MENJAUHKAN DIRI DARI SUMBER NEGATIF

“Nilai-Nilai Kehidupan Paling Mudah Menyusupi Mindset Seseorang Melalui Bacaan Yang Memberi Sugesti Kepada Diri Dan Melalui Percakapan Yang Mempengaruhi Logika Dan Akal Sehat.” – Djajendra

Hanya Anda seorang yang mampu menjauhkan diri Anda dari kekuatan negatif. Kekuatan negatif selalu akan ada, dan selalu akan mencoba menarik seseorang untuk masuk ke dalam kekuatan negatif tersebut. Salah satu cara menghindarkan diri dari kekuatan negatif adalah dengan memperkuat nilai-nilai kehidupan positif. Bila setiap hari Anda mampu melatih dan memperkuat diri Anda dengan nilai-nilai kehidupan positif, maka Anda akan semakin tangguh dan kuat untuk menaklukkan kekuatan negatif.

Positif dan negatif seperti terang dan gelap. Kedua hal tersebut menjadi kuat oleh nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam positif dan negatif tersebut. Orang-orang positif biasanya lebih mampu melihat kehidupan sebagai keragaman yang harus saling dicintai dan dipedulikan. Sedangkan orang-orang negatif biasanya lebih dikuasai oleh ego dan wawasan sempit kehidupan, sehingga mereka tidak mampu melihat kehidupan dari terang, tapi hanya mampu melihat kehidupan dari sudut pandang yang sangat sempit.

Sumber kehidupan negatif akan mengkerdilkan wawasan seseorang. Artinya, setinggi apa pun pendidikan formal seseorang, tapi bila dia dikuasai oleh sumber kehidupan negatif, maka dia akan memiliki wawasan yang sangat dangkal. Dia tidak akan mampu melihat realitas kehidupan dari sudut pandang terang, tapi hanya mampu melihat semua realitas kehidupan dari persepsi wawasan yang sangat terbatas dan kecil. Nilai-nilai kehidupan dirinya akan menggiring dirinya untuk terperangkap dalam wawasan yang sangat sempit dan kadangkala jauh dari akal sehat.

Lindungi hidup Anda dari bahaya nilai-nilai kehidupan negatif. Nilai-nilai kehidupan paling mudah menyusupi mindset seseorang melalui bacaan yang memberi sugesti kepada diri dan melalui percakapan yang mempengaruhi logika dan akal sehat. Oleh karena itu, upayakan Anda cerdas mendidik diri Anda untuk mencintai kehidupan dan membaca hal-hal positif yang menghadirkan nilai-nilai optimisme terhadap kehidupan. Setiap hari miliki niat dan komitmen untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang mencintai dan peduli kepada kehidupan lain. Miliki empati dan kasih sayang dalam melihat orang lain dan kehidupan lain.

Jangan pernah membenci apa pun dan siapa pun, sebab kebencian berpotensi mengarahkan Anda untuk mempelajari nilai-nilai negatif. Sifat membenci kehidupan lain adalah awal untuk bersahabat dengan sumber kehidupan negatif. Oleh karena itu, pastikan Anda semakin peduli dalam menjalani pola kehidupan yang bersumber kepada pikiran positif.

Hanya dengan meningkatkan kualitas wawasan kehidupan positif dalam kecintaan terhadap kehidupan dan kemanusiaan, maka seseorang akan menjadi semakin cerdas untuk menjauh dari sumber kekuatan negatif. Jadilah pribadi yang selalu bersikap tegas dan konsisten untuk menolak semua pikiran dan tindakkan negatif perusak keragaman kehidupan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA PERUSAHAAN DAN PENGEMBANGAN KARAKTER

“Budaya Perusahaan Tidak Ditentukan Oleh Bunyi Dari Rangkaian Kata-Kata Yang Tertulis Di Dalam Budaya Perusahaan, Tapi Sangat Ditentukan Oleh Karakter Individu Yang Bisa Memainkan Peran Dan Fungsi Pekerjaannya Di Tempat Kerja Sesuai Dengan Kata-Kata Yang Ada Di Dalam Budaya Perusahaan.” – Djajendra

Bila semua orang di dalam perusahaan patuh pada budaya perusahaan untuk melayani organisasi dan stakeholder, maka  akan ada nilai-nilai positif yang menjadi dasar perilaku kerja perusahaan. Persoalannya, sangatlah tidak mudah untuk memastikan bahwa semua orang mampu secara konsisten bekerja dengan nilai-nilai budaya perusahaan. Oleh karena itu, pengembangan karakter kerja individu menjadi sangat menentukan sukses tidaknya sebuah budaya organisasi.

Membangun karakter kerja individu agar selaras dengan budaya perusahaan formal, haruslah menjadi sebuah upaya yang terus-menerus dan tidak boleh terhenti. Pelatihan yang terus-menerus dan berkelanjutan akan menjadikan setiap individu lebih tersadarkan untuk menyatukan perilaku dan kebiasaan sehari-hari di tempat kerja dengan nilai-nilai dasar dari budaya perusahaan, termasuk meleburkan diri masing-masing ke dalam perilaku kerja yang diharapkan oleh perusahaan.

Pembangunan karakter kerja yang efektif adalah melalui penanaman nilai-nilai budaya yang dikehendaki ke dalam mindset dan kepribadian karyawan dan pimpinan. Jelas, persoalan penanaman nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam karakter kerja memerlukan tekad dan upaya tanpa henti dan bersifat terus-menerus seumur hidup perusahaan.

Secara formal sangatlah mudah untuk perusahaan membuat budaya perusahaan, kode etik, sistem manajemen, good corporate governance, standar mutu kerja, standar mutu pelayanan, dan lain sebagainya. Dan tantangan akan muncul saat semua yang formal tersebut harus dikarakterkan ke dalam kepribadian setiap orang di tempat kerja. Proses pengkarakteran nilai-nilai budaya perusahaan ke dalam kepribadian individu adalah proses tersulit yang memerlukan kerja keras dalam disiplin yang tinggi.

Pada umumnya, perusahaan akan selalu sangat cerdas dalam membangun budaya perusahaan yang formal, dan akan sangat kesulitan dalam pengembangan karakter kerja karyawan dan pimpinan berdasarkan nilai-nilai budaya perusahaan. Hal ini disebabkan oleh sikap yang meremehkan tentang peran karakter kerja individu dalam mengaktifkan nilai-nilai budaya perusahaan. Budaya perusahaan tidak ditentukan oleh bunyi dari rangkaian kata-kata yang tertulis di dalam budaya perusahaan, tapi sangat ditentukan oleh karakter individu yang bisa memainkan peran dan fungsi pekerjaannya di tempat kerja sesuai dengan kata-kata yang ada di dalam budaya perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KODE ETIK DAN ETIKA KOGNITIF

“Nilai-Nilai Kehidupan Yang Baik Dan Buruk Sering Sekali Tergantung Kepada Nilai-Nilai Keyakinan Seseorang.” – Djajendra

Perusahaan atau organisasi yang berkualitas pasti akan memiliki kode etik atau code of conduct untuk memastikan nilai-nilai dan perilaku yang wajib dijalankan oleh setiap orang di tempat kerja. Kode etik berfungsi untuk mengendalikan perilaku dan sekaligus mengikat emosional dari orang-orang di dalam organisasi, khususnya terhadap hubungan dengan stakeholder  agar menjadi lebih etis dan saling menguntungkan.

Dalam realitas, para profesional di tempat kerja sering sekali akan merasa sangat sulit beradaptasi dengan kode etik organisasi. Hal ini terjadi karena setiap orang saat berinteraksi dengan organisasi, pekerjaan, dan stakeholder; akan memiliki pengalaman-pengalaman baru yang unik, dan kadang mungkin terlihat bertolak belakang dengan kode etik organisasi. Walaupun sebuah pekerjaan sudah diatur dan dijalankan melalui sebuah sistem dan standar yang baku, tapi perilaku dan emosional manusia yang selalu tidak terduga akan menjadi penyebab utama untuk merusak standar dan kode etik organisasi.

Manusia selalu memiliki kekuatan akal dan logika untuk menjawab berbagai masalah moral dengan fakta-fakta yang ditemui di lapangan. Etika normatif organisasi akan selalu kalah oleh realitas dan fakta. Di mana, realitas dan fakta di lapangan akan dapat menggerakan akal  seseorang untuk memenangkan sesuatu tanpa terikat secara kaku pada sebuah kode etik. Sebagai contoh, saat seseorang harus mencari jalan untuk memenangkan sebuah proyek atau pekerjaan, dia akan melakukan cara apapun untuk menang, walau hal itu harus melanggar kode etik organisasi.

Kode etik organisasi atau code of conduct selalu akan beradapan dengan etika kognitif dari persepsi seorang individu sesuai kepentingannya. Etika kognitif  adalah etika yang didapatkan melalui mindset, kesadaran, perasaan, mental, emosi, dan kebutuhan seseorang melalui pengalaman sendiri. Tapi, tetap mengedepankan aspek-aspek moral: seperti baik dan buruk berdasarkan pengenalan dan penafsiran diri sendiri atas realitas lingkungan stakeholder. Dalam etika kognitif ini seorang individu akan selalu secara aktif  melakukan proses mental atas realitas dan nilai-nilai untuk membenarkan mindset dirinya terhadap kebenaran moralnya tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHIDUPKAN KEMBALI SEMANGAT KEMENANGAN

“Semangat Kemenangan Menentukan Perjalanan Sukses. Bila Anda Mampu Meningkatkan Kualitas Semangat Kemenangan Di Dalam Diri Anda, Anda Tinggal Selangkah Lagi Mencapai Kemenangan.” – Djajendra

Bila seseorang sudah terlalu lama berada dalam kekurangan dan tekanan kehidupan, maka ia berpotensi kehilangan semangat hidup. Padahal, kekurangan dan tekanan kehidupan tidaklah bersifat permanen, tapi hanya bersifat sementara sampai bisa menemukan jalan keluar untuk kembali ke jalan kehidupan yang berkecukupan dalam kebahagiaan. Persoalannya, sering sekali orang-orang setelah terjatuh ke dalam kekurangan, mereka sulit bangkit kembali, apalagi bila tidak ada orang-orang di sekitar yang mampu menjadi motivator untuk membangkitkan semangat di dalam diri mereka agar kembali meraih keberkecukupan di dalam kehidupannya.

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan sebuah keluarga yang merasa sangat sulit untuk bangkit kembali dari kekurangan. Sebelum tahun 1980 an, mereka adalah salah satu keluarga terkaya di daerah mereka.  Setelah mengalami cobaan yang sangat panjang di kehidupan ekonomi, mereka berpikiran dan berkeyakinan bahwa hidup dalam kekurangan sudah menjadi garis kehidupan mereka. Sepertinya, pikiran dan keyakinan mereka tentang garis kehidupan mereka sudah sangat mengakar di mindset mereka, sehingga tidaklah mudah untuk membangkitkan semangat mereka untuk meraih sukses.

Dalam pertemuan dengan keluarga tersebut, saya katakan kepada mereka bahwa tidak selalu seseorang akan berada di puncak kejayaan secara terus-menerus, kadang-kadang harus turun dulu hingga ke tangga yang paling dasar. Bila sudah terlanjur turun hingga tangga paling dasar, maka disinilah diperlukan daya tahan mental dalam balutan jiwa besar dan sikap pantang menyerah. Bangkitlah segera dan kembalikan diri ke jalan yang mengarahkan diri menuju sukses dan keberkecukupan. Jatuh dalam kehidupan berarti harus belajar kembali untuk kehidupan baru yang lebih bijaksana. Pertama, kembalikan dulu semangat juang ke dalam diri. Lalu, fokuskan semua energi dan potensi untuk merebut kembali sukses secara bertahap dalam kesabaran.

Setiap orang dilahirkan untuk menikmati keberkecukupan dan kebahagiaan di dalam kehidupan masing-masing. Oleh karena itu, bila kegagalan dan kesulitan hadir dalam kehidupan, maka tidaklah boleh diam dan menggerutu. Tapi, harus berjuang kembali dengan cara-cara baru yang lebih terencana untuk meraih sukses yang lebih tinggi dari sebelumnya. Semangat kemenangan harus terus dihidupkan dalam diri agar diri tidak terperosok dalam pikiran gagal. Semangat menggerutu harus dihilangkan dengan cara memperbanyak nilai-nilai kehidupan positif yang mengarahkan diri untuk memaksimalkan semangat kemenangan di dalam diri.

Setiap orang yang mau berjuang untuk kehidupannya, dan yang mau menghidupkan kembali semangat kemenangan di dalam dirinya, pasti akan bangkit kembali dengan kualitas kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Kegagalan di satu titik bukanlah berarti kegagalan di titik berikutnya, kecuali pikiran dan perasaan sudah gagal duluan sebelum berjuang total untuk meraih sukses dan kemenangan di dalam hidup. Bila sebuah keluarga jatuh dalam kesulitan ekonomi, maka setiap anggota  keluarga harus bersatupadu dan mendorong satu sama lain ke sebuah kehidupan baru yang penuh perjuangan dan kerja keras untuk mewujudkan visi kehidupan baru yang lebih cemerlang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KATAKAN “AKU” LUAR BIASA

“Katakan “AKU” Luar Biasa, Lalu Bekerja Keraslah Dalam Sikap Rendah Hati Untuk Menjadikan Diri Anda Luar Biasa.” – Djajendra

Siapa lagi yang akan membesarkan potensi Anda kalau bukan diri Anda sendiri. Oleh karena itu, katakan bahwa diri Anda itu sangat luar biasa, dan miliki disiplin yang luar biasa untuk menghasilkan prestasi yang luar biasa. Jangan pernah ragu atau merasa sombong bila memuji diri sendiri. Bila semua pujian Anda terhadap diri Anda diikuti dengan sikap rendah hati untuk menjadi murid di sepanjang kehidupan Anda, maka Anda akan terus belajar untuk menjadi murid kehidupan yang berprestasi.

Orang-orang luar biasa adalah pribadi-pribadi yang di sepanjang kehidupannya dihabiskan untuk mempelajari nilai-nilai kehidupan terbaik untuk membuat dirinya luar biasa. Orang-orang luar biasa ini tidak akan pernah merasa sudah luar biasa. Mereka selalu mempersiapkan semua potensi dengan sangat rajin dan tekun untuk dapat menjawab tantangan kehidupan.

Katakan “AKU” luar biasa, lalu persiapkan diri Anda dengan sungguh-sungguh untuk meraih kemenangan. Siapkan energi dan potensi Anda untuk diarahkan pada visi yang Anda rencanakan. Lalu, fokuskan semua keluarbiasaan yang ada di dalam diri Anda untuk dimanfaatkan buat pekerjaan yang akan Anda lakukan dalam meraih sukses Anda.

Selalu bekerja dengan maksimal dan tuntas. Pastikan Anda memperlihatkan keluarbiasaan Anda tersebut dalam perilaku kerja yang selalu bekerja dengan maksimal dan tuntas. Tidak ada setengah hati untuk pekerjaan yang Anda lakukan, karena, orang-orang luar biasa selalu memiliki kepercayaan diri yang luar biasa, dan kemampuan untuk mendedikasikan semua pengetahuan dan potensi yang dimiliki untuk menghasilkan hasil akhir yang luar biasa.

Katakan “AKU” luar biasa dalam kerendahhatian yang luar biasa. Anda wajib melakukan evaluasi terhadap kadar keluarbiasaan diri Anda. Lakukan evaluasi dengan jujur untuk memperbaiki yang kurang baik, tapi  jangan terlalu sering mengkritik diri sendiri. Anda boleh melihat kekurangan di dalam diri Anda untuk tujuan memperbaiki, bukan untuk sekedar mengkritik diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

GAIRAH DAPAT MENULAR DAN MEMPENGARUHI ORANG LAIN

“Gairah Pemimpin Untuk Mencapai Tujuan Akan Menjadi Gairah Orang-Orang Yang Dipimpin Untuk Mewujudkan Tujuan Tersebut.” – Djajendra

Gairah artinya emosi yang sangat antusias atau sangat bergelora untuk mencapai keinginan, harapan, mimpi, dan cita-cita. Orang-orang yang hidupnya tanpa gairah biasanya akan kehilangan energi kehidupan untuk meraih sukses yang diinginkan. Oleh karena itu, Anda wajib merawat dan membangkitkan gairah kehidupan Anda dengan cara Anda sendiri. Miliki gairah untuk meraih apa pun yang Anda inginkan, dan isi potensi diri Anda dengan gairah untuk membuat potensi Anda menjadi alat yang ampuh dalam mendapatkan impian dan harapan Anda.

Dalam realitas, sering sekali orang – orang  memiliki keinginan untuk mencapai puncak tertinggi prestasi kehidupan. Tapi, mereka tidak memiliki gairah yang konsisten untuk bekerja cerdas bersama disiplin diri yang kuat. Akibatnya, semua upaya dan kerja keras mereka menjadi tidak maksimal. Padahal, bila seseorang mampu merawat gairah di dalam diri untuk terus menerus hidup menyatu bersama motivasi diri, maka dirinya akan menghasilkan energi sukses  yang luar biasa untuk mendorong dirinya dalam mencapai harapan dan keinginan.

Gairah adalah energi yang dapat menular dan mempengaruhi orang lain. Misalnya, bila seorang pemimpin memiliki gairah yang luar biasa untuk apa yang dia lakukan, maka orang lain di sekitar dirinya akan terinspirasi dan melakukan lebih baik daripada seharusnya. Jadi, energi gairah dapat menular untuk mengembangkan semangat kerja sama yang luar biasa antara pemimpin dengan orang-orang disekitarnya.

Gairah yang tinggi harus diimbangi dengan kemampuan untuk mencapai yang diinginkan. Misal, saat Anda memiliki gairah yang cukup tinggi untuk mencapai sebuah tujuan, maka Anda harus menyiapkan potensi dan pengetahuan yang lengkap untuk mendukung gairah Anda tersebut. Bila tidak, Anda akan frustasi. Sebab, gairah yang luar biasa itu tidak akan mendapatkan kepuasan oleh kurangnya potensi dan pengetahuan. Kemampuan untuk mengatur gairah dan menjadikan gairah sebagai energi yang mampu melayani potensi sukses adalah akar sukses yang luar biasa.

Gairah kehidupan yang baik haruslah berdasarkan keyakinan moral, etika, dan kemanusiaan yang saling menghormati dan saling mencintai. Sebab, bila gairah dibiarkan bergerak ke sisi gelap kehidupan, maka dia akan menjadi energi yang sangat mengancam nilai-nilai kemanusiaan, moral, dan etika.

Gairah selalu berfungsi sebagai bahan bakar untuk menggerakan motivasi dalam membawa komitmen kepada tujuannya. Anda yang mampu memanfaatkan gairah sebagai bahan bakar pembangkit semangat hidup Anda, pasti akan mampu membuat diri Anda lebih berharga daripada yang seharusnya. Apa pun pekerjaan atau profesi yang Anda miliki saat ini diperlukan gairah untuk menjadikannya sebagai alat membawa diri Anda kepada kesuksesan sejati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN PENINGKATAN KEPEMIMPINAN DAN KERJA SAMA KARYAWAN BACK OFFICE 2 HARI

PROGRAM  2 HARI – 16  JAM

Judul: EMPOWERING YOURSELF FOR TEAM WORK AND LEADERS EXCELLENCE

Deskripsi Pelatihan

Pemimpin Administrasi (Back Office) terbaik adalah yang mampu mensuport kepentingan strategi perusahaan dengan berkualitas, dan mampu bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan marketing untuk mengeksekusi setiap rencana dengan cara-cara yang hebat. Mempersiapkan pikiran dan perilaku untuk mendukung semua kebutuhan organisasi dengan berkualitas. Selalu fokus pada visi, misi, strategi, dan nilai-nilai perusahaan. Mampu bekerja untuk menciptakan struktur yang berfungsi dengan efektif. Selalu melakukan tindakan positif untuk mengawali perjalanan menuju puncak kinerja.

Memiliki mental super-optimis untuk bekerja buat kuantitas kerja yang sesuai target dan harapan perusahaan; buat kualitas kerja yang mampu menghasilkan hasil kerja yang baik, ditinjau dari ketelitian, kerapian, kebersihan, biaya, serta berdaya guna.  Bekerja melalui proses pencapaian hasil yang sesuai dengan standar kerja perusahaan. Berdisiplin dalam memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan efektif, serta cerdas memanfaatkan alat-alat bantu kerja untuk pelayanan yang hebat.

Pemimpin harus pintar memahami perencanaan kerja jangka pendek maupun jangka panjang. Pintar melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak secara efektif, tegas, lugas, yang dilandasi dengan sikap baik. Pintar melakukan delegasi dengan cara mendelegasikan tugas dan tanggung jawab sesuai perencanaan kerja.

Pemimpin adalah seorang pribadi yang mampu melakukan pembinaan, pengawasan, kerja sama, serta memiliki sikap disiplin, dedikasi, loyalitas, kemandirian, dan tanggung jawab yang konsisten.

Pemimpin yang baik pasti mampu membangkitkan semangat dan motivasi dirinya sendiri untuk mendapatkan sukses tanpa batas.

Konsep Dasar

Secara garis besar, pelatihan” Empowering Yourself For Team Work And Leaders Excellence”. Berangkat dari sebuah konsep dasar untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama para pekerja Back Office. Konsep dasar ini akan terfokus kepada pengembangan mind set peserta untuk mampu menjaga dan merawat kinerja perusahaan melalui pengembangan kepribadian yang berkualitas, kerja sama yang saling bersinergi, dan kemampuan untuk memimpin setiap tugas dan tanggung jawab dengan optimal.

Tujuan Pelatihan

Tujuan utama pelatihan ini adalah memberikan pencerahan dan motivasi kepada peserta, untuk meningkatkan kemampuan diri sendiri dalam hal kepemimpinan dan kerja sama di semua aspek kerja di perusahaan.

Manfaat Pelatihan

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk membangkitkan potensi terbaik dari dalam diri.

Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk menciptakan tempat kerja yang efektif, harmonis, dan yang membahagiakan semua pihak.

Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk menjadi pemimpin yang efektif di semua aspek, fungsi, dan peran kerja.

Peserta akan mendapatkan pencerahan dan motivasi untuk melakukan kerja sama dengan semua pihak di dalam perusahaan, agar bisa memberikan pelayanan berkualitas kepada frontliners, khususnya kepada tim marketing.

Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju hidup yang diperkaya dengan nilai-nilai positif.

Peserta dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya jawab, brainstorming, diskusi, studi kasus, role play,  latihan, ice breaker.

Materi Pembahasan

Sesi 1: Self Leadership And Personal Excellence

Sesi 2: Kerja Sama (Solid Team Work)

Sesi 3: Mengelola Politik Kantor (Office Politics)

Sesi 4: Mengelola Konflik,  Waktu, Dan Pelayanan ( Conflict Management)

Sesi 5: Etos Kerja ( Work Ethos)

Sesi 6: Budaya Percaya (Trust) –  Saling Percaya, Berkomunikasi, Dan  Menghormati.

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Untuk training hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax    : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

SOFT SKILL DAN HARD SKILL

“Karyawan Yang Luar Biasa Dalam Hard Skill Harus Diisi Dengan Keluarbiasaan Dari Soft Skill, Agar Keluarbiasaan Hard Skill Tersebut Bisa Mendapatkan Jiwa Yang Tangguh Dari Keluarbiasaan Soft Skill.” – Djajendra

Suatu ketika saya menerima curhat dari seorang manajer. Manajer mengatakan bahwa sudah tiga belas tahun dia bekerja, tapi perhatian atasan kepada dirinya sangat kurang. Dia merasa sangat menguasai bidang pekerjaan sesuai standar internasional. Dia juga merasa sudah sangat patuh pada standar kerja, prosedur, kebijakan, peraturan, etika, dan pada semua teknis administratif di kantornya. Intinya, hard skill manajer sudah sangat excellent dan luar biasa.

Kisah seperti manajer tersebut sebenarnya sangat banyak di tempat kerja. Sering sekali karyawan yang sangat ahli dalam teknis pekerjaan (hard skill) merasa bahwa mereka sudah melakukan hal-hal luar biasa dengan keunggulan kompetensi diri mereka. Padahal keunggulan kompetensi seseorang tidak sekedar bergantung kepada hard skill, tapi juga bergantung kepada keunggulan soft skill. Sikap yang mengagung-agungkan hard skill pada akhirnya akan menjebak diri sendiri. Dan hasilnya, kepuasan kerja akan hilang, stres akan muncul, motivasi akan padam, gairah kerja akan turun, dan kontribusi kepada perusahaan tidak akan maksimal. Karyawan yang luar biasa dalam hard skill harus diisi dengan keluarbiasaan dari soft skill, agar keluarbiasaan hard skill tersebut bisa mendapatkan jiwa yang tangguh dari keluarbiasaan soft skill.

Keterampilan hard skill merupakan keterampilan dasar yang paling mudah untuk diamati, diukur, dan dilatih. Mungkin lebih mudah menguasai pengetahuan akuntansi, finansial, komputer, statistik, marketing, operasional, logistik, audit, matematika, produksi dan hard skill lainnya;  daripada menguasai pengetahuan kecerdasan emosional, pikiran positif, sikap baik, interaksi, pemecahan masalah, penyelesaian konflik, membuat keputusan, motivasi, komunikasi dan soft skill lainnya. Sebab, pengetahuan hard skill sifatnya pasti dan akan terlihat secara kasat mata; sedangkan pengetahuan soft skill sifatnya sangat bergantung kepada situasi dan kondisi, bentuknya pun tidak terlihat secara kasat mata, hanya dapat dirasakan dampaknya dalam jangka panjang.

Kembali kepada curhat manajer. Setelah saya berbicara panjang lebar dengan manajer tersebut, ternyata manajer menganggap enteng kepada keluarbiasaan soft skill, dia merasa hard skill adalah fakta kerja dan mereperesentasikan kemampuan dirinya sesuai harapan perusahaan kepada dirinya. Mind set manajer menggambarkan bahwa manajer lebih mengaggap penting kekuatan dan keunggulan teknis pekerjaan. Jelas, seseorang yang tidak menguasai soft skill dengan sempurna biasanya akan sulit memahami orang lain dan lebih sering terobsesi kepada kehebatan diri sendiri. Kondisi ini akan menjauhkan orang tersebut dari prestasi yang lebih tinggi.

Soft skill diperlukan untuk menjawab peluang dan tantangan di kehidupan sehari-hari di tempat kerja. Perilaku pribadi yang beragam di tempat kerja memerlukan keterampilan soft skill yang mampu membuat diri diterima dan sukses bersama perusahaan. Jadilah pribadi yang cerdas mengamati orang-orang disekitar, pahami semua orang, dan miliki kemampuan untuk bisa bekerja sama dengan siapa pun. Miliki perilaku yang efektif dan produktif dalam sikap baik yang penuh dengan kerendahan hati di aspek apa pun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN BIARKAN DIRI ANDA DIKUASAI KESUSAHAN

“Perasaan Senang Akan Terus Muncul  Dalam Kehidupan Anda, Bila Setiap Hari Anda Tekun Menanam Nilai-Nilai Pembawa Senang Ke Mindset Anda.” – Djajendra

Senang dan susah adalah bagian dari kehidupan, tapi Anda bisa membuat susah selalu jauh dari Anda. Caranya, Anda tidak boleh membiarkan perasaan senang menjauhi Anda. Perasaan senang harus selalu Anda perhatikan dan merawatnya dengan penuh cinta.

Cara untuk menghapus nilai-nilai pembawa kesusahan adalah dengan menanam semakin banyak nilai-nilai pembawa senang ke dalam diri. Untuk itu, jangan pernah melawan nilai-nilai pembawa kesusahan. Sebab, bila Anda melawan nilai-nilai pembawa kesusahan, maka nilai-nilai tersebut akan semakin menguat dan akan membuat Anda lebih susah lagi. Oleh karena itu, isilah mindset Anda dengan nilai-nilai positif. Fokuskan energi Anda untuk mengisi diri Anda dengan nilai-nilai positif kehidupan.

Semakin rajin dan tekun Anda mengisi nilai-nilai positif dengan wawasan kehidupan yang luas, Anda akan semakin mudah menyerap nilai-nilai positif. Hal ini akan membuat nilai-nilai pembawa susah akan melemah dan tak berdaya. Susah dan senang  merupakan permainan dari mindset. Semakin Anda memiliki kesadaran total untuk mengisi mindset Anda dengan nilai-nilai positif pembawa perasaan senang, maka kehidupan Anda akan selalu senang.

Pada dasarnya, semua nilai yang pernah masuk ke dalam mindset tidaklah mungkin bisa dihapus. Tapi, bila Anda sadar untuk berjuang memperkuat mindset Anda dengan nilai-nilai kehidupan yang Anda pilih, maka mindset Anda akan semakin kuat dengan nilai-nilai pilihan Anda. Oleh karena itu, jangan pernah menyerah atau merasa lelah untuk bekerja keras melalui kesadaran diri Anda dalam mengisi ulang nilai-nilai pilihan kehidupan Anda.

Pastikan semua perasaan susah Anda lenyap dan tergantikan dengan perasaan senang dan bahagia. Semakin sadar Anda untuk menginternalisasikan nilai-nilai pembawa perasaan senang dan bahagia ke dalam kehidupan Anda, maka semakin senanglah kehidupan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN MOTIVASI PENGEMBANGAN KINERJA DAN KERJA SAMA

PELATIHAN MOTIVASI PENGEMBANGAN KINERJA DAN KERJA SAMA

Program Pelatihan 3 Hari 9 Sesi

Judul:Pengembangan Kinerja Melalui Kerjasama Antar Karyawan

“Kerja Sama Yang Berkualitas Tidak Diukur Dari Kecerdasan Atau Kemampuan Yang Dimiliki Seseorang , Tapi Dari Kecerdasan Atau Kemampuan Yang Telah Ia Kontribusikan Untuk Mempertahankan Kemenangan Bersama.” – Djajendra

Deskripsi

Pengembangan kinerja organisasi sangat tergantung kepada etos kerja karyawan untuk bekerja sama dan saling berkontribusi buat menghasilkan kinerja organisasi yang tinggi. Kemauan dan disiplin kerja yang terfokus kepada upaya untuk menghasilkan lebih banyak kualitas dan kuantitas akan menjadikan organisasi semakin berkinerja. Etos kerja yang baik selalu didasarkan pada kerjasama yang solid diantara karyawan untuk bisa menghasilkan kinerja yang lebih tinggi buat kejayaan organisasi.

Pelatihan Pengembangan Kinerja Melalui Kerjasama antar Karyawan ini akan disampaikan dalam bentuk  motivasi lokakarya (workshop motivation) dengan tambahan aktivitas role play dan games di dalam kelas. Pelatihan akan mengarahkan peserta untuk selalu mengedepankan hubungan kerjasama dalam bentuk komunikasi dan saling memberikan motivasi buat pemberdayaan. Peserta akan diberikan motivasi dan pencerahan untuk memahami bahwa kerjasama hanya dapat efektif dalam lingkungan organisasi yang berlandaskan etika, integritas, loyalitas, kejujuran, kepercayaan, komunikasi terbuka, keterlibatan individu, kebanggaan pada pekerjaan, dan komitmen terhadap tanggung jawab.

Pengembangan kinerja melalui kerjasama berarti melibatkan seluruh karyawan dalam lingkungan kerja yang saling percaya satu sama lain untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dalam batas-batas yang ditentukan oleh organisasi. Komunikasi yang efektif, beretika, dan terbuka akan membuat karyawan bisa saling percaya dan saling mendengarkan untuk menghasilkan hal-hal luar biasa buat organisasi. Setiap karyawan dari unit kerja mana pun harus memiliki sikap positif selama masa-masa sulit dan tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain tapi harus saling memotivasi, saling menghormati, saling mendukung, dan secara bersama-sama mengelola konflik dengan bijak. Setiap karaywan harus saling berkontribusi sesuai kompetensi teknis masing-masing dan harus selalu percaya bahwa keragaman, individualitas, dan kreatifitas adalah nilai tambah untuk meningkatkan kinerja organisasi. Setiap kontribusi Individu dan kontribusi tim harus dihargai dan diakui secara tepat waktu oleh organisasi, agar setiap karyawan di dalam tim bisa memiliki motivasi yang kuat untuk bekerjasama sesuai komitmen dan fokus pada kebutuhan peningkatan kinerja organisasi.

Pelatihan selama tiga hari ini bertujuan untuk pengembangan kinerja melalui kerjasama antar karyawan di lingkungan tempat kerja. Pembicara akan mengarahkan pelatihan ini agar setiap fungsi dan peran kerja untuk bisa saling bekerja sama seperti sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama dengan cara-cara yang efektif dan produktif.

Konsep Dasar

Pelatihan ‘Pengembangan Kinerja Melalui Kerjasama antar Karyawan’ berangkat dari sebuah konsep dasar bahwa organisasi selalu akan menghadapi tantangan untuk menjadi lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan stakeholder. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan kesadaran dari setiap karyawan di internal organisasi untuk bekerjasama secara solid agar dapat meningkatkan kinerja organisasi secara optimal.

Tujuan Pelatihan

Tujuan pelatihan ini adalah memotivasi peserta untuk mengembangkan kinerja melalui kerja sama yang efektif, serta memiliki komitmen untuk bekerja secara lebih produktif dan efektif dalam kepuasan kerja tertinggi.

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya-jawab, diskusi, latihan tertulis, brainstorming, role play, games dan icebreaker.

Manfaat Pelatihan

Peserta belajar tentang  pengembangan kinerja dan prestasi melalui kerja sama yang solid di lingkungan tempat kerja.

Peserta belajar  menerapkan budaya kerja sama berlandaskan integritas, pelayanan, dan pengabdian di tempat kerja.

Peserta belajar perilaku utama dari nilai-nilai integritas, pelayanan, dan pengabdian.

Peserta belajar tentang peran individu dalam tim dan kerja sama; perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim; membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama; membangun kepribadian yang mampu mendukung semua kepentingan strategis organisasi dengan berkualitas.

Peserta belajar hal-hal mendasar dalam kerja sama tim, seperti: forming, storming, norming, performing, team structure, roles and responsibilities.

Peserta  belajar mengembangkan keterampilan sehari-hari untuk bisa bersikap dan berperilaku secara berkualitas di tempat kerja.

Peserta belajar untuk meningkatkan citra diri, kesadaran diri, kesadaran sosial dan kesadaran emosional positif.

Peserta belajar berkontribusi pada proses pemecahan masalah secara kreatif.

Peserta belajar bekerja sama secara lebih kohesif dan terpadu.

Peserta belajar untuk membangun komunikasi dan kepercayaan dalam kerja sama.

Peserta belajar membuat keputusan tim yang efektif dan terencana.

Peserta belajar untuk lebih terlibat dan memberikan kontribusi positif untuk lingkungan kantor.

Materi Pelatihan

Hari 1 / Day 1

Sesi 1: Pengembangan Kinerja Melalui Kerjasama Antar Karyawan Di Lingkungan Tempat Kerja.

Sesi 2: Integritas, Pelayanan Dan Pengabdian Karyawan.

Sesi 3: Forum Brainstorming

Hari 2/Day 2

Sesi 4: Keunggulan Pribadi Untuk Kerja Sama Tim Yang Solid.

Sesi 5: Bertindak Untuk Membangun Dan Menjaga Kerja Sama.

Sesi 6: Kerja Sama Mempermudah Pekerjaan.

Sesi 7: Komunikasi Untuk Kerja Sama Yang Sukses.

Hari 3/Day 3

Sesi 8: Motivasi Perilaku Dan Etika Kehidupan Sosial.

Sesi 9: Cara Meningkatkan Kualitas Layanan di dalam organisasi.

MENDADAK TERKENAL

“Untuk Meraih Keberhasilan, Seseorang Harus Melewati Banyak Rintangan Dan Tantangan. Itulah Hukum Kehidupan.” – Djajendra

Di masa lalu, sering sekali bakat seseorang yang telah terlatih dengan sempurna, tapi karena tidak punya ruang untuk dipublikasikan kepada publik. Akhirnya, bakat dan kemampuan yang luar biasa itu tidak pernah terekspos untuk dilihat oleh orang banyak. Dan, bakat hebat itu pun akan lenyap bersama minimnya ruang publik untuk berekspresi. Zaman sekarang semuanya sudah berubah, kehadiran internet dengan youtube, telah memudahkan bakat-bakat hebat untuk mendadak terkenal.

Bila Anda mau berlatih dengan keras dan penuh disiplin untuk mengoptimalkan bakat dan potensi Anda, maka  Anda berpeluang  untuk mendadak terkenal sesuai mimpi Anda. Yang perlu Anda pahami adalah bahwa tidak mungkin sebuah keterampilan dan kemampuan yang berkualitas dimiliki dengan cara-cara instan. Apa pun yang terlihat oleh kita sekarang ini, dan yang dipersepsikan seolah-olah dari hasil instan, adalah hasil dari latihan dan kerja keras.

Kehidupan merupakan sebuah proses panjang dari keberhasilan-keberhasilan kecil dan kegagalan-kegagalan kecil. Untuk meraih keberhasilan, seseorang harus melewati banyak rintangan dan tantangan. Itulah hukum kehidupan. Pada umumnya, orang-orang  tidak begitu peduli untuk melihat proses perjuangan seseorang dalam mencapai keberhasilan. Mereka hanya akan kagum pada hasil akhir yang terlihat, dan selalu tidak bisa memahami bahwa hasil akhir yang terlihat ini merupakan akumulasi dari kerja keras, disiplin, dan latihan.

Anda dapat memiliki apa pun yang Anda mimpikan, asal Anda mau bekerja keras dan berlatih secara terus-menerus tanpa pernah kenal lelah. Tidak ada hal instan dalam proses pengembangan bakat dan kemampuan. Oleh karena itu, jangan pernah terpengaruh pada pemikiran-pemikiran yang mengatakan bahwa semua bisa didapatkan secara instan. Kehidupan tidak pernah instan, kehidupan adalah proses panjang dari titik-titik keberhasilan dan titik-titik kegagalan.

Satu-satunya perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan adalah tindakan. Orang-orang yang hari ini mendadak terkenal karena mereka berani bertindak sesuai kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki. Hasilnya, mereka mendapatkan respons positif dari masyarakat dan secara mendadak mendapatkan sorotan dari media-media seperti TV, radio, koran, majalah, yang akhirnya membuat mereka semakin luas untuk dikenal oleh publik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA PELAYANAN MENGHASILKAN MUTU PELAYANAN

BUDAYA PELAYANAN MENGHASILKAN MUTU PELAYANAN

“Budaya Pelayanan Haruslah Unik Agar Orang-Orang Bisa Merasakan Kelebihan Dari Perilaku Budaya Pelayanan Yang Ditawarkan.” – Djajendra 

Setiap anggota manajemen harus memiliki filosofi untuk tata-cara pelayanan berkualitas, dan mindset untuk pengabdian kepada pelayanan organisasi yang berkualitas. Melalui budaya pelayanan untuk menghasilkan mutu pelayanan terbaik,  setiap anggota manajemen harus mampu membangun organisasi yang dicintai oleh para stakeholder. Bila para stakeholder sudah mencintai organisasi, maka kinerja dan prestasi organisasi secara otomatis akan naik pesat.

Tidak saja anggota manajemen yang harus mempersiapkan mindset untuk mutu pelayanan berkualitas, tapi setiap orang di internal organisasi harus memperlengkapi diri dengan budaya pelayanan, agar dapat secara konsisten melayani organisasi secara berkualitas. Budaya pelayanan organisasi mencakup nilai-nilai, keyakinan, prinsip, kepercayaan, norma, praktik, ritual, dan kebiasaan untuk membuat organisasi beroperasional secara efektif dan produktif.

Setiap hari setiap orang di dalam organisasi harus memiliki disiplin diri yang tinggi untuk memperkaya nilai-nilai budaya pelayanan melalui sikap baik. Untuk itu, kebijakan, prosedur, interaksi, komunikasi, tindakan, dan  tata-cara pelayanan organisasi haruslah dievaluasi secara periodik dan diperkaya dengan nilai-nilai pelayanan berkualitas unggul.

Budaya pelayanan organisasi sangat tergantung kepada penampilan kepribadian baik dari sumber daya manusia organisasi. Keterampilan sumber daya manusia organisasi untuk berkontribusi dengan perilaku positif akan memberikan kesan profesional dan menyenangkan hati stakeholder.

Budaya pelayanan organisasi haruslah memperlihatkan jati diri organisasi melalui kualitas dan keunggulan dari produk atau jasa yang ditawarkan organisasi kepada stakeholder.Termasuk, penampilan fisik tata ruang pelayanan, peralatan pelayanan,  dan citra positif dari setiap pelaku pelayanan di dalam interaksinya kepada stakeholders.

Budaya pelayanan organisasi berarti organisasi memiliki budaya yang unik untuk membuat para stakeholder selalu mencintai organisasi di sepanjang zaman. Untuk itu, manajemen organisasi harus cerdas mempekerjakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menangani pelayanan terhadap stakeholder secara unik sesuai budaya pelayanan organisasi.

Mutu pelayanan organisasi hanya dapat dihasilkan ketika visi pelayanan organisasi mampu dibudayakan, dan diinternalisasikan ke dalam mindset setiap orang di dalam organisasi. Visi pelayanan organisasi harus direncanakan secara berkualitas dan dikomunikasikan dari hati ke hati di semua tingkatan fungsi dan peran dari para pekerja organisasi. Setiap individu di dalam organisasi, apakah dia seorang pimpinan tertinggi, atau pun seorang office boy, haruslah memiliki mindset yang sama tentang mutu pelayanan yang akan diberikan organisasi kepada para stakeholder.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETOS KERJA BANK – PROGRAM 4 JAM

PELATIHAN ETOS KERJA BANK – PROGRAM 4 JAM

DESKRIPSI

Di seluruh Dunia, usaha Bank merupakan usaha yang dikendalikan melalui regulasi yang sangat ketat. Setiap negara pasti akan memiliki undang-undang untuk mengatur tentang fungsi dan peran Bank dalam operasionalnya kepada stakeholder. Semua tata-cara operasional Bank kepada stakeholder diatur dalam prinsip kehati-hatian dan dengan perhitungan risiko yang tepat sasaran. Oleh karena itu, setiap orang yang bekerja di Bank haruslah memiliki kualitas diri dan mindset untuk menjadi pribadi yang menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan cara-cara etis yang penuh integritas kepada aturan, kebijakan, moralitas, etika, dan perundang-undangan. Selain itu, setiap pekerja Bank harus memiliki perilaku kerja yang berlandaskan budaya kerja yang terukur oleh risiko dari berbagai aspek.

Dalam realitas operasional, Bank pasti akan memiliki seperangkat nilai-nilai dasar dan perilaku kerja untuk menjalankan etos kerja dengan prinsip kehati-hatian. Program pelatihan Etos Kerja ini adalah tentang penginternalisasian dan pencerahan nilai-nilai budaya kerja Bank, agar para karyawan Bank mampu menyatukan pikiran dan perasaannya untuk berjuang dan bekerja keras bersama nilai-nilai budaya kerja yang dimiliki oleh Bank.

Program pelatihan Etos Kerja selama empat jam ini akan memotivasi dan membangun perilaku karyawan Bank untuk menjalankan operasional sehari-hari Bank dengan perilaku kerja sesuai aturan, kebijakan, dan undang-undang perbankan. Peserta akan dibukakan pikiran untuk memiliki mindset kerja yang tidak menghambat pertumbuhan Bank dalam mencapai prestasi, kinerja, dan reputasi ekselen.   Peserta akan diberikan pengetahuan dan pencerahan tentang etos kerja yang terkait kepada kehadiran, karakter kerja, kerja sama tim, penampilan diri yang postif, sikap positif, produktifitas dan kontribusi, keterampilan organisasi, komunikasi, saling menghormati, tidak mengeluh, meminimalkan konflik, kreatif, tingginya komitmen kerja, integritas, tidak banyak menuntut, bekerja untuk kualitas, tidak suka menunda-nunda pekerjaan, disiplin kerja yang tinggi, rajin, berinisiatif, daya juang tinggi, selalu fokus, optimis, gairah kerja tinggi, fleksible dan mudah berubah, patuh mengikuti aturan dan kebijakan yang memagari risiko Bank, serta selalu antusias untuk melayani kebutuhan Bank dan stakeholder.

Program pelatihan etos kerja ini bertujuan untuk memenuhi standar perilaku kerja yang mengikuti budaya kerja Bank, serta membangun etika kerja yang kuat, agar karyawan Bank mampu mengembangkan kepribadiannya bersama etos kerja Bank di tempat mereka bekerja untuk masa depan yang lebih cemerlang. Peserta akan dimotivasi untuk mampu beradaptasi dengan peran dan tanggung jawab sebagai pekerja di industri perbankan untuk mendukung budaya kerja Bank  secara maksimal dan profesional. Program ini meletakkan dasar untuk pembelajaran keterampilan etos kerja dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas diri.

MATERI  PEMBAHASAN ETOS KERJA  BANK

Materi Pembahasan Etos Kerja Bank Secara Garis Besar Mencakup Hal-Hal Berikut:

  • Pencerahan Terhadap Budaya Kerja Yang Telah Dimiliki Bank Saat Ini.
  • Kepribadian Di Dalam Prinsip Kehati-Hatian.
  • Kepribadian Yang Patuh Pada Budaya Kerja.
  • Mindset Untuk Etos Kerja Terbaik.
  • Kualitas  Intelektual Yang Diperlukan Untuk Etos Kerja.
  • Kualitas Emosional Yang Diperlukan Untuk Etos Kerja.
  • Kualitas Spiritual Yang Diperlukan Untuk Etos Kerja.
  • Know Your Customer Sebagai Etos Kerja.
  • Karakter Yang Taat Dan Loyal.
  • Tepat Waktu Dan Tidak Pernah Terlambat.
  • Kerjasama, Empati, Dan Berkompromi.
  • Penampilan Diri dan Ketegasan.
  • Sikap Baik, Produktifitas, Dan Komunikasi.
  • Kooperatif, Respek, Dan Negosiasi.
  • Keterampilan Penolakan.
  • Pemecahan Masalah.
  • Pengambilan Keputusan Dan Berpikir Kritis.
  • Pemahaman Konsekuensi.
  • Kegigihan , Persistensi, Dan Kemauan.
  • Disiplin, Integritas, Dan Etika.
  • Komitmen, Resolusi Konflik, Dan Lainnya.

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming, Role Play, Dan Ice Breaker.

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Untuk Training Hubungi:

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 – 021 32168111
Mobile phone : 08128777083 – 081399256111
Fax : 021- 57 992 842

NAIK DAUN

“Ketika Anda Sedang Naik Daun, Anda Akan Berada Di Puncak Sanjungan Dan Pujian Kehidupan.” – Djajendra

Saat Anda sedang Naik Daun, kendalikan diri Anda dalam sikap rendahhati dan kerja keras. Naik Daun adalah istilah untuk menggambarkan tentang seseorang yang sedang mendapatkan banyak rejeki dan popularitas secara mendadak. Daun selalu berada di bagian yang paling tinggi dari sebuah pohon, Naik Daun berarti mampu menempatkan diri di puncak yang paling tinggi dari sebuah pekerjaan atau kehidupan.

Para pemenang selalu tahu diri untuk mengendalikan roda kesuksesan mereka, apalagi di saat mereka sedang Naik Daun. Mereka tidak akan kaget oleh banyaknya rejeki dan popularitas mendadak yang mereka terima, tapi mereka akan semakin menundukkan diri kepada kebesaran Tuhan atas rejeki dan popularitas mendadak yang mereka terima.

Saat Anda sedang Naik Daun, maka semua rutinitas kehidupan Anda akan berubah. Segala macam kemudahan dan tawaran menggiurkan akan hadir mengelilingi Anda; banyak pujian dan banyak rayuan yang akan Anda terima saat sedang Naik Daun, dan inilah waktu yang paling tepat untuk belajar mengendalikan diri melalui perilaku rendahhati. Cobalah berperilaku tidakserakah melalui pikiran Anda yang tercerahkan oleh nilai-nilai positif kehidupan. Lalu, satukan energi, motivasi, tindakan, sikap, tujuan, dan tanggung jawab dalam rutinitas sehari-hari Anda; agar Anda tidak diperbudak oleh apa pun dan siapa pun.

Percayalah bahwa tugas manusia sesungguhnya hanyalah untuk berjuang dalam mencapai harapan dan impian. Dan selanjutnya, semua rejeki dan popularitas seseorang telah diatur oleh Tuhan Maha Besar. Oleh karena itu, jangan pernah takut kehilangan rejeki dan popularitas. Bila Anda mampu menjadi pembelajar seumur hidup di dalam kendali kerendahhatian Anda, maka masa Naik Daun Anda akan ada di sepanjang kehidupan Anda.

Kesadaran untuk mengembangkan terus potensi diri melalui idealisme diri sejati adalah hal yang akan membuat Anda terus berkarya di dalam kreatifitas. Saat Anda sedang Naik Daun, janganlah membiarkan diri Anda masuk dalam perangkap obsesi orang lain, tetaplah menjadi diri sendiri dan teruslah belajar untuk berkontribusi kepada kehidupan melalui sikap rendahhati.

Kita semua harus selalu berkaca kepada orang-orang yang telah Naik Daun dan masih tetap Naik Daun sampai hari ini. Sebut saja nama-nama yang terus menguasai panggung, seperti Oprah Winfrey, Larry King, Tukul Arwana, dan lain sebagainya. Mereka semua masih tetap eksis dan tetap di tunggu oleh pemirsa, walaupun sudah lama mereka Naik Daun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERASAAN CURIGA

“Perasaan Curiga Seperti Api, Kalau Kecil Bermanfaat, Tapi Kalau Sudah Sangat Besar Bisa Membakar Kehidupan.” – Djajendra

Perasaan curiga dan mencurigai adalah hal yang sangat manusiawi. Tapi, bila seseorang tidak mampu mengendalikan perasaan curiganya, maka dia akan hidup dalam keraguan dan ketidakdamaian hati. Dalam kata lain, dia akan menderita dan cemas terhadap hal-hal yang dia curigai tersebut.

Kehidupan yang baik adalah kehidupan atas dasar kepercayaan. Saling percaya dan saling berbagi dalam kejujuran, dan tidak membohongi atau mencurangi satu sama lain adalah fondasi yang baik untuk menghapus perasaan curiga dan mencurigai. Pada dasarnya, setiap orang berhak untuk memiliki perasaan curiga. Sebab, curiga dan mencuriga adalah hak pribadi seseorang, tapi jangan sampai perasaan curiga menjadi kekuatan yang merusak niat baik dan kedamaian kehidupan.

Perasaan curiga dalam kadar rendah akan membuat diri mampu memproteksi risiko kehidupan yang tidak dikehendaki. Tetapi, bila perasaan curiga sudah menjadi mindset dan gaya hidup, maka semua hal baik pun akan dilihat dari sisi negatif dan tidak akan ada ruang di hati untuk melihat sisi baik.

Curiga berarti membebani diri dengan hal-hal negatif atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sejujurnya, kehidupan sering sekali dilayani dengan perilaku tidak jujur. Hal inilah yang membuat banyak orang menderita gangguan perasaan curiga. Curiga dan mencurigai adalah persoalan perasaan dan pikiran yang tidak mempercayai hal-hal yang dicurigai tersebut. Bila semua orang sudah terperangkap ke dalam budaya kehidupan yang saling curiga dan mencurigai, maka berakhirlah kedamaian dan ketenangan di dalam kehidupan. Kedamaian dan ketenangan hanya dapat muncul dalam budaya kehidupan yang saling percaya dan mendukung.

Perasaan curiga yang berlebihan merupakan hambatan mental yang berpotensi membuat kehidupan seseorang menjadi tidak bahagia di sepanjang kehidupannya. Ketakutan dan ketidakpercayaan yang berlebihan di dalam diri akan memunculkan perasaan curiga, dan kondisi ini akan merepotkan diri sendiri. Tidak percaya? Cobalah amati dan renungkan kembali perasaan-perasaan curiga Anda yang berlebihan, mungkin hal-hal yang Anda curigai secara berlebihan itu, tidak semuanya seperti yang Anda pikirkan. Tetapi, perasaan curiga Anda yang berlebihan akan menghadirkan stres untuk menggerogoti kesehatan diri Anda secara perlahan-lahan, serta menjauhkan Anda dari perasaan damai dan bahagia.

Pengalaman kehidupan Anda yang sering dibohongi oleh orang lain melalui nilai-nilai kehidupan negatif, serta informasi dan berita-berita yang membentuk mindset Anda untuk semakin mencurigai perilaku kehidupan, akan menjadi titik awal untuk menggiring Anda masuk ke dalam perangkap perasaan curiga secara berlebihan. Perasaan curiga secara berlebihan akan memunculkan perilaku negatif yang nantinya akan sulit melihat kehidupan dari sisi baik. Hal ini, secara tidak sadar akan menggiring seseorang untuk menjadi paranoid dalam hubungan dengan kehidupan dan orang lain.

Salah satu cara melepaskan diri dari perasaan curiga yang berlebihan adalah dengan merubah mindset, dan mencari akar penyebab munculnya perasaan curiga tersebut. Lalu, memulai kehidupan baru dengan menguasai pikiran dan perasaan untuk difokuskan kepada hal-hal positif.

Bila Anda sudah mampu seratus persen mengabdikan kehidupan Anda untuk kebaikan kehidupan, maka perasaan curiga dan mencurigai akan hilang dari kehidupan Anda. Dekatkan diri Anda kepada Tuhan, dan percayalah bahwa Tuhan Maha Besar akan melindungi Anda dari semua hal yang tidak Anda inginkan. Semakin mampu Anda menguasai diri sendiri dan mengarahkan diri ke dalam kehidupan yang saling percaya, semakin Anda mampu menjadi pribadi yang tenang dan tidak terperangkap oleh perasaan curiga. Fokuskan pikiran dan perasaan Anda untuk selalu berada di dalam kehidupan yang penuh cinta, damai, bahagia, peduli, dan saling percaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Perilaku Kerja Pimpinan Menentukan Motivasi Kerja Karyawan

“Pemimpin Dengan Kepribadian Yang Jujur Dan Tulus, Pasti Akan Menjadi Motivator Terbaik Untuk Mengembangkan Keunggulan Karyawan.” – Djajendra

Bila Anda seorang pimpinan di organisasi Anda, maka Anda wajib mempersiapkan diri Anda untuk menjadi motivator terbaik dengan memiliki pengaruh kuat, untuk mendorong para karyawan agar mau berperilaku kerja sesuai dengan ethos kerja yang diinginkan organisasi Anda. Sering sekali karyawan mengalami kehilangan gairah kerja, saat pimpinan mereka panik dan tidak termotivasi untuk melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab bersama integritas dan disiplin diri yang tinggi. Artinya, motivasi kerja karyawan sangat tergantung kepada motivasi dan perilaku kerja pimpinan. Karyawan akan melihat motivasi pimpinan mereka melakukan tugas-tugas yang diperlukan oleh organisasi mereka. Jika pimpinan mereka bersungguh-sungguh dengan penuh komitmen melakukan pekerjaan, maka karyawan secara otomatis akan termotivasi dan merasa malu jika tidak mampu membantu kesungguhan pimpinan mereka dalam meraih prestasi dan kinerja.

Pimpinan selalu akan menjadi role model buat karyawan. Karyawan akan melihat bagaimana perilaku pimpinan mereka bisa cocok dengan rencana mereka untuk bekerja dan berkontribusi buat organisasi. Bila pimpinan selalu bersikap tegas dan jelas bersama komitmen dan motivasi yang terus bergairah untuk meraih sukses, maka karyawan akan semakin mempersiapkan diri dengan disiplin dan integritas diri yang tinggi, untuk meningkatkan kualitas dari pekerjaan yang diberikan pimpinan kepada mereka.

Sikap dan kepribadian pimpinan sangat menentukan semangat dan motivasi kerja karyawan. Semakin bersemangat pimpinan memotivasi karyawan dari hati yang paling tulus dan paling jujur, maka akan semakin bekerja keras para karyawan untuk keberhasilan pimpinan dan organisasi. Sikap positif dan keteladanan pimpinan akan membangkitkan semangat loyalitas karyawan kepada pimpinan yang mereka cintai dan teladani.

Pimpinan harus selalu bersikap dan bertindak dengan informasi yang mampu dilihat dan dirasakan oleh setiap karyawan. Semua instruksi dan informasi tidak boleh berputar-putar tanpa arah yang jelas. Untuk itu, pimpinan harus menjadi tegas dan mampu menegaskan kepada setiap karyawan tentang cara memanfaatkan informasi agar bisa bertindak secara efektif dan produktif.

Pimpinan tidak boleh membiarkan bisnis berjalan secara kebetulan dan memaksa karyawan untuk mencari pendapatan dari kemampuan mereka. Pimpinan harus berdiri di garis paling depan, dan mengarahkan setiap karyawan melalui perencanaan yang baik, untuk menghasilkan pendapatan terbaik. Bila pimpinan terlalu tergantung kepada karyawan dan tidak memiliki kekuatan untuk mendapatkan penghasilan organisasi, maka kepercayaan dan rasa hormat karyawan kepada pimpinan akan segera hilang.

Pimpinan tidak boleh mengintervensi atau terlalu banyak mengganggu kepribadian karyawan, tapi hanya memotivasi dan mengarahkan perilaku karyawan agar sesuai dengan ethos kerja organisasi. Jika karyawan memiliki kesulitan berkonsentrasi terhadap perilaku kerja yang diharapkan, cobalah untuk melihat apa yang mengganggu mereka dan ambillah langkah-langkah untuk menghilangkan keraguan mereka terhadap perilaku kerja yang Anda harapkan dari karyawan Anda.

Pimpinan harus memberi contoh kepada karyawan tentang cara menetapkan batas waktu yang pasti untuk menuntaskan sebuah pekerjaan. Dalam hal ini, pimpinan harus menegaskan kepada karyawan melalui perilaku kepemimpinan yang dapat dilihat dan dirasakan oleh para karyawan, agar karyawan bisa memanfaatkan setiap pekerjaan sesuai dengan waktu yang tersedia. Artinya, pimpinan tidak sekedar berkata-kata dan memberi nasihat kepada karyawan, tapi memperlihatkan kepada karyawan bagaimana pimpinan selalu mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang diberikan atau disediakan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KNOW YOUR CUSTOMER SEBAGAI ETOS KERJA BANK

“Semakin Banyak Bank Dipercaya Oleh Stakeholder Di Sebuah Negara, Maka Semakin Kuatlah Fondasi Perekonomian Negara Tersebut.” – Djajendra

Nasabah pastinya akan menjadi pihak yang sangat penting dan akan dilayani oleh bank dengan ekselen. Karena,  tanpa nasabah tidak akan ada bisnis dan pertumbuhan di dalam bank. Semua nilai tambah dalam aktifitas bisnis bank dihasilkan oleh para nasabah. Bank harus selalu menjaga setiap tindakan operasionalnya untuk membangun kepercayaan dari nasabah terhadap eksistensi bank tersebut. Untuk itu, bank harus mencegah semua potensi risiko yang bisa mengakibatkan hilangnya kepercayaan nasabah terhadap operasional bank.

Salah satu potensi risiko yang dimiliki bank adalah sumber dana nasabah dari hasil ketidakjujuran dan pelanggaran hukum. Oleh karena itu, setiap pimpinan dan karyawan bank harus memiliki etos kerja untuk menjalankan prinsip mengenal nasabah. Artinya, Know Your Customer tidak sekedar menjadi aturan yang wajib dijalankan oleh pihak bank, tapi mampu menjadi budaya dan perilaku kerja dalam pelayanan unggul bank kepada nasabah.

Dalam realitas kehidupan selalu saja ada orang baik dan orang tidak baik. Orang baik dan jujur pastinya akan menjadi aset bank, sedangkan orang-orang dengan sumber penghasilan dari ketidakjujuran adalah pembawa risiko yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat luas terhadap bank. Oleh karena itu, manajemen bank tidak boleh tergiur untuk mendapatkan dana murah nasabah dari sumber penghasilan yang tidak jelas. Keinginan untuk menghimpun dana murah nasabah sebanyak mungkin untuk keuntungan bank, haruslah diikuti dengan mindset Know Your Customer sebagai etos kerja.

Bank wajib menjadikan prinsip Know Your Customer sebagai etos kerja dengan tujuan mencegah orang-orang tidak jujur memanfaatkan bank sebagai tempat pencucian uang terhadap uang –uang dari hasil ketidakjujuran mereka. Pahami identitas setiap nasabah khususnya tentang perilaku penghasilan dan sumber penghasilan dari nasabah tersebut. Prinsip mengenal nasabah menjadi sangat penting untuk membuat bank mampu meminimalisir risiko dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam operasional pencucian uang melalui produk dan jasa pelayanan bank.

Kualitas kepercayaan masyarakat kepada bank sangat menentukan kekuatan sebuah perekonomian. Bila masyarakat di sebuah negara semakin percaya pada reputasi dan kredibilitas bank sebagai lembaga terpercaya dan terjujur, maka perekonomian negara tersebut dari hari ke hari akan semakin kuat.

Menjalankan prinsip Know Your Customer sebagai etos kerja bank berarti membiasakan setiap individu di dalam bank, untuk selalu melayani semua kepentingan bank dan nasabah dengan prinsip kehati-hatian. Setiap pelayanan nasabah akan terproteksi melalui kebiasaan kerja yang mengedepankan prinsip Know Your Customer. Jika setiap upaya bank difokuskan untuk mendapatkan nasabah jujur yang penuh etika dan integritas, maka risiko bank di setiap aspek operasional dan strategis dapat dikendalikan secara sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INVESTASI DAN RISIKO

“Investasi Dan Risiko Adalah Dua Hal Yang Selalu Hidup Bersama Dan Saling Membutuhkan.” – Djajendra

“Siapa Pun Boleh Menjadi Sangat Pintar Dalam Hal Investasi, Tapi Tidak Ada Seorang Pun Di Dunia Ini Yang Mampu Memperhitungkan Risiko Dengan Tepat.” – Djajendra

Bila ada orang-orang yang mengaku sebagai ahli dibidang investasi dan menjanjikan keuntungan besar dengan investasi tanpa risiko, maka sebaiknya Anda wajib untuk mengambil sikap berhati-hati. Percayalah bahwa tidak ada investasi tanpa risiko, semua investasi memiliki risiko, dan hanya besaran risikonya saja yang berbeda.

Seperti pesan warren buffett, seorang investor terbijak dari Amerika, bahwa risiko datang dari ketidaktahuan akan apa yang Anda lakukan. Oleh karena itu, apa pun investasi yang ingin Anda lakukan, harus Anda pahami secara rinci dan dipelajari secara mendalam, agar Anda bisa memiliki pengetahuan yang benar untuk membuat keputusan yang tepat buat keuntungan Anda.

Sebuah investasi selalu terkait kepada berbagai faktor ekonomi, sosial, dan politik yang mendukung keberadaan investasi tersebut. Artinya, sebelum bertindak dalam investasi yang rumit, Anda sebaiknya memperlengkapi mindset Anda dengan kemampuan yang sesuai dengan tindakan investasi Anda. Jangan pernah menyerahkan kedaulatan berinvestasi Anda ke tangan orang lain. Anda harus menjadi fund manajer atau pun menjadi ahli investasi sebelum melakukan investasi. Bila Anda menyerahkan investasi Anda untuk dikelola oleh orang lain, maka Anda tidak akan lagi memiliki kendali untuk mengatasi risiko-risiko. Hal ini berarti bahwa masa depan investasi Anda tidak berada ditangan Anda, tapi berada pada kemampuan dan niat baik dari orang-orang yang Anda percayakan untuk mengelola investasi Anda.

Ketika Anda memiliki banyak uang, maka orang-orang dengan kompetensi dan pengalaman untuk mengelola uang orang lain, akan hadir ke dalam kehidupan Anda. Biasanya, mereka akan memperlengkapi diri mereka dengan berbagai kepintaran untuk berbicara dan mempengaruhi Anda, agar Anda mempercayai mereka dalam pengelolaan uang Anda yang banyak itu. Mereka juga akan bilang bahwa Anda tinggal duduk manis, dan mereka akan bekerja keras untuk mengalirkan keuntungan ke pundi-pundi Anda. Saran saya, Anda jangan langsung percaya dan berinvestasi, tapi belajarlah semua pengetahuan ekonomi, keuangan, dan investasi yang terkait dengan tawaran mereka. Lalu, pastikan Anda memahami investasi Anda tersebut, termasuk risiko-risikonya dalam kecerahan diri terdalam Anda. Hal terpenting, kendalikan sendiri investasi Anda, jangan pernah menyerahkan kendali kepada siapa pun, apalagi kepada orang-orang yang terlihat sangat pintar dan banyak akal.

Jangan takut kepada risiko, sebab tidak ada investasi yang bebas risiko. Anda harus terjun sendiri dan mengendalikan sendiri semua keputusan dan tindakan atas investasi Anda. Bila ada orang lain datang dan menjanjikan untuk meminimalisir risiko investasi Anda, maka sebaiknya Anda pelajari secara mendalam atas tawaran tersebut. Lalu, buatlah keputusan atas dasar keyakinan dan pengetahuan Anda, bukan atas dasar dan keyakinan orang lain. Orang lain boleh saja menjadi sangat pintar dan luar biasa dalam hal investasi, tapi tidak ada orang di dunia ini dalam bidang apa pun yang mampu memperhitungkan risiko dengan tepat.

Risiko adalah bagian dari diri kita, bagian yang tak terpisahkan dari logika berpikir kita. Seperti kita pahami bahwa setiap orang selalu memiliki logika berpikir dan keyakinannya sendiri atas sebuah tindakan investasi. Pastikan Anda selalu bersikap rasional dan memahami investasi Anda dengan pengetahuan yang mendalam dan tercerahkan. Pahami ide dasar dari sebuah investasi, dan jangan pernah berspekulasi tanpa memiliki kendali atas investasi Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENSIUN UNTUK SUKSES BUKAN PENSIUN UNTUK GAGAL

“Masa Pensiun Adalah Waktunya Untuk Berkarya Dengan Prinsip Kehati-Hatian Dalam Kerendahhatian.” – Djajendra

Kebanyakan orang saat harus menjalani kehidupan pensiun akan mengalami guncangan emosional. Hal ini disebabkan oleh hilangnya kebiasaan dan rutinitas yang mungkin telah dijalani puluhan tahun. Menghapus atau merubah kebiasaan dan rutinitas yang telah dijalani puluhan tahun bukanlah perkara mudah. Belum lagi, orang-orang dengan jabatan dan kekuasaan, setelah pensiun berpotensi masuk dalam perangkap post power syndrome. Menjalani kehidupan pensiun terlihat sangat sederhana, tapi sesungguhnya memerlukan persiapan yang sangat terencana untuk sebuah perubahan kehidupan.

Beberapa hari yang lalu, saya diundang untuk melakukan brainstorming dengan sekelompok orang-orang pensiunan. Orang-orang yang melakukan brainstorming ini sudah menjalani masa pensiun mereka lebih dari lima tahun. Sekarang ini, diantara mereka ada yang sukses dengan usahanya, tapi banyak juga yang mengalami kemunduran dan kehilangan. Sebagian diantara mereka yang hadir mengakui bahwa setelah pensiun mereka kehilangan rasa percaya diri, apalagi mereka menjadi sangat frustasi untuk mendapatkan penghasilan bulanan minimal sebesar gaji terakhir sebelum pensiun.

Dari hasil brainstorming ini, saya temukan bahwa sebagian orang yang cemas di masa pensiun diakibatkan oleh kepercayaan yang mereka berikan kepada pihak ketiga untuk mengelola dana mereka. Pihak yang dipercaya ini pun mengelola uang mereka melalui berbagai instrumen yang ada di pasar uang dan pasar modal. Seperti kita ketahui, pasar uang dan pasar modal memiliki tingkat risiko yang sangat besar, dan sangat fluktuatif. Hal ini yang membuat mereka hidup dalam perasaan cemas dan takut, termasuk hilangnya kepastian penghasilan bulanan.

Banyak juga diantara mereka yang mengalami keberhasilan dan kemunduran dari kewirausahaan yang mereka tekuni. Beragam alasan yang mereka sampaikan tentang cara mereka mengatasi tantangan dan risiko dalam kewirausahaan mereka. Tetapi, secara umum orang-orang yang mampu bersikap sabar dan tidak terburu-buru mengejar visi kehidupan mereka setelah pensiun, mengalami pertumbuhan diri dan keuangan yang jauh lebih baik ketimbang saat mereka menjadi pegawai.

Sebenarnya, sangat banyak hal produktif  yang bisa dilakukan oleh orang-orang setelah pensiun, tapi semua itu harus dimulai dengan tenang dalam pikiran yang terang dan tercerahkan. Membiasakan diri untuk bersyukur dengan penghasilan berapa pun adalah awal untuk menjalani kehidupan yang sehat, damai, bahagia, dan tercukupkan di masa pensiun. Ambisi dan spekulasi untuk mendapatkan keuntungan besar haruslah dikendalikan melalui perhitungan risiko dan pengetahuan yang benar. Masa pensiun adalah masa untuk berpikir, bersikap, bertindak, berperilaku dalam kejernihan dan ketenangan pikiran; masa pensiun adalah waktunya untuk berkarya dengan prinsip kehati-hatian dalam kerendahhatian.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

 

HEMAT

“Hidup Hemat Berarti Kita Mampu Mendidik Diri Kita Untuk Selalu Menjalani Kehidupan Yang Sederhana Dalam Kerendahhatian.” – Djajendra

Kehidupan dikuasai oleh bisnis, beragam produk dan jasa selalu membuat orang-orang lupa untuk hidup hemat. Walaupun tidak punya uang, tidak menjadi masalah, masih bisa berhutang untuk memiliki barang idaman. Semua iklan dan promosi di ruang publik terlihat sangat mempengaruhi orang – orang untuk berbelanja. Tidak terdengar iklan atau promosi di ruang publik yang mengajak  masyarakat untuk hidup hemat. Padahal hemat adalah pangkal kaya, itulah nasihat guru-guru sekolah dasar saya.

Kehidupan hemat sangat tergantung kepada ajaran masing-masing rumah tangga terhadap setiap anggota keluarganya. Realitas memperlihatkan, mulai dari anak-anak balita hingga orang tua telah menjadi target bisnis dengan berbagai produk dan jasa. Dunia bisnis sangat kreatif untuk melihat peluang dan sekaligus mempengaruhi orang-orang agar mau membeli. Hal ini mengakibatkan semakin banyak orang-orang telah  kehilangan disiplin diri untuk hidup hemat. Oleh karena itu, setiap rumah tangga harus bangkit dan mengajarkan kepada setiap anggota keluarganya untuk memiliki disiplin diri yang konsisten buat kehidupan hemat.

Hemat berarti hanya boleh mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang berguna buat diri sendiri dan orang lain, serta tidak mengeluarkan biaya untuk keinginan atas dorongan nafsu dan ego, yang mungkin tidak menjadi prioritas di dalam kehidupan Anda. Untuk itu, setiap orang harus secara sadar menyusun program kehidupan hemat, dan harus mampu mengendalikan diri dengan penuh tanggung jawab untuk mematuhi program kehidupan hemat tersebut dengan total dan sepenuh hati.

Kehidupan hemat berarti memiliki kemampuan untuk menghindari godaan dari lingkungan yang konsumtif. Kita semua harus sadar bahwa tantangan paling berat untuk kehidupan hemat adalah lingkungan yang sangat berkemampuan untuk merubah mindset kita menjadi mindset konsumtif.  Radio dan TV di rumah kita adalah alat yang paling sempurna untuk membuat kita tergoda membeli, walaupun yang ingin dibeli itu tidak benar-benar diperlukan.

Kehidupan hemat berarti kita mampu mendidik diri kita untuk selalu menjalani kehidupan yang sederhana dalam kerendahhatian. Kita harus memiliki keteguhan hati untuk melaksanakan pola hidup hemat, walau di depan mata ada sejuta godaan untuk menjadikan diri kita konsumtif.

Hemat berarti kita peduli kepada masa depan kehidupan generasi penerus, serta tidak menyia-nyiakan karunia dan peluang yang dimiliki buat pemborosan untuk hal-hal yang tidak baik. Hemat berarti kita membuat mata uang kita akan semakin kuat, karena inflasi akan semakin kecil di lingkungan bangsa yang hemat. Hal ini akan membuat masa depan kehidupan ekonomi bangsa yang hemat semakin kaya dan kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

WAKTU UNTUK KELUARGA

“Pemenang Sejati Tidak Diukur Dari Banyaknya Harta Yang Dia Kumpulkan, Tapi Diukur Dari Banyaknya Kebahagiaan Yang Dia Dapatkan.” – Djajendra

Saat seseorang sedang memanjat tangga sukses, maka dirinya akan disibukkan dengan berbagai aktivitas, ambisi dan kerja keras untuk menjadi yang terbaik dipekerjaannya; sehingga waktu yang dia miliki biasanya habis bahkan tidak cukup untuk digunakan buat mencapai ambisi dan tujuan pekerjaan. Bahkan tidak jarang  waktu untuk keluarga akan diambil untuk tujuan karir, uang, dan pekerjaan. Akibatnya, kualitas untuk mendapatkan cinta dan perhatian di dalam keluarga akan semakin berkurang.

Ketika seseorang berpikir dangkal dan terjebak di dalam roda kompetisi pekerjaan untuk mengejar karir, target, dan uang; dia berpotensi kehilangan kesempatan untuk menjalankan pola kehidupan yang seimbang, serta sangat berpotensi kehilangan kualitas sebagai manusia yang menghargai dan yang mencintai kemanusiaan. Dia akan menjadi mesin pemburu uang dan jabatan, serta akan lupa diri untuk mencari makna kehidupan di balik potensi dan bakat hebat yang dia miliki.

Saat sisi kemanusiaan seseorang memudar dan sisi memburu uang dan jabatan meningkat, maka dia sedang menggali lubang jebakkan untuk dirinya sendiri. Sebab, dia akan kehilangan kendali atas etika dan moral. Akibatnya, dia akan melakukan apa saja untuk memburu uang dan jabatan. Dia juga akan lupa bahwa keluarga adalah fondasi dasar untuk mendapatkan cinta, kebahagiaan, kesenangan, dan kepedulian.

Saat seseorang mampu mengendalikan diri untuk tidak terjebak di dalam roda kompetisi atas dasar ambisi dan ego berpikiran pendek, maka dia berpeluang untuk menjalankan sebuah pola kehidupan yang seimbang bersama kedamaian dan kebahagiaan. Dan dia juga akan memiliki waktu yang panjang untuk bercerita tentang cinta dan kehidupan damai bersama keluarga tercintanya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KARYAWAN HARUS DIBEKALI DENGAN KETERAMPILAN DASAR

Bekerja Dengan Orang-Orang Yang Kurang Memiliki Kemampuan Komunikasi Dapat Menjadi Pengalaman Frustrasi Dan Sakit Hati.” – Djajendra

Setelah perusahaan merekrut karyawan, sebaiknya karyawan tersebut dilatih dengan keterampilan dasar yang harus mereka miliki untuk menjalankan pekerjaan di perusahaan. Khususnya untuk menguasai budaya perusahaan, komunikasi dan interaksi di internal perusahaan, manajemen waktu, manajemen marah, keterampilan bekerja sama, keterampilan menjalankan peran dan fungsi organisasi, dan keterampilan untuk selalu produktif, efektif, bersama integritas dan etika. Semua ini harus diajarkan dan dilatih secara terus-menerus sehingga karyawan menjadi ekselen untuk berkontribusi secara profesional kepada perusahaan.

Perusahaan tidak hanya cukup menyerahkan tanggung jawab pekerjaan kepada karyawan, tanpa melengkapi mereka dengan sebanyak mungkin keterampilan dasar agar para karyawan tersebut mampu berprestasi dan sukses di tempat kerja. Biasanya, karyawan baru hasil lulusan perguruan tinggi, memiliki pengetahuan yang sangat memadai, tapi memiliki keterampilan dasar yang sangat minim, serta tidak memiliki pengalaman untuk berkomunikasi kepada stakeholder melalui panduan etika bisnis dan etika kerja yang profesional.

Dalam hal penguasaan keterampilan dasar, saya selalu mengamati bahwa orang-orang yang sudah sangat berpengalaman pun sering sekali sangat minim kemampuan keterampilan dasarnya. Akibatnya, mereka menjadi sumber daya manusia yang menghambat kualitas dan pelayanan kerja terbaik di tempat kerja. Di sini, perusahaan harus turun ke sebuah awal untuk melatih kembali setiap karyawan yang miskin keterampilan dasar tersebut dengan berbagai keterampilan dasar, agar mereka bisa menjadi pribadi-pribadi unggul yang menciptakan kualitas kerja dan pelayanan kerja terbaik di dalam organisasi.

Keterampilan dasar karyawan bisa hard skill atau pun soft skill. Untuk hard skill biasanya tidak sulit, dan perusahaan dengan sangat mudah mampu melakukan evaluasi dan penilaian atas kemampuan hard skill karyawan. Tetapi, hal ini tidak berlaku untuk penilaian terhadap soft skill. soft skill seperti kemampuan interpersonal, kecerdasan emosional, kecerdasan integritas, dan kecerdasan etika tidaklah mudah untuk dinilai. Para penilai soft skill juga tidak bisa sembarangan orang, sebab di dalam soft skill semua hal-hal akan saling berkaitan dan menyatu ke dalam kepribadian seseorang secara unik, sehingga diperlukan penilai dengan kepribadian dewasa yang tercerahkan oleh empati dan nilai-nilai positif kehidupan.

Berikut ini ada tiga hal dalam soft skills yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun di internal perusahaan. Ketiga hal tersebut adalah keterampilan dasar komunikasi, keterampilan dasar pemecahan masalah, dan keterampilan dasar interpersonal.

Keterampilan dasar komunikasi adalah sebuah ketrampilan dasar yang sangat menentukan keberhasilan di tempat kerja. Bekerja dengan orang-orang yang kurang memiliki kemampuan komunikasi dapat menjadi pengalaman frustrasi dan sakit hati. Oleh karena itu, perusahaan harus sangat peduli untuk melatih secara terus-menerus terhadap setiap karyawan tentang kemampuan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara secara efektif kepada stakeholder dalam sifat baik, tatakrama dan sopan-santun. Khususnya, dalam hal membaca, menulis, dan mendengar. Biasanya, ketiga hal ini selalu diabaikan, dan perusahaan selalu lebih suka memperhatikan komunikasi berbicara efektif. Padahal kemampuan untuk membaca dan memahami dokumen-dokumen dalam pelayanan organisasi kepada stakeholder sangatlah menentukan kualitas interaksi dengan stakeholder; kemampuan untuk menulis dan memilih kata-kata yang tepat dan santun dalam penulisan melalui email ataupun penulisan untuk kepentingan stakeholder dalam bentuk non email sangatlah membangun reputasi perusahaan; dan kemampuan untuk mendengarkan secara aktif tentang stakeholder juga tidak kalah pentingnya dalam menciptakan komunikasi yang luar biasa dengan stakeholder.

Keterampilan dasar pemecahan masalah adalah keterampilan dasar yang sangat menentukan kemampuan setiap orang untuk mendapatkan solusi yang hebat, serta untuk bisa menghindari kesalahan dan konflik. Hal ini termasuk tentang cara mengidentifikasi masalah, brainstorming untuk menghargai pendapat orang lain dan untuk menemukan solusi terbaik, mengevaluasi suatu keadaan untuk mendapatkan jawaban alternatif untuk sebuah keadilan, dan kecerdasan untuk menerapkan ide-ide terbaik buat kebahagiaan stakeholder. Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk menyelesaikan masalah secara efektif, produktif, wajar, dan adil.

Keterampilan dasar interpersonal adalah sebuah keterampilan dasar yang sangat menentukan kerja sama dan kontribusi karyawan untuk keberhasilan perusahaan. Itulah sebabnya, mengapa karyawan perlu untuk mengembangkan kualitas seperti empati, kecerdasan emosi, sikap baik, perilaku positif, dan keterampilan untuk mendukung kebutuhan kerja organisasi. Pastikan bahwa karyawan sudah tercerahkan untuk memahami betapa pentingnya keterampilan interpersonal ini. Kemudian, bentuk mind set dan bangkitkan semangat karyawan untuk selalu menjaga sikap positif, bekerja pada ketegasan sop, mencegah ketegangan di tempat kerja, kemampuan untuk mengatasi masalah, kemampuan untuk bekerja dalam integritas diri, kemampuan untuk menjalankan etika dan prinsip-prinsip kerja berkualitas, serta kecerdasan untuk menyelesaikan konflik yang merugikan organisasi dan stakeholder.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERBEDAAN ANTARA ETOS KERJA DENGAN ETIKA KERJA

“Perusahaan Dibuat Untuk Menciptakan Lebih Banyak Kekayaan Dan Membuat Para Pemiliknya Mampu Mencapai Puncak Kesuksesan Kehidupan Ekonomi.” – Djajendra

Apakah ada perbedaan antara etos kerja dengan etika kerja? Jawabannya, ada tapi sangat tipis. Etos kerja sangat terkait kepada kerja keras, ketekunan, loyalitas, komunikasi, cara pengambilan keputusan, sikap, perilaku, dedikasi, dan disiplin tinggi untuk menciptakan nilai tambah organisasi; sedangkan etika kerja sangat terkait dengan etos kerja yang memperhatikan aspek moral, etika, keadilan, dan integritas dalam menciptakan nilai tambah organisasi.

Dalam praktik bisnis, perusahaan pasti menginginkan keuntungan yang maksimal dengan biaya yang seminimal mungkin, sebab itulah cara bisnis yang paling benar. Praktik yang mengutamakan keuntungan dengan cara apa pun akan membuat perusahaan mempraktikkan etos kerja tanpa mempedulikan etika dan integritas. Dampaknya, demi mendapatkan bisnis dan keuntungan yang lebih besar karyawan dan pimpinan akan mengabaikan sistem, prosedur, dan  kode etika perusahaan.

Pada umumnya, perusahaan akan sangat berorientasi kepada keuntungan dan target-target dalam ukuran uang. Prestasi dan kinerja dari karyawan dan pimpinan akan dihitung dengan ukuran uang. Uang yang akan menentukan apakah seseorang berprestasi atau tidak, dan waktu adalah uang. Artinya, setiap karyawan dan pimpinan harus memiliki etos kerja untuk memaksimalkan waktu kerja mereka untuk bisa menciptakan produktifitas yang tinggi buat keuntungan perusahaan. Tapi, ada juga perusahaan yang memahami etos kerja tidak sekedar bekerja keras tanpa etika untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Persoalannya, dunia bisnis adalah dunia tempat mencari keuntungan maksimal dengan biaya sekecil mungkin. Oleh sebab itu, sering sekali perilaku bisnis selalu akan mengabaikan etika dan integritas, serta akan memaksa perusahaan untuk fokus kepada cara pencapaian keuntungan. Perusahaan dibuat untuk menciptakan lebih banyak kekayaan dan membuat para pemiliknya mampu mencapai puncak kesuksesan kehidupan ekonomi.

Dalam realitas yang saya temukan banyak sekali pimpinan bisnis dan pemilik bisnis mengharapkan para karyawannya memiliki etos kerja dengan spesifikasi seperti berikut: pekerja keras, memiliki keinginan untuk prestasi, termotivasi kepada pencapaian tujuan perusahaan, memenuhi kewajiban tugas dan pekerjaan tepat waktu, memiliki disiplin diri yang tinggi, loyal kepada perusahaan, memiliki integritas kepada perusahaan, tidak banyak menuntut kepada perusahaan, siap bekerja dalam situasi apa pun bila diminta pimpinan, bertanggung jawab kepada perusahaan, berperilaku yang tidak merusak reputasi perusahaan, memiliki ambisius untuk berkontribusi secara maksimal, mampu mengendalikan diri dari setiap tekanan kerja, selalu bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas, bekerja efektif dan efisien, serta tidak pernah menyerah sampai pekerjaan diselesaikan dengan sempurna.

Perbedaan antara etos kerja dan etika kerja sangat tergantung kepada niat dari seorang pimpinan atau pemilik usaha dalam membentuk sikap, perilaku, karakter, keyakinan, sopan santun, komunikasi, interaksi, dan tanggung jawab dari para karyawan terhadap stakeholder. Bila pimpinan atau pemilik perusahaan peduli kepada nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, keadilan, dan kesetaraan antara stakeholder dengan bisnis perusahaan; maka biasanya perbedaan antara etos kerja dengan etika kerja tidak akan ada.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

REPUTASI PERUSAHAAN DIBANGUN DARI INTEGRITAS

“Reputasi Perusahaan Akan Lahir Dari Kekaguman Setiap Stakeholder Atas Perilaku Bisnis Yang Memenuhi Kebutuhan, Kenyamanan, Dan Keadilan.” – Djajendra

Pelanggan dan pemangku kepentingan akan semakin percaya kepada perusahaan yang mampu melayani mereka dengan tata kelola manajemen yang beretika dalam integritas. Bila perusahaan jujur dalam menangani setiap masalah dengan pelanggan sambil memperhatikan tatakrama dan sopan-santun dalam hubungan bisnis, maka reputasi perusahaan akan terbangun dengan sendirinya tanpa perlu melakukan marketing propaganda yang berlebihan.

Mendemonstrasikan praktik-praktik manajemen yang baik haruslah melalui perilaku yang penuh integritas dan etika. Dalam realitas selalu saja akan ada perusahaan yang sangat pintar mempropagandakan dirinya dengan hal-hal formal yang mereka memiliki, seperti: kode etik, prosedur, sistem, dan tata kelola bisnis yang sangat ekselen. Tetapi, dalam realitas pelayanan bisnis, semua yang mereka sebut sebagai hal-hal yang ekselen tersebut tidak dijalankan melalui perilaku dan karakter yang penuh integritas. Akibatnya, para pelanggan akan merasakan langsung tentang praktik-praktik bisnis yang bertentangan dengan apa yang diucapkan dan dijanjikan oleh perusahaan tersebut.

Perusahaan yang berintegritas dan beretika selalu akan mengelola isu-isu negatif tentang perusahaannya, dan tidak akan ngotot mempertahankan perilaku negatif yang telah dirasakan oleh para pelanggannya. Mereka akan belajar untuk menangani dan memverifikasi semua tindakan yang telah dilakukan, lalu berkaca kembali kepada kode etik, sistem, budaya, prosedur, dan tata kelola ekselen yang mereka miliki. Mereka juga akan mampu memperlihatkan empati untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan pelanggan. Termasuk, mempelajari akar penyebab masalah dan menyediakan solusi yang adil untuk memuaskan pelanggan. Perilaku etika mereka selalu mampu  melampaui standar kode etik melalui hati nurani untuk kebaikan.

Perusahaan yang baik selalu memahami bahwa reputasi perusahaan hanya dapat dibangun melalui perilaku berintegritas dari setiap orang di dalam perusahaan. Oleh karena itu, kepemimpinan di perusahaan akan selalu memotivasi dan memberikan pencerahan kepada setiap orang di internal perusahaan untuk bersikap jujur, serta melakukan pekerjaan dengan standar etika tertinggi.

Kepemimpinan perusahaan juga akan sangat patuh untuk menjalankan budaya organisasi dengan norma-norma formal dan informal sebagai panduan untuk berperilaku di tempat kerja. Setiap orang akan diarahkan untuk membangun budaya etis dalam perilaku yang penuh integritas. Mereka sangat cerdas untuk memahami bahwa praktek etika yang baik bukan sebagai biaya bisnis tetapi sebagai investasi dalam membangun reputasi perusahaan, yang pada gilirannya akan mengarah pada peningkatan kinerja di semua aspek perusahaan. Sikap baik yang penuh etika dan integritas perusahaan kepada pelanggan akan menciptakan cerita baik dari mulut ke mulut untuk membuat perusahaan benar-benar ekselen di hati pelanggan dan konsumen.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTERNAL KONTROL INTERNAL CONTROL

“Kegagalan Dalam Internal Kontrol Selalu Disebabkan Oleh Perasan Dan Pikiran Yang Menganggap Diri Dan Organisasinya Terlalu Ekselen, Sehingga Mereka Tertidur Di Dalam Kesombongan.” – Djajendra

Internal Kontrol adalah pertahanan dan pengendalian internal organisasi melalui keunggulan sistem, kebijakan, prosedur, panduan etika, etos kerja, dan budaya organisasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan dalam mengendalikan semua risiko manajemen dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Internal Kontrol bertujuan untuk mengendalikan setiap pikiran, perasaan, dan tindakan individu atau kelompok di dalam organisasi untuk selalu mematuhi aturan, prosedur, kebijakan, sistem, etika, hukum, dan prinsip-prinsip kerja atas dasar budaya organisasi yang disepakati. Dalam hal ini, setiap individu harus membekali dirinya dengan integritas yang solid untuk bisa menjadi pribadi yang sangat jujur dan beretika. Lalu, mampu memfokuskan semua energi dirinya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional organisasi termasuk menyediakan dan mendapatkan informasi yang benar dan yang dapat diandalkan oleh manajemen, serta selalu bersikap sangat jujur dan beretika tinggi dalam menjaga dan merawat semua aset berwujud dan tak berwujud yang dimiliki oleh organisasi.

Struktur organisasi harus memiliki budaya internal kontrol melalui kekuatan integritas dan loyalitas dari setiap individu organisasi, untuk bisa memberikan keyakinan dan kebenaran atas semua pekerjaan dan transaksi organisasi kepada stakeholder. Di sini, sistem dan prosedur internal kontrol yang luar biasa ekselen saja masih belum cukup, tapi diperlukan kepribadian-kepribadian individu atau kelompok di dalam organisasi yang luar biasa ekselen untuk menjalankan integritas dirinya terhadap semua peraturan dan ketentuan yang ada.

Setiap individu yang berwenang terhadap transaksi organisasi harus memiliki kesadaran dan kejujuran total untuk mencatat secara benar atas setiap transaksi, menghargai setiap transaksi dari stakeholder dengan integritas dan kejujuran diri, mengklasifikasikan setiap transasksi secara benar dan tepat waktu, serta selalu mematuhi prinsip-prinsip dan etika akuntansi yang benar.

Internal Kontrol berarti organisasi secara formal telah memiliki sebuah filosofi manajemen untuk menjalankan setiap hubungan dan transaksi dengan stakeholder secara terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab, dan melayani stakeholder dengan sepenuh hati sesuai janji-janji. Untuk itu, struktur organisasi harus mampu melakukan pemisahan tugas dan tanggung jawab dari setiap individu atau kelompok di dalam organisasi sesuai fungsi, peran, dan wewenang masing-masing yang saling terkontrol melalui sistem, prosedur, kebijakan, integritas dan etika.

Internal Kontrol berarti setiap individu atau kelompok di dalam organisasi mampu secara proaktif mengidentifikasikan risiko-risiko yang belum dikenal di lingkungan organisasi. Kemajuan teknologi dan pengetahuan selalu berpotensi menghasilkan risiko-risiko baru yang sebelumnya mungkin tidak pernah dikenal. Oleh karena itu, manajemen harus menjadikan setiap karyawan dan pimpinannya sebagai para pembelajar seumur hidup yang tidak pernah merasa pintar untuk memperbaiki kualitas diri dan kualitas sistem organisasi. Biasanya, kegagalan dalam internal kontrol selalu disebabkan oleh perasan dan pikiran yang menganggap diri dan organisasinya terlalu ekselen, sehingga mereka tertidur di dalam kesombongan.

Internal Kontrol tidak sebatas memiliki prosedur yang tepat untuk otorisasi, melakukan pemisahan tugas yang memadai kepentingan organisasi, melakukan dokumentasi dan pencatatan untuk mengamankan kepentingan organisasi, mengawasi dan merawat fisik aset milik organisasi, serta mematuhi kebijakan dan peraturan organisasi; tapi juga harus mengembangkan manusia-manusia organisasi yang berintegritas dan beretika tinggi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab terhadap semua kepentingan organisasi, manajemen, dan stakeholder secara adil dan wajar.

Internal Kontrol atau pengendalian internal adalah sebuah fondasi yang paling dasar untuk menjalankan setiap proses dari mulai kebijakan sampai kepada operasional organisasi dalam melayani setiap kepentingan stakeholder secara jujur, terbuka, adil, wajar, dan penuh tanggung jawab. Internal Kontrol bukanlah alat untuk mencapai semua tujuan organisasi dengan segala cara, tapi merupakan alat untuk melayani semua kepentingan stakeholder dengan segala kejujuran dan kewajaran.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TENTUKAN APA KARAKTER ANDA

“Apapun Peran Anda Dalam Kehidupan, Karakter Baik Anda Akan Membuat Anda Dihormati Oleh Kehidupan.” – Djajendra

“Karakter Anda Haruslah Menjadi Kemasan Diri Anda Yang Dapat Dilihat Oleh Setiap Orang Secara Jelas.” – Djajendra

Karakter Anda harus mampu bersatu ke dalam misi, visi, dan nilai-nilai kehidupan yang Anda perjuangkan. Misi Anda akan menerangkan karakter diri Anda untuk memahami keberadaan Anda di dalam kehidupan. Visi Anda akan menerangkan karakter diri Anda untuk memahami harapan dan keinginan Anda di dalam kehidupan. Nilai – nilai kehidupan Anda akan menerangkan karakter diri Anda untuk memahami cara Anda bersikap, bertindak, dan berperilaku dalam mencapai misi dan visi Anda.

Kehidupan merupakan sebuah rangkaian sebab-akibat yang tidak pernah terputus, sehingga Anda harus membentuk sebuah karakter diri yang tangguh dalam upaya menghadapi semua proses sebab-akibat yang tidak pernah terputus tersebut. Untuk itu, Anda wajib memiliki sekumpulan nilai-nilai inti kehidupan Anda untuk mengawal karakter diri Anda;  Anda harus memiliki prinsip-prinsip penyelenggaraan kehidupan Anda yang sesuai dengan karakter diri Anda; Anda harus memiliki keyakinan inti Anda untuk membuat karakter diri Anda selalu konsisten dalam setiap perjuangan menuju visi Anda; Anda harus memiliki kebijaksanaan untuk merawat karakter diri Anda agar karakter diri Anda tersebut mampu bersemangat terus untuk mendapatkan semua yang Anda cita-citakan dalam kehidupan Anda. Karakter Anda haruslah menjadi kemasan diri Anda yang dapat dilihat oleh setiap orang secara jelas.

Untuk membentuk kekuatan karakter diri Anda menuju kepada cita-cita dan kesuksesan kehidupan Anda, Anda harus sadar bersama integritas diri tertinggi Anda untuk mengklarifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalam karakter diri Anda. Anda harus sangat jujur dan tidak boleh menyembunyikan hal apa pun kepada diri sendiri.

Untuk memudahkan klarifikasi nilai-nilai karakter Anda, tulislah sebuah daftar tentang nilai-nilai, keyakinan, prinsip, dan kepercayaan yang terkandung di dalam diri sejati Anda. Lalu, evaluasi kembali semua hal yang ada di dalam diri Anda dengan kepribadian dan karakter yang Anda inginkan. Bila ada nilai, prinsip, keyakinan, kepercayaan, dan sifat yang bertentangan dengan karakter diri yang Anda inginkan, maka Anda harus memiliki rencana dan tindakan yang pasti untuk menghapus semua hal yang tidak Anda perlukan di dalam karakter Anda. Demikian juga, bila ada nilai, prinsip, keyakinan, kepercayaan, sifat yang Anda perlukan di dalam pengembangan karakter diri Anda tapi belum ada di dalam diri Anda, maka semua yang penting dan yang Anda inginkan tersebut dimasukkan secara satu persatu ke dalam karakter diri Anda. Dan saya percaya bahwa Anda memerlukan kecerdasan, disiplin diri, kerja keras dan sikap sabar yang luar biasa untuk bisa membuat karakter diri Anda sesuai dengan cita-cita dan keinginan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMBICARA PROFESIONAL

“Seorang Pembicara Profesional Bukanlah Seorang Aktor Yang Harus Memainkan Peran Sesuai Skenario Dari Sutradara. Tapi, Dia Adalah Seorang Pemikir, Perenung, Dan Pencipta Ide-Ide Baru Untuk Disampaikan Kepada Para Hadirin Dari Berbagai Kelompok.” – Djajendra

Pembicara profesional adalah pekerjaan untuk menyampaikan ide, pemikiran, dan saran kepada para pendengar. Semua ide, pemikiran, dan saran yang disampaikan tersebut haruslah merupakan hasil riset dan pengalaman pribadi melalui perenungan yang sangat mendalam; sehingga materi yang disampaikan tersebut mampu menyatu bersama semangat dan bahasa tubuh pembicara. Untuk itu, pembicara harus selalu bersikap konsisten untuk menyampaikan ide dan pemikiran dari dirinya sendiri, bukan menyampaikan ide dan pemikiran orang lain. Bila pembicara tergoda untuk menyampaikan ide dan pemikiran orang lain, maka pembicara tidak akan mampu menjadi diri sendiri dalam presentasinya kepada para hadirin.

Peran pembicara profesional dalam sebuah pelatihan perusahaan adalah untuk menyampaikan gagasan, pesan dan ide dengan cara mendorong, menginspirasi, memotivasi, dan menggerakan mind set peserta melalui sebuah topik pembahasan yang terencana dengan baik sesuai dengan tujuan akhir yang ingin dicapai. Materi yang disampaikan haruslah merupakan ide dan pemikiran dari pembicara, serta disampaikan secara normatif melalui cerita yang mampu membantu peserta untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pekerjaan sehari-hari di tempat kerja. Materi pembahasan tidak boleh bersifat abstrak, tapi harus bersifat umum dan dapat diterima secara akal sehat untuk dijalankan dalam realias sehari-hari.

Sebuah topik pembahasan yang dibuat pembicara haruslah merupakan sebuah pesan dan ide yang terstruktur secara sederhana dalam sebuah perjalanan pesan dan ide yang tersambung ke dalam sebuah tujuan akhir. Pesan dan ide tersebut haruslah terfokus kepada beberapa sisi terpenting saja, dan tidak boleh terlalu meluas. Biasanya seorang pembicara dengan banyak gagasan dan ide akan tergoda untuk membahas banyak hal dalam waktu yang terbatas, dan hal ini tidak baik dan tidak boleh dilakukan. Bila pembahasan terlalu meluas, maka peserta akan bingung dan tidak mampu memfokuskan dirinya untuk menerima pesan dan ide yang terlalu banyak disampaikan.

Pembicara yang baik adalah dia yang mampu menahan diri dan tidak berambisi untuk memamerkan semua pengetahuannya dalam sebuah topik pembahasan. Setiap topik pembahasan biasanya dibagi dalam sebuah sesi pelatihan berdurasi maksimal dua jam. Dalam waktu yang sangat singkat tersebut, pembicara tidak boleh membuat materi presentasi yang sangat meluas, harus fokus pada satu atau dua sisi terpenting saja.

Menjadi diri sendiri dan menggunakan kalimat-kalimat sendiri adalah hal terpenting dari seorang pembicara profesional. Jangan pernah tergoda untuk menjadi orang lain, selalu bersyukur dan berterima kasih atas penampilan diri sendiri. Berlatihlah setiap hari untuk menjadi diri sendiri sesuai keinginan Anda, dan jangan memaksa diri Anda menjadi diri tertentu sesuai keinginan orang lain. Seorang pembicara profesional bukanlah seorang aktor yang harus memainkan peran sesuai skenario dari sutradara. Tapi, dia adalah seorang pemikir, perenung, dan pencipta ide-ide baru untuk disampaikan kepada para hadirin dari berbagai kelompok.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com