MOTIVASI DAN INSPIRASI

Semakin tinggi ketidakpastian di dalam kehidupan Anda, semakin Anda berpotensi untuk meningkatkan kualitas hidup di semua dimensi kehidupan Anda. Semakin tinggi kepastian hidup Anda, semakin Anda berpotensi kehilangan gairah untuk hidup dalam kreativitas dan inovasi. Biasanya, bila semuanya ada, semua yang diinginkan bisa dengan mudah didapatkan, maka kreativitas diri akan lenyap.~Djajendra

Bahasa seseorang memperlihatkan siapa dia sesungguhnya. Kata-kata dan bahasa seorang pemimpin mengekspresikan siapa dia sesungguhnya. Dalam alam demokrasi sangatlah mudah untuk memilih yang terbaik dari yang baik. Sebab, mata hati rakyat mampu memilih pemimpin terbaik dari cara pemimpin itu berucap, berkata, bersikap, bertindak, dan berbuat. Pemimpin jujur yang tanpa ambisi pribadi pastilah dipilih ramai-ramai oleh mata hati rakyat.~Djajendra

Kehidupan diciptakan di dalam keberagaman dan bukan di dalam penyeragaman. Setiap upaya penyeragaman berpotensi merusak rasa aman dan damai di dalam kehidupan sosial. Hidup itu warna-warni yang saling menghormati, bukan satu warna yang melarang warna-warna lain. Buktinya, lihatlah bumi yang menghidupi kita, lihatlah alam semesta yang kita huni, sangat berwarnakan?~ Djajendra

Keyakinan bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan untuk diyakini secara bersama-sama. Sebab, keyakinan hidup di wilayah yang sangat pribadi dalam ruang yang sangat rahasia. Keyakinan seseorang dengan Tuhannya berada di ruang yang sangat rahasia, sehingga tidak seorangpun yang mampu memahami keyakinan seperti apa yang tumbuh dan hidup di dalam jiwanya. ~ Djajendra

Cinta itu suka hilang di dalam sikap serakah. Cinta itu suka hilang di dalam kesombongan. Cinta itu suka hilang di dalam dendam. Tidak ada yang lebih berharga daripada cinta. Sebab, hanya cinta yang bisa menerima dan mengizinkan apapun. Dan, hanya cinta yang bisa membuka jalan menuju perdamaian, keamanan, kebaikan, kebahagiaan, kemanusiaan, ketenangan, kesejahteraan, kemakmuran bersama,…..~Djajendra

Bangunlah jembatan penghubung yang kuat untuk menyatukan dirimu dengan orang-orang baik. Dan, bangunlah dinding yang kuat untuk memisahkan dirimu dengan orang-orang tidak baik. Orang baik pasti membawa keberuntungan untukmu, orang-orang tidak baik pasti membawa persoalan di dalam hidupmu.~Djajendra

Ketika seseorang ingin memanfaatkan dirimu dengan murah, maka dia pasti akan memberikan pujian – pujian yang berlebihan kepada dirimu. Sanjungan dan pujian yang luar biasa akan menempatkan dirimu diposisi yang luar biasa terhormat. Tetapi, setelah dirimu sudah tidak dibutuhkan lagi, maka hilanglah semua pujian tersebut, dan dirimu berpotensi dijadikan musuh atau orang yang tidak berguna baginya. Berhati-hatilah dengan pujian dan sanjungan yang kelewat batas, karena itu semua hanyalah alat atau biaya termurah untuk mendapatkan dirimu.~Djajendra

Aku pasti mempunyai kebutuhan, keinginan, ambisi, impian, cita-cita,…….; tetapi, tujuan hidupku sesungguhnya dikendalikan dan ditentukan oleh Tuhan.~Djajendra

Ketika dirimu harus meninggalkan sebuah realitas, maka realitas yang lain sudah menunggu kedatanganmu. Hidup itu perubahan, jangan takut untuk berubah dan mengambil risiko yang lebih dari sebelumnya.~Djajendra

Orang-orang hebat adalah produk dari ujian yang hebat. Orang-orang hebat tidak muncul dengan cara-cara mudah; mereka muncul dari proses perjalanan hidup yang dijalani dengan ikhlas, syukur, rendah hati, dan seturut kehendak Tuhan.~Djajendra

Diri yang terlalu berambisi dan terlalu menginginkan sesuatu, adalah diri yang paling mudah mengalami rasa takut. Diri yang ikhlas dan menjalani hidup sesuai kehendak Tuhan, adalah diri yang sangat sulit takut.~Djajendra

Ketika uang menjadi Raja di dalam kehidupan Anda, maka Anda pasti menjadi budak yang setia melayani maunya uang. Tetapi, ketika Anda menjadi Raja yang mengatur uang, maka uang akan menjadi budak yang patuh dengan perintah dan maunya Anda.~Djajendra

“Kebebasan finansial sejati tidak hanya memiliki uang, tetapi memiliki kekuasaan atas uang itu juga.” ~ Suze Orman(“True financial freedom is not only having money, but having power over that money as well.”~ Suze Orman)

Hidup menjadi sangat indah bila kita melaluinya dengan karya-karya yang berguna untuk kehidupan. Berurusanlah untuk hal-hal terindah dan kebaikan, jangan pernah berurusan dengan hal-hal yang menyebabkan kerusakan dalam hidup.~Djajendra

“Jika Anda cukup berani untuk mengucapkan selamat tinggal, hidup akan membalas Anda dengan halo yang baru.” ~ Paulo Coehlo (“If you’re brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello.” ~Paulo Coehlo)

Manusia itu beragam, bukan seragam. Keragaman menghasilkan sistem keyakinan yang ramai dan beragam juga. Jadi, sistem keyakinan yang beragam itu akan menghasilkan persepsi yang beragam di dalam kehidupan. Hidup itu tercipta untuk ramai dalam warna-warni, sehingga hidup itu tetap hidup dalam kreativitas.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN PENGEMBANGAN PRIBADI DAN ETOS KERJA PROGRAM 2 HARI 16 JAM

DJAJENDRA 20 NOV 2013

PELATIHAN PENGEMBANGAN PRIBADI DAN ETOS KERJA PROGRAM 2 HARI 16 JAM

MENGUATKAN KEPRIBADIAN DAN ETOS KERJA KARYAWAN

DESKRIPSI

Karyawan adalah aset yang harus dirawat dengan bijak di dalam budaya perusahaan yang kuat. Ada dua aspek yang harus dirawat dengan rajin agar karyawan menjadi aset produktif perusahaan, yaitu:aspek kepribadian dan aspek etos kerja. Bila kepribadian dan etos kerja karyawan dilatih dan disempurnakan secara terus-menerus, maka karyawan secara konsisten mampu bekerja dengan lebih profesional.

Program pelatihan selama dua hari ini bertujuan untuk menguatkan kepribadian dan etos kerja karyawan. Hal-hal yang dikuatkan melalui pelatihan ini mencakup aspek kepribadian yang terfokus pada penguatan emosi, komunikasi, kepemimpinan diri sendiri, dan rasa percaya diri. Selanjutnya, dari sisi etos kerja meliputi perilaku kerja yang tidak produktif, boros, dan tidak efektif; rendahnya disiplin untuk mematuhi aturan kerja; ketidakmampuan mengatur waktu kerja; serta rendahnya kualitas perilaku untuk kolaborasi dan kerja sama tim.

Program ini ingin meningkatkan keterampilan dan kualitas karyawan, khususnya di bidang self-leadership, kecerdasan emosional, komunikasi, produktivitas dan efisiensi, disiplin dan kepatuhan pada aturan kerja, manajemen waktu, motivasi diri dan peningkatan rasa percaya diri, serta kolaborasi dan kerja sama tim. Materi pelatihan berisi berbagai konten positif yang dapat digunakan untuk menguatkan energi positif di tempat kerja, serta menjadikan karyawan sebagai aset produktif yang unggul dan kuat.

TUJUAN

  1. Memaksimalkan kinerja dengan peningkatan kualitas etos kerja dan kepribadian positif
  2. Meningkatkan kolaborasi kerja dan kerja sama tim
  3. Menumbuhkan jiwa yang cerdas emosi dan cerdas komunikasi, sehingga mampu saling terhubung untuk melayani perusahaan dengan lebih baik
  4. Mengoptimalkan kualitas diri untuk lebih produktif, efektif, efisien, serta menghindari pemborosan
  5. Memperkuat kepercayaan diri dan motivasi kerja
  6. Patuh pada aturan kerja dan cerdas mengatur waktu kerja

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Studi Kasus, Icebreaker.

HASIL AKHIR PELATIHAN/OUTPUT

  1. Peserta mampu memimpin diri sendiri untuk melayani pekerjaan dengan berkualitas
  2. Peserta mampu meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan kualitas emosi positif di tempat kerja
  3. Peserta mampu menjadikan potensi dan bakatnya sebagai aset untuk membantu perusahaan
  4. Peserta mampu berkomunikasi secara efektif dan produktif
  5. Peserta mampu bekerja dengan tingkat efisiensi yang tinggi, serta menghindari pemborosan
  6. Peserta mampu memperkuat disiplin diri dan patuh pada aturan kerja
  7. Peserta mampu mengelola waktu kerja dan memanfaatkannya secara produktif
  8. Peserta mampu bekerja dengan rasa percaya diri yang tinggi dan selalu termotivasi untuk menghasilkan kualitas terbaik
  9. Peserta mampu berkolaborasi, berkoordinasi, dan bekerja sama secara efektif dan produktif
  10. Peserta mampu menjadikan dirinya sebagai energi support untuk memaksimalkan energi sukses perusahaan

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN SELAMA 2 HARI 16 JAM

TEMA: MENGUATKAN KEPRIBADIAN DAN ETOS KERJA KARYAWAN

DAY 1/HARI 1

PK 08.00 s.d. 09.45 WIB. SESI 1: MENGUATKAN KEPEMIMPINAN DIRI SENDIRI AGAR DAPAT MENGALIRKAN KUALITAS KERJA

Sub Bahasan

  1. Memahami konsep kepemimpinan diri sendiri
  2. Memahami apa yang harus diperjuangkan di tempat kerja
  3. Memahami cara menyatukan visi perusahaan searah pada karir kerja
  4. Meningkatkan kesadaran untuk memimpin pekerjaan dan tanggung jawab
  5. Menguasai pekerjaan dan termotivasi untuk mengalirkan kualitas
  6. Memperjelas pengaruh kepemimpinan diri, termasuk nilai-nilai inti dan keyakinan
  7. Mengidentifikasi perilaku kerja untuk menciptakan energi positif di tempat kerja
  8. Memimpin diri sendiri untuk pertumbuhan lanjutan dan pengembangan diri

Pk 09.45 s.d. 10.00 WIB: COFFEE BREAK/ISTIRAHAT

PK 10.00 s.d. 12.00 WIB. SESI 2: MENINGKATKAN KUALITAS EMOSI POSITIF DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Memahami kerangka emosi baik
  2. Kesadaran diri
  3. Manajemen diri sendiri
  4. Motivasi diri
  5. Kekuatan empati
  6. Kesadaran sosial
  7. Manajemen hubungan baik
  8. Penanganan reaksi
  9. Kecerdasan sosial
  10. Perhatian dan kepedulian
  11. Emosi verbal dan non verbal
  12. Pengaruh positif – pengaruh negatif
  13. Akting untuk kebaikan

Pk. 12.00 s.d. 13.00 WIB: LUNCH BREAK/ISTIRAHAT

PK 13.00 s.d. 14.30 WIB. SESI 3: KOMUNIKASI POSITIF DI TEMPAT KERJA

Sub Bahasan

  1. Gaya komunikasi positif
  2. Berinteraksi dengan bijak
  3. Teknik mempertanyakan sesuatu
  4. Mengatasi salah paham
  5. Komunikasi dengan empati dan toleransi
  6. Komunikasi dengan email, telepon, sms, media sosial
  7. Bahasa tubuh dan para bahasa
  8. Memahami cerita yang didengar
  9. Menganalisa niat seseorang
  10. Menghindari menyalahkan
  11. Menguasai perasaan dan mengendalikan ego
  12. Mengatasi percakapan sulit
  13. Menguasai permainan psikologis dalam komunikasi

Pk 14.30s.d.14.45 WIB: COFFEE BREAK/ISTIRAHAT

PK 14.45 s.d. 16.30 WIB. SESI 4: PRODUKTIF DAN TIDAK BOROS

Sub Bahasan

  1. Efisiensi dimulai dari mindset ke proses kerja dan hasil
  2. Mengoptimalkan semua potensi dengan cara yang efektif
  3. Bekerja efektif untuk kinerja terbaik
  4. Mengalirkan proses kerja yang efektif dalam sistem, prosedur, dan budaya
  5. Memanfaatkan fasilitas dan perlengkapan kerja dengan efisien
  6. Totalitas dan lebih produktif
  7. Melayani dan berkontribusi dengan sepenuh hati dan optimal
  8. Tidak menghambat dan menunda pekerjaan

DAY 2/HARI 2

PK 08.00 s.d.10.00 WIB. SESI 5: DISIPLIN DAN PATUH PADA ATURAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Memperkuat disiplin diri dan menjalankan tanggung jawab sesuai tata kelola
  2. Disiplin diri untuk fokus pada prioritas pekerjaan yang harus dilakukan
  3. Perilaku yang menyelesaikan dan menghindari penundaan tugas
  4. Disiplin diri untuk meningkatkan kualitas rutinitas pekerjaan
  5. Disiplin untuk mengembangkan kebiasaan efektif, efisien, kreatif, dan produktif di setiap dimensi pekerjaan
  6. Patuh pada aturan, prosedur, etika, dan tata kelola
  7. Membangun kebiasaan pola kerja yang taat aturan, peraturan, norma, dan sopan santun

Pk 09.45 s.d. 10.00 WIB: COFFEE BREAK/ISTIRAHAT

PK 10.00 s.d. 12.00 WIB. SESI 6: MANAJEMEN WAKTU

Sub Bahasan

  1. Sikap dan mental yang menghargai waktu
  2. Waktu yang fokus untuk memaksimalkan produktivitas diri
  3. Pengorganisasian dan mengatur waktu dengan efektif dan produktif
  4. Mengelola hubungan kerja dengan efektif
  5. Menangani gangguan dan hal-hal yang tidak terduga
  6. Menentukan tujuan dan fokus pada penyelesaiannya
  7. Menghilangkan hal-hal yang tidak perlu dalam rutinitas kerja
  8. Merencanakan dan menjalankan rapat dengan efektif
  9. Meningkatkan kebiasaan efektif dan menghilangkan kebiasaan boros waktu
  10. Sistem dan pola kerja yang lebih otomatis
  11. Mengelola email, telepon, sms dengan efektif

Pk. 12.00 s.d. 13.00 WIB: LUNCH BREAK/ISTIRAHAT

PK 13.00 s.d. 14.30 WIB. SESI 7: MOTIVASI DAN PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI

Sub Bahasan

  1. Membangun mental optimisme
  2. Meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri
  3. Mengoptimalkan potensi diri untuk menerima lebih banyak sukses
  4. Hukum tarik menarik, sebab akibat dalam hidup
  5. Cara menguatkan sugesti sukses dan meyakinkan diri
  6. Selalu bersemangat dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi
  7. Cara untuk keluar dari perangkap lingkungan pesimistis
  8. Berpikiran positif saat menghadapi tantangan dan peluang
  9. Membangun nilai-nilai kehidupan positif

Pk 14.30s.d.14.45 WIB: COFFEE BREAK/ISTIRAHAT

PK 14.45 s.d. 16.30 WIB. SESI 8: KOLABORASI DAN TEAM WORK

Sub Bahasan

  1. Menguatkan kebiasaan kolaborasi, koordinasi, komunikasi, dan saling membantu di tempat kerja
  2. Nilai-nilai dan mental yang dibutuhkan dalam kolaborasi
  3. Bekerja dalam tim yang berfungsi untuk peningkatan kinerja
  4. Siklus kehidupan di dalam kerja sama tim
  5. Menjalankan peran individu untuk menguatkan peran tim
  6. Kerja sama tim yang membagi beban kerja
  7. Saling membimbing dan mengarahkan dalam keharmonisan kerja
  8. Teknik brainstorming dalam kerja sama tim
  9. Strategi untuk mencegah tim dalam tim
  10. Cara memberdayakan tim
  11. Cara mengelola konflik di dalam tim
  12. Cara menengahi salah paham dan potensi tidak efektifnya tim

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 8777 083 / 0877 818 538 65
Fax: (021) 5738105
Website:http://djajendra-motivator.com
E-mail:training@djajendra-motivator.com

HOLISTIC MOTIVATION AND INSPIRATION

Ketika diri tidak ingin menjadi siapa-siapa dan apa-apa, disitulah benih merdeka akan menjadikan diri tumbuh di dalam kebebasan dan kemerdekaan sejati.~Djajendra

Tidak seorangpun yang mempunyai hak kepada kehidupan, semua orang hanya mempunyai kewajiban kepada kehidupan. Tapi, ego sering sekali membohongi realitas hidup, sehingga diri seolah-olah memiliki hak atas segala sesuatu di kehidupan ini.~Djajendra

Janganlah hidup untuk menyenangkan semua orang, sebab Anda pasti dijelek-jelekan oleh yang tidak senang. Hiduplah untuk menyenangkan diri sendiri, dan menyenangkan orang-orang yang merasa bahagia bila hidup di sekitar Anda. ~ Djajendra

Ketika mencoba mengendalikan segala sesuatu dalam hidup, yang ditemukan hanya beban berat. Ketika melepaskan segala sesuatu dan menikmati proses hidup dengan rasa syukur, yang ditemukan hanya bahagia dan rasa senang. Sikap dan reaksi positif diri terhadap realitas hidup menentukan seberapa damai dan bahagianya hidup.~Djajendra

Ketika logika berpikir menjadi majikan yang hebat, diri pasti tidak mempercayai kuasa Tuhan, dan menganggap dirinya sebagai pusat kehidupannya. Tetapi, saat logika dan akal sehat tidak mampu membantu diri, saat itulah kesadaran spiritual akan muncul, sehingga diri akan percaya pada kuasa Tuhan, dan mulai menggunakan doa untuk membantu kehidupannya.~Djajendra

Aku datang untuk menerima bahwa hidup akan membawaku di mana aku harus pergi. Aku hanya bisa melakukan yang terbaik dengan apa yang aku miliki. Aku tidak harus memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang bukan takdirku. Aku lebih suka mendengarkan suara tenang dalam diriku dan melihat di mana aku dibutuhkan.~Anonim

Jangan paksa suara hati untuk memberikan jawaban sekarang juga. Bersabarlah dan dengarkan kearifan batin. Tenangkan pikiran dan netralkan ego. Biarkan suara hati meyakinkan logika untuk jawaban yang ditunggu.~Djajendra

Karena dirimu berguna untuk kehidupan, makanya dirimu dilahirkan ke dunia. Bila dirimu tidak sadar-sadar bahwa dibutuhkan oleh kehidupan, maka dirimu menjadi sia-sia untuk kehidupan.~Djajendra

Ketika diri tercerahkan di dalam kesadaran bahwa diri adalah miliki Tuhan, karya Tuhan, dan ciptaan Tuhan untuk hidup di dalam keberuntungan, kebaikan, keberhasilan, ketenangan, cinta, kasih sayang, dan kecerdasan, maka diri akan selalu sukses hidupnya dengan semangat hidup yang penuh sukacita.~Djajendra

Perilaku takabur dan pamer harta menandakan jiwa yang tidak percaya diri. Jiwa yang tidak percaya diri tidaklah pantas diberikan kepercayaan. Bila diberi kepercayaan, maka dia pasti tidak punya kepercayaan diri untuk menjalankan komitmennya.~Djajendra

Jangan ngutang untuk membeli sesuatu yang bisa ditunda. Lebih baik bersabar dan menabung uang, dan bila uangnya sudah cukup barulah membeli. Membeli dengan utang pastilah merugikan, kecuali membeli rumah atau tanah.~Djajendra

“Ada banyak aspek keberhasilan, kekayaan materi hanya satu komponen …. Tetapi keberhasilan juga mencakup kesehatan yang baik, energi dan antusiasme untuk kehidupan, memenuhi hubungan, kebebasan kreatif, emosional dan stabilitas psikologis, rasa kesejahteraan, dan ketenangan pikiran.”~Deepak Chopra

Untuk Training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA KEKUATAN PRODUK UNGGULAN

“Rawatlah produk unggulan dengan kreatif dan berkualitas, karena produk unggulan sudah pasti akan memberikan kehidupan pada perusahaan Anda.”~Djajendra

Temukan kekuatan di dalam bisnis Anda. Diantara produk-produk yang Anda miliki, mana yang paling kuat dan unggul? Jangan mengabaikan produk yang sudah kuat. Fokuskan kekuatan bisnis pada produk unggulan agar kinerja bisnis bisa lebih meningkat.

Bisnis yang hebat lahir dari kemampuan untuk fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas. Sekecil apapun usaha yang Anda miliki, Anda pasti bisa menjadikannya lebih besar dan selalu sukses. Caranya adalah dengan memberikan perhatian yang lebih kreatif dan fokus terhadap produk unggulan. Siapkan strategi dan taktik yang tepat agar produk unggulan dapat secara terus-menerus menjadi sumber keuntungan usaha.

Produk unggul adalah kekuatan inti yang harus dimanfaatkan secara optimal. Konsentrasikan sumber daya perusahaan pada kekuatan inti, dan layani pasar dengan seoptimal mungkin agar produk unggulan dapat menjadi kekuatan yang menguasai ceruk pasar, serta berkemampuan untuk tumbuh dan menguasai pangsa pasar yang lebih besar.

Dunia bisnis adalah dunia kompetisi. Jadi, perusahaan yang mampu memiliki kredibilitas dan reputasi atas produk unggulannya, dipastikan dapat memenangkan kompetisi dan selalu memimpin pasar dengan sukses.

Dalam realitas bisnis, sering sekali produk yang sudah sukses kurang dirawat. Pebisnis lebih suka berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru, sehingga perhatian pada produk baru menjadi lebih besar, sedangkan pada produk lama yang menjadi kekuatan inti bisnis suka diabaikan. Padahal untuk saat ini produk lama tersebutlah yang sedang memberikan kehidupan pada perusahaan.

Produk yang kuat dan unggul harus dirawat dengan hati-hati. Sebab, produk unggul tersebut sedang menjadi kekuatan inti perusahaan. Produk yang kuat inilah yang sedang memberi makan setiap insan perusahaan. Jadi, fokuskan sumber daya dan energi kolektif bisnis untuk menjadikan kekuatan inti perusahaan lebih maksimal.

Dalam strategi pemasaran, wilayah sukses dan wilayah keahlian adalah kekuatan. Jadi, bila sekarang ini produk unggulan tersebut sudah berada di wilayah sukses, serta sumber daya manusia perusahaan sudah menguasai wilayah keahlian di dalam pasar, maka perusahaan pasti mampu menangani setiap kebutuhan dan tantangan pasar. Miliki visi untuk membangun pasar yang memudahkan produk unggulan menjadi yang terbaik, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menjaga emosi positif dan mengelola harapan dengan bijak. Setelah produk unggulan menguasai wilayah sukses di pasar, perusahaan harus fokus menjaga produk tetap di wilayah sukses, dan pemimpin usaha harus mampu mengendalikan ambisi pribadi yang berlebihan, sehingga tidak menciptakan spekulasi yang merugikan posisi produk di wilayah sukses.

Walaupun produk unggulan tersebut sudah menguasai wilayah sukses di pasar, dan sumber daya manusia sudah memiliki keahlian untuk menjaganya. Tetapi, tetaplah diperlukan perbaikan dan perawatan tanpa henti. Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk kreatif dan fokus menangani perbaikan produk unggulan. Intinya, produk unggulan tidak dianggap sudah terlalu kuat dan hebat, tetap rendah hati untuk menjaga mutu, pelayanan, dan tuntutan pasar.

Sumber daya manusia adalah bagian terpenting yang menentukan keberhasilan produk unggulan dalam jangka yang lebih panjang. Perusahaan secara berkelanjutan dan terus-menerus wajib meningkatkan keahlian, wawasan, pengetahuan, dan keandalan sumber daya manusia agar mereka selalu siap untuk menjaga dan merawat produk unggulan.

Produk unggulan harus cerdas mengungkapkan kekuatan uniknya, sehingga tidak ada pesaing yang mampu menciptakan produk baru untuk mengalahkan produk unggulan Anda.

Bisnis yang hebat ada pada kekuatan produk unggulan, yang bila selalu disempurnakan kualitas dan pelayanannya dengan lebih kreatif, maka produk unggulan tersebut akan menjadikan perusahaan lebih kuat dan lebih kaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SEKOLAH MOTIVATOR

Di mana sekolah untuk menjadi motivator? Motivator sejati belajar dari proses hidup, perjalanan hidup, dan merasakan semua yang ia katakan. Seorang motivator adalah murid sejati; dia setiap hari harus rendah hati untuk belajar dari kehidupan; untuk belajar dari alam semesta; untuk berdialog dengan Tuhan. Tidak ada buku atau sekolah dalam wujud fisik yang bisa menciptakan seorang motivator. Motivator sejati adalah produk dari proses dan perjalanan hidup yang dirasakan dan disyukuri.~Djajendra

Pekerjaan motivator adalah menyampaikan kekuatan, harapan, optimis, arah, dan cara. Di mana, semua yang disampaikan itu adalah sesuatu yang immaterial, wujudnya dalam kata-kata dan visi, tidak ada wujud fisik, hanya berwujud imajinasi. Memotivasi adalah pekerjaan untuk membawa orang-orang menjadi sangat kuat dan yakin dalam mewujudkan impian dan harapan.~Djajendra

Memilih kepala negara yang hebat adalah kewajiban setiap warga negara. Tetapi, janganlah suka mencari-cari kesalahan calon pemimpin yang tidak sepaham dengan dirimu. Percayalah bahwa hanya tangan Tuhanlah yang akan menentukan siapa kepala negara terpilih. Ucapkan kata-kata baik, baikkan pikiranmu, baikkan perkataanmu, baikkan perbuatanmu, baikkan emosimu, baikkan sikapmu agar dirimu tidak masuk ke dalam kelompok yang dikalahkan oleh Tuhan. Siapapun yang dengan sengaja menebar fitnah pastilah akan menikmati kekalahan.~Djajendra

Khawatir adalah manusiawi, tetapi khawatir menunjukkan sikap manusia yang belum yakin kepada rahasia atau tangan Tuhan. Bila sudah yakin dan percaya tentang rahasia Tuhan dan baiknya Tuhan, maka khawatir tidak akan pernah menjadi bagian yang mengganggu rasa damai dan bahagia. Bila hati masih suka khawatir itu artinya diri belum 100% percaya pada kebesaran Tuhan.~Djajendra

Hari ini adalah hadiah dari Tuhan. Kemarin sudah menjadi sejarah dan bukan milikku lagi. Besok masih di dalam ruang misteri, yang tidak dapat aku pastikan momen-momen hidupnya. Hari inilah saat yang paling tepat untuk bersyukur dan menikmati hidup dengan bahagia, sehat, damai, kreatif, sejahtera, gembira, melayani, dan berdoa.~Djajendra

Jangan biarkan diri hidup dalam penyangkalan, hidup dalam kemarahan, hidup dalam penyesalan. Sebab, itu semua akan menjadikan diri kehilangan peluang untuk mendapatkan hal-hal terbaik dari kehidupan. ~ Djajendra

Bergerak meninggalkan kemarin, bersyukur di hari ini, dan merencanakan yang lebih baik untuk esok hari. Tak seorangpun bisa memastikan sebaik apa atau apa yang harus dialami diesok hari, tetapi harapan dan visi dapat menjadi penunjuk arah untuk bergerak menuju ke depan. Masa depan itu ada di dalam ruang misteri, bukan di ruang pasti.~Djajendra

“Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, dan hari ini adalah hadiah. Itulah mengapa kami menyebutnya sekarang. “~ Alice Morse Earle (“Yesterday is history, tomorrow is a mystery, and today is a gift. That’s why we call it the present.” ~Alice Morse Earle)

Biasakan untuk meninggalkan zona nyaman agar tidak kaget saat menghadapi sesuatu yang baru. Hidup itu selalu tidak akan sama, suatu hari hidup pasti berubah. ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TUHAN SELALU BEKERJA DENGAN SEMPURNA UNTUK MEMBANTU DAN MELINDUNGI ENERGI BAIK

Tuhan selalu bekerja dengan sempurna untuk membantu dan melindungi energi baik. Sebab, hanya energi baik yang bisa menjaga kebaikan hidup. Oleh karena itu, bila diri sudah menjadi energi baik, maka diri pasti dilindungi dan dibantu Tuhan. Sebaliknya, bila diri menjadi energi tidak baik, walau setiap hari sudah berdoa dan memohon ampun, pastilah Tuhan tidak mau melindungi dan membantuhnya. Tuhan maha baik, maha penyayang, maha adil. Jadi, bila seseorang bersikap baik, adil, penyayang, jujur, dan rendah hati, maka dia pasti dilindungi Tuhan.~Djajendra

Fitnah adalah kebohongan yang dicoba dijadikan kebenaran. Biasanya, orang-orang berjiwa tidak baik menyukai rekayasa untuk menjadikan seseorang yang tidak bersalah menjadi bersalah. Dalam hal ini, diciptakanlah sebuah kebohongan, lalu disebarkan sambil mencuci otak yang mendengarkannya. Orang yang bisa menciptakan fitnah adalah orang yang hatinya penuh dengan dendam, dengki, jahat, ngiri, dan membolehkan segala cara tidak baik untuk membuat orang baik menjadi orang yang bersalah. Fitnah adalah perbuatan yang paling kejam, yang hanya mampu dilakukan oleh jiwa yang penuh dengan energi tidak baik. Orang-orang yang suka menebar fitnah pasti menuai hasil yang merugikan hidupnya dikemudian hari.~ Djajendra

Karma adalah hukum alam atau hukum kehidupan. Ketika seseorang berbuat salah atau curang, dan dia sangat pintar menyembunyikannya di dalam karakter dan perilakunya, sehingga tidak seorangpun yang mengetahuinya. Tetapi, dalam perputaran roda kehidupan, orang tersebut secara tidak sadar akan mempertontonkan ketidakbaikannya itu kepada dunia, sehingga dunia tahu bahwa dia sesungguhnya tidak memiliki integritas.~Djajendra

Ketika di dalam pikiran, perbuatan, perkataan, dan perasaan seseorang sudah memiliki kualitas empati, toleransi, keandalan, integritas, kejujuran, kesederhanaan, dan melayani; maka, alam semesta dan kehidupan akan menjadikan orang tersebut dicintai dan disayangi oleh mayoritas manusia. ~ Djajendra

Sahabat terbaik adalah pikiran positif. Ketika berpikir positif hati pasti bahagia. Ketika beremosi positif hati pasti damai. Bila hati masih belum bahagia dan damai, itu mengekspresikan bahwa pikiran positif belum menjadi sahabat jiwa. ~ Djajendra

Ketika diri memiliki sahabat dari dalam dirinya; ketika diri memiliki nilai-nilai kehidupan yang meramaikan hidupnya; ketika diri memiliki komitmen untuk hidup di dalam kesadaran diri sendiri, maka diri tidak akan pernah hidup dalam kesepian, walau diri sedang tidak di dalam kerumunan.~Djajendra

Rasa syukur adalah anugerah terindah. Ketika diri sudah terbiasa dan terlatih hidupnya di dalam rasa syukur; maka diri akan menikmati kehidupan yang tenang, optimis, yakin, percaya diri, dan bahagia. Rasa syukur adalah energi yang mengoptimalkan kualitas dan potensi diri, untuk fokus dan mengalir di dalam peningkatan dan kemajuan diri.~Djajendra

Orang-orang yang bersyukur adalah aset yang selalu menghasilkan yang terbaik untuk dirinya, organisasinya, dan stakeholdernya. Bersyukur menjadikan perilaku diri lebih positif dan lebih berkontribusi dengan sepenuh hati.~Djajendra

Pikiran buruk adalah monster yang memakan diri sendiri. Siapapun yang hidup di dalam pikiran negatif atau pikiran buruk pasti hidupnya tidak nyaman, tidak aman, tidak yakin, penuh benci, penuh dendam, penuh masalah, dan penuh beban hidup. Pikiran buruk hanya bisa menciptakan perasaan tidak menang di dalam diri sendiri. Pikiran buruk selalu menutupi kebenaran dan kebaikan, sehingga di dalam diri hanya penderitaan dan kekurangan yang hidup.~Djajendra

Tujuan hanya terwujud dengan tindakan. Kita harus bertindak untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Kadang-kadang, kita perlu menunggu, berharap, sabar, tenang sambil bekerja keras pada yang diinginkan. Ada proses yang harus dilalui, yaitu proses dari Tuhan dan proses dari diri sendiri. Semua proses tersebut membutuhkan kekuatan pikiran, perbuatan, spiritual, emosi, dan keberanian. Setelah semua proses tersebut menemukan wujud untuk bertindak, maka bertindaklah untuk mewujudkannya, dan jangan pernah menunda-nunda sesuatu yang sudah mampu diwujudkan.~ Djajendra

Kebiasaan membentuk kepribadian. Kebiasaan dapat dibentuk dari kesadaran, dapat juga dibentuk dari ketidaksadaran. Ketika kebiasaan itu terbentuk dengan sangat kuat, maka kebiasaan itu akan mengatur diri, dan menjadikan diri seperti yang diinginkan oleh kebiasaan itu.~Djajendra

Tubuh selalu berbicara dengan diam-diam. Pikiran selalu berbicara dengan terang-terangan. Emosi selalu berbicara sambil memanfaatkan tubuh dan pikiran.~Djajendra

Ketika seorang pemimpin memiliki self-leadership yang kuat dan unggul, dia mampu menampilkan jati diri aslinya kepada publik, sehingga orang-orang mampu menyatu ke dalam hatinya, lalu mengikutinya dengan tanpa syarat. ~ Djajendra

Memimpin diri sendiri adalah awal untuk keteraturan dan disiplin kerja. Ketika diri sudah dipimpin oleh diri sendiri, maka setiap langkah-langkah kehidupan akan bergerak di dalam rencana dan disiplin. Tidak akan ada hal yang terburu-buru; tidak akan ada kepanikan; tidak akan ada pekerjaan tanpa perencanaan. Diri yang dipimpin selalu memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Diri yang dipimpin tidak akan membuang-buang waktu dan peluang. Diri yang dipimpin oleh diri sendiri selalu hidup dalam prioritas yang tersusun secara efektif dan produktif.~Djajendra

Ketika kebaikan ingin diberikan TUHAN, maka semua yang baik akan dimasukkan ke dalam satu ikatan, dipisahkan dengan yang tidak baik.~Djajendra

Siapapun yang ikhlas menerima kekalahan dengan jujur, maka dia berpotensi menjadi pemenang pada pertandingan berikutnya. Dan, siapapun yang tidak ikhlas atau tidak jujur menerima kekalahan, maka pada pertandingan berikutnya dia berpotensi semakin kalah.~Djajendra

Orang-orang produktif tidak akan terlalu berkompetisi, mereka fokus untuk meningkatkan kualitas dan keandalan cara kerjanya. Mereka sadar bahwa terlalu banyak kompetisi dapat menyebabkan stres, penurunan energi, dan membahayakan moral kolaborasi.~Djajendra

Jadikan dirimu sebagai aset yang produktif; jadikan dirimu unggul dan terampil; jadikan dirimu sebagai energi tanggung jawab; jadikan dirimu sebagai pembangkit motivasi di tempat kerja; jadikan dirimu sebagai energi kolaborasi yang saling bergandeng tangan untuk mencapai yang terbaik; jadikan dirimu sebagai potensi yang bekerja untuk standar dan kualitas tertinggi.~Djajendra

Negarawan adalah dia yang tidak memiliki ambisi dan kepentingan pribadi, dia adalah pribadi yang menyerahkan jiwa dan raganya secara spiritual untuk melayani negara dan bangsanya dengan sepenuh hati dan totalitas. Contoh negarawan asli berwujud dalam diri Mahatma Gandhi, Sukarno (Bung Karno), Nelson Mandela. Contoh negarawan palsu berwujud dalam diri energi negatif yang haus kekuasaan dan haus memerintah.~Djajendra

Orang baik tidak membutuhkan jabatan dan kekuasaan untuk memerintah dan berbuat baik. Sebab, dirinya tidak suka memerintah dan berkuasa, dirinya hanya ada untuk melayani dan mengalirkan energi baik untuk kebaikan semua orang. Orang tidak baik selalu tidak mampu melayani kehidupan, sehingga dia haus kekuasaan dan jabatan, dia haus untuk memerintah, dia tidak akan pernah mampu melayani. ~Djajendra

Tempat kerja adalah tempat orang-orang mengalirkan bakat, potensi, kecerdasan, kreativitas, sumber daya, dan kemampuan. Setiap orang yang mampu mengalir dengan keandalannya pasti menjadi orang yang produktif dan berprestasi. Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan sepenuh tanggung jawab. ~ Djajendra

Kebutuhan dan keinginan adalah motivator yang menentukan siapa Anda. Kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk sejahtera, kebutuhan untuk sehat, kebutuhan untuk damai, kebutuhan untuk bahagia, adalah motivator yang mampu membuat Anda semangat terus. Milikilah kebutuhan dan keinginan untuk menjadikan diri Anda semangat terus di dalam kehidupan Anda.~Djajendra

Ketika diri dibentuk dengan pikiran baik, emosi baik, perkataan baik, perbuatan baik, dan karakter baik; maka, diri itu dengan sangat cepat menemukan jalan hidup untuk melayani kebaikan. Ketika diri dibentuk dengan pikiran buruk, emosi buruk, perkataan buruk, perbuatan buruk, dan karakter buruk; maka, diri itu dengan sangat cepat menemukan jalan hidup untuk melayani ketidakbaikan. Orang baik dan orang tidak baik berada di kutub yang berbeda, tidak mungkin bisa disatukan. Masing-masing memiliki dunianya sendiri, dan selalu mencoba mempengaruhi kehidupan untuk menyatu dengan mereka. Orang yang cerdas dan berakal sehat pasti terpengaruh pada yang baik, sedangkan orang tidak cerdas dan kurang akal sehat pasti terpengaruh pada yang buruk. ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RASA SYUKUR MENINGKATKAN KINERJA DAN PRESTASI

“Karyawan yang bersyukur adalah aset yang selalu menghasilkan yang terbaik untuk dirinya, perusahaannya, dan stakeholdernya. Bersyukur menjadikan perilaku diri lebih positif dan lebih berkontribusi dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Rasa syukur adalah anugerah terindah. Ketika diri sudah terbiasa dan terlatih hidupnya di dalam rasa syukur; maka diri akan menikmati kehidupan yang tenang, optimis, yakin, percaya diri, dan bahagia. Rasa syukur adalah energi yang mengoptimalkan kualitas dan potensi diri, untuk fokus dan mengalir di dalam peningkatan dan kemajuan diri.

Rasa syukur menjadikan diri tidak khawatir; selalu menyediakan berbagai solusi yang jelas; tidak menciptakan ketakutan; mampu menciptakan ketenangan dan ruang optimis untuk keberhasilan. Rasa syukur menjadikan diri bergerak dengan dinamis dan kreatif, sambil menyelesaikan segala sesuatu yang prioritas, serta tidak menunda-nunda yang bisa segera diselesaikan.

Rasa syukur menghambat stres dan menenangkan saraf. Rasa syukur menjadikan diri lebih tenang dan lebih ikhlas menerima realitas, sehingga pikiran bawah sadar tetap tenang dan positif, serta mampu meredakan semua potensi pemicu stres.

Budaya kerja dengan rasa syukur akan meningkatkan kualitas hubungan kerja dan rasa percaya diri karyawan. Bila setiap orang di tempat kerja mampu dibukakan pikirannya, dan mampu diberikan pencerahan tentang baiknya rasa syukur, maka sumber daya manusia perusahaan menjadi aset yang efektif dan produktif.

Rasa syukur meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Pikiran yang secara terus-menerus bersyukur dan optimis akan menjadikan diri kuat dan unggul.

Di tempat kerja, sangat diperlukan program untuk membiasakan dan melatih rasa syukur karyawan atas pekerjaannya. Sebab, rasa syukur menjadikan saraf dan pikiran tenang, sehingga karyawan dapat berkontribusi dengan berkualitas.

Rasa syukur adalah strategi mental untuk kemenangan. Sebab, rasa syukur membuat diri tidak merasa kalah; membuat diri selalu optimis dan yakin untuk memenangkan apapun yang diinginkan oleh diri. Rasa syukur adalah energi optimis, energi percaya diri di dalam sikap rendah hati. Rasa syukur selalu memperlakukan diri dengan hormat, dan memfokuskan diri untuk menang dengan tenang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SELF- LEADERSHIP:MEMIMPIN DIRI SENDIRI DENGAN DISIPLIN

“Ketika seorang pemimpin memiliki self-leadership yang kuat dan unggul, dia mampu menampilkan jati diri aslinya kepada publik, sehingga orang-orang mampu mengenal dan menyatu ke dalam hatinya, lalu mengikutinya dengan tanpa syarat. Sebab, mereka percaya pada jati diri aslinya yang penuh integritas dan akuntabilitas” ~ Djajendra

Memimpin diri sendiri adalah awal untuk keteraturan dan disiplin kerja. Ketika diri sudah dipimpin oleh diri sendiri, maka setiap langkah-langkah kehidupan akan bergerak di dalam rencana dan disiplin. Tidak akan ada hal yang terburu-buru; tidak akan ada kepanikan; tidak akan ada pekerjaan tanpa perencanaan. Diri yang dipimpin selalu memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Diri yang dipimpin tidak akan membuang-buang waktu dan peluang. Diri yang dipimpin oleh diri sendiri selalu hidup dalam prioritas yang tersusun secara efektif dan produktif.

Self-leadership adalah pengetahuan yang sangat menentukan keberhasilan karakter dan kepribadian seseorang. Melalui self-leadership seseorang memimpin pikiran, karakter, emosi, perkataan, perbuatan, sikap, perilaku, dan jati diri. Bila sudah mampu memimpin diri sendiri, maka orang tersebut tidak akan lagi seturut kehendak ego dan ambisi pribadi, tetapi ia akan lebih cerdas terhadap segala sesuatu yang ia lakukan melalui perencanaan berkualitas.

Ketika seseorang gagal memimpin diri sendiri, dia akan sulit menghadapi perjuangan hidup yang sedang ia hadapi; dia akan sulit menghadapi tantangan; dia akan sulit menghadapi pertempuran dengan akal sehat. Kegagalan memimpin diri sendiri berpotensi menjadikannya gagal memimpin orang lain, gagal memimpin pekerjaan, gagal memimpin kekuasaannya. Sebab, diri sendiri yang tidak dipimpin dengan disiplin dan tegas, akan menjadi diri yang tidak mampu melayani permainan kehidupan dengan tenang dan fokus. Dia cendrung menjadi lebih emosional dan juga tidak mampu mengendalikan ambisi, ego, dan pikiran negatifnya.

Diri sendiri adalah sumber awal kehidupan diri. Apapun yang terjadi di dalam kehidupan dan pekerjaan, diri harus selalu menguatkan dirinya. Diri yang kuat dan dipimpin dengan bijak oleh dirinya sendiri, adalah diri yang selalu mampu mengatur hidupnya dengan bijak. Diri yang dipimpin dengan energi baik pasti menikmati rutinitas kehidupan dengan penuh percaya diri.

Orang-orang dengan self-leadership yang unggul selalu hebat dalam pengaturan, kegiatan, kesehatan, kemampuan, rutinitas, penampilan, dan kepercayaan diri. Mereka sangat menikmati kehidupan sehari-harinya. Disiplin dan prioritas selalu dijadikan fondasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka selalu tampak tenang dan santai menghadapi realitas hidup.

Self-leadership adalah fondasi leadership. Ketika seseorang cerdas memimpin dirinya sendiri, dia pasti unggul memimpin orang lain. Self-leadership menjadikan seorang pemimpin mampu memimpin dengan keaslian jati dirinya. Self-leadership menjadikan seorang pemimpin tampil berwibawa, berkarisma, dan mempengaruhi orang-orang untuk patuh padanya dengan ikhlas dan tanpa syarat.

Self-leadership yang unggul mampu menjadi alat untuk menonjolkan bakat dan potensi diri, sehingga diri mampu tampil kuat dan mandiri di dalam menghadapi.

Setiap diri dengan self-leadership yang unggul selalu cerdas mengawasi dirinya sendiri, sehingga diri sangat terarah pada visi hidupnya, tidak akan pernah kehilangan arah dan langkah di dalam perjalanan hidupnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG PRODUKTIF ADALAH ASET PENGHASIL NILAI TAMBAH

DJAJENDRA-DSCN0859“Jadikan dirimu sebagai aset yang produktif; jadikan dirimu unggul dan terampil; jadikan dirimu sebagai energi tanggung jawab; jadikan dirimu sebagai pembangkit motivasi di tempat kerja; jadikan dirimu sebagai energi kolaborasi yang saling bergandeng tangan untuk mencapai yang terbaik; jadikan dirimu sebagai potensi yang bekerja untuk standar dan kualitas tertinggi.”~Djajendra

Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk mengalirkan bakat, potensi, kecerdasan, kreativitas, sumber daya, dan kemampuan. Setiap orang yang mampu mengalir dengan keandalannya pasti menjadi orang yang produktif dan berprestasi. Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan sepenuh tanggung jawab.

Setiap orang di tempat kerja harus berjuang untuk mewujudkan potensi menjadi hasil akhir yang produktif. Mendorong pencapaian kinerja dan prestasi tertinggi, mengeksplorasi potensi dan sumber daya secara produktif, saling membantu untuk tumbuh dan berkembang, serta terbiasa bekerja cepat dalam kolaborasi.

Orang-orang produktif biasanya sangat bertanggung jawab dan sangat andal untuk melakukan pekerjaannya dengan sempurna. Mereka cerdas berkolaborasi dalam tim secara kreatif, efektif, dan produktif. Mereka cerdas berbagi kerja, cerdas mendelegasikan kerja, cerdas untuk tidak berebutan pekerjaan, dan cerdas untuk mengalir di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif adalah pencapai kinerja dan prestasi tertinggi. Mereka fokus, berdisiplin, memiliki tujuan, memiliki cara, memiliki dorongan motivasi, memiliki kebutuhan, memiliki keinginan yang kuat untuk berprestasi, dan bekerja untuk mencapai yang terpenting melalui prioritas.

Orang-orang produktif sadar bahwa kebutuhan dan keinginan adalah motivator yang menentukan siapa dirinya. Kebutuhan untuk berprestasi adalah motivator yang mampu membuat dirinya semangat terus. Kebutuhan untuk menjadi pribadi produktif dan pencipta nilai tambah adalah motivator yang mampu membuat dirinya lebih sejahtera. Orang-orang produktif selalu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk menjadikan diri mereka semangat terus di dalam proses kerja.

Orang-orang produktif tidak akan terlalu berkompetisi, mereka fokus untuk meningkatkan kualitas dan keandalan cara kerjanya. Mereka sadar bahwa terlalu banyak kompetisi dapat menyebabkan stres, penurunan energi, dan membahayakan moral kolaborasi.

Orang-orang produktif juga sangat kreatif. Mereka selalu memahami bahwa tidak ada batas untuk meningkatkan prestasi. Mereka tidak terjebak dalam batas prestasi dan kinerja. Mereka tidak terbatas oleh sebuah target. Mereka selalu meningkatkan kualitas dan potensi untuk mencapai lebih dari yang telah dicapai.

Orang-orang produktif adalah mereka yang bekerja dengan menggunakan manajemen dan hirarki yang efektif.

Orang-orang produktif bekerja di dalam kekuatan dan keunggulan. Mereka meminimalkan kelemahan dan menemukan cara untuk lebih produktif. Intinya, orang-orang produktif fokus untuk mendapatkan prestasi dan kinerja. Mereka selalu membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk berhasil. Mereka tidak bekerja dalam keraguan dan ketidakjelasan. Mereka selalu menemukan keseimbangan kerja dan mencapai kinerja terbaik.

Orang-orang produktif selalu membangun dirinya dengan keahlian baru untuk dapat bekerja di dalam perubahan dan kreativitas. Mereka bekerja dengan menjadikan dirinya sebagai aset yang mampu menciptakan nilai tambah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HOLISTIC INSPIRATION AND MOTIVATION

Ketika dirimu dengan sepenuh hati berdoa kepada TUHAN untuk meminta maaf atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat oleh pikiran, perasaan, perkataan, perbuatan, sikap, bahasa tubuh, dan perilaku; maka, jiwamu akan diperkuat oleh energi baik, yang menjadikan dirimu lebih damai dan tenang menghadapi kehidupan.~Djajendra

Mengeluh adalah perbuatan yang paling tidak cerdas. Mengeluh tidak akan menjadikan situasi lebih baik, tetapi berpotensi menjadi lebih tidak baik. Mengeluh hanya menguras energi baik dan mengisi energi tidak baik.Mengeluh tidak akan menemukan solusi. ~ Djajendra

Kepercayaan hilang oleh kebohongan. Semakin terbiasa seseorang menyebarkan kebohongan, semakin dirinya kehilangan kepercayaan dari kehidupan. Lebih banyak orang-orang yang berakal sehat di dalam kehidupan. Jadi, berita bohong hanya akan merendahkan kredibilitas si tukang bohong.~Djajendra

Menerima jalan hidup adalah cara yang paling bijak. Manusia berhak memiliki mimpi, kebutuhan, keinginan, harapan, cita-cita, dan apapun. Tetapi, TUHANLAH yang memiliki tujuan hidup seseorang, TUHANLAH yang menentukan jalan hidup (takdir) seseorang.~Djajendra

Tenanglah di dalam prinsip hidupmu. Ketika dirimu harus berhadapan dengan perdebatan, penilaian, penghakiman, dan tidak diberikan ruang untuk pikiranmu. Sebaiknya, tersenyumlah, dan berurusanlah dengan jiwa besar dan santun. Jagalah pikiranmu, perkataanmu, dan perbuatanmu agar tidak menjadikan dirimu energi negatif. Tetaplah tenang dan merasa menang di dalam prinsip hidupmu. Jangan tersinggung dan mudah marah oleh berbagai pendapat yang mencoba mengecilkan prinsip hidupmu.~Djajendra

Ketika engkau ikhlaskan dirimu seturut kehendak Tuhan, maka apapun peristiwa di dalam hidupmu pasti memperkuat jalannya hidupmu~Djajendra

Orang tua yang tidak sempurna membuat anak-anak kehilangan orang tuanya. Orang tua yang tidak sempurna adalah orang dewasa yang saling melukai. Orang tua yang terluka pasti saling menjauh, dan anak-anak menjadi kehilangan orang tuanya. Tidak ada yang sempurna dalam hidup. Tidak ada jaminan dalam hidup. Tetapi, selama etika, sopan-santun, empati, toleransi, kejujuran, dan kebaikan menyempurnakan ketidaksempurnaan yang ada; maka selama itu anak-anak masih bisa memiliki orang tuanya, walau seperti memiliki gelas yang sudah pecah dua.~Djajendra

Membangun kembali kepercayaan bukanlah persoalan mudah dan instan. Membangun kepercayaan adalah proses yang membutuhkan waktu dan integritas. Kepercayaan yang hilang tidak dapat ditemukan di jalan pintas, harus dibuktikan dengan integritas dan akuntabilitas.~Djajendra

Hobi menghakimi orang lain adalah penyakit mental yang merugikan diri sendiri. Selama diri suka menghakimi orang lain, selama itu diri berpotensi hidup dalam konflik dan permusuhan. Hanya orang-orang yang menerima orang lain dengan empati dan toleransi, yang dapat menjadi pribadi yang tidak menghakimi siapapun.~Djajendra

“Jika setiap dari kita menyapu di depan langkah kita sendiri, seluruh dunia akan menjadi bersih.”- Goethe(“If each of us sweeps in front of our own steps, the whole world would be clean.”~ Goethe)

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MERAWAT KARYAWAN ANDAL UNTUK TETAP SETIA BERSAMA PERUSAHAAN

“Karyawan andal adalah harta termahal milik perusahaan, tetapi bila mereka tidak dirawat dan dijaga, mereka berpotensi pergi dari perusahaan.” ~ Djajendra

Mencari karyawan yang andal dan berkualitas bukanlah perkara yang mudah. Sangat banyak jumlah pencari kerja, sangat banyak jumlah pengangguran, tetapi tidak mudah untuk menemukan orang-orang andal dan berkualitas.

Ketika orang-orang andal dan berkualitas bersatupadu dalam kolaborasi kerja, maka prestasi dan kinerja terbaiklah yang dihasilkan. Orang-orang andal dan berkualitas adalah harta produktif yang mampu menjadikan perusahaan selalu untung dan berkembang dengan kreatif.

Orang-orang andal sangatlah bertanggung jawab. Mereka terlatih dan terbiasa untuk bekerja dengan efektif, termasuk mengambil tanggung jawab ekstra agar segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cepat dan berkualitas.

Perusahaan yang hebat pasti mempertahankan karyawan andal dan berkualitas dengan cara-cara profesional. Para karyawan andal lebih percaya diri dalam kemampuan pekerjaan mereka. Mereka memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjadikan dirinya sebagai aset yang berguna di dalam perusahaan. Mereka juga tidak segan-segan pindah kerja, bila bos mereka tidak berkualitas. Mereka setia dan profesional pada pekerjaan mereka, tetapi tidak setia pada bos yang tidak berkualitas.

Mengikat loyalitas karyawan andal dengan tata kelola yang berkualitas. Ketika tata kelola dan sistem kerja perusahaan berada di dalam kekuatan transparansi dan akuntabilitas, maka para karyawan andal akan semakin menikmati pekerjaannya dengan lebih setia. Mereka mampu menjadi kekuatan yang mendistribusikan proses kerja dengan efektif dan produktif.

Karyawan andal adalah orang-orang yang perfeksionis dan detail. Mereka selalu fokus dan memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaan yang ditugaskan. Mereka bekerja dengan prosedur dan sistem yang andal, termasuk mampu mengelola segala sesuatu dengan tepat dan produktif.

Merawat karyawan andal untuk tetap setia bersama perusahaan haruslah menjadi tanggung jawab pemimpin. Biasanya, pemimpin yang hebat pasti merawat karyawan andal, dan menjaga motivasi kerja mereka dengan sungguh-sungguh. Pemimpin yang hebat selalu berkomunikasi dengan karyawan andal dan mencukupi semua kebutuhan mereka. Pemimpin yang hebat tidak akan pernah membiarkan karyawan andalnya bekerja dalam ketidakpastian, mereka selalu diarahkan sesuai visi dan misi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI INSPIRASI WISDOM

Mengingat saat-saat terbaik pasti membahagiakan hati; mengingat saat-saat buruk pasti menyakitkan hati. Hiduplah untuk bahagia dan jangan hidup untuk sakit hati.~Djajendra

Persatuan adalah kekuatan. Energi positif adalah kekuatan. Kolaborasi adalah kekuatan. Cinta adalah kekuatan. Dalam hidup ini, siapapun yang fokus pada kekuatan hidup, dia pasti menjadi hebat dan menikmati hidupnya seperti yang ia inginkan. Jadi, jangan pernah memilih untuk melawan orang-orang di dunia Anda, fokuskan energi baik Anda agar Anda dapat bekerja sama, serta saling melayani, untuk menjadikan kehidupan Anda kuat dan unggul.~Djajendra

Dalam realitas, sebagian orang merasa bahwa hidup itu harus dalam kompetisi. Merekapun merancang hidupnya di dalam persaingan yang saling mengalahkan dan memenangkan. Mereka juga merancang hidupnya untuk bertahan hidup dengan cara mengambil keuntungan dari yang lainnya. Hasilnya, orang-orang menjadi sangat cerdas untuk meminta haknya, dan menjadi sangat tidak cerdas dalam mempertanggung jawabkan kewajibannya. Hal ini mengakibatkan kehidupan menjadi tidak seimbang, sehingga duniapun seolah-olah menjadi tempat yang tepat untuk menderita dan hidup di dalam kekurangan. Padahal, dunia ini sangatlah indah, menjadi tempat yang paling tepat untuk hidup bahagia dan sejahtera. Semua kebutuhan hidup telah ditumbuhkan dan disediakan oleh kehidupan yang kaya raya ini.~Djajendra

Orang pintar selalu memahami bahwa cinta lebih kuat dari kebencian; harapan lebih kuat dari rasa takut; kerjasama lebih kuat dari kompetisi; persahabatan lebih kuat dari permusuhan; damai lebih kuat daripada kekacauan; dan energi baik lebih unggul dari energi tidak baik. Hanya orang tidak pintar yang akan menyangkal kebenaran hidup ini.~Djajendra

Hidup bukanlah untuk saling bersaing, tetapi untuk saling memberi dan berbagi. Siapapun yang menjalani hidupnya dengan mindset kompetisi dan saling mengalahkan, maka dia tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang dan damai. Sebaliknya, siapapun yang menjalani hidupnya dengan mindset untuk saling berbagi dan saling meningkatkan, maka hidupnya pasti mengalir dengan tenang di dalam bahagia. ~ Djajendra

Jika Anda memberikan peduli dan kasih sayang kepada orang lain, peduli dan kasih sayang itu juga akan menjadikan Anda lebih bahagia bersama realitas hidup Anda.~Djajendra

Kebaikan tidak hanya membuat diri sendiri bahagia, tetapi juga membuat orang lain bahagia. Bila sudah mampu menjadikan diri sendiri sebagai penghasil kebaikan dan kedamaian hidup, maka diri sendiri pasti hidup damai, dan orang-orang di sekitar diripun akan merasakan damai.~Djajendra

Janji dan komitmen bukanlah sesuatu yang harus terjebak di dalam kekakuan dan ketidakmampuannya. Janji dan komitmen harus mampu mengalir dengan cerdas sambil menyesuaikan diri dengan realitas kehidupan. Pribadi yang kaku dan yang tidak fleksible pasti ngotot dengan janji dan komitmen awal. Tetapi, pribadi yang lincah dan yang gesit mengalir di dalam perubahan, pasti menjadikan janji dan komitmen untuk kebaikan yang lebih luas.~Djajendra

Siapapun yang bisa membebaskan dirinya dari penilaian orang lain, maka hidupnya merdeka. Para penilai dan para penghakim selalu bergentayangan untuk memberikan pendapatnya tentang orang lain. Jadilah diri sendiri yang tidak dibebani oleh para penilai dan penghakim. Dan juga, diri yang cerdas sosial. Cerdas sosial artinya diri mampu bertoleransi dan berempati dengan realitas kehidupan, keyakinan, dan tindakan masyarakat secara luas. Tetapi, diri tidak hanyut dalam keyakinan dan tindakan tersebut, diri masih tetap menjadi dirinya sendiri yang hidup bahagia di ruang pribadinya, dengan keyakinan dan kepercayaannya, yang sifatnya unik dan pribadi.~Djajendra

Miliki visi dan kembangkan impian, kebutuhan, harapan, keinginan, cita-cita. Kemudian, bekerjalah dengan sepenuh hati. Untuk hasil akhir yang engkau impikan, biarkan campur tangan Tuhan yang mewujudkannya dengan sempurna. Jangan ngotot, jangan ragu, jangan khawatir, jangan takut, jangan tergesa-gesa, jangan terlalu memikirkannya. Biarlah disiplinmu, kerja kerasmu, dan upaya sepenuh hatimu di dalam rasa syukurmu kepada kekuasaan Tuhan, menentukan hasil akhir dari visimu. ~ Djajendra

Uang adalah alat yang sangat membantu untuk memenuhi semua kebutuhan, keinginan, harapan, dan impian kehidupan. Jadikan dirimu sebagai magnet uang, yang setiap hari mampu menarik lebih banyak uang dari keandalan sikap dan perilaku terpujimu.~Djajendra

Keluarlah dari permainan utang dan masuklah ke dalam permainan tabungan. Fokuskan pikiran untuk hidup dalam zona tabungan. Mulailah menabung, walaupun jumlahnya itu hanya cukup untuk beli sebuah permen. Jangan hitung jumlah yang Anda tabung, tetapi perhatikan mindset dan kebiasaan untuk menabung, yang pada akhirnya akan menjadikan Anda sebagai investor yang kaya raya.~Djajendra

Jadikan pekerjaan dan diri Anda sebagai aset yang paling produktif. Bekerjalah dengan sepenuh hati, totalitas, dan melayani orang lain dengan berkualitas. Ketika orang-orang sudah mengenal Anda sebagai profesional yang andal dan berkualitas, maka uang secara otomatis akan mengalir ke dalam sistem keuangan Anda, sehingga Anda sudah tidak perlu khawatir tentang uang, karena keandalan dan kualitas Anda dapat membiayai kehidupan Anda secara berkelanjutan.~Djajendra

Utang konsumtif adalah beban berat yang harus dipikul di dalam perjalanan hidup. Orang-orang kaya adalah mereka yang hanya berani meminjam untuk hal-hal produktif, orang-orang miskin paling berani meminjam untuk memenuhi selera konsumtif.~Djajendra

Menghabiskan lebih sedikit dari yang didapatkan, menyimpan lebih banyak dari yang didapatkan, dan selalu bersyukur dengan apa-apa yang sedang dinikmati, adalah inti dari proses menuju kekayaan finansial.~Djajendra

Jangan pernah terobsesi untuk menyenangkan hati semua orang dengan solusi Anda. Tidak mungkin Anda bisa menyatukan semua orang di dalam solusi Anda. Anda hanya dapat menerapkannya dengan konsekuensi berisiko minimal, dan mengelola setiap orang agar mereka berkontribusi secara positif untuk mewujudkan solusi Anda.~Djajendra

Konflik adalah tanda bahwa diri belum bersyukur dengan hidupnya, dan belum berterimakasih kepada TUHAN. Biasanya, orang-orang yang belum mampu bersyukur, belum mampu ikhlas, belum mampu berjiwa besar, dan belum mampu hidup di dalam energi positif, akan menjadikan masalah sebagai akar konflik. Dan juga, tidak akan pernah mampu menemukan cara untuk menyelesaikan masalah. Sebab, mereka hidup di dalam egonya yang menutup pikiran baik dan emosi cerdas mereka.~ Djajendra

Hiduplah di tengah orang-orang yang suka memecahkan masalah, bukan yang suka mengkonflikkan masalah. Jadilah pribadi yang mendukung orang-orang yang memecahkan masalah, jangan pernah mendukung orang-orang yang hobinya menciptakan masalah. Temukan masalah untuk dipecahkan, jangan menemukan masalah untuk diperdebatkan. ~ Djajendra

Masalah adalah bagian dari kehidupan yang membutuhkan solusi yang terhitung risikonya. Masalah selalu membawa peluang dan kesempatan. Bila masalah disikapi dengan pikiran kreatif dan emosi yang cerdas, maka masalah akan memberikan sebuah peningkatan dan kemajuan.~Djajendra

Rasa syukur dan terima kasih adalah energi tambahan untuk menghadirkan kelimpahan dan kesejahteraan ke dalam hidup. Rasa takut, ragu, gelisah, khawatir, dan tidak percaya diri, adalah energi yang mengurangi kesejahteraan dan kelimpahan dalam hidup. Semakin bersyukur; semakin berterima kasih; semakin merasakan kesejahteraan hidup; maka semakin pasti kesejahteraan dan keberlimpahan terwujud di dalam hidup.~Djajendra

Selama kita yakin dan berupaya untuk mengalirkan uang ke dalam kehidupan kita, maka uang bisa datang dari manapun. Jadi, jangan takut tidak punya uang, takutlah bila tidak memiliki keyakinan untuk mempunyai banyak uang.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI NILAI-NILAI BUDAYA PERUSAHAAN, SOPAN-SANTUN, DAN ETIKA 3 JAM

MOTIVASI NILAI-NILAI BUDAYA PERUSAHAAN, SOPAN-SANTUN, DAN ETIKA 3 JAM

DESKRIPSI

Perilaku kurang etis dan ketidaksopanan di tempat kerja akan menghambat proses komunikasi dan kolaborasi. Dampaknya, organisasi tidak akan mendapatkan kualitas kerja yang baik; pemangku kepentingan tidak akan mendapatkan kualitas pelayanan yang baik; kepemimpinan sulit mengambil keputusan yang tepat, karena informasi dan data dari karyawan pasti berkualitas rendah; karyawan tidak akan mampu berkontribusi dengan baik, karena stres mencegah mereka untuk berpikir jernih di tempat kerja; dan energi gosip akan menguasai semua dimensi kerja. Selanjutnya, energi negatif akan menciptakan konflik berkepanjangan yang menjauhkan hubungan kerja positif diantara insan organisasi.

Diperlukan perilaku etis dan sopan-santun di dalam kekuatan nilai-nilai budaya kerja organisasi. Budaya kerja yang unggul bersumber dari sikap dan perilaku untuk mematuhi nilai-nilai budaya organisasi. Nilai-nilai budaya organisasi merupakan kekuatan yang menggerakan setiap orang untuk mencapai target dan tujuan dengan saling berinteraksi di dalam kolaborasi, komunikasi, sinergi, pelayanan, kontribusi, dan koordinasi. Apalagi bila setiap insan organisasi saling terhubung dengan energi sopan-santun dan etika untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja, maka energi positif kolektif insan organisasi akan mengalir di dalam proses kerja untuk meningkatkan kinerja dan kualitas kerja organisasi.

Kemauan untuk menumbuhkan jiwa positif di dalam nilai-nilai budaya organisasi akan memperkuat keyakinan, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati. Seperti diketahui, nilai-nilai budaya perusahaan adalah bagian yang wajib menjadi sikap dan perilaku kerja insan korporasi. Dalam hal ini, emosi, fisik, jiwa, dan pikiran dari setiap insan perusahaan selalu berada dalam kekuatan energi positif berdasarkan nilai-nilai budaya kerja tersebut.

Program selama tiga jam ini akan memotivasi peserta untuk meningkatkan kualitas sopan-santun, etika, dan juga berada dalam perspektif yang sama terhadap nilai-nilai budaya kerja perusahaan, sehingga dapat saling menguatkan efektivitas dan produktivitas kerja masing-masing. Dan juga, selalu meningkatkan pemahaman bersama untuk benar-benar mencapai kinerja terbaik dengan cara-cara berkualitas.

TUJUAN

Memahami cara untuk meningkatkan hubungan kerja dengan nilai-nilai budaya organisasi agar dapat mencapai kinerja terbaik
Meningkatkan kualitas etika dan sopan santun di tempat kerja
Membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkualitas untuk mendukung pencapaian kinerja terbaik
Meningkatkan kesadaran untuk mengurangi stres dan mencapai kegembiraan di tempat kerja
Bertanggung jawab untuk menciptakan perilaku etis dan sopan santun di tempat kerja berpondasikan nilai-nilai budaya organisasi

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Brainstorming, Icebreaker.

HASIL AKHIR PELATIHAN/OUTPUT

Peserta diharapkan bekerja dengan sikap dan perilaku yang etis dan sopan di tempat kerja
Menjadikan diri masing-masing sebagai energi support untuk memaksimalkan energi sukses organisasi
Berkemampuan tinggi untuk bekerja sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi, serta menjadikan diri masing-masing lebih dinamis dalam melayani kebutuhan organisasi
Mampu mengelola diri positif dan terhubung dengan semua pihak dengan energi positif dan optimis
Menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kolaborasi dan soliditas kerja
Mampu menguasai tujuan dan cerdas mengarahkan waktu dan sumber daya untuk pencapaian target
Meningkatkan rasa tanggung jawab untuk bekerja dengan totalitas dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik, sehingga tujuan dan misi perusahaan dapat tercapai

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN SELAMA 3 JAM

TEMA: MOTIVASI NILAI-NILAI BUDAYA PERUSAHAAN, SOPAN-SANTUN, DAN ETIKA

Sub Bahasan
Meningkatkan pikiran baik, sikap profesional, integritas, dan kepercayaan
Meningkatkan keandalan diri untuk menjadi lebih profesional di tempat kerja
Kesadaran untuk berperilaku sopan di tempat kerja
Efektivitas etiket kerja dan manfaatnya
Komunikasi dan kecerdasan interpersonal
Negosiasi dan solusi atas perilaku tidak sopan
Mengindentifikasi kebutuhan dan tantangan perilaku tidak sopan di tempat kerja
Resolusi konflik dan menemukan akar penyebabnya
Menguatkan cara kerja dengan nilai-nilai budaya organisasi
Cara menjadikan diri sendiri sebagai aset organisasi
Kualitas pribadi untuk peningkatan kinerja dan prestasi
Kompeten, berkualitas, mampu, tegas, hormat, patuh, disiplin, dan mengalir dalam proses kerja perusahaan

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KESEHATAN KEUANGAN PRIBADI

 

“Jika sejak usia muda sudah cerdas menabung dan berinvestasi, maka diusia dewasa dan tua, pasti hidup kaya raya.~Djajendra

Uang bukanlah segalanya, tetapi uang dapat membuat hidup lebih damai. Membangun kebiasaan untuk menghargai uang dan menggunakan uang dengan bijak, akan menjadikan diri selalu hidup dalam keberlimpahan.

Menumbuhkan pendapatan secara terus-menerus, dengan pengendalian pengeluaran yang konsisten, akan membangun kesehatan keuangan pribadi.

Menjaga dan merawat kesehatan keuangan pribadi sangatlah penting. Bila Anda terlatih dan terbiasa untuk merawat kesehatan keuangan pribadi, maka seumur hidup, Anda pasti tidak pernah kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kehidupan ekonomi Anda.

Miliki mindset untuk mengalirkan lebih banyak uang masuk ke dalam sistem keuangan pribadi Anda, dan mengeluarkan lebih sedikit uang agar daya tahan keuangan pribadi Anda kuat dan unggul.

Diperlukan rasa syukur terhadap jumlah penghasilan. Bila sudah mampu bersyukur dengan berapapun penghasilan, dan memiliki kebiasaan untuk menabung dari sebagian penghasilan, maka kebiasaan ini akan menjadikan Anda kaya.

Menghabiskan lebih sedikit dari yang didapatkan, menyimpan lebih banyak dari yang didapatkan, dan selalu bersyukur dengan apa-apa yang sedang dinikmati, adalah inti dari proses menuju kekayaan finansial.

Utang konsumtif adalah beban berat yang harus dipikul di dalam perjalanan hidup. Orang-orang kaya adalah mereka yang hanya berani meminjam untuk hal-hal produktif, orang-orang miskin paling berani meminjam untuk memenuhi selera konsumtif. Pastikan Anda mampu menghindari jebakan utang konsumtif. Lebih baik menabung dulu baru beli. Kecuali, barang yang Anda beli dengan utang, harganya bisa naik berlipat kali, sehingga perbandingan kenaikan harga dengan biaya pinjaman, kenaikan harga masih lebih tinggi.

Jadikan pekerjaan dan diri Anda sebagai aset yang paling produktif. Bekerjalah dengan sepenuh hati, totalitas, dan melayani orang lain dengan berkualitas. Ketika orang-orang sudah mengenal Anda sebagai profesional yang andal dan berkualitas, maka uang secara otomatis akan mengalir ke dalam sistem keuangan Anda, sehingga Anda sudah tidak perlu khawatir tentang uang, karena keandalan dan kualitas Anda dapat membiayai kehidupan Anda secara berkelanjutan.

Keluarlah dari permainan utang dan masuklah ke dalam permainan tabungan. Fokuskan pikiran untuk hidup dalam zona tabungan. Mulailah menabung, walaupun jumlahnya itu hanya cukup untuk beli sebuah permen. Jangan hitung jumlah yang Anda tabung, tetapi perhatikan mindset dan kebiasaan untuk menabung, yang pada akhirnya akan menjadikan Anda sebagai investor yang kaya raya.

Tidak peduli seberapa kaya atau miskin Anda hari ini. Bila Anda secara konsisten meningkatkan kualitas diri dan keandalan diri Anda, serta memiliki disiplin untuk menyimpan lebih banyak dan mengeluarkan lebih sedikit dari penghasilan Anda, maka Anda pasti kaya di sepanjang hidup Anda.

Menjadi kaya adalah kewajiban. Sebab, tanpa uang dan kekayaan, Anda pasti sulit memenuhi kehidupan dengan berkualitas. Bila ingin menjalani kehidupan yang berkualitas, maka berinvestasilah sedini mungkin di semua dimensi kehidupan yang berpotensi mengalirkan uang. Anda bisa berinvestasi untuk meningkatkan kompetensi Anda; Anda bisa berinvestasi untuk meningkatkan hubungan baik dengan orang-orang kreatif dan produktif di sekitar Anda; Anda bisa berinvestasi dengan membeli barang-barang yang nilainya meningkat terus; Anda bisa berinvestasi di dalam pekerjaan yang Anda tekuni; Anda bisa berinvestasi di dalam segala sesuatu yang berpotensi menjadikan Anda mendapatkan penghasilan darinya. Dimensi investasi itu sangat luas, sangat kreatif, serta sangat ditentukan oleh keyakinan dan kemampuan empati Anda terhadap segala potensi dan peluang.

Setiap orang dilahirkan untuk hidup dalam kekayaan. Hidup dalam kekayaan berarti mengoptimalkan potensi diri sebagai aset produktif yang mampu mendapatkan lebih banyak dari harapan. Jadilah pribadi yang cerdas menciptakan efek kumulatif di dalam penghasilan, sehingga Anda dapat memanfaatkan berbagai dimensi dari potensi penghasilan untuk menambah kekayaan keuangan Anda.

Kesehatan keuangan pribadi adalah kunci untuk menikmati kehidupan yang damai, bahagia, sejahtera, aman, dan penuh syukur. Uang adalah alat yang sangat membantu untuk memenuhi semua kebutuhan, keinginan, harapan, dan impian kehidupan. Jadikan dirimu sebagai magnet uang, yang setiap hari mampu menarik lebih banyak uang dari keandalan sikap dan perilaku terpujimu.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENUNTASKAN MASALAH

“Hiduplah di tengah orang-orang yang suka memecahkan masalah, bukan yang suka mengkonflikkan masalah. Jadilah pribadi yang mendukung orang-orang yang memecahkan masalah, jangan pernah mendukung orang-orang yang hobinya menciptakan masalah. Temukan masalah untuk dipecahkan, jangan menemukan masalah untuk diperdebatkan.” ~ Djajendra

Masalah adalah bagian dari kehidupan yang membutuhkan solusi yang terhitung risikonya. Masalah selalu membawa peluang dan kesempatan. Bila masalah disikapi dengan pikiran kreatif dan emosi yang cerdas, maka masalah akan memberikan sebuah peningkatan dan kemajuan.

Jangan takut dengan masalah. Hadapi masalah dengan sikap optimis, temukan solusi untuk menuntaskan masalah tersebut. Kuatkan keterampilan hidup dengan ilmu pemecahan masalah, dan siapkan mental positif untuk pemecahan masalah yang tepat terhadap setiap masalah.

Bila Anda terlatih dan terbiasa untuk mengatasi masalah dengan tenang, dan dengan taktik yang tepat untuk pemecahan masalah, maka hidup Anda pasti selalu dengan solusi dan terarah pada kemajuan. Biasakan untuk tersenyum pada masalah, biasakan untuk mengalir di tengah-tengah masalah, tanpa khawatir dan takut terhadap masalah tersebut.

Masalah selalu hidup di tengah-tengah perbedaan. Perbedaan cara berpikir, perbedaan cara bersikap, perbedaan persepsi, perbedaan pendekatan, perbedaan keyakinan, dan semua yang sifatnya berbeda, berpotensi menciptakan masalah. Intinya, masalah selalu hidup dan tumbuh di tengah-tengah realitas kehidupan.

Hiduplah di tengah orang-orang yang suka memecahkan masalah, bukan yang suka mengkonflikkan masalah. Jadilah pribadi yang mendukung orang-orang yang memecahkan masalah, jangan pernah mendukung orang-orang yang hobinya menciptakan masalah. Temukan masalah untuk dipecahkan, jangan menemukan masalah untuk diperdebatkan.

Masalah hadir dalam berbagai dimensi dan ukurannya. Ada masalah kecil, masalah besar, masalah yang sangat kompleks, masalah yang penuh dilema, masalah yang menghilangkan akal sehat, atau juga masalah yang sulit untuk pemecahaannya. Tetapi, apapun realitas dari masalah itu, tetaplah temukan solusi, dan hindari konflik.

Konflik adalah tanda bahwa diri belum bersyukur dengan hidupnya, dan belum berterimakasih kepada TUHAN. Biasanya, orang-orang yang belum mampu bersyukur, belum mampu ikhlas, belum mampu berjiwa besar, dan belum mampu hidup di dalam energi positif, akan menjadikan masalah sebagai akar konflik. Dan juga, tidak akan pernah mampu menemukan cara untuk menyelesaikan masalah. Sebab, mereka hidup di dalam egonya yang menutup pikiran baik dan emosi cerdas mereka.

Setiap masalah harus dipahami akar persoalannya. Setelah itu, mendefinisikan masalah tersebut agar dapat dilihat dan diukur dengan tepat. Selanjutnya, mendiskusikannya dengan cara menciptakan berbagai macam alternatif. Pastikan setiap alternatif memiliki konsekuensi yang berisiko minimal. Kemudian, melakukan evaluasi atas alternatif pilihan, mendekati masalah dengan hati yang bersih, tanpa membawa agenda pribadi. Terapkan alternatif yang dipilih dan jadikan solusi yang paling tepat.

Jangan pernah terobsesi untuk menyenangkan hati semua orang dengan solusi Anda. Tidak mungkin Anda bisa menyatukan semua orang di dalam solusi Anda. Anda hanya dapat menerapkannya dengan konsekuensi berisiko minimal, dan mengelola setiap orang agar mereka berkontribusi secara positif untuk mewujudkan solusi Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI INSPIRASI WISDOM

Pikiran adalah penentu kehidupan. Pikiran baik pasti membuat hidup menjadi sangat menyenangkan. Pikiran buruk pasti menjadikan hidup tidak menyenangkan.~Djajendra

“Ketika Anda mencoba untuk mengendalikan segala sesuatu, Anda tidak menikmati apa-apa. Kadang-kadang Anda hanya perlu untuk bersantai, bernapas, biarkan hidup berjalan dengan sendirinya dan hiduplah untuk momen ini. “~ Unknown (“When you try to control everything, you enjoy nothing. Sometimes you just need to relax, breathe, let go and live in the moment.” ~Unknown)

Uang bukanlah segalanya, tetapi uang dapat membuat hidup lebih damai. Membangun kebiasaan untuk menghargai uang dan menggunakan uang dengan bijak, akan menjadikan diri selalu hidup dalam keberlimpahan.~Djajendra

Bila sejak usia muda sudah cerdas menabung dan berinvestasi, maka diusia dewasa dan tua, pasti hidup kaya raya. Jangan pernah meninggalkan emas, properti, dan valas sebagai tabungan. Karena, ketiga aset tersebut memiliki kemampuan untuk tumbuh sendiri dan menjadikan Anda lebih kaya raya.~Djajendra

Masa lalu bukanlah tempat untuk mewujudkan impian, hanya masa depan yang berpotensi mewujudkan impian. Bila masih belum mampu melepaskan masa lalu, dan selalu ingin kembali ke masa lalu, maka masa depan pasti tidak pernah dimiliki.~Djajendra

Maaf adalah kata yang pantas diberikan kepada orang-orang yang menyesal dan berkomitmen untuk tidak mengulang kesalahan. Maaf adalah kata yang tidak pantas diberikan kepada orang-orang yang hobinya selalu berbohong dan berbuat salah.~Djajendra

Hari ini untuk melayani, setiap hari untuk melayani kehidupan. Hidup adalah melayani. Siapapun yang ikhlas melayani hidupnya, dan bersyukur dengan penghasilan yang diterima, maka dia pasti menikmati hidupnya dengan sejahtera.~Djajendra

Siapapun pasti dapat menjadikan dirinya cerdas emosi! Yang diperlukan adalah kesadaran dan kemauan untuk belajar seumur hidup agar diri secara konsisten meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosionalnya. Bila diri masih merasa kewalahan untuk mengendalikan emosi oleh berbagai realitas emosi negatif dari luar diri, terutama dalam situasi konflik, atau tekanan dan stres, maka diri artinya harus terus-menerus meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosionalnya. Dan, jangan pernah mundur, menyerah, atau marah dengan situasi sulit; apapun situasinya, tetaplah tenang dan kendalikan emosi di dalam pikiran baik, sehingga diri mampu melihat solusi dan jalan keluar yang terkendali di dalam energi baik.~Djajendra

Orang bahagia berada dalam kendali penuh emosi mereka. Kecerdasan emosional yang sempurna akan menghasilkan kepribadian yang kuat, unggul, tenang dalam krisis, jernih membuat keputusan sensitif, cerdas mengelola stres, kreatif dalam pengambilan keputusan, cerdas membaca emosi orang lain, serta mengerti apa yang harus dilakukan dan dikatakan di setiap situasi yang berbeda.~Djajendra

Menguasai kecerdasan emosional sama saja dengan menyiapkan diri untuk menarik sebanyak mungkin peluang dan rejeki dari kehidupan. Orang-orang yang cerdas emosi, paling pintar untuk terhubung dengan siapapun; paling pintar untuk meningkatkan kualitas hubungan di dalam keragaman persepsi dan cara berpikir; paling cerdas untuk menyesuaikan diri dan melayani kehidupan dengan sukacita.~Djajendra

Seseorang yang cerdas emosi pasti memiliki kesadaran diri yang konsisten; pasti memiliki aturan-aturan dan disiplin untuk menjalankan kehidupannya dalam sebuah pola yang terhitung risikonya, dan dengan penuh tanggung jawab; pasti memiliki kemampuan untuk selalu menjaga api motivasi di dalam diri, sehingga apapun peristiwa kehidupan yang dia lalui, dia akan tetap penuh semangat dan optimis; pasti memiliki empati, toleransi, dan hati yang baik untuk menghadapi realitas kehidupan di sekitarnya; pasti memiliki keterampilan dan kemampuan sosial, sehingga dia menjadi energi positif yang mudah terhubung di setiap realitas sosial; pasti memiliki sikap dan perilaku yang tegas, bervisi, jelas, kuat, dan penuh percaya diri. ~Djajendra

Siapapun yang cerdas menjaga emosi baik dan cerdas menjaga pikiran baik, pasti hidup dalam kebahagiaan dan kedamaian hati.~Djajendra

“Cara Anda memperlakukan diri Anda menetapkan standar untuk orang lain.” ~ Sonya Friedman (“The way you treat yourself sets the standard for others.” ~Sonya Friedman)

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG BAHAGIA BERADA DALAM KENDALI PENUH EMOSINYA

DJAJENDRA PROFILE FEB 2014

“Siapapun yang cerdas menjaga emosi baik dan cerdas menjaga pikiran baik, pasti hidup dalam kebahagiaan dan kedamaian hati.”~Djajendra

Emosi yang cerdas adalah dasar untuk menjadikan diri berkualitas dan unggul. Emosi yang cerdas membangun fondasi batin yang berkualitas dan berdaya tahan terhadap segala macam peristiwa kehidupan. Semakin sadar diri untuk mengembangkan kualitas kecerdasan emosionalnya, semakin berkualitas kehidupan rumah dan karirnya.

Seseorang yang cerdas emosi pasti memiliki kesadaran diri yang konsisten; pasti memiliki aturan-aturan dan disiplin untuk menjalankan kehidupannya dalam sebuah pola yang terhitung risikonya, dan dengan penuh tanggung jawab; pasti memiliki kemampuan untuk selalu menjaga api motivasi di dalam diri, sehingga apapun peristiwa kehidupan yang dia lalui, dia akan tetap penuh semangat dan optimis; pasti memiliki empati, toleransi, dan hati yang baik untuk menghadapi realitas kehidupan di sekitarnya; pasti memiliki keterampilan dan kemampuan sosial, sehingga dia menjadi energi positif yang mudah terhubung di setiap realitas sosial; pasti memiliki sikap dan perilaku yang tegas, bervisi, jelas, kuat, dan penuh percaya diri.

Mengembangkan kecerdasan emosional sangatlah tergantung kepada kemauan diri sendiri untuk menjadikan diri lebih bahagia bersama kehidupannya. Bila diri sangat percaya dan yakin bahwa ilmu pengetahuan kecerdasan emosional mampu menjadi fondasi untuk kebahagiaan diri, maka diri pasti akan belajar seumur hidup tentang cara untuk meningkatkan kualitas emosi baik dan kualitas pikiran baik, sehingga diri mampu mengelola situasi sulit, dan juga mampu membangun hubungan positif dengan dirinya sendiri dan orang lain.

Menguasai kecerdasan emosional sama saja dengan menyiapkan diri untuk menarik sebanyak mungkin peluang dan rejeki dari kehidupan. Orang-orang yang cerdas emosi, paling pintar untuk terhubung dengan siapapun; paling pintar untuk meningkatkan kualitas hubungan di dalam keragaman persepsi dan cara berpikir; paling cerdas untuk menyesuaikan diri dan melayani kehidupan dengan sukacita.

Orang bahagia berada dalam kendali penuh emosi mereka. Kecerdasan emosional yang sempurna akan menghasilkan kepribadian yang kuat, unggul, tenang dalam krisis, jernih membuat keputusan sensitif, cerdas mengelola stres, kreatif dalam pengambilan keputusan, cerdas membaca emosi orang lain, serta mengerti apa yang harus dilakukan dan dikatakan di setiap situasi yang berbeda.

Kecerdasan emosional yang berkualitas akan membantu, untuk tetap tenang dan positif dalam menghadapi kesulitan. Bila diri sudah mengenal dirinya sendiri; bila sudah mengenal emosi-emosinya sendiri; bila sudah mengenal pikiran-pikirannya sendiri; bila jujur dan penuh integritas dengan dirinya sendiri; maka, diri dengan mudah menjadi pribadi yang hebat dan andal untuk menjalani kehidupannya dengan energi sukacita.

Siapapun pasti dapat menjadikan dirinya cerdas emosi! Yang diperlukan adalah kesadaran dan kemauan untuk belajar seumur hidup agar diri secara konsisten meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosionalnya. Bila diri masih merasa kewalahan untuk mengendalikan emosi oleh berbagai realitas emosi negatif dari luar diri, terutama dalam situasi konflik, atau tekanan dan stres, maka diri artinya harus terus-menerus meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosionalnya. Dan, jangan pernah mundur, menyerah, atau marah dengan situasi sulit; apapun situasinya, tetaplah tenang dan kendalikan emosi di dalam pikiran baik, sehingga diri mampu melihat solusi dan jalan keluar yang terkendali di dalam energi baik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INSPIRASI MOTIVASI WISDOM

Menyingkirkan yang negatif hanyalah bisa dengan menguatkan yang positif. Jangan ragu untuk menjauh dari negatif, jangan merasa tak berdaya dengan yang negatif. Bila diri merasa tak berdaya dengan yang negatif, maka diri akan dilemahkan oleh yang negatif.~Djajendra

Hidup haruslah tegas. Tegas menjalankan suara hati. Tegas menghubungkan suara hati dengan realitas hidup. Keraguan adalah kelemahan. Tegas adalah kekuatan.~Djajendra

Ciri orang yang kurang bersyukur adalah, saat kebutuhan dan keinginan tidak terpenuhi mereka akan marah dan kesal. Ciri orang yang bersyukur adalah, saat kebutuhan dan keinginan tidak terpenuhi mereka akan mengevaluasi cara kerja dan memperbaiki tindakan.~Djajendra

Bila tidak mampu hidup bahagia dengan pikiran sendiri, maka pikiran dari luar diri akan menjadikan diri lebih tidak bahagia.~Djajendra

Ketika hatimu ikhlas mengikuti jalan kehidupan dari skenario Tuhan, maka tidak ada seorangpun yang bisa menyakiti hatimu. Bahagia dan rasa syukur selalu bersama dirimu. Dan, dirimu pasti hidup dalam kemenangan abadi.~Djajendra

Insting adalah keputusan yang bersumber dari pikiran bawah sadar. Dalam keadaan yang terdesak, saat pikiran sadar kekurangan pengetahuan dan cara, maka pikiran bawah sadar bisa secara otomatis mengeluarkan solusi. Sebaiknya, insting hanya digunakan oleh orang-orang yang sangat berpengalaman secara praktis, dan yang berani bertanggung jawab atas kegagalan instingnya. Sebab, keputusan berdasarkan insting bukanlah keputusan akal sehat, tetapi merupakan keputusan spekulasi untuk mengambil sikap atas sebuah persoalan.~Djajendra

Kuasai resep perjalanan hidup untuk menuju sukses; kuasai arah dan rute yang harus ditempuh agar sampai di sukses; kuasai visi yang terpetakan dengan jelas agar mudah mencapainya; kuasai mental sukses untuk meraih sukses; kuasai cara untuk dilindungi Tuhan. Dan, yakinkan diri bahwa sukses pasti dapat diraih.~Djajendra

Ketika hidup berjalan dari tangan ke mulut tanpa rencana, maka kehidupan yang dijalani tersebut tidak berguna sama sekali. Jadilah berguna dan ciptakan cara untuk menjadi berguna.~Djajendra

“Selalu punya rencana, dan percayalah padanya. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan.” ~ Chuck Knox (“Always have a plan, and believe in it. Nothing happens by accident.”~ Chuck Knox)

“Kebahagiaan adalah bentuk sederhana dari rasa syukur.” ~ Karl Barth(“Joy is the simplest form of gratitude.” ~Karl Barth)

Bangsa yang merdeka dan bermartabat hanyalah dapat dibangun di atas keharmonisan dan saling menghargai perbedaan. Bila perbedaan dipermasalahkan, maka kreativitas akan mati, dan kesejahteraan tidak akan pernah hadir untuk dimiliki setiap orang. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang kreatif dan produktif. Intinya, siapapun yang hidup di dalam energi kreatif dan produktif, maka dia akan mandiri dan merdeka hidupnya.~Djajendra

Pemimpin yang andal adalah dia yang mampu membangun strategi dan taktik untuk menyadarkan warga negaranya agar menjadi produktif, kreatif, andal, dan penuh integritas. Pemimpin yang andal selalu tahu bahwa kemiskinan warga negara bersumber dari ketidakmampuan warga negara itu sendiri. Bila masih banyak warga negara yang masih miskin, berarti masih banyak warga negara yang belum memiliki etos kerja yang menjadikan mereka produktif, kreatif, andal, mandiri, dan berdaya tahan. Intinya, walau sebuah negara memiliki kekayaan tanpa batas, tetapi bila warga negaranya tidak produktif dan kreatif, maka mereka pasti hidup dalam kemiskinan dan ketidakcerdasan.~Djajendra

Bangsa yang merdeka dan bermartabat dihasilkan dari kecerdasan dan kesadaran untuk menjadi bangsa yang produktif dan kreatif. Bila setiap warga negara menyiapkan dirinya untuk menjadi pribadi yang produktif, kreatif, andal, dan mandiri, maka mereka/dia akan menjadi energi positif untuk menciptakan bangsa yang merdeka dan bermartabat.~Djajendra

Kekayaan sumber daya alam bila dikelola oleh kualitas sumber daya manusia yang rendah, maka kemiskinanlah yang dihasilkan. Sebab, tanpa pengetahuan, tanpa keterampilan, tanpa kualitas, tanpa integritas, tanpa akuntabilitas, tanpa keandalan; sumber daya manusia menjadi tidak berguna untuk mengelola kekayaan alam yang dimilikinya.~Djajendra

Hidup adalah perjalanan sambil belajar. Bila hati ikhlas dan penuh syukur, maka berbagai macam pelajaran positif dapat dipelajari. Tetapi, bila hati tidak ikhlas dan tidak bersyukur, maka tidak ada pelajaran yang dapat dipelajari. Hati yang tidak ikhlas dan tidak bersyukur hanya akan menambah beban derita ke dalam diri sendiri, sehingga diri menjadi tidak bahagia bersama hidupnya.~Djajendra

“Hiduplah seolah-olah bahwa besok Anda mati. Belajarlah seolah-olah bahwa Anda hidup selamanya.”~ Mahatma Gandhi(“Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.” ~Mahatma Gandhi)

Ketika seorang pemimpin terbiasa memberikan janji-janji tanpa pernah menyiapkan sistem, teknologi, keterampilan, karakter kerja, pengetahuan, pengawasan, taktik, sumber daya, dan kualitas untuk mewujudkan janji-janjinya, maka dapat dipastikan pemimpin tersebut sedang tidak jujur. Pemimpin yang jujur dan penuh integritas adalah pemimpin yang hanya akan berjanji dan bervisi terhadap hal-hal yang mampu dia lakukan. Pemimpin dengan akuntabilitas yang tinggi, tidak akan berani berjanji atau bervisi terhadap hal-hal yang masih dalam wacana. Dia hanya berani berjanji pada segala sesuatu yang sudah dilevel taktik, dan tidak berani berjanji pada segala sesuatu yang masih dilevel wacana atau mimpi.~Djajendra

Kepemimpinan bukanlah sebatas menciptakan visi, misi, dan berbagai macam janji. Termasuk, menyalahkan kiri kanan untuk segala sesuatu yang belum tuntas. Kepemimpinan adalah tentang konsep, strategi, sistem, dan sumber daya yang mampu dituangkan ke dalam taktik. Lalu, mampu menyiapkan karakter kerja agar semua yang terlibat mampu melayani dan berkontribusi dengan totalitas.~Djajendra

Seorang pemimpin tidak hanya harus pintar untuk merencanakan visi dan misi, tetapi juga harus pintar untuk menyiapkan karakter agar dapat menjalankan visi dan misi tersebut.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CERDASKAN EMOSI SEBELUM MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN INSTING

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3“Insting adalah keputusan yang bersumber dari pikiran bawah sadar. Dalam keadaan yang terdesak, saat pikiran sadar kekurangan pengetahuan dan cara, maka pikiran bawah sadar bisa secara otomatis mengeluarkan solusi. Sebaiknya, insting hanya digunakan oleh orang-orang yang sangat berpengalaman secara praktis, dan yang berani bertanggung jawab atas kegagalan instingnya. Sebab, keputusan berdasarkan insting bukanlah keputusan akal sehat, tetapi merupakan keputusan spekulasi untuk mengambil sikap atas sebuah persoalan.”~Djajendra

Pikiran bawah sadar merupakan tempat menyimpan segala sesuatu. Apapun yang pernah masuk ke pikiran bawah sadar, tidak bisa dihapus lagi. Boleh saja pikiran sadar lupa atau tidak mengetahuinya, tetapi pikiran bawah sadar selalu menyimpan segala sesuatu, tanpa sepengetahuan pikiran sadar. Biasanya, pikiran bawah sadar akan membantu pikiran sadar dalam bentuk insting, naluri, intuisi, atau dalam bentuk emosi yang lainnya.

Insting, naluri, dan intuisi adalah bagian dari keberanian untuk spekulasi. Dan, tentu saja, keberanian untuk spekulasi berarti berani menerima risiko. Biasanya, dalam hal ini, risiko tersebut tidak terpetakan dan tidak terkelola, sehingga hasil akhirnya bisa untung atau rugi. Dalam bisnis, sebagian besar pemilik bisnis pasti menggunakan insting, naluri, dan intuisi untuk membuat keputusan. Termasuk, sebagian orang yang suka berspekulasi dibidang apapun, pasti terbiasa menggunakan insting untuk membuat keputusan. Intinya, siapapun yang berani bertanggung jawab atas risiko dan hasil akhirnya, pasti berani mengambil keputusan dengan instingnya.

Insting yang baik adalah yang berlandaskan emosi cerdas. Emosi yang cerdas berpotensi menghilangkan nafsu serakah, berpotensi mengurangi dorongan oleh ego yang merasa paling tahu, atau rasa percaya diri yang merasa paling mampu. Bagaimanapun keputusan berdasarkan insting hanyalah boleh dilakukan untuk persoalan-persoalan yang tidak berdampak luas. Bila sebuah keputusan berdampak luas dan menyangkut kehidupan banyak orang, maka keputusan rasionallah yang paling tepat. Sebab, dalam keputusan rasional, ada hitung-hitungannya yang sangat jelas dan pasti, termasuk sudah ada perhitungan dan pemagaran terhadap potensi risiko.

Dalam urusan negara atau pemerintahan sebaiknya tidaklah boleh menggunakan keputusan berdasarkan insting, naluri, atau intuisi. Sebab, bila keputusan tersebut gagal, dampaknya berpotensi merugikan negara secara luas. Untuk memenuhi asas akuntabilitas, maka setiap keputusan yang dibuat wajib berdasarkan keputusan rasional dengan perhitungan dan skenario yang jelas, dan dapat dipertanggung jawabkan. Intinya, jangan sampai urusan negara dan pemerintahan dipermainkan dalam ruang spekulasi; pastikan semua yang diurus dalam negara memiliki energi akuntabilitas, integritas, transparansi, dan harus dapat dijelaskan dengan akal sehat.

Siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting harus juga berani mengambil tanggung jawab. Insting seseorang adalah urusan emosi dirinya, urusan perasaan pribadinya, urusan pola pikirnya, dan urusan sikap pribadinya. Intinya, bila seseorang sudah berani mengambil keputusan dengan insting, maka dia harus bertanggung jawab penuh, tanpa alasan, tanpa pembelaan, atas keputusannya tersebut.

Dalam teori ekonomi, insting adalah bagian dari spekulasi. Proses pengambilan keputusan secara insting sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman di dunia bisnis, pasar modal, pasar uang, dan dalam berbagai urusan yang ruang risikonya terbatas pada individu atau unit usaha. Dalam urusan pemerintahan atau mengurus negara, tidaklah boleh ada unsur spekulasi, sebab yang diperjudikan adalah seluruh warga negara dan sumber dayanya.

Keputusan yang tepat adalah keputusan yang dibuat secara rasional dengan perhitungan yang terukur risiko dan peluangnya. Jadi, siapapun yang mengambil keputusan secara insting dan mencoba merasionalkannya, maka dia harus membuat perhitungan dan skenario yang jelas agar kebenaran instingnya tersebut dapat dia pertanggung jawabkan setiap saat.

Intuisi haruslah bersumber dari pikiran jernih dan terang. Di dalam ketenangan sikap dan cara berpikir, di dalam emosi yang cerdas, di dalam ketulusan dan keikhlasan hati, maka intusi yang tepat dapat menciptakan solusi.

Cerdaskan emosi sebelum membuat keputusan dengan insting. Sebab, bila keputusan insting tersebut diragukan oleh banyak pihak, maka diri yang membuat keputusan insting tersebut harus berani mempertanggung jawabkannya dengan ikhlas. Persoalannya, keputusan insting sifatnya perasaan pribadi, dan bukan perasaan orang banyak, sehingga sangat mudah menciptakan berbagai penafsiran yang beragam atas insting seseorang. Jadi, siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting, dia harus berani bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas keputusannya tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MERDEKA DAN BERMARTABAT

DJAJENDRA PROFILE FEB 2014

“Kekayaan sumber daya alam bila dikelola oleh kualitas sumber daya manusia yang rendah, maka kemiskinanlah yang dihasilkan. Sebab, tanpa pengetahuan, tanpa keterampilan, tanpa kualitas, tanpa integritas, tanpa akuntabilitas, tanpa keandalan; sumber daya manusia menjadi tidak berguna untuk mengelola kekayaan alam yang dimilikinya.”~Djajendra

Bangsa yang merdeka dan bermartabat dihasilkan dari kecerdasan dan kesadaran untuk menjadi bangsa yang produktif dan kreatif. Bila setiap warga negara menyiapkan dirinya untuk menjadi pribadi yang produktif, kreatif, andal, dan mandiri, maka mereka/dia akan menjadi energi positif untuk menciptakan bangsa yang merdeka dan bermartabat.

Walaupun sumber daya alam berlimpah di dalam kekayaan yang luar biasa. Tetapi, bila warga negaranya kurang berpendidikan, kurang memiliki keterampilan dan kualitas untuk mengelolanya, maka sumber daya manusia hanyalah akan menjadi beban atau biaya kehidupan.

Bangsa yang merdeka dan bermartabat bukanlah bersumber dari keinginan seorang pemimpin, tetapi harus bersumber dari kesadaran dan kecerdasan setiap warga negara, yang mau menyiapkan dirinya untuk menjadi warga negara yang andal dan produktif.

Seorang pemimpin bertugas untuk membangun sistem, budaya, tata kelola, perilaku kehidupan, dan juga visi yang dipahami setiap warga negara. Walaupun warga negara lahir dan hidup di dalam keragaman, maka keragaman itu harus dipimpin untuk dijadikan sebagai kekayaan kreatif, dan tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk saling berkonflik. Sebab, selama benih konflik dipelihara, maka selama itu energi produktif dan kreatif tidak akan berfungsi untuk menciptakan bangsa yang merdeka dan bermartabat.

Pemimpin yang andal adalah dia yang mampu membangun strategi dan taktik untuk menyadarkan warga negaranya agar menjadi produktif, kreatif, andal, dan penuh integritas. Pemimpin yang andal selalu tahu bahwa kemiskinan warga negara bersumber dari ketidakmampuan warga negara itu sendiri. Bila masih banyak warga negara yang masih miskin, berarti masih banyak warga negara yang belum memiliki etos kerja yang menjadikan mereka produktif, kreatif, andal, mandiri, dan berdaya tahan. Intinya, walau sebuah negara memiliki kekayaan tanpa batas, tetapi bila warga negaranya tidak produktif dan kreatif, maka mereka pasti hidup di dalam kemiskinan dan ketidakcerdasan.

Cita-cita menjadi bangsa yang merdeka dan bermartabat tidaklah dapat diselesaikan dengan kata-kata. Diperlukan konsep yang penuh integritas dan akuntabilitas, diperlukan nilai-nilai, sistem, tata kelola, karakter, dan cara kerja di dalam kekuatan integritas dan akuntabilitas.

Ciri-ciri pemimpin yang mampu mendorong terciptanya bangsa yang merdeka dan bermartabat, adalah pemimpin yang fokus untuk membangun, dan tidak pernah menyudutkan atau menjelek-jelekan sebuah realitas, tetapi belajar dari realitas yang ada. Selanjutnya, menyusun strategi dan taktik untuk membangkitkan motivasi dan partisipasi warga negara agar impiannya menjadikan bangsa yang merdeka dan bermartabat dapat diwujudkan.

Bangsa yang merdeka dan bermartabat hanyalah dapat dibangun di atas keharmonisan dan saling menghargai perbedaan. Bila perbedaan dipermasalahkan, maka kreativitas akan mati, dan kesejahteraan tidak akan pernah hadir untuk dimiliki setiap orang. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang kreatif dan produktif. Intinya, siapapun yang hidup di dalam energi kreatif dan produktif, maka dia akan mandiri dan merdeka hidupnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN WAJIB MENYIAPKAN KARAKTER KERJA UNTUK MENJALANKAN VISI DAN MISI

“Seorang pemimpin tidak hanya harus pintar untuk merencanakan visi dan misi, tetapi juga harus pintar untuk menyiapkan karakter kerja agar dapat menjalankan visi dan misi tersebut.”~Djajendra

Setiap pemimpin pasti dengan sangat mudah mampu menyampaikan visi dan misi yang diinginkan. Visi dan misi bukanlah sesuatu yang sulit untuk diutarakan, tetapi sesuatu yang memerlukan karakter untuk menjalankannya. Seorang pemimpin yang hebat pasti sudah menyiapkan karakter yang diperlukan agar visi dan misi dapat dijalankan tanpa kesulitan.

Karakter yang dibutuhkan dalam menjalankan visi dan misi harus dapat diinternalisasikan kepada sumber daya manusia. Sebab, visi dan misi, walaupun sudah diucapkan oleh pemimpin, tetapi pelaksanaannya sangatlah bergantung kepada sumber daya manusia dengan karakter kerja yang mampu mewujudkan visi dan misi tersebut. Jadi, ucapan dan pemikiran pemimpin saja masih belum cukup untuk menjalankan visi dan misi; dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul, dan berkarakter kerja sesuai dengan visi dan misi tersebut.

Sering sekali, visi terlihat sebagai gagasan yang luar biasa; visi terlihat sebagai impian yang realistis. Tetapi, bila pemimpin tidak mengerti cara dan taktik untuk mewujudkan visi, maka visi hanya akan menjadi gagasan yang tidak pernah dikerjakan. Oleh karena itu, pemimpin harus bertanggung jawab penuh untuk menggerakan sumber daya manusia menuju ke arah visi. Jangan sampai visi sekedar menjadi gagasan atau impian pemimpin, tetapi pemimpin tidak mengerti cara untuk menjalankannya.

Kepemimpinan bukanlah sebatas menciptakan visi, misi, dan berbagai macam janji. Termasuk, menyalahkan kiri kanan untuk segala sesuatu yang belum tuntas. Kepemimpinan adalah tentang konsep, strategi, sistem, dan sumber daya yang mampu dituangkan ke dalam taktik. Lalu, mampu menyiapkan karakter kerja agar semua yang terlibat mampu melayani dan berkontribusi dengan totalitas.

Ketika seorang pemimpin terbiasa memberikan janji-janji tanpa pernah menyiapkan sistem, teknologi, keterampilan, karakter kerja, pengetahuan, pengawasan, taktik, sumber daya, dan kualitas untuk mewujudkan janji-janjinya, maka dapat dipastikan pemimpin tersebut sedang tidak jujur. Pemimpin yang jujur dan penuh integritas adalah pemimpin yang hanya akan berjanji dan bervisi terhadap hal-hal yang mampu dia lakukan. Pemimpin dengan akuntabilitas yang tinggi, tidak akan berani berjanji atau bervisi terhadap hal-hal yang masih dalam wacana. Dia hanya berani berjanji pada segala sesuatu yang sudah dilevel taktik, dan tidak berani berjanji pada segala sesuatu yang masih dilevel wacana atau mimpi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI

Doa adalah cara menghubungkan diri dengan Tuhan. Bila diri sudah terhubung dengan Tuhan, diri dengan mudah dapat memahami semua langkahnya menuju pencapaian.~Djajendra

Hanya hati yang suci dan ikhlaslah yang mampu menemukan kebaikan di setiap dimensi kehidupannya. Hati yang suci, bila membaca atau mendengar apapun, pasti mampu menciptakan persepsi positif, sehingga menghasilkan kebaikan dari dalam dirinya.~Djajendra

Orang-orang sukses adalah mereka yang lulus dari kegagalan dan mampu menemukan jalan untuk mencapai sukses.~Djajendra

Orang-orang jujur, pintar, baik, produktif, andal, tulus, ikhlas, yang ada di sekitar Anda, adalah anugerah dari Tuhan. Rawatlah hubungan baik dengan mereka, sebab mereka adalah aset yang pasti membantu kemajuan diri Anda.~Djajendra

Sahabat adalah energi yang saling menyatukan, bukan oleh keinginan yang saling menyatukan. Hubungan persahabatan terikat satu sama lain oleh energi yang saling melengkapi, oleh energi yang saling membutuhkan, oleh energi yang saling melayani.~Djajendra

Hidup yang hebat itu seperti bersantai dan menikmati perjalanan dengan momen-momen yang indah. Tidak perlu mencari kesempurnaan dalam perjalanan hidup, cukup merasakan bahagia dan senang di sepanjang hidup. Dan, jadilah berguna untuk setiap momen yang dilalui, paling tidak berguna untuk kebahagiaan diri sendiri.~Djajendra

Bila seseorang sudah terbiasa berbohong, maka apapun pasti ia lakukan untuk bisa tetap berbohong. Sebuah kebohongan dari energi pembohong pasti terus tumbuh dan berkembang. Energi pembohong pasti melakukan segala cara untuk berbohong. ~Djajendra

Hidup bukan untuk berpegang ketat dan ngotot mempertahankan sesuatu, tetapi melepaskan dan membiarkan kehidupan mengantarkan diri ke arah yang seharusnya. ~ Djajendra

Tugas terpenting seorang manajer adalah membawa keluar performa terbaik dari orang-orang yang dipimpin dan dikelola. Bila ada pekerja yang kurang baik, maka manajerlah yang harus sadar diri untuk meningkatkan kualitas si pekerja. Menyalahkan pekerja yang tidak produktif dan efektif bukanlah solusi. Pekerja yang tidak berkualitas merupakan tanda tidak andalnya si manajer. Jadi, sekarang ini, bukan zamannya untuk menyalahkan orang-orang yang dikelola, tetapi harus meningkatkan kemampuan manajerial diri sendiri agar dapat mengelola orang-orang dengan lebih berkualitas.~Djajendra

Ketika terperangkap dalam kabut ketidakpastian, carilah cahaya, terangi diri, terangi pikiran, dan temukan jalan menuju kepastian.~Djajendra

“Jika kita ingin mencapai budaya yang kaya, kaya akan nilai-nilai yang kontras, kita harus mengakui seluruh kekayaan dari potensi manusia, sehingga dapat merajut kehidupan sosial tanpa sewenang-wenang, di mana setiap karunia manusia yang beragam akan menemukan tempat yang pas.” ~ Margaret Mead(“If we are to achieve a rich culture, rich in contrasting values, we must recognize the whole gamut of human potentialities, and so weave a less arbitrary social fabric, one in which each diverse human gift will find a fitting place.”~ Margaret Mead)

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com