsibilitas dari manajemen perusahaan. Di mana, responsibilitas atau tanggung jawab yang diberikan manajemen ini sekaligus berfungsi sebagai pembagian kekuasaan dan kewajiban. Dalam hal ini, manajemen memberikan sebagian kekuasaan dari organisasi (sesuai job diskripsi) kepada karyawan agar karyawan dapat melakukan pekerjaan dan mempertanggung jawabkannya (akuntabilitas) kembali kepada pemberi tanggung jawab/kerja. Setelah karyawan menerima kekuasaan yang diberikan oleh manajemen kepada mereka; maka, karyawan terikat dalam tanggung jawab diberbagi aspek kehidupan organisasi, seperti: tanggung jawab (responsibilitas) atas kewajiban, moral, tugas, pekerjaan, budaya, etika, etiket, prosedur, sistem, peran, fungsi, dan konsekuensi.

Responsibilitas yang diterima karyawan harus dibayar dengan akuntabilitas yang penuh integritas kepada manajemen. Pihak manajemen perusahaan berkewajiban memberikan peran yang jelas kepada karyawan, tanggung jawab dan jalur kewenangan yang jelas. Di mana, semua ini bersifat personal, artinya, tanggung jawab didedikasikan untuk satu orang, dan harus sangat jelas garis tanggung jawab, sehingga karyawan dapat mempertanggung jawabkannya (akuntabilitas) dengan sebaik mungkin. Responsibilitas (tanggung jawab) karyawan wajib dipertanggung jawabkan kembali (akuntabilitas) melalui laporan, hasil, dan kinerja sesuai target.

Karyawan yang akuntabel tidak pernah menyalahkan siapapun atas kesalahan maupun kegagalan yang dia dapatkan. Dia fokus seratus persen untuk mencapai keberhasilan. Dia selalu bertanggung jawab penuh atas wewenang yang telah ditentukan dengan sangat jelas. Dia selalu proaktif untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan dari manajemen. Dia selalu bahagia dan senang saat tanggung jawab dan wewenangnya dimonitor dan dinilai kinerjanya oleh manajemen. Dia memiliki etos kerja dengan perilaku positif untuk semua tindakannya. Dia selalu mengambil tanggung jawab pribadi untuk kinerjanya. Dia selalu rendah hati untuk melakukan apa yang diharapkan oleh manajemen kepadanya. Selama jam kerja, dia bekerja dengan sepenuh hati dan totalitas, dia tidak akan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak produktif. Dia selalu mampu membangun hubungan kerja yang mengarahkan semua orang untuk saling bertanggung jawab atas pekerjaan masing-masing. Karyawan yang akuntabel memiliki integritas yang teruji kejujuran dan kemampuannya.

Tanggung jawab karyawan yang utuh ada dalam wujud akuntabilitas. Akuntabilitas merupakan bagian terpenting dari karakter kerja yang andal. Akuntabilitas merupakan karakter kerja yang mampu memperlihatkan kualitas, tanggung jawab penuh, kesetiaan pada nilai-nilai dan budaya kerja, kompetensi, pengetahuan, wawasan, etos positif, dan mampu menjawab semua tantangan dengan solusi yang tepat.

Karyawan dengan akuntabilitas mampu memenuhi harapan dan kebutuhan organisasi secara profesional. Dia mampu memikul tanggung jawab seberat apapun dan kreatif dalam bertindak, serta cerdas menjelaskan tindakannya dengan penuh tanggung jawab. Akuntabilitas menjadikan karyawan mampu memberikan penjelasan tidak hanya pada apa yang terjadi, tetapi mengapa hal itu terjadi dan bagaimana proses terjadinya. Intinya, karyawan menguasai pekerjaannya dengan sempurna dan mampu mempertanggung jawabkannya dengan sempurna.

Ketika akuntabilitas tidak terdapat dalam karakter kerja karyawan, maka perusahaan berpotensi mengalami kejatuhan dan kehancuran. Banyak sekali kegagalan bisnis disebabkan oleh tidak adanya akuntabilitas dalam karakter kerja. Banyak sekali pemimpin tidak sadar-sadar bahwa akuntabilitas adalah karakter terpenting untuk mencapai kesuksesan. Bila sebuah perusahaan mengabaikan karakter akuntabilitas, maka perusahaan itu sedang menghambur-hamburkan semua uang dan aset-asetnya untuk kegagalan.

Karakter kerja yang akuntabel selalu bertanggung jawab penuh dengan integritas pribadi yang teruji jujurnya. Sukses dan kegagalan disikapi dengan penuh tanggung jawab pribadi. Tidak ada kata menyalahkan orang lain dalam kamus karakter akuntabilitas. Karakter akuntabel sangat percaya diri dan sangat rendah hati untuk mengakui hasil akhir. Apapun hasil akhirnya, mereka tetap bermental baja dan berjiwa kesatria. Mereka tidak pernah meninggalkan kejujuran, jiwa besar dan jiwa pengabdian total.

Kehidupan itu tidak pasti dan sangat dinamis, berhasil dan gagal hanyalah persepsi. Ketika Anda memiliki karakter akuntabilitas dalam integritas yang jujur, maka mental baja dan jiwa kesatria Anda akan tampil penuh semangat untuk mewujudkan semua tanggung jawab dengan sempurna. Anda akan tumbuh hebat, setiap tindakan Anda akan memperlihatkan keandalan dan kualitas luar biasa. Akuntabilitas adalah karakter yang hanya dipunyai oleh para pemenang, oleh orang-orang andal yang dapat melakukan kewajibannya dengan sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA AKUNTABILITAS “MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB PENUH”

BUDAYA AKUNTABILITAS“Akuntabilitas membuat seseorang sedikit berbicara dan lebih banyak bertindak dengan solusi.”~Djajendra

Memiliki tanggung jawab dan mengambil tanggung jawab penuh atas pekerjaan, menjadikan pekerjaan itu sukses dan berkinerja tinggi. Bertanggung jawab penuh adalah sebuah kekuatan yang mampu meningkatkan pencapaian terbaik.

Orang-orang yang bertanggung jawab penuh selalu mampu menemukan solusi, memperbaiki masalah dan meningkatkan kinerja. Orang-orang yang bertanggung jawab penuh mampu menguasai situasi dan keadaan, memiliki inisiatif, memiliki empati atas realitas yang ada, dan  mengambil kepemilikan atas tanggung jawabnya.

Budaya akuntabilitas adalah budaya yang menjadikan semua orang andal dan bertindak secara tepat. Budaya akuntabilitas di tempat kerja menjadikan setiap orang bertanggung jawab secara pribadi. Mereka selalu terlibat dan fokus pada pekerjaannya dengan sepenuh hati, lalu merasa memiliki tanggung jawab penuh, dan tidak akan pernah menyalahkan orang lain atas setiap konsekuensi dari tanggung jawabnya. Mereka bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Bila itu tanggung jawabnya, baik dan buruk tetap menjadi miliknya. Mereka tidak menyalahkan orang lain jika ada yang salah. Mereka selalu berusaha dan berjuang untuk melakukan yang terbaik, serta mengerjakan semua hal secara tepat dan benar.

Orang-orang yang bertanggung jawab penuh adalah energi yang menyatukan melalui tindakan. Mereka mampu melampaui tugas-tugasnya dan merangkul tugas-tugas yang lain melalui energi kolaborasi. Biasanya, mereka mampu bekerja secara lintas fungsional, dan ego sektoral mereka dapat dipadamkan, sehingga rasa tanggung jawab yang lebih tinggi muncul untuk mencapai prestasi dan kinerja bersama.

Karyawan yang bertanggung jawab penuh adalah aset yang paling efisien, produktif dan efektif. Sebab, tanggung jawab mereka dapat menghemat waktu, uang, serta meningkatkan kinerja. Energi tanggung jawab membuat seseorang sedikit berbicara dan lebih banyak bertindak dengan solusi terbaik. Energi tanggung jawab mencegah masalah dan menghindari situasi yang lebih buruk.

Akuntabilitas mampu membantu karyawan untuk mengambil hak kepemilikan kerja dengan integritas penuh. Mereka fokus pada tanggung jawab dan bergerak untuk mencapai tujuan yang telah disepakati dengan standar, kualitas, tenggat waktu, dan hasil akhir yang ditentukan.

Akuntabilitas membuat karyawan sangat pintar mendisiplinkan diri sendiri. Mereka selalu menjadi penuh energi positif untuk memenuhi target mereka. Mereka sangat aktif, tenang, percaya diri, tidak pernah mengeluh, bersyukur, dan energinya terfokus untuk menuntaskan pekerjaan dengan kinerja terbaik. Mereka mampu mengubah realitas negatif menjadi realitas optimis atau positif. Mereka selalu berpandangan ke arah positif. Mereka cerdas membangun persepsi untuk meningkatkan hasil dan kinerja. Mereka sangat kreatif untuk menangani situasi yang berbeda.

Budaya akuntabilitas meningkatkan interaksi sosial yang lebih positif. Ketika seseorang mengambil tanggung jawab penuh, maka dia selalu memiliki hubungan yang sehat dan jujur dengan teman, atasan, keluarga, rekan kerja dan bawahan. Akuntabilitas menciptakan soliditas dan hubungan yang bisa dipercaya. Budaya akuntabilitas menjadikan seseorang ikhlas bertanggung jawab secara pribadi dan memahami dengan jelas apa yang harus dipertanggung jawabkan, serta kepada apa atau siapa, dan untuk apa.

Budaya akuntabilitas menciptakan ruang dan waktu untuk menjadikan orang-orang jujur dengan diri sendiri, dan dengan orang lain. Di sini, integritas berkembang dengan baik, sehingga semua orang sadar bahwa sukses sejati hanya datang ketika dirinya benar-benar jujur dengan diri sendiri, serta bertanggung jawab sepenuh hati terhadap kehidupan dan pekerjaannya.

Bila seseorang tidak memiliki budaya akuntabilitas atau pribadi yang tidak mampu bertanggung jawab atas pekerjaannya. Biasanya, dia akan dengan sengaja menunda-nunda tindakan, dia sengaja menunda agar dapat menghindari tanggung jawab, karena dia merasa tindakannya dapat berurusan dengan masalah.

Dalam realitas, banyak sekali orang-orang yang takut mengambil tanggung jawab, sehingga pekerjaannya tidak mengalir di dalam tindakan, tetapi hanya mampu mengalir di dalam wacana dan konsep. Hal ini menciptakan pemborosan dan perilaku kerja yang tidak produktif. Akhirnya, kegagalan yang akan dihasilkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGUATKAN RITUAL DAN TRADISI BUDAYA ORGANISASI

EGO“Ritual dan tradisi yang kuat dalam budaya organisasi memenuhi peran dan fungsi individu secara sempurna.”~Djajendra

Setiap hari setiap orang sudah harus masuk kantor jam 8 dengan seragam kerja yang benar, tidak boleh terlambat dan tidak boleh melanggar. Ini harus menjadi tradisi yang tidak perlu diberitahu atau diawasi. Kesadaran dan integritas pribadi harus mampu membuat semua orang berkumpul dengan tepat waktu. Budaya organisasi yang kuat dimulai dari ritual dan tradisi yang dipatuhi dan dihormati oleh semua orang. Tidak boleh ada pihak yang merasa istimewa, semuanya harus patuh dan menghargai ritual dan tradisi di tempat kerja. Mulai dari level tertinggi sampai dengan yang terendah wajib mematuhi ritual dan tradisi organisasi, barulah budaya organisasi mampu menjadi kekuatan yang meningkatkan energi kerja, serta menjadikan semua orang produktif dan berkinerja.

Setiap individu harus memahami peran masing-masing dalam budaya perusahaan. Setiap individu harus memahami keberadaannya dalam menjalankan pekerjaan tanpa perlu diperintah. Kesadaran untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tidak perlu dikatakan, tetapi harus muncul dari kesadaran kreatif untuk kemajuan diri sendiri. Bila ritual dan tradisi budaya organisasi berjalan dengan sempurna, maka pemahaman yang tak terucapkan antara satu orang dengan yang lain, antara satu fungsi dengan yang lain, akan mengalir dengan produktif.

Ritual dan tradisi sangat menentukan keberadaan budaya organisasi. Ritual dan tradisi adalah dasar budaya organisasi, sehingga bila dasarnya kuat, maka budaya organisasi akan berdiri kokoh dengan fondasi yang tangguh.

Budaya organisasi yang kuat menyatukan semua orang dalam kebersamaan dan kolaborasi. Semua orang akan bekerja dan melakukan apa yang benar dan yang seharusnya satu sama lain. Semua orang sadar bahwa keberadaan mereka adalah untuk melayani pelanggan dan stakeholder lainnya. Semua orang akan mengisi kekurangan dan mengambil tanggung jawab, serta saling membantu dan menjadi relawan yang terpuji. Budaya organisasi dengan ritual dan tradisi yang kuat menjadikan semua orang merasa aman dan terlindungi.

Ritual dan tradisi memperkuat praktik kerja yang baik. Setiap individu mampu menjadi komunitas yang penuh gairah untuk menjalankan peran dan fungsinya dengan profesional. Setiap orang akan bekerja dengan hati dan saling mendukung agar bisa tumbuh menjadi produktif dan kaya kinerja. Setiap orang mampu mengalir di dalam sistem, fokus pada yang harus dilakukan, dan menghasilkan kinerja terbaik. Setiap orang mampu menghindarkan stres dan konflik di tempat kerja. Setiap orang mampu bekerja dengan keyakinan penuh atas nilai-nilai dan tradisi budaya organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KODE ETIK DI TEMPAT KERJA MENGHIDUPKAN KEHARMONISAN HUBUNGAN KERJA

KODE ETIK

KODE ETIK DI TEMPAT KERJA MENGHIDUPKAN KEHARMONISAN HUBUNGAN KERJA

“Internalisasikan kode etik menjadi bagian kehidupan di dalam diri, sehingga dapat memancarkan perilaku positif untuk semua kehidupan di luar diri.”~Djajendra

Fungsi kode etik adalah untuk membangun standar moral dan perilaku kerja yang berbudaya positif. Semua profesi memiliki kode etik, semua pekerja wajib mematuhi kode etik di kantornya masing-masing. Inti dari kode etik didasarkan pada integritas, kejujuran, akuntabilitas, transparansi, menghormati, tatakrama, membantu satu sama lain di tempat kerja, kolaborasi, komunikasi, melayani, kepatuhan pada aturan dan tata kelola. Perusahaan adalah tempat yang memberi kehidupan ekonomi untuk setiap pemangku kepentingan. Apalagi untuk para karyawan, perusahaan memberi mereka uang yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup, atau paling tidak untuk bertahan hidup.

Kesadaran dan niat untuk menjalankan kehidupan kerja dengan mematuhi kode etik, akan menyelamatkan setiap orang dari risiko kerja yang tidak diinginkan. Dunia kerja sangat dinamis dan penuh risiko, kode etik hadir untuk membuat setiap individu mampu bekerja dengan tegas dan jelas, walau situasi sangat dinamis dan penuh risiko.

Internalisasikan kode etik menjadi bagian kehidupan di dalam diri, sehingga dapat memancarkan perilaku positif untuk semua kehidupan di luar diri. Ketika kode etik sudah menjadi bagian inti dari kepribadian Anda, maka dia akan memberi Anda kesempatan untuk tumbuh setiap hari. Dia akan menjadi kekuatan dari pikiran dan tindakan Anda di tempat kerja. Dia akan menjadi kekuatan untuk keberanian dan ketegasan Anda terhadap tanggung jawab. Kode etik adalah kekuatan yang menguntungkan Anda, serta menjauhkan Anda dari hal-hal yang melemahkan sikap dan keputusan Anda.

Kode etik merupakan simbol bahwa Anda memiliki harga diri, Anda memiliki kehormatan dalam menjalankan profesi atau pekerjaan di kantor. Kode etik merupakan dasar untuk perilaku kehidupan kerja yang terkelola secara profesional. Kode etik mampu memperlakukan setiap orang dengan rasa hormat dalam situasi apapun.

Ketika kode etik sudah menjadi bagian yang menguatkan budaya perusahaan, maka saat itu setiap orang akan merasa bekerja di tempat terindah; dan terhindarkan dari perilaku yang saling menyakiti hati yang lain, serta menghindari perilaku beracun yang merusak hubungan kerja. Kode etik menciptakan pemahaman antara Anda dengan orang lain. Membuat setiap orang tidak asal berperilaku atau asal berbicara, tetapi memiliki sentuhan etis atas setiap hubungan kerja.

Ketika jiwa Anda sudah terisi oleh energi dari kode etik, maka Anda memiliki kebiasaan untuk menghormati privasi setiap orang, tidak pernah mengganggu ketenangan orang lain, atau tidak memasuki ruang kehidupan pribadi. Termasuk, tidak pernah ikut campur urusan orang lain, atau tidak pernah berjalan di antara orang-orang yang membicarakan sesuatu secara pribadi. Dan, tidak pernah mengganggu orang-orang yang sedang berbicara.

Kode etik harus dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi dokumen tertulis yang menampung semua kemungkinan untuk penguatan integritas pribadi. Integritas pribadi yang baik tidak akan pernah berbicara tentang orang lain dengan cara yang negatif, apalagi saat mereka tidak hadir. Integritas pribadi yang baik selalu memperlakukan semua orang secara terhormat; tidak akan melakukan apapun untuk mencemari nama baik perusahaan, rekan kerja, atasan, bawahan, dan pemangku kepentingan lainnya. Integritas pribadi yang baik selalu bangkit dengan kebijaksanaan untuk membela dan melindungi semua kepentingan perusahaan. Integritas pribadi yang baik menjadikan Anda jujur setiap saat, dan dalam semua kondisi.

Kode etik di tempat kerja menghidupkan keharmonisan hubungan kerja. Kesulitan dari satu adalah kesulitan semua, kehormatan satu adalah kehormatan semua. Itulah fungsi dari kode etik kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS KERJA TERBENTUK DARI KESADARAN, NIAT SUCI, KEYAKINAN POSITIF, PIKIRAN POSITIF, TINDAKAN PRODUKTIF, SIKAP DAN PERILAKU SEMPURNA

ETOS KERJA

ETOS KERJA TERBENTUK DARI KESADARAN, NIAT SUCI, KEYAKINAN POSITIF, PIKIRAN POSITIF, TINDAKAN PRODUKTIF, SIKAP DAN PERILAKU SEMPURNA

“Perusahaan tidak dapat menyiapkan etos kerja untuk karyawannya, etos kerja merupakan kewajiban karyawan untuk diberikan kepada perusahaannya.”~Djajendra

Etos kerja merupakan bagian dari kesadaran dan pengembangan kualitas diri.

Etos  kerja terbaik bersumber dari kebahagiaan hati dalam semangat tinggi, untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Perusahaan hanya dapat menyiapkan budaya kerja, budaya perusahaan, sistem, ruang, waktu, bisnis, produk, jasa, pelayanan, tata kelola, tata tertib, etika, dan pengawasan. Sedangkan etos kerja hanya dapat disiapkan oleh insan perusahaan dengan kesadarannya. Intinya, perusahaan tidak dapat menyiapkan etos kerja untuk karyawannya; etos kerja merupakan kewajiban karyawan untuk diberikan kepada perusahaannya.

Dalam praktik, sering sekali, perusahaan begitu berambisi untuk memaksakan sebuah etos kerja kepada karyawannya. Hasil akhirnya, perusahaan-perusahaan tersebut tetap merasa kecewa karena karyawannya tidak bisa memiliki etos kerja seperti yang diinginkan tersebut. Etos kerja bukanlah produk dari pemaksaan, tetapi produk dari kesadaran.

Banyak orang suka lupa bahwa etos kerja merupakan produk dari kesadaran diri tertinggi. Bila ingin membangkitkan etos kerja terbaik, maka masuklah ke dalam kesadaran tertinggi insan perusahaan lalu tanamlah benih-benih etos kerja dalam bentuk keyakinan, pikiran, perasaan, emosi, sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan kepribadian. Etos kerja terbaik yang paling produktif dan yang paling berkinerja bersumber dari kesadaran hati yang paling dalam.

Etos kerja yang asli selalu mengalir dari hati yang bahagia, gembira, senang, sukacita, dan merasa pekerjaannya seperti mainan tersayang. Sedangkan etos kerja yang palsu selalu mengalir karena rasa takut, terpaksa, tidak ada pilihan, khawatir, dan merasa pekerjaannya seperti beban yang paling berat.

Etos kerja terbaik dihasilkan dari kemampuan kesadaran diri terdalam untuk menyalakan semua kekuatan positif dari dalam diri, sehingga diri menjadi terang dengan energi positifnya. Ketika karyawan sudah terang bersama energi positifnya. Maka, karyawan selalu bersyukur dengan pekerjaannya, disiplin tinggi, tekun, rajin, ulet, semangat, senang, kuat, tepat waktu. Dengan kata lain, mereka menerima budaya kerja dan budaya perusahaan dengan sepenuh hati.

Etos kerja terbaik dihasilkan dari hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur untuk melayani dan berkontribusi terhadap visi, misi, nilai-nilai perusahaan, dan kepemimpinan yang ada. Intinya, etos kerja dihasilkan dari jiwa yang mensyukuri segala sesuatu di tempat kerja, dan dengan rendah hati melayani perusahaan melalui sikap dan perilaku produktif terbaik.

Etos terbaik merupakan anugerah untuk kehidupan di tempat kerja. Etos terbaik secara menakjubkan memberikan efek positif terhadap keharmonisan hubungan kerja. Etos terbaik menjadikan semua orang selalu semangat; sepenuh hati; selalu senyum bahagia; selalu andal dan kuat menghadapi tantangan; selalu bekerja di luar zona kenyamanan; selalu hebat dan kuat menghadapi perubahan dan ketidakpastian.

Etos kerja terbaik selalu menumbuhkan potensi positif dari dalam diri. Dia menunjukkan kepada perusahaan tentang kekuatannya yang bersumber dari dalam diri. Dia menunjukkan kepada kita semua bahwa etos itu sangat berharga dan sangat penting untuk mencapai visi dan misi kerja.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJAGA DAN MERAWAT INTEGRITAS UNTUK MENINGKATKAN KEJUJURAN DAN PROFESIONALISME DI TEMPAT KERJA

SIFAT BAIK & BURUK

MENJAGA DAN MERAWAT INTEGRITAS UNTUK MENINGKATKAN KEJUJURAN DAN PROFESIONALISME DI TEMPAT KERJA

“Bila Anda ingin membangun kekuatan integritas, maka jangan biarkan integritas itu di level kata. Tetapi,  transformasikan kata integritas menjadi energi positif, sehingga dapat Anda rasakan dan nikmati di lingkungan kerja.”~Djajendra

“Musuh utama integritas adalah orang-orang tidak jujur dan tidak profesional.”~Djajendra

Integritas memiliki energi untuk menjadikan Anda mampu mengenali berbagai perilaku dan perasaan perusak. Integritas merupakan sumber energi yang menciptakan kebaikan dan kejujuran. Pikiran manusia menghasilkan berbagai jenis perilaku, sikap, emosi, keputusan, dan tindakan. Bila pikiran sudah dikuasai oleh energi integritas, maka pikiran akan patuh untuk mengalir di dalam energi positif. Semakin kuat energi integritas di dalam kepribadian Anda, semakin sulit Anda terganggu oleh berbagai hal yang bersumber dari kekuatan negatif.

Seseorang yang integritasnya tinggi memiliki rasa percaya diri yang tinggi, serta mudah mempengaruhi lingkungan kerjanya untuk berperilaku jujur dan profesional. Orang-orang dengan integritas yang tinggi mampu mengenali perasaan dan perilaku orang lain. Mereka memiliki jiwa yang sensitif, tetapi tegas terhadap komitmen untuk berperilaku jujur dan profesional.

Energi integritas tidak akan membiarkan Anda mengalami suasana hati yang buruk. Sebab, bila Anda sudah dikuasai oleh suasana hati yang buruk, maka sulit bagi Anda untuk berpikir jernih; sulit bagi Anda untuk mengendalikan diri sendiri, dan ini merupakan titik lemah yang biasa dikuasai oleh kekuatan anti integritas atau kekuatan tidak jujur.

Musuh utama integritas adalah orang-orang tidak jujur dan tidak profesional. Biasanya, ketika integritas seseorang belum kuat atau belum membatin. Maka,dia berpotensi mengambil dan menyerap energi negatif dari orang-orang tidak jujur yang ada di sekitar dirinya. Dia akan terpengaruh untuk mengikuti arus yang diciptakan oleh kepentingan tidak jujur. Hal ini biasanya terjadi di lingkungan kerja berbudaya lemah. Jelas, lama-kelamaan, kekuatan tidak jujur akan mendominasi lingkungan kerja, dan semua benih integritas akan mati. Pada akhirnya, integritas hanya menjadi sebuah kata, tanpa memiliki energi untuk memberdayakan kehidupan kerja yang jujur dan profesional.

Membangun dan mengembangkan kekuatan integritas di tempat kerja membutuhkan sistem dan budaya yang kuat dan unggul. Bila budaya kerja dan sistem di tempat kerja sudah kuat dan unggul. Maka, dia akan menjadi fondasi yang baik, untuk membangun energi integritas yang kuat dan seimbang di lingkungan kerja. Energi integritas yang kuat akan melindungi integritas pribadi setiap orang dari orang-orang tidak jujur dan tidak profesional.

Kesadaran dan tanggung jawab untuk menjadi pribadi yang jujur dan profesional sangatlah penting. Setiap individu harus sadar dan mengerti untuk merubah kata integritas menjadi energi yang menguatkan perilaku dan sikap positif. Akumulasi dari kesadaran setiap individu untuk menguatkan integritas pribadinya, akan menciptakan sistem energi integritas pribadi yang kuat dan seimbang. Bila kata integritas sudah menjadi energi yang berakumulasi secara kuat, maka setiap orang menjadi kebal terhadap ketidakjujuran.

Melindungi kekuatan integritas dengan memperkuat energi positif melalui pikiran, emosi, dan tindakan. Setiap orang harus memiliki kesadaran dan pengetahuan untuk menghidupkan integritas di dalam hatinya. Semua kata memiliki energi yang sangat bermanfaat untuk kehidupan yang lebih baik. Demikian juga dengan integritas, yang merupakan sebuah kata dengan energi yang maha kuat untuk mewujudkan kebaikan. Intinya, bila Anda ingin membangun kekuatan integritas, maka jangan biarkan integritas itu di level kata. Tetapi,  transformasikan kata integritas menjadi energi positif, sehingga dapat Anda rasakan dan nikmati di lingkungan kerja.

Menjaga dan merawat energi integritas haruslah dengan penuh semangat. Setiap individu harus sadar benar untuk melindungi pikiran positif, serta menciptakan perisai yang menjaga energi integritas. Energi integritas yang ditujukan pada diri sendiri cendrung untuk membangkitkan nilai-nilai kemuliaan dan kehormatan diri sendiri. Oleh karena itu, setiap hari, beberapa kali dalam sehari, berlatihlah untuk mengarahkan energi integritas ke dalam diri sendiri, dan tidak hanya ke luar diri Anda. Semakin cepat Anda menyerap energi integritas ke dalam diri Anda, semakin tinggi kualitas profesionalisme Anda. Dan juga, Anda akan menjadi sangat percaya diri, dan sangat mampu menghadapi berbagai permasalahan yang berpotensi merusak integritas di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS MENGHASILKAN SOLIDITAS KERJA

INTEGRITAS DJAJENDRA

“Organisasi tanpa integritas menjadi mudah dipecah dan diruntuhkan oleh orang-orang dari dalam.”~Djajendra

Menurut keyakinan kuno orang Yunani dan Mesir, manusia digambarkan lebih rendah dari dewa dan lebih tinggi dari binatang. Karena manusia berada diantara dewa dan binatang, maka manusia harus memiliki integritas agar bisa lebih mirip dewa daripada binatang.

Apa itu integritas? Integritas merupakan sebuah perilaku kehidupan yang keluar dari kepribadian asli seseorang. Biasanya, perilaku dan kebiasaan baik, seperti: ketulusan hati, ikhlas, jujur, adil, utuh, tidak serakah, terhormat, beretika, tidak korupsi, dan semua perilaku mulia yang sifatnya konsisten dan bersumber dari hati nurani.

Di tempat kerja, integritas merupakan sebuah perilaku yang sangat penting dan menentukan keberhasilan misi dan visi organisasi. Sikap dan perilaku integritas menciptakan keadilan dan kebaikan untuk semua orang. Ketika integritas menjadi budaya kerja, maka semua orang di tempat kerja akan bekerja keras, melakukan yang terbaik, dan memberikan loyalitas secara ikhlas dan tulus kepada perusahaan mereka. Integritas adalah kunci untuk menciptakan keharmonisan dan keadilan di tempat kerja.

Biasanya, di tempat kerja, implementasi integritas dimulai dari nilai-nilai perusahaan (corporate values), untuk menciptakan insan korporasi yang bisa dipercaya dan diandalkan. Dalam hal ini, nilai-nilai tersebut haruslah ditaati dan dihormati oleh semua orang. Dan, semua orang harus meyakini dan menyetujui nilai-nilai tersebut dari hati terdalam mereka. Setiap insan perusahaan harus memberi kepercayaan yang tinggi terhadap nilai-nilai tersebut. Selain itu, perusahaan harus membuat kode etik untuk semua unit kerja, untuk setiap fungsi dan peran kerja, dan juga membuat etika bisnis untuk dipatuhi oleh semua stakeholdernya.

Integritas membentuk soliditas kerja yang hebat dan andal. Ketika integritas sudah membudaya dan menjadi perilaku sehari-hari di tempat kerja. Maka,  semua orang menjadi mudah berkolaborasi dan berbagi kebaikan di tempat kerja. Semua orang akan memperlihatkan sikap baik, penuh senyum, tegur sapa yang sopan, dan saling menjaga kemuliaan masing-masing. Ketika masalah datang, kekuatan kolaborasi mampu bersinergi untuk menuntaskannya. Soliditas, kebersamaan, keterikatan batin, dan perasaan ingin membantu akan  menjadi kekuatan yang menyatukan semua orang dalam satu visi, satu budaya kerja, dan satu misi.

Integritas menciptakan para teladan, para model yang bermoral mulia. Integritas menciptakan cara kerja dan cara hidup bermoral mulia; serta mampu menularkan kepada orang lain melalui keteladanan sikap, perilaku, kebiasaan, dan gaya kehidupan yang terhormat.

Integritas menciptakan perilaku kerja yang hati-hati, rendah hati, waktu yang terkelola dengan produktif, emosi yang terkendali, serta meningkatkan reputasi dan kredibilitas dari masing-masing individu. Dan hal ini, menjadi kekuatan untuk meningkatkan keyakinan pada rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder lainnya. Pada akhirnya, setiap individu atau insan perusahaan menjadi orang-orang yang dapat dipercaya oleh siapapun di lingkungan tempat kerja.

Integritas menjadikan insan perusahaan tidak lagi menyembunyikan kekurangan dan kelemahan. Tidak lagi ada tempat untuk ketidakjujuran. Semua orang menjadi jujur dengan realitas dirinya, serta mengakui kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki. Hal inilah yang akan menjadi fondasi untuk memperkuat soliditas kerja. Sikap rendah hati akan menjadi dasar untuk saling menghargai kejujuran.  Di sini, akan ada kesadaran bahwa tidak ada seorangpun yang sempurna atau paling pintar. Hanya sikap rendah hati dan kejujuran bersama yang mampu menciptakan perilaku integritas.

Perilaku integritas akan membuat orang-orang fokus pada kekuatan, kompetensi, dan kemampuan masing-masing. Setiap orang sadar untuk mengerjakan bagiannya dengan sempurna dan berkualitas. Mereka tidak akan fokus untuk menyalahkan orang lain atas masalah yang timbul. Mereka akan membantu untuk menuntaskan masalah dan menemukan solusi yang tepat. Mereka akan bekerja dan bertindak dalam standar pribadi yang berkualitas tinggi. Mereka tidak akan asal kerja, selalu menunjukkan konsistensi karakter kerja yang diekspresikan melalui kejujuran, transparansi, akuntabilitas, dan komitmen untuk menjalankan etika secara profesional.

Walaupun seseorang memiliki bakat dan keterampilan yang lebih dari yang lainnya, dalam budaya integritas hal ini tidak akan dijadikan untuk menyombongkan diri. Tidak akan ada obsesi atau kecendrungan untuk menempatkan dirinya menjadi yang pertama, atau yang paling hebat. Tidak akan ada sikap saling mencurigai. Tidak ada perilaku saling menjatuhkan.

Memang betul. Manusia hadir membawa kekuatan baik dan kekuatan buruk di dalam dirinya. Dimana, kekuatan baik dan buruk ini kapan saja bisa saling bergantian tampil untuk mengekspresikan dirinya, seperti siang dan malam, seperti gelap dan terang. Tetapi, dalam budaya integritas, hanya hal-hal baik di dalam kerendahan hatilah yang akan muncul.

Integritas menyatukan semua sikap, perilaku, perbedaan, dan keragaman. Integritas menjaga agar semuanya bersatupadu di dalam keharmonisan kerja. Di mana, hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan tanpa integritas. Biasanya, organisasi tanpa integritas menjadi mudah dipecah dan diruntuhkan oleh orang-orang dari dalam.

Integritas diperlukan untuk membangun dan mengelola praktek bisnis atau proses kerja yang berkualitas tinggi. Di sini, kejujuran dan kebenaran selalu hadir untuk mengharmoniskan berbagai sikap dan perilaku berbeda; mengharmoniskan berbagai keyakinan dan kepercayaan yang berbeda; mengharmoniskan berbagai persepsi dan logika berpikir yang berbeda. Integritas adalah tentang konsistensi perilaku etis yang memberdayakan sumber daya untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERILAKU YANG MERUSAK BUDAYA KERJA

ANDA LAHIR UNTUK SUKSES 2015PERILAKU YANG MERUSAK BUDAYA KERJA

“Perilaku etis merupakan aset yang harus dirawat dengan baik. Bila perilaku etis tidak dirawat, maka perilaku buruk akan muncul dan merusak semua rencana baik organisasi.”~Djajendra

Budaya kerja yang baik sangat ditentukan dari perilaku kerja yang profesional dan etis. Budaya organisasi yang kuat tercipta dari perilaku dan sikap kerja yang profesional. Perilaku dan sikap tidak baik akan menyebabkan kerusakan hubungan kerja, pada akhirnya berdampak pada rendahnya kualitas budaya kerja, dan tingginya iklim konflik di tempat kerja.

Budaya kerja yang andal dan hebat tidak tercipta dari pintar dan berbakatnya karyawan, tetapi dari sikap dan perilaku etis dan profesional. Jadi, walaupun seorang karyawan sangat hebat nilai-nilai akademisnya, sangat bereputasi tinggi sekolahnya, dan sangat tinggi pendidikannya. Tetapi, bila dia tidak mampu bersikap baik, rendah hati, berempati, bertoleransi, etis, dan belajar dari semua situasi yang muncul. Maka, semua kehebatan yang dia miliki tidak akan bermanfaat sama sekali untuk memperkuat budaya kerja.

Perilaku yang suka berbicara tentang hal-hal negatif, atau suka mengeluh tentang segala hal, adalah perilaku yang dapat menyebabkan turunnya kualitas budaya kerja. Intergitas dan kejujuran menjadi nilai yang sangat penting, dan menentukan kualitas budaya kerja. Seseorang yang tidak jujur atau rendah integritasnya, sangat mudah berbohong, sangat mudah menyebarkan berita-berita yang tidak benar, sehingga dapat menguras pikiran orang lain, hanya untuk membicarakan sesuatu yang tidak benar. Dampaknya, orang-orang di tempat kerja akan kelelahan dan menghabiskan banyak waktu, hanya untuk membahas sesuatu yang tidak penting dan juga tidak benar.

Bergosip merupakan salah satu perilaku yang dapat merusak budaya kerja. Gosip tidak hanya membuang-buang waktu kerja, tetapi juga menurunkan tingkat produktivitas dan efektivitas kerja. Perilaku suka gosip berpotensi menciptakan rasa sakit hati bagi yang digosipkan. Bila semakin banyak orang sakit hati di tempat kerja, maka mereka akan terjebak dalam marah dan dendam, sehingga  tidak mampu bekerja dengan pikiran jernih.

Pikiran positif merupakan sebuah keharusan dalam membangun budaya kerja yang andal. Pikiran positif akan menghasilkan emosi yang baik dan cerdas. Emosi baik dan cerdas mampu memahami orang lain, mampu menciptakan suasana hati yang positif di sepanjang jam-jam kerja, sehingga proses kerja dapat berlangsung dengan baik. Emosi cerdas mampu mengontrol diri sendiri, sehingga diri dapat terhubung secara baik dan harmonis kepada siapapun.

Perilaku etis selalu jujur dan mengerti tentang apa yang baik dan apa yang tidak baik. Karyawan yang beretika tidak akan mengambil keuntungan dari hasil kerja keras karyawan lain. Orang-orang etis selalu memiliki harga diri, tidak akan bersikap curang dan mengambil yang bukan hasil kerjanya, atau yang bukan haknya.

Berbicara besar, berbicara berlebihan, atau perilaku yang suka membual, akan mengundang gosip. Orang-orang yang mendengarkan bualan atau cerita-cerita yang terkesan berlebihan, akan menggosipkan orang tersebut. Hal ini berpotensi menciptakan suasana kerja yang menurunkan kualitas budaya kerja. Sebab, sebagian dari waktu yang seharusnya dipergunakan secara produktif, akan terbuang sia-sia untuk mendengarkan dan membahas kisah si pembual.

Perilaku suka mencari muka atau mengkhianati orang-orang di sekitar, akan mengundang konflik dan perang dingin. Bukan rahasia lagi bahwa hampir di semua tempat kerja selalu akan muncul para Sangkuni yang siap menciptakan konflik. Para Sangkuni atau tukang pencipta energi konflik, dapat muncul dari semua dimensi organisasi. Mereka ini, pada umumnya, sangat pintar berbicara atau memutar balikkan fakta. Kerja mereka hanya mencari-cari kekurangan orang lain, lalu dimanfaatkan sebagai keuntungan mereka. Para Sangkuni selalu siap mengkhianati siapapun di tempat kerja. Mereka sangat pintar membaca arah angin, selalu mengikuti ke mana arah yang menguntungkan mereka. Tidak ada sahabat bagi mereka, hanya keuntungan dan kepentingan merekalah yang paling diutamakan.

Sangat banyak perilaku buruk yang dapat merusak budaya kerja. Perilaku merupakan aset yang harus dirawat dengan baik. Bila perilaku tidak dirawat, maka perilaku buruk akan muncul dan merusak semua rencana baik organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI UNTUK CALON KARYAWAN

“Dunia bisnis tidak pernah menyiapkan zona nyaman untuk siapapun. Bila ada yang sengaja menciptakan zona nyaman di tempat kerjanya, maka dia hanya menunggu waktu untuk disingkirkan oleh dunia kerja.”~Djajendra

Kehidupan kerja adalah kehidupan yang diatur dengan sistem, perintah, kebijakan, aturan, struktur, hirarki, target, kinerja, dan budaya organisasi. Calon karyawan yang masuk ke dunia kerja harus siap menjalani kehidupan kerja, yang pastinya sangat berbeda dengan kehidupan pribadi di rumah.

Kehidupan kerja wajib menjalankan etika. Sebagian terbesar dunia kerja adalah dunia bisnis. Siapapun yang bekerja dalam dunia bisnis harus tahu bahwa etika bisnis dan etika kerja adalah sesuatu yang sangat penting. Tanpa etika bisnis dan etika kerja, maka berbagai jenis risiko dapat merusak potensi bisnis yang ada.

Dunia kerja membutuhkan etos kerja dari setiap individu. Etos kerja seperti bahan bakar, untuk menggerakan kompetensi dan kualitas diri agar berkontribusi sesuai rencana. Sikap, watak, kepribadian, motivasi, karakter, keyakinan, semangat, dan komitmen untuk menjalankan proses kerja sesuai budaya kerja perusahaan, disebut sebagai etos kerja. Etos kerja ini hanya dapat dilihat di dalam tindakan, tidak akan terlihat di dalam rencana. Etos kerja adalah bahasa perbuatan atau tindakan, bukan bahasa konsep. Intinya, etos kerja itu seperti semangat suci untuk melayani pekerjaan, memberi, membantu, serta melakukan tugas dengan sepenuh hati dan totalitas.

Etos kerja memiliki prinsip dan nilai-nilai luhur yang harus diafirmasi setiap hari. Kemampuan untuk mengabdikan hidup dengan ikhlas dan totalitas di tempat kerja, akan menjadikan etos kerja individu lebih cemerlang. Dunia kerja adalah dunia ide yang sangat kreatif. Jangan pernah memimpikan kepastian. Kedinamisan dan ketidakpastian merupakan DNA bisnis. Oleh karena itu, siapkan mental untuk menghadapi kompleksitas di tempat kerja. Siapkan mental untuk terbiasa bekerja di luar zona nyaman. Dunia bisnis tidak pernah menyiapkan zona nyaman untuk siapapun. Bila ada yang sengaja menciptakan zona nyaman di tempat kerjanya, maka dia hanya menunggu waktu untuk disingkirkan oleh dunia kerja.

Ketika calon karyawan mulai menjalankan rutinitas kantor atau pabrik, maka dunia kerja mengharuskan dia untuk hidup bersama budaya kantornya. Pola kehidupan rumah otomatis berganti pola kehidupan kantor. Tempat kerja menghendaki karyawan untuk berjuang dan bekerja sesuai budaya dan tata kelolanya.

Setiap calon karyawan secara alami membawa sifat, sikap, perilaku, dan karakter dari kehidupan rumahnya ke dalam kantor. Harus diingat bahwa sifat, sikap, perilaku, dan karakter merupakan bagian terpenting dari budaya. Jadi, setelah menjadi karyawan tetap, maka budaya organisasi mengharuskan calon karyawan untuk memiliki sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai budaya perusahaan. Bila karyawan gagal menyatukan sikap dan perilaku kerjanya sesuai nilai-nilai perusahaan, maka budaya organisasi akan menjadi lemah, dan perusahaan akan kehilangan energi suksesnya untuk mencapai kinerja terbaik.

Karyawan bukanlah mesin atau alat, tetapi merupakan medan energi yang membentuk budaya kerja dan etos kerja untuk pencapaian terbaik.  Akumulasi energi karyawan merupakan kekuatan untuk mewujudkan visi, dan menjaga kinerja harian dengan etos kerja.

Tempat kerja adalah tempat berkumpulnya berbagai kepribadian, kualitas, kompetensi, sikap, perilaku, dan karakter. Struktur organisasi yang kuat dan teratur mampu menyatukan semua perbedaan menjadi sebuah kekuatan dalam wujud budaya perusahaan. Selama semua kekuatan di internal organisasi mengalir di dalam budaya kuat, tidak akan ada kekuatan negatif yang merusak potensi sukses.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com