JADILAH MANAJER YANG TEPAT UNTUK KARYAWAN ANDA

“Mindset Seorang Manajer Bukanlah Untuk Berkeluh-Kesah, Tapi Untuk Membuat Karyawan Melakukan Pekerjaan Yang Mereka Miliki Dengan Bakat Dan Gairah Yang Nyata.” – Djajendra

Baru-baru ini, saya berbicara dengan seorang manajer perusahaan yang merasa sangat sulit mendapatkan karyawan dengan kualitas terbaik. Dia merasa para karyawannya asal bekerja dan tidak memiliki semangat untuk menghasilkan pekerjaan dengan berkualitas. Dan dia berpersepsi bahwa  semua karyawan yang dia rekrut adalah orang-orang profesional yang memiliki pengalaman, serta jam terbang yang cukup banyak, sehingga tidak perlu lagi diajarin cara bekerja.

Saya katakan kepada manajer tersebut, bila karyawan tidak dilatih dan diarahkan secara terus-menerus terhadap pekerjaannya dengan seperangkat nilai-nilai budaya kerja, maka karyawan akan kehilangan kesadaran untuk  melakukan pekerjaan sesuai budaya perusahaan. Dan, hal ini akan sangat merusak rencana perusahaan dalam mencapai misi dan tujuan.

Manajer yang saya temui ini terlihat lebih suka mengeluh atas ketidakmampuan karyawan, tapi tidak ikhlas mengeluarkan biaya untuk melatih dan mempersiapkan mental karyawan agar karyawan mampu melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai harapan perusahaan. Bila mental dan perilaku karyawan tidak disiapkan untuk patuh pada nilai-nilai budaya kerja, maka karyawan akan mudah bosan dan membenci tuntutan perusahaan kepada mereka. Tapi, bila karyawan disiapkan secara serius, seperti layaknya atlit-atlit yang akan mengikuti kompetisi yang panjang, maka semangat mereka dengan mudah terbakar, dan mereka pun akan mulai memanfaatkan potensi dan kemampuan mereka untuk membantu perusahaan.

Banyak pimpinan perusahaan kadang terlihat lebih peduli kepada mesin dan perlatan kerja daripada kepada karyawan. Bila ada sedikit kerusakan atau gangguan terhadap mesin dan peralatan kerja, maka pimpinan akan terlihat lebih serius untuk menanganinya. Tapi, bila semangat dan perilaku kerja karyawan terganggu, maka pimpinan akan selalu menyalahkan karyawan, dan tidak mencari solusi untuk memperbaiki gangguan terhadap karyawan.

Manusia adalah harta yang paling penting dan paling mahal. Sebab, tanpa manusia tidak ada perusahaan yang bisa bergerak untuk mencapai keuntungan maksimal. Pikiran dan perasaan manusia jauh lebih penting daripada mesin dan perlengkapan kerja. Bila pimpinan perusahaan tidak mampu menjadi seorang ahli untuk membuat karyawan tampil luar biasa di dalam rutinitas pekerjaan, maka pimpinan harus mencari para ahli yang bisa membantu dirinya untuk mempersiapkan karyawan-karyawan yang berkualitas untuk pekerjaan berkualitas.

Seorang karyawan akan melakukan yang terbaik pada pekerjaan yang dia suka lakukan. Oleh karena itu, seorang manajer harus cerdas memahami potensi dan bakat karyawan kemudian mengelola karyawan untuk mencintai pekerjaan yang mereka tekuni. Manajer tidak boleh sekedar berkeluh-kesah dan membiarkan karyawannya hidup dalam penderitaan batin di tempat kerja. Manajer harus secara proaktif  mendekati dan memberikan arahan yang mendukung semangat kerja karyawan.

Lebih penting lagi, manajer harus selalu menjadi lebih sensitif terhadap kemampuan dan kepentingan karyawan. Setiap pekerjaan karyawan harus dipedulikan dan diperhatikan dengan penuh tanggung jawab. Manajer harus selalu memikirkan untuk menempatkan karyawan dalam pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Manajer harus selalu bertanggung jawab atas tugas-tugas karyawan. Bila karyawan tidak mampu, maka manajer harus menaruh perhatian dan energi untuk membuat karyawan yang tidak mampu menjadi mampu. Mindset seorang manajer bukanlah untuk berkeluh-kesah, tapi untuk membuat karyawan melakukan pekerjaan yang mereka miliki dengan bakat dan gairah yang nyata.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com