MELAYANI MASYARAKAT DENGAN BUDAYA PEMENANG

DJAJENDRA (2)

MELAYANI MASYARAKAT DENGAN BUDAYA PEMENANG

“Pelayanan publik adalah pelayanan kepada pemilik negeri. Yang pasti, setiap warga negara adalah pemilik negeri yang mempercayakan urusan kehidupan bernegara kepada pemerintah yang terpilih secara demokratis. Pemerintah yang terpilih pasti harus melayani warga negara melalui organisasi dan instansi negara. Jadi, setiap petugas pelayanan di lapangan harus menyadari tentang tanggung jawab dan fungsi mereka, untuk membantu dan mendukung visi dan komitmen pemerintah kepada warga negara.” ~ Djajendra

Bagaimana cara organisasi selalu unggul dan melayani masyarakat dengan berkualitas? Ini adalah pertanyaan yang sering saya dapatkan dari orang-orang yang sangat berjuang, untuk memberikan pelayanan publik dengan berkualitas.

Visi kepemimpinan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, haruslah diikuti dengan visi pelayanan berkualitas di tingkat pelaksana di lapangan. Sering sekali ada hubungan yang terputus antara visi kepemimpinan dengan visi pelayanan di lapangan.

Di perlukan budaya kerja yang membuat setiap orang di dalam organisasi memiliki nilai-nilai, yang berfungsi sebagai penunjuk arah pelayanan,  sesuai dengan visi kepemimpinan dan organisasi. Budaya kerja yang cerdas mendefinisikan sikap dan perilaku, yang dibutuhkan dalam pelayanan, akan menjadi budaya pemenang di dalam organisasi.

Pemimpin yang memiliki visi dan ambisi untuk memberikan pelayanan berkualitas, tidak hanya cukup sebatas mengeluarkan aturan, perintah, slogan, ataupun membuat sistem pelayanan yang unggul. Tetapi, pemimpin harus memiliki keberanian untuk bersikap tegas dalam membentuk budaya pelayanan yang sesuai dengan visi. Sikap tegas kepemimpinan ini terutama untuk melakukan perubahan secara mendasar, sehingga visi pelayanan tersebut dapat diinternalisasikan ke dalam perilaku dan karakter kerja yang konsisten.

Visi dan kebijakan pelayanan dari kepemimpinan akan menjadi efektif, bila soliditas kolektif di dalam organisasi dibangun dan dikembangkan dengan budaya integritas dalam keunggulan kolaborasi. Mengembangkan organisasi dengan budaya integritas dalam akuntabilitas yang terpercaya, akan menjadikan hubungan visi yang terputus antara kepemimpinan dengan staf di tingkat pelaksana dapat di atasi.

Gairah kerja yang terfokus untuk memberikan pelayanan berkualitas, serta komitmen di dalam hati dan pikiran untuk memberikan pengabdian dan kontribusi terbaik kepada organisasi, akan menjadikan pelayanan semakin berkualitas.

Setiap pelayanan ada di dalam keanekaragaman sikap, perilaku, persepsi, harapan, dan kebutuhan masyarakat. Jadi, diperlukan kecerdasan sosial untuk dapat memberikan pelayanan sesuai janji dan slogan. Bila kecerdasan sosial di dalam memberikan pelayanan tidak terpenuhi, maka kualitas pelayanan yang diberikan akan ditentukan oleh persepsi masyarakat atas layanan yang mereka terima. Persepsi tersebut bisa baik ataupun tidak baik, sangat tergantung dari pengalaman masyarakat saat berhubungan dengan petugas pelaksana di garis depan.

Kemampuan organisasi untuk fokus pada harapan dan kebutuhan masyarakat, serta memiliki sensitivitas untuk mendengarkan, mengamati, dan belajar dari realitas hubungan antara masyarakat dengan pelayanan publik dari organisasi, akan menjadikan organisasi memiliki pandangan dan wawasan yang lebih luas untuk memberikan pelayanan berkualitas.

Budaya pemenang adalah budaya yang fokus pada eksekusi layanan yang cepat, tepat, dan mudah. Untuk ini, diperlukan karakter kerja pegawai yang bekerja cerdas dengan tata kelola yang konsisten. Termasuk, bertindak dengan sepenuh hati dalam memberikan pelayanan dari hati yang tulus dan ikhlas; bersikap responsif dengan sikap baik untuk melayani setiap urgensi di lapangan; memiliki sikap yang tegas dan pasti untuk melayani kebutuhan dan harapan masyarakat; selalu interospeksi diri atas ketidakpuasan masyarakat, dan ikhlas untuk memperbaiki kekurangan yang ada di dalam diri sendiri; serta bekerja secara efektif dan produktif, untuk mendedikasikan potensi diri buat kebaikan dan kemanusiaan di dalam pelayanan.  

Pelayanan publik adalah pelayanan kepada pemilik negeri. Yang pasti, setiap warga negara adalah pemilik negeri yang mempercayakan urusan kehidupan bernegara kepada pemerintah yang terpilih secara demokratis. Pemerintah yang terpilih pasti harus melayani warga negara melalui organisasi dan instansi negara. Jadi, setiap petugas pelayanan di lapangan harus menyadari tentang tanggung jawab dan fungsi mereka, untuk membantu dan mendukung visi dan komitmen pemerintah kepada warga negara.

Bila setiap petugas pelayanan di lapangan bertanggung jawab dan ikhlas bertindak, sesuai dengan harapan dan visi pemerintah dalam melayani masyarakat, maka semua janji dan komitmen pemerintah kepada warga negara pasti akan terpenuhi. Soliditas dalam satu visi dan misi dari atas sampai ke tingkat pelayanan di garis paling depan, akan menciptakan budaya pemenang. Di mana, setiap organisasi dan instansi pasti menjadi kekuatan yang membantu pemerintah dalam memenuhi janji, dan memudahkan warga negara untuk mendapatkan pelayanan kelas dunia dari negara.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com