DALAM HUBUNGAN BAIK ADA BENIH HUBUNGAN TIDAK BAIK

“Jika kesadaran dalam bentuk toleransi dan empati mengisi kualitas suara hatinya, maka kebaikan hati mampu memaafkan semua yang selama ini dirasakan telah menyakiti hatinya.”~Djajendra

Pikiran kita yang terlalu banyak menuntut dan berharap agar orang-orang menjadi sama dengan kita akan membentuk sifat yang sulit memperbaiki hubungan. Hubungan baik terbentuk jika kita menerima semua sifat dari segala sesuatu yang diperlihatkan oleh orang lain. Kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki kata-katanya, sifatnya, niatnya, tindakannya, dan pemikirannya yang mungkin bertolak belakang dengan kita. Dalam setiap hubungan baik ada benih hubungan tidak baik. Pemikiran dan sifat kita yang dinamis dan mudah berubah menyebabkan masalah dalam hubungan. Hubungan baik dan hubungan tidak baik keduanya datang dari hati dan pikiran yang sama. Seseorang yang hari ini sangat baik mungkin di masa depan menjadi orang yang sangat tidak baik. Sebaliknya, seseorang yang bermusuhan pada hari ini mungkin menjadi sahabat sehati di masa depan. Pikiran kita tidak pernah stabil, apa pun bisa terjadi dalam semua hubungan kita dengan siapa pun.

Sifat manusia mudah berubah dan tidak mungkin selalu menjaga janji untuk selamanya. Perubahan dan tuntutan kehidupan memungkinkan seseorang memperoleh hambatan dari orang yang selama ini sudah memberikan banyak kemudahan. Hanya orang yang mau menerima suka dan duka dalam pikiran yang stabil memiliki kemampuan untuk menjaga hubungan jangka panjang. Jika kita betul-betul mau memiliki hubungan baik, maka kita harus ikhlas dan tulus menerima semua sifat dan kepribadian dari segala sesuatu yang muncul dari orang lain. Misalnya, orang yang sangat kita percaya dan yang sangat kita cintai telah mengkhianati kita, jika kita ikhlas menerima pengkhianatan itu, maka hubungan baik masih dapat dipertahankan. Itulah artinya, menerima sifat dari segala sesuatu yang dihasilkan oleh orang lain.

Hubungan baik mudah berakhir dalam kemarahan dan kebencian. Dalam cinta dan kasih sayang yang luar biasa terdapat benih kebencian dan kemarahan. Selama kita tidak memiliki keikhlasan dan toleransi untuk menerima segala sesuatu yang dihasilkan oleh orang lain, maka hubungan baik kita mudah berubah menjadi hubungan tidak baik. Di mana ada cinta dan kepedulian, kebencian dan ketidakpedulian juga lahir. Semua ini ditentukan cara berpikir kita dalam mempertahankan kepentingan kita. Di mana ada kesulitan, kemudahan juga lahir. Jadi, dalam hubungan yang sulit sesungguhnya sudah lahir benih hubungan baik. Oleh karena itu, jika kita cerdas dan bijak dalam menjalani hidup ini, maka kita tidak akan pernah mempunyai musuh yang abadi, semuanya bisa berubah seiring waktu dan kepentingan.

Tidak ada musuh abadi dan tidak ada teman sejati, semuanya bisa berubah sesuai kepentingan dan pemikiran kita yang beradaptasi dengan perubahan. Jika Anda merasa sangat sakit dengan seseorang, mungkin rasa memaafkan Anda mampu memulihkan hubungan baik. Tidak ada yang tidak mungkin dalam membangun hubungan baik. Dalam lubuk hati terdalam setiap orang ada cinta, ada benci, ada marah, ada dendam, ada kasih sayang; dan jika kesadaran dalam bentuk toleransi dan empati mengisi kualitas suara hatinya, maka kebaikan hati mampu memaafkan semua yang selama ini dirasakan telah menyakiti hatinya. Hubungan baik paling mudah dibangun dari rasa empati dan toleransi, baru kemudian diperkuat dengan kepedulian dan perhatian yang pada akhirnya memunculkan cinta dan kasih sayang yang tulus.

Pikiran kita setiap hari hidup dalam konflik. Pikiran kita yang terbiasa dalam konflik kerjanya tidak lebih hanya melawan sifat kita, melawan diri sejati kita. Kita dibuat tak berdaya dan marah dengan realitas yang kita alami. Jika kita secara sadar tidak mengendalikan pikiran, maka pikiran selalu bergerak liar ke hal-hal yang sebenarnya tidak menguntungkan hidup kita. Hubungan baik tidak mungkin dihasilkan dari pikiran yang bergerak liar tanpa kendali. Pikiran yang liar hanya mampu membangun hubungan jika dia merasa seseorang menarik baginya. Karena sifat hubungan ini lahir dari pikiran liar, maka dalam waktu yang singkat pikiran liar juga bisa menciptakan perasaan tidak nyaman dari seseorang yang sebelumnya menarik dia. Intinya, pikiran liar tidak memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan untuk merawat hubungan dalam energi empati dan toleransi, dia selalu melihat setiap hubungan sesuai kepentingannya, bukan untuk kepedulian dan cinta dalam jangka panjang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

DEMOKRASI MEMBUTUHKAN KONTROL DIRI

“Kebebasan yang diberikan oleh demokrasi bukan untuk saling bertentangan dan memperlihatkan perbedaan yang tajam, tetapi untuk saling kontrol diri dalam sikap rendah hati.”~Djajendra

Demokrasi memberi hak kepada warga negara untuk menyampaikan gagasan, ide, pandangan, dan turut serta memilih para pemimpin untuk mengelola pemerintahan yang bekerja bagi kesejahteraan seluruh rakyat. Karena setiap warga negara memiliki hak yang sama, sedangkan kita mengetahui bahwa hidup terjadi dalam perbedaan, maka diperlukan kontrol diri yang tinggi dari setiap warga negara untuk mencapai demokrasi berkualitas tinggi. Perbedaan harus dikelola dalam bentuk kualitas diri terbaik, sehingga mampu memberikan kontribusi yang produktif. Setiap warga negara harus berupaya menciptakan tatanan kehidupan sosial-politik yang tanpa kekerasan, dengan energi positif mengubah diri sendiri menjadi pribadi berharga dan bernilai tinggi untuk kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Kebebasan yang diberikan oleh demokrasi bukan untuk saling bertentangan dan memperlihatkan perbedaan yang tajam, tetapi untuk saling kontrol diri dalam sikap rendah hati. Demokrasi tidak bermaksud menciptakan budaya dominan dan mayoritas, demokrasi bermaksud memberi hak kepada setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan segala hal demi kesejahteraan dan kedamaian hidup bersama. Kebebasan berpendapat terwujud ketika setiap orang menghormati kebebasan berpendapat orang lain. Setiap kali berpendapat haruslah didorong oleh kontrol diri sendiri yang etis dalam budaya sopan-santun. Tidak boleh ada kata-kata dan ucapan bernada tidak sopan di wilayah kehidupan sosial. Semua konflik muncul karena tidak ada pengendalian diri secara mandiri oleh masing-masing pihak yang hidup dalam ruang demokrasi. Kontrol diri adalah akar yang menumbuhkan kedamaian dan kesejahteraan, serta meminimalkan potensi masalah dalam demokrasi.

Budaya sopan santun dalam demokrasi harus diperlihatkan melalui perbuatan, perkataan, pemikiran, dan perasaan yang tanpa kekerasan atau pun kebencian. Tanpa kontrol diri secara mandiri oleh masing-masing kepentingan dalam demokrasi, tidak mungkin kekerasan dan kebencian dapat dikendalikan. Secara alami, setiap warga negara sejak sekolah dasar sudah harus mendapatkan pendidikan dan pencerahan tentang budaya sopan santun dalam perbedaan, termasuk pencerahan secara moral untuk kontrol diri secara mandiri.

Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan akan terwujud ketika setiap warga negara memiliki pola pikir inovatif dan etos kerja yang produktif. Semangat untuk memberdayakan diri sendiri dalam aktivitas yang menghasilkan nilai tambah harus menjadi kebiasaan atau gaya hidup sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi harus menjadi tujuan hidup dari masing-masing warga negara melalui kerja yang menghasilkan nilai tambah bagi kehidupannya sendiri. Intinya, demokrasi memberi hak kepada setiap warga negara untuk menjadi kekuatan produktif bagi kesejahteraan hidup mereka. Jadi, setiap orang berhak memiliki ide, gagasan, dan pandangan yang kreatif untuk membangun kehidupan yang sejahtera dan bahagia.

Demokrasi membutuhkan kesadaran hebat dari setiap kepentingan untuk saling menghargai perbedaan melalui kontrol diri masing-masing. Demokrasi tidak boleh dipisahkan dari etika, sopan-santun, kebenaran, kebersamaan, kerohanian, dan persatuan. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kedamaian. Setiap warga negara, walaupun memiliki sudut pandang yang berbeda tajam, tidak boleh mengabaikan etika dan budaya sopan-santun. Ketika etika dan sopan-santun hilang, maka kebahagiaan dan kebersamaan juga akan hilang. Maksud dari demokrasi adalah mewujudkan persatuan warga negara dalam kekuatan produktif untuk mengoptimalkan kesejahteraan bagi semua warga negara, perbedaan yang ada bukan untuk menciptakan ketegangan, tetapi untuk penyempurnaan yang berkembang dalam hubungan kemanusiaan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SENYUM ADALAH TANDA PERSAHABATAN DAN HARMONIS

“Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah.”~Djajendra

Tidak semua orang mampu mempertahankan senyum dalam kehidupan sehari-hari. Senyum adalah bahasa tubuh yang sangat berharga dalam kehidupan, tanda persahabatan dan harmonis. Senyum sangat berharga untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan saling menjaga sopan santun.

Secara sadar, senyum perlu dilatih dan dibiasakan untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Menenangkan diri, memfokuskan perhatian pada pernapasan Anda; kemudian, secara sadar sepenuhnya nikmati pernapasan Anda dan berikan senyum tulus saat mengikuti pernapasan Anda. Lakukan latihan ini terus-menerus, Anda akan terbiasa untuk memberikan senyum.

Tidak perlu senyum lebar, cukup kuncup kecil senyum dari kesadaran dan ketulusan hati. Buktikan Anda mampu senyum. Lihat diri Anda memberikan senyum, mempertahankan senyum Anda setiap saat untuk diri sendiri dan orang lain.

Senyum yang ringan, hanya sedikit senyum dari ketulusan hati mampu mengantarkan kedamaian dalam hidup. Senyum tulus di wajah Anda menghilangkan kelelahan, kekhawatiran, ketakutan, dan menghapus semua energi negatif.

Jadilah seniman yang bekerja untuk menciptakan senyum di bibir Anda. Miliki kepercayaan diri untuk menciptakan senyum ringan dan tulus di wajah Anda. Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah Anda. Oleh karena itu, setiap saat hiduplah dalam kegembiraan dan rasa syukur sehingga Anda mampu memberikan senyum untuk kedamaian hidup.

Dalam hubungan dengan orang lain, senyum kecil Anda yang tulus mampu memberikan rasa tenang. Ini membuat hubungan menjadi cair dan damai. Senyum adalah bahasa perdamaian, bahasa hati yang menyampaikan tentang kebahagiaan.

Ketika suasana hati sedang tidak menyenangkan, jangan membiarkan Anda kehilangan senyum tulus. Ketika merasa lelah dan jengkel dengan realitas Anda, menenangkan diri dan kembali berlatih senyum mengikuti pernapasan Anda. Senyum tulus harus selalu mengalir satu irama dengan pernapasan Anda. Walau pun napas berhenti, senyum jangan sampai berhenti. Senyum tulus Anda mampu memberikan kebahagiaan bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Senyum adalah hadiah terindah yang wajib dibagikan untuk harmonis dan kedamaian hidup.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SEMUA KEBEBASAN ADA DI DALAM DIRI KITA

“Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.”~Djajendra

Ketika kita mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan kebebasan dari luar diri, kita tidak pernah mendapatkannya.  Tidak ada kebebasan di luar diri kita. Kebebasan dan kemerdekaan hanya dapat ditemukan di dalam diri kita sendiri. Kebanyakan orang merasa kebebasan dapat dicapai dengan menguasai kehidupan di luar diri. Padahal, setelah kita menguasai hal-hal di luar diri, perasaan takut kehilangan akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita. Hidup kita akan diikat dan dikendalikan oleh semua hal yang kita anggap sudah kita miliki.

Setelah kita kuat dan sukses menguasai sumber materi dan orang-orang, yang awalnya kita berjuang agar kita bebas dan merdeka. Pada akhirnya, semua yang kita miliki tersebut akan memunculkan kecemasan dan rasa takut kehilangan. Semua hal yang bersumber dari luar diri, yang kita andalkan sebagai tanda kebebasan kita, justru akan membuat kita kehilangan kebebasan. Kita pun takut dikalahkan oleh orang lain, takut membuat kesalahan, takut tidak dihargai oleh orang-orang, takut dilupakan, takut tergelincir dalam masalah, dan banyak ketakutan-ketakutan dalam berbagai bentuk akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita.

Tidak mungkin merasa bebas dan merdeka jika menggantungkan hidup pada hal-hal di luar diri. Kebebasan dan kemerdekaan baru kita miliki, jika sudah mampu melepaskan semua hal di luar diri dan tidak bergantung kepada hal apa pun di luar diri. Ketika kita melepaskan semua hal di luar diri, barulah kita mampu menemukan diri sendiri di ke kedalaman diri sejati. Untuk melakukan hal ini tidaklah mudah, membutuhkan pengetahuan dan latihan dari kesadaran diri sendiri, untuk hidup bebas dan merdeka. Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua sukacita dan perasaan sukses berumur sangat pendek. Tantangan dan kesulitan akan memukul balik kita dengan cepat. Semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.

Kebebasan dan kemerdekaan dapat kita rasakan jika kita menerima hidup kita dengan sukacita, tanpa menuntut hal apa pun pada dunia di luar diri kita. Mulailah dengan menemukan kembali siapa kita yang sejati, apa yang kita inginkan dalam hidup ini, kita mau hidup seperti apa, dan kita mau menjalankan peran apa selama hidup ini. Setelah mendapatkan jawaban dan kejelasan tentang arah hidup kita dalam kehidupan yang singkat ini, kita harus memulai segalanya dengan menerima kenyataan yang sedang kita hadapi. Kenyataan hidup harus diterima dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Langkah berikutnya adalah menjalani hidup yang produktif dan kreatif tetapi tanpa berharap dihargai, dihormati, diinginkan, dipuji, atau  pun meminta perhatian dari luar diri kita. Semua pekerjaan yang kita lakukan semata-mata untuk kegembiraan dan sukacita kita. Tidak menggantungkan harapan pada orang lain. Kita menjadi diri sejati yang sepenuhnya secara totalitas melakukan kerja keras dan perjuangan hebat untuk kegembiraan dan kebahagiaan diri sejati.

Bagaimana memulai perjalanan untuk menemukan kebebasan dan kemerdekaan di dalam diri? Jawabannya adalah memulainya dari kesadaran dan pengalaman yang sudah dialami selama ini. Kita semua sudah menjalani hidup sekian lama, kita pun sudah memiliki pengalaman atas kehidupan yang kita jalani. Tingkatkan kesadaran dan kecerdasan untuk memahami pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika berharap banyak dari situasi dan orang-orang. Pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika hidup Anda diciptakan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, kehormatan, dan perhatian. Pahami semua peristiwa hidup Anda yang sangat berharap dari luar diri Anda. Jika Anda sudah mampu memahami dan mengerti tentang kepalsuan diri Anda, karena Anda mencoba menjadi seperti yang diharapkan oleh orang-orang di luar diri Anda. Maka, perlahan-lahan, Anda mampu menemukan momen-momen untuk masuk ke kedalaman diri sendiri, selanjutnya jika Anda konsisten dan tidak menyerah untuk menemukan kebebasan dari dalam diri sendiri, maka Anda akan diubah oleh diri sendiri untuk merasakan kebebasan dan kemerdekaan sejati.

Tidak perlu membangun hidup seolah-olah kita harus bermanfaat bagi banyak orang. Tidak perlu menganggap diri kita sangat berharga bagi orang lain. Jalani hidup yang alami dan bahagia sebagai diri sendiri yang apa adanya. Kita tidak perlu mengambil peran hidup dalam bentuk yang seolah-olah tanpa kita kehidupan orang lain tidak berfungsi. Kita bukan siapa-siapa dan tidak penting dalam kehidupan yang luas. Kita ada dan tidak ada kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Kita pun tidak mampu memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada siapa pun. Sebab, kebebasan dan kemerdekaan sudah ada di dalam diri masing-masing orang. Dan, harus ditemukan oleh dirinya sendiri untuk dapat merasakan kemerdekaan dan kebebasan sejati.

Kehidupan dunia luar diri kita membatasi kebebasan dan kemerdekaan kita. Kita tidak berhak mengekspresikan kebebasan menurut pengertian kita kepada orang-orang di luar diri kita. Kita harus sadar dan cerdas bahwa semua kebebasan ada di dalam diri kita masing-masing, menunggu kita temukan untuk kita nikmati dengan sukacita. Jika kita masih berpikir bahwa kemerdekaan dan kebebasan itu ada di luar diri kita, maka kita sedang menindas diri sendiri dan menghilangkan peluang untuk hidup dalam kebebasan sejati. Ingatkan diri sendiri untuk memberikan kebaikan dan keindahan bagi diri sendiri dari sumber ke kedalaman diri sejati. Bebaskan diri dari tugas-tugas untuk membangun identitas diri. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang direncanakan oleh pikiran kita. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang ada dalam imajinasi kita. Dalam kesadaran diri sejati, kita mampu menekuni kehidupan produktif untuk melayani hidup dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Melayani hidup dari kebebasan dan kemerdekaan yang bersumber dari ke kedalaman diri sendiri.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

JANGAN MEMBIARKAN PIKIRAN DALAM KEGELAPAN

“Ketika pikiran dalam kegelapan, akal sehat akan mati.”~Djajendra

Pikiran positif hidup dalam cahaya dan tidak membiarkan hidupnya dalam kegelapan. Apa pun yang kita alami dan rasakan dalam hidup, tidak boleh membiarkan pikiran dalam kegelapan. Ketika pikiran dalam kegelapan, dapat menyebabkan penderitaan muncul dari kedalaman gelap, sehingga kita kehilangan kesadaran dan akal untuk berprasangka baik. Pikiran dalam kegelapan menyebabkan emosi buruk menguasai hati, sehingga hal-hal buruk yang tak bisa dijelaskan akan selalu muncul untuk mengganggu kedamaian hidup kita. Oleh karena itu, keadaan pikiran harus selalu dijaga dalam prasangka baik dan terangnya niat baik. Pikiran dalam kegelapan tidak mampu melihat kebenaran, tidak mampu melihat hal-hal positif bagi kedamaian hidup. Ketika pikiran dalam terang; dalam keadaan hening; dalam prasangka baik; dalam cinta dan empati; maka, diri sejati mampu melihat segala sesuatu dengan bijak.

Pikiran dalam kegelapan sangat mudah dipengaruhi oleh persepsi buruk tentang kehidupan. Persepsi buruk ini hanya mampu melihat hal-hal yang kurang menguntungkan diri sendiri, sehingga semua yang baik akan dilihat sebagai tidak baik. Walaupun jiwa kita baik, tetapi pikiran kita yang berada dalam kegelapan menjadikan akal dan perilaku kita tidak baik. Jika pikiran dalam kegelapan tidak diberikan cahaya kebaikan, maka hal-hal buruk yang akan dihasilkan oleh pikiran bagi kehidupan kita. Pikiran dalam kegelapan menghilangkan kedamaian dan keindahan hidup. Pada akhirnya, semua akan terlihat tidak adil dan diri kita merasa sebagai korban ketidakadilan. Sesungguhnya, Tuhan Maha Adil, memberikan kita kehidupan yang adil. Tetapi, jika pikiran kita sedang berada dalam kegelapan, kita tidak mampu merasakan keadilan dan keindahan.

Pikiran dalam kegelapan adalah sumber konflik yang membenturkan perbedaan, persepsi, dan perspektif tentang orang atau situasi. Semua orang menginginkan kedamaian dan kebaikan bagi sesama. Tetapi, jika pikiran dalam kegelapan, kita tidak mampu melihat kebaikan, karena akal baik kita kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, pikiran kita harus selalu diterangi dengan cahaya spiritual dan cahaya dari pengetahuan yang luas. Dalam hal ini, kita harus sadar bahwa kita hidup dalam dua dunia, yaitu dunia dari dalam diri sendiri dan dunia dari luar diri kita. Dunia dari dalam diri adalah dunia subjektif berdasarkan kesadaran dan keunikan diri sendiri. Dalam dunia subjektif, persepsi dan pemahaman kita tentang hidup atau peristiwa belum tentu sama dengan orang lain. Jadi, ini lebih kepada asumsi kita; pengalaman kita; dan realitas pikiran kita yang berada dalam kegelapan atau dalam terang. Sebaliknya, dunia di luar diri kita, atau disebut dunia objektif hanya dapat diakses oleh panca indera kita. Pikiran menggunakan panca indera kita untuk menyampaikan informasi kepada kecerdasan kita. Kemudian, kecerdasan kita akan menjalani hubungan dengan kesadaran kita untuk menafsirkan informasi tersebut. Jika pikiran negatif atau pikiran dari kegelapan menggunakan panca indera, maka semua yang dilihat adalah kekurangan dan keburukan, sehingga kecerdasan dan kesadaran akan menghasilkan hal-hal buruk bagi kehidupan.

Pikiran yang terang dan positif harus selalu terhubung dengan kecerdasan dan kesadaran kita. Kecerdasan kita memiliki kemampuan untuk memilih yang terbaik, berkoordinasi dengan panca indera dan memberi tahu suara hati untuk mengambil keputusan terbaik. Kesadaran kita selalu menciptakan situasi atau adegan yang membuat kita bahagia, damai, dan bersyukur dengan semua hal dalam hidup kita. Semua ini terwujud jika pikiran selalu kita rawat dalam energi positif dan menumbuhkannya dalam terang. Pikiran sangat menentukan jalan hidup kita. Pikiran yang terang dan positif mampu memberikan arah baik saat kita dalam keraguan dan persimpangan. Kita juga harus tekun dan meningkatkan disiplin untuk merawat pikiran sadar dan pikiran alam bawah sadar. Keduanya memiliki kemampuan memanfaatkan panca indera untuk mendapatkan informasi dari luar diri. Pikiran sadar masih mampu kita kendalikan, tetapi pikiran alam bawah sadar tidak mungkin kita kendalikan. Jadi, tantangan terbesar kita ada pada ketidakmampuan kita untuk menguasai alam bawah sadar. Oleh karena itu, secara sadar, setiap hari tanamkan nilai-nilai dan keyakinan positif ke alam bawah sadar, sehingga memori alam bawah sadar kita terisi oleh energi positif.

Membawa pikiran ke dalam terang membutuhkan latihan dan disiplin yang tinggi. Pikiran harus dilatih secara terus-menerus untuk menghasilkan reaksi spontan yang positif terhadap segala sesuatu. Dimulai dengan ketertarikan yang intens terhadap kebaikan, kejujuran, keaslian, keikhlasan, dan integritas. Membuat hati dan pikiran terikat kepada hal-hal bijak dan positif. Tidak mementingkan diri sendiri. Membangun kebiasaan-kebiasaan untuk berkata-kata positif, bersikap dan berperilaku sopan, hanya berbicara tentang hal-hal baik, perbuatan baik yang berulang-ulang secara konsisten, keinginan dan ambisi yang dikendalikan oleh empati dan integritas, serta menjaga pikiran untuk selalu berpikir tentang hal-hal baik. Semua latihan untuk membangun diri yang positif mampu mempengaruhi pikiran untuk keluar dari kegelapan dan memulai hidup dalam terang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGENDALIKAN DIRI DARI ENERGI NEGATIF MEDIA SOSIAL

“Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan.”~Djajendra 

Kita tidak hidup sendirian dalam dunia ini. Ada ratusan juta orang dengan beragam pola pikir, perilaku, sikap, dan realitas yang mengisi kehidupan di bumi ini. Jika kita tidak mampu menjadi diri sendiri yang menjalani kehidupan dari dalam diri, maka setiap hari kenyataan dari luar diri akan mengatur hidup kita. Kita harus sadar bahwa kemampuan kita terbatas, tidak cukup untuk memahami pemikiran dan perilaku dari ratusan juta orang tersebut. Kita tidak mengetahui semua hal, jangan mencoba mencari tahu semua hal. Sebab, waktu kita akan hilang untuk hal-hal yang tidak membangun kehidupan pribadi kita. Jadi, ketika berita-berita tidak benar dari luar diri memasuki pikiran, maka saat itu juga kita harus menghentikannya dan menggantikannya dengan prasangka baik. Pikiran positif dan prasangka baik mampu menjaga kedamaian hidup kita. 

Sekarang ini zaman media sosial, orang-orang menggunakan media sosial untuk menyatakan pendapat dan mengekspresikan diri. Banyak yang memberikan hal-hal baik untuk hidup kita, tetapi banyak juga yang menyebarkan hal-hal yang berpotensi mengganggu kedamaian hidup kita. Jika kita terpengaruh oleh pendapat-pendapat negatif dari media sosial, maka kekacauan akan memasuki hidup kita. Berita-berita tidak benar, berita-berita yang mengadu domba, berita-berita provokasi, berita-berita yang memiliki niat mengacaukan kedamaian dan ketenangan hidup, adalah sumber kekacauan yang menghilangkan rasa damai kita. Kita harus menjaga diri kita dengan sebaik mungkin, agar energi negatif dari berita atau informasi yang disampaikan tidak mengganggu kedamaian hidup kita. 

Kita semua memiliki kemampuan untuk menikmati kehidupan yang damai, indah, sejahtera, dan bahagia. Ini adalah hadiah terbesar yang ditawarkan Tuhan bagi kita semua. Tuhan maha penyayang dan selalu menginginkan kita berada di jalan yang lurus. Sebab, di jalan yang lurus itulah kita mendapatkan semua kenikmatan hidup. Jalan lurus hanya ada di dalam pikiran positif dan kemampuan untuk menjalani hidup dari keaslian diri sendiri. Oleh karena itu, tingkatkan kualitas prasangka baik dan lihatlah semua peristiwa di luar diri dari persepsi positif. Ambil hikmah atau ilmu dan pemahaman dari semua peristiwa dan situasi di luar diri. Jangan menilai dan menghakimi apa pun di dalam hidup. Belajarlah dari semua situasi, berita, informasi, dan keadaan untuk mendapatkan hikmah. 

Setiap akhir hari, belajarlah untuk mengalihkan pikiran dari semua hal yang bersumber dari luar diri. Miliki waktu untuk membawa pikiran ke dalam diri sendiri menuju kedamaian dan keheningan batin. Temukan kebajikan, keindahan, kebahagiaan, dan kedamaian abadi di kedalaman diri. Jangan membawa beban apa pun ke dalam diri yang paling dalam. Hilangkan semua hal dari luar diri yang menciptakan beban di pikiran dan emosi. Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan. Menumbuhkan kegembiraan di kedalaman hati, kemudian dengan ketenangan pikiran, hilangkan semua situasi kacau yang mungkin masih tersisa di dalam hati, serta tawarkan penghiburan kepada pikiran yang masih membawa masalah dan persoalan hidup. Damai itu indah, pikiran positif dan prasangka baik menjadikan hidup kita damai. 

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PEMENANG SEJATI ADALAH DIA YANG MENERIMA KEKALAHAN DENGAN GEMBIRA

“Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri.”~Djajendra

Menang dan kalah hanya sebuah peristiwa kecil dalam kehidupan yang kita jalani. Penerimaan kita dengan gembira terhadap kekalahan menunjukkan kita sebagai pemenang sejati. Pemenang sejati bukan saja yang mengangkat trofi kemenangan, tetapi juga yang menerima kekalahan dan ikut bergembira saat orang lain mengangkat trofi kemenangan, tanpa merasa dicurangi. Penerimaan adalah satu kualitas yang membuat kita menjadi pemenang walaupun kita kalah dalam kompetisi.

Jika kita mampu menerima keadaan kita dengan ikhlas dan merasa sudah kehendak Tuhan, maka jiwa dan raga kita menghasilkan kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain. Perasaan dicurangi atau dibohongi adalah racun yang menghilangkan kedamaian dan kegembiraan di dalam hidup kita. Perasaan dicurangi atau dibohongi yang terus-menerus dipelihara di dalam hati dan pikiran menciptakan penyakit hati yang kronis. Tinggalkan menang dan kalah, fokuskan seluruh energi untuk menciptakan kedamaian dan keindahan bagi diri sendiri dan orang lain. Manusia-manusia hebat selalu berprinsip memberi dan memberi tanpa berharap penerimaan. Jadilah pemberi yang ikhlas untuk menjaga keindahan dan kedamaian hidup bersama.

Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri. Penerimaan haruslah bersumber dari ke kedalaman hati yang membuat keputusan untuk menerima. Walaupun orang-orang di sekitar mempengaruhi kita dengan berbagai energi negatif, kita harus menjaga energi positif yang kuat dari ke kedalaman diri kita, sehingga cahaya kebaikan dari dalam diri kita mampu menerangi hati dari orang-orang yang menyampaikan hal-hal buruk bagi kedamaian hidup. Kesadaran dan daya tahan mental pemenang kita harus terjaga dalam energi etis, dan tidak boleh dipengaruhi dengan energi negatif dari siapa pun.

Penerimaan dengan ikhlas dan gembira adalah pilihan hidup yang memberi kita banyak kebaikan. Kita sendiri, sejak kita lahir, kita telah diajarkan untuk menerima pemberian Tuhan dengan sukacita. Sebagai contoh: ketika kita lahir, Tuhan sudah memberikan kita orang tua; memberikan kita saudara kandung; memberikan kita jenis kelamin; memberikan kita tempat lahir; memberikan kita rumah; memberikan kita tetangga; memberikan kita pemerintahan; memberikan kita negara; memberikan kita sumber makanan. Dan, semua itu bukan kita yang memilih, Tuhan lah yang memilihkan bagi hidup kita. Jika kita menerimanya dengan gembira, maka hidup kita selalu damai dan bahagia. Jadi, demikianlah, penerimaan memberi keindahan dan kedamaian dalam hidup kita. Penerimaan memberikan kita kekuatan, kepercayaan diri, dan harga diri untuk menyeberangi lautan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.  

Ketika kita menerima, tidak perlu memahami apa pun, terima saja dengan gembira dan ikhlas. Kita harus yakin dan percaya bahwa semua yang harus kita terima adalah pemberian dari Tuhan. Hati yang ikhlas, jiwa besar, pengertian yang mendalam, dan kecerdasan untuk merasionalkan hal-hal tidak rasional menjadikan kita mudah menerima apa pun yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang total itu harus tunduk pada kehendak Tuhan. Kemampuan manusia itu terbatas, pemikiran manusia itu terbatas, penglihatan manusia itu terbatas, persepsi manusia itu terbatas, kecerdasan dan strategi manusia itu terbatas. Seorang pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang luar biasa yang dia lakukan sifatnya terbatas. Pada akhirnya, pemenang sejati wajib tunduk pada kehendak Tuhan. Oleh karena itu, seorang pemenang sejati mampu menerima kekalahan tanpa menuntut pemahaman atau pun menuduh ada kecurangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PERILAKU TIDAK SOPAN DALAM LINGKUNGAN KERJA MELUKAI BUDAYA ORGANISASI DAN MERUGIKAN BISNIS

“Ketika budaya organisasi terluka oleh ketidaksopanan dan perilaku tidak etis, maka luka itu menjadi luka bagi setiap orang dalam lingkungan tempat kerja.”~Djajendra

Sikap dan perilaku tidak sopan dalam lingkungan kerja dapat memecah belah hubungan baik, serta dapat menghilangkan semangat kerja sama dalam proses kerja. Perilaku tidak sopan seperti senjata yang melukai diri sendiri, dan luka itu telah menyebabkan bekas luka dalam budaya organisasi. Ketika budaya organisasi terluka oleh ketidaksopanan dan perilaku tidak etis, maka luka itu menjadi luka bagi setiap orang di tempat kerja. Menghentikan segera perilaku tidak sopan dan semua perilaku kurang etis mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan kaya kinerja terbaik. Membiarkan setiap orang menjadi diri sendiri seperti apa adanya mereka. Kemudian, memperkuat budaya organisasi dan budaya kerja untuk menyatukan setiap keunikan dari perbedaan masing-masing orang, mampu menciptakan kekuatan inovasi dan kreativitas yang tinggi dalam proses pertumbuhan organisasi. Ingat! Dalam lingkungan kerja, setiap karyawan dan pimpinan tidak terpisah, karyawan dan pimpinan adalah satu. Ketidaksopanan menciptakan luka terhadap realitas yang tak terpisahkan.

Jika ada satu orang saja yang terluka oleh perilaku tidak sopan, maka luka itu menjadi luka bagi organisasi. Luka bagi organisasi berarti luka bagi setiap orang yang hidup dari organisasi tersebut. Perilaku tidak sopan membawa kekurangan ke dalam organisasi dan bisnis. Bisnis yang dijalankan dengan perilaku tidak sopan ditinggalkan oleh pelanggan dan juga stakeholders yang lain. Perilaku tidak sopan dalam lingkungan kerja tidak hanya melukai satu atau dua orang, tetapi melukai semua orang. Ketika sopan santun dan perilaku etis menjadi budaya yang kuat dalam organisasi, maka organisasi dan bisnis mampu berdiri kokoh di depan kompetisi yang ketat; berdiri penuh dengan kekuatan untuk memenangkan, serta mampu memberikan kinerja dan prestasi bagi setiap karyawan. Pada akhirnya, setiap karyawan dalam organisasi mampu memperlihatkan kualitas yang totalitas dan kinerja yang tak tertandingi dalam menghadapi para kompetitor.

Kinerja dan prestasi berdiri di antara kualitas kerja yang tinggi dan budaya sopan santun. Jika kualitas kerja dan budaya sopan santun dirusak oleh orang-orang dengan energi negatif, maka etos kerja dan kinerja dalam organisasi menjadi tak berdaya. Budaya tidak sopan dan tidak etis akan menyakiti orang-orang produktif. Akibatnya, orang-orang produktif terkuras energi dan mentalnya sehingga tidak lagi mampu memperlihatkan prestasi terbaik.  Budaya tidak sopan telah menghancurkan banyak potensi sukses di dalam organisasi. Budaya tidak sopan sangat merugikan bisnis dan organisasi dalam sudut yang luas. Kita harus sadar akan keterkaitan perilaku tidak sopan dan tidak etis kita dengan lingkungan kerja kita. Setiap orang yang kita lukai dengan ketidaksopanan kita adalah bagian dari kita sendiri. Orang yang kita lukai dengan perilaku tidak sopan berpotensi kehilangan gairah untuk bekerja dengan etos terbaik. Hilangnya sopan santun dan hal-hal etis dalam lingkungan kerja akan menciptakan rintangan untuk menghasilkan kinerja.

Dalam lingkungan kerja, kita semua harus memiliki perasaan kesatuan satu sama lain; perasaan kesatuan yang saling memberi kekuatan bagi satu sama lain; perasaan kesatuan dan kekuatan sopan santun yang menciptakan budaya organisasi yang kuat untuk kenyamanan kerja bagi semua orang. Semakin kita menciptakan kesatuan budaya sopan santun dalam keragaman, semakin sedikit kita harus menghadapi konflik dan perasaan tidak senang oleh perbedaan. Sistem dan struktur organisasi tidak bertujuan untuk memisahkan kita. Tetapi bertujuan membuat semuanya terhubung dan saling terhubung dalam budaya sopan santun yang tinggi. Jika satu orang terluka oleh ketidaksopanan, itu mempengaruhi budaya kerja, bahkan jika berlanjut terus budaya tidak sopan, hal itu dapat menyebabkan konflik dan hilangnya gairah kerja. Menghormati dan saling menghargai adalah cara menjalani kehidupan kerja yang baik. Terima semua karakter dan kepribadian orang lain dengan ikhlas, biarkan mereka menjadi seperti mereka, Anda tidak perlu memaksa mereka menjadi seperti yang Anda inginkan atau pikirkan. Terima semua orang dalam budaya sopan santun yang tinggi, mereka semua di tempat kerja adalah orang-orang yang membuatkan hebat dan berprestasi. Semua bakat, karakter, dan kemampuan tergabung dalam satu tujuan. Budaya sopan santun mampu menghilangkan masalah kepribadian dan menyatukan semua perbedaan dalam keharmonisan kerja.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGATASI PERILAKU BURUK DI TEMPAT KERJA DENGAN BUDAYA SOPAN SANTUN

“Harus ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.”~Djajendra

Ketika Anda berbicara dengan nada suara yang cendrung tinggi, bersikap kurang sopan, memperlihatkan sikap egois yang sangat tinggi, tidak peduli dengan hubungan kerja antar bagian; maka, Anda telah menciptakan luka dihati banyak orang. Mereka yang terluka oleh sikap buruk Anda tidak mungkin melupakan keburukan Anda. Selain Anda telah melukai banyak orang, Anda juga sudah menciptakan kerugian dalam perusahaan, karena orang-orang yang terluka biasanya menjadi kurang produktif. Mereka yang terluka merasa memiliki banyak hambatan dalam hubungan kerja, sehingga akhirnya masa bodoh dengan kinerja dan prestasi.

Proses kerja membutuhkan sikap sopan santun yang selalu menghormati dan menghargai setiap orang di tempat kerja. Sikap yang sopan santun dengan kualitas dan kompetensi diri yang baik akan memberikan dampak yang luar biasa untuk pencapaian terbaik. Jika Anda menginginkan kinerja dan prestasi terbaik, termasuk mencapai target-target dengan mudah, maka sikap yang saling menghormati dan saling menjaga kebaikan haruslah diutamakan.

Setiap orang yang merasa memiliki kekuatan dan dukungan, atau pun merasa paling senior, haruslah menjadi contoh yang baik untuk mempromosikan budaya sopan santun di tempat kerja. Kekuatan, kekuasaan, dan senioritas Anda sangat dibutuhkan untuk mengkontribusikan hal-hal positif dalam pekerjaan. Anda harus memperlihatkan kepada semua orang tentang budaya kerja yang kompak, disiplin, rendah hati, peduli, saling tolong-menolong, dan selalu proaktif untuk menjaga hubungan kerja antar bagian dalam kinerja terbaik.

Hilangkan energi buruk dari dalam diri dengan cara mulai melihat sisi baik setiap orang; mulai membuka hati untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan; mulai memperlihatkan perilaku etis; mulai melihat hal-hal yang positif di semua aspek kerja; mau terlibat dalam perubahan dan mudah beradaptasi dengan perubahan; menjadi pribadi positif yang sadar akan energi negatif di dalam diri sendiri. Jadi, ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.

Ketika kepribadian positif tumbuh dari dalam diri, maka terbentuk kekuatan yang hebat di dalam diri. Kekuatan hebat ini menjadikan diri sendiri yang asli dengan integritas yang kuat. Dampaknya, Anda benar-benar mampu menampilkan kepribadian yang tenang, sabar, tidak mudah termakan gosip, hoaks, fitnah, atau semua energi buruk dari luar diri sudah tidak mampu merusak kedamaian dan ketenangan hidup Anda. Anda menjadi pribadi yang mudah mengalir dalam hubungan dan komunikasi, serta selalu tampil dengan gembira dan bugar.

Ketika energi positif Anda sudah kuat dari dalam diri, maka Anda mampu mengendalikan emosional dan pikiran-pikiran yang tidak diperlukan dalam sebuah hubungan. Emosional yang baik dengan pikiran yang tenang mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, supplier, dan semua stekaholders yang lainnya. Sikap positif Anda akan meningkatkan reputasi perusahaan di persepsi stekaholders. Pikiran yang tenang dan emosi positif Anda mampu memilih dengan cerdas untuk bereaksi terhadap berbagai karakter orang. Reaksi dan tindakan Anda tidak akan melukai perasaan orang lain. Anda senantiasa mampu menjaga hubungan dan komunikasi dengan sopan santun yang produktif.

Setiap pelayanan dalam perusahaan haruslah ditangani dengan cepat, semuanya harus dilayani dengan sikap baik dan penuh sopan santun. Tidak boleh bersikap semena-mena kepada pelanggan, supplier, dan stakeholders yang lain. Layani pelanggan dengan kualitas terbaik, layani dan bayar tagihan supplier tepat waktu dengan sikap sopan. Jangan pernah berbicara dalam sikap yang ketus dan kata-kata yang membuat supplier sakit hati. Jika Anda kehilangan supplier, maka perusahaan juga akan kewalahan di masa depan. Intinya, semua sikap dan perilaku yang tidak baik akan menciptakan biaya tinggi dalam operasional bisnis.  

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Mungkin Anda berpikir bahwa sesuatu hal yang baru atau perubahan yang sedang diterapkan sebagai sebuah omong kosong, tetapi perubahan pasti terjadi. Jika Anda ikhlas untuk memberikan energi positif dalam proses perubahan, maka kebaikan dan keindahan akan Anda rasakan dari hasil perubahan tersebut. Jika Anda berpikir bahwa budaya sopan santun tidak mungkin diterapkan dalam perusahaan Anda, maka Anda sendiri yang memutuskan untuk menderita dalam kehidupan kerja yang penuh energi negatif. Jika Anda menolak memilih untuk membangun budaya sopan santun, maka Anda akan merasakan semacam emosi negatif yang bersumber dari pikiran Anda yang kacau dan sulit dikendalikan. Tanpa budaya sopan santun; energi negatif dari dalam diri Anda akan menciptakan kemarahan, kesedihan, kebosanan, kepahitan, dan menjadikan Anda kurang produktif di tempat kerja.

Saling menghargai, saling mendengarkan, dan saling membantu haruslah menjadi karakter kerja sehari-hari. Hal ini juga akan menghambat emosi negatif masuk ke dalam hari kerja Anda. Jika emosi negatif masuk ke hari kerja Anda, maka energi negatif akan menciptakan stres, serta menghabiskan waktu dan kecerdasan Anda untuk sesuatu yang kurang produktif dan tidak positif.  Kebahagian dalam pekerjaan datang dari memilih pikiran dan emosi, Anda mungkin harus berhadapan dengan berbagai peristiwa yang kurang menyenangkan hati Anda. Tetapi jika Anda memilih pikiran positif, emosi positif, dan sikap baik untuk menghadapi peristiwa tersebut; maka, kebahagiaan dan kedamaian Anda di tempat kerja tidak akan hilang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

DIRI KITA YANG MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA

“Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja memberi pengaruh yang besar untuk keberhasilan semua orang. Setiap pribadi yang mampu mengkontribusikan energi positif melalui pikiran positif dan perilaku etis menjadikan kehidupan di tempat kerja selalu bahagia dan berkinerja tinggi. Berhentilah untuk meminta kebahagiaan dari orang lain. Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan kebahagiaan bagi kita di tempat kerja. Sebab, kebahagiaan itu sendiri ada di dalam diri kita masing-masing, ada dalam cara berpikir kita, sehingga sangat keliru jika kita menunggu kebahagiaan dari sikap dan perilaku orang lain.

Kita adalah pekerjaan yang sedang berlangsung. Kita adalah bagian dari proses kerja menuju tujuan dan untuk mencapai target. Dalam proses kerja, kita menjadi bagian dari sistem yang berkontribusi sebatas tugas dan tanggung jawab, tidak sekaligus kita harus mengerjakan semua hal, kita hanya menjadi bagian terkecil dalam visi dan misi besar organisasi. Jadi, tidak perlu menghabiskan energi dan emosi untuk hal-hal di luar tugas dan tanggung jawab. Hadirlah ke tempat kerja dengan hati yang penuh sukacita, dan berikan perhatian penuh untuk menyelesaikan tugas dengan kompetensi terbaik yang dimiliki.

Setiap orang memiliki perilaku, sikap, cara berpikir, dan emosi yang tidak mungkin untuk disamakan. Kita semua berbeda dan tidak perlu memaksakan diri agar orang lain menjadi sama seperti diri kita. Keunikan dan perbedaan adalah kekayaan yang harus kita manfaatkan untuk mencapai hal-hal terbaik. Tidak perlu memperdebatkan atau mempersoalkan hal-hal yang tidak sama dengan diri kita. Jika kita terlalu mengurusi kepribadian orang lain yang bertentangan dengan kepribadian kita, maka kita akan menghabiskan waktu dan energi dalam ketidakbahagiaan.

Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Perbedaan ini jika tidak tunduk pada sistem dan nilai-nilai kerja, maka potensi konflik akan merusak pencapaian kinerja terbaik. Hal ini juga akan menciptakan cara berpikir dan emosi yang menghilangkan rasa damai dan kebahagiaan di tempat kerja. Kepatuhan dan ketaatan pada nilai-nilai kerja, sopan santun, etika, komunikasi positif mampu menciptakan energi positif di lingkungan kerja. Energi positif yang terus-menerus berakumulasi dari kebahagiaan setiap individu akan menciptakan kehidupan kerja yang kooperatif, kompetitif, kreatif, inovatif, dan bahagia.

Kebahagiaan dalam pekerjaan dapat kita rawat jika kita mampu dan penuh semangat untuk merealisasikan potensi diri, serta setiap saat menjaga kepercayaan diri dan ketekunan dengan sepenuh hati. Di samping itu, kita juga harus sadar bahwa diri kita dikuasai dua jenis energi, yaitu: energi positif dan energi negatif. Keduanya abadi di dalam diri kita sampai kapan pun. Kesadaran kita bertugas untuk menguatkan energi positif di setiap momen kehidupan. Kesadaran kita tidak boleh memberikan ruang seinci pun untuk kebangkitan energi negatif di dalam diri kita. Ini mungkin akan menjadi tugas seumur hidup kita untuk menggunakan kesadaran agar energi negatif tidur nyenyak dan tidak mampengaruhi jalan kehidupan kita.

Tantangan dan kesulitan adalah vitamin untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Jangan gelisah, khawatir, takut, dan mengorbankan kebahagiaan saat kesulitan memperburuk keadaan. Jika di masa sulit mampu menjaga diri dengan energi positif yang kuat, kita akan tetap hebat dan tak kehilangan kebahagiaan. Jadi, setiap saat secara sadar tingkatkan kualitas energi positif di dalam diri. Apa pun cobaan dan kesulitan yang berusaha menggagalkan kerja keras kita, jangan dibiarkan dalam energi negatif. Jaga pikiran, emosi, dan suara hati dalam kebahagiaan. Jangan memiliki pikiran yang mudah dipengaruhi oleh kekuatan buruk dari luar diri. Jangan menjadi mangsa orang-orang negatif yang hidup di sekitar kita. Jangan mencoba mencari kesalahan dan kekurangan siapa pun. Kebahagiaan tercipta dari aliran energi positif di dalam diri yang kuat dan selalu positif saat berinteraksi dengan energi negatif.  

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENJALANI HIDUP DALAM SUDUT PANDANG POSITIF

“Cintai perbedaan, terima dengan ikhlas semua perbedaan, miliki rasa hormat terhadap perbedaan, hindari pemikiran dan keyakinan yang bertentangan dengan perbedaan.”~Djajendra

Hidup adalah perbedaan dan kita semua berhak untuk memilih sudut pandang. Keindahan akan terlihat saat kita memilih hidup dengan sudut pandang positif. Sudut pandang positif adalah sumber kebahagiaan. Setiap hari kita pasti menghadapi kenyataan hidup yang kadang kita suka dan juga kadang tidak kita sukai. Kebahagiaan hidup kita tergantung dari sudut pandang positif yang kita miliki dengan konsisten. Ketika keinginan, impian, ambisi, ego, keyakinan, dan cita-cita kita tidak mengendalikan sudut pandang kita; maka, kita akan memiliki empati untuk melihat semua peristiwa kehidupan yang kita hadapi dalam sudut pandang positif. Jika kita sadar bahwa tujuan hidup kita untuk menikmati sukacita dan kesejahteraan, maka sudut pandang kita selalu akan positif. Sudut pandang positif membuat kita tumbuh dan berkembang bersama nilai-nilai kehidupan yang positif.

Saat kita melihat semua hal yang bertentangan dalam sudut pandang positif, kita pun mampu menikmati keindahan dari hal-hal yang bertentangan dengan kita. Semua hal yang tidak nyaman akan hilang ketika kita melihatnya dalam sudut pandang positif. Cintai perbedaan, terima dengan ikhlas semua perbedaan, miliki rasa hormat terhadap semua perbedaan, hindari semua pemikiran dan keyakinan yang bertentangan dengan perbedaan. Perbedaan adalah ciptaan Tuhan yang wajib kita terima dan jalani dengan sukacita. Tidak ada gunanya melihat yang bertentangan dengan kita sebagai musuh. Sudut pandang yang banyak musuh akan merugikan diri sendiri. Sudut pandang yang suka melihat kekurangan pihak lain akan membuat hidup kita  tidak bahagia. Memiliki sudut pandang positif berarti telah memilih untuk hidup nyaman, santai, damai, bahagia, sejahtera, dan melihat semua hal begitu indah.

Ketika kita bersahabat dengan semua perbedaan dan setiap saat melihat semua peristiwa hidup dari sudut pandang positif, maka hidup kita akan mengalir dengan baik dan tidak perlu berjuang melawan hal-hal yang tidak sama dengan kita. Hidup kita pun selalu mendapatkan pencerahan dalam rasa santai, nikmat, bahagia, nyaman, dan penuh keindahan di setiap situasi kehidupan. Sudut pandang positif membuat kita selalu memiliki pilihan untuk membahagiakan hidup kita. Kita tidak akan memilih jalan hidup yang membuat kita sengsara. Kita tidak akan memiliki keraguan untuk melihat semua hal sebagai bagian terindah dari kehidupan yang kita jalani. Pikiran, jiwa, dan emosi tidak akan terpecah dalam keraguan. Semuanya terhimpun secara solid dalam satu sudut pandang yang positif. Diri sejati kita mampu memimpin semua indera kita untuk melihat segala sesuatu dari keindahannya.

Semua energi negatif di dalam diri akan hilang ketika sudut pandang positif menguasai jalan hidup kita. Sudut pandang positif adalah sesuatu yang paling ideal untuk membuat hidup kita bahagia. Sudut pandang positif mampu menarik energi positif dari luar diri kita. Dalam hal ini, kesadaran kita selalu menghasilkan realitas yang lebih baik untuk kehidupan sehari-hari kita. Itu bisa memberi kita keindahan dan kebaikan dari apa pun yang kita kerjakan atau berikan perhatian. Jalan hidup kita pun selalu dalam terang dan kejernihan pikiran. Kita tidak pernah merasa menderita, kita selalu ikhlas menerima apa pun yang terjadi dalam hidup kita. Sudut pandang positif mampu membuat kita melihat kebaikan dan keindahan dalam semua peristiwa hidup kita. Kita akan membiarkan diri sejati kita untuk tidak melawan semua yang tidak nyaman bagi hidup kita. Sudut pandang positif yang akan menemukan keindahan dan kebaikan untuk membuat kita nyaman dari hal-hal tidak nyaman.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN LINGKUNGAN KEHIDUPAN KITA YANG POSITIF

“Prasangka buruk kita kepada orang lain akan memberikan keburukan bagi diri kita sendiri.”~Djajendra

Lingkungan kehidupan yang positif bersumber dari dalam diri kita. Setiap hari ciptakan energi positif. Tawarkan pikiran dan emosi positif kepada kehidupan. Dalam setiap interaksi kendalikan diri dari semua jenis energi buruk. Jadilah energi positif yang tidak terganggu dengan berbagai energi buruk yang hidup sangat liar di sekitar diri kita. Jangan menunggu orang lain untuk menciptakan lingkungan kehidupan yang positif. Tingkatkan kesadaran untuk membangun hubungan yang menyenangkan dengan diri sendiri dan orang lain. Tidak perlu terlalu kritis dengan sikap dan perilaku orang lain. Jangan memberikan perhatian yang berlebihan kepada kepribadian seseorang. Fokuskan waktu dan energi untuk membangun kualitas diri sendiri.   

Jangan membiarkan pikiran berkeliaran keberbagai prasangka. Jika kita melihat kekurangan dalam diri orang lain, maka segera ubah pandangan tersebut dan ubah kualitas pemikiran untuk menerima apa pun realitas orang lain dengan ikhlas. Setiap saat periksa kualitas pikiran, apakah pikiran kita berkualitas baik atau buruk? Jika pikiran kita berkualitas buruk, maka segera hentikan dan ubah pemikiran ke arah yang positif. Diperlukan kesadaran dan perasaan bertanggung jawab untuk menjaga pikiran agar tidak mudah menerima atau merespon energi negatif. Jangan juga membiarkan pikiran berpikir terlalu banyak, sehingga tindakan menjadi berkurang. Manfaatkan kehebatan pikiran untuk membantu menemukan kehidupan yang damai, bahagia, sehat, sejahtera, dan penuh rasa syukur. Pikiran yang berkualitas selalu tenang dalam energi positif dan tidak akan sia-sia dalam energi negatif.

Tempatkan diri dalam lingkungan yang meningkatkan rasa percaya diri dan kualitas hidup. Getaran energi positif dari lingkungan kehidupan sangat membantu kemajuan hidup. Pilih lingkungan kehidupan yang membuat kita bahagia, senang, optimis, sehat, positif. Sebaliknya, hindari dan menjauh dari lingkungan yang menciptakan kebencian, dendam, kemarahan, kebosanan, sakit hati. Ketika kita berada dalam lingkungan yang buruk, kita tidak akan mampu memberikan kebaikan dan keindahan bagi diri kita sendiri dan orang lain. Prasangka buruk kita kepada orang lain akan memberikan keburukan bagi diri kita sendiri. Energi negatif yang dibuat oleh orang-orang di sekitar kita haruslah kita sikapi dengan energi positif yang kuat, sehingga kita selamat dari kehidupan yang buruk.

Jika pikiran mengajak kita untuk mengkritik, mengkhawatirkan, atau pun menciptakan prasangka-prasangka negatif; maka hentikan segera pemikiran tersebut. Semua pemikiran negatif akan menguras kekuatan mental kita, juga akan mengurangi kekuatan batin kita. Padahal, dalam hidup, kita membutuhkan tantangan agar bisa menciptakan kemajuan yang lebih tinggi. Jadi, ketika realitas hidup sedang tidak berpihak atau tidak menguntungkan kita, jangan takut atau khawatir, tenangkan diri dan fokuskan semua energi untuk menemukan kedamaian dan kepercayaan diri. Kita membutuhkan kekuatan mental, batin, dan fisik agar bisa mengatasi tantangan atau kesulitan hidup. Oleh karena itu, jangan membiarkan perasaan khawatir atau takut membuat kita gagal menghadapi tantangan. Kuatkan diri dan tingkatkan ketenangan diri agar bisa segera menemukan cara untuk mengatasi tantangan.

Hindari media yang suka memberitakan hal-hal negatif. Hindari untuk membaca, menonton atau mendengarkan hal-hal negatif dan berita tidak benar. Semua yang kita baca, dengar, dan lihat akan menjadi data di alam bawah sadar kita. Jangan baca dan segera hapus semua informasi yang menciptakan energi negatif di dalam diri kita. Kendalikan juga orang-orang yang berteman dengan kita, tetapi suka mengirimkan berita-berita atau informasi yang membangun energi negatif dalam diri kita. Bersihkan lingkungan dari kesadaran diri sendiri, kemudian ciptakan gaya hidup sehat dalam lingkungan yang menciptakan pemikiran dan tindakan positif.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

BERBICARA SEPERLUNYA DAN MENJAGA KEDAMAIAN HIDUP

“Pribadi yang damai selalu tenang dan diam, pribadi yang tidak damai selalu gelisah dan banyak berbicara.”~Djajendra

Menjaga ucapan positif berarti kita sudah turut menciptakan perdamaian hidup. Ucapan kita yang buruk dapat memancing emosi marah orang lain dan berdampak pada timbulnya konflik. Ucapan yang buruk muncul dari pikiran yang buruk. Ucapan yang buruk muncul dari suara batin yang buruk. Kendalikan pikiran dan suara batin yang buruk agar mampu berkata-kata yang baik, serta berucap yang baik.

Kendalikan semua pikiran yang melihat sisi buruk orang lain. Pikiran yang suka melihat sisi buruk adalah pikiran yang sia-sia dan tidak berguna untuk kedamaian hidup. Pikiran yang suka melihat sisi buruk adalah pikiran yang membuat dirinya sendiri tidak damai. Ketika dirinya sudah tidak damai, maka dia tidak mampu memberikan hal-hal yang indah untuk orang lain.

Berbicara seperlunya saja. Tidak perlu berbicara yang tidak penting. Tidak perlu berbicara yang bisa menimbulkan perasaan tidak damai. Jadilah pribadi yang selalu memberikan kedamaian melalui sifat, perilaku, dan kata-kata. Jadilah pribadi yang kedamaian hidupnya timbul dari dalam diri sendiri, serta tidak tergantung pada hal-hal di luar diri. Jadilah pribadi yang setiap saat memilih untuk menjadi damai dalam segala situasi dan kondisi hidup.

Tenang dan diam di dalam kata-kata dan pikiran positif adalah emas. Merasa paling pintar dan merasa harus banyak berbicara adalah perbuatan yang merugikan diri sendiri. Hidup manusia untuk damai, bukan untuk banyak berbicara. Belajarlah untuk mendengarkan suara kehidupan. Belajarlah untuk mendengarkan suara hati. Belajarlah untuk hidup dalam keheningan. Keheningan dapat menghubungkan kita kepada kesadaran untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Keheningan dapat menyembuhkan kita dari berbagai penyakit jiwa dan pikiran. Tenangkan diri dan terhubunglah dengan kecerdasan tertinggi alam semesta, sehingga mampu melayani hidup dengan kasih sayang.

Kedamaian hidup adalah harta terbaik yang kita miliki. Jiwa yang damai mampu menciptakan pengalaman hidup yang penuh sukacita. Jiwa yang damai mampu memberikan keindahan dan kebaikan bagi siapa pun. Jadi, jagalah ucapan dan kata-kata selalu positif. Lebih baik diam daripada berbicara yang menyakitkan orang lain. Lebih baik diam daripada berbicara yang merusak kedamaian hidup. Lebih baik diam daripada berbicara kosong dan tidak bermanfaat bagi siapa pun.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

JAGA UCAPAN DALAM KATA DAN NADA POSITIF

“Ucapanyang buruk dihasilkan dari pemikiran yang buruk. Ucapan yang buruk bisa melukaiorang lain. Ucapan yang buruk bisa menciptakan banyak musuh. Jaga setiap ucapandalam kata dan nada positif.”~Djajendra

Ucapan yang baik membantu kita mencapai keadaan damai dan bahagia. Ucapan kita yang baik menguatkan energi baik di alam kehidupan. Nada bicara yang sopan dan kata-kata positif menyatukan semua perbedaan. Bahasa bertujuan untuk membuat kita semua bersatu dalam pengertian dan kebersamaan. Komunikasi yang baik meningkatkan kualitas persaudaraan dalam kehidupan. Melalui nilai-nilai positif kita dapat memberikan pemikiran positif dan ucapan yang baik kepada orang-orang di sekitar kita. Kendalikan ego dan perasaan tinggi hati. Jangan mengganggu kedamaian hidup orang lain dengan kata-kata dan ucapan yang buruk.

Semua orang bisa berkata-kata dan berucap sesuka hatinya, tetapi jika tidak dikendalikan dengan etika dan moralitas, maka kekacauan dan ketidakamanan yang akan terjadi. Kesadaran untuk menjaga ucapan sangatlah penting. Ucapan yang baik bukan hanya milik orang bijak saja, tetapi haruslah menjadi budaya dan perilaku dari setiap orang. Ketika kita berucap dengan sopan dan berkata-kata positif, maka kita sudah berbuat baik untuk kedamaian hidup.

Walaupun kita memiliki pengetahuan yang tinggi, jika kita tidak mampu berucap dengan sopan dan berkata-kata positif, maka kita menjadi pribadi yang tidak berguna bagi kebaikan hidup. Pengetahuan yang baik memberikan pencerahan, sehingga kita memiliki kesadaran untuk menjalani hidup dengan energi positif. Kehidupan yang ideal dan harmonis tercipta dari kemampuan setiap orang untuk menjaga ucapan dan berkata-kata positif. Komunikasi dengan bahasa yang positif mengeluarkan energi positif di dalam kehidupan, sehingga perasaan damai dan tenang mampu meningkatkan kualitas hidup semua orang.

Walaupun ada perasaan berbeda, tetapi kemampuan menjadi toleran terhadap perbedaan sangatlah penting. Jiwa yang toleran mampu mengendalikan diri dan tidak akan berucap negatif tentang orang lain. Jiwa yang toleran selalu menyadari bahwa kedamaian batin dihasilkan dari kata-kata dan pemikiran positif. Jiwa yang toleran sangat menyadari bahwa kemanusiaan sifatnya abadi, sehingga tidak akan melukai siapa pun dengan ucapan dan kata-kata yang buruk.

Komunikasi yang baik tidak pernah merugikan siapa pun. Komunikasi yang baik mampu menjaga kebenaran selalu bersama kita semua. Komunikasi yang baik mampu mengubah pikiran negatif kita menjadi positif. Ucapan yang baik memberitakan perdamaian dan keharmonisan untuk hidup bersama. Ucapan dan kata-kata positif dapat membuat kita semua bahagia. Ucapan yang sopan dengan kata-kata positif membebaskan kita semua dari stres dan menciptakan kehidupan yang tenang. Ucapan yang sopan dan kata-kata positif memberikan efek positif pada kehidupan sosial.

Ketika seseorang terbiasa berucap tidak sopan dengan kata-kata negatif, maka dia sedang memisahkan dirinya dari kesatuan hidup. Dia sedang menciptakan realita untuk menjalani kehidupan yang tidak damai. Dia sedang menciptakan kehidupan yang membuatnya tidak pernah merasakan bahagia dengan kenyataan sehari-hari. Hidupnya selalu dengan prasangka buruk yang semuanya bersumber dari pemikiran buruknya. Jalan hidupnya selalu bertindak secara egois, sehingga dia terpisah dari orang lain.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJADI PRIBADI YANG TERKENDALI

“Pribadi yang tidak terkendali sangat mudah dipermainkan oleh emosiorang lain.”~Djajendra

Kehidupan sosial itu penting, tetapi semua hubungan dengan orang lain harus bersumber dari diri yang terkendali dan cerdas emosi. Ketika terjadi perang emosi dan kata-kata, jadilah terkendali, tunjukkan kedewasaan dan kesabaran. Jika Anda marah dengan sikap orang lain, tenangkan diri, dan untuk sementara jauhi orang tersebut. Tidak perlu mengeluarkan emosi dan kata-kata buruk untuk membalas sikap buruk orang lain. Jangan biarkan Anda terpancing dan mengeluarkan reaksi buruk. Jadilah terkendali, jadilah santai, dan tinggalkan suasana yang tidak aman tersebut.

Dalam situasi yang penuh emosi dan amarah, maka diam itu adalah emas. Jangan biarkan satu pun kata-kata buruk keluar dari mulut Anda. Kendalikan diri dan jadilah pemenang di dalam diam. Jangan pikirkan apa kata orang tentang Anda. Tidak penting memikirkan pendapat orang lain, yang penting Anda tetap tenang dan tidak menyinggung atau melakukan tindakan yang memancing reaksi negatif dari pihak manapun. Mungkin Anda terluka atau kecewa, kuatkan hati dan tetaplah tersenyum sambil meninggalkan suasana yang tidak baik tersebut.

Hidup ini bukan tentang kalah dan menang, tetapi tentang belajar dan pengalaman. Jadi, tidak perlu terlalu terobsesi untuk menang dalam sebuah masalah atau persoalan hidup. Biarkan persoalan itu terselesaikan dengan baik pada waktunya. Mungkin pada saat sekarang tingkat emosi masih tidak stabil, semua pihak menganggap dirinya yang paling benar dan tidak mau mengalah demi kebaikan. Dalam situasi yang sulit menciptakan perdamaian, maka membatasi diri pada reaksi yang ekstrem adalah pilihan terbaik. Tindakan terbaik saat diri dalam marah adalah tidak mengeluarkan reaksi apa pun.

Ketika suara hati mendorong Anda dengan emosi untuk membalas perbuatan tidak baik,  gunakan akal sehat dan kendalikan suara hati tersebut. Bebaskan diri dari semua kepentingan dan tingkatkan kesadaran untuk tetap tenang. Jangan menyebabkan diri Anda menjadi penyebab kerusakan sebuah hubungan. Ketika keburukan dibalas dengan keburukan, maka kerusakan dalam hubungan tersebut akan sulit diperbaiki untuk selamanya. Jika dalam jangka panjang tidak ada yang merasa bersalah, maka hubungan tersebut secara perlahan-lahan akan tergelincir ke dalam konflik abadi. Setiap saat luka lama akan muncul untuk menghambat hubungan baik.

Pengendalian diri bukan berarti Anda takut berhadapan dengan orang lain. Ini adalah tentang kehebatan Anda untuk tetap tenang dan sabar di saat orang lain tidak terkendali. Saat Anda tenang dan sabar, Anda bisa berpikir jernih untuk mengambil keputusan terbaik. Keputusan terbaik adalah mengarahkan pikiran ke tempat-tempat terindah, dan menjauhkan pikiran dari wilayah konflik. Anda pun mampu dengan santai keluar dari pertengkaran dan lawan Anda tidak menemukan Anda untuk diserang dengan kata-kata buruk. Dalam situasi ini, lawan sudah tidak menemukan Anda di wilayah emosi negatif, Anda pun sedang menikmati keindahan di wilayah bahagia. Intinya, tidak perlu terpancing dengan sikap dan perilaku buruk orang lain. Jangan mau dikendalikan hidup Anda dengan karakter dan keputusan orang lain. Anda itu merdeka dan bebas untuk menikmati indahnya kehidupan. Hilangkan dirimu dari perangkap wilayah konflik, tingkatkan kesadaranmu untuk hidup bahagia.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

GOSIP ADALAH KOMUNIKASI JAHAT

“Tukang GOSIP adalah pribadi negatif yang hidupnya dipermainkan oleh persepsi jahatnya terhadap orang lain.”~Djajendra

Gosip adalah pembicaraan tidak baik yang disebarkan seolah-olah itu benar. Gosip adalah perbuatan buruk yang melukai kehidupan orang lain. Gosip adalah komunikasi jahat yang menceritakan hal-hal tidak benar tentang sebuah situasi atau orang lain. Gosip diproduksi oleh orang-orang yang di dalam dirinya penuh dengan energi negatif. Gosip adalah sumber konflik dan menghilangkan rasa damai dalam kehidupan. Jika gosip dibiarkan terus di tengah kehidupan Anda, maka gosip tersebut akan mengarahkan kehidupan Anda dan lingkungan Anda pada kerusakan total. Akibatnya, lingkungan kehidupan Anda penuh dengan masalah, konflik, saling curiga, saling berprasangka, saling tidak percaya, dan akhirnya semua pihak akan menderita.

Gosip itu seperti menghancurkan orang lain untuk mencapai tujuan diri sendiri. Padahal, gosip itu tidak hanya menghancurkan orang lain, juga akan menghancurkan diri sendiri. Karena gosip adalah sebuah pembicaraan dengan niat buruk, maka gosip akan merugikan semua pihak yang terlibat. Tidak ada kebaikan di dalam gosip. Orang yang menciptakan gosip tidak akan pernah damai hidupnya. Orang yang mendengarkan gosip akan terinfeksi energi negatif. Orang yang kena gosip akan sedih dengan cerita yang tidak benar tersebut. Intinya, gosip adalah komunikasi jahat yang menciptakan kehidupan konflik dan saling berprasangka buruk.

Seseorang menjadi tukang gosip karena dia tidak memiliki kepribadian yang baik untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. Sifat cemburu, iri hati, dengki, kesal, dan marah adalah energi negatif yang bisa mendorong seseorang untuk menyebarkan gosip. Ketika semua sifat buruk ada di dalam diri, maka diri tersebut tidak akan pernah menikmati kebahagiaan dan keindahan di dalam hidup. Dia hanya hidup untuk melihat kekurangan orang lain, menilai orang lain, menghakimi orang lain, dan fokusnya hanya mencari-cari keburukan untuk dibicarakan.

Tukang gosip adalah pribadi yang sudah kalah dengan hidupnya. Seseorang menjadi tukang gosip karena tidak mampu lagi untuk mengenal diri sejatinya. Tidak mampu menjaga dirinya dari pengaruh di luar dirinya. Dia gagal mengetahui siapa dirinya dan apa tujuan hidupnya. Dia gagal masuk ke dalam dirinya sendiri untuk menemukan kekuatan bagi kehidupannya. Dia hanya menjadi pribadi negatif yang hidupnya dipermainkan oleh persepsinya terhadap orang lain. Persepsinya itu juga bukan yang baik, tetapi persepsi buruk dengan prasangka-prasangka jahat.

Gosip adalah cara buruk untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Semua cara buruk dengan energi negatif tidak akan pernah memberikan kedamaian dalam hidup. Cara-cara buruk dan komunikasi jahat hanya menghasilkan kesuksesan tanpa kebahagiaan. Keberhasilan dari sisi materi tidak akan pernah dilengkapi dengan kedamaian dan kebahagiaan. Semua cara yang buruk hanya menjadikan hidup seseorang dalam rasa khawatir, penuh prasangka, dan curiga. Tidak ada kebaikan yang dihasilkan dari energi negatif.

Kebahagiaan dan kedamaian hidup hanya dihasilkan oleh orang-orang yang menjalani kehidupan dengan energi positif. Artinya, tidak pernah ada gosip dalam kehidupan orang-orang damai. Kebahagiaan dan kedamaian hidup membutuhkan cahaya yang menerangi diri terdalam, sehingga fokus dan perhatian seratus persen ke dalam diri sendiri. Jadi, hidup ini pilihan. Jika hidup Anda ingin bahagia dan damai, maka Anda harus menguatkan diri sendiri dengan energi positif, dan tidak boleh mengenal gosip. Jangan pernah memberikan perhatian terhadap gosip. Jangan pernah membiarkan gosip dalam ingatan Anda. Gosip adalah racun yang sangat merusak kedamaian hidup.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJALANI HIDUP DI TENGAH ORANG-ORANG POSITIF DAN NEGATIF

“Kehidupan damai dan indah di tengah orang-orang positif dan negatif hanya terwujud saat kita sadar untuk menerima keduanya dengan cinta dan kepedulian.”~Djajendra

Apakah semua orang bisa menyebarkan energi positif dalam kehidupan ini? Kita semua menjalani kehidupan dualitas, ada orang-orang yang membawa energi baik untuk kehidupan yang indah, ada juga orang-orang yang membawa energi buruk untuk merusak kehidupan yang indah dan damai. Hidup selalu abadi diantara kebaikan dan ketidakbaikan. Bersyukurlah ketika lingkungan kehidupan kita dikuasai oleh energi baik, sehingga kita semua bisa berkarya dan menjalani kehidupan yang indah dan damai.

Tidak semua orang mampu menerima kebaikan sebagai landasan hidup. Ketika di dalam diri seseorang terkumpul keyakinan dan pemikiran negatif yang kuat, maka tidak mudah merubahnya untuk menjadi energi baik. Orang-orang negatif selalu yakin dan percaya tentang kebenaran yang mereka perjuangkan. Biasanya, di dalam kebenaran tersebut ada rasa benci terhadap pihak lain. Sifat dan perilaku yang anti toleransi, rendah empati, rendah cinta, dan suka memperlebar perbedaan sudah begitu menguat di dalam keyakinan dan pola pikir mereka, sehingga tidak mudah bagi cahaya kebaikan untuk memberikan kesadaran tentang hidup dalam kepedulian dan kasih sayang yang luas.

Suara hati dan pemikiran orang-orang negatif hanya melayani cinta dan kepedulian sebatas sumber keyakinannya. Karena keyakinan dan pola pemikiran yang terbentuk itu sempit, maka mereka tidak memiliki fondasi untuk menerima energi positif dari wawasan yang luas. Cahaya positif dari sumber yang luas dan universal sulit diterima akal dan logika orang-orang negatif. Mereka sudah terbiasa di dalam kotak sempit tentang kebenaran, dan menguatkan rasa benci terhadap perbedaan, sehingga tidak mampu melihat kebenaran dari wawasan yang luas.

Bila kita ingin hidup damai, maka kita harus menerima realitas bahwa kehidupan dikuasai oleh energi negatif dan energi positif. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu akan bertemu dengan orang-orang positif dan negatif. Orang-orang positif dan negatif itu bisa saja ada di dalam rumah kita, kantor kita, lingkungan kita, atau dimanapun. Kehidupan damai dan indah di tengah-tengah kekuatan positif dan negatif hanya terwujud saat kita sadar untuk menerima keduanya dengan cinta dan kepedulian. Perilaku kita yang menghormati energi baik dan energi buruk dengan jiwa besar dan ikhlas akan menjaga kedamaian hidup kita.

Tidak perlu memberi pencerahan secara berlebihan untuk merubah orang-orang negatif. Sebab, keyakinan dan pemikiran yang begitu kuat menjadikan orang-orang negatif sulit menerima pencerahan oleh wawasan kehidupan yang luas. Ketika keyakinan dan pemikiran mereka tidak bertemu dengan kebenaran dari sumber lain, maka kebencian akan muncul untuk memperkuat ego dan pemikiran. Jadi, satu-satunya cara untuk memiliki kehidupan pribadi yang indah dan damai adalah memiliki empati dan toleransi dengan orang-orang negatif tersebut. Tidak perlu memusuhi mereka. Tidak perlu mencari-cari kekurangan mereka. Tidak perlu menilai mereka. Tidak perlu menghakimi mereka. Terimalah mereka semua apa adanya. Baik dan buruk sudah menjadi bagian dari kehidupan, dan tidak seorang manusia pun mampu menghilangkan yang buruk dari kehidupan ini.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENDENGARKAN ORANG-ORANG YANG BERBICARA DENGAN ANDA

“Kita semua adalah data dan informasi untuk keberlangsungan kehidupan. Jadilah data dan informasi yang memberikan kebaikan dan kemajuan bagi kita semua.”~Djajendra

Mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi. Semakin kita mampu mendengar, semakin kita menguasai informasi dan data. Kendalikan pikiran dan emosi agar bisa tetap tenang saat mendengarkan hal-hal yang tidak kita suka dengarkan. Kesabaran, jiwa besar, pikiran positif, dan kemampuan untuk tidak terganggu dengan hal-hal di luar diri dapat menjadikan kita sebagai pendengar yang hebat.

Seorang yang cerdas berkomunikasi adalah dia yang sudah terlatih untuk tidak terganggu dengan hal-hal dari luar dirinya. Penguasaan terhadap diri sendiri sangat sempurna, sehingga hal apa pun dari luar diri mencoba menyerangnya, dia bisa tetap positif dan membangun strategi yang tepat agar semua hal berjalan dengan baik. Pengendalian pikiran yang baik membuatnya mampu mengendalikan ucapan. Pilihan kata-kata dengan emosi positif membuatnya tampil santai dan tenang dengan argumentasi-argumentasi yang tepat.

Seorang pendengar yang bijak mampu mengendalikan diri di tengah-tengah hubungan yang buruk. Dia sadar bahwa ketika sebuah hubungan dalam emosi kemarahan, ketakutan, dan kecurigaan; maka, kedua belah pihak harus saling mendengarkan. Masing-masing pihak harus membangun empati dan toleransi, kemudian saling mendengarkan. Jika pihak lawan tetap ngotot dengan maunya, maka sebagai pendengar yang bijak hanya akan mendengarkan, dan membiarkan lawan kehabisan kata-kata, kemudian memberikan jawaban dengan fakta dan data yang benar. Seorang pendengar yang baik mampu menciptakan hubungan yang rendah konflik.

Kenali pemikiran, perasaan, suara hati, dan keinginan yang ada di dalam diri kita. Semua ini harus tunduk dalam empati dan toleransi. Lepaskan ketegangan dan tumbuhkan hubungan dengan keindahan pikiran. Setiap pihak harus saling mendengarkan dan berjiwa besar untuk membiarkan pihak lain memberi tahu tentang keinginan mereka. Saling memberi tahu tentang keinginannya masing-masing dan saling mendengarkan dengan penuh kasih adalah cara untuk menyatukan perbedaan.

Kita harus melatih diri sebelum kita dapat mendengarkan. Melatih diri dengan cinta dan kepedulian agar kita mendengar dan membiarkan pihak lain berbicara tentang suara hati mereka. Tidak membiarkan emosi negatif menguasai jalan pikiran kita, dan tidak membiarkan ego menciptakan kata-kata atau ucapan yang membuat orang sakit hati kepada kita. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara dan jadilah bijaksana dalam mendengarkan dengan hati dan pikiran yang positif.

Pendengar yang baik tidak menggunakan bahasa yang menyalahkan orang lain. Pendengar yang baik memudahkan pihak lain untuk menerima pesan dengan baik. Pendengar yang baik mampu saling mengisi dan memperbaiki untuk kebaikan bersama, bukan berupaya untuk menemukan kekurangan dan kesalahan pihak lain.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

SEKARANG INI ZAMAN KOLABORASI, BUKAN LAGI ZAMAN KOMPETISI

“Ketika orang hidup bersama tanpa saling memahami, naluri bertahan hidup mereka mengubah segalanya menjadi pertarungan.“~ SadhGuru

Bersama-sama kita kuat, bercerai-berai kita lemah. Orang yang tidak bisa kolaborasi adalah orang-orang yang sulit meraih hal-hal terbaik. Orang yang tidak terbiasa kolaborasi adalah orang yang tidak mengetahui keuntungan dari kolaborasi. Melalui kolaborasi kita mendapatkan rejeki, karir, dan kehidupan terbaik. Kolaborasi membuat kita mampu bekerja sama dengan orang lain, baik kerja sama langsung maupun yang tidak langsung, yang mendatangkan keuntungan bagi hidup kita.

Semangat kerjasama menghasilkan kesehatan dan kegembiraan bagi kita. Kolaborasi adalah pengabul keinginan, sebab hal-hal yang tidak mampu kita kerjakan atau hal-hal yang tidak kita miliki bisa kita dapatkan dari orang lain. Kehidupan yang berkualitas tidak mungkin tanpa kolaborasi. Tidak seorang pun yang dapat hidup tanpa semangat kerja sama. Walaupun secara pribadi kita tidak suka kepada seseorang, tetapi kita tetap membutuhkan kekuatan mereka agar tujuan kita dapat tercapai. Kolaborasi menyatukan yang tidak bisa bersatu. Kolaborasi adalah tanda kedewasaan dalam menyikapi realitas hidup.

Untuk prestasi individu, kita semua berhak memiliki semangat kompetisi, tetapi untuk mendapatkan hasil terbaik kita semua harus memiliki semangat kerja kooperatif agar pekerjaan besar dapat kita tuntaskan secara bersama-sama. Kemakmuran dan kesejahteraan adalah hasil dari kolaborasi. Walaupun kita berbeda paham dan keyakinan, tetapi untuk urusan kesejahteraan dan kemakmuran kita tidak mungkin bekerja sendiri-sendiri dengan memusuhi yang berbeda dengan kita. Bersatu dalam kolaborasi akan menciptakan kekuatan dan sumber daya yang besar untuk menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup bersama.

Semua pekerjaan besar tidak dicapai dengan seorang diri, tetapi dicapai dengan tim yang hebat dalam kolaborasi. Uang yang kita terima sebagai penghasilan adalah hasil kolaborasi. Semua kebesaran individual adalah hasil kolaborasi. Kolaborasi menjadikan kita mau bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan tujuan pribadi kita. Semangat persaingan harus digantikan oleh semangat kolaborasi agar kita mampu mendapatkan yang terbaik di dalam hidup kita. Bersaing terus-menerus atau bermusuhan terus-menerus hanya akan menjadikan kita kecil dan kalah di sepanjang hidup. Energi kita akan habis di dalam persaingan dan pemusuhan, sehingga kita tidak memiliki energi untuk bekerja menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran.

Kolaborasi meningkatkan keharmonisan dalam hubungan antar pribadi. Jadi, walaupun berbeda tetap dapat saling bermanfaat dan saling melengkapi. Kedewasaan berpikir dan jiwa besar sangat diperlukan dalam kolaborasi. Empati, toleransi, dan komunikasi positif merupakan fondasi dalam kolaborasi. Kolaborasi juga memberikan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas bagi setiap individu. Melalui kolaborasi, semua pengetahuan yang berbeda-beda itu dapat disatukan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan dan kemakmuran hidup bersama.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

KITA HIDUP DI DUNIA PERBEDAAN

“Perjuangan terbesar dalam hidup adalah latihan kesabaran dan ketenangan. Bila kesabaran dan ketenangan sudah menjadi kebiasaan hidup, maka kemenangan selalu ada bersama kita.”~Djajendra

Sangat mudah hidup damai dengan orang-orang yang pandangannya mirip dengan kita. Memerlukan kualitas diri yang hebat dan tingkat kebijaksanaan diri yang lebih mulia agar dapat hidup damai dengan orang-orang yang berbeda pandangan dan keyakinan dengan kita. Hanya orang hebat dan hatinya yang mulia yang mampu hidup harmonis dengan tukang kritiknya, dengan orang-orang yang sangat berbeda pandangan dengan dirinya. Perbedaan adalah nyata dan sebuah fakta dari sang pencipta.

Dengarkan pendapat orang lain, karena kita hidup di dunia perbedaan. Tidak mungkin menyamakan semua orang seperti yang kita pikirkan, seperti yang kita yakini, atau seperti yang kita inginkan. Tuhan yang Maha Kuasa yang menciptakan perbedaan dan berharap kita semua berjiwa hebat untuk hidup damai di dalam perbedaan tersebut. Kehendak Tuhan adalah perbedaan, dan hal itu tampak jelas di Bumi yang kita huni ini. Mengabaikan perbedaan sama saja seperti melawan kehendak Tuhan. Orang-orang yang melawan kehendak Tuhan adalah orang-orang kalah, yang tidak akan pernah perjuangannya menang di sepanjang kehidupan.

Semakin tinggi pengetahuan kita, semakin terpelajar diri kita untuk bersikap rendah hati dengan pendapat orang lain. Ketika pikiran dan emosi kita mampu mendengarkan dengan sabar dan tenang, maka kita pun mampu menyumbangkan energi positif bagi kehidupan yang bergerak di dalam perbedaan tersebut. Kita harus mampu menampilkan karakter dan perilaku yang diharapkan kehidupan dari kita. Kehidupan dalam perbedaan mengharapkan karakter dan perilaku yang penuh empati, toleransi, memahami, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di dalam perbedaan yang kita lakoni masing-masing.

Kita hidup di dunia perbedaan. Perilaku hidup yang rendah hati dengan kesadaran bahwa hidup di dunia ini saling bergantung satu sama lain dengan semua ciptaan Tuhan, adalah jalan yang akan membawa kita menuju kemenangan abadi. Orang-orang terbaik dan terhormat adalah orang-orang yang hidup damai dan harmonis dengan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda atau dengan orang yang suka mengkritik mereka. Mereka hidup bahagia di dalam perbedaan. Mereka hidup damai di dalam perbedaan. Mereka tidak menghakimi benar atau salah seseorang, sebab mereka yakin bahwa hanya Tuhan yang memiliki kemampuan untuk menilai seseorang sebagai benar atau salah, bukan oleh manusia.

Ketika pikiran dan hati nuranimu selalu melihat perbedaan sebagai sesuatu yang buruk, maka dirimu sedang menciptakan musuh-musuh tangguh untuk melawanmu dan merusak kedamaian hidupmu. Oleh karena itu, jika Anda bermimpi ingin hidup damai, maka satu-satunya jalan adalah tunduk pada kehendak Tuhan, yaitu: bersatu dan hidup damai dalam perbedaan. Selama Anda melawan perbedaan dan keragaman, Anda tidak akan pernah damai dan menang di dalam hidup yang berbeda ini. Intinya, hidup di dunia ini, persatuan dan kesatuan di dalam perbedaan dan keragaman adalah mutlak, kalau Anda mau hidup damai dan tenang. Tidak mungkin memaksakan kesatuan tanpa perbedaan. Sebab, perbedaan adalah sifat dunia yang tercipta sesuai kehendak Tuhan. Jadi, rahasia untuk mencapai kedamaian hidup adalah toleransi terhadap perbedaan dan menerima realitas hidup dengan ikhlas.

Orang-orang yang melawan perbedaan dan keragaman akan menjadi orang-orang bermasalah bagi kehidupan yang damai dan harmonis. Jangan bertabrakan dengan perbedaan dan keragaman. Sebab, kehidupan di bumi ini terbentuk dari perbedaan dan keragaman. Perbedaan dan keragaman itu terlalu kuat dan solid sebagai pembentuk kehidupan di bumi ini, sehingga pikiran-pikiran yang ingin mengalahkan perbedaan dan kergaman hanya akan merasakan kesulitan dan ketidakberdayaan di sepanjang hidupnya.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENERIMA KRITIK DENGAN PIKIRAN POSITIF

“Kritik adalah kekaguman yang diungkapkan dengan bahasa dan kata-kata yang tidak enak untuk didengar.”~Djajendra

Berbahagialah saat Anda menerima kritikan, karena Anda diperhatikan. Ketika seseorang mengkritik Anda itu artinya orang tersebut sangat memperhatikan Anda, dan juga mungkin sangat mengagumi Anda. Semakin Anda positif dan tenang menerima kritikan, semakin kuat Anda untuk mendapatkan keberhasilan. Bila Anda marah dan terlalu memikirkan kritikan orang lain, maka Anda akan masuk ke dalam jebakan atau permainan dari pengkritik Anda. Jadi, terimalah kritikan dari manapun dengan sikap positif. Kata orang bijak bahwa kritikan adalah kekaguman yang tersembunyi. Mungkin pengkritik Anda sangat kagum dan peduli kepada Anda, sehingga dia mau menghabikan waktu dan energinya hanya untuk memperhatikan Anda.

Pengkritik adalah orang yang sedang memberitahu Anda tentang kelemahan dan kekurangan Anda. Bila Anda percaya diri dan mau memperbaiki diri, maka kritikan tersebut dapat Anda ambil sebagai dorongan untuk menjadikan Anda lebih hebat lagi. Persepsi dan pikiran Anda yang positif mampu menerima kritikan, mampu memahami kritikan, dan mampu menggunakan kritikan tersebut untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri Anda. Selama pikiran Anda terkendali, emosi Anda tidak rapuh, maka Anda mampu menampilkan kualitas diri yang hebat dalam menyikapi kritikan. Tidak perlu menanggapi kritikan dengan emosi negatif, tapi pahami kritikan tersebut untuk keuntungan Anda. Anda juga tidak perlu mengeluarkan kata-kata apapun untuk menaggapi kritikan tersebut, cukup menjawabnya melalui tindakan yang tepat, sehingga pengkritik akan lebih berhati-hati lagi untuk mengkritik Anda.

Kritikan dengan niat baik sangat membantu kemajuan Anda. Sebaliknya, kritikan dengan niat buruk dan mungkin sifatnya memfitnah haruslah disikapi dengan tegas agar tidak merusak reputasi Anda. Cerdaskan emosi dan kuatkan mental, sehingga semua kritikan tidak menyakitkan Anda. Anda yang cerdas emosi dan bermental hebat mampu mengambil manfaat dari semua kritikan yang dilemparkan kepada Anda.

Kritik yang Anda terima dapat membangkitkan Anda untuk keluar dari zona nyaman. Dalam hal ini, Anda tidak akan berpuas diri dengan apa yang sudah Anda capai. Anda pasti menjadi lebih kreatif dan inovatif. Anda pun selalu tampil lebih hati-hati dan lebih waspada, sebab kesadaran Anda selalu akan mengingatkan Anda tentang tukang kritik yang siang dan malam penuh perhatian kepada Anda. Oleh karena itu, terimalah kritikan dan ucapkan terima kasih di dalam hati kepada pengkritik Anda. Jangan terganggu oleh kritikan. Bila Anda merasa terganggu dengan kritikan, maka itu artinya Anda masih lemah dan belum memiliki kepercayaan diri yang hebat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

LEBIH BAIK DIAM DARIPADA MENGUCAPKAN HAL-HAL BURUK

“Orang baik tidak memiliki ucapan buruk, hanya orang-orang dengan pikiran buruk yang memiliki kata-kata negatif untuk diucapkan.”~Djajendra

Kata orang bijak, “DIAM ADALAH EMAS”. Diam adalah emas, berbicara hal-hal positif adalah berlian, dan lebih baik diam daripada berbicara hal-hal yang menyebabkan orang lain sedih. Ucapan dan pilihan kata-kata negatif yang menyerang orang lain adalah kekuatan buruk yang sedang diekspresikan dari dalam diri. Pikiran yang tidak baik dan suara hati yang penuh prasangka buruk adalah sumber terciptanya stres dalam kehidupan sosial. Pikiran buruk dan ucapan penuh kebencian adalah energi negatif yang sangat merusak keharmonisan hidup bersama.

Kata-kata positif yang penuh kasih sayang memiliki kekuatan untuk menenangkan, mendamaikan, menghibur, dan membuat orang-orang yang mendengar lebih bahagia atau damai hidupnya. Biasanya, orang baik tidak memiliki ucapan buruk, hanya orang-orang dengan pikiran buruk yang memiliki kata-kata negatif untuk diucapkan. Nada berbicara yang tinggi dengan pilihan kata-kata yang buruk memberi dampak negatif pada sistem saraf pendengarnya, sehingga pendengarnya berpotensi stres setelah mendengarkan hal tersebut. Jadi, kalau ingin memberikan rasa damai bagi kehidupan sosial, maka berucaplah positif di ruang sosial dengan pilihan kata yang membuat orang senang dan merasa damai.

Pikiran yang tidak terkendali dan niat buruk menciptakan getaran tidak menyenangkan bagi kehidupan. Energi negatif kehidupan yang bersumber dari niat buruk, pikiran negatif, emosi negatif, dan pilihan kata-kata negatif menyebabkan kekacauan di semua tingkatan kehidupan. Siapapun yang membiarkan energi negatif menguasai mental, emosi, niat, keyakinan, dan perilaku jiwanya hanya sedang menarik ketidakberuntungan ke dalam hidupnya. Pikiran positif membuat diri menarik keberuntungan dan kesejahteraan bagi hidupnya. Kata-kata positif yang penuh kasih sayang dan menghargai perbedaan menarik kedamaian bagi hidupnya. Niat tulus dan perilaku ikhlas untuk berkontribusi bagi keindahan dan ketenangan hidup menarik kebahagiaan di sepanjang hidup.

Ucapan dan kata-kata yang dipilih adalah cerminan dari kenyataan yang sedang terjadi di dalam diri. Di dalam jiwa yang positif selalu tersimpan kamus bahasa positif yang menyenangkan, menghargai, menyayangi, dan membantu jiwa untuk tumbuh lebih baik lagi. Sebaliknya, di dalam jiwa yang negatif tersimpan kamus bahasa negatif yang merusak, menghancurkan, merendahkan, memperburuk, dan melemahkan jiwa sehingga tidak bisa tumbuh kuat. Manusia tidak diciptakan untuk seratus persen sempurna, manusia pasti melakukan kesalahan, tetapi manusia diberikan kesadaran untuk mengendalikan kesalahan dan kekurangan. Manusia diberi akal dan kekuatan kreatif untuk memperbaiki dan melakukan segala sesuatu dengan lebih penuh kasih. Kebaikan, keindahan, kedamaian, kasih sayang, kepedulian, serta menghargai keragaman dan perbedaan adalah sumber kekuatan hidup. Ketika kebencian dan kemarahan menguasai jiwa, maka itu menjadi sumber ketidakberdayaan, dan diri pun menjadi lemah saat menghadapi realitas hidup.

Ucapan buruk dan pemikiran negatif menguras semua energi baik dari dalam diri. Bila energi baik kalah jumlahnya dengan energi buruk di dalam diri, maka perasaan-perasaan negatif di dalam diri akan menguras kekuatan diri untuk hidup lebih produktif. Intinya, pemikiran negatif, niat buruk, dan kata-kata negatif tidak akan memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi diri. Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup hanya dimiliki oleh kekuatan positif yang produktif. Tidak perlu berucap kata-kata yang tidak diperlukan dalam menciptakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Tidak perlu berucap kata-kata yang memperburuk situasi dan harga diri. Semakin negatif dan buruk ucapan yang dikeluarkan, semakin merendahkan harga diri dan kehormatan diri sendiri. Jadi, ikuti nasihat orang bijak, yaitu: diam itu emas. Lebih baik diam daripada merendahkan diri sendiri dengan ucapan-ucapan yang tidak etis.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / Email: training@djajendra-motivator.com

MEMILIKI TOLERANSI UNTUK BISA MEMAHAMI ORANG LAIN

“Toleransi menjadikan Anda tidak merasa terganggu atau tidak membiarkan kedamaian jiwa Anda rusak oleh orang lain.”~Djajendra

Tidak semua orang memiliki sifat dan perilaku seperti yang Anda inginkan. Setiap orang memiliki pemikiran, sifat, perilaku, ambisi, ego, dan penampilan diri sesuai dengan keyakinan pribadinya. Berharap orang lain sesuai dengan maunya Anda, hanya akan menghasilkan pengalaman pahit dan hubungan yang tidak menyenangkan. Kadang-kadang; rasa kesetiaan, kejujuran, dan rasa hormat suka diabaikan demi ambisi dan ego. Menghadapi semua ini, Anda harus memiliki toleransi untuk bisa memahami orang lain.

Toleransi adalah sebuah kekuatan untuk mempertahankan diri dari pengaruh orang lain atau pun untuk mencegah konflik dan kemarahan di dalam diri. Ketika orang-orang di sekitar Anda tidak sejalan dengan Anda, maka dengan kekuatan toleransi, Anda mampu menerima mereka dan tidak membiarkan mereka masuk ke dalam batin dan pikiran Anda. Dalam hal ini, bertoleransi dengan orang lain haruslah menciptakan persepsi positif tentang mereka. Anda harus lebih rendah hati dan ikhlas menerima kenyataan yang dihasilkan oleh orang-orang tersebut. Situasi, peristiwa, dan orang-orang yang tidak sejalan dengan harapan Anda tetaplah di kendalikan di luar diri Anda. Jangan pernah membiarkan semua itu masuk ke dalam diri Anda dan mengganggu hidup Anda. Anda harus sadar bahwa bila Anda tidak bertoleransi, maka energi mereka yang tidak sejalan dengan Anda akan masuk ke dalam pikiran dan batin Anda, lalu menciptakan konflik dan kemarahan di dalam diri Anda. Jelas, sikap yang tidak mau bertoleransi atau memahami orang lain hanya akan merugikan diri Anda sendiri.

Toleransi adalah pengetahuan yang mengatakan bahwa setiap orang berbeda dan masing-masing orang berhak hidup dengan pemikirannya. Jika Anda menguasai pengetahuan bertoleransi, maka Anda mampu bereaksi secara positif terhadap semua keadaan di luar diri Anda. Kondisi ini jelas menguntungkan hidup Anda; sebab Anda sama sekali tidak akan terpengaruh dengan pemikiran, perasaan, keyakinan, persepsi, dan pandangan dari mereka yang berbeda dengan Anda.

Bertoleransi berarti Anda tidak mempertanyakan perilaku dan sikap orang lain atas kehidupan yang mereka jalankan. Masing-masing orang harus menjalani kehidupannya yang mungkin tidak bisa dimengerti oleh yang lain. Setiap orang diciptakan dari lingkungan yang berbeda, dari persepsi dan keyakinan hidup yang berbeda. Setiap orang pasti menghadapi situasi dan peristiwa hidup yang berbeda. Jadi, hidup setiap orang itu memang berbeda, sehingga kita tidak boleh menilai atau pun menghakimi pola pikir dan jalan hidup orang lain.

Perbedaan adalah cara alami untuk menjadi yang unik di dalam kehidupan yang beragam. Tidak perlu Anda memaksa seseorang untuk menjadi seperti Anda. Biarkan setiap orang tumbuh dan berkembang di dalam perbedaan. Anda cukup memiliki kekuatan untuk menoleransi orang yang berbeda dari Anda. Kemajuan peradaban hanya terjadi jika perbedaan dihargai dan diberikan ruang untuk berkontribusi secara kreatif bagi kemajuan hidup.

Ketika Anda menerima perbedaan, maka perbedaan itu tidak akan menimbulkan gangguan di dalam pikiran Anda. Anda pun mampu memanfaatkan waktu dan energi Anda untuk melakukan hal-hal terbaik di sepanjang hidup Anda. Toleransi menjadikan Anda tidak merasa terganggu atau tidak membiarkan kedamaian jiwa Anda rusak oleh orang lain. Toleransi menjadikan Anda bijaksana dan tidak memaksa orang lain untuk mengikuti pemikiran Anda.

Untuk training hubungi: 0812 1318 8899

Email: training@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KUALITAS DIRI POSITIF UNTUK MENGHADAPI ORANG NEGATIF DAN SITUASI NEGATIF DI SEPANJANG KEHIDUPAN ANDA

“Kehadiran orang negatif dan situasi negatif dalam hidup Anda adalah ujian untuk meningkatkan kualitas diri Anda yang lebih positif.”~Djajendra

Saat orang negatif dan situasi tidak menyenangkan hadir di dalam kehidupan Anda, maka itu artinya Anda sedang diuji untuk membangun kualitas diri yang lebih baik agar mampu menghadapi semuanya dengan penuh kasih dan ketenangan yang luar biasa. Di tengah orang negatif dan situasi negatif, Anda harus menampilkan semua kebaikan dan keindahan dari dalam diri Anda. Anda tidak mungkin bisa mengendalikan semua hal yang berada di luar diri Anda, Anda hanya bisa mengendalikan diri Anda sendiri. Oleh karena itu, saat energi negatif mengepung kehidupan Anda, Anda harus fokus ke dalam diri untuk menguatkan energi positif Anda.

Sangat manusiawi bila batas kesabaran Anda hilang saat menghadapi orang-orang negatif, tetapi Anda harus sadar bahwa ketika Anda menggunakan energi negatif untuk melawan orang-orang negatif, itu hanya akan merugikan hidup Anda dan mengganggu kedamaian Anda. Oleh karena itu, saat orang dan situasi negatif hadir ke dalam hidup Anda, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah meningkatkan kualitas diri untuk tidak menimbulkan gangguan dalam hidup Anda. Anda tidak perlu bereaksi secara negatif terhadap orang atau situasi negatif tersebut. Anda harus sadar bahwa reaksi negatif Anda itu menunjukkan bahwa Anda lemah dan mudah dipermainkan oleh orang negatif atau pun situasi negatif. Jadi, dalam menyikapi orang negatif dan situasi negatif, Anda cukup menciptakan persepsi positif atas orang dan situasi negatif tersebut, lalu menerima realitas yang ada, dan dengan kesadaran yang tinggi mencoba untuk menemukan solusi dari hati yang ikhlas dan tenang.

Ketika Anda dengan sadar membangun kualitas diri untuk kehidupan terbaik, maka Anda harus ikhlas dan berbesar hati untuk melewati berbagai energi negatif yang tidak menyenangkan hati. Tidak ada jalan lurus dan mulus untuk membangun kualitas diri. Anda harus memiliki disiplin dan tekad yang konsisten untuk terus-menerus meningkatkan kualitas diri. Anda harus bisa mengalahkan rasa takut Anda, mengalahkan kemarahan Anda, menjinakan ego Anda, mengalahkan ketidakberdayaan Anda, mengalahkan ketidakpercayaan Anda untuk bisa mengatasi segala persoalan, dan mengendalikan rasa keterikatan Anda kepada hal apa pun. Manfaatkan semua rintangan, kesulitan, cobaan, dan ketidaknyamanan Anda untuk meningkatkan kualitas diri Anda. Untuk itu, Anda harus ikhlas dan sabar dalam menerima semua realitas negatif yang harus Anda lalui. Anda harus mampu menumbuhkan diri yang lebih berkualitas dan lebih hebat agar semua kesulitan dan rintangan tersebut dapat Anda lewati, dan mampu meraih sukses yang lebih tinggi.

Setiap hari tingkatkan kualitas diri dengan cara memperbaiki semua kekurangan untuk menjadikan diri Anda sebagai yang terbaik. Ingatkan kepada diri sendiri bahwa kualitas terbesar dalam hidup setiap orang adalah kemampuannya untuk melayani orang lain dengan hati dan profesionalisme. Untuk meningkatkan kualitas diri, Anda harus memahami arti perubahan dan berani mengambil langkah pertama untuk menjalani hidup di dalam proses perubahan. Dalam proses perubahan untuk meningkatkan kualitas diri selalu akan muncul tantangan dalam bentuk kesulitan dan ketidaknyamanan. Dalam hal ini, Anda tidak boleh mengkhawatirkannya atau menghabiskan waktu dengan memikirkannya. Anda harus menerima segala sesuatu yang terjadi di saat Anda sedang meningkatkan kualitas diri. Fokuskan kerja keras Anda pada setiap proses yang sedang Anda lalui. Anda tidak perlu memikirkan atau mengharapkan hasil akhir dalam waktu singkat.  Berikan pupuk energi positif untuk jiwa dan mental Anda. Suburkan semua benih-benih energi positif agar menjadi akar jiwa dan mental yang mampu mengubah Anda menjadi lebih berkualitas saat menghadapi berbagai realitas hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi atau www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN BAIK DI SEPANJANG WAKTU DAN UNTUK SELAMANYA

“Hubungan baik itu tidak pernah terjadi saat Anda memberi dan berharap mendapatkan perilaku terima kasih. Hubungan baik terjadi dan terjaga di sepanjang waktu saat Anda memberi dan memberi terus, tanpa berharap untuk menerima apapun dari orang lain.”~Djajendra

Hubungan baik terjadi saat Anda fokus untuk memberi yang terbaik. Hubungan baik tidak akan terjadi saat Anda fokus untuk mencari, menginginkan, menuntut, meminta, menunggu, dan berharap. Ketika Anda ingin memiliki hubungan baik, Anda harus memiliki kesadaran untuk memberi yang terbaik kepada orang lain. Jika hubungan Anda didasarkan pada sebuah harapan dengan orang lain, maka hubungan itu akan mengecewakan Anda.

Hubungan yang baik membutuhkan kata-kata positif. Jangan pernah menggunakan kata-kata kasar. Jagalah bahasa lisan dalam keadaan positif. Lebih baik diam daripada mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain. Ucapan dan sikap negatif hanya menjadi racun yang berbahaya bagi hubungan baik. Oleh karena itu, etika dan tata krama haruslah dijaga dan dirawat di sepanjang waktu. Ucapan positif, pemikiran positif, dan emosi positif Anda mampu melakukan interaksi dengan orang lain secara hebat.

Dalam hubungan baik; energi kedamaian, kenyamanan, kebahagiaan, ketenangan, kasih sayang, rasa hormat, perhatian, dan kepedulian mengalir secara alami. Energi cinta dan ikhlas bisa menghilangkan semua potensi konflik, sakit hati, marah, kebencian, dan semua energi negatif lainnya. Hubungan baik merupakan sumber energi positif yang mampu menciptakan keharmonisan dan kedamaian hidup di sepanjang hidup Anda.

Sikap positif dan bahasa tubuh yang berlandaskan energi positif adalah kekuatan yang melampaui kata-kata dan ucapan. Perilaku positif dan energi positif yang dihasilkan dari pikiran dan perasaan yang positif adalah kekuatan untuk menjaga hubungan baik. Hindari pikiran yang menilai, menghakimi, dan mengkritisi, karena pemikiran seperti itu akan meretakkan hubungan baik yang sudah Anda miliki. Hindari semua getaran negatif yang dihasilkan oleh diri dari realitas yang tidak menyenangkan.

Jangan pernah meminta orang lain bertanggung jawab atas apa yang Anda rasakan. Semua perasaan negatif di dalam diri Anda adalah tanggung jawab Anda. Semua energi negatif yang bersumber dari luar diri Anda tidaklah boleh dibiarkan menjadi pemicu untuk menimbulkan energi negatif di dalam diri Anda. Jadi, ketika perilaku dan tindakan negatif orang lain melukai hati Anda, maka berikan respons positif dengan menerimanya secara ikhlas. Miliki kesadaran untuk tidak membiarkan rasa luka Anda itu semakin membesar. Sembuhkan segera rasa luka itu, jangan menciptakan dendam, maafkan orang-orang tersebut, dan fokuskan untuk menciptakan solusi dari rasa kasih sayang Anda.

Energi negatif di dalam diri hanya akan menghabiskan kekuatan diri sendiri. Jadi, ketika energi negatif dari orang lain masuk dan tersimpan di dalam diri Anda, maka Andalah yang akan menderita dan merasakan luka yang dalam. Oleh karena itu, setiap hari berikan perhatian untuk peningkatan energi positif di dalam diri Anda sambil membersihkan semua energi negatif yang dihasilkan dari pengaruh luar diri Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KERAGAMAN DAN PERBEDAAN MEMPERKAYA WAWASAN DAN PENGALAMAN

“Keragaman dan perbedaan adalah kenyataan dari alam semesta. Keragaman dan perbedaan adalah kehendak Tuhan. Keragaman dan perbedaan adalah ilmu Tuhan yang tidak pernah bisa dipahami oleh orang-orang yang anti keberagaman dan perbedaan.”~Djajendra

Kita semua berasal dari keberagaman dan perbedaan, yang menempati bumi secara bersama-sama, dan saling berbagi kebaikan agar bisa menjalani kehidupan yang damai. Bila kita berniat meniadakan keberagaman dan perbedaan, maka hasilnya konflik dan kekacauan, tidak akan pernah ada kedamaian. Tanpa empati dan kasih sayang,  setiap hubungan tidak akan mampu berkomunikasi dan berbagi. Perasaan paling benar membuat ego mencegah kedamaian hidup. Perasaan paling benar tidak mampu menyesuaikan diri dengan keberagaman, mampunya hanya menyalahkan yang tidak sama dan menciptakan kekacauan.

Perbedaan bersumber dari pemikiran. Bila pemikiran mampu menciptakan karakter yang saling menghormati, saling pengertian, saling mendengarkan, tanpa penghakiman; maka, kedamaian dan keindahan hidup bersama pasti terwujud. Perbedaan harus disikapi dengan memahaminya, dengan sabar, dan tidak menyalahkan yang berbeda. Setiap pemikiran haruslah berlandaskan kepada niat untuk hidup damai dan bahagia bersama-sama. Tidak boleh ada ide atau pemikiran yang menciptakan kondisi untuk memusuhi atau meniadakan perbedaan. Ide dan pemikiran yang anti keberagaman dan perbedaan adalah sumber kekacauan hidup. Siapapun yang berniat hidup damai hanya bisa didapatkan dengan cara merangkul keberagaman dan perbedaan untuk hidup bersama-sama di dalam keharmonisan.

Keberagaman dan perbedaan adalah kenyataan dari alam semesta. Keberagaman dan perbedaan adalah kehendak Tuhan. Keberagaman dan perbedaan adalah ilmu Tuhan yang tidak pernah bisa dipahami oleh orang-orang yang anti keberagaman dan perbedaan. Sejarah di dunia mencatat, siapapun yang bertindak untuk menghilangkan keragaman dan perbedaan, mereka pasti gagal, karena keragaman dan perbedaan merupakan kehendak Tuhan. Keragaman dan perbedaan sudah ada di dalam setiap aspek dan dimensi kehidupan. Dunia yang kita tempati sekarang memperlihatkan indahnya keragaman dan perbedaan. Segala sesuatu di alam semesta ini berbeda dan beragam, tiada sesuatu yang sifatnya seragam. Hanya pemikiran manusialah yang menciptakan keseragaman, sedangkan kehendak Tuhan sangat terlihat dalam bentuk keragaman.

Setiap perbedaan adalah sekolah untuk belajar sesuatu agar kita menjadi lebih berpengetahuan dan berwawasan. Menyikapi perbedaan yaitu dengan menjadi diri sendiri yang asli dengan kekuatan integritas diri yang tinggi, lalu menguatkan perilaku positif dan niat baik untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan hidup. Jadi, tidak boleh ada reaksi negatif saat melihat orang-orang yang tidak sama dengan kita. Kita semua harus jujur dan sadar untuk memahami bahwa semua orang ciptaan Tuhan, semua makhluk ciptaan Tuhan, serta apapun yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan kepunyaan Tuhan. Semua ciptaan Tuhan tersebut terus-menerus diurus sama Tuhan dengan penuh kasih sayang. Tuhan itu maha pemurah lagi maha penyayang. Semua yang ada di alam semesta ini milik Tuhan, ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, keberagaman dan perbedaan yang ada karena kehendak Tuhan ini haruslah dihormati dan dilayani dengan tulus dari empati dan kasih sayang.

Siapapun yang mengabaikan perbedaan atau menolak perbedaan, maka mereka akan kehilangan keseimbangan dalam hidup. Orang-orang yang tidak seimbang selalu memiliki pemikiran yang suka berburuk sangka dengan yang tidak sama dengan dirinya. Hal ini, merupakan benih konflik dan momen-momen pertengkaran pun akan selalu muncul di dalam realitas kehidupan sosial. Akibatnya, kedamaian hidup pasti hilang, kemarahan dan kekhawatiran selalu menjadi bagian dari aksi dan reaksi. Kondisi ini, tidak akan menguntungkan siapapun dan semua orang akan menghadapi kehidupan yang merugikan. Jelas, semakin suka orang menonjolkan perbedaan, semakin tidak mudah untuk menciptakan kedamaian dan ketertiban dalam kehidupan sosial.  Tuhanlah yang maha sempurna, sehingga tidak boleh seorang manusiapun yang merasa dirinya sebagai yang superior. Sebab, hanya Tuhan yang maha sempurna dan segala pujian hanya untuk Tuhan. Jadi, hati dan pikiran harus dibuka dengan ikhlas dan rendah hati, untuk melihat realitas kehidupan yang tumbuh dan berkembang di dalam keragaman dan perbedaan. Selama merasa tinggi hati dan paling tahu semua, maka selama itu tidak mungkin bisa menghargai perbedaan dan keragaman.

Kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk berpikir seperti kita. Kita tidak bisa mengharapkan orang lain berkomunikasi dan bersikap seperti kita. Kita semua berbeda dan beragam, tidak bisa dipaksa atau diimpikan menjadi seragam. Oleh karena itu, kita perlu toleransi dan empati untuk bisa hidup berdampingan dengan semua ciptaan Tuhan. Saling mengenali dan menghargai perbedaan dan keragaman membuat hidup kita kaya wawasan dan kaya pengalaman.

Kenali diri sendiri dan masuklah ke dalam diri sendiri untuk memperkuat semua pemikiran, keyakinan, dan kebenaran yang ada di dalam diri Anda. Anda harus menjadi diri sendiri yang mampu menjalankan hidup Anda sesuai dengan apa yang Anda yakini. Tetapi, di dalam kehidupan sosial yang beragam dan berbeda ini, Anda harus menjaga hati dan pikiran untuk tidak menciptakan permusuhan kepada yang tidak sama dengan Anda. Jaga ucapan dan tidak bertindak melawan keberagaman. Etika kehidupan sosial dalam wujud kesopanan, kebajikan, dan persahabatan haruslah menjadi kekuatan Anda untuk bisa bergaul dan berkomuniasi melintasi batas-batas yang ada di dalam diri Anda. Kesalahpahaman dan harapan yang muncul dari anti keberagaman haruslah dihindari. Jadilah diri sendiri yang kuat dan hebat, yang cerdas sosial dalam perbedaan dan keberagaman.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERSUKACITA, BERDOA, BERPUASA, BEKERJA SEPRODUKTIF MUNGKIN, DAN BERSYUKUR

“Apapun situasi hidup Anda, jadilah lebih hidup. Semakin banyak rintangan, semakin kreatif dan semakin hidup.”~Djajendra

Hidup menjadi indah bila dikelola dengan cara-cara yang positif. Tidak akan pernah ada masalah dalam hidup bila menjadikan diri sejati kuat dan bersandar kepada Tuhan. Jangan pernah memberikan waktu dan energi untuk memperbesar masalah. Jika masalah muncul, segera hilangkan dan jangan pernah terjebak. Orang-orang yang terjebak dalam masalah tidak pernah menyelesaikan masalah tersebut. Orang-orang yang memperkuat diri terdalamnya untuk mengecilkan masalah adalah orang-orang yang mudah menemukan solusi untuk masalah seberat apapun. Temukan diri Anda yang kuat dan utuh untuk menjalani kehidupan dengan cara-cara positif.

Setiap bangun pagi ucapkan terima kasih dan rasa syukur di dalam hati untuk semua kebaikan yang Anda terima. Jika hal-hal yang tidak menyenangkan hati terus-menerus muncul di pikiran Anda, hentikan segera dan ikhlaskan semuanya. Katakan kepada diri sendiri bahwa Anda hidup untuk kegembiraan. Jadi, energi kegembiraan di dalam diri Anda harus maksimal dan tidak boleh hilang hanya karena adanya masalah. Setiap masalah jangan pernah dibiarkan tumbuh membesar, kecilkan masalah dan hapus semua masalah dari hidup Anda.

Hidup selalu dalam perubahan dan ketidakpastian, inilah yang menjadi sumber dari masalah hidup. Artinya, masalah selalu ada, tugas Anda mengecilkan dan menghapusnya segera. Dalam hal ini, Anda harus fokus ke dalam diri sendiri untuk membangun kekuatan diri Anda. Bila Anda fokus ke luar diri Anda dan mengabaikan bagian yang lemah di dalam diri sendiri, maka masalah Anda akan bertambah besar. Tidak ada solusi di luar diri Anda. Solusi hanya ada di dalam diri Anda. Oleh karena itu, jangan pernah membiarkan diri Anda merasa cemas, khawatir, takut, tak berdaya, dan tanpa harapan. Jangan pernah melempar kesalahan atas ketidakpastian yang sedang Anda hadapi sebagai kesalahan orang lain. Anda bertanggung jawab penuh atas hidup Anda, dan jangan berharap ada orang lain yang mau bertanggung jawab terhadap masalah-masalah Anda. Hanya Anda sendirilah yang bisa membantu hidup Anda, bukan orang lain. Jadi, tidak ada gunanya menggantungkan diri kepada orang-orang yang Anda rasa lebih kuat untuk menyelesaikan masalah Anda. Temukan di dalam diri Anda orang yang paling kuat dan paling hebat itu, lalu hadapi semua masalah Anda dengan doa dan pertolongan dari Tuhan. Dan, kehendak Tuhanlah yang menjadi solusi yang paling benar, terimalah dengan ikhlas dan tetap gembira.

Tingkatkan kualitas hidup Anda dengan cara bersukacita setiap hari, berdoa setiap saat, berpuasa dalam waktu tertentu, bekerja dengan produktif setiap hari, bersyukur untuk segela hal, serta mengucapkan maaf untuk kesalahan yang disadari dan yang tidak disadari. Jadi, setiap hari tingkatkan energi positif dan biarkan seluruh energi positif Anda menciptakan pola hidup positif, imajinasi positif, gerakan dan tindakan di dalam kegembiraan dan kesenangan Anda.

Hiduplah dengan fleksibel dan mengalir di semua situasi dengan tenang dalam sukacita. Hidup ini hanya singkat dan semua pertemuan dengan siapapun hanya sementara. Tidak ada hal permanen dalam hidup. Hidup ini hanya untuk merasakan pengalaman indah penuh sukacita. Jadi, fokuskan semua energi untuk mengenal diri sendiri dan menguatkan diri sendiri. Kenali pikiran Anda, kenali emosi Anda, kenali perilaku Anda, kenali suara hati Anda, kenali jiwa Anda, kenali tubuh Anda, kenali intuisi Anda, dan kenali diri sejati Anda di semua aspek hidupnya. Sama sekali tidak ada gunanya sebuah kehidupan yang dijalani tanpa mengenal diri sendiri dengan sempurna. Sebab, kehidupan positif baru dapat dijalani bila sudah mengenal diri sendiri dengan sejujur-jujurnya.

Apapun situasi hidup Anda, jadilah lebih hidup. Semakin banyak rintangan, semakin kreatif dan semakin hidup. Tinggal dan hidup dalam energi kreatif, sehingga semua perubahan dan ketidakpastian mampu dijawab dengan solusi kreatif. Dan yang pasti, ketika Anda hidup dalam energi kreatif, maka setiap masalah yang tercipta mampu Anda selesaikan segera. Jadi, begitu masalah masuk ke dalam hidup Anda, energi kreatif Anda langsung menemukan solusi yang dibutuhkan. Jadi, kapan pun Anda tergelincir ke dalam masalah atau kesulitan hidup, Anda tinggal memanggil diri terkuat Anda, lalu mengajaknya menciptakan solusi dan menghapus masalah dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com