KEBIASAAN-KEBIASAAN PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

“Karyawan produktif cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak.”~Djajendra

Karyawan yang produktif datang ke tempat kerja untuk melakukan pekerjaan dengan sangat efektif, sangat efisien, dan sangat produktif. Waktu, energi, kompetensi, dan kualitas selalu dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi yang lebih bagi perusahaan. Karyawan yang produktif tidak memiliki rasa malas, mereka sangat rajin dan disiplin untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka sangat energik, penuh semangat, tekun, bekerja detail dan rinci, memiliki kesadaran yang tinggi untuk berprestasi, dan bermental pemenang.

Karyawan produktif sadar bahwa kinerja dan prestasi terbaik hanya dapat dihasilkan dari perilaku kerja yang sangat produktif. Menjadi produktif berarti memulai hari dengan niat, doa, dan semangat untuk menyelesaikan semua prioritas tanpa menunda dengan alasan apapun. Bangun setiap pagi, pikiran dan kesadaran sudah mengetahui apa-apa yang harus segera dilakukan hari ini. Kesadaran dan rasa optimis menggerakkan etos kerja untuk bekerja dengan kecepatan tinggi. Rasa percaya diri dan keyakinan untuk bekerja mencapai kinerja terbaik selalu menjadi motivasi bagi karyawan produktif.

Tidak akan ada tumpukan dokumen; tidak akan ada pelayanan yang diperlambat; tidak akan ada keluh-kesah dan perilaku pesimis. Karyawan yang produktif adalah energi sukses yang terus-menerus bertindak dengan kekuatan penuh untuk menghasilkan yang terbaik.

Karyawan produktif percaya bahwa semua urusan selalu ada solusinya, sehingga tidak perlu panik dan merasa kacau dengan tantangan. Mereka fokus pada solusi dan tidak pernah fokus pada masalah. Mereka bekerja dengan sangat terorganisir dan transparan di semua aspek kerja. Tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang ditakuti, semuanya dikerjakan dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka tidak percaya pada kegagalan, mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan yang fokus dan disiplin pada apa yang dikerjakan, sehingga selalu bekerja di wilayah sukses.

Karyawan produktif sadar untuk menjaga fisik yang selalu bugar dan pikiran yang selalu positif. Bila fisik bugar, pikiran positif, maka semua urusan dapat dikerjakan dengan senang hati. Fisik yang bugar dan pikiran positif menghasilkan energi yang begitu kuat untuk melancarkan semua proses kerja. Dalam hal ini, apapun yang mereka rencanakan dan jadwalkan dapat diselesaikan tepat waktu.

Orang-orang produktif sangat disiplin dan patuh dengan ritual hidup yang sudah terjadwal dengan baik. Mereka sangat ahli untuk menjalankan work life balance, sehingga semua urusan dan tanggung jawab di dalam kehidupannya dapat dilayani dengan baik. Mereka cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak. Mereka sangat cerdas memanfaatkan waktu untuk melayani segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab di dalam kehidupan mereka.

Karyawan produktif hadir ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mereka tidak pernah diam dan menunda, mereka selalu proaktif dan menindaklanjuti segala sesuatu dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak pernah memberi beban kepada orang lain atas apa yang mereka kerjakan. Mereka sangat cerdas untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab dengan seoptimal mungkin. Mereka bergerak dengan lincah dan cepat, dan selalu bekerja dengan prinsip kehati-hatian. Mindset orang-orang produktif anti menunda-nunda yang bisa diselesaikan hari ini. Kebiasaan-kebiasaan yang positif dan efektif menciptakan perilaku kerja yang sangat produktif.

Karyawan produktif setiap hari mempersiapkan fisik, emosi, pikiran, dan suara hati untuk berprestasi. Mereka suka melakukan afirmasi dan sangat taat berdoa kepada Tuhan. Mereka sadar kekuatan Tuhan di dalam diri sangat penting untuk mengalahkan rasa takut. Ketidakpastian, kedinamisan, dan perubahan adalah realitas yang bisa datang kapan pun untuk mengganggu proses kerja yang produktif. Oleh karena itu, karyawan produktif selalu sadar untuk bersikap rendah hati dan mempersiapkan diri setiap hari, termasuk belajar setiap hari untuk memperbaiki kekurangan diri.

Komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi adalah bagian terpenting di sepanjang proses kerja. Jadi, karyawan produktif sangat sadar untuk meningkatkan soft skills mereka agar mereka bisa menjadi kekuatan yang andal di setiap komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi. Mereka juga selalu memiliki disiplin yang tinggi di dalam menggunakan waktu. Kebiasaan-kebiasaan produktif terus-menerus di sempurnakan agar dapat berkontribusi dan melayani pekerjaan dengan kinerja tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA PRODUKTIF

“Orang-orang produktif selalu berkinerja tinggi, dan menikmati kemakmuran yang melimpah ruah di sepanjang hidup.”~Djajendra

Perusahaan yang kuat dan sehat dihasilkan dari orang-orang yang sangat produktif. Bila karyawan tidak produktif, maka mereka adalah biaya tersembunyi yang membuat produk perusahaan tidak kompetitif.

Di masa depan, setiap perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitas akan menjadi pemenang. Kualitas yang baik dan harga yang murah adalah harapan dari pelanggan. Kemampuan manajemen untuk menjaga produktivitas di lingkungan kerjanya akan membawa keberuntungan bagi stakeholders. Kehilangan produktivitas berarti berpotensi kehilangan bisnis karena kalah bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Produktivitas yang tinggi ditentukan oleh etos dan kondisi kepribadian karyawan. Bila karyawan bekerja dalam kondisi stres, tertekan, dan tidak bahagia; maka, dapat dipastikan produktivitas mereka menjadi sangat rendah. Diperlukan suasana hati yang penuh rasa syukur, perilaku yang fokus pada pekerjaan, pikiran positif, hubungan kolaborasi kerja yang kuat antara karyawan, dan etos kerja yang profesional, untuk menghasilkan perusahaan yang produktif.

Pimpinan dan manajemen perusahaan haruslah membangun budaya kerja yang mampu meningkatkan produktivitas secara terus-menerus. Budaya kerja yang rajin, berani, optimis, gembira, mencintai pekerjaan, disiplin, dan keterlibatan setiap orang dari hati yang tulus, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Di samping itu, pimpinan dan manajemen harus selalu hadir dan membangun hubungan positif dengan semua karyawan. Menjaga harga diri karyawan, menjaga perasaan aman karyawan, memberikan dukungan penuh kepada karyawan, menghormati kemampuan dan keandalan karyawan, memenuhi kebutuhan dan harapan karyawan, dan menciptakan budaya bahagia di lingkungan kerja, adalah cara untuk merangkul karyawan dan menjadikan mereka sebagai energi produktif bagi bisnis perusahaan.

Membangun etos kerja yang profesional dan melatih karyawan untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan produktif dalam pekerjaan sehari-hari. Manusia yang produktif tercipta dari kesadaran untuk menumbuhkan kinerja secara terus-menerus. Karyawan yang sadar dan hati nuraninya termotivasi untuk terlibat dalam kerja keras yang produktif, adalah awal bagi peningkatan kinerja bisnis. Etos kerja yang hadir dan tidak pernah absen; etos kerja yang selalu berhati-hati dan menghindari dari kecelakaan kerja; etos yang belajar dari kesalahan dan kekurangan, tanpa mengeluh ataupun merasa ada yang kurang; etos yang suka berkolaborasi dan berkoordinasi; etos yang bekerja untuk pertumbuhan dan prestasi; etos yang bersikap positif dan optimis; etos untuk menikmati proses kerja dengan hati yang senang, adalah kekuatan yang menjadikan setiap karyawan produktif di tempat kerja.

Peningkatan produktivitas membutuhkan loyalitas yang tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan bekerja sepenuh hati, dan tanpa hitung-hitungan. Loyalitas dapat menekan biaya operasional perusahaan. Loyalitas dapat menekan stres di tempat kerja. Loyalitas membuat karyawan bekerja sukarela dalam kolaborasi dan proses kerja. Loyalitas menjadikan karyawan mengabdi dengan tulus dan ikhlas untuk kemajuan perusahaan. Loyalitas menghilangkan produktivitas rendah dan mendorong antusiasme karyawan untuk berkinerja tinggi.

Tubuh yang bugar dan sehat, serta pikiran positif adalah fondasi untuk produktivitas tinggi. Pimpinan dan manajemen tidak boleh lalai dalam menciptakan program-program kebugaran di tempat kerja. Bila karyawan sakit-sakitan, maka mereka pasti sering absen, dan hal ini akan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, membangun budaya kerja dengan aktivitas olah raga dan pola makan sehat adalah sangat penting. Dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang hebat untuk bekerja secara produktif. Intinya, walaupun seseorang sangat cerdas dan pintar luar biasa, tetapi bila tubuhnya tidak sehat dan bugar, maka dia akan sering absen dan produktivitasnya rendah. Artinya, dia akan menjadi biaya tersembunyi yang menggrogoti kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang positif akan membangun kesejahteraan dalam semua dimensi kehidupan karyawan. Budaya kerja yang positif dimulai dari dukungan sumber daya manusia yang sehat fisik dan jiwa; didukung oleh sumber daya manusia yang bahagia berkolaborasi di dalam sistem dan proses kerja; didukung oleh sumber daya manusia yang suka berjuang dan tak pernah meneyrah untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu rendah hati dan melayani satu sama lain dengan tulus dan ikhlas; didukung oleh sumber daya manusia bermental optimis dan belajar dari kesalahan, tanpa menyalahkan orang lain; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu termotivasi untuk membantu rekan kerja, bawahan, dan atasan dengan sepenuh hati; didukung oleh sumber daya manusia yang bekerja dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi; didukung oleh sumber daya manusia yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat, rasa terima kasih, kepercayaan, integritas, dan cinta.

Budaya kerja yang produktif dibangun dari hubungan sosial di tempat kerja yang kompak dan solid. Setiap karyawan harus hadir sebagai energi positif, sebagai sumber kebaikan bagi kemajuan organisasi. Pikiran negatif, hati yang tidak bersih, emosi negatif, fisik yang tidak bugar dan tidak tenang, adalah pemicu stres di tempat kerja. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan kerja dengan prasangka buruk, dan hubungan sosial di tempat kerja akan semakin memburuk. Jelas, semua kondisi negatif yang dihasilkan dari pribadi karyawan selalu memberikan dampak buruk dalam mencapai kinerja terbaik. Hal ini juga, akan membuat kehidupan kerja yang tidak bahagia dan pasti juga tidak produktif.

Budaya kerja produktif membutuhkan daya tahan kolektif yang unggul. Masalah, persoalan, kesulitan, tantangan, resiko, dan cobaan berat, adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus menyiapkan mental pemenang yang tangguh dan siap menghadapi segala ketidakpastian di tempat kerja. Mindset haruslah menghindari pikiran dan emosi negatif saat situasi sulit hadir dan mengacaukan lingkungan kerja. Mental tangguh harus ditunjukkan oleh setiap karyawan agar perusahaan selalu terjaga dan terawat untuk peningkatan. Semua perjalanan yang sulit dan tidak pasti jangan melemahkan semangat, tetapi harus menjadi titik awal untuk kebangkitan dalam mencapai keberhasilan.

Setiap karyawan harus memiliki komitmen dan ikhlas mengorbankan diri demi kemajuan perusahaan. Kepentingan perusahaan haruslah diutamakan daripada kepentingan pribadi. Jangan bekerja dengan pikiran sempit yang hanya terfokus pada kepentingan kebutuhan dan harapan diri sendiri. Keberadaan sebuah perusahaan adalah untuk melayani banyak orang, miliki komitmen dan kesetiaan untuk melayani semua pelayanan yang sudah dijanjikan perusahaan kepada stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KESADARAN UNTUK BEKERJA LEBIH KERAS DAN LEBIH TERORGANISIR

MOTIVASI 29062016

“Pekerja keras adalah orang-orang produktif dan berkinerja tinggi yang selalu berdiri di puncak prestasi. Orang-orang malas adalah beban yang merugikan usaha dan moral kerja.”~Djajendra

Kesadaran adalah kualitas yang dapat dikelola untuk membangun karir yang lebih profesional. Kesadaran menjadikan Anda mudah membangun sukses karir, serta mampu berkarya tanpa terganggu oleh berbagai situasi dan ketidakpastian. Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir dapat menjadikan Anda andal, hebat, bertanggung jawab, profesional, dan dibutuhkan oleh banyak orang. Miliki etos untuk meningkatkan reputasi Anda di tempat kerja. Miliki cinta dan ketertarikan yang besar terhadap pekerjaan yang Anda lakukan. Bekerjalah lebih teliti dan lebih fokus agar Anda dapat menghasilkan yang terbaik.

Miliki rencana dan tetapkan tujuan dengan tegas, lalu miliki semangat dan kegigihan untuk mewujudkan rencana tersebut. Bekerjalah dengan rajin, ketelitian, kualitas, dan kecepatan untuk meningkatkan reputasi Anda. Bekerjalah tanpa penundaan dan fokuskan perhatian pada prioritas yang harus segera Anda tuntaskan. Hindari sikap malas, karena malas adalah energi negatif yang menjadikan Anda gagal meraih sukses. Tingkatkan disiplin diri, kontrol diri, tekad, kerja keras, mental pejuang, dan perilaku yang tak pernah menyerah untuk menghasilkan yang terbaik.

Ketika Anda ingin meraih karir yang kaya prestasi dan kinerja, maka Anda harus memiliki kesadaran untuk menjadi lebih rajin dan lebih menunjukkan etos yang produktif. Anda harus termotivasi untuk lebih disiplin, lebih berkualitas, lebih menunjukkan kemampuan dan keahlian, serta selalu rendah hati agar bisa terus-menerus menambah pengetahuan yang menjadikan Anda unggul.

Bekerjalah dengan terorganisir di dalam kolaborasi yang produktif. Tampilkan diri Anda sebagai pribadi yang optimis, rajin, teratur, bertujuan, dan fokus untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Jadilah pribadi yang melakukan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik, serta menampilkan etos kerja yang diandalkan oleh perusahaan. Bekerjalah dengan akal sehat, lebih teliti, lebih mempertimbangkan semua potensi resiko.

Bekerjalah sesuai prioritas, tangani satu per satu pekerjaan Anda dengan fokus yang tajam dan produktif. Jangan membiasakan diri membuang-buang waktu dan energi untuk rasa khawatir atau gangguan lainnya.

Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir akan menjadikan Anda sebagai kekuatan tim dan kekuatan struktur organisasi. Anda menjadi pribadi andal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anda juga harus mampu menampilkan perilaku yang tertib dan teliti, taat pada aturan dan etika, taat pada kepemimpinan, taat pada visi dan misi perusahaan, taat pada nilai-nilai perusahaan, menjadi lebih rajin dan lebih disiplin, lebih terorganisir di dalam hubungan kerja, lebih bertanggung jawab, tepat waktu, mampu berkomunikasi dengan positif, selalu bertindak dengan rencana terbaik, peduli untuk menuntaskan pekerjaan dengan tepat waktu dan berkualitas.

Biasakan untuk bekerja dengan tenang dan santai, tidak perlu berteriak-teriak dan terlihat sangat sibuk. Santai saja, tenang saja, nikmati proses kerja, dan tampil lebih produktif untuk memastikan tidak ada yang mustahil di dalam target Anda.

Saat menghadapi tantangan, fokuskan perhatian hanya pada satu tantangan pada satu waktu. Jangan pikirkan sekaligus semua tantangan tersebut, buat prioritas dan tuntaskan satu persatu dengan baik. Intinya, bila Anda tidak panik dan takut menghadapi tantangan, serta mampu menuntaskannya dengan prioritas. Maka, Anda terlihat lebih dewasa, lebih menguasai, lebih bijaksana, lebih produktif, serta cara kerja Anda akan dihormati oleh lawan dan kawan Anda.

Setiap saat miliki kesadaran untuk membangun perilaku yang menguntungkan masa depan Anda. Karir yang baik tidak hanya terjadi karena Anda pintar, tetapi juga oleh perilaku dan kebiasaan Anda yang disukai oleh orang lain. Oleh karena itu, biasakan untuk berperilaku positif secara teratur dan berulang-ulang, sehingga perilaku positif menjadi karakter Anda. Miliki empati untuk memahami kebutuhan orang lain dan mampukan diri Anda untuk berkomunikasi dengan siapapun. Sikap dan perilaku positif Anda adalah aset yang akan meningkatkan reputasi Anda.

Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir harus diikuti dengan rasa cinta pada pekerjaan. Bila Anda mencintai pekerjaan Anda, maka Anda bisa bekerja sesuai kemauan Anda. Anda akan termotivasi untuk menjadi lebih teliti, lebih berjuang, lebih tekun, dan selalu optimis untuk hasil terbaik.

“Penundaan dan kemalasan adalah perilaku yang mensabotase langkah Anda menuju sukses.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN DAN BUDAYA KERJA KERAS

MOTIVASI 29042016

“Pemimpin adalah teladan untuk budaya kerja keras. Bila pemimpinnya banyak alasan, tidak berani mengambil resiko, dan malas bekerja keras; maka, dia adalah pemimpin yang sedang melemahkan budaya kerja keras.”~Djajendra

Dalam budaya kerja keras, kualitas pemimpin menentukan apakah budaya kerja keras itu tumbuh atau tidak berkembang. Bila pemimpin sadar bahwa seorang pemimpin ditakdirkan untuk bekerja lebih keras seumur hidup; lebih mencurahkan perhatian dan perilaku produktif; lebih berani menerobos resiko dan memenangkan situasi; lebih siap untuk menderita; dan lebih siap untuk menaklukkan setiap rintangan dan hambatan dengan integritas yang tinggi. Maka, pemimpin tersebut menjadi energi untuk menumbuhkan budaya kerja keras.

Ketika pemimpin bekerja keras, dia akan melakukannya bersamaan dengan pemberdayaan individu dalam kerja keras. Energi dan semangat kerja keras pemimpin ditularkan kepada setiap individu yang bekerja dibawah koordinasinya. Sebagai pemimpin, dia menghormati kehebatan individu, sehingga setiap karyawan dimotivasi dan dikuatkan kompetensinya agar siap berkontribusi dalam kerja keras.

Budaya kerja keras adalah budaya yang berkoordinasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi secara profesional. Ide dan pendapat harus mengalir dan terkoordinasi secara baik, hal ini diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Setiap karyawan dan pemimpin adalah satu kekuatan yang tak terpisahkan. Setiap orang di dalam struktur organisasi adalah satu tubuh dengan satu visi yang jelas, untuk mengeksekusi rencana dan target. Dengan kata lain, semua orang di dalam organisasi bersikap dan bertindak di dalam koordinasi yang dipimpin dengan semangat gotong royong dalam menghasilkan yang terbaik.

Setiap individu di tempat kerja adalah kekuatan yang bisa mengungguli apapun yang ditargetkan. Prinsip-prinsip budaya kerja keras harus ditanamkan ke dalam mind set, dan dimotivasi agar menjadi perilaku kerja yang andal. Karyawan dan pemimpin harus bersama-sama dalam satu persepsi, keyakinan, visi, misi, nilai-nilai, dan budaya kerja keras. Tidak boleh ada yang melemahkan budaya kerja keras, semua orang harus berkomitmen dalam menjaga budaya kerja keras yang efektif dan produktif.

Dalam budaya kerja keras dibutuhkan kontribusi intelektual dan perilaku produktif dari individu. Selanjutnya, dari keunggulan individu dibangun sebuah budaya kerja keras yang kolektif; budaya kerja keras yang kolektif harus terlihat dalam kolaborasi kerja. Pendekatan individu sangat penting agar setiap orang merasakan sentuhan pemimpin dan merasa diperhatikan oleh manajemen. Jadi, walau di tempat kerja harus digunakan pendekatan kolektif atau team work, tetapi pendekatan individu akan menguatkan budaya kerja keras. Artinya, kombinasi yang baik dari pendekatan individu dan pendekatan kolektif dapat meningkatkan kinerja setiap orang.

Etos kerja yang tak kenal lelah; etos kerja yang tak pernah menyerah; etos kerja yang ikhlas berkorban untuk mendorong kinerja; etos kerja yang kaya integritas; etos kerja yang penuh disiplin dan semangat; etos kerja yang mengejar prestasi dan kinerja; etos kerja yang kreatif dan inovatif; etos kerja yang berjuang untuk menjaga prestasi terbaik; etos kerja yang rendah hati dan terus-menerus meningkatkan kompetensi; etos kerja yang memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan, adalah bagian dari budaya kerja keras. Intinya, budaya kerja keras harus dilengkapi etos kerja yang membuat budaya kerja keras tersebut unggul dan bersaing di pasar dunia yang bebas.

Dalam budaya kerja keras, setiap karyawan harus unggul dengan kompetensi inti. Ini adalah dasar untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik. Setelah kompetensi inti sudah berkualitas tinggi, selanjutnya setiap individu secara berkelanjutan dimotivasi untuk pengembangan kualitas soft skill diberbagai aspek dan dimensi individu. Nantinya, soft skill inilah yang menjadi inti dari budaya kerja keras tersebut.

Soft skill sangat menentukan budaya kerja keras. Sebab, budaya kerja keras tidak akan ada bila soft skill karyawan dan pimpinan lemah atau kurang. Jadi, untuk menciptakan budaya kerja keras dalam harmoni, loyalitas, integritas, dan akuntabilitas. Maka, perusahaan harus menyiapkan anggaran untuk penguatan soft skill karyawan secara berkelanjutan dan terus-menerus di sepanjang zaman. Siapapun yang meremehkan tentang pentingnya soft skill diberbagai dimensi individu akan kecewa dengan kinerja individunya.

Pemimpin harus mengkoordinasikan budaya kerja keras. Pemimpin harus menjadi teladan yang menghormati setiap potensi individu, untuk dimaksimalkan menjadi energi kolektif organisasi. Pemimpin harus menetapkan kebijakan yang menginternalisasikan nilai-nilai untuk mendukung budaya kerja keras. Pemimpin tidak boleh hanya menuntut, berharap, dan menunggu karyawan untuk bekerja keras. Tetapi, membangun budaya kerja keras dan menciptakan gaya manajemen yang berorientasi pada budaya kerja keras.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MANAJER MENGELOLA KINERJA DI SEMUA BIDANG PEKERJAANNYA

“Bisnis yang baik adalah yang dicari dan dihargai oleh pelanggan. Manajer yang andal adalah energi positif untuk bisnis yang baik.”~Djajendra

Manajer adalah orang yang bertanggung jawab pada manajemen orang, proyek, anggaran, sistem, budaya, konflik, prosedur, administrasi, bisnis, etika, dan kepemimpinan. Begitu banyak tugas dan tanggung jawab seorang manajer. Diperlukan energi, kesehatan, waktu, kompetensi, dan kecerdasan untuk mengelola semua tugas dan tanggung jawab tersebut supaya dapat menghasilkan kinerja terbaik.

Peran manajer sangat luas dan juga harus bisa fokus pada rincian operasional. Tantangan terberat manajer adalah tidak boleh terjebak di sebuah titik pekerjaan, dia harus taktis dan memiliki strategi yang tepat dalam mengelola semua bidang pekerjaannya dengan kinerja penuh.

Manajer harus mampu mengelola waktu dan energinya secara tepat dan benar. Mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal prioritas. Mampu menjalankan fungsi-fungsi pekerjaan secara kreatif dan cerdas.

Manajer harus cerdas memahami bisnis perusahaan sehingga semua fungsi, peran dan tanggung jawabnya mampu memberikan kontribusi yang besar untuk kesuksesan bisnis. Dalam hal ini, manajer haruslah menjadi seorang intrapreneurship sejati. Artinya, dia harus mampu memiliki mindset layaknya seorang wirausaha. Dia harus merasa bisnis perusahaan seperti miliknya sendiri, mampu bertanggung jawab penuh bersama kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan.

Pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam tentang bisnis perusahaan, akan memudahkan manajer untuk membuat keputusan dengan intuisi dan logika. Keputusan logika selalu berdasarkan realitas dan perhitungan yang matang, sedangkan keputusan intuitif selalu berdasarkan gerak hati oleh pengalaman. Biasanya, keputusan intuitif ada unsur spekulasinya, sebab tidak dengan perhitungan yang pasti, lebih oleh perasaan dan keyakinan atas dorongan kepercayaan diri yang tinggi. Intuisi hanya boleh digunakan ketika manajer sudah sangat berpengalaman dan menguasai seluk-beluk bisnis secara utuh.

Bisnis yang baik adalah yang dicari dan dihargai oleh pelanggan. Manajer yang andal adalah energi positif untuk bisnis yang baik. Dalam hal ini, manajer harus memiliki nilai-nilai bisnis yang dihormati dan dihargai oleh pelanggan. Manajer harus mampu menghasilkan dan memasarkan jasa atau produk sesuai harapan pelanggan. Intinya, jasa dan produk perusahaan harus tampil untuk mempesona dan menjadi sesuatu yang dihargai di sepanjang jaman.

Memahami dan mengerti karyawan, kolega dan atasan. Dalam perusahaan, soliditas dan kolaborasi merupakan inti kekuatan. Seorang manajer hanya menjalankan salah satu fungsi organisasi, tetapi dia sangat tergantung dan memerlukan dukungan dari manajer-manajer lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sikap rendah hati untuk mengenal manajer-manajer lain secara individu. Memahami kekuatan dan kelemahan dari masing-masing manajer. Memahami cara berkomunikasi dan bekerja sama dengan masing-masing manajer. Mampu mengenal kualitas, kompetensi dan keandalan dari masing-masing karyawan pendukung. Mampu memotivasi dan mengarahkan karyawan untuk menjadi lebih produktif dan berkinerja.

Seorang manajer harus tumbuh dan berkembang dari akuntabilitas. Semangat bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan hasil sesuai misi dan tujuan. Manajer yang andal berorientasi pada kinerja terbaik, dan mampu melakukan hal-hal yang tepat dan benar di setiap situasi.

Selalu sadar dan terjaga di setiap keadaan. Mampu dengan cerdas memperhitungkan risiko dan menjadi lebih produktif dalam tindakan. Memahami visi besar perusahaan dan gambaran besar dari tujuan yang sedang dikerjakan. Menjadi seorang kolaborator yang kreatif dalam dinamika organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

“Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik.”~Djajendra

Kolaborasi adalah dasar untuk mengeksekusi sebuah proyek dengan tepat. Kolaborasi berarti semua orang bersatupadu di dalam kerja sama yang terikat untuk mencapai tujuan. Tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, kolaborasi mampu mengatasi konflik, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok, serta mampu mengatasi ego individu dan ego sektoral. Kolaborasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian dan mengurangi potensi kegagalan.

Organisasi bisnis memiliki berbagai fungsi dan peran yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi. Walaupun setiap fungsi dan peran memiliki perbedaan orientasi pekerjaan, tetapi harus menyatu melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan inti bisnis. Setiap perbedaan harus menyatu dan mengalir dengan sempurna di dalam aliran kolaborasi.

Kolaborasi meningkatkan kecepatan, mengoptimalkan kapasitas dan memperbanyak peluang. Ketika orang-orang sudah mengalir sempurna di dalam kolaborasi, mereka menjadi pabrik penghasil ide-ide terbaik yang dapat diimplementasikan dengan sempurna. Tidak akan muncul kesulitan saat semua orang bersatupadu secara ikhlas di dalam aliran kolaborasi yang produktif.

Dalam aliran kolaborasi; semua bakat, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan energi positif menyatu untuk menghasilkan kinerja. Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik. Semua masalah dan tantangan selalu dapat dituntaskan di tempat munculnya masalah tersebut, sehingga semua rintangan dan tantangan dapat dimatikan sejak dia masih kecil.

Kolaborasi membuat organisasi bergerak dengan cepat, efektif, lincah, produktif, kreatif dan selalu berbagi di dalam kerjasama yang solid. Kolaborasi menjadikan setiap individu dan tim sebagai mitra berharga yang saling membantu dengan ikhlas untuk mencapai tujuan.

Karena kolaborasi menyatukan semua energi organisasi untuk fokus pada tujuan dan kepentingan organisasi, maka semua orang harus mendapatkan kejelasan dan kepastian. Tidak boleh ada kebingungan di dalam kolaborasi, semua orang harus tahu dan sadar tentang pentingnya hubungan kerja dengan etos yang menjadikan semua orang cepat dan produktif.

Kolaborasi harus diikuti dengan tanggung jawab penuh. Setiap bantuan, kontribusi, informasi, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan aliran kerja harus di dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mengurangi konflik, dan juga mengurangi ketergantungan.

Bisnis membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Bisnis membutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk meraih keuntungan. Bisnis membutuhkan momen yang paling tepat untuk mengeksekusi strategi. Bisnis yang hebat selalu memiliki tindakan yang membuat pesaing tidak berkutik. Oleh karena itu, kolaborasi harus menjadi kekuatan yang memastikan keberhasilan dari semua ketidakpastian di dalam organisasi. Setiap kolaborator harus cerdas mengidentifikasi semua potensi risiko dan menyiapkan energi bersama untuk mengambil langkah-langkah tepat bagi pencapaian terbaik.

Kolaborasi berarti secara struktural dan interpersonal harus berada dalam frekuensi yang sama, sehingga jarak organisasi dan jarak relasional sangat dekat, serta menyatu di dalam soliditas bersama yang produktif.

Para kolaborataor yang cerdas selalu siap berkeringat untuk sukses yang lebih baik daripada menangis selama kegagalan. Menyatukan dan mengalirkan proses bisnis dengan sempurna, serta mengatasi hambatan dan perbedaan untuk sebuah hasil akhir terbaik.

Tujuan utama kolaborasi adalah menguatkan keyakinan dan meminimalkan keraguan. Kolaborator terbaik selalu sadar untuk menyatukan jiwanya di dalam misi organisasi. Mereka menyiapkan dirinya untuk bisa hidup bahagia di dalam satu visi dan satu budaya. Mereka membangun strategi bersama untuk mencapai hasil akhir dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatu ke dalam kelompok berenergi positif dan mengalir dengan produktif di setiap batas wilayah proses kerja. Mereka menjadi kekuatan yang mempercepat aliran bisnis dan membersihkan semua penyumbat dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR -TIM KERJA BERGERAK CEPAT DAN PRODUKTIF

“Bekerja dengan sepenuh hati dengan memfokuskan energi dan waktu pada momen sekarang.” ~Djajendra

Sekarang ini jaman serba cepat, setiap pekerjaan tidak boleh ditunda-tunda, harus segera dieksekusi dan dikoordinasikan dengan produktif. Setiap orang harus bekerja sekarang dengan sepenuh hati, memfokuskan energi dan waktu pada momen sekarang, lalu memberikan perhatian penuh dan detail terhadap apapun yang dikerjakan. Bukan lagi jamannya untuk menunda atau terlalu banyak wacana dan diskusi. Bertindak segera dan tunjukkan hasilnya dengan segera, itulah yang harus ditunjukkan pada jaman ini bila ingin mendapatkan sukses.

Pemimpin yang cerdas adalah seorang koordinator yang andal atas kolaborasi kerja. Pemimpin harus membuat semua orang di dalam organisasi berorientasi tim, membangun budaya tim dan melekatkan akuntabilitas dimental setiap individu. Pemimpin harus mengembangkan budaya kerja tim, yang membuat setiap individu terhubung secara alami satu sama lain, serta menyatukan setiap individu di dalam tim kerja yang penuh gairah dan empati.

Budaya organisasi yang berorientasi tim merupakan syarat agar setiap individu bergerak secara alami di dalam kolaborasi kerja. Setiap orang di dalam organisasi harus bermitra satu sama lain dan menjadi kolaborator yang andal. Kecepatan kerja dan kontribusi yang tepat merupakan sesuatu yang  penting di dalam kolaborasi. Setiap orang harus memiliki energi, waktu, daya tahan dan fleksibilitas dalam menyelesaikan pekerjaan dengan produktif.

Ketika realitas bisnis tidak begitu stabil. Maka, pemimpin harus membangun budaya organisasi yang kuat agar setiap karyawan dan pimpinan bisa menciptakan stabilitas di dalam organisasi, sehingga semua realitas yang tidak stabil tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kreatif dan tenang, oleh orang-orang berenergi stabil dan penuh percaya diri.

Bila mental dan semangat kerja menjadi stabil, maka segala kerumitan yang dihasilkan dari luar organisasi dapat diatasi dengan produktif. Stabilitas di internal organisasi dapat meningkatkan fokus untuk menyelesaikan segala sesuatu secara tepat waktu. Di samping itu, stabilitas menciptakan ketenangan dan rasa percaya diri yang tinggi, sehingga tim kerja dapat bergerak cepat untuk menangani isu-isu yang bergerak cepat di dalam ketidakstabilan bisnis atau realitas praktis.

Dalam kolaborasi, setiap orang harus disiapkan atau dilatih untuk meningkatkan rasa keingintahuan untuk memahami kebutuhan orang lain di dalam organisasi. Semua orang harus dilatih agar mampu menambahkan sesuatu yang kurang dari orang lain. Setiap orang harus dilatih agar menciptakan energi positifnya sendiri untuk meningkatkan semangat, gairah, motivasi, antusiasme, daya tahan, usaha dan energi untuk mewujudkan dengan penuh kualitas.

Budaya organisasi yang kuat menciptakan model perilaku tim yang terhubung secara alami. Mereka tidak dibatasi oleh hirarki ataupun batas kekuasaan, mereka berakar di dalam satu visi dan satu budaya, sehingga mampu menjadi satu tubuh yang kuat dan andal. Tim di dalam budaya organisasi yang kuat mampu bergerak efektif dan menampilkan antusiasme yang mendalam untuk hubungan kerja yang baik. Saling mengajukan pertanyaan, saling mendengarkan, saling membantu, saling menanggapi, saling peduli, adalah perilaku yang terlihat sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERCEPAT EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN

MOTIVASI“Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata.”~Djajendra

Eksekusi bisnis berada di wilayah nyata, di wilayah tindakan. Di sini, diperlukan etos dan strategi yang tepat. Sering sekali para pemimpin begitu cerdas dalam menyusun strategi, tetapi pusing tujuh keliling saat berada di wilayah eksekusi atau tindakan. Strategi itu sendiri masih berada di wilayah pikiran, jadi belum menjadi sebuah gerak atau tindakan yang melibatkan banyak orang.

Siapkan fondasi yang kuat sebelum terjun ketindakan atau eksekusi. Fondasi atau dasar yang kuat dapat dihasilkan dari budaya organisasi yang kuat. Saat budaya organisasi kuat, setiap orang akan memiliki orientasi yang sama terhadap visi dan misi perusahaan. Orientasi yang sama adalah kekuatan yang mengarahkan dan menggerakan semua energi manusia untuk mewujudkan strategi menjadi nyata.

Harapan yang tinggi hanya dapat terwujud saat orientasi yang sama menjadi solid dan bergerak di dalam tindakan. Sebuah eksekusi bisnis harus melalui proses, biasanya dibutuhkan kekuatan dan waktu untuk menempu perjalanan proses. Bila fondasi budaya organisasi kuat, maka setiap orang di dalam perusahaan akan memiliki kekuatan untuk menempuh perjalanan penuh risiko dalam mewujudkan strategi menjadi eksekusi yang berkinerja tinggi.

Mempercepat eksekusi bisnis berarti di sini berbicara tentang hubungan antar manusia, hubungan yang diharapkan mengalir sempurna dalam kolaborasi kerja. Persoalannya, secara alami hubungan antar manusia itu tidak bisa absolut atau pasti, sangat banyak variable yang dapat menciptakan perbedaan persepsi, sehingga hubungan kolaborasi kerja bisa terganggu. Bila hubungan kolaborasi kerja terganggu akan berdampak pada melambatnya eksekusi. Perlu dipahami bahwa dalam hubungan antar manusia, orang melakukan apa yang mereka mau lakukan, bukan apa yang diharapkan mereka lakukan.

Mengelola hubungan antar manusia adalah persoalan realitas bukan konsep atau strategi. Sehebat apapun konsep dan strategi untuk menciptakan hubungan antar manusia yang andal dan hebat, itu semua masih di wilayah ilusi bukan wilayah nyata. Jadi, hubungan antar manusia harus diurus setiap detik, setiap menit dan setiap hari. Tidak bisa sebuah hubungan baik bersifat selamanya atau absolut. Hubungan manusia tidak abadi, sangat pragmatis dan ditentukan oleh berbagai kepentingan yang bersumber dari semua bidang kehidupan yang luas.

Ketika ilusi atau strategi Anda gagal untuk mengeksekusi sesuai harapan, maka itu berarti Anda melihat realitas. Berterima kasihlah dan belajarlah dari realitas tersebut. Jangan menyalahkan siapapun atau apapun. Menghukum orang lain tidak akan membuat Anda lebih cerdas dan kreatif. Menerima realitas akan membuat Anda mampu melakukan transformasi untuk hasil yang lebih baik.

Kreativitas dan inovasi adalah kecerdasan yang muncul karena ilusi kita gagal. Oleh karena itu, bila eksekusi bisnis Anda tidak menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan seperti yang Anda harapkan, maka lihatlah peluang yang tersembunyi di dalamnya. Jangan berikan energi dan waktu untuk hal-hal yang menambah stres dan rasa kecewa, fokuskan semua energi dan waktu untuk menguatkan kreativitas dan inovasi agar Anda segera menemukan jalan atau cara yang tepat, untuk melakukan eksekusi yang menguntungkan.

Ingat! Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, dan belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata. Mempercepat hasil bisnis berarti setiap individu harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas ke level yang optimal. Semua orang harus bekerja dengan sadar di dunia nyata dengan membangun proses kerja yang efisien dan produktif.

Tidak boleh ada kesenjangan antara strategi dan eksekusi. Walau keduanya berbeda dunia, tetapi memiliki ikatan batin yang kuat. Oleh karena itu, strategi harus mengarah pada tindakan yang meningkatkan pertumbuhan, efisiensi, produktivitas, dan keuntungan. Eksekusi harus selalu berupaya menjadikan strategi sebagai kekuatan yang membantu mewujudkan hasil akhir terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MUNGKINKAH MENJUJURKAN DAN MEMPRODUKTIFKAN ORANG DENGAN GAJI BESAR ?

DJAJENDRA 16 07 2014 - 1“Sebesar apapun gaji yang di terima oleh karakter tidak jujur, dia tetap akan mencari cara untuk berlaku tidak jujur.”~Djajendra

Apakah seseorang menjadi jujur dan produktif setelah menerima gaji dan fasilitas yang besar? Jawabannya: sebagian orang percaya bahwa gaji yang besar dapat meningkatkan kejujuran, kinerja, produktivitas, dan semangat kerja. Mereka percaya bahwa gaji yang besar dapat meningkatkan kemampuan untuk mencapai kinerja terbaik. Tetapi, banyak juga yang percaya bahwa gaji yang besar tidak meningkatkan kejujuran dan semangat kerja. Dalam hal ini, mereka percaya bahwa kebutuhan manusia selalu menyesuaikan dengan penghasilan. Apalagi, kebanyakan orang cendrung suka dengan gaya hidup di atas penghasilannya. Sehingga, berapa pun gaji dinaikkan, bila mental orang tersebut tidak bersyukur, maka dia tetap akan merasa kurang dengan gaji besar yang diterima. Intinya, gaji yang besar tidak menjadi jaminan bahwa seseorang akan menjadi jujur dan berkinerja hebat.

Gaji merupakan salah satu komponen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia selalu memiliki keinginan dan kebutuhan yang lebih. Manusia selalu ingin terlihat lebih sukses dan lebih kaya dari yang lain. Manusia ingin lebih berkuasa dan lebih dihormati di dalam kehidupan sosial dan kehidupan keluarga mereka. Uang memiliki kekuatan untuk memenuhi semua kebutuhan duniawi manusia. Intinya, uang adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Oleh karena itu, bila karakter jujur dan budaya jujur tidak dikuatkan di dalam organisasi, maka mereka akan melihat peluang untuk memperbanyak penghasilan di luar gaji mereka. Mereka dengan bahagia akan memanfaatkan peluang yang ada, untuk lebih memperkaya dirinya dari potensi di luar gaji.

Usia kenaikan gaji paling lama sekitar tiga bulan, setelahnya kenaikan gaji tersebut akan menyesuaikan dengan kebutuhan hidup yang baru. Bila kenaikan gaji tesebut sudah menemukan kebutuhan dan keinginan hidup yang baru, maka kembali karyawan akan merasa kurang besar dengan gaji besar yang sudah diterima. Orang jujur adalah produk budaya dan karakter. Tidak ada hubungannya jujur dan gaji besar. Seberapa besar pun gaji yang diterima oleh karakter tidak jujur, dia tetap akan mencari cara untuk berlaku tidak jujur, dan tidak mungkin menjadikan dia jujur. Jangan pernah berharap jujur dari budaya dan karakter yang tidak jujur. Kejujuran bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan gaji yang besar. Kejujuran adalah produk budaya dan karakter moral yang kaya integritas dan akuntabilitas.

Manajemen yang profesional selalu sadar bahwa budaya organisasi yang kuat, akan menciptakan karakter kerja yang andal dan berkualitas. Peningkatan gaji karyawan harus diikuti dengan peningkatan kemampuan integritas, akuntabilitas, karakter moral yang jujur, dan rasa percaya diri untuk mencapai kinerja terbaik. Dan semua itu hanya dapat dikembangkan dan dikuatkan melalui budaya organisasi yang andal dan kuat.

Gaji merupakan salah satu komponen penting dalam pemberdayaan manusia. Perlu diingat kembali bahwa gaji merupakan komponen untuk pemberdayaan, untuk peningkatan semangat kerja, tetapi bukan untuk menjujurkan ataupun untuk menjadikan seseorang itu andal dan hebat dalam berkinerja. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk mengeluarkan karyawan dari zona lama, dari zona nyaman mereka. Peningkatan prestasi dan kinerja membutuhkan karakter kerja yang siap mengambil risiko dan bergerak lincah di luar zona kenyamanan mereka. Selama karyawan masih di zona lama, dan masih hidup dalam budaya lama yang tidak efektif. Maka, selama itu, berapapun besaran kenaikan gaji, tidak akan memberikan dampak positif untuk peningkatan kinerja perusahaan.

Kinerja dan prestasi besar dapat diraih bila karyawan berpengalaman dan sangat berkomitmen di dalam sistem, proses, dan budaya kerja yang kaya integritas dan akuntabilitas. Di samping itu, karakter kerja karyawan harus mampu menjalankan target perusahaan dengan berkualitas, berempati, berintegritas, ikhlas, jujur, penuh hormat, saling percaya, bekerja sama, dan saling peduli. Dalam hal ini, pemimpin harus menunjukkan keteladanan, serta mampu menciptakan budaya kerja yang dipercaya dan diyakini bersama oleh seluruh tingkatan sumber daya manusia di dalam kekuatan integritas dan akuntabilitas.

Berharap kejujuran dari kenaikan gaji adalah kesalahan besar. Untuk mendapatkan orang-orang jujur diperlukan pengembangan karakter moral yang kaya integritas. Diperlukan sistem, budaya, dan proses kerja yang terawasi dan terkendali secara profesional.  Untuk mendapatkan kejujuran diperlukan pembinaan mental dan karakter secara terus-menerus dan berkelanjutan. Kejujuran, akuntabilitas, dan integritas tidak dapat dihasilkan dengan sekedar mempercayai. Diperlukan sistem pengawasan internal dan eksternal yang jelas dan terang. Diperlukan budaya organisasi yang menciptakan rumah kaca, untuk dapat mengawasi setiap orang dengan sangat detail dan teliti.

Menyediakan lingkungan kerja yang jujur dan saling percaya. Hubungan bisnis itu dinamis dan membutuhkan solusi yang tepat. Semakin meninggi tingkat kepercayaan, semakin meningkat pencapaian kinerja. Rasa percaya akan menciptakan ruang bisnis yang saling menghormati, dan membuat semua orang dapat menciptakan kebiasaan-kebiasaan positif. Kebiasaan-kebiasaan positif yang konsisten dapat meningkatkan fungsi dan peran kerja untuk mencapai target dan kinerja.

Mungkinkah menjujurkan dan memproduktifkan orang dengan gaji besar ? Kejujuran bukanlah sesuatu yang sifatnya pragmatis. Kejujuran adalah sesuatu yang idealis. Sesuatu yang idealis hanya dapat dikembangkan dengan budaya dan karakter yang menguatkan idealisme tersebut. Oleh karena itu, harus ada upaya penguatan sistem, proses, budaya organisasi, dan karakter kerja karyawan. Kehidupan kolektif di tempat kerja harus berbudaya jujur dan kaya kinerja. Dan, setiap individu mampu menjadi energi positif yang mendukung kejujuran dan integritas. Sebagai individu, mereka harus mampu mengendalikan diri untuk tidak memanfaatkan semua peluang penghasilan di luar gaji. Mereka harus terlatih menahan diri dan bertanggung jawab, untuk tidak memanfaatkan peluang penghasilan oleh hubungan mereka dengan stakeholders.

Gaji yang besar mampu menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi tidak menjamin untuk menutupi keinginan dan ambisi pribadi. Kenaikan gaji adalah sesuatu yang mulia, dan sifatnya membangun kekuatan kehidupan ekonomi karyawan. Tetapi, alasan kenaikan gaji untuk menjadikan karyawan lebih jujur dan lebih berkinerja, adalah alasan yang akan mengecewakan organisasi. Manusia bersih dilahirkan oleh budaya dan karakter yang bersih, etis, jujur, serta yang tidak menyembunyikan sesuatu di luar sistem, proses, dan budaya organisasi. Kejujuran dan kehormatan bukanlah produk uang, tetapi merupakan produk hati nurani yang memiliki pemahaman dan panduan yang jelas.

Budaya kuat dan karakter kerja berintegritas akan menavigasi proses kerja menuju kejujuran. Orang-orang jujur adalah mereka yang mematuhi etika bisnis dan memiliki hati nurani, untuk bersikap adil dan profesional. Mereka bekerja dengan potensi penuh, dan mampu berfungsi sesuai harapan organisasi. Mereka selalu melayani stakeholders dengan percaya diri dan tanpa pamrih. Bagi mereka, gaji besar yang diterima merupakan satu-satunya sumber penghasilan. Mereka tidak akan memanfaatkan jabatan, fungsi, peran, dan kekuasaan yang dimiliki untuk menemukan potensi penghasilan di luar gaji.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

“Prioritas yang fokus pada kualitas dan pencapaian segera, akan memudahkan setiap orang yang berkompetensi tinggi, untuk menghasilkan kecemerlangan dalam apa yang dikerjakan dan dilakukan.”~Djajendra

Seseorang yang fokus dan cerdas mengelola prioritas mampu mewujudkan pekerjaannya dengan sempurna. Setiap orang berhak memiliki keinginan dan mimpi yang sangat besar. Apapun kebaikan boleh diinginkan dan diimpikan. Apapun kebaikan boleh dibuat tujuan dan rencananya. Semakin banyak yang ingin dikerjakan, semakin harus sadar untuk mengelola prioritas dengan profesional. Catatlah semua yang ingin dikerjakan atau yang harus dikerjakan. Buatlah jadwal dan prioritas untuk masing-masing item yang harus dikerjakan. Siapkan waktu, energi, semangat, motivasi, daya tahan fisik, mental, kejernihan pikiran, serta kemampuan untuk mengalir dan menerima realitas di sepanjang proses.

Sebuah proyek yang sedang dikerjakan wajib memiliki prioritas. Jika tidak ada prioritasnya, maka para pekerja mudah panik dan menjadi tidak fokus. Akibatnya, produktivitas dan kinerja proyek tersebut menjadi rendah. Apalagi, proses sebuah pekerjaan berlangsung sedikit demi sedikit, bertahap, dan di setiap titik proses berpotensi muncul tantangan, risiko, atau hal-hal di luar rencana. Oleh karena itu, sejak awal, sebuah proyek besar harus dibagi dalam potongan-potongan kecil, dengan fokus yang sangat tajam, untuk menuntaskan setiap potongan kecil proyek tersebut dengan berkualitas.

Potongan-potongan kecil yang terfokus lebih mudah untuk dituntaskan. Sesuatu yang terprioritas dengan jelas menciptakan rasa gembira dan memotivasi untuk segera diselesaikan. Tujuan sebesar apapun dapat dituntaskan melalui kesempurnaan dari penuntasan bagian-bagian kecil dari tujuan tersebut. Sebuah pencapaian besar dihasilkan dari kesempurnaan pencapaian yang terkecil.

Hasil akhir yang berkualitas dihasilkan dari sebuah sistem yang baik. Sistem yang baik memudahkan orang untuk fokus pada yang paling penting. Sistem yang baik memudahkan orang-orang untuk mengatur strategi, taktik, dan kekuatan dalam mencapai kinerja terbaik. Sistem yang baik memudahkan pekerja untuk mengalir dalam proses kerja, dan mudah menetapkan prioritas terpenting dalam semua dimensi, yang direncanakan untuk segera dituntaskan.

Visi besar harus dijadikan kenyataan. Kekuatan kerja harus memahami dan mengetahui apa yang diinginkan, dan apa yang harus diprioritaskan. Kekuatan kerja harus memiliki kompetensi, alat bantu, kualitas, semangat, dan siap beradaptasi dengan perubahan dan realitas apapun. Kekuatan kerja harus memiliki fokus yang sangat tajam, sangat detail, mampu menyatukan keinginan di dalam kompetensi untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbesar. Intinya, semua pekerjaan besar dapat dituntaskan dengan penuh kualitas dan kinerja terbaik, tidak ada yang tidak mungkin bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan rendah hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBIASAKAN YANG BAIK DI TEMPAT KERJA

“Di luar zona nyaman banyak peluang, banyak keajaiban. Di luar zona nyaman; Anda pasti merasa tidak nyaman, gelisah, takut, cemas. Tetapi, itu semua akan memaksa Anda untuk lebih kreatif, lebih cerdas, lebih disiplin, lebih tekun, lebih percaya diri, lebih fokus mencapai prestasi dan kinerja.”~Djajendra

Menjadi lebih produktif. Menjadi lebih terhubung. Menjadi lebih berkinerja. Kehidupan kerja membutuhkan orang-orang dengan kebiasaan kerja yang kaya kinerja.

Tidak peduli sepintar apa Anda, setinggi apa nilai-nilai akademis Anda. Anda hanya dianggap hebat, saat Anda menjadi produktif, terhubung, bertindak, berkinerja, dan menuntaskan pekerjaan sesuai waktu dan komitmen.

Setiap orang di tempat kerja merupakan bagian dari salah satu yang lain. Setiap orang di tempat kerja tidak boleh bekerja dengan maunya diri sendiri, tetapi bekerja sesuai budaya organisasi yang berorientasi soliditas dan kolaborasi. Setiap orang di tempat kerja harus mampu mengembangkan kebiasaan positif, untuk bisa memberikan kontribusi dan pelayanan bagi keberhasilan organisasi.

Kebiasaan yang baik dimulai dengan sifat, sikap, perilaku, karakter, dan kepribadian yang rendah hati, menerima budaya organisasi, mengalir bersama budaya organisasi, dan menjadi produktif bersama budaya kerja.

Perilaku kerja yang baik memprioritaskan apa-apa yang harus diselesaikan dalam delapan jam kerja. Intinya, jam kerja betul-betul difokuskan, untuk mencapai hal-hal yang paling penting, sehingga tidak ada pemborosan yang menjadikan Anda tidak produktif.

Musuh kolaborasi adalah keegoisan. Membiarkan sikap egois di tempat kerja, sama saja dengan membiarkan kolaborasi tidak berfungsi. Padahal, tanpa kolaborasi yang efektif, tidak mungkin semua orang bersatupadu dalam soliditas kerja. Dalam realitas, orang-orang pintar dikalahkan oleh keegoisan diri mereka sendiri, sehingga mereka menjadi tidak berharga di tempat kerja.

Kebiasaan-kebiasaan baik harus dengan rajin dikembangkan. Perilaku-perilaku kerja yang hebat harus terus-menerus diberdayakan. Organisasi yang hebat tercipta dari kebiasaan dan perilaku yang hebat. Tanpa kebiasaan dan perilaku yang hebat, organisasi tidak akan tumbuh menjadi yang berharga bagi stakeholdernya.

Kegagalan kerja selalu disebabkan oleh perilaku yang mengabaikan sistem, aturan, etika, dan hubungan baik. Sikap kerja yang kurang profesional, dan perilaku kerja yang saling menjatuhkan, akan menjadikan orang-orang marah, dan tidak berkinerja. Lingkungan kerja yang penuh marah, hanya akan menghadirkan energi negatif, untuk merusak produktivitas dan kinerja.

Ikhlas untuk menjadi terorganisir. Kehidupan kerja adalah kehidupan yang terorganisir. Apapun sifat, sikap, perilaku, karakter, keyakinan, dan kepribadian Anda; Anda harus ikhlas terorganisir di tempat kerja. Kehidupan kerja adalah kehidupan tim, kehidupan kerja sama, kehidupan kolaborasi. Di sini, tidak ada kata ‘saya’, tapi ‘kami’. Kehidupan kerja adalah ‘kami’, bukan ‘saya’ atau ‘kita’. Jadi, setiap orang harus terbiasa, atau membiasakan dirinya terorganisir, dan menjadi bagian dari yang lain.

Sikap rendah hati dan rasa ingin belajar, adalah cara untuk tumbuh. Jangan pernah merasa tahu semua, atau tahu banyak hal. Tetaplah rendah hati, dan dengarkan orang lain dengan penuh perhatian. Semakin tinggi kemampuan Anda untuk mendengarkan pendapat orang lain, semakin cepat Anda tumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih profesional.

Zona nyaman itu membahayakan kemajuan. Semakin Anda terobsesi untuk mendapatkan realitas kerja yang nyaman, semakin Anda akan terjebak dalam proses kemunduran, dan sulit menemukan jalan untuk kemajuan. Jadilah pribadi yang selalu memaksakan diri untuk bekerja di luar zona kenyamanan. Anda yang terbiasa di luar zona nyaman, sangat mudah untuk menciptakan rekor-rekor pencapaian kinerja terbaik. Anda yang di luar zona kenyamanan berpotensi memaksimalkan potensi Anda. Anda yang bekerja di luar zona nyaman berpotensi mendapatkan keajaiban, dan hasil-hasil yang luar biasa. Jadi, biarlah hati sedikit tidak nyaman, sedikit gelisah, sedikit takut, sedikit cemas. Tetapi, itu semua membuat Anda lebih kreatif, lebih fokus untuk mencapai prestasi dan kinerja.

Membiasakan yang baik di tempat kerja. Semua kebiasaan-kebiasaan yang baik, akan menciptakan keindahan, menciptakan kebahagiaan. Temukan nilai-nilai terbaik untuk menjadi sahabat kerja Anda. Jaga dan rawat kebiasaan baik yang menjadikan Anda produktif, berkinerja, berprestasi, dan penuh persahabatan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN EGO SEKTORAL DENGAN KECERDASAN SOSIAL

DJAJENDRA 09 2014“Fungsi dan divisi di tempat kerja adalah alat untuk mencapai tujuan. Bila alat ini dijaga dengan ego dan kepentingan yang sempit, maka alat ini sulit berfungsi untuk mencapai tujuan.”~Djajendra

Tidak mungkin sebuah visi dikerjakan sendiri; diperlukan kerja sama dan koordinasi yang cerdas melintasi perbedaan, keragaman, fungsi dan sektor. Jadi, diperlukan orang-orang yang cerdas sosial, supaya sebuah visi dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat.

Orang-orang yang cerdas sosial sangat mudah berkomunikasi dan berinteraksi secara proaktif. Bila kecerdasan sosial sumber daya manusia rendah, mereka akan bekerja sendiri-sendiri, tidak mampu bersatupadu di dalam soliditas bersama. Sebaliknya, bila sumber daya manusia cerdas sosial, maka soliditas dan kolaborasi kerja akan menjadi budaya kerja, yang merangkul lintas sektoral dan lintas divisi di dalam satu visi.

Sepintar apapun seseorang; sehebat apapun seseorang; setinggi apapun pendidikan seseorang; sejenius apapun konsep dan pemikiran seseorang. Tetapi, bila dia tidak cerdas sosial, dia akan menjadi energi perusak soliditas organisasi.

Orang-orang yang tidak cerdas sosial hanya mampu bekerja sendiri. Walaupun mereka sangat cerdas dan sangat berbakat, mereka tetap sulit menyatu di dalam proses kerja. Dampaknya, mereka berpotensi membawa nilai dan benih konflik ke dalam proses kerja, sehingga kinerja terbaik akan sulit untuk diwujudkan.

Dunia kerja adalah dunia kerja sama. Manajemen berfungsi untuk mengelola semua sektoral, agar saling berkolaborasi dan berkoordinasi secara efektif dan produktif. Tidak ada kerja sendiri di dalam dunia kerja. Semua orang yang bekerja merupakan bagian dari pekerjaan yang lain. Dunia kerja adalah dunia yang saling menguatkan satu sama lain, yang saling mengkontribusikan kompetensi dan kemampuan, untuk sebuah pencapaian sesuai target.

Di dalam organisasi, tidak ada sebuah tujuan yang bisa dikerjakan sendiri. Bakat, profesionalisme, kecerdasan, dan potensi yang hebat; akan sia-sia bila tidak mampu bekerja sama.

Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan koordinasi. Sangat banyak fungsi dan divisi di dalam sebuah organisasi. Semua fungsi dan divisi tidaklah boleh berdiri di atas ego dan kepentingan masing-masing. Semuanya harus tunduk kepada visi, harus berkolaborasi dan berkoordinasi di dalam misi.

Seseorang yang cerdas sosial sangat mudah terlibat dalam tugas-tugas rutin yang membutuhkan kebersamaan. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan ide-ide baru, dan mudah menerima solusi dari siapapun atau manapun. Mereka menguasai seni percakapan dan seni mendengarkan, dan sangat mudah mengintegrasikan dirinya dengan kelompok kerja.

Seseorang yang cerdas sosial tidak akan menjaga jarak, ataupun menjadi penyebab konflik. Dia adalah pribadi yang penuh empati dan kaya toleransi. Dia selalu membangun jembatan komunikasi yang positif, serta selalu merobohkan tembok penghalang di dalam organisasi dan proses kerja. Dia adalah orang yang selalu menghubungkan hati, emosi, pikiran, dan etos; dari setiap insan organisasi untuk bersatupadu di dalam soliditas bersama.

Seseorang yang tidak cerdas sosial biasanya sulit mempercayai kemampuan orang lain; menganggap dirinya yang paling pintar dan suka meremehkan orang lain; sangat sensitif, miskin toleransi, miskin jiwa besar, dan miskin empati; dia merupakan komunikator yang buruk, sehingga pilihan kata-kata dan ucapannya selalu menjauhkan hubungan baik; walaupun dia berbakat, berpendidikan tinggi, cerdas, kreatif, dan berpotensi, tetapi sulit menjadi andal di tempat kerja; dia selalu terjebak di dalam egonya, dan sulit memahami pentingnya sebuah kebersamaan di tempat kerja.

Orang-orang cerdas sosial biasanya cerdas emosional. Mereka mudah menyatu dan berkontribusi secara lintas sektoral. Emosi yang cerdas mampu menghilangkan ego dan kepentingan sempit. Mereka selalu bersinar dan menjadi aset yang diandalkan oleh organisasi. Mereka merupakan energi positif yang mampu menggerakan sebuah pekerjaan secara kreatif dan kolaboratif. Mereka mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan. Mereka tidak terbatas oleh waktu dan ruang, mereka mampu terhubung dan berkoordinasi di segala kondisi untuk sebuah pencapaian terbaik.

Orang-orang cerdas sosial selalu mendorong komunikasi dan menyatukan semua kepentingan untuk fokus pada visi. Mereka selalu mengupdate kemajuan dan menghadiri semua rapat atau pertemuan lintas sektoral. Mereka selalu menyatu di dalam tujuan dan membuka pikiran untuk bisa saling mengerti.

Orang-orang cerdas sosial selalu mengikuti kejadian-kejadian; memiliki rasa ingin tahu yang besar; dan menjadwalkan pertemuan rutin untuk sebuah solusi terbaik. Mereka sangat rajin membuat pertemuan informal, untuk menguatkan hubungan kebatinan, dan penuntasan persoalan-persoalan kerja yang sulit secara formal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KATA-KATA DAN PERILAKU NEGATIF MENINGKATKAN STRES DAN MENURUNKAN KINERJA

DJAJENDRA“Ucapan, sikap, perilaku, dan tindakan yang menentang logika; akan memberikan energi negatif kepada etos kerja, sehingga karyawan tidak bisa memberikan kinerja terbaik.”~Djajendra

Kata-kata negatif menciptakan kekacauan, menciptakan perselisihan, menciptakan kerumitan, menciptakan stres.

Stres menjadikan karyawan kehilangan kinerja dan menderita. Perusahaan yang berbudaya tinggi selalu menjaga tata krama, logika, akal sehat, etika, ucapan positif, perilaku yang rendah hati, dan mau mendengar. Dan semua ini bertujuan agar stres terhindarkan, sehingga ketenangan dan kedamaian dapat menciptakan proses kerja yang penuh kinerja.

Perilaku negatif pasti menjadi sumber stres dan membawa dampak yang sangat merugikan. Perusahaan yang berbudaya kuat selalu sadar bahwa perilaku negatif merangsang emosi negatif menjadi semakin kuat, menyebabkan karyawan kehilangan fokus untuk bekerja dan menghasilkan kinerja terbaik. Penguatan terhadap perilaku positif dan manajemen stres, akan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk keberkelanjutan kinerja terbaik. Intinya, budaya perusahaan yang kuat lahir dari kemampuan kepemimpinan perusahaan, untuk mengelola perilaku positif dan manajemen stres dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

Stres dan perilaku negatif merupakan sumber pemborosan, dan meningkatkan biaya operasional perusahaan. Semakin tinggi stres dan perilaku negatif di tempat kerja, semakin sulit untuk bekerja dengan tenang dan cerdas, dan semakin sulit untuk mengasah strategi agar menghasilkan kinerja terbaik.

Semakin banyak karakter pengeluh dan pembawa berita buruk di perusahaan, semakin hilang kemampuan perusahaan untuk berkinerja hebat.

Merasakan tekanan, mendengarkan komplain, melihat perilaku kasar, mendengarkan kata-kata negatif yang tidak simpatik, dan merasakan emosional negatif, adalah hal-hal yang menjadikan budaya perusahaan melemah, dan menurunkan kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang baik memiliki perilaku yang memperbaiki masalah, tenang, fokus, pembicaraan yang produktif, sikap yang saling peduli, dan mengarahkan setiap orang pada solusi.

Budaya kerja yang buruk bersumber dari pikiran negatif. Pikiran negatif adalah musuh dari pikiran positif. Ketika pikiran negatif menyerbu dan mengajak bertempur pikiran positif, maka pikiran positif harus selalu berhati-hati dan tidak terpancing ke dalam konflik. Pikiran negatif senang menciptakan konflik dan permusuhan, pikiran positif senang menciptakan damai dan kebaikan.

Perilaku negatif dan pemikiran yang tidak rasional dapat merusak keharmonisan kerja. Ketika perilaku dan ucapan bertentangan dengan akal sehat, maka secara emosional orang-orang di tempat kerja akan terjebak dalam gosip dan desas-desus yang merugikan semangat kerja.

Ruang kerja haruslah tumbuh secara rasional. Walaupun tingkat kreativitas sangat tinggi, tetapi proses kerja tetaplah harus bergerak di dalam kekuatan rasional dan ilmiah. Bila kekuatan rasional dan akal sehat kalah oleh kekuatan tidak rasional, maka setiap orang akan menghabiskan waktu kerjanya untuk menanggapi realitas dengan emosional yang tidak cerdas.

Ucapan positif, kata-kata positif, perilaku positif, sikap positif, dan tindakan positif yang terukur, pasti menghasilkan emosional yang membuat orang-orang di tempat kerja lebih optimis.

Kinerja terbaik dihasilkan dari kemampuan, untuk membuat kesepakatan kerja yang lurus dan terfokus. Bila di dalam proses kerja bercampur antara kekuatan positif dan negatif, maka perusahaan berpotensi tergelincir dan kehilangan fokus untuk menghasilkan yang terbaik.

Perilaku positif yang bersumber dari nilai-nilai budaya perusahaan, akan menjadi kekuatan yang menyatukan persepsi dan logika kerja. Bila persepsi dan logika kerja sudah satu visi, maka sangatlah mudah menyatukan barisan kerja, untuk menemukan solusi dan menghindarkan masalah.

Energi baik setiap orang di tempat kerja mampu memfokuskan perhatian untuk pencapaian terbaik. Energi baik mendorong untuk fokus pada solusi. Energi tidak baik mendorong untuk terpaku pada masalah dan kerumitan. Energi baik menjadikan setiap orang terhindarkan dari stres. Energi tidak baik memperpanjang penderitaan di dalam stres. Manusia cerdas pasti memperbaiki dirinya untuk hidup di dalam energi baik. Manusia tidak cerdas pasti tertutup pikirannya untuk menemukan energi baik. Hidup adalah pilihan.

Kata-kata dan perilaku negatif meningkatkan stres dan menurunkan kinerja. Ketika orang-orang negatif, yang suka berkata-kata pesimis dan negatif hadir di sekeliling Anda, maka berhati-hatilah terhadap energi negatif mereka. Bila Anda tidak berhati-hati dengan energi negatif, maka suasana kerja berpotensi rusak dan setiap orang akan terpaku pada masalah kerja, dan kebingungan untuk menemukan titik terang menuju solusi yang hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENGAMANAN FISIK DAN JIWA PERUSAHAAN

DJAJENDRA“Pengamanan perusahaan yang profesional dan cerdas sosial, akan mudah mewujudkan visi dan menjalankan misi sehari-hari dari insan perusahaan.”~Djajendra 

Operasionalisasi perusahaan perlu dijaga dan dirawat dengan pengamanan yang profesional. Keamanan yang terpelihara dalam tingkatan optimal memudahkan perusahaan untuk mencapai visi dan menjalankan misi. Keamanan yang baik menjamin insan perusahaan menjalankan tugas dan fungsinya dengan tenang dan damai.

Pengamanan adalah kegiatan yang bersifat sangat dinamis dan tak terduga. Dibutuhkan sebuah kepemimpinan pengamanan yang cerdas sosial, serta penuh integritas dalam menjalankan fungsi dan tugas pengamanan. Pengamanan yang baik pasti mampu memberikan perlindungan sekaligus dorongan bagi tercapainya tujuan dan target-target perusahaan.

Dunia bisnis membutuhkan tingkat keamanan yang optimal. Bila keamanan terjaga dan terawat dengan profesional, maka bisnis sebagai sumber pencipta nilai tambah dan kekayaan akan terjaga kesinambungannya. Perusahaan sebagai organisasi bisnis wajib meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab pengamanan di perusahaan.

Setiap perusahaan adalah aset yang menciptakan kekayaan untuk negara dan bangsa. Jadi, walaupun sebuah perusahaan dimiliki secara perorangan maupun kelompok, tetapi perusahaan tersebut menjadi energi, untuk menciptakan kesejahteraan dan meningkatkan kekuatan sebuah bangsa. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan kekuatan pengamanan dan kepastian hukum atas operasionalisasi sebuah perusahaan. Semua kebijakan, aturan, dan peraturan pemerintah harus bersifat jangka panjang dan menjamin keberlangsungan sebuah perusahaan dalam mencapai visinya.

Keamanan perusahaan yang profesional selalu cerdas mengkombinasikan pengamanan fisik dan jiwa perusahaan. Pengamanan fisik perusahaan tidaklah terlalu sulit, sebab semuanya terlihat oleh mata dan dapat dipertanggung jawabkan secara terukur dan konsisten. Jiwa perusahaan tidaklah mudah untuk diamankan. Jadi, fungsi pengamanan untuk jiwa perusahaan memerlukan berbagai kecerdasan, dan implementasi budaya perusahaan yang kuat.

Pengamanan jiwa perusahaan memerlukan fungsi intelijen perusahaan, baik untuk diinternal maupun dieksternal perusahaan. Untuk diinternal perusahaan, fungsi intelijen harus dititikberatkan pada kemampuan melakukan penyatuan mindset dan sistem keyakinan insan perusahaan terhadap nilai-nilai perusahaan, norma-norma perusahaan, aturan, peraturan, etika bisnis, tata kelola dan good governance, nilai-nilai kepemimpinan, dan budaya perusahaan. Sedangkan untuk dieksternal perusahaan, fungsi intelijen dititikberatkan pada kecerdasan untuk merangkul warga setempat, serta penyelidikan terhadap potensi ancaman dan gangguan terhadap keamanan jiwa insan perusahaan dan aset perusahaan.

Memahami dan menguasai wilayah pengamanan dengan cerdas sosial dan profesional. Setiap wilayah memiliki kondisi geografis dan demografis penduduk yang beragam. Ketika sebuah perusahaan hadir di sebuah wilayah, maka perusahaan tersebut wajib memikirkan tentang keamanan jiwa insan perusahaan dan aset perusahaan. Jadi, di mana pun perusahaan berada, setiap saat wajib memperhatikan keamanan wilayah. Apalagi sifat pengamanan itu dinamis dan tak terduga, sehingga diperlukan perhatian yang sifatnya konsisten dan fokus.

Realitas sosial masyarakat tempat perusahaan berada perlu dicermati dan selalu dipelajari dengan baik. Hubungan yang baik dan harmonis dengan masyarakat  di lingkungan perusahaan wajib dikelola dengan profesional dan cerdas sosial. Kecerdasan menggalang warga setempat untuk menjadi energi positif, yang membantu mengamankan jiwa insan perusahaan dan aset perusahaan, haruslah menjadi bagian terpenting dari kepemimpinan pengamanan perusahaan. Perusahaan harus menjadi kekuatan ekonomi dan bisnis, yang bersahabat dengan lingkungan dan masyarakat setempat. Hal ini diperlukan agar reputasi dan kredibilitas perusahan disegani dan dihormati, sehingga sistem keamanan perusahaan akan lebih mudah untuk diimplementasikan dengan profesional.

Pengamanan perusahaan yang profesional wajib dilaksanakan secara prosedural dan berdasarkan kode etik. Setiap prinsip-prinsip pengamanan perusahaan harus memperhatikan pelayanan yang memudahkan interaksi antar stakehodler. Dan juga, pengamanan perusahaan wajib memiliki kemampuan administratif untuk pencatatan, pelaporan, dan pengawasan.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

 

KARYAWAN BAHAGIA MENINGKATKAN KINERJA

??????????“Kebahagiaan berada di wilayah pribadi, dihasilkan oleh kesadaran, bukan oleh aturan atau kemauan orang lain.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja merupakan kunci sukses untuk pencapaian terbaik. Tantangannya, menjaga perasaan bahagia setiap hari secara konsisten, bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan oleh siapapun. Walaupun seseorang bermental sangat positif, dia tetap akan menghasilkan perasaan-perasaan negatif, sehingga kebahagiaan hatinya bisa terhenti sejenak. Hanya dengan kesadaran dan niat, untuk selalu berpikir positif dan beremosi baik di setiap keadaan, akan memudahkan seseorang untuk selalu memperbaiki kualitas kebahagiaan dirinya.

Emosi dan pikiran negatif merupakan musuh utama untuk pencapaian terbaik. Untungnya, setiap orang memiliki dua energi yang hidup nyata di dalam dirinya, yaitu: energi positif dan energi negatif. Kedua energi tersebut saling berkompetisi untuk menguasai hidup seseorang. Bila energi positif yang berkuasa, maka kebahagiaan akan menjadi bonus yang indah. Sebaliknya, bila energi negatif yang berkuasa, maka penderitaan akan menjadi realitas yang menjadikan diri tidak produktif. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk menguatkan diri dengan energi positif.

Emosi dan pikiran negatif diperlukan dalam kadar yang sangat rendah. Setiap orang memerlukan perasaan dan pikiran negatif, untuk memfungsikan sistem pengawasan atau sistem peringatan dini melalui kesadaran diri. Mereka harus ditempatkan secara bijak dan tidak boleh berlebihan. Dan yang pasti, orang-orang bahagia selalu berada di titik kekuatan positif, sehingga mereka menjadi lebih optimis, dan selalu termotivasi untuk sebuah keberhasilan. Sedangkan orang-orang tidak bahagia selalu berada di titik kekuatan negatif, sehingga hidupnya pesimis, dan selalu menyalahkan orang lain.

Kinerja dihasilkan oleh energi bahagia, optimis, antusias, motivasi, gairah, kualitas, disiplin, ketekunan, keandalan, melayani dengan hati, dan kompetensi terbaik. Oleh karena itu, manajer di tempat kerja wajib bekerja untuk menjaga kebahagiaan karyawan. Walaupun kita ketahui bahwa kebahagiaan dihasilkan dari kesadaran pribadi. Tetapi, manajer dapat menciptakan budaya dan lingkungan kerja berenergi positif, sehingga karyawan yang sedang tidak bahagia pada hari-hari tertentu, akan tertolong suasana hatinya oleh budaya dan lingkungan kerja yang positif.

Budaya organisasi dan kepemimpinan yang positif, harus mampu menjadi energi positif, yang memudahkan semua orang di tempat kerja untuk bahagia. Kita semua tahu bahwa setiap karyawan berasal dari kehidupan pribadi masing-masing, yang mungkin sangat bertolak-belakang satu sama lain. Di sinilah diperlukan peran budaya dan kepemimpinan, untuk menurunkan kadar energi negatif setiap karyawan. Dan hal ini akan menciptakan kehidupan kerja yang rendah kadar stres, sehingga produktivitas dan kinerja terbaik dapat diharapkan dari setiap individu karyawan.

Sangat banyak alasan yang dapat dimiliki seseorang untuk menjadi tidak bahagia. Ketidakpuasan, ketakutan, gangguan, hubungan yang buruk, dan perasaan-perasaan negatif lainnya; dapat menciptakan suasana hati yang berpotensi menurunkan kualitas atau target kinerja. Kinerja adalah nafas bagi perusahaan. Bila kinerja menjadi buruk, maka perusahaan akan sesak nafas dan sulit beroperasional dengan baik.

Pemimpin yang cerdas pasti menyiapkan budaya, lingkungan, dan manajemen yang kuat dengan energi positif, untuk kebahagiaan karyawannya. Pemimpin yang cerdas pasti merencanakan dan berupaya secara profesional, untuk mendapatkan hasil terbaik. Dan semua ini, hanya bisa didapatkan saat suasana hati karyawan benar-benar optimis dan bahagia.

Budaya organisasi positif, lingkungan positif, dan manajemen berenergi positif merupakan penyaring dan pencegah energi negatif. Jadi, ketika ada karyawan membawa masalah ke dalam perusahaan, maka secara otomatis akan dicegah dan direndahkan kadar bahayanya oleh kekuatan internal perusahaan. Dan jelas, hal ini akan menyelamatkan karyawan lain dari energi negatif, yang dibawa oleh karyawan bermasalah tersebut.

Kebahagiaan di tempat kerja menciptakan pelayanan pelanggan berkualitas tinggi. Dan, pelanggan pun akan merasa dihormati dan diperhatikan dengan sepenuh hati. Dampaknya, kesetiaan dan rasa cinta pelanggan kepada pelayanan perusahaan, menjadikan perusahaan selalu kuat dan unggul bersama kinerja terbaiknya.

Bahagia memudahkan lahirnya sikap dan perilaku positif, yang menjadi energi baik; untuk menciptakan suasana kerja yang saling membantu, saling percaya, saling menghormati, saling peduli, dan saling menyayangi.

Kebahagiaan bukanlah sebuah keadaan yang tetap dan konsisten. Kebahagiaan merupakan hasil kejar-mengejar antara energi baik dan energi tidak baik. Jadi, siapapun yang setiap bangun pagi menyiapkan dirinya, untuk mengejar dan hidup sepenuhnya di dalam energi baik, maka pada hari itu dia akan menikmati bahagia.

Jiwa besar yang tercerahkan di dalam keikhlasan, serta bijak menyikapi berbagai realitas kehidupan, adalah jiwa yang mudah menciptakan bahagia untuk dirinya. Bahagia adalah hak setiap orang, jadilah pribadi yang berenergi positif agar Anda mampu menikmati hak bahagia Anda. Kebahagiaan sangat ditentukan oleh kemampuan diri, untuk menafsirkan secara positif atas berbagai kejadian dan pengalaman hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAHABATAN KERJA DAN HUBUNGAN KERJA YANG MENYENANGKAN DAN PRODUKTIF

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3“Jadilah energi positif dengan sikap dan perilaku yang produktif dan melayani, lalu berinteraksilah dengan sepenuh hati dan totalitas di tempat kerja.”~Djajendra

Hubungan kerja yang sehat dan berkualitas menyebabkan rasa senang, kenikmatan kerja, produktivitas, dan kinerja yang hebat. Temukan sahabat-sahabat terbaik di tempat kerja, lalu berkolaborasilah dengan ikhlas agar menjadi energi produktif. Memiliki sahabat-sahabat kerja terbaik di tempat kerja pasti membuat Anda bahagia dan berkinerja.

Hubungan positif memperkuat etos kerja menjadi lebih produktif. Ketika energi baik terhubung dan saling mempengaruhi, maka lingkungan kerja akan menghasilkan budaya kerja yang membuat semua orang puas dan bahagia. Budaya kerja yang terkolaborasi dengan ikhlas dapat menghasilkan etos kerja yang andal.

Manusia hidup dalam interaksi sosial yang alami. Setiap orang pasti berharap dan menginginkan hubungan persahabatan yang baik. Semakin baik dan positif sebuah hubungan persahabatan, semakin bahagia dan berkualitas persahabatan tersebut. Demikian juga, semakin ikhlas hubungan persahabatan kerja, semakin produktif dan bahagia orang-orang di lingkungan kerja. Jadilah energi positif dengan sikap dan perilaku yang produktif dan melayani, lalu berinteraksilah dengan sepenuh hati dan totalitas di tempat kerja.

Hubungan kerja yang baik menjadikan lingkungan kerja penuh dengan harapan dan optimisme. Orang-orang yang terhubung dengan energi baik mampu menjaga kebersamaan, sehingga soliditas di antara orang-orang di tempat kerja menjadi semakin unggul. Energi baik mampu menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi, pembuatan keputusan, dan penyelesaian masalah.

Hubungan kerja dengan energi positif memberikan kemerdekaan dan kebebasan untuk hati nurani. Jadi, setiap kali pikiran liar mencoba mengganggu hubungan kerja yang baik dengan emosi dan perasaan tidak nyaman, maka hati nurani yang penuh energi positif mampu menghadirkan kebaikan untuk menghentikan pikiran liar dan perasaan tidak baik.

Persahabatan dan hubungan kerja yang baik meningkatkan kepercayaan. Bila orang-orang sudah saling mempercayai dan saling mengandalkan di tempat kerja, maka masing-masing fungsi dan peran kerja mampu menguatkan orang-orang untuk fokus pada pekerjaannya masing-masing. Hal ini akan menjadi kekuatan kolaborasi yang mengkontribusikan energi baik untuk menemukan peluang.

Persahabatan dan hubungan kerja yang baik pasti membentuk karakter kerja yang saling percaya, yang saling menghormati, yang sepenuh hati dan totalitas, yang melayani dengan hati, yang memiliki empati dan toleransi untuk keragaman dan perbedaan, yang terhubung secara etis, dan yang selalu berkomunikasi secara terbuka.

Energi baik menghindarkan perilaku gosip, gunjingan yang saling merendahkan, dan politik kantor yang buruk. Energi positif menjadi roh dari persahabatan kerja, sehingga setiap orang mampu saling mendengarkan dan saling meningkatkan pelayanan dengan sepenuh hati.

Persahabatan kerja dan hubungan kerja yang baik membangun fondasi budaya kerja yang unggul. Budaya kerja yang unggul adalah budaya kuat, yang membuat semua orang lebih terlibat dengan ikhlas dan antusias di setiap proses kerja. Budaya kerja yang kuat memotivasi setiap orang, untuk mengabdikan kualitas terbaiknya buat pencapaian kinerja yang lebih tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGEJAR TUJUAN TANPA HENTI DAN MENUNTASKANNYA DENGAN KINERJA HEBAT

“Tujuan-tujuan yang tanpa masalah dan tanpa risiko pastilah pekerjaan kecil yang dapat dikerjakan oleh siapapun. Tujuan dengan masalah dan risiko besar adalah pekerjaan yang hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang hebat, yang jumlahnya pasti tidak banyak. Anda berada di mana?”~Djajendra

Ketika Anda bekerja dengan masalah dan risiko yang besar, maka fokuskan sumber daya dan energi Anda, jangan pernah menyerah untuk mencapainya. Sadarilah bahwa bila apa yang Anda kerjakan itu tanpa masalah dan tanpa risiko, maka semua orang juga pasti bisa mengerjakannya dengan mudah. Jadi, bila segala sesuatunya itu sangat mudah, maka Anda sesungguhnya sedang mengerjakan hal-hal yang tidak pernah membuat Anda menjadi hebat dan luar biasa. Tidak semua orang mampu bekerja dengan masalah dan risiko yang besar. Dan bila Anda bisa, maka bersyukurlah, Anda pasti menjadi orang hebat yang melebihi kehidupan orang-orang yang terbiasa bekerja di dalam zona kenyamanan.

Siapkan kompetensi dan kualitas, buatlah tujuan menjadi jelas dan rinci, lalu doronglah diri untuk mencapai tujuan dengan kinerja yang hebat. Tujuan yang jelas dapat memotivasi diri untuk bergerak dengan penuh semangat dalam mencapai kinerja terbaik. Tujuan yang jelas dapat membawa Anda sesuai langkah-langkah terbaik untuk bisa sampai pada tujuan. Jadi, apapun realitas yang dihadapi tetaplah menjadi kuat untuk mengejar tujuan, jangan pernah berhenti mengejar tujuan, jangan pernah menyerah seincipun. Sebab, tujuan yang dipahami dengan baik mampu membawa Anda untuk sampai di sana.

Jadilah pemimpin yang hebat untuk diri sendiri dan orang lain. Anda yang hebat memimpin diri sendiri pasti sangat hebat dalam memimpin orang lain. Anda yang hebat mengelola potensi diri sendiri pasti sangat hebat mengelola potensi ribuan orang. Anda yang penuh disiplin dengan mentalitas seorang atlet juara, adalah Anda yang dapat menciptakan ribuan orang bermental juara, layaknya seperti atlet unggul yang selalu membawa kemenangan. Jadi, siapkan diri Anda menjadi bintang yang selalu menang agar Anda dapat menciptakan bintang-bintang yang siap memenangkan semua tujuan terbaik.

Seorang bermental juara selalu penuh semangat dan motivasi untuk mengejar tujuan tanpa henti. Dia sadar bahwa untuk menjadi sukses, untuk menjadi pemenang, maka dia harus mengejar dan bekerja keras mewujudkan tujuan dengan prestasi dan kinerja yang hebat. Intinya, dia selalu berpikir optimis dan besar, selalu mengelola risiko, dan cerdas menemukan solusi untuk menjadi pemenang.

Orang-orang hebat tidak pernah memikirkan hambatan dan ketidakkemungkinan. Hanya orang-orang kecil bermental pesimis yang selalu memikirkan hambatan dan menjadikan hambatan sebagai alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Orang-orang hebat selalu optimis, yakin, memiliki solusi, dan seribu kemungkinan untuk mewujudkan hal-hal tidak mungkin. Intinya, orang-orang hebat selalu memiliki solusi dan jalan keluar untuk semua hal, sehingga mereka bersahabat dengan risiko, berani menantang bahaya, dan cerdas mengambil keputusan tegas untuk mewujudkan hal-hal besar.

Jadikan tujuan seperti perjalanan yang mengikuti proses dengan penuh disiplin. Nikmati setiap momen menuju tujuan dengan sukacita dan penuh energi positif. Hormati dan harga setiap hal-hal secara rinci di sepanjang perjalanan Anda. Jadilah pembelajar yang tekun mempelajari hal-hal baru di sepanjang perjalanan menuju tujuan. Jadikan setiap pengalaman baru sebagai guru, dan tetap fokus untuk mencapai tujuan dengan berkualitas.

Apapun realitasnya tetaplah optimis dan termotivasi untuk mencapainya dengan lebih baik. Jangan pernah membiarkan keraguan hadir untuk mengecilkan kemampuan Anda. Jangan pernah rasa takut menghentikan langkah-langkah Anda untuk mewujudkan tujuan. Berkaryalah di dalam tujuan dengan sepenuh hati. Layani semua hal dengan berkualitas agar Anda bisa bergerak menuju tujuan. Berikan kontribusi tanpa hitung-hitungan agar Anda bisa sampai pada tujuan. Gunakan imajinasi kreatif untuk memahami hal-hal yang belum Anda lalui. Kuatkan diri untuk memiliki kepercayaan diri yang konsisten dan yang terus-menerus menguat. Keyakinan yang optimis dan positif tak pernah terkalahkan oleh hal apapun. Apalagi bila Anda menjadikan diri Anda energi positif, lalu menjadikan hidup Anda seturut kehendak Tuhan, dan meyakini semuanya sudah diatur oleh Tuhan, sehingga Anda dengan kekuatan integritas hanya berkarya dan melayani kehidupan dengan sepenuh hati, maka segala keajaiban dan kemungkinan pasti membuat Anda mudah mengalir menuju sukses.

Jangan pernah takut menghadapi tujuan. Ingatkan selalu diri Anda bahwa Anda sangatlah hebat untuk menuntaskan tujuan. Lakukan sesuatu untuk memulai langkah Anda menuju tujuan, walaupun itu hanya sebuah langkah yang paling kecil. Anda wajib bergerak dan melakukan sesuatu. Tidak boleh berdiam. Berdiam berarti mundur, bergerak berarti menang. Jika Anda sangat yakin melakukan sesuatu untuk menuju tujuan, dan mampu menyiapkan kualitas untuk mencapai tujuan, maka Anda pasti sukses bersama tujuan Anda.

Tujuan membutuhkan fokus dan konsistensi di sepanjang perjalanan dan proses. Mulailah perjalanan dengan pengetahuan dan keterampilan yang komplit. Lalu, belajarlah dari setiap momen yang pasti memberikan pengetahuan baru. Dalam hal ini, Anda harus menjadi sangat kreatif, sehingga mampu bersikap tegas dengan keputusan-keputusan yang hebat. Selanjutnya, miliki etos kerja yang hebat, yang mampu membuat Anda bergerak penuh disiplin dan tak tergoyahkan, untuk menuntaskan setiap pekerjaan dengan berkualitas di sepanjang perjalanan menuju tujuan. Siapkan mental dan solusi untuk mengatasi berbagai potensi gangguan di sepanjang perjalanan menuju tujuan. Pastikan Anda mampu menjauh dari semua potensi pengganggu. Jadilah jujur dengan realitas, sehingga Anda mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, dan selalu kreatif untuk mencapai tujuan.

Masalah dan risiko adalah hal yang biasa. Jangan gentar dan kehilangan mental positif saat menghadapi masalah. Setiap tujuan yang hebat dan besar pasti memiliki berbagai masalah dan risiko. Janganlah pernah takut untuk menghadapi masalah dan risiko. Jadilah pemberani yang selalu memiliki banyak solusi dan banyak akal untuk menjadikan masalah sebagai peluang, dan menjadikan risiko sebagai energi untuk mencapai kemenangan. Orang-orang tanpa masalah dan risiko biasanya hanya berjalan di tempat, dan asyik hidup di zona kenyamanannya. Berbahagialah saat masalah dan risiko menantang Anda. Sebab, masalah dan risiko di tangan orang-orang hebat akan menjadi peluang untuk menciptakan hal-hal luar biasa.

Miliki cara-cara hebat untuk melakukan pekerjaan Anda. Bila Anda mengikuti cara-cara dari kebanyakan orang, maka Anda tidak akan mampu menciptakan karya-karya besar. Karya dan prestasi besar hanya dapat dihasilkan dari inovasi dan kreativitas yang unik dan luar biasa. Pastikan Anda menjadi pembelajar yang rendah hati, yang selalu kreatif untuk melakukan pekerjaan dengan lebih cerdas dan lebih berkualitas.

Mengejar tujuan tanpa henti dan menuntaskannya dengan kinerja hebat. Untuk orang-orang optimis, tujuan selalu menjadi alat yang memberikan berbagai alasan dan motivasi, sehingga mereka ikhlas bekerja sangat keras untuk mencapai hasil yang hebat.

Orang-orang optimis selalu sadar untuk meningkatkan kualitas dirinya, sehingga mereka selalu berinvestasi untuk membuat diri mereka lebih berkualitas. Di samping itu, mereka juga sangat cerdas sosial dan mudah terhubung dengan siapapun. Mereka selalu sadar bahwa untuk mencapai puncak prestasi, mereka membutuhkan bantuan, membutuhkan arahan, kepastian, sumber daya, energi positif, serta orang-orang berkualitas untuk menerangi dan membantu perjalanan mereka dalam mencapai tujuan. Mereka juga selalu cerdas mengelilingi diri mereka dengan orang-orang hebat yang percaya pada visi mereka. Dan, mereka juga sangat senang terhubung dan hidup di tengah-tengah orang-orang positif yang bermental juara, sehingga energi baik dari orang-orang hebat di sekeliling mereka dapat menyebabkan mereka menjadi juara di sepanjang hidup mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCAPAI TUJUAN DENGAN PENUH KEYAKINAN DAN PERCAYA DIRI

“Bila dirimu sudah dengan segala cara untuk mencapai tujuan, lalu dirimu menjadi apa dengan mencapai tujuanmu itu. Jadilah bijak dalam mencapai tujuan. Bila tidak, dirimu berpotensi masuk ke dalam ruang kehidupan yang mungkin tidak sebaik sebelumnya.”~Djajendra

Tujuan dibuat lalu kerja keras dijadikan alat untuk mencapai tujuan tersebut. Orang-orang yang terobsesi pada sebuah tujuan akan berusaha keras atau bekerja lebih keras untuk mencapainya. Tujuan memberitahu seseorang untuk bertindak dan mendapatkannya. Tujuan menjadikan seseorang berkonsentrasi pada pencapaian, dan termotivasi untuk mencapainya dengan segera atau secepat mungkin. Tujuan adalah dorongan untuk segera bergerak dan mendapatkannya.

Tujuan adalah alat untuk mencapai keberhasilan dari yang diperjuangkan. Sangatlah mudah untuk mencapai tujuan bila sudah memiliki prinsip-prinsip yang menegaskan proses pencapaian tujuan. Setiap orang yang ingin mencapai tujuan pastinya harus melibatkan diri sepenuhnya untuk mencapai tujuan tersebut. Kadang-kadang, proses pencapaian tujuan memiliki kompleksitas dan tantangan yang tidak mudah. Tetapi, selama mampu memfokuskan energi, sumber daya, dan waktu, maka pencapaian tujuan hanyalah masalah waktu.

Hal terpenting yang harus dipahami adalah Anda menjadi apa setelah sampai di tujuan. Bagaimana Anda dapat menerapkan kehidupan seperti yang Anda inginkan di dalam di tujuan Anda. Pastikan tujuan Anda sudah menghidupkan rutintas Anda di dalam visualisasi. Yakinkan diri Anda dengan sungguh-sungguh bahwa tujuan Anda adalah tempat yang paling membahagiakan hidup Anda.

Tetapkan tujuan yang jelas dan rinci. Yakinkan diri Anda bahwa Anda membutuhkan tujuan tersebut untuk mencapai segala sesuatu yang Anda inginkan. Kuatkan mental untuk mengambil inisiatif menuju proses kehidupan yang Anda butuhkan agar bisa sampai pada tujuan Anda. Siapkan kualitas diri untuk mencapai tujuan dengan baik.

Tujuan dari hati pasti memicu minat dan disiplin diri yang luar biasa, sehingga diri akan bekerja dengan totalitas dan sepenuh hati agar bisa sampai tepat waktu di tujuan. Tujuan yang dicintai akan membuat diri memiliki kegigihan untuk bekerja keras dan kuat melalui segala macam masalah. Saat diri mencapai tujuan dengan sepenuh hati, saat itu proses akan menghadiahi diri sebuah kinerja atau pencapaian yang membahagiakan. Walaupun diri penuh obsesi pastikan selalu bersikap realistis, dan jagalah keseimbangan terbaik di setiap proses menuju pencapaian tujuan.

Miliki komitmen yang kuat untuk ikhlas bekerja keras menuju tujuan. Jangan pernah lupa untuk menggunakan teknik visualisasi agar Anda dapat membayangkan bagaimana kehidupan Anda saat sampai di tujuan. Siapkan peta perjalanan menuju tujuan dan pastikan Anda merasakan setiap momen di perjalanan dengan penuh empati.

Dapatkan umpan balik dan belajarlah dari umpan balik tersebut di sepanjang perjalanan Anda. Umpan balik dapat digunakan untuk memperbaiki dan mempersiapkan langkah-langkah berikut yang lebih hebat. Jadilah jujur, obyektif, berpikir positif, dan memanfaatkan umpan balik untuk menjadikan perjalanan Anda lebih berguna dan lebih produktif.

Setiap Anda menghadapi realitas dengan kompleksitas tinggi, janganlah menyerah atau takut kehilangan sesuatu. Teruslah kuatkan daya tahan diri dan sederhanakan hal-hal yang sangat kompleks, lalu kerjakan bagian-bagian terkecil dari kompleksitas tersebut, sehingga Anda dapat mencapainya secara utuh. Jangan pernah merasa kewalahan atau tidak sanggup oleh berbagai kerumitan yang dimunculkan dari proses menuju tujuan. Anda harus selalu merasa lebih termotivasi saat berhadapan dengan tantangan yang sulit.

Masuki rasa takut dan Anda pasti akan dikuatkan oleh rasa takut untuk menjadi yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJER YANG HEBAT ADALAH TEMPAT MENEMUKAN SOLUSI DAN JALAN KELUAR UNTUK KINERJA TERHEBAT

002 dj“Manajer yang hebat selalu berkarya, melayani, berkontribusi, mengkoordinasi, dan memuliakan orang-orang yang ia pimpin.”~Djajendra

Manajer adalah pemimpin yang dipercaya oleh manajemen untuk mengurusi pekerjaannya melalui karyawan. Kualitas seorang manajer dalam memotivasi dan memberdayakan potensi karyawan sangatlah menentukan keberhasilan manajemen. Semakin mampu seorang manajer untuk merasakan dan memanfaatkan energi positif karyawan, semakin sukseslah dia sebagai manajer yang berkinerja tinggi.

Kinerja seorang manajer bersumber dari akumulasi kinerja para stafnya. Bila manajer tidak mampu memaksimalkan kinerja para stafnya, maka secara otomatis kinerja manajer menjadi tidak maksimal. Jadi, seorang manajer yang cerdas pasti memfokuskan pekerjaan para stafnya secara detail, dan mengoptimalkan semua potensi stafnya secara detail agar dirinya bisa mendapatkan akumulasi kinerja terbaik. Intinya, sukses seorang manajer sangat ditentukan oleh gairah kerja dan kontribusi berkualitas dari para stafnya. Juga, sukses seorang manajer adalah hasil kerja keras dan tanggung jawab penuh dari setiap stafnya, yang ikhlas untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Manajer yang ambisius dan sangat percaya diri untuk memanfaatkan orang-orang buat kehebatan dirinya sendiri, pastilah mengalami kegagalan. Sebaliknya, manajer yang rendah hati dan sangat memotivasi para stafnya untuk meningkatkan kinerja individu dan tim, pastilah menikmati sukses. Sukses seorang manajer tercipta saat dirinya cerdas membangun tim kerja yang hebat dan yang berkontribusi untuk menang.

Manajer menjalankan fungsi koordinasi dari seluruh proses kerja. Dalam hal ini, diperlukan energi positif manajer untuk melibatkan dan memaksimalkan energi positif setiap individu karyawan di dalam seluruh proses kerja. Untuk dapat melakukan hal ini, manajer harus menjadikan dirinya sebagai sebuah pintu terbuka yang siap untuk mendengarkan suara hati dari setiap karyawannya. Bila manajer sudah bisa merasakan suara hati karyawan dengan empati, maka dengan mudah dia mampu memperbaiki kekurangan yang ada, serta benar-benar menyiapkan potensi stafnya untuk berkinerja lebih baik.

Manajer yang memisahkan dirinya dari karyawan pastilah mengalami kesulitan yang luar biasa untuk meraih kinerja. Sebab, karyawan pasti tidak mengerti apa maunya manajer, dan karyawan pasti tidak mau melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, sehingga manajer pasti tidak mampu mengoptimalkan potensi dan kemampuan karyawan.

Manajer yang hebat adalah tempat menemukan solusi dan jalan keluar. Seorang manajer yang hebat selalu memiliki jiwa yang terbuka lebar untuk menerima realitas apapun. Dia selalu membuka hati dan pikirannya untuk setiap karyawan yang ia pimpin. Dia seorang pendengar yang santun, yang selalu mendengar dengan empati, sehingga dengan mudah dapat menemukan jalan keluar terbaik.

Seorang manajer yang hebat adalah dia yang peduli dan ingin tahu tentang segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam organisasinya. Dia akan turun ke level paling dasar untuk memahami akar masalah, lalu menghubungkannya ke level yang lebih tinggi, sehingga dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk kebaikan dan kemajuan organisasinya.

Akuntabilitas adalah sebuah nilai dan perilaku bersama yang wajib dimiliki setiap individu. Tugas seorang manajer adalah memotivasi dan memberikan pencerahan kepada setiap individu karyawan untuk bertanggung jawab; untuk mempertanggung jawabkan kepada manajer dan organisasi tentang apapun yang dilakukan ataupun yang tidak dilakukan. Intinya, organisasi yang hebat adalah organisasi yang energi akuntabilitasnya kuat dan unggul. Dan, manajer yang hebat adalah manajer yang meningkatkan kualitas akuntabilitas secara terus-menerus. Jadi, integritas dan loyalitas setiap orang di dalam organisasi ditentukan oleh kualitas akuntabilitas pribadi. Semakin tinggi kualitas akuntabilitas seseorang, semakin jujur dan setia dirinya untuk meningkatkan kinerja organisasi. Akuntabilitas bukanlah sebatas kata-kata, tetapi sebuah perilaku dan sikap yang harus melancarkan seluruh proses kerja organisasi.

Manajer yang hebat haruslah memiliki kreativitas yang tinggi agar cerdas memecahkan masalah. Organisasi pasti selalu harus menghadapi tantangan dan juga kesulitan. Oleh karena itu, diperlukan manajer-manajer yang cerdas menjalankan organisasi dengan keputusan-keputusan yang hebat. Kualitas kompetensi untuk memecahkan masalah sangatlah menentukan kredibilitas dan reputasi organisasi. Semakin cepat, tepat, dan melayani sebuah keputusan manajer; maka semakin kecil potensi kerusakan atau hilangnya kredibilitas organisasi. Manajer yang hebat adalah tiang dan pondasi yang menguatkan reputasi organisasi.

Energi tenang manajer sangatlah dibutuhkan oleh para karyawan. Manajer tidak boleh terjebak dalam kesibukan yang luar biasa, sehingga tidak memiliki waktu untuk mengamati realitas karyawannya dengan kekuatan energi tenangnya. Manajer harus menjadi pengamat yang adil dan jujur dengan penuh empati dan cinta, sehingga mampu merasakan suasana batin para karyawan. Kemampuan manajer untuk selalu berada di sekitar orang-orang yang dipimpinnya dengan penuh empati, akan menjadikan dirinya sebagai energi yang meningkatkan kinerja timnya.

Manajer yang hebat tidak pernah mengeluh tentang stafnya, tetapi selalu merasakan potensi dan kontribusi hebat dari staf-stafnya dengan rasa syukur dan terima kasih. Bila menemukan manajer atau eksekutif puncak yang mengeluhkan kekurangan dan kelemahan para stafnya, maka mereka sesungguhnya tidak pantas menjadi pemimpin, dan seharusnya merasa malu dengan posisinya tersebut. Sebab, bukankah jabatan dan kekuasaan yang diberikan kepada mereka untuk memimpin dan memberdayakan para stafnya. Jadi, mengapa harus mengeluh, bukankah sebaiknya bekerja daripada mengeluh?

Sikap manajer dan eksekutif puncak yang suka mengeluh menunjukkan mereka malas untuk mengelola, melatih, dan menggunakan hati untuk menjadikan karyawan mereka seperti yang mereka inginkan. Kualitas karyawan dihasilkan dari kualitas kepemimpinan. Bila kepemimpinan yang memimpin karyawan berkualitas rendah, maka karyawan-karyawan hebatpun akan berkualitas rendah dan berkinerja apa adanya.

Manajer yang hebat adalah dia yang bertanggung jawab penuh dan membuat seluruh stafnya bahagia bersama pekerjaannya. Tidak akan ada sikap mengeluh di dalam organisasi bila manajer cerdas memotivasi stafnya, untuk melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati dan mampu berkinerja dengan hati yang bahagia.

Manajer yang hebat selalu memulai pekerjaannya dengan menemukan orang-orang yang tepat dan hebat; sehingga dia mampu melatih, memberdayakan, memotivasi, dan meningkatkan kualitas kerja mereka untuk menghadapi segala kemungkinan di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA KEKUATAN PRODUK UNGGULAN

“Rawatlah produk unggulan dengan kreatif dan berkualitas, karena produk unggulan sudah pasti akan memberikan kehidupan pada perusahaan Anda.”~Djajendra

Temukan kekuatan di dalam bisnis Anda. Diantara produk-produk yang Anda miliki, mana yang paling kuat dan unggul? Jangan mengabaikan produk yang sudah kuat. Fokuskan kekuatan bisnis pada produk unggulan agar kinerja bisnis bisa lebih meningkat.

Bisnis yang hebat lahir dari kemampuan untuk fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas. Sekecil apapun usaha yang Anda miliki, Anda pasti bisa menjadikannya lebih besar dan selalu sukses. Caranya adalah dengan memberikan perhatian yang lebih kreatif dan fokus terhadap produk unggulan. Siapkan strategi dan taktik yang tepat agar produk unggulan dapat secara terus-menerus menjadi sumber keuntungan usaha.

Produk unggul adalah kekuatan inti yang harus dimanfaatkan secara optimal. Konsentrasikan sumber daya perusahaan pada kekuatan inti, dan layani pasar dengan seoptimal mungkin agar produk unggulan dapat menjadi kekuatan yang menguasai ceruk pasar, serta berkemampuan untuk tumbuh dan menguasai pangsa pasar yang lebih besar.

Dunia bisnis adalah dunia kompetisi. Jadi, perusahaan yang mampu memiliki kredibilitas dan reputasi atas produk unggulannya, dipastikan dapat memenangkan kompetisi dan selalu memimpin pasar dengan sukses.

Dalam realitas bisnis, sering sekali produk yang sudah sukses kurang dirawat. Pebisnis lebih suka berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru, sehingga perhatian pada produk baru menjadi lebih besar, sedangkan pada produk lama yang menjadi kekuatan inti bisnis suka diabaikan. Padahal untuk saat ini produk lama tersebutlah yang sedang memberikan kehidupan pada perusahaan.

Produk yang kuat dan unggul harus dirawat dengan hati-hati. Sebab, produk unggul tersebut sedang menjadi kekuatan inti perusahaan. Produk yang kuat inilah yang sedang memberi makan setiap insan perusahaan. Jadi, fokuskan sumber daya dan energi kolektif bisnis untuk menjadikan kekuatan inti perusahaan lebih maksimal.

Dalam strategi pemasaran, wilayah sukses dan wilayah keahlian adalah kekuatan. Jadi, bila sekarang ini produk unggulan tersebut sudah berada di wilayah sukses, serta sumber daya manusia perusahaan sudah menguasai wilayah keahlian di dalam pasar, maka perusahaan pasti mampu menangani setiap kebutuhan dan tantangan pasar. Miliki visi untuk membangun pasar yang memudahkan produk unggulan menjadi yang terbaik, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menjaga emosi positif dan mengelola harapan dengan bijak. Setelah produk unggulan menguasai wilayah sukses di pasar, perusahaan harus fokus menjaga produk tetap di wilayah sukses, dan pemimpin usaha harus mampu mengendalikan ambisi pribadi yang berlebihan, sehingga tidak menciptakan spekulasi yang merugikan posisi produk di wilayah sukses.

Walaupun produk unggulan tersebut sudah menguasai wilayah sukses di pasar, dan sumber daya manusia sudah memiliki keahlian untuk menjaganya. Tetapi, tetaplah diperlukan perbaikan dan perawatan tanpa henti. Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk kreatif dan fokus menangani perbaikan produk unggulan. Intinya, produk unggulan tidak dianggap sudah terlalu kuat dan hebat, tetap rendah hati untuk menjaga mutu, pelayanan, dan tuntutan pasar.

Sumber daya manusia adalah bagian terpenting yang menentukan keberhasilan produk unggulan dalam jangka yang lebih panjang. Perusahaan secara berkelanjutan dan terus-menerus wajib meningkatkan keahlian, wawasan, pengetahuan, dan keandalan sumber daya manusia agar mereka selalu siap untuk menjaga dan merawat produk unggulan.

Produk unggulan harus cerdas mengungkapkan kekuatan uniknya, sehingga tidak ada pesaing yang mampu menciptakan produk baru untuk mengalahkan produk unggulan Anda.

Bisnis yang hebat ada pada kekuatan produk unggulan, yang bila selalu disempurnakan kualitas dan pelayanannya dengan lebih kreatif, maka produk unggulan tersebut akan menjadikan perusahaan lebih kuat dan lebih kaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RASA SYUKUR MENINGKATKAN KINERJA DAN PRESTASI

“Karyawan yang bersyukur adalah aset yang selalu menghasilkan yang terbaik untuk dirinya, perusahaannya, dan stakeholdernya. Bersyukur menjadikan perilaku diri lebih positif dan lebih berkontribusi dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Rasa syukur adalah anugerah terindah. Ketika diri sudah terbiasa dan terlatih hidupnya di dalam rasa syukur; maka diri akan menikmati kehidupan yang tenang, optimis, yakin, percaya diri, dan bahagia. Rasa syukur adalah energi yang mengoptimalkan kualitas dan potensi diri, untuk fokus dan mengalir di dalam peningkatan dan kemajuan diri.

Rasa syukur menjadikan diri tidak khawatir; selalu menyediakan berbagai solusi yang jelas; tidak menciptakan ketakutan; mampu menciptakan ketenangan dan ruang optimis untuk keberhasilan. Rasa syukur menjadikan diri bergerak dengan dinamis dan kreatif, sambil menyelesaikan segala sesuatu yang prioritas, serta tidak menunda-nunda yang bisa segera diselesaikan.

Rasa syukur menghambat stres dan menenangkan saraf. Rasa syukur menjadikan diri lebih tenang dan lebih ikhlas menerima realitas, sehingga pikiran bawah sadar tetap tenang dan positif, serta mampu meredakan semua potensi pemicu stres.

Budaya kerja dengan rasa syukur akan meningkatkan kualitas hubungan kerja dan rasa percaya diri karyawan. Bila setiap orang di tempat kerja mampu dibukakan pikirannya, dan mampu diberikan pencerahan tentang baiknya rasa syukur, maka sumber daya manusia perusahaan menjadi aset yang efektif dan produktif.

Rasa syukur meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Pikiran yang secara terus-menerus bersyukur dan optimis akan menjadikan diri kuat dan unggul.

Di tempat kerja, sangat diperlukan program untuk membiasakan dan melatih rasa syukur karyawan atas pekerjaannya. Sebab, rasa syukur menjadikan saraf dan pikiran tenang, sehingga karyawan dapat berkontribusi dengan berkualitas.

Rasa syukur adalah strategi mental untuk kemenangan. Sebab, rasa syukur membuat diri tidak merasa kalah; membuat diri selalu optimis dan yakin untuk memenangkan apapun yang diinginkan oleh diri. Rasa syukur adalah energi optimis, energi percaya diri di dalam sikap rendah hati. Rasa syukur selalu memperlakukan diri dengan hormat, dan memfokuskan diri untuk menang dengan tenang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG PRODUKTIF ADALAH ASET PENGHASIL NILAI TAMBAH

DJAJENDRA-DSCN0859“Jadikan dirimu sebagai aset yang produktif; jadikan dirimu unggul dan terampil; jadikan dirimu sebagai energi tanggung jawab; jadikan dirimu sebagai pembangkit motivasi di tempat kerja; jadikan dirimu sebagai energi kolaborasi yang saling bergandeng tangan untuk mencapai yang terbaik; jadikan dirimu sebagai potensi yang bekerja untuk standar dan kualitas tertinggi.”~Djajendra

Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk mengalirkan bakat, potensi, kecerdasan, kreativitas, sumber daya, dan kemampuan. Setiap orang yang mampu mengalir dengan keandalannya pasti menjadi orang yang produktif dan berprestasi. Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan sepenuh tanggung jawab.

Setiap orang di tempat kerja harus berjuang untuk mewujudkan potensi menjadi hasil akhir yang produktif. Mendorong pencapaian kinerja dan prestasi tertinggi, mengeksplorasi potensi dan sumber daya secara produktif, saling membantu untuk tumbuh dan berkembang, serta terbiasa bekerja cepat dalam kolaborasi.

Orang-orang produktif biasanya sangat bertanggung jawab dan sangat andal untuk melakukan pekerjaannya dengan sempurna. Mereka cerdas berkolaborasi dalam tim secara kreatif, efektif, dan produktif. Mereka cerdas berbagi kerja, cerdas mendelegasikan kerja, cerdas untuk tidak berebutan pekerjaan, dan cerdas untuk mengalir di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif adalah pencapai kinerja dan prestasi tertinggi. Mereka fokus, berdisiplin, memiliki tujuan, memiliki cara, memiliki dorongan motivasi, memiliki kebutuhan, memiliki keinginan yang kuat untuk berprestasi, dan bekerja untuk mencapai yang terpenting melalui prioritas.

Orang-orang produktif sadar bahwa kebutuhan dan keinginan adalah motivator yang menentukan siapa dirinya. Kebutuhan untuk berprestasi adalah motivator yang mampu membuat dirinya semangat terus. Kebutuhan untuk menjadi pribadi produktif dan pencipta nilai tambah adalah motivator yang mampu membuat dirinya lebih sejahtera. Orang-orang produktif selalu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk menjadikan diri mereka semangat terus di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif tidak akan terlalu berkompetisi, mereka fokus untuk meningkatkan kualitas dan keandalan cara kerjanya. Mereka sadar bahwa terlalu banyak kompetisi dapat menyebabkan stres, penurunan energi, dan membahayakan moral kolaborasi.

Orang-orang produktif juga sangat kreatif. Mereka selalu memahami bahwa tidak ada batas untuk meningkatkan prestasi. Mereka tidak terjebak dalam batas prestasi dan kinerja. Mereka tidak terbatas oleh sebuah target. Mereka selalu meningkatkan kualitas dan potensi untuk mencapai lebih dari yang telah dicapai.

Orang-orang produktif adalah mereka yang bekerja dengan menggunakan manajemen dan hirarki yang efektif.

Orang-orang produktif bekerja di dalam kekuatan dan keunggulan. Mereka meminimalkan kelemahan dan menemukan cara untuk lebih produktif. Intinya, orang-orang produktif fokus untuk mendapatkan prestasi dan kinerja. Mereka selalu membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk berhasil. Mereka tidak bekerja dalam keraguan dan ketidakjelasan. Mereka selalu menemukan keseimbangan kerja dan mencapai kinerja terbaik.

Orang-orang produktif selalu membangun dirinya dengan keahlian baru untuk dapat bekerja di dalam perubahan dan kreativitas. Mereka bekerja dengan menjadikan dirinya sebagai aset yang mampu menciptakan nilai tambah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJER HARUS CERDAS MENGELOLA EMOSI POSITIF KARYAWAN

DJAJENDRA“Manajer yang andal pasti selalu sadar untuk mengelola emosi positifnya, serta mempengaruhi semua orang yang dikelola untuk beremosi positif dan cerdas.” ~ Djajendra

Manajer adalah orang yang mengelola orang dan pekerjaan. Harus ada keseimbangan dalam mengelola orang dan pekerjaan. Bila manajer gagal menciptakan keseimbangan antara mengelola orang dan pekerjaan, maka kinerja yang diharapkan sulit tercapai.

Untuk mengelola pekerjaan, biasanya tidak sulit, sebab sistem dan tata kelola yang profesional pasti memudahkan manajer untuk mengelola pekerjaan. Tetapi, untuk mengelola orang tidak sederhana, membutuhkan kecerdasan emosional untuk dapat memahami suasana hati dan pikiran dari orang-orang yang sedang dikelola.

Sering sekali, dalam rutinitas kerja, manajer terlalu fokus untuk mengurusi pekerjaan. Manajer menghabiskan waktu dan energi untuk mengoptimalkan performa pekerjaan. Dan, selalu kehilangan waktu dan energi, untuk mengelola suasana hati positif karyawan agar mereka bisa mengoptimalkan performa kerjanya.

Untuk mendapatkan kualitas kerja yang baik, tidak hanya ditentukan oleh sistem dan tata kelola yang profesional. Tetapi, sangat ditentukan oleh suasana hati yang positif, juga karakter kerja yang gesit dan kreatif. Intinya, semakin positif emosi karyawan, semakin hebat mereka merespon tanggung jawabnya dengan sepenuh hati dan totalitas.

Keberadaan seorang manajer adalah untuk membangun hubungan yang positif agar dapat terhubung secara berkualitas dengan semua pihak. Oleh karena itu, manajer haruslah selalu berada dalam suasana hati yang positif, lebih tenang dan lebih mampu menerima informasi secara efektif. Dan juga, lebih merespon dengan gesit, cepat, tepat waktu, produktif, dan kreatif. Manajer yang andal selalu sadar untuk mengelola emosi positifnya, serta mempengaruhi semua orang yang dikelola untuk beremosi positif dan cerdas.

Emosi positif adalah akar kinerja terbaik. Keterampilan dan kompetensi yang hebat saja masih belum cukup. Kemampuan untuk menguatkan kompetensi dan keterampilan dengan emosi positif yang cerdas, akan menjadikan manajer lebih andal dan produktif.

Tugas terpenting seorang manajer adalah membawa keluar performa terbaik dari orang-orang yang dipimpin dan dikelola. Bila ada pekerja yang kurang baik, maka manajerlah yang harus sadar diri untuk meningkatkan kualitas si pekerja. Menyalahkan pekerja yang tidak produktif dan efektif bukanlah solusi. Pekerja yang tidak berkualitas merupakan tanda tidak andalnya si manajer. Jadi, sekarang ini, bukan zamannya untuk menyalahkan orang-orang yang dikelola, tetapi harus meningkatkan kemampuan manajerial diri sendiri agar dapat mengelola orang-orang dengan lebih berkualitas.

Membangun sistem manajemen berkinerja tinggi haruslah dengan kemampuan untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia. Manusia adalah elemen terpenting dalam pencapaian kinerja terbaik. Oleh karena itu, sangatlah penting buat perusahaan untuk melakukan investasi agar sumber daya manusianya menjadi lebih andal dan berkualitas.

Khususnya, investasi diaspek peningkatan kualitas emosi baik, pikiran baik, dan perilaku kerja yang baik, supaya sumber daya manusia perusahaan dapat menjadi aset yang produktif.

Kecerdasan manajer untuk mengelola emosi positif pekerja akan menghasilkan kualitas moral kerja yang tinggi. Bila kualitas moral kerja mencapai titik optimal, maka perilaku kerja karyawan akan mengalir di dalam keterbukaan, akuntabilitas, integritas, dan loyalitas.

Manajer harus bertanggung jawab untuk membentuk kehidupan emosional positif di tempat kerja. Menjadikan tempat kerja sebagai energi positif, menghidupkan harapan setiap insan perusahaan untuk hidup bahagia di tempat kerja. Emosi baik yang menyebar dari setiap insan perusahaan, akan menjadikan perusahaan memiliki kekuatan positif, untuk menghasilkan kinerja dan karya terbaik.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

RELIABILITY KARYAWAN UNTUK MENGHASILKAN KINERJA

“Seseorang yang andal pasti dapat dipercaya, pasti tahan uji, pasti kuat mental, pasti dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan berkualitas dan tepat waktu.”~Djajendra

Reliability yang bahasa Indonesianya berarti keandalan. Di tempat kerja, reliability merupakan salah satu nilai yang sangat penting. Setiap insan perusahaan yang memiliki reliability pasti menjadi aset terpenting untuk memajukan perusahaan.

Keandalan sumber daya manusia di tempat kerja merupakan syarat terpenting untuk pencapaian kinerja terbaik. Setiap insan perusahaan yang mampu memperlihatkan kualitas dan kompetensi terbaiknya; berpotensi menjadi orang yang diandalkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan, visi, target, dan kinerja terbaik.

Reliability jauh lebih penting daripada banyaknya gelar pendidikan dan pengalaman kerja. Reliability juga jauh lebih penting daripada kecerdasan dan nilai-nilai akademik seseorang. Reliability menjadi sangat penting di wilayah taktik dan eksekusi. Jadi, orang-orang yang memiliki keandalan di bidang pekerjaannya, biasanya dengan sangat mudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara berkualitas dan tepat waktu.

Reliability menciptakan insan perusahaan yang dapat dipercaya. Seseorang yang memiliki keandalan pasti bekerja secara konsisten, dan selalu bertanggung jawab dengan sepenuh hati. Intinya, mereka tidak akan lari dari tanggung jawab, selalu bekerja dengan lebih produktif dan lebih berkualitas.

Perusahaan-perusahaan unggul selalu menjalankan program keandalan, untuk menghasilkan insan perusahaan, yang siap memenangkan target perusahaan dengan berkualitas dan produktif. Keandalan karyawan akan menguatkan rasa tanggung jawab di internal perusahaan, sehingga setiap orang secara sadar akan berkontribusi secara maksimal dan sepenuh hati.

Energi reliability insan perusahaan akan menjadikan mereka bekerja dengan disiplin dan semangat yang tinggi. Mereka akan fokus pada pekerjaannya, bekerja tanpa berkeluh ataupun menggerutu, serta selalu sadar diri untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi. Termasuk, sangat mudah mengalir di dalam perubahan untuk pencapaian yang lebih baik.

Keandalan karyawan haruslah menjadi perhatian manajemen. Secara rutin program keandalan di semua aspek kerja haruslah dilatih dan dibiasakan. Mulai dari perencanaan sampai pemeliharaan dan peningkatan haruslah disiapkan keandalan agar dapat mencapai kinerja terbaik. Orang-orang yang andal di tempat kerja pasti memberikan perhatian yang fokus pada pekerjaan, dan selalu cerdas mengatasi gangguan.

Keandalan di tempat kerja merupakan kunci sukses untuk pencapaian kinerja terbaik. Orang-orang yang andal, sistem yang andal, proses yang andal, tata kelola yang andal, kepemimpinan yang andal, dan manajemen yang andal, adalah dasar untuk menghasilkan kualitas dan kinerja yang berkelanjutan peningkatannya.

Keandalan perusahaan di semua dimensi dan aspek kerja akan meningkatkan reputasi, dan juga secara konsisten menjadikan sumber daya perusahaan sebagai aset produktif, yang secara terus-menerus menghasilkan keuntungan terbaik.

Keandalan akan meningkatkan rasa percaya stakeholders kepada perusahaan. Hal ini, secara otomatis akan menguatkan fondasi perusahaan, sehingga perusahaan mampu tumbuh menjadi semakin besar.

Keandalan akan meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri di internal perusahaan, sehingga kemampuan di internal perusahaan akan semakin meningkat, untuk menemukan solusi dalam menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG PRODUKTIF SELALU TERORGANISIR DAN TERKOORDINASI UNTUK PRODUKTIF

DJAJENDRA-DSCN0859ORANG-ORANG PRODUKTIF SELALU TERORGANISIR DAN TERKOORDINASI UNTUK PRODUKTIF

“Menjadi produktif tidak sebatas ukuran kualitas dan kuantitas. Di sini, terdapat berbagai ukuran yang dihasilkan dari dalam jiwa, seperti: emosi yang cerdas, energi positif, pikiran optimis, kemampuan untuk mengalir dalam kolaborasi, kemampuan untuk bersikap dalam prioritas, kemampuan untuk hidup dengan terorganisir dan terkoordinasi. Dan semua ini, memerlukan jiwa yang ikhlas dan tulus, untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas.”~ Djajendra

Orang-orang produktif pola kerjanya terorganisir dan bekerja untuk menghasilkan nilai tambah. Perilakunya sangat disiplin dan fokus pada tujuan yang harus dicapai. Dan juga,  selalu menggunakan waktu, energi, sumber daya dengan efektif dan efisien.

Etos kerja yang produktif dihasilkan dari kesadaran dan kemampuan untuk bekerja berdasarkan visi, misi, nilai-nilai, tujuan, strategi, taktik, dan rencana kerja. Dan biasanya sangat mengalir di dalam sistem dan proses kerja, termasuk sangat patuh pada standar kerja yang ada.

Orang-orang produktif biasanya mau mendengarkan, cerdas mengalir dalam kolaborasi kerja, mampu menanggapi dengan proaktif dan positif, dan selalu terorganisir dalam koordinasi yang baik.

Karakter kerja orang-orang produktif selalu tenang, senang, fokus, menguasai keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk menghasilkan kinerja yang produktif.

Menjadi produktif berarti mampu menjaga keseimbangan antara kolaborasi dan fokus. Semakin mengalir dalam sistem dan proses dengan energi kolaborasi, semakin mampu menciptakan tempat kerja yang produktif dan efektif. Fokus dan kolaborasi sangat penting bagi keberhasilan setiap organisasi dalam pencapaian kinerja terbaik.

Orang-orang produktif biasanya memiliki tingkat kepuasaan kerja yang tinggi. Mereka sangat suka dan mencintai pekerjaannya dengan sepenuh hati, sehingga pola kerjanya menjadi lebih totalitas untuk menghasilkan kinerja yang lebih produktif.

Orang-orang produktif selalu membantu peningkatan produktivitas dan kinerja organisasi. Keterlibatan yang proaktif dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif, akan menjadikan mereka sebagai aset produktif yang terus-menerus menghasilkan nilai tambah.

Karakter kerja orang-orang produktif sangat efektif. Mereka tidak akan terjebak dalam pekerjaan tidak penting yang membuang-buang waktu. Mereka selalu fokus pada tugas-tugas prioritas, dan menggunakan waktu dengan efektif untuk menuntaskan pekerjaan yang paling penting. Termasuk, mereka selalu mendedikasikan kualitas dan potensinya untuk melayani pekerjaannya sesuai jumlah jam kerja, misal sehari delapan jam kerja, maka delapan jam kerja tersebut digunakan dengan efektif dan produktif untuk memberikan hasil yang paling berharga buat perusahaan.

Orang-orang produktif sangat terorganisir di dalam budaya kerja yang penuh disiplin. Mereka memiliki keyakinan dan kebiasaan untuk memberikan atau melayani perusahaannya melebihi harapan yang dimiliki perusahaan kepada mereka. Mereka mampu memimpin diri sendiri dan menciptakan perilaku kerja yang membantu etos kerja perusahaan.

Orang-orang produktif mampu menyederhanakan kompleksitas kerja. Mereka sangat cerdas emosi, dan selalu menyatukan perasaan positifnya ke dalam aliran kerja.  Mereka juga sangat fleksibel untuk bergerak di ruang formal dan tidak formal, sehingga mampu terhubung dengan realitas di lapangan, dan mampu menemukan solusi yang kreatif untuk tetap produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DIBAYAR UNTUK MELAYANI PEKERJAAN DENGAN LEBIH PRODUKTIF

“Berani menerima gaji, pasti berani menjadi lebih ikhlas dan tulus untuk melayani pekerjaan dengan produktif.” ~ Djajendra

Dunia kerja adalah dunia produktif. Siapapun yang sudah menerima gaji bulanan, haruslah memiliki hati yang ikhlas dan tulus, untuk melayani pekerjaannya dengan produktif. Sikap profesional karyawan wajib diperlihatkan dengan etos kerja yang lebih produktif, efektif, kreatif, dan berkualitas.

Para profesional selalu merasa bahwa mereka sudah dibayar oleh perusahaan untuk melayani dengan lebih produktif. Oleh karena itu, mereka sudah menyiapkan kualitas dirinya sejak bangun di pagi hari. Tidak ada beban kehidupan yang boleh dibawa ke ruang kantor. Sikap profesional adalah sikap yang fokus secara detail pada pekerjaan dan tanggung jawab, dan juga sikap yang sangat kolaboratif di sepanjang jam kerja.

Kualitas diri untuk menyatu di dalam budaya perusahaan, dan kualitas diri untuk mengalir bersama proses kerja yang sudah terstandarisasi di dalam tata kelola yang baik, adalah kesadaran yang harus dirawat di setiap momen kerja. Para profesional merupakan orang-orang yang memberikan kualitas dan pelayanan prima atas upah yang sudah diterima. Mereka yang berani menerima bayaran, pasti berani memberikan kualitas dan pelayanan yang lebih produktif.

Para profesional sejati tidak menunggu dirinya diberdayakan oleh perusahaan. Tetapi, mereka memiliki kesadaran dan etika kerja, untuk memberikan performa terbaik dengan cara menjadi lebih produktif dan kreatif. Mereka selalu mampu mengimbangi nilai-nilai budaya kerja, sehingga pola kerja mereka unggul dan konsisten seperti maunya nilai-nilai budaya tersebut. Mereka mampu berkontribusi untuk kualitas dan cerdas menanggapi ketidakpastian, hal-hal tak terduga, perubahan, hal-hal yang sifatnya sangat individual, termasuk keinginan-keinginan yang tercipta secara situasional.

Para profesional selalu bekerja dalam satu visi, satu rasa, satu tujuan, dan satu budaya perusahaan yang jelas dan tegas. Mereka sangat tekun berlatih dan mempersiapkan potensi dirinya untuk melayani perusahaan dengan lebih baik. Mereka selalu patuh pada standar pelayanan dan menjadikannya sebagai pedoman untuk menjaga perilaku profesionalisme di tempat kerja. Mereka juga dengan mudah mampu menyatukan kualitas dirinya dengan kemajuan teknologi; termasuk selalu memperluas pengetahuan dan wawasan pekerjaan, untuk dapat menjangkau wilayah di luar zona nyaman.

Para profesional sejati selalu sadar bahwa mereka dibayar perusahaan untuk dapat melayani pekerjaannya dengan lebih produktif dan kreatif. Oleh sebab itu, sejak bangun pagi, mereka sudah mencurahkan perhatiannya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih berkualitas dan produktif. Intinya, setiap pagi, sebelum ke kantor, mereka sudah mempersiapkan dirinya untuk memberikan yang terbaik dengan penuh tanggung jawab kepada perusahaan yang mereka cintai dan miliki dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com