PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DAN SOPAN SANTUN DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 2018

PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DAN SOPAN SANTUN DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 2018

PELATIHAN MEMBANGUN BUDAYA KESOPANAN DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI (CIVILITY IN THE WORKPLACE)

DESKRIPSI

Rendahnya kualitas kesopanan dan tata krama antara insan perusahaan akan menjadi pengganggu yang serius di tempat kerja. Ketidaksopanan di tempat kerja berdampak buruk dan berpotensi menciptakan organisasi dengan stres tinggi. Perilaku kasar di tempat kerja, komentar  kasar, mempermalukan di depan umum, intimidasi, berteriak pada satu sama lain, fitnah, bullying, diskriminasi, pelecehan, dendam, benci, serta sikap dan perilaku tidak sopan yang lainnya; pasti akan meningkatkan kecemasan, ketakutan, depresi, stres, absensi, dismotivasi, penurunan kualitas kerja, penurunan kepuasan kerja, penurunan omset bisnis, dan hilangnya kemampuan karyawan untuk memenuhi tujuan kerja mereka.

Ketidaksopanan di tempat kerja akan menghambat proses komunikasi dan kolaborasi. Dampaknya, perusahaan tidak akan mendapatkan kualitas kerja yang baik; pelanggan tidak akan mendapatkan kualitas pelayanan yang baik; kepemimpinan sulit mengambil keputusan yang tepat, karena informasi dan data dari karyawan pasti berkualitas rendah; karyawan tidak akan mampu berkontribusi dengan baik, karena stres mencegah mereka untuk berpikir jernih di tempat kerja; dan energi gosip akan menguasai semua dimensi kerja. Selanjutnya, energi negatif akan menciptakan konflik berkepanjangan yang menjauhkan hubungan kerja positif diantara insan perusahaan.

Ketidaksopanan di tempat kerja akan menghilangkan loyalitas insan perusahaan kepada perusahaan; akan menghilangkan kemampuan manajer untuk mengelola unit kerja dan tanggung jawabnya dengan produktif; akan menjadikan semua orang di dalam perusahaan menderita secara batin dan fisik; akan menjadikan orang-orang menguras tenaga dan waktu hanya untuk melayani emosional stres diantara satu sama lain; dan akan menjadikan orang-orang tidak produktif, karena menderita oleh stres yang tinggi.

Program pelatihan selama dua hari ini akan membangun budaya perilaku kesopanan dan tata krama. Peserta akan diberikan panduan untuk meningkatkan kesadaran agar dapat memiliki perilaku positif yang menciptakan kebaikan, kesopanan, dan tata krama di tempat kerja. Peserta akan diberikan panduan dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan kerja dengan sikap yang adil, etis, kasih sayang, peduli, empati, kreatif, produktif, saling menghormati, saling membantu, dan bersaing dengan positif untuk menciptakan keberhasilan organisasi.

KONSEP DASAR

Kesopanan dan tata krama adalah landasan untuk menciptakan hubungan kerja yang unggul di dalam kekuatan komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif perusahaan untuk menciptakan kebijakan, budaya, dan kepemimpinan, yang menghasilkan lingkungan kerja unggul untuk pencapaian kinerja terbaik.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Mengelola hubungan interpersonal di internal perusahaan.
  2. Membangun kesadaran untuk meningkatkan kesopanan di tempat kerja.
  3. Membangun budaya interaksi positif dan menghormati antara karyawan, manajer, pelanggan, dan pemangku kepentingan yang lainnya.
  4. Meningkatkan keterampilan komunikasi dan metode resolusi konflik.
  5. Membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkualitas untuk mendukung pencapaian kinerja terbaik.
  6. Meningkatkan kesadaran untuk mengurangi stres dan mencapai kegembiraan di tempat kerja.
  7. Mengembangkan mindset positif untuk menciptakan hubungan kerja yang saling meningkatkan kualitas kerja.
  8. Bertanggung jawab untuk menciptakan perilaku sopan santun di tempat kerja.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Memberikan panduan praktis untuk menciptakan lingkungan kerja yang sopan dengan tata krama, etis, saling menghormati, dan mencegah perilaku tidak sopan.
  2. Meningkatkan kompetensi pengendalian diri dan perilaku untuk saling respek antara insan perusahaan.
  3. Melengkapi insan perusahaan dengan keterampilan ketahanan diri untuk menghentikan kebocoran energi produktif di tempat kerja.
  4. Membantu insan perusahaan untuk menghindari stres dan perasaan kurang bahagia di tempat kerja.
  5. Membantu merehabilitasi konflik akibat pelecehan dan perilaku negatif.
  6. Membangun budaya dan kebijakan yang membuat tempat kerja lebih harmonis dan produktif.
  7. Membangun kekuatan insan perusahaan di atas kesopanan dan tata krama, serta memperbaiki kelemahan dengan perilaku kerja yang lebih positif.

MATERI PEMBAHASAN

Hari 1/Day 1

SESI 1: KESADARAN UNTUK BERPERILAKU SOPAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Pencerahan dan motivasi tentang tema pelatihan
  2. Memahami tujuan pelatihan
  3. Dampak negatif dari perilaku tidak sopan
  4. Memahami energi sukses dari perilaku sopan dan etis di tempat kerja
  5. Cara menangani kepribadian negatif
  6. Kerugian perusahaan dan pribadi atas perilaku tidak sopan
  7. Keuntungan perusahaan dan pribadi atas perilaku sopan
  8. Studi kasus
  9. Diskusi dan tanya jawab

SESI 2: EFEKTIVITAS ETIKET KERJA DAN MANFAATNYA

Sub Bahasan

  1. Niat baik dan kemauan untuk menjadi energi positif di tempat kerja
  2. Cara mengekspresikan kebaikan dan sopan santun
  3. Menghormati dan menunjukkan respek kepada setiap orang
  4. Keterlibatan di semua proses kerja dengan  ikhlas dan tulus
  5. Menjadi pribadi dengan persepsi dan logika berpikir yang etis
  6. Ketidaksopanan adalah biaya yang tidak terlihat
  7. Kesopanan adalah keuntungan dan kebahagiaan
  8. Berbagai akar penyebab dari ketidaksopanan
  9. Cara mengatasi ketidaksopanan dan cara menjalankan etiket kerja yang berkualitas
  10. Studi kasus
  11. Tanya jawab

SESI 3: RESOLUSI KONFLIK DAN MENEMUKAN AKAR PENYEBABNYA

Sub Bahasan

  1. Resolusi konflik dengan kolaborasi dan saling pengertian
  2. Resolusi konflik dengan persaingan sehat dan positif
  3. Resolusi konflik dengan tidak saling mencurigai dan mengganggu
  4. Resolusi konflik dengan mengisi kekurangan dan saling membantu
  5. Resolusi konflik dengan saling menghindari perilaku tidak sopan
  6. Meneliti penyebab konflik dan perilaku tidak sopan
  7. Mendapatkan akar penyebab konflik
  8. Membangun mindset dan perilaku yang memaafkan dengan tulus
  9. Memantafkan resolusi konflik di tempat kerja dengan kekuatan positif
  10. Studi kasus
  11. Tanya jawab

SESI 4: KOMUNIKASI DAN KECERDASAN INTERPERSONAL

Sub Bahasan

  1. Komunikasi verbal
  2. Komunikasi non verbal
  3. Keterampilan mendengarkan
  4. Keterampilan bertanya
  5. Kecerdasan membangun jembatan hubungan
  6. Membawa orang ke sudut pandang Anda
  7. Berkomunikasi dengan fakta dan emosi cerdas
  8. Berbagi opini dan membangun konsensus bersama
  9. Memanfaatkan sikap baik untuk meningkatkan pengaruh

Hari 2/Day 2

SESI 5: NEGOSIASI DAN SOLUSI ATAS PERILAKU TIDAK SOPAN

Sub Bahasan

  1. Teknik negosiasi untuk ketidaksopanan
  2. Sikap baik dan tata krama untuk bernegosiasi
  3. Kata-kata pembukaan yang tepat dan sopan
  4. Siapkan pengaruh untuk menawar solusi terbaik
  5. Bila hubungan sudah sangat buruk, gunakan jasa pihak ketiga untuk penyelesaian (Mediasi)
  6. Menemukan cara untuk pemecahan masalah
  7. Menemukan solusi terbaik
  8. Menyelesaikan negosiasi dengan kemenangan
  9. Studi kasus
  10. Tanya jawab

SESI 6: MENGINDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN TANTANGAN PERILAKU TIDAK SOPAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Mengidentifikasi nilai-nilai penyebab ketidaksopanan
  2. Melengkapi analisis kebutuhan kesopanan dan tata krama di tempat kerja
  3. Melakukan pengamatan atas perilaku tidak sopan dan dampaknya
  4. Studi kasus
  5. Ulasan dan brainstorming tentang bahaya perilaku tidak sopan di tempat kerja

SESI 7: MENULIS KEBIJAKAN TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN

Sub Bahasan

  1. Cara menulis pedoman kebijakan kesopanan dan tata krama
  2. Menunjuk tim inti untuk memulai penulisan pedoman kesopanan
  3. Menentukan perilaku yang tidak dapat diterima di tempat kerja
  4. Memetakan situasi dan kondisi agar perilaku dapat menghadapi realitas
  5. Mendefinisikan konsekuensi dari perilaku tidak sopan

SESI 8: MENGIMPLEMENTASI DAN MEMBUDAYAKAN KEBIJAKAN TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN DI INTERNAL PERUSAHAAN

Sub Bahasan

  1. Cara menyiapkan langkah-langkah untuk implementasi
  2. Melaksanakan pelatihan yang menyadarkan dan mencerahkan setiap individu
  3. Mendengarkan keluhan dan mengatasinya dengan kebijakan yang jelas
  4. Cara menegakkan aturan tata krama dan ketegasan untuk pelanggar
  5. Membudayakan nilai-nilai dan aturan tata krama secara berkelanjutan
  6. Evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI: 0812 1318 8899
E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN WORK LIFE BALANCE PROGRAM 2 HARI 2018

“Sukses sejati bersumber dari dalam jiwa yang memiliki kedamaian, kebahagiaan, kenyamanan, keamanan, kesehatan, serta bersumber dari kekayaan materi yang selalu tercukupi dalam setiap situasi dan kebutuhan. Dan, semua itu hanya dapat Anda miliki saat Anda sudah cerdas menjalankan kehidupan yang seimbang antara kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, sosial, spiritual, dan ekonomi.” ~ Djajendra

DESKRIPSI

Keseimbangan kehidupan dan pekerjaan atau biasa yang disebut dengan Work Life Balance adalah cara bekerja dengan tidak mengabaikan semua aspek kehidupan kerja, pribadi, keluarga, spiritual, dan sosial.

Keseimbangan kehidupan dan pekerjaan baru dapat dimiliki seseorang, saat dirinya sudah memiliki perasaan cukup waktu dan energi, untuk melayani semua aspek penting di dalam hidupnya. Artinya, dia sudah cerdas untuk melayani dirinya sendiri, pekerjaan, keluarga, Tuhan, dan kehidupan sosialnya. Misalnya, dia merasa sudah memiliki banyak waktu dan energi untuk melakukan olah raga, berdoa, berkumpul dan makan bersama orang-orang yang dicintai, mengunjungi dan berjalan-jalan ke tempat yang dia suka, belajar untuk meningkatkan kualitas kerja, menikmati pekerjaan dengan sukacita, serta merasakan kehidupan dirinya yang sehat, sejahtera, bahagia, berkecukupan, dan berkembang.

Keseimbangan dalam kehidupan dan pekerjaan akan menghasilkan kemampuan di dalam diri, untuk bertanggung jawab penuh atas pekerjaan, keluarga, kehidupan pribadi, kehidupan sosial, serta membuat diri selalu siap dan berdaya tahan penuh, untuk melayani semua tanggung jawab dengan totalitas.

Keseimbangan hidup dan kerja ada dalam rutinitas yang cerdas melayani dan terhubung dengan semua kewajiban dan kepentingan diri, untuk mendapatkan kebahagiaan, kesehatan, kebaikan, kesejahteraan, kesenangan, dan pertumbuhan diri menjadi lebih baik.

Kemampuan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi, dalam mewujudkan komunikasi secara efektif dengan semua kepentingan diri, merupakan sebuah solusi yang cerdas dalam menjalani kehidupan yang seimbang. Perhatian dan kepedulian terhadap pekerjaan, keluarga, dan diri sendiri, akan menjadikan kehidupan selalu unggul bersama keharmonisan yang solid.

Di tempat kerja, bila semua karyawan mampu menciptakan keseimbangan dalam kehidupan dan pekerjaan, maka mereka akan menghabiskan jam-jam kerjanya dengan produktif. Hal ini akan membuat setiap karyawan memiliki kesadaran untuk berkontribusi dan memberikan pelayanan unggul. Mereka juga akan terhindarkan dari budaya mengeluh, yang biasanya menjadi racun yang merusak etos kerja. Kecerdasan untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan kerja akan menciptakan kualitas kerja yang unggul, serta membuat lingkungan kerja sehari-hari lebih menyenangkan dalam disiplin dan gairah kerja yang terarah menuju prestasi puncak.

Etos kerja yang unggul akan muncul saat keseimbangan kehidupan dan pekerjaan karyawan mencapai titik puncak terkuat. Artinya, karyawan yang sudah mampu bekerja dalam keseimbangan hidup akan memiliki kesadaran, manajemen diri, motivasi diri, dan tanggung jawab yang sifatnya holistik, untuk bekerja dengan totalitas dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik.

Work life balance membutuhkan kecerdasan moral dan motivasi, untuk menciptakan diri yang berkualitas dalam integritas kehidupan. Saat moral mampu menghasilkan sikap positif dan optimis, untuk kemajuan diri, maka saat itu diri akan bekerja dengan lebih efektif.

Work life balance juga akan meningkatkan kesehatan diri karyawan, dan hal ini berarti mengurangi absensi, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Biasanya, karyawan-karyawan yang sehat, kuat, rajin, produktif, dan berkualitas, akan menjadi energi positif di lingkungan kerja, dan mampu menurunkan tingkat stres di tempat kerja, termasuk mampu meningkatkan semangat dan kebahagiaan di tempat kerja. Energi positif dari orang-orang yang cerdas menjalani keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, akan meningkatkan hubungan antar pribadi yang saling melengkapi, untuk kemajuan organisasi dan pribadi masing-masing.

Work life balance menciptakan etos kerja yang unggul secara alami. Hal ini bisa terjadi, karena setiap orang yang sadar dan mampu menjalani kehidupan kerja yang seimbang, akan memiliki disiplin dan motivasi, untuk menjalankan atau mengerjakan semua tanggung jawabnya dengan totalitas dan penuh perhatian.

Keseimbangan hidup dan kerja akan menciptakan tubuh, jiwa, pikiran, dan emosi yang terhubung dengan semua tanggung jawab dalam sukacita kehidupan. Artinya, orang-orang yang seimbang dalam kerja dan kehidupan, akan memiliki perasaan dan pikiran bahwa apa yang sedang dikerjakan itu merupakan permainan yang sangat disukai atau dicintai.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Video, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Mencapai keseimbangan hidup dan pekerjaan dengan produktif, sehat dan bahagia
  2. Memotivasi diri sendiri; mengembangkan keseimbangan hidup dan pekerjaan; mengatasi dan mengelola stres, marah; kesadaran diri untuk keseimbangan hidup, manajemen waktu dan motivasi kerja
  3. Mengidentifikasi peran dan kegiatan yang memerlukan berbagai tingkat perhatian
  4. Mengerahkan kontrol lebih besar atas waktu dan energi
  5. Meningkatkan kualitas manajemen diri untuk hidup dalam multi peran dan fungsi
  6. Meningkatkan kualitas hidup melalui aspek keuangan, kesehatan, keharmonisan, hubungan, spiritual, emosional, intelektual, pekerjaan, dan sosial
  7. Bekerja dengan sikap dan cara holistik yang lebih ikhlas dan tulus
  8. Memiliki sikap positif untuk mengatasi kelelahan mental, jiwa, dan tubu
  9. Menjadi visioner, inovatif, saling menghargai, terbuka dan jujur
  10. Memelihara perasaan bangga kepada organisasi atau perusahaan pemberi kerja

MANFAAT PELATIHAN

  1. Pada akhir pelatihan ini, peserta akan mendapatkan hal-hal berikut:
  2. Memahami proses terjadinya keseimbangan hidup dan kerja di dalam kehidupan pribadi
  3. Memahami apa artinya work life balance dan dampaknya terhadap kualitas kehidupan diri sendiri
  4. Memahami penyebab ketidakseimbangan dalam kehidupan dan pekerjaan
  5. Memahami peran dan tanggung jawab dalam kehidupan dan pekerjaan
  6. Memahami cara mengatasi kesibukan karena pekerjaan yang banyak
  7. Mengatasi tuntutan kompetisi dalam pekerjaan dan mempertahankan konsentrasi
  8. Memahami cara memotivasi diri sendiri dan mengalirkan energi positif ke dalam diri
  9. Memahami cara mengelola emosi dan energi positif di dalam diri
  10. Memahami cara meningkatkan kebahagiaan dan kedamaian hati
  11. Strategi untuk meningkatkan kualitas hidup dan memelihara kesejahteraan
  12. Memahami pentingnya kegiatan yang menstabilkan pikiran, tubuh, dan emosi
  13. Menciptakan tujuan hidup dan bekerja untuk sukses
  14. Memanfaatkan manajemen stres sebagai alat perubahan untuk menjadi lebih produktif
  15. Manajemen pikiran positif untuk membuat diri kuat dan tidak tersentuh stres
  16. Meningkatkan konsentrasi dan mempertahankan fokus pada pekerjaan
  17. Meningkatkan energi dan vitalitas dalam kehidupan kerja dan kehidupan pribadi
  18. Mengurangi kebocoran waktu produktif oleh dampak stres yang berlebihan
  19. Meningkatkan kualitas kesehatan mental dan kepribadian

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN WORK-LIFE BALANCE SELAMA 2 HARI

PEMAHAMAN DASAR WORK LIFE BALANCE  

  1. Apa itu rumah dan apa itu kantor?
  2. Memahami tujuan dan maksud dari work life balance

MANFAAT KESEIMBANGAN HIDUP 

  1. Peningkatan kesehatan mental dan fisik
  2. Peningkatan produktivitas

TANDA-TANDA KETIDAKSEIMBANGAN

  1. Risiko kesehatan, absensi, kelelahan, stres, bosan

MEMBERIKAN PERHATIAN KEPADA KARYAWAN 

  1. Penghargaan, motivasi, saran, bantuan untuk karyawan

MANAJEMEN WAKTU

  1. Fokus pada prioritas
  2. Belajar mengatakan tidak
  3. Tetap fleksibel
  4. Menjadi yang terbaik

MENETAPKAN TUJUAN

  1. Menetapkan tujuan
  2. Visualisasi
  3. Memprioritaskan tujuan

CARA KERJA OPSIONAL

  1. Berbagi kerja
  2. Mendesain kembali kerja
  3. Waktu yang lebih fleksibel

SIKAP DAN PERILAKU DI TEMPAT KERJA 

  1. Meninggalkan stres rumah di rumah
  2. Memecahkan tugas besar dalam tugas-tugas kecil
  3. Cerdas mendelegasikan pekerjaan
  4. Akurat dalam penetapan tujuan

SIKAP DAN PERILAKU DI RUMAH

  1. Meninggalkan stres kantor di kantor
  2. Mematikan telepon untuk interaksi kantor dan sosial
  3. Memfokuskan perhatian pada orang-orang di dalam rumah
  4. Menjaga batas antara urusan rumah dan non rumah

MANAJEMEN STRES

  1. Latihan fisik, emosi, jiwa, moral
  2. Makan yang sehat dan bergizi
  3. Tidur yang cukup
  4. Interospeksi diri
  5. Penilaian diri sendiri
  6. Bersyukur
  7. Berterima kasih

BEKERJA DARI RUMAH

  1. Menyiapkan ruang kerja di rumah
  2. Pengaturan batas ruang keluarga dan ruang kerja
  3. Cara berurusan dengan gangguan
  4. Jadwal kerja yang disiplin dan jelas

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI WORK LIFE BALANCE

  1. Belajar dari kata-kata orang bijak
  2. Memahami pelajaran dari realitas kehidupan
  3. Cerdas menyembatani antara prinsip dan praktik
  4. Bersikap dan bertindak untuk kebahagiaan, kesehatan, kesejahteraan, kedamaian, dan kebaikan bersama

Untuk Training Hubungi: 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN THE BEST HABITS OF EXCELLENCE LEADER PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN THE BEST HABITS OF EXCELLENCE LEADER PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

“Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Maka keunggulan, bukan dari tindakan, tetapi dari kebiasaan.”~Aristoteles

Pemimpin selalu menginginkan untuk disukai dan didukung oleh semua stakeholders dengan konsisten. Pemimpin yang cerdas pasti sadar bahwa pekerjaan dan tanggung jawab besarnya selalu ditonton, dilihat, diawasi, didengarkan, diperhatikan, dikritisi, dan dituntut berkinerja tinggi. Jelas, semua ini membutuhkan kebiasaan sehari-hari yang unggul untuk menjawab harapan stakeholder.

Program pelatihan selama 8 jam ini bertujuan membentuk sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan sehari-hari sebagai kekuatan untuk memimpin. Kebiasaan untuk memberikan keunggulan dalam setiap tindakan yang produktif, termasuk untuk menumbuhkan kinerja yang unggul.

TUJUAN

  1. Membangun kesadaran dan motivasi untuk membekali kepemimpinan dengan kebiasaan-kebiasaan unggul dalam mencapai keberhasilan di tempat kerja.
  2. Mengembangkan kebiasaan-kebiasaan kepemimpinan yang  lebih jujur kepada diri sendiri, lebih percaya diri, lebih mampu menjalankan akuntabilitas, responsibilitas, mental tangguh dan tak pernah menyerah, senang menjadi orang yang diandalkan, mental dan sikap yang bertanggung jawab, mental dan sikap yang kata-katanya bisa dipegang, janji-janjinya dapat dipercaya.

MANFAAT

  1. Merasakan dampak dari kebiasaan-kebiasaan unggul terhadap peningkatan kinerja dan kebahagiaan di tempat kerja.
  2. Meningkatkan hubungan dan komunikasi yang dipercaya.
  3. Menggerakan semua fungsi manajemen menjadi produktif dan terhubung dalam keharmonisan kerja.
  4. Membangun dasar yang kuat untuk membuat keputusan yang lebih mudah dan membangun aliansi yang kuat di internal perusahaan.

METODE

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

Jadwal dan materi pembahasan THE BEST HABITS OF EXCELLENCE LEADERS selama 1 hari 8 jam

SESI 1: KEBIASAAN-KEBIASAAN “EXCELLENCE” PEMIMPIN UNTUK BEKERJA PRODUKTIF DAN HARMONIS DENGAN KARYAWAN

Sub Bahasan

  1. Karyawan adalah kekuatan dan tulang punggung pemimpin.
  2. Kesuksesan pemimpin ditentukan oleh kualitas dan keandalan karyawan.
  3. Membangun kepemimpinan yang kuat dan unggul melalui revolusi mental: integritas, etos kerja, dan gotong royong.
  4. Kebiasaan untuk merawat karyawan sebagai aset perusahaan yang paling penting.
  5. Kepribadian positif yang mudah berinteraksi dengan berbagai karakter karyawan.
  6. Mind set untuk melayani kepribadian karyawan yang berbeda.
  7. Kesadaran untuk memahami apa yang karyawan inginkan.
  8. Memahami cara memuaskan harapan dan kebutuhan karyawan.

SESI 2 : PERILAKU DAN KEBIASAAN PEMIMPIN UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Fokus pada kinerja, tekun dan disiplin pada proses
  2. Mengambil tanggung jawab dan tidak melemparkan kesalahan pada orang lain
  3. Membawa nilai-nilai dan kebiasaan produktif ke lingkungan kerja.
  4. Terus belajar, menerima umpan balik dan mengambil tindakan.
  5. Menyelesaikan konflik, memecahkan masalah, membangun kekuatan, dan menemukan solusi.
  6. Respon yang cepat, peduli, dan mendapatkan kembali pada waktu yang tepat.
  7. Pembangkit energi positif, kuat secara fisik dan mental, serta termotivasi untuk memimpin orang lain menuju esok yang lebih berkinerja.
  8. Menangani kekurangan dengan cepat, tegas, tepat, dan sesuai prosedur.

SESI 3: MEMIMPIN EKSEKUSI PENCAPAIAN KINERJA TERTINGGI DAN MENGAWAL TIM EKSEKUSI MENCAPAI PRESTASI TERBAIK

Sub Bahasan

  1. Perilaku dan kebiasaan eksekusi sesuai dengan nilai-nilai inti organisasi.
  2. Bekerja lebih cepat, lebih produktif, dan tak pernah mengenal lelah.
  3. Disiplin menuju visi dan menjadikan nilai-nilai perusahaan sebagai kendaraan.
  4. Yakin bahwa kecepatan dan kelincahan adalah kunci memenangkan masa depan.
  5.  Memudahkan pelayanan dan mempercepat proses kerja.
  6. Strategi dan eksekusi dalam satu nafas.
  7. Memfokuskan energi sukses setiap orang dalam eksekusi.
  8. Kebiasaan untuk menguatkan budaya perusahaan.
  9. Pemimpin dan karyawan adalah aset untuk meningkatkan kinerja.

SESI 4: KEKUATAN DARI KEBIASAAN INTEGRITAS DAN AKUNTABILITAS

Sub Bahasan

  1. Integritas menjadikan pemimpin jujur pada diri sendiri.
  2. Integritas meningkatkan akuntabilitas dan tanggung jawab.
  3. Integritas meningkatkan kepercayaan pasar pada perusahaan.
  4. Kebiasaan untuk menghormati batas-batas hukum dan konsekuensi.
  5. Menjalankan kebijakan dan prosedur dengan integritas.
  6. Integritas menghasilkan perilaku yang andal dan jujur untuk mewujudkan tujuan.
  7. Integritas membangun hubungan yang dipercaya oleh semua pemangku kepentingan.
  8. Berjalannya etika bisnis, kode etik perilaku, good governance, dan moral individu yang tinggi.

Untuk training hubungi: 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN EXCELLENT FRONTLINE SERVICES PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN EXCELLENT FRONTLINE SERVICES PROGRAM 1 HARI 2018

EXCELLENT FRONTLINE SERVICES – PELAYANAN BERKUALITAS DARI KARYAWAN GARIS DEPAN

DESKRIPSI

Frontliner atau orang-orang di garis depan perusahaan adalah pembawa citra dan pencipta reputasi. Perusahaan hebat selalu menyiapkan orang-orang andal, untuk dapat melayani nasabah atau stakeholders lainnya dengan penuh tanggung jawab dan berkualitas. Profesionalisme, integritas, akuntabilitas dan sikap baik dari para frontliner akan meningkatkan kualitas pelayanan yang sesuai harapan. Setiap insan perusahaan di garis depan wajib memiliki sikap, perilaku, dan perbuatan yang cerdas sosial, serta mampu menjadi energi baik untuk pelayanan berkualitas.

Pelatihan Excellent Frontline Services ini dirancang untuk perusahaan atau organisasi yang berorientasi kepada pelayanan berkualitas dengan kinerja optimal. Pelatihan ini memiliki semangat untuk meningkatkan kepribadian dan kualitas para frontliner agar mereka dapat menjalankan peran dan fungsi customer service secara berkualitas, penuh integritas, akuntabilitas, transparansi dan etika.

Pelatihan selama 8 jam ini mengajak peserta untuk cerdas membawa diri dan menyesuaikan diri saat berhadapan dengan berbagai realitas di garis depan pelayanan perusahaan. Peserta dilatih dan disiapkan untuk memiliki kualitas perilaku, sikap, perbuatan, dan kompetensi yang andal dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada nasabah. Peserta dilatih untuk meningkatkan peran dan fungsi pelayanan sehingga terampil dalam menangani, mempengaruhi, memulihkan, dan memenuhi harapan nasabah. Frontliner yang andal selalu cerdas berkomunikasi dan melayani nasabah dengan hati.

Frontliner yang andal sangat cerdas emosional, sehingga selalu mengalirkan pikiran dan emosi baik dalam pelayanannya. Frontliner yang andal sangat cerdas untuk meningkatkan hubungan yang penuh empati dengan nasabah. Frontliner yang andal sangat cerdas menyediakan layanan nasabah terbaik, sehingga membuat nasabah datang kembali dan selalu setia kepada perusahaan. Frontliner yang andal selalu menggunakan nilai-nilai pelayanan terbaik, mengadopsi sikap dan perilaku yang benar dan etis, serta menangani pelayanan dengan ramah tamah dan memudahkan urusan nasabah.

Fokus pelatihan adalah untuk mengajarkan menangani realitas layanan Frontliner di lapangan, dari berbagai aspek pelayanan yang menyentuh persoalan sehari-hari dalam pelayanan nasabah yang berkualitas. Pelatihan ini sangat interaktif, partisipatif, dan produktif. Ini termasuk diskusi, permainan dan kuis, demonstrasi dan praktek, presentasi, menceritakan cerita pelayanan, permainan peran, contoh-contoh kerumitan pelayanan, dan pemecahan masalah. Peserta akan mengeksplorasi sejumlah metode untuk menangani keluhan, belajar bagaimana mengatakan ‘tidak’, tapi tidak menyakiti perasaan siapapun dalam setiap proses pelayanan, dan menemukan cara untuk mengatasi tantangan yang berbeda secara profesional.

KONSEP DASAR

Frontliner adalah ujung tombak pelayanan perusahaan. Diperlukan kepribadian dan kualitas dalam melayani nasabah yang beragam dan berbeda cara berpikirnya, perilakunya, persepsinya, harapannya, kebutuhannya, dan logika berpikirnya. Setiap tim dan individu di garis depan perusahaan wajib memiliki kecerdasan sosial dan kompetensi pelayanan yang andal, sehingga dapat mengalir bersama energi positif, untuk memberikan pelayanan kepada keragaman dan perbedaan yang dimiliki oleh para nasabah.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Memfasilitasi proses pembentukan karakter pelayanan yang totalitas dan sepenuh hati di frontline perusahaan.
  2. Memfasilitasi pembentukan jiwa profesional, citra diri yang ramah tamah, dan keandalan diri untuk bekerja secara produktif di unit organisasi.
  3. Menetapkan perilaku, sikap, perbuatan, dan kualitas untuk menjamin peningkatan kepuasan dan loyalitas nasabah.
  4. Menanggapi keluhan nasabah dengan cepat dan benar.
  5. Mendengarkan secara aktif untuk kebutuhan nasabah.
  6. Mengenali dan menghilangkan hambatan untuk memuaskan nasabah.
  7. Memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menangani nasabah yang sulit.
  8. Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah pelayanan nasabah.
  9. Memiliki kecerdasan emosional untuk pelayanan berkualitas.
  10. Karakter positif yang melayani nasabah melalui ucapan positif, senyum, mendengarkan, dan tindakan pelayanan yang baik.
  11. Membuat dan menjaga komitmen untuk melayani nasabah dengan jati diri yang konsisten dan etis.
  12. Membangun kebiasaan dan disiplin layanan nasabah yang terfokus pada kualitas dan integritas.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Menciptakan kesan pertama yang profesional, konsisten, bertanggung jawab, ramah tamah, dan melayani dengan sepenuh hati.
  2. Menggunakan empati untuk meningkatkan hubungan dan pelayanan terbaik.
  3. Menjadi lebih tenang dan profesional dalam merespon tuntutan dan permintaan nasabah.
  4. Memiliki kebiasaan dan disiplin pelayanan yang efektif untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  5. Menangani percakapan secara profesional dari kemampuan empati yang cerdas emosi.
  6. Menerima perbedaan dengan nasabah dan memiliki pola pikir yang kreatif untuk pelayanan terbaik.
  7. Menjawab nasabah secara profesional, menyaring kebutuhan, mengarahkan, mengambil pesan yang lengkap, dan bersikap baik dalam situasi apapun.
  8. Bersikap positif, menggunakan inisiatif baik, menerima tanggung jawab dengan ikhlas, berhadapan dengan nasabah secara sportif dan etis.
  9. Selalu fokus untuk membangun hubungan baik, memenuhi kebutuhan nasabah, dan menindaklanjuti secara pro aktif.
  10. Tata bahasa positif, kata-kata positif, nada suara positif, kecepatan dan aura suara yang sejuk dan damai.
  11. Tetap profesional dan tenang di dalam tekanan. Terampil untuk memprioritaskan, mengendalikan panggilan, penanganan keluhan dan berurusan dengan orang sulit.
  12. Membaca dan menafsirkan sinyal bahasa tubuh dan menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan nasabah.
  13. Meredakan interaksi yang tidak nyamandengan pelanggan dan menanggapi setiap masalah yang muncul secara profesional.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN

SESI 1: EXCELLENT FRONTLINE SERVICES

Sub Bahasan

  1. Frontliner dengan kesan pertama yang profesional.
  2. Tanggung jawab frontliner dalam wujud integritas, kualitas, akuntabilitas, transparansi, penerimaan, pro aktif, ramah tamah, dan beretika.
  3. Meningkatkan keandalan frontliner untuk memberikan pelayanan yang lebih profesional.
  4. Perilaku kerja frontliner yang hadir, menyelesaikan dan menyerahkan pelayanan dengan tepat waktu dan berkualitas.
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi untuk rutinitas di tempat kerja.
  6. Menjadikan keandalan diri sebagai aset yang dapat meningkatkan pelayanan perusahaan.

SESI 2: MENGELOLA PELAYANAN, NASABAH, DAN ORANG-ORANG DENGAN KUALITAS TERBAIK

Sub Bahasan

  1. Mengelola pelayanan dengan nilai,sistem, dan etos kerja perusahaan.
  2. Mengelola orang-orang di sekitar frontline dengan motivasi dan gairah kerja.
  3. Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik antara nasabah dengan petugas frontline.
  4. Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang atau nasabah yang sulit diatur.
  5. Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab frontline dengan efektif dan produktif.
  6. Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif di garda depan perusahaan.
  7. Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses pelayanan ke nasabah.

SESI 3: MENDENGARKAN DAN MERESPON NASABAH

Sub Bahasan

  1. Faktor penentu kualitas layanan yang dirasakan nasabah.
  2. Manajemen menunggu/antri.
  3. Mengenal karakter nasabah.
  4. Layanan kapan saja, di mana saja.
  5. Keterampilan komunikasi suara tanpa tatap muka.
  6. Berkomunikasi secara efektif dengan bahasa tubuh dan kata-kata positif.
  7. Etiket penampilan pribadi dalam pelayanan.
  8. Merawat pelayanan dengan kualitas dan keunggulan.
  9. Kode etik untuk keunggulan layanan.
  10. Konsep layanan berbasis teknologi dan keamanannya.

SESI 4: KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENGUATKAN SIKAP BAIK DALAM PELAYANAN

Sub Bahasan

  1. Peran dan fungsi kecerdasan emosi dalam pelayanan berkualitas.
  2. Kecerdasan emosi dan keunggulan kesadaran diri dalam pelayanan.
  3. Kecerdasan emosi dan keunggulan manajemen diri dalam pelayanan.
  4. Kecerdasan emosi dan keunggulan motivasi diri dalam pelayanan.
  5. Kecerdasan emosi dan keunggulan empati dalam pelayanan.
  6. Kecerdasan emosi dan keunggulan sosial skill dalam pelayanan.
  7. Kecerdasan emosi dan keunggulan pikiran positif dalam pelayanan.
  8. Membangun hubungan , komunikasi, interaksi melalui kecerdasan emosional dari sisi personal dan interpersonal skill.
  9. Memahami logika di balik harapan pelanggan dari kekuatan kecerdasan emosional.
  10. Memahami peran iklim budaya kerja dalam menjalankan kecerdasan emosi.
  11. Memahami peran leadership dalam mewujudkan pelayanan yang cerdas emosi.

Untuk Training Hubungi : 0812 1318 8899

Email:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETOS KERJA DENGAN PRINSIP GCG UNTUK PERSIAPAN IPO DAN MENJALANKAN PERUSAHAAN PUBLIK PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN ETOS KERJA DENGAN PRINSIP GCG UNTUK PERSIAPAN IPO DAN MENJALANKAN PERUSAHAAN PUBLIK PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai persiapan internal perusahaan Anda dalam menghadapi Initial Public Offering (IPO). Mengingat untuk mendapatkan status sebagai perusahaan publik, team di internal perusahaan harus menyiapkan sistem dan budaya organisasi berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance,  rencana bisnis, laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik, legalitas bisnis, dan manajemen aset yang baik.

Pelatihan ini menjadi ajang sosialisasi, internalisasi, pengembangan mindset, dan pencerahan bagi peserta agar dapat menyiapkan perusahaan untuk meraih sukses dalam IPO dan sekaligus menjadi perusahaan publik yang unggul.

Program ini  memotivasi dan memberikan pencerahan bagi para manager dalam menyiapkan etos kerja, mindset, dan administrasi untuk sukses dalam IPO. Dan juga, menyiapkan mental dan perilaku yang siap bertransformasi dan beradaptasi di dalam perusahaan publik. Mengembangkan mindset dan kepribadian untuk bisa melayani dan bekerja di perusahaan publik. Membangun kesadaran peserta bahwa perusahaan publik di Indonesia wajib menganut prinsip-prinsip Good Gorporate Governance yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Good corporate governance merupakan kebijakan yang menciptakan mekanisme kerja atau sistem, yang meningkatkan kepercayaan stakeholders kepada perusahaan dan manajemen. Kepercayaan stakeholder tersebut menjadi modal yang meningkatkan reputasi dan daya saing perusahaan dalam menghadapi kompetisi bisnis yang dinamis. Proses untuk menjalankan good governance secara profesional sangat tergantung dari etos kerja yang cerdas mempraktikkan transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan di tempat kerja.

Pelatihan selama 1 hari 8 jam ini membangun kesadaran dan kemampuan peserta untuk menyiapkan perusahaan siap IPO, dan juga sekaligus menyiapkan kompetensi karyawan agar siap beradaptasi di dalam perusahaan publik. Menjadi karyawan di perusahaan publik berarti harus mampu menjalankan profesinya di tempat kerja dengan keahlian, kompetensi, kualitas, etika, etiket, taat hukum, taat undang-undang, dan cerdas sosial saat berinteraksi dengan beragam stakeholders.

METODE PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN

  1. Terbentuknya pemahaman Initial Public Offering (IPO) dan persiapan yang perlu dilakukan.
  2. Terbentuknya profesionalisme dalam menjalankan Good Corporate Governance.
  3. Meningkatkan kesadaran tentang kewajiban dan tanggung jwab perusahaan yang sudah Go Public.
  4. Terbentuknya team perusahaan yang solid untuk mensukseskan IPO dan menjalankan perusahaan publik.
  5. Tercapainya internalisasi nilai-nilai etos kerja untuk memperkuat perilaku kerja berstandarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
  6. Terwujudnya integritas kerja melalui kebiasaan, sikap, dan perilaku kerja yang etis.
  7. Terwujudnya hubungan kerja dalam reputasi perusahaan yang tinggi dengan stakeholder.
  8. Memberikan motivasi dan pencerahan Good Corporate Governance sebagai fondasi bagi perusahaan publik.

MANFAAT

  1. Peserta mampu berkontribusi, melayani, dan bersikap proaktif dalam menyiapkan proses IPO terbaik.
  2. Peserta mampu bertransformasi untuk bekerja di dalam perusahaan publik dan memahami tanggung jawabnya.
  3. Peserta mengerti arti Go Public dan sadar akan tanggung jawab perusahaan yang sudah Go Public.
  4. Peserta mampu menjalankan Pakta Integritas sesuai komitmen di dalam perusahaan publik.
  5. Peserta mampu memanfaatkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam meningkatkan etos kerja.
  6. Peserta memahami pentingnya menjaga reputasi dan kredibilitas perusahaan publik di persepsi stakeholder melalui pelayanan, akuntabilitas, profesionalisme, sikap, dan perilaku etis.
  7. Terciptanya etos kerja karyawan dari hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  8. Terciptanya budaya kerja yang efektif dalam memenuhi kewajiban dan pelayanan di dalam perusahaan publik.
  9. Peserta dimotivasi untuk menyiapkan karakter kerja yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG, Etika Bisnis, Code of Conduct.

Garis Besar Materi Pembahasan Selama 1 Hari 8 Jam

Sesi 1: Mempersiapkan Internal Perusahaan Untuk Initial Public Offering (IPO) dan Go Publik

Sub Bahasan

  1. Pengertian IPO dan Go Public
  2. Manfaat dan konsekuensi sebagai perusahaan publik
  3. Persiapan internal perusahaan untuk IPO
  4. Perilaku dan mental saat proses IPO
  5. Implementasi Good Corporate Governace
  6. Praktik etos kerja berdasarkan prinsip-prinsip GCG
  7. Peran team perusahaan dalam mensukseskan IPO
  8. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang efektif di sepanjang proses persiapan IPO
  9. Menyatukan integritas, energi, dan kecerdasan untuk keberhasilan IPO

Sesi 2: Mempersiapkan Perusahaan untuk Sukses dalam Initial Public Offering (IPO) dan Go Publik

Sub Bahasan

  1. Proses dan tahap persiapan Go Public
  2. Memahami peran OJK
  3. Siap sebagai calon Emiten dalam rangka penawaran umum
  4. Kelengkapan dokumen dan peran Underwriter dalam proses Go Public
  5. Tahap pengajuan pendaftaran Go Public
  6. Tahap penawaran saham
  7. Tahap pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia

Sesi 3: Cara Menjalankan Perusahaan Publik dengan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance

Sub Bahasan

  1. Perilaku dan mental saat menjalankan perusahaan publik
  2. Perusahaan publik wajib menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance
  3. Perilaku kerja dengan prinsip kehati-hatian
  4. Jenis-jenis pelaporan yang wajib disampaikan perusahaan publik ke otoritas bursa dan ke publik
  5. Menyadari bahwa perusahaan publik diawasi oleh banyak stakeholders
  6. Kewajiban untuk memenuhi keterbukaan informasi kepada publik
  7. Gaya manajemen lebih formal, terbuka, dan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik
  8. Mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia dengan konsisten
  9. Menguatkan manajemen internal kontrol untuk menangani risiko bisnis
  10. Dikenal publik sebagai perusahaan yang beretika, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi
  11. Mematuhi Pakta Integritas
  12. Peran informasi dalam perusahaan publik dan GCG sebagai penyaring informasi
  13. Fungsi Etika Bisnis dan Code of Conduct dalam perusahaan publik

Untuk training hubungi: 0812 131 888 99

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETOS KERJA DAN PROFESIONALISME PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN ETOS KERJA DAN PROFESIONALISME PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

Profesionalisme berarti pribadi yang menjalankan profesinya dengan keahlian, kompetensi, kualitas, etika, etiket dan menjadikan pekerjaan sebagai panggilan tanggung jawab. Seorang profesional selalu taat aturan, taat budaya kerja, serta memiliki etos kerja di dalam kesadaran tanggung jawab dan integritas.

Profesionalisme dibutuhkan untuk memperkuat budaya kerja. Budaya kerja itu sendiri adalah sifat, kebiasaan, perilaku, dan karakter kerja yang dengan sengaja dibudayakan oleh perusahaan melalui nilai-nilai, sistem, etiket, etika, aturan agar terbentuk sebuah pola kerja untuk dijalankan oleh para profesionalnya. Budaya kerja akan terlihat dari kemampuan karyawan untuk menjalankan nilai-nilai organisasi, visi, misi, sistem, standar, dan proses kerja sesuai budaya organisasi. Budaya kerja adalah implementasi budaya organisasi dalam bahasa tindakan, seperti: kebiasaan kerja yang menguatkan budaya organisasi, sifat dan perilaku kerja yang taat budaya organisasi, dan kehidupan kerja sehari-hari yang secara otomatis menjalankan budaya organisasi.

Etos berasal dari bahasa Yunani (ethos) yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu yang ingin dicapai. Dalam dunia kerja etos berarti semangat kerja yang bersumber dari dalam hati karyawan dan pimpinan untuk mencapai target, tujuan, cita-cita, dan rencana organisasi dengan sepenuh hati dan totalitas. Seseorang yang memiliki etos kerja selalu berperilaku kerja yang penuh semangat, totalitas, mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih kinerja yang optimal, serta memiliki keyakinan yang kuat untuk melayani pekerjaannya dengan ikhlas dan tulus.

Pelatihan selama 1 hari 8 jam yang dilakukan secara indoor ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas kepribadian pegawai khususnya dibidang etos kerja dan profesionalisme. Program ini membentuk kualitas dan kepribadian karyawan yang selalu termotivasi untuk tampil profesional di tempat kerja, baik di internal kantor maupun saat berhubungan dengan klien.  Di samping itu, membentuk image profesionalisme kerja dengan fondasi etos kerja dan budaya kerja.

KONSEP DASAR

Program ini dirancang untuk membantu karyawan menjadi profesional yang unik dan asli dalam bekerja dengan budaya kerja perusahaan dan etos kerja yang profesional. Dan juga, membangun kepribadian dan karakter karyawan yang etis dan bertatakrama dalam memperkuat misi dan tujuan perusahaan.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Terbentuknya profesionalisme kerja karyawan melalui karakter, kompetensi, kepribadian dan etos kerja pribadi yang andal.
  2. Tercapainya proses internalisasi nilai-nilai positif untuk memperkuat motivasi kerja dan kesadaran tentang hubungan yang tidak terpisahkan antara etos kerja, budaya kerja, budaya organisasi dan profesionalisme.
  3. Terwujudnya citra profesionalisme kerja karyawan melalui sikap dan perilaku kerja yang produktif, serta mudah beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  4. Terwujudnya hubungan kerja dari kesadaran dan ketulusan hati nurani.
  5. Terbentuknya profesionalisme kerja yang etis secara moral dan perilaku.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Terbentuknya profesionalisme kerja karyawan yang andal dan unggul berbasis budaya organisasi dan etos kerja profesional.
  2. Terinternalisasinya nilai-nilai profesionalisme kerja untuk menguatkan citra, kepribadian, karakter, sikap, perilaku dan kebiasaan kerja yang profesional.
  3. Terciptanya etos kerja karyawan dari hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  4. Terciptanya budaya kerja yang efektif, produktif, berkolaborasi, berkomunikasi, berstandar tinggi, berkualitas, dan fokus untuk hasil terbaik.
  5. Tumbuh dan berkembangnya semangat kerja yang berfondasikan etika dan etiket secara konsisten.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI IN HOUSE TRAINING ETOS KERJA DAN PROFESIONALISME PROGRAM 1 HARI 8 JAM

SESI 1: PROFESIONALISME DAN KEPRIBADIAN POSITIF

Sub Bahasan

  1. Nilai-nilai kepribadian positif (kompetensi, karakter dan komitmen)
  2. Mengembangkan image profesional dari sisi mental dan fisik
  3. Citra profesional saat menghadapi klien, atasan, bawahan, dan rekan kerja
  4. Menampilkan kesan pertama yang profesional dan sikap positif
  5. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan bahasa tubuh yang profesional
  6. Sadar untuk mengembangkan gaya profesional diri yang unik dan asli
  7. Konsep diri yang terprogram untuk mengembangkan profesionalisme
  8. Manajemen diri, kesadaran diri dan pemahaman terhadap diri sendiri

SESI 2: BUDAYA KERJA UNTUK MEMBENTUK PROFESIONALISME

Sub Bahasan

  1. Produktif, efektif, efisien, dan berkinerja tinggi
  2. Kolaborasi, kerja sama, sinergi, berkomunikasi
  3. Taat dan patuh pada nilai-nilai perusahaan, sistem, proses kerja, dan kepemimpinan
  4. Suasana kerja yang nyaman, rasa kekeluargaan, jiwa kebersamaan, kekompakkan dalam bekerja, meningkatkan kualitas hubungan positif di tempat kerja

SESI 3: KEBERSAMAAN DALAM ETOS KERJA

  1. Optimis dan berorientasi ke masa depan
  2. Kerja keras, disiplin, ulet, tekun, tepat waktu
  3. Bertanggung jawab, ikhlas, melayani, rendah hati, jujur, hemat
  4. Kreatif dan menjadi diri sendiri yang asli dan unik
  5. Bekerja adalah panggilan Tuhan dan termotivasi untuk berkinerja tinggi

SESI 4: PERAN ETIKA DAN ETIKET DALAM MENUMBUHKAN PROFESIONALISME DI TEMPAT KERJA

  1. Moral sebagai fondasi etika
  2. Model perilaku etis
  3. Cara mengekspresikan etika dalam hubungan sehari-hari
  4. Membedakan yang benar dan salah
  5. Kehalusan budi dan empati
  6. Cara berpakaian, Kontak mata, Memperkenalkan orang
  7. Percakapan, Tata krama, Cara menjamu tamu
  8. Cara makan, Peristiwa sosial, Etiket lokal dan internasional

Untuk Pelatihan Hubungi: 0812 131 888 99

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, DAN BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 1 HARI 2018

PELATIHAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, DAN BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 1 HARI 2018

DESKRIPSI

Etos berasal dari bahasa Yunani (ethos) yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu yang ingin dicapai. Dalam dunia kerja etos berarti semangat kerja yang bersumber dari dalam hati karyawan dan pimpinan untuk mencapai target, tujuan, cita-cita, dan rencana perusahaan dengan sepenuh hati dan totalitas. Seseorang yang memiliki etos kerja selalu berperilaku kerja yang penuh semangat, totalitas, mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih kinerja yang optimal, serta memiliki keyakinan yang kuat untuk melayani pekerjaannya dengan ikhlas dan tulus.

Budaya kerja adalah sifat, kebiasaan, perilaku, dan karakter kerja yang dengan sengaja dibudayakan oleh perusahaan untuk membentuk pola kerja di dalam perusahaan. Budaya kerja akan terlihat dari kemampuan karyawan untuk menjalankan nilai-nilai perusahaan, visi, misi, sistem, standar, dan proses kerja sesuai budaya perusahaan. Budaya kerja adalah implementasi budaya perusahaan dalam bahasa tindakan, seperti: kebiasaan kerja yang menguatkan budaya perusahaan, sifat dan perilaku kerja yang taat budaya perusahaan, dan kehidupan kerja sehari-hari yang secara otomatis menjalankan budaya perusahaan.

Budaya perusahaan adalah lingkungan yang mengelilingi karyawan dan pimpinan di tempat kerja sepanjang waktu. Budaya perusahaan itu hidup dari bahasa, simbol, struktur, sistem, cerita, legenda, praktek pekerjaan sehari-hari, gaya kepemimpinan, pola kerja, cara pengambilan keputusan. Budaya perusahaan sangat ditentukan oleh karakter pendiri perusahaan, pola karakter dan perilaku eksekutif, kebiasaan-kebiasaan kerja staf manajerial, serta oleh peran setiap individu yang memiliki kekuasaan dan wewenang di tempat kerja. Budaya perusahaan walaupun tidak terlihat secara kasat mata. Tetapi, dapat terlihat dari pola, kebiasaan, sikap, etos, perilaku, karakter kerja, budaya kerja, serta oleh penampilan fisik karyawan dan pimpinan di tempat kerja. Budaya perusahaan merupakan dasar untuk membentuk hubungan kerja, proses kerja, kenikmatan kerja, pola kerja, dan interaksi kerja yang penuh kinerja.

Program pelatihan etos kerja, budaya kerja, dan budaya perusahaan ini bertujuan untuk membentuk perilaku kerja yang berbudaya kuat dan unggul. Pelatihan ini akan meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab peserta untuk memfungsikan etos kerja dari dalam hatinya, dan menjadikan semangat dari dalam hati tersebut sebagai kekuatan penggerak yang konsisten, untuk menghasilkan pekerjaan yang produktif dan berkinerja tinggi. Demikian juga dengan budaya kerja, yang bertujuan untuk menciptakan sikap dan perilaku kerja sesuai nilai-nilai perusahaan, serta secara konsisten meningkatkan produktivitas kerja, dan berkemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dengan budaya unggul dan kuat.

Program pelatihan berdurasi 8 jam ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran penguatan budaya perusahan, etos kerja, dan budaya kerja. Setelah mendapatkan pelatihan ini, peserta dapat mengelola potensi dirinya di dalam etos kerja yang andal, di dalam budaya kerja yang unggul, dan di dalam budaya perusahaan yang kuat dan unggul. Pada akhirnya, peserta akan menghasilkan sikap dan perilaku kerja yang merawat dan memelihara budaya kuat perusahaan. Pelatihan ini menjadikan insan perusahaan semakin andal dan hebat, untuk menjalankan roda organisasi dan bisnis dengan tata nilai perusahaan dan nilai – nilai budaya kerja/perilaku yang konsisten dan berkarakter unggul .

TUJUAN PELATIHAN

  1. Terwujudnya perilaku kerja yang mewakili norma, prinsip, nilai, tata kelola, dan kepemimpinan perusahaan di dalam budaya kuat.
  2. Tercapainya proses internalisasi dan kesadaran tentang hubungan yang tidak terpisahkan antara etos kerja, budaya kerja, dan budaya perusahaan.
  3. Terwujudnya sikap dan perilaku kerja yang produktif, serta mudah beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  4. Terwujudnya semangat kerja dari kesadaran dan ketulusan hati nurani.

METODE DAN MATERI

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

HASIL AKHIR PELATIHAN/OUTPUT

  1. Terbentuknya budaya perusahaan yang kuat dan unggul, sehingga subkultur atau budaya di luar budaya perusahaan tunduk pada konsistensi budaya perusahaan.
  2. Terinternalisasinya nilai-nilai perusahaan menjadi nilai-nilai kerja bersama, nilai-nilai yang menciptakan asumsi dan persepsi bersama, serta terciptanya perilaku dan sikap yang sesuai dengan semangat budaya perusahaan.
  3. Terciptanya etos kerja dari dalam hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  4. Terciptanya budaya kerja yang efektif, produktif, berkolaborasi, berkomunikasi, berstandar tinggi, berkualitas, dan fokus untuk hasil terbaik.

MATERI PEMBAHASAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, DAN BUDAYA PERUSAHAAN SELAMA 1 HARI 8 JAM

Bagian Etos Kerja

  1. Optimis dan berorientasi ke masa depan.
  2. Kerja keras, disiplin, ulet, tekun, tepat waktu.
  3. Bertanggung jawab, ikhlas, melayani, rendah hati, jujur, hemat.
  4. Kreatif dan menjadi diri sendiri yang asli dan unik.
  5. Bekerja adalah panggilan Tuhan dan termotivasi untuk berkinerja tinggi.

Bagian Budaya Kerja

  1. Produktif, efektif, efisien, dan berkinerja tinggi.
  2. Kolaborasi, kerja sama, sinergi, berkomunikasi.
  3. Taat dan patuh pada nilai-nilai perusahaan, sistem, proses kerja, dan kepemimpinan.
  4. Suasana kerja yang nyaman, rasa kekeluargaan, jiwa kebersamaan, kekompakkan dalam bekerja, meningkatkan kualitas hubungan positif di tempat kerja.

Bagian Budaya Perusahaan

  1. Kesadaran untuk mewujudkan budaya perusahaan yang kuat.
  2. Kekuatan bahasa, simbol, ritual, cerita, legenda, praktek pekerjaan sehari-hari, dan proses pengambilan keputusan dalam penguatan budaya perusahaan.
  3. Kekuatan visi, misi, dan nilai-nilai budaya.
  4. Budaya perusahaan sebagai inti dari etos kerja, budaya kerja, sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan.

Untuk Pelatihan Hubungi: 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com