TIM TANGGUH TERCIPTA DARI SIKAP RENDAH HATI ANGGOTA TIM

“Sikap rendah hati menjadikan anggota tim mampu belajar dan bangkit kembali, saat rintangan menghentikan kegiatan untuk mencapai sukses tim.”~Djajendra

Memiliki tim kerja yang tangguh dan andal pastilah merupakan impian setiap organisasi. Setiap pemimpin pasti memiliki impian untuk membentuk dan membangun tim yang andal dan berkinerja hebat. Dan juga, pasti berencana menjadikan timnya tumbuh dan berkembang, supaya bisa menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Hal yang pasti, dalam membangun tim yang andal dan tangguh membutuhkan karakter, kompetensi, dan kualitas. Karakter yang cerdas dalam berkolaborasi dan berkoordinasi, adalah syarat terpenting untuk mewujudkan tim yang andal. Sedangkan kompetensi dan kualitas merupakan komponen yang sangat menentukan untuk mencapai kinerja terbaik.

Karakter yang rendah hati mampu dikelola dan dioperasionalkan di segala situasi dan kondisi bisnis. Sebab, orang-orang yang rendah hati dan sederhana selalu mau belajar, dan mengikuti perubahan yang ada dengan sepenuh hati. Karakter yang rendah hati mudah dimotivasi dan diajak untuk meningkatkan produktivitas. Mereka selalu rendah hati dan mudah mengalir di dalam proses kerja, untuk mewujudkan target.

Orang-orang rendah hati sangat mudah berbagi visi, menerima kritik, menerima pengetahuan baru, dan selalu bersemangat untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Mereka tidak pernah merasa sudah pintar, sehingga mudah dipimpin untuk mengembangkan kualitas tim yang lebih kuat. Mereka selalu mau dengan rendah hati, untuk disiapkan dan dilatih agar dapat mengatasi rintangan dan tantangan.

Karakter rendah hati mudah terhubung dalam sistem kerja tim, langsung bekerja secara kohesif dan kolaboratif, untuk mencapai kinerja tim yang tinggi. Mereka sangat sadar untuk bekerja dalam aliran tim yang tangguh, bekerja menuju tujuan bersama, berbicara bahasa yang sama, dan saling mendukung untuk hasil akhir sesuai target. Mereka memahami motivasi, keinginan, harapan, dan etos kerja dari setiap individu di dalam tim kerja.

Orang-orang rendah hati mudah mengalir di dalam misi kerja sehari-hari. Mereka tekun dan penuh disiplin di dalam rutinitas misi sehari-hari. Mereka sadar untuk memimpin diri sendiri, serta selalu bersikap lebih profesional dalam memberikan pelayanan dan kontribusi.

Pekerjaan tim bukanlah siapa yang melakukan dengan lebih pintar dan hebat, tetapi siapa yang paling rendah hati melayani pekerjaan, dan siapa yang paling mudah terhubung untuk mencapai kinerja terbaik. Sikap rendah hati menjadikan anggota tim mau saling mendengarkan pikiran dan ide-ide, dan mau memperluas wawasan dan membangun kemampuan tim yang lebih efektif.

Sikap rendah hati untuk mematuhi nilai-nilai perusahaan; untuk mematuhi etika bisnis perusahaan; untuk menjalankan perilaku etis berdasarkan kode etik perilaku kerja; akan menjadikan tim tumbuh dan berkembang menuju sukses besar.

Sebuah tim yang solid haruslah tahu dan sadar tentang kesuksesan yang harus dicapai. Lalu, mempersiapkan tim untuk fokus pada misi, dan memperjelas visi dalam mencapai tujuan di sepanjang perjalanan sukses tim.

Tim yang kuat selalu melakukan pekerjaan dengan terencana sesuai visi, taktik, dan strategi bisnis. Setiap anggota tim menjadi energi yang selalu siap memainkan strategi dan taktik bisnis, supaya dapat mencapai kinerja terbaik. Mereka selalu mengembangkan rencana yang ada, dan sangat kreatif untuk menemukan solusi di setiap keadaan yang menghentikan perjalanan sukses tim.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGATASI DILEMA ETIKA BISNIS DENGAN PERILAKU BAIK

“Kejujuran hanya mampu melihat satu sisi kebenaran, sedangkan etika mampu mempertimbangkan berbagai sisi dan keadaan dari kebenaran.”~Djajendra

Etika adalah cara melayani dan berinteraksi dengan orang lain secara bijak dan profesional. Etika adalah tentang diri yang cerdas terhubung dengan orang lain. Etika bisnis berarti melayani berbagai keadaan dan kepentingan stakeholders dengan penuh integritas.

Etika membutuhkan jiwa yang bijaksana untuk bisa meresap dengan empati ke dalam kompleksitas persoalan. Bila perilaku yang bijak dan penuh empati tidak disiapkan, maka Anda pasti menghadapi dilema etika setiap hari. Dilema etika muncul karena ada keraguan dan ketidaktegasan di dalam diri, saat menghadapi realitas yang tidak sepakat dengan normatif etika.

Panduan etika bisnis perusahaan sebagai standar, serta kode etik perilaku sebagai cara untuk bertindak dan bersikap, tetaplah berada di dalam kekuatan normatif. Padahal, etika bisnis membutuhkan perilaku etis untuk membuat keputusan dan tindakan etis secara teratur. Diperlukan kerangka berpikir dan logika yang tepat, untuk mempengaruhi orang-orang agar mereka secara sukarela menjalankan perilaku etis di setiap situasi dan keadaan bisnis.

Perilaku baik dengan nilai moral yang tinggi pasti menjadi alat untuk mengatasi dilema etika. Dilema etika dapat diatasi dengan kepatuhan untuk memenuhi standar kerja sesuai panduan etika bisnis.

Perilaku etis selalu melestarikan kejujuran, dan bersikap dengan cerdas emosional. Walaupun pikiran menjadi sangat liar dan menciptakan berbagai macam emosional, tetapi etika harus selalu menjadi kekuatan yang terfokus di dalam hati nurani.

Tempat etika bukanlah di pikiran dan emosi, tetapi di dalam hati nurani yang bermoral tinggi. Bila etika ditempatkan dalam pikiran dan emosi, maka ego kreatif pasti muncul untuk mencari peluang dari etika, dan tidak akan mau patuh pada normatif etika.

Etika bukanlah sesuatu untuk ditafsirkan, tetapi untuk dipatuhi dengan penuh tanggung jawab. Hanya orang-orang yang fokus pada kepatuhan yang mampu memiliki perilaku etis, sedangkan yang fokus pada kemajuan, selalu memiliki perilaku yang disesuaikan dengan kebutuhan dari kemajuan tersebut. Jadi, mereka yang fokus pada kemajuan suka mengabaikan etika, dan perilakunya tergantung dengan situasi.

Etika bisnis di perusahaan membutuhkan nilai-nilai yang sama untuk semua orang. Setiap orang wajib menguasai nilai dan prinsip-prinsip, lalu terhubung dengan satu persepsi dan satu perilaku yang etis. Semua orang yang sudah sama nilai dan prinsip-prinsipnya, termasuk persepsi dan keyakinannya, maka dapat menjadi energi positif yang menciptakan kolaborasi untuk mengatasi dilema etika.

Dengan struktur dan sistem yang berkualitas dapat diciptakan lingkungan kerja yang etis. Bila lingkungan kerja sudah beretika, maka perilaku etis secara otomatis menjadi kekuatan yang memperkaya proses bisnis.

Perilaku etis mampu menyerap nilai-nilai positif, dan menjadikannya sebagai etos kerja. Perilaku etis mampu mempertimbangkan berbagai keadaan, kepentingan, situasi, dan stakeholders, supaya dapat melayaninya dengan bijak dan profesional.

Kejujuran hanya mampu melihat satu sisi kebenaran, sedangkan etika mampu mempertimbangkan berbagai sisi dan keadaan kebenaran. Dilema etika harus menjadi fakta dan informasi yang dipertimbangkan secara bijak, lalu membuat keputusan yang masuk akal dan yang tidak menciptakan konflik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com