MENUMBUHKAN RASA KEPEMILIKAN DAN KESETIAAN KARYAWAN KEPADA PERUSAHAAN

“Hanya jiwa yang tidak memiliki rasa syukur, yang tidak pernah memiliki hati untuk mencintai perusahaan yang memberikan kehidupan ekonomi dan karir.”~Djajendra

Perusahaan dan karyawan memiliki hubungan yang saling terkait, saling melengkapi, dan saling memberi. Ketika karyawan setia dengan rasa memiliki perusahaan yang kuat, maka perusahaan akan mendapatkan dukungan penuh dan total dari karyawan di semua keadaan. Dampaknya, ketika perusahaan mendapatkan rintangan dan masalah, maka kesetiaan dan rasa memiliki ini akan menguat untuk membantu perusahaan agar segera keluar dari masalah yang dihadapi.

Rasa kepemilikan terhadap perusahaan yang tertanam kuat di dalam diri karyawan, adalah energi positif yang mampu membangkitkan motivasi dan gairah kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Jelas, agar rasa kepemilikan dan loyalitas karyawan meningkat, maka kepemimpinan dan manajemen haruslah menunjukkan keteladanan dan empati kepada karyawan. Perhatian, cinta, dan kepedulian adalah nilai-nilai yang harus diberikan oleh manajemen dan kepemimpinan melalui budaya perusahaan yang kuat. Ketika budaya perusahaan kuat, maka semua sikap dan perilaku positif akan tampil konsisten.

Bila setiap karyawan tumbuh di dalam kesadaran tentang keberadaannya di perusahaan, kesadaran tentang kehidupan yang diberikan oleh perusahaan, kesadaran tentang tujuan keberadaan perusahaan, dan kesadaran tentang keberadaan mereka dalam proses kerja di perusahaan; maka, kesadaran mereka akan meningkatkan rasa kepemilikan dan kesetiaan mereka kepada perusahaan. Apalagi, bila karyawan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mencintai perusahaan secara utuh, maka kesetiaan dan rasa kepemilikan tersebut akan memberikan jawaban dalam bentuk etos kerja yang menguatkan proses kerja di dalam perusahaan.

Kejelasan tujuan keberadaan karyawan di dalam perusahaan, dan sikap rendah hati karyawan untuk bersyukur dengan apa yang perusahaan berikan, dapat meningkatkan kepuasaan kerja karyawan di perusahaan. Rasa syukur dan kebahagiaan kerja mampu meningkatkan semangat untuk mencapai tujuan nyata dalam kehidupan kerja, yaitu: kebahagian dan rasa kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan untuk setiap karyawan.

Rasa memiliki atau biasa disebut dengan sense of belonging bukanlah sesuatu yang terlihat, tetapi muncul dalam wujud energi positif untuk menjaga dan merawat perusahaan di setiap situasi dan keadaan. Kesadaran setiap pihak di dalam perusahaan untuk memiliki sikap, perilaku, kualitas, dan tindakan yang menjaga perusahaan dari setiap potensi masalah secara utuh adalah benih untuk munculnya rasa memiliki. Kesetiaan dan rasa memiliki adalah bagian dari pengabdian yang diberikan kepada perusahaan.

Rasa kepemilikan dan kesetiaan kepada perusahaan menciptakan kewajiban dalam suara hati, untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas. Dalam hal ini, karyawan akan tampil dengan sikap rendah hati, kuat dalam karakter kerja, berani jujur ​​untuk menghadapi kenyataan, tegas dan cukup terhormat untuk meningkatkan reputasi perusahaan.

Kesetiaan dan rasa memiliki melibatkan hati, pikiran, dan jiwa untuk melakukan tindakan yang membantu perusahaan dengan sepenuh hati. Ketika perusahaan membutuhkan bantuan, maka setiap orang bangkit dengan penuh semangat untuk membantu perusahaan dan menyelesaikan tantangan yang dihadapi perusahaan.

Rasa kepemilikan dan kesetiaan membangkitkan energi kerja dalam satu visi dan satu budaya kerja. Semua orang mampu menjadi satu untuk semua dan semua untuk satu.

Untuk seminar/training hubungi: 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com