TUGAS MANAJER ADALAH MENERJEMAHKAN VISI PEMIMPIN

 

TUGAS MANAJER ADALAH MENERJEMAHKAN VISI PEMIMPIN

“Visi membutuhkan logika untuk membuat pekerja berpikir secara benar, dan membutuhkan emosi positif untuk mendorong mereka bertindak menciptakan kinerja.”~Djajendra

Visi ditetapkan oleh pemimpin dan manajer yang menerjemahkan visi kepada pekerjanya. Manajer harus menemukan strategi yang tepat agar pekerja dapat bekerja secara optimal. Manajer harus menjaga motivasi pekerja dan mengkomunikasikan visi perusahaan secara jelas dan benar. Manajer tidak boleh menetapkan visi, sebab visi adalah urusan pemimpin. Tugas manajer hanyalah menerjemahkan visi dan mengarahkan pekerja supaya dapat bekerja sesuai visi, nilai-nilai, tujuan dan misi perusahaan.

Pemimpin fokus pada hal-hal besar dan umum, manajer fokus pada hal-hal kecil dan detail. Manajer harus cerdas mengkomunikasikan visi dilevel pekerja, dan memotivasi pekerja agar menjadi lebih produktif bersama visi yang dikerjakan. Nilai-nilai di dalam visi harus dirinci dan dijadikan etos kerja. Intinya, jangan pernah mengabaikan nilai-nilai dan energi yang terdapat di dalam visi. Manajer harus betul-betul memahami dengan hati tentang energi dan nilai yang terdapat di dalam visi.

Walau visi perusahaan itu satu, setiap fungsi dan peran di dalam perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Manajer yang andal biasanya mampu mengkomunikasikan visi perusahaan sesuai kebutuhan dan perbedaan yang ada. Tugas pemimpin menerjemahkan visi dalam satu bahasa yang sama, tetapi manajer bertanggung jawab untuk menerjemahkan visi yang sama itu ke dalam pesan yang berbeda sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran yang dikelola. Dan juga, visi harus dikomunikasikan dengan penalaran logis yang tepat agar dapat melayani realitas dengan sebaik-baiknya.

Setiap mengkomunikasikan visi perusahaan; maka, para manajer harus mampu memetakan sudut pandang, kepentingan, kebutuhan, tindakan seperti apa dan manfaatnya, termasuk mampu mendengarkan realitas di lapangan dengan sepenuh hati. Realitas bisa memicu perubahan sikap dari waktu ke waktu. Bisnis itu sangat dinamis, perilaku orang-orang di dalam bisnis itu sangat dinamis sehingga apapun bisa terjadi. Oleh karena itu, menjadi pendengar yang baik akan memberikan lebih banyak informasi kepada manajer. Dengarkan kebutuhan pekerja, dengarkan kebutuhan pelanggan, dengarkan kebutuhan setiap pemangku kepentingan dengan keterbukaan sikap. Dan, cerdaskan logika agar mampu mengkomunikasikan visi untuk setiap kebutuhan tindakan individu dan tim.

Sudut pandang yang tepat dan selaras dengan visi akan mengubah visi ke dalam tindakan yang produktif. Setiap tindakan tidak harus langsung mengarah ke tujuan akhir, tetapi memiliki tolak ukur dan tenggat waktu yang tepat. Langkah-langkah tindakan harus fisik, waktunya jelas, dan terukur untuk pencapaian kinerja. Manajer harus mampu bekerja di tingkat individu, dan menghubungkan satu individu dengan individu yang lain di titik produktif. Visi harus digambarkan sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran. Fokus individu harus melibatkan emosi positif dan bergerak untuk bertindak sesuai rencana. Manajer harus memotivasi individu agar mencerdaskan logika untuk membuat mereka berpikir secara cerdas, serta mendorong emosi positif untuk bertindak secara produktif dan berkinerja.

Setiap individu dengan kompetensi yang andal adalah kekuatan yang mampu mengkontribusikan nilai tambah. Manajer yang andal mampu membantu individu untuk merasa bangga dan bahagia dengan pekerjaannya. Manajer yang andal mampu menerjemahkan visi pemimpin kepada setiap individu dan tim. Dan, mampu membuat mereka menjadi lebih profesional di dalam setiap tindakan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com