KAYA ITU NIKMAT

“Diri Yang Tersesat Di Ruang Kehidupan Sebatas Uang Dan Harta Benda Adalah Diri Yang Akan Kehilangan Kedamaian Dan Ketenangan Kehidupan.” – Djajendra

Tidak ada orang yang tidak ingin hidup dalam kekayaan. Kaya batin, kaya uang, kaya harta benda, kaya pikiran, kaya cinta, kaya kesehatan,  kaya dalam kesejahteraan emosi dan spiritual, serta kaya dalam keutuhan bersama keluarga, adalah sederetan kekayaan yang selalu membawa orang-orang kepada nikmat kehidupan.

Fakta memperlihatkan bahwa manusia dalam hidupnya selalu menghabiskan waktu dan energi untuk mencari kekayaan. Di mana, sebagian besar orang-orang lebih suka mencurahkan energi dan waktunya hanya untuk mencari kekayaan finansial atau harta benda, dan suka mengabaikan dirinya untuk mencari dan memperoleh kekayaan-kekayaan lainnya selain uang dan harta benda. Hal inilah yang pada akhirnya membuat mereka berkehidupan dalam ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan hidup.

Perasaan cinta yang berlebihan terhadap uang dan harta benda akan menghadirkan rasa takut dalam ketidakbahagiaan hidup. Takut miskin, takut gagal, takut kehilangan, takut tidak kebagian, takut rugi, takut ini atau takut itu; dan akan ada pembiaraan terhadap rasa takut untuk memimpin kehidupan dan sikap yang bersedia mengabdikan diri untuk melayani rasa takut. Cinta terhadap kekayaan uang dan harta benda akan mengecilkan arti kesejahteraan emosional dan spiritual. Termasuk, mengecilkan arti cinta terhadap keluarga, teman, dan lingkungan.

Untuk mendapatkan kekayaan sejati manusia harus selalu melaluinya dalam jalan ketekunan, ketenangan, kesabaran, disiplin, kualitas, kerja cerdas, dan doa-doa untuk membimbing diri agar selalu bersyukur dan berterima kasih dengan realitas. Sifat dan perilaku diri yang tetap terus berusaha untuk mendapatkan keharmonisan dalam keseimbangan hidup, dalam tantangan seberat apa pun, adalah sebuah perilaku yang akan membuat diri mampu menikmati kekayaan sejati kehidupan.

Kaya itu nikmat dan oleh karenanya setiap orang harus cerdas menjalani hidupnya bukan dalam keabu-abuan kehidupan, tapi dalam terang yang mampu melihat seluruh aspek kekayaan sejati secara jelas dalam realitas. Diri yang tersesat di ruang kehidupan sebatas uang dan harta benda adalah diri yang akan kehilangan kedamaian dan ketenangan kehidupan. Pastikan jiwa, raga, dan pikiran  Anda telah berjalan bersama doa-doa untuk bimbingan menuju kekayaan sejati, dan miliki sikap syukur untuk menciptakan kelimpahan di dalam semua aspek kekayaan sejati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com