PELATIHAN PENINGKATAN HUBUNGAN KERJA DAN RELASI ANTAR KARYAWAN PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

Membangun relasi baik bukanlah persoalan mudah dan juga bukanlah persoalan sulit. Dibutuhkan sikap baik yang konsisten dan sikap mau belajar dari perilaku orang-orang yang tidak menerima sikap baik Anda. Tidak selalu sapaan akrab dengan senyuman tulus akan mendekatkan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda. Untuk membangun jembatan relasi yang baik membutuhkan kondisi saling tergantungan, saling peduli, dan memiliki tujuan untuk sebuah manfaat kebersamaan. Bila tidak, maka relasi itu hanya sebatas basa basi tanpa memiliki daya pesona yang tinggi.

Kualitas hidup Anda akan terasa lebih cemerlang saat kualitas relasi Anda juga sangat hebat dan mempesona setiap orang. Kualitas relasi yang hebat dengan customer akan mendatangkan penghasilan besar. Kualitas relasi yang hebat dengan rekan-rekan kerja akan menghadirkan kemudahan buat setiap proses pekerjaan. Kualitas relasi yang hebat dengan setiap stakeholder akan menghasilkan kekuatan yang sangat besar buat bisnis.

Relasi yang hebat akan menghubungkan setiap hati menjadi satu kekuatan yang solid dan tangguh. Di mana kekuatan besar yang solid dan tangguh ini akan membangun fondasi yang kokoh terhadap fundamental bisnis yang sedang dijalankan.

Fokus pelatihan berada di titik pengembangan keterampilan soft skills. Peserta diajarkan untuk meningkatkan kemampuan memahami orang lain dan memiliki kecerdasan sosial yang tinggi; memiliki sikap rendah hati untuk bekerja dengan hubungan yang lebih baik kepada siapapun; meningkatkan pemahaman dinamika kelompok dan kreativitas di tempat kerja; menangani orang-orang sulit dengan cerdas emosi dan pikiran positif; memaksimalkan dampak positif untuk setiap interaksi di tempat kerja; mengelola dan mengecilkan semua potensi konflik; belajar bahasa komunikasi verbal, non verbal, dan para bahasa untuk peningkatan relasi yang baik.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN 

  1. Membangun mental dan kepribadian positif dalam hubungan kerja antar karyawan.
  2. Meningkatkan hubungan kerja yang produktif, efektif dan berkinerja.
  3. Membangun komitmen karyawan untuk bekerja dan melayani perusahaan dengan hati.
  4. Membangun soliditas dan totalitas di dalam hubungan kerja dan proses kerja.
  5. Berkomitmen untuk selalu rendah hati dan menghindari konflik.
  6. Membangun kepribadian yang mudah beradaptasi dengan semua situasi dan kondisi di tempat kerja.
  7. Membangun kepribadian yang mudah mengalir dalam kolaborasi kerja.
  8. Membangun kepribadian yang mudah berkomunikasi dan melayani orang lain dengan hati.

MANFAAT PELATIHAN

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta akan memiliki sifat, sikap dan kepribadian sebagai berikut:

  1. Mampu menjadi pribadi yang terhubung dan berkomunikasi secara positif dengan bawahan, rekan kerja dan atasan.
  2. Memiliki kebiasaan untuk senyum dan menyapa orang di sekitar saat saling berpapasan.
  3. Tidak lagi memperlihatkan ekspresi tidak suka kepada siapa pun di tempat kerja.
  4. Selalu mengingat nama orang-orang di sekitar dan memberi respek yang tinggi terhadap kepribadian dan pekerjaan mereka.
  5. Menggunakan bahasa dan kata-kata yang positif dan tidak akan menggunakan bahasa dan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain.
  6. Tidak memotong percakapan orang lain. Memiliki sopan santun, kesabaran, toleransi, dan etika untuk mendengarkan pembicaraan orang lain.
  7. Berpikir positif, hubungan dan relasi kerja selalu dengan prasangka baik.
  8. Memiliki kesadaran bahwa mungkin hari ini Anda sedang di puncak kesuksesan, tetapi jangan sekali-kali menganggap remeh kepada siapa pun. Sebab, hidup ini tidak abadi, apa saja bisa terjadi.
  9. Mampu terhubung dan membangun relasi dengan hati, empati, toleransi, jiwa besar dan sikap baik.
  10. Mampu memperkecil dan menghapus semua potensi konflik.

MATERI PEMBAHASAN

08.00 – 10.00 WIB. SESI 1: MEMBANGUN RELASI KERJA YANG POSITIF DAN PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Berikan penghormatan dan kepercayaan di tempat kerja
  2. Bersikap konsisten dan memberikan perhatian penuh
  3. Persepsi positif atas berbagai peristiwa di tempat kerja
  4. Setiap percakapan menghormati realitas orang lain
  5. Perilaku yang tenang, sabar, mendengarkan dan melayani
  6. Membawa cahaya bagi orang lain (menjadi seperti matahari)
  7. Mengelola emosi, sikap, pikiran dan kebiasaan positif
  8. Bekerja harmonis dengan semua karakter dan kepribadian yang berbeda

PK.10.00 – 10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

10.15 –12.00 WIB. SESI 2: KESADARAN DAN EMPATI UNTUK HUBUNGAN BAIK

Sub Bahasan

  1. Meningkatkan kesadaran diri
  2. Tidak membatasi keyakinan diri
  3. Meminta masukan
  4. Jadilah terbuka untuk mengubah
  5. Renungkan tindakan Anda setiap hari
  6. Mendengarkan dan memperhatikan
  7. Jangan menghakimi
  8. Batas empati dan toleransi
  9. Menjadi diri sendiri dan tidak berpura-pura

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISTIRAHAT/MAKAN SIANG

13.00 –14.30 WIB. SESI 3: POLA KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN BAIK

Sub Bahasan

  1. Pola komunikasi membangun jembatan, bukan membangun tembok atau membakar jembatan
  2. Mengambil jalur komunikasi dengan tingkat kepercayaan yang tinggi
  3. Percakapan yang optimis dan jujur
  4. Membuka diri saat bertemu dengan orang-orang baru
  5. Menghormati aturan dan tata krama ketika menghadiri tempat orang lain
  6. Menjadi pribadi yang menyenangkan
  7. Berinteraksi dan mempengaruhi
  8. Cerdas berurusan dengan kepribadian berbeda
  9. Menguatkan karakter dan kepribadian yang sopan-santun
  10. Keramahan dan kehangatan karakter diri

PK.14.30 – 14.45 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

14.45 –16.30 WIB. SESI 4: ETIKA DAN RESOLUSI KONFLIK

Sub Bahasan

  1. Membangun lingkungan kerja yang etis dan berbudaya optimis
  2. Memastikan perilaku etis dan mengatasi perilaku tidak etis
  3. Lingkungan kerja etis dapat mengurangi konflik
  4. Menetralisir energi negatif di lingkungan kerja
  5. Resolusi konflik melalui sikap dan perilaku kerja yang etis
  6. Melihat sisi positif di setiap potensi konflik

Untuk pelatihan hubungi:0812 8777 083

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN MOTIVASI UNTUK MENGUATKAN SEMANGAT TIM SUKSES 2018

PELATIHAN MOTIVASI UNTUK MENGUATKAN SEMANGAT TIM SUKSES 2018

BERSATU DALAM SATU HATI DAN SEMANGAT BERSAMA UNTUK MEMBANGUN PERSATUAN KERJA TIM YANG SOLID 

DESKRIPSI

Dalam sebuah tim sukses, semua anggota tim sukses adalah satu kesadaran besar, satu komitmen utuh, satu energi perjuangan untuk memenangkan calon yang diusung. Setiap anggota tim sukses perlu menemukan kesamaan dan menemukan kekuatan di pertengahan perbedaan. Perbedaan dan ide-ide kreatif yang bagus untuk kemajuan haruslah menjadi bagian dari kerja sama dan kolaborasi yang hebat di antara partai-partai yang bergabung untuk mendukung satu calon pemimpin. Sebagai tim sukses yang sudah memutuskan untuk berada dalam satu barisan menuju kemenangan; maka, semua individu harus terpanggil hati nuraninya untuk berjalan bersama, berpikir bersama, bersikap melampaui ego dan kepentingan pribadi, selalu rendah hati dan meniadakan arrogansi, serta meniadakan perbedaan yang bisa menghambat kerja sama yang lebih solid. Kemenangan hanya didapat ketika setiap individu bisa tumbuh di dalam kerja sama yang kreatif. Jika setiap anggota saling menguatkan ego dan menarik kaki masing-masing dari energi kolaborasi dan kerja sama, maka masing-masing anggota tim akan terpisah dari kekuatan kerja sama dan hanya mampu berdiri sendiri tanpa memiliki kekuatan yang besar.

Program motivasi untuk tim sukses pilkada ini bertujuan menyatukan semua perbedaan yang ada. Setiap anggota tim sukses dimotivasi agar selalu memberikan yang terbaik untuk bisa mendapatkan yang terbaik dari orang lain. Selalu bekerja dengan semangat berbagi tangan dan hati dengan orang-orang yang menjadi satu tim sukses. Persatuan sikap dan hati adalah bahan utama dari kerja tim yang sukses. Selalu memiliki visi tentang satu dalam semua dan tumbuh dalam semangat persaudaraan untuk mencapai tujuan bersama. Setiap anggota tim mampu menghilangkan semua kekuatan gelap dari dalam diri, seperti prasangka, ketidakpercayaan, keegoisan, keserakahan, pengkhianatan, serta mampu menumbuhkan kekuatan integritas yang juga merupakan fondasi untuk mencapai kemenangan.

Persatuan, kesatuan, bersatu, kebersamaan, dan kesetiaan haruslah menjadi energi positif tim sukses agar komitmen dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik. Setiap anggota tim sukses harus bersabar satu sama lain, menempatkan kebutuhan orang lain di depan keinginan diri sendiri, memikirkan kebaikan orang lain daripada keinginan diri sendiri, dan selalu tampil sebagai bagian dari tim sukses yang solid dalam kolaborasi. Ketika semua anggota tim sukses yang berasal dari perbedaan mampu bersatu dan menjadi satu kekuatan utuh, maka kemenangan dan kedamaian di antara individu menjadi semakin nyata.

Program Motivasi Tim Sukses berdurasi 2 sampai 3 jam ini memberikan motivasi dan inspirasi untuk mengaktifkan kekuatan solid dari tim sukses. Setiap anggota tim disadarkan untuk memiliki pengetahuan diri yang kuat sehingga mampu memahami diri sendiri untuk bisa mengelola pikiran, sikap, emosi, perilaku, dan tata bahasa dalam proses kerja sama tim. Program motivasi ini menyentuh inti individu di mana individu mampu mengalami perasaan kesatuan dan kebersamaan dengan semua individu yang lain di dalam tim sukses. Program ini menghilangkan potensi demoralisasi dan stres; menguatkan tingkat persahabatan di antara anggota tim secara fisik, mental, dan emosional. Hal ini menjadikan tim sukses mampu bekerja lebih fokus, positif, optimis, tenang, percaya diri, dan selalu tampil bugar untuk mencapai puncak keberhasilan.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Membangun kesatuan, persatuan, kebersamaan, cara berpikir bersama, dan mampu berjalan bersama untuk memenangkan calon yang diusung.
  2. Bekerja bersama melampaui ego, meniadakan arrogansi dan perbedaan yang melemahkan tim suskes.
  3. Menyentuh inti individu di mana individu mampu mengalami perasaan kesatuan dan kebersamaan dengan semua individu yang lain di dalam tim sukses.
  4. Menciptakan hubungan kerja yang profesional dan penuh percaya diri dengan pemangku kepentingan dan mitra kerja.
  5. Mengembangkan rasa percaya diri di wilayah persiapan, memulai, mempercepat, dan mencapai kinerja.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta menjadi satu kekuatan utuh dalam sebuah tim sukses dan memiliki energi sukses untuk memenangkan calon yang diusung.
  2. Peserta menjadi termotivasi untuk mendukung kerja sama tim sukses dengan yakin, percaya diri, jelas, fokus, dan penuh semangat.
  3. Peserta mampu memperlihatkan perilaku, sikap, bahasa tubuh, emosi, dan cara berbicara yang lebih menguatkan tim sukses.
  4. Peserta selalu mengutamakan kebersamaan, kesatuan, persatuan, kekuatan kolaborasi, dan koordinasi yang solid untuk memenangkan perjuangan.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus Pada Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN MOTIVASI UNUK TIM SUKSES 2018 SELAMA 2 s.d.3 JAM

Sub Bahasan

  1. Bersatu kita berdiri untuk menang dan terbelah kita jatuh untuk kalah.
  2. Bekerja bersama melampaui ego, meniadakan arrogansi dan perbedaan yang melemahkan tim sukses
  3. Tampil konsisten dan penuh percaya diri saat berurusan dengan perilaku atau situasi yang tidak mudah.
  4. Menerima tanggung jawab, memberikan yang terbaik, dan selalu menjaga persatuan di dalam kerja tim sukses.
  5. Bersikap optimis, bersabar satu sama lain, menempatkan kebutuhan tim sukses di depan keinginan diri sendiri, dan memikirkan kebaikan tim sukses daripada keinginan diri sendiri
  6. Tidak mendengarkan suara pesimis yang mencegah untuk melakukan tindakan positif di dalam tim sukses.
  7. Meningkatkan mental positif untuk berkomunikasi dengan hebat di semua situasi
  8. Tim sukses yang bekerja sama di dalam perdamaian, harmoni, dan energi kemenangan.
  9. Tim sukses yang selalu disiplin di dalam kolaborasi, kerja sama, komunikasi, dan koordinasi yang utuh.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899

Email: training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETIKA KERJA DAN MORALITAS PROGRAM 1 HARI 2018

PENDAHULUAN

Moral adalah aturan yang bersumber dari hati nurani untuk membimbing perilaku dan cara berpikir. Ketika dalam hati nurani seseorang terisi nilai-nilai negatif yang tidak mampu membedakan antara benar dan salah, maka orang tersebut akan menjadi bencana yang setiap saat dapat memutarbalikkan benar menjadi salah atau salah menjadi benar. Nilai-nilai positif akan menciptakan keunggulan moral baik. Dan hasilnya, orang-orang dengan moral baik, akan menjalankan etika dan integritas pribadi di tempat kerja, dengan memiliki hati nurani yang mampu membedakan antara benar dan salah melalui kekuatan empati. Hati nurani adalah penghasil moral, dan saat hati nurani diisi dengan hal-hal dan nilai-nilai positif, maka hati nurani akan menghasilkan kualitas moral yang cerdas untuk memutuskan apa yang baik, apa yang buruk, apa yang benar, apa yang tidak benar, apa yang adil, apa yang tidak adil, apa yang manusiawi, dan apa yang tidak manusiawi. Pada akhirnya, kualitas moral yang baik akan memiliki empati yang unggul, dalam kecerdasan dan kesadaran sosial yang tinggi.

DESKRIPSI

Etika dan moralitas haruslah menjadi sebuah perilaku, pilihan hidup, kepribadian, dan karakter yang dapat diperlihatkan dalam rutinitas hubungan kerja sehari-hari di kantor. Implementasi moralitas dan etika di tempat kerja akan memperkuat integritas pribadi, untuk memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik dalam satu persepsi.

Moralitas di tempat kerja berarti mengacu pada standar moral dalam wujud perilaku, yang biasanya tidak tertulis, tapi merupakan hasil akhir dari pikiran positif terhadap etos kerja di perusahaan. Sedangkan etika mengacu pada pedoman formal yang dijadikan sebagai standar untuk berperilaku di tempat kerja. Baik etika maupun moralitas membutuhkan integritas pribadi yang sangat tinggi untuk dapat menjalankan etika dan moralitas dengan sempurna.

Etika dan moralitas selalu menjadi landasan yang kuat dalam membangun hubungan kerja yang harmonis, dan juga menjadi kekuatan untuk membangun keyakinan dalam menyelesaikan konflik di tempat kerja.

Etika dan moralitas selalu bekerja dengan akal yang paling sehat dan paling jujur, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui hati nurani yang paling bersih.

Pedoman etika di perusahaan dibuat untuk menggambarkan bagaimana orang harus berperilaku dan menjaga standar moral yang diinginkan oleh perusahaan. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dengan keyakinan total terhadap nilai-nilai, norma-norma, dan prinsip-prinsip moral yang ada di dalam pedoman etika perusahaan. Jadi, pedoman atau panduan etika kerja dan etika bisnis di perusahaan harus menjadi dasar terbaik untuk memperlihatkan moralitas kerja yang berkualitas, dan juga menjadi alat yang ampuh untuk memperlihatkan perilaku moral yang tepat di tempat kerja.

Fitur penting dari moralitas dan etika adalah dia harus berfungsi sebagai panduan bagi tindakan karyawan, pimpinan, dan setiap stakeholder di tempat kerja dalam koridor adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab.

Tanpa moralitas dan etika, maka setiap perilaku kerja sangat berpotensi untuk menjadi tidak jujur dalam kepentingan masing-masing pihak. Bila setiap pihak di tempat kerja berlomba-lomba untuk memikirkan kepentingannya masing-masing, dan mengabaikan kepentingan dari visi dan misi perusahaan, maka dalam waktu singkat perusahaan akan menjadi tidak efektif, dan secara perlahan-lahan kinerja perusahaan akan meredup.

KONSEP DASAR

Pelatihan etika kerja dan moralitas ini berkonsep dasar untuk meningkatkan kualitas perilaku kerja yang lebih akuntabel, lebih beretika, lebih berintegritas, dan lebih beretos kerja yang unggul. Panduan etika perusahaan dan kode etik kerja tidak boleh berhenti sebatas pada kekuatan normatif, tetapi harus menjadi kekuatan yang hidup di dalam perilaku dan karakter kerja sehari-hari. Pelatihan ini bermaksud membuka kesadaran hati nurani insan perusahan agar mampu membedakan antara benar dan salah, baik dan tidak baik, serta memiliki karakter kerja yang unggul dalam menghadapi berbagai situasi dan realitas di tempat kerja.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN UMUM

Membangun manajemen hati nurani dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip, untuk menghasilkan kualitas moral yang unggul, serta mengimplementasi moral yang unggul ke dalam perilaku dan cara berpikir etis, berdasarkan kode etik dan integritas pribadi.

TUJUAN KHUSUS

  1. Memahami bagaimana hati nurani menjadi sumber moralitas individu
  2. Memahami proses terbentuknya moral baik dan moral tidak baik
  3. Memahami bagaimana peran manajemen hati nurani dalam menghasilkan moral baik, untuk memudahkan implementasi etika dan integritas di tempat kerja
  4. Memahami kualitas moral dan nilai-nilai yang mempengaruhi karakter individu
  5. Memahami peran moral dalam keputusan etis
  6. Membandingkan karakteristik pribadi bermoral baik dan bermoral tidak baik
  7. Memahami peran moral dalam menjalankan kode etika dan integritas pribadi
  8. Membahas dampak moral pada etika bisnis
  9. Mengenali tahap perkembangan moral kognitif
  10. Memperkenalkan pelanggaran terhadap etika bisnis dan kode etik, yang berkaitan dengan persepsi moral, nilai-nilai, dan budaya perusahaan

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta memahami cara mengembangkan pemahaman moral dengan standar benar dan salah, baik dan buruk
  2. Peserta memahami cara menggunakan dan mengklarifikasi nilai-nilai dasar penguat moral positif
  3. Peserta memahami cara menjalankan etika bisnis, kode etik kerja, dan integritas pribadi dalam keunggulan moral positif
  4. Peserta memahami cara menjadikan kekuatan moral sebagai akar pengembangan karakter diri yang unggul
  5. Peserta memahami bagaimana interaksi dengan rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder lainnya, dalam keunggulan moral positif
  6. Peserta memahami kontribusi moral positif terhadap kejujuran, keadilan, tanggung jawab, empati, dan anti korupsi
  7. Peserta memahami cara manajemen hati nurani untuk menghasilkan kualitas moral positif
  8. Peserta memahami cara membina perkembangan moral untuk menjaga komitmen terhadap etika, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN ETIKA KERJA DAN MORALITAS SELAMA 1 HARI 8 JAM

SESI 1: MOTIVASI MORAL DAN MENINGKATKAN KEPATUHAN PADA ETIKA

Sub Bahasan

  1. Pemahaman dasar moral dan etika
  2. Moral sebagai fondasi etika
  3. Karakteristik moral dan etika
  4. Sumber moral dan etika
  5. Sifat moral dan etika
  6. Model perilaku moral
  7. Perbedaan antara moralitas dan etika
  8. Nilai-nilai moral dan norma-norma yang mendorong kualitas etika
  9. Bagaimana pemimpin hadir untuk pengembangan nilai-nilai moral karyawan
  10. Cara mengekspresikan moral dalam interaksi sehari-hari
  11. Moralitas didasarkan pada pengalaman konkret dan berkembang sebagai akibat dari interaksi moral situasi, moral nilai dan norma

SESI 2: MANAJEMEN HATI NURANI UNTUK MENGHASILKAN MORAL YANG UNGGUL

Sub Bahasan

  1. Kenali diri Anda, tahu siapa Anda, pahami hati nurani Anda secara lebih mendalam
  2. Karakteristik manajemen hati nurani dan moral
  3. Memahami bagaimana hati nurani memproses perilaku dan cara berpikir
  4. Memahami potensi diri, motivasi dan tujuan hidup Anda
  5. Mengetahui dan memperbaiki hati nurani untuk menciptakan dasar moral yang kuat
  6. Mengambil kontrol untuk mengelola nilai, hati nurani, dan moral
  7. Definisi dan ciri-ciri manajemen hati nurani
  8. Jangan biarkan sabotase negatif memadamkan proses hati nurani dalam menghasilkan moral terpuji
  9. Membebaskan diri dari perangkap nilai-nilai negatif

SESI 3: ETIKA DAN MORAL DALAM HUBUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Hubungan kerja yang memenuhi unsur dan sifat etika
  2. Moral sebagai unsur kepribadian untuk memenuhi persepsi etika
  3. Emosional dan empati dalam meningkatkan hubungan kerja
  4. Kepatuhan dan keikhlasan untuk menerima hukuman atas kelalaian menjalankan kode etik dan etika bisnis
  5. Perilaku moral individu dalam hubungan interpersonal
  6. Mempertahankan tata kelola yang etis
  7. Kewajiban karyawan kepada perusahaan
  8. Menjunjung etika dan moral dalam konflik kepentingan
  9. Tidak menerima suap, tidak menerima hadiah, dan tidak melakukan pemerasan
  10. Menjaga rahasia perusahaan
  11. Menjaga kondisi kerja dalam budaya integritas
  12. Memahami politik organisasi

SESI 4: NILAI-NILAI ETIKA KERJA UNTUK MENGEMBANGKAN ETOS KERJA YANG KUAT

Sub Bahasan

  1. Standar perilaku dan nilai-nilai pekerjaan untuk kinerja
  2. Ciri-ciri karyawan etis yang beretos kerja unggul
  3. Kehadiran,karakter, kerja tim, penampilan, sikap, produktivitas, keterampilan organisasi, komunikasi, kerja sama, menghormati

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI: 0812 8777 083 / 0812 131 888 99

E-mail: training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN DEALING WITH PEOPLE WITH POSITIVE ATTITUDE (INTERPERSONAL SKILLS) PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN DEALING WITH PEOPLE WITH POSITIVE ATTITUDE (INTERPERSONAL SKILLS) PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

Kita sering harus berurusan dengan berbagai perilaku, kebiasaan, sikap, dan karakter orang dalam hubungan kerja. Kadang, kita harus berurusan dengan orang-orang yang sangat sulit dalam lingkungan profesional kita, seperti: pemarah, suka mengeluh, tidak punya empati, tidak punya toleransi, tidak punya etika, kejam, mudah menghakimi orang lain, suka melemparkan kesalahan, malas, dan sangat banyak perilaku negatif yang mungkin harus kita hadapi. Sebaliknya, banyak juga orang-orang baik dan penuh pengertian yang harus kita layani dalam hubungan kerja kita. Jadi, kehidupan profesional kita memerlukan komunikasi dan interaksi yang baik agar semua urusan kita dengan orang-orang positif dan orang-orang negatif bisa lancar dan membawa hasil terbaik.

Apa pun situasi dan jenis orang-orang yang harus kita hadapi dalam urusan-urusan profesional kita, maka kita harus menyiapkan perilaku dan sikap positif agar semua urusan bisa tuntas dan sesuai target. Untungnya, kita bisa mempelajari cara meningkatkan hubungan positif melalui pengetahuan dan kesadaran, untuk bisa berurusan dengan berbagai karakter orang dalam hubungan profesional kita. Kita harus menyiapkan cara komunikasi yang tepat, menyiapkan emosi dan pola pikir yang tepat, serta menyiapkan cara untuk menangani situasi yang menantang dan penuh resiko. Program Pelatihan Dealing with people with Positive Attitude (Interpersonal Skills) 1 Hari memberikan beberapa rumusan praktis untuk digunakan oleh peserta dalam menangani hubungan profesional yang penuh tantangan.

Program pelatihan ini dikemas dengan metodologi yang mempermudah peserta untuk menyerap dan memahami materi, sehingga bisa segera dipraktekan dalam perilaku kehidupan profesional sehari-hari.

TUJUAN PELATIHAN

Program pelatihan ini dibuat dengan tujuan agar peserta mampu beradaptasi dan mudah berkomunikasi dengan berbagai sifat dan perilaku orang dalam kehidupan profesional.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Mampu menghadapi orang lain dengan sikap tenang, emosi terkontrol, penuh karisma, penuh wibawa, dan selalu rendah hati.
  2. Mampu berkomunikasi dan melayani orang lain dengan sikap positif.
  3. Mampu menghadapi orang-orang sulit dengan penuh percaya diri dan melayani mereka dengan profesional.
  4. Mampu mencegah konflik dan melancarkan hubungan kerja dengan sikap positif.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN SELAMA 1 HARI

SESI 1: MENINGKATKAN KUALITAS KETERAMPILAN INTERPERSONAL

Sub Bahasan

  1. Memahami kecerdasan sosial saat berinteraksi dengan berbagai karakter orang.
  2. Kesadaran untuk membangun hubungan positif dan bereaksi secara baik.
  3. Memberikan perhatian dan menunjukkan bahwa Anda peduli.
  4. Cara menunjukkan empati dan simpati.
  5. Menjalin hubungan dengan bahasa verbal dan non verbal yang positif.
  6. Menunjukkan kehadiran dan karisma di setiap keadaan.
  7. Menampilkan diri dengan percaya diri dan tegas.
  8. Mampu mempengaruhi orang lain dengan cerdas.
  9. Tetap positif dalam kerumunan orang dan tidak tertular emosi negatif.
  10. Mampu mempengaruhi pertemuan dan membimbing orang menuju arah pilihan Anda.

SESI 2: KOMUNIKASI POSITIF ADALAH JEMBATAN YANG MENGHUBUNGKAN SETIAP ORANG

Sub Bahasan

  1. Memahami komunikasi sebagai jembatan penghubung, bukan tembok pemisah.
  2. Gaya komunikasi yang selalu beradaptasi dan tidak terjebak dalam argumen.
  3. Memahami persepsi orang lain untuk mendefinisikan perilaku yang dibutuhkan dalam melancarkan komunikasi.
  4. Dampak buruk menyalahkan orang lain dalam komunikasi positif.
  5. Mengontrol suara untuk mendapatkan efek komunikasi yang maksimal.
  6. Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi.
  7. Mampu memberikan umpan balik yang baik dan profesional.
  8. Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi.
  9. Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara.

SESI 3: CARA UNTUK BERURUSAN DENGAN ORANG YANG SULIT DAN NEGATIF

Sub Bahasan

  1. Sikap mental terbaik saat berhadapan dengan orang-orang negatif dan menangani mereka dengan efektif.
  2. Mencari pola dari orang-orang sulit dan memahami cara berurusan dengan mereka.
  3. Mendengarkan mereka dan merespon dengan cerdik.
  4. Memahami perspektif mereka, tetap fokus pada percakapan dan menghindari menyimpang jauh.
  5. Menangani konfrontasi dengan tenang dan mampu mengelola mereka yang sulit.
  6. Fokus menuntaskan masalah dan tidak menyalahkan orangnya.
  7. Mengubah situasi reaktif menjadi proaktif.
  8. Mencegah percakapan menantang (kata-kata negatif dan reaktif) dengan memilih kata yang tepat.

SESI 4 : MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL UNTUKMEMBANGUN RELASI KERJA YANG POSITIF DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Berikan penghormatan dan kepercayaan di tempat kerja.
  2. Bersikap konsisten dan memberikan perhatian penuh.
  3. Persepsi positif atas berbagai peristiwa di tempat kerja.
  4. Setiap percakapan menghormati realitas orang lain.
  5. Perilaku yang tenang, sabar, mendengarkan dan melayani.
  6. Membawa cahaya bagi orang lain (menjadi seperti matahari).
  7. Mengelola emosi, sikap, pikiran dan kebiasaan positif.
  8. Bekerja harmonis dengan semua karakter dan kepribadian yang berbeda.

Untuk Pelatihan Hubungi: 0812 8777 083 / 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS UNTUK KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KERJA PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS UNTUK KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KERJA PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

Etika dan moralitas haruslah menjadi sebuah perilaku, pilihan hidup, kepribadian, dan karakter yang dapat diperlihatkan dalam rutinitas hubungan kerja sehari-hari di kantor. Implementasi moralitas dan etika di tempat kerja memperkuat integritas dalam hubungan antar pribadi, serta memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik dalam satu persepsi.

Moralitas di tempat kerja berarti mengacu pada standar moral dalam wujud perilaku, yang biasanya tidak tertulis, tapi merupakan hasil akhir dari pikiran positif terhadap perilaku dan hubungan kerja di perusahaan. Sedangkan etika mengacu pada pedoman formal yang dijadikan sebagai standar untuk berperilaku di tempat kerja. Baik etika maupun moralitas membutuhkan integritas dan akuntabilitas yang sangat tinggi untuk dapat menjalankan etika dan moralitas dengan sempurna.

Etika dan moralitas selalu menjadi landasan yang kuat dalam membangun hubungan kerja yang harmonis, dan juga menjadi kekuatan untuk membangun keyakinan dalam menyelesaikan konflik di tempat kerja.

Etika dan moralitas selalu bekerja dengan akal yang paling sehat dan paling jujur, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui hati nurani yang paling bersih.

Pedoman etika di perusahaan dibuat untuk menggambarkan bagaimana orang harus berperilaku dan menjaga standar moral yang diinginkan oleh perusahaan. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dengan keyakinan total terhadap nilai-nilai, norma-norma, dan prinsip-prinsip moral yang ada di dalam pedoman etika perusahaan. Jadi, pedoman atau panduan etika kerja dan etika bisnis di perusahaan harus menjadi dasar terbaik untuk memperlihatkan moralitas kerja yang berkualitas, dan juga menjadi alat yang ampuh untuk memperlihatkan perilaku moral yang tepat di tempat kerja.

Fitur penting dari moralitas dan etika adalah dia harus berfungsi sebagai panduan bagi tindakan karyawan, pimpinan, dan setiap stakeholder di tempat kerja dalam koridor adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab.

Tanpa moralitas dan etika, maka setiap perilaku kerja sangat berpotensi untuk menjadi tidak jujur dalam kepentingan masing-masing pihak. Bila setiap pihak di tempat kerja berlomba-lomba untuk memikirkan kepentingannya masing-masing, dan mengabaikan kepentingan dari visi dan misi perusahaan, maka dalam waktu singkat perusahaan akan menjadi tidak efektif, dan secara perlahan-lahan kinerja perusahaan akan meredup.

Program pelatihan Etika dan Moralitas selama 8 jam ini, akan fokus pada pengembangan soft skills dalam aspek hubungan antar pribadi dan komunikasi di internal perusahaan yang profesional. Peserta diajarkan untuk meningkatkan kemampuan memahami orang lain dan memiliki kecerdasan sosial yang tinggi; mengembangkan budaya perilaku kesopanan dan tata krama yang bermoral tinggi; memiliki kesadaran untuk selalu berperilaku dengan baik, sopan, memiliki sikap rendah hati untuk bekerja dengan hubungan yang lebih baik kepada atasan, rekan kerja, bawahan, dan stakeholders lainnya; meningkatkan pemahaman dinamika kelompok dan kreativitas di tempat kerja; menangani orang-orang sulit dengan cerdas emosi dan pikiran positif; memaksimalkan dampak positif untuk setiap interaksi di tempat kerja; mengelola dan mengecilkan semua potensi konflik; meningkatkan kualitas komunikasi verbal, non verbal, dan para bahasa untuk peningkatan relasi yang baik. Peserta diberikan panduan dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan kerja dengan sikap yang etis, kasih sayang, peduli, empati, saling menghormati, saling membantu, dan bersaing dengan positif untuk menciptakan keberhasilan organisasi.

TUJUAN UMUM PELATIHAN

Meningkatkan hubungan komunikasi dan relasi kerja yang profesional di lingkungan kerja perusahaan. Membangun hubungan kerja dari hati nurani dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang etis, untuk menghasilkan kualitas moral yang unggul, serta mengimplementasi moral yang unggul ke dalam perilaku dan cara berpikir etis berdasarkan kode etik dan integritas pribadi.

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN

  1. Memahami bagaimana kesadaran hati nurani menjadi sumber moralitas individu.
  2. Memahami proses terbentuknya moral baik dan moral tidak baik.
  3. Memahami bagaimana peran manajemen hati nurani dalam menghasilkan moral baik untuk meningkatkan hubungan kerja dengan atasan, bawahan, rekan kerja, dan stakeholders lainnya.
  4. Memahami kualitas moral dan nilai-nilai yang mempengaruhi karakter individu.
  5. Memahami peran moral dan etika dalam hubungan antar pribadi.
  6. Memahami peran moral dalam menjalankan kode etik dan integritas di tempat kerja.
  7. Meningkatkan kualitas komunikasi verbal, non verbal, dan parabahasa di tempat kerja berdasarkan kualitas etika dan moralitas pribadi yang tinggi.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta memahami cara manajemen hati nurani untuk menghasilkan kualitas moral positif.
  2. Peserta memahami cara mengembangkan pemahaman moral dengan standar benar dan salah, baik dan buruk.
  3. Peserta memahami cara menggunakan dan mengklarifikasi nilai-nilai dasar penguat moral positif.
  4. Peserta memahami cara menjalankan etika bisnis, kode etik kerja, dan integritas pribadi dalam keunggulan moral positif.
  5. Peserta memahami cara menjadikan kekuatan moral sebagai akar pengembangan karakter diri yang unggul.
  6. Peserta memahami bagaimana interaksi dengan rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder lainnya dalam keunggulan moral positif.
  7. Peserta memahami kontribusi moral positif terhadap kejujuran, keadilan, tanggung jawab, empati, dan anti korupsi.
  8. Peserta memahami cara membina perkembangan moral untuk menjaga komitmen terhadap etika, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab.
  9. Peserta memahami cara menggunakan etika dan moralitas positif untuk menciptakan komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan komunikasi parabahasa yang unggul.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS PROGRAM 1 HARI

SESI 1: ETIKA DAN MORALITAS UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN KERJA DI LINGKUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Pemahaman dasar moral dan etika
  2. Perbedaan antara moralitas dan etika
  3. Membangun lingkungan kerja yang etis dan bermoral tinggi
  4. Lingkungan kerja yang etis dan bermoral mengurangi konflik
  5. Etika dan moralitas untuk mengelola emosi positif, sikap profesional, pikiran positif, dan kebiasaan positif di tempat kerja
  6. Niat baik dan kemauan untuk menjadi energi positif di tempat kerja
  7. Menghormati dan menunjukkan respek kepada setiap orang
  8. Moralitas didasarkan pada pengalaman konkret dan berkembang sebagai akibat dari interaksi moral situasi, moral nilai dan norma
  9. Menguatkan budaya tata krama dan sopan santun di internal perusahaan
  10. Menjunjung etika dan moral dalam konflik kepentingan
  11. Tidak menerima suap, tidak menerima hadiah, dan tidak melakukan ancaman.
  12. Menjaga rahasia perusahaan
  13. Menjaga kondisi kerja dalam budaya integritas
  14. Memahami politik organisasi

SESI 2: ETIKA DAN MORALITAS UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Etika dan moralitas untuk meningkatkan kualitas komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan komunikasi parabahasa
  2. Keterampilan mendengarkan dan keterampilan bertanya yang etis
  3. Mengenali diri sendiri, tahu siapa anda, pahami hati nurani anda secara lebih mendalam, sebelum berucap dan berkata-kata kepada orang lain
  4. Pola komunikasi membangun jembatan, bukan membangun tembok atau membakar jembatan
  5. Membawa orang ke sudut pandang Anda dengan kekuatan etis dan integritas yang kuat
  6. Cerdas berurusan dan berkomunikasi dengan kepribadian yang berbeda
  7. Berkomunikasi dengan fakta dan emosi cerdas
  8. Memanfaatkan etika dan moralitas untuk meningkatkan pengaruh positif di tempat kerja
  9. Memahami bagaimana hati nurani memproses perilaku dan cara berpikir yang etis
  10. Tidak membiarkan sabotase negatif memadamkan proses hati nurani dalam menghasilkan moral terpuji
  11. Membebaskan diri dari perangkap nilai-nilai negatif

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI: 0812 131 888 99

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN DEALING WITH PEOPLE WITH POSITIVE ATTITUDE (INTERPERSONAL SKILLS) PROGRAM 1 HARI 

PELATIHAN DEALING WITH PEOPLE WITH POSITIVE ATTITUDE (INTERPERSONAL SKILLS) PROGRAM 1 HARI 

DESKRIPSI

Kita sering harus berurusan dengan berbagai perilaku, kebiasaan, sikap, dan karakter orang dalam hubungan kerja. Kadang, kita harus berurusan dengan orang-orang yang sangat sulit dalam lingkungan profesional kita, seperti: pemarah, suka mengeluh, tidak punya empati, tidak punya toleransi, tidak punya etika, kejam, mudah menghakimi orang lain, suka melemparkan kesalahan, malas, dan sangat banyak perilaku negatif yang mungkin harus kita hadapi. Sebaliknya, banyak juga orang-orang baik dan penuh pengertian yang harus kita layani dalam hubungan kerja kita. Jadi, kehidupan profesional kita memerlukan komunikasi dan interaksi yang baik agar semua urusan kita dengan orang-orang positif dan orang-orang negatif bisa lancar dan membawa hasil terbaik.

Apa pun situasi dan jenis orang-orang yang harus kita hadapi dalam urusan-urusan profesional kita, maka kita harus menyiapkan perilaku dan sikap positif agar semua urusan bisa tuntas dan sesuai target. Untungnya, kita bisa mempelajari cara meningkatkan hubungan positif melalui pengetahuan dan kesadaran, untuk bisa berurusan dengan berbagai karakter orang dalam hubungan profesional kita. Kita harus menyiapkan cara komunikasi yang tepat, menyiapkan emosi dan pola pikir yang tepat, serta menyiapkan cara untuk menangani situasi yang menantang dan penuh resiko. Program Pelatihan Dealing with people with Positive Attitude (Interpersonal Skills) 1 Hari 2017 memberikan beberapa rumusan praktis untuk digunakan oleh peserta dalam menangani hubungan profesional yang penuh tantangan.

Program pelatihan ini dikemas dengan metodologi yang mempermudah peserta untuk menyerap dan memahami materi, sehingga bisa segera dipraktekan dalam perilaku kehidupan profesional sehari-hari.

TUJUAN PELATIHAN

Program pelatihan ini dibuat dengan tujuan agar peserta mampu beradaptasi dan mudah berkomunikasi dengan berbagai sifat dan perilaku orang dalam kehidupan profesional.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Mampu menghadapi orang lain dengan sikap tenang, emosi terkontrol, penuh karisma, penuh wibawa, dan selalu rendah hati.
  2. Mampu berkomunikasi dan melayani orang lain dengan sikap positif.
  3. Mampu menghadapi orang-orang sulit dengan penuh percaya diri dan melayani mereka dengan profesional.
  4. Mampu mencegah konflik dan melancarkan hubungan kerja dengan sikap positif.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN SELAMA 1 HARI

SESI 1: MENINGKATKAN KUALITAS KETERAMPILAN INTERPERSONAL

Sub Bahasan

  1. Memahami kecerdasan sosial saat berinteraksi dengan berbagai karakter orang.
  2. Kesadaran untuk membangun hubungan positif dan bereaksi secara baik.
  3. Memberikan perhatian dan menunjukkan bahwa Anda peduli.
  4. Cara menunjukkan empati dan simpati.
  5. Menjalin hubungan dengan bahasa verbal dan non verbal yang positif.
  6. Menunjukkan kehadiran dan karisma di setiap keadaan.
  7. Menampilkan diri dengan percaya diri dan tegas.
  8. Mampu mempengaruhi orang lain dengan cerdas.
  9. Tetap positif dalam kerumunan orang dan tidak tertular emosi negatif.
  10. Mampu mempengaruhi pertemuan dan membimbing orang menuju arah pilihan Anda.

SESI 2: KOMUNIKASI POSITIF ADALAH JEMBATAN YANG MENGHUBUNGKAN SETIAP ORANG

Sub Bahasan

  1. Memahami komunikasi sebagai jembatan penghubung, bukan tembok pemisah.
  2. Gaya komunikasi yang selalu beradaptasi dan tidak terjebak dalam argumen.
  3. Memahami persepsi orang lain untuk mendefinisikan perilaku yang dibutuhkan dalam melancarkan komunikasi.
  4. Dampak buruk menyalahkan orang lain dalam komunikasi positif.
  5. Mengontrol suara untuk mendapatkan efek komunikasi yang maksimal.
  6. Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi.
  7. Mampu memberikan umpan balik yang baik dan profesional.
  8. Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi.
  9. Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara.

SESI 3: CARA UNTUK BERURUSAN DENGAN ORANG YANG SULIT DAN NEGATIF

Sub Bahasan

  1. Sikap mental terbaik saat berhadapan dengan orang-orang negatif dan menangani mereka dengan efektif.
  2. Mencari pola dari orang-orang sulit dan memahami cara berurusan dengan mereka.
  3. Mendengarkan mereka dan merespon dengan cerdik.
  4. Memahami perspektif mereka, tetap fokus pada percakapan dan menghindari menyimpang jauh.
  5. Menangani konfrontasi dengan tenang dan mampu mengelola mereka yang sulit.
  6. Fokus menuntaskan masalah dan tidak menyalahkan orangnya.
  7. Mengubah situasi reaktif menjadi proaktif.
  8. Mencegah percakapan menantang (kata-kata negatif dan reaktif) dengan memilih kata yang tepat.

SESI 4 : MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL UNTUKMEMBANGUN RELASI KERJA YANG POSITIF DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Berikan penghormatan dan kepercayaan di tempat kerja.
  2. Bersikap konsisten dan memberikan perhatian penuh.
  3. Persepsi positif atas berbagai peristiwa di tempat kerja.
  4. Setiap percakapan menghormati realitas orang lain.
  5. Perilaku yang tenang, sabar, mendengarkan dan melayani.
  6. Membawa cahaya bagi orang lain (menjadi seperti matahari).
  7. Mengelola emosi, sikap, pikiran dan kebiasaan positif.
  8. Bekerja harmonis dengan semua karakter dan kepribadian yang berbeda.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 8777 083
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS UNTUK KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KERJA PROGRAM 4 JAM

PELATIHAN ETIKA DAN MORALITAS UNTUK KOMUNIKASI DAN HUBUNGAN KERJA PROGRAM 4 JAM

DESKRIPSI

Etika dan moralitas haruslah menjadi sebuah perilaku, pilihan hidup, kepribadian, dan karakter yang dapat diperlihatkan dalam rutinitas hubungan kerja sehari-hari di kantor. Implementasi moralitas dan etika di tempat kerja memperkuat integritas dalam hubungan antar pribadi, serta memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik dalam satu persepsi.

Moralitas di tempat kerja berarti mengacu pada standar moral dalam wujud perilaku, yang biasanya tidak tertulis, tapi merupakan hasil akhir dari pikiran positif terhadap perilaku dan hubungan kerja di perusahaan. Sedangkan etika mengacu pada pedoman formal yang dijadikan sebagai standar untuk berperilaku di tempat kerja. Baik etika maupun moralitas membutuhkan integritas dan akuntabilitas yang sangat tinggi untuk dapat menjalankan etika dan moralitas dengan sempurna.

Etika dan moralitas selalu menjadi landasan yang kuat dalam membangun hubungan kerja yang harmonis, dan juga menjadi kekuatan untuk membangun keyakinan dalam menyelesaikan konflik di tempat kerja.

Etika dan moralitas selalu bekerja dengan akal yang paling sehat dan paling jujur, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui hati nurani yang paling bersih.

Pedoman etika di perusahaan dibuat untuk menggambarkan bagaimana orang harus berperilaku dan menjaga standar moral yang diinginkan oleh perusahaan. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dengan keyakinan total terhadap nilai-nilai, norma-norma, dan prinsip-prinsip moral yang ada di dalam pedoman etika perusahaan. Jadi, pedoman atau panduan etika kerja dan etika bisnis di perusahaan harus menjadi dasar terbaik untuk memperlihatkan moralitas kerja yang berkualitas, dan juga menjadi alat yang ampuh untuk memperlihatkan perilaku moral yang tepat di tempat kerja.

Fitur penting dari moralitas dan etika adalah dia harus berfungsi sebagai panduan bagi tindakan karyawan, pimpinan, dan setiap stakeholder di tempat kerja dalam koridor adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab.

Tanpa moralitas dan etika, maka setiap perilaku kerja sangat berpotensi untuk menjadi tidak jujur dalam kepentingan masing-masing pihak. Bila setiap pihak di tempat kerja berlomba-lomba untuk memikirkan kepentingannya masing-masing, dan mengabaikan kepentingan dari visi dan misi perusahaan, maka dalam waktu singkat perusahaan akan menjadi tidak efektif, dan secara perlahan-lahan kinerja perusahaan akan meredup.

Program pelatihan Etika dan Moralitas selama 4 jam ini, akan fokus pada pengembangan soft skills dalam aspek hubungan antar pribadi dan komunikasi di internal perusahaan yang profesional. Peserta diajarkan untuk meningkatkan kemampuan memahami orang lain dan memiliki kecerdasan sosial yang tinggi; mengembangkan budaya perilaku kesopanan dan tata krama yang bermoral tinggi; memiliki kesadaran untuk selalu berperilaku dengan baik, sopan, memiliki sikap rendah hati untuk bekerja dengan hubungan yang lebih baik kepada atasan, rekan kerja, bawahan, dan stakeholders lainnya; meningkatkan pemahaman dinamika kelompok dan kreativitas di tempat kerja; menangani orang-orang sulit dengan cerdas emosi dan pikiran positif; memaksimalkan dampak positif untuk setiap interaksi di tempat kerja; mengelola dan mengecilkan semua potensi konflik; meningkatkan kualitas komunikasi verbal, non verbal, dan para bahasa untuk peningkatan relasi yang baik. Peserta diberikan panduan dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan kerja dengan sikap yang etis, kasih sayang, peduli, empati, saling menghormati, saling membantu, dan bersaing dengan positif untuk menciptakan keberhasilan organisasi.

TUJUAN UMUM PELATIHAN

Meningkatkan hubungan komunikasi dan relasi kerja yang profesional di lingkungan kerja perusahaan. Membangun hubungan kerja dari hati nurani dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang etis, untuk menghasilkan kualitas moral yang unggul, serta mengimplementasi moral yang unggul ke dalam perilaku dan cara berpikir etis berdasarkan kode etik dan integritas pribadi.

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN

  1. Memahami bagaimana kesadaran hati nurani menjadi sumber moralitas individu.
  2. Memahami proses terbentuknya moral baik dan moral tidak baik.
  3. Memahami bagaimana peran manajemen hati nurani dalam menghasilkan moral baik untuk meningkatkan hubungan kerja dengan atasan, bawahan, rekan kerja, dan stakeholders lainnya.
  4. Memahami kualitas moral dan nilai-nilai yang mempengaruhi karakter individu.
  5. Memahami peran moral dan etika dalam hubungan antar pribadi.
  6. Memahami peran moral dalam menjalankan kode etik dan integritas di tempat kerja.
  7. Meningkatkan kualitas komunikasi verbal, non verbal, dan parabahasa di tempat kerja berdasarkan kualitas etika dan moralitas pribadi yang tinggi.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta memahami cara manajemen hati nurani untuk menghasilkan kualitas moral positif.
  2. Peserta memahami cara mengembangkan pemahaman moral dengan standar benar dan salah, baik dan buruk.
  3. Peserta memahami cara menggunakan dan mengklarifikasi nilai-nilai dasar penguat moral positif.
  4. Peserta memahami cara menjalankan etika bisnis, kode etik kerja, dan integritas pribadi dalam keunggulan moral positif.
  5. Peserta memahami cara menjadikan kekuatan moral sebagai akar pengembangan karakter diri yang unggul.
  6. Peserta memahami bagaimana interaksi dengan rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder lainnya dalam keunggulan moral positif.
  7. Peserta memahami kontribusi moral positif terhadap kejujuran, keadilan, tanggung jawab, empati, dan anti korupsi.
  8. Peserta memahami cara membina perkembangan moral untuk menjaga komitmen terhadap etika, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab.
  9. Peserta memahami cara menggunakan etika dan moralitas positif untuk menciptakan komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan komunikasi parabahasa yang unggul.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN ETIKA DAN MORALITASPROGRAM 4 JAM

SESI 1: ETIKA DAN MORALITAS UNTUK MENINGKATKAN HUBUNGAN KERJA DI LINGKUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Pemahaman dasar moral dan etika
  2. Perbedaan antara moralitas dan etika
  3. Membangun lingkungan kerja yang etis dan bermoral tinggi
  4. Lingkungan kerja yang etis dan bermoral mengurangi konflik
  5. Etika dan moralitas untuk mengelola emosi positif, sikap profesional, pikiran positif, dan kebiasaan positif di tempat kerja
  6. Niat baik dan kemauan untuk menjadi energi positif di tempat kerja
  7. Menghormati dan menunjukkan respek kepada setiap orang
  8. Moralitas didasarkan pada pengalaman konkret dan berkembang sebagai akibat dari interaksi moral situasi, moral nilai dan norma
  9. Menguatkan budaya tata krama dan sopan santun di internal perusahaan
  10. Menjunjung etika dan moral dalam konflik kepentingan
  11. Tidak menerima suap, tidak menerima hadiah, dan tidak melakukan ancaman.
  12. Menjaga rahasia perusahaan
  13. Menjaga kondisi kerja dalam budaya integritas
  14. Memahami politik organisasi

SESI 2: ETIKA DAN MORALITAS UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Etika dan moralitas untuk meningkatkan kualitas komunikasi verbal, komunikasi non verbal, dan komunikasi parabahasa
  2. Keterampilan mendengarkan dan keterampilan bertanya yang etis
  3. Mengenali diri sendiri, tahu siapa anda, pahami hati nurani anda secara lebih mendalam, sebelum berucap dan berkata-kata kepada orang lain
  4. Pola komunikasi membangun jembatan, bukan membangun tembok atau membakar jembatan
  5. Membawa orang ke sudut pandang Anda dengan kekuatan etis dan integritas yang kuat
  6. Cerdas berurusan dan berkomunikasi dengan kepribadian yang berbeda
  7. Berkomunikasi dengan fakta dan emosi cerdas
  8. Memanfaatkan etika dan moralitas untuk meningkatkan pengaruh positif di tempat kerja
  9. Memahami bagaimana hati nurani memproses perilaku dan cara berpikir yang etis
  10. Tidak membiarkan sabotase negatif memadamkan proses hati nurani dalam menghasilkan moral terpuji
  11. Membebaskan diri dari perangkap nilai-nilai negatif

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99
Fax: (021) 5738105
Posted