ETOS KERJA YANG RENDAH DAN MENTAL NEGATIF ADALAH SUMBER PEMBOROSAN DI TEMPAT KERJA

“Sekolah haruslah membentuk fondasi etos kerja dan mental positif agar sekolah bisa menjadi pabrik energi positif untuk kehidupan yang lebih produktif dan lebih berkualitas.”~Djajendra

Orang-orang yang berharga adalah orang-orang yang paling produktif, dan yang paling andal untuk menuntaskan pekerjaan dengan tepat waktu. Orang yang produktif akan membawa nilai tambah kehidupan yang hebat. Orang yang produktif pasti mampu mengerjakan tanggung jawabnya dengan kompetensi dan kualitas terbaik. Orang yang produktif dihasilkan dari etos kerja dan kepribadian yang hebat. Orang yang produktif dihasilkan dari pengembangan mindset positif sejak pendidikan dasar. Orang yang produktif dihasilkan dari pengembangan karakter, sikap, perilaku, dan pola hidup yang terfokus untuk bekerja dengan sepenuh hati dan totalitas.

Sumber daya manusia yang produktif dan andal akan menjadikan bangsa dan negaranya hebat dan unggul. Mendapatkan sumber daya manusia yang hebat pastinya dihasilkan melalui pendidikan yang berkualitas di bidang mental, karakter, kepribadian, pengetahuan, keterampilan, dan wawasan. Diperlukan fondasi pendidikan yang fokus pada pendidikan etika, budi pekerti, cara mencegah bahaya korupsi, kinerja, karakter baik, pikiran positif, emosi cerdas, cinta bangsa, cara hidup dalam keragaman dan perbedaan, serta mental positif dan optimis dalam menghadapi ketidakpastian hidup. Intinya, setiap warga negara, sejak kecil, dia sudah harus dibiasakan pola pikir dan pola kerjanya dengan energi positif, termasuk membentuk mind set untuk bekerja lebih keras, lebih kreatif, lebih produktif, patuh pada prosedur, patuh pada sistem, taat tata kelola, serta mengalir dalam proses dengan kolaborasi yang hebat.

Beberapa waktu yang lalu seorang teman berkeluh-kesah tentang rendahnya etos kerja dan produktivitas para tukangnya. Teman saya ini berpendidikan teknik sipil yang menjalankan usaha kontraktor bangunan. Dia sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun untuk membangun rumah, kantor, dan gedung di berbagai tempat. Dia sangat kecewa melihat etos kerja, mental, perilaku, karakter, dan kepribadian para pekerja. Dia mengatakan di setiap proyek selalu ada satu atau dua provokator yang mencoba merusak etos kerja. Apalagi rata-rata pendidikan para pekerja adalah SD, SMP, dan sangat sedikit yang SMA. Masalah teknis pekerjaan sesungguhnya mudah dididik, tetapi masalah mental dan karakter sangatlah tidak mudah, sebab sudah terbentuk sejak dari kecil. “Bila saja sejak kecil mereka sudah diajarkan etos kerja dan mental positif, saya yakin mereka menjadi orang-orang andal yang sangat produktif. Sekarang ini produktivitas mereka hanya sekitar 60%, berarti ada kebocoran uang proyek sebesar 40% oleh rendahnya produktivitas dan etos kerja mereka.” Kata dia

Etos kerja yang rendah dan mental negatif adalah sumber pemborosan, dan hal ini sangat dipahami oleh orang-orang di lapangan. Oleh karena itu, sering sekali manajemen yang baikpun tidak sanggup menghadapi orang-orang bermental negatif dan beretos kerja buruk. Penulis pernah menemukan sebuah fenomena di sebuah pabrik suku cadang yang dimiliki oleh perusahaan otomotif terbesar. Para pimpinan sangat takut kepada para pekerja, mereka seolah-olah kehilangan akal dan manajemen untuk mengelola para pekerja di level pelaksana. Dampaknya, produktivitas dan kinerja turun drastis, moral kerja sangat rendah, dan konflik tidak dapat dikendalikan. Para pekerja dengan sangat mudah bisa membawa berbagai isu-isu sensitif ke dalam ruang kerja, sehingga kepemimpinan harus menghadapi dilema yang pada akhirnya merugikan kemajuan perusahaan.

Mental positif dan etos kerja yang andal akan menghasilkan sumber daya manusia berenergi positif dan produktif. Saat sumber daya manusia sudah menjadi energi positif dan produktif, saat itu kinerja tinggi pasti dapat dihasilkan, karena setiap individu akan melakukan yang terbaik dari sikap dan perilaku positifnya. Bila seseorang sudah terbiasa pola hidupnya dengan mental negatif dan etos kerja rendah, maka memberitahu dia untuk berusaha dengan lebih baik adalah perbuatan sia-sia. Sebab, dia yang bermental negatif dan beretos kerja buruk pastilah menjadi provokator yang merusak kemajuan perusahaan, dan juga secara kreatif dia akan menciptakan ide-ide tidak baik untuk menekan dan mengalahkan kepemimpinan perusahaan.

Ketika sumber daya manusia beretos kerja rendah dan bermental negatif, maka setiap kejelasan yang disampaikan pasti diabaikan, setiap tantangan yang diminta untuk diselesaikan pasti diabaikan, setiap komitmen yang dibuat pasti diabaikan, setiap umpan balik yang diberikan pasti diabaikan, setiap tugas dengan kompleksitas yang tinggi pasti dikeluhkan. Intinya, etos kerja yang rendah dan mental negatif pastilah tidak mampu bekerja untuk mencapai tujuan dan meningkatkan kinerja.

Pencapaian terbaik hanya dapat dihasilkan oleh orang-orang produktif yang bermental positif dan kreatif. Pendidikan sejak kecil yang terfokus pada mental positif dan karakter positif, akan menghasilkan orang-orang berenergi positif yang hebat dalam mencapai kinerja dan prestasi. Pendidikan haruslah membangun kepribadian dan karakter yang siap menciptakan sukses dan kemajuan di setiap momen kehidupan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com