MELAYANI ORANG LAIN DENGAN SUKARELA DAN IKHLAS

DJAJENDRA 2015

“Melayani orang lain harus menjadi kesenangan, menjadi hobi, dan menjadi bagian dari kehidupan yang membahagiakan hati.”~Djajendra

Pelayanan terbaik dihasilkan oleh pribadi yang mampu bekerja sama dengan timnya, yang mampu memimpin semua situasi dan kondisi dengan tenang, yang mampu memecahkan masalah dan menemukan solusi yang tepat, serta yang mampu berbicara di depan banyak orang dengan sikap baik.

Hati yang sukarela dan ikhlas adalah hati yang paling hebat untuk memberikan pelayanan berkualitas. Perusahaan yang berorientasi pada pelayanan berkualitas selalu mengisi hati karyawannya agar dapat lebih sukarela dan ikhlas dalam memberikan pelayanan prima. Hati yang sukarela dan ikhlas mampu membangun jembatan hubungan baik antar insan perusahaan dan juga dengan pelanggan.

Menjadi sukarelawan dalam pelayanan berarti tidak hitung-hitungan; tidak meminta imbalan tertentu untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih; dan menjadi tanpa pamrih dalam pelayanan yang santun dan berkualitas prima.

Sukarela dan ikhlas merupakan dua kekuatan yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan. Kedua kekuatan ini bersumber dari kesadaran hati, bersumber dari niat baik dan komitmen yang sepenuh hati. Jiwa yang sukarela dalam memberikan pelayanan prima, adalah jiwa yang mampu mengekspresikan kepentingan kemanusiaan, sehingga dia mampu memberikan pelayanan dengan empati dan toleransi.

Sukarela dan ikhlas akan memfokuskan pada kekuatan tanpa pamrih. Jika setiap orang di dalam perusahaan memiliki kebiasaan sukarela dan ikhlas, maka mereka mampu menjadi kekuatan yang menyediakan pelayanan terbaik. Dan juga, mampu menyelenggarakan proses pelayanan yang cepat, tepat, menyenangkan, dan berkualitas.

Orang-orang yang sukarela dan ikhlas paling cepat menyatukan dirinya dengan yang lain, sehingga kerja sama tim yang andal dapat diwujudkan dalam pelayanan prima. Mereka juga sangat mampu memimpin situasi, kondisi, suasana hati, dan realitas pelayanan, sehingga dapat memberikan yang terbaik di setiap keadaan yang berbeda. Mereka sangat proaktif dalam memecahkan masalah dan menemukan solusi. Mereka sangat rendah hati dan penuh percaya diri saat berbicara di depan banyak orang.

Jiwa sukarela dan ikhlas mampu memberikan kecepatan dan keunggulan dalam pelayanan prima. Jiwa relawan mudah diakses oleh siapapun, mereka terbuka dan memang ingin memberikan pelayanan terbaik, tanpa pamrih, tanpa hitung-hitungan, hanya ikhlas dan tulus.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN MENYERAH DAN JANGAN MUSUHI HIDUPMU

DJAJENDRA“Apapun realitas hidupmu hari ini peluklah dan bersahabatlah dengannya. Jangan marah pada hidupmu, jangan musuhi hidupmu. Hidupmu yang sekarang adalah kenyataan, dan anggaplah seolah-olah engkau memilihnya sebagai cara, untuk belajar hikmat dan mendapatkan pengetahuan baru. Situasi dan kondisi hidup seperti apapun, akan menjadi indah, bila engkau menerimanya dengan ikhlas dan bahagia.”~Djajendra

Manusia terlahir dengan akal untuk bertahan hidup dan belajar memperbaiki diri di masa sulit, serta meningkatkan kualitas hidup di masa jaya. Manusia memiliki mekanisme untuk bertahan hidup di situasi dan keadaan paling tersulit.

Sejak zaman prasejarah, manusia sudah mampu bertahan hidup dan memenangkan hidup dari kehidupan buas di sekitarnya. Di zaman prasejarah, manusia masih tinggal berdampingan dengan hewan-hewan buas, dan juga dengan yang jauh lebih besar dan kuat dari manusia. Faktanya, sekarang ini, manusia mampu memenangkan dirinya, dan menjadikan dirinya sebagai penghuni yang paling berhasil di bumi ini.

Respon untuk tidak mudah menyerah, respon untuk tetap bertahan hidup dan berkembang, telah menjadikan manusia selalu menang dari gempuran alam dan kehidupan lainnya. Manusia memiliki naluri untuk menang dari ketidakpastian, untuk menang dari kedinamisan hidup yang selalu berkembang.

Mental pantang menyerah dan mencintai hidup akan menjadikan dirimu kuat. Pribadi bermental tidak menyerah akan menjauhkan dirinya dari kecemasan, ketakutan, kegelisahan, dan takut berbuat salah. Ketika sudah memiliki harapan yang sangat tinggi dengan tingkat toleransi yang rendah untuk kesalahan dan kegagalan, maka kegagalan akan menjadi sesuatu yang buruk. Oleh karena itu, orang-orang bermental pantang menyerah selalu memberikan ruang dan toleransi untuk berbuat salah, atau untuk menjalani kegagalan. Mereka tersenyum menghadapi gagal dan salah, mereka tidak pernah cemas dan takut pada kegagalan ataupun kesalahan.

Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sudah ada di dalam potensi setiap orang. Sekarang, siapa yang melatih dirinya menjadi semakin tangguh dan andal, dan siapa yang membiarkan dirinya menjadi lemah dan tak berdaya oleh berbagai ketidakberuntungan di sepanjang hidupnya. Diri yang Andal selalu semangat, selalu fokus untuk mencapai tujuan hidupnya walau jalan yang harus dilalui sangat berliku-liku, sangat terjal, sangat curam, sangat licin, sangat gelap, dan sangat melelahkan. Tetapi, jiwa yang pantang menyerah selalu penuh semangat, selalu antusias, selalu bahagia, dan tidak pernah merasa terbebani oleh semua kesulitan hidup.

Pribadi bermental pantang menyerah tidak akan mau hidupnya dipimpin oleh ego. Tetapi, dia akan menyatukan hati dan pikiran positif, untuk menghadapi berbagai situasi kehidupan. Dia tidak akan melawan hidupnya. Tetapi, dia akan memberikan respon, untuk tidak menyerah dan melayani maunya hidup dengan keyakinan dan percaya diri.

Pribadi bermental pantang menyerah tidak akan merasa terjebak atau mencoba melarikan diri dari situasi sulit. Dia terbiasa menjadi murid yang belajar di semua situasi dan peristiwa kehidupan, sehingga apapun realitasnya, dia tetap penuh semangat untuk menguatkan potensi hebat dirinya, dia tetap bertindak dan bersikap positif untuk dapat memenangkan hidupnya.

Jangan menyerah dan jangan musuhi hidupmu. Lepaskan perlawananmu pada kehidupan. Dirimu lebih kuat daripada kehidupan. Jadi, untuk apa engkau melawan kehidupan yang sesungguhnya bukan lawan atau musuhmu. Lawanmu yang sejati dan yang paling tangguh adalah dirimu sendiri. Taklukkan dirimu, khususnya yang paling sombong, yaitu egomu. Dan, jadilah seperti sungai, yang selalu kreatif mencari jalan agar tetap mengalir untuk bisa sampai ke lautan luas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com