ETIKA BERGAUL DI TEMPAT KERJA

motivasi-26092016

“Tempat kerja adalah tempat bergaul bagi perilaku produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.”~Djajendra

Ketika karyawan sudah terbiasa menjalankan etika bergaul di tempat kerja secara profesional; maka, hubungan kerja yang sehat, kuat, etis, produktif, dan menyenangkan, akan tercipta untuk membahagiakan semua stakeholders.

Hubungan kerja tidaklah selalu mudah. Pikiran dan kepentingan yang berbeda bisa menjadi rintangan dalam merawat hubungan kerja yang positif dan profesional. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja harus memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk menegakkan etika di semua aspek kerja. Dalam hal ini, sangat diperlukan hubungan kerja yang etis untuk mendorong pergaulan yang etis di tempat kerja. Ketika etika bergaul terimplementasi dengan baik di tempat kerja, maka setiap karyawan akan sadar untuk memiliki tanggung jawab dalam membentuk tempat kerja yang etis bagi semua pemangku kepentingan.

Etika bergaul di tempat kerja bersumber dari kemampuan karyawan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dalam hal ini, karyawan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk berperilaku sesuai kode etik dan etika bisnis perusahaan. Walaupun kode etik dan etika bisnis sifatnya normatif dan teori, tetapi bila karyawan sadar untuk menjadikannya sebagai perilaku, maka mereka akan terus-menerus berlatih dan membiasakan semua yang normatif tersebut menjadi perilaku nyata di tempat kerja.

Pergaulan etis membutuhkan dasar komunikasi yang bersumber dari pikiran dan emosi positif. Intinya, walaupun karyawan sudah menguasai cara berkomunikasi yang baik, tetapi tanpa kekuatan etika dan moralitas di dalam kepribadian dan karakter kerjanya, maka komunikasi yang baik tersebut tidak akan mampu menyentuh hati dan logika orang lain.

Berkomunikasi di tempat kerja berarti karyawan memahami kebutuhan proses kerja, serta mampu mengekspresikan etos kerja untuk melayani kebutuhan proses kerja dengan profesional. Komunikasi kerja yang etis dengan perilaku etis dapat melancarkan proses kerja di dalam integritas dan akuntabilitas yang tinggi.

Etika bergaul di tempat kerja dapat terimplementasi dan terinternalisasi dengan baik, bila pimpinan dan manajemen perusahaan mampu mengembangkan sistem dan budaya organisasi, untuk mengelola hubungan antar karyawan dengan perilaku yang etis. Jelas, dalam hal ini, perusahaan harus mengeksplorasi nilai-nilai terbaik yang diinginkan di dalam budaya organisasi. Nilai-nilai terbaik inilah yang nantinya akan menjadi perilaku, sikap, etos, dan karakter kerja karyawan. Di awali dari nilai-nilai pilihan, lalu nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai standar perilaku kerja yang secara otomatis membangun perilaku organisasi dalam wujud budaya.

Etika pergaulan di tempat kerja haruslah menjadi budaya pergaulan di tempat kerja. Jadi, setiap karyawan harus sadar bahwa keberadaan mereka di tempat kerja adalah untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang etis dan produktif. Mereka berada di tempat kerja untuk bekerja dengan segala kemampuan bagi terciptanya kinerja terbaik. Oleh karena itu, tidak boleh ada perilaku yang merintangi atau menghalangi terciptanya kinerja yang produktif di tempat kerja.

Etika bergaul yang etis dengan integritas dan akuntabilitas dapat menciptakan energi positif di lingkungan perusahaan. Hal ini, menjadi kekuatan untuk memperbaiki masalah hubungan tidak harmonis antara karyawan. Bila perilaku etis sudah benar-benar terinternalisasi di dalam perilaku kerja karyawan, maka sangat mudah bagi manajemen untuk memperbaiki perilaku yang tidak pantas, serta mempromosikan tempat kerja yang terstruktur dalam budaya kuat dan produktif.

Pergaulan yang etis di tempat kerja menawarkan kenyamanan, kesenangan, kebahagiaan, kesehatan mental, dan kondisi kerja yang positif bagi setiap karyawan.

Etika pergaulan mendorong terciptanya perilaku berdasarkan nilai-nilai moralitas positif. Kondisi ini menjadikan tempat kerja berbudaya adil, terbuka, bertanggung jawab, tidak ada permusuhan, tidak ada diskriminasi, tidak ada pilih kasih, tidak ada pelecehan, tidak ada konflik kepentingan, tidak ada kebohongan, tidak ada perilaku dan tindakan yang merugikan stakeholders. Jadi, semua karyawan selalu merasa bahagia di tempat kerja sehingga benar-benar bisa fokus bekerja untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH DAMAI

MOTIVASI 05072016

“Setiap orang berguna dan memiliki keunikannya sendiri, berhentilah untuk berdebat dan bereaksi secara berlebihan. Manfaatkan hubungan baik untuk kehidupan yang lebih baik”~Djajendra

Dalam hubungan antar manusia, tidak perlu semua hal ditanggapi secara berlebihan, fokuskan semua energi untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Lebih baik diam dan tersenyum santai daripada berkomentar melukai perasaan orang lain. Apapun situasi dalam hubungan Anda, tetaplah berpikir tenang dan interospeksi diri. Miliki pertimbangan yang bijak, hadapi setiap situasi dengan optimis dan berjiwa besar.

Setiap tindakan selalu melalui hubungan antar manusia; setiap pekerjaan selalu terselesaikan melalui hubungan antar manusia. Hubungan antar manusia adalah sesuatu yang sangat penting dalam mencapai prestasi dan kinerja terbaik. Tanpa hubungan yang produktif dan efektif, maka pemborosan dan kerugian yang akan didapatkan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk meningkatkan hubungan yang positif dan produktif agar hubungan tersebut menciptakan nilai tambah bagi kehidupan. Hubungan yang baik menciptakan kedamaian dan ketenangan hidup. Kegagalan membangun hubungan yang baik dapat berakibat pada munculnya permusuhan dan saling melukai hati.

Ketika Anda terdorong untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan dari orang lain.Dan, bila Anda tidak mendapatkannya, Anda akan marah. Kondisi inilah yang menciptakan hubungan buruk. Perasaan atau tuntutan untuk mendapatkan persis seperti yang Anda inginkan dari orang lain adalah seperti menggantungkan harapan ditangan orang lain. Ketika harapan Anda ditangan orang lain, maka kekecewaan dan kemarahan akan selalu hadir di dalam kehidupan Anda.

Ambillah tanggung jawab untuk semua hubungan dengan setiap orang. Jangan menyerahkan hasil akhir ditangan orang lain. Bila Anda memiliki ide dan pikiran-pikiran yang hebat, Anda membutuhkan tanggung jawab agar dapat mengimplementasikannya dengan baik. Bila ide dan pemikiran Anda tergantung kepada orang lain, maka Anda akan selalu kecewa dan marah.

Kadang-kadang, dalam hubungan dengan orang lain, Anda mungkin menganggap seharusnya orang tersebut melakukan seperti yang Anda inginkan. Persoalannya, tidak semua keinginan dan harapan Anda tersebut mampu dilayani dan disikapi dengan baik oleh orang lain. Oleh karena itu, perkuatlah mental agar orang lain tidak mengacaukan hubungan baik, hanya karena mereka tidak bisa bersikap dan melayani sesuai keinginan Anda.

Dalam hubungan antar manusia, kadang ada orang yang sulit diatur, yang bersikap semaunya. Bila Anda tanggapi atau terpengaruh energi negatif mereka, maka Anda akan bereaksi secara berlebihan. Dampaknya, Anda bisa menjadi frustasi, marah, khawatir, kesal, stres, cemas, dan berargumentasi agar mereka melakukan sesuai keinginan Anda. Ini adalah sikap yang harus Anda hindari, jangan biarkan orang lain merusak kedamaian hati Anda.

Ketika seseorang melakukan kebalikan dari harapan dan keinginan Anda, maka bernafaslah dengan tenang dan santai. Katakan kepada diri sendiri bahwa kedamaian dan sukacita batin Anda adalah hal terpenting. Berdoalah meminta petunjuk pada Tuhan. Jangan ngotot, tapi perlambat dan tenangkan hati Anda, kuatkan sukacita di dalam diri Anda, biarkan hal-hal terjadi seperti seharusnya terjadi, tidak perlu banyak komentar, cukup Anda tenang dan senyum pada saat itu. Ingat! Jangan pernah mengizinkan siapapun atau situasi apapun untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan jiwa Anda. Anda harus memimpin diri sendiri dan memimpin pikiran optimis Anda dengan tenang di dalam diam. Setelah Anda mampu mengendalikan situasi, barulah Anda mencari strategi baru agar keinginan dan harapan Anda tersebut bisa segera diwujudkan.

Tidak mudah untuk bisa mengendalikan orang lain; tidak mudah untuk menangani hidup orang lain; tidak mudah berharap kepada orang lain untuk melakukan persis seperti yang Anda inginkan. Jadi, daripada frustasi dan sakit kepala oleh perilaku orang lain; lebih baik Anda pahami mereka dengan empati, kasih, peduli, dan sediakan ruang untuk memperbaiki mereka.

Jangan pernah menciptakan pertempuran dalam pikiran dan emosi Anda karena ketidaksukaan Anda terhadap seseorang. Jangan biarkan drama emosi yang menghakimi seseorang atau menilai seseorang mengambil waktu dan energi Anda. Ingat! Sukacita dan kedamaian hati lebih penting daripada sebuah kebenaran. Perdamaian dalam hubungan antar manusia adalah lebih baik daripada kebenaran yang diperdebatkan. Tidak perlu terlalu banyak berargumentasi untuk hal-hal yang menghilangkan kebaikan dan kedamaian hati. Hubungan antar manusia haruslah hadir melalui cinta, melayani, peduli, sopan-santun, etika, etiket, berhati-hati, serta kemampuan untuk menjaga hati dan pikiran di dalam kedamaian dan keharmonisan hidup.

“Hubungan baik menjadi lebih baik saat hubungan itu tumbuh di dalam kesabaran, empati, kepedulian, cinta, senyum, dan saling memaafkan .”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA BERKOMUNIKASI YANG BAIK ADALAH ASET PRIBADI TERMAHAL

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGULCARA BERKOMUNIKASI YANG BAIK ADALAH ASET PRIBADI TERMAHAL

“Ucapan tidak sekedar untuk diucapkan; kata-kata tidak sekedar untuk diungkapkan; diperlukan kecerdasan sosial dan wawasan yang luas, untuk menjadi seorang komunikator andal.”~Djajendra

Komunikator yang hebat mampu menyampaikan pesan yang kuat, dan memotivasi orang lain untuk bersepakat dengannya. Dia juga cerdas dalam menyampaikan pesan, untuk kesepakatan yang saling mendengarkan.

Komunikasi bertujuan menyatukan persepsi dan akal sehat. Tujuan orang berkomunikasi adalah untuk menyatukan, bukan untuk memisahkan. Komunikasi tidak untuk menciptakan jarak, tetapi untuk menguatkan kesepakatan dan mempertahankan keharmonisan.

Cara berkomunikasi yang baik merupakan aset terkuat, yang mampu menghasilkan hal-hal baik dan produktif. Cara menyampaikan pesan; cara menguraikan kata-kata yang sejuk dan profesional; cara mengekspresikan emosi baik; cara menjaga suasana hati orang lain agar tetap positif; dan cara menjadikan diri sebagai energi baik di dalam komunikasi, adalah kekuatan yang menghasilkan hal-hal produktif dan kebaikan.

Komunikasi yang baik dimulai dari niat baik, berbagi pesan dan menemukan solusi untuk kebaikan bersama. Sangatlah diperlukan kesadaran untuk menghindari kesalahan, dan menghindari potensi yang membuat orang lain sakit hati.

Komunikator yang hebat, cerdas menjadi energi positif di setiap pertukaran informasi, wawasan, pengetahuan, dan ide-ide hebat. Penampilannya yang rendah hati dan santun, dapat meningkatkan kekuatan pribadi, untuk mempengaruhi banyak orang.

Komunikator terbaik fokus pada niat baik. Dia berkomunikasi pada tujuan dan niat yang sebenarnya. Dia tidak akan mencampuradukan hal-hal pribadi ke dalam hal-hal yang bukan pribadi. Dia mampu menyampaikan pesan dengan tenang, simpatik, dan penuh empati, sehingga ia bisa menyatu dengan lawan bicaranya. Ucapan dan kata-katanya sangat dipercaya dan berharga mahal.

Komunikasi adalah aset yang dapat menghidupi banyak orang. Seseorang yang cerdas emosi, berpikir positif, dilihat, didengar, dan dirasakan kebaikannya oleh orang lain; ia dengan mudah dapat mengalirkan rejeki di sepanjang hidupnya, karena ia menjadi orang yang dipercaya oleh banyak orang.

Komunikasi harus berada di satu frekuensi energi yang tepat. Komunikasi antar energi negatif dan energi positif berpotensi menciptakan konflik, dan pesannya sulit tersampaikan dengan baik. Diperlukan upaya menyamakan frekuensi energi, sehingga komunikasi yang diharapkan dapat diwujudkan dengan baik.

Energi positif dapat menerangi pikiran. Pikiran yang terang oleh kebaikan dapat menciptakan emosi dan kata-kata pilihan. Kemampuan untuk memilih kata-kata yang tepat, di waktu yang tepat, menentukan kualitas seorang komunikator. Semakin berenergi positif seseorang, semakin tenang dan sabar, ia menyampaikan pesan yang menghormati orang lain.

Ucapan tidak sekedar untuk diucapkan; kata-kata tidak sekedar untuk diungkapkan; diperlukan kecerdasan sosial dan wawasan yang luas, untuk menjadi seorang komunikator andal.

Kualitas seorang komunikator yang hebat ada di dalam kemampuanya, untuk menjadi diri sendiri yang asli, tidak berpura-pura menjadi orang lain. Seseorang yang asli mampu terhubung dengan jiwanya, dan sangat mudah terhubung dengan jiwa-jiwa baik lainnya.

Komunikator yang baik, cerdas menggunakan kekuatan verbal dan nonverbal, untuk menguatkan posisinya di tengah proses komunikasi. Memilih kata yang tepat, senyum pada saat yang tepat, bahasa tubuh yang mengekspresikan energi positif dirinya.

Maksud dan ketulusan hati dengan penampilan pribadi yang asli, akan menguatkan pesan yang disampaikan. Jadi, ketulusan dan keaslian jati diri, akan menjadikan hal-hal sulit mengalir di dalam bahasa komunikasi yang sederhana, dan mudah untuk dimengerti.

Seorang komunikator yang hebat tidak akan peduli apa yang orang lain pikirkan tentang pesannya. Dia hanya fokus untuk menyampaikan pesan yang benar dari niat dan hati yang tulus. Dia memiliki energi positif yang kuat, untuk dipancarkan di dalam setiap proses komunikasi. Dia memiliki pilihan kata-kata dan emosi yang tegas, untuk menjadikan dirinya magnet, yang menarik perhatian orang-orang. Dia memiliki kekuatan baik, yang mampu menghubungkan, dan menyatukan berbagai perbedaan di dalam keharmonisan menuju solusi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BRIEFING ADALAH KOMUNIKASI TATAP MUKA YANG MENYATUKAN PIMPINAN DENGAN STAFNYA

KUTA BALI-KEMENKES 2014BRIEFING ADALAH KOMUNIKASI TATAP MUKA YANG MENYATUKAN PIMPINAN DENGAN STAFNYA

“Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.”~Djajendra

Briefing adalah komunikasi tatap muka yang paling efektif dan cepat untuk menjalankan tugas sehari-hari. Para leader selalu menggunakan komunikasi briefing, untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan informasi kepada para karyawan. Sifat komunikasi briefing adalah singkat, jelas, ringkas, terukur, langsung, tata muka, dialog, umpan balik langsung, dan interaksi langsung. Komunikasi briefing menjadikan leader dan karyawan saling berinteraksi secara langsung, untuk menuntaskan prioritas dan tanggung jawab harian.

Komunikasi briefing menjadikan leader dan tim selalu berhubungan; dan memastikan bahwa tujuan dan target masih dalam satu visi, satu misi, dan satu bahasa kerja. Komunikasi briefing menyediakan ruang untuk saling mengklarifikasi dan menguatkan etos kerja.

Pemimpin yang profesional memiliki etos komunikasi yang cepat, tepat, efisien, efektif, dan memiliki daya dorong untuk pencapaian terbaik. Briefing adalah sebuah etos komunikasi yang biasanya dipraktikkan, untuk menyatukan persepsi dan arah kerja tim. Briefing menjadikan hubungan kerja sangat dekat dan saling melengkapi. Briefing yang berkualitas menyatukan semua orang di dalam soliditas bersama, serta mendorong semua orang untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Komunikasi briefing mampu memberikan penjelasan dan informasi dengan sangat rinci, akurat, tepat, relevan, dan sesuai realitas. Dialog tata muka antara leader dengan staf mampu menguatkan komitmen, kepercayaan, keyakinan, dan tanggung jawab bersama. Komunikasi briefing menjelaskan dan menerangkan segala sesuatu, serta menghilangkan kesalahpahaman dan ketidaktahuan.

Kesibukan di dalam rutinitas kerja dapat mengakibatkan staf lupa atau lalai, untuk fokus pada prioritas dan target. Di sinilah peran leader menjadi sangat penting untuk melakukan komunikasi briefing.  Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.

Briefing menjadikan informasi selalu terbarukan, realitas staf dan proses pencapaian target terkontrol dengan baik.  Briefing mendekatkan leader dan staf, menjadikan mereka saling mengklarifikasi, dan saling memberi umpan balik untuk sebuah pencapaian yang lebih baik.

Komunikasi langsung dan efektif sangatlah penting agar semua hal di dalam organisasi terkendali dan terjaga. Kegagalan komunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, gosip,  dan keraguan pada realitas yang ada. Briefing sebagai salah satu cara berkomunikasi yang cepat dan efisien, mampu menyederhanakan hal-hal kompleks, untuk dapat memberikan informasi yang jelas dan ringkas. Jadi, seorang leader yang profesional pasti memanfaatkan kehebatan briefing untuk berkomunikasi secara murah, cepat, tepat sasaran, akurat, produktif, dan ringkas.

Briefing setiap hari dengan durasi pertemuan 30 sampai dengan 60 menit, mampu mengingatkan semua orang untuk fokus dan produktif. Di dalam briefing, pemimpin dapat memberikan informasi terbaru, memotivasi staf agar lebih hebat di dalam menuntaskan tugas dan tanggung jawab.

Briefing adalah komunikasi yang paling efektif untuk saling menguatkan peran kerja, menguatkan komitmen bersama, dan meningkatkan etos untuk pencapaian kinerja terbaik.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

“Pembicara publik harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, tidak sekedar menguasai pengetahuan dan informasi, tetapi merasakan pengetahuan dan informasi yang dimiliki.”~Djajendra

Pembicara publik selalu hadir dihadapan orang banyak untuk menyampaikan cerita nyata dari hal-hal normatif. Karena cerita nyata itu hidup dan berkembang dari perubahan dan kreativitas, maka seorang pembicara publik haruslah menjadi pembelajar, yang fokus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan wawasan agar dapat menceritakan realitas terbaru.

Kekuatan seorang pembicara publik ada pada gagasan dan pesan yang disampaikan. Bila gagasan dan pesan tersebut disampaikan dengan energi positif, karisma, detail, serta kehadiran yang penuh semangat dan antusias, maka presentasi tersebut menjadi menarik.

Cara berkomunikasi dan berinteraksi yang penuh empati pasti memudahkan pembicara untuk memahami realitas audiens. Pembicara harus cerdas sosial saat berinteraksi dengan audiens. Sebab, audiens berasal dari berbagai latar belakang dan beragam cara berpikir, sehingga diperlukan empati dan toleransi untuk bisa terhubung dengan mereka. Komunikasi dan interaksi dua arah akan menjadikan presentasi lebih hidup.

Pembicara publik harus mengalir di dalam realitas dan tidak boleh berhenti di dalam normatif. Biasanya semua materi presentasi berkekuatan normatif, tetapi isi normatif itu harus dapat menjawab realitas audiens sehari-hari. Untuk itu, pembicara harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, dan tidak sekedar menguasai informasi saja, tetapi merasakan informasi yang dimiliki.

Pembicara publik adalah pemimpin yang mengajar beragam karakter dan latar belakang audiens. Pengaruh dan pesan yang tepat dapat menjadikan audiens mengikuti kata-kata pembicara. Pembicara wajib menyiapkan dirinya untuk mengajar beragam orang dari berbagai organisasi, industri, jasa, dan publik. Pembicara wajib memahami, merasakan, menguasai, dan mengajarkan pengetahuan untuk semua jenis bisnis dan organisasi.

Setiap presentasi biasanya dilakukan dengan slide yang dirancang sesuai karakter pembicara. Isi slide presentasi merupakan inti pikiran yang menceritakan misi, termasuk memotivasi dan memberikan pencerahan untuk berbagai dimensi dari tema pembicaraan. Jumlah kata dalam slide presentasi dapat disesuaikan dengan luasnya pembahasan yang diinginkan pembicara. Pembicara berhak untuk menciptakan slide presentasi hanya dengan satu kata, lima kata, sepuluh kata, tiga puluh kata, dan seterusnya. Dan, tidak ada jumlah kata yang benar atau ideal, semuanya tergantung kepada rencana pembicara dengan slide presentasinya. Hal terpenting adalah bahwa kata-kata di dalam slide tersebut bukan untuk dibacakan, tetapi untuk diceritakan. Pembicara publik harus pandai bercerita dengan skenario yang tidak bertentangan dengan hal-hal normatif, juga mampu membuka ruang untuk hal-hal kreatif.

Slide presentasi sebagai bahan cerita wajib disampaikan dengan nada, volume, dan kecepatan suara yang mampu didengarkan dan dipahami oleh audiens. Kemampuan untuk menciptakan karakter diri dengan bahasa tubuh, karakter kata-kata yang diucapkan, dan ketegasan ekspresi diri dalam memperkuat pesan yang disampikan, akan menjadikan pembicara tampil kuat dihadapan audiens.

Pembicara publik yang baik selalu menyediakan waktu bagi audiens agar dapat berbagi cerita. Pembicaraan satu arah tidak memberi ruang untuk berbagi cerita. Oleh karena itu, pembicara harus siap berbagi panggung, berbagi cerita dan menjadikan audiens sebagai mitra diskusi dalam setiap sesi.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

DJAJENDRA 26 FEB 2014

MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

“Presentasi yang dibuat menjadi cerita menarik, disampaikan oleh karakter yang unik dan positif, akan menyenangkan hati pendengarnya.”~ Djajendra

Salah satu pekerjaan pembicara publik yang penting adalah mengekspresikan ide-ide dalam bentuk cerita. Intinya, sebuah presentasi tidak hanya cukup dengan data, informasi, angka, pengetahuan, dan filosofi. Diperlukan cerita yang membuka hati dan pikiran audience, sehingga audience memahami manfaat dari hal-hal yang dibicarakan tersebut.

Presentasi yang baik haruslah menjadi alat untuk interaksi, diskusi, percakapan, termasuk untuk menginformasikan dan mengekspresikan ide-ide baru.

Pembicara publik sebaiknya menjadi diri sendiri. Jangan mencoba menjadi diri orang lain. Jangan mencoba memainkan gaya atau karakter yang tidak dikuasai dengan baik. Jangan ingin melucu atau bergaya seperti komedian, bila tidak menguasai pengetahuan dan karakter untuk melucu dengan baik. Intinya, sampaikan pengetahuan, ide, pengalaman, cerita, dan presentasi sesuai dengan gaya diri sendiri, gaya diri sejati yang unik.

Seluruh slide presentasi haruslah dapat disambungkan ke dalam sebuah inti cerita yang saling terhubung. Kemudian, jadikan presentasi seperti sebuah film yang menghibur, yang memberikan pencerahan, instruksi, serta menampilkan apa yang menjadi pahlawan dan apa yang harus dimenangkan oleh pahlawan tersebut. Pada akhirnya, presentasi harus menjadi guru yang mengajarkan hal-hal terbaik, dan dapat digunakan oleh audience untuk kehidupan dan pekerjaan mereka.

Presentasi pasti menjadi menarik bila pembicara publik sudah menjadikannya film dipikirannya, sehingga dia hanya tinggal bercerita dengan memanfaatkan karakter diri atau karakter bahasa tubuh yang menyenangkan. Dalam hal ini, presentasi harus membawa realitas dari hal-hal yang dibicarakan ke dalam ruangan dan menciptakan kehidupan yang memotivasi audience.

Karakter pembicara harus dimulai dari hal-hal yang sifatnya fisik, seperti: gaya rambut, pakaian, sepatu, dan semua penampilan diri yang utuh secara visual. Kemudian, karakter kepribadian yang mampu menampilkan jati diri asli dengan kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri terhadap segala sesuatu yang ditampilkan. Intinya, seorang pembicara publik harus mampu secara konsisten menampilkan gaya dan karakter diri yang mudah untuk diingat oleh audience.

Ucapkan kata-kata positif dan jauhkan diri dari kata-kata yang tidak terpuji.Pembicara publik haruslah menjadi energi positif yang menyampaikan kebaikan, serta menggunakan bahasa dan kata-kata positif untuk mempengaruhi audience. Ingat, audience tidak pernah ingin menyerahkan dirinya kepada orang-orang negatif, dan memaksa mereka untuk mendengarkan hal-hal negatif dari seorang pembicara berenergi negatif.

Seorang pembicara publik tidak hadir untuk menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Tetapi, hadir untuk menyampaikan pengetahuan dan ide-ide baru, yang bisa membantu kemajuan audience. Pastikan film yang dibuat benar-benar fokus pada materi yang dibutuhkan dan diinginkan oleh audience. Jangan pernah tampil dihadapan audience kalau filmnya belum dikuasai oleh pikiran dan emosi diri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERAN KEYNOTE SPEAKER DALAM PERTEMUAN PERUSAHAAN

DJAJENDRA PROFILE 2013

PERAN KEYNOTE SPEAKER DALAM PERTEMUAN PERUSAHAAN

“Seorang keynote speaker harus mencerahkan pikiran sadar dan mengalirkan energi optimisme ke dalam akal super sadar audience untuk menciptakan kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Keynote speaker adalah seorang pembicara utama yang menyampaikan pesan secara garis besar, dalam durasi waktu minimal 45 menit dan maksimal 2 jam. Seorang keynote speaker tidak untuk membicarakan rincian dari ide-ide strategis secara mendalam, tetapi untuk menyampaikan kekuatan inti dari tujuan pertemuan dalam bahasa optimis dan positif.

Waktu seorang keynote speaker sangat singkat, jadi tidaklah realistis bila mengharapkan seorang keynote speaker mampu memperbaiki masalah lama perusahaan. Tetapi, bila pengetahuan positif dan energi positif dari seorang keynote speaker ditanggapi dengan pikiran yakin dan mampu oleh audience, maka pengetahuan dan energi yang singkat dari keynote speaker, akan menjadi inspirasi untuk memperbaiki dengan cepat semua masalah lama perusahaan.

Setiap pertemuan perusahaan pasti memiliki tujuan untuk mencapai sebuah target. Dalam hal ini, sebelum seorang keynote speaker menyampaikan materinya, sebaiknya perusahaan memberikan secara rinci apa-apa yang ingin dicapai dari pertemuan perusahaan tersebut kepada keynote speaker. Bila keynote speaker sudah menangkap maksud dan tujuan dari pertemuan perusahaan, maka dia dapat menciptakan materi yang kuat dengan ide-ide praktis, untuk menginspirasi audience agar semakin yakin dan percaya diri dengan target yang diberikan.

Setiap konten keynote speaker memiliki area yang fokus kepada berbagai aspek yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Di sini, setiap konten bertujuan untuk menjadikan setiap orang berpikir positif dan optimis dengan target mereka, dan menciptakan sugesti yang mematikan energi pikiran negatif dengan logika berpikir yang optimis.

Keynote speaker biasanya sudah memiliki storyboard presentasi sesuai dengan durasi waktu. Hal ini sama seperti sebuah film dengan durasi waktu tertentu. Jadi, bila seorang keynote speaker diberikan waktu satu jam, maka jangan pernah menguranginya secara mendadak pada saat mau presentasi. Sebab, materi yang disiapkan untuk dibicarakan selama satu jam bila secara mendadak waktunya dikurangi, maka penyampaian materi akan terasa tergesa-gesa, terburu-buru, dan pastinya audience akan bingung untuk memahami apa yang disampaikan oleh keynote speaker. Hal ini sama seperti film berdurasi dua jam yang ditayangkan dalam waktu satu jam, maka pasti penonton bingung dengan jalan ceritanya, dan terasa tidak nyambung. Oleh karena itu, jangan pernah mengurangi durasi yang telah disepakati dengan pembicara profesional. Karena, setiap pembicara profesional tidak asal tampil untuk berbicara sesuka hatinya, mereka selalu hadir dihadapan audience dengan persiapan sesuai harapan.

Peran keynote speaker dalam sebuah pertemuan perusahaan adalah untuk memberikan sugesti positif agar audience lebih meyakini pencapaian target mereka. Dalam hal ini, akan ada proses untuk mengubah pikiran menjadi lebih berani, lebih yakin, lebih percaya diri, dan lebih merasa pasti untuk pencapaiannya.

Keynote speaker adalah sumber energi positif yang mampu menyampaikan pesan yang sangat berharga, untuk mempengaruhi audience agar menghadapi kenyataan dan harapan dengan optimis.

Dalam waktu yang singkat, keynote speaker harus mampu mendorong audience ke dalam kehidupan target atau tujuan, dan secara emosional memotivasi audience untuk bertindak menciptakan hasil seperti yang diinginkan.

Seorang keynote speaker harus mampu membuat audience bersikap layaknya Michelangelo, seorang seniman besar di sepanjang sejarah. Michelangelo sudah mampu melihat wujud mahakaryanya dari potongan balok marmer. Jadi, saat dia menatap sebuah balok marmer, dia sudah mampu melihat hasil akhirnya. Kemudian, dia akan fokus dengan sepenuh hati untuk mewujudkan hasil akhir tersebut menjadi mahakaryanya.

Bila materi keynote speaker dipahami dan disimak dengan rendah hati, maka peran keynote speaker dalam pertemuan perusahaan menjadi sangat berharga untuk kemajuan setiap audience. Tetapi, kadang-kadang, tidak semua orang di dalam kelas memiliki sikap mau belajar dengan rendah hati. Hal ini disebabkan oleh pikiran yang tidak terbuka untuk memahami ide-ide baru, atau juga diri belum siap untuk memahami rahasia-rahasia sukses. Dalam hal ini, keynote speaker harus mengalirkan kekuatan logika dan akal sehat agar audience dapat merenungkan dengan baik semua pesan yang disampaikan. Persoalannya, sering sekali rahasia hanya mampu diserap dan dipahami oleh diri yang tercerahkan. Namanya RAHASIA SUKSES, dia hanya mampu dipahami oleh orang-orang yang merasa dirinya belum banyak tahu, dan selalu antusias untuk mempelajari hal-hal baru.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KATA-KATA YANG BOLEH MELEWATI BIBIR ANDA

“Pola pikir seseorang akan terlihat dari kata-kata yang ia ucapkan, dari perilaku yang ia perlihatkan. Bila kata-kata yang diucapkan dengan perilaku yang diperlihatkan sama, maka itulah pola pikirnya.” ~ Djajendra

Komunikasi yang cerdas terwujud dari kemampuan untuk terhubung dengan orang lain, dengan menjadi diri sendiri yang asli, serta memiliki kualitas untuk melayani, dan menghasilkan hal-hal terbaik buat Anda dan orang lain.

Miliki kesadaran untuk mengendalikan kata-kata apa saja yang boleh melewati bibir Anda saat berbicara dengan orang lain. Ciptakan pola pikir yang membuat hati nurani Anda terisi oleh nilai-nilai kehidupan dan moral positif, agar kata-kata positif yang baik dapat meluncur dengan lancar dari bibir Anda.

Hidup adalah bagian dari rangkaian hubungan yang terjalin secara langsung dan tidak langsung dengan beragam orang; dari beragam karakter, kepribadian, pola pikir, dan keyakinan. Orang-orang bahagia dan sukses selalu cerdas membangun keharmonisan dalam hubungan dengan siapa pun. Orang-orang cerdas tidak akan membiasakan mulutnya untuk mengeluarkan kata-kata negatif, kritis, gosip, bohong, ilusi, membenarkan yang salah, menyalahkan yang benar, manipulatif dan argumentatif untuk kepentingan diri sendiri.

Semakin cerdas seseorang membiarkan kata-kata positif dan baik yang melewati bibirnya, semakin dia akan menjadi pribadi yang cerdas berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa pun. Orang bijak mengatakan “mulutmu adalah harimaumu.” Jadi, biasakan untuk mengeluarkan kata-kata positif  kepada siapa pun. Janganlah salah berkata atau membiarkan kata-kata negatif melewati bibir. Sebab, bila Anda membiarkan kata-kata negatif melewati bibir Anda, maka Anda berpotensi terjebak dalam permusuhan hidup, dan juga berpotensi hidup dalam kerisauan hati atau tidak bahagia dengan hidup Anda sendiri.  

Komunikasi yang baik hanya akan terwujud bila di dalam komunikasi tersebut terdapat nilai-nilai yang menciptakan semangat, inspirasi, positif, pertanyaan yang berkualitas, jawaban dengan solusi, perilaku yang indah, penuh kasih, universal, jujur, saling menerima dan mendukung.

Setiap kata-kata yang keluar dari tenggorokan haruslah merupakan ekspresi dari pikiran positif dan emosi yang cerdas. Jangan pernah membiarkan satu kata negatif pun yang menyelinap keluar dari tenggorokan, sebab kata itu hanya akan menciptakan komunikasi negatif dengan pihak lain.

Setiap kata-kata memiliki kekuatannya sendiri. Semakin positif kata-kata yang melewati bibir Anda, semakin terhormat kehidupan Anda. Dan sebaliknya, semakin negatif kata-kata yang melewati bibir Anda, semakin tidak terhormat hidup Anda. Orang bijak mengatakan,” hati-hati memilih kata yang akan diucapkan, karena kata-kata memiliki kekuatan melebihi dari bom nuklir.” Orang bijak dan cerdas pasti memilih dan menimbang kata-kata sebelum diucapkan. Orang bijak tidak akan mengucapkan kata-kata tanpa dikendalikan oleh kekuatan sadar, dan orang-orang tidak cerdas selalu mudah mengeluarkan kata-kata, yang pada akhirnya membuat dirinya terlihat sangat tidak cerdas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BRAINSTORMING

“Melakukan Brainstorming Berarti Bahwa Setiap Orang Wajib Mengeluarkan Ide Sebanyak Mungkin Dan Tidak Wajib Mempertentangkan Ide – Ide Yang Ada.” – Djajendra

Sebuah ide tidak harus luar biasa, tapi cukup biasa-biasa saja, dan yang penting bahwa ide yang biasa-biasa tersebut dapat dikerjakan dengan cara-cara luar biasa kreatif. Kami percaya bahwa setiap orang punya ide atau pandangan hidup yang layak diajak untuk memperkaya tujuan, misi, visi, dan juga budaya organisasi.

Salah satu teknik atau cara untuk memperkaya ide dari tujuan, misi, visi, dan budaya organisasi adalah melalui brainstorming. Tujuan utama dari brainstorming adalah untuk menghasilkan sejumlah besar ide dalam waktu singkat dari banyak orang secara adil, wajar, terbuka, dan beretika.

Dalam brainstorming setiap orang harus patuh pada aturan yang dibuat. Aturan harus dibuat untuk mendapatkan ide-ide yang lebih baik untuk sebuah tujuan yang sedang diperjuangkan. Artinya, setiap peserta brainstorming terikat secara etika dan moral untuk tidak memperdebatkan sesuatu, tapi hanya memfokuskan diri masing-masing untuk mengeluarkan ide, bukan untuk saling mempertahankan ide melalui diskusi panjang lebar.

Brainstorming tidak sama dengan diskusi. Dalam diskusi setiap orang berhak mempertahankan ide yang dimiliki dengan berbagai argumen yang masuk akal, tapi dalam brainstorming setiap orang wajib menampilkan ide dan membangun ide satu sama lain, tanpa mempertentangkan atau mempertanyakan ide-ide yang ada.

Salah satu syarat terpenting dalam melakukan brainstorming adalah bahwa setiap orang wajib mempunyai ide untuk disampaikan. Hal terburuk dalam brainstorming adalah bila seseorang sama sekali tidak memiliki ide. Oleh karena itu, setiap peserta sebelum mengikuti forum brainstorming harus diberitahukan terlebih dahulu tentang topik yang dibahas, dan juga harus diinformasikan bahwa tidak tahu ​​adalah ide yang buruk dalam forum brainstorming.

Brainstorming ini sangat tepat digunakan saat organisasi menginginkan pokok-pokok pikiran atau isi hati dari para karyawannya dalam membangun budaya organisasi, mencapai tujuan strategis organisasi, dan juga untuk hal-hal lain yang bersifat mendapatkan dukungan dari setiap orang di dalam organisasi.

Kumpulan ide-ide dari hasil brainstorming ini harus ditindaklanjutkan untuk mendapatkan hasil akhir yang mencerminkan keinginan, harapan, impian, dan cita-cita dari setiap orang di dalam organisasi terhadap kemajuan organisasinya.

Pengalaman saya dalam memanfaatkan brainstorming untuk menyatukan dan mengkompakan perilaku karyawan terbukti sangat luar biasa.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PRESENTASI

“Slide Presentasi Harus Memiliki Nilai-Nilai Yang Bisa Menceritakan Solusi Untuk Sebuah Realitas.” – Djajendra

Bicara presentasi akan mengingatkan Anda pada PowerPoint, seperti namanya, PowerPoint adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan pesan sambil menyatukan persepsi, asumsi, dan motivasi. Gunakan kata-kata dasar dalam setiap slide presentasi. Lalu, ceritakan makna dari setiap kata-kata dasar tersebut dengan realitas yang sesuai dengan tema yang sedang Anda bahas.

Sering sekali, isi slide presentasi yang sama, bila dipresentasikan atau disampaikan oleh orang yang berbedah, maka artinya juga akan berbeda. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena, setiap individu selalu hadir bersama logika berpikirnya sendiri, nilai-nilai kehidupannya sendiri, asumsi dan persepsinya sendiri terhadap kehidupan. Dan, sangat disarankan bahwa Anda yang ingin melakukan presentasi wajib memiliki keunggulan wawasan, kecerdasan, pengalaman, pengetahuan, empati, intuisi, gairah, energi, dan motivasi yang kuat untuk menerjemahkan setiap kata-kata di slide agar sesuai dengan misi presentasi Anda.

Sebelum menyusun presentasi, pastikan Anda telah melakukan riset yang sangat mendalam terhadap materi yang akan Anda sampaikan tersebut. Jangan pernah mengutip materi presentasi dari sana-sini untuk dicantumkan dalam slide presentasi, nanti Anda akan terlihat tidak unik dan sangat normatif. Bila semua hal bersifat normatif, maka para audience Anda akan kehilangan gairah untuk mendengar presentasi Anda. Dan Anda juga akan terlihat tidak istimewa dengan gagasan-gagasan kering Anda.

Presentasi Anda harus dapat dimanfaatkan oleh audience Anda sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka. Untuk itu, Anda harus cerdas merangkai kata-kata yang sesuai dengan harapan para audience. Pastikan para audience memfokuskan perhatian untuk mendengarkan rangkaian kata-kata Anda dan bukan untuk sekedar membaca isi slide Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menghindari Percakapan Emosional Dan Membosankan

“Komunikasi Terburuk Adalah Di Saat Anda Atau Pun Lawan Bicara Anda Berbicara Secara Agresif, Yang Tak Meyakinkan, Penuh Emosional, Membosankan, Dan Yang Saling Menyakitkan Perasaan.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali kita terjebak di dalam ruang rapat dengan percakapan yang tidak menyenangkan, yang sangat membuang-buang waktu, dan tidak bermanfaat buat siapa pun, kecuali buat kepuasaan ego diri sendiri.

Kesadaran diri sendiri untuk bisa mengontrol semua interaksi dan komunikasi dengan orang lain, akan membantu diri sendiri untuk menjadi lebih positif dalam setiap komunikasi.

Bila  Anda sudah terlanjur berada dalam percakapan yang penuh emosional atau yang membosankan, maka segeralah ambil sikap positif untuk menghindar dari komunikasi yang penuh energi negatif tersebut.

Anda harus segera keluar dari percakapan yang penuh emosi dan membosankan itu. Mulailah dengan senyum dan katakan bahwa Anda harus segera pergi untuk sebuah urusan yang tidak bisa ditunda. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Untuk interaksi atau komunikasi berikutnya, pastikan Anda telah menyarankan atau menyampaikan informasi yang ingin Anda bicarakan. Katakan secara jujur kepada rekan bicara Anda bahwa Anda hanya tertarik untuk berbicara terhadap materi yang disepakati. Dengan tegas Anda harus meminta rekan bicara Anda untuk berkomitmen terhadap materi pembahasan.

Komunikasi yang penuh emosional berpotensi mengaburkan semua informasi penting, dan hal ini akan menyebabkan Anda dan rekan-rekan komunikasi Anda akan gagal meletakkan keputusan dasar untuk kerjasama yang berkualitas.

Berbicaralah secara efektif pada sasaran yang dituju. Jangan terlalu banyak berasumsi dan berteori, tapi fokuskan semua energi, kecerdasan, dan pengetahuan Anda untuk topik yang sedang Anda bicarakan.

Jadilah pribadi yang bersikap terbuka terhadap semua informasi pendukung. Berikan yang terbaik, dan pastikan Anda cerdas membaca pikiran dan motivasi orang lain.

Miliki kekuatan untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Jangan hanya sekedar menerima jawaban, tapi dapatkan informasi yang lebih detail untuk semua persoalan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jadikan Suasana Meeting Anda Berkualitas

“Pengambilan Keputusan Yang Hebat Didasari Oleh Mempercayai Dan Mengikuti Intuisi Serta Insting Anda.” – Ruben Gonzalez

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap meeting, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak.

Sebuah perilaku meeting adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, meeting atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan  meeting mereka sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema meeting tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat meeting.

Meeting harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meeting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.

Berikut tips untuk membuat meeting Anda berkualitas tinggi:

1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang meeting.

2. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.

3. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.

4. Jangan memulai meeting dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema meeting, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.

5. Tuntaskan semua materi meeting di ruang meeting, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang meeting.

6. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil meeting. Pastikan hasil meeting melalui diskusi dan brainstorming, yang  merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.

7. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum meeting sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.

8. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter  untuk mendukung keputusan akhir meeting dengan sepenuh hati.

Rapat Melulu! Rencana Melulu! Evaluasi Melulu! Takut Bertindak!

“Takkan Ada Yang Terlaksana Sama Sekali Seandainya Seseorang Menunda Hingga Ia Dapat Melaksanakannya Dengan Sedemikian Baiknya Sehingga Takkan Ditemukan Kekeliruan.”-C. Newman

Saat jiwa Anda diliputi keraguan dalam sikap tidak profesional dan tidak memahami pekerjaan secara benar, maka Anda di kantor hanya akan bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja. Di mana karakter kerja Anda, rapat melulu, rencana melulu, evaluasi melulu, dan tak berani bertindak. Hal ini akan membuat Anda lupa diri, untuk memahami bahwa tugas utama seorang pemimpin adalah berkomunikasi secara lugas, tegas dan cerdas pada setiap orang, untuk menyelesaikan semua masalah dan tantangan dengan bijak dan profesional. Dan, tidak sekedar menghabiskan jam-jam kantor dengan hanya bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja.

Pemimpin haruslah pribadi yang mampu membuat keputusan-keputusan hebat dalam setiap pertemuan atau rapat, serta tidak ragu ataupun takut untuk bertindak secara profesional dan bijak.

Sebuah pertemuan haruslah menjadi ajang komunikasi yang efektif, yang dapat ditindaklanjuti dalam sebuah aksi nyata. Sebuah aksi nyata yang mengedepankan nilai-nilai profesionalisme dan keberanian untuk menyelesaikan masalah dan tantangan.

Pemimpin cerdas selalu berpikir bahwa setiap sesi pertemuan merupakan kesempatan untuk bertukar pikiran, mempelajari informasi yang relevan, serta membuat keputusan yang dapat ditindaklanjuti dalam sebuah aksi nyata.

Pemimpin cerdas sangat mengetahui bahwa pertemuan yang berulang-ulang tanpa hasil dan keberanian, adalah etos kerja terburuk yang akan merusak visi dan semangat kerja. Oleh karena itu, Ia akan selalu hadir ke ruang rapat dengan tujuan untuk membuat keputusan yang hebat, yang dapat ditindaklanjuti dalam aksi yang profesional dan berkinerja maksimal.

Pemimpin cerdas tidak akan terperangkap dalam rutinitas rapat yang kabur, rumit, tak fokus, dan tak bertujuan jelas. Untuk itu, sebelum rapat Ia akan meminta para pengundangnya untuk mengirim sebuah email atau sebuah memo, yang menjelaskan inti dari poin-poin yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Apapun alasannya, Ia wajib mengetahui apa tujuan dari rapat tersebut. Jika tidak ada tujuan spesifik untuk menghadiri rapat, maka dia lebih suka untuk tidak bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja.

Rapat yang baik haruslah bersifat efektif dengan memiliki agenda pertemuan yang jelas. Dan, setiap peserta rapat wajib mengetahui inti pembahasan sebelum menghadiri rapat tersebut. Alasan utamanya adalah, agar peserta rapat mampu mempersiapkan diri secara maksimal untuk berkontribusi secara total. Dengan begitu rapat akan menjadi lebih fokus dan dinamis, untuk sesegera mungkin mendapatkan solusi yang dicari.

Pastikan rapat diisi oleh orang-orang yang tepat untuk membahas inti pembahasan. Orang yang tepat adalah orang yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari rapat tersebut. Dan, jangan biarkan rapat menjadi tidak fokus oleh orang-orang yang tidak kompeten dan tidak berkualitas dalam memahami inti permasalahan.

Lupakan budaya Rapat melulu! Rencana melulu! Evaluasi melulu! Tanpa berani bertindak dalam aksi kerja yang nyata. Lalu, jadilah pemimpin yang gesit, dinamis, profesional, memahami risiko, dan berani bertindak dalam karakter kerja yang konsistensi dan terfokus.

Untuk seminar/training hubungi  www.djajendra-motivator.com