Membuat Komitmen Dengan Orang Yang Tidak Jujur

“Perilaku Anda Ditentukan Oleh Nilai-Nilai Keyakinan Yang Anda Percaya Dengan Keadaan Dan Tuntutan Kehidupan Anda Ditengah-Tengah Masyarakat.” – Djajendra

Dalam setiap hubungan setiap orang selalu menuntut komitmen terhadap hubungan tersebut. Komitmen adalah kata kunci positif untuk membangun hubungan pribadi, hubungan bisnis, hubungan kerja, dan hubungan-hubungan lainnya yang melibatkan dua orang atau lebih. Komitmen yang diberikan akan selalu diawasi dan dikawal secara etika dan moral, agar komitmen tersebut tidak lari dari kontrol yang mengontrol.

Selalu orang-orang dengan sangat mudah menuntut komitmen dari orang lain, apalagi dalam upaya membangun hubungan pribadi diantara dua orang untuk satu kepentingan bersama, dan semua ini dilakukan hanya melalui kata-kata, tanpa memahami kemampuan orang yang dituntut untuk jujur memberikan komitmen yang diharapkan.

Suatu ketika saya mendengar curhat seorang teman, yang menggerutu karena teman bisnisnya mengabaikan komitmen yang dibuat. Menurut dia namanya komitmen pastilah tidak mungkin tertulis hitam di atas putih, kalau sudah tertulis namanya perjanjian bisnis. Sekarang dia sangat menyesal karena semua komitmen awal tersebut tidak di notariskan, dan dia merasa sangat dirugikan oleh temannya tersebut.

Setelah mendengar gerutu teman ini, saya teringat dengan salah satu nasehat bisnis dari Warren Buffett, “Anda tidak dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang buruk.”

Komitmen itu sesungguhnya mirip-mirip etika. Walaupun secara etika salah, tapi bila tidak ditulis dan dibuatkan sanksi atas pelanggaran etika, maka etika juga akan menjadi sekedar kata-kata moral, yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat dalam hubungan tersebut. Demikian juga dengan komitmen, bila komitmen tersebut tidak dirinci dalam sebuah perjanjian tertulis dengan saksi notaris, maka komitmen itu hanya akan menjadi sebuah kata-kata moral yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat.

“Semakin tidak hati-hati orang lain dalam melaksanakan urusan mereka, semakin kita harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan urusan kita.” Kata Warren Buffett

Setiap orang adalah berbeda, dan tidak boleh Anda merasa bahwa setiap orang itu sama jujurnya dengan Anda. Perilaku setiap orang ditentukan oleh nilai-nilai keyakinan yang dia percaya dengan keadaan dan tuntutan kehidupan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Artinya, manusia itu sangat labil dalam hal komitmen, dan sangat tergantung kepada banyak faktor tuntutan hidup yang harus mereka hadapi. Oleh karena itu, lebih etis bila semua komitmen yang serius itu di buat hitam di atas putih, biar sama-sama enak.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com