PELATIHAN MOTIVASI UNTUK VENDOR (MITRA BISNIS) PROGRAM 1 HARI 2018

PROGRAM MOTIVASI UNTUK VENDOR (MITRA BISNIS) PROGRAM 4 JAM

Tema: Bermitra, Bersinergi, Menguatkan, Saling Menguntungkan

DESKRIPSI

Vendor adalah mitra kerja yang paling penting. Vendor yang baik mampu merespon dan berkomunikasi dengan profesional. Vendor yang baik mampu memberikan informasi yang berguna. Vendor yang baik mampu memberikan dukungan dan memenangkan penuntasan proyek atau pekerjaan rutin yang sedang perusahaan lakukan. Vendor yang baik adalah mitra atau sahabat bisnis yang penuh empati dan toleransi, bukan oposisi yang mencari kekurangan, tetapi mitra yang melengkapi dan membantu menguatkan perusahaan.

Merangkul dan melibatkan vendor terbaik dalam penyediaan jasa atau produk yang berkualitas tinggi. Pastikan vendor telah bersama-sama dengan visi dan misi perusahaan Anda. Pastikan vendor telah mengerti cara melakukan bisnis sesuai dengan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan Anda. Hubungan yang mendalam dengan para vendor sangat penting bagi keberhasilan bisnis. Hubungan yang mendalam ini tidak hanya antara perusahaan dengan perusahaan, tetapi juga antara individu dengan individu. Hubungan yang profesional, erat, bersama-sama,  dan etis antara karyawan Anda dengan karyawan dari para vendor, akan meningkatkan kinerja dan produktivitas di internal perusahaan Anda.

Vendor yang kredible dan bereputasi baik mampu memberikan kualitas dan meningkatkan kinerja proyek perusahaan Anda. Mendapatkan dukungan yang kuat dan profesional dari para vendor dapat membantu Anda untuk memenangkan lebih banyak sumber daya, dan membuat proses kerja berjalan menuju sukses. Vendor yang baik selalu fokus untuk memberikan dukungan dalam memenuhi kebutuhan dan kualitas, serta memahami berbagai kepentingan perusahaan dengan empati.

Sangatlah penting untuk berkomunikasi sesering mungkin dengan vendor dan mengajak mereka untuk terlibat mendukung proyek dan rutinitas di dalam proses kerja. Dapatkan dukungan dari vendor Anda secara aktif. Miliki hubungan yang saling menguntungkan. Hitung risiko dan mengantisipasi semua potensi reaksi vendor terhadap proyek dan proses kerja, lalu memenangkan dukungan vendor untuk kemajuan bisnis Anda. Vendor yang baik harus mampu bereaksi dan merespon dengan cepat, tepat waktu, berkualitas, melayani, dan profesional terhadap proyek Anda. Mereka harus memiliki empati dan toleransi untuk terlibat dalam mensukseskan proyek yang sedang dikerjakan.

Program motivasi dalam kegiatan membangun dan merajut kebersamaan antara perusahaan Anda dengan para vendor Anda. Vendor sebagai mitra strategis dan mitra yang mendukung kualitas dari proyek atau rutinitas kerja sehari-hari, haruslah dirawat dan dijaga dengan etis dan profesional. Bermitra, bersinergi, menguatkan, dan saling menguntungkan, haruslah menjadi budaya kerja yang kaya kinerja dan produktif.

LATAR BELAKANG MOTIVASI UNTUK VENDOR (MITRA BISNIS)

Merajut kebersamaan dalam hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Vendor adalah mitra bisnis yang penting, sehingga dibutuhkan kesamaan persepsi dalam pelayanan bisnis yang positif dan produktif. Membentuk hubungan kemitraan yang saling menguatkan, bersinergi, kebiasaan kerja yang efektif dan produktif, menguatkan komunikasi, serta mengembangkan karakter kerja yang unggul dalam pencapaian visi dan misi bisnis.

TUJUAN

  1. Vendor dapat memahami cara menjadi mitra bisnis yang saling menguntungkan dan saling merawat.
  2. Vendor dapat menyiapkan potensinya untuk menjadi aset dan kekuatan produktif dalam mencapai kemajuan dan pencapaian terbaik.
  3. Vendor dapat menjadi kekuatan yang menjaga kelangsungan bisnis perusahaan.
  4. Vendor termotivasi untuk membangun hubungan kemitraan yang harmonis, kekeluargaan, berempati, bertoleransi, melayani, etis, dan profesional.

HASIL AKHIR /OUTPUT

  1. Hubungan bisnis yang lebih berkualitas, etis, profesional, harmonis, kekeluargaan, dan saling menguntungkan.
  2. Hubungan bisnis yang saling membantu dan memfasilitasi kebutuhan dengan profesional.

METODOLOGI: Fokus pada motivasi interaktif, brainstorming, simulasi, diskusi, icebreaker

MATERI MOTIVASI UNTUK VENDOR SELAMA 4 JAM

TEMA: BERMITRA, BERSINERGI, MENGUATKAN, DAN SALING MENGUNTUNGKAN

Sub Bahasan

  1. Bermitra untuk saling menguntungkan dan membangun ketahanan bisnis.
  2. Vendor yang mengurangi risiko bisnis.
  3. Bersama-sama dan menjaga kelangsungan bisnis.
  4. Pemulihan dan layanan yang cepat dan tepat waktu.
  5. Menjadi sahabat dalam mengatasi krisis.
  6. Menjaga kesinambungan bisnis dan menjadi tulang punggung mitra bisnis.
  7. Hadir dan menguatkan mitra bisnis.

Untuk Training Hubungi: 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 24 02 2015

Sabar dan kontrol diri adalah kekuatan yang maha dahsyat. Bila keduanya menjadi karakter diri, maka diri akan menjadi andal dan hebat.~Djajendra

Kehidupan yang adil. Sifat dan perilaku adil hanya dimiliki oleh hati nurani yang baik. Ketidakadilan muncul dari hati nurani yang tidak baik. Bila Anda merasa mendapatkan perilaku yang tidak adil, mungkin lingkungan kehidupan Anda dikuasai oleh hati nurani yang tidak baik. Untuk itu, Anda harus ikhlas dengan kenyataan hidup dilingkungan Anda. Bila Anda tidak ikhlas, Anda harus menemukan atau menciptakan lingkungan baru dengan orang-orang yang berhati nurani baik. Mampukah? ~Djajendra

Korban pikiran. Pikiran terlalu cerdas sehingga hati pun dibuatnya tersiksa. Mengikuti maunya pikiran yang suka melupakan realitas, akan merusak keseimbangan hidup. Pikiran yang suka berandai-andai, berpersepsi, berlogika, dan berkeyakinan di luar kenyataan hidup, mudah membuat diri stres dan kehilangan kendali. Jadilah optimis dan positif oleh hati nurani, bukan oleh pikiran. Setiap bangun pagi seimbangkan pikiran(intelektual), jiwa (hati nurani), fisik (tubuh), dan emosi.~Djajendra

Memaafkan orang jahat bukan untuk membenarkan perbuatan mereka, tetapi agar diri Anda tidak tersiksa dalam dendam dan marah. Dendam dan marah kepada orang jahat akan mengganggu perjalanan Anda menuju masa depan yang cemerlang. Terpenting, Anda tetap menjadi orang baik dan tidak berubah hanya karena mendapatkan pengalaman buruk dari orang jahat.~Djajendra

Tuhan mengelola manusia melalui hukum alam. Hukum alam sangat adil dan berlaku untuk semua orang. Hukum alam adalah sekolah tertinggi untuk mendapatkan manusia-manusia dengan kesadaran tertinggi. Hukum alam adalah cara Tuhan membuat manusia sadar atas keterbatasannya.~Djajendra

Anda yang merasa sukses dan bahagia di dalam ketidakpastian hidup, adalah pribadi hebat yang sedang menikmati kemenangan hidup yang abadi.~Djajendra

“Cepat atau lambat, mereka yang menang adalah mereka yang berpikir mereka bisa.”~ Richard Bach

Memulai bisnis yang baru membutuhkan kesabaran dan keyakinan 100%. Apalagi terhadap bisnis yang belum dikenal, belum memiliki pengalaman, biasanya kesulitan bisa timbul dan mengganggu kesabaran. Temukan orang-orang yang berpengalaman dibidang yang sedang Anda mulai, bicaralah dengan mereka, pahami cara mereka menjalankan atau melakukan bisnisnya.~Djajendra

Pikiran positif berfungsi untuk menangkal kegagalan. Berpikir optimis dengan keyakinan untuk meraih sukses, akan mengantar Anda menuju sukses. Pikiran positif memudahkan Anda membiasakan pola hidup yang terfokus untuk sukses. Pikiran positif adalah kekuatan untuk menaklukkan semua kebiasaan negatif. Pikiran positif dapat mengatasi potensi gagal, dan mengarahkan potensi sukses untuk mengoptimalkan suksesnya. Pikiran positif dapat mengembalikan sukses yang hilang.~Djajendra

Manusia dipisahkan atau disatukan oleh kebiasaan hidupnya, dan semua kebiasaan itu tercipta oleh pikiran. Pikiran baik menyatukan hidup, pikiran buruk memisahkan hubungan baik.~Djajendra

Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik. Pikiran positif adalah juruselamat, yang menjaga kehidupan untuk berkelanjutan di dalam sukses.~Djajendra

Pikiran yang baik adalah sumber kebahagiaan. Siapa yang menabur pikiran baik, akan menuai kehidupan yang bahagia. Sebaliknya, siapa yang menabur pikiran buruk, akan menuai kehidupan yang buruk.~Djajendra

Lakukan dan bertindaklah dengan penuh semangat walau hasilnya belum ada. Tekun, rajin, ulet, fokus, dan bertindak, adalah kunci sukses. Diam, tidak percaya diri, tidak bertindak, ragu, takut, adalah kunci kegagalan. ~Djajendra

Gaji merupakan salah satu komponen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia selalu memiliki keinginan dan kebutuhan yang lebih. Manusia selalu ingin terlihat lebih sukses dan lebih kaya dari yang lain. Manusia ingin lebih berkuasa dan lebih dihormati di dalam kehidupan sosial dan kehidupan keluarga mereka. Uang memiliki kekuatan untuk memenuhi semua kebutuhan duniawi manusia. Intinya, uang adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Oleh karena itu, bila karakter jujur dan budaya jujur tidak dikuatkan di dalam organisasi, maka mereka akan melihat peluang untuk memperbanyak penghasilan di luar gaji mereka. Mereka dengan bahagia akan memanfaatkan peluang yang ada, untuk lebih memperkaya dirinya dari potensi di luar gaji.~Djajendra

Baik dan buruk tumbuh. Pohon beracun tumbuh subur disamping pohon obat. Pohon yang indah tumbuh subur disamping pohon yang jelek. Para pohon tumbuh di bawah matahari yang sama, tumbuh di bumi yang sama. Baik dan buruk tumbuh karena kehendaknya, dan siapa saya hadir untuk menghakiminya.~Djajendra

Mengikat hidup dalam impian, harapan, keinginan, cita-cita, dan ambisi. Dunia membuat diri lupa bahwa diri bukan hadir untuk menetap, tetapi hanya untuk melalui. Ketika perjalanan sesungguhnya terjegal oleh dunia, maka kebahagiaan dan kesenangan akan hilang. Seperti kata seorang teman,”dari tidak ada menjadi ada. Hidup ini tidak kita minta atau mendaftar diri, tapi hidup ini karunia Allah.” Tersenyumlah dalam syukur dan terima kasih, lalui perjalanan dengan ringan hati, dan nikmati setiap momen dengan suka cita.~Djajendra

Untuk Training Hubungi:

Hp. 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

HIDUP TERMOTIVASI OLEH PIKIRAN YANG BAIK

“Pikiran positif adalah juruselamat. Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik.”~Djajendra

Pikiran positif berfungsi untuk menangkal kegagalan. Berpikir optimis dengan keyakinan untuk meraih sukses, akan mengantar Anda menuju sukses. Pikiran positif memudahkan Anda membiasakan pola hidup yang terfokus untuk sukses. Pikiran positif adalah kekuatan untuk menaklukkan semua kebiasaan negatif. Pikiran positif dapat mengatasi potensi gagal, dan mengarahkan potensi sukses untuk mengoptimalkan suksesnya. Pikiran positif dapat mengembalikan sukses yang hilang.

Pikiran positif adalah sumber kebahagiaan. Siapa yang menabur pikiran positif, akan menuai kehidupan yang bahagia. Sebaliknya, siapa yang menabur pikiran buruk, akan menuai kehidupan yang buruk.

Masa depan yang Anda cari ditentukan oleh pikiran Anda. Bila Anda termotivasi untuk menjalani rutinitas kehidupan dengan pikiran positif, maka dapat dipastikan bahwa masa depan Anda cemerlang. Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik. Pikiran positif adalah juruselamat, yang menjaga  kehidupan untuk berkelanjutan di dalam sukses.

Pikiran positif menghasilkan kebiasaan hidup yang baik, kebiasaan hidup yang baik menghasilkan karakter yang baik, karakter yang baik menghasilkan takdir yang membahagiakan hidup.

Setiap orang bisa sukses, setiap orang bisa memiliki karir yang diimpikan, dan semua itu ditentukan oleh kebiasaan hidup di dalam kekuatan pikiran baik. Kebiasaan pikiran baik membentuk kepribadian dan karakter unggul.

Manusia dipisahkan atau disatukan oleh kebiasaan hidupnya, dan semua kebiasaan itu tercipta oleh pikiran. Pikiran baik menyatukan hidup, pikiran buruk memisahkan hubungan baik.

Pikiran positif menjadikan Anda kuat, dan menjadikan Anda tidak menyerah pada kesulitan hidup. Pikiran positif membuat Anda melakukan hal-hal kreatif untuk menemukan solusi terbaik di setiap titik kesulitan atau tantangan hidup. Pikiran positif menciptakan kebiasaan hidup yang baik. Dalam hal ini, pikiran positif mampu membentuk kepribadian, perilaku, karakter, sifat, dan sikap, yang andal dan mulia. Pikiran positif meninggikan kualitas hidup dan menjadikan Anda lebih jujur, lebih berintegritas, lebih bertanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MUNGKINKAH MENJUJURKAN DAN MEMPRODUKTIFKAN ORANG DENGAN GAJI BESAR ?

DJAJENDRA 16 07 2014 - 1“Sebesar apapun gaji yang di terima oleh karakter tidak jujur, dia tetap akan mencari cara untuk berlaku tidak jujur.”~Djajendra

Apakah seseorang menjadi jujur dan produktif setelah menerima gaji dan fasilitas yang besar? Jawabannya: sebagian orang percaya bahwa gaji yang besar dapat meningkatkan kejujuran, kinerja, produktivitas, dan semangat kerja. Mereka percaya bahwa gaji yang besar dapat meningkatkan kemampuan untuk mencapai kinerja terbaik. Tetapi, banyak juga yang percaya bahwa gaji yang besar tidak meningkatkan kejujuran dan semangat kerja. Dalam hal ini, mereka percaya bahwa kebutuhan manusia selalu menyesuaikan dengan penghasilan. Apalagi, kebanyakan orang cendrung suka dengan gaya hidup di atas penghasilannya. Sehingga, berapa pun gaji dinaikkan, bila mental orang tersebut tidak bersyukur, maka dia tetap akan merasa kurang dengan gaji besar yang diterima. Intinya, gaji yang besar tidak menjadi jaminan bahwa seseorang akan menjadi jujur dan berkinerja hebat.

Gaji merupakan salah satu komponen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia selalu memiliki keinginan dan kebutuhan yang lebih. Manusia selalu ingin terlihat lebih sukses dan lebih kaya dari yang lain. Manusia ingin lebih berkuasa dan lebih dihormati di dalam kehidupan sosial dan kehidupan keluarga mereka. Uang memiliki kekuatan untuk memenuhi semua kebutuhan duniawi manusia. Intinya, uang adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Oleh karena itu, bila karakter jujur dan budaya jujur tidak dikuatkan di dalam organisasi, maka mereka akan melihat peluang untuk memperbanyak penghasilan di luar gaji mereka. Mereka dengan bahagia akan memanfaatkan peluang yang ada, untuk lebih memperkaya dirinya dari potensi di luar gaji.

Usia kenaikan gaji paling lama sekitar tiga bulan, setelahnya kenaikan gaji tersebut akan menyesuaikan dengan kebutuhan hidup yang baru. Bila kenaikan gaji tesebut sudah menemukan kebutuhan dan keinginan hidup yang baru, maka kembali karyawan akan merasa kurang besar dengan gaji besar yang sudah diterima. Orang jujur adalah produk budaya dan karakter. Tidak ada hubungannya jujur dan gaji besar. Seberapa besar pun gaji yang diterima oleh karakter tidak jujur, dia tetap akan mencari cara untuk berlaku tidak jujur, dan tidak mungkin menjadikan dia jujur. Jangan pernah berharap jujur dari budaya dan karakter yang tidak jujur. Kejujuran bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan gaji yang besar. Kejujuran adalah produk budaya dan karakter moral yang kaya integritas dan akuntabilitas.

Manajemen yang profesional selalu sadar bahwa budaya organisasi yang kuat, akan menciptakan karakter kerja yang andal dan berkualitas. Peningkatan gaji karyawan harus diikuti dengan peningkatan kemampuan integritas, akuntabilitas, karakter moral yang jujur, dan rasa percaya diri untuk mencapai kinerja terbaik. Dan semua itu hanya dapat dikembangkan dan dikuatkan melalui budaya organisasi yang andal dan kuat.

Gaji merupakan salah satu komponen penting dalam pemberdayaan manusia. Perlu diingat kembali bahwa gaji merupakan komponen untuk pemberdayaan, untuk peningkatan semangat kerja, tetapi bukan untuk menjujurkan ataupun untuk menjadikan seseorang itu andal dan hebat dalam berkinerja. Hal yang lebih penting adalah kemampuan untuk mengeluarkan karyawan dari zona lama, dari zona nyaman mereka. Peningkatan prestasi dan kinerja membutuhkan karakter kerja yang siap mengambil risiko dan bergerak lincah di luar zona kenyamanan mereka. Selama karyawan masih di zona lama, dan masih hidup dalam budaya lama yang tidak efektif. Maka, selama itu, berapapun besaran kenaikan gaji, tidak akan memberikan dampak positif untuk peningkatan kinerja perusahaan.

Kinerja dan prestasi besar dapat diraih bila karyawan berpengalaman dan sangat berkomitmen di dalam sistem, proses, dan budaya kerja yang kaya integritas dan akuntabilitas. Di samping itu, karakter kerja karyawan harus mampu menjalankan target perusahaan dengan berkualitas, berempati, berintegritas, ikhlas, jujur, penuh hormat, saling percaya, bekerja sama, dan saling peduli. Dalam hal ini, pemimpin harus menunjukkan keteladanan, serta mampu menciptakan budaya kerja yang dipercaya dan diyakini bersama oleh seluruh tingkatan sumber daya manusia di dalam kekuatan integritas dan akuntabilitas.

Berharap kejujuran dari kenaikan gaji adalah kesalahan besar. Untuk mendapatkan orang-orang jujur diperlukan pengembangan karakter moral yang kaya integritas. Diperlukan sistem, budaya, dan proses kerja yang terawasi dan terkendali secara profesional.  Untuk mendapatkan kejujuran diperlukan pembinaan mental dan karakter secara terus-menerus dan berkelanjutan. Kejujuran, akuntabilitas, dan integritas tidak dapat dihasilkan dengan sekedar mempercayai. Diperlukan sistem pengawasan internal dan eksternal yang jelas dan terang. Diperlukan budaya organisasi yang menciptakan rumah kaca, untuk dapat mengawasi setiap orang dengan sangat detail dan teliti.

Menyediakan lingkungan kerja yang jujur dan saling percaya. Hubungan bisnis itu dinamis dan membutuhkan solusi yang tepat. Semakin meninggi tingkat kepercayaan, semakin meningkat pencapaian kinerja. Rasa percaya akan menciptakan ruang bisnis yang saling menghormati, dan membuat semua orang dapat menciptakan kebiasaan-kebiasaan positif. Kebiasaan-kebiasaan positif yang konsisten dapat meningkatkan fungsi dan peran kerja untuk mencapai target dan kinerja.

Mungkinkah menjujurkan dan memproduktifkan orang dengan gaji besar ? Kejujuran bukanlah sesuatu yang sifatnya pragmatis. Kejujuran adalah sesuatu yang idealis. Sesuatu yang idealis hanya dapat dikembangkan dengan budaya dan karakter yang menguatkan idealisme tersebut. Oleh karena itu, harus ada upaya penguatan sistem, proses, budaya organisasi, dan karakter kerja karyawan. Kehidupan kolektif di tempat kerja harus berbudaya jujur dan kaya kinerja. Dan, setiap individu mampu menjadi energi positif yang mendukung kejujuran dan integritas. Sebagai individu, mereka harus mampu mengendalikan diri untuk tidak memanfaatkan semua peluang penghasilan di luar gaji. Mereka harus terlatih menahan diri dan bertanggung jawab, untuk tidak memanfaatkan peluang penghasilan oleh hubungan mereka dengan stakeholders.

Gaji yang besar mampu menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi tidak menjamin untuk menutupi keinginan dan ambisi pribadi. Kenaikan gaji adalah sesuatu yang mulia, dan sifatnya membangun kekuatan kehidupan ekonomi karyawan. Tetapi, alasan kenaikan gaji untuk menjadikan karyawan lebih jujur dan lebih berkinerja, adalah alasan yang akan mengecewakan organisasi. Manusia bersih dilahirkan oleh budaya dan karakter yang bersih, etis, jujur, serta yang tidak menyembunyikan sesuatu di luar sistem, proses, dan budaya organisasi. Kejujuran dan kehormatan bukanlah produk uang, tetapi merupakan produk hati nurani yang memiliki pemahaman dan panduan yang jelas.

Budaya kuat dan karakter kerja berintegritas akan menavigasi proses kerja menuju kejujuran. Orang-orang jujur adalah mereka yang mematuhi etika bisnis dan memiliki hati nurani, untuk bersikap adil dan profesional. Mereka bekerja dengan potensi penuh, dan mampu berfungsi sesuai harapan organisasi. Mereka selalu melayani stakeholders dengan percaya diri dan tanpa pamrih. Bagi mereka, gaji besar yang diterima merupakan satu-satunya sumber penghasilan. Mereka tidak akan memanfaatkan jabatan, fungsi, peran, dan kekuasaan yang dimiliki untuk menemukan potensi penghasilan di luar gaji.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SPIRITUAL MOTIVATION QUOTES 20 02 2015

Manusia itu makhluk sosial, manusia juga makhluk spiritual. Sebagai makhluk sosial manusia bisa saling bergantung, saling berbagi, saling menolong. Tetapi, sebagai makhluk spiritual, manusia harus menjalani hidupnya sendiri di hadapan siapapun dan apapun. Ujian kehidupan sosial mudah diselesaikan dengan kompromi. Ujian kehidupan spiritual membutuhkan kesadaran dan keikhlasan tingkat tinggi. Kehidupan spiritual membuat manusia menjadi sendiri, menjadi sepi, menjadi bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Kehidupan spiritual menjadikan manusia sebagai energi yang melalui dan berakhir pada saatnya. Kehidupan spiritual menjadikan manusia seperti lilin yang menyala di gelap, dan demi memberi terang, dia membakar perlahan-lahan tubuhnya sampai batas akhir kemampuan menyalanya. ~Djajendra

Alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Perubahan adalah salah satunya. Terang berubah menjadi mendung. Mendung berubah menjadi terang. Hidup itu perubahan. Biasakan dengan perubahan. Jangan terjebak dalam dunia nyaman. Besok-lusa kita tidak tahu perubahan apa yang harus kita lalui. Selalu siap untuk hidup di luar zona nyaman.~Djajendra

Badai dilalui. Lubang besar dilalui. Rintangan dilalui. Bahaya dilalui. Gelap gulita dilalui. Panas terik dilalui. Hidup hanya untuk dilalui. Jalanlah terus ke depan. Fokuskan kekuatan untuk mencapai tujuan hidup. Jangan berhenti terlalu lama. Hidup harus bergerak dan melalui segalanya.~Djajendra

Bahagialah dengan prestasi sekecil apapun. Semangatkan diri untuk mencapai prestasi yang lebih besar. Miliki perasaan beruntung. Pikirkan setiap detik tentang kemajuan dan sukses.~Djajendra

Keberuntungan milik orang-orang yang setiap hari bersyukur. Rasa syukur dan terima kasih merupakan bukti bahwa Anda sedang menerima bintang keberuntungan. Hiduplah dengan menerima dan mensyukurinya. Bintang keberuntungan hanya dapat diterima oleh pribadi optimis, jiwa yang selalu bersyukur, jiwa yang selalu berterima kasih, jiwa yang selalu positif, dan jiwa yang setiap detik memuji Tuhan dengan tulus.~Djajendra

Orang optimis memiliki pilihan. Orang pesimis tidak mampu memilih dan membiarkan dirinya di dalam kekalahan. Orang optimis memiliki semangat untuk tumbuh, belajar, memulihkan, dan menghargai kenyataan yang sedang dihadapi.~Djajendra

Salah memilih. Kadang-kadang hati nurani pun bisa salah. Padahal suara hati itu murni. Walau emosi dan logika sudah dikendalikan oleh hati nurani, ternyata tetap salah memilih. Ternyata, pilihan hati nurani pun belum tentu baik dan hebat.~Djajendra

Pemimpin yang hebat selalu tegas dan tidak ragu mengambil keputusan, walau berbagai persepsi dan pendapat berbeda dengan sikapnya. Pemimpin yang lemah selalu takut mengambil keputusan, dan mudah dipermainkan oleh berbagai persepsi dan pendapat. ~Djajendra

Habis pagi muncul siang, habis siang muncul sore, habis sore muncul malam, habis malam muncul pagi. Hidup itu berputar dan berganti. Hidup itu harus melalui proses dan membutuhkan rasa sabar. Nikmati dan syukuri semua yang dilalui. Miliki semangat yang optimis. Orang-orang yang menghargai hidupnya dengan semangat, kerja keras, optimis, penuh syukur, terima kasih, dan bahagia, akan menikmati keindahan untuk selamanya.~Djajendra

Orang-orang akan datang dan pergi. Di setiap situasi dan kondisi akan ada yang hadir dan pergi. Di setiap level kehidupan akan ada yang hadir dan pergi. Teman sejati selalu setia di setiap situasi dan kondisi. Teman kepentingan hadir saat memiliki kepentingan. ~Djajendra

Manusia terpisah oleh marah, oleh dendam, oleh sakit hati, oleh rasa takut. Memisahkan diri dari orang-orang dan situasi berbahaya adalah naluri manusia. Hanya cinta dan kepedulian yang bisa menyatukan manusia. Hanya keadilan dan kejujuran yang menyatukan manusia. Hanya kebaikan, empati, toleransi, dan kasih sayang yang menyatukan manusia.~Djajendra

Pakar dan ahli diperlukan untuk memperbaiki, untuk meningkatkan kualitas dan peradaban. Pakar dan ahli diperlukan untuk mendamaikan, untuk menenankan, untuk menjauhkan konflik dari kehidupan orang banyak. Pakar dan ahli tidak hidup dalam persepsi sempit, dalam logika berpikir yang dikomandoi oleh emosi dan kepentingan. Pakar dan ahli bila mentuankan pikiran dan emosi, maka hati nurani akan menjadi kerdil dan tak mampu membangun kebaikan hidup.~Djajendra

Uang membuat manusia merdeka. Uang adalah kekuatan yang menjadikan manusia semakin kuat, lebih berkuasa, lebih mampu mengatur kehidupan seperti yang ia inginkan. Uang adalah kekuatan yang harus dimiliki dan dirawat dengan rendah hati.~Djajendra

Kesulitan membuat diri lebih kuat. Kenyamanan membuat diri lupa menguatkan dirinya. Jangan sedih kalau sedang dalam kesulitan. Kesulitan adalah cara menjadikan diri lebih kreatif dan lebih hebat dalam menjalani hidup.~Djajendra

Hidup seperti makan rujak. Ada pedas, manis, asem, dan rasa lainnya. Semua rasa itu dimakan, tidak ada rasa yang dibuang. Semua rasa yang bersatu itu memberikan kenikmatan. Nikmati semua rasa dalam hidup, tidak perlu membuangnya ataupun memusuhinya.~Djajendra

Makna Hidup

Hidup itu bergerak ke depan
Melewati waktu dan kesabaran
Tidak menunggu siapa pun
Bergerak dengan sangat cepat

Kau kecewa hidup tidak peduli
Kau bahagia hidup tidak peduli
Hidup hanya bertugas melewati waktu

Kau boleh bermimpi setinggi langit
Kau boleh mengumpulkan apa pun
Hidup tidak peduli dengan semua itu

Hidup hanya bergerak dan berakhir
Seperti nafas yang kau tarik dan buang

Djajendra 15 02 2015

AKU MILIK TUHAN

Tuhan Maha Baik
Tuhan Maha Sempurna
Tuhan Maha Suci
Tuhan Maha Pemberi

Tuhan Maha Cinta
Tuhan Maha Tinggi
Tuhan Maha Mulia
Tuhan Maha Membantu

Tuhan Maha Peduli
Tuhan Maha Menyinari
Tuhan Maha Melindungi
Tuhan Maha Mengampuni

Tuhan Maha Menjaga
Tuhan Maha Merawat
Tuhan Maha Penyayang
Tuhan Maha Terpuji

Djajendra 15 02 2015

Disiplin dalam mewujudkan tujuan. Disiplin tidak hanya untuk patuh atau taat pada jadwal dan waktu. Tetapi, mampu menyiapkan jiwa dan raga, untuk bergerak penuh semangat dalam mencapai tujuan.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

 

Posted in Uncategorized

MENGELOLA TIM: MENYATUKAN SIFAT, KEBIASAAN, DAN PERSEPSI ANGGOTA TIM

“Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses.”~Djajendra

Setiap individu hadir dengan sifat dan kebiasaan hidup yang beragam. Ketika para individu ini disatukan ke dalam sebuah tim, maka perlu diperhatikan tentang sifat dan kebiasaan dari masing-masing orang. Sifat dan kebiasaan hidup beragam yang dibiarkan berpotensi merusak kebersamaan dalam tim. Penyatuan persepsi di dalam tim sifatnya mutlak. Selama persepsi belum menyatu, selama itu, dari waktu ke waktu, berpotensi menciptakan kebingungan dan konflik di dalam tim. Tim yang profesional dan kuat selalu cair di dalam proses kerja, selalu solid dan fokus pada tujuan tim.

Pengelolaan tim harus fokus untuk menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan potensi sukses, memelihara kebersamaan dan soliditas, dan melibatkan semua individu untuk menguatkan tim dalam menghadapi berbagai kemungkinan di depan.

Pengelolaan tim tidak hanya bertugas mengawasi sifat, kebiasaan, dan menyatukan persepsi, tetapi juga perlu mengelola realitas dengan cerdas. Realitas adalah kebenaran yang sedang dihadapi. Anggota tim tidak boleh membiarkan pikirannya dan realitas tumpang tindih. Mereka harus mampu memisahkan mana realitas, mana impian, mana harapan, mana imajinasi. Kemampuan memetakan realitas akan memudahkan tim, untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang tepat.

Strategi yang tepat dan rinci dapat mengarahkan tim. Fungsi dan peran masing-masing individu harus dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan tim. Tim dikelola agar para individu tidak terjebak dalam niat yang sangat berbeda. Semuanya harus disadarkan bahwa kerja tim adalah kerja di dalam kebersamaan. Ego individu harus dihilangkan, soliditas dan kebersamaan persepsi harus dikuatkan.

Bersama-sama dalam satu arah, dalam satu fokus, dalam satu kekuatan sikap, dan dalam satu eksekusi untuk sukses. Soliditas dan jiwa korsa tim menentukan kualitas eksekusi tim. Mengelola merupakan tugas pemimpin tim. Pemimpin tim yang baik pasti mampu menyatukan semua perbedaan individu untuk penguatan soliditas kerja.

Manajemen tim harus selalu fokus pada kekuatan intinya, yaitu: hubungan, soliditas, kolaborasi, komunikasi, sinergi, jiwa korsa, toleransi, empati, dan menjadi satu jiwa. Pengelolaan tim tidak hanya bertujuan untuk mencapai target dan tujuan organisasi. Ini adalah proses menciptakan satu jiwa dari banyak jiwa. Ini adalah mengubah individu menjadi tim yang kuat dan unggul. Ini adalah proses pembentukan kekuatan besar dari akumulasi kekuatan-kekuatan kecil. Ini adalah tentang menarik energi dan potensi sukses individu ke dalam energi dan potensi sukses kelompok besar. Ini adalah tentang penyatuan kekuatan agar organisasi bisa menjangkau ke wilayah kerja, yang tak mungkin bisa diselesaikan oleh seorang diri.

Anggota tim harus mampu mengkonversi sifat dan kebiasaan kerja sesuai budaya organisasi. Hal ini akan menyempurnakan hubungan kerja berbasis budaya kerja yang kuat. Budaya yang kuat dan profesional akan membiasakan individu untuk memiliki sifat, sikap, perilaku, dan karakter kerja sesuai dengan nilai-nilai inti budaya kerja.

Tim yang kuat selalu memiliki motif kerja yang jelas dan terang. Tidak ada seorang pun yang memiliki motif atau sifat-sifat tersembunyi. Semuanya bekerja secara terbuka, penuh tanggung jawab, jujur, dan saling memberikan atau mendapatkan umpan balik dari proses kerja bersama.

Nilai-nilai inti budaya kerja berfungsi untuk mengikat semua individu di dalam jiwa korsa dan soliditas kerja. Ketika nilai-nilai kerja menjadi pengawal dan pengawas sifat dan kebiasaan individu, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi alat untuk mengukur hasil akhir dari karakter kerja individu.

Nilai-nilai budaya yang dipatuhi dengan integritas dan tanggung jawab, akan menjadi penunjuk arah kerja terbaik. Membuat anggota tim tidak ragu, mampu mengelola kebersamaan, dan secara bersama-sama mampu mengambil tindakan yang tegas dan terarah menuju tujuan.

Mengelola tim untuk meningkatkan kualitas kebersamaan di dalam soliditas kerja.  Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses. Interaksi tim yang penuh tanggung jawab, serta kemampuan kepemimpinan tim untuk mengelola sebuah komunitas kerja yang solid dan kompak sebagai tim, adalah keunggulan yang menjadikan organisasi mencapai tujuan dengan sukses.

Pengelolaan tim yang baik dapat memotivasi dan meningkatkan integritas individu untuk lebih produktif. Semakin produktif dan berkinerja para anggota tim, semakin mampu mereka bekerja untuk meningkatkan reputasi organisasi. Pengelolaan tim tidak hanya fokus untuk hasil akhir terbaik, tetapi juga untuk membangun reputasi dan kredibilitas organisasi yang andal di persepsi stakeholders. Tim yang hebat adalah harta terbaik yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 15 02 2015

KUTA BALI-KEMENKES 2014

Empati menyatukan sebuah keluarga. Empati membuat anggota keluarga memiliki hati, dan tidak sekedar hidup dalam logika dan emosi. Empati tidak dapat diukur dengan logika, apalagi emosi. Empati hanya dapat diukur dengan hati nurani. Suatu ketika, saat sedang makan di sebuah tempat umum. Hadir dua orang pria yang badannya penuh tato, rambutnya acak-acakan, wajah terlihat sangat frustasi. Mereka berdua berkata, “bapak ibu semoga punya hati nurani, kami butuh makan.” Kalau pakai logika dan emosi pasti kita menilai mereka malas, ataupun berbagai penilaian negatif dan menghakimi mereka sesuai logika atau emosi kita. Tetapi, kalau kita gunakan hati nurani, sesuai permintaan mereka, maka empati kita akan langsung memberikan bantuan agar mereka bisa makan.~Djajendra

Disiplin dalam mewujudkan tujuan. Disiplin tidak hanya untuk patuh atau taat pada jadwal dan waktu. Tetapi, mampu menyiapkan jiwa dan raga, untuk bergerak penuh semangat dalam mencapai tujuan.~Djajendra

Kita semua berkembang bersama peristiwa-peristiwa kehidupan. Emosi, pikiran, dan hati nurani selalu bergerak oleh berbagai peristiwa kehidupan. Bila kesadaran diri sangat tinggi dan tercerahkan, maka semua peristiwa hidup dapat dihadapi dengan tenang dan bahagia. Kesadaran diri mampu memahami kesulitan, kemudahan, keuntungan, kerugian secara positif.~Djajendra

Kata-kata memiliki kekuatan supernatural. Kata-kata yang sering diucapkan dan diyakini 100% akan menjadi nyata. Pilih kata-kata sesuai impian, keinginan, harapan, cita-cita, dan tujuan hidup. Jangan pernah memikirkan ataupun mengucapkan kata-kata yang tidak selaras dengan impian hidup Anda. Kata-kata bukan sekedar huruf dan ucapan, dia memiliki energi dan kekuatan ajaib.~Djajendra

Masalah hidup. Semua orang pasti harus menghadapi masalah hidupnya masing-masing. Masalah hidup bukan untuk dipikirkan dan dipikirkan terus-menerus, sehingga mengundang stres yang membuat diri tidak berdaya. Masalah hidup harus difokuskan untuk menghasilkan solusi, dan membutuhkan keikhlasan hati untuk menjalankan solusi apapun. Masalah hidup tak berdaya menghadapi orang yang ikhlas dan rendah hati.~Djajendra

Penderitaan dan kebahagiaan adalah guru kehidupan. Dua-duanya pasti hadir dan pergi dalam kehidupan manusia. Tetapi, kesadaran dan keikhlasan akan menjadikan dua-duanya sebagai guru yang mengajarkan kebaikan hidup.~Djajendra

Tarikan nafas, hembuskan nafas. Tarikan nafas, hembuskan nafas. Itulah kehidupan. Bila tarikan dan hembusan nafas berhenti, berakhirlah kehidupan.~Djajendra

Satu orang bukan siapa-siapa, tetapi bersama tim yang hebat, dia akan menjadi pemimpin yang luar biasa.~Djajendra

Memasukan lebih dan mengambil sedikit adalah jalan menuju kekayaan. Kaya itu disiplin dan kendali diri. Semakin disiplin memasukan uang ke dalam tabungan, dan semakin terbiasa untuk menjaga pola hidup dibawah penghasilan, semakin terkumpul kekayaan. Hidup sederhana dan banyak nabung, adalah cara mudah untuk mendapatkan kekayaan.~Djajendra

Menabur satu biji jagung, memanen satu pohon jagung. Menabur satu biji cabai, memanen berkilo-kilo cabai segar. Menabur satu, memanen seribu. Menabur dan menuai adalah hukum alam. Apapun yang Anda tabur pasti menuainya berjuta kali.~Djajendra

Hidup itu belajar. Apapun bisa terjadi. Bila hati ikhlas dan rendah hati menerima berbagai situasi dan sifat orang-orang, maka banyak pelajaran yang membesarkan jiwa dapat dikuasai. Jadi, tidak perlu takut apalagi khawatir yang penuh stres dalam menghadapi dilema hidup. Biarkan saja semuanya mengalir dan terselesaikan sebagaimana seperti yang dikehendaki oleh kehidupan. Tugas kita adalah mengisi pikiran dengan niat baik dan pikiran positif, berusaha bertindak untuk kebaikan, dan menyerahkan hasil akhir sesuai kehendak kehidupan. ~Djajendra

Bila pikiran, emosi, hati nurani bersatu dan kompak mengalir dan berenang bersama-sama visi dan ide-ide sukses. Maka, setiap hari pengalaman-pengalaman sukses kecil akan mengantar Anda menuju sukses yang lebih besar. ~Djajendra

Mau sukses? Berikan lebih dari yang dibayarkan. Jangan hitung-hitungan dalam kontribusi. Jadilah pelayan yang melayani dengan bahagia dan sepenuh hati. Uang tidak boleh menjadi alat ukur dari kontribusi dan pelayanan. Rasa senang dan bahagia adalah alat ukur terbaik untuk kontribusi dan pelayanan.~Djajendra

Kalau ngotot akan berhenti di satu titik, berpotensi terjebak dalam waktu yang panjang. Kalau ikhlas akan mengalir dan berpotensi menemukan sesuatu yang lebih baik. Hidup itu mengalir menuju masa depan. Lepaskan dengan ikhlas dan sesuatu yang baru pasti datang.~Djajendra

Orang baik dan tidak baik hanyalah sebuah persepsi. Seseorang mungkin sangat buruk untuk kita, tetapi dia mungkin seperti malaikat untuk orang lain. Kita hanya perlu menghindari nilai-nilai kehidupan yang negatif. Sikap, perilaku, kebiasaan, kepentingan, dorongan, dan karakter orang lain, adalah seperti sebuah buku pelajaran. Kita cukup memperlajari buku tersebut, ambil yang bermanfaat, dan tinggalkan yang tidak bermanfaat. ~Djajendra

Manusia jalan ke depan menuju masa depan. Hati nurani harus bergerak ke dapan. Mungkin pikiran dan emosi masih mencoba membawa kita ke masa lalu, tetapi hati harus bergerak ke depan. Hidup itu singkat, semua orang punya batas waktu untuk hidup. Saat nafas berhenti total, maka selesai cerita hidup. Orang-orang yang cerdas emosional sangat sadar bahwa mereka tidak hidup selamanya. Mereka sangat sadar bahwa waktu hidup dari hari ke hari terus-menerus berkurang, sehingga setiap detik menjadi sangat berharga untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan.~Djajendra

Orang-orang cerdas emosional percaya bahwa jalan hidup terbentuk dari impian, cita-cita, rencana, harapan, keinginan, kebutuhan, dan takdir. Oleh karena itu, mereka tidak akan ngotot dengan kesempurnaan sebuah pencapaian. Mereka sadar bahwa ada jalan takdir yang berada di luar kemampuan diri sendiri, juga sadar bahwa ada kekuatan orang-orang lain dan alam semesta, yang berpotensi merubah arah pencapaian. ~ Djajendra

Orang-orang yang cerdas emosi menjadikan pengalaman hidup sebagai guru terbaik. Mereka pasti memaafkan semua peristiwa buruk, tetapi mereka tidak akan melupakannya. Mereka sadar untuk memaafkan karena ingin menghindarkan dirinya dari stres oleh dendam dan marah. Mereka tahu bahwa pengampunan membebaskan mereka dari stres. Mereka sadar bahwa keikhlasan membebaskan mereka dari penderitaan. Oleh karena itu, mereka pasti memaafkan dan mengampuni kesalahan dan perbuatan buruk orang lain, tetapi tidak untuk dilupakan. Memaafkan dan mengampuni akan melindungi diri sendiri dari penderitaan.~Djajendra

Manusia diciptakan untuk terhubung dari hati ke hati; untuk berkomunikasi dari hati ke hati; untuk membangun kebersamaan dari hati ke hati. Pikiran dan emosi harus tunduk pada kekuatan hati. Itulah inti keharmonisan; inti kebahagiaan. Mampukah?~Djajendra

Diri yang asli yang sejati berasal dari hati nurani. Diri yang asli mampu mengendalikan emosi dan pikiran. Diri yang asli sangat cerdas emosi: selalu tenang, terkendali, berhati-hati emosinya, perilaku yang beretika, kebiasaan-kebiasaan hidup yang mengalir dalam kesadaran tertinggi. Orang-orang yang cerdas emosional tidak mudah digoyang oleh hal-hal negatif. Mereka tetap tenang dan selalu menguatkan intelektualitasnya, emosionalnya, dan fisik tubuhnya. Keseimbangan antara intelektual, emosi, fisik, jiwa,dan alam semesta, adalah kebiasaan yang terjaga sejak bangun pagi.~Djajendra

Manusia membawa hadiah terindah dari Tuhan di dalam potensi hebatnya, yaitu: empati. Empati membuat manusia bersatu, tidak tercerai-berai, tidak saling merusak, tetapi saling peduli dan saling menolong. Sayangnya, sangat sedikit orang-orang yang mampu memanfaatkan empati untuk kebaikan hidupnya.~Djajendra

Kita semua hanya sedang melewati hal-hal yang sudah pernah dilewati oleh orang-orang sebelum kita. Tidak ada yang baru dalam kemanusiaan. Manusia lahir, tumbuh, dan berakhir. Tidak ada yang baru di bawah matahari bumi. Semua kehidupan hanya mengulang dan sedang melewati yang sebelumnya.~Djajendra

Kadang-kadang; konflik, kemarahan, kebencian, permusuhan, dan salah paham dapat berlangsung puluhan tahun, seumur hidup, bahkan turun-temurun. Hubungan tanpa niat baik untuk saling menghormati dan menyelesaikan akar masalah, akan menjadi permusuhan abadi. Diperlukan jiwa-jiwa baik untuk menyadari kenapa miskomunikasi itu terjadi. Diperlukan jiwa yang baik untuk menghentikan argumentasi dan menyadari kesalahan. Adil akan mendamaikan. Keseimbangan akan menghentikan konflik. Melepaskan keserakahan dan rasa paling benar akan mendamaikan. Jiwa yang jujur pasti mampu tumbuh dalam jiwa jujur yang lainnya. Jiwa yang jujur dan ikhlas akan menyatukan kebaikan dalam damai. Hidup ini tempat untuk saling berdampingan secara damai, dan tempat saling menghormati satu sama lain dengan peduli.~Djajendra

Hubungan baik hanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan diantara jiwa-jiwa yang ikhlas dan penuh cinta. Hubungan baik tidak mungkin hidup diantara jiwa-jiwa yang serakah, palsu, frustasi, salah tapi merasa benar, merendahkan yang lain, menyakitkan yang lain, melelahkan yang lain, dan membuat perjuangan orang lain sia-sia.~Djajendra

Hidup itu sesungguhnya sebuah tempat di mana setiap orang hidup saling berdampingan secara damai, saling menghormati, saling peduli dan mencintai satu-sama lain. Tidak ada yang perlu diperebutkan sampai memunculkan konflik. Tidak ada yang perlu ditakutkan, dikhawatirkan, sebab, pada akhirnya tidak ada yang dimiliki, semuanya pasti ditinggal pada akhir hari kehidupan. Jiwa yang sadar dan bersyukur selalu bahagia dan menikmati hidupnya, apapun kondisi hidupnya. Walau begitu menjauh dari para pemangsa adalah bijak.~Djajendra

Hubungan baik dan hidup dalam kedamaian pastilah sesuatu yang sangat indah. Tetapi, jiwa tidak baik, pikiran tidak baik, selalu menjadi akar konflik, sehingga hubungan baik itupun menjadi tidak baik.~Djajendra

Selalu menjaga semangat yang selaras dengan realitas, serta kuatkan keberaniaan dan ketekunan untuk mewujudkan keinginan.~Djajendra

Tubuh dan jiwa adalah wadah karakter. Berolahragalah, makanlah secukupnya, dan buat tubuh selalu berenergi dan bertenaga untuk menjalankan peran hidupnya. Tubuh yang sehat dan kuat membantu karakter untuk menjalankan perannya dengan berkualitas. Jiwa yang positif dan jernih membantu kepribadian Anda, untuk menjalankan karakter dengan sepenuh hati.~Djajendra

Sering orang terjebak dalam ruang kehidupan yang sempit dan hanya berkemampuan melihat satu dimensi kehidupan. Orang yang eksklusif sama seperti memakai kaca mata kuda. Tidak mampu melihat kiri-kanan kehidupan. Karakter yang eksklusif selalu mengkhususkan dan membatasi ruang perannya. Karakter eksklusif tidak mampu melayani semua dimensi kehidupan, dia sangat terbatas pada satu wilayah kehidupan, sehingga sulit berhubungan dengan beragam pribadi dan budaya kehidupan. Karakter yang terlalu khusus atau terlalu elit sulit tumbuh menjadi besar, sulit hidup di tengah perbedaan yang dinamis.~Djajendra

Manusia tidak sempurna. Manusia bukan malaikat. Tidak pernah ada karakter hidup yang mampu diperankan dengan sempurna. Kekurangan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti di dalam setiap karakter kehidupan. Sehebat apapun Anda menyiapkan karakter diri yang andal dan profesional, tetaplah rendah hati, dan ikhlas untuk memperbaiki kekurangan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.~Djajendra

Siapkan kompetensi dan kualitas untuk mengedit ulang karakter Anda. Petakan diri dan pahami asal mula kebiasaan-kebiasaan hidup Anda. Miliki kesadaran untuk mengevaluasi karakter Anda. Mungkin saja sebagian besar dari kebiasaan-kebiasaan hidup Anda berasal dari ruang ketidaksadaran, berasal dari sesuatu di luar kemampuan Anda. Pengalaman, peristiwa, logika, dan emosi dari masa lalu dapat menjadi akar pembentukan karakter. Kembalilah ke masa kecil dan remaja, pahami siapa Anda saat itu. Bagaimana hubungan kehidupan sosial, keluarga, sekolah, dan yang lainnya? Karakter selalu berasal dari dunia ketidaksadaran. Jadilah sadar dan berniat untuk memperbaiki semua karakter buruk, sehingga Anda dapat memiliki karakter positif yang kuat, untuk mengantar Anda meraih sukses.~Djajendra

Pemimpin harus siap untuk tidak populer, harus siap untuk kesepian, harus siap untuk diabaikan, harus siap untuk ditertawakan, harus siap untuk dimusuhi, harus siap menghadapi penolakan. Pemimpin yang paling siap terhadap semua hal di atas pasti mendapatkan kemenangan.~Djajendra

Jangan menawarkan kebiasaan buruk kepada kehidupan, karena kehidupan akan menjauhkan Anda untuk mendapatkan yang terbaik.~Djajendra

Didiklah dan latihlah orang-orang untuk patuh dan nurut di jalan yang jujur. Awasi mereka dengan penuh perhatian agar mereka tidak menyimpang. Tidak semua orang bisa dipercaya untuk menjalankan kejujuran. Kejujuran memerlukan pengawasan yang penuh integritas dan akuntabilitas.~Djajendra

Tuhan menciptakan semua orang sama, tetapi kebiasaan masing-masing orang menjadikan mereka tidak sama.~Djajendra

Menjadi jujurkah seseorang setelah mendapat gaji yang besar? Umur kecukupan gaji itu paling lama hanya 3 bulan. Setelahnya, gaji sebesar apapun akan menjadi gaji kecil. Jadi, sulit untuk menjujurkan seseorang dengan cara menaikan gaji. Jujur adalah persoalan integritas, persoalan tanggung jawab. Integritas dan tanggung jawab tidak tergantung pada besar kecilnya gaji, ini adalah masalah mental, masalah hati nurani. Gaji atau pendapatan yang lebih besar hanya akan merubah gaya hidup seseorang, gaya hidup keluarga seseorang, sehingga berapapun besarnya gaji tidak akan mampu menutupi peningkatan keinginan, kebutuhan, dan harapan-harapan baru yang bisa dibeli dengan uang.~Djajendra

Untuk Training Hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MEMBUAT DIRI BERASAL DARI DIRI SEJATINYA

DJAJENDRA“Manusia diciptakan untuk terhubung dari hati ke hati; untuk berkomunikasi dari hati ke hati; untuk membangun kebersamaan dari hati ke hati. Pikiran dan emosi harus tunduk pada kekuatan hati. Itulah inti keharmonisan; inti kebahagiaan. Mampukah?”~Djajendra  

Diri yang asli yang sejati berasal dari hati nurani. Diri yang asli mampu mengendalikan emosi dan pikiran. Diri yang asli sangat cerdas emosi: selalu tenang, terkendali, berhati-hati emosinya, perilaku yang beretika, kebiasaan-kebiasaan hidup yang mengalir dalam kesadaran tertinggi. Orang-orang yang cerdas emosional tidak mudah digoyang oleh hal-hal negatif. Mereka tetap tenang dan selalu menguatkan intelektualitasnya, emosionalnya, dan fisik tubuhnya. Keseimbangan antara intelektual, emosi, fisik, jiwa, dan alam semesta, adalah kebiasaan yang terjaga sejak bangun pagi.

Orang-orang yang cerdas emosional sangat mengerti untuk hidup bahagia. Sangat mengerti untuk menikmati indahnya kehidupan dengan rasa senang dan syukur. Tidak akan membiarkan atau mengijinkan seorang pun untuk membatasi kebahagiaan dan kehidupan senang mereka. Mereka berasal dari dalam dirinya, dan bukan berasal dari luar dirinya. Mereka tidak pernah tergoda untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka sangat merdeka untuk menikmati hidupnya dengan sikap rendah hati. Mereka sangat merdeka untuk mengeluarkan pendapat yang tak menyakitkan siapapun. Mereka menghormati hak dan kehidupan orang lain, sehingga tidak akan tergoda untuk menghakimi atau menilai orang lain.

Orang-orang cerdas emosional tidak akan bernafsu untuk mematikan reaksi negatif orang lain. Tidak akan bernafsu membandingkan kebaikan dirinya, lalu menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut untuk ditiru. Orang-orang yang cerdas emosional berasal dari kesadaran tertinggi. Mereka ikhlas untuk mengambil reaksi dan perilaku orang lain dengan rendah hati. Mereka fokus untuk memperkuat diri sendiri, dan tidak fokus untuk merubah atau menjadikan orang lain cerdas emosi.

Pengalaman dari berbagai peristiwa hidup tidak akan pernah dilupakan. Orang-orang yang cerdas emosi menjadikan pengalaman hidup sebagai guru terbaik. Mereka pasti memaafkan semua peristiwa buruk, tetapi mereka tidak akan melupakannya. Mereka sadar untuk memaafkan karena ingin menghindarkan dirinya dari stres oleh dendam dan marah. Mereka tahu bahwa pengampunan membebaskan mereka dari stres. Mereka sadar bahwa keikhlasan membebaskan mereka dari penderitaan. Oleh karena itu, mereka pasti memaafkan dan mengampuni kesalahan dan perbuatan buruk orang lain, tetapi tidak untuk dilupakan. Memaafkan dan mengampuni akan melindungi diri sendiri dari penderitaan.

Tidak akan ngotot, lebih suka mengalir. Orang-orang cerdas emosional pasti cerdas spiritual. Setiap situasi, kondisi, realitas, dan beragam kepribadian, pasti dilayani dan dihadapi dengan cerdas. Mereka tidak akan bertempur atau berkonflik oleh perbedaan. Mereka tidak akan mati-matian untuk membela keyakinan. Mereka tetap tenang dan emosinya terkendali di dalam intelektualitas dan wawasan kehidupan yang cerdas. Mereka selalu dapat menjadi diri sendiri yang hebat di setiap situasi, ataupun saat berhadapan dengan orang-orang yang berbeda.

Hidup itu milik banyak orang dan semua orang memiliki persepsinya sendiri. Tidak ada kesempurnaan yang bersumber dari satu orang. Kesempurnaan hanyalah bersumber dari kolaborasi kehidupan dengan alam semesta. Siapapun yang mengejar kesempurnaan pastilah menghasilkan rasa kecewa. Orang-orang cerdas emosional percaya bahwa jalan hidup terbentuk dari impian, cita-cita, rencana, harapan, keinginan, kebutuhan, dan takdir. Oleh karena itu, mereka tidak akan ngotot dengan kesempurnaan sebuah pencapaian. Mereka sadar bahwa ada jalan takdir yang berada di luar kemampuan diri sendiri, juga sadar bahwa ada kekuatan orang-orang lain dan alam semesta, yang berpotensi merubah arah pencapaian.

Manusia jalan ke depan menuju masa depan. Hati nurani harus bergerak ke dapan. Mungkin pikiran dan emosi masih mencoba membawa kita ke masa lalu, tetapi hati harus bergerak ke depan. Hidup itu singkat, semua orang punya batas waktu untuk hidup. Saat nafas berhenti total, maka selesai cerita hidup. Orang-orang yang cerdas emosional sangat sadar bahwa mereka tidak hidup selamanya. Mereka sangat sadar bahwa waktu hidup dari hari ke hari terus-menerus berkurang, sehingga setiap detik menjadi sangat berharga untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan.

Orang baik dan tidak baik hanyalah sebuah persepsi. Seseorang mungkin sangat buruk untuk kita, tetapi dia mungkin seperti malaikat untuk orang lain. Kita hanya perlu menghindari nilai-nilai kehidupan yang negatif. Sikap, perilaku, kebiasaan, kepentingan, dorongan, dan karakter orang lain, adalah seperti sebuah buku pelajaran. Kita cukup memperlajari buku tersebut, ambil yang bermanfaat, dan tinggalkan yang tidak bermanfaat. Orang-orang yang cerdas emosional tidak akan mengeluh atau membiarkan dirinya melihat keburukan dari orang lain. Orang-orang cerdas emosional sangat menguasai empati, sehingga mampu memanfaatkan setiap orang untuk kebaikan dirinya.

Orang-orang yang cerdas emosional terlatih untuk menjaga keseimbangan dan keselarasan hidupnya. Mereka mudah beradaptasi dengan semua situasi dan orang-orang. Mereka mampu menjadi pengamat yang optimis dan positif terhadap dirinya sendiri. Mereka mampu tersenyum dan bahagia di saat  stres, kelelahan, tantangan, cobaan, dan ketakutan hadir di dalam hidupnya. Mereka cerdas menjaga diri sendiri, mampu memenuhi harapan dan komitmen hidupnya, serta mampu menjalankan keikhlasan hatinya dengan cerdas emosi.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

EMPATI MENYATUKAN HATI DAN MEMBUAT HIDUP LEBIH DAMAI

“Kita semua hanya sedang melewati hal-hal yang sudah pernah dilewati oleh orang-orang sebelum kita. Tidak ada yang baru dalam kemanusiaan. Manusia lahir, tumbuh, dan berakhir. Tidak ada yang baru di bawah matahari bumi. Semua kehidupan hanya mengulang dan sedang melewati yang sebelumnya.”~Djajendra

Tidak seorang pun hidup sendirian dengan pikiran dan perasaannya, di luar dirinya masih banyak orang yang berpikir dan merasakan hidup seperti dirinya. Intinya, apapun yang dirasakan oleh seseorang pasti pernah dirasakan yang lain. Merasakan dan memikirkan merupakan bagian inti dari kemanusiaan. Apapun yang sedang dialami seseorang mungkin pernah dialami yang lain. Hidup tidak membuat seseorang berdiri sendiri. Semua orang memiliki hati, pikiran, dan emosi yang sama.

Bila manusia hidup dalam keterpisahan, maka disitulah kesepian dan kesengsaraan akan lahir. Kasih sayang menyatukan manusia. Kepedulian menyatukan manusia. Dan yang paling penting, manusia membawa hadiah terindah dari Tuhan di dalam potensi hebatnya, yaitu: empati. Empati membuat manusia bersatu, tidak tercerai-berai, tidak saling merusak, tetapi saling peduli dan saling menolong. Sayangnya, sangat sedikit orang-orang yang mampu memanfaatkan empati untuk kebaikan hidupnya. Ya, empati menyatukan hidup di dalam kemanusiaan dan kedamaian.

Rasa sakit, takut, malu, khawatir, berani, percaya diri, dan semua rasa-rasa yang lainnya bersifat universal. Artinya, pasti dirasakan oleh semua orang, tidak peduli apa sistem keyakinan dan nilai-nilai kehidupan. Semua perasaan itu pasti dialami atau akan dialami oleh siapapun, tanpa terkecuali. Apapun bisa terjadi pada siapapun. Setiap orang tidak mungkin bisa menghindari hadirnya realitas yang menguji daya tahan dirinya, menguji kehebatan dirinya, menguji kesabaran dan keikhlasannya.

Empati adalah sebuah kekuatan yang bisa memetakan dan memahami diri orang lain dengan sangat detail dan rinci. Tuhan memberikan anugerah khusus untuk orang-orang tertentu yang memiliki empati luar biasa, yang tidak mungkin bisa dimiliki oleh orang kebanyakan. Semua orang pasti memiliki potensi empati di dalam dirinya, tetapi ada orang-orang khusus yang sejak lahir kemampuan empatinya sudah sangat tinggi. Mempelajari kemampuan empati dari orang-orang khusus tersebut merupakan sebuah anugerah. Logika tidak mungkin dapat memahaminya. Sebagai orang kebanyakan, bukan orang khusus, kita masih bisa memanfaatkan potensi empati untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. Minimal empati kita bisa sekelas TK, mungkin empati orang-orang khusus tersebut sudah sekelas S3. Jadi, benih empati tetap ada di dalam potensi setiap orang, dan tinggal dilatih menjadi lebih tajam.

Empati menyatukan sebuah keluarga. Empati membuat anggota keluarga memiliki hati, dan tidak sekedar hidup dalam logika dan emosi. Empati tidak dapat diukur dengan logika, apalagi emosi. Empati hanya dapat diukur dengan hati nurani. Suatu ketika, saat sedang makan di sebuah tempat umum. Hadir dua orang pria yang badannya penuh tato, rambutnya acak-acakan, wajah terlihat sangat frustasi. Mereka berdua berkata, “bapak ibu semoga punya hati nurani, kami butuh makan.”  Kalau pakai logika dan emosi pasti kita menilai mereka malas, ataupun berbagai penilaian negatif dan menghakimi mereka sesuai logika atau emosi kita. Tetapi, kalau kita gunakan hati nurani, sesuai permintaan mereka, maka empati kita akan langsung memberikan bantuan agar mereka bisa makan. Empati menyatukan manusia dalam damai dan aman.

Empati membuat semua interaksi terhubung di dalam kebaikan. Empati memahami kebutuhan orang lain. Empati peduli pada keadaan orang lain. Empati selalu ramah dan baik hati, tidak akan melecehkan ataupun menghakimi. Empati mau mengurangi penderitaan orang lain. Empati mampu bekerja di ruang perasaan orang lain, dan tidak akan menggunakan logika untuk menilai atau menghakimi perasaan orang lain.

Dunia tanpa empati adalah dunia yang kacau dan tidak aman. Tuhan sudah memberikan hadiah sebuah empati untuk setiap orang. Tetapi, manusia suka mentuankan logika, dan merasa bahwa logikanya yang paling benar, serta tidak peduli pada perasaan orang lain, ataupun menganggap perasaan orang lain bukan urusannya. Empati menyatukan dan meningkatkan keamanan hidup di dalam damai dan keindahan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

IN-HOUSE TRAINING STRESS MANAGEMENT 2015

PANTAI AMAL TARAKAN - KALIMANTAN UTARA 2014IN-HOUSE TRAINING STRESS MANAGEMENT 2015

DESKRIPSI

Manajemen stres sangat penting untuk peningkatan kinerja, produktivitas dan pengembalian energi positif di tempat kerja. Bila perusahaan mengabaikan manajemen stres di tempat kerja, maka perusahaan berpotensi menuai sumber daya manusia yang tidak produktif dan penuh masalah hidup. Stres yang berlebihan membuat seseorang kehilangan kendali hidup, arah hidup, kehilangan kepercayaan. Pelatihan manajemen stres ini merupakan rangkaian berbagai life skill, untuk memperkuat fondasi kepribadian, serta memanfaatkan stres sebagai sesuatu yang memicu motivasi dalam peningkatan kualitas hidup.

Kemampuan mengelola stres adalah sebuah keterampilan dan pengetahuan yang dapat dipelajari oleh siapa pun. Semakin sering berlatih dan menguasai teknik-teknik peredam stres, maka semakin unggul daya tahan diri dalam menghadapi berbagai realitas hidup. Pelatihan ini disampaikan melalui banyak aspek manajemen stres seperti keseimbangan hidup, manajemen waktu, keterampilan memotivasi diri sendiri, pikiran positif, manajemen diet dan olah raga, teknik mempengaruhi, ketegasan diri, dan sebagainya. Setiap topik pembahasan akan dijelaskan secara rinci melalui metodologi yang kami siapkan. Mengelola stres membutuhkan mentalitas yang benar dan sikap positif terhadap kehidupan. Setiap sesi pelatihan mengeksplorasi potensi positif dari dalam diri masing-masing peserta, untuk beradaptasi dengan titik baru kehidupan yang bebas stres.

TUJUAN PELATIHAN

Membangun kompetensi manajemen stres dari sisi keterampilan pribadi. Peserta mendapatkan cara dan teknik untuk mengelola stres dan menjadikannya energi positif. Peserta dimotivasi untuk memahami stres dari sisi positif, lalu memanfaatkan stres untuk penguatan dan peningkatan kualitas hidup. Peserta akan mendapatkan cara, untuk merasakan lebih banyak kebahagiaan dan kesenangan dari realitas kehidupan sehari-hari, serta tidak terjebak dalam stres berkepanjangan.

MANFAAT PELATIHAN

Pada akhir pelatihan ini, peserta akan mendapatkan hal-hal berikut:

  1. Memahami proses terjadinya stres dalam kehidupan pribadi.
  2. Memahami cara meredam stres dengan latihan olah raga dan diet.
  3. Menanggapi situasi stres dengan menggunakan berbagai teknik dan menjadi lebih produktif.
  4. Meningkatkan konsentrasi dan mempertahankan fokus pada pekerjaan.
  5. Meningkatkan energi dan vitalitas dalam kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.
  6. Mengurangi kebocoran waktu produktif oleh dampak stres yang berlebihan.

METODE

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

JADWAL DAN MATERI PEMBAHASAN STRESS MANAGEMENT SELAMA 8 JAM

PK 08.00 s.d. 09.00 WIB. SESI 1: MEMAHAMI STRES DAN CERDAS MENGELOLA STRES

Sub Bahasan

  1. Apa itu stres?
  2. Apa itu eustress?
  3. Cara mengelola peristiwa dengan pikiran dan emosi positif
  4. Pola makan yang benar
  5. Tidur yang cukup
  6. Berolahraga secara teratur

PK 09.00 s.d. 10.00 WIB. SESI 2: MENGUBAH, MENGHINDARI, ATAU MENERIMA SITUASI HIDUP STRES

Sub Bahasan

  1. Mengidentifikasi situasi yang tepat
  2. Menciptakan tindakan yang efektif
  3. Menerima, mengalir, dan meningkatkan daya tahan diri

PK 10.00 s.d.10.15 WIB: COFFEE BREAK

PK 10.15 s.d.11.15 WIB. SESI 3: KESADARAN, KOMITMEN, DISIPLIN, DAN RUTINITAS UNTUK MENGURANGI STRES

Sub Bahasan

  1. Perencanaan pola hidup
  2. Perencanaan pola makan
  3. Pengorganisasian pekerjaan dan kehidupan rumah tangga
  4. Menggunakan daftar to-do

PK 11.15 s.d.12.15 WIB. SESI 4: TEKNIK RELAKSASI LINGKUNGAN

Sub Bahasan

  1. Menyatu dengan alam
  2. Mendengarkan musik
  3. Tertawa & humor
  4. Mencintai kehidupan

12.15 s.d.13.15 WIB: LUNCH BREAK

PK 13.15 s.d.15.15 WIB. SESI 5: TEKNIK RELAKSASI FISIK

Sub Bahasan

  1. Stretching/peregangan ringan
  2. Pernapasan dalam
  3. Santai dan tenang
  4. Mengosongkan pikiran
  5. Bermain-main

PK 15.15 s.d.15.30 WIB: COFFEE BREAK

PK 15.30 s.d.17.00 WIB. SESI 6: MENGHIDUPKAN HATI, MENDENGARKAN KATA HATI, MELIHAT DENGAN MATA HATI

Sub Bahasan

  1. Membangun sistem dukungan
  2. Mengetahui kapan mencari bantuan
  3. Membuat stres log
  4. Menciptakan kebiasaan baru
  5. Menciptakan karakter anti stres
  6. Menyatukan karakter dan kepribadian

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 1318 8899

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

MENDAMAIKAN HUBUNGAN

DMU 2014“Hubungan baik gagal karena hati nurani mati, lalu logika dan emosi mengatur segalanya.”~Djajendra

Hidup bukan untuk menang ataupun kalah. Hidup untuk damai. Hidup untuk bahagia. Hidup untuk sejahtera. Hidup untuk keindahan. Sering sekali keindahan hidup lenyap oleh hubungan yang tidak baik. Hubungan baik dan hidup dalam kedamaian pastilah sesuatu yang sangat indah. Tetapi, jiwa tidak baik, pikiran tidak baik, selalu menjadi akar konflik, sehingga hubungan baik itupun menjadi tidak baik. Damai dan baik tidak muncul secara spontan, dia muncul dari kesadaran empati dan toleransi.  Empati dan toleransi mampu menangani konflik dan menciptakan kehidupan yang damai.

Setiap orang bisa menjadi pemicu marah, benci, konflik, permusuhan, dan semua hal lain yang memisahkan hubungan baik. Hubungan baik gagal karena hati nurani mati. Hati yang mati mudah dikendalikan oleh pikiran negatif dan emosi yang penuh angkara murka. Hal ini menjadi kekuatan yang memisahkan, kekuatan yang menguatkan konflik dan kebencian. Hubungan baik hanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan diantara jiwa-jiwa yang ikhlas dan penuh cinta. Hubungan baik tidak mungkin hidup diantara jiwa-jiwa yang serakah, palsu, frustasi, salah tapi merasa benar, merendahkan yang lain, menyakitkan yang lain, melelahkan yang lain, dan membuat perjuangan orang lain sia-sia.

Selama dendam dan benci menjadi keyakinan di dalam sebuah hubungan, maka selama itu kabut tebal menutupi hubungan sehingga tidak ada jarak pandang yang jelas untuk memulihkan hubungan tersebut. Hubungan baik butuh perjuangan, butuh keikhlasan, butuh niat baik, butuh berjalan di trek yang menyatukan. Nilai-nilai negatif membutakan hati sehingga hati tidak mampu melihat indahnya sebuah kebaikan. Komitmen untuk hidup dalam nilai-nilai positif, dan keikhlasan hati untuk menerima segala realitas, adalah jalan untuk menghidupkan hati.

Jiwa yang ikhlas mendamaikan hubungan. Jiwa besar mampu berekonsiliasi. Selama nafas belum berhenti damai pasti dapat diwujudkan asalkan memiliki niat baik. Membangun hubungan baik bukan berarti harus menerima perasaan orang lain, atau harus mengikuti maunya orang lain. Hubungan baik tercipta dari kesadaran semua pihak, bukan salah satu pihak saja. Kesadaran untuk menciptakan damai dan mengakui kesalahan, lalu memperbaiki kekurangan.

Kadang-kadang; konflik, kemarahan, kebencian, permusuhan, dan salah paham dapat berlangsung puluhan tahun, seumur hidup, bahkan turun-temurun. Hubungan tanpa niat baik untuk saling menghormati dan menyelesaikan akar masalah, akan menjadi permusuhan abadi. Diperlukan jiwa-jiwa baik untuk menyadari kenapa miskomunikasi itu terjadi. Diperlukan jiwa yang baik untuk menghentikan argumentasi dan menyadari kesalahan. Adil akan mendamaikan. Keseimbangan akan menghentikan konflik. Melepaskan keserakahan dan rasa paling benar akan mendamaikan. Jiwa yang jujur pasti mampu tumbuh dalam jiwa jujur yang lainnya. Jiwa yang jujur dan ikhlas akan menyatukan kebaikan dalam damai. Hidup ini tempat untuk saling berdampingan secara damai, dan tempat saling menghormati satu sama lain dengan peduli.

Mendamaikan hubungan dimulai dari hati yang bersih, hati yang hidup, hati yang mulia, hati yang berhenti berbohong kepada diri sendiri, hati yang ikhlas menerima apapun hasil akhirnya. Hubungan baik tidak mungkin bisa dibangun oleh hati yang penuh dusta, hati yang bersandiwara, hati yang selalu tidak jujur kepada dirinya sendiri, hati yang senang menampilkan kepribadian semu tanpa menguatkan karakter baiknya.

Hati yang jujur dan ikhlas adalah sumber kedamaian. Dia mampu membangun kepercayaan untuk hidup damai. Dia mampu mendengarkan dan merespon kehidupan dengan damai. Hati yang jujur dan ikhlas selalu memegang tanggung jawab untuk menjaga hubungan tumbuh dalam damai. Hati yang jujur dan ikhlas merupakan sumber kehidupan yang menciptakan rasa damai dan aman, yang menciptakan kehidupan bersama dalam keharmonisan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHIDUPKAN KARAKTER ANDA

“Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.”~Djajendra

Karakter terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan buruk berakumulasi dan membentuk karakter buruk. Kebiasaan baik berakumulasi membentuk karakter baik. Tanpa karakter yang positif seseorang sulit mewujudkan impian dan harapan. Karakter positif yang kuat mampu menjalankan misi dan mewujudkan visi. Karakter positif yang kuat mampu memperbaiki kekurangan karakternya. Karakter positif yang kuat mampu menjalankan ide-ide baru yang hebat dan mencapai target tepat waktu.

Karakter menciptakan gaya untuk bertindak. Karakter adalah alat untuk bertindak. Karakter adalah alat komunikasi yang paling efektif. Biasakan atau berlatihlah secara terus-menerus untuk memiliki karakter komunikasi yang tepat dan profesional. Miliki karakter positif yang kuat saat Anda berbicara, saat Anda mendengarkan, saat Anda merespon dan tidak sekedar bereaksi, serta saat Anda berinteraksi secara verbal dan non verbal. Pilih kata-kata atau gaya berbicara yang membuat Anda berbeda dengan orang lain. Miliki nada suara yang tegas, jelas, dan berkarakter unik. Jadilah diri sendiri saat berkomunikasi. Miliki kepribadian yang terkelola secara baik di dalam nilai-nilai positif kehidupan. Miliki pola pikir, pola emosi, dan gaya komunikasi yang menjadikan Anda berbeda dan unik.

Siapkan kompetensi dan kualitas untuk mengedit ulang karakter Anda. Petakan diri dan pahami asal mula kebiasaan-kebiasaan hidup Anda. Miliki kesadaran untuk mengevaluasi karakter Anda. Mungkin saja sebagian besar dari kebiasaan-kebiasaan hidup Anda berasal dari ruang ketidaksadaran, berasal dari sesuatu di luar kemampuan Anda. Pengalaman, peristiwa, logika, dan emosi dari masa lalu dapat menjadi akar pembentukan karakter. Kembalilah ke masa kecil dan remaja, pahami siapa Anda saat itu. Bagaimana hubungan kehidupan sosial, keluarga, sekolah, dan yang lainnya?  Karakter selalu berasal dari dunia ketidaksadaran. Jadilah sadar dan berniat untuk memperbaiki semua karakter buruk, sehingga Anda dapat memiliki karakter positif yang kuat, untuk mengantar Anda meraih sukses.

Karakter itu tampil dan dilihat semua orang. Siapkan penampilan Anda sehari-hari. Miliki konsep diri yang jelas dan terkelola secara profesional. Penampilan fisik dan jiwa harus harmonis dan memancarkan sesuatu yang menarik orang lain. Jadilah seperti yang ingin Anda dilihat, dirasakan, dan dipahami oleh orang lain. Satukan pikiran, emosi, jiwa, dan penampilan fisik dalam satu kekuatan yang utuh dan solid.

Cara Anda terhubung dan memelihara hubungan baik. Karakter dalam hubungan menjadi sangat penting. Tidak semua orang memiliki persepsi, keyakinan, pemikiran, dan pandangan hidup seperti Anda. Manusia bukan malaikat dan manusia juga bukan sesuatu yang sangat buruk. Orang-orang selalu hadir dengan ambisi untuk memenangkan kepentingannya. Mereka bisa memoles penampilan dan gaya hanya untuk mendapatkan kepercayaan dari siapapun, termasuk Anda. Pastikan Anda mampu menyiapkan karakter yang berhitung risiko, tetapi mampu menyambut semua yang berbeda dengan sikap baik dan profesional.

Karakter adalah sesuatu yang hidup. Karakter harus memperlihatkan ambisi, keinginan, gairah, motivasi, keberanian, dan berbagai nilai-nilai kehidupan lainnya. Karakter harus mengalir, menerima, memperbaiki, dan meningkatkan segala sesuatu di sepanjang jalan menuju kemenangan. Karakter harus cerdas mengalir di dalam proses, di dalam sistem, di dalam budaya, di dalam strategi, di dalam taktik, di dalam semua dimensi lainnya yang dibutuhkan untuk kemajuan Anda. Karakter harus mampu memainkan peran yang andal untuk mencapai atau memenuhi kebutuhan akhir.

Manusia tidak sempurna. Manusia bukan malaikat. Tidak pernah ada karakter hidup yang mampu diperankan dengan sempurna. Kekurangan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti di dalam setiap karakter kehidupan. Sehebat apapun Anda menyiapkan karakter diri yang andal dan profesional, tetaplah rendah hati, dan ikhlas untuk memperbaiki kekurangan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.

Berbicaralah dengan diri sendiri. Amati pikiran dan emosi. Pahami dialog internal antara pikiran dengan hati nurani. Pikiran pasti menggunakan logika, hati nurani yang hidup pasti menggunakan kebijaksanaan. Pastikan karakter Anda tampil di luar setelah hati nurani dan pikiran berada dalam satu persepsi, berada dalam satu semangat untuk melayani kehidupan dengan profesional dan berkualitas.

Karakter diri yang diterima oleh semua orang, semua budaya dan pola kehidupan. Hati-hati dalam membentuk karakter. Jangan sampai menciptakan karakter diri yang eksklusif. Sering orang terjebak dalam ruang kehidupan yang sempit dan hanya berkemampuan melihat satu dimensi kehidupan. Orang yang eksklusif sama seperti memakai kaca mata kuda. Tidak mampu melihat kiri-kanan kehidupan. Karakter yang eksklusif selalu mengkhususkan dan membatasi ruang perannya. Karakter eksklusif tidak mampu melayani semua dimensi kehidupan, dia sangat terbatas pada satu wilayah kehidupan, sehingga sulit berhubungan dengan beragam pribadi dan budaya kehidupan. Karakter yang terlalu khusus atau terlalu elit sulit tumbuh menjadi besar, sulit hidup di tengah perbedaan yang dinamis.

Tubuh dan jiwa adalah wadah karakter. Berolahragalah, makanlah secukupnya, dan buat tubuh selalu berenergi dan bertenaga untuk menjalankan peran hidupnya. Tubuh yang sehat dan kuat membantu karakter untuk menjalankan perannya dengan berkualitas. Jiwa yang positif dan jernih membantu kepribadian Anda, untuk menjalankan karakter dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA YANG INOVATIF

“Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.”~Djajendra

Dunia bisnis selalu dinamis. Diperlukan budaya kerja yang siap berubah dan beradaptasi dengan segala kemungkinan. Sumber daya manusia yang berbudaya kerja inovatif mampu bergerak mengikuti kedinamisan bisnis dan organisasi. Budaya kerja yang inovatif mendorong karyawan untuk memiliki solusi, memperkenalkan sesuatu yang baru dan unggul, berkreasi dan melakukan pembaruan, serta memecahkan masalah dengan solusi yang tepat.

Perubahan itu pasti dan nyata. Dunia bisnis tidak boleh ragu menghadapi perubahan. Dunia bisnis tidak boleh diam menghadapi kedinamisan. Sikap diam menghadapi perubahan berarti menyerah dan menggiring perusahaan menuju keusangan. Budaya kerja inovatif tidak akan membuat karyawan diam dan bingung saat kehidupan bisnis memanggil untuk pembaruan.  Budaya kerja inovatif di perusahaan membuat karyawan dan pimpinan mampu proaktif terhadap kedinamisan.

Budaya inovatif mengharuskan karyawan dan pimpinan menjadi pembelajar yang rendah hati. Tanpa ilmu, pengalaman, pemahaman, wawasan, dan keterampilan baru, sulit untuk benar-benar menjalankan budaya inovatif. Budaya inovatif membutuhkan kecerdasan kreatif yang luar biasa. Ide-ide baru yang hebat harus dapat dilahirkan, harus dapat diwujudkan menjadi karya dan produk sesuai harapan pasar.

Budaya kerja inovatif tidak boleh dibiarkan dalam ruang skeptisisme, tetapi harus selalu di ruang optimisme. Sikap optimis dan keyakinan untuk menang, adalah kekuatan dari budaya inovatif. Semangat inovatif harus selalu dimotivasi agar karyawan bahagia menghabiskan jam kerjanya untuk inovatif.

Budaya inovatif hanya tumbuh di ruang yang penuh perbedaan, beragam persepsi, dan kaya dengan skenario. Setiap orang harus berani berbeda dan tidak harus satu pemikiran. Tetapi, ketika keputusan akhir sudah diambil dan ditentukan, maka semua orang harus bersatupadu dalam soliditas dan kolaborasi untuk mewujudkan keputusan tersebut.

Tidak ada ruang nyaman dan jangan biasakan bersembunyi di dalam zona nyaman. Budaya kerja inovatif tidak menyiapkan ruang nyaman untuk siapapun. Semua orang harus terlatih dan terbiasa hidup dalam kreativitas dan bergerak dinamis menuju ke depan. Gerak dan langkah yang tak terhenti merupakan kekuatan, yang membantu terciptanya budaya kerja yang inovatif.

Semua orang harus terbiasa untuk melakukan sesuatu yang baru. Berani mencoba hal-hal baru. Tidak membiasakan diri untuk mencari kenyamanan, tetapi menjadikan diri kreatif dalam menghadapi perubahan dan kedinamisan.

Dalam budaya kerja inovatif, tidak ada yang permanen dan bersifat tetap. Semuanya bisa berubah, semuanya bisa melakukan pembaruan, semuanya bisa beradaptasi terhadap dunia nyata. Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBAHAGIAAN KARYAWAN MENINGKATKAN KINERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA

“Dalam hati yang bahagia; loyalitas, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan realitas yang mengalir bersama proses kerja.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja bukanlah sebatas masalah pribadi, tetapi merupakan sesuatu yang strategis dalam proses mencapai keuntungan dan kinerja. Karyawan yang bahagia mampu bekerja dengan sepenuh hati, untuk melayani dan berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Kekuatan bahagia di tempat kerja meningkatkan penjualan, pemasaran, keuangan, operasional, dan budaya kerja perusahaan. Karyawan bahagia mampu menciptakan budaya perusahaan yang positif dan kuat.

Perusahaan-perusahaan yang hebat selalu berinvestasi dalam proses untuk menghasilkan karyawan bahagia. Mereka tidak sekedar menuntut karyawan untuk bahagia dan disiplin terhadap budaya perusahaan, tetapi terlibat secara langsung dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian bahagia. Sekarang ini, perusahaan sadar untuk fokus pada cara untuk mewujudkan karyawan bahagia. Sebab, mereka tahu bahwa karyawan yang tidak bahagia tidak bisa diharapkan untuk membawa kemajuan bagi perusahaan. Karyawan yang tidak bahagia mudah stres, sulit fokus, membawa banyak masalah ke tempat kerja, tidak mampu membedakan persoalan kerja dan persoalan pribadi, selalu negatif, dan tidak produktif.

Bisnis yang kuat dihasilkan dari budaya kerja, yang membuat para pelakunya bahagia dan menikmati proses dengan senang hati. Budaya menggambarkan sikap, perilaku, karakter, kebiasaan, dan etika kerja. Bisnis yang hebat membutuhkan kekuatan dari orang-orang bahagia, yang selalu bekerja dengan optimis dan penuh percaya diri. Kebahagiaan menguatkan lingkungan perusahaan, untuk mendukung produktivitas dan pencapaian kinerja. Karyawan yang bahagia selalu berenergi positif dan merasa mendapatkan kesejahteraan dan kepedulian dari perusahaan. Dalam hati yang bahagia; loyalitas, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan realitas yang mengalir bersama proses kerja.

Karyawan bahagia memiliki komitmen dan keikhlasan dalam bekerja. Komitmen menjadi kekuatan yang menjauhkan karyawan dari perilaku tidak pasti, atau perilaku kerja yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan keikhlasan menjadi kekuatan, untuk tetap berdaya tahan tinggi dan bermental hebat, dalam menghadapi realitas yang tidak menguntungkan karyawan. Intinya, kombinasi dari komitmen dan keikhlasan menjadikan karyawan mampu memberikan keunggulan kompetitif kepada perusahaan, sehingga perusahaan mampu tampil kuat dan unggul dalam memenangkan pasarnya.

Karyawan bahagia selalu fokus untuk melihat sisi terang dalam setiap persoalan. Mereka tidak akan terjebak dalam perasaan mengasihani diri sendiri, stres, marah, kewalahan, sedih, putus asa, keluh-kesah, protes, menghakimi, melempar tanggung jawab, ataupun energi negatif lainnya. Mereka mampu menjaga suasana hati yang tenang dan damai. Mereka mampu mendapatkan kekuatan yang luar biasa, untuk tetap tenang, berpikir optimis, dan kreatif dalam menemukan solusi.

Orang-orang bahagia memiliki keyakinan bahwa mereka sangat merdeka, dan tidak pernah tertawan atau terjebak dalam keadaan tak berdaya. Mereka selalu optimis dan kreatif dalam menemukan cara baru. Semua realitas dijadikan sebagai pengalaman, untuk membangun karakter diri yang lebih andal menuju masa depan. Orang-orang bahagia selalu memiliki ketenangan dan rasa damai ketika menghadapi sesuatu yang buruk, dan tetap optimis untuk melakukan sesuatu yang baik, sebagai jalan keluar dari sesuatu yang buruk tersebut.

Kebahagiaan meningkatkan kemampuan untuk cepat bangkit dari keterpurukan. Orang-orang bahagia memiliki berjuta-juta kali kekuatan untuk cepat pulih dari realitas terburuk. Mereka tidak akan lama-lama bersedih. Mereka sangat cepat sadar dan memahami realitas, lalu bangkit dengan motivasi diri yang kuat, untuk menemukan gairah diri dalam solusi yang hebat.

Karyawan bahagia merupakan kekuatan yang menyempurnakan sistem kerja, dan meningkatkan kualitas di dalam proses kerja. Suasana hati mereka selalu positif dan bergerak dengan penuh percaya diri yang optimis. Mereka berpikir dan bertindak dengan yakin dan tenang. Mereka tidak pernah menjadi kritikus terhadap satu sama lain, tetapi memiliki soliditas untuk mengalir bersama kolaborasi kerja yang hebat. Mereka tampil sebagai prajurit korporasi yang andal, yang siap menang di segala medan kompetisi bisnis. Mereka berkonsentrasi pada apa yang seharusnya dilakukan, dan segera bertindak dengan sepenuh hati dan totalitas. Karyawan bahagia sangat produktif, kreatif, berkinerja, konstruktif, positif, murah hati, mengalir, dan menerima semua realitas di dalam suasana hati yang positif dan optimis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI 04 02 2015

Keikhlasan adalah hadiah termahal yang hanya dapat diberikan oleh orang yang jiwanya paling kaya.~Djajendra

Tindakan produktif adalah gerak untuk mencari kunci, membuka pintu, menemuka peta kesuksesan, dan mewujudkan sukses dengan penuh semangat.~Djajendra

Kehidupan kadang-kadang suka melewati jalur/rute yang tidak diinginkan, yang tak pernah diharapkan. Walaupun Anda hebat dengan akal sehat, pengetahuan , kekayaan, hubungan, kekuasaan, dan semua kehebatan lainnya. Tetapi, semua itu belum tentu bisa menolong Anda dari rute kehidupan yang tak Anda inginkan. Saat semua jalan tertutup dan hanya ada rute yang tak disenangi, maka tetaplah tersenyum dan bersyukur sambil mencari pengalaman baru, pandangan baru dari rute yang tak diharapkan tersebut.~Djajendra

Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Selalulah hadir di dalam kehidupan diri sendiri. Berikan perhatian dan kepedulian kepada diri sendiri. Lengkapi gerak dan sikap dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara di dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidup dalam cerita pikiran.~Djajendra

Logika adalah cara pikiran memahami sebuah peristiwa. Logika adalah alat pikiran untuk menyampaikan sesuatu secara rasional. Logika mampu fokus pada akal sehat. Logika mampu memanfaatkan emosi untuk memperkuat kebenarannya. Logika suka menjebak pikiran dan emosi dalam sebuah penafsiran cerita hidup. Ketika logika menjadi tidak berdaya menghadapi realitas hidup, maka emosi dan pikiran akan kecewa dan menjebak diri dengan stres yang berlebihan. Rawat logika yang cerdas dan hebat itu di dalam jiwa besar, di dalam keikhlasan hati, di dalam kesabaran, dan di dalam kejernihan jiwa. Logika hanyalah alat bantu, dan jangan menjadikan logika sebagai majikan yang menguasai hidup.~Djajendra

Ketika hati dan pikiran bersatu di dalam energi positif, maka kehidupan diri akan tumbuh dan selalu menjadi baik-baik saja.~Djajendra

Diri yang bijak tidak mudah terbawa arus emosi, arus peristiwa, dan arus logika. Diri yang bijak mampu menjadi kekuatan yang tegas, jelas, cepat, pasti, dan menciptakan jalan keluar terbaik.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Posted in Uncategorized

EMOSI, PERISTIWA, DAN LOGIKA DI DALAM JIWA YANG BIJAK

DSCN1167“Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Lengkapi gerak nafas hidup dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidupnya di dalam cerita pikiran.”~Djajendra

Ketika hati dan pikiran bersatu dalam energi positif, maka kehidupan diri tumbuh dan selalu menjadi baik-baik saja. Diri yang bijak tidak mudah terbawa arus emosi, arus peristiwa, dan arus logika. Diri yang bijak mampu menjadi kekuatan yang tegas, jelas, cepat, pasti, dan menciptakan jalan keluar terbaik.

Emosi, peristiwa, dan logika adalah urutan yang selalu menciptakan realitas hidup.  Orang-orang yang mampu mengelola emosi, peristiwa, dan logika secara bijak; dapat menciptakan realitas hidup yang menyenangkan. Sedangkan orang-orang yang gagal mengelola emosi, peristiwa, dan logika; berpotensi menciptakan realitas kehidupan yang menyusahkan dirinya sendiri dan orang lain.

Sifat bijak selalu dikuatkan atau dikayakan oleh nilai-nilai positif. Walaupun emosi, peristiwa, dan logika berpikir menciptakan perlawanan yang keras terhadap hati nurani. Tetapi, sifat bijak mampu belajar dan mencari yang terbaik sebagai solusi. Sifat bijak tidak akan ikut-ikutan memprovokasi maunya emosi dan pikiran. Sifat bijak memiliki kekuatan ikhlas dan jiwa besar, sehingga selalu bersedia untuk rendah hati dan mencari yang terbaik dari semua kemungkinan.

Emosi yang cerdas selalu bijak bertanya kepada dirinya sendiri,”apa yang saya rasakan di dalam diri saya?”, “apa yang saya pahami dan kuasai tentang diri saya?”, “apa yang harus saya lakukan dan yang tidak saya lakukan?”, “apa yang saya rasakan dan pahami tentang orang lain?”, “apa yang harus saya lakukan yang terbaik untuk orang lain?”. Emosi yang cerdas selalu menjawab perasaannya, kebutuhannya, memahami perasaan orang lain, dan melayani orang lain dengan baik.

Peristiwa apapun bisa terjadi. Kehidupan ini kaya dengan peristiwa-peristiwa. Diperlukan sikap bijak untuk memahami berbagai peristiwa. Tidak cukup hanya dengan pengetahuan, pengalaman, logika, emosi, dan kekuasaan untuk menjawab peristiwa. Diperlukan hati yang bijak dan tercerahkan, untuk dapat mengalir di dalam peristiwa dengan positif dan penuh kemenangan.

Logika adalah cara pikiran memahami sebuah peristiwa. Logika adalah alat pikiran untuk menyampaikan sesuatu secara rasional. Logika mampu fokus pada akal sehat. Logika mampu memanfaatkan emosi untuk memperkuat kebenarannya. Logika suka menjebak pikiran dan emosi dalam sebuah penafsiran cerita hidup. Ketika logika menjadi tidak berdaya menghadapi realitas hidup, maka emosi dan pikiran akan kecewa dan menjebak diri dengan stres yang berlebihan. Rawat logika yang cerdas dan hebat itu dalam jiwa besar, dalam keikhlasan hati, dalam kesabaran, dan dalam kejernihan jiwa. Logika hanyalah alat bantu, dan jangan menjadikan logika sebagai majikan yang menguasai hidup.

Orang bijak mengatakan bahwa pikiran adalah segalanya. Apa yang Anda pikirkan, akan menjadikan Anda sesuai pikiran tersebut. Intinya, berpikirlah yang baik-baik agar hidup selalu baik. Berpikirlah tentang hal-hal yang menyenangkan hati agar hidup selalu senang. Apapun peristiwa hidup,  satukan emosi dan pikiran dalam hati nurani yang bijak dan cerdas. Jangan pernah mau hidup dipermainkan oleh peristiwa, emosi, dan logika. Gunakan kekuatan bijak dan ikhlas untuk merasakan hal-hal baik di sepanjang kehidupan. Katakan,”aku setiap hari baik-baik saja” Lakukan sambil menarik nafas dalam-dalam. Fokuskan pikiran dan emosi pada hasil terindah yang Anda inginkan. Hidup sangat indah bila cerdas memahami peristiwa, logika, dan emosi dengan jiwa yang ikhlas dan indah.

Miliki ruang kehidupan yang bisa menumbuhkan sikap bijak. Dapatkan jarak pandang kehidupan yang membuat Anda jernih bersikap, sudut pandang yang membuat Anda cerdas bersikap, dan kesadaran dari makna yang dihasilkan oleh setiap peristiwa kehidupan.

Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Selalulah hadir di dalam kehidupan diri sendiri. Berikan perhatian dan kepedulian kepada diri sendiri. Lengkapi gerak dan sikap dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara di dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidup dalam cerita pikiran.

Hiduplah dalam jiwa yang bijak, hadirlah dalam setiap peristiwa kehidupan dengan emosi yang cerdas dan pikiran positif. Miliki komitmen dan keikhlasan hati, untuk tetap bahagia dan berkinerja di setiap peristiwa kehidupan. Walaupun peristiwa kehidupan bisa menciptakan pasang surut, miliki kesadaran dan daya tahan yang andal untuk tetap menjalani hidup dengan ikhlas dan optimis.

Hormati semua kekuatan baik dari luar diri, yang mencoba membantu Anda untuk melewati peristiwa-peristiwa yang tidak menguntungkan Anda. Mungkin teman baik bisa membantu Anda, orang-orang yang dicintai membantu Anda, sistem kehidupan membantu Anda, Tuhan membantu Anda. Tetapi, yang paling penting Anda harus dapat membantu diri sendiri. Kuatkan diri sendiri dengan jiwa ikhlas dan jiwa bijak. Perkaya diri sendiri dengan pengetahuan, pengalaman, doa, dan sikap rendah hati untuk menjadi pembelajar seumur hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HOLISTIC MOTIVATION 1-2-2015

Merencanakan dengan baik, bekerja dengan cerdas dan sepenuh hati, berdoa, berharap, dan menerima apapun yang datang dengan bahagia dan ikhlas. Ada jalur takdir yang wajib dilalui, ikuti saja kehidupan, mengalirlah bersama kehidupan, dan nikmati sepanjang jalan dengan bahagia. Semoga saja jalan takdir sejalan dengan jalan keinginan dan impian.~Djajendra

Sekolah terbaik adalah pengalaman hidup. Lulusan terbaik dihasilkan dari sekolah pengalaman hidup. Orang paling jenius dihasilkan dari pengalaman hidup. Kehebatan dan keandalan dihasilkan dari pengalaman hidup. Orang tersukses dihasilkan dari pengalaman hidup. Jangan takut untuk berproses bersama pengalaman hidup. Pengalaman hidup tidak memberikan gelar, karena lulusannya diharapkan selalu rendah hati, dan tidak pernah berhenti untuk belajar terus.~Djajendra

Aku seorang penumpang di dalam tubuh yang melintasi bumi. Aku hanya tamu di bumi ini. Kendaraanku disebut tubuh. Bila ingin melihat indahnya kehidupan di bumi. Maka, mulailah dengan menghidupkan hati (jiwa), mendengarkan kata hati (jiwa), dan melihat dengan mata hati (jiwa). Tubuh tidak abadi, jiwa selalu abadi. Jiwa yang hidup selalu menikmati indahnya kehidupan.~Anonim

Jangan berharap orang lain sepaham dengan Anda. Jangan paksa orang lain mengikuti arah hidup Anda. Sebab, setiap orang memiliki impiannya sendiri, memiliki jalurnya sendiri, memiliki takdirnya sendiri. Jadi, fokuskan saja energi dan waktu Anda, untuk mengoptimalkan kualitas dari kehidupan yang Anda impikan dan harapkan.~Djajendra

Jiwa yang sadar tidak memerlukan kata-kata, tidak memerlukan perdebatan, hanya membutuhkan tindakan.~Djajendra

Kehidupan berproses melalui salah dan benar. Salah dan benar tidak perlu diperdebatkan, yang paling penting adalah menjadi jujur dengan diri sendiri.~Djajendra

Kehidupan itu rangkaian dari momen ke momen. Sukses itu sebuah momen. Gagal juga sebuah momen. Sukses tidak perlu dibanggakan, gagal tidak perlu disedihkan. Hari ini bukanlah Hasil akhir dari kehidupan. Tidak ada yang pasti, semua kemungkinan selalu ada. Tetaplah berani, tetaplah semangat, tetaplah rendah hati, dan tetaplah fokus untuk yang diinginkan.~Djajendra

Anda tidak sendirian dengan pikiran, perasaan, keyakinan, sikap, perilaku, keputusan dan pendapat Anda. Ada orang lain yang akan berdampak atas apa yang Anda lakukan. Anda bisa menciptakan situasi baik ataupun situasi buruk untuk orang lain. Ingat! Hukum sebab-akibat adalah hukum alam. Kebaikan pasti mendapatkan berjuta kali kebaikan. Ketidakbaikan pasti mendapatkan berjuta kali ketidakbaikan. Miliki empati, sikap baik, menolong, toleransi, dan belas kasih agar selalu beruntung dalam hidup.~Djajendra

1+1 = 2
1+1= 3-1
1+1= 4-2
1+1= 2×1
1+1= 0+2
1+1= 4:2
Dan seterusnya…..

Semuanya benar, hanya caranya yang berbeda, dan cara yang berbeda itu tidak salah. Jadi, tidak perlu berdebat, berbeda pendapat itu biasa.~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com