PROGRAM PELATIHAN KEPEMIMPINAN KOLABORATIF 1 HARI 3 JAM

COLLABORATIVE LEADERSHIP TRAINING

PROGRAM PELATIHAN KEPEMIMPINAN KOLABORATIF 1 HARI 3 JAM

JUDUL: KEPEMIMPINAN KOLABORASI – MENGEFEKTIFKAN BUDAYA KOLABORASI DALAM KEPEMIMPINAN ORGANISASI.

DESKRIPSI

“Satu Orang Tidak Mungkin Mengerjakan Seluruh Impiannya Seorang Diri; Satu Unit Kerja Tidak Mungkin Mengerjakan Tujuan Organisasinya Sendirian; Satu Pemimpin Tidak Mungkin Mengerjakan Visi Dan Tujuan Kepemimpinannya Seorang Diri; Dibutuhkan Sebuah Kolaborasi Dari Orang Lain, Unit Kerja Lain, Dan Pemimpin Lain; Agar Hasil Yang Diharapkan Dapat Terwujud Dengan Sempurna.” – Djajendra

Kepemimpinan kolaboratif adalah kepemimpinan yang efektif dalam menetapkan visi, menyiapkan energi, menanamkan rasa kebersamaan, mengoptimalkan potensi, serta menyadarkan setiap orang untuk bersatupadu dan saling bekerjasama untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Kolaborasi yang sempurna akan membuat organisasi mengorganisir dirinya sendiri melalui interaksi dan kreatifitas dalam perbedaan dan keragaman kepentingan kerja. Kejeniusan kepemimpinan untuk menjalankan organisasi atas dasar kekuasaan bersama dalam manajemen dua arah akan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan minim konflik.

Kepemimpinan yang bekerja dalam budaya kolaboratif akan menciptakan jaringan kolaboratif organisasi yang menyatukan setiap individu dan kelompok untuk memenuhi kebutuhan daya tahan organisasi. Model organisasi yang kolaboratif akan menghasilkan lingkungan kerja yang saling percaya  antara satu otoritas dengan otoritas lain di internal organisasi, dan yang saling memunculkan nilai-nilai kerja positif untuk keunggulan organisasi.

Pelatihan selama 3 jam ini akan  membantu peserta untuk belajar berkenalan dengan kepemimpinan kolaboratif. Termasuk,  menyajikan gambaran yang efektif tentang tata cara  kepemimpinan dan staf  untuk bekerja secara kolaboratif di tempat kerja.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan:

  1. Memahami dan mampu menjalankan peran dan fungsi tugas dengan budaya kolaborasi.
  2. Mampu mengoptimalkan peran kepemimpinan dalam menciptakan tata kelola organisasi berdasarkan budaya kolaborasi.
  3. Menguasai keterampilan dan pengetahuan untuk bekerja secara kolaboratif.
  4. Mampu memberikan bantuan pekerjaan yang dibutuhkan oleh departemen atau unit satuan kerja lainnya melalui mindset kolaboratif.
  5. Mampu memahami potensi masalah dari sebuah kelompok dan memberikan bantuan.
  6. Mampu mengidentifikasi masalah yang memerlukan pendekatan kolaboratif.
  7. Menguasai teknik, strategi, nilai, motivasi, dan kecerdasan untuk memberikan kontribusi kerja secara kolaboratif.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

  1. Peserta memahami konsep dasar kepemimpinan kolaborasi.
  2. Peserta mampu mengidentifikasi kebutuhan organisasi untuk kolaborasi.
  3. Peserta memahami cara berkolaborasi melalui pengaturan organisasi, kewenangan, fungsi, dan cara pemanfaatan sarana dalam lingkup kolaboratif.
  4. Peserta memahami dan menguasai teknik, strategi, etika, dan budaya kolaboratif.
  5. Peserta menguasai cara atau keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam lingkungan kerja kolaboratif.

METODE PEMBELAJARAN

Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming, Role Play, Ice Breaker.

MATERI PEMBELAJARAN

Materi Pembahasan Mencakup Hal-Hal Berikut:

• Pemahaman Dasar Kolaborasi.
• Kapan Menggunakan Dan Kapan Tidak Menggunakan Kolaborasi.
• Kepemimpinan Kolaboratif.
• Gaya Kepemimpinan Kolaboratif.
• Keunggulan Berkolaborasi.
• Budaya  Kolaborasi.
• Kunci Sukses Untuk Kolaborasi.
• Nilai – Nilai Positif Dalam  Kepemimpinan Kolaboratif.
• Kepemimpinan Kolaboratif Menghasilkan Organisasi Yang Unggul.
• Praktik- Praktik Terbaik Kepemimpinan Kolaboratif.
• Strategi Kepemimpinan Kolaboratif.
• Tantangan Dan Peluang Untuk Kepemimpinan Kolaboratif.
• Membangun Keterampilan Kepemimpinan Kolaboratif. Dan Lainnya.

UNTUK TRAINING HUBUNGI:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax    : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN SELF MOTIVATION PROGRAM 2 JAM

PELATIHAN  SELF MOTIVATION PROGRAM 2 JAM

Deskripsi

Kehidupan yang berkualitas harus berdasarkan keunggulan diri, visi, misi, tujuan, sasaran, dan nilai-nilai yang penuh dengan dorongan motivasi untuk sukses. Pencapaian harapan dan mimpi sangat bergantung kepada keunggulan diri sejati untuk menerima sukses. Bila seseorang mampu menyiapkan semua potensi hebat dirinya untuk melayani kehidupan dan pekerjaan, maka energi sukses akan mendorong dirinya menuju ke puncak sukses kehidupan dan pekerjaan.

Orang-orang dengan motivasi diri yang tinggi selalu akan memfokuskan dirinya untuk menjadi lebih produktif, lebih efektif, dan lebih bahagia bersama pekerjaannya.  Secara sadar mereka akan mengarahkan potensi diri, bakat, pengetahuan, keterampilan, emosi, energi, dan integritas diri mereka untuk mencair dan mengalir bersama kekuatan motivasi diri mereka dalam mencapai kinerja dan prestasi terbaik.

Program motivasi selama 2 jam ini akan mengarahkan audience untuk membangun mimpi, harapan, keinginan, dan cita-cita kehidupan melalui keunggulan diri sendiri yang sesuai dengan sasaran kehidupan dan pekerjaan, sehingga mereka dapat mempersiapkan kualitas dan kompetensi diri mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang. Termasuk, selalu berpikir optimistis, percaya diri, dan siap menjadi pemenang dalam setiap tindakan dengan sasaran yang jelas.

Metode Pelatihan

Presentasi, Tanya-Jawab, Role Play, Games,Icebreaker.

Manfaat Pelatihan

1. Menjadi Pribadi Yang Selalu Optimis

2. Mampu Bersikap Baik Kepada Siapa Pun

3. Menjadi Diri Sendiri Dengan Karakter Positif

4. Mampu Membangkitkan Potensi Terbaik Dari Dalam Diri

5. Mampu Membangun Kehidupan Yang Ideal, Efektif, Dan Bahagia.

Materi Pelatihan

– Keseimbangan Hidup

– Karakter Positif.

– Kecerdasan Pikiran.

– Kecerdasan Emosional.

– Self Motivation.

– Kekuatan Pikiran Positif

– Memperkuat Kesuksesan Diri.

– Mengenali Potensi Diri .

– Law Of Success.

– Proses Pendakian Puncak Sukses.

– Singkirkan Mental Penghambat.

– Anda Adalah Apa Yang Anda Pikirkan.

– Kehidupan Yang Turun Naik.

– Etika, Integritas, Dan Sikap Baik.

Untuk Training Hubungi: http://www.djajendra-motivator.com

MEMERDEKAKAN DIRI MELALUI UANG

“Kemerdekaan Diri Kita Di Tentukan Oleh Sikap Kita Dalam Memahami Uang Dan Kekuatannya Dalam Kebebasan Hidup.” – Djajendra

“Kemerdekaan Dan Kebebasan Diri Anda Ada Di Dalam Perilaku Kehidupan Anda Sendiri, Bukan Di Dalam Perilaku Atau Sikap Orang Lain.” – Djajendra

Uang adalah senjata terpenting untuk membebaskan diri dari ketidakmerdekaan. Melalui uang kita semua dapat memenuhi keinginan dan mimpi yang belum terwujud. Melalui uang kita semua bisa merasakan kekayaan dalam bentuk kebebasan finansial untuk kehidupan yang wajar dan manusiawi. Bila uang yang Anda miliki bersumber dari kekuatan etika, integritas, kehormatan, dan tanggung jawab; maka uang tersebut akan membuat Anda merdeka dan bahagia di sepanjang hidup Anda.

Banyak orang di dalam hidupnya menghabiskan waktu untuk mengejar uang, tapi uang yang dimiliki tetap saja belum bisa membebaskan diri mereka atau memerdekakan diri mereka. Hal ini terjadi karena mereka fokus pada cara mendapatkan uang. Padahal, uang bukan untuk dikejar atau dicari, tapi uang harus dihasilkan melalui sebuah pekerjaan yang dicintai dan dikuasai secara baik. Artinya, untuk menghasilkan lebih banyak uang, seseorang harus fokus kepada pekerjaannnya melalui kualitas, kuantitas, dan pelayanan yang sesuai dengan harapan banyak orang.

Uang akan menghadirkan sesuatu yang nyata dalam kehidupan pribadi. Uang bisa menghadirkan rumah impian; uang bisa menciptakan kebahagiaan keluarga; uang bisa memenuhi gaya hidup; uang bisa membuat perasaan tenang; uang bisa merawat kesehatan; uang bisa menjadi alat yang membuat Anda hidup dalam kebebasan dan kehormatan sosial.

Uang harus diinvestasikan dan dikelola secara cerdas. Hanya melalui jalan investasi uang akan terakumulasi secara berlipat kali untuk membuat kekayaan meningkat. Oleh karena itu, jangan menghabiskan uang yang dihasilkan dari pekerjaan. Mungkin saja uang Anda pas-pas an untuk menutupi biaya hidup rutin, Anda tetap harus mencari akal untuk tidak menghabiskan semua uang yang Anda hasilkan melalui kerja keras. Investasikan sebagian sisa uang kecil di tempat yang Anda pahami dan kuasai. Pastikan uang kecil Anda tersebut tumbuh menjadi pohon uang yang menjamin kebebasan keuangan Anda.

Para pengiklan akan menggoda Anda untuk berbelanja terus dengan berbagai iming-iming yang menarik. Di sinilah Anda diuji. Bila Anda mampu memiliki mindset yang kuat untuk menabung dan berinvestasi daripada menghabiskan uang untuk belanja, maka Anda sedang membuat jalan untuk menjadi manusia merdeka yang terbebaskan dari kemiskinan dan kekurangan. Tetapi, bila mindset Anda terpengaruh oleh kecerdasan para tukang iklan produk, maka Anda sedang membuat diri Anda menuju kepada ketidakmerdekaan diri Anda. Kemerdekaan dan kebebasan diri Anda ada di dalam perilaku kehidupan Anda sendiri, bukan di dalam perilaku atau sikap orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SELF-MANAGEMENT: MENJAGA TUBUH DAN JIWA

“Dalam Tubuh Yang Sehat Dan Bugar Ada Energi Jiwa Yang Sangat Tangguh Dan Kokoh Untuk Meraih Impian.” – Djajendra

“Tubuh Adalah Rumah Dari Jiwa. Bila Tubuh Tidak Terurus, Maka Jiwa Akan Hidup Dalam Perasaan Kekurangan.” – Djajendra

Semangat hidup dengan energi yang luar biasa muncul dari kondisi kebugaran tubuh dan kedewasaan jiwa. Bila tubuh sehat dan bugar, maka tubuh akan memiliki kekuatan untuk bergerak secara lebih proaktif dalam mewujudkan semua harapan dan impian. Hanya tubuh satu-satunya yang kita miliki untuk menampung jiwa dan pikiran kita. Bila tubuh tidak bugar dan tidak sehat, maka jiwa akan menjadi malas atau kurang berenergi untuk merespon harapan dan keinginan.

Menjaga dan merawat kebugaran tubuh akan mempengaruhi kesehatan diri untuk jangka waktu yang panjang, sehingga hal ini memungkinkan seseorang untuk berpikir dan bertindak sesuai harapannya di seluruh proses hidupnya. Termasuk, menguatkan kepercayaan diri untuk melatih atau mempersiapkan diri dengan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bisa menguasai bidang kehidupan yang diinginkan.

Manajemen diri terhadap tubuh dan jiwa adalah sebuah hal yang sangat penting, tapi biasanya orang-orang tidak menganggapnya penting. Oleh karena itu, pastikan Anda serius untuk mengelola diri sendiri dengan cara-cara yang terukur dan terevaluasi dengan baik; pastikan Anda telah menciptakan program untuk melatih tubuh Anda secara rutin dan teratur; pastikan Anda telah mengikuti olahraga yang Anda sukai, dan selalu bergerak bersama hati yang bahagia untuk membuat tubuh Anda semakin bugar dan sehat; pastikan Anda tidak terlalu berlebihan dalam berolahraga; dan miliki keseimbangan diri yang terukur untuk semua aktivitas olahraga Anda.

Bila Anda belum memahami gerak, langkah, dan tata cara terbaik dari olahraga yang Anda sukai; maka temukan seorang pelatih yang baik untuk mengajari Anda tentang cara berolahraga yang benar. Sebab, salah-salah gerak bukan kebugaran dan kesehatan yang didapat, tapi cedera yang didapat. Oleh karena itu, belajarlah dari orang-orang yang lebih memahami tentang hal-hal yang ingin Anda lakukan bersama olahraga Anda. Tubuh adalah rumah dari jiwa, bila tubuh tidak terurus maka jiwa akan hidup dalam depresi dan kekurangan. Oleh karena itu, pastikan Anda mampu menjadi lebih spesifik tentang lamanya waktu untuk berolahraga, dan jenis olahraga yang Anda pilih. Jadikan olahraga untuk kesehatan dan kebugaran tubuh dan jiwa Anda, bukan untuk mengikuti kemauan ego dan nafsu yang berlebihan terhadap olahraga kecintaan Anda.

Manajemen diri sendiri berarti Anda bertanggung jawab total untuk melakukan apa yang diperlukan agar tubuh dan jiwa Anda selalu dalam kondisi terbaik. Bila Anda lalai terhadap manajemen diri Anda, maka Anda berpotensi mengundang berbagai penyakit ke dalam tubuh dan jiwa Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda antusias dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mengubah perilaku melalui gaya hidup sehat yang terkelola dalam keseimbangan hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETENANGAN BATIN

KETENANGAN BATIN

“Jujurlah Kepada Diri Sendiri, Dan Diri Yang Jujur Akan Menjaga Diri Anda Dengan Bijak Untuk Ketenangan Batin Anda.” – Djajendra

Saat memberikan pelatihan kecerdasan emosional, seorang peserta bertanya tentang cara memiliki ketenangan batin. “Apa yang harus dilakukan agar ketenangan batin dapat dimiliki?” tanyanya. Saat itu, secara sepontan saya menjawab bahwa Anda harus melihat hari ini dari perasaan dan pikiran positif yang penuh syukur dan terima kasih; melihat masa lalu sebagai jembatan terbaik yang telah mengantar Anda ke hari ini yang luar biasa cemerlang; dan melihat masa depan sebagai tempat ternyaman yang menunggu Anda. Bila ketiga waktu yang berbeda ini dapat Anda nikmati melalui perasaan dan pikiran positif, maka setiap hari Anda akan melewati kehidupan dalam ketenangan batin.

Saya selalu percaya dan yakin terhadap kemampuan diri kita untuk hidup dalam ketenangan batin di setiap waktu. Dan, saya juga percaya bahwa setiap orang pasti akan menafsirkan hidupnya melalui pikiran dan perasaan yang saling berbeda untuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Oleh karena itu, tidaklah mudah meyakinkan orang-orang yang hidup dalam perasaan dan pikiran negatif untuk memiliki ketenangan batin. Hanya orang-orang yang berpikiran dan berperasaan positiflah yang mampu memiliki ketenangan batin.

Pikiran dan perasaan selalu terikat kepada nilai-nilai kehidupan, dan umumnya melekat pada ide-ide tentang benar dan salah, seolah-olah semua warna-warni kehidupan hanya boleh dilihat dari warna hitam dan putih. Bila sudah demikian, maka perasaan dan pikiran akan membentuk keyakinan diri untuk merasa berbeda satu sama lain dalam wujud lebih unggul atau tidak unggul, lebih superior atau lebih inferior. Dan, di saat nilai-nilai superior atau pun inferior menguasai nilai-nilai keyakinan diri, maka ketenangan batin tidak akan pernah dimiliki. Ketenangan batin hanya dapat dimiliki oleh pribadi-pribadi yang tercerahkan keyakinan hidupnya melalui perasaan dan pikiran positif dari nilai-nilai kemanusiaan tertinggi, keragaman, kepedulian, cinta, dan kesiapan untuk hidup dalam kesimbangan batin yang harmonis, tanpa ada kepentingan terhadap nilai kehidupan menang dan kalah.

Pikiran dan perasaan negatif secara otomatis akan mengundang energi ketidaktenangan batin ke dalam diri. Sedangkan pikiran dan perasaan positif adalah fondasi untuk memiliki ketenangan batin. Untuk mengimbangi pengaruh kekuatan negatif dari luar diri, pikiran harus selalu diafirmasi secara berulang-ulang, setiap hari, melalui nilai-nilai positif. Ucapkan, pikirkan, rasakan, dan bermimpilah bersama nilai-nilai positif  untuk ketenangan batin Anda; dan yakinkan diri Anda bahwa kekuatan negatif dari luar diri Anda akan teralihkan perhatiannya untuk menguasai perasaan dan pikiran Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA ORGANISASI UNTUK IKLIM KERJA YANG BERETIKA

BUDAYA ORGANISASI UNTUK IKLIM KERJA YANG BERETIKA

“Iklim Kerja Yang Beretika Akan Menciptakan Gaya, Karakter, Jiwa, Dan Cara Bekerja Individu Yang Berpengaruh Untuk Kinerja Terbaik.” – Djajendra

“Keunggulan Budaya Organisasi Untuk Menciptakan Iklim Kerja Yang Etis Akan Memotivasi Kekuatan Internal Organisasi Untuk Saling Berinteraksi Dalam Perilaku Yang Penuh Etika Dan Integritas.” – Djajendra

Sudah merupakan sebuah kenyataan bahwa budaya organisasi dengan nilai-nilai kerja yang unggul akan membuat setiap individu di dalam organisasi tampil lebih solid dan kuat di dalam situasi dan kondisi apa pun. Budaya organisasi akan menyelamatkan keunggulan organisasi melalui perilaku kerja yang penuh tanggung jawab dan pertanggungjawaban. Termasuk, membuat setiap individu di dalam organisasi bekerja dan bertindak sesuai dengan panduan etika yang secara moral menegakkan kebaikan, keadilan, ketidakberpihakkan, dan profesionalisme dalam pekerjaan.

Salah satu aspek penting dari budaya organisasi adalah iklim kerja yang beretika. Di sini, setiap individu atau kelompok wajib diberi pengetahuan dan pelatihan secara berkelanjutan untuk membiasakan perilaku kerja yang etis melalui kebijakan, prosedur, kondisi kerja, struktur untuk pengambilan keputusan, dan jenis perilaku kerja. Pekerjaan yang dimiliki harus dijadikan sebagai hak untuk memiliki informasi yang dibutuhkan agar dapat memahami situasi, serta untuk mengatakan apa yang perlu dikatakan. Kepercayaan yang dimiliki harus digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri agar berani berkata tidak setuju dengan hal-hal yang tidak etis, tanpa takut akan pembalasan dari siapa pun. Peran dan fungsi kerja harus dijalankan secara fleksibilitas agar selalu memiliki kemampuan untuk mengambil sudut pandang yang memahami realitas perkembangan terbaru. Karakter yang dimiliki harus menjadikan diri sebagai pembelajar yang terlibat dalam  suasana bertanya dan belajar, tanpa merasa pintar sendiri.

Kepemimpinan di dalam organisasi harus selalu setia bersama nilai-nilai dan keyakinan organisasi, serta merangkul setiap individu di dalam organisasi untuk memahami peran dan norma-norma organisasi. Integritas kepemimpinan dalam menjalankan nilai-nilai dan keyakinan organisasi secara sempurna akan menciptakan  keteraturan perilaku individu dalam satu bahasa, satu semangat, dan satu ritual kerja yang kompak dan solid. Bila keteraturan perilaku individu mencapai puncak kebersatuan dalam satu visi, misi, dan tujuan; maka iklim kerja yang beretika akan terwujud dan membuat setiap orang merasa nyaman dan bahagia bersama pekerjaan dan kehidupan di tempat kerja. Keunggulan budaya organisasi untuk menciptakan iklim kerja yang etis akan memotivasi kekuatan internal organisasi untuk saling berinteraksi dalam perilaku yang penuh etika dan integritas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KARAKTER KARYAWAN MELALUI NILAI-NILAI BUDAYA ORGANISASI

“Karakter Kerja Terbentuk Dari Kemampuan Individu Untuk Mengartikulasikan Setiap Nilai-Nilai Budaya Kerja  Dengan Sempurna.” – Djajendra

Organisasi terbaik selalu memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan karakter karyawannya. Biasanya, nilai-nilai budaya kerja diinternalisasikan ke dalam kepribadian individu, dengan tujuan untuk membentuk karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi akan berperilaku penuh tanggung jawab bersama etos kerja yang kuat untuk menjadi lebih produktif dan efektif.

Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja organisasi akan menjadi harta yang luar biasa berharga bagi organisasi. Namun, karyawan tidak dilahirkan dengan karakter yang sesuai nilai-nilai budaya organisasi. Oleh karena itu, organisasi harus memiliki komitmen yang kuat untuk melatih dan membiasakan setiap individu untuk bekerja bersama nilai-nilai kerja, agar mereka dapat memperoleh karakter kerjanya melalui pengalaman dan kebiasaan dari lingkungan tempat kerja.

Pengembangan karakter harus dimulai dari pengembangan kesadaran dan pemahaman terhadap kualitas diri sendiri dan tanggung jawab untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja. Untuk itu, diperlukan niat dan sikap untuk menjalankan pekerjaan melalui mindset positif, serta kecerdasan untuk mengatasi emosi negatif, seperti: bosan, frustasi, keras kepala, sombong, dan malas; agar karakter diri yang negatif tidak merambat dan merusak nilai-nilai budaya kerja.

Pengembangan karakter bukanlah proses sesaat atau instan, tapi merupakan sebuah komitmen yang harus terus-menerus diingatkan melalui pelatihan dan pembiasaan untuk hidup dan bekerja sesuai nilai-nilai yang diinginkan di dalam karakter. Tim manajemen harus selalu melakukan pengawasan untuk mendapatkan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Untuk itu, manajemen harus memiliki mekanisme yang terukur secara sempurna untuk memfokuskan perhatian pada pengembangan karakter yang sesuai budaya organisasi. Termasuk, menetapkan panduan prinsip kebijakan berbasis standar karakter yang mampu mengkomunikasikan nilai-nilai organisasi kepada karyawan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN PENGEMBANGAN KARAKTER DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 16 JAM

PELATIHAN PENGEMBANGAN KARAKTER DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 16 JAM

JUDUL: MENUMBUHKAN KEPRIBADIAN UNGGUL MELALUI PENGEMBANGAN KARAKTER UNTUK MERAIH SUKSES DI DALAM PEKERJAAN DAN KEHIDUPAN

Organisasi Terbaik Selalu Memberikan Perhatian Yang Lebih Untuk Pengembangan Karakter Karyawan. Karyawan Dengan Karakter Positif Akan Berperilaku Penuh Tanggung Jawab Bersama Etos Kerja Yang Kuat Untuk Menjadi  Lebih Produktif Dan Efektif.

DESKRIPSI

Organisasi Anda mungkin sudah sangat luar biasa, tapi pendidikan karakter unggul kepada seluruh karyawan dan pimpinan tetap diperlukan, agar semua hal yang sudah luar biasa itu bisa tetap menjadi sangat luar biasa di sepanjang kehidupan organisasi. Pendidikan karakter dalam organisasi atau perusahaan bertujuan membangun kualitas pribadi yang mampu berkontribusi secara luar biasa untuk kepentingan organisasi dan stakeholder. Dan Umumnya, kualitas karakter yang dibutuhkan meliputi kejujuran, menghormati, tanggung jawab, keadilan, kewajaran, kebenaran, melayani, merawat, integritas, disiplin, keberanian, bergaul, kebajikan, pengasih, sopan-santun, terpercaya, dan patuh pada etika dan standar moral positif.

Program pengembangan karakter ini dirancang untuk tujuan membawa karyawan dan pimpinan bersama-sama kepada perilaku kerja yang penuh integritas, etis, dan loyal kepada organisasi. Program ini akan menyentuh sifat, perilaku, kebiasaan-kebiasaan, dan moralitas peserta. Hal ini akan menciptakan kesadaran moral dalam pengembangan karakter, menghasilkan sumber daya manusia yang sensitif terhadap nilai-nilai integritas, loyalitas, etis, dan moralitas. Kondisi ini akan menjadi hal ideal untuk membangun fondasi organisasi yang kredibel dan berkualitas tinggi.

Dari kisah orang –orang sukses kami menemukan bahwa mereka sukses karena telah memahami bahwa keberhasilan itu bisa di dapatkan dengan cara memfokuskan diri untuk melakukan apa yang diperlukan. Di mana semua itu dilakukan melalui karakter diri yang telah diperkaya dengan nilai integritas, kejujuran, kebaikan, motivasi, dan kebijaksanaan diri tertinggi. Oleh karena itu, bila seseorang ingin menjadi pribadi berkarakter sukses, maka dia harus meletakkan setiap keinginan, harapan, obsesi, dan cita-citanya di dalam karakter diri yang menegaskan kesuksesan secara bijak. Karakter diri yang telah diperkaya itu akan berjuang tanpa mengenal kata menyerah, untuk mendapatkan apa yang diinginkan di dalam hidupnya dengan visi yang jelas. Karakter diri juga akan belajar tentang apa yang baik, serta berkembang untuk meningkatkan semua potensi baik ke dalam diri.

Pelatihan ini mempersiapkan karyawan dan pimpinan untuk menjadi profesional dengan karakter pekerja keras, proaktif, jujur, tekun, ramah, memberikan dan melayani, pencari solusi untuk menuntaskan masalah, berjiwa besar, tidak suka mengeluh, setia, bertatakrama, dan selalu belajar untuk hal-hal baru.

“Apakah Manusia Yang Dapat Membuat Pikiran, Manusia Dapat Mengendalikan Karakter?” -Thomas Edison.

“Karakter Tidak Bisa Dikembangkan Dalam Kemudahan Dan Ketenangan. Hanya Melalui Percobaan Dan Penderitaan Jiwa Karakter Dapat Diperkuat, Visi Diperjelas, Ambisi Diilhami Dan Keberhasilan Dicapai.” -Helen Keller.

Setiap pribadi itu unik, jadi setiap pribadi harus memahami apa saja yang baik buat dirinya, tidak asal mengcopy karakter orang lain menjadi karakter dirinya, dan harus berpikir positif untuk menjadi yang terbaik yang ideal dengan diri sendiri. Salah satu cara untuk membangun karakter yang sesuai dengan jati diri Anda, adalah dengan mengidentifikasikan semua kekurangan dan ancaman diri, kemudian membangun karakter diri yang ideal melalui kekuatan fisik tubuh, mental diri, emosional diri, pergaulan sosial, dan pengembangan kekuatan spiritual dan motivasi.

Apa Yang  Dipelajari Peserta Dalam Pelatihan Character Building Ini?

  1. Peserta akan belajar tentang strategi  pengembangan karakter diri yang berkelanjutan.
  2. Peserta akan belajar cara menyalakan kembali semangat untuk pengembangan profesionalisme diri.
  3. Peserta akan belajar tentang karakter berdasarkan deskripsi fisik, cara bicara, tindakan, perilaku, emosi, pikiran batin, reaksi, dan karakter dialog yang positif.
  4. Peserta akan belajar untuk menjadi pribadi yang berkomitmen dalam membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran.
  5. Peserta akan belajar cara menampilkan emosi diri yang sesuai dengan situasi dan kondisi, serta mengendalikan emosi negatif dari aspek diri, yang peka terhadap perasaan sendiri dan orang lain, dan selalu tenang dalam situasi sulit.
  6. Peserta akan belajar cara menggunakan keterampilan sosial untuk bersama-sama dengan orang lain menyelesaikan konflik, berkomunikasi secara efektif, menjadi pribadi yang menyenangkan, berkarakter positif, jujur, memiliki empati, pendengar yang baik, sopan, ramah dan tak mementingkan diri sendiri.
  7. Peserta akan belajar cara memberikan pelayanan dan membantu hidup diri sendiri dan orang lain menjadi lebih berhasil.
  8. Peserta akan belajar cara menghapus kekuatan ego diri yang selalu mementingkan diri sendiri, dan rasa bangga yang memisahkan dirinya dari realitas kehidupan.
  9. Peserta akan belajar cara mengintegrasikan semua hal-hal baik dalam hidup ke dalam karakter diri yang diperkaya  dengan nilai-nilai positif.

Training ini akan mengantar audience kepada perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan pekerjaan di kantor. Kemudian mengarahkan audience untuk Mengenal semua kekuatan diri sendiri secara positif; menerima diri sendiri apa adanya, lalu mau berdamai, puas, bersyukur, dan bangga dengan diri sendiri; mengembangkan diri dengan pikiran positif untuk mengoptimalisasikan semua potensi dan bakat terpendam di dalam diri; dan memotivasi diri untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya Jawab, Studi Kasus, Character Self Test, Latihan, Brainstorming, Diskusi, Role Play, Games, Ice Breaker,

MATERI PEMBAHASAN

HARI PERTAMA,  JAM 08.00 – 16.30 WIB

Pk.08.30 – 10.00 wib. Sesi 1: MEMBENTUK DAN MEMELIHARA KARAKTER DIRI BERORIENTASI KINERJA

Dalam sesi 1, peserta akan belajar cara membangun model karakter diri berdasarkan self-respect, self-disiplin dan tanggung jawab. Termasuk, proses pengembangan karakter untuk memperjelas kondisi fisik, mental, kepribadian, dan penampilan diri secara utuh sesuai jati diri asli.

Pk.10.00 – 10.15 wib. Coffee break

Pk. 10.15. 12.00 wib. Sesi 2: MODEL KARAKTER YANG BERPEDOMAN PADA BUDAYA KERJA.

Dalam sesi 2, peserta akan belajar karakter di tempat kerja, nilai-nilai, budaya kerja, etika,  model karakter, bagaimana model karakter dapat digunakan, ekspresi alternative model karakter.

Pk. 12.00 – 13.00 wib. Lunch Break

Pk. 13.00 – 14.30 wib. Sesi 3: MEMBANGUN KARAKTER INTEGRITAS UNTUK MENJADI PRIBADI YANG TERPERCAYA.

Dalam sesi 3, peserta akan belajar membangun karakter diri yang terpercaya (trust) untuk hubungan yang berkualitas di tempat kerja.
Karakter integritas yang memperkuat semua perilaku etis di tempat kerja. Hubungan positif dan koneksi yang tulus dengan stakeholder. Kemampuan untuk terhubung secara positif kepada teman, keluarga, tetangga, masyarakat, dan semua pihak lainnya di kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Pk. 14.30 – 14.45 wib. Coffee Break

Pk. 14.45 – 16.30 wib. Sesi 4: MENGELOLA KARAKTER MELALUI KECERDASAN EMOSIONAL INTERPERSONAL DAN PERSONAL

Dalam sesi 4, peserta akan belajar cara mengelola nilai-nilai positif  kehidupan untuk memperkuat karakter diri yang dibentuk. Selanjutnya, mampu bekerja secara independen dan mampu bekerja baik dengan orang lain, serta mampu mengelola pengembangan pribadi dengan cara-cara luar biasa.

HARI KEDUA, JAM 08.00 – 16.30 WIB

Pk.08.30 – 10.00 wib. Sesi 5: PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI SELF-AWARENESS (KESADARAN DIRI SENDIRI)

Dalam sesi 5, pembahasan difokuskan untuk membangun karakter melalui kesadaran diri dengan cara memahami potensi dan realitas diri sendiri. Peserta juga akan belajar tentang siklus perilaku dan dampaknya terhadap kebahagiaan diri; cara meningkatkan harga diri dengan pengendalian diri yang tangguh;  kemampuan untuk menganalisis diri sendiri dan merawat keseimbangan diri dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan.

Pk.10.00 – 10.15 wib. Coffee break

Pk. 10.15. 12.00 wib. Sesi 6: PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI SELF-MANAGEMENT

Dalam sesi 6, peserta akan belajar cara mengembangkan karakter diri dengan cara mengelola diri sendiri, agar diri selalu berada dalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang tertata dengan baik.  Kemampuan diri untuk mencegah masuknya nilai-nilai negatif ke pikiran bawah sadar. Kemampuan diri untuk menyerap sebanyak mungkin nilai-nilai positif dan membuat nilai-nilai positif tersebut membantu meningkatkan kualitas diri untuk semua aspek kehidupan.

Pk. 12.00 – 13.00 wib. Lunch Break

Pk. 13.00 – 14.30 wib. Sesi 7: KARAKTER KOLABORASI YANG BERTINDAK UNTUK MEMBANGUN DAN MENJAGA KERJA SAMA

Dalam sesi 7, peserta akan belajar cara membangun karakter kolaborasi dengan memahami peran hard system dan soft system dalam mendukung karakter kolaborasi. Melalui karakter kolaborasi peserta diharapkan dapat meningkatkan produktivitas organisasi.

Pk. 14.30 – 14.45 wib. Coffee Break

Pk. 14.45 – 16.30 wib. Sesi 8: CHARACTER EVALUATION SELF TEST.

Dalam sesi 8, peserta akan melakukan character evaluation self test dan mendiskusikan hasilnya untuk mendapatkan best practice.

Pk. 16.40 wib: Selesai

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BILA PEMIMPIN CEROBOH DENGAN KEBENARAN, MAKA PEMIMPIN AKAN KEHILANGAN KEPERCAYAAN

BILA PEMIMPIN CEROBOH DENGAN KEBENARAN, MAKA PEMIMPIN AKAN KEHILANGAN KEPERCAYAAN

“Pemimpin Tidak Boleh Merasa Takut Walau Dirinya Harus Menyeberangi Sungai Dan Jurang Yang Terisi Monster Menyeramkan.” – Djajendra

Tanya: “Kualitas seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?”

Djajendra Menjawab: ” Kualitas untuk menjadi pemimpin yang diakui dan dipercaya oleh banyak orang.”

Tanya: “Apa tugas terpenting dari pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Tugas terpenting dari pemimpin adalah membawa keberuntungan untuk semua kehidupan, serta mewujudkan janji dan mimpi dalam realitas yang dinikmati oleh semua orang.”

Tanya: “ Dari mana pemimpin memperoleh kekuatan dan keberanian untuk memimpin?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin akan memperoleh kekuatan, keberanian, dan keyakinan dari setiap pengalaman yang hampir membuatnya kalah.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus benar-benar berhenti untuk melihat ketakutan di wajah orang-orang yang dia pimpin?”

Djajendra Menjawab: “Saat pemimpin berani melakukan semua hal yang dia ucapkan untuk menghilangkan rasa takut dari pengikutnya.”

Tanya:”Kualitas moral seperti apa yang harus dimiliki oleh pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Kualitas moral yang mencintai keragaman dan perbedaan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.”

Tanya: “ Bolehkah kepemimpinan berhenti sedetik untuk beristirahat?”

Djajendra Menjawab: “Kepemimpinan tidak boleh berhenti sedetik pun, karena energi kepemimpinan harus terus hadir untuk menjaga keseimbangan dari sebuah peran dan fungsi.”

Tanya: “Bagaimana pemimpin bekerja?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin bekerja di tempat terbuka yang terang dan dapat dilihat oleh semua orang.”

Tanya: “Apakah pemimpin wajib untuk mematuhi semua aturan yang ada?”

Djajendra Menjawab: “Jelas, pemimpin harus mematuhi aturan. Tapi, kalau aturan itu menghilangkan kesenangan dan keadilan untuk orang banyak, maka aturan itu harus diperbaiki demi kebahagiaan banyak orang.”

Tanya: ”Apakah pemimpin bertanggung jawab terhadap perbedaan yang pro konflik?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin ada untuk mengakhiri mindset yang melihat perbedaan sebagai bencana, setidaknya pemimpin harus dapat membantu orang-orang untuk hidup dengan aman dalam keanekaragaman.”

Tanya: “Seperti apa peran pemimpin dalam membangun pola hubungan positif di organisasi?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin harus menjadi energi untuk menghasilkan hubungan yang menghormati kapasitas masing-masing pihak melalui tugas, fungsi, peran, dan posisi.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus bersikap berani dan kapan harus bersikap takut?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin harus selalu bersikap berani saat mengambil langkah-langkah besar untuk mewujudkan janji dan komitmen. Pemimpin tidak boleh merasa takut walau dirinya harus menyeberangi sungai dan jurang yang terisi monster menyeramkan.”

Tanya: “ Apakah pemimpin bertanggungjawab terhadap perubahan?”

Djajendra Menjawab: “ Jelas! Pemimpin harus bertanggung jawab untuk memimpin melalui perubahan. Sebab, kehidupan adalah sebuah pertumbuhan melalui perubahan yang tertata dan terkelola dengan bijak.”

Tanya: “ Pemimpin juga manusia yang tidak sempurna, apakah pemimpin boleh bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran?”

Djajendra Menjawab: “Betul, pemimpin juga adalah manusia yang tidak sempurna. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu belajar dan menjaga diri dengan totalitas untuk tidak bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

POLITIK KANTOR ADALAH REALITAS YANG TIDAK DAPAT DIHINDARI

“Politik Kantor Adalah Bagian Dari Politik Korporasi Untuk Bisa Menjalankan Strategi Kekuasaan Dengan Kekuatan Penuh Untuk Kinerja Maksimal.” – Djajendra

Akibat dari badai krisis ekonomi pada tahun 1998, ada pemilik perusahaan yang terpaksa harus memperkecil porsi kepemilikan saham di perusahaan yang dia dirikan, agar bisa membayar pinjaman-pinjaman yang sudah macet. Karena jumlah sahamnya sekarang sudah tidak dominan lagi, maka kekuasaannya untuk mengendalikan operasional dan strategi perusahaan sudah tidak sekuat sebelumnya. Para profesional yang dulunya sangat hormat dan patuh kepada dirinya, sekarang pada berbalik arah dan mulai menghindar, serta berkelompok kepada pemilik saham mayoritas yang baru.

Kehidupan korporasi adalah kehidupan yang penuh intrik politik kantor yang bisa membuat orang-orang frustasi dan hidup dalam konflik kepentingan. Salah satu indikasi adanya politik kantor di tempat kerja dapat dilihat dari terbentuknya kelompok-kelompok informal untuk lebih berkuasa atas operasional dan strategi organisasi. Persaingan diantara pemimpin di dalam organisasi akan menciptakan iklim politik yang penuh konflik dingin. Dukungan dan Pengkhianatan di dalam politik kantor adalah hal biasa yang akan terus berlangsung, dan tak dapat terhindarkan oleh budaya organisasi atau pun budaya kerja sehebat apa pun.

Setelah puluhan tahun si pendiri perusahaan menjalani nasib sebagai pemilik saham minoritas yang tidak dianggap oleh kelompok penguasa perusahan. Tiba-tiba di sekitar tahun 2010, pendiri perusahaan tersebut mampu bangkit kembali untuk membeli saham-saham dari perusahaan yang dia dirikan. Akhirnya, dia sukses menguasai saham mayoritas dan kembali menjadi penguasa atas perusahaan yang dia dirikan. Para perofesional yang dulu sempat lari dari dirinya, sekarang dengan seribu satu cara kembali merapat kepada sang juragan lama. Karena sang juragan lama juga seorang ahli politik korporasi yang cerdas memanfaatkan orang-orang untuk kepentingan bisnisnya, maka dia segera memaafkan para pengkhianat yang sempat melupakan dirinya selama puluhan tahun.

Politik kantor atau politik korporasi adalah bagian dari interaksi manusia yang diperlukan agar perusahaan dapat berjalan sesuai strategi yang diinginkan. Dalam realitas, orang-orang yang terlibat aktif dalam permainan politik kantor akan mengabaikan etika dan integritas, dan lebih mengabdi kepada kepentingan kekuasaan sesaat. Permainan politik kantor di level top manajemen adalah permainan dengan tujuan untuk memperbesar porsi kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan selama mungkin demi strategi dan misi. Sedangkan di level karyawan lebih disebabkan oleh pengaruh dari kepentingan top manajemen.

Dalam permainan politik kantor biasanya sebagian besar dari para profesional inti, demi karir, akan siap menjadi pasukan yang siap membela pemilik saham mayoritas dengan segala kemampuan dan loyalitas. Loyalitas disini adalah loyalitas kepada kekuasaan, dan bukan kepada perusahaan atau pun individu. Oleh karena itu, para penguasa korporasi yang cerdas selalu memahami hal ini, dan mereka akan memaksimalkan upaya untuk mendapatkan kinerja yang optimal dari setiap profesional andalannya.

Politik kantor harus dimanfaatkan untuk mengatasi kelangkaan sumber daya, lingkungan bisnis yang terlalu kompetitif, untuk memacu kinerja organisasi, dan tidak menjadikan arena politik kantor sebagai arena balas dendam. Politik kantor adalah bagian dari politik korporasi untuk memaksimalkan keuntungan pemilik melalui strategi dan operasional yang lebih menguasai pasar dan bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL NEGATIF

“Kecerdasan Emosional Negatif Terbentuk Dari Nilai-Nilai Negatif Yang Tanpa Sengaja Dan Tanpa Sadar Dipelihara Untuk Membela Diri.” – Djajendra

Kehidupan dihuni oleh dua jenis manusia, yaitu jenis manusia positif dan jenis manusia negatif. Manusia positif melihat kehidupan dari pikiran positif, sedangkan manusia negatif melihatnya dari pikiran negatif. Sifat positif dan negatif adalah dua sifat yang selalu akan abadi di dalam kehidupan. Oleh karena itu, siapa pun pasti akan berurusan dengan orang-orang positif dan negatif.

Manusia negatif adalah pribadi yang cerdas emosi negatifnya untuk mengungkapkan keteraniyayaan dirinya oleh orang lain. Dia seorang pribadi yang pintar untuk mempermainkan emosi orang lain, agar yang lain menjadi hiba dan kasihan kepada dirinya. Dia juga sangat cerdas emosi negatif untuk mempengaruhi orang lain melalui fakta-fakta yang menunjukkan ketidakberdayaan dirinya oleh ketidakadilan. Padahal, semua fakta-fakta itu ada oleh ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mengatasi tantangan kehidupan yang ada.

Dalam realitas, manusia positif dan manusia negatif sering melakukan interaksi. Dan untuk manusia negatif, manusia positif adalah orang-orang yang mudah dipengaruhi dengan kesedihan dan ketakberdayaan. Biasanya, seorang manusia positif selalu akan berpikir positif dan mudah hatinya tergerak untuk membantu siapa pun, termasuk membantu manusia negatif. Kelemahan manusia positif ini sangat dipahami oleh manusia negatif. Disinilah biasanya manusia negatif menggunakan kecerdasan emosional negatifnya untuk mendapatkan dukungan dari manusia positif.

Manusia negatif selalu melihat dirinya sebagai orang yang sangat baik terhadap siapa pun. Dia sangat mudah memuji orang lain, dan sangat mudah melihat orang lain sebagai penyebab penderitaan dirinya. Dia adalah pribadi yang pintar mengembangkan citra diri melalui kelicikan yang tersembunyi di dalam kecerdasan emosional negatif.

Manusia negatif tidak akan pernah mampu mengalahkan ego mereka, dan nafas kehidupan mereka dijalankan bersama dengan ego untuk keuntungan dirinya sendiri. Mereka selalu melihat dirinya sempurna dan orang-orang yang tidak mereka sukai sebagai musuh dalam selimut.

Bila manusia positif terkena radiasi manusia negatif melalui kecerdasan emosional negatif, maka satu-satunya obat penawar adalah mengafirmasi kata-kata positif untuk mengurangi dampak negatif dari nilai-nilai negatif yang terserap ke dalam pikiran bawah sadar. Kecerdasan emosional positif harus diperkuat untuk membuatnya menjadi dominan di dalam diri, dan salah satu caranya adalah dengan mengafirmasi kata-kata positif sesering mungkin dan sebanyak mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

WISDOM FROM DJAJENDRA 19 JUNI 2011

“Semakin aku menyelam dalam lautan pengetahuan, semakin aku sadar akan keterbatasan manusia untuk memahami semua pengetahuan seorang diri.” – Djajendra

“Kepribadian yang perfeksionis tidak suka melihat dirinya tidak sempurna, dan hal ini memperlihatkan kelemahan pribadinya.” – Djajendra.

“Nilai positif muncul dari pikiran positif dan akan membentuk kepribadian positif.” – Djajendra.

“Setiap hari tanamlah satu nilai positif ke dalam mindset Anda, dan yakinlah bahwa nilai positif itu akan bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.” – Djajendra.

“Berpikir positif adalah awal, bertindak positif adalah proses, bersikap positif adalah cara untuk menjadi lebih tulus dan ikhlas dalam menjalani hidup.” – Djajendra.

“Kesederhanaan dalam kesabaran akan membuat hidup menjadi lebih tenang dan berkualitas.” – Djajendra.

“Bila setiap hari Anda mengingatkan diri sejati Anda untuk menjadi yang terbaik, maka diri sejati Anda akan berkerja keras untuk mewujudkan yang terbaik.” – Djajendra.

“Ketika semua kecerdasan dan sumber daya menjadi komoditas, maka mulai saat itu, setiap kebutuhan hidup tergantung kepada uang .” – Djajendra.

“Kekayaan dalam bentuk uang harus dijaga agar tidak berkurang; kekayaan dalam bentuk kesehatan harus dirawat melalui pikiran dan makanan yang sehat; kekayaan dalam bentuk ilmu pengetahuan harus diberikan kepada semua orang.” – Djajendra.

“Bila aku mampu menunjuk diri sendiri atas semua kesalahan di negeri ini, maka aku akan berkesempatan untuk belajar menjadi lebih baik dari hari kemarin.” – Djajendra.

“Orang lemah lebih suka menunjuk orang lain sebagai alasan atas ketidakmampuan dirinya, dan selalu menghindarkan dirinya untuk bertanggung jawab atas kesalahannya.” – Djajendra.

“Hidup sehat artinya Anda mampu menyatukan pikiran, perasaan, tenaga, tubuh, dan harapan ke dalam satu keunggulan diri menuju visi yang terang dan jelas.” – Djajendra.

“Uang yang didapatkan melalui jalan kejujuran akan sangat membahagiakan diri sejati, sedangkan uang yang didapatkan melalui jalan ketidakjujuran akan sangat membahagiakan nafsu serakah diri. Sama-sama memberikan kebahagiaan.”-Djajendra.

“Reputasi seseorang muncul karena ada orang lain yang bersimpati atas kebaikan dan kejujuran orang tersebut.” – Djajendra.

“Ketika teknologi belum canggih aku butuh enam orang untuk mengerjakan sebuah pekerjaan, tapi setelah aku beli teknologi canggih, pekerjaan enam orang dapat dikerjakan oleh dua orang dengan lebih berkualitas. Teknologi meningkatkan kualitas dan sekaligus mengurangi kesempatan orang untuk menjadi karyawan.” – Djajendra.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KARAKTER ETIKA

“Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi.” – Djajendra

Nilai adalah instrumen paling dasar dalam membangun karakter seseorang. Nilai biasanya sudah mulai tertanam atau terekam dipikiran bawah sadar seseorang sejak dia masih anak-anak. Oleh karena itu, pengembangan karakter yang efektif haruslah dimulai sejak kecil dari rumah, lingkungan, sekolah, masyarakat, dan negara. Bila seseorang sudah dewasa dan ingin merubah karakter, maka satu-satunya cara adalah dengan mencerdaskan emosional diri melalui pengetahuan keseimbangan hidup, kesadaran diri, manajemen diri, dan kehidupan integritas diri di luar dan di dalam diri. Dan, hal ini memerlukan kerja keras yang luar biasa melalui komitmen dan disiplin diri yang penuh kesabaran untuk menjadi karakter baik.

Karakter baik akan menghasilkan karakter etika. Artinya, sebuah karakter yang taat kepada kebenaran moralitas, kejujuran, aturan, hukum, etika, tanggung jawab, kepedulian, kehormatan, keadilan, harga diri untuk kejujuran, kemanusiaan, anti korupsi, anti mengambil yang bukan haknya, serta cerdas memperlakukan diri sendiri dalam sebuah hubungan atau interaksi sosial yang penuh tanggung jawab dalam kejujuran moral tertinggi.

Karakter etika adalah fondasi kehidupan untuk memfasilitasi hubungan interpersonal yang penuh kejujuran dalam keterbukaan.Termasuk, untuk memperkuat integritas diri agar dapat mengenali konflik kepentingan sejak dini, dan menghindari penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan untuk kepentingan dirinya ataupun kelompoknya. Di sini, peran karakter etika akan terlihat sangat cerdas dan sadar sosial untuk membangun kehidupan sosial kemasyarakatan dalam integritas menuju kesejahteraan untuk semua orang. Karakter etika adalah karakter yang akan menjadi fasilitator untuk membantu semua orang, baik kawan maupun lawan, untuk hidup dalam rumah damai dan sejahtera.

Karakter etika adalah kekayaan sosial yang terbentuk dari akumulasi pikiran positif dan nilai-nilai atas dasar moralitas tertinggi dari setiap individu. Di mana, karakter etika akan mendorong kejujuran dan keadilan untuk menjadi panglima kehidupan bersama. Karakter Etika akan menjadi karakter yang memperlakukan setiap orang untuk memihak terhadap kejujuran, keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan untuk semua orang dalam kompetisi kehidupan yang sehat dan seimbang.

Karakter etika adalah karakter yang cerdas membedahkan mana yang benar dan mana yang salah. Sebuah karakter yang terbentuk melalui prinsip-prinsip kehidupan yang punya niat baik untuk kemakmuran dan kebahagiaan semua pihak. Sebuah karakter yang memiliki visi dan mampu mengendalikan diri demi kebahagiaan, kesejahteraan, kemajuan, dan kedamaian hidup dari banyak orang, bukan sekedar untuk diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CHARACTER BUILDING TRAINING DJAJENDRA 1 HARI 8 JAM

CHARACTER BUILDING TRAINING DJAJENDRA 1 HARI 8 JAM

PELATIHAN PENGEMBANGAN KARAKTER UNTUK  KARYAWAN DAN PIMPINAN – PROGRAM 1 HARI 8 JAM

Materi Pelatihan Pengembangan Karakter Karyawan Dan Pimpinan:

TEMA/SESI 1: MEMBENTUK DAN MEMELIHARA KARAKTER BERORIENTASI KINERJA. (2 JAM)

TEMA/SESI 2: MENGELOLA PENGEMBANGAN KARAKTER BERKELANJUTAN MELALUI KECERDASAN EMOSIONAL. (2 JAM)

TEMA/SESI 3: MODEL KARAKTER YANG BERPEDOMAN PADA BUDAYA KERJA. (2JAM)

TEMA/SESI 4: MEMBANGUN KARAKTER TRUST DAN INTEGRITAS UNTUK MENJADI PEMIMPIAN ATAU KARYAWAN YANG PROFESIONAL.(2JAM)

“Karakter Seperti Sebuah Pohon Dan Reputasinya Seperti Bayangannya. Bayangan Adalah Apa Yang Kami Pikir Itu, Pohon Adalah Hal Yang Nyata.”-Abraham Lincoln.

DESKRIPSI

Organisasi Anda mungkin sudah sangat luar biasa, tapi pendidikan karakter unggul kepada seluruh karyawan dan pimpinan tetap diperlukan, agar semua hal yang sudah luar biasa itu bisa tetap menjadi sangat luar biasa di sepanjang kehidupan organisasi. Pendidikan karakter dalam organisasi atau perusahaan bertujuan membangun kualitas pribadi yang mampu berkontribusi secara luar biasa untuk kepentingan organisasi dan stakeholder. Dan Umumnya, kualitas karakter yang dibutuhkan meliputi kejujuran, menghormati, tanggung jawab, keadilan, kewajaran, kebenaran, melayani, merawat, integritas, disiplin, keberanian, bergaul, kebajikan, pengasih, sopan-santun, terpercaya, dan patuh pada etika dan standar moral positif.

Program pengembangan karakter ini dirancang untuk tujuan membawa karyawan dan pimpinan bersama-sama kepada perilaku kerja yang penuh integritas, etis, dan loyal kepada organisasi. Program ini akan menyentuh sifat, perilaku, kebiasaan-kebiasaan, dan moralitas peserta. Hal ini akan menciptakan kesadaran moral dalam pengembangan karakter, menghasilkan sumber daya manusia yang sensitif terhadap nilai-nilai integritas, loyalitas, etis, dan moralitas. Kondisi ini akan menjadi hal ideal untuk membangun fondasi organisasi yang kredibel dan berkualitas tinggi.

Dari kisah orang –orang sukses kami menemukan bahwa mereka sukses karena telah memahami bahwa keberhasilan itu bisa di dapatkan dengan cara memfokuskan diri untuk melakukan apa yang diperlukan. Di mana semua itu dilakukan melalui karakter diri yang telah diperkaya dengan nilai integritas, kejujuran, kebaikan, motivasi, dan kebijaksanaan diri tertinggi. Oleh karena itu, bila seseorang ingin menjadi pribadi berkarakter sukses, maka dia harus meletakkan setiap keinginan, harapan, obsesi, dan cita-citanya di dalam karakter diri yang menegaskan kesuksesan secara bijak. Karakter diri yang telah diperkaya itu akan berjuang tanpa mengenal kata menyerah, untuk mendapatkan apa yang diinginkan di dalam hidupnya dengan visi yang jelas. Karakter diri juga akan belajar tentang apa yang baik, serta berkembang untuk meningkatkan semua potensi baik ke dalam diri.

Pelatihan ini mempersiapkan karyawan dan pimpinan untuk menjadi profesional dengan karakter pekerja keras, proaktif, jujur, tekun, ramah, memberikan dan melayani, pencari solusi untuk menuntaskan masalah, berjiwa besar, tidak suka mengeluh, setia, bertatakrama, dan selalu belajar untuk hal-hal baru.

“Apakah Manusia Yang Dapat Membuat Pikiran, Manusia Dapat Mengendalikan Karakter?” -Thomas Edison.

“Karakter Tidak Bisa Dikembangkan Dalam Kemudahan Dan Ketenangan. Hanya Melalui Percobaan Dan Penderitaan Jiwa Karakter Dapat Diperkuat, Visi Diperjelas, Ambisi Diilhami Dan Keberhasilan Dicapai.” -Helen Keller.

Setiap pribadi itu unik, jadi setiap pribadi harus memahami apa saja yang baik buat dirinya, tidak asal mengcopy karakter orang lain menjadi karakter dirinya, dan harus berpikir positif untuk menjadi yang terbaik yang ideal dengan diri sendiri. Salah satu cara untuk membangun karakter yang sesuai dengan jati diri Anda, adalah dengan mengidentifikasikan semua kekurangan dan ancaman diri, kemudian membangun karakter diri yang ideal melalui kekuatan fisik tubuh, mental diri, emosional diri, pergaulan sosial, dan pengembangan kekuatan spiritual dan motivasi.

Apa Yang  Dipelajari Peserta Dalam Pelatihan Character Building Ini?

  1. Peserta akan belajar tentang strategi  pengembangan karakter diri yang berkelanjutan.
  2. Peserta akan belajar cara menyalakan kembali semangat untuk pengembangan profesionalisme diri.
  3. Peserta akan belajar tentang karakter berdasarkan deskripsi fisik, cara bicara, tindakan, perilaku, emosi, pikiran batin, reaksi, dan karakter dialog yang positif.
  4. Peserta akan belajar untuk menjadi pribadi yang berkomitmen dalam membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran.
  5. Peserta akan belajar cara menampilkan emosi diri yang sesuai dengan situasi dan kondisi, serta mengendalikan emosi negatif dari aspek diri, yang peka terhadap perasaan sendiri dan orang lain, dan selalu tenang dalam situasi sulit.
  6. Peserta akan belajar cara menggunakan keterampilan sosial anda untuk bersama-sama dengan orang lain menyelesaikan konflik, berkomunikasi secara efektif, menjadi pribadi yang menyenangkan, berkarakter positif, jujur, memiliki empati, pendengar yang baik, sopan, ramah dan tak mementingkan diri sendiri.
  7. Peserta akan belajar cara memberikan pelayanan dan membantu hidup diri sendiri dan orang lain menjadi lebih berhasil.
  8. Peserta akan belajar cara menghapus kekuatan ego diri yang selalu mementingkan diri sendiri, dan rasa bangga yang memisahkan dirinya dari realitas kehidupan.
  9. Peserta akan belajar cara mengintegrasikan semua hal-hal baik dalam hidup ke dalam karakter diri yang diperkaya  dengan nilai-nilai positif.

Training ini akan mengantar peserta kepada perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan pekerjaan di kantor. Kemudian mengarahkan peserta untuk Mengenal semua kekuatan diri sendiri secara positif; menerima diri sendiri apa adanya, lalu mau berdamai, puas, bersyukur, dan bangga dengan diri sendiri; mengembangkan diri dengan pikiran positif untuk mengoptimalisasikan semua potensi dan bakat terpendam di dalam diri; dan memotivasi diri untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya Jawab, Studi Kasus, Latihan, Brainstorming, Diskusi, Games, Role Play, Ice Breaker.

MATERI TRAINING

Pk.08.30 – 10.00 Wib. Sesi 1: Membentuk Dan Memelihara Karakter Berorientasi Kinerja.

Pk.10.00 – 10.15 Wib. Coffee Break

Pk. 10.15. 12.00 Wib. Sesi 2: Mengelola Pengembangan Karakter Berkelanjutan Melalui Kecerdasan Emosional.

Pk. 12.00 – 13.00 Wib. Lunch Break

Pk. 13.00 – 14.30 Wib. Sesi 3: Model Karakter Yang Berpedoman Pada Budaya Kerja.

Pk. 14.30 – 14.45 Wib. Coffee Break

Pk. 14.45 – 16.30 Wib. Sesi 4: Membangun Karakter Trust Dan Integritas Untuk Menjadi Pemimpian Atau Karyawan Yang Profesional.

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Untuk training hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax    : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

PROFILE PEMIKIR STRATEGIS

“Akal Sehat Dengan Kekuatan Pengetahuan Yang Terang Akan Memudahkan Diri Untuk Menjadi Pemikir Strategis.” – Djajendra

Apakah Anda seorang pemikir strategis yang selalu patuh pada prinsip-prinsip kerja strategis?  Saya selalu percaya bahwa setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mendapatkan impiannya, tapi tidak semua orang mengerti caranya. Tapi, buat pemikir strategis, dia akan menjadi sangat cerdas dalam menyusun masa depannya menuju tujuan hidupnya.

Keinginan dan harapan tidak hanya cukup sebatas mimpi, tapi harus dikelola melalui prinsip-prinsip kerja yang memahami tujuan dan sasaran bersama nilai-nilai perjuangan. Oleh karena itu, bila Anda sudah memutuskan untuk meraih sebuah tujuan, maka segeralah siapkan diri untuk mendapatkan kejelasan tujuan dan sasaran yang ingin Anda capai. Lalu,  miliki strategi yang jelas dan terarah, miliki sikap sabar dalam perjuangan total untuk mendapatkan tujuan Anda.

Pemikir strategis selalu berjalan searah dengan visi yang dia gambarkan di dalam rencana dan imajinasinya. Dia selalu bekerja sesuai dengan urutan prioritas, dan dia tidak  akan pernah bekerja dengan cara lompat sana lompat sini untuk mencapai tujuan akhir. Dia selalu memahami komitmen dan mematuhi semua rencana dengan prinsip kerja berdasarkan nilai dan perjuangan.

Pemikir strategis selalu bekerja atas dasar prinsip, asumsi, logika, dan nilai; dalam keberanian untuk memenangkan strategi dirinya untuk menuju visi. Dia akan selalu melakukan evaluasi atas realitas yang dia hadapi, dan juga sangat berani untuk mengubah pikirannya dalam upaya mencapai tujuan dengan lebih sempurna. Dia adalah seorang pribadi yang tidak takut kepada kegagalan, tapi selalu mencoba menganalisis dan mendiskusikan semua tantangan dan risiko dengan tim kepercayaannya.

Pemikir strategis selalu mampu melihat dirinya di masa depan dan di hari ini. Dia memiliki keterampilan imajinasi untuk singgah dan merasakan setiap keadaan dan kondisi melalui pikiran dan perasaannya. Dia sangat cerdas untuk menyusun fondasi strategi melalui kombinasi logika dan imajinasi. Melalui logika dan imajinasi, dia akan mengidentifikasikan kekuatan dari sumber daya yang dia miliki, untuk tujuan menyusun strategi yang tepat agar dapat mencapai visi dengan lebih sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MELIHAT KEHIDUPAN MELALUI PIKIRAN POSITIF

“Pikiran Terbaik Merupakan Milik Dari Orang-Orang Yang Berjuang Bersama Nilai-Nilai Positif Terbaik Untuk Kedamaian Dan Kesejahteraan Dirinya Dan Orang Lain.” – Djajendra

Salah satu karya tulis yang saya kagumi adalah milik James Allen yang berjudul ‘As A Man Thinketh’, sebuah tulisan yang sangat mempengaruhi diri untuk melihat kehidupan dari pikiran positif. As A Man Thinketh adalah sebuah maha karya yang wajib dibaca secara berulang-ulang oleh orang-orang yang ingin melihat kehidupan dari pikiran positif. Pesan dari As A Man Thinketh adalah bahwa pikiran positif seperti cahaya yang menerangi jiwa, sedangkan pikiran negatif seperti menempatkan jiwa ke dalam dasar jurang yang sangat gelap.  Inti ajarannya adalah orang akan menjadi seperti yang dia rasakan dan pikirkan tentang dirinya di dalam kehidupan ini.

“Jika seseorang bisa mempertahankan pikiran yang bersih, kebahagiaan akan mengikutinya seperti bayangannya sendiri.” – James Allen.

“Apa yang kita pikirkan membentuk diri kita yang sebenarnya karena kita dibangun dan dibuat dari pikiran.” – James Allen.

“Jika pikiran manusia memiliki pikiran yang jahat, penderitaan akan menimpahnya seperti roda di belakang sapi jantan.” – James Allen.

“Manusia tumbuh berdasarkan hukum sebab-akibat kehidupan, dan tidak diciptakan untuk menggunakan kelicikan. Sebab dan akibat adalah kenyataan tersembunyi dari pikiran, sifatnya mutlak dan pasti.” – James Allen.

“Sifat tercela dan buruk merupakan hasil dari pikiran yang merendahkan diri dan dilakukan dalam jangka waktu lama.” – James Allen.

“Manusia dibuat atau dihancurkan oleh dirinya sendiri. Dengan pikirannya, dia membuat beberapa senjata yang dia gunakan untuk menghancurkan dirinya sendiri. Dia juga membuat alat yang dia gunakan untuk kebahagiaan, kekuatan, dan kedamaian bagi dirinya.” – James Allen.

“Pikiran dan perasaan selalu menciptakan realitas terhadap kondisi diri. Bila pikiran sedang dalam kondisi melihat semua hal dari sisi positif, maka perasaan secara otomatis akan menjadi senang, bahagia, dan damai; atau sebaliknya, bila pikiran sedang dalam kondisi melihat semua hal dari sisi negatif, maka perasaan akan menjadi tidak nyaman.” – Djajendra

“Manusia digerakan oleh mesin pikiran, dan bahan bakarnya adalah nilai-nilai positif atau negatif dari kehidupan. Bila Anda mengisi bahan bakar dari nilai-nilai positif  ke mesin pikiran Anda, maka pikiran Anda akan menghasilkan suara batin yang penuh damai dan bahagia. Tapi, bila Anda mengisi bahan bakar dari nilai-nilai negatif ke mesin pikiran Anda, maka pikiran Anda akan menghasilkan suara batin yang penuh kecewa terhadap kehidupan yang Anda miliki.” – Djajendra

“Tukang kebun mengolah tanahnya, menjaganya dari rumput-rumput liar, dan menanam bunga serta buah-buahan yang dia inginkan. Manusia juga harus merawat kebun pikirannya, membersihkan semua pikiran yang salah, tidak bermanfaat, dan kotor. Kita harus menanam pikiran yang benar, bermanfaat, dan baik sesempurna bunga dan buah-buahan seperti di kebun terindah.” – James Allen.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

 

Dialog Antara Mr.Serakah Dan Mr.Tidak Serakah: AMBIL SECUKUPNYA

Mr. Serakah: ”Kau itu sangat pintar dalam mencari kekayaan. Apa pun pekerjaan yang kau sentuh langsung menciptakan uang yang sangat banyak. Tapi, mengapa kau tidak total berjuang untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin? Mumpung..lohh…lagi ada peluang, ambil…ambillah sebanyak mungkin, biar harta bendamu terkumpul untuk seribu turunanmu!”

Mr. Tidak Serakah: “Mengumpulkan harta untuk seribu turunanku? Apa aku tidak salah dengar? Kalau aku menghabiskan waktuku untuk seribu turunanku yang belum ada, aku pastinya adalah seorang pribadi dengan penyakit keterkebelakangan sosial.”

Mr. Serakah: “Seribu turunan itukan hanya sebuah istilah. Maksudku, kau punya kesempatan dan peluang yang sangat luar biasa untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Kau dapat dengan mudah memanfaatkan orang-orang disekitarmu untuk mengumpulkan kekayaan. Kenapa tidak kau lakukan, ayoooooo…..lakukan segera, aku siap membantumu!”

Mr. Tidak Serakah: “Kepribadianku tidak gila uang dan tidak gila harta benda. Aku tidak mau mengambil semua peluang yang ada. Aku hanya akan mengambil sesuai kebutuhanku, dan untuk urusan turunanku, biarlah mereka belajar sendiri untuk memahami arti hidup dan arti mengambil hak hidupnya di bumi ini.”

Mr. Serakah: “Tidakkah kau menyadari bahwa dengan memiliki kekayaan yang banyak, maka dirimu akan dihormati dan dipuja-puji oleh lingkunganmu?”

Mr. Tidak Serakah: “ Aku tidak gila pujian dan aku tidak gila hormat. Aku hanya menjalani hidupku sesuai logika berpikirku untuk tujuan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, dan kesehatan diriku. Termasuk, mendoakan agar semua orang-orang  di bumi ini hidup dalam sejahtera, damai, bahagia, dan sehat.”

Mr. Serakah: “Apakah kau tidak takut namamu hilang oleh para pencari kekayaan dan nama besar? Kau kan tahu, semua orang berlomba-lomba mencari uang dan kekayaan agar mereka dan keluarganya mendapatkan kedudukan yang sangat terhormat di tengah masyarakat. Padahal dirimu jauh lebih pintar dan memiliki jaringan yang sangat luas untuk mengumpulkan kekayaan. Ingat! Tanpa uang dan kekayaan seseorang tidak akan dianggap di dalam kehidupan ini!”

Mr. Tidak Serakah: “Wah… pembicaraanmu kok sudah sangat jauh begini….aku suka uang dan aku suka kekayaan, tapi aku tidak gila uang dan tidak gila kekayaan. Aku punya prinsip untuk mengambil secukupnya dari kehidupan ini, tanpa berlebihan. Aku juga tidak ikhlas bila diriku dihormati dan dihargai oleh orang lain hanya karena tumpukan harta benda ku. Aku juga tidak keberatan bila diriku tidak mendapatkan tempat di tengah-tengah kehidupan masyarakat.”

Mr. Serakah: “Logika berpikirmu dan logika berpikirku sangat bertolak belakang. Kita berdua sepertinya pasti tidak mungkin bisa bekerja sama untuk sebuah keuntungan. Kau dan aku adalah seperti gelap dan terang, tidak mungkin saling bertemu, kalau bertemu yang ada hanya kelabu yang kelam.”

Mr. Tidak Serakah: “Bagiku dirimu adalah sebuah pengorbanan yang luar biasa, kau sangat aku kasihani, karena kau membiarkan dirimu menjadi tempat pijakan untuk nafsu serakah kehidupan. Aku tidak ingin menyuruhmu untuk menjadi seperti diriku, karena hidup adalah pilihan, dan hidup harus selalu menjadi hidup dengan berbagai keramaian perilaku kehidupan. Oleh karena itu, biarlah dirimu menjadi dirimu, dan diriku menjadi diriku.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HARI INI BAHAGIA, BESOK BAHAGIA, SETIAP HARI BAHAGIA

HARI INI BAHAGIA, BESOK BAHAGIA, SETIAP HARI BAHAGIA

“Bahagia Itu Gratis Dan Tidak Perlu Dibayar, Asal Dirimu Mampu Mencerdaskan Emosional Bahagia Di Dalam Diri Sejatimu.” – Djajendra

Pencari Bahagia: “Aku telah berjuang untuk mendapatkan sekolah terbaik, gelar terbaik, pekerjaan terbaik, keluarga terbaik, uang yang berlimpah, dan kesehatan yang luar biasa; dan semuanya itu telah kumiliki, tapi mengapa aku merasa belum menemukan kebahagiaan?”

Bahagia: “Karena diri sejatimu tidak bersyukur dan berterima kasih dengan hidupmu.”

Pencari Bahagia: “Siapa bilang aku tidak bersyukur dan berterima kasih. Setiap hari aku berdoa untuk mengucapkan syukur dan terima kasih atas segala kemurahhatian Tuhan kepada diriku.”

Bahagia: “Kalau begitu, mengapa dirimu masih merasa tidak bahagia dengan segala kemurahhatian yang kau terima dari Tuhan?”

Pencari Bahagia: “Mungkinkah aku dibesarkan dengan keyakinan untuk tidak bahagia?”

Bahagia: “Mungkin saja! Aku selalu melihat orang-orang yang memiliki keluarga yang luar biasa, pekerjaan yang luar biasa, jumlah uang yang luar biasa, dan rumah seperti istana yang indah, namun mereka masih tidak puas dengan kehidupan dan selalu mencari sesuatu yang lain untuk memenuhi kebahagiaanya, tapi tidak juga pernah merasa bahagia.”

Pencari Bahagia: ”Kadang-kadang aku merasakan kebahagiaan, tapi dia lenyap di dalam keinginan ego diriku. Ego diriku terus bergerak dengan perasaan tidak puas dan tidak cukup dengan apa yang telah aku miliki. Aku harus terus-menerus mencari arti dan tujuan hidup untuk ego diriku di balik semua perasaan syukurku.”

Bahagia: “Ego dirimu yang tidak pernah merasa puas adalah tanda baik untuk menciptakan kreatifitas di dalam hidupmu. Tapi, dirimu harus menemukan keseimbangan hidup yang tepat agar dirimu dapat menjalani setiap proses hidup bersama perasaan bahagia.”

Pencari Bahagia: “Menemukan keseimbangan hidup yang tepat? Maksudmu apa dengan keseimbangan hidup yang tepat?”

Bahagia: “ Keseimbangan hidup yang tepat maksudnya adalah dirimu harus memiliki keyakinan untuk bahagia. Hiduplah bersama nilai-nilai kehidupan yang bisa menunjukkan dirimu cara untuk hidup bahagia. Mulailah dengan cara mencerdaskan emosional dirimu di semua aspek kehidupanmu. Sebab, kebahagiaan sejati hanya bisa kau nikmati di atas lantai kecerdasan emosional sejati.”

Pencari Bahagia: “ Seperti apa kecerdasan emosional sejati yang harus aku miliki?”

Bahagia: “ Kecerdasan emosional yang harus kamu miliki adalah emosional yang membuat hidupmu bahagia di hari ini, bahagia di besok hari, dan bahagia di setiap hari, tanpa pernah merasa khawatir dengan masa depanmu.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMENANGI PERUBAHAN DAN MEMELIHARA PERUBAHAN

MEMENANGI PERUBAHAN DAN MEMELIHARA PERUBAHAN

“Perubahan Itu Seperti Memindahkan Ikan Air Laut Ke Dalam Air Tawar, Perlu Pengetahuan Tentang Alam Dan Lingkungan Yang Diinginkan.” – Djajendra

Perubahan tidaklah cukup sebatas kata-kata dalam bentuk slogan dan himbauan. Perubahan haruslah diperjuangkan melalui rencana yang terang dan jelas dengan dukungan total dari kerja keras, kerja cerdas, tekad, motivasi, keseriusan, keberanian, kejujuran, konsistensi, kolaborasi, integritas, etika, dan tindakan untuk berubah sesuai keinginan. Bila Anda ingin menjadi sehat, maka berubahlah melalui manajemen kesehatan diri dan perjuangan tanpa henti untuk mengelola semua aspek kehidupan Anda menjadi sehat. Bila Anda ingin sejahtera dan berkecukupan, maka berubahlah melalui manajemen kesejahteraan diri dan perjuangan yang hebat untuk menjadi sejahtera. Bila Anda ingin lingkungan kehidupan Anda bebas dari korupsi, maka berubahlah melalui manajemen politik negara dan perjuangan tanpa henti untuk membebaskan negeri Anda dari bencana korupsi.

Perubahan bukanlah sebuah hadiah atau kata-kata hiburan, tapi perubahan adalah sebuah perjuangan melalui energi dari seluruh stakeholder untuk berlari cepat ke arah cahaya perubahan yang diinginkan bersama. Persoalannya, apakah benar bahwa semua stakeholder ingin berubah? Bila ada sebagian kecil stakeholder dengan kekuatan yang besar tidak ingin perubahan, maka perubahan itu hanya akan menjadi slogan yang terpampang di papan iklan. Dan, tidak seorang pun yang akan merasakan apa itu arti perubahan selain kata-kata yang setiap hari terlihat oleh mata di seluruh pojok kehidupannya.

Gagalnya perubahan karena tidak adanya manajemen perubahan. Perubahan haruslah dikelola secara serius melalui prinsip-prinsip manajemen yang penuh etika dan integritas. Biasanya, di saat perubahan tersebut dikelola untuk tujuan yang diinginkan akan ada kekhawatiran dari pihak-pihak yang tidak senang dengan perubahan. Di sinilah tantangan yang paling besar akan muncul. Oleh karena itu, perubahan memerlukan kepemimpinan yang tangguh dan kokoh integritasnya demi sebuah perubahan yang diinginkan. Peran kepemimpinan yang kuat dan kokoh melalui prinsip-prinsip perubahan yang konsisten dalam komitmen yang tinggi, akan menjadi sebuah awal untuk membuat setiap stakeholder mampu berlari cepat menuju cahaya perubahan yang diinginkan.

Perubahan memerlukan kesadaran diri dan kesadaran sosial melalui pengetahuan, kemampuan, dan tindakan dalam integritas. Sebab, perubahan sifatnya sangat kolektif  bukan sangat individu. Misalnya, saya ingin berubah menjadi lebih baik, maka saya harus sadar diri untuk perubahan yang saya inginkan, dan lingkungan sosial saya juga harus sadar sosial untuk mendukung diri saya agar saya mudah berubah. Hal ini disebabkan, karena saya adalah bagian dari energi kehidupan sosial yang ada, dan saya pasti selalu tergantung kepada lingkungan stakeholder saya.

Tantangan terbesar dalam perubahan adalah bahwa setiap orang tidak membutuhkan perubahan pada waktu yang sama; setiap orang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti irama proses perubahan pada kecepatan yang sama; setiap orang tidak memiliki niat yang sama untuk sebuah hasil perubahan yang diinginkan; dan setiap orang selalu memiliki persepsi, logika berpikir, kepentingan, dan asumsi yang berbeda tentang perubahan yang diinginkan. Oleh karena itu, sebuah kepemimpinan yang tegas dengan visi yang terang harus mampu mempengaruhi setiap orang yang berbeda itu, untuk patuh dan berpartisipasi dalam perubahan yang diinginkan. Penegakkan hukum dan etika melalui penghargaan buat yang taat dan patuh pada perubahan adalah salah satu pilihan yang akan membuat orang-orang berdiri dalam satu baris yang sama untuk perubahan.

Kendalikan resistensi terhadap perubahan melalui manajemen perubahan yang penuh etika dan integritas, dengan pencerahan yang terus-menerus kepada orang-orang yang ingin Anda ajak untuk berubah. Pastikan kepemimpinan yang tangguh dan kokoh menjadi alat pemersatu semua perbedaan untuk menuju ke puncak perubahan yang diinginkan. Pastikan perubahan yang direncanakan tersebut tidak terhenti pada satu titik tertentu, tapi memiliki misi yang berkelanjutan. Pastikan manajemen perubahan yang dilakukan memiliki komitmen untuk sebuah perubahan yang tuntas sesuai keinginan. Pastikan perubahan dilakukan melalui komunikasi, pencerahan, pelatihan, sistem pengukuran, dan pemantauan secara terus-menerus dalam disiplin yang sangat tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TRUST – PERASAAN KEPERCAYAAN HARUS BERAKAR DALAM HUBUNGAN

DJAJENDRA MOTIVATOR

“Bila Kepercayaan Menjadi Berkurang, Maka Pikiran Negatif Akan Mengambil Alih Semua Hubungan, Dan Menciptakan Situasi Yang Saling Mencurigai.” – Djajendra

“Kepercayaan Timbul Dari Kekuatan Pikiran Positif Terhadap Potensi Dan Kemampuan Orang Lain Untuk Keberhasilan Misi Bersama.” – Djajendra

Kepercayaan adalah hasil dari keadaan pikiran positif. Saat Anda mempercayai seseorang untuk melakukan sebuah tugas penting dari Anda, berarti Anda telah berpikir positif tentang kemampuan orang tersebut dan hubungan Anda dengan orang tersebut. Kepercayaan adalah awal untuk menciptakan hubungan yang saling mengerti dalam sebuah keharmonisan kehidupan. Bila kepercayaan menjadi berkurang, maka pikiran negatif akan mengambil alih semua hubungan, dan menciptakan situasi yang saling mencurigai.

Kepercayaan juga biasanya muncul saat seseorang melihat prospek orang lain di masa depan, dan mengharapkan sebuah nilai tambah dari hubungan tersebut di masa depan. Artinya, kepercayaan bisa muncul oleh pikiran positif  yang melihat sebuah manfaat atau keuntungan di masa depan. Di sini, hubungan kepercayaan itu terbangun oleh sebuah kepentingan terselubung; sama seperti saat seseorang hendak melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan maksimal di masa depan, dia percaya kepada investasi tersebut karena melihat keuntungan di masa depan.

Sering sekali saya menemukan sekelompok orang yang baru saling mengenal dengan pengalaman bekerja sama yang minim, tapi dapat saling percaya untuk memenuhi peran mereka masing-masing dalam kerja sama tersebut. Hubungan kepercayaan ini terlihat langsung berakar dalam hubungan interaksi mereka. Seketika mereka bisa kompak dan saling melayani dengan kepercayaan yang sangat tinggi, tanpa memikirkan hal-hal negatif dari hubungan kepercayaan tersebut. Biasanya, hubungan kepercayaan ini terjadi karena adanya sebuah kepemimpinan yang kuat dari seorang individu, yang mampu mempersatukan semua orang ke dalam satu misi bersama.

Mempercayai satu sama lain dalam sebuah lingkungan yang penuh etika dan integritas akan membuat semua persoalan mudah untuk ditindaklanjutkan untuk manfaat dan keuntungkan semua orang. Termasuk, akan meningkatkan proses interaksi sosial melalui kesadaran dan kecerdasan sosial yang tinggi. Hal ini juga berlaku dalam hubungan keluarga. Bila sebuah keluarga terbangun atas dasar nilai-nilai etika dan integritas, maka pikiran positif akan mengendalikan keluarga tersebut  untuk berkehidupan dalam hubungan yang saling percaya, serta selalu menjadi kokoh tak tergoncangkan oleh badai apa pun. Selanjutnya, nilai-nilai kepercayaan akan membuat keluarga tersebut menjadi solid dan kuat untuk mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian bersama dalam keragaman cita-cita dan impian.

Kekuatan kepercayaan dapat digunakan dalam penguatan nilai-nilai budaya organisasi untuk keunggulan organisasi. Bagaimanapun, kepercayaan dapat menjadi alat manajemen yang sangat berharga untuk membangun kolaborasi yang solid di internal organisasi atas dasar nilai-nilai organisasi yang diinginkan. Pihak manajemen harus memiliki niat yang tulus dan pikiran positif yang kompak untuk merangsang kepercayaan di dalam organisasi. Bila setiap individu di dalam organisasi mampu memperkuat pikiran positif untuk saling percaya, maka organisasi akan menghilangkan energi saling mencurigai, yang berpotensi membuat semua rencana hebat organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sepuluh tahun yang lalu, saat seorang manajer bercerita kepada saya tentang sulitnya memotivasi para karyawan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Saat itu, secara sepontan saya menjawab untuk segera membangun iklim kerja yang saling percaya sebagai dasar sebelum memberikan motivasi. Saya juga menyarankan untuk membiasakan setiap karyawan dan pimpinan bekerja dengan budaya kolaborasi. Sebab, saya sangat percaya bahwa sebelum memotivasi karyawan dan pimpinan, pihak manajemen harus terlebih dahulu mempersiapkan lingkungan kerja yang saling percaya dalam sebuah hubungan kolaborasi yang saling menguntungkan.  Setelah beberapa tahun ini saya melakukan riset  mengenahi kekuatan kepercayaan di dalam organisasi, dan hasilnya adalah jawaban spontan saya di sepuluh tahun lalu masih sangat relevan sampai dengan hari ini.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CHANGE MANAGEMENT TRAINING DJAJENDRA PROGRAM 2 HARI

CHANGE MANAGEMENT TRAINING DJAJENDRA PROGRAM 2 HARI

PELATIHAN MANAJEMEN PERUBAHAN PROGRAM 2 HARI – 8 SESI

JUDUL PELATIHAN: MANAJEMEN PERUBAHAN BERGERAK DARI PRINSIP DAN EMOSI BAIK UNTUK HASIL PERUBAHAN YANG GEMILANG

“Perubahan Yang Baik Membutuhkan Nilai, Prinsip, Emosi, Kepemimpinan, Kepribadian, Dan Sikap Untuk Mau Berubah.” – Djajendra

DESKRIPSI

Manajemen perubahan adalah cara mengelola masa transisi dari sebuah kondisi yang tidak diinginkan kepada kondisi yang diinginkan melalui nilai, sistem, kepemimpinan, individu, tim, dan organisasi untuk masa depan yang lebih cemerlang. Dalam proses perubahan diperlukan kesiapan infrastruktur organisasi, budaya organisasi yang baru, nilai, kepribadian, komunikasi, kolaborasi, kecerdasan emosional, kepemimpinan, dan rencana perubahan yang tepat sasaran. Kegiatan perubahan harus melibatkan pendekatan multi-komponen, seperti kepemimpinan, karyawan, dan kepemilikan dalam sebuah komunikasi dan kolaborasi yang saling mendukung untuk mencapai perubahan yang diinginkan.

Secara umum, manajemen perubahan selalu dibutuhkan oleh organisasi untuk menciptakan tata kelola organisasi dan bisnis yang lebih efektif, produktif, efisien, kreatif, dan berkinerja. Melalui perubahan yang jelas dan terbuka, organisasi berpotensi untuk memperkuat dirinya melalui komunikasi dan integrasi dalam kolaborasi yang menyatukan semua keunggulan organisasi secara profesional. Manajemen perubahan harus memastikan bahwa setiap kegiatan perubahan dilakukan secara terencana dan terukur, sehingga keberhasilan penerimaan setiap orang terhadap perubahan yang diinginkan dapat diwujudkan secara sempurna.

Setiap pimpinan dan karyawan yang terlibat dalam proses perubahan harus memahami dan menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara bijak dan profesional. Manajemen perubahan adalah bagian dari pekerjaan setiap orang. Adalah penting untuk menetapkan tanggung jawab bagi orang yang berbeda dalam organisasi sebagai bagian dari perencanaan manajemen perubahan.

Pelatihan manajemen perubahan selama dua hari ini bertujuan untuk membekali peserta tentang cara mengelola perubahan yang efektif, sehingga peserta dapat bekerja untuk membuat perubahan menjadi lebih mudah pada organisasi, tim, dan individu yang terlibat. Peserta akan mendapatkan pemahaman dan keterampilan untuk menangani perubahan dan kemampuan  mengidentifikasi kebutuhan untuk mengatasi hambatan, serta memastikan pelaksanaan perubahan berhasil.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

  1. Mendapatkan wawasan dan pandangan tentang peran budaya organisasi dan budaya kolaborasi untuk memperlancar perubahan yang diinginkan.
  2. Memahami dan mampu menjalankan peran, fungsi tugas, dan tanggung jawab untuk terlibat dalam perubahan yang diinginkan.
  3. Mampu mengoptimalkan peran diri sendiri, kepemimpinan, dan organisasi dalam menciptakan tata kelola yang baik untuk mempercepat manajemen perubahan.
  4. Menguasai prinsip, pengetahuan, dan keterampilan manajemen perubahan untuk menyusun perubahan di tempat kerja.
  5. Mampu menjadi energi positif untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh organisasi dan kepemimpinan dalam upaya mempercepat perubahan.
  6. Menguasai teknik dan strategi manajemen perubahan dan cerdas memberikan potensi diri untuk sebuah perubahan yang diinginkan.
  7. Memahami tentang peran kecerdasan emosional dalam membuat diri sendiri menjadi kokoh tak tergoncangkan bersama komitmen untuk melakukan perubahan.

TUJUAN  INSTRUKSIONAL KHUSUS

  1. Mengetahui konsep manajemen perubahan dan hubungannya dengan diri sendiri, kepemimpinan, budaya, organisasi, sistem, politik kantor, dan komunikasi di tempat kerja.
  2. Mengetahui bagaimana menjadi orang yang mengalami perubahan, dan menggunakan prinsip-prinsip dalam manajemen perubahan untuk menjalankan praktik perubahan sehari-hari di tempat kerja.
  3. Mengetahui bahwa manajemen perubahan akan meningkatkan kualitas kinerja individu, organisasi, dan bisnis dalam sistem pelayanan perusahaan kepada stakeholder.
  4. Mengetahui cara mengidentifikasi, merencanakan, mengukur dan mengimplementasikan perubahan secara berkualitas di tempat kerja.
  5. Mengetahui cara memotivasi diri sendiri dan melibatkan orang-orang dengan teknik dan cara persuasive untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan.

MANFAAT PELATIHAN

  • Mampu membantu diri sendiri dan orang lain dalam menghadapi perubahan.
  • Mampu menempatkan diri sendiri untuk fokus pada perubahan selama perubahan.
  • Mampu membuat rencana perubahan dan pelaksanaannya.
  • Mampu mengenali kebutuhan untuk perubahan dan menyiapkan apa yang diperlukan untuk perubahan.
  • Memahami dampak perubahan dan manfaatnya untuk mengoptimalkan kinerja organisasi.
  • Memfasilitasi perubahan pada individu dan tingkat tindakan kelompok.
  • Mengidentifikasi emosional diri sendiri untuk bisa memfasilitasi kemajuan perubahan.
  • Mampu memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk tindakan dan perubahan yang diinginkan.
  • Mampu melakukan diagnosa perubahan kebutuhan organisasi, tim, dan  individu.
  • Mampu menyusun strategi untuk mengatasi efek buruk dalam Perubahan.
  • Mampu tampil dengan fleksibilitas pribadi selama perubahan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
  • Mampu mengatasi dan mengelola resistensi dalam perubahan.
  • Mampu bekerja melalui setiap proses transisi menuju perubahan.
  • Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan semua pihak sepanjang proses perubahan.
  • Mampu melaksanakan perubahan secara sistematis dan proaktif melalui dukungan dari semua pihak selama proses perubahan.
  • Cerdas mengelola proses perubahan melalui rencana, proses, fasilitas, organisasi, budaya, nilai, komunikasi, kegiatan politik kantor, kolaborasi, kegiatan simbolik, pemanfaatan sumber daya, dan manajemen diri sendiri.
  • Mampu mengorganisir untuk Perubahan: Mengembangkan struktur yang terintegrasi, sistem, kebijakan dan prosedur untuk cepat mengeksekusi perubahan strategi, rencana dan program.

MATERI PELATIHAN

HARI KE-1

Sesi 1: Manajemen Perubahan Dan Manfaatnya Untuk Kemajuan Organisasi.

Sesi 2: Memahami Prinsip-Prinsip Inti Manajemen Perubahan.

Sesi 3: Kecerdasan Emosional Untuk Membentuk Dan Memelihara Integritas Dan Loyalitas Terhadap Manajemen Perubahaan.

Sesi 4: Meningkatkan Kemampuan Strategi Komunikasi Dalam Manajemen Perubahan.

HARI KE-2

Sesi 5: Energi Organisasi Dan Peran Kepemimpinan Dalam Manajemen Perubahan.

Sesi 6: Budaya Kolaborasi Untuk Meningkatkan Kualitas Manajemen Perubahaan .

Sesi 7. Budaya Organisasi Sebagai Pendorong Mempercepat Perubahan.

Sesi 8: Mengelola Resistensi Terhadap Perubahan Dan Memotivasi Mindset Untuk Perubahan.

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Untuk Training Hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax      : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

EKONOMI UNTUK SIAPA? PERANG ANTARA TEKNOLOGI DAN MANUSIA!

“Di Zaman Ini, Ekonomi Adalah Mindset Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Hidupnya Dengan Melakukan Apa Saja Demi Uang.” – Djajendra

Ketika semua proses ekonomi mengotomatisasi dirinya dengan teknologi canggih, maka manusia sebagai pelaku ekonomi produksi sedang terancam untuk digantikan oleh mesin berteknologi tinggi. Dan pada akhirnya, sebagian besar manusia hanya akan menjadi konsumen tanpa terlibat dalam proses produksi atau proses penciptaan. Persoalannya, kemana atau apa yang akan dikerjakan oleh sebagian besar orang di masa depan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka? Perang antara teknologi dan manusia memang sedang terjadi, tapi manusia sedang tidak menyadarinya.

Di zaman ini, perilaku ekonomi sangat tergantung kepada nilai tambah dengan fokus kepada uang. Uang telah menjadi sebuah ukuran tentang keberhasilan ekonomi untuk hal apa pun. Oleh karena itu, efisiensi selalu menjadi prioritas utama dalam semua kebijakan ekonomi. Semakin hari semakin banyak negara dan pemikir ekonomi mulai melupakan makna sejati dari ekonomi. Sebagian besar pelaku ekonomi telah mengabdikan dirinya untuk tunduk kepada hukum menciptakan keuntungan yang maksimal dengan modal yang sekecil mungkin. Banyak orang sudah tidak memahami lagi tentang ekonomi itu untuk siapa dan untuk apa. Banyak orang sudah lupa bahwa ekonomi itu sesungguhnya bermakna untuk membuat semua orang secara adil dan wajar mampu memenuhi kebutuhan kehidupan dasar sehari-hari dalam kehormatan dan ketahanan diri. Ekonomi hari ini adalah ekonomi komersial yang menguangkan semua hal demi keuntungan maksimal.

Realitas memperlihatkan bahwa semakin hari semakin banyak negara-negara di dunia ini yang mengalami kesulitan untuk menciptakan pekerjaan bagi calon pencari kerja. Malahan jumlah pekerja juga dari waktu ke waktu terus digantikan oleh sistem dan teknologi canggih demi menciptakan efisiensi dan daya saing yang lebih kuat untuk keuntungan maksimal. Hal ini membuat banyak negara sedang menanam benih potensi bahaya pengangguran, yang suatu hari mungkin akan menjadi masalah keamanan yang menghilangkan rasa damai kehidupan. Sistem perekonomian yang tidak pro kemanusiaan akan menghapus hak dasar individu dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan lainnya.

Secara umum, semua bangsa-bangsa di dunia mengikuti sistem ekonomi dari sudut pandang ekonomi akademis. Ekonomi akademis adalah ekonomi yang dilahirkan dari hasil pemikiran para ahli yang diciptakan melalui institusi-institusi pendidikan tinggi, berdasarkan hasil riset dan persepsi. Para ahli telah memformulasikan berbagai teori dan konsep ekonomi yang sekarang ini kita gunakan dalam memahami ekonomi. Tetapi, saya juga melihat tentang kekuatan ekonomi realitas. Ekonomi realitas adalah ekonomi yang dihadapi oleh berbagai individu, rumah tangga, atau kelompok masyarakat yang sering sekali tidak sesuai dengan konsep atau teori dari ekonomi akademis.  Dua sudut pandang ekonomi ini berbeda tujuan dan kepentingan.

Ilmu ekonomi seharunya memiliki kesadaran dan kecerdasan sosial yang tinggi untuk menghapus jarak keterbelakangan sosial kehidupan diantara masyarakat. Ilmu ekonomi seharusnya terlepas dari ilmu politik, dan lebih menyatu kepada ilmu kemanusiaan untuk keadilan dan kewajaran. Kebijakan ekonomi seharusnya menciptakan kesempatan untuk setiap masyarakat dalam hal mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang adil dan wajar. Membiarkan ekonomi dikuasai oleh kekuatan uang dengan mengalahkan kepentingan kemanusiaan dan keadilan dalam mendapatkan kehidupan, akan membuat ilmu ekonomi itu menjadi tidak bermanfaat untuk kehidupan kemanusiaan.

Peran teknologi dan mesin canggih haruslah bertujuan untuk menciptakan semakin banyak kesempatan kerja buat kehidupan setiap individu. Oleh karena itu, ilmu ekonomi harus memperbaiki dirinya untuk mengabdi kepada kemanusiaan, bukan mengabdi kepada keuntungan maksimal. Ilmu ekonomi harus menjadi fondasi yang tangguh untuk memudahkan setiap individu berkarya dan berkinerja untuk kesejahteraan dan kemakmurkan kehidupan setiap manusia di sudut bumi manapun. Ilmu ekonomi tidak boleh menjadi sebab akibat dari timbulnya kemiskinan kehidupan manusia, dan terciptanya jarak peradaban di dalam realitas kehidupan manusia. Kita semua harus jujur bahwa ekonomi di bumi ini telah menciptakan peradaban kehidupan manusia yang tertinggal ratusan tahun dan yang sudah sangat maju bersama peradaban baru.

Bila perang antara teknologi dan manusia dibiarkan, maka manusia akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan, dan hal ini akan membuat tingkat pengangguran menjadi semakin tinggi, yang pada akhirnya akan membuat ekonomi individu dan rumah tangga tersandra oleh utang yang bunga berbunga yang tak akan terselesaikan hingga akhir zaman. Artinya, orang-orang akan menggali lubang besar utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka agar bisa tetap hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Ekonomi Hari Ini Adalah Ekonomi Komersial Yang Menguangkan Semua Hal Demi Keuntungan Maksimal. “ – Djajendra

CARA MENDAPATKAN PELANGGAN BERKUALITAS

“Mayoritas Pebisnis Lahir Karena Tidak Punya Uang, Tapi Mereka Punya Gagasan Terhadap Produk Dan Jasa Sesuai Kebutuhan Dan Harapan Pelanggan.” – Djajendra

Rahasia sukses dalam bisnis adalah mendapatkan dan merawat sebanyak mungkin pelanggan melalui nilai-nilai cinta, kasih sayang, toleransi, kesabaran, pengampunan, kepuasan, rasa tanggung jawab, rasa keutuhan dan kerukunan, yang membawa kebahagiaan baik untuk diri Anda, perusahaan, pimpinan, rekan-rekan kerja, dan pelanggan. Bila Anda mampu dan memiliki rencana yang teruji untuk memberikan sebanyak mungkin kebahagiaan dan kepuasaan kepada pelanggan Anda, maka yakinlah bahwa semua pelanggan Anda berpotensi menjadi setia untuk mengabdi kepada produk dan jasa yang Anda tawarkan.

Satu-satunya syarat terpenting dalam berbisnis adalah memiliki pelanggan setia. Saya lahir dari keluarga bisnis, sejak kecil saya memperhatikan aktivitas bisnis orang tua saya dan lingkungan bisnis lainnya. Hal terpenting yang saya pelajari dari lingkungan bisnis adalah bukan uang yang menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis, tapi pelangganlah yang menjadi fondasi utama dari keberhasilan sebuah bisnis. Mayoritas pebisnis lahir karena tidak punya uang, tapi mereka punya gagasan terhadap produk dan jasa sesuai kebutuhan dan harapan pelanggan. Dan pada akhirnya, walaupun mereka tidak punya uang, tapi melalui uang pelanggan, mereka mampu membangun perusahaan-perusahaan besar.

Teman saya yang berasal dari keluarga yang sangat tidak mampu ekonomi, tapi dia pintar menggambar layaknya seorang arsitek interior, di mana keterampilan ini dia dapatkan dengan cara belajar secara otodidak. Dengan bermodalkan gambar, tanpa uang, dia berhasil mendapatkan pelanggan. Uang muka dari pelanggan tersebut dia gunakan untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi. Setelah puluhan tahun berlalu, hari ini teman saya tersebut telah menjadi orang kaya dengan segala kemewahan hidupnya. Pelanggan telah membuatnya menjadi orang yang kaya raya dengan segala kemewahan hidup. Oleh karena itu, sampai hari ini dia tetap sadar diri untuk melayani pelangganya dengan cinta dan kasih sayang dalam tanggung jawab dan kesabaran.

Saya teringat dengan kata-kata Dr. Micheal LeBoeuf di dalam bukunya yang berjudul How To Win Customers And Keep Them For Life, yang mengatakan bahwa kualitas pelayanan bukanlah suatu lomba lari jarak jauh. Ia adalah kumpulan dari sejumlah lari jarak pendek yang berkesinambungan. Artinya, pelayanan pelanggan haruslah dilakukan secara bertahap melalui perilaku sabar, tenang, dan penuh tanggung jawab untuk memenangkan dan memuaskan perasaan pelanggan atas semua persoalan kecil dan tantangan kecil. Dalam hal ini, peran kepemimpinan dalam mencapai keselarasan nilai dan konsistensi pelayanan akan sangat menentukan tingkat keberhasilan pelayanan pelanggan. Perspektif moral positif dari kepemimpinan untuk memperhatikan semua hal-hal kecil di dalam pelayanan pelanggan akan menentukan bagaimana setiap karyawan termotivasi untuk bergerak cepat melalui nilai-nilai cinta dan kasih sayang untuk menciptakan karakter pelayanan yang membuat pelanggan setia selamanya.

Mendapatkan pelanggan berkualitas melalui cinta dan kasih sayang haruslah dilakukan melalui kesadaran dan kecerdasan sosial, melalui kekuatan berbasis budaya pelayanan yang berintegritas terhadap etika dan moral. Tanpa keunggulan budaya pelayanan atas dasar etika dan moral, maka cinta dan kasih sayang kepada pelanggan akan terasa hambar dan tanpa makna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEKUATAN PENGARUH

“Perasaan Dan Pikiran Sering Sekali Lebih Berpengaruh Dibandingkan Fakta, Tapi Fakta Adalah Realitas Yang Terlihat Oleh Logika.” – Djajendra

Orang-orang bijak selalu memanfaatkan kekuatan pengaruh untuk mengubah arah peristiwa dan mengatasi resistensi terhadap perubahan. Anda juga dapat memanfaatkan kekuatan pengaruh untuk mengembangkan semua potensi di sekitar diri Anda untuk tujuan kesuksesan diri sendiri, tim, organisasi, dan orang lain. Bila kekuatan pengaruh dilakukan melalui sikap dan perilaku yang adil, terbuka, wajar, jujur, dan penuh tanggung jawab; maka dia akan menjadi kekuatan yang menyatukan semua perbedaan untuk mendapatkan sebuah hasil akhir yang cemerlang.

Melalui kekuatan pengaruh Anda dapat mengubah sikap atau perilaku seseorang untuk menjadi lebih berkualitas dan berkinerja; melalui kekuatan pengaruh Anda dapat menggunakan kekuasaan dan jabatan Anda untuk menciptakan prestasi dan karya besar; melalui kekuatan pengaruh Anda dapat menjalankan setiap proses dengan cara mempengaruhi setiap orang di tempat kerja agar dapat berkontribusi untuk mencapai tujuan organisasi; melalui kekuatan pengaruh Anda dapat beroperasi secara cerdas di dalam hirarki organisasi mulai dari atas, bawah, kiri, dan kanan. Kekuatan pengaruh yang kuat akan menciptakan persepsi dan logika berpikir yang membuat seseorang tergantung pada mindset orang yang memiliki pengaruh.

Ada banyak cara untuk memiliki pengaruh atas orang lain. Mulai dari cara-cara persuasif  yang rasional sampai dengan cara-cara yang memaksa. Cara-cara persuasi rasional dengan menggunakan kekuatan logis, akal sehat, dan bukti-bukti faktual untuk membangkitkan antusias orang lain agar patuh terhadap nilai-nilai yang terbungkus dalam pengaruh, akan menciptakan perasaan kesetiaan dan persahabatan yang luar biasa. Sedangkan cara-cara pemaksaan melalui peraturan, kebijakan, hukum, undang-undang, etika, budaya, atau pun moral, akan menciptakan perasaan setengah hati terhadap pengaruh.

Melalui kekuatan pengaruh bekerjalah untuk menjadikan setiap orang lebih berharga, lebih penting, lebih terhormat, dan lebih mampu dalam menghadapi kehidupan diri sendiri dan kehidupan pekerjaan. Miliki niat suci untuk mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang membuat orang lain menjadi lebih berkualitas di dalam kehidupan;  berikan informasi-informasi yang bermanfaat untuk tujuan kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan, kesehatan, dan kemajuan; miliki strategi, kredibilitas, emosi, dan logika mempengaruhi yang membuat orang-orang berkomitmen untuk menciptakan karya dan prestasi besar untuk peradaban kehidupan yang lebih cemerlang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN LEADERSHIP 1 HARI 8 JAM DJAJENDRA

PELATIHAN LEADERSHIP 1 HARI 8 JAM DJAJENDRA

TEMA

Sesi 1: Effective Leadership, Motivation  And Character

Sesi 2: Ethical Leadership

Sesi 3: Excellence In Leadership

Sesi 4: Leadership Managing People

“Pemimpin Harus Berani Bertindak Melalui Rencana Dan Tata Kelola Yang Etis Dari Kepribadian Yang Berintegritas Untuk Kebaikan Stakeholder Dan Organisasi.” – Djajendra

DESKRIPSI

Pemimpin yang efektif  wajib memiliki keterampilan, pengetahuan, perilaku, emosi, sikap, etika, integritas, keunggulan,dan keunikan yang membedakan dirinya dari orang yang dia pimpin. Dia harus bisa menjadi pemimpin yang sukses dalam menginspirasi dan memotivasi orang lain. Dia harus menjadi pemimpin dengan kemampuan untuk menciptakan visi dan mentransfernya ke orang di sekitar dia. Dia harus menjadi pemimpin yang menciptakan harapan dan memperjuangkan semua harapan itu bersama-sama orang yang dia pimpin dengan cara-cara yang etis, efisien, kreatif, dan produktif. Dia harus bisa menjadi jembatan komunikasi antara semua fungsi dan peran kerja, serta cerdas membuat perencanaan dan cerdas mengelola orang untuk menjalankan perencanaan yang dibuat.

Program pelatihan kepemimpinan selama satu hari ini memiliki nilai-nilai kepemimpinan, yang akan memperkuat potensi kepemimpinan yang ada saat ini di dalam diri masing-masing peserta. Materi – materi yang diberikan oleh motivator akan menjadi stimulasi untuk membangkitkan hasrat dan antusiasme peserta dalam menyiapkan diri dan mind set untuk menjadi pemimpin sesuai harapan organisasi.

Peserta akan dimotivasi untuk menjadi pemimpin yang memiliki keberanian dalam pemecah masalah, mendorong kreatifitas, kepercayaan diri, memimpin berdasarkan nilai dan integritas, serta mampu mengatasi kemunduran kinerja kepemimpinan dengan cara-cara yang efektif dan sederhana. Motivator akan menunjukkan kepada peserta tentang pentingnya integritas, etika, karakter, emosional yang cerdas, antusiasme, tekad, keyakinan, tanggung jawab, kerja keras, disiplin,dan kebijaksanaan, dalam kepemimpinan yang berkualitas.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

Membangun kepemimpinan yang efektif melalui karakter dan motivasi yang sesuai dengan visi, nilai, dan misi organisasi.

Membangun kepemimpinan autentik, yaitu: kepemimpinan yang memimpin berdasarkan nilai, integritas, etika, tanggung jawab moral, dan bekerja berdasarkan data dan informasi yang benar untuk tindakan yang sesuai dengan visi dan misi organisasi.

Membangun kepemimpinan yang unggul dalam semua aspek kepemimpinan di tempat kerja.

Membangun kepemimpinan yang mampu memimpin melalui kekuatan kepribadian, pengetahuan, keterampilan, cara-cara unik yang menjadi ciri keunggulan individu.

Membangun kepemimpinan yang beretika disemua aspek kerja kepemimpinan.

Membangun kepemimpinan yang berkelanjutan untuk memastikan keunggulan organisasi di masa depan.

Membangun kepemimpinan yang cerdas secara emosional dalam semua aspek dan perilaku kepemimpinan.

Membangun kepemimpinan yang cerdas mengelola sumber daya manusia untuk keberhasilan organisasi dan stakeholder.

Membangun pemimpin masa depan dengan memahami berbagai tantangan di masa depan.

 

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

Peserta akan belajar cara mengembangkan karakter yang mendukung tujuan organisasi.  Menggunakan berbagai strategi yang memanfaatkan motivasi dan sifat-sifat kepribadian untuk mencapai prestasi, pengakuan, dan pencapaian yang optimal.   Kemampuan  kepemimpinan untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang efektif; di mana, setiap individu rela menerapkan kemampuan yang unik untuk sebuah misi bersama. Peserta juga akan belajar cara memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan untuk melakukan pekerjaan berkualitas. Belajar untuk memiliki komitmen, motivasi, kemauan, dan keyakinan untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas.

Peserta akan belajar cara menjadi pemimpin sejati yang jujur dan yang dapat dipercaya. Mampu menjalankan fungsi kepemimpinan sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai kepemimpinan berkualitas. Mampu mengabdikan diri untuk menjalani setiap proses kepemimpinan dengan sikap, perilaku, dan kebiasaan positif yang terpuji.

Peserta akan belajar cara mencapai keunggulan dalam semua aspek kepemimpinan. Cara bertindak secara konsisten terhadap visi, tujuan, dan mampu melepaskan diri dari hambatan, serta selalu berkomitmen untuk prestasi tertinggi. Cara untuk tetap berada dalam tujuan dan cerdas untuk memusatkan semua energi pada tujuan yang ingin dicapi. Termasuk, kemampuan untuk mengatasi kemungkinan paling sulit.

Peserta akan belajar cara memimpin dengan kekuatan diri sendiri; cerdas untuk mengidentifikasi potensi dan bakat diri sendiri; mampu memahami persepsi  dari budaya, pelanggan, bentuk, batas, dan pandangan individu lainnya terhadap bakat yang dimiliki.

Peserta akan belajar cara menjalankan etika kepemimpinan. Cara menjalankan prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai yang disepakati bersama untuk mengarahkan organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia sesuai visi. Kepemimpinan yang patuh menjalankan hukum, peraturan, core values organisasi, SOP, kode etik, good governance, dan budaya organisasi.

Peserta akan belajar cara mengembangkan kepemimpinan yang berkelanjutan melalui kecerdasan emosional. Peserta akan diberikan pencerahan bahwa organisasi didirikan untuk sepanjang jaman, sedangkan sebuah kepemimpinan sangatlah singkat masa kekuasannya dibandingkan umur dan eksistensi organisasi. Jiwa besar, kontribusi, dan pengabdian kepemimpinan untuk meninggalkan warisan kepemimpinan yang berkualitas adalah hal yang akan membuat organisasi selalu kuat dan mampu menyesuaikan diri dalam perubahan seperti apa pun.

Peserta akan belajar cara memilih, mengelola, dan mempertahankan staf. Belajar tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi individu; isu-isu kunci dari komposisi tim kerja, termasuk: kekompakan dan komunikasi. Cara  meningkatkan kemampuan orang-orang dalam sebuah organisasi.

Peserta akan belajar untuk mempersiapkan diri menjawab tantangan masa depan, yaitu: secara proaktif memiliki potensi kepemimpinan dan mengekspos potensi tersebut untuk mengembangkan potensi organisasi dan sumber daya secara efisien, efektif, dan tanpa pemborosan.

Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk membangkitkan potensi terbaik dari dalam diri.

Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk mengembangkan kecerdasan kepemimpinan untuk bisa menciptakan tempat kerja yang efektif, harmonis, dan yang membahagiakan semua pihak.

Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk menjadi pemimpin yang efektif di semua aspek, fungsi, dan peran kerja.

Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju hidup yang diperkaya dengan nilai-nilai positif.

Peserta dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming, Role Play, Studi Kasus, Latihan, Diskusi, Games, Ice Breaker.

MATERI PEMBAHASAN

PK.08.30 -10.00 WIB. SESI 1: EFFECTIVE LEADERSHIP, MOTIVATION  AND CHARACTER

Peserta akan belajar cara mengembangkan karakter yang mendukung tujuan organisasi.  Menggunakan berbagai strategi yang memanfaatkan motivasi dan sifat-sifat kepribadian untuk mencapai prestasi, pengakuan, dan pencapaian yang optimal.   Kemampuan  kepemimpinan untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang efektif; di mana, setiap individu rela menerapkan kemampuan yang unik untuk sebuah misi bersama. Peserta juga akan belajar cara memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan untuk melakukan pekerjaan berkualitas. Belajar untuk memiliki komitmen, motivasi, kemauan, dan keyakinan untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas.

PK.10.00 – 10.15 WIB. COFFEE BREAK

PK.10.15 -12.00 WIB. SESI 2: ETHICAL LEADERSHIP

Peserta akan belajar cara menjalankan etika kepemimpinan. Cara menjalankan prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai yang disepakati bersama untuk mengarahkan organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia sesuai visi. Kepemimpinan yang patuh menjalankan hukum, peraturan, core values organisasi, SOP, kode etik, good governance, dan budaya organisasi.

PK.12.00 – 13.00 WIB. LUNCH BREAK

PK. 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3:EXCELLENCE IN LEADERSHIP

Peserta akan belajar cara mencapai keunggulan dalam semua aspek kepemimpinan. Cara bertindak secara konsisten terhadap visi, tujuan, dan mampu melepaskan diri dari hambatan, serta selalu berkomitmen untuk prestasi tertinggi. Cara untuk tetap berada dalam tujuan dan cerdas untuk memusatkan semua energi pada tujuan yang ingin dicapi. Termasuk, kemampuan untuk mengatasi kemungkinan paling sulit.

PK.14.30 – 14.40 WIB. COFFEE BREAK

PK.14.40 – 16.30 WIB. SESI 4. LEADERSHIP MANAGING PEOPLE

Peserta akan belajar cara memilih, mengelola, dan mempertahankan staf. Belajar tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi individu; isu-isu kunci dari komposisi tim kerja, termasuk: kekompakan dan komunikasi. Cara  meningkatkan kemampuan orang-orang dalam sebuah organisasi.

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

UNTUK TRAINING HUBUNGI:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax      : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

 

 

KEYAKINAN UNTUK KEHORMATAN DIRI

“Kehormatan Diri Hanya Dapat Dihasilkan Melalui Nilai-Nilai Keyakinan Untuk Kemanusiaan Dan Keadilan Dalam Tanggung Jawab Sosial Kehidupan.” – Djajendra

Tindakan selalu dipandu oleh pertimbangan dari keyakinan diri terhadap sebuah hal atau nilai. Keyakinan itu sendiri berasal dari berbagai sumber, misalnya: keyakinan yang bersumber dari ego atau perilaku ngotot diri sendiri; keyakinan yang bersumber dari sifat normatif, yaitu dari sumber etika, moral, dan hukum; keyakinan yang bersumber dari pengalaman hidup, yang pada akhirnya diri akan mengontrol diri sendiri untuk hal-hal yang tidak dikehendaki atas dasar pengalaman masa lalu; keyakinan yang bersumber dari kesadaran diri sendiri, yaitu saat diri memiliki integritas terhadap kehidupan dan dirinya sendiri; keyakinan yang bersumber dari pengaruh lingkungan, yaitu nilai-nilai dan kepercayaan lingkungan terhadap sebuah hal atau nilai kehidupan yang berpotensi merubah pandangan individu.

Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang bertanya kepada saya tentang cara membangun keyakinan untuk menjaga dan merawat kehormatan diri. Pertanyaan ini muncul karena orang yang bertanya tersebut sedang sangat bingung melihat orang-orang disekitarnya menjadi tidak konsisten dengan nilai-nilai keyakinan hidup mereka. “Secara formal orang-orang di sekitar saya terlihat sangat luar biasa holistik dalam menjalankan nilai-nilai keyakinan untuk menjadi jujur dan baik. Tapi, realitas memperlihatkan sebagian besar dari mereka menjadi tidak jujur saat menggunakan kekuasaan, jabatan, uang, dan kekuatan untuk keuntungan pribadi atau kelompok mereka sendiri. Kenapa bisa begitu?” Tanya orang tersebut kepada saya.

“Hidup adalah pilihan, dan hanya Anda sendiri yang mampu memilih diri Anda untuk menjadi jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Keyakinan untuk kehormatan diri bisa didapatkan melalui latihan dalam ketekunan dan disiplin tinggi. Oleh karena itu, latihlah pikiran, dan setiap detik ucapkan kata-kata melalui hati nurani terdalam atas nilai-nilai keyakinan Anda untuk membuat diri Anda selalu berada dalam kehormatan seperti yang Anda inginkan. Bila seseorang menjadi tidak jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, maka dia berpotensi menciptakan hal-hal negatif untuk kehidupan sosial. Misal, dengan menjadi orang yang tidak jujur; maka secara tidak langsung dia berpotensi menyakiti kehidupan orang lain, menyinggung perasaan orang lain, menciptakan kemiskinan dalam kehidupan, menciptakan kemunduran peradaban, menciptakan kebodohan, dan menambah satu musuh baru setiap hari.” Kata saya kepada orang tersebut.

Kehormatan diri membutuhkan kekuatan positif untuk menghasilkan pribadi jujur yang dapat diandalkan untuk kebaikan. Termasuk,  diperlukan komitmen, dedikasi, disiplin, tanggung jawab, integritas, tindakan nyata, cinta, dan perilaku untuk memperkuat pengaruh positif diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

WORK LIFE BALANCE TRAINING 1 HARI 8 JAM

WORK LIFE BALANCE TRAINING 1 HARI 8 JAM – DJAJENDRA

PROGRAM PELATIHAN MOTIVASI KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA 1 HARI 8 JAM

JUDUL: BEKERJA LEBIH PRODUKTIF MELALUI KESEJAHTERAAN PRIBADI DAN ORGANISASI

“Dalam Mental Yang Bahagia Akan Ada Kesadaran Untuk Menghasilkan Kebahagiaan Yang Lebih Banyak.” – Djajendra

Program pelatihan Work Life Balance bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai profesionalisme dalam kedewasaan perilaku kerja individu untuk bisa memahami peran dan fungsinya sebagai pekerja yang memiliki tanggung jawab terhadap nilai, misi, visi, dan tujuan organisasi tempat dia bekerja ; sebagai keluarga yang harus memenuhi komitmen terhadap kebahagian, kesehatan, dan kesejahteraan keluarganya; sebagai pribadi yang harus selalu merawat potensi, kualitas, kemampuan, dan pengetahuan untuk membuat dirinya cemerlang di tempat kerja; sebagai pribadi sosial yang harus memiliki keterlibatan dalam kehidupan di masyarakat luas; sebagai pribadi spiritual yang wajib menjalankan kehidupan yang lebih holistik dalam keseimbangan untuk kedamaian batin dan pikiran. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan, keterampilan, wawasan, dan motivasi kepada karyawan dan pimpinan di tempat kerja, untuk berbagi waktu dan energi secara adil dan wajar, antara pekerjaan dengan seluruh aspek kehidupan.

Melalui pelatihan Work Life Balance, peserta akan semakin memahami tanggung jawabnya kepada kehidupan dan pekerjaan. Kehidupan yang seimbang antara pekerjaan, keluarga, dan semua aspek kehidupan lainnya akan membuat peserta mampu membagi fokus perhatian pada semua bidang kehidupan secara adil dan wajar. Pelatihan ini juga akan menghindarkan peserta dari penyebab ketegangan dan tekanan di tempat kerja, serta selalu mampu berdamai dengan segala situasi dan kondisi. Peserta akan diberikan filosofi, nilai-nilai, cara, sistem, alat, kiat, dan motivasi untuk membangun kehidupan pribadi dan pekerjaan yang seimbang.

Pelatihan Work Life Balance akan mendorong peserta untuk meningkatkan kualitas fisik, intelektual, dan emosional agar bisa hadir secara berkualitas dalam perannya di dalam organisasi. Termasuk, mendewasakan cara berpikir dan bersikap melalui nilai-nilai keseimbangan hidup dan kerja yang profesional.

MATERI PEMBAHASAN

SESI 1: ACHIEVING WORK-LIFE BALANCE

SESI 2: VALUES, ATTITUDES,  PERSONALITY  AND EMOTIONAL INTELLIGENCE

SESI 3: SELF MANAGEMENT  AND MENTAL WELL-BEING

SESI 4: SELF AWARENESS FOR WORK LIFE BALANCE

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com