INTERNAL KONTROL INTERNAL CONTROL

“Kegagalan Dalam Internal Kontrol Selalu Disebabkan Oleh Perasan Dan Pikiran Yang Menganggap Diri Dan Organisasinya Terlalu Ekselen, Sehingga Mereka Tertidur Di Dalam Kesombongan.” – Djajendra

Internal Kontrol adalah pertahanan dan pengendalian internal organisasi melalui keunggulan sistem, kebijakan, prosedur, panduan etika, etos kerja, dan budaya organisasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan dalam mengendalikan semua risiko manajemen dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Internal Kontrol bertujuan untuk mengendalikan setiap pikiran, perasaan, dan tindakan individu atau kelompok di dalam organisasi untuk selalu mematuhi aturan, prosedur, kebijakan, sistem, etika, hukum, dan prinsip-prinsip kerja atas dasar budaya organisasi yang disepakati. Dalam hal ini, setiap individu harus membekali dirinya dengan integritas yang solid untuk bisa menjadi pribadi yang sangat jujur dan beretika. Lalu, mampu memfokuskan semua energi dirinya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional organisasi termasuk menyediakan dan mendapatkan informasi yang benar dan yang dapat diandalkan oleh manajemen, serta selalu bersikap sangat jujur dan beretika tinggi dalam menjaga dan merawat semua aset berwujud dan tak berwujud yang dimiliki oleh organisasi.

Struktur organisasi harus memiliki budaya internal kontrol melalui kekuatan integritas dan loyalitas dari setiap individu organisasi, untuk bisa memberikan keyakinan dan kebenaran atas semua pekerjaan dan transaksi organisasi kepada stakeholder. Di sini, sistem dan prosedur internal kontrol yang luar biasa ekselen saja masih belum cukup, tapi diperlukan kepribadian-kepribadian individu atau kelompok di dalam organisasi yang luar biasa ekselen untuk menjalankan integritas dirinya terhadap semua peraturan dan ketentuan yang ada.

Setiap individu yang berwenang terhadap transaksi organisasi harus memiliki kesadaran dan kejujuran total untuk mencatat secara benar atas setiap transaksi, menghargai setiap transaksi dari stakeholder dengan integritas dan kejujuran diri, mengklasifikasikan setiap transasksi secara benar dan tepat waktu, serta selalu mematuhi prinsip-prinsip dan etika akuntansi yang benar.

Internal Kontrol berarti organisasi secara formal telah memiliki sebuah filosofi manajemen untuk menjalankan setiap hubungan dan transaksi dengan stakeholder secara terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab, dan melayani stakeholder dengan sepenuh hati sesuai janji-janji. Untuk itu, struktur organisasi harus mampu melakukan pemisahan tugas dan tanggung jawab dari setiap individu atau kelompok di dalam organisasi sesuai fungsi, peran, dan wewenang masing-masing yang saling terkontrol melalui sistem, prosedur, kebijakan, integritas dan etika.

Internal Kontrol berarti setiap individu atau kelompok di dalam organisasi mampu secara proaktif mengidentifikasikan risiko-risiko yang belum dikenal di lingkungan organisasi. Kemajuan teknologi dan pengetahuan selalu berpotensi menghasilkan risiko-risiko baru yang sebelumnya mungkin tidak pernah dikenal. Oleh karena itu, manajemen harus menjadikan setiap karyawan dan pimpinannya sebagai para pembelajar seumur hidup yang tidak pernah merasa pintar untuk memperbaiki kualitas diri dan kualitas sistem organisasi. Biasanya, kegagalan dalam internal kontrol selalu disebabkan oleh perasan dan pikiran yang menganggap diri dan organisasinya terlalu ekselen, sehingga mereka tertidur di dalam kesombongan.

Internal Kontrol tidak sebatas memiliki prosedur yang tepat untuk otorisasi, melakukan pemisahan tugas yang memadai kepentingan organisasi, melakukan dokumentasi dan pencatatan untuk mengamankan kepentingan organisasi, mengawasi dan merawat fisik aset milik organisasi, serta mematuhi kebijakan dan peraturan organisasi; tapi juga harus mengembangkan manusia-manusia organisasi yang berintegritas dan beretika tinggi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab terhadap semua kepentingan organisasi, manajemen, dan stakeholder secara adil dan wajar.

Internal Kontrol atau pengendalian internal adalah sebuah fondasi yang paling dasar untuk menjalankan setiap proses dari mulai kebijakan sampai kepada operasional organisasi dalam melayani setiap kepentingan stakeholder secara jujur, terbuka, adil, wajar, dan penuh tanggung jawab. Internal Kontrol bukanlah alat untuk mencapai semua tujuan organisasi dengan segala cara, tapi merupakan alat untuk melayani semua kepentingan stakeholder dengan segala kejujuran dan kewajaran.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com