TRANSPARANSI ADALAH JALAN UNTUK MENUJU INTEGRITAS DAN AKUNTABILITAS

DJAJENDRA 0988“Ketika Anda memperlihatkan integritas dengan cara menjadikan pekerjaan Anda lebih akuntabel dan transparan, maka publik akan memberikan Anda kredibilitas dan reputasi, karena hebatnya integritas Anda kepada apa yang Anda lakukan.”~Djajendra

Transparansi bertujuan untuk menghindarkan seseorang dari rasa curiga orang lain kepadanya, dari fitnah, dari persepsi negatif, dan juga menjauhkan dirinya dari energi korupsi. Intinya, bila tidak ingin difitnah, dituduh melakukan korupsi atau menyalahgunakan jabatan dan wewenang, maka bekerjalah dengan transparan. Jadilah terbuka dan tunjukkan pola kerja dengan tingkat transparansi yang sempurna.

Transparansi di tempat kerja berarti tidak ada yang disembunyikan dari tanggung jawab dan pekerjaan; tidak ada yang dibuat tidak terlihat agar bisa mendapatkan keuntungan buat diri sendiri; selalu mempertanggung jawabkan dan menjadikan jelas atas tujuan, kegiatan, struktur, informasi, pengambilan keputusan, penggunaan sumber daya, penggunaan kekuasaan dan jabatan.

Kejujuran, keterbukaan, keandalan, dan pertanggung jawaban adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan transparansi dengan baik. Transparansi mampu mencegah semua potensi niat tidak baik, ataupun semua potensi yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi dari yang bukan haknya. Transparansi akan menyelamatkan sumber daya perusahaan dari perilaku korup ataupun mencegah potensi korupsi di tempat kerja.

Bila perusahaan ingin meningkatkan kualitas integritas dan akuntabilitas karyawan di tempat kerja, maka transparansi haruslah menjadi budaya yang berkarakter kuat di dalam kepribadian masing-masing individu di tempat kerja. Tanpa kekuatan transparansi tidaklah mungkin integritas dan akuntabilitas dapat diwujudkan di tempat kerja. Transparansi membuat setiap aspek dan dimensi kerja menjadi lebih jelas dan terang, sehingga semua informasi yang paling jujur tersedia untuk kebutuhan manajemen dan publik.

Menjalankan pekerjaan dengan akurasi, tanggung jawab, dan integritas. Ini berarti, apapun yang dikerjakan atau diberikan tugas dan tanggung jawab, maka mampu secara profesional memberikan laporan yang benar dan jujur. Intinya, transparansi membutuhkan segala sesuatu yang jelas, serta terinci dengan benar dan jujur untuk dapat dipertanggung jawabkan dimanapun dan kapanpun.

Ketika transparansi diabaikan, maka penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan untuk keuntungan pribadi pasti akan dilakukan. Tanpa transparansi akan tercipta ruang gelap atau hutan belantara di dalam sistem kerja. Jelas, di dalam kondisi seperti ini, orang-orang yang lemah integritas pribadinya dan yang terobsesi untuk kaya dengan segala cara berpotensi melakukan korupsi. Biasanya, mereka yang lemah ini akan menyalahgunakan sumber daya perusahaan termasuk sumber daya keuangannya. Jadi, walaupun secara formal sudah menjalankan good governance dengan baik, tetapi mereka akan lebih fokus untuk mencari celah agar dapat menyembunyikan pola dan cara mereka membuat keputusan untuk keuntungan pribadi.

Transparansi adalah cara untuk menghentikan konflik kepentingan. Bila semua proses kerja dilakukan secara terbuka dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi, maka tidak akan ada ruang untuk konflik kepentingan, sehingga semua orang dapat melakukan kegiatan kerja dengan tenang dan sangat profesional. Apalagi bila sistem kerja, prosedur, nilai-nilai budaya kerja, tata kelola yang etis, dan prinsip-prinsip good governance mampu dijalankan di dalam kekuatan transparansi dan akuntabilitas yang konsisten, maka konflik kepentingan secara otomatis akan berhenti.

Transparansi menjadi sangat penting untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi. Transparansi akan membangun kepercayaan dalam diri setiap orang di dalam organisasi, untuk menjadi lebih setia dan melayani organisasi dengan sepenuh hati. Transparansi akan menguatkan perilaku etis dan profesional, sehingga stakeholder menjadi semakin percaya kepada keunggulan perusahaan. Transparansi akan mencegah niat untuk melakukan korupsi, sehingga perusahaan dapat beroperasi secara efektif dan efisien.

Transparansi adalah jalan untuk menuju integritas dan akuntabilitas. Setiap pemimpin di tempat kerja wajib memimpin dengan keteladanan dan memberi contoh integritas dan akuntabilitas yang konsisten. Pemimpin merupakan kunci untuk dapat menjalankan transparansi di tempat kerja. Bila pemimpin secara konsisten berperilaku dan bersikap sesuai nilai-nilai budaya organisasi dan prinsip-prinsip good governace, maka seluruh karyawan akan terpengaruh untuk bekerja dengan lebih transparan termasuk meningkatkan kualitas diri untuk akuntabilitas dan integritas yang lebih baik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com