PERASAAN CURIGA

“Perasaan Curiga Seperti Api, Kalau Kecil Bermanfaat, Tapi Kalau Sudah Sangat Besar Bisa Membakar Kehidupan.” – Djajendra

Perasaan curiga dan mencurigai adalah hal yang sangat manusiawi. Tapi, bila seseorang tidak mampu mengendalikan perasaan curiganya, maka dia akan hidup dalam keraguan dan ketidakdamaian hati. Dalam kata lain, dia akan menderita dan cemas terhadap hal-hal yang dia curigai tersebut.

Kehidupan yang baik adalah kehidupan atas dasar kepercayaan. Saling percaya dan saling berbagi dalam kejujuran, dan tidak membohongi atau mencurangi satu sama lain adalah fondasi yang baik untuk menghapus perasaan curiga dan mencurigai. Pada dasarnya, setiap orang berhak untuk memiliki perasaan curiga. Sebab, curiga dan mencuriga adalah hak pribadi seseorang, tapi jangan sampai perasaan curiga menjadi kekuatan yang merusak niat baik dan kedamaian kehidupan.

Perasaan curiga dalam kadar rendah akan membuat diri mampu memproteksi risiko kehidupan yang tidak dikehendaki. Tetapi, bila perasaan curiga sudah menjadi mindset dan gaya hidup, maka semua hal baik pun akan dilihat dari sisi negatif dan tidak akan ada ruang di hati untuk melihat sisi baik.

Curiga berarti membebani diri dengan hal-hal negatif atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sejujurnya, kehidupan sering sekali dilayani dengan perilaku tidak jujur. Hal inilah yang membuat banyak orang menderita gangguan perasaan curiga. Curiga dan mencurigai adalah persoalan perasaan dan pikiran yang tidak mempercayai hal-hal yang dicurigai tersebut. Bila semua orang sudah terperangkap ke dalam budaya kehidupan yang saling curiga dan mencurigai, maka berakhirlah kedamaian dan ketenangan di dalam kehidupan. Kedamaian dan ketenangan hanya dapat muncul dalam budaya kehidupan yang saling percaya dan mendukung.

Perasaan curiga yang berlebihan merupakan hambatan mental yang berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi tidak bahagia di sepanjang kehidupannya. Ketakutan dan ketidakpercayaan yang berlebihan di dalam diri akan memunculkan perasaan curiga, dan kondisi ini akan merepotkan diri sendiri. Tidak percaya? Cobalah amati dan renungkan kembali perasaan-perasaan curiga Anda yang berlebihan, mungkin hal-hal yang Anda curigai secara berlebihan itu, tidak semuanya seperti yang Anda pikirkan. Tetapi, perasaan curiga Anda yang berlebihan akan menghadirkan stres untuk menggerogoti kesehatan diri Anda secara perlahan-lahan, serta menjauhkan Anda dari perasaan damai dan bahagia.

Pengalaman kehidupan Anda yang sering dibohongi oleh orang lain melalui nilai-nilai kehidupan negatif, serta informasi dan berita-berita yang membentuk mindset Anda untuk semakin mencurigai perilaku kehidupan, akan menjadi titik awal untuk menggiring Anda masuk ke dalam perangkap perasaan curiga secara berlebihan. Perasaan curiga secara berlebihan akan memunculkan perilaku negatif yang nantinya akan sulit melihat kehidupan dari sisi baik. Hal ini, secara tidak sadar akan menggiring seseorang untuk menjadi paranoid dalam hubungan dengan kehidupan dan orang lain.

Salah satu cara melepaskan diri dari perasaan curiga yang berlebihan adalah dengan merubah mindset, dan mencari akar penyebab munculnya perasaan curiga tersebut. Lalu, memulai kehidupan baru dengan menguasai pikiran dan perasaan untuk difokuskan kepada hal-hal positif.

Bila Anda sudah mampu seratus persen mengabdikan kehidupan Anda untuk kebaikan kehidupan, maka perasaan curiga dan mencurigai akan hilang dari kehidupan Anda. Dekatkan diri Anda kepada Tuhan, dan percayalah bahwa Tuhan Maha Besar akan melindungi Anda dari semua hal yang tidak Anda inginkan. Semakin mampu Anda menguasai diri sendiri dan mengarahkan diri ke dalam kehidupan yang saling percaya, semakin Anda mampu menjadi pribadi yang tenang dan tidak terperangkap oleh perasaan curiga. Fokuskan pikiran dan perasaan Anda untuk selalu berada di dalam kehidupan yang penuh cinta, damai, bahagia, peduli, dan saling percaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com