STRES ITU ADA DI DALAM DIRI KITA

“Hidup harus damai agar kita menjadi lebih berguna bagi hidup yang kita jalani.”~Djajendra

Stres yang berlangsung lama dapat membahayakan kesehatan dan menghilangkan kebahagiaan. Tidak mungkin hidup seseorang itu bebas stres, tetapi sangat mungkin bagi siapa pun untuk segera meninggalkan stres. Seberat apa pun peristiwa hidup yang dihadapi, harus ada batas waktu untuk menerimanya dan mengambil hikmah darinya. Tidak boleh membiarkan peristiwa berat tersebut terus-menerus mempermainkan pikiran dan kecerdasan kita. Kita harus ikhlas dan tidak membiarkan kedamaian hidup kita hilang karena stres yang tidak berkurang.

Stres kita itu ada di dalam diri kita dan bukan di luar diri kita. Ketika panca indera tidak dalam kendali jiwa sejati, maka diri sejati berada dalam cengkeraman stres. Stres selalu bermula dari pikiran dan kecerdasan yang tidak menerima sesuatu; di mana persepsi negatif terhadap sesuatu itu menimbulkan ketakutan, kemarahan, kekhawatiran, kecemasan, kebosanan, dan berbagai jenis emosi negatif yang lain. Semua emosi negatif ini diambil oleh kecerdasan, yang berpikir bahwa diri kita sedang diserang, sehingga pikiran menciptakan emosi dalam bentuk stres.

Karena stres bersumber dari dalam diri sendiri, solusinya adalah memahami diri sendiri dengan baik dan mengelola dari ke kedalam diri untuk mengendalikan stres. Semua ini dapat dimulai dengan melatih diri sendiri untuk memperhatikan pikirannya sendiri. Kesadaran kita harus terlatih untuk melihat dari mana pikiran-pikiran kita itu datang. Kesadaran dan kecerdasan kita harus mampu melihat di mana pikiran-pikiran kita menguasai hidup kita, bagaimana pikiran-pikiran kita itu menghilang dan muncul untuk mempengaruhi emosi dan kecerdasan kita. Intinya, pikiran dan kecerdasan harus selalu dalam kendali kesadaran agar kita mampu menghilangkan atau mengurangi dampak buruk dari stres yang kita alami. Jelas, semua ini membutuhkan disiplin dan latihan yang terus-menerus dalam mengelola pikiran dan kecerdasan kita.

Ketika kesadaran dan kecerdasan berkolaborasi untuk mengendalikan pikiran, maka kita dapat memantau apa yang dilakukan pikiran kita terhadap diri kita. Jadi, ketika pikiran membawa kita ke dalam stres, kita bisa segera memutus energi stres dari diri kita. Kita harus menggiring pikiran untuk tidak merespons hal-hal pemicu stres. Kita harus mampu membentuk pola pikir baru untuk menciptakan kedamaian dan kebahagiaan di dalam diri kita. Akhirnya, kita harus sadar bahwa stres tidak mungkin dihilangkan, tetapi dapat dikendalikan. Semakin terlatih dan terampil diri kita untuk mengendalikan stres, semakin damai dan bahagia hidup kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com