TIBA-TIBA BISA MARAH

“Marah Adalah Perbuatan Yang Paling Merugikan Diri Sendiri, Mengendalikan Marah Adalah Perbuatan Yang Paling Menguntungkan Diri Sendiri Dan Orang Lain.” – Djajendra

Beberapa hari yang lalu ada seorang manajer yang berkonsultasi dengan saya via email. Persoalan yang dia tanyakan adalah kenapa dia sulit sekali mengendalikan emosi dan bisa tiba-tiba menjadi sangat marah kepada bawahannya.  Menurut dia, dia adalah pribadi yang sangat pendiam dan tidak suka mencampuri urusan orang lain, tapi dia suka menyimpan perasaan tidak senang atas perilaku bawahannya yang sering berlebihan.

Menyimpan perasaan tidak senang atas sikap dan perilaku orang lain adalah benih emosi negatif yang paling berbahaya buat kejiwaan kita. Di saat kita berpikir tentang nilai-nilai kekurangan dari orang lain, maka di saat itu diri kita akan diisi oleh hal-hal negatif yang pada akhirnya hanya akan merugikan diri kita sendiri. Menyimpan perasaan negatif atas nilai-nilai kehidupan orang lain akan mengantar diri kita menjadi pribadi negatif. Sebab, kita ternyata lebih suka menabung hal-hal negatif, sehingga tidak salah bila diri kita menjadi gunung emosi negatif yang secara tiba-tiba bisa meledakkan hal-hal negatif kepada kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita.

Seorang manajer yang baik haruslah menjadi seorang pemimpin yang terpuji dari sisi emosional dan daya tahan diri. Bila seorang pemimpin menjadi sangat mudah marah, maka kredibiltas dan reputasi kepemimpinannya akan ditertawakan oleh orang-orang disekitarnya. Pemimpin haruslah menjadi contoh yang terpuji untuk memberikan keteladanan dalam hal kecerdasan emosional kepada setiap orang. Dia harus menjadi pribadi yang kuat dan tangguh, serta tidak mudah terpancing emosi dari luar dirinya. Dia harus menjadi pribadi berpikiran positif dan mampu mengisi pikiran bawah sadarnya dengan nilai-nilai kehidupan yang penuh dengan cinta, kasih sayang, kepedulian, perhatian, tanggung jawab, suka menolong, dan mencintai kemajuan orang-orang lain disekitarnya. Pemimpin yang baik haruslah memiliki logika berpikir, persepsi, asumsi, dan tindakan yang fokus pada kelebihan orang-orang disekitarnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com