ENTREPRENEURSHIP

“Seorang Pebisnis Ulung Tidak Bisa Dilahirkan Dari Universitas, Tapi Dilahirkan Dari Perasaan Cinta Dia Kepada Bisnis Yang Dia Tekuni.” – Djajendra

Saya lahir dari keluarga dan lingkungan entrepreneurship, sejak kecil di rumah, orang tua kami hanya mengajarkan tentang cara berbisnis dan berdagang. Setelah tumbuh besar, selain berbisnis, saya juga lebih menyukai pekerjaan mengajar dan menulis, dan kalau disuruh memilih, maka saya lebih suka memilih menjadi penulis. Untuk saya, pekerjaan menulis dan mengajar tidak seperti pekerjaan, tapi seperti permainan yang mengisi kebutuhan batin. Pekerjaan mengajar telah saya lakukan sejak mulai dari SMP, yaitu mengajar kelas-kelas bimbingan untuk teman-teman saya. Juga saat di SMA, perguruan tinggi, dan saat kerja saya juga mengajar untuk kepentingan internal kantor.  Sedangkan pekerjaan menulis baru mulai rutin saya lakukan sejak tahun 2006, sebelumnya hanya ingin menulis, tapi kesibukan pekerjaan dan bisnis membuat saya tidak memiliki waktu untuk menulis.

Kenapa saya harus bercerita tentang hal di atas? Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang pengusaha yang sangat ketakutan, karena anak tunggalnya tidak memiliki minat untuk meneruskan usaha bisnis yang mereka miliki, anaknya menghabiskan seluruh waktu rutinnya untuk melukis. “Bangun pagi langsung dia duduk didepan canvas dan terus melukis sampai malam hari,” kata bapaknya.  Anaknya telah selesai pendidikan S2  dibidang bisnis dan akuntansi di sebuah universitas ternama di Amerika.  Saya belum sempat berbicara dengan anaknya, sehingga saya tidak dapat memastikan hal apa yang membuat anaknya enggan mengurusi kantor bapaknya.

Dari pengalaman yang saya pahami bahwa tidak semua orang memiliki semangat entrepreneurship, tapi semua orang pasti memiliki kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Oleh sebab itu, sering sekali muncul semangat entrepreneurship dari harapan untuk memenuhi keterdesakan kebutuhan kehidupan ekonomi. Anak pengusaha ini jelas tidak akan pernah takut untuk tidak punya uang, dan mungkin dia juga telah menikmati semua kemewahan dunia, sehingga tidak ada alasan untuknya buat terlibat dalam rutinitas di kantor bapaknya. Mungkin saja dia berpikir seperti seorang investor pasif, dan mencoba mengoptimalkan dirinya untuk melahirkan karya-karya lukisan yang berkualitas buat peradaban kehiduapan yang lebih tinggi.

Semangat entrepeneurship tidaklah bisa dipaksakan kepada setiap orang, hanya orang-orang yang mencintai pekerjaan bisnis dan dagang yang bisa diintensifkan untuk menjadi pengusaha besar. Sering sekali semangat berbisnis atau berdagang seseorang muncul di saat dia harus mencari uang buat memenuhi kekurangan biaya hidup. Dalam hal ini, orang-orang seperti ini tidaklah bisa dikatakan memiliki kecintaan kepada bisnis dan dagang, tapi lebih kepada upaya untuk mendapatkan uang melalui berbagai cara, dan cara yang paling gampang untuk mendapatkan uang buat mereka ini adalah dengan berdagang.

Orang yang berdagang memang belum tentu bisa untung, tapi setiap hari pasti bisa mendapatkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan minimal kehidupan. Orang yang berbisnis selalu memikul risiko usaha yang lumayan menantang, dan tidak semudah mendapatkan hasil seperti yang ada dalam rencana di atas kertas.  Bagi Anda yang mencintai pekerjaan bisnis, pasti sangat cerdas untuk mendapatkan banyak celah dan potensi bisnis dari lingkungan di sekitar Anda. Dan, Anda pasti paham bahwa Anda memerlukan daya tahan diri dan sikap mental yang siap berkorban apa pun demi kesuksesan bisnis Anda. Anda juga pasti mengerti bahwa dalam bisnis yang benar tidak ada sekali terjun langsung sukses, tapi Anda pasti harus melewati berkali-kali tantangan untuk bisa lulus dan mendapatkan apa yang Anda impikan. Anda juga pasti mengerti bahwa setiap kegagalan dalam bisnis akan memaksa Anda untuk berinovasi dengan cara-cara yang lebih hebat lagi, dan semua ini pada akhirnya akan membuat Anda menjadi seorang superior dalam dunia bisnis yang Anda tekuni. Hukum bisnis dalam dunia bisnis akan menyeleksi dan memilih Anda yang kreatif dan inovatif untuk selalu survive di setiap zaman. Kreatifitas dan inovasi adalah dua aspek yang tidak boleh Anda lupakan untuk membuat diri Anda selalu bertahan dan berkembang bersama bisnis pilihan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com