ETIKA BISNIS DALAM LINGKUNGAN YANG TIDAK ETIS

“Etika Bisnis Akan Kuat Bila Kebijakan Moral, Aturan Moral, Dan Sistem Kehidupan Yang Beretika Menjadi Fondasi Dalam Perilaku Stakeholder.” – Djajendra

Suatu ketika ada seorang peserta pelatihan etika bisnis yang bertanya kepada saya,”apakah mungkin etika bisnis dijalankan di lingkungan bisnis yang tidak etis? Apakah saya harus berkolaborasi dengan orang-orang yang anti etika bisnis?” Jawaban saya untuk pertanyaan ini adalah tidak mungkin dan Anda tidak boleh berkolaborasi dengan orang-orang yang tidak beretika. Etika bisnis mengatur tentang kebiasaan dan perilaku bisnis yang jujur dan berintegritas. Bila lingkungan bisnis atau para stakeholder tidak suka dengan praktik bisnis yang jujur dan berintegritas, maka Anda harus mendengarkan suara hati Anda yang paling jujur untuk membuat sebuah keputusan agar hidup Anda tetap dalam koridor etika.

Etika bisnis merupakan pilihan hidup yang berasal dari kebijakan moral dunia bisnis di sebuah lingkungan bangsa; yang berasal dari aturan moral yang disepakati bersama oleh semua masyarakat dalam keragaman untuk kejujuran dan integritas; yang berasal dari sistem kehidupan dan sistem organisasi bisnis yang patuh pada etika; dan yang berasal dari pengawasan terhadap pelaksanaan panduan kode etik secara profesional dari sisi positif.

Dalam realitas pelaksanaan etika bisnis Anda pasti akan berhadapan dengan intuisi, emosi, filosofi moral seseorang atau sekelompok orang. Dan, semua ini berpotensi menciptakan perilaku pragmatis untuk kepentingan situasional dari kelompok atau perorangan tertentu. Oleh karena itu, dalam setiap realitas yang mengganggu pelaksanaan etika bisnis, Anda harus berpegang teguh kepada aturan dan kebijakan moral yang kokoh bersama nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan integritas. Bila Anda mau dan mampu menjadi tegar dan sabar dengan semua realitas, dan mampu menjalankan etika bisnis dengan sempurna, walaupun lingkungan stakeholder Anda tidak menyenangi cara Anda. Tapi, di masa depan Anda akan memetik hasil positif buat kehidupan Anda dan keluarga Anda.

Menjalankan etika bisnis secara baik akan membuat para stakeholder mendapatkan keadilan dan perasaan tidak dirugikan. Bila stakeholder bersikap pura-pura menjalankan etika bisnis untuk kepentingan dirinya sendiri, maka dia pasti akan merugikan kepentingan stakeholder lain di luar dirinya. Menjalankan etika bisnis yang baik berarti harus menjalankan organisasi atau perusahaan dengan sangat transparan dan berkeadilan untuk semua stakeholder. Informasi yang benar, jujur, dan yang dapat dipercaya, haruslah menjadi fondasi yang kuat untuk menciptakan rasa percaya stakeholder kepada manajemen sebuah bisnis atau organisasi.

Etika bisnis harus menjadi tanggung jawab moral politik sebuah bangsa; harus menjadi tanggung jawab dari moral kepemimpinan kolektif sebuah bangsa; harus menjadi tanggung jawab manajemen puncak sebuah organisasi; dan harus menjadi tanggung jawab setiap stakeholder untuk memiliki moral kehidupan yang menghormati dan menjalankan etika bisnis secara ikhlas dan tulus.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com