KESADARAN DIRI DAN MOTIVASI DIRI

PIKIRAN MEMPERCAYAI SUKSES

Bila setiap hari pikiranmu diarahkan untuk mempercayai bahwa dirimu pasti bisa sukses, maka semangatmu akan mengajari dirimu untuk menapaki tangga-tangga menuju puncak keberhasilanmu. Bila mentalmu telah terprogram dengan sempurna untuk meraih suksesmu, maka setiap tangga menuju ketinggianmu akan terbuat dari fondasi mental suksesmu. Bila dirimu terus Menapaki hidupmu dengan penuh gairah dan motivasi menuju ketinggian suksesmu, maka jiwamu akan memaksa ragamu untuk membangun istana suksesmu di puncak kejayaan hidupmu.

DJAJENDRA

AMBISI YANG BERLEBIHAN

Tamak dan serakah adalah dua hal yang selalu dipersepsikan secara negatif oleh mereka yang memiliki kesadaran untuk tidak melakukannya. Kadang-kadang ada orang yang mempersepsikan tamak dan serakah sebagai ambisi yang sangat berlebihan, untuk memiliki sesuatu yang telah dimiliki dalam jumlah yang sangat banyak. Bila ambisi yang sangat berlebihan ini dijalankan dalam pengendalian diri yang kuat dengan pengetahuan dalam integritas pribadi, maka dia akan menjadi keunggulan untuk mendatangkan nilai tambah secara berlebihan. Tetapi, bila ambisi yang berlebihan ini dibiarkan menjadi raja yang memerintah hidup seseorang, dan bukan sebagai hamba yang melayani kerja keras seseorang, maka dia akan menjadi alat yang secara perlahan-lahan menyedot habis energi kebahagiaan diri.

DJAJENDRA

KEKUATAN TOLERANSI

Pertanyaan.

Mengapa seseorang harus memiliki toleransi saat keyakinan dirinya bertolak belakang dengan keyakinan orang yang harus ditoleransi itu?

Djajendra Menjawab

Setiap orang pasti menginginkan dirinya dan keluarganya untuk hidup dalam kedamaian dan keharmonisan yang saling menghargai, saling menghormati, saling memahami, serta saling menjaga hati untuk tidak saling menyakiti. Intinya, setiap orang itu butuh kenyamanan, keamanan, dan penghormatan terhadap harga dirinya di dalam pergaulan kehidupan sehari-hari.

Tantangannya, setiap orang memiliki sistem keyakinan diri, logika berpikir, persepsi, dan kepercayaan hidup yang kadang-kadang bisa sangat bertolak belakang satu sama lainnya. Termasuk, nilai-nilai yang dipersepsikan secara berbeda dari sumber nilai-nilai budaya, adat istiadat, keyakinan, kepercayaan, dan lain sebagainya.

Bila setiap orang yang berbeda keyakinan dan kepercayaan ini saling mengklaim yang paling benar, tanpa memperhatikan harga diri dari orang lain; maka yang akan terjadi adalah kekacauan dan pertentangan yang membuat kehidupan siapa pun tidak akan pernah merasa aman, tidak pernah merasa nyaman, dan tidak pernah bisa hidup dalam keharmonisan bersama.

Oleh karena itu, dibutuhkan toleransi untuk saling menjaga hati, pikiran, dan ucapan; agar tidak menyinggung harga diri siapa pun melalui pelecehan atas keyakinan dan kepercayaan hidup orang lain.

Bila sudah merasa keyakinan diri bertolak belakang dengan keyakinan orang yang harus ditoleransi, maka biarlah hal yang bertolak belakang itu hidup di dalam diri sendiri, dan jangan pernah biarkan dia keluar dari dalam diri untuk merusak keharmonisan kehidupan yang mendamaikan hati semua orang.

Sebab, bila hal – hal yang bertolak belakang itu mengisi ruang publik, maka janganlah pernah berharap perdamaian dan keadilan hidup dapat terwujud untuk siapa pun.

DJAJENDRA

TEKUN DAN RAJIN

Bila rajin dan tekun mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan dan harapan dari impian, maka potensi dan bakat akan menjadi pasukan yang paling setia, untuk menemukan kesempatan buat diri dalam mencapai tujuan dan harapan. Syaratnya, diri harus memiliki gairah dan antusiasme yang sangat tinggi, untuk bertindak dan mengerjakan kesempatan yang ada menjadi kenyataan yang diimpikan.

DJAJENDRA

INVESTASI

Warren Buffett, investor terkaya di dunia, menulis dalam sebuah buku bahwa penunggang kuda terbaik di dunia ini tidak akan pernah memenangkan perlombaan dengan kuda yang pincang. Tetapi seorang penunggang kuda yang biasa-biasa pun dapat memenangkan perlombaan dengan menunggangi kuda yang juara. Tulisan ini memperumpamakan perilaku seorang investor. Sebab, sering sekali dengan pengetahuan yang sangat minim, seorang investor sudah berani berinvestasi dan menempatkan sejumlah uangnya di tempat yang kurang dia pahami risikonya. Akibatnya, saat risiko investasi mengambil sebagian dari uangnya, diapun berteriak seolah-olah dia tertipu dengan janji-janji investasi. Padahal, si investor ini telah membuat keputusan untuk berinvestasi di usaha yang tidak dia pahami risikonya. Dia hanya tergoda oleh rayuan dari orang yang menawarkan investasi tersebut, tanpa pernah menghitung risiko atau pun mempelajari tentang isi dari barang yang mau dia investasikan tersebut. Kalau sudah begini, jangan salahkan siapapun, tapi lebih baik menyalahkan diri sendiri, karena diri telah lalai memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk berinvestasi secara cerdas dalam risiko rendah. Artinya, diri telah lalai untuk mempelajari apakah investasinya itu seperti kuda pincang atau seperti kuda juara.

DJAJENDRA


Posted

in

, ,

by

Tags:

Discover more from MOTIVASI DJAJENDRA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading